Latihan di Rumah Selama Pandemi, Stay Home Stay Fit

Latihan di rumah. Sumber: Pexels

Wabah virus corona tentunya membuat ruang gerak Sobat muda NYSN menjadi lebih terbatas. Kalau biasanya pergi ke sekolah untuk belajar sekarang harus dilakukan secara online di rumah. Yang biasanya melakukan kegiatan olahraga bersama-sama sekarang harus dilakukan lewat intruksi video. Meskipun ruang gerak sobat muda NYSN jadi terbatas karena pembatasan sosial bukan berarti sobat muda NYSN bisa bermalas-malasan lho! Sobat muda NYSN harus tetap latian di rumah untuk menjaga kebugaran tubuh. Melakukan olahaga ringan dapat mengobati rasa depresi, stres, kecemasan, sekaligus juga membantu pada kondisi tekanan darah tinggi dan diabetes. Dengan melakukan olahraga dan latihan rutin sobat muda NYSN bisa menjaga mood untuk tetap semangat pada masa pandemi seperti ini. Ada beberapa ide latihan yang bisa sobat muda NYSN lakukan di rumah selama masa pandemi. Misalnya: 1. Yoga Selain dikenal sebagai olahraga meditasi yoga juga dipercaya dapat membakar kalori hingga dianggap baik untuk mencegah penyakit jantung, nyeri sendi, dan melawan stres. Dengan melakukan yoga sobat muda NYSN dapat merasakan tubuh menjadi lebih segar dan mengurangi rasa gelisah dan memperbaiki mood. Beberapa manfaat lainnya yang sobat muda NYSN dapat dari yoga adalah: • Mengurangi kecemasan. • Meredakan emosi. • Membantu mengatasi gangguan tidur. • Memperbaiki postur dan kekuatan tubuh • Membantu menurunkan berat badan • Untuk sobat muda NYSN yang punya sakit punggung yoga bisa membantu mengurangi rasa sakitnya. • Membakar lemak tubuh. Ini cocok untuk sobat muda NYSN yang ingin menurunkan berat badannya. 2. Treadmill Sobat muda NYSN yang mempunyai alat latih treadmill bisa menggunakannya untuk mendapatkan berbagai manfaat. Diantara manfaat berlatih dengan treadmill adalah: • Menurunkan berat badan. • Mengurangi nyeri sendi. • Beberapa model treadmill memiliki monitor untuk merekam jarak tempuh, detak jantung, serta pembakaran kalori. Hal ini bisa membantu sobat muda NYSN untuk memonitor kesehatan dan juga fokus pada goal yang sobat muda sudah tentukan. • Meningkatkan kepadatan tulang. • Meningkatkan daya tahan tubuh • Hemat waktu dan aman. Tentunya sobat muda NYSN tidak perlu jauh-jauh ke gym atau jogging keluar rumah terutama pada masa pandemi virus corona ini. • Membuat lutut sehat dan kuat. 3. Sit up/Push up Olahraga sit up dan push up tidak memerlukan banyak alat dan murah. Malahan sobat muda NYSN bisa melakukannya tanpa alat dan uang sama sekali. Meskipun begitu melakukan latihan sit up atau push up punya banyak manfaat. Buat sobat muda NYSN yang menginginkan otot perut rata boleh melakukan latihan sit up atau push di rumah. Berikut manfaat yang sobat muda NYSN dapat apabila sering melakukan situ up dan push up: • Selain otot perut sit up juga mengencangkan otot dada, panggul, pinggang bagian bawah, dan leher. • Memperbaiki postur tubuh. Dengan melakukan sobat muda juga NYSN juga memperkecil risiko cedera pada otot dan sendi. • Membakar kalori. • Baik untuk otot jantung. Apabila sobat muda NYSN melakukan gerakan push up dan sit up sebelum tidur maka dapat meningkatkan proses pemompaan darah oleh jantung. • Meningkatkan metabolisme. Gerakan sit up atau push up menghancurkan lemak dan racun yang ada dalam tubuh dengan cepat. • Memperbaiki keseimbangan tubuh. • Melancarkan peredaran darah. 4. Lompat tali atau skipping Bermain lompat tali atau skipping adalah kegiatan yang bisa sobat muda NYSN lakukan dirumah. Tidak memerlukan banyak biaya skipping bisa dijadikan alternatif agar tubuh tetap aktif selama masa stay at home. Berikut manfaat skipping buat sobat muda NYSN: • Menurunkan berat badan dengan membakar kalori sellama melakukan skipping. Kalori yang dikeluarkan ketika melakukan lompat tali selama 15 menit bisa mencapai 500 kalori. • Meningkatkan koordinasi tubuh. Meskipun terlihat sederhana lompat tali mengharuskan seluruh tubuh untuk bekerja secara sinkron. • Memperkuat otot, ligamen, dan tendon yang ada pada kaki sobat muda NYSN. • Melakukan skipping secara teratur bisa meningkatkan kesehatan jantung sobat muda NYSN.

Tahukah Kamu? 80% Pelajar Minim Aktifitas Olahraga Yang Memadai

Minimnya aktifitas fisik bagi pelajar harus ditindaklanjuti dengan serius. (Foto:Istimewa)

Mayoritas pelajar di dunia ternyata kurang melakukan aktifitas fisik. Hal ini terungkap oleh WHO dalam sebuah studi yang dimuat di jurnal The Lancet Child & Adolescent Health. Hasil studi ini dirangkum dari 1,6 juta pelajar yang berusia dari 11 -16 tahun di 146 negara dengan data dari tahun 2001 hingga 2016. Hasil studi tersebut menyatakan bahwa 81% pelajar tidak melakuka aktivitas fisik walaupun WHO sudah merekomendasikan agar anak remaja melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama minimal satu jam setiap harinya. Sebanyak 29% pelajar perempuan memiliki aktivitas fisik yang 10% lebih rendah dari rekomendasi WHO, sedangkan di 142 negara pelajar perempuan juga cenderung tidak aktif jika dibandingkan dengan pelajar laki-laki. Perbedaan antara lelaki dan perempuan ini terus meningkat di 73 negara setiap tahunnya. Di tahun terakhir studi, yaitu di tahun 2016, kurang lebih 90% pelajar perempuan di 27 negara tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup, sedangkan pada laki-laki hanya dua negara yang 90% pelajar laki-lakinya tidka melakukan aktivitas yang cukup. Pelajar laki-laki di Filipina dan pelajar perempuan di Korea Utara memegang rekor untuk menjadi pelajar yang paling tidak aktif, sedangkan Bangladesh adalah negara yang memiliki aktifitas fisik terendah baik untuk laki-laki maupun perempuan. Kurangnya aktifitas fisik dapat membahayakan kesehatan si anak dan juga dapat membantu untuk mengontrol berat badan yang berlebih, sedangkan aktivitas fisik yang cukup akan meningkatkan kesehatan jantung, paru, otot, hingga tulang, bahkan juga dapat meingkatkan kemampuan otak dan tingkat sosiali si anak. Untuk merubah hal ini dibutuhakn dorongan dari semua pihak, pemerintah setempat misalnya diharapkan untuk membuat program yang dapat meningkatkan aktifitas fisik pelajar.

AFF Suzuki Cup 2018. Indonesia 0-0 Filipina

SMAN 21 Jakarta, Sang Kampiun Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 Regional Selatan

Galeri Foto Sapta Eka Lumat SMAN 36 Jakarta, Honda DBL DKI Series 2018 – East Region

Pelatnas Wajib Manfaatkan Sport Science, Menpora: Atlet Indonesia Berprestasi di Olimpiade

Imam Nahrawi (Menpora) saat membuka acara bertajuk ‘2nd annual meeting Indonesia Society of Exercise and Sports Science’, di Auditorium Soerjo Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta, Kamis (4/10). (Adt/NYSN)

Jakarta- Teknologi atau sport science sudah selayaknya diterapkan dalam penanganan olahraga di Tanah Air. Tujuannya, apalagi kalau bukan meraih prestasi tinggi di masa depan. Pasca Asian Games XVIII/2018, narasi tentang kebangkitan olahraga Indonesia sontak berhamburan. Skuat Merah Putih berhasil menempati peringkat empat dalam daftar perolehan medali negara-negara peserta, dengan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Torehan itu nyaris dua kali lipat dari jumlah yang ditargetkan pemerintah, yakni 16 medali emas. Prestasi yang diraih pahlawan-pahlawan olahraga Idonesia bukan sesuatu yang mudah dicapai. Namun, menjadi penting, langkah apa yang harus dilakukan pasca Asian Games 2018. Dan, bagaimana cara menjaga euforia serta melanjutkan tren prestasi gemilang itu? “Tidak ada cita-cita atlet yang ingin juara dua ataupun tiga. Pasti mereka ingin yang nomor satu. Atlet ingin juara satu dan tentu ingin memberikan yang terbaik,” ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Jakarta, Kamis (4/10). Membuka acara bertajuk ‘2nd annual meeting Indonesia Society of Exercise and Sports Science’, di Auditorium Soerjo Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC), Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengatakan dalam penanganan atlet semua pihak harus meninggalkan pola lama. “Tinggalkan kebiasaan atlet ini titipan si A atau si B, dan faktor kedekatan. Indonesia punya orang hebat, sperti profesor, dokter, psikolog. Mereka yang menilai atlet ini layak dan pantas mewakili jutaan masyarakat Indonesia di pentas olahraga nasional dan internasional. Pendekatannya harus sport science,” lajutnya. “Untuk kedepanya perkembangan atlet harus dikawal dokter medis, tim psikologi, serta ahli yang mengerti struktur otot dan tulang. Bagaimana juga menyangkut recovery, dan tim masseur. Tapi, yang paling penting adalah menjaga semangat dan motivasi atlet,” tambah menteri berusia 45 tahun itu. Pemanfaatan sport science sangat luas dengan melibatkan lintas profesi, sehingga tak hanya sebatas pelatih. Karena terdapat dokter olahraga, pelatih fisik, ahli gizi, biomekanik, fisioterapi, marketing sports, arsitek perencanaan venue olahraga dan arsitek urban development, masseur, insurance. Sebab, salah satu basis penerapan sports science adalah mencatat dan mengumpulkan data, serta membandingkan data dengan nilai tertentu. Lebih utama, yakni bagaimana mengkoordinasikan data yang dimiliki, secara lintas profesi bukan hanya dimiliki satu kelompok tertentu. “Kalau semua itu terlibat, maka dipastikan olahraga Indonesia menjadi pilar yang sangat kuat bagi persatuan nasional,” urai suami Shobibah Rohmah itu. Menurut Imam, keberhasilan Indonesia di ajang Asian Games XVIII/2018, tak lepas dari usaha penerapan sport science. Pemerintah, jelas ayah 7 anak itu, akan melanjutkan penggunaan teknologi di dunia olahraga, sehingga nantinya para atlet tak hanya berprestasi di level Asian Tenggara (SEA Games), dan Asia (Asian Games), melainkan dunia, yaitu Olimpiade. “Pemerintah siap melanjutkan penerapan teknologi ini, sehingga atlet Indonesia berprestasi di level Olimpiade,” cetusnya. “Harapan kami semua Pelatnas harus ada tim lintas profesi demi kemajuan olahraga Indonesia,” tukas peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Miliki SDM Handal, Dunia Pendidikan Berperan Penting Tingkatan Prestasi Olahraga Indonesia

Prof. Dr. Ahmad Sofyan Hanif, M.Pd, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Univeritas Negeri Jakarta (kiri), menyebut dunia pendidikan memiliki peranan penting dalam peningkatan prestasi olahraga Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ahmad Sofyan Hanif, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Univeritas Negeri Jakarta (UNJ), mengatakan jika dunia pendidikan memiliki peranan sentral dan penting dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. “Dunia pendidikan memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal, serta kualifikasi SDM yang baik. SDM itu untuk menyiapkan pelatih, para ahli, event organizer, serta manajemen. Dan, itu sangat memungkinkan,” ujar Hanif, di Auditorium Soerjo Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta, Kamis (4/10). “Kami juga menyiapkan atlet untuk berkompetisi, baik di level nasional maupun internasional. Tentu atlet tersebut harus memiliki modal kemampuan yang baik,” lanjutnya. Para atlet yang berlaga di ajang Asian Games XVIII/2018, menurut Hanif, rata-rata masih bersatus mahasiswa Perguruan Tinggi. “Sebab, atlet yang ada di Perguruan Tinggi, berada pada usia emas. Abdul Malik (pencak silat) kuliah di Unima (Univeritas Negeri Manado), Aries Susanti Rahayu (panjat tebing) adalah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang. Begitu juga dengan atlet lainnya,” tambahnya. “Jika di prosentasekan, maka 50 hingga 60 persen atlet itu, dominan berstatus mahasiswa di Perguruan Tinggi,” cetus Hanif. Ia menyebut pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga prestasi para atlet dapat terus terjaga. “Di Perguruan Tinggi ada PPLM (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mahasiswa), sedangkan inputnya itu PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), dan PPOP (Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar),” cetusnya. Ia menyatakan, andai PPLM tidak ada di Perguruan Tinggi, maka pembinaan atlet akan berhenti. “Nantinya, atlet terbaik yang berasal dari PPLM, ada yang memperkuat Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah), dan ada pula yang dipersiapkan ke event internasional, bahkan ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Olimpiade, tentunya setelah terjaring masuk Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional),” ungkapnya. Terkait penerapan sport science, Hanif mempersilahkan masing-masing pengurus besar cabang olahraga untuk melakukan hal itu dengan kontrol dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (Adt)

Hobi Remaja 19 Tahun ini Mampu Menyumbangkan Medali Emas Bagi Olahraga Pencak Silat di Ajang Asian Games 2018

Aji Bangkit Pamungkas salah satunya, remaja berusia 19 tahun ini merupakan salah satu atlet pencak silat yang akan berlaga di Asian Games 2018 mendatang.

Jakarta- Olahraga pencak silat tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, siapa sangka olahraga yang satu ini turut menghasilkan prestasi-prestasi yang mengagumkan bagi Indonesia, Aji Bangkit Pamungkas salah satunya, remaja berusia 19 tahun ini berhasil menyumbangkan medali emas pada cabang olahraga Pencak Silat Tarung Putra Kelas 85-90 Kg di ajang Asian Games 2018 lalu. Pertama kali mengikuti latihan silat saat dirinya memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), hobinya menurun dari sang ayah kepada anak-anaknya termasuk Bangkit. Kakak nomor dua dan tiga pun ikut menekuni olahraga silat. “Saya kan anak terakhir, nomor 4. Kakak yg kedua dan ketiga itu juga nurun dari ayah, suka main silat juga. Kadang lihat mereka latihan seru, jadi saya mulai tertarik sejak itu” jelas Bangkit. Alasan dirinya memilih olahraga silat ada beberapa faktor, pertama karena memang dari keluarga yang sebagian besar menekuni olahraha serupa. Kemudian faktor kedua karena dukungan dari lingkungan seperti keluarga, kawan, kerabat dan rekan latihan. Mengawali karirnya di Perguruan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) sejak SMP kelas 1 hingga kelas 3, namun saat itu hanya mengikuti latihan dan belum diikutsertakan di kejuaraan. Faktor berat badan yang membuatnya belum bisa kontribusi, usia masih remaja namun berat badan sudah masuk di kategori dewasa. Membuatnya baru diterjunkan turnamen ketika memasuki SMA kelas 1. “Masuk SMA baru sama ikut kejuaraan di Kabupaten, antar perguruan, ke daerah-daerah. Baru pas kelas 2 saya ditunjuk untuk mewakili Jawa Timur di Kejurnas Padepokan” ujar remaja kelahiran ‘Bumi Reog’ tersebut. Pasca mengikuti kejurnas Bangkit ditawarkan untuk bermain di kelas bebas untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia pada pertengahan tahun 2016. Semenjak itu dirinya bergabung dengan pelatnas hingga saat ini. Untuk membagi waktu antara sekolah dengan latihan dirinya mengungkapkan tidak terlalu masalah karena dari pihak keluarga dan sekolah turut mendukung. “Waktu saya naik kelas 2 SMA harusnya sudah tidak boleh sekolah lagi karena harus gabung pelatnas, tapi saya ngomong ke bagian kemahasiswaan ada suratnya dari pelatnas jadinya saya sekolah jarak jauh” kata remaja kelahiran 20 Mei 1999 itu. Termasuk tugas sekolah, ujian sekolah, semuanya dilakukan dari jarak jauh. Pihak sekolah mengirimkan ke lokasi pelatnas dan dikerjakan, setelahnya dikirim kembali ke sekolah asal. Kendala yang dialami seperti kurang waktu untuk belajar karena lelah usai latihan, waktu belajar digunakan untuk istrahat. Sejauh menjalani rutinitas latihan, Bangkit mengakui belum pernah mengalami cidera berat yang mengharuskan vakum sementara waktu. Hanya cidera ringan yang dialami sewaktu usai latihan. “Kadang kan kalau latihan suka kelepasan, nendang terlalu kenceng jadi kaku sama bahu suka sakit. Tapi biasanya gak lama, paling dua sampai tiga hari udah pulih lagi” ujarnya. Suka duka yang dialami pun beragam, bertemu karakter lawan yang bermacam-macam, pertama kali ikut kejuaraan dunia membela Tanah Air namun belum berhasil menyumbangkan medali. Pada ajang Sea Games Malaysia 2017 pun dirinya belum berhasil menyumbangkan medali. Bangkit mengakatan bahwa dirinya sangat bangga dan tidak menyangka bisa bergabung di pelatnas pencak silat bersama kawan-kawan dari kota lain. Pasalnya, sejak awal dirinya tidak menargetkan untuk bisa bergabung di pelatnas. Namun atas usaha latihannya selama ini dirinya berhasil membawa pulang medali emas di ajang Asian Games 2018 hal ini sangat membanggakan bagi keluarga, kerabat dan kawan-kawannya. Profil Singkat Nama : Aji Bangkit Pamungkas Tempat/Tgl Lahir : Ponorogo, 20 Mei 1999 Alamat Rumah : Jl. Rumpuk Rt 02 Rw 04 Kertosari Babadan, Ponorogo Orang Tua : Agus Widodo (ayah) Anis Nurul Laili (ibu) Pendidikan SD Ma’arif Ponorogo SMPN 2 Ponorogo SMKN 1 Jenangan Ponorogo Prestasi Medali Emas Kejurnas Remaja dan Dewasa 2016, Jakarta, Indonesia Partisipan Kejuaraan Dunia 2016, Denpasar Bali, Indonesia Medali Perungu Pra Sea Games 2017, Komplek Lincah Mahaguru Omardin (K.L.M.O), Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia Medali Perungu Belgium Open 2017, Schoten, Belgia Partisipan Sea Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia Medali Emas 3rd Pencak Silat Championship 2017, Chungju City, South Korea (medali emas) Paetisipan Penang Open 2017, Penang Malaysia Medali Perungu Belgium Open 2018, Schoten, Belgia

Terungkap Baru-Baru Ini, Alasan Mengapa Balapan Termasuk Olahraga

Sobat muda NYSN, pasti pernah nonton ajang balap mobil (Formula 1) dan balap motor (motoGP)? simplenya, balapan itu terlihat hanya seperti adu kecepatan mengemudi, bukan? Siapa yang mencapai garis finish lebih dulu, dialah yang menang. Namun, balapan mobil dan motor ternyata dikategorikan sebagai olahraga juga dan si pembalap dikatakan sebagai atlet, loh! Mengapa begitu ya? Nah ini dia alasannya.. Seorang pembalap sama seperti atlet lainnya, harus kuat! Bukan hanya atlet lari, basket, sepak bola dan olahraga lain yang harus kuat fisik dan mental. Seorang pembalap juga harus kuat. Latihan fisik dilakukan secara intens. Coba kamu bayangkan, jika mereka tidak latihan fisik dan mental, kemudian hanya mengandalkan kemampuan mengemudi. Bisa jadi, kecepatan hingga 300 kilometer per jam tidak akan mampu ia lakukan. Maka dari itu tak sembarang orang yang bisa menjadi atlet balap mobil maupun motor. Latihan sampai 12 Jam sehari dan berolahraga tiap hari Dilakukan Tak hanya saat ada pertandingan, setiap harinya seorang pembalap akan olahraga secara rutin. bahkan sekali latihan bisa sampai 12 jam sehari, loh! Biasanya, pembalap melakukan latihan kardio selama 6 jam sehari, kemudian dilakukan juga olahraga lain seperti berenang, sepeda, dan lari. Selain itu, atlet pembalap juga melatih kekuatan tangannya, lengan, leher, serta punggung dengan gym. Saat menjelang pertandingan, pembalap juga melakukan pemanasan. Hal ini karena balapan itu sendiri berdurasi cukup lama, sekitar satu sampai dua jam. Begini Kenyataan Pembalap Saat di Pertandingan Pembalap mobil ataupun motor harus menggunakan helm saat berlomba. Helm ini lebih berat daripada helm pada umumnya yang kamu pakai, karena di desain untuk benar-benar melindungi kepala dari bahaya. Maka dari itu, atlet balap harus melatih kekuatan leher dan bahu nya juga. Saat berbelok, tubuh pembalap harus mampu menerima gaya gravitasi lima kali lebih besar daripada normalnya. Sehingga saat menonton ajang balapan, motor akan miring sampai terkadang pelindung lutut pembalap menyentuh aspal lintasan. Seorang pembalap tentu akan memacu kendaraannya dengan sangat cepat, akibatnya jantung juga akan dipacu bekerja lebih keras, bahkan bisa dua kali lebih cepat. Nah, itu 3 alasan kenapa pembalap bisa disebut sebagai atlet dan balapan merupakan olahraga. Semoga bisa menjawab rasa penasaran kamu selama ini ya! Untuk informasi, bagi kamu yang bercita-cita sebagai pembalap, kamu bisa mencoba dengan ikut sekolah balap. Hal ini tentu akan lebih berguna, daripada kamu ikut-ikutan balapan liar jalan raya tanpa pengawasan. Yuk sobat muda NYSN, majukan dunia balap Indonesia..       (Juara.net)

Fakta Terbaru, Inilah Yang Akan Terjadi Jika Kamu Berhenti Olahraga

Jika berbicara mengenai olahraga, sobatmudaNYSN pasti sudah tau kalau olahraga tentu banyak manfaatnya. Olahraga dikatakan sangat baik untuk kesehatan, buat jantung lebih bugar, otot lebih kencang, tulang lebih kuat, tidur lebih nyenyak, mencegah penyakit, dan bahkan memperbaiki mood. Sekalipun seorang yang sakit pun apabila ditanya oleh seorang dokter, tau bahwa olahraga bermanfaat untuknya. Namun, mengapa masih saja kita sering kali tetap memilih untuk tidak berolahraga? Pertanyaan diatas akan menghasilkan banyak jawaban tentunya. Hal yang terutama adalah rasa malas, kemudian alasan lelah, tidak ada waktu, bahkan tidak mempunyai peralatan olahraga. Menurut buku Age Smart, Jeffrey R dan Betty L, alasan penting mengapa kita tidak olahraga adalah anggapan akan olahraga itu hanyalah sebuah pilihan, artinya dalam otak kamu masih terkonstruk pemikiran olahraga boleh dilakukan atau boleh juga tidak. Kalau sudah begitu, mari sobatmudaNYSN melihat berdasarkan keterangan ahli kesehatan, yang dilansir dari Hallodoc, sebenarnya apa sih malasyang akan terjadi dalam tubuh kita kalau berhenti berolahraga atau bahkan jika kamu tidak pernah berolahraga.. Untuk Kamu Yang 10 Hari Saja Tidak Olahraga, Perubahan Otak Bisa Terjadi Penelitian riset kesehatan berkata bahwa olahraga menunjukkan manfaatnya pada kesehatan otak. Saat kamu berolahraga tubuh akan menyesuaikan ke sel-sel yang ada di otak. Sehingga otak kamu akan lebih fresh (muda) dan mencegah menyusutnya sel-sel di otak. Bisa dibayangkan jika kamu berhenti berolahraga selama 10 hari saja, apa yang terjadi? Menurut Jurnal Frontiers in Aging Neuroscience, jika kamu berhenti berolahraga sebentar saja sebenarnya sudah menyebabkan perubahan pada otak. Hal ini nantinya akan berhubungan dengan pikiran kamu, daya ingat, serta emosi kamu. Dua Minggu Kamu tidak pernah Berolahraga lagi? Baca ini Kamu pernah berhenti berolahraga selama dua minggu, hm..coba pikirkan lagi, jangan sampai hal ini terjadi. Pasalnya, orang yang vakum olahraga selama dua minggu dikatakan akan menurun daya tahan tubuhnya. Masa sih? Ya, tentu, misalnya saja yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari deh, pasti kamu akan merasa cepat capek, lelah saat berjalan jauh ataupun menaiki tangga. Menurut ahli, hal ini karena jumlah oksigen maksimum yang kamu miliki telah menurun. Semakin lama kamu meninggalkan olahraga, ya berarti semakin berkurangnya pasokan oksigen, ukurannya 10 persen dalam dua pecan dan 15 persen dalam sebulan. Eits, bukan hanya itu, kekuatan dan kecepatan tubuh juga akan merosot. Untuk tahap “akut” nya kadar gula darah dan tekanan darah pun akan naik. Kalau sudah begitu, berisiko loh terkena diabetes. Jangan sampai ya, yuk segerakan olahraga kembali… Kalau Sebulan Penuh Tidak Olahraga? 30 Hari lamanya kamu meninggalkan olahraga, efek yang ditimbulkan hampir sama dengan berhenti berolahraga selama dua minggu. Hanya bedanya menurut dokter spesialis olahraga dari Columbia, AS, berhenti olahraga selama satu bulan bisa mengakibatkan berkurangnya kekuatan fisik. Jadi, kalau kamu merasa tubuh kamu mulai lemas, letih, lesu, pokoknya indikasi menurun kekuatannya, yuk cepat-cepat lakukan olahraga apapun demi tubuh sendiri yang sehat. Lebih Dari Sebulan, Misal Dua Bulan Berhenti Olahraga Ini Yang Terjadi Dua bulan tidak pernah berolahraga tentu akan mendapat dampak yang lebih parah. Kalau satu bulan saja, kekuatan fisik sudah merosot, apa yang terjadi jika dua bulan lamanya? Sebuah penelitian mengatakan efeknya jauh akan terlihat. Misal contohnya pada beberapa perenang yang telah vakum latihan selama lima minggu, efeknya terlihat pada tubuhnya, yaitu kadar lemak tubuh naik sebesar 12 persen, berat badan, lingkar pinggang bertambah, serta otot-otot mengendur. Bagaimana apa kamu masih mau untuk tetap berhenti berolahraga? Intinya, memulai dan mempertahankan olahraga itu mudah. Kamu hanya perlu mengubah persepsi bahwa olahraga bukanlah sebuah pilihan yang dapat dikerjakan atau tidak, yang nanti dikerjakan ataupun kapan-kapan dikerjakan. Jadikan olahraga sebuah kebutuhanmu, tidak terpisahkan dari kegiatan pokok sehari-hari kamu. Oh iya, sekalipun kamu sedang berpuasa dan merayakan hari raya Lebaran nantinya, jangan sampai ya hal tersebut menjadi alasan kamu vakum olahraga selama sebulan atau bahkan dua bulan, loh, Ingat dampak yang kamu baca diatas ya. Stay positive and healthy, sobatmudaNYSN!   (Halodoc.com)  

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, Tahun Depan Akan Ada Turnamen Yang Kedua

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, dan pada 2019 akan kembali bergulir dengan format dan penyelenggaran yang lebih meriah serta berkualitas. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Turnamen basket antar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, berakhir pada Minggu (5/5). Pada turnamen basket yang untuk pertama kalinya digelar, tim basket putra SMA Kharisma Bangsa berhasil menjadi pemenang setelah mengalahkan SMAN 13 Depok (61-41). Sedangkan tim putri SMAN 6 Depok sukses meraih kampiun usai menundukkan SMA Saint John’s Serpong (48-22). Keberhasilan SMAN 6 Depok makin lengkap setelah Fani Arimbi, dianugerahi sebagai Most Valuable Player (MVP). Sedangkan tim putra SMAN 6 dinobatkan sebagai Most Favourite Team (MFT). Sementara, Most Valuable Player (MVP) putra diberikan kepada Mikho Haidar, pemain center SMA Kharisma Bangsa. Di sela-sela turnamen juga dilaksanakan 3 Point Competition. Ibnu Fajar Setiawan (SMAN 6 Depok) berhasil merebut titel usai menyingkirkan pesaingnya. “Sebenarnya cuma iseng-iseng dan berhadiah. Di awal kayak nggak yakin juga. Tapi, pas tadi bisa memasukkan enam bola makin percaya diri. Akhirnya bisa menang,” cetus Ibnu. Sementara itu, Melvin Wahyudi, Direktur Utama PT Nasional Yunior Sportindo Media, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi kelancaran pelaksanaan turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, dari awal hingga final. “Khususnya, saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Kharisma Bangsa atas tempat dan waktu yang diberikan. Juga semua peserta, penonton yang hadir serta official, kru, dan pihak-pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Melvin saat penutupan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. Ia juga meminta maaf bila selama pelaksanaan event ini terdapat kekurangan. “Tentu ini akan menjadi evaluasi kami, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Yang pasti, tahun depan kami akan gelar event seperti ini lagi dan akan ada turnamen NYSN kedua,” tegasnya. Sebagai media olahraga terpercaya bagi kalangan pemuda pecinta olahraga di Indonesia, Melvin menegaskan berusaha memberikan dukungan bagi atlet muda di Tanah Air agar mereka konsisten terus berprestasi demi mewujudkan cita-cita sebagai atlet profesional, dan memberikan kebanggaan tak hanya bagi keluarga, namun bangsa dan negara. “Kami berharap sekolah dan klub-klub olahraga intens berkomunikasi dengan kami terkait agenda olahraga untuk bisa diekspose di NYSNMEDIA,” tukasnya. “Selamat bagi tim yang juara dan MVP yang terpilih. Dan para peserta yang belum berhasil, luar biasa perjuangannya dan kami menghargai kontribusi kalian,” beber Melvin. Sedangkan Chandra Wiedyananta, Ketua Pelaksanan turnamen, mengaku sangat puas dengan event ini. “Para peserta, penonton, suporter, dan para orang tua menyaksikan turnamen basket antar SLTA yang untuk pertama kalinya digelar. Semua terlihat menikmati serta merasakan kemeriahan acara hingga final hari ini,” terangnya. “Kami mengharapkan seluruh tim peserta mendapatkan pengalaman berharga dan merasakan atmosfir kompetisi yang bisa menjadi modal mereka mengikuti kompetisi berikutnya. Selamat untuk semua pemenang. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk menuju ke jenjang yang lebih tinggi,” tutup Chandra. (Adt)

Menangi Duel ‘Panas’ Kontra SMAN 13 Depok, SMA Kharisma Bangsa Juara ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMA Kharisma Bangsa sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Wakil Tangerang Selatan ini secara meyakinkan unggul atas SMAN 13 Depok dalam partai puncak, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Minggu (5/5). SMA Kharisma Bangsa yang lebih diunggulkan ini, kerap memimpin perolehan angka di awal-awal kuarter pertama. Tak mengherankan bila Saddam Asyruna dkk mampu menutup kuarter pertama dengan skor 14-7. Mengawali kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa kian menggila. Mereka tak memberikan kesempatan pada lawan untuk memundi angka. Meski SMAN 13 sempat bangkit untuk memberikan perlawanan, namun hal itu belum cukup untuk membendung perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini, 32-18. Pada kuarter ketiga, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Saddam dkk tetap tak mengendurkan perlawanan atas wakil Kota Depok itu. Fast break yang ditunjukkan pemain SMA Kharisma Bangsa mampu dimaksimalkan untuk memundi angka demi angka. Hasilnya, kuarter ini berakhir 44-30 untuk SMA Kharisma Bangsa. Tak tinggal diam, anak asuh Rizki Dewantoro itu memberi tekanan ke daerah pertahanan SMA Kharisma Bangsa di kuarter akhir. Namun, skuat yang dimotori Mikha Haidar itu mampu mematahkan bola serangan dari Ilham Ramadhan dkk. Aksi ‘lay-up’ yang dilakukan Saddam selalu mengundang sorak suporter setia SMA Kharisma Bangsa. Bahkan, kerjasama apik yang diperlihatkan M. Rafkha Gibran, Abdurasjid Fadhil dan Aofar Hedyan mampu membuat angka SMA Kharisma Bangsa menjauh 58-40 atas SMAN 13. Disisa waktu satu menit kedua tim tetap tampil impresif. SMA Kharisma Bangsa akhirnya mampu membungkus pertandingan dengan skor 61-41. “Pastinya senang bisa menang di turnamen ini. Apalagi, pemain tidak ada yang cedera dan mereka tampil luar biasa. Fast break juga maksimal. Pokoknya enjoy the game hari ini,” ujar Ari Adiska, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. “Mungkin untuk kelas 12 ini menjadi event terakhir sebelum lulus. Jadi kemungkinan kami akan kehilangan satu center dan satu shooter yang bagus di tim. Dan, harapannya untuk yang di kelas 11 dan 10 mereka dapat berlatih lebih intensif,” lanjutnya. Sementara, Mikho Haidar, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa, berharap tahun depan SMA Kharisma Bangsa bisa lebih berprestasi di turnamen ini. Menurutnya, pertandingan ini menjadi yang terakhir baginya sebelum lulus sekolah. “Tahun depan harus lebih baik lagi prestasinya. Ini juga menjadi pertandingan terakhir untuk saya sebelum lulus dari sekolah,” urainya. “Semua pemain tampil percaya diri dan tidak egois. Kami memang satu tingkat di atas lawan. Tapi, kami tak menganggap remeh, dan berusaha hingga berhasil meraih hasil maksimal,” tuturnya. Sedangkan Rizki Dewantoro, Asisten Pelatih SMAN 13, mengaku timnya berada satu level di bawah SMA Kharisma Bangsa. Ia menambahkan bila di kuarter pertama hingga ketiga, tim-nya sempat mengimbangi lawan, namun pada kuarter terakhir tim-nya harus tertinggal jauh. “Level kami satu tingkat di bawah mereka. Tapi semua bermain lepas dan penuh perjuangan. Kami memberi kredit untuk Ilham (Ramadhan). Sedangkan untuk lawan memang semua pemainnya mereka rata serta bisa mengusai bola. Tangan mereka juga wangi (lagi tune-in),” tutup Rizki. (Adt) Road To Final SMA Kharisma Bangsa : 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMA Saint John’s (64-16) 2. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 13 Depok (57-14) 3. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 6 Depok (56-32) 4. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 3 Tangerang (48-17) 5. SMA Kharisma Bangsa vs Yadika 2 Jakarta (WO)

Bikin SMA Saint John’s Serpong Kelelahan, Hexa Queen’s Kampiun ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim basket putri SMAN 6 Depok (merah), sukses menjadi kampiun di ajang turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putri SMAN 6 Depok menjadi kampiun di ajang turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Memainkan laga final di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (6/5), tim berjuluk Hexa Queen’s itu mengalahkan SMA Saint John’s Serpong dengan skor 48-22. Di kuarter pertama, kedua tim berinisitif mencuri angka terlebih dahulu setelah wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. SMA Saint John’s memberi harapan besar usai point guard, Rica Donna sukses melakukan tembakan tiga angka, 3-0. Tembakan bebas Feony Salsabila Dadi dari SMAN 6 berhasil menipiskan skor 3-1. Berlanjut, dua angka kembali dipanen SMAN 6 melalui Dinda Tri Nurbaity yang berhasil melesakkan bola kejaring lawan. Kedudukan imbang 3-3. Lalu, aksi lay-up Elisabeth Steffi membuat SMA Saint John’s kembali memimpin 5-3. Namun, Reihani Zaida, pemain bernomor punggung 5 dari SMAN 6 mampu memanen dua angka. Kedudukan sama 5-5. Disisa tiga menit pertandingan SMAN 6 langsung melesat dan memimpin 9-5. Patrice, small forward SMA Saint John’s mencoba mengejar ketertinggalan. Skor berubah 9-8 sekaligus menutup kuarter ini. Memasuki kuarter kedua, perolehan angka SMAN 6 mulai menjauh. Berkat tembakan tiga angka dari Amelia membuat timnya unggul 14-10. Selepas itu srikandi SMAN 6 mampu mencetak 10 angka tambahan, sedangkan lawan hanya mampu memetik dua angka. Kuarter ini berakhir 24-16 untuk SMAN 6. Skuat SMAN 6 makin impresif di kuarter ketiga. Beberapa kali tembakan yang dilancarkan anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu sukses menambah angka. SMAN 6 mengunci kuarter ini dengan skor 37-20. Pada kuarter keempat, angka SMAN 6 makin tidak terkejar oleh lawan. Sisa dua menit pertandingan Reihani Zaida dkk memimpin 48-22 sekaligus menuntaskan pertandingan ini. Reffvin, juru racik SMAN 6, mengaku bersyukur dengan raihan yang dicapai tim-nya pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. “Saya secara pribadi dan mewakili SMAN 6 Depok, mengucapkan syukur dan terima kasih dengan adanya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini,” ujar Reffvin usai laga. “Kami puas meraih kemenangan pada final ini. Di pertandingan pertama kami sempat bertemu dengan SMA Saint John’s. Pada pertandingan itu sistem berjalan dengan baik. Tapi, di final malah sistem tidak sesuai harapan,” lanjutnya. “Namun kami tetap memberikan apresiasi yang tinggi untuk semua pemain. Mereka tampil dengan semangat tinggi demi memenangkan pertandingan di final. Dan ini menjadi modal berharga untuk memacu tim terus berprestasi,” tambah saudara kembar Revin itu. Sementara, Anayda Fitrianingtyas, Kapten Tim SMAN 6, menyebut semua pemain dalam keadaan on fire di final ini. “Kami siap di pertandingan final ini. Semua pemain on fire. Atmosfir pertandingan juga sangat terasa. Semoga tim lebih kompak di turnamen basket lainnya. Apalagi bagi siswa kelas 12 mungkin ini yang terakhir,” terangnya. Sedangkan Devyna Avelyne, Kapten Tim SMA Saint John’s, mengungkapkan tim-nya bermain all out di pertandingan final kali ini. Namun, menurutnya, keberuntungan masih belum berpihak kepada timnya. “Karena kami tampil all out sejak awal, sehingga di kuarter selanjutnya tim merasa lelah. Jadi kami harus puas menjadi runner-up. Kalau bicara soal lawan. Mereka bermain lebih bagus. Selain itu, chemistry juga dapat,” urainya. “Belajar dari pertandingan final ini, tentu kami harus bisa lebih baik lagi dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya,” tutup power forward tim yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan itu. (Adt) Road To Final SMAN 6 Depok : 1. SMAN 6 Depok vs SMA Saint John’s Serpong (44-39) 2. SMAN 6 Depok vs SMA Kharisma Bangsa (52-8) 3. SMAN 6 Depok vs SMA Yadika 2 Jakarta (WO) 4. SMAN 6 Depok vs SMAN 13 Depok (WO)

Singkirkan SMA Kharisma Bangsa, Tim Putri SMA Saint John’s Melenggang ke Final

Tim putri SMA Saint John’s Serpong (putih) akhirnya tampil di final, pasca menyudahi permainan tuan rumah, SMA Kharisma Bangsa, dengan skor 33-10, pada (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Saint John’s Serpong melangkah ke partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Melakoni laga krusial di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Senin (30/4), mereka berhasil menyingkirkan SMA Kharisma Bangsa dengan skor 33-10. Mengawali kuarter pertama, skuat SMA Kharisma Bangsa langsung menggebrak. Hasilnya, dua angka cepat diraih Alisiah Rezky dkk, 2-0. Namun, SMA Saint John’s membalas lewat tembakan tiga angka, skor berubah 2-3. Devyne Evelyne dkk mampu menjaga jarak angka dengan SMA Kharisma Bangsa hingga berhasil menutup kuarter ini dengan skor 10-3. Memasuki kuarter kedua, tim asal Serpong itu masih mendominasi pertandingan. Beberapa kali Devyne membuat pembeda di partai penentu ini. Tambahan 10 angka cukup bagi SMA Saint John’s membungkus keunggulan pada kuarter kedua, 20-3. Di kuarter ketiga, pertandingan berjalan seru. Kedua tim saling memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Namun, konsistensi yang ditunjukkan anak didik Agung Christyantho itu membuat skuat SMA Kharisma Bangsa kerepotan. Hasilnya, SMA Saint John’s mengunci kuarter ini dengan keunggulan 27-6. Pada kuarter akhir, SMA Saint John’s tak mengendorkan permainan. Para pemain juga berkontribusi untuk mencetak angka. Tambahan 5 angka sukses diraih SMA Saint John’s, beda satu angka dengan hasil yang diraih SMA Kharisma Bangsa. Kuarter inipun berakhir untuk keunggulan SMA Saint John’s, 33-10. “Gameplan sukses. Kami berhasil ke partai final bertemu dengan tim putri SMAN 6 Depok. Meski di pertandingan kali ini starting five tidak komplit, tapi kami masih bisa show-up dan memenangi laga penting ini,” terang Agung, arsitek SMA Saint John’s usai laga. “Para pemain juga mampu memperlihatkan kemampuannya. Ini dibuktikan tim dengan minimnya turn over. Menghadapi SMAN 6 Depok nanti, meski diawal pertandingan tim kami pernah mengalami kekalahan, namun di final kami akan melakukan persiapan lebih baik lagi. Perbaikan kami lebih kepada mental tanding,” lanjutnya. Sementara, walaupun timnya mampu unggul atas SMA Kharisma Bangsa, namun Devyne mengakui pertandingan tersebut berlangsung sengit. “Soalnya kedua tim tampil fight. Secara tim komunikasi diantara kami juga lancar. Selain itu, kondisi tubuh para pemain dalam kondisi fit,” tuturnya. “Meski beberapa pemain inti kami tak bermain. Tapi, saling percaya diantara sesama pemain, jadi siapapun yang dimainkan tidak masalah dan semua bisa berkontribusi untuk tim. Buktinya kami memenangkan pertandingan ini. Yang penting menjaga kondisi badan selalu fit. Semoga chemistry sesama pemain makin baik,” tutupnya. (Adt)

Tampil Militan, SMAN 3 Kota Tangerang Menang Tipis Dari SMA Saint John’s Serpong

Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang (abu-abu) bermain militan, saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, dan unggul dengan skor akhir sangat ketat 40-39. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang bermain militan saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Senin (30/4). Meski tertinggal di kuarter satu dan dua, namun anak didik Thomy Hendrawan merebut keunggulan di dua kuarter tersisa atas SMA Saint John’s. Mereka menang tipis 40-39. SMA Saint John’s langsung mengambil inisitif serangan pada kuarter pertama. Bahkan mereka mampu unggul lebih dahulu berkat tembakan tiga angka dari salah satu pemainnnya, 3-0. Tak tinggal diam, SMAN 3 mencoba mengimbangi hingga bisa menyamakan kedudukan 3-3. Di waktu lima menit tersisa, tim asal Serpong, Tangerang Selatan itu tetap memimpin hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 13-10. SMAN 3 terus berusaha mengejar dan menipiskan ketertinggalan pada kuarter kedua. Beberapa kali serangan yang mereka lancarkan sempat merepotkan barisan SMA Saint John’s. Namun, SMAN 3 harus mengakui keunggulan skuat SMA Saint John’ s yang mengunci kuarter ini dengan skor 18-16. “Lawan tampil greget di awal-awal pertandingan. Angka kami selalu tertinggal di kuarter pertama dan kedua. Tapi, di kuarter berikutnya pertandingan sangat seru. Kami mulai menemukan momentum yang bagus, meski angkanya selalu beda tipis, tapi kami bisa memenangi pertandingan ini,” ujar Prawira Setyo, center SMAN 3 usai laga. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 mampu membalikkan keadaan. Permainan Prawira dkk makin agresif. Mereka juga berhasil memaksimalkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi angka. SMAN 3 terus memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Prawira berhasil memanen dua angka setelah bola yang dilesakkan tepat masuk ke keranjang SMA Saint John’s. Kedudukan sama 18-18. SMA Saint John’s berhasil membalas lewat tembakan tiga angka dari Gunawan, 23-18. SMAN 3 makin tertinggal hingga skor 27-23. Daffa Dhaffran Hari, small forward SMAN 3 mampu membuat skor imbang 13-13. Sisa satu menit, SMA Saint John’s mencetak dua angka, 29-27. Dzulfiqar Farrel, shooting guard SMAN 3 sukses meraih tiga angka. Mereka pun memimpin 30-29. Akhirnya, SMAN 3 mampu membungkus kuarter ini dengan keunggulan 32-31. Di kuarter penentu, skuat SMA Saint John’s yang mulai kurang fokus hingga kerap gagal menuntaskan serangan dimanfaatkan oleh tim Kota Tangerang itu untuk sedikit menjauh. SMAN 3 langsung unggul 34-31. Calvin Gunawan, point guard SMA Saint John’s berhasil menyamakan kedudukan 36-36. Tembakan bebas, Prawira mampu menjaga marjin angka atas lawan, 40-36. SMA Saint John’s memangkas defisit angka dari SMAN 3, menjadi 40-39 yang sekaligus menandai berakhirnya kuarter ini. Abraham Alexander, point guard SMA Saint John’s, mengaku pada kuarter pertama dan kedua timnya masih fresh sehingga masih bisa fokus melakoni laga. “Masuk kuarter tiga dan empat kami mulai kelelahan. Dari angka kami juga tertinggal. Memang kami akui lawan memiliki fisik yang lebih baik. Pemain mereka juga mampu menciptakan kesempatan untuk menghasilkan angka demi angka. Mereka pantas untuk meraih kemenangan,” tutur Abraham. Sementara, juru ramu SMAN 3, Thomy Hendrawan, menyebut skuat yang dimiliknya mampu bermain lepas. “Lawan memiliki jam terbang lebih banyak. Mungkin itu yang membuat kuarter satu dan dua kami tertinggal. Istilahnya telat panas. Namun, disisa kuarter kami berhasil unggul. Laga ini para pemain juga tampil lebih percaya diri, terutama untuk Prawira dan Farrel. Semangat yang ditunjukkan sangat luar biasa,” tutup Thomy. (Adt)

Menang WO Atas SMAN 13 Depok, Tim Putri SMAN 6 Depok Kunci Tiket Final

Tim putri SMAN 6 Depok (putih) melaju ke babak final NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menang WO atas SMAN 13 Depok, Senin (30/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMAN 6 Depok meraih hasil sempurna pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (30/4). Anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu menang walk over (WO) atas SMAN 13 Depok. Ini menjadi kemenangan keempat bagi Reihani Zaida dkk. Sebelumnya, mereka juga sukses meraih kemenangan yakni melawan SMA Saint John’s Serpong (44-390), SMA Kharisma Bangsa (52-8), dan SMA Yadika 2 Jakarta (WO). Dengan hasil itu mereka mengunci tiket final yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Reffvin, arsitek putri SMAN 6, mengatakan menghadapi pertandingan kali ini sebenarnya timnya telah mempersiapkan diri dengan baik. Namun, lanjutnya, tanpa kehadiran lawan membuat skuatnya merasa kecewa. “Tim kami sudah jauh-jauh datang pada hari ini untuk bertanding, tapi lawan tidak hadir. Ini cukup mengecewakan. Di pertandingan sebelumnya juga ada tim yang tidak hadir, sehingga kami menang WO,” tutur Reffvin. “Kami berharap mereka lebih bisa menghargai panitia turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini yang sudah mempersiapkan pertandingan kali ini,” lanjutnya. “Kemungkinan besar kami akan bertemu dengan SMA Saint John’s di final nanti. Persiapannya adalah memaksimalkan latihan serta selalu melakukan aktifitas bersama, sehingga sesama pemain bisa makin dapat chemistry-nya,” tambah saudara kembar Revin itu. Hal senada diungkapkan Reihani. Point guard SMAN 6 itu mengaku dirinya bersama tim telah mempersipkan gim ini dengan baik. “Kecewa pasti. Apalagi saya sebenarnya ada presentasi Biologi, tapi izin untuk mengikuti pertandingan hari ini. Yang pasti kami optimis menatap partai final siapapun lawan yang akan kami hadapi nantinya,” cetusnya. (Adt)

Lakoni Laga Ketiga, Putri SMA Kharisma Bangsa Kandaskan Perjuangan SMAN 13 Depok

Putri SMA Kharisma Bangsa (putih) menyudahi permaianan SMAN 13 Depok, pada Jumat (27/4), dengan skor 16-13, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim Putri SMA Kharisma Bangsa mampu mengandaskan perjuangan SMAN 13 Depok, di Hall Basket Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (27/4). Menderita kekalahan atas SMAN 6 Depok, lalu menang walk over (WO) atas SMA Yadika 2 Jakarta, memberikan pelajaran berharga bagi anak asuh Ludovika Ajeng itu untuk memaksimalkan laga di gim ketiga ini. Mengawali kuarter pertama kedua tim masih mencari celah untuk memundi angka. Srikandi SMA Kharisma Bangsa beberapa kali melakukan percobaan tembakan. Namun masih gagal. Begitu juga sebaliknya dengan SMAN 13. Sepuluh menit kuarter berakhir kedua tim berbagi angka sama 2-2. Melakoni kuarter kedua situasi masih belum berubah. Kedua tim tetap kesulitan menambah angka. Lepas lima menit berjalan, beberapa kali pemain menerapkan kerjasama umpan-umpan pendek cepat. Hasilnya, SMA Kharisma Bangsa mengoleksi 10 angka, sedangkan lawan hanya menambah dua angka. Kuarter ditutup dengan skor 12-4. “Belajar dari pertandingan sebelumnya kami sudah melakukan persiapan lebih baik. Pelatih juga memberikan semangat ke tim untuk bermain lebih agresif. Ekspektasi dipertandingan ini juga lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Alisiah Rezky, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa usai laga. Masuk kuarter ketiga, dominasi Alisiah dkk tetap berlanjut. Mereka berusaha mencetak angka. Meski lawan juga tak mau tinggal diam. Tambahan 4 angka sudah cukup bagi wakil Tangerang Selatan itu untuk mengunci kuarter ini dengan skor 16-8. Selanjutnya, hingga akhir pertandingan marjin angka kedua tim tak beda jauh. Meski sempat terjadi insiden benturan antar pemain hingga memaksa salah satu skuat SMAN 13 ditarik keluar lapangan, namun permainan tetap dalam tempo tinggi. SMAN 13 berhasil menambah dua angka saat dua menit sebelum pertandingan berakhir. Tapi, itu belum cukup untuk mengimbangi perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini dengan skor 16-13. “Alhamdulilah kami meraih kemenangan. Memang ada pembenahan dari pertandingan sebelumnya. Saya tekankan kepada mereka bahwa bagaimanapun caranya pertandingan hari ini harus seru. Dan, syukur kemampuan mereka tadi keluar semua,” jelas Ajeng, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. Sementara, Ari Adiska, juru racik SMAN 13, mengaku tidak memberikan beban tinggi kepada anak asuhnya itu. Ia hanya ingin para pemain mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bekal menghadapi event-event berikutnya. “Kami mengakui lawan lebih unggul. Tim juga jarang latihan bersama, karena yang kelas 10 masuk pagi, sedangkan kelas 11 masuk siang, sehingga susah untuk menyatukan mereka bisa berlatih bersama. Tapi, target dapat 10 angka di laga ini sudah tercapai, bahkan dapat lebih yakni 13 angka,” terang Ari. “Kami juga apresiasi untuk lawan terutama nomor punggung 26 (Alisiah Rezky). Bagi kami yang terpenting adalah memberitahukan kepada semua bahwa SMAN 13 juga memiliki tim basket putri. Soal kalah ataupun menang itu bukan persoalan serius bagi tim putri SMAN 13,” tambah Ari. Hal yang sama diungkapkan Raahil Jihan, salah satu skuat SMAN 13. Ia mengungkapkan timnya baru terbentuk dan belum berlatih secara intensif. “Kami tim baru sehingga, butuh waktu untuk membuat tim ini solid. Kedepan kami optimis bisa berbuat lebih baik lagi di turnamen berikutnya,” tukasnya. (Adt)