Mitchell Baker, Pemain Timnas Pertama Hattrick saat Debut di Piala AFF

Mitchell Baker

Striker anyar Timnas Indonesia, Mitchell Baker mencatat rekor mencengangkan saat hattrick dalam laga debut di Piala AFF 2026. Debut Mitchell di Piala AFF 2026 terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Pemain jangkung itu langsung mencetak tiga gol. Trigol itulah yang menegaskan status Mitchell sebagai manusia pertama yang mencetak hattrick saat debut bersama Timnas Indonesia di Piala AFF. Belum ada pemain selain Mitchell yang membukukan tiga gol dalam debut di pesta bola Asia Tenggara. Mitch, sapaan akrab Mitchell Baker, tampil gemilang kala menggilas Kamboja. Tiga gol pemain berusia 19 tahun itu lahir dari tandukan brilian dan kejelian mencari ruang. Pemain berdarah Indonesia-Australia ini sekaligus menjawab kekosongan posisi nomor sembilan di tubuh tim Garuda. Pasalnya, kekhawatiran soal striker murni terus menggema. Itu karena Timnas Indonesia sudah lama tak punya pemain garang di lini depan selepas era Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Kehadiran Ole Romeny semula sempat menjadi angin segar. Namun nampaknya Ole lebih memainkan peran false nine layaknya striker modern saat ini. Lantas kedatangan Mitchell membawa warna baru bagi skuad Garuda. Juru latih John Herdman kini punya banyak opsi buat otak-atik taktik, terutama di lini depan. Ini selaras dengan visi jangka panjang Timnas Indonesia yang ingin bersaing di pentas dunia. Di Piala AFF 2026, Mitchell berpotensi jadi tumpuan untuk merengkuh trofi perdana. Pasalnya, sejak awal keikutsertaan Indonesia tahun 1996, tim Merah Putih belum pernah juara. Tahun ini jadi momentum krusial untuk merebut trofi tersebut. Harapannya, Herdman bisa memanfaatkan kualitas Mitchell yang mematikan di depan gawang lawan. Usai sempurna hadapi Kamboja, Mitchell dan kolega bersiap menatap tiga laga lanjutan Grup A. Timor Leste, Vietnam, dan Singapura sudah menanti untuk menguji kualitas Garuda.

Hasil Drawing Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Official drawing Srikandi Merdeka Cup 2026 telah digelar di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026, sebagai penanda dimulainya persaingan turnamen sepak bola putri internasional kelompok usia U-16 yang akan berlangsung di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 14-23 Agustus 2026 mendatang. Hasil undian menempatkan Garuda Pertiwi di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi. Sementara Putri Nusantara, tim Indonesia lainnya, tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania. Srikandi Merdeka Cup menjadi turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Nantinya, turnamen akan menggunakan format dua grup yang masing-masing dihuni empat tim. Juara dan runner-up dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal, sebelum memperebutkan gelar juara di partai final. Selain trofi juara, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan bagi tim peringkat kedua, ketiga, dan tim fair play. Sementara pada kategori individu, penghargaan akan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen. Bagi Indonesia, Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women’s Asian Cup 2027. Dua tim Indonesia akan ditangani oleh Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi, sekaligus menjadi ajang pemantauan pemain untuk memperkuat Timnas Putri U-17 Indonesia. Sebagai informasi, Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen hasil kolaborasi PSSI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi bagian dari rangkaian Trilogy pembinaan sepak bola putri bersama MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer. Berikut pembagian grup Srikandi Merdeka Cup 2026: Grup A: Garuda Pertiwi (Indonesia) Hong Kong Malaysia Arab Saudi Grup B: Thailand Singapura Yordania Putri Nusantara (Indonesia)

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation Hadirkan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation akan menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen kelompok usia U-16 ini akan berlangsung pada tanggal 14 hingga 23 Agustus 2026 di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Turnamen ini diikuti tujuh negara, Indonesia akan mengirimkan dua tim dengan nama Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Enam tim lainnya yakni Malaysia, Thailand, Hongkong, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Sungkono Cahyani mengapresiasi gelaran Srikandi Merdeka Cup 2026. Apalagi turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. “Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen ini penting bagi Timnas Putri untuk mendapat pengalaman bertanding internasional sebelum mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027,” kata Vivin Sungkono. “Untuk pelatih dua tim Indonesia yakni coach Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi. Dua tim ini kita berharap mempunyai kekuatan dan materi pemain yang seimbang, karena ajang ini sebagai talent scouting untuk Timnas U-17 Putri mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027 mendatang,” tambah Vivin. Srikandi Merdeka Cup 2026 rencananya akan mempunyai maskot yang bernama Kandi, berasal dari nama Srikandi yang notabene mewakili pendekar wanita legendaris dalam pewayangan. Untuk drawing pembagian grup akan dilakukan pada Kamis (23/7) mendatang secara online. Format turnamen, delapan tim akan dibagi menjadi dua grup, setelah itu juara dan runner up masing-masing grup melaju ke semifinal, dan pemenang laga semifinal berjumpa di laga final. Selain itu, kategori penghargaan tim, selain juara yakni runner up dan peringkat tiga turnamen ini. Selain itu ada kategori pemain terbaik, top skor, dan kiper terbaik. Srikandi Merdeka Cup 2026 juga rangkaian Trilogy dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars pada tahun ini. Nantinya bakat-bakat terbaik dipilih dari HYDROPLUS Soccer League All Stars untuk mewakili Team Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara mewakili Timnas Putri Indonesia. Ini menjadi bukti nyata bahwa adanya pipeline berjenjang sepak bola putri di level grassroots menuju level elite. Namun, tidak menutup juga adanya bakat bakat lain diluar pemain HYDROPLUS Soccer League yang terpantau dan terpilih mewakilkan Indonesia.

Akademi Persib Cimahi Runner-up Gothia Cup 2026, Putri Tangsel City Torehkan Sejarah untuk Sepak Bola Putri Indonesia

Tim Akademi Persib Cimahi saat tampil di Gothia Cup 2026. (Akademi Persib Cimahi)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda Indonesia di panggung internasional. Dua wakil Tanah Air, Akademi Persib Cimahi (APC) dan Putri Tangsel City FC, sukses menunjukkan kualitas pembinaan sepak bola usia muda Indonesia pada ajang Gothia Cup 2026 di Gothenburg, Swedia. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, pencapaian kedua tim menjadi bukti bahwa pembinaan pemain muda Indonesia semakin kompetitif di level dunia. Akademi Persib Cimahi Kembali Tembus Final Akademi Persib Cimahi tampil luar biasa sepanjang turnamen kategori U-13 Boys. Tim asal Jawa Barat tersebut menyapu bersih fase grup hingga babak semifinal dengan performa yang impresif. Dalam perjalanan menuju partai puncak, APC berhasil mengalahkan sejumlah tim dari Swedia, Bulgaria, Kepulauan Cayman, hingga Meksiko. Produktivitas gol mereka pun menjadi salah satu yang terbaik sepanjang kompetisi. Namun, pada laga final, langkah APC harus terhenti setelah takluk dari Selection Elite asal Prancis. Hasil tersebut membuat Akademi Persib Cimahi mengakhiri Gothia Cup 2026 sebagai runner-up, sekaligus mempertahankan reputasi sebagai salah satu akademi terbaik Indonesia di level internasional. Putri Tangsel City Cetak Sejarah Sementara itu, pencapaian tak kalah membanggakan datang dari Putri Tangsel City FC yang tampil di kategori U-15 Girls. Tim asal Tangerang Selatan tersebut berhasil mencatat sejarah sebagai tim putri Indonesia pertama yang mampu lolos ke babak Play-off Gothia Cup. Pada fase grup, Putri Tangsel City membukukan dua kemenangan dan satu kekalahan sehingga berhak melaju ke babak gugur. Perjalanan mereka akhirnya dihentikan oleh wakil Spanyol, Groseko FSA, pada babak Play-off A (32 Besar). Meski langkah mereka terhenti, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia di tingkat internasional. Bukti Pembinaan Sepak Bola Indonesia Semakin Berkembang Keikutsertaan dua akademi Indonesia di Gothia Cup 2026 memperlihatkan hasil positif dari investasi jangka panjang dalam pembinaan usia dini. Bersaing dengan ratusan akademi dari berbagai negara bukanlah perkara mudah. Namun APC mampu melaju hingga final, sementara Putri Tangsel City berhasil menciptakan sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi akademi-akademi lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, kompetisi, serta pengembangan pemain sejak usia muda. Dengan semakin banyaknya pengalaman internasional yang diperoleh para pemain muda, peluang Indonesia melahirkan pesepak bola berkualitas yang mampu bersaing di level dunia pun semakin terbuka. Hasil Terbaik Wakil Indonesia di Gothia Cup 2026 Akademi Persib Cimahi (U-13 Boys) Runner-up Gothia Cup 2026 Menembus final setelah melalui enam kemenangan beruntun sebelum partai puncak. Putri Tangsel City FC (U-15 Girls) Tim putri Indonesia pertama yang lolos ke babak play-off Gothia Cup. Mengakhiri turnamen di babak Play-off A (32 Besar) setelah tampil kompetitif sepanjang fase grup.

Pertamina Kembali Gelar MyPertamina Futsal Competition 2026

MyPertamina Futsal Competition 2026

PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali menggelar MyPertamina Futsal Competition 2026 sebagai wadah pembinaan atlet muda Papua. Kompetisi yang diikuti 16 tim SMA dari Jayapura dan sekitarnya itu berlangsung di GOR Cenderawasih pada 23–25 Juli 2026. Dalam rilis Pertamina, Jumat 24 Juli 2026, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Weddy Surya Windrawan, mengatakan kompetisi ini bertujuan memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, sportivitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan melalui olahraga futsal. “Dengan digelarnya kompetisi ini tentu kami berharap Pertamina dapat berkontribusi positif sebagai wadah pengembangan potensi, sportivitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan bagi anak-anak muda Papua dalam menyalurkan bakat di dunia olahraga khususnya futsal,” ujar Weddy. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari kompetisi sebelumnya yang berhasil melahirkan dua pemain Tim Nasional Futsal Indonesia U-17, yakni Hetson Mesi Sirait dan Ardio Febrian Dwi Putra dari SMAN 4 Jayapura. “Kami sangat bangga melihat Hetson dan Ardio dipanggil memperkuat Tim Nasional Futsal Indonesia U-17 pada ajang Futsal Series U-17 Go to Spain 2026. Keberhasilan keduanya membuktikan bahwa MyPertamina Futsal Competition dapat menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus menjaring bibit atlet futsal Papua yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, MyPertamina Futsal Competition 2026 juga melibatkan 11 pelaku UMKM lokal yang menawarkan kuliner dan kerajinan khas Papua selama kegiatan berlangsung. “Kami ingin kompetisi ini juga memberikan manfaat bagi pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelibatan aktif UMKM. Kehadiran penonton diharapkan turut meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal,” ucap Weddy. Selama penyelenggaraan, peserta dan pengunjung juga dapat memanfaatkan berbagai layanan dan promosi yang terintegrasi melalui aplikasi MyPertamina.

Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2026

Pau Cubarsi

Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik (Young Player Award/Golden Boy) Piala Dunia 2026. Ia menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain terbaik berusia maksimal 21 tahun. Dan bek Barcelona itu dinilai tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Mengalahkan rekan senegaranya, Lamine Yamal. Pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Pau Cubarsi tampil layaknya bek senior. Ia menjadi pilihan utama Luis de la Fuente di jantung pertahanan dan hampir tidak tergantikan sepanjang turnamen. Ketenangannya dalam membaca permainan, kemampuan memutus serangan lawan, serta kualitas distribusi bola membuat lini belakang Spanyol tampil sangat solid. Performa terbaiknya kembali terlihat pada laga final melawan Argentina. Cubarsí sukses meredam pergerakan lini depan lawan, termasuk membantu membatasi pengaruh Lionel Messi. Ia juga memaksa Enzo Fernandez melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua. Membuat Argentina bermain dengan 10 orang pada fase krusial pertandingan. Dalam ulasan pascalaga, The Guardian menyebut Cubarsí tampil tenang setelah sempat mendapat tekanan di awal laga dan mampu menjadi bagian penting dari pertahanan Spanyol yang akhirnya membawa pulang trofi juara. Penghargaan yang diraih Cubarsí bukan hanya didasarkan pada penampilannya di final. Melainkan konsistensi sepanjang Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak Juni lalu. Menjelang partai puncak, sejumlah media bahkan menyebut persaingan Pemain Muda Terbaik hanya mengerucut kepada dua pemain Spanyol: yakni Lamine Yamal dan Pau Cubarsí. Yamal lebih sering menjadi sorotan karena aksinya di lini depan. Namun, Cubarsí dinilai memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap keseimbangan permainan tim. New York Post bahkan menilai Cubarsí sebagai salah satu pemain paling konsisten di turnamen. Bek muda tersebut menjadi starter di setiap pertandingan, dan menjadi fondasi pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi. Kemampuannya membaca permainan dan tetap tenang menghadapi penyerang kelas dunia membuatnya dianggap melampaui usianya. Penilaian serupa datang dari Bavarian Football Works. Media Jerman itu memberikan julukan “Der Kaiser” kepada Cubarsí setelah final. Mereka menyoroti enam sapuan serta akurasi umpannya yang mencapai 96 persen saat menghadapi Argentina. Statistik itu menunjukkan bahwa Cubarsí bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga berperan besar saat Spanyol membangun serangan dari lini belakang. Keberhasilan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik semakin menegaskan status Cubarsí sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di dunia. Di usianya yang masih 19 tahun, cowok kelahiran 22 Januari 2007 itu sudah menjadi pilar Barcelona. Dan kini berhasil mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, Cubarsí berpeluang menjadi pemimpin baru lini belakang La Roja dalam satu dekade mendatang.

Luke Vickery Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Luke Anthony Vickery

Luke Anthony Vickery resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, pada Kamis 16 Juli 2026. Prosesi yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas. Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh dan sejumlah staf dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dengan rampungnya proses pengambilan sumpah, Luke resmi menjadi Warga Negara Indonesia dan selanjutnya dapat melanjutkan tahapan administrasi yang diperlukan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia sesuai regulasi yang berlaku. Bergabungnya Luke menjadi bagian dari Indonesia menambah opsi bagi skuad Garuda di sektor sayap. Pemain yang lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005 itu saat ini masih berusia 20 tahun, sebuah usia yang menandai awal perjalanan karier profesionalnya sekaligus membuka peluang pengembangan jangka panjang bersama tim nasional. Luke saat ini memperkuat klub A-League Men, Macarthur FC, setelah bergabung pada September 2025. Berposisi sebagai winger kanan maupun kiri, ia dikenal memiliki kecepatan, kemampuan membawa bola dalam situasi satu lawan satu, serta fleksibilitas taktik yang memungkinkannya bermain di beberapa peran dalam lini serang. Pada musim 2025/2026, Luke tampil dalam 30 pertandingan di seluruh kompetisi bersama Macarthur FC dengan catatan tujuh gol dan tiga assist. Kontribusi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan positifnya sebagai pemain muda yang mulai mendapatkan kepercayaan tampil secara reguler di level profesional. Sebelum memperkuat Macarthur FC, Luke mengawali karier profesionalnya bersama Western United. Pada tahun 2024, ketika berusia 18 tahun, ia menembus tim utama setelah berkembang melalui akademi klub dan menandatangani kontrak profesional pertamanya. Setahun kemudian, pada 2025 di usia 19 tahun, ia mencetak gol perdana di kompetisi profesional saat menghadapi Central Coast Mariners, sekaligus menjadi sebuah momen penting dalam perjalanan kariernya. Di level internasional, Luke sebelumnya pernah membela Australia U-19 pada ASEAN U-19 Boys Championship 2024 yang berlangsung di Surabaya. Saat itu, pada usia 18 tahun, ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil mengakhiri turnamen di peringkat ketiga. Sebagai informasi, Luke memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu. Neneknya, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara, sehingga memberikan dasar hukum baginya untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemenpora Lepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda ke AFC Vietnam Hanoi International 2026

Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. Pelepasan ini dari Kemenpora diwakili Perencana Ahli Madya, Ambar Basuki, di Kemenpora, Senin (15/6). Diharap, 24 pemain yang akan bertanding bisa meraih prestasi maksimal. “Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan. Kita melepas putra terbaik bangsa yang telah melalui proses pembinaan, seleksi, dan persiapan yang panjang untuk membawa nama Indonesia di ajang sepak bola pelajar tingkat internasional,” ujarnya. Dia mengatakan, keikutsertaan Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan menjadi representasi semangat, karakter, disiplin, dan masa depan sepak bola Tanah Air. Menurutnya, para pemain yang tergabung merupakan duta bangsa yang akan menunjukkan kualitas, bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing, dan sportivitas yang tinggi. Dijelaskan, proses pembinaan sepak bola usia muda, kemenangan bukanlah satu-satunya target yang harus dicapai. Pengalaman bertanding di panggung internasional dinilai jauh lebih penting sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan karakter atlet. “Kami berharap para atlet mampu menunjukkan karakter sebagai pelajar dan atlet Indonesia yang berintegritas, disiplin, tangguh, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa,” terangnya. Dia juga mengajak seluruh pemain untuk bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Setiap pertandingan diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk terus belajar, berkembang, dan mengharumkan nama Indonesia. Disampaikan, Kemenpora akan terus berkomitmen mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Hal tersebut sebagai bagian dari pembangunan prestasi olahraga nasional. Investasi pada generasi muda saat ini diyakini akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berprestasi di tingkat dunia pada masa mendatang. “Pengalaman bertanding di Vietnam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, wawasan internasional, serta memperkuat karakter para atlet sebagai calon pemain masa depan Indonesia,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah bekerja keras membina para atlet muda, serta mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas dukungan dan doa yang diberikan kepada para atlet. Lebih lanjut, dia berpesan kepada seluruh anggota tim agar bertanding dengan penuh semangat, bermain dengan rasa bangga, dan membawa kehormatan bagi Merah Putih. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia dalam rangka AFC Vietnam Hanoi International 2026 secara resmi saya lepas untuk mengikuti pertandingan. Selamat bertanding, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.

Piala AFF U19: Garuda Muda Kandas di Semifinal

ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026

Timnas Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-1 pada laga semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis 11 Juni 2026 malam. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil berhati-hati sambil berupaya menemukan celah di lini pertahanan lawan. Sepuluh menit pertama berlangsung cukup seimbang dengan Indonesia dan Australia saling berebut penguasaan bola di area tengah lapangan. Indonesia mencoba menciptakan peluang melalui berbagai skema serangan. Pada menit ke-19, Fabio Azkairawan melepaskan lemparan jauh ke dalam kotak penalti Australia. Namun, upaya tersebut belum mampu membahayakan gawang lawan dan hanya menghasilkan tendangan gawang. Peluang emas Indonesia di babak pertama hadir pada menit ke-27. Arkhan Kaka menyambut bola dengan tendangan voli dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Australia beberapa kali memberikan ancaman melalui kecepatan Amlani Tatu. Meski demikian, lini belakang Indonesia yang dikawal I Putu Panji Apriawan dan kolega mampu meredam sejumlah serangan lawan dengan baik. Pada menit ke-30, Australia memperoleh peluang melalui tendangan mendatar Lawrence Wong. Kiper Dafa Al Gasemi tampil sigap untuk mengamankan bola dan menjaga gawang Indonesia tetap aman. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Indonesia dan Australia sama-sama tampil lebih agresif untuk mencari gol pembuka. Menit ke-54, Arkhan Kaka memperlihatkan aksi individu yang impresif dengan melewati pemain lawan sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun, bola hasil sepakannya masih menyamping tipis. Australia kemudian mendapatkan peluang melalui sundulan Marcus Neill. Beruntung bagi Indonesia, peluang tersebut masih dapat digagalkan sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. Pelatih Nova Arianto melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya serang. Salah satu peluang terbaik Indonesia tercipta pada menit ke-80. Amar Brkic mengirim umpan cutback dari sisi kanan yang disambut Dimas Adi dengan sepakan first time. Sayangnya, bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Australia. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Australia berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-89. Marcus Neill lolos dari jebakan offside dan mencetak gol setelah situasi tersebut ditinjau melalui VAR. Gol tersebut membuat Australia unggul 1-0. Indonesia berusaha memberikan respons pada sisa waktu pertandingan dengan terus menekan pertahanan Australia. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Hasil ini membuat Garuda Muda akan melanjutkan perjuangannya di laga perebutan tempat ketiga. Pada pertandingan berikutnya, tim asuhan Nova Arianto dijadwalkan menghadapi Kamboja untuk memperebutkan posisi ketiga ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utama, Sabtu 13 Juni 2026 mendatang.

Raih Dua Kemenangan Beruntun, Peringkat Timnas Indonesia Melonjak

Tim Nasional Indonesia menutup rangkaian FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil impresif setelah meraih dua kemenangan atas Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Hasil positif tersebut membawa skuad Garuda berhasil naik peringkat ke posisi 118 dunia FIFA. Tambahan poin ini juga semakin mendekatkan Indonesia ke target menembus 100 besar dunia. Pada laga pertama, Indonesia menang meyakinkan 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6). Sementara itu, kemenangan tipis 1-0 diraih saat menghadapi Mozambik pada Selasa (9/6). Dua kemenangan ini menyumbang tambahan 12,25 poin, sehingga total poin Indonesia kini mencapai 1157,14. Jumlah tersebut membuat Indonesia hanya terpaut 0,08 poin dari Sudan yang berada di peringkat 117. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut pencapaian ini dengan rasa syukur. Namun, dia mengingatkan para pemain untuk tidak terlena dengan kenaikan peringkat tersebut. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil dua pertandingan kemarin yang mampu memperbaiki peringkat. Terima kasih juga kepada seluruh suporter yang selalu mendukung Timnas. Tapi saya ingatkan, peringkat bukan jaminan hasil akhir. Kita harus tetap membumi dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati target 100 besar dunia,” ujar Ketum Erick di Jakarta, Jumat (12/6). Sementara itu, pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku puas dengan perkembangan timnya. Juru taktik berpaspor Inggris itu menilai para pemain menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda. “Terlepas dari kenaikan peringkat dan tambahan poin, saya bangga dengan kemampuan adaptasi para pemain. Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini tim terlihat semakin berbahaya bagi lawan,” jelas Herdman. Hasil ini menjadi bekal penting bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF pada akhir Juli nanti, sebelum kembali menjalani agenda internasional FIFA pada September mendatang.

Piala AFF U19: Timnas Indonesia U-19 Melaju ke Semifinal

Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19

Timnas Indonesia U-19 memastikan langkah ke semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah meraih kemenangan penting 2-1 atas Vietnam pada laga terakhir fase grup yang berlangsung di Stadion Sumatra Utara, Minggu 7 Juni 2026 malam. Hasil tersebut membuat Garuda Muda mengamankan tiket ke babak empat besar tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain. Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil dengan intensitas tinggi. Indonesia dan Vietnam sama-sama berupaya mengambil inisiatif permainan, sehingga pertandingan berjalan ketat dengan duel-duel yang berlangsung di berbagai area lapangan. Indonesia berhasil membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Reno Salampessy. Gol tersebut lahir setelah ia memanfaatkan peluang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan terarah yang tidak mampu dijangkau kiper Vietnam. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, skuad asuhan Nova Arianto tetap berusaha mempertahankan kontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun Vietnam mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-74 melalui Nguyen Quoc Khanh yang memanfaatkan situasi bola mati dari sepak pojok. Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin menegangkan. Kedua tim berupaya mencari gol penentu, sementara tempo permainan meningkat seiring waktu yang terus berjalan menuju akhir laga. Gol kemenangan akhirnya hadir pada masa tambahan waktu. Indonesia mendapatkan sepakan penalti setelah Theodore Leeming dilanggar di area terlarang. Evandra Florasta yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol yang membawa Indonesia kembali unggul. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini sekaligus mengantarkan Garuda Muda melangkah ke semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026.

Piala AFF U19: Lanjutkan Tren Positif, Indonesia Unggul Atas Timor Leste

Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste U-19

Timnas Indonesia U-19 kembali meraih hasil positif pada ajang ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 3-0 pada pertandingan Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis 4 Juni 2026 malam. Tiga gol kemenangan Garuda Muda dicetak oleh Reno Salampessy menjelang turun minum, Irpan Siregar serta Arkhan Kaka pada babak kedua. Hasil ini menjadi kemenangan kedua beruntun bagi skuad asuhan Nova Arianto setelah sebelumnya juga meraih kemenangan atas Myanmar. Tambahan tiga poin membuat Indonesia kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Vietnam, Indonesia saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A karena kalah dalam selisih gol. Vietnam memimpin grup setelah membukukan kemenangan 3-0 atas Timor Leste dan 5-0 atas Myanmar. Sementara itu, Timor Leste dan Myanmar yang belum meraih poin dipastikan tidak lagi memiliki peluang untuk melaju ke babak semifinal. Pada pertandingan melawan Timor Leste, Indonesia tampil dominan sejak menit awal. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun gol pembuka baru lahir pada menit ke-43. Reno Salampessy sukses memanfaatkan umpan terobosan Welber Jardim untuk membawa Indonesia unggul 1-0 hingga jeda. Di babak kedua, Indonesia tetap mampu menjaga intensitas permainan. Keunggulan bertambah pada menit ke-62 melalui sepakan Irpan Siregar yang memanfaatkan bola liar di depan area penalti. Tak lama berselang, giliran Arkhan Kaka yang turut mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang Indonesia tersebut berhasil menyelesaikan umpan terobosan Theodore Leeming pada menit ke-65 untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0. Hingga peluit panjang dibunyikan, skuad asuhan Nova Arianto mampu mempertahankan keunggulan sekaligus mencatatkan cleansheet kedua secara beruntun di turnamen ini. Kemenangan tersebut menjaga peluang Timnas Indonesia U-19 demi melangkah ke babak semifinal. Pertandingan terakhir Grup A menghadapi Vietnam pada Minggu 7 Juni 2026 tentunya akan menjadi partai penentu untuk memperebutkan posisi puncak klasemen sekaligus tiket menuju fase berikutnya di ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026.

Mathew Baker Debutan Termuda Timnas Indonesia

Mathew Baker

Bek Muda Timnas Indonesia, Mathew Baker langsung mencatatkan sejarah pada laga debut bersama skuad Garuda. Pemain keturunan Indonesia-Australia itu resmi menjadi pemain termuda dalam sejarah Timnas Indonesia senior saat tampil melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam WIB. Momen bersejarah tersebut terjadi di tengah kemenangan meyakinkan 3-0 Timnas Indonesia atas Oman. Tiga gol Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Sementara Emil Audero tampil gemilang dan terpilih sebagai Man of the Match setelah menggagalkan tendangan penalti tim tamu. Di balik kemenangan tersebut, perhatian publik juga tertuju kepada Mathew Baker yang mendapat kesempatan menjalani debut bersama tim senior. Pelatih John Herdman memasukkan Baker pada menit ke-80 untuk menggantikan Rizky Ridho. Pemain yang saat ini berkarier bersama Melbourne City itu langsung mengisi posisi bek tengah kiri dalam formasi tiga bek, berduet dengan Elkan Baggott dan Kevin Diks. Meski hanya bermain sekitar 10 menit, Mathew Baker sukses menorehkan catatan bersejarah. Saat menjalani debut, pemain kelahiran Melbourne, 13 Mei 2009, itu tercatat berusia 17 tahun 23 hari. Catatan tersebut membuat Mathew Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah menjalani debut bersama Timnas Indonesia di sektor senior. Dia mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka saat berusia 17 tahun 3 bulan 7 hari ketika dimainkan Shin Tae-yong dalam pertandingan melawan Myanmar di Piala AFF 2024. Mathew Baker juga mengalahkan Ronaldo Kwateh (17 tahun 3 bulan 8 hari), Marselino Ferdinan (17 tahun 4 bulan 18 hari), serta Asnawi Mangkualam 17 tahun 5 bulan 17 hari). Kini, rekor tersebut resmi berpindah tangan kepada Mathew Baker di era kepelatihan John Herdman, meski secara statistik belum banyak terlibat karena waktu bermain yang terbatas. Dia hanya menorehkan empat umpan sukses selama berada di lapangan. Meski kontribusinya belum terlalu menonjol dari sisi statistik, debut Mathew Baker menjadi sinyal positif bagi masa depan Timnas Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, dia berpotensi menjadi salah satu pilar penting skuad Garuda dalam beberapa tahun mendatang.

HYDROPLUS Soccer League Jadi Talent Pool Timnas Putri Indonesia

PSSI menilai HYDROPLUS Soccer League berperan penting dalam pengembangan sepak bola putri Indonesia dan menjadi wadah pencarian bakat untuk Timnas Putri Indonesia.

JAKARTA, 6 Juni 2026 – Kehadiran HYDROPLUS Soccer League dinilai semakin memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang digelar secara berjenjang di empat regional tersebut tidak hanya menyediakan ruang kompetisi bagi atlet muda, tetapi juga menjadi wadah pemantauan bakat untuk tim nasional putri Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, saat menghadiri penutupan HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026. Menurutnya, format liga yang berlangsung dalam jangka panjang memberikan kesempatan bagi pemain untuk berkembang secara berkelanjutan melalui jam terbang yang konsisten. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya HYDROPLUS Soccer League dan Djarum Foundation yang sudah mewujudkan program ini. Kompetisi khusus putri masih sangat terbatas, sehingga kehadiran liga seperti ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan perkembangan sepak bola putri Indonesia secara keseluruhan,” ujar Vivin. Ia menambahkan, kompetisi yang berjalan selama satu musim penuh memungkinkan pemain menunjukkan kualitas mereka secara lebih konsisten dibanding turnamen jangka pendek. Dari kompetisi inilah PSSI dapat memantau talenta-talenta potensial yang siap diproyeksikan ke level nasional. “Sudah ada beberapa pemain yang kami monitor dan sebagian telah bergabung dengan Timnas Putri U-17. Harapannya semakin banyak pemain yang bisa ditemukan dan direkrut baik untuk timnas junior maupun senior,” tambahnya. Komitmen pengembangan sepak bola putri juga terus diperkuat oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation melalui berbagai program kompetisi yang saling terhubung. Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa jalur pembinaan yang dibangun saat ini memberikan kesempatan kepada atlet putri untuk berkembang secara bertahap dan berkesinambungan. Rangkaian kompetisi tersebut akan berlanjut melalui MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026 pada 23–28 Juni, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 pada 5–12 Juli, serta Srikandi Merdeka Cup pada 14–23 Agustus yang akan melibatkan sejumlah negara Asia seperti Yordania, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Thailand, dan Indonesia. “Kami berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet putri. Harapannya mereka memperoleh pengalaman kompetitif yang berjenjang sehingga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan secara optimal,” kata Teddy. Menurut Teddy, keberhasilan penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League musim ini juga menjadi bukti bahwa sepak bola putri Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kompetisi yang berlangsung di Surabaya, Bandung, Kudus, dan Jakarta berhasil memberikan kesempatan bertanding yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas permainan para atlet muda. Dengan semakin banyaknya kompetisi yang terselenggara secara berkelanjutan, kolaborasi antara penyelenggara, PSSI, pemerintah daerah, klub, akademi, dan orang tua diharapkan mampu melahirkan generasi baru pesepak bola putri Indonesia yang siap bersaing di level internasional.

Cipta Cendikia Football Academy dan Putri JP Jakarta Juara HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026

Dari kategori U-15, Cipta Cendikia Football Academy sukses menjadi kampiun dengan torehan total 90 poin sebagai pemuncak klasemen.

JAKARTA, 6 Juni 2026 – HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026 resmi menuntaskan kompetisi sekaligus melengkapi daftar peserta yang akan berlaga pada HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Dari kategori U-15, Cipta Cendikia Football Academy tampil sebagai juara setelah mengumpulkan 90 poin dan memuncaki klasemen akhir. Sementara di kategori U-18, Putri JP Jakarta keluar sebagai kampiun dengan raihan 54 poin. Kedua tim berhasil menorehkan catatan impresif sepanjang musim dengan tidak terkalahkan. Kompetisi berlangsung selama 30 pekan untuk kategori U-15 dan 18 pekan untuk kategori U-18 sejak Oktober 2025 hingga Juni 2026 di GSport Jagorawi Soccer Arena, Bogor, Jawa Barat. Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengungkapkan bahwa Jakarta menjadi regional terakhir yang menyelesaikan rangkaian kompetisi musim 2025/2026 setelah Surabaya, Bandung, dan Kudus. “Regional Jakarta ini merupakan peserta terbanyak dibanding tiga regional lainnya. Ada 16 tim untuk U-15 dan 10 tim di U-18. Dari segi kualitas kami melihat peningkatan yang sangat signifikan sejak pekan pertama hingga akhir kompetisi. Para pemain mendapatkan pengalaman bertanding yang konsisten setiap pekannya, dan itu menjadi modal penting dalam proses pembinaan,” ujar Teddy. Menurutnya, kompetisi liga yang berlangsung selama berbulan-bulan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis tetapi juga dalam membentuk karakter, disiplin, dan mental bertanding. Pada kategori U-15, keberhasilan Cipta Cendikia Football Academy tidak lepas dari kontribusi penyerang andalannya, Albianca Raula. Pemain yang mencatatkan 1.405 menit bermain tersebut berhasil menjadi top scorer dengan torehan 38 gol sepanjang musim. “Perasaannya senang banget, enggak nyangka bisa jadi juara. Kami selalu berusaha tampil konsisten, percaya diri, dan menjaga komunikasi di lapangan. Sekarang target kami adalah tampil maksimal di All-Stars,” kata Albianca. Sementara itu, Putri JP Jakarta menunjukkan dominasi di kategori U-18. Pada laga terakhir, mereka sukses menundukkan Putri Tangsel City dengan skor 3-1 untuk memastikan gelar juara sekaligus mempertahankan rekor tanpa kekalahan sepanjang kompetisi. Kapten tim Putri JP Jakarta, Rengganis Wijanarto, menyebut kekompakan menjadi faktor utama keberhasilan timnya musim ini. “Sebagai kapten, saya selalu mengajak teman-teman untuk bermain kompak dan terus berlatih. Kami ingin melanjutkan performa ini di All-Stars dan membawa nama DKI Jakarta menjadi juara,” ujarnya. Pelatih Kepala Putri JP Jakarta U-18, Intan Nuraini Ulfa, mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Ia menyebut gelar juara regional memang menjadi target utama sejak awal musim. “Target utama kami memang lolos ke tingkat nasional. Bersyukur bisa menyelesaikan kompetisi tanpa kekalahan. Sekarang fokus kami adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk menghadapi All-Stars di Kudus,” katanya. Dengan hasil ini, Cipta Cendikia Football Academy dan Putri JP Jakarta berhak mewakili Jakarta pada HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari Surabaya, Bandung, Kudus, dan Jakarta.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025 – 2026

Momen penyerahan hadiah di podium kepada para juara dan runner-up KU 10 dan KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Manukan Kulon Runner-up: SDN DR. Sutomo V/327 Semifinalis: SDN Ketabang I, SDN Ngagel Rejo I/ 396 Top Scorer: Atsilah Dhia Syarafana (31 gol) – SDN Ngagel Rejo I/ 396 Best Player: Keyvara Maleyeka – SDN Manukan Kulon Best Goalkeeper: Almahyra Sheza Arifin – SDN Manukan Kulon Fairplay Team: SDN Sawahan 4  Kategori Usia 12 Champion: SDN Pacarkeling V/ 186 B Runner-up: SDN Manukan Kulon Semifinalis: SDN Manukan Kulon II/499 B, SDN Tanah Kalikedinding I/251 Top Scorer: Anindita Lesmana (29 gol) – SDN Manukan Kulon II/499 B Best Player: Locita Waranggaini Olah Nismara – SDN Pacarkeling V/186 B Best Goalkeeper: Ainur Fitriani – SDN Pacarkeling V/168 B Fairplay Team: SDN Pakis 1/368

MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 Lahirnya Juara Baru dari Kota Pahlawan

Aksi Keyvara Malayeka, pemain SDN Manukan Kulon yang juga peraih Best Player pada KU 10 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2025.

SURABAYA, 17 Mei 2026 – Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, yang berlangsung sejak 12 hingga 17 Mei 2026 mencapai puncaknya. Selama lima hari, turnamen diikuti tidak kurang 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya. Peserta terbagi menjadi 73 tim di kategori KU 10 dan 77 tim di kategori KU 12. Pada partai final yang berlangsung Minggu (17/5), kompetisi sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur yakni SDN Pacarkeling V/186 B (KU 12) dan SDN Manukan Kulon (KU 10). Di KU 12 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025 – 2026, tim SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya sukses mengunci gelar lewat kemenangan 6-5 pada pertandingan adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1. Sementara itu di KU 10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327.  Laga Ketat Hingga Berakhir Lewat Coin Toss di KU 12 SDN Manukan Kulon unggul cepat melalui kapten tim mereka, Emily Zitara, saat pertandingan baru berjalan lima menit. Lepas dari kawalan pemain bertahan lawan, Emily berdiri bebas dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang SDN Pacarkeling V/186 B, Mikayla Ramadhania, lewat sepakan ke sisi kiri gawang. Meski sudah unggul, SDN Manukan Kulon tetap tampil menekan. Emily Zitara dan rekan-rekannya beberapa kali melancarkan serangan ke area pertahanan SDN Pacarkeling V/186 B yang diperkuat, Locita Waranggaini Olah Nismara yang di akhir turnamen meraih predikat Best Player MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 kategori KU 12. Namun hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan SDN Manukan Kulon tetap bertahan. Setelah terus mencoba membangun serangan, SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Locita pada menit ke-19 atau empat menit setelah babak kedua dimulai. Pemain bernomor punggung 10 tersebut melepaskan tendangan keras yang meluncur melewati lini belakang SDN Manukan Kulon dan gagal diantisipasi penjaga gawang. Masuk sisa pertandingan, kedua tim bergantian melancarkan serangan. Locita dari SDN Pacarkeling V/186 B dan Alya Nisa Dzakiyah dari SDN Manukan Kulon beberapa kali mencoba menciptakan peluang bagi tim masing-masing. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak adu penalti, kedua tim masih bermain imbang 5-5 setelah masing-masing enam penendang menjalankan tugasnya. Sesuai regulasi, pemenang kemudian ditentukan melalui coin toss untuk menentukan tim yang mendapat kesempatan menendang dan tim yang diwakili penjaga gawang untuk menggagalkan tendangan tersebut. SDN Pacarkeling V/186 B mendapatkan giliran sebagai penendang. Darleine Maryam Khairunisa sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B. Kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B ini sekaligus memastikan kegagalan SDN Manukan Kulon untuk mengawinkan gelar di kategori KU 10 dan KU 12. Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan timnya menjuarai MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 adalah dengan persiapan maksimal. Septyan menambahkan, setiap peserta dari sekolah lain juga ingin juara, sehingga itu yang menjadi motivasi bagi timnya untuk melakukan persiapan yang lebih matang.  “Sebenarnya saya tidak memprediksi sampai masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata ada di usia 10 tahun. Saya sangat mengapresiasi kepada para pemain sudah berhasil memenangi adu penalti, bagi saya luar biasa. Terima kasih juga untuk Djarum Foundation sudah menyelenggarakan acara seperti ini. Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang, karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu. Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan,” kata Septyan. Sementara itu, Locita Waranggaini Olah Nismara, yang berhasil meraih predikat Best Player untuk KU 12, mengungkapkan bahwa pantang menyerah adalah kunci kemenangan timnya hari ini. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, Locita tidak menyerah begitu saja hingga akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan.  “Finalnya sangat seru, kita meskipun kalah suporter tapi gak masalah bagi saya, yang penting hasil akhir. Waktu ketinggalan 0-1 saya gak menyerah, itu masih aman apalagi waktu masih banyak. Kita kejar terus sama tim, ‘semangat, semangat’, hingga akhirnya penalti dan menang,” ucap Locita. Banjir Gol Hingga Adu Penalti di KU 10 Pada final kategori KU 10, SDN Manukan Kulon berhasil keluar sebagai juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025–2026 setelah mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 melalui babak adu penalti. Dalam pertandingan tersebut, SDN Manukan Kulon beberapa kali tertinggal sebelum akhirnya mampu bangkit dan memaksakan laga hingga penentuan penalti. SDN DR. Sutomo V/327 langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui aksi Shezan Azarine Fahima. Tujuh menit kemudian, Nayla Nur Hafizah berhasil menambah keunggulan timnya dan membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 2-0. SDN Manukan Kulon memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas jarak jauh yang dicetak oleh Keyvara Malayeka. Hingga babak pertama berakhir, SDN DR. Sutomo V/327 masih memimpin dengan skor 2-1. Masuk babak kedua, SDN DR. Sutomo V/327 kembali menjauh setelah Adiba Utomo Putro mencetak gol melalui tendangan chip dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau penjaga gawang. Gol tersebut membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 3-1. Namun, SDN Manukan Kulon tidak menyerah. Keyvara Malayeka kembali mencetak gol pada menit ke-24 untuk memperkecil ketertinggalan. Tiga menit berselang, pemain bernomor punggung tujuh itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus melengkapi hat-trick dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada babak adu penalti, SDN Manukan Kulon berhasil memastikan gelar juara setelah dua penendangnya sukses menjalankan tugas. Sementara itu, SDN DR. Sutomo V/327 yang tampil dominan sepanjang waktu normal harus mengakui keunggulan lawan setelah hanya mampu mencetak satu gol dari tiga kesempatan penalti. Setelah pertandingan, Keyvara, yang menjadi pahlawan kemenangan timnya hari ini, mengaku senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Menurutnya, motivasi pelatih menjadi salah satu faktor kunci di balik kebangkitan SDN Manukan Kulon pada laga final tersebut.  “Tadi sempat ketinggalan tapi pelatih minta jangan menyerah, usaha terus dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil. Senang bisa cetak gol dan alhamdulillah senang bisa juara,” ucap Keyvara. Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci Ekosistem Sepak Bola Putri Head Coach MilkLife Soccer Challenge, … Read more

Garuda Baru Indonesia juarai SCWC 2026

Tim Garuda Baru

Tim Garuda Baru yang mewakili Indonesia berhasil menjuarai Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Boys Shield di Mexico City, Meksiko, Kamis malam waktu setempat. Dilansir dari rilis yang diterima di Jakarta, Jumat, Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Argentina melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 pada partai final, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Partai final berlangsung ketat sejak awal pertandingan yang dimainkan dalam dua babak masing-masing delapan menit. Indonesia unggul lebih dulu melalui gol Raehan Alfarezi pada menit keenam babak pertama. Argentina kemudian menyamakan kedudukan pada menit kedelapan babak kedua sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada babak penentuan, Raehan Alfarezi, Aryo Topan Artha Gading, dan Deno Mazra Rasyid sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Sementara penjaga gawang Samuel Steven Siagian menjadi penentu kemenangan setelah berhasil menepis tendangan terakhir pemain Argentina dan memastikan Indonesia keluar sebagai juara. Pada laga final, Garuda Baru menurunkan Samuel Steven Siagian sebagai penjaga gawang, Deno Mazra Rasyid dan Aryo Topan Artha Gading di lini pertahanan, serta Danar Saputra, Dino Siswanto, dan Izul Hamid di sektor tengah. Raehan Alfarezi dipercaya sebagai ujung tombak di lini depan. Sementara bangku cadangan diperkuat oleh Rizki Firmansyah, Javasha, dan Mohamad Azriel Aliansyah. Kemenangan ini menjadi capaian bersejarah bagi Garuda Baru sekaligus melampaui pencapaian terbaik Indonesia sebelumnya di ajang SCWC. Pada partisipasi di SCWC Rusia 2018, tim putra Indonesia berhasil melaju hingga babak semifinal. Sementara pada SCWC 2026, Garuda Baru sukses membawa pulang gelar juara kategori Boys Shield. Keberangkatan Tim Garuda Baru ke SCWC 2026 juga mendapat dukungan dari pemerintah. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memberikan dukungan penuh bagi keberangkatan tim dalam ajang internasional tersebut. Dukungan itu menegaskan bahwa partisipasi anak-anak di SCWC bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk membuka akses masa depan yang lebih baik melalui pendidikan, pengembangan diri, dan pembinaan karakter.