Demian Bersyukur Dapat Kesempatan Latihan Keliling Dunia

Demian saat berlaga di acara Football For Peace, Sabtu 20/05/17. (NYSN Media)

Bakat adalah anugerah yang di berikan oleh sang pencipta, jika tidak di asah niscaya tidak akan menjadi bekal untuk kehidupan mendatang. Begitu paparan remaja asal papua Demianus Hoay (22), kepada NYSN di lapangan Gor soccer Sudirman, kuningan, jakarta (20/5) Demanius Hoay yang akrab dengan sapaan Demi ini mengatakan kepada NYSN bahwa mengawali dan menekuni dunia olah raga sepak bola semenjak menginjak usia16 tahun. “Iya, saya mengawali kecintaan saya di dunia olahraga semenjak umur 16 tahun, dan sampai saat ini saya akan terus menekuninya.” Ujar Demi Club pertama yang di singgahinya adalah PS Mitra Sorong Papua, kemudian pindah ke club Uni Papua di saat umur 19 sampai sekarang. Demi juga mengatakan bahwa dirinya pernah di latih di malaysia, korea, dan juga Finlandia mewakili Tim B Unipapua. “Berkat kegigihan yang saya tekuni, akhirnya saya di berikan kesempatan mengunjungi 3 Negara besar untuk berlatih. Diantaranya Malaysia, Korea dan Finlandia.” Kata Demi yang juga doyan dengan kuliner khas Cirebon Tahu gejrot. Lebih lanjut pria yang mengidolakan Boas Salosa ini memaparkan bahwa bakat yang di miliki sudah ada semenjak masih anak anak. Selain itu Demi juga mempunyai hobi membaca buku, dan sesekali Demi berpesan bahwa kita harus bisa memotivasi diri sendiri, dan kerja keras. “Kita harus bisa memotivasi diri sendiri, lalu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, lalu di dorong dengan kerja keras untuk mewujudkannya.” Tutup Demi. (bam/adt)

Impian Terbesar Hasbby Adalah Memajukan Olahraga Softball Di Banten

Hasbby-Softball

Mahasiswa Universitas Esa Unggul, Hasbby Akhmal, telah menekuni olahraga softball sejak tahun 2006 dalam ekskul Sekolahnya ketika duduk di bangku kelas 2 SMA. Sekarang, Hasbby merupakan atlet softball yang tergabung dalam Club ALTRAS yang berada di Alam Sutera. “Awal tertarik dengan olahraga softball karena saya melihat olahraga ini belum begitu populer. Jadi saya tertarik untuk mempopulerkannya.” ujar mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual semester 6 ini. (25/6) Hasbby yang sempat mendapatkan The Best Pitcher dalam ALTRAS Cup antar club Banten ini juga sudah meraih berbagai prestasi bersama tim softballnya, beberapa diantaranya adalah: 1. 2013 Timnas Peserta ISF Men’s World Softball Championship New Zealand 2. 2014 Juara 1 Partha Cup di Yogyakarta 3. 2015 Juara 1 walikota Cup antar Club makassar (club Prambors) 4. 2016 Juara 1 2nd South East Asia Softball Championship di Jedah Malaysia 5. 2017 Juara 1 ALTRAS Cup antar Club Banten 6. Juara 1 Walikota Cup Antar Club Samarinda Bermain untuk ( Club Pirates) Dari pihak orang tua, Hasbby mengakui sempat dilarang menekuni softball karena kondisi tubuh yang sempat menurun. “Orang tua dulu melarang karena melihat saya setiap pulang kelelahan dan sering sakit, jadi mereka menyarankan untuk berhenti berlatih softball. Tetapi akhirnya saya bisa menunjukan prestasi saya lewat bermain di timnas tahun 2013 dalam kejuaraan dunia di New Zealand.” kata Hasbby Lebih lanjut Hasbby juga mengatakan bahwa banyak orang disekitarnya yang sangat berperan, seperti teman-teman seperjuangannya ketika Kejurnas di Bali serta orang tua yang membuatnya semangat untuk terus berprestasi. Hasbby menceritakan bahwa ia pernah mengalami cidera yang cukup serius dan juga memiliki kenangan yang lucu selama berlatih softball. “Ketika sedang berlatih untuk persiapan PON Riau, saya pernah cidera di telapak kaki dan pinggang karena over training sampai harus rest satu minggu untuk pemulihan kondisi. Serta pengalaman lucu bagi saya ketika saya mengikuti latihan untuk persiapan PON Banten. Saya latihan fisik angkat beban untuk kekuatan tangan seminggu tiga kali. Hari ketiga saat saya mandi, saya tidak bisa mengangkat gayung dan tangan saya kram. Akhirnya saya harus mandi dibawah keran.” ungkap pemuda kelahiran 13 januari 1994 tersebut. Bagi Hasbby, olahraga softball sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Maka dari itu, Hasbby mengatakan bahwa ia mempunyai impian untuk berjuang mengumpulkan atlet-atlet muda berkualitas terutama di wilayah Banten yang memiliki skill, disiplin dan attitude yang baik agar kelak bisa menunjang prestasi untuk nama baik daerah, bangsa dan negara. “Bagi kalian yang ingin berprestasi dalam olahraga apapun, siapkan niat kalian, berusaha dengan sepenuh jiwa dan raga. Niscaya proses maksimal tidak akan mengkhianati hasil, keep fighting spirit.” tutup Hasbby.(crs/adt)

Olahraga Woodball Memberikan Peluang Bagus, Dan Minim Cidera

Vino-Woodball

Atlet bola kayu woodball bernama Alviano Surya, dirinya sudah menggeluti olahraga tersebut sejak 3 tahun yang lalu merupakan atlet yang cukup berprestasi di cabang olahraga woodball. Vino, begitu biasa ia dipanggil, tergabung dalam club Pamulang Woodball Club (PWBC). Menurut siswa kelas XI di SMAN 6 Tangsel ini, olahraga woodball memberikan banyak peluang positif untuk dirinya. “Pertama, saya tertarik karena woodball adalah olahraga baru. Kedua, saya merasa memiliki kesempatan dalam olahraga ini untuk berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas.” kata Vino (25/6) Vino yang juga memiliki prestasi di antaranya pernah menjadi Juara 3 Kejurnas remaja di semarang (double fairway) dan juara 2 beregu serta Juara 3 Mix Double dalam International open di Malaysia. Menurut Vino, olahraga woodball minim kemungkinan cidera yang serius. Bahkan bagi Vino, selama bisa mengikuti aturan atau arahan yang diberikan oleh sang pelatih, cidera akan sangat jarang sekali terjadi. Maka dari itu, peran pelatih terasa sangat penting bagi Vino untuk kemajuannya. Banyak pengalaman unik yang dialami Vino selama menggeluti woodball. Salah satunya terjadi pada saat ia mengikuti sebuah kejuaraan. Walaupun bukan pengalaman pribadinya, tetapi itu dapat dijadikan pelajaran oleh Vino. “Pada saat PON remaja di surabaya, ada seorang atlet Banten yang kebetulan makan udang padahal dia alergi udang. Akibatnya dia dirawat di rumah sakit sehingga terpaksa tidak bisa mengikuti event. Ada juga atlet yang bangunnya terlambat sampai akhirnya diguyur agar terbangun.” tutur Vino. Walaupun mempunyai impian menjadi atlet profesional dan terus menjadi juara di cabang olahraga woodball, Vino tetap mengutamakan kepentingan sekolahnya, karena ia menyadari bahwa ia masih mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu sampai setinggi-tingginya. “Tanpa berlatih secara rutin, dan disiplin, cita-cita menjadi atlet olahraga woodball tidak akan tercapai. Maka dari itu saya harus terus berjuang menjalankannya.” kata Vino.(crs/adt)

Tertarik Dengan Model Kostum, Adit Focus Cari Peluang Di Olahraga Softball

Aditya-Softball

Aditya Aulia Rachman, berlatih olahraga softball sejak tahun 2007 dan tergabung dalam club bernama Sriti Baseball Softball Club Surabaya. Mahasiswa jurusan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini beranggapan bahwa kostum olahraga softball keren dan memiliki peluang besar untuk berprestasi dalam olahraga ini. “Pertama kali saya tertarik dengan olahraga ini karena kostum yang dikenakan saat tanding itu keren menurut saya, dan peluang berprestasi dalam olahraga ini besar.” kata Adit Prestasi Adit dan tim softballnya sudah cukup banyak, beberapa diantaranya adalah: 1. Juara 1 dalam Kejuaraan Daerah Baseball & Softball U-30 Jawa Timur 2015 2. Juara 1 dalam Softball Putra Open Tournamen Walikota cup 2015 di Makassar 3. Medali emas dalam Pra Pekan Olahraga Nasional ke XIX 4. Juara 1 dalam Valiant Cup 2017 (Kejuaraan Softball Putra Antar Club Nasioanal) 5. Juara 1 dalam Telkom University Cup 2017 di Bandung Koleksi prestasi individu Adit dalam olahraga softball juga cukup banyak, diantaranya: 1. The Best Slugger dan The Best Hitter dalam 4th Giants Cup Men’s U-23 di Jakarta 2. The Best Slugger dan MVP Award dalam 34th Partha Anniversary 2013 National Softball Tournament di Yogyakarta 3. Golden Glove dalam Pra Pekan Olahraga Nasional ke XIX 4. Golden Glove dalam Telkom University Cup 2017 Memiliki orang tua, terutama sang ayah yang sangat mementingkan pendidikan membuat Adit selalu berusaha untuk menyeimbangkan waktu antara profesinya sebagai atlet dan kewajibannya menuntut ilmu. “Saya pernah dilarang menekuni softball karena ayah saya memang orientasi pada pendidikan harus bagus juga, jadi waktu mau pelatnas seagames 2011 saya sempat dilarang karena waktu itu kelas 3 SMA mau ujian.” ujar Adit Awal berlatih softball bukanlah hal yang mudah bagi Adit. Ia terus berjuang meskipun harus meminjam alat-alat perlengkapan softball dan bergantian dengan temannya dalam menggunakan alat-alat tersebut. “Dulu setiap kali latihan, alat-alatnya digunakan bergantian, padahal harusnya setiap orang punya sendiri-sendiri. Tetapi karena alat-alat untuk bermain softball seperti Glove misalnya, harganya cukup mahal. Lapangan pun seperti rumah kedua, ketika masih SMP setiap pulang sekolah saya langsung berangkat ke lapangan, kalau sabtu minggu dari pagi latihan bahkan sampai sore baru pulang.” tuturnya. Menurut Adit, menjadi atlet di Indonesia belum bisa menjamin kehidupannya di masa mendatang. Maka dari itu, Adit berencana akan mencari pekerjaan di bidang yang lain. “Menjadi profesional atlet di Indonesia masih bisa dikategorikan jauh jika dibandingkan dengan negara maju yang lain, yang hidupnya terjamin dengan berprofesi sebagai atlet di negaranya. Tetapi saya tetap berharap dapat terus menjadi atlet dan dapat sukses juga dalam karir pekerjaan saya. Untuk bisa berprestasi bukan soal punya bakat atau tidak, tapi soal mau berusaha keras atau tidak.” tutup Adit.(crs/adt)

Heboh! Menuju Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum 2017

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Foto: pbdjarum.org

Beasiswa bulu tangkis Djarum juga diadakan di kota Solo. Panitia sampai saat ini masih membuka pendaftaran peserta secara offline dengan datang langsung ke lokasi hari ini, Jumat (21/7/2017). Seperti yang dilansir dari Solopos.com (19/7/2017), Jumlah pendaftar baru mencapai sekitar 500 peserta untuk audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 yang akan digelar di GOR RM Said Karanganyar pada Sabtu-Senin nanti (22-24/7). Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari, mengatakan tahun lalu jumlah pendaftar mencapai 700 peserta. Dia memprediksi tahun ini pendaftar akan meningkat dalam beberapa hari ke depan sebelum hari H. “Kami masih memberikan kesempatan bagi pendaftar dengan datang langsung ke lokasi bersamaan dengan jadwal daftar ulang peserta. Syaratnya cukup mudah, silakan bawa fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran,” jelas Abraham menurut lansiran dari Solopos.com, Selasa (18/7/2017). Abraham lebih menekankan pentingnya kualitas daripada kuantitas peserta. Ia hanya berharap audisi umum tersebut bisa melahirkan sejumlah atlet muda dengan bakat-bakat yang spesial di bidang bulu tangkis. Berbeda juga dengan audisi tahun-tahun sebelumnya, fokus terbagi dalam U-13 dan U-15. Sedangkan tahun ini, menurut Abraham, mereka fokus untuk mencari atlet putra dan putri dari kelompok U-11 dan U-13 saja.  Pembinaan atlet yang dimulai di klub pada usia dini  diharapkan mampu melahirkan pebulu tangkis dengan kemampuan terbaik dan meraih prestasi maksimal di masa depan.

Unik, Wasit hanya Siapkan Kartu Putih di Pertandingan Sepak Bola.

Sepakbola uni papua

Setidaknya masih ada harapan bagi generasi penerus bangsa untuk berkarya dalam olahraga di tengah situasi pasang surut ekonomi yang melanda di kalangan masyarakat bawah. Pengurus NGO Uni Papua Cabang Jakarta Yana Efendi mengatakan kepada NYSN, bahwa dirinya dan tim sedang menjaring minat anak bangsa yang tinggal di Rumah Susun. “Minat anak-anak yang berdomisili di rusun flamboyan hingga saat ini jumlahnya mencapai 80 murid binaan Uni Papua Cabang Jakarta yang di targetkan dari CEO Uni Papua pusat Harry Widjaja mencapai 200 anak, makanya untuk pengembangan kita siapkan 2 orang pelatih lokal khusus untuk rusun flamboyan.” Terang Yana Yana juga memaparkan bahwa keunikan tersendiri yang di lakukan Uni Papua adalah tidak mengenal kartu merah ataupun kartu kuning dalam pertandingan. Dan juga kepengurusan Uni Papua di wilayah Jakarta hampir semuanya terbentuk khususnya di wilayah yang notabene dari golongan masyarakat ekonomi lemah. “Yang kami suka di Uni Papua adalah semua pemain bola di kenalkan aturan main yang berbeda, yaitu tanpa kartu merah dan kuning. Tetapi kartu Putih tanda perdamaian. Kepengurusan Uni Papua merambah ke Pulau panggang, Pramuka, Pulau Karya di Kepulauan Seribu. Disana setiap 2 minggu sekali latihan sepak bola dari Uni Papua dan anak anak di latih rata-rata sampai 3 hari atau 4 hari berturut-turut.” Tambah Yana Sedangkan di rusun Flamboyan sendiri menggalakan latihan seminggu dua kali pagi dan sore gunakan fasilitas lapangan futsal yang tersedia di rusun flamboyan. Yana memaparkan sejarah perjuangan Uni Papua di lapangan Pertamina, Simprug. “Awalnya hanya 10 orang tapi seperti yang kita lihat saat ini sudah sampai 80 berarti kan cukup pesat, yang namanya di rumah susun biasanya sangat Komplek ada berbagai macam suku dan ada pendatang yang dari mana-mana kadang kala bahasa daerah masih terbawa dengan sepak bola.” Sambung Yana Lebih lanjut Yana mengatakan bahwa ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi namun berhubung ini akan ada coaching Clinic di lapangan Simprug Pertamina untuk yang dewasanya ini nanti ada sparing sama dari kedutaan besar China. Latihan ini di dedikasikan untuk mengikuti pertandingan persahabatan antar 22 negara yang tergabung dalam sepak bola perdamaian yang nanti akan di lakukan di indonesia. Bukan hanya untuk pemain bolanya saja tetapi juga beserta pelatihan bagaimana menjadi anak gawang yang cekatan. Pemuda kelahiran Tasikmalaya ini merasa tertantang untuk melakukan yang terbaik bagi negara, dan optimis sepak bola akan selalu menyebarkan kedamaian. “Kebetulan saya suka dengan anak-anak, dari anak-anak awalnya cuma satu dua orang yang bagus, tapi tidak tertutup kemungkinan untuk anak yang lain juga bisa berpeluang untuk menjadi pemain yang bagus seperti pertandingan perdamaian.” Tutup Yana (adt).

Minim Sarana Sekolah, Gadis Pamulang berharap dapat menyumbangkan Prestasi dari Lompat Jauh

olahraga futsal putri

Mungkin berbeda dengan istilah bahasa pepatah yang mengatakan “sepandai pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh pula.” Kali ini yang kita bahas adalah cabang atletik lompat jauh. Perlu di ketahui bahwa lompat jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang tengah populer dan sangat sering dilombakan dalam kompetisi kelas dunia, termasuk Olimpiade. Tehnik lompat jauh biasanya menggunakan gerakan melompat ke depan atas dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara atau melayang di udara, yang dilakukan dengan cepat dan dengan cara berjalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Novie, panggilan keseharian dari Novie Nur Tiara Kamila Sari, yang berdomisili di Asrama Brimob Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan. Sedang menggeluti olah raga jenis lompat jauh. Gadis murah senyum yang masih berusia 16 tahun ini bersekolah di SMA 10 kelas 10 mengatakan sesekali kepada NYSN, bahwa dirinya merindukan olahraga lompat jauh ketika SMP waktu lalu. “Sewaktu saya masih bersekolah di tingkat SMP, di halaman belakang sekolah tersebut ada tempat khusus untuk untuk berlatih lompat jauh. Sekarang saya sangat merindukan tempat latihan untuk berlompat.” Ujar Novie Novie juga sempat berharap kepada pihak sekolah agar sekolahnya saat ini bisa membantunya untuk meraih cita citanya. “Mungkin jika di sekolah ini ada tempat untuk berlatih lompat jauh, saya akan lebih maksimal lagi berlatih, dan saya yakin saya mampu menyumbangkan prestasi buat saya, kebanggaan orang tua saya dan tentu nama baik sekolahku” Tutup Novie (ryo/adt)

Kembalikan Restu Sang Bunda, Vira akan membuktikannya lewat Futsal

Sebuah tantangan tersendiri bahwa futsal yang biasa di mainkan oleh lelaki kini menjadi wabah yang hampir meluas dan di terima oleh semua gender. Salah satunya adalah Alviranti Syasalbilla yang tergabung dalam Tim Futsal Jaya Kencana Angle Olahraga jenis Futsal yang saat ini sedang di gemari kalangan muda mudi membuat Alviranti Syasalbilla yang masih berusia 15 tahun, ikut terjun ke dalamnya. Alviranti Syasalbilla lahir di Tangerang 11, Oktober 2001. yang akrab dengan sapaan Vira mengaku tertarik untuk mengikuti Futsal sejak dirinya masih berusia 7 tahun, “Sebenarnya berawal dari aku di ajak main bola oleh kakakku setiap harinya, aku menjadi kebiasaan dan merasa futsal adalah olahraga yang cocok untuk aku jadikan eskul di Sekolah, saat itu saya masih bersekolah di SMPN 4 Pamulang Tangsel, saya sangat senang sekali karena kerja tim itu menurut saya lebih menantang, di samping itu aku juga bisa mendapat banyak teman ketika tim kita menghadapi tim lawan,” ujarnya pada NYSN saat di temui di Sekolahnya SMA Negeri 10 Tangsel. Vira juga mengakui bahwa dirinya ingin seperti seniornya yang sudah meraih beberapa piala, baik dari antar tim maupun kejuaraan antar Kota. “Jujur ya, sebenarnya mama aku gak mendukung aku untuk terjun di olahraga jenis futsal, sebab aku kan anak perempuan, tetapi walaupun tidak di dukung aku terus berlatih sampai aku mendapat juara seperti seniorku.” Tambah Vira Prestasi yang sedikit tidak membuat surut semangat gadis belia yang satu ini. “Walaupun saat ini aku dan tim ku yang di namakan Jaya Kencana Angle, baru menang antar club, aku optimis bisa seperti kaka seniorku yang aku idolakan saat ini nantinya” Ujar Vira Vira juga berjanji kalau dirinya akan terus meyakinkan sang ibu lewat prestasi cemerlang, agar bunda dapat percaya kalo olahraga futsal Putri itu tidak seperti yang ibundanya kira. (ryo/adt)

6 Cara Dribble Bola Basket Yang Benar Layaknya Bintang NBA

Kamu ingin bisa seperti pemain bintang NBA yang jago banget permainan bola basketnya? Itu bukan hal yang mustahil loh, bila kamu bisa menguasai teknik bola basket yang baik. Salah satunya diawali dengan latihan teknik menggiring bola (dribbling) yang benar.  Latihan sangat diperlukan setiap orang agar dapat menggiring bola basket dengan baik. Mempelajari hal ini membutuhkan kemauan serius dari diri kamu,  dengan petunjuk berikut kamu akan dapat menggiring bola basket melewati tim lawan! Pastikan kamu sudah tau ya cara dasar mendribble bola basket. Hmm, kalau belum, pelajari terlebih dahulu ya, baru bisa coba nih teknik lanjutan Dribble saat di Lapangan Pertandingan: Pandangan fokus ke depan, tidak melihat bola ketika mendribble. Pada saat pertandingan, kamu harus selalu melihat sekeliling depan ketika melakukan dribble.  Dimana saat dribble bola, kamu harus lihat dimana rekan tim kamu, pemain lawan, dan dimana letak ring berada. Kamu pasti tidak mungkin melakukan hal ini sekaligus jika pandanganmu hanya menatap ke bola. Satu-satunya cara untuk membuat percaya diri dengan gerakan dribble kamu adalah dengan latihan serius. Ketika bermain basket, kamu harus “percaya” bahwa bola yang dipantulkan akan kembali ke tangan kamu tanpa harus melihat bola itu. Mengganti arah dribble bola tergantung kondisi di sekitar Berhati-hatilah “kemana” bola tersebut kamu giring, jangan sampai ke posisi pemain lawan! Ketika kamu berada di wilayah “open court” (dimana menggiring bola ke daerah lawan setelah tim lawan mencetak angka). Caranya kamu dribble bola ke depan, sehingga lawan pun akan berlari mengejar kamu. Akan tetapi, jika kamu berada di dekat pemain lawan (terutama jika pemain lawan menjaga kamu), dribble bola ke samping kamu (pada sisi luar kaki) dengan posisi badan bertahan dan rendah. Kalau sudah begitu berarti  lawan akan berhadapannya dengan badan kamu. Ia pun akan kesulitan merebut bola serta bisa jadi memungkinkan ia melakukan pelanggaran. Akan untung di tim kamu, bukan?! posisi badan antara pemain lawan dan bola. Kesulitan kadang terjadi saat kamu misal dijaga satu atau lebih pemain lawan, mereka terus menghadang dan mencoba untuk merebut bola. Teknik dribble benar terampuh saat kena masalah ini di lapangan, lindungi bola dengan badan kamu. Jangan pernah melakukan dribble dengan bola berhadapan langsung di depan pemain lawan. Melainkan, posisikan badan kamu di tengah, antara pemain lawan dan bola. Tujuannya agar pemain lawan kesulitan untuk merebut bola (ingat: pemain lawan tidak bisa mendorong badan dan merebut bola karena ada risiko melakukan pelanggaran). Selain posisi badan di tengah, kamu dapat menggunakan tangan yang tidak mendribble bola sebagai penahan. Angkat tangan dan kepalkan tangan kamu, kemudian hadapkan ke sisi samping lengan depan pemain lawan. Hati-hati ketika menggunakan cara tangan ini. Jangan sedikitpun kamu mendorong pemain lawan, memukul pemain lawan dengan tangan, atau melewati pemain lawan dengan mendorong menggunakan tangan kamu. Sebaiknya, gunakan tangan (seperti kamu memegang perisai) hanya sebagai pelindung bola dan menjaga jarak dengan lawan. Jangan berhenti, lanjut terus! Ketika melakukan dribble di pertandingan, jangan memberhentikan dribble kamu (kecuali kamu sudah tahu apa yang harus Anda lakukan selanjutnya). Jika kamu berhenti menggiring bola, sudah pasti kamu kecil kesempatan untuk dribble kembali. Selain itu, bila lawan kamu cerdas, ia akan memanfaatkan hal tersebut untuk merebut bola. Pilihan yang ada miliki adalah mengoper bola ke rekan kamu, melakukan shooting, atau membiarkan bola direbut oleh pemain lawan. Jika kamu berencana untuk melakukan pilihan pertama atau kedua, lakukanlah langsung setelah Anda berhenti dari dribble – jika tidak, pemain lawan akan berusaha merebut bola tersebut. Kerja tim, oper bola itu. Terkadang, dribble tidak selalu menjadi pilihan terbaik dalam permainan basket. Ada pilihan lain yang lebih baik yaitu melakukan operan. Permainan mengoper yang baik adalah salah satu faktor penyerangan yang efektif.  Jangan mau menang sendiri, ya. Ingat, kerja tim! Jika dribbling langsung ke arah ring kamu nanti akan banyak berhadapan dengan pemain bertahan lawan, lebih baik kamu mengoper bola saja ke rekan yang tidak dijaga oleh lawan. Dengan begitu, tim basket kamu akan aman. Hindari Pelanggaran dalam dribble. Ada beberapa peraturan dasar yang mengatur bagaimana cara melakukan dribble pada permainan basket. Melakukan dribble sesuka hati dapat menghasilkan hukuman, menghambat alur serangan tim dan memberikan bola kepada tim lawan secara cuma-cuma. Hindarilah pelanggaran-pelanggaran berikut ini: Traveling: Bergerak dengan bola tanpa melakukan dribble. meliputi: mengambil langkah tambahan, lompatan, atau menyeret kaki kamu. Double dribble: Pelanggaran ini dibagi menjadi dua bagian yaitu melakukan dribble dengan dua tangan secara bersamaan dan berhenti dari dribble (menangkap atau memegang bola) lalu melakukan dribble kembali. Carrying: Menangkap bola dengan satu tangan dan melanjutkan dribble (tanpa berhenti dari pergerakan). Dengan kamu berlatih terus-menerus keenam teknik dribble yang benar diatas, pasti kamu akan bisa seperti permainan sekelas pemain NBA, deh! Go..Go, Good Dribble.. (wikihow)

Menguasai Skill Olahraga Karate, Pemudi Ini Malah Ingin Menjadi Artis

karate-reza

Setelah berhasil mengembangkan olahraga karate, negeri sakura ini yang juga mendapatkan julukan negeri matahari terbit. Yang berhasil mempromosikan tangan kosong adalah senjata ampuh dalam melumpuhkan lawan. Reza Benny Zafira adalah salah satu atlet karate yang berprestasi dan berpotensi, selain itu ia juga merupakan siswi kelas X di SMAN 2 Tangsel. Mengikuti jejak sang kakak sebagai atlet karate, Reza, sapaan akrabnya, telah mengikuti serta menjuarai berbagai kejuaraan karate, dan prestasi-prestasi tersebut antara lain: 1. Juara 3 Nasional SBY Cup 2010 2. Juara 2 Nasional SBY Cup 2012 3. Juara 1 se Jawa – Bali IPB Cup 2012 4. Juara 2 Kejuaraan nasional 2015 5. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2015 6. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2016 7. Juara 3 Nasional 2017 Lumban Tobing 8. Juara 2 Porprov 2017 Reza memaparkan awal ia menggeluti olahraga karate semenjak umur 5 tahun. “Saya ikut karate sejak umur lima tahun, kelas satu SD. Awalnya karena melihat kakak pertama saya, dari situ saya tertarik untuk ikut karate sampai sekarang.” ujar Reza. Reza mengatakan, dirinya sempat mengalami cidera di kakinya ketika sedang berlatih, yang menyebabkan ia tidak bisa maksimal lagi dalam berlatih karate. “Saya mengalami cidera di kaki pada saat sedang menjalankan sebuah latihan melompat. Saya sudah mengalami cidera tersebut selama kurang lebih dua tahun. Itu sangat membuat saya gampang menyerah dan ingin berhenti berlatih, apalagi saya sudah mengikuti karate hampir sepuluh tahun lamanya.” Kata Reza, yang mengakui bahwa dirinya selalu didampingi dan di semangati oleh orang tua dan pelatihnya. Reza juga memiliki cerita yang selalu diingatnya ketika mengikuti sebuah kejuaraan karate di Bali. “Ketika saya mengikuti Kerjurnas di Bali tahun 2012, kebetulan disana saya termasuk atlet paling muda yang mengikuti Kejurnas tersebut. Kebetulan juga pada saat kejurnas tersebut, banyak TNI yang menjadi peserta dari tim Banten. Jadinya saya seperti seorang anak atau adik yang disayangi oleh para TNI tersebut.” ungkap siswi kelahiran Tangsel, 13 Desember 2002 tersebut. Ketika membicarakan tentang cita-citanya, Reza mengakui bahwa ia ingin menjadi seorang artis. Tetapi jika dirinya bisa menjadi seorang atlet profesional, maka ia akan memilih profesi tersebut. “Tidak ada kesuksesan jika tidak disertai dengan berusaha dan berdoa. Jangan menyerah jika kalian belum mencapai prestasi yang kalian inginkan. Buatlah orang tua, teman-teman, sekolah dan guru bangga atas prestasi mu. Dan selalu ingat bahwa Tuhan selalu ada disamping kita.” tutupnya.(crs/adt)

Menang Melawan Sang Idola, Andre Semakin Mantap Mengikuti Jejak Seniornya Dalam Dunia Motor Cross

andriansyah-motorcross

Era saat ini merupakan masa dimana segala hal yang menantang di anggap mampu mengatasi segala ketakutan yang membayangi, namun jika di aplikasikan dengan perhitungan yang akurat akan memberikan kebanggan tersendiri saat berhasil menghadapinya apalagi untuk olahraga motor cross. Pria yang bernama Ardiansyah (22), merupakan mahasiswa di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, yang tak lain merupakan atlet balap motor cross yang sudah cukup banyak meraih piala di ajang balap motor cross. Ardhiansyah mengatakan kepada NYSN, bahwa hobbynya ini sudah di mulai semenjak umur 12 tahun “Saya memulai debut balap pada saat duduk di bangku sekolah dasar usia 12 tahun. Menurut saya olahraga balap grasstrack atau motor cross ini mempunyai tantangan yang berbeda dari olahraga balap yang lainnya.” ujar pria yang biasa dipanggil Andre ini. Berbagai prestasi yang pernah diraih oleh Andre salah satunya adalah : 1. Juara umum kategori junior, event club Noval Rb 2014, Tangsel, Banten. 2. Juara umum kategori junior, event club Liman jaya 2015, Garut, Jabar. 3. Juara umum kategori open, event club asbet 2016 pantai Carita Labuan, Banten. 4. Juara umum kategori open, event club PMM 2017, Balaraja, Banten. Dan masih ada yang lainnya. Menang balapan dari idolanya merupakan pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya. “Pengalaman yang paling tidak pernah bisa dilupakan yaitu ketika saya balapan motor dengan salah satu pembalap idola saya, dan saya bisa menang dari idola saya.” tutur Andre. Menggeluti motor cross selama 10 tahun belakangan ini, tentunya cidera sudah pernah dirasakan oleh Andre. “Pernah ketika latihan, saya mengalami cidera di lutut. Tulangnya bergeser, itu cidera saya yang paling parah. Tapi alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada kejadian seperti itu lagi dan saya harap tidak akan pernah mengalaminya kembali.” sambung Andre Pria yang juga mengakui bahwa sang ayah tidak pernah berhenti berikan dukungannya dalam hal apapun termasuk materi, akhirnya Andre semakin mantab mengikuti jejak senior senionya. “Mudah-mudahan saya bisa menjadi seperti para senior saya, dan untuk masa depan saya, mungkin saya akan bekerja di bidang yang berbeda dengan profesi saya sekarang sebagai pembalap motor. Karena untuk balapan bisa dibatasi oleh umur, tidak selamanya bisa ikut balapan. Serta perlu diketahui, semua yang saya raih itu tidak instan, butuh proses, maka dari itu, untuk teman-teman yang lain juga harus banyak berlatih agar memiliki fisik yang bagus dan kuat, karena balapan grasstrack atau motor cross ini tidak hanya memerlukan skill, melainkan perlu memerlukan fisik yang baik.” kata Andre sekaligus mengakhiri perbincangannya bersama reporter NYSN.(crs/adt)

Tari Balet: Echa Menjelma Menjadi Peri Tanpa Tulang.

Betapa lucunya tingkah penari balet cilik ini, terlebih saat memulai pemanasan untuk memulai melenturkan tubuh mungilnya bersama teman sepanggungnya di tempat berlatih tari balet di sumber cipta balet yang berada di Wilayah Bumi Serpong Damai. Echa, begitu sapaan akrab Naresha Innayaputri Priandra mengatakan gemar menari balet sejak masih berusia 5 tahun kepada NYSN. Wanita cilik yang tak pernah mau ketinggalan latihanya ini lahir di Tangsel, 23 april 2008, Echa yang tak lain adalah buah hati dari pasangan Suprianto dan De Sita saat ini duduk di bangku kelas 3 SD di Sekolah Anderson School. De Sita Indrayanti orang tua Echa mengatakan bahwa semenjak kecil Echa sudah terlihat suka dengan tari dan musik. Lalu ketika masuk SD, tari balet menjadi pilihannya. Maksudnya Olahraga tapi sekalian menari. “Memang dari kecil Echa sudah menampakan kegemarannya terhadap tari dan musik, tiap mendengar musik di mana saja dia bergoyang dengan tangan di angkat seraya penari balet. Saya fikir kenapa tidak, sebagai orang tua saya coba menawarkan formula olahraga sekaligus menari, ternyata Echa makin senang berada di kelas tari balet.” Ungkap Sita Sita menambahkan terbukti kalau suka dengan balet, echa rajin latihan sebelum tidur. Kadang ibunya disuruh menirukan gerakannya. “Rutinitas Echa sebelum tidur biasanya latihan dulu agar otot lemas dan nyenyak tidur, dan lucunya saya di suruh menirukan gerakan balet yang tidak mudah di lakukan.” Canda bunda yang satu ini. “Namanya anak, pasti ada masa jenuh dan bosen. Saya sebagai ortunya tidak boleh berhenti memberi semangat anak untuk tetap rajin berlatih. Karena itu mengajarkan tanggungjawab juga untuk akan suatu komitmen.” Tutup Sita (ryo/adt)

Gadis Belia Ini Menjadi Atlet Balap Motor Wanita Sejak Di Bangku Sekolah Dasar.

Daara-balap-motor

Olahraga ektrsem yang satu ini banyak menuai protes karena dampak negatifnya di luar lintasan, padahal balap motor sesuai standart memakai pelindung khusus dapat melatih reflek dan memacu adrenaline dan memberi kepuasan tersendiri bagi penggilanya. Dara aulia Bahrudin merupakan salah satu atlet balap motor wanita, ia juga terdaftar sebagai siswi kelas 3 di SMP Puspita Bangsa, Tangsel. Remaja yang lahir di Tangerang,19 Oktober 2001 ini sudah menggeluti olahraga ekstrim tersebut sejak duduk di bangku kelas 6 SD atau ketika ia berusia 12 tahun. “Saya tertarik dengan olahraga balap motor ini karena jarang wanita yang bisa atau mau mempunyai hobby seperti ini.” tutur Dara. Beberapa prestasi yang sudah di raih oleh Dara diantaranya: 1. Juara 2 brackt 9 detik Drag Bike Lampung 2. Juara 4 Brigif Cimahi MTC 130 3. Juara 3 kelas 155 wanita di Cicangkal Dara menuturkan, bahwa sang ibunda sempat melarangnya berlatih balap motor, karena Dara sendiri juga baru pertama kalinya mahir menyetir kendaraan roda dua tersebut. Tetapi karena memang sudah menjadi hobby, akhirnya sang ibunda mau tidak mau mengizinkan. Dan juga karena Dara bisa berprestasi dalam bidang olahraga tersebut, akhirnya sampai sekarang sang ibunda mendukungnya untuk terus berlatih. Dara juga mengakui, bahwa ia pernah merasa tidak percaya diri dengan postur tubuhnya dan ingin mengundurkan diri dari olahraga balap motor. Tetapi sang ayah terus mendukungnya sampai akhirnya Dara bisa berprestasi seperti sekarang. “Saya pernah terjatuh tetapi tidak pernah ada rasa trauma. Justru hal tersebut bisa menjadi motivasi agar lebih semangat dan lebih baik lagi.” kata Dara. Ketika di tanya soal cita-citanya, Dara menjawab bahwa saat ini ia masih menekuni berlatih balap motor. “Cita-cita sih ada, tapi untuk saat ini masih suka di motor, masih hobby.” jawabnya. Gadis belia ini juga berpesan kepada pembaca NYSN, bahwa semangat berlatih adalah sumber motivasinya. “Intinya belajar yang rajin dan jangan takut gagal, karena kegagalan yang sesungguhnya ada pada saat kita menyerah. Pokoknya semangat terus.” pesan Dara.(crs/adt)

Ke Luar Negeri Gratis, Haekal Jadikan Tenis Menjadi Ajang Silaturahmi Antar Atlet.

Tenis-Haekal-

Tenis lapangan yang sangat identik dengan lapangan outdoor terkenal dengan sebutan olahraga musim panas, dan jika hujan terpaksa pertandingan ataupun latihan di tunda hingga lapangan kering. Seperti yang sudah di paparkan NYSN sebelumnya bahwa tenis ini merupakan olahraga yang di lakukan oleh para bangsawan dunia. Haekal Ramadhan, adalah salah satu atlet tenis yang baru saja lulus dari SMAN 116 Ragunan, ia sudah menggeluti olahraga tersebut sejak usia 6 tahun. “Saya ikut berlatih tenis dari umur 6 tahun. Berlatihnya di Sri Utaminingsih Tennis School yang pada tahun 2004 berubah nama menjadi Yayuk Basuki Tennis Akademi. Mulai tertarik karena semasa kecil saya sering diajak oleh ayah saya untuk melihat tante Yayuk bermain tenis.” kata Haekal. Haekal telah mengumpulkan banyak prestasi dari olahraga tenis, beberapa diantaranya yaitu: 1. Juara 1 ganda putra ITF juniors AGS (5) 2016 2. Juara 2 ganda putra ITF juniors AGS (6) 2016 3. Juara 3 ganda putra ITF widjojo soedjono Surabaya 2016 4. Medali Perak beregu ASEAN school games 2016 Chiang Mai Thailand 5. Medali perunggu ganda putra ASEAN school games 2016 Chiang Mai Thailand Lewat kegiatan berlatih tenis, Haekal mengakui bahwa ia menjadi lebih sehat baik dari sisi jasmani maupun pergaulan, apalagi di zaman seperti sekarang ini. Keluarganya juga sangat mendukung karena berlatih tenis merupakan kegiatan yang sangat positif. “Pengalaman yang berharga, sih, bisa keluar Negeri gratis, terus bisa kenalan dengan para atlet dari negara lain. Bahkan terkadang bisa naksir.” ujar Haekal sambil tertawa. Bagi pria humoris ini, semua orang disekitarnya sangat berperan dalam mendukung perjuangannya. “Yang pasti Allah SWT, lalu orang tua saya yang tidak lelah memotivasi saya untuk lebih dan lebih lagi dalam berlatih, juga pelatih saya dan sahabat-sahabat saya.” imbuhnya. Menurut Haekal, rasa jenuh yang terkadang datang menghampiri pikiran harus bisa dikalahkan dengan kembali memberikan motivasi untuk diri sendiri, dan selalu mengingat bahwa sudah banyak orang yang berjasa dan berkorban dalam perjuangannya sampai bisa berprestasi sekarang ini. Remaja yang sedang menunggu pengumuman di Universitas Islam Negeri (UIN) tersebut mengatakan kepada NYSN bahwa ia akan fokus kuliah dulu sebagai bekal untuk masa depannya. “Saya realistis dengan keadaan Indonesia sekarang yang bisa dikatakan masih kurang memperhatikan para atlet, jadi saya memilih untuk kuliah terlebih dahulu.” kata Haekal. Ia melanjutkan, untuk teman-temannya yang sedang berjuang dalam meraih prestasi, bahwa harus berlatih keras dan mempunyai komitmen yang kuat. “Ya, berlatih keras dan memiliki komitmen kuat jika memang ingin berprestasi dan membanggakan keluarga di kancah Provinsi, Nasional bahkan tingkat Internasional.” tutupnya.(crs/adt)

Timnas Indonesia U-22 Menang Tanpa Balas Lawan Mongolia

Timnas Indonesia U-22. Foto: cnnindonesia.com

Tim nasional (Timnas) Indonesia U-22 menang telak 7-0 saat berhadapan dengan Mongolia pada laga kedua Kualifikasi Piala Asia U-23 di Supachalasal National Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat, sore WIB (21/7/2017) Seperti lansiran dari DetikSport (21/7/2017), Luis Milla merubah susunan pemainnya menjadi Kurniawan Kartika Ajie dipasang menjadi penjaga gawang, memainkan Hansamu Yama Pranata dan Evan Dimas Dan Osvaldo Haay dipasang di posisi penyerang kanan. Hasil perubahan tersebut Indonesia pun unggul babak pertama, dengan tiga gol oleh Saddil Ramdani, Marinus Maryanto, dan Gavin Kwan Adsiti. Babak kedua, empat gol, Saddil, Osvaldo, Gavin, dan Septian David Maulana sebagai pencetak tendangan ke gawang lawan. Maka, Indonesia menang dengan perolehan tujuh gol dari tim Mongolia Dengan kemenangan ini, Indonesia mengumpulkan tiga poin. Untuk saat ini, Indonesia ada di posisi pertama Grup H. Posisi tersebut selisih di bawah Malaysia yang unggul sementara di Grup H. Tim Malaysia baru akan memainkan laga lagi malam nanti, melawan Thailand. Sementara, untuk Mongolia ada di posisi terbawah Grup H dengan meraih satu angka dan defisit tujuh gol. Garuda Muda pun selanjutnya akan melawan si tuan rumah yaitu Thailand di putaran final, pada Minggu (23/7) mendatang. Indonesia harus berhasil mempertahankan posisi di peringkat kedua klasemen. Jika bisa menang, berarti ada peluang bagi timnas U-22 untuk tembus final Piala Asia.

Nama Atlet Panahan Untuk Popnas telah Dikirim

Evaluasi atlet panahan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017. Foto: TribunPekanbaru.com

Cabang Olahraga (Cabor) Panahan telah kirim 10 atletnya untuk tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 10-22 September 2017 mendatang di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Menurut lansiran TribunPekanbaru.com (20/07/2017), 10 atlet tersebut terdiri dari 5 putra dan 5 putri. Mereka merupakan hasil pemilihan dengan evaluasi yang dilakukan oleh Pelatih Panahan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau. “Sepuluh atlet itu dari hasil evaluasi dari yang telah kami lakukan, Minggu (9/7) lalu di Venue Panahan Komplek Universitas Islam Riau (UIR) Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru,” ujar Muslim sebagai pelatih PPLP Dispora Riau.

Uni Papua: Bangkitnya Gerakan Olahraga Sepak Bola Sebagai Simbol Sportifitas

Moresby, satu relawan Uni Papua saat diminta keterangan oleh NYSN

The International Indonesia Generation Foundation, atau NGO/ Non Governmental Organizations uni papua. Membawa misi penting menyebarkan perdamaian dalam kegiatan olahraga bola. Berdiri pada tahun 2010 yang di pimpin oleh tokoh muda Harry Wijaya uni papua membawa olahraga bola di kombinasikan kegiatan sosial, seperti yang di paparkan oleh salah satu relawan Uni Papua, Moresby yang menyatakan bahwa di tengah konflik iklim perpolitikan masih terus berupaya untuk menggali minat anak bangsa dalam olah raga. Program yang dilakukan oleh Uni Papua adalah membangun kehidupan sosial anak-anak dari usia 6 – 21 tahun, membina mereka dalam wadah Sekolah Sepak Bola usia dini. “Kami terus bergerak di tengah ketidak stabilan kondisi politik papua dan beberapa kota besar lainnya di indonesia pada saat itu dengan mengusung olah raga Sepak Bola sebagai icon perdamaian.” Terang Moresby Moresby juga menambahkan bahwa dengan gerakan olahraga perlahan mendapatkan tempat di hati peminatnya dengan totalitas sportifitas. “Di bawah kepemimpinan CEO Uni Papua bapak Harry Wijaya, 50 Relawan Uni Papua tersebar hingga pelosok Indonesia, tidak hanya itu cabang cabang di luar negeri juga sudah tersebar gerakan sportifitas di negara negara besar.” Ujar Moresby Dan resminya Uni Papua FC / Football Community didirikan berdasarkan Akta Notaris No 10 tertanggal 8 November 2013 Notaris Chandra Lim, S.H., LL.M, sebagai Organisasi Sosial dan Non Government Organisation dengan kategori Social Sport Development. (adt)

Sabet juara 1, Nico : Jatuh cinta kepada wushu sejak umur 4 tahun

Tangsel – Wushu merupakan salah satu jenis bela diri yang ramah dan aman untuk anak-anak. Selain mencakup aspek olahraga, wushu juga melatih mental dan emosi anak. Wushu juga merupakan seni bela diri yang terfokus pada kelenturan, kecepatan, jurus, dan penampilan. Melatih gerakan wushu secara rutin dapat membuat tubuh anak menjadi tangkas, bahkan ketika otot anak masih lentur, tetapi mereka sudah bisa menerima instruksi dan menyerap gerakan yang dicontohkan oleh pelatihnya. Seperti yang tengah di tekuni oleh Nicolas Susanto (Nico) lahir pada 26 Juli 2005, merupakan putra dari Steve Marlon Susanto & Melyawati. Dan saat ini Nico masih berusia 12 tahun, Sekolah di Saint John’s Catholic school Bsd, dirinya mengaku gemar mengenal olahraga jenis Wushu sejak tahun 2009, “Nico mulai belajar wushu dari umur 4 tahun, semua berawal saat melihat aksi barongsai lalu suka, dari situ niko berlatih Wushu, itu juga karna keinginan Niko sendiri,” pungkasnya Selain Wushu, Niko juga mengaku kepada NYSN (8/5) pengalamannya menjuarai wushu tingkat junior dan suka dengan olahraga basket, walaupun hanya sekedar hobby saja. “Saya sangat menggemari wushu, luapan kecintaan terhadap wushu saya buktikan dalam arena pertandingan, akhirnya membuahkan hasil, saya berhasil menjadi juara pertama wushu tingkat junior.” Kata Nico Sementara itu, Steve Marlon Susanto ayah dari Nico mengatakan, dirinya mendukung 100% tentang apa yang menjadi kegemaran putranya, selama tidak mengganggu aktifitas kegiatan pokoknya. “Sepanjang tidak mengganggu sekolah formal kami sebagai orang tua mendukung saja, yang penting focus kepada 1 cabang olah raga, supaya dapat membuahkan prestasi.” Tutup Steve

Zara Menjadi Satu-Satunya Peserta Perempuan Dalam Perlombaan Motor Cross

motor cross zarra

Olahraga ekstreem motor cross sangat identik dengan komunitas atau club trail, selain untuk menjalin persaudaraan olahraga ini sangat membutuhkan respon cepat atau dapat melatih reflek gerakan. Saking kuatnya persaudaraan yang terjalin bahkan ada pemahaman bahwa “satu jalur saudara selumpur”. Lagi lagi wanita mengambil bagian dalam olahraga motor cross, dia adalah siswi kelas 8 di SMPN 02 Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, bernama lengkap Claudya Azzahra (13) menggeluti hobby olahraga yang cukup ekstrim untuk anak seusianya. Sejak kelas 3 SD, pelajar yang akrab dipanggil Zara ini sudah berlatih motor cross. “Aku ikut olahraga tersebut sejak duduk dibangku kelas tiga SD dan sudah bergabung dengan beberapa club. Awalnya memang hobby dan bagiku olahraga tersebut memacu adrenalin.” ungkap Zara. Berikut beberapa prestasi yang berhasil di rebut Zara diantaranya: 1. Juara ke-3 race day gasstrak mini moto sirkuit Cipondoh 17 mei 2015 2. Juara ke-4 kelas khusus decal AMS sirkuit pelopor curug 17 agustus 3. Juara ke-3 Mini Moto Modifikasi pembinaan 10th dalam kejuaraan gasstrak gms cup 2014 4. Juara ke-4 pelajar 15th bersama gasstrak & adventure 5. Juara ke-2 mini moto lokal di circuit parigi Walaupun olahraga ini masih jarang dimainkan oleh anak perempuan seusianya, remaja yang berharap dapat menjadi orang sukses ketika dewasa ini juga mempunyai impian dapat membawa nama Indonesia keluar Negara lewat olahraga motor cross. Bahkan, Zara juga menceritakan bahwa ia kerap kali menjadi satu-satunya anak perempuan yang mengikuti kejuaraan tersebut. “Kebanyakan lawanku anak laki-laki. Jarang ada perempuan, makanya aku sering di anggap tomboy.” kata Zara. Zara juga menceritakan, bahwa sampai sekarang ia tidak bisa melupakan sebuah kejadian ketika sedang mengikuti pertandingan dalam sebuah kejuaraan. “Saat aku mengikuti kejuaraan di sirkuit Curug pelopor, tiba-tiba angin dan hujan bertiup kencang. Sehingga kami satu tim basah kuyup dan hampir sebagian perlengkapan untuk balapan hilang karena terbawa arus air ujan. Tapi meskipun begitu, aku tetap melanjutkan balapan.” ujar Zara. Zara juga menambahkan, bahwa ia pernah mengalami cidera yang cukup serius. “Pada saat mengikuti salah satu lomba, saya terjatuh dan mengalami cidera pinggang yang cukup serius. Rasanya sakit sekali sehingga saya tidak bisa melanjutkan race di babak berikutnya.” tutur Zara. Zara menutup perbincangan dengan NYSN dengan sedikit memberikan saran dan masukannya kepada pembaca NYSN “Jangan pernah mengeluh dalam situasi apapun dan jangan pernah menyerah.” tutup pelajar kelahiran Tangerang, 17 Januari 2004 tersebut.(crs/adt)

Lewat SSB Kemal harap Indonesia bisa memenangkan liga Asia

Harapan dari sebuah perjuangan yang di rintis secara komitmen tentunya dapat mewujudkan impian yang mustahil sekalipun. Tidak tangung-tanggung Kemal Abdul Racman yang masih berusia 11 tahun ingin sepak bola indonesia menjadi juara liga Asia. “Setiap hari aku latihan di lapangan, semoga nanti aku boleh ikut di Timnas Indonesia untuk menjuarai Liga Asia football competition.” Pungkas kemal dengan keluguannya. Anak tunggal yang kebetulan putra dari Ketua Fraksi DPRD Tangsel yang masih duduk di bangku kelas 5 di SDN 6 Ciputat, memaparkan kepada NYSN seputar hobbynya dengan olahraga sepak bola. Terhitung semenjak usianya memasuki umur 6 tahun. Dan saat ini kemal bergabung dengan club sepak bola SSB Putra Ralin Pondok Cabe yang di latih oleh Coach Naman. Saat di temui di kediamanya Kemal mengatakan dirinya selalu mendapatkan dorongan dari seorang ayah dan bunda, sehingga berhasil meraih beberapa trophi piala. “Semenjak aku gabung di SSB Putra Ralin Pondok Cabe, sering memenangkan ajang lomba Antar Persatuan Sepak Bola Cilik yang berada di Tangerang Selatan. Dan itu berkat ibuku Eva Safrida yang selalu mengantar jemput dirinya saat latihan dan juga selalu hadir dalam pertandingan yang aku ikuti.” Tutup kemal (ryo/adt)