Piala Soeratin 2026 di IKN, Perluas Semangat Sepak Bola ke Seluruh Indonesia

Gelaran Putaran Nasional Piala Soeratin 2026 kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 resmi berakhir di PSSI Training Centre, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026). Penyelenggaraan kompetisi ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia muda sekaligus memperluas semangat sepak bola nasional agar tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Piala Soeratin merupakan kompetisi sepak bola amatir usia muda yang diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai wadah pembinaan dan pencarian bakat pesepak bola usia dini di Indonesia. Tahun ini, kompetisi mengusung tema pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi generasi muda sepak bola Indonesia. Rangkaian kompetisi berlangsung pada 15–24 Oktober 2026 dengan melibatkan 24 tim dari berbagai daerah di Indonesia, masing-masing delapan tim untuk kelompok usia U-13, U-15, dan U-17. Berdasarkan hasil pertandingan final, ASIOP berhasil meraih gelar juara kelompok usia U-13, Persib Bandung menjadi juara kelompok usia U-15, sedangkan Waamanat Bhintuka FC keluar sebagai juara kelompok usia U-17. Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan harapannya agar semakin banyak kegiatan olahraga dan seni berskala nasional diselenggarakan di IKN. “Harapan kami semakin banyak kegiatan olahraga, seni tingkat nasional diadakan di IKN, sekaligus mendatangkan orang-orang dari luar yang melihat langsung proses pembangunan IKN. Pada kesempatan yang sama PSSI telah mengajarkan kepada Kami panitia tentang bagaimana mengatur turnamen tingkat nasional bertajuk Piala Soeratin yang sudah berumur puluhan tahun ini, sehingga kedepan kita sudah harus mampu melaksanakan dengan lebih baik lagi jika diberi kesempatan, dan kalau boleh PSSI menunjuk lagi IKN sebagai tempat pelaksanaan putaran final, disamping sebagai wadah adu prestasi, juga kesempatan ini dapat dimanfaat anak anak generasi bangsa tahu dan paham tentang pembangunan IKN yang akan terus berlanjut, dan ini sebagai penaglaman tersendiri berlaga di Ibu Kota Nusantara,” ujar Alimuddin yang juga sebagai Local Organizer Commite. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan apresiasi kepada Otorita IKN atas dukungan fasilitas yang diberikan selama penyelenggaraan turnamen, mulai dari tempat tinggal dan transportasi bus hingga lapangan sepak bola berstandar FIFA. “Kami berterima kasih kepada IKN yang sudah memberikan fasilitas, mulai dari tempat tinggal, bus, hingga lapangan. Kami ingin adik-adik pemain juga memiliki pengalaman melihat IKN,” ujar Arya. Menurutnya, penyelenggaraan Piala Soeratin di IKN juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Nusantara kepada para pemain muda sekaligus memperluas perkembangan sepak bola ke berbagai wilayah Indonesia. “Kami membawa mereka ke IKN agar mereka mengenal IKN sekaligus mendorong semangat sepak bola agar tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi juga di Kalimantan dan seluruh Indonesia. Ini hal yang baik agar semangat sepak bola semakin meluas,” lanjutnya. Kesan positif juga disampaikan Mahdin Simanda, salah satu pemain Persib Bandung yang menjuarai kelompok usia U-15. “Sangat bangga sekali, ini bukan hal yang mudah. Persiapan kami latihan setiap hari. Sebagai warga Indonesia, sangat bangga punya training centre seperti ini. Aku harap setiap event yang diadakan PSSI mainnya di sini (IKN),” ujar Mahdin Simanda. Penyelenggaraan Piala Soeratin 2026 di IKN menjadi salah satu upaya memperkenalkan Nusantara melalui kegiatan olahraga yang melibatkan generasi muda dari berbagai daerah. Kehadiran para pemain, ofisial, dan pendukung turut membuka ruang interaksi serta memperkuat semangat kebersamaan melalui olahraga.

64 Tim Sepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD 2026

BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026

Sebanyak 64 tim sepak bola usia dini hingga remaja mengikuti turnamen Blispi Youth Cup V Piala Ketua DPD 2026 di Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Turnamen yang digelar bersama Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) itu resmi dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (25/10/2026). Kompetisi yang mempertandingkan kategori U-10, U-12, U-14, dan U-16 tersebut diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit pemain sepak bola nasional melalui kompetisi berjenjang dari daerah. Sultan mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain sepak bola berkualitas mengingat jumlah penduduknya yang besar. Namun, tidak semua anak di daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi. “Masa sih kita tidak bisa mencari bibit? Masa kita tidak menemukan betul-betul permata-permata dari daerah? Nah, salah satu caranya adalah melalui kompetisi seperti ini,” kata Sultan. Menurut Sultan, kompetisi usia dini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang berhenti setelah turnamen berakhir. Pembinaan perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari kompetisi, pendampingan, hingga pemberian kesempatan bagi pemain untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. Ia merancang kompetisi sepak bola pelajar secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Pemain terbaik dari kompetisi antardesa akan melaju ke tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi sebelum bertanding di tingkat nasional. “Kita punya struktur sampai ke daerah, kita punya anggota-anggota DPD terbaik di daerah. Melalui kompetisi yang munculnya liganya dari daerah, lalu kompetisi kita bikin dari kampung, lomba antardesa, muncul sampai juara kecamatan, lalu juara kecamatan ditandingkan juara kabupaten, juara kabupaten ditandingkan lagi juara provinsi, nanti nasionalnya kita bawa,” ujarnya. Sultan menyebut Blispi sebelumnya juga menjadi bagian dari perjalanan sejumlah pemain yang kemudian menembus level nasional. Salah satu pemain yang disebutnya, adalah Egy Maulana Vikri. Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut. Sultan berharap kehadiran juru taktik asal Korea Selatan itu dapat memberikan motivasi sekaligus masukan bagi pengembangan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Sultan mengatakan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan Shin Tae-yong mengenai sepak bola Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut, Shin menilai Indonesia memiliki masa depan sepak bola yang menjanjikan, meski masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Shin Tae-yong sampaikan bahwa Indonesia itu punya masa depan. Hanya saja memang pekerjaan dan PR-nya masih banyak. Nah, itu yang pelan-pelan nanti kita akan benahi,” kata Sultan. Sultan juga membuka peluang keterlibatan Shin Tae-yong dalam pencarian dan pembinaan pemain muda berbakat. Menurutnya, Shin menyambut positif gagasan tersebut dan siap memberikan dukungan. Sementara itu, Shin Tae-yong menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepak bola jika sistem pembinaan usia dini dijalankan secara konsisten dan terstruktur. “Kalau sistemnya saja bisa dijaga dengan baik, maka sepak bola Indonesia tentu bisa berkembang dengan pesat. Saya yakin sekali, sepak bola Indonesia pasti bisa maju kalau memiliki sistem yang baik seperti ini,” ujar Shin. Shin menekankan kualitas pelatih sebagai salah satu faktor penting dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, pemain muda membutuhkan pelatih yang mampu membimbing perkembangan mereka secara tepat. Ia juga mendorong para legenda dan mantan pemain sepak bola untuk terlibat lebih jauh dalam pembinaan pemain muda. Pengalaman mereka dinilai dapat membantu memperkuat fondasi sepak bola nasional. “Bagi anak-anak usia dini, sebenarnya yang dibutuhkan adalah para pelatih yang baik. Jika legenda-legenda sepak bola tersebut ikut melatih dan membina anak-anak muda, maka akarnya akan menjadi kuat,” tutur Shin. Melalui BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026, Sultan berharap penjaringan pemain berbakat tidak lagi terpusat di daerah tertentu. Talenta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Aceh hingga Papua, diharapkan mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat memperkuat tim nasional.

Diikuti 1.584 Pelajar, Wabup Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Atlet Muda Potensial

Turnamen Futsal Wakil Bupati Cup 2026

Sebanyak 1.584 pelajar mulai tingkat SD, SMP, dan SMA se-Banyuwangi mengikuti Turnamen Futsal Wakil Bupati (Wabup) Cup 2026. Kegiatan yang telah memasuki satu dekade pelaksanaannya tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Indoor Tawang Alun, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (23/10/2026). Disampaikan Mujiono, turnamen yang rutin digelar sejak 2016 tersebut menjadi ajang untuk menjaring bibit-bibit unggul di cabang olahraga futsal. Tak hanya pelajar, turnamen ini juga melombakan kategori umum. “Lewat kegiatan ini, kami berharap akan lahir atlet-atlet futsal potensial yang bisa mewakili Banyuwangi di ajang yang lebih tinggi,” kata Mujiono. Turnamen ini, imbuh dia, sekaligus menjadi ajang untuk membentuk karakter generasi muda yang sportif, disiplin, dan pantang menyerah. “Selamat bertanding kepada para peserta. Tetap semangat, junjung tinggi sportifitas, dan hindari emosi selama di lapangan. Apa pun hasilnya nanti, terimalah dengan lapang dada,” pesan Mujiono. Ia menambahkan, seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan bantuan premi jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan dari Pemkab Banyuwangi. “Ini sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan para peserta. Jika ada yang mengalami cedera, maka biaya pengobatannya akan dicover oleh BPJS,” urai Mujiono. Sementara itu, Ketua Panitia Wabup Cup 2026, Ahmat Iqbal Firdaus, menambahkan turnamen ini akan digelar pada 23 Oktober-7 November 2026 di GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Pada gelaran kali ini, Wabup Cup diikuti sebanyak 2.160 peserta. Mereka terdiri atas 1.584 pelajar dari berbagai SD, SMP dan SMA se-Banyuwangi. Serta 576 peserta perwakilan dari sejumlah instansi, desa/kelurahan, dan umum. “Perlombaan ini khusus untuk kategori putra. Para peserta yang terlibat tergabung dalam 180 tim. Terdiri atas 132 tim pelajar dan 48 tim umum,” kata Iqbal. Ribuan atlet tersebut akan bertanding secara ketat untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp. 50 juta. “Setiap hari akan ada 15 pertandingan. Masing-masing tim akan melewati babak penyisihan dan sistem gugur,” pungkas Iqbal.

Festival SenengSoccer MLSC 2026/2027: Ajang Unjuk Gigi Bakat Muda Sepak Bola Putri di JIS

Milklife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 diikuti sebanyak 1600 siswi dari 112 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari Jakarta dan sekitarnya, mereka bertanding dalam kompetisi 7 vs 7 dan terbagi menjadi 32 tim dari Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim dari KU 12. Pertandingan MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 akan berlanjut ke babak semifinal dan final untuk KU 10 dan KU 12 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada Minggu (25/10).

JAKARTA – Sebanyak 68 siswi dari 12 sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya memadati Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (24/10/2026). Mereka meramaikan Festival SenengSoccer, salah satu rangkaian utama dalam helatan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027. Digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, festival ini dirancang khusus untuk mengenalkan sepak bola putri secara menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap si kulit bundar sejak usia dini. Wadah Penjaringan Talenta Muda Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan pentingnya pengalaman positif di lapangan bagi para peserta muda ini. “Kami ingin Festival SenengSoccer menjadi pintu masuk bagi para siswi untuk mengenal dan menikmati sepak bola sejak dini. Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki,” ujar Chandra. Ia menambahkan, peran pihak sekolah sangat krusial dalam mengidentifikasi dan melanjutkan proses pembinaan ini. “Selanjutnya, sekolah dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepak bola putri. Pengalaman dalam festival ini bisa menjadi awal pembinaan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan mereka menuju kompetisi KU-10 MilkLife Soccer Challenge,” tambahnya. Uji Ketangkasan dan Kecepatan di Lapangan Festival SenengSoccer menyajikan arena tantangan yang menguji berbagai teknik dasar sepak bola. Para peserta diuji keterampilannya mulai dari dribbling, passing & control, 1-on-1, throw-in, shoot on target, hingga penalty shoot. Setiap peserta harus melewati lintasan zig-zag, melakukan lemparan ke dalam yang presisi, menggiring bola di lintasan berkelok, hingga melompat rintangan sebelum melepaskan tembakan tajam ke dalam gawang. Waktu tempuh diukur menggunakan tombol penghenti timer di garis finish. Keluar sebagai yang tercepat, Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 sukses memukau dengan catatan waktu 35,52 detik. Posisi kedua diraih oleh Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) dengan waktu 41,76 detik, disusul Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01) di posisi ketiga dengan catatan 42,90 detik. Naufalyn (7 tahun) mengaku sangat antusias mengikuti tantangan ini. “Saya belajar banyak lewat SenengSoccer ini, misalnya dari mengoper bola, menggiring bola, dan menendang ke gawang. Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat,” kata Naufalyn penuh semangat. Konsistensi dan Dukungan Pelatih Keberhasilan Naufalyn tak lepas dari polesan sang pelatih di SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh. Meski sarana latihan di sekolah terbatas—sering kali memanfaatkan area lantai sekolah 2 hingga 3 kali sepekan—antusiasme para siswi tetap membara. “Naufalyn memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain sepak bola yang lebih baik pada masa mendatang. Kemampuan dasar seperti dribbling, heading, dan menendang bola ke arah gawang sudah cukup baik,” jelas Soleh. “Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui latihan rutin agar ia dapat meningkatkan kualitas permainannya dan nantinya siap bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi, termasuk KU-12,” lanjutnya. Semarak MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 Secara keseluruhan, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 musim ini diikuti oleh 1.600 siswi dari 112 SD dan MI di Jakarta dan sekitarnya. Kompetisi format 7 vs 7 ini terbagi menjadi 32 tim di Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim di KU-12. Rangkaian pertandingan akan memuncak pada partai semifinal dan final yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (25/10/2026). Daftar Pemenang Festival SenengSoccer: Juara 1: Naufalyn Fikria Rabbani (SDN Cipulir 03) Juara 2: Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) Juara 3: Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01)

Indonesia Women’s League 2026 Bergulir, Sepak Bola Putri Kembali Bangkit

Indonesia Women’s League

Kompetisi sepak bola putri kasta tertinggi Indonesia, Indonesia Women’s League (IWL) musim 2026/2027, resmi bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum selama tujuh tahun sejak penyelenggaraan edisi perdana Liga 1 Putri pada 2019. Kembalinya kompetisi ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola wanita nasional sekaligus membuka peluang bagi para pemain putri untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi profesional. Operator liga, I.League, menghadirkan konsep berbeda pada penyelenggaraan musim ini. Dikutip dari laman resmi I.League, IWL 2026/2027 dikemas sebagai sport festival yang tidak hanya menyuguhkan pertandingan sepak bola, tetapi juga hiburan dan aktivitas pendukung yang ramah keluarga. Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas daya tarik kompetisi, termasuk bagi masyarakat yang belum terbiasa menyaksikan pertandingan sepak bola putri. Suasana pembukaan kompetisi turut dimeriahkan penampilan grup band Kotak. Perpaduan olahraga dan hiburan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun pengalaman menonton yang lebih menarik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola wanita di Indonesia. Pada musim 2026/2027, IWL diikuti enam klub profesional yang berbasis di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Keenam peserta tersebut adalah Persija Jakarta Women, Persita Women, Dewa United Banten FC Women, Garudayaksa FC Women, Persikad Depok Women, dan FC Bekasi City Women. Pemusatan peserta pada enam klub menjadi bagian dari tahapan awal pengembangan kompetisi secara terukur dan berkelanjutan. Berbeda dengan format kompetisi liga pada umumnya, IWL musim ini menerapkan sistem triple round-robin pada fase reguler. Melalui format tersebut, setiap klub akan bertemu tiga kali dengan masing-masing lawan. Setiap tim dijadwalkan menjalani total 15 pertandingan untuk memperebutkan posisi empat besar yang berhak melaju ke babak semifinal dan selanjutnya bersaing menuju partai final. Seluruh pertandingan digelar secara terpusat di kawasan Jakarta, dengan sejumlah venue yang disiapkan, antara lain Stadion Madya dan Lapangan Soemantri Brodjonegoro. Sistem centralized ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan, menekan beban operasional, serta membantu menjaga keberlanjutan finansial klub peserta. Untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub, penyelenggara juga menerapkan sistem player drafting, yakni mekanisme pemilihan dan pembagian pemain secara teratur ke klub peserta. Melalui sistem tersebut, talenta lokal diharapkan dapat tersebar lebih merata sehingga persaingan berlangsung kompetitif sejak fase awal. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk memberikan kesempatan bermain yang lebih seimbang kepada para pemain putri. IWL 2026/2027 juga membuka ruang bagi kehadiran pemain internasional. Setiap klub diperbolehkan mengontrak maksimal empat pemain asing atau pemain diaspora. Di sisi lain, setiap klub diwajibkan memiliki sedikitnya satu pemain berstatus Timnas Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan melalui persaingan dan pertukaran pengalaman, sekaligus menjaga keterlibatan pemain nasional dalam kompetisi. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kompetisi berlangsung mulai 18 Oktober 2026 hingga 30 Januari 2027. Fase reguler dijadwalkan berakhir pada 17 Januari 2027, sebelum empat tim terbaik melanjutkan persaingan pada babak semifinal yang digelar 23 Januari 2027. Sementara itu, pertandingan perebutan juara ketiga dan grand final dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari 2027.

Timnas Putri U-17 Lolos ke Putaran Final AFC U-17 Women 2027

Timnas Putri U-17 Indonesia

Timnas Putri U-17 Indonesia memastikan tiket ke putaran final AFC U-17 Women 2027 di Tiongkok. Garuda Pertiwi lolos sebagai juara Grup B babak kualifikasi setelah tampil sempurna dengan meraih sembilan poin dari tiga pertandingan. Indonesia mengawali kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Bahrain (5/10), kemudian menundukkan Arab Saudi 3-1 pada (8/10) sebelum menutup kualifikasi dengan kemenangan telak 5-0 atas tuan rumah Singapura di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (11/10/2026) Dalam tiga pertandingan tersebut, Timnas Putri U-17 mencetak 10 gol dan hanya kebobolan satu gol. Putaran final AFC U17 putri tahun depan akan digelar di Tiongkok pada, 31 Maret hingga 17 April 2027. Berikut daftar lengkap tim lolos putaran final Piala Asia AFC Putri U17 2027: China (tuan rumah) Korea Utara (juara AFC 2026) Jepang (runner-up AFC 2026) Australia (peringkat 4 AFC 2026) Korea Selatan (juara Grup A kualifikasi) Indonesia (juara Grup B kualifikasi) China Taipei (juara Grup C kualifikasi) Vietnam (juara Grup D kualifikasi) India (juara Grup E kualifikasi) Thailand (juara Grup F kualifikasi) Myanmar (juara Grup G kualifikasi) Filipina (juara Grup H kualifikasi) Dari komposisi tim yang lolos, tercatat ada 6 wakil ASEAN. Selain Timnas Indonesia, ada Australia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Filipina. Sementara itu, dari Asia Timur, selain China, Korea Utara, dan Jepang yang sudah lebih dahulu lolos tanpa lewat kualifikasi, ada Korea Selatan dan China Taipei. Terakhir, ada 1 waki lain, yaitu India dari Asia Selatan. Catatan penting lain, total ada 13 negara yang tidak berpartisipasi di kualifikasi Piala Asia AFC U17 2027 Putri. Ini termasuk Brunei, Pakistan, Oman, Timor Leste, dan Qatar.

Drama Final dan Lahirnya Juara Baru Hiasi Seri Puncak MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya & Yogyakarta

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (20/9).

JAKARTA & YOGYAKARTA, – Panggung sepak bola putri usia dini kembali membara! Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026 – 2027 resmi menyelesaikan partai puncaknya pada Minggu (20/9). Gelaran yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menghadirkan aksi-aksi memukau, drama adu penalti, hingga lahirnya deretan juara baru. Di Jakarta Raya, kejutan manis tercipta saat SDN Gedong 03 berhasil menisbatkan diri sebagai jawara di Kategori Usia (KU) 10, sementara SDN Cipayung 02 sukses mengamankan podium tertinggi di KU 12. Sementara itu, persaingan di regional Yogyakarta tak kalah sengit; SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai juara anyar KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen membuktikan dominasinya dengan kembali merengkuh gelar juara di KU 12. Sengit dan Dramatis di Jakarta Raya Partai final KU 10 MLSC Jakarta Raya menyajikan dominasi mutlak SDN Gedong 03 yang mengandaskan perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor telak 3-0. Penyerang andalan mereka, Keenar, tampil gemilang lewat torehan brace cepat di babak pertama (menit ke-10 via penalti dan menit ke-15). Neha Rayadinata kemudian melengkapi kemenangan SDN Gedong 03 di babak kedua memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Tensi panas dan penuh drama tersaji pada laga final KU 12. SDN Cipayung 02 sempat memimpin cepat lewat gol Keisha Rizky Ramadani di menit ke-3. Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melakukan comeback kilat lewat gol Maura Jihan Athifa (6’) dan Alesha Kaysha Salsabila (7’) yang menutup babak pertama dengan skor 2-1. Pantang menyerah, Gildas Syauqillah menjadi pahlawan bagi SDN Cipayung 02. Ia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-19 lewat sepakan terukur. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gildas yang maju sebagai eksekutor penentu memastikan kemenangan timnya dengan skor akhir 4-2. “Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerja sama tim,” ujar Gildas, yang juga menyabet gelar Top Scorer KU 12 MLSC Jakarta Raya. Aksi Memukau dan Dominasi Yogyakarta Bergeser ke Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I tampil perkasa di kategori KU 10. Sang striker andalan, Alisya Natalia Bandari, tampil meledak dengan memborong tiga gol (hattrick) pada menit ke-5, 24, dan 29, sekaligus menyegel kemenangan 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen. Alisya pun mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol tersubur dengan total 36 gol sepanjang turnamen! Meski gagal di KU 10, SD Muhammadiyah Sapen tidak membiarkan trofi KU 12 lepas. Lewat laga ketat melawan SD Kalasan 1, gol tunggal Ralin Adiba Fitria Sanjaya di menit ke-17 menjadi pembeda sekaligus mengunci gelar juara bertahan bagi timnya. Antusiasme Tinggi dan Fondasi Menuju Piala Dunia 2035 Edisi kali ini diikuti oleh ribuan talenta muda. Di Jakarta Raya, tercatat ada 1.928 atlet dari 111 SD/MI (176 tim), sedangkan Yogyakarta melibatkan 1.294 atlet dari 76 SD/MI (123 tim). Tak ketinggalan, ajang ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti puluhan siswi usia dini. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengapresiasi tinggi besarnya dukungan para orang tua dan sekolah yang kian membentuk ekosistem sepak bola putri Tanah Air. “Dukungan orang tua sangat luar biasa di setiap seri dan penting sekali untuk mental pemain. Kualitas permainan terus berkembang dan ekosistem sepak bola putri semakin terbentuk,” ungkap Welly. Senada dengan hal tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai teknik dasar, kepercayaan diri, hingga pemahaman taktik para peserta melompat signifikan. “Teknik dasar mereka semakin baik, passing terarah, dan mereka mulai mengerti cara bermain sebagai tim. Jika kompetisi berkelanjutan seperti ini terus berjalan, target membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035 bukan hal yang mustahil,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. DAFTAR PEMENANG MLSC SERI 1 2026 – 2027 REGIONAL JAKARTA RAYA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SDN Gedong 03 Runner-up: UPTD SDN Mampang 1 Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah (SDN Gedong 03 – 28 Gol) Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga (SDN Gedong 10 Pagi) Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana (SDN Gedong 03) Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09 Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SDN Cipayung 02 Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer: Gildas Syauqillah (SDN Cipayung 02 – 14 Gol) Best Player: Maura Jihan Athifa (SDN Kebayoran Lama Selatan 19) Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila (SDN Kebayoran Lama Utara 13) Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19 REGIONAL YOGYAKARTA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SD Tarakanita Bumijo I Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer: Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo 1 – 36 Gol) Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen) Best Goalkeeper: Puput Widiana (SDN Ungaran 1) Fairplay Team: SD Idea Baru Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SD Muhammadiyah Sapen Runner-up: SDN Kalasan 1 Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), & Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen) – Masing-masing 12 Gol Best Player: Afita Nur Inderasari (SDN Kalasan 1) Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan 1) Fairplay Team: SDN Giwangan

23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman resmi memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Pada turnamen kali ini, skuad Garuda diperkuat perpaduan pemain yang berkompetisi di Eropa dan sejumlah pemain dari klub-klub Indonesia. Nama-nama seperti Emil Audero, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ole Romeny akan menjadi bagian dari skuad. Mereka akan bergabung dengan para pemain yang saat ini berkompetisi di dalam negeri. Sejumlah pemain juga akan kembali bekerja sama setelah tampil pada ASEAN Championship sebelumnya. Di antaranya Rayhan Hannan, Egy Maulana Vikri, dan Dony Tri Pamungkas. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menjalani seluruh pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelo Bung Karno, Jakarta. Skuad Garuda dijadwalkan mengawali kiprah dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Berikut 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Penjaga gawang Emil Audero – Rayo Vallecano Maarten Paes – AFC Ajax Nadeo Argawinata – Persija Jakarta Belakang Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach Dean James – Go Ahead Eagles Elkan Baggott – Millwall Justin Hubner – Fortuna Sittard Nathan Tjoe-A-On – Willem II (Eredivisie) Dion Markx – Persita Tangerang Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Rizky Ridho – Persija Jakarta Yakob Sayuri – Java United FC Calvin Verdonk – LOSC Lille Tengah Joey Pelupessy – Lommel SK Egy Maulana Vikri – Dewa United Ivar Jenner – Dewa United Jordi Amat – Persija Jakarta Rayhan Hannan – Persija Jakarta Thom Haye – Persib Bandung Depan Ole Romeny – Fortuna Sittard Luke Vickery – Macarthur FC Mitchell Baker – NCAA Georgetown Ragnar Oratmangoen – Persib Bandung

Kolaborasi MilkLife Soccer Challenge dan Pokemon Hadirkan Coaching Clinic Bersama Legenda Sepak Bola Putri Jepang

dari kiri ke kanan: Aya Miyama, Mana Iwabuchi, Mr. Susumu Fukunaga, Victor Rachmat Hartono, Teddy Tjahjono, dan Pikachu Soccer dalam sesi Pennant Flag & Souvenir Exchange antara MLSC dan The Pokémon Company.

JAKARTA — Pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia kembali mendapat dorongan berharga melalui kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan The Pokemon Company. Gelaran coaching clinic bertajuk “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon” diselenggarakan di Lapangan KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua legenda sepak bola putri Jepang yang merupakan anggota skuad juara Piala Dunia Wanita FIFA 2011, yakni Mana Iwabuchi dan Aya Miyama. Coaching clinic ini diikuti oleh 74 pesepak bola putri berusia 10 hingga 13 tahun dari kawasan Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Para peserta merupakan bagian dari MilkLife Soccer Extra Training yang tengah dipersiapkan untuk berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars tahun depan. Selama kegiatan, peserta berkesempatan mengasah teknik serta mendapat pengalaman berlatih langsung bersama figur legendaris tingkat dunia. President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. “Terima kasih untuk tamu-tamu dan adik-adik yang sudah hadir, khususnya dari Jepang yaitu Fukunaga-san, Mana Iwabuchi, dan Aya Miyama. Terima kasih datang ke Jakarta. Terima kasih juga untuk Pokemon Company dan Pikachu yang sudah mendukung program MilkLife Soccer Challenge. Semoga kita semua bisa tumbuh dan makin sukses bersama, dan MLSC ini akan makin populer bersama Pikachu,” ujar Victor. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa kehadiran legenda dunia ini bertujuan untuk memberikan panutan (role model) secara nyata bagi para pemain muda. “Aya dan Mana membuktikan bahwa sepak bola yang mereka tekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten, akan memetik hasil luar biasa seperti meraih medali Olimpiade dan Juara Piala Dunia Wanita FIFA,” jelas Teddy. Sementara itu, Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga, menyebut keterlibatan Pokemon tidak hanya bertujuan menghadirkan pengalaman baru, tetapi juga menciptakan ruang olahraga yang inklusif dan menyenangkan. Asah Teknik Dasar hingga Simulasi Pertandingan Sesi coaching clinic berlangsung selama 90 menit. Rangkaian acara diawali dengan pemanasan (warm-up) untuk mengenalkan alur latihan. Selanjutnya, materi difokuskan pada penguatan teknik dasar dan koordinasi fisik melalui berbagai variasi drill, seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, hingga step work. Pada akhir sesi, para peserta dibagi ke dalam delapan tim untuk menjalani simulasi pertandingan di empat lapangan. Mana Iwabuchi dan Aya Miyama ikut turun ke lapangan memberikan arahan langsung secara bergantian. Mantan penyerang Arsenal Women, Mana Iwabuchi, menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar sejak dini. “Saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepak bola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat dan ada power. Sejak kecil saya memegang bola setiap hari, jadi jika peserta di sini melakukan hal yang sama, mereka juga bisa berada di posisi seperti saya,” ungkap Mana. Senada dengan hal tersebut, mantan kapten timnas putri Jepang, Aya Miyama, menggarisbawahi pentingnya ekosistem pembinaan yang konsisten. “Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Lingkungan yang mendukung sangat penting agar mereka bisa berkembang jadi pesepak bola putri di Indonesia. Jepang membutuhkan waktu 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia, dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ujar Aya. Pengalaman berlatih bersama para legenda dunia ini turut memberikan dorongan semangat bagi para peserta muda, seperti pasangan kembar peserta extra training, Zavinna Latisya Istiana dan Zivanna Talitha Istiana dari SDN Cilangkap 01 Pagi. “Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami diajarkan teknik dasar, kerja sama tim, dan cara berkomunikasi di lapangan,” tutur Zavinna. Zivanna menambahkan bahwa instruksi yang didapat semakin memicu semangatnya untuk menembus level profesional. “Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” pungkasnya.

Timnas U-20 Tiba di Tanah Air

Yunus Nusi Saat Menyambut Timnas Indonesia U20

Timnas U-20 Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Selasa (8/9) sore seusai berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos. Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil impresif dengan mengalahkan Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H di New Laos National Stadium, Minggu (6/9). Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, anak asuh Nova Arianto disambut langsung Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “PSSI mengucapkan selamat kepada Coach Nova Arianto, anak-anak semua, terima kasih. Sampai hari ini kalian masih viral lolos ke Piala Asia U-20 2027,” kata Yunus Nusi saat memberikan sambutan. Garuda Muda lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah meraih posisi puncak klasemen akhir Grup H diatas Malaysia, Australia, dan tuan rumah, Laos. “Kelolosan ke Piala Asia U-20 2027 bukan sebagai prestasi yang sembarangan. Pencapaian itu tidak mudah untuk diraih apalagi dengan persaingan yang saat ini semakin ketat. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi sepak bola Indonesia serta menjaga wibawa bangsa kita, dan inilah yang diharapkan oleh sepak bola Indonesia. Sekali lagi, PSSI mengucapkan terima kasih semua, kita bangga kepada kalian,” tukas Yunus Nusi. Piala Asia U-20 2027 rencananya akan bergulir pada 24 Maret hingga 10 April tahun depan di Tiongkok. Sementara itu, pelatih Nova Arianto bersyukur atas pencapaian ini dan menyatakan kunci krusial keberhasilan Garuda Muda yakni punya mental yang kuat. “Kami bersyukur pemain-pemain mempunyai mental yang baik, secara psikologi yang baik, dan mereka mau bekerja keras saat lawan Australia, dan itu menjadi titik balik kami di kualifikasi kemarin. Kalau kami sudah masuk di turnamen pastinya kami menjaga mental pemain. Memang kita tahu di pertandingan yang pertama sebenarnya kami bisa menang, tetapi memang hasilnya tidak sesuai dengan harapan,” kata Nova Arianto.

MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 Resmi Bergulir, Tangerang dan Semarang Jadi Kota Pembuka

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Minggu (6/9).

TANGERANG & SEMARANG — Pembinaan sepak bola putri usia dini di Tanah Air kembali mendapatkan panggung megahnya. Musim baru MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026 – 2027 resmi dibuka secara serentak melalui gelaran Seri 1 di dua kota utama, Tangerang dan Semarang, yang berlangsung sejak 1 hingga 6 September 2026. Ajang kompetisi usia muda hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini langsung menyajikan persaingan sengit. Di regional Tangerang, SDN Pinang 3 sukses menyabet gelar juara Kelompok Usia (KU) 10, sementara SDN Kunciran 8 memuncaki KU 12. Adapun pada regional Semarang, podium tertinggi KU 10 berhasil diamankan oleh SDN Kembangarum 2 Semarang dan MI Pagersari-Patean mendominasi kategori KU 12. Antusiasme Tinggi dan Perluasan Kota Turnamen pembuka musim ini mencatatkan partisipasi ribuan atlet muda: Regional Tangerang (Stadion Kera Sakti & Stadion Mini Cisauk): Diikuti oleh 1.037 atlet dari 57 SD/MI, terbagi dalam 24 tim KU 10 dan 73 tim KU 12. Regional Semarang (Stadion UNDIP & Lapangan Arhanud Jatingaleh): Melibatkan 1.091 atlet dari 63 SD/MI, yang terdiri atas 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12. Festival SenengSoccer (KU 8): Turut diramaikan oleh 75 siswi dari 22 SD/MI di Tangerang dan 83 siswi dari 18 SD/MI di Semarang. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyampaikan rasa syukurnya atas keberlanjutan turnamen ini. Konsistensi kompetisi menjadi kunci utama dalam menjaga rantai pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput (grassroots). Menariknya, pada musim 2026–2027 ini, MLSC memperluas jangkauannya dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura. “Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini. Target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035,” tegas Teddy. Teddy juga mengapresiasi hadirnya peserta-peserta baru, termasuk sembilan sekolah di Semarang dan empat sekolah di Tangerang yang debut pada seri kali ini. Bertambahnya kontestan memberikan warna baru serta meningkatkan iklim kompetitif secara signifikan. Pentingnya Menit Bertanding dan Jalur Pembinaan Berjenjang Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyoroti pentingnya menit bertanding yang berkelanjutan bagi pesepakbola muda. Menurut mantan pelatih timnas putri tersebut, proses tumbuh kembang pemain tidak bisa dinilai hanya dari satu laga. “Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar dan membawa pembelajaran itu ke pertandingan berikutnya. Ketika mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan, kami bisa melihat perkembangan mereka lebih jelas, mulai dari cara mengambil keputusan, membaca permainan, hingga menghadapi tekanan,” jelas Timo. Timo menambahkan bahwa kehadiran ekosistem pendukung seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga kejuaraan internasional JSSL 7’s Singapore membuat jalur pembinaan kian solid. MLSC berperan sebagai fondasi dasar sebelum para pemain melangkah ke kompetisi berlevel lebih tinggi. Drama Final Regional Tangerang: Adu Penalti dan Gol Jarak Jauh Laga puncak di regional Tangerang menghadirkan drama luar biasa. Pada Kategori Usia 10 (KU 10), SDN Pinang 3 memenangi duel sengit lewat drama adu penalti kontra SDN Cipulir 03 dengan skor 2-1 setelah bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Kiper SDN Pinang 3, Shofiauliya Ferdian, tampil luar biasa sebagai pahlawan dengan menepis tiga tendangan lawan sekaligus mencetak satu gol penentu. Sementara di Kategori Usia 12 (KU 12), SDN Kunciran 8 berhasil menundukkan SDN Kunciran 4 B dengan skor akhir 3-1. Revalia Safitri menjadi bintang lapangan lewat torehan dua gol spektakuler melalui tendangan jarak jauh. “Kemenangan ini hasil dari kerja tim yang solid di lapangan. Lawan-lawannya dari kemarin jago-jago, tapi aku selalu semangat buat berjuang lebih keras lagi. Kami harus pertahankan juara di turnamen berikutnya,” tutur Revalia, yang juga dinobatkan sebagai Best Player KU 12. Daftar Pemenang Lengkap Seri 1 2026–2027 Tangerang Regional KU 10: Juara: SDN Pinang 3 Runner-up: SDN Cipulir 03 Top Scorer: Fatimah Almeera Pahala (SDN Karawaci Baru 1 – 12 gol) Best Player: Ifra Azzaryfa Arysla (SDN Cipulir 03) Best Goalkeeper: Shofiauliya Ferdian (SDN Pinang 3) KU 12: Juara: SDN Kunciran 8 Runner-up: SDN Kunciran 4 B Top Scorer: Fildzah (UPTD SDN Pondok Karya – 31 gol) Best Player: Revalia Safitri (SDN Kunciran 8) Best Goalkeeper: Salsabila Nur Ardillah (SDN Kunciran 8) Semarang Regional KU 10: Juara: SDN Kembangarum 2 Semarang Runner-up: SDN Brumbungan Top Scorer: Ayra Kirana Mahestri (SDN Kembangarum 2 Semarang – 39 gol) Best Player: Almiera Naila Fatmawati (SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol) Best Goalkeeper: Zhafira Ayunindya Putri Azhari (SDN Brumbungan) KU 12: Juara: MI Pagersari-Patean Runner-up: SDN Karangsono 2 Mranggen Top Scorer: Ammaora Kalani Putri (MI Pagersari-Patean – 61 gol) Best Player: Shakila Azalia Ardani (SDN Klepu 03) Best Goalkeeper: Azza Kurnia Hakim (SDN Karangsono 2 Mranggen) Setelah merampungkan seri di Tangerang dan Semarang, tur MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026 – 2027 akan berlanjut ke kota berikutnya, yaitu Jakarta Raya (Jakarta Timur) dan Yogyakarta pada 15 sampai 20 September 2026.

Garuda Muda Taklukkan Laos 3-0, Naik ke Puncak Grup H

Timnas Indonesia U-20 meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Laos pada pertandingan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Bermain di Stadion Nasional Laos, Kamis 3 September 2026 malam, Garuda Muda tampil dominan dan mengamankan tiga poin penting setelah sebelumnya ditahan imbang Malaysia pada laga pembuka. Indonesia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun skuad Garuda Muda membuahkan hasil cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Aleandro Alam mengirimkan umpan lambung terukur yang membelah lini pertahanan Laos. Fabio Azkairawan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kanan untuk membawa Indonesia unggul 1-0. Laos sempat merespons pada menit kesembilan dan berhasil mengirim bola ke gawang Indonesia. Namun, gol tersebut dianulir setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Setelah itu, Indonesia kembali mengambil kendali permainan. Pada menit ke-21, Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi sepak pojok. Zahaby Gholy yang menjadi eksekutor melepaskan bola ke arah gawang, tetapi masih mampu diamankan kiper Laos. Dua menit berselang, peluang kembali hadir. Reno Salampessy berhasil lepas dari perangkap offside dan berhadapan dengan penjaga gawang Laos. Namun, tembakan kaki kirinya masih mampu dihalau. Tekanan Indonesia terus berlanjut. Pada menit ke-27, lemparan jauh Fabio Azkairawan menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Laos. Seorang pemain bertahan Laos justru menyundul bola ke arah gawang sendiri, tetapi bola masih membentur tiang. Meski Laos sesekali mencoba melancarkan serangan, Indonesia tetap lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus mencari celah untuk menambah keunggulan. Gol kedua akhirnya tercipta pada menit ke-39. Aleandro Alam melepaskan tembakan ke arah gawang Laos yang sempat ditepis kiper. Bola muntah kemudian jatuh ke arah Zahaby Gholy yang dengan cepat menyambarnya untuk mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Indonesia melakukan perubahan dengan memasukkan Arkhan Kaka untuk menggantikan Reno Salampessy. Kehadiran Kaka kembali memberikan ancaman bagi pertahanan Laos. Pada menit ke-52, Aleandro kembali menunjukkan perannya dalam membangun serangan. Umpan terobosannya mengarah kepada Arkhan Kaka yang berhasil mendapatkan ruang di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan oleh kiper Laos. Indonesia akhirnya menambah keunggulan pada menit ke-62 melalui gol spektakuler Zahaby Gholy. Indonesia mendapatkan tendangan bebas di area yang menguntungkan dan Gholy maju sebagai eksekutor. Dengan tendangan terukur, Gholy mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang Laos. Kiper Laos tidak mampu menjangkau bola dan Indonesia pun unggul 3-0. Laos mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol balasan. Namun, upaya mereka belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Indonesia yang dikawal I Putu Panji dan rekan-rekannya. Indonesia bahkan hampir menambah gol pada menit ke-72. Sundulan Arkhan Kaka sempat ditepis oleh kiper Laos sebelum bola membentur mistar gawang. Pada sisa pertandingan, Indonesia terus memberikan tekanan melalui pergerakan Arkhan Kaka dan Rafi Rasyiq. Sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi belum ada gol tambahan yang berhasil dihasilkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia tetap bertahan. Hasil ini membawa Indonesia naik ke puncak klasemen sementara Grup H dengan koleksi empat poin dan selisih gol +3. Kemenangan atas Laos menjadi modal penting bagi Garuda Muda sebelum menghadapi laga penutup kontra Australia, Minggu 6 September 2026 mendatang.

Timnas U-20 Ditahan Imbang Malaysia pada Laga Pembuka

Timnas Indonesia U-20 vs Timnas Malaysia Timnas U-20

Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berakhir tanpa gol di Stadion Nasional Laos, Senin 31 Agustus 2026. Pada awal pertandingan, Malaysia tampil cukup agresif. Dalam 15 menit pertama, mereka lebih banyak menguasai permainan dan berani menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menekan pergerakan Garuda Muda. Indonesia perlahan mulai keluar dari tekanan. Peluang sempat tercipta pada menit ke-19 melalui Nazriel Alvaro, namun tembakannya masih melambung di atas gawang Malaysia. Selepas itu, pertandingan berjalan lebih alot. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Garuda Muda berupaya meningkatkan intensitas permainan pada paruh kedua. Skuad asuhan Nova Arianto tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Malaysia, namun belum mampu mengonversi peluang menjadi gol. Peluang melalui tendangan jarak jauh sempat diciptakan Welber Jardim pada menit ke-65, tetapi sepakannya masih melebar dari sasaran. Tekanan Indonesia kemudian semakin meningkat. Rafi Rasyiq hampir membuka keunggulan setelah melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Malaysia, Faez Iqhwan. Pada menit ke-74, Indonesia kembali memiliki kesempatan saat masuk ke area pertahanan Malaysia dengan situasi yang menjanjikan. Namun, peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan. Dua menit berselang, Rafi Rasyiq menerima umpan terobosan dari M. Isfandyar dan berhadapan langsung dengan kiper. Sayangnya, penyelesaian akhir Rafi masih mampu diblok Faez Iqhwan. Indonesia terus mencari gol hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Muhamad Ibrah juga mendapatkan kesempatan dari situasi kemelut di kotak penalti, tetapi sepakannya melambung di atas mistar. Peluang emas kembali hadir pada menit ke-79 ketika terjadi kesalahan dari lini belakang Malaysia. Irpan Abadi mencoba memanfaatkan bola yang berada di depan gawang, tetapi sundulannya masih tipis melewati mistar. Laga berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia sama-sama mengamankan satu poin pada pertandingan pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Indonesia Tergabung di Grup A pada Kualifikasi Piala Asia U-17 2027

Tim Nasional Indonesia U17

Garuda Muda akan bersaing dengan tuan rumah Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja untuk memperebutkan tiket menuju putaran final tahun depan. Hasil tersebut seusai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar drawing Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 27 Agustus 2026. Indonesia menempati Pot 1 bersama Thailand, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, India, dan Iran. Penentuan pot dilakukan berdasarkan perolehan poin AFC dari tiga edisi terakhir turnamen. Sebanyak 35 negara peserta kemudian dibagi ke dalam tujuh grup. Masing-masing grup terdiri dari lima tim yang berasal dari lima pot berbeda. Di Grup A, Indonesia menjadi satu-satunya wakil dari Pot 1. Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja melengkapi komposisi grup. Indonesia akan menghadapi tiga negara Asia Tenggara, yakni Myanmar, Filipina, dan Kamboja. Sementara itu, Afghanistan menjadi satu-satunya lawan dari luar kawasan Asia Tenggara di Grup A. Jelang menghadapi persaingan tersebut, Timnas Indonesia U-17 tengah menjalani rangkaian persiapan. Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat skuad asuhan David Nascimento sekaligus mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Sebagai bagian dari persiapan, Indonesia sudah menjalani uji coba internasional diantaranya melawan Malaysia pada bulan Juli lalu dan Uzbekistan bulan Agustus ini. Laga uji coba internasional menjadi bagian penting dari proses pembentukan dan pematangan tim sebelum memasuki persaingan resmi. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 akan menggunakan format single round-robin. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026. Hanya juara dari masing-masing grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2027 di Uzbekistan. Tujuh juara grup tersebut akan bergabung dengan sembilan negara yang telah lebih dahulu memastikan tempat di putaran final setelah lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Kesembilan negara tersebut adalah Uzbekistan, Australia, Arab Saudi, Tajikistan, Jepang, China, Vietnam, Korea Selatan, dan Qatar.

Timnas U-17 Uji Coba Internasional Lawan Uzbekistan

Timnas Indonesia U-17

Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 yang tengah mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Skuad asuhan pelatih David Nascimento kembali menjalani dua pertandingan uji coba internasional, kali ini menghadapi Uzbekistan pada tanggal 24 dan 27 Agustus 2026. Dua laga uji coba tersebut akan berlangsung secara tertutup dan tidak disiarkan secara live di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Uji coba ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sebelum mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026 mendatang. Pada bulan Juli lalu, Timnas U-17 juga menjalani dua laga uji coba internasional melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo. Saat itu, Garuda Muda imbang 1-1 di pertandingan pertama tanggal 4 Juli dan menang 3-0 pada pertandingan kedua tanggal 7 Juli. Pelatih David Nascimento membawa komposisi 24 pemain yang terdiri dari tiga penjaga gawang, sembilan pemain belakang, enam gelandang, dan enam penyerang. Pada posisi penjaga gawang terdapat Abdillah Ishak (Persija Jakarta), Muhammad Firlo Jony Prasetyo (Persis Solo), dan Syahdan Caesar El Fadhil (ASIOP). Sektor pertahanan diisi Allekay Kaisar Ramadhan dan Pradipta Arya Zidano (Asiana Soccer School), Faiz Hikmal Kurniawan (Diklat ISA), I Gede Kayana Artha Wiguna (Bali United), Muhamad Faiz Fathurahman dan Rasya Azfar Keandra (Bimba AIUEO SS), Puma Nandhito (Persija Jakarta), Ramadhan Putra Negara (Persebaya Surabaya), serta Raka Adrian Firmansyah (Asiana Soccer School). Untuk lini tengah, David memanggil Edsel Henrian Fatih dan Valdo Putra Pratama (Persija Jakarta), Haikal Kamil Ramadhan (Asiana Soccer School), I Dewa Gede Majesta Sandhiya (Bali United), serta Melki Alvando Caussy Yatipai dan Stenly Meyanu (Papua Football Academy). Sementara itu, lini depan dihuni Chico Jericho Yaranggga (ASIOP), Dhamar Try Kusuma (Asiana Soccer School), Dolvi Theofilus Bochrit Salossa dan Yance Glen Imbiri (Papua Football Academy), serta Dzaky Muhammad Azkar dan Ichiro Akbar Al Buchori (Bhayangkara Presisi). Dua pertandingan melawan Uzbekistan tidak fokus untuk mengejar hasil akhir, namun menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana pemahaman pemain terhadap game play yang dibangun, sekaligus mengevaluasi perkembangan individu di level pertandingan internasional. Menit bermain juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter permainan berbeda, para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang dibutuhkan untuk berkembang, baik dari sisi teknis, taktis maupun mental. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 menjadi target berikutnya bagi skuad Garuda Muda. Karena itu, rangkaian uji coba internasional sejak jauh hari menjadi kesempatan untuk membangun fondasi tim sekaligus memastikan para pemain memiliki pengalaman menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan internasional. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia U-17: Penjaga Gawang Abdillah Ishak – Persija Jakarta Muhammad Firlo Jony Prasetyo – Persis Solo Syahdan Caesar El Fadhil – ASIOP Belakang Allekay Kaisar Ramadhan – Asiana Soccer School Faiz Hikmal Kurniawan – Diklat ISA I Gede Kayana Artha Wiguna – Bali United Muhamad Faiz Fathurahman – Bimba AIUEO SS Pradipta Arya Zidano – Asiana Soccer School Puma Nandhito – Persija Jakarta Ramadhan Putra Negara – Persebaya Surabaya Rasya Azfar Keandra – Bimba AIUEO SS Raka Adrian Firmansyah – Asiana Soccer School Tengah Edsel Henrian Fatih – Persija Jakarta Haikal Kamil Ramadhan – Asiana Soccer School I Dewa Gede Majesta Sandhiya – Bali United Melki Alvando Caussy Yatipai – Papua Football Academy Stenly Meyanu – Papua Football Academy Valdo Putra Pratama – Persija Jakarta Depan Chico Jericho Yaranggga – ASIOP Dhamar Try Kusuma – Asiana Soccer School Dolvi Theofilus Bochrit Salossa – Papua Football Academy Dzaky Muhammad Azkar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar Al Buchori – Bhayangkara Presisi Yance Glen Imbiri – Papua Football Academy

Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026

Timnas Putri Indonesia.

Garuda Pertiwi mengakhiri perjalanan di Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan menempati posisi runner-up. Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-1 pada partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu 23 Agustus 2026 malam. Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23 melalui situasi bola mati. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung kompetitif hingga wasit meniup peluit panjang. Garuda Pertiwi mengawali pertandingan dengan keberanian untuk bermain terbuka. Kedua tim silih berganti membangun serangan, sebelum Thailand memperoleh sejumlah peluang di area pertahanan Indonesia. Garuda Pertiwi kemudian berusaha merespons dengan membangun serangan melalui sisi sayap dan kombinasi umpan dari lini belakang. Memasuki babak kedua, Garuda Pertiwi tampil lebih tenang dan meningkatkan intensitas penguasaan bola. Permainan umpan pendek menjadi salah satu cara untuk mencari celah di antara rapatnya pertahanan Thailand. Sejumlah peluang sempat tercipta, termasuk melalui tendangan bebas Nafeeza Ayasha Nori yang masih melewati mistar gawang. Garuda Pertiwi terus memberikan tekanan hingga menit-menit akhir, tetapi skor 0-1 tetap bertahan sampai pertandingan selesai. Meski belum berhasil meraih trofi juara, perjalanan Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian penting dari proses perkembangan para pemain muda. Turnamen ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif, menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, serta menguji kemampuan mereka dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.