ISSOM 2018, ABM Motorsport Tambah Skuat Pebalap Muda

Peserta balap touring Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM). (net)

Jakarta- Jelang kejuaraan balap touring Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018, dimana seri pembuka bakal mulai bergulir pada 23-25 Maret mendatang, tim ABM Motorsport menambah amunisi pebalap muda. Masayu Anastasia, Public Relation Manager ABM Motorsport, mengatakan pebalap baru yang dimiliki tim-nya sudah teruji melalui seleksi yang ketat. Selain usia yang masih relatif muda, lanjutnya, pihaknya juga sudah melihat karakter dan kemampuan balap mereka. “Mereka sudah termasuk dalam 17 racer kami untuk ISSOM. Kami akan memperkenalkan drifter baru kami, Valentino Ratulangi yang punya sederet prestasi dalam berbagai kompetisi drift nasional maupun internasional,” papar Masayu saat peluncuran logo dan nama tim baru ABM Motorsport dikawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (25/2). Untuk persiapan ISSOM 2018, tambah Masayu, ABM Motorsport bakal menurunkan 25 mobil dan 17 pebalap. “Kami juga turut serta dalam 8 kelas dari 12 kelas yang ada pada ISSOM 2018. Diantaranya Super Touring Car (STC) 1 dan 2, (ETCC) Euro 2000, Euro 3000, BMWCCI, JSTC, Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) dan MB INA,” sambungnya. “Di tahun ini pula ABM Motorsport mengikuti kelas HJSC. Beberapa mobil juga dinaikkan speknya, seperti 2 mobil BMW M3 dipersenjatai dengan mesin S54 dan 2 BMW M3 lainnya menggunakan mesin S50,” tambahnya. M. Diponegoro, senior racer ABM Motorsport, berharap pada tahun ini ABM Motorsport dapat menjuarai berbagai kelas balapan dan mendominasi podium pada ISSOM 2018, ditambah dua tim baru racing team dan drift team, sehingga masing-masing pebalap bisa lebih fokus terhadap kemampuannya serta peningkatan spek mobilnya. “Tentu tim ABM Motorsport juga harus bisa meningkatkan prestasi dari berbagai kelas,” urainya. (adt)

Menang Melawan Sang Idola, Andre Semakin Mantap Mengikuti Jejak Seniornya Dalam Dunia Motor Cross

andriansyah-motorcross

Era saat ini merupakan masa dimana segala hal yang menantang di anggap mampu mengatasi segala ketakutan yang membayangi, namun jika di aplikasikan dengan perhitungan yang akurat akan memberikan kebanggan tersendiri saat berhasil menghadapinya apalagi untuk olahraga motor cross. Pria yang bernama Ardiansyah (22), merupakan mahasiswa di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, yang tak lain merupakan atlet balap motor cross yang sudah cukup banyak meraih piala di ajang balap motor cross. Ardhiansyah mengatakan kepada NYSN, bahwa hobbynya ini sudah di mulai semenjak umur 12 tahun “Saya memulai debut balap pada saat duduk di bangku sekolah dasar usia 12 tahun. Menurut saya olahraga balap grasstrack atau motor cross ini mempunyai tantangan yang berbeda dari olahraga balap yang lainnya.” ujar pria yang biasa dipanggil Andre ini. Berbagai prestasi yang pernah diraih oleh Andre salah satunya adalah : 1. Juara umum kategori junior, event club Noval Rb 2014, Tangsel, Banten. 2. Juara umum kategori junior, event club Liman jaya 2015, Garut, Jabar. 3. Juara umum kategori open, event club asbet 2016 pantai Carita Labuan, Banten. 4. Juara umum kategori open, event club PMM 2017, Balaraja, Banten. Dan masih ada yang lainnya. Menang balapan dari idolanya merupakan pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya. “Pengalaman yang paling tidak pernah bisa dilupakan yaitu ketika saya balapan motor dengan salah satu pembalap idola saya, dan saya bisa menang dari idola saya.” tutur Andre. Menggeluti motor cross selama 10 tahun belakangan ini, tentunya cidera sudah pernah dirasakan oleh Andre. “Pernah ketika latihan, saya mengalami cidera di lutut. Tulangnya bergeser, itu cidera saya yang paling parah. Tapi alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada kejadian seperti itu lagi dan saya harap tidak akan pernah mengalaminya kembali.” sambung Andre Pria yang juga mengakui bahwa sang ayah tidak pernah berhenti berikan dukungannya dalam hal apapun termasuk materi, akhirnya Andre semakin mantab mengikuti jejak senior senionya. “Mudah-mudahan saya bisa menjadi seperti para senior saya, dan untuk masa depan saya, mungkin saya akan bekerja di bidang yang berbeda dengan profesi saya sekarang sebagai pembalap motor. Karena untuk balapan bisa dibatasi oleh umur, tidak selamanya bisa ikut balapan. Serta perlu diketahui, semua yang saya raih itu tidak instan, butuh proses, maka dari itu, untuk teman-teman yang lain juga harus banyak berlatih agar memiliki fisik yang bagus dan kuat, karena balapan grasstrack atau motor cross ini tidak hanya memerlukan skill, melainkan perlu memerlukan fisik yang baik.” kata Andre sekaligus mengakhiri perbincangannya bersama reporter NYSN.(crs/adt)