Timnas U-20 Tiba di Tanah Air

Yunus Nusi Saat Menyambut Timnas Indonesia U20

Timnas U-20 Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Selasa (8/9) sore seusai berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos. Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil impresif dengan mengalahkan Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H di New Laos National Stadium, Minggu (6/9). Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, anak asuh Nova Arianto disambut langsung Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “PSSI mengucapkan selamat kepada Coach Nova Arianto, anak-anak semua, terima kasih. Sampai hari ini kalian masih viral lolos ke Piala Asia U-20 2027,” kata Yunus Nusi saat memberikan sambutan. Garuda Muda lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah meraih posisi puncak klasemen akhir Grup H diatas Malaysia, Australia, dan tuan rumah, Laos. “Kelolosan ke Piala Asia U-20 2027 bukan sebagai prestasi yang sembarangan. Pencapaian itu tidak mudah untuk diraih apalagi dengan persaingan yang saat ini semakin ketat. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi sepak bola Indonesia serta menjaga wibawa bangsa kita, dan inilah yang diharapkan oleh sepak bola Indonesia. Sekali lagi, PSSI mengucapkan terima kasih semua, kita bangga kepada kalian,” tukas Yunus Nusi. Piala Asia U-20 2027 rencananya akan bergulir pada 24 Maret hingga 10 April tahun depan di Tiongkok. Sementara itu, pelatih Nova Arianto bersyukur atas pencapaian ini dan menyatakan kunci krusial keberhasilan Garuda Muda yakni punya mental yang kuat. “Kami bersyukur pemain-pemain mempunyai mental yang baik, secara psikologi yang baik, dan mereka mau bekerja keras saat lawan Australia, dan itu menjadi titik balik kami di kualifikasi kemarin. Kalau kami sudah masuk di turnamen pastinya kami menjaga mental pemain. Memang kita tahu di pertandingan yang pertama sebenarnya kami bisa menang, tetapi memang hasilnya tidak sesuai dengan harapan,” kata Nova Arianto.

MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 Resmi Bergulir, Tangerang dan Semarang Jadi Kota Pembuka

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Minggu (6/9).

TANGERANG & SEMARANG — Pembinaan sepak bola putri usia dini di Tanah Air kembali mendapatkan panggung megahnya. Musim baru MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026 – 2027 resmi dibuka secara serentak melalui gelaran Seri 1 di dua kota utama, Tangerang dan Semarang, yang berlangsung sejak 1 hingga 6 September 2026. Ajang kompetisi usia muda hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini langsung menyajikan persaingan sengit. Di regional Tangerang, SDN Pinang 3 sukses menyabet gelar juara Kelompok Usia (KU) 10, sementara SDN Kunciran 8 memuncaki KU 12. Adapun pada regional Semarang, podium tertinggi KU 10 berhasil diamankan oleh SDN Kembangarum 2 Semarang dan MI Pagersari-Patean mendominasi kategori KU 12. Antusiasme Tinggi dan Perluasan Kota Turnamen pembuka musim ini mencatatkan partisipasi ribuan atlet muda: Regional Tangerang (Stadion Kera Sakti & Stadion Mini Cisauk): Diikuti oleh 1.037 atlet dari 57 SD/MI, terbagi dalam 24 tim KU 10 dan 73 tim KU 12. Regional Semarang (Stadion UNDIP & Lapangan Arhanud Jatingaleh): Melibatkan 1.091 atlet dari 63 SD/MI, yang terdiri atas 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12. Festival SenengSoccer (KU 8): Turut diramaikan oleh 75 siswi dari 22 SD/MI di Tangerang dan 83 siswi dari 18 SD/MI di Semarang. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyampaikan rasa syukurnya atas keberlanjutan turnamen ini. Konsistensi kompetisi menjadi kunci utama dalam menjaga rantai pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput (grassroots). Menariknya, pada musim 2026–2027 ini, MLSC memperluas jangkauannya dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura. “Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini. Target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035,” tegas Teddy. Teddy juga mengapresiasi hadirnya peserta-peserta baru, termasuk sembilan sekolah di Semarang dan empat sekolah di Tangerang yang debut pada seri kali ini. Bertambahnya kontestan memberikan warna baru serta meningkatkan iklim kompetitif secara signifikan. Pentingnya Menit Bertanding dan Jalur Pembinaan Berjenjang Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyoroti pentingnya menit bertanding yang berkelanjutan bagi pesepakbola muda. Menurut mantan pelatih timnas putri tersebut, proses tumbuh kembang pemain tidak bisa dinilai hanya dari satu laga. “Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar dan membawa pembelajaran itu ke pertandingan berikutnya. Ketika mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan, kami bisa melihat perkembangan mereka lebih jelas, mulai dari cara mengambil keputusan, membaca permainan, hingga menghadapi tekanan,” jelas Timo. Timo menambahkan bahwa kehadiran ekosistem pendukung seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga kejuaraan internasional JSSL 7’s Singapore membuat jalur pembinaan kian solid. MLSC berperan sebagai fondasi dasar sebelum para pemain melangkah ke kompetisi berlevel lebih tinggi. Drama Final Regional Tangerang: Adu Penalti dan Gol Jarak Jauh Laga puncak di regional Tangerang menghadirkan drama luar biasa. Pada Kategori Usia 10 (KU 10), SDN Pinang 3 memenangi duel sengit lewat drama adu penalti kontra SDN Cipulir 03 dengan skor 2-1 setelah bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Kiper SDN Pinang 3, Shofiauliya Ferdian, tampil luar biasa sebagai pahlawan dengan menepis tiga tendangan lawan sekaligus mencetak satu gol penentu. Sementara di Kategori Usia 12 (KU 12), SDN Kunciran 8 berhasil menundukkan SDN Kunciran 4 B dengan skor akhir 3-1. Revalia Safitri menjadi bintang lapangan lewat torehan dua gol spektakuler melalui tendangan jarak jauh. “Kemenangan ini hasil dari kerja tim yang solid di lapangan. Lawan-lawannya dari kemarin jago-jago, tapi aku selalu semangat buat berjuang lebih keras lagi. Kami harus pertahankan juara di turnamen berikutnya,” tutur Revalia, yang juga dinobatkan sebagai Best Player KU 12. Daftar Pemenang Lengkap Seri 1 2026–2027 Tangerang Regional KU 10: Juara: SDN Pinang 3 Runner-up: SDN Cipulir 03 Top Scorer: Fatimah Almeera Pahala (SDN Karawaci Baru 1 – 12 gol) Best Player: Ifra Azzaryfa Arysla (SDN Cipulir 03) Best Goalkeeper: Shofiauliya Ferdian (SDN Pinang 3) KU 12: Juara: SDN Kunciran 8 Runner-up: SDN Kunciran 4 B Top Scorer: Fildzah (UPTD SDN Pondok Karya – 31 gol) Best Player: Revalia Safitri (SDN Kunciran 8) Best Goalkeeper: Salsabila Nur Ardillah (SDN Kunciran 8) Semarang Regional KU 10: Juara: SDN Kembangarum 2 Semarang Runner-up: SDN Brumbungan Top Scorer: Ayra Kirana Mahestri (SDN Kembangarum 2 Semarang – 39 gol) Best Player: Almiera Naila Fatmawati (SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol) Best Goalkeeper: Zhafira Ayunindya Putri Azhari (SDN Brumbungan) KU 12: Juara: MI Pagersari-Patean Runner-up: SDN Karangsono 2 Mranggen Top Scorer: Ammaora Kalani Putri (MI Pagersari-Patean – 61 gol) Best Player: Shakila Azalia Ardani (SDN Klepu 03) Best Goalkeeper: Azza Kurnia Hakim (SDN Karangsono 2 Mranggen) Setelah merampungkan seri di Tangerang dan Semarang, tur MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026 – 2027 akan berlanjut ke kota berikutnya, yaitu Jakarta Raya (Jakarta Timur) dan Yogyakarta pada 15 sampai 20 September 2026.

Garuda Muda Taklukkan Laos 3-0, Naik ke Puncak Grup H

Timnas Indonesia U-20 meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Laos pada pertandingan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Bermain di Stadion Nasional Laos, Kamis 3 September 2026 malam, Garuda Muda tampil dominan dan mengamankan tiga poin penting setelah sebelumnya ditahan imbang Malaysia pada laga pembuka. Indonesia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun skuad Garuda Muda membuahkan hasil cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Aleandro Alam mengirimkan umpan lambung terukur yang membelah lini pertahanan Laos. Fabio Azkairawan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kanan untuk membawa Indonesia unggul 1-0. Laos sempat merespons pada menit kesembilan dan berhasil mengirim bola ke gawang Indonesia. Namun, gol tersebut dianulir setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Setelah itu, Indonesia kembali mengambil kendali permainan. Pada menit ke-21, Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi sepak pojok. Zahaby Gholy yang menjadi eksekutor melepaskan bola ke arah gawang, tetapi masih mampu diamankan kiper Laos. Dua menit berselang, peluang kembali hadir. Reno Salampessy berhasil lepas dari perangkap offside dan berhadapan dengan penjaga gawang Laos. Namun, tembakan kaki kirinya masih mampu dihalau. Tekanan Indonesia terus berlanjut. Pada menit ke-27, lemparan jauh Fabio Azkairawan menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Laos. Seorang pemain bertahan Laos justru menyundul bola ke arah gawang sendiri, tetapi bola masih membentur tiang. Meski Laos sesekali mencoba melancarkan serangan, Indonesia tetap lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus mencari celah untuk menambah keunggulan. Gol kedua akhirnya tercipta pada menit ke-39. Aleandro Alam melepaskan tembakan ke arah gawang Laos yang sempat ditepis kiper. Bola muntah kemudian jatuh ke arah Zahaby Gholy yang dengan cepat menyambarnya untuk mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Indonesia melakukan perubahan dengan memasukkan Arkhan Kaka untuk menggantikan Reno Salampessy. Kehadiran Kaka kembali memberikan ancaman bagi pertahanan Laos. Pada menit ke-52, Aleandro kembali menunjukkan perannya dalam membangun serangan. Umpan terobosannya mengarah kepada Arkhan Kaka yang berhasil mendapatkan ruang di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan oleh kiper Laos. Indonesia akhirnya menambah keunggulan pada menit ke-62 melalui gol spektakuler Zahaby Gholy. Indonesia mendapatkan tendangan bebas di area yang menguntungkan dan Gholy maju sebagai eksekutor. Dengan tendangan terukur, Gholy mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang Laos. Kiper Laos tidak mampu menjangkau bola dan Indonesia pun unggul 3-0. Laos mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol balasan. Namun, upaya mereka belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Indonesia yang dikawal I Putu Panji dan rekan-rekannya. Indonesia bahkan hampir menambah gol pada menit ke-72. Sundulan Arkhan Kaka sempat ditepis oleh kiper Laos sebelum bola membentur mistar gawang. Pada sisa pertandingan, Indonesia terus memberikan tekanan melalui pergerakan Arkhan Kaka dan Rafi Rasyiq. Sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi belum ada gol tambahan yang berhasil dihasilkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia tetap bertahan. Hasil ini membawa Indonesia naik ke puncak klasemen sementara Grup H dengan koleksi empat poin dan selisih gol +3. Kemenangan atas Laos menjadi modal penting bagi Garuda Muda sebelum menghadapi laga penutup kontra Australia, Minggu 6 September 2026 mendatang.

Timnas U-20 Ditahan Imbang Malaysia pada Laga Pembuka

Timnas Indonesia U-20 vs Timnas Malaysia Timnas U-20

Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berakhir tanpa gol di Stadion Nasional Laos, Senin 31 Agustus 2026. Pada awal pertandingan, Malaysia tampil cukup agresif. Dalam 15 menit pertama, mereka lebih banyak menguasai permainan dan berani menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menekan pergerakan Garuda Muda. Indonesia perlahan mulai keluar dari tekanan. Peluang sempat tercipta pada menit ke-19 melalui Nazriel Alvaro, namun tembakannya masih melambung di atas gawang Malaysia. Selepas itu, pertandingan berjalan lebih alot. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Garuda Muda berupaya meningkatkan intensitas permainan pada paruh kedua. Skuad asuhan Nova Arianto tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Malaysia, namun belum mampu mengonversi peluang menjadi gol. Peluang melalui tendangan jarak jauh sempat diciptakan Welber Jardim pada menit ke-65, tetapi sepakannya masih melebar dari sasaran. Tekanan Indonesia kemudian semakin meningkat. Rafi Rasyiq hampir membuka keunggulan setelah melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Malaysia, Faez Iqhwan. Pada menit ke-74, Indonesia kembali memiliki kesempatan saat masuk ke area pertahanan Malaysia dengan situasi yang menjanjikan. Namun, peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan. Dua menit berselang, Rafi Rasyiq menerima umpan terobosan dari M. Isfandyar dan berhadapan langsung dengan kiper. Sayangnya, penyelesaian akhir Rafi masih mampu diblok Faez Iqhwan. Indonesia terus mencari gol hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Muhamad Ibrah juga mendapatkan kesempatan dari situasi kemelut di kotak penalti, tetapi sepakannya melambung di atas mistar. Peluang emas kembali hadir pada menit ke-79 ketika terjadi kesalahan dari lini belakang Malaysia. Irpan Abadi mencoba memanfaatkan bola yang berada di depan gawang, tetapi sundulannya masih tipis melewati mistar. Laga berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia sama-sama mengamankan satu poin pada pertandingan pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Indonesia Tergabung di Grup A pada Kualifikasi Piala Asia U-17 2027

Tim Nasional Indonesia U17

Garuda Muda akan bersaing dengan tuan rumah Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja untuk memperebutkan tiket menuju putaran final tahun depan. Hasil tersebut seusai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar drawing Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 27 Agustus 2026. Indonesia menempati Pot 1 bersama Thailand, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, India, dan Iran. Penentuan pot dilakukan berdasarkan perolehan poin AFC dari tiga edisi terakhir turnamen. Sebanyak 35 negara peserta kemudian dibagi ke dalam tujuh grup. Masing-masing grup terdiri dari lima tim yang berasal dari lima pot berbeda. Di Grup A, Indonesia menjadi satu-satunya wakil dari Pot 1. Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja melengkapi komposisi grup. Indonesia akan menghadapi tiga negara Asia Tenggara, yakni Myanmar, Filipina, dan Kamboja. Sementara itu, Afghanistan menjadi satu-satunya lawan dari luar kawasan Asia Tenggara di Grup A. Jelang menghadapi persaingan tersebut, Timnas Indonesia U-17 tengah menjalani rangkaian persiapan. Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat skuad asuhan David Nascimento sekaligus mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Sebagai bagian dari persiapan, Indonesia sudah menjalani uji coba internasional diantaranya melawan Malaysia pada bulan Juli lalu dan Uzbekistan bulan Agustus ini. Laga uji coba internasional menjadi bagian penting dari proses pembentukan dan pematangan tim sebelum memasuki persaingan resmi. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 akan menggunakan format single round-robin. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026. Hanya juara dari masing-masing grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2027 di Uzbekistan. Tujuh juara grup tersebut akan bergabung dengan sembilan negara yang telah lebih dahulu memastikan tempat di putaran final setelah lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Kesembilan negara tersebut adalah Uzbekistan, Australia, Arab Saudi, Tajikistan, Jepang, China, Vietnam, Korea Selatan, dan Qatar.

Timnas U-17 Uji Coba Internasional Lawan Uzbekistan

Timnas Indonesia U-17

Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 yang tengah mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Skuad asuhan pelatih David Nascimento kembali menjalani dua pertandingan uji coba internasional, kali ini menghadapi Uzbekistan pada tanggal 24 dan 27 Agustus 2026. Dua laga uji coba tersebut akan berlangsung secara tertutup dan tidak disiarkan secara live di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Uji coba ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sebelum mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026 mendatang. Pada bulan Juli lalu, Timnas U-17 juga menjalani dua laga uji coba internasional melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo. Saat itu, Garuda Muda imbang 1-1 di pertandingan pertama tanggal 4 Juli dan menang 3-0 pada pertandingan kedua tanggal 7 Juli. Pelatih David Nascimento membawa komposisi 24 pemain yang terdiri dari tiga penjaga gawang, sembilan pemain belakang, enam gelandang, dan enam penyerang. Pada posisi penjaga gawang terdapat Abdillah Ishak (Persija Jakarta), Muhammad Firlo Jony Prasetyo (Persis Solo), dan Syahdan Caesar El Fadhil (ASIOP). Sektor pertahanan diisi Allekay Kaisar Ramadhan dan Pradipta Arya Zidano (Asiana Soccer School), Faiz Hikmal Kurniawan (Diklat ISA), I Gede Kayana Artha Wiguna (Bali United), Muhamad Faiz Fathurahman dan Rasya Azfar Keandra (Bimba AIUEO SS), Puma Nandhito (Persija Jakarta), Ramadhan Putra Negara (Persebaya Surabaya), serta Raka Adrian Firmansyah (Asiana Soccer School). Untuk lini tengah, David memanggil Edsel Henrian Fatih dan Valdo Putra Pratama (Persija Jakarta), Haikal Kamil Ramadhan (Asiana Soccer School), I Dewa Gede Majesta Sandhiya (Bali United), serta Melki Alvando Caussy Yatipai dan Stenly Meyanu (Papua Football Academy). Sementara itu, lini depan dihuni Chico Jericho Yaranggga (ASIOP), Dhamar Try Kusuma (Asiana Soccer School), Dolvi Theofilus Bochrit Salossa dan Yance Glen Imbiri (Papua Football Academy), serta Dzaky Muhammad Azkar dan Ichiro Akbar Al Buchori (Bhayangkara Presisi). Dua pertandingan melawan Uzbekistan tidak fokus untuk mengejar hasil akhir, namun menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana pemahaman pemain terhadap game play yang dibangun, sekaligus mengevaluasi perkembangan individu di level pertandingan internasional. Menit bermain juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter permainan berbeda, para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang dibutuhkan untuk berkembang, baik dari sisi teknis, taktis maupun mental. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 menjadi target berikutnya bagi skuad Garuda Muda. Karena itu, rangkaian uji coba internasional sejak jauh hari menjadi kesempatan untuk membangun fondasi tim sekaligus memastikan para pemain memiliki pengalaman menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan internasional. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia U-17: Penjaga Gawang Abdillah Ishak – Persija Jakarta Muhammad Firlo Jony Prasetyo – Persis Solo Syahdan Caesar El Fadhil – ASIOP Belakang Allekay Kaisar Ramadhan – Asiana Soccer School Faiz Hikmal Kurniawan – Diklat ISA I Gede Kayana Artha Wiguna – Bali United Muhamad Faiz Fathurahman – Bimba AIUEO SS Pradipta Arya Zidano – Asiana Soccer School Puma Nandhito – Persija Jakarta Ramadhan Putra Negara – Persebaya Surabaya Rasya Azfar Keandra – Bimba AIUEO SS Raka Adrian Firmansyah – Asiana Soccer School Tengah Edsel Henrian Fatih – Persija Jakarta Haikal Kamil Ramadhan – Asiana Soccer School I Dewa Gede Majesta Sandhiya – Bali United Melki Alvando Caussy Yatipai – Papua Football Academy Stenly Meyanu – Papua Football Academy Valdo Putra Pratama – Persija Jakarta Depan Chico Jericho Yaranggga – ASIOP Dhamar Try Kusuma – Asiana Soccer School Dolvi Theofilus Bochrit Salossa – Papua Football Academy Dzaky Muhammad Azkar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar Al Buchori – Bhayangkara Presisi Yance Glen Imbiri – Papua Football Academy

Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026

Timnas Putri Indonesia.

Garuda Pertiwi mengakhiri perjalanan di Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan menempati posisi runner-up. Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-1 pada partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu 23 Agustus 2026 malam. Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23 melalui situasi bola mati. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung kompetitif hingga wasit meniup peluit panjang. Garuda Pertiwi mengawali pertandingan dengan keberanian untuk bermain terbuka. Kedua tim silih berganti membangun serangan, sebelum Thailand memperoleh sejumlah peluang di area pertahanan Indonesia. Garuda Pertiwi kemudian berusaha merespons dengan membangun serangan melalui sisi sayap dan kombinasi umpan dari lini belakang. Memasuki babak kedua, Garuda Pertiwi tampil lebih tenang dan meningkatkan intensitas penguasaan bola. Permainan umpan pendek menjadi salah satu cara untuk mencari celah di antara rapatnya pertahanan Thailand. Sejumlah peluang sempat tercipta, termasuk melalui tendangan bebas Nafeeza Ayasha Nori yang masih melewati mistar gawang. Garuda Pertiwi terus memberikan tekanan hingga menit-menit akhir, tetapi skor 0-1 tetap bertahan sampai pertandingan selesai. Meski belum berhasil meraih trofi juara, perjalanan Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian penting dari proses perkembangan para pemain muda. Turnamen ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif, menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, serta menguji kemampuan mereka dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.

IWL Jadi Titik Awal Baru Sepak Bola Putri Indonesia

Indonesia Women’s League

Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sepak bola putri. Kompetisi ini dipandang sebagai pembuka ruang karier profesional dan arena memperluas talent pool. IWL dijadwalkan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Sebagai langkah awal, kompetisi diikuti enam klub dari Jabodetabek: Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa. Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai IWL sebagai momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri. Kompetisi perdana ini, menurutnya, menjadi tolok ukur baru untuk melihat kelayakan dan perkembangan pemain putri potensial. “Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Diego menilai model drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub sebagai langkah positif. Skema ini diyakini memperkuat persaingan sehat sekaligus memperluas ruang belajar pemain muda. Pemain berusia 17–18 tahun, katanya, akan mendapat pengalaman berharga melalui kompetisi dan persaingan bersama pemain senior. Dengan alokasi enam pemain tim nasional pada setiap klub, proses tumbuh bersama antara pemain berpengalaman dan pemain muda diharapkan semakin kuat. Optimisme serupa disampaikan pemain Dewa United, Safira Ika Putri. Ia memandang IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola putri untuk membangun karier di dalam negeri serta meningkatkan permainan dan kemampuan teknis. “Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira. Menurut Safira, kehadiran liga memberi dampak langsung terhadap kesiapan fisik pemain. Rangkaian persiapan hingga pertandingan akan membantu menjaga kebugaran, sementara sistem kontrak dipandang sebagai awal jaminan karier di sepak bola profesional. IWL juga membuka panggung bagi pemain muda untuk memperlihatkan bakat dan potensi. “Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,” ujar Safira. Pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, menyambut IWL dengan antusias, meski masih dalam pemulihan cedera dan berpotensi tampil pada putaran kedua. Baginya, kompetisi ini mewujudkan harapan pemain putri untuk merasakan liga profesional setelah rencana kompetisi pada 2019 terkendala pandemi pada 2020. “Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra. Zahra memandang skema drafting sebagai pilihan tepat pada tahap awal IWL. Penyebaran pemain tim nasional ke beberapa klub, dengan masing-masing tim diperkuat enam pemain tim nasional, dinilai dapat mengurangi kesenjangan kekuatan. Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan kompetisi ini untuk membuktikan kualitas serta membuka jalan karier profesional. Format terpusat dan keterlibatan enam klub diharapkan menjadi fondasi kompetisi putri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia.

Timnas U-16 Putri Tujuh Negara Siap Adu Kekuatan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan PSSI segera menyelenggarakan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8) hingga Minggu (23/8). Delapan Tim Nasional (timnas) U-16 putri dari tujuh negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri ini. Mereka ialah Indonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura dan Hong Kong, China. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran tujuh negara dalam ajang kompetitif ini menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan sepak bola putri di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Teddy berharap, turnamen tingkat internasional ini menjadi ajang pesepakbola putri belia mengukur kemampuan dan memetik pengalaman berharga menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari tiap negara. “Kami menyambut antusias para atlet dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Arab Saudi dan Yordania untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif di Kudus. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas agar setiap individu dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak dini hingga nantinya mereka memiliki bekal untuk melangkah ke level profesional. Dengan semangat juang tinggi, kami yakin akan tersaji pertandingan yang kompetitif dan menjadi inspirasi bagi pesepakbola putri muda untuk mengukir prestasi di masa mendatang,” ucap Teddy. Teddy menambahkan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, namun juga ruang untuk tumbuh bersama dalam ekosistem sepak bola putri di lingkup yang lebih luas. Dengan demikian, seluruh timnas putri U-16 yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional sesuai dengan standar penyelenggaraan tingkat internasional. “Kami ingin seluruh pemain, pelatih hingga tim official yang terlibat dalam turnamen internasional ini membawa pulang pengalaman positif. Bukan hanya karena kualitas pertandingan, tetapi juga standar penyelenggaran, fasilitas yang memadai serta keramahan dan budaya Kudus yang dirasakan sepanjang kompetisi ini berlangsung. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi kemenangan manis sekaligus memperkenalkan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” bilang Teddy. Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann: “Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan. Pada penyelenggaraanya, kami menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan yang terbaik serta fair play kepada semua tim. Pada turnamen ini, kami mencari pengalaman untuk pemain-pemain kami agar menjadi atlet yang tangguh sehingga timnas putri senior nantinya punya kualitas yang mumpuni.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa: “Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan yang terbaik. Pastinya bangga pada diri sendiri karena kembali memakai jersey Indonesia.” Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Putri Nusantara Takumi Taniguchi: “Kami sangat antusias bisa ikut dalam turnamen ini. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, para pemain telah bekerja sangat keras dan menjalani masa persiapan yang luar biasa. Kami memiliki rasa percaya diri dan akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Indonesia menerjunkan dua tim dalam kejuaraan ini, mengingat perkembangan sepak bola putri nasional sedang mengalami kemajuan pesat. Ajang ini menjadi sarana pembinaan pemain yang sangat efektif sekaligus pemanasan ideal menuju Kualifikasi AFC U-17.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary: “Saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia di turnamen ini. Alhamdulillah, persiapan tim berjalan lancar dan kami siap berikan yang terbaik di setiap pertandingan nanti.” Daftar nama skuad Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara 1. Garuda Pertiwi Goalkeepers: Alleana Ayu Arumy – Putri Tangsel City U-18 Alliya Khairun Nissa – Cipta Cendikia FA U-15 Elbian Defika Aryasatya – Goal Aksis U-15 Defenders: Raisya Novita Amalia – Mojang Priangan U-15 Jazlynn Kayla F. – Roket FC U-18 Yasmin Aprilianti – Cipta Cendikia FA U-15 Aulya Putri – Goal Aksis U-15 Shifana Rizka N. – Samba Persada Women U-18 Alika Nailah Arkana Oskar – Goal Aksis U-15 Febri Arum – Putri Tangsel City U-18 Midfielders: Nayla Aulianti – Mojang Priangan U-15 Anya Gabriella Chandra – Albion San Diego Rengganis Wijanarto – Putri JP Jakarta U-18 Della Citra Ayu Angggraeni – Spegaku Balistha U-15 Nafeeza Ayasha Nori – Mojang Priangan U-15 Kesya Arabela Manisya Niam – Arema FC Women U-15 Frederika Yikwa – SSB Mutiara Timur Lareina Ramira Savvy – Putri JP Jakarta U-18 Forwards: Diva Aulia Putri – Saswco Mojang U-18 Safa Amelia – Mojang Priangan U-18 Griselda Vivian Mariana – Samba Persada Women U-18 Jezlyn Kayla A. – Roket FC U-18 Ayla Dva Khala Ahisma – Cipta Cendikia FA U-15 Fadilla – Arema FC Women U-15 2. Putri Nusantara Goalkeepers: Naura Airish Qaisara Rifaldhi – Arema FC Women U-18 Naura Khalfani Hayfa – Akademi Persib Bandung U-15 Kyla Bethari Oliver – PSSI Provinsi Bali Defenders: Khansa Nisa Arrosid – Cipta Cendikia FA U-15 Kazumi Zalfa Arrrobi’ Nurlan – Goal Aksis U-15 Yafiqa Rahma Indrayani – Scorpion FC U-15 Racheyla Delpiula – Raga Negeri U-18 Ade Yasfa Rimba Winata – Putri Batang U-18 Aurellia Aninsya Tawaris – Putri JP Jakarta U-18 Amanda Fitriani – Goal Aksis U-15 Agisti Qori Rahmadani – Mojang Priangan U-15 Asyifa Sholawa Farizqi – Spegaku Balistha U-15 Midfielders: Indira Fatima – Goal Aksis U-15 Clarisya Putri Kurniawan Samba Persada Women U-15 Putri Neza Larasati – Samba Persada Women U-15 Lintang Anugrah Radisty – Arema FC Women U-15 Bilqis Fatima Az-Zahra – Goal Aksis U-15 Ghaida Mazaya – Cipta Cendikia FA U-15 Forwards: Oktavia Safara Putri – Arema FC Women U-18 Keyra Az-Zahra – Persib Bandung U-18 Latisha Safa Berliana – Scorpion FC U-15 Herdy Pahabol – SSB Mutiara Timur Dian Aprilia Pary – Goal Aksis U-15

Panggung Dunia Srikandi Muda! Caffino Srikandi Merdeka Cup Siap Menghentak Kudus

Tim Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara menjalani training center pada 24 Juli hingga 11 Agustus 2026 di Kudus dan Pati sebagai bagian dari pemantapan strategi, fisik, serta membangun chemistry antar pemain.

JAKARTA, 29 Juli 2026 – Panggung sepak bola putri Indonesia kembali membara! Usai sukses besar memutar roda kompetisi di level usia dini, ekosistem pembinaan sepak bola putri Tanah Air kini melangkah ke level yang jauh lebih tinggi. Turnamen bertaraf internasional Caffino Srikandi Merdeka Cup siap digelar pada 14–23 Agustus 2026 mendatang di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI, ajang bergengsi U-16 ini bakal mempertemukan tujuh negara kuat: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, hingga Arab Saudi. Bukan sekadar turnamen biasa, ajang ini menjadi puncak dari rantai pembinaan berjenjang bertajuk Women’s Soccer Trilogy 2026, setelah sebelumnya sukses menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars. Pembinaan Berjenjang: Dari Grassroots Menuju Level Internasional Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa turnamen ber-tagline “Girls, Goals, Glory” ini dirancang khusus sebagai wadah menguji mentalitas dan kemampuan talenta terbaik Indonesia di panggung internasional. Dari ribuan pesepak bola muda yang dipantau, tim pelatih berhasil menyaring 56 pemain terbaik hingga akhirnya menetapkan 46 atlet terpilih. Ke-46 Srikandi muda ini kemudian dibagi menjadi dua tim kuat untuk mewakili Merah Putih: Garuda Pertiwi yang ditukangi oleh coach Timo Scheunemann, dan Putri Nusantara di bawah arahan coach Takumi Taniguchi. “Kami sengaja menyiapkan dua tim agar semakin banyak pemain mendapatkan pengalaman bertanding internasional. Kami berharap keberhasilan Timnas Putri Senior menjuarai Piala AFF Putri 2026 menjadi penyemangat. Apalagi turnamen ini bertepatan dengan HUT ke-81 RI,” terang Teddy. Dukungan Penuh Ekosistem & PSSI Langkah nyata membangun ekosistem ini mendapat apresiasi tinggi dari PSSI dan sektor swasta. Soegiono, Business Unit Head Coffee & Confectionary Savoria, menegaskan komitmen Caffino sebagai title partner dalam mengawal lahirnya generasi pesepak bola putri yang kelak sanggup menembus panggung Piala Dunia. Di sisi lain, Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menilai turnamen ini menjadi muara strategis untuk berburu amunisi baru jelang Kualifikasi AFC U-17 2027. “Kesempatan bertanding melawan negara lain adalah pengalaman yang sangat berharga. Semakin banyak pemain yang mendapatkan menit bermain di level internasional, semakin besar pula pilihan pemain berkualitas untuk Indonesia,” jelas Vivin.   Tatap Juara di Kandang Sendiri Sejak 24 Juli hingga 11 Agustus 2026, kedua tim Indonesia tengah melakoni Training Center (TC) intensif di Kudus dan Pati. Sang juru taktik, Timo Scheunemann, mengaku optimistis dengan perkembangan pesat anak-anak asuhnya. “Seluruh atlet berkembang sangat baik selama TC. Mereka cepat menyerap materi dan punya semangat luar biasa. Bermain di kandang sendiri tentu jadi motivasi tambahan untuk berjuang meraih gelar juara,” tegas Timo. Optimisme senada diungkapkan oleh Ayla Dva Khala Ahisma, penggawa Cipta Cendikia FA sekaligus peraih gelar Best Player HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026. Alumni MilkLife Soccer Challenge ini mengaku bangga impiannya membela Merah Putih akhirnya terwujud. Peta Persaingan & Format Turnamen Berdasarkan hasil drawing pada 23 Juli lalu, 8 tim yang berpartisipasi telah terbagi ke dalam dua grup kompetitif: Grup A Grup B 🇮🇩 Garuda Pertiwi (Indonesia) 🇹🇭 Thailand 🇭🇰 Hong Kong 🇸🇬 Singapura 🇲🇾 Malaysia 🇯🇴 Yordania 🇸🇦 Arab Saudi 🇮🇩 Putri Nusantara (Indonesia)

Mitchell Baker, Pemain Timnas Pertama Hattrick saat Debut di Piala AFF

Mitchell Baker

Striker anyar Timnas Indonesia, Mitchell Baker mencatat rekor mencengangkan saat hattrick dalam laga debut di Piala AFF 2026. Debut Mitchell di Piala AFF 2026 terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Pemain jangkung itu langsung mencetak tiga gol. Trigol itulah yang menegaskan status Mitchell sebagai manusia pertama yang mencetak hattrick saat debut bersama Timnas Indonesia di Piala AFF. Belum ada pemain selain Mitchell yang membukukan tiga gol dalam debut di pesta bola Asia Tenggara. Mitch, sapaan akrab Mitchell Baker, tampil gemilang kala menggilas Kamboja. Tiga gol pemain berusia 19 tahun itu lahir dari tandukan brilian dan kejelian mencari ruang. Pemain berdarah Indonesia-Australia ini sekaligus menjawab kekosongan posisi nomor sembilan di tubuh tim Garuda. Pasalnya, kekhawatiran soal striker murni terus menggema. Itu karena Timnas Indonesia sudah lama tak punya pemain garang di lini depan selepas era Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Kehadiran Ole Romeny semula sempat menjadi angin segar. Namun nampaknya Ole lebih memainkan peran false nine layaknya striker modern saat ini. Lantas kedatangan Mitchell membawa warna baru bagi skuad Garuda. Juru latih John Herdman kini punya banyak opsi buat otak-atik taktik, terutama di lini depan. Ini selaras dengan visi jangka panjang Timnas Indonesia yang ingin bersaing di pentas dunia. Di Piala AFF 2026, Mitchell berpotensi jadi tumpuan untuk merengkuh trofi perdana. Pasalnya, sejak awal keikutsertaan Indonesia tahun 1996, tim Merah Putih belum pernah juara. Tahun ini jadi momentum krusial untuk merebut trofi tersebut. Harapannya, Herdman bisa memanfaatkan kualitas Mitchell yang mematikan di depan gawang lawan. Usai sempurna hadapi Kamboja, Mitchell dan kolega bersiap menatap tiga laga lanjutan Grup A. Timor Leste, Vietnam, dan Singapura sudah menanti untuk menguji kualitas Garuda.

Hasil Drawing Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Official drawing Srikandi Merdeka Cup 2026 telah digelar di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026, sebagai penanda dimulainya persaingan turnamen sepak bola putri internasional kelompok usia U-16 yang akan berlangsung di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 14-23 Agustus 2026 mendatang. Hasil undian menempatkan Garuda Pertiwi di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi. Sementara Putri Nusantara, tim Indonesia lainnya, tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania. Srikandi Merdeka Cup menjadi turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Nantinya, turnamen akan menggunakan format dua grup yang masing-masing dihuni empat tim. Juara dan runner-up dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal, sebelum memperebutkan gelar juara di partai final. Selain trofi juara, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan bagi tim peringkat kedua, ketiga, dan tim fair play. Sementara pada kategori individu, penghargaan akan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen. Bagi Indonesia, Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women’s Asian Cup 2027. Dua tim Indonesia akan ditangani oleh Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi, sekaligus menjadi ajang pemantauan pemain untuk memperkuat Timnas Putri U-17 Indonesia. Sebagai informasi, Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen hasil kolaborasi PSSI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi bagian dari rangkaian Trilogy pembinaan sepak bola putri bersama MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer. Berikut pembagian grup Srikandi Merdeka Cup 2026: Grup A: Garuda Pertiwi (Indonesia) Hong Kong Malaysia Arab Saudi Grup B: Thailand Singapura Yordania Putri Nusantara (Indonesia)

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation Hadirkan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation akan menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen kelompok usia U-16 ini akan berlangsung pada tanggal 14 hingga 23 Agustus 2026 di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Turnamen ini diikuti tujuh negara, Indonesia akan mengirimkan dua tim dengan nama Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Enam tim lainnya yakni Malaysia, Thailand, Hongkong, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Sungkono Cahyani mengapresiasi gelaran Srikandi Merdeka Cup 2026. Apalagi turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. “Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen ini penting bagi Timnas Putri untuk mendapat pengalaman bertanding internasional sebelum mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027,” kata Vivin Sungkono. “Untuk pelatih dua tim Indonesia yakni coach Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi. Dua tim ini kita berharap mempunyai kekuatan dan materi pemain yang seimbang, karena ajang ini sebagai talent scouting untuk Timnas U-17 Putri mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027 mendatang,” tambah Vivin. Srikandi Merdeka Cup 2026 rencananya akan mempunyai maskot yang bernama Kandi, berasal dari nama Srikandi yang notabene mewakili pendekar wanita legendaris dalam pewayangan. Untuk drawing pembagian grup akan dilakukan pada Kamis (23/7) mendatang secara online. Format turnamen, delapan tim akan dibagi menjadi dua grup, setelah itu juara dan runner up masing-masing grup melaju ke semifinal, dan pemenang laga semifinal berjumpa di laga final. Selain itu, kategori penghargaan tim, selain juara yakni runner up dan peringkat tiga turnamen ini. Selain itu ada kategori pemain terbaik, top skor, dan kiper terbaik. Srikandi Merdeka Cup 2026 juga rangkaian Trilogy dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars pada tahun ini. Nantinya bakat-bakat terbaik dipilih dari HYDROPLUS Soccer League All Stars untuk mewakili Team Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara mewakili Timnas Putri Indonesia. Ini menjadi bukti nyata bahwa adanya pipeline berjenjang sepak bola putri di level grassroots menuju level elite. Namun, tidak menutup juga adanya bakat bakat lain diluar pemain HYDROPLUS Soccer League yang terpantau dan terpilih mewakilkan Indonesia.

Akademi Persib Cimahi Runner-up Gothia Cup 2026, Putri Tangsel City Torehkan Sejarah untuk Sepak Bola Putri Indonesia

Tim Akademi Persib Cimahi saat tampil di Gothia Cup 2026. (Akademi Persib Cimahi)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda Indonesia di panggung internasional. Dua wakil Tanah Air, Akademi Persib Cimahi (APC) dan Putri Tangsel City FC, sukses menunjukkan kualitas pembinaan sepak bola usia muda Indonesia pada ajang Gothia Cup 2026 di Gothenburg, Swedia. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, pencapaian kedua tim menjadi bukti bahwa pembinaan pemain muda Indonesia semakin kompetitif di level dunia. Akademi Persib Cimahi Kembali Tembus Final Akademi Persib Cimahi tampil luar biasa sepanjang turnamen kategori U-13 Boys. Tim asal Jawa Barat tersebut menyapu bersih fase grup hingga babak semifinal dengan performa yang impresif. Dalam perjalanan menuju partai puncak, APC berhasil mengalahkan sejumlah tim dari Swedia, Bulgaria, Kepulauan Cayman, hingga Meksiko. Produktivitas gol mereka pun menjadi salah satu yang terbaik sepanjang kompetisi. Namun, pada laga final, langkah APC harus terhenti setelah takluk dari Selection Elite asal Prancis. Hasil tersebut membuat Akademi Persib Cimahi mengakhiri Gothia Cup 2026 sebagai runner-up, sekaligus mempertahankan reputasi sebagai salah satu akademi terbaik Indonesia di level internasional. Putri Tangsel City Cetak Sejarah Sementara itu, pencapaian tak kalah membanggakan datang dari Putri Tangsel City FC yang tampil di kategori U-15 Girls. Tim asal Tangerang Selatan tersebut berhasil mencatat sejarah sebagai tim putri Indonesia pertama yang mampu lolos ke babak Play-off Gothia Cup. Pada fase grup, Putri Tangsel City membukukan dua kemenangan dan satu kekalahan sehingga berhak melaju ke babak gugur. Perjalanan mereka akhirnya dihentikan oleh wakil Spanyol, Groseko FSA, pada babak Play-off A (32 Besar). Meski langkah mereka terhenti, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia di tingkat internasional. Bukti Pembinaan Sepak Bola Indonesia Semakin Berkembang Keikutsertaan dua akademi Indonesia di Gothia Cup 2026 memperlihatkan hasil positif dari investasi jangka panjang dalam pembinaan usia dini. Bersaing dengan ratusan akademi dari berbagai negara bukanlah perkara mudah. Namun APC mampu melaju hingga final, sementara Putri Tangsel City berhasil menciptakan sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi akademi-akademi lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, kompetisi, serta pengembangan pemain sejak usia muda. Dengan semakin banyaknya pengalaman internasional yang diperoleh para pemain muda, peluang Indonesia melahirkan pesepak bola berkualitas yang mampu bersaing di level dunia pun semakin terbuka. Hasil Terbaik Wakil Indonesia di Gothia Cup 2026 Akademi Persib Cimahi (U-13 Boys) Runner-up Gothia Cup 2026 Menembus final setelah melalui enam kemenangan beruntun sebelum partai puncak. Putri Tangsel City FC (U-15 Girls) Tim putri Indonesia pertama yang lolos ke babak play-off Gothia Cup. Mengakhiri turnamen di babak Play-off A (32 Besar) setelah tampil kompetitif sepanjang fase grup.

Pertamina Kembali Gelar MyPertamina Futsal Competition 2026

MyPertamina Futsal Competition 2026

PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali menggelar MyPertamina Futsal Competition 2026 sebagai wadah pembinaan atlet muda Papua. Kompetisi yang diikuti 16 tim SMA dari Jayapura dan sekitarnya itu berlangsung di GOR Cenderawasih pada 23–25 Juli 2026. Dalam rilis Pertamina, Jumat 24 Juli 2026, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Weddy Surya Windrawan, mengatakan kompetisi ini bertujuan memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, sportivitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan melalui olahraga futsal. “Dengan digelarnya kompetisi ini tentu kami berharap Pertamina dapat berkontribusi positif sebagai wadah pengembangan potensi, sportivitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan bagi anak-anak muda Papua dalam menyalurkan bakat di dunia olahraga khususnya futsal,” ujar Weddy. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari kompetisi sebelumnya yang berhasil melahirkan dua pemain Tim Nasional Futsal Indonesia U-17, yakni Hetson Mesi Sirait dan Ardio Febrian Dwi Putra dari SMAN 4 Jayapura. “Kami sangat bangga melihat Hetson dan Ardio dipanggil memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia U-17 pada ajang Futsal Series U-17 Go to Spain 2026. Keberhasilan keduanya membuktikan bahwa MyPertamina Futsal Competition dapat menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus menjaring bibit atlet futsal Papua yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, MyPertamina Futsal Competition 2026 juga melibatkan 11 pelaku UMKM lokal yang menawarkan kuliner dan kerajinan khas Papua selama kegiatan berlangsung. “Kami ingin kompetisi ini juga memberikan manfaat bagi pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan aktif UMKM. Kehadiran penonton diharapkan turut meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal,” ucap Weddy. Selama penyelenggaraan, peserta dan pengunjung juga dapat memanfaatkan berbagai layanan dan promosi yang terintegrasi melalui aplikasi MyPertamina.

Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2026

Pau Cubarsi

Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik (Young Player Award/Golden Boy) Piala Dunia 2026. Ia menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain terbaik berusia maksimal 21 tahun. Dan bek Barcelona itu dinilai tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Mengalahkan rekan senegaranya, Lamine Yamal. Pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Pau Cubarsi tampil layaknya bek senior. Ia menjadi pilihan utama Luis de la Fuente di jantung pertahanan dan hampir tidak tergantikan sepanjang turnamen. Ketenangannya dalam membaca permainan, kemampuan memutus serangan lawan, serta kualitas distribusi bola membuat lini belakang Spanyol tampil sangat solid. Performa terbaiknya kembali terlihat pada laga final melawan Argentina. Cubarsí sukses meredam pergerakan lini depan lawan, termasuk membantu membatasi pengaruh Lionel Messi. Ia juga memaksa Enzo Fernandez melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua. Membuat Argentina bermain dengan 10 orang pada fase krusial pertandingan. Dalam ulasan pascalaga, The Guardian menyebut Cubarsí tampil tenang setelah sempat mendapat tekanan di awal laga dan mampu menjadi bagian penting dari pertahanan Spanyol yang akhirnya membawa pulang trofi juara. Penghargaan yang diraih Cubarsí bukan hanya didasarkan pada penampilannya di final. Melainkan konsistensi sepanjang Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak Juni lalu. Menjelang partai puncak, sejumlah media bahkan menyebut persaingan Pemain Muda Terbaik hanya mengerucut kepada dua pemain Spanyol: yakni Lamine Yamal dan Pau Cubarsí. Yamal lebih sering menjadi sorotan karena aksinya di lini depan. Namun, Cubarsí dinilai memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap keseimbangan permainan tim. New York Post bahkan menilai Cubarsí sebagai salah satu pemain paling konsisten di turnamen. Bek muda tersebut menjadi starter di setiap pertandingan, dan menjadi fondasi pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi. Kemampuannya membaca permainan dan tetap tenang menghadapi penyerang kelas dunia membuatnya dianggap melampaui usianya. Penilaian serupa datang dari Bavarian Football Works. Media Jerman itu memberikan julukan “Der Kaiser” kepada Cubarsí setelah final. Mereka menyoroti enam sapuan serta akurasi umpannya yang mencapai 96 persen saat menghadapi Argentina. Statistik itu menunjukkan bahwa Cubarsí bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga berperan besar saat Spanyol membangun serangan dari lini belakang. Keberhasilan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik semakin menegaskan status Cubarsí sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di dunia. Di usianya yang masih 19 tahun, cowok kelahiran 22 Januari 2007 itu sudah menjadi pilar Barcelona. Dan kini berhasil mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, Cubarsí berpeluang menjadi pemimpin baru lini belakang La Roja dalam satu dekade mendatang.

Luke Vickery Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Luke Anthony Vickery

Luke Anthony Vickery resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, pada Kamis 16 Juli 2026. Prosesi yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas. Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh dan sejumlah staf dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dengan rampungnya proses pengambilan sumpah, Luke resmi menjadi Warga Negara Indonesia dan selanjutnya dapat melanjutkan tahapan administrasi yang diperlukan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia sesuai regulasi yang berlaku. Bergabungnya Luke menjadi bagian dari Indonesia menambah opsi bagi skuad Garuda di sektor sayap. Pemain yang lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005 itu saat ini masih berusia 20 tahun, sebuah usia yang menandai awal perjalanan karier profesionalnya sekaligus membuka peluang pengembangan jangka panjang bersama tim nasional. Luke saat ini memperkuat klub A-League Men, Macarthur FC, setelah bergabung pada September 2025. Berposisi sebagai winger kanan maupun kiri, ia dikenal memiliki kecepatan, kemampuan membawa bola dalam situasi satu lawan satu, serta fleksibilitas taktik yang memungkinkannya bermain di beberapa peran dalam lini serang. Pada musim 2025/2026, Luke tampil dalam 30 pertandingan di seluruh kompetisi bersama Macarthur FC dengan catatan tujuh gol dan tiga assist. Kontribusi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan positifnya sebagai pemain muda yang mulai mendapatkan kepercayaan tampil secara reguler di level profesional. Sebelum memperkuat Macarthur FC, Luke mengawali karier profesionalnya bersama Western United. Pada tahun 2024, ketika berusia 18 tahun, ia menembus tim utama setelah berkembang melalui akademi klub dan menandatangani kontrak profesional pertamanya. Setahun kemudian, pada 2025 di usia 19 tahun, ia mencetak gol perdana di kompetisi profesional saat menghadapi Central Coast Mariners, sekaligus menjadi sebuah momen penting dalam perjalanan kariernya. Di level internasional, Luke sebelumnya pernah membela Australia U-19 pada ASEAN U-19 Boys Championship 2024 yang berlangsung di Surabaya. Saat itu, pada usia 18 tahun, ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil mengakhiri turnamen di peringkat ketiga. Sebagai informasi, Luke memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu. Neneknya, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara, sehingga memberikan dasar hukum baginya untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemenpora Lepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda ke AFC Vietnam Hanoi International 2026

Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. Pelepasan ini dari Kemenpora diwakili Perencana Ahli Madya, Ambar Basuki, di Kemenpora, Senin (15/6). Diharap, 24 pemain yang akan bertanding bisa meraih prestasi maksimal. “Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan. Kita melepas putra terbaik bangsa yang telah melalui proses pembinaan, seleksi, dan persiapan yang panjang untuk membawa nama Indonesia di ajang sepak bola pelajar tingkat internasional,” ujarnya. Dia mengatakan, keikutsertaan Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan menjadi representasi semangat, karakter, disiplin, dan masa depan sepak bola Tanah Air. Menurutnya, para pemain yang tergabung merupakan duta bangsa yang akan menunjukkan kualitas, bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing, dan sportivitas yang tinggi. Dijelaskan, proses pembinaan sepak bola usia muda, kemenangan bukanlah satu-satunya target yang harus dicapai. Pengalaman bertanding di panggung internasional dinilai jauh lebih penting sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan karakter atlet. “Kami berharap para atlet mampu menunjukkan karakter sebagai pelajar dan atlet Indonesia yang berintegritas, disiplin, tangguh, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa,” terangnya. Dia juga mengajak seluruh pemain untuk bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Setiap pertandingan diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk terus belajar, berkembang, dan mengharumkan nama Indonesia. Disampaikan, Kemenpora akan terus berkomitmen mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Hal tersebut sebagai bagian dari pembangunan prestasi olahraga nasional. Investasi pada generasi muda saat ini diyakini akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berprestasi di tingkat dunia pada masa mendatang. “Pengalaman bertanding di Vietnam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, wawasan internasional, serta memperkuat karakter para atlet sebagai calon pemain masa depan Indonesia,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah bekerja keras membina para atlet muda, serta mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas dukungan dan doa yang diberikan kepada para atlet. Lebih lanjut, dia berpesan kepada seluruh anggota tim agar bertanding dengan penuh semangat, bermain dengan rasa bangga, dan membawa kehormatan bagi Merah Putih. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia dalam rangka AFC Vietnam Hanoi International 2026 secara resmi saya lepas untuk mengikuti pertandingan. Selamat bertanding, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.