Ingin Menjadi Pembuat Game Online, Pemuda Ini Terus Berprestasi Lewat Olahraga Renang

Rakha-Renang

Alangkah sempurnanya hidup ini jika hobby dan cita-cita dapat berjalan selaras menjalani kehidupan sehari hari dengan mengukir sejarah mempersembahkan prestasi dari tingkat daerah, wilayah, nasional bahkan internasional. Rakha satya mahardhika merupakan siswa SMAN 3 Tangsel, telah mengukir banyak prestasi dalam olahraga renang. Siswa kelas XII ini mengatakan bahwa sudah berlatih renang sejak kelas 1 SMP. “Kalau pulang sekolah, di rumah tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya cari-cari kegiatan apa yang bisa mengisi waktu luang saya. Lalu ada yang ajakin ikut renang, terus ikut lomba. Dipikir-pikir seru juga, nih kalo bisa menang dalam perlombaan.” tutur Rakha. (3/8) Tergabung dalam club parisakti jakarta, berikut beberapa prestasi Rakha. 1. Juara 2 O2SN tingkat Provinsi 2. Mendapatkan medali emas, perak dan perunggu dalam Kejurda DKI Jakarta 3. Mendapatkan medali emas kategori estafet gaya ganti 4×100 dan medali perunggu kategori gaya bebas 4×200 dalam Kejuaraan KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tingkat nasional di Surabaya Bagi Rakha, teman-teman yang menjadi saingan ketika lomba juga saling memotivasi. “Karena sebenarnya kita semua saling mendukung. Walaupun bersaing ketika lomba, tapi itu hanya menjadi saingan ketika di dalam air, setelah lomba kita tetap berteman.” ujarnya. Saat pertama kali mengikuti kejuaraan olahraga renang, Rakha mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman lucu sekaligus sedikit memalukan yang pernah dialaminya. “Pertama kali ikut pertandingan renang, biasa peraturannya tidak kalau sudah lompat dan berada dalam air, harus langsung bergerak dan tidak boleh buang waktu sekalipun kacamata lepas. Tapi tidak sengaja kacamata saya terlepas ketika sudah lompat ke dalam, akhirnya saya perbaiki dulu posisi kacamata padahal harusnya sudah mulai berenang. Itu sebenernya terlihat agak bodoh, tapi maklum masih SMP.” kata Rakha seraya tertawa. Ditanya soal cita-cita, Rakha menuturkan bahwa ia ingin menjadi penemu game online. “Saya ingin menjadi penemu game online, karena saya suka bermain game online. Memang tidak ada hubungannya dengan renang, tetapi saya juga berimpian dapat menjadi pelatih renang untuk mengisi waktu luang dan bisa bayar kuliah sendiri untuk meringankan beban orang tua. Karena kalau kita mau jadi yang terbaik, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, jangan puas hanya dengan menjadi yang kedua atau ketiga.”tutup Rakha (crs/adt)

Melalui Tenis Meja, Gadis Ini Memendam Mimpi Yang Mulia, Lihat Apa Yang Coba Dia Lakukan?

Rizkia Tenis Meja

Umumnya semua manusia yang ada di bumi memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, juga dengan latar belakang yang berbeda-beda agar bisa saling melengkapi. Begitupun dengan Razkia yang awalnya menekuni olahraga bulu tangkis pindah menjadi tenis meja. Memiliki tubuh yang mungil, membuat Petty Razkia sempat kesulitan ketika memilih olahraga yang akan ditekuninya. Siswi kelas XII di SMAN 3 Tangsel ini mengatakan bahwa pada awalnya ia mengikuti olahraga bulu tangkis. “Awalnya saya ikut bulu tangkis, tapi karena tubuh saya kecil, orang tua saya khawatir fisik saya kurang kuat kalau ikut bulu tangkis. Akhirnya disuruh coba tennis meja, karena kebetulan keluarga saya memang bisa tennis meja semua. Ternyata memang lebih ringan dari bulu tangkis. Akhirnya saya tertarik dan mulai berlatih olahraga tersebut sekitar kelas 5 SD.” kata Petty (3/8) Petty yang tidak pernah absen mendapatkan juara dalam setiap pertandingan antar sekolah ini, pernah juga mendapatkan juara 1 tingkat Tangerang Selatan beberapa kali. Kejadian yang dianggapnya memalukan juga pernah dialami Petty pada saat service (memberikan bola kepada lawan saat pertama mulai). “Waktu SMP, pelatih memasukkan saya ke dalam pertandingan yang tingkat kemampuan atletnya sudah lumayan berpengalaman dan sudah usia SMA ke atas. Saya paling muda disitu. Ketika memulai pertandingan dan mulai service awal, saya diberikan service yang belum pernah saya coba. Akhirnya saya tidak bisa menerima servicenya dan ditertawakan oleh lawan saya. Akhirnya saya nangis, tapi tetap meneruskan pertandingan sambil nangis. Saya masih merasa malu sampai sekarang.” terang Petty. Menurut Petty, Tennis meja adalah sampingannya untuk prestasi di luar akademis, karena di masa mendatang, Petty memiliki rencana yang lebih mulia. Ia sangat ingin menjadi sukarelawan yang bisa blusukan ke berbagai daerah pedalaman untuk mengajar anak-anak yang tidak bisa bersekolah. “Terima kasih kepada orang tua saya yang sudah menyarankan saya untuk menekuni tennis meja, juga pelatih yang sudah membimbing saya dan bisa berprestasi sampai saat ini, serta teman-teman yang selalu mensupport kegiatan saya.” tutup Petty.(crs/adt)

Berkat Perjuangan Orang Tua, Remaja Ini Dinobatkan Menjadi Kiper Terbaik Dalam Barcelona Cup

Adi-Sepak-Bola

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat disukai oleh Muhammad Adi Satryo. Pelajar yang biasa dipanggil Adi ini sudah menjadi atlet sepak bola sejak kelas 3 SD. Berawal hanya mengikuti sepak bola mini atau biasa disebut dengan futsal, akhirnya Adi merasa bahwa ia memiliki potensi dalam olahraga tersebut. Prestasi Adi bersama timnya dan juga prestasi individunya antara lain adalah sebagai berikut: 1. Juara 1 dalam Liga Menpora tingkat Nasional 2. Juara 2 dalam Liga Suratin 3. Keeper terbaik dalam Liga Danon 4. Keeper terbaik dalam Liga Suratin 5. Keeper terbaik dalam Barcelona Cup Diakui Adi, sang mama sangat berjasa selama ini dalam memperhatikan Adi agar tidak salah jalan dan terjatuh dalam pergaulan negatif yang sedang marak di kalangan anak muda sekarang ini. “Dari kecil, sebelum fokus dengan sepak bola, mama selalu melibatkan saya dalam berbagai jenis olahraga.” tutur Adi, yang juga mengatakan kepada NYSN bahwa untuk mengisi waktu senggang dan menghindari kegiatan yang tidak jelas, sekarang ini ia memiliki pelatih sendiri untuk mengajar sepak bola secara privat. (3/8) Pengalaman sedih juga pernah dirasakan oleh Adi di saat turut liga suratin dimana ada dua pilihan yang harus di pilih salah satunya. “Saat Liga Suratin, semi final dan finalnya bentrok dengan kegiatan UKK dari sekolah. Sempat ada masalah sama eyang dan mama, disuruh pilih pelajaran atau olahraga. Akhirnya saya nurut sama eyang, saya lebih pilih sekolah dan ikut UKK, karena biar bagaimanapun sekolah tetap yang utama. Saat itu, club saya yang di Bandung, yang akan mengikuti Liga Suratin bersama, langsung kecewa dan sampai sekarang masih agak canggung.” kata Adi. Di masa depan, Adi mengatakan bahwa ia ingin menjadi ABRI, karena tertarik ketika melihat film perang-perangan semasa kecil. “Raihlah cita-citamu setinggi mungkin, dan jangan lupa diiringi dengan doa.” tutup Adi.(crs/adt)

Para Wasit Perempuan Ini Siap Memimpin Jalannya Pertandingan Sepakbola di Inggris

Deliana-Wasit

Emansipasi perempuan saat ini sudah masuk ke dalam hampir seluruh segmen para laki laki, balap motor, balap mobil, basket, bahkan dalam olahraga tinju sekalipun wanita sudah mendominasi. Tak terkecuali dalam sepak bola, sudah banyak dalam suatu pertandingan menggunakan wasit perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa British Council dan Premier league sedang bekerjasama dengan wasit sepakbola Indonesia pada tahapan kursus pengembangan wasit premier skills yang pertama kali di adakan di Jakarta. Dalam kursus tersebut terdapat tiga level atau tiga tahapan dalam program pengembangan wasit, untuk tahun ini sebagai permulaan program level 2 dan 3 di lapangan ISCI Ciputat, Tangsel. Pada pengembangan level 1 adalah tentang pemahaman tentang pengantar peraturan standart law of the game (peraturan permainan) dan juga mengembangkan keterampilan praktis agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai wasit. Sedangkan pada level 2 kursus tersebut lebih di tekankan pada jam terbang atau berpengalaman selama1-3 tahun di tiap pertandingan, dalam artian mereka terjun langsung memimpin pertandingan secara rutin. Rutinitas level 2 para wasit ini secara langsung mendemonstrasikan serangkaian kompetisi dan potensi sampai mereka lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Dan pada level 3,selain terlibat secara rutin, mereka juga di tuntut untuk terlibat pembelajaran progresif dengan fase masa 4 tahun pengalaman. Serangkaian level tersebut sedang di jalani oleh calon wasit di program premier skills, dari banyaknya yang terlibat dalam program tersebut ada diantaranya 4 orang wasit perempuan. Dia bernama Mimin Mintarsih, Sumarni, Deliana Iman Dewi Gita, Gita Dewi Mulyani. Keempat wasit wanita ini akan di gadang menjadi wasit yang berskala international melalui program premier skills.(adt)

LIMA Futsal WJC 2017: UNINUS Si Juara Baru

Kompetisi tahunan LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference (WJC) 2017 punya juara baru yaitu Universitas Islam Nusantara (UNINUS). Menurut ligamahasiswa.co.id (06/08/2017), perjalanan tim tersebut tidaklah mudah. Di fase grup mereka bertemu dengan lawan-lawan yang berat, seperti Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan juara LIMA Futsal WJC 2016, STKIP Pasundan. Pertandingan pertama (2/8), UNINUS mampu seimbang dengan STKIP perolehan skor 3-3. Di pertandingan terakhir grup (3/8), tim berhasil menang telak 6-0 atas UNISBA. Hasil tersebut membuat UNINUS melaju ke babak empat besar. Pada babak selanjutnya, di empat besar, yang menggunakan sistem grup, UNINUS mampu meraih 2 kemenangan dan 1 kali hasil imbang. Kemenangan diraih UNINUS atas STKIP Pasundan (dengan skor 6-0) dan juara Pul C, Institut Teknologi Nasional (ITENAS), 6-1. Sementara seri didapat saat melawan Universitas Telkom, 3-3. Akhirnya, dengan UNINUS memperoleh 7 poin, berarti tim pun berhak atas gelar juara Blibli.com Lima Futsal West Java Conference 2017. Pelatih UNINUS, Riana mengatakan hasil yang didapat karena kerja sama tim, kepercayaan, dan doa dari semua pihak yang terlibat. Pada LIMA National, pelatih akan menambahkan motivasi agar usaha yang telah dijalani selanjutnya tidak terbuang sia-sia di tingkat nasional tersebut. LIMA Futsal Nationals 2017 akan dilaksanakan di Malang, Jawa Timur sekitar Oktober mendatang, UNINUS akan bersama Universitas Telkom sebagai wakil dari West Java Conference (WJC). Ini Dia Tim yang Lolos Ke LIMA National 2017: Tim Putra : Univeristas Islam Nusantara (UNINUS) Telkom University Tim Putri : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR)

LIMA Futsal WJC 2017: Tim Futsal Putri UPI Menang Atas Unpad

Tim futsal putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil mempertahankan gelar juara dengan skor 3-1 di LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference 2017. Tim putri berhasil mengalahkan pesaing terdekat yaitu Universitas Padjadjaran (UNPAD), Minggu (6/8). Menurut lansiran dari ligamahasiswa.co.id (06/08/17), pada pertandingan pertama UPI mampu meraih kemenangan. para pemain Unpad dibuat sulit dalam mengembangkan permainan. kapten UPI, Siti Latipah (9), di menit ke 6 meraih keunggulan untuk timnya melalui sepakan kaki kanannya. Setelah gol pertama tersebut, UPI semakin melebarkan sayap untuk kemenangan. Namun, menit ke-14, Unpad berhasil menyamakan kedudukan dengan serangan balik cepat oleh Leni Yuliani (10). Kemudian, UPI kembali mengejar dan unggul atas Unpad. Milda (14) berhasil memanfaatkan kelengahan tim Unpad di awal babak kedua. Hingga akhirnya Unpad semakin jauh tertinggal setelah pemain UPI, Theresia (21), lolos dengan mudah menendang bola ke gawang Unpad di menit ke-33. Hasil permainan pun berakhir dengan skor 3-1. Seperti yang dilansir ligamahasiswa.co.id, Pelatih Tim Putri UPI, Asep Supmena mengatakan di pertandingan pertama, tim UPI sudah bisa membaca pertandingan. sehingga strategi yang Asep siapkan bisa berjalan dengan baik. Tim UPI pun kembali meraih kemenangan. Pelatih juga menambahkan untuk menghadapi LIMA Nationals nanti,akan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Dalam waktu 2 bulan ini, Pelatih akan meningkatkan skill individu para pemain agar siap menghadapi kompetisi nationals. Atas kemenangan yang telah diraih, berarti UPI berhak atas gelar juara LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference 2017. Tim telah mengunci puncak klasemen putri setelah sikat 4 pertandingan dengan kemenangan.

Masuk Pelatnas Merupakan Impian Terbesar Bagi Atlet Bulutangkis Putut Panji Asmoro

Putut-bulutangkis

“Dampak memukul raket dan melompat-lompat membantu meningkatkan kepadatan tulang secara yang alami.” Demikian kutipan dari Jane Taylor, seorang pelatih atlet bulutangkis pribadi di Inggris. Atlet muda bulutangkis bernama Putut Panji Asmoro merupakan Siswa SMAN 3 Tangsel, sudah beberapa kali mendapatkan prestasi dalam olahraga yang menggunakan raket dalam permainannya. Putut, yang sudah berlatih bulutangkis sejak kelas 5 SD ini memang berasal dari keluarga yang turun temurun adalah pecinta olahraga. Namun, Putut juga menambahkan bahwa awal bermain bulutangkis hanya untuk iseng dan mengisi waktu luang saja. “Awalnya cuma ikut pertandingan biasa untuk iseng-iseng. Akhirnya lama kelamaan saya tertarik dan masuk dalam salah satu club bulutangkis.” ujarnya. (02/8) Kepada NYSN siswa kelas XII yang pernah meraih Juara 1 O2SN tingkat Provinsi dan Juara 2 dalam Liga Menpora tingkat nasional ini mengatakan, bahwa peran orang tua dan pelatih tak lepas dari perjuangannya meraih prestasi sampai saat ini. “Orang tua saya sangat berperan dalam mendukung saya, begitupun pelatih saya dari kecil yang biasa saya panggil Kak Jaja. Beliau sangat memotivasi dan mendukung saya selama ini.” kata Putut. Dapat menjadi atlet bulutangkis dan bisa mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis di berbagai tempat, membuat Putut sangat senang karena bisa mempunyai teman-teman baru dan semakin banyak yang memotivasinya. “Saya ingin menjadi pemain nasional dan masuk pelatnas. Di samping itu, saya juga ingin menjadi pengusaha sukses serta bisa kuliah di universitas impian saya yaitu Universitas Brawijaya, Malang. Maka dari itu, hargai waktu sebaik mungkin, jangan disia-siakan dan berlatih terus agar yang diinginkan dapat tercapai.” tuturnya.(crs/adt)

Gadis Ini Sempat Ditolak Saat PON, Ternyata Saat Ini Ia Meraih Gelar Juara di Olahraga Renang

Ratu-Renang

Sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus di lakukan, olahraga adalah kebutuhan tubuh yang mesti di jaga. Apalagi banyaknya pemukiman atau tawaran tempat tinggal ideal yang menawarkan konsep multi fungsi tersedianya kolam renang sebagai bentuk kebugaran orang-orang dalam kategori mapan dalam olahraga renang. Selain untuk menjaga kebugaran, kolam renang yang juga di sediakan untuk umum di percaya sebagai tempat yang dapat menampung minat para penyuka olahraga air, santai, seru, bersifat terapi, dan menyenangkan. Ratu shalsabila merupakan atlet renang yang baru-baru ini memenangkan juara 1 olahraga renang 100m Putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten dan akan melanjutkan pada tingkat nasional dalam waktu dekat ini. Berawal dari mengikuti ajakan teman dan bisa meraih prestasi dalam lomba renang pertamanya, Ratu akhirnya memutuskan untuk fokus dalam olahraga air tersebut. “Saya ikut renang mulai kelas 6 SD. Awalnya karena di komplek ada teman yang ikut renang dan saya diajak ikut latihan. Baru 4 kali ikut latihan, pelatihnya menyuruh saya ikut latihan rutin setiap hari. Satu bulan kemudian, saya langsung disuruh ikut lomba dan mendapatkan medali perak pada lomba renang pertama saya.” kata Ratu. (02/8) Selain Juara 1 renang 100m putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten, ratu juga meraih juara di beberapa kategori dalam Dispora Cup Nasional 2017, antara lain juara 1 gaya bebas 50m putri, juara 1 gaya dada 50m putri, dan juara 2 gaya punggung 50m putri. Ratu mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya sangat ingin mengejar cita citanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan laut. “Saya ingin jadi TNI Angkatan Laut dan olahraga renang tetap saya ikuti, begitupun kejuaraannya. Dalam angkatan laut juga ada latihannya, bahkan jika kita menang dalam kejuaraan-kejuaraan renang tersebut, itu dapat dijadikan untuk menaikan pangkat di angkatan laut.” tutur Ratu. Siswi yang tergabung dalam club renang bernama Parisakti Jakarta ini juga pernah mengalami hal menyedihkan ketika akan mengikuti PON Remaja. “Ketika akan mengikuti PON remaja, nama saya tercatat masuk dalam DKI. Ketika sudah mau berangkat untuk seleksi, tiba-tiba Banten mengakui bahwa saya masih tercatat sebagai atlet mereka. Padahal sudah tidak. Akhirnya nama saya dicoret dari DKI dan saya tidak jadi berangkat. Sampai saat ini saya belum bisa masuk dalam pelatda lagi.” ujar Ratu. Ratu selalu memiliki prinsip untuk langsung kembali bangkit ketika terjatuh, itu pula yang selalu ia terapkan kepada teman-teman seperjuangannya. Sehingga hal tersebut, walaupun terasa menyedihkan bagi Ratu, dirinya tetap terus berjuang untuk berprestasi dalam cabang olahraga renang.(crs/adt)

Lihat Apa Yang Ingin Diraih Oleh Pemuda Ini Dengan Cara Menguasai Olahraga Karate Dan Olaharaga Atletik

Fandy-Karate

Lihai dalam satu bidang olahraga saja bisa di katakan kecerdasan, tapi jika sudah menguasai 2 cabang olahraga sekaligus olahraga karate dan olahraga atletik kemudian berprestasi, itu adalah sebuah bakat dan anugrah sang pencipta yang di sebut manusia unggul. Atlet olahraga karate yang bersekolah di SMAN 3 Tangsel ini bernama Fandy Achmad Fathoni. Ia sudah berlatih karate sejak dirinya duduk di bangku kelas 4 SD. Fandy mengatakan, bahwa selain dapat meraih prestasi, karate sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dan bisa memiliki kemampuan beladiri sebagai perlindungan diri. 1. Juara 1 Chaki cup nasional 2014 2. Juara 2 Insan Cendekia Madani cup 3. Juara 2 O2SN tingkat Tangsel 4. Juara 3 dalam Porkot tangsel Selain olahraga karate, Fandy juga memiliki prestasi di cabang olahraga atletik kategori lompat jauh dan beberapa waktu lalu mendapatkan juara 3 tingkat kota Tangsel. “Pelatih saya, Sensei Samuel sangat berjasa bagi saya, karena dari pertama latihan karate saya banyak mendapatkan pengalaman dan bimbingan dari beliau. Banyak juga murid-murid yang berprestasi di bawah bimbingannya.” ujar pelajar kelas XII ini. Perasaan kecewa juga sempat dirasakan oleh Fandy ketika mengikuti salah satu pertandingan. “Waktu SMP, ada kejuaraan yang bentrok sama study tour sekolah. Saya memilih ikut lomba, tapi ternyata saya tidak dapat apa-apa, tidak menang. Rasanya sedih dan sempat berpikir bahwa pengorbanan saya tidak ikut study tour jadi sia-sia. Tapi setelah itu saya bangkit lagi.” tutur Fandy. Bagi Fandy, karate akan ia jadikan sebagai sarana atau batu loncatan untuk meraih cita-citanya yang ingin menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, ia juga ingin menjadi penulis dan dapat menempuh pendidikan di salah satu Universitas Favorit di Jakarta, yaitu Universitas Indonesia. “Perjalanan kita untuk menggapai cita-cita masih panjang, terus berjuang demi masa depan kita.” pesan Fandy.(crs/adt)

Demi Mengangkat Olahraga Softball, Pemuda Ini Rela Melepas Pekerjaannya

Sigit-Softball

Totalitas memang sangat di butuhkan dalam menekuni salah satu cabang olahraga, konsisten dalam berlatih, focus kepada target pencapaian adalah formula manusia yang sering di sebut mengejar impian. Begitu juga dengan olahraga softball. Sigit Suryadarma, adalah seorang atlet softball di Sulawesi Tenggara yang mulai menekuni olahraga tersebut mulai tahun 2007. Bagi Sigit, olahraga softball di Sulawesi Tenggara belum begitu familiar dan ia tergabung dalam Lakidende Softball Club di Sulawesi Tenggara. “Yang membuat saya tertarik dengan olahraga softball adalah karena olahraga ini belum familiar di Sulawesi tenggara dan mengajarkan kita untuk membuat keputusan cepat, tepat dan akurat.” tutur mahasiswa lulusan ekonomi Universitas Haluoleo. Prestasi club dan daerah yang sudah diraih Sigit antara lain: 1. Juara 1 dalam kejuaraan giants cup V, U-25 di Jakarta tahun 2013 2. Juara 1 dalam kejuaraan summer grandslam national softball open championship di Filipina tahun 2013 3. Juara 1 dalam softball putra open tournament international walikota cup 2016 di Makassar. 4. MEDALI EMAS PON XIX di Jawa Barat Dan prestasi Individu Sigit antara lain: 1. The best hitter dalam kejuaran UNHAS CUP I Tahun 2011 2. The best hitter dalam kejuaraan invitasi softball di kendari tahun 2012. 3. The best hitter dalam Kejuaraan PERPROV di SULTRA tahun 2015 4. Medali emas kejuaraan nasional Softball U-19 di Medan tahun 2016 ( sebagai Head coach) Bagi Sigit, sang ayah adalah sosok memegang peranan penting ketika ia berjuang menjadi atlet softball berprestasi. “Ya, bapak saya sangat berjasa, apalagi ketika tahun 2015 saat saya sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan harus resign demi mengikuti training center di Filipina selama sebulan untuk persiapan PRAPON di Jakarta.” ujar Sigit. Sigit juga mengatakan bahwa latihan olahraga softball yang berat dan terpisah dengan keluarga kala itu sempat membuat dirinya bosan dan ingin berhenti. “Yang paling terkenang adalah ketika kami harus menjalani Training Center kedua di Filipina untuk persiapan PON XIX. Selama 6 bulan kami tidak pulang dan harus terpisah dengan keluarga, bahkan tidak bisa ikut berkumpul saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha demi membela Daerah.” kata Sigit Namun Sigit merasa bersyukur karena memiliki Manager yang luar biasa, yaitu Bapak Fahri Yamsul dan asistennya Bapak Rifuji yang selalu total dalam mensupport Sigit dan atlet lain dalam tim softballnya. Saling mendukung dan peduli satu sama lain dalam tim juga sangat dirasakan Sigit. Salah satunya ketika ia mengalami kecelakaan motor beberapa tahun yang lalu ketika sedang dalam persiapan kejuaraan nasional senior di Jakarta tahun 2014, yang mengakibatkan adanya pergeseran pada bahu kanannya. Tetapi dengan dukungan pengurus tim, Sigit bersemangat untuk cepat pulih dan dapat ikut bertanding meskipun belum pulih total. “Saya berharap olahraga softball bisa berkembang khususnya di Sulawesi Tenggara, dengan dukungan pemerintah dan swasta sehingga dalam mencari SDM bisa lebih mudah demi mempertahankan nama club dan daerah sebagai yang terbaik di Indonesia seperti saat ini.” tutur Sigit. “Prestasi tidak diraih dengan hanya menyukai hobby kita, tapi tekunilah dengan serius pasti jalan menuju prestasi akan terbuka.” tutupnya.(crs/adt)

Tergabung Dalam Club Olahraga Panahan Lamandau Archery, Ali Sedang Berjuang Demi NKRI

Ali-Panah

Focus pada target yang ingin di capai dan masuk dalam jangkauan olahraga panahan hampir sama dalam menjalani kehidupan kita sehari hari, dalam mengikuti pelajaran sekolah, kita di tuntut mampu mengerti (focus) sehingga berhasil menyelesaikan soal yang di berikan. Maulana Ali Nurohman (18) merupakan lulusan dari SMAN Ragunan (sekolah khusus olahragawan), dan saat ini sedang fokus menekuni olahraga panahan. Ali mengatakan kepada NYSN bahwa olahraga panahan dapat melatih kesabaran dan juga konsentrasi. “Saya ikut panahan sejak kelas 2 SMP dan sekarang tergabung dalam club panahan bernama Lamandau Archery Club. Panahan termasuk dalam sunah Rasulullah Saw, serta dapat melatih konsentrasi, sabar, fokus dan lain sebagainya.” ujar Ali.(31/7) Selama menekuni olahraga panahan, Ali sudah mengikuti berbagai kejuaraan, salah satu prestasinya mendapatkan 3 medali emas dan 2 medali perak dalam Porprov Kalteng. Dalam perjuangannya, diakui Ali banyak sekali orang yang berperan dan mendukungnya. Terutama orang tua, pelatih, dan teman-temannya. Banyak pengalaman menyenangkan yang dirasakan oleh Ali selama berlatih panahan. Ali bercerita bahwa ia pernah terlambat bangun ketika akan berlatih sampai akhirnya harus mendapatkan hukuman akibat keterlambatannya. Dapat bercanda tawa dengan teman-teman di cabang latihannya juga merupakan hal berharga bagi Ali. Ingin mengharumkan nama NKRI, salah satunya lewat cabang olahraga panahan merupakan impian dan cita-cita Ali. “Saya ingin mengharumkan nama NKRI. Saya juga berharap dapat menjadi orang yang berprestasi dalam bidang olahraga dan dalam hal apapun. Rencana ke depan ini, saya masih ingin fokus menjadi atlet.” ujar Ali. Bagi Ali, giat berlatih, sabar, fokus dan jangan mengeluh merupakan kunci menuju kesuksesan, serta beberapa hal ini juga disampaikan oleh Ali “Terus berjuang, jangan meninggalkan kewajiban untuk beribadah, disiplin, sopan dan terutama jangan sombong.” pesan Ali.(crs/adt)

Dari Basket Pindah Ke Olahraga Baseball, Pemuda Ini Ucapkan Terima Kasih Kepada Orang Yang Telah Berjasa

Ranjani-Baseball

Tidak mudah mengukir prestasi jika kemampuan individual tidak mendukung, di dalam tim tidak hanya di tuntut kerjasama yang baik, tapi juga mampu mencari peluang untuk menjadi pemenang apalagi dalam olahraga Baseball. Ranjani Lubis, sudah mengikuti baseball sejak tahun 2004 dan merupakan atlet baseball yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan baseball serta menuai banyak prestasi bersama beberapa tim yang pernah menaunginya. “Awalnya saya bermain basket dan tidak pernah berprestasi, lalu kakak sepupu saya mengajak bermain olahraga baseball dan ia sering bertanding keluar kota. Saya berpikir mungkin seru juga kalau saya bisa bertanding di luar kota. Akhirnya saya tertarik dan mulai menekuni baseball.” kata pria yang akrab disapa Jani ini. (31/7) Jani sudah pernah tergabung dalam beberapa tim di Jakarta dan Lampung. Berikut prestasi-prestasi Jani bersama tim maupun individu. -Prestasi tim: 1. Juara 2 kejurnas junior 2007 (tim Lampung) 2. Juara 2 kejurnas junior 2008 (tim lampung) 3. Juara 1 ILL 2009 (tim prambors jakarta) 4. Juara 1 kejurnas junior 2010 (tim DKI jakarta) 5. Juara 1 kejurnas open club 2010 (prambors club jakarta) 6. Juara 2 seagames 2011 7. Juara 1 Pra PON 2011 (tim DKi Jakarta) 8. Juara 1 PON 2012 (tim DKI Jakarta) 9. Juara 1 Redsox cup 2013 (tim Lampung) 10. Juara 1 kejurnas open 2014 (tim Lampung) 11. Juara 2 Asia cup 2015 12. Juara 2 PraPON 2015 (tim Lampung) 13. Juara 2 PON 2016 (tim Lampung) 14. Juara 2 Redsox 2016 (tim Lampung) 15. Juara 1 Valiant cup 2017 (tim Prambors Jakarta) 16. Juara walikota cup samarinda (tim Pirates samarinda) -Prestasi individu: 1. 2009: Most Valuable Player , the best Hitter 2. 2010: the best hitter, the most R.B.I, the best Slugger 3. 2010: the most R.B.I 4. 2013: the best hitter, the best slugger , the most valuable player 5. 2014: most valuable player , the best hitter , the best slugger 6. 2016: the best hitter , the best slugger , most valuable player Belasan tahun berlatih baseball sudah pasti Jani pernah mengalami yang namanya cidera. Ia bercerita bahwa pernah mengalami cidera yaitu dislokasi (bahu lepas) pada bahu kirinya ketika penyisihan PON 2012, tetapi tim, pelatih dan managernya dengan cepat memberikan pengobatan dan 2 hari kemudian, Jani sudah bisa bermain di partai final PON 2012. “Pengalaman tidak terlupakan pada saat saya lulus SMA di Lampung, saya sangat ingin berprestasi di Jakarta supaya bisa mengikuti ILL (indonesia Little League). Saat itu, club saya di Lampung tidak mengikuti kejuaraan tersebut, jadi saya pindah ke Jakarta. Saya di antar oleh kakak sepupu. Di Jakarta, saya menawarkan diri ke 2 club baseball tapi ternyata tidak sesuai harapan. Saya di tolak oleh salah satu club tersebut dan saya juga mencoba menawarkan diri ke club baseball Prambors Jakarta, ternyata saya di terima. Disitulah awal saya berprestasi dan banyak mengenal hal baru tentang olahraga baseball.” ungkap Jani. Jani sempat berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Lampung pada tahun 2015 ini tak luput mengucapkan terima kasih kepada orang yang pernah berjasa. “Banyak orang berjasa bagi saya, seperti keluarga, kakak sepupu saya yang memperkenalkan baseball, club Smanda Lampung, pengurus baseball lampung, club Prambors Jakarta, pengurus baseball DKI jakarta, pacar saya serta teman-teman.” tutur Jani. Bukan hanya sebagai hobby, tetapi Jani juga ingin memajukan baseball Lampung dan ingin meraih medali Emas dalam Seagames, serta menjadi atlet baseball profesional. Terakhir, Jani mengatakan bahwa tanpa semangat berlatih dan terutama berdoa, prestasi tidak akan bisa diraih.(crs/adt)

Pemuda Ini Berharap Kepada Pemerintah Untuk Memperjuangkan Atlet Olahraga Tenis Indonesia

Iswandaru-Tennis

Atlet tenis berprestasi, yang merupakan salah satu siswa SMAN Ragunan (khusus olahragawan) bernama Iswandaru Kusumo Putro, awalnya mengakui tidak ada ketertarikan untuk menekuni olahraga tenis. “Saya mulai bermain tenis ketika umur 8 tahun, dulu latihannya sama bapak terus masuk club di Blora. Sebenarnya, sejak awal tidak tertarik sama sekali, tapi lama kelamaan merasa enjoy dan senang dengan olahraga ini.” ujar Iswandaru. (31/07) Semasa sekolah, Iswandaru juga merupakan murid yang berprestasi. Ia selalu memiliki nilai yang bagus dan selalu menjadi juara kelas. Hal itu menjadikan pihak sekolah juga mendukung kegiatan Iswandaru dalam olahraga tenis. “Waktu SD, saya pulang sekolah jam 5 sore, jadi waktu saya untuk berlatih tenis sangat terbatas. Apalagi ketika mengikuti pertandingan berminggu-minggu, saya harus izin sekolah. Kebetulan saya di selalu ranking 1 dari kelas 1 sampai lulus, jadi gampang kalau mau izin ikut kejuaraan atau mau latihan di siang hari pasti diizinkan. Padahal kalau teman-teman saya mau minta izin pasti sulit sekali karena sekolah saya memang keras dan sangat disiplin. Teman-teman saya sampai heran karena saya mudah mendapatkan izin dari sekolah.” tambah Iswandaru. “Namun, itu semua tetap ada syaratnya, yaitu pada saat nanti ujian nasional, nilai matematika saya harus sempurna. Dan alhamdulillah pada saat ujian nasional nilai matematika saya 100 dan menjadi ranking 1. Jadi menurut saya, tidak ada alasan ketika kita fokus pada tenis atau sesuatu hal lainnya, sekolah tetap harus diutamakan.” lanjut remaja kelahiran 6 Januari 2000 ini. Cidera juga pasti pernah dialami Iswandaru. Salah satunya ketika sedang pertandingan di Perth Australia, ketika usia Iswandaru masih 12 tahun dan diperintahkan untuk bermain dalam kelompok 14 tahun. Selain pukulannya jauh lebih kencang dan postur tubuhnya jauh lebih besar, power yang dimiliki Iswandaru juga tidak sebesar kelompok tersebut. “Karena memang saya tidak main di kelompok yang sesuai dengan usia saya, jadi sangat berbeda. Setelah itu bahu saya cidera lumayan lama, sekitar 3 sampai 4 bulan belum juga sembuh total.” ujarnya. Diakui Iswandaru, olahraga tenis termasuk salah satu olahraga yang membutuhkan modal yang cukup besar. “Bisa dibilang olahraga tenis itu lumayan mahal, butuh pertandingan yang banyak, peralatan yang tidak murah dan semua itu pasti butuh dana. Di Indonesia masih sulit cari sponsor yang mau mendanai, apalagi pemerintah juga kurang memperhatikan tenis. Jangankan saya, yang sudah ikut pelatnas saja masih susah dapat dananya.” kata Iswandaru. Iswandaru juga melanjutkan, sesekali ia berpikir bahwa ingin beralih dari menjadi atlet tenis. “Terkadang terlintas buat banting stir ke dunia akademis karena kalau dipikir, menjadi atlet tenis masih belum ada jaminan dari pemerintah, kecuali kalau juara olimpiade. Tapi tenis, kan beda, tenis itu proses, kalo mau juara dunia ya modalnya harus banyak juga, mahal, harus pertandingan keliling dunia, peralatan juga harus lengkap dan memadai. Kalau bicara juara dunia berat ya, mau biaya sendiripun sulit.” tutur Iswandaru. Berikut beberapa prestasi tenis yang telah dikantongi oleh Iswandaru: 1. Finalis tunggal putra umum kejurnas tenis cbr, jkt 21-26 Maret 2017. 2. Winner double putra umum kejurnas tenis cbr jkt 21-26 maret 2017. 3. Boys double winner AGS-V JUNIOR INTL.CHAMPIONNSHIP. Jkt, 31-05 Juni 2016. 4. Boys Double Finalis AGS- VI JUNIOR INTL CHAMPIONSHIPS, Jkt 4-9 Okt 2016. 5.Semi finalist BOY’S DOUBLE 18 & UNDER ITF JUNIOR WIJOYO SOEJONO PELINDO III -MNC GROUP 35. GROUP 5 INTERNASIONAL JUNIOR TENNIS CHAMPIONSHIP 2016 Oktober 8 -16. 6. LTF Boys Double Winner AGS-IV JUNIOR INTL CHAMPIONSHIPS. Jkt, 4-11, okt 2015. 7.Juara 1 Tenis lapangan ganda campuran POPNAS XIII JABAR. 9-18 Sept 2015. 8. Juara 3 ganda putra POPNAS XIII JABAR 9-18 Sept. 2015. 9. Juara 2 Tunggal putra Tenis Lapangan PON REMAJA I JATIM Surabaya , 9-15 Des 2014. 10. Juara 2 ganda campuran Tenis Lapangan PON REMAJA I JATIM. Surabaya 9 – 15 Des. 2014 Prestasi terbaru Iswandaru adalah beberapa minggu lalu, ia mengikuti Asean School Games di Singapore dan berhasil telah membawa pulang 2 medali perak.(crs/adt)

British Council Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muda Untuk Membangun Budaya Olahraga.

opening-british-council

Sepertinya masyarakat Indonesia perlu bernafas lega, pasalnya premier skill ini tidak hanya mengakomodir atlet berbakat, tetapi juga akan memfasilitasi para wasit di seluruh indonesia melalui British Council. Perlu di ketahui bahwa Premier Skill kemitraan antara liga premier inggris (premier league) dan British council yang menggunakan sepak bola sebagai alat untuk mengembangkan masa depan potensi kaum muda hingga seluruh dunia. Program ini berawal dari ketertarikan dan keahlian global liga premier inggris yang telah berhasil menyajikan ajang sepakbola bergensi di dunia, premier skills mampu mempengaruhi pendekatan kelembagaan terhadap tindakan sosial melalui sepakbola serta memberikan pelatihan langsung kepada pelatih dan wasit. Terhitung sudah memasuki usia 10 tahun program premier skills ini berjalan, dari jumlah 17.715 pelatih dan wasit yang telah mengikuti pelatihannya di 29 negara. Artinya telah berhasil menjangkau 1,5 juta kaum muda, lalu 6000 guru yang telah mendapatkan pelatihan penggunaan materi bahasa inggris, juga 6,5 juta yang sudah melihat materi online. Semua program itu di berikan secara gratis. British council merupakan wadah atau organisasi intenasional inggris dalam bidang hubungan budaya dan beasiswa pendidikan. Bekerja sama dengan 100 negara di dunia melalui seni budaya telah berhasil menyedot perhatian lebih dari 20 juta orang secara langsung dan 500 juta orang secara online. Di Indonesia sendiri para pengurus British council mengaku telah siap memfasilitasi dan membuka sebanyak banyaknya peluang kepada masyarakat. (adt)

Closing Seremoni Pelatihan Wasit Premier Skills Berlangsung Lancar Di Lapangan ISCI Tangsel.

closing-british-council

Pembinaan dan pelatihan wasit yang di lakukan oleh sebuah organisasi internasional British Council berlangsung lancar, seleksi calon wasit turut di saksikan oleh kementerian terkait dan organisasi nasional seperti PSSI. Pada kesempatan itu, kementerian pemuda dan olahraga melalui Deputi III bidang pembudayaan olahraga, DR Raden Isnanta, MPD mengatakan bahwa wasit itu adalah pemimpin. “Wasit adalah pemimpin, sebagai dirijen di lapangan. Potensi olahraga nasional dan internasional tentang sepak bola sangat besar, kami kementerian pemuda dan olahraga mengakui kekurangan wasit yang berkualitas di dalam negeri.”ujar Isnanta Selain berikan ucapan selamat kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan wasit, dan dirinya berharap wasit indonesia berjiwa berbagi, salah satunya berbagi ilmu. “Salah satu budaya Indonesia adalah berbagi, saya sangat mengapresiasi program Premier Skill ini sebagai wadah peningkatan mental para wasit, dan saya berharap kepada pemuda yang berhasil mendapatkan kesempatan disini semoga bisa berbagi di lingkungan masing masing.”tegas Isnanta. Sementara itu hal senada juga di ungkapkan oleh sekertaris jendral Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria, di tempat yang sama dia mengatakan moment ini perlu di dukung dan di kembangkan sebagai icon kebangkitan olahraga sepak bola. “Iya, secara filosofi kami di PSSI memakai cara sederhana secara gotong royong, ibarat membangun rumah alangkah lebih baik jika bersama-sama, gotong royong membangun istana nan megah sebagai cita-cita bersama.” Kata Ratu. Ratu juga menambahkan bahwa wasit itu bertugas dan memiliki kewenangan untuk menjaga keindahan dalam sebuah pertandingan. “Wasit itu selain memimpin berjalannya sebuah pertandingan, mereka juga wajib menjaga keindahan olahraga tersebut, jika di ibaratkan sebuah candi, wasit ini memiliki tujuan membangun kerajaan sepakbola, dan para wasit disini juga menjadi gawangnya.” tambah Ratu Program premier skill rutin di selenggaran sebagai bentuk konsistensi demi menjaga hubungan baik kedua negara, antara inggris dan indonesia. Lalu akhirnya tersaji pertandingan bergengsi liga premier inggris di televisi swasta di Indonesia. Acara di tutup dengan pemberian sertifikat secara klasifikasi kelas atau level kemampuan wasit secara individu, di saksikan oleh wasit senior liga Inggris Graham Laws dan juga Clive Oliver. (adt)

Kecintaan Wahyu Terhadap Olahraga Softball Membuat Dirinya Ingin Bermain Sampai Tua

wahyu-softball2

Menekuni olahraga Softball sejak SD, telah membuat Wahyu Alfiansyah mengukir berbagai prestasi. Wahyu saat ini tergabung dalam club Prambors Jakarta. Wahyu menerangkan, ia mulai menekuni olahraga softball berawal dari mengikuti jejak sang ayah yang memang merupakan seorang atlet softball. Beberapa prestasi Wahyu dan tim softballnya antara lain: 1. Atlet Nasional Indonesia 2. Medali emas dalam Porprov Lebak Banten 3. Medali perunggu dalam Porprov Serang Banten 4. Medali perak dalam Test Event Sea Games Palembang 5. Juara 1 dalam Valiant Cup Bandung 6. Juara 2 dalam Partha Cup Jogja 7. Juara 1 dalam Walikota Cup Makassar 8. Juara 2 dalam Walikota Cup Makassar (II) 9. Juara 1 dalam Altras Cup Tangerang 10. Medali perunggu dalam Asia Cup Jepang 11. World Series New Zealand 12. Juara 2 dalam Binus Cup Jakarta 13. Medali perunggu dalam Giant Cup Jakarta Sedangkan beberapa prestasi individu yang telah diraih Wahyu adalah: 1. MVP dalam ALTRAS Cup 2. The Best Hitter dalam ALTRAS Cup 3. The Best Hitter dalam Binus Cup Walaupun bukan termasuk olahraga ekstrim, tetapi Wahyu mengakui bahwa kemungkinan cidera cukup besar. Dirinya sendiri juga sudah mengalami cukup banyak cidera. “Cidera sudah banyak, seperti kuku pada jari tangan terlepas, mata terkena bola, engkel bermasalah, tulang tangan tergeser, bibir terkena bola, dan masih banyak lagi.” ujar Alumni Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi ini. Tapi, berbagai cidera tersebut tidak akan membuatnya berhenti bermain softball. Bahkan Wahyu sudah memutuskan akan menekuni olahraga softball sampai tua. “Saya tidak pernah merasa bosan dengan softball, malah saya akan menggeluti softball sampai saya tua.” kata Wahyu. Pengalaman unik juga pernah dialami oleh Wahyu ketika mengikuti sebuah latihan softball. “Pernah disuruh jogging selama dua jam oleh pelatih. Tetapi karena sedang merasa malas, akhirnya saya dan teman-teman ramai-ramai menyetop mobil pick up dan numpang di mobil tersebut. Tak disangka akhirnya ketahuan pelatih, akhirnya disuruh mengulangi lagi joggingnya dan waktunya ditambah jadi tiga jam.” tutur Wahyu. Kecintaannya pada softball membuat Wahyu sangat ingin mengharumkan nama softball Indonesia di kancah yang lebih tinggi lagi. Sebagai bekal untuk perjuangannya menjadi atlet softball ternama, Wahyu berkata bahwa ia selalu menanamkan sikap yang baik, kedisiplinan, mau belajar dan giat berlatih, hormat kepada pelatih, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih dan yang paling utama baginya adalah tidak menjadi sombong. Itu pulalah pesan Wahyu untuk para calon atlet muda yang ingin berprestasi.(crs/adt)

Ambil S2 Di German, Dara Ini Ingin Menjadi Agen Perubahan Olahraga Cricket

Nurul-Cricket

Seperti layaknya olahraga baseball, olahraga cricket juga mendapatkan tempat di Indonesia, sekilas memang hampir mirip dengan olahraga softball namun perbedaannya ada dalam detail dari peralatan, peraturan, jumlah pemain, ukuran lapangan, bahkan perangkat perlindungannya pun sangat beda. Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini sangat mencintai olahraga, bernama panjang Nurul Naharis Sa’adah, telah mendedikasikan dirinya dalam bidang olahraga cricket selama 4 tahun belakangan ini dan sudah menuai banyak prestasi. Nurul, yang mengambil jurusan Pendidikan Ilmu Keolahragaan di UNJ ini, sebelumnya juga sudah pernah menekuni olahraga softball dan cukup berprestasi juga dalam cabang olahraga tersebut. “Awal ikut olahraga cricket ketika tahun 2013, saya diajak oleh senior di kampus. Sebelumnya saya sempat bergabung di softball, tetapi sekarang saya sudah bergabung di Rawamangun Cricket Club DKI Jakarta.” ujar Nurul. (27/7) Cricket merupakan jenis olahraga yang sangat seru bagi Nurul dan merupakan hal baru yang belum pernah ia coba sebelumnya. “Kalau di softball, saat kita batting itu kita putar urutan memukul bolanya, sedangkan di cricket ketika kita menjadi batter urutan top batsman, kita harus dapat bermain dengan mencetak score sebanyak mungkin selama 20 overs dalam 1 inning dan jangan out pada menit-menit awal, karena akan berpengaruh dengan perfomance individu kita. Disitulah keseruan bermain cricket.” jelas Nurul. Prestasi Nurul bersama timnya dalam cabang olahraga cricket diantaranya adalah Pra Pon 2015 (1 medali emas nomor T20, 1 medali perunggu Super 8’s) dan PON XIX Jawa Barat 2016 (2 medali emas nomor Super 8’s dan T20). “Alhamdulillah tim DKI Jakarta sekarang menjadi daerah terkuat se-Indonesia untuk nomor pertandingan Super 8’s dan T20. Sebelum PON XIX Jabar 2016, kita banyak mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional dan beberapa kali menduduki peringkat pertama.” pungkas dara yang dinobatkan sebagai The Best Fielding dalam timnya tersebut. Rasa jenuh kala berlatih terus menerus dikatakan Nurul pasti pernah dirasakannya. Bahkan ia menceritakan, bahwa ia pernah ingin keluar karena merasa tertekan dengan timnya sendiri. Tetapi Nurul bersyukur masih mendapatkan dukungan dan motivasi dari keluarganya, apalagi Nurul meluangkan waktunya dengan hal yang positif yaitu berolahraga, bahkan bisa mengukir berbagai prestasi. Selalu memenangkan setiap pertandingan bukan berarti membuat Nurul dan timnya berkecil hati ketika menghadapi kekalahan, melainkan menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran untuk bisa kembali menang di pertandingan yang lain. “Sangat lucu ketika kami kalah dalam suatu pertandingan, kami semua malah tertawa dan melupakan kejadian yang sudah lewat. Walaupun kami selalu berada di posisi teratas, tetapi saat kami kalah, kami harus belajar dari hal tersebut.” kata Nurul. “Pernah 2 minggu sebelum PON XIX Jabar berlangsung, saya terpeleset saat berlatih Fielding karena kondisi lapangan yg tidak merata. Akibatnya tendon lutut saya robek. Akhirnya, saya d antar oleh junior saya untuk berobat ke fisiotherapist khusus cidera dan dalam 2 hari saya sudah bisa jogging dan berlatih seperti biasa. Mirisnya adalah ketika pelatih saya tidak mempercayai bahwa saya cidera.” lanjutnya. Nurul memiliki impian besar dalam menjadi agen perubahan olahraga Indonesia. Dirinya mengatakan bahwa ia tetap ingin menjadi atlet dan ingin mengikuti Asian Games 2018 serta ia juga masih memiliki kontrak dengan Pelatda DKI Jakarta untuk mengikuti PON 2020 di Papua nanti. “Prestasi di bidang olahraga adalah hal unik dan sesuatu yang berbeda. Apapun passion kita, tetap geluti sampai kita bisa mendapatkan achievement yang sangat luar biasa. Prestasi olahraga juga dapat membawa kamu mendapatkan beasiswa sekolah ataupun kuliah, begitupun dengan saya ketika kuliah di UNJ. Dan sekarang alhamdulillah saya akan melanjutkan pendidikan Short Course Sports Management di University Leipzig, German pada bulan September 2017 nanti dengan beasiswa dari Universitas tersebut.” tutupnya.(crs/adt)

Dari Prestasi Olahraga Basket, Tertarik Menekuni Dunia Memasak

Daffa-Basket

Atlet olahraga basket berprestasi kali ini bernama Daffa Hafara, yang sudah menggeluti basket sejak masih di bangku SMP lewat ekskul sekolahnya, dan sekarang tergabung dengan club basket Tangsel yang disebut Baliku club. Bagi Daffa, olahraga basket merupakan olahraga yang memiliki nilai kehidupan. “Dengan basket, kita juga bisa belajar tentang nilai kehidupan, misalnya dalam defense, artinya kita diajarkan untuk disiplin. Olahraga Basket juga merupakan olahraga yang mengandalkan kemampuan otak dan fisik, makanya saya tertarik.” kata remaja yang baru lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) dan akan segera melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan. (27/7) Prestasi Daffa bersama timnya maupun individu adalah: 1. Juara 1 antar sekolah 2. Mengikuti Kejurda mewakili Tangsel dan Kejurnas mewakili Banten KU14 tahun 2013 3. Peringkat 2 Popda KU16 mewakili Tangsel 4. Juara 1 dalam 3 Point contest yang diadakan oleh juara.net 5. Mengikuti kejurnas KU18 mewakili Banten. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh Daffa adalah saat ia mendapatkan cidera ketika sedang mengikuti Popda. “Pada saat mengiktui Popda di Cilegon, saya mengalami cidera ankle dalam babak semifinal, akhirnya pada saat babak final saya tidak bisa melanjutkan lagi.” keluh Daffa. Remaja yang mengatakan bahwa ingin bermain basket sampai tua ini juga mengutarakan kepada NYSN bahwa dirinya belum ada rencana untuk menjadi atlet kedepannya, tetapi kalau memungkinkan dan ada kesempatan, ia akan berjuang untuk menjadi atlet profesional. Namun untuk sekarang, Daffa sedang fokus ke pendidikannya saya sebagai seorang chef. “Terus memotivasi diri untuk menjadi lebih baik, cari saingan yang mempunyai kemampuan lebih dari kita dan berusaha melampauinya, tapi jangan lupa untuk bersaing secara sehat. Ayah saya pernah berkata bahwa berlatih basket tidak boleh mengganggu waktu sekolah, begitupun sebaliknya. Jadi untuk kalian yang juga ingin jadi student athlete, kalian harus bisa membagi waktu dengan baik.” pesan Daffa.(crs/adt)

Bagi Gadis Ini, Betapa Berharganya Perjuangan Walaupun Mendapatkan Perunggu Sekalipun Dalam Olahraga Wushu

Sri-Wushu

Meningkatnya peminat olahraga wushu menandakan bahwa kebangkitan olahraga menjadi lebih siap bersaing dalam seluruh ajang internasional. Tidak hanya dari lelaki yang siap menantang lawan tanding dari negara luar Indonesia, bahkan wanita Indonesia juga sudah mempersiapkan merebut gelar juara dari negara pencetus olahraga wushu. Atlet wushu wanita, Sri Yogi Utami, merupakan atlet yang cukup berprestasi dalam bidang olahraga tersebut. Bagi Siswi kelas XI di SMAN 3 Tangerang ini, wushu merupakan olahraga beladiri yang unik. “Saya pertama kali ikut wushu sekitar tahun 2012, waktu itu masih kelas 5 SD. Saya tertarik karena perpaduan seni dan beladirinya unik dan asik.” kata Sri. (26/6) Beberapa gelar yang telah berhasil Sri koleksi diantaranya sebagai berikut: 1. Juara 1 kategori chanquan C dalam Kejurprov Banten tahun 2013 2. Juara 2 kategori nanquan B tingkat propinsi 3. Juara 4 kategori nanquan B National Open 4. Juara 1 dan juara 2 dalam Kejuaraan Kungfu Nasional di Cibubur tahun 2017 Perjalanan Sri sampai bisa berprestasi dalam olahraga wushu juga banyak menemukan halangan. Salah satunya adalah tidak direstui oleh orang tuanya. “Waktu SD sampai SMP terkadang tidak diperbolehkan ikut latihan wushu sama Bapak, tapi saya selalu menunjukan bahwa saya bisa berprestasi di bidang wushu. Sekarang, saya jadi semakin didukung sama orang tua karena prestasi saya, malah kadang suka dimarahin kalau malas latihan.” terang Sri Dalam pandangan Sri, seorang guru, orang tua serta para teman temannya merupakan pendukung yang sangat luar biasa untuk dirinya. Diakui Sri, sang guru sangat sabar mengajarinya bahkan ketika Sri sedang tidak mood untuk berlatih. Juga orang tuanya yang rela meluangkan waktu dan uang untuk Sri selama menekuni wushu serta teman-temannya yang selalu mendukung, menemani dan terus membujuknya ketika Sri mulai tidak niat berlatih. Pengalaman unik juga tak luput mewarnai perjalanan Sri selama mendampingi adik seperguruan pada saat turnamen olahraga wushu di Kota Surabaya. “Waktu itu sekitar pertengahan tahun 2014, saya ikut ke Surabaya untuk mendampingi adik seperguruan. Ketika kesana, kebetulan saya masih berada dalam tingkat wushu kelas chanquan, jadi ketika ada bazaar yang menjual senjata untuk berlatih wushu yang isinya satu set senjata panjang tombak sekaligus tasnya, saya langsung membelinya, ternyata ketika pulang dari sana saya dipindah ke kelas nanquan. Jadi tombaknya tidak terpakai dan harus beli senjata baru lagi.” kata Sri, menceritakan pengalamannya. Terkait masa depannya, Sri mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi diplomat sekaligus atlet nasional yang bisa selalu membawa nama indonesia untuk menjadi juara dalam cabang olahraga wushu. Karena baginya, wushu sudah menjadi bagian dari kewajiban yang sudah ia tekuni sejak kecil. “Jangan pernah berhenti kalau merasa capek atau jenuh. Nikmati saja prosesnya, karena itu bisa jadi penopang dalam cerita perjalanan prestasi kita. Karena kalau tidak ada asam, sakit, jenuh, dan capek kalian tidak akan tahu betapa berharganya walau satu medali perunggu sekalipun.” tutup Sri.(crs/adt)

Canangkan Reformasi Sepak Bola Lewat Unipapua, Harry Widjaja Ajak Semua Lapisan Bergabung

Harry Widjaja, CEO Uni papua, bersama tim Uni Papua dalam acara Football For Peace, Sabtu 20/0517. (NYSN Media)

Setelah sucses menggelar sepak bola yang bertema Football For Peace 2017, pejabat eksekutif tertinggi atau dengan kata lain di sebut CEO (Chief Executive Officer) Harry Widjaja kembali canangkan ide reformasi sepak bola dan aksi pendampingan mental kepada korban bencana alam (counseling). Di Gor Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Harry menjelaskan bahwa spirit NGO Unipapua binaannya akan terus melakukan reformasi dalam sepak bola. “Maksud yang di usung Unipapua murni merupakan aksi sosial, yang pertama adalah untuk membangkitkan gairah sepak bola dalam negeri dan tebarkan salam perdamaian di dalam, lalu saat ini sepak bola indonesia dalam momentum reformasi, dan wujud aksi ini adalah ingin memperkaya agar pertandingan sepak bola lebih kreative.” Pungkas Harry Harry menambahkan bahwa setelah mendapatkan dukungan dari kementerian luar negeri, maka event football for peace 2017 terlaksana dengan baik. “Iya, setelah kami berkomunikasi dengan kementerian luar negeri guna mendapatkan rekom kerjasama, maka alhasil 30 negara menyambut baik gerakan sosial ini. Dan akhirnya moment yang baru pertama kali di dunia ini terlaksana dengan baik, pertandingan sepak bola damai sekaligus mempromosikan Indonesia.” Tambah Harry kepada NYSN (20/5) Lebih lanjut Harry menambahkan mengenai banyaknya dukungan yang berpartisipasi dari berbagai rekanan dalam memeriahkan football for peace 2017, semata mata mereka mempunyai kesamaan pandangan, dan NGO besutannya sangat terbuka kepada siapapun yang ingin berjuang bersama menyebarkan olahraga damai. “Kami sepakat bahwa sepak bola hanya di jadikan pintu masuk dalam membangun karakter anak-anak muda. Karena tidak semua anak-anak binaan Unipapua menjadi pemain bola. Kita hanya menampung dan mencoba menanamkan jiwa yang sehat, tidak mudah terprovokasi dan tidak benar bahwa sepak bola itu rusuh.” Kata Harry Selanjutnya Harry juga mengatakan kepada NYSN, bahwa akan menggelar moment yang sama khusus untuk daerah pinggiran perbatasan. “Selain akan menggelar acara serupa di seluruh wilayah perbatasan, kami juga akan menggelar aksi sosial berikutnya sebagai wujud soledaritas untuk membangkitkan semangat kepada anak anak yang khusus menjadi korban bencana alam.” Tutup Harry (adt/iha)