Motoprix 2026 Surabaya jadi panggung pembalap muda Jawa Timur

Kejuaraan Nasional Motoprix 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix 2026 seri pembuka Regional B di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, akhir pekan lalu, menjadi panggung dominasi pembalap tuan rumah Jawa Timur yang tampil impresif di sejumlah kelas utama. Dari kelas MP1 Bebek 4 Tak Tune Up 150cc Expert Race 2, pembalap Jawa Timur M. Erfin tampil dominan di tengah cuaca panas ekstrem Surabaya untuk mengamankan kemenangan di depan publik sendiri. “Menang di seri pembuka tentu menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi berlangsung di Surabaya dengan dukungan penonton yang luar biasa. Saya berharap Motoprix 2026 bisa semakin besar dan menjadi wadah lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Erfin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin. Atmosfer kompetitif terasa sejak sesi awal hingga race penutup dengan persaingan ketat dari pembalap-pembalap muda potensial berbagai daerah di Indonesia. Drama persaingan juga tersaji pada kelas Bebek 2 Tak Standar 125cc Novice. M. Afin berhasil merebut podium pertama setelah terlibat duel sengit sepanjang 10 lap dengan Hafizd Fahril Rasyadan yang sempat mencatatkan waktu lap tercepat. Sementara itu, Ikrom Gaza melengkapi posisi tiga besar setelah tampil konsisten hingga garis finis. Pada kelas Bebek 2T Standar 116cc Jatim Open, Tommy Salim tampil impresif dengan mendominasi jalannya balapan sejak lap awal melalui performa stabil dan catatan waktu terbaik. Ajang Motoprix 2026 seri pembuka Regional B di Surabaya juga disiarkan langsung oleh Garuda TV sebagai official media broadcasting partner sehingga rangkaian balapan utama dapat disaksikan masyarakat secara luas. Penyelenggaraan seri pembuka tersebut menjadi momentum kebangkitan motorsport nasional sekaligus memperlihatkan meningkatnya kualitas persaingan balap motor Tanah Air.

Kiandra Ramadhipa tuntaskan GP Prancis MotoGP Rookies di posisi 10

Muhammad Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa menuntaskan balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Sirkuit Le Mans, Sabtu, di posisi 10. Oleh karena itu, dikutip dari laman Red Bull Rookies Cup, Kiandra Ramadhipa pun berhak atas tambahan enam poin di klasemen pembalap. Bertanding dari posisi start ke-12, Kiandra kesulitan keluar dari barisan tengah. Naik turun di posisi 11-13, pembalap asal Sleman, DI Yogyakarta, itu berada di peringkat ke-11 pada lap pamungkas. Namun, selepas tikungan terakhir, semua pembalap yang bertahan di sirkuit naik satu posisi lantaran David Gonzalez yang memimpin lomba terjatuh. Kiandra pun menyelesaikan perjuangannya di posisi ke-10, sementara Benat Fernandez yang awalnya berada di belakang Gonzalez keluar sebagai pemenang. Pada balapan pertama itu, Kiandra mencatatkan waktu 6,283 detik lebih lambat daripada Fernandez yang memimpin balapan dengan waktu tempuh 26 menit 24,308 detik. Dengan demikian, Kiandra Ramadhipa kini berada di urutan ketiga klasemen sementara pembalap Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan koleksi 40 poin. Sebelumnya, pada akhir April 2026, remaja berusia 16 tahun itu menjadi pembalap terbaik ketujuh dan pemenang masing-masing pada balapan pertama dan kedua GP Spanyol di Sirkuit Jerez. Di klasemen, Kiandra tepat di bawah Benat Fernandez (66 poin) dan Fernando Bujosa (44 poin). Berikutnya, GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 berlanjut ke balapan kedua yang akan berlangsung pada Minggu (10/5) waktu setempat. Kiandra Ramadhipa sendiri bukan berstatus debutan di Red Bull Rookies Cup 2026 karena sudah tampil di kompetisi tersebut pada 2025. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Ramadhipa menjadi pembalap terbaik kedelapan pada akhir musim, sementara rekan senegaranya Veda Ega Pratama yang kini berkompetisi di Moto3 berada di posisi kedua (runner-up). Berikut 10 besar balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026. 1. Benat Fernandez (Spanyol) 26:24,308 2. Ryota Ogiwara (Jepang) +0,217 3. Mateo Marulanda (Kolombia) +0,381 4. Fernando Bujosa (Spanyol) +0,460 5. Travis Borg (Malta) +0,578 6. Sullivan Mounsey (Inggris) +0,693 7. Kiattisak Singhapong (Thailand) +0,778 8. Kristian Daniel (Amerika Serikat) +1,016 9. Guillem Planques (Prancis) +4,514 10. Muhammad Kiandra Ramadhipa (Indonesia) +6,283.

Rheza Danica tuntas di podium kedua ARRC 2026 kelas AP250

Rheza Danica Ahrens

Pembalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Rheza Danica Ahrens menuntaskan FIM Asia Road Racing Championship 2026 kelas AP250 di podium kedua. Dalam seri kedua balapan 1 GP Thailand di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu, Rheza hanya terpaut 0,114 detik dari juara Hiroki Ono yang finis dengan waktu 18 menit 48,695 detik dalam balapan yang berlangsung sepuluh putaran ini. “Alhamdulillah, hari ini bisa finis di posisi kedua. Saya senang dengan hasil race satu, tapi saya masih ingin hasil yang lebih baik. Balapan yang berat sejak awal, tapi saya berusaha semaksimal mungkin mengendalikan motor dan menjaga fokus mental di setiap putarannya,” kata Rheza dalam keterangan tertulis pada Sabtu. Rheza mengaku ketika memasuki lap terakhir di lap kesepuluh telah mencoba melakukan manuver untuk menyalip pembalap Jepang tersebut. Namun Ono mampu menjaga posisi terdepan hingga membuat Rheza harus puas di podium kedua. “Meski begitu, ini poin yang bagus untuk kejuaraan. Untuk besok, kami akan mengevaluasi semuanya dan mencoba tampil lebih baik lagi. Terima kasih,” kata Rheza. Pembalap Indonesia lain yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Irfan Ardiansyah, harus puas finis di urutan ke-14. “Secara keseluruhan, ini pertarungan yang bagus di lap-lap awal, dan saya akan push lebih keras lagi besok untuk meraih hasil yang lebih baik,” kata Irfan. Selanjutnya Rheza dan Irfan melakoni balapan 2 GP Thailand pada Minggu.

Abimanyu dan Resky dominasi Thailand Talent Cup 2026

Dua pembalap muda Indonesia, Abimanyu Bintang Fermadi dan Resky Yusuf Hermawan,menunjukkan dominasinya dengan menaiki podium tertinggi dalam Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia. “Saya sangat senang karena bisa kembali ke puncak podium di race kedua ini, setelah kesulitan di race pertama,” kata Abimanyu dalam keterangan Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Minggu. Dalam ajang yang berlangsung pada 2–3 Mei dan bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship itu, kedua pembalap finis di podium pertama dan kedua. Di balapan pertama, Abimanyu memulai balapan dari posisi kedua, sedangkan Resky start dari posisi ketiga, mengikuti hasil kualifikasi. Saat balapan dimulai, Abimanyu langsung memimpin, diikuti Resky dalam balapan 11 lap. Memasuki lap kedua, Abimanyu kehilangan posisi puncak dan terlempar dari tiga besar, sementara Resky bertahan. Hingga lap akhir, Resky yang berada di posisi pertama kehilangan posisinya setelah pembalap Thailand menyalipnya. Dalam hasil balapan ini, Resky finis di posisi kedua dan Abimanyu di posisi keempat. Catatan waktu mereka pada race pertama mengubah posisi start pada race kedua, dengan Resky start dari posisi pertama, sementara Abimanyu memulai dari posisi keempat. Saat memasuki lap keenam, keduanya bergantian memimpin balapan. Melaju dengan NSF250R, persaingan sengit berlangsung hingga lap akhir. Abimanyu yang masih berada di depan terus mempertahankan posisinya hingga finis. Namun, di tikungan akhir, manuver Resky dengan late braking belum sempurna sehingga melebar dan finis di posisi kelima. Pencapaian Abimanyu membuat lagu Indonesia Raya berkumandang dalam ajang bergengsi tersebut. Kemenangan Abimanyu pun mendapat catatan long lap penalti untuk putaran berikutnya, atas aksinya yang melakukan selebrasi sebelum finis. “Banyak masukan dari seluruh tim dan alhamdulillah saya bisa improve di race dua. Sayang, harus mendapatkan long lap penalti di race mendatang. Saya akan berjuang di seri berikutnya,” kata Abimanyu. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan hasil positif yang ditorehkan oleh pembalap binaan di ajang pembuka IHTTC 2026 merupakan wujud kegigihan pembalap muda dalam bersaing di level lebih tinggi. “Kegigihan serta mentalitas yang kuat menjadi modal positif pembalap belia bersaing di level balap yang lebih tinggi,” katanya. Andy memastikan AHM terus mendampingi kedua pembalap belia tersebut sehingga memiliki bekal yang kuat untuk bersaing membawa nama bangsa. Abimanyu dari Yogyakarta dan Resky dari Jawa Tengah akan kembali bersaing dalam IHTTC 2026 pada Juli yang bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship.

Veda Ega pecahkan rekor top speed Moto3 di Jerez

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memecahkan rekor top speed tertinggi pada ajang Moto3 di Sirkuit Circuito de Jerez yang berlangsung 26 April 2026 dengan kecepatan mencapai 222,2 km per jam. Berdasarkan data kecepatan tertinggi dan kecepatan rata-rata yang dirilis MotoGP, Veda menjadi pembalap dengan catatan kecepatan puncak tertinggi dalam balapan tersebut, mengungguli Eddie O’Shea dan Adrian Cruces yang masing-masing mencatat 221,7 km per jam. Sebelumnya, rekor top speed Moto3 di Jerez dipegang oleh Daniel Holgado pada 2024 dan Adrian Fernandez pada 2025 yang sama-sama mencatat kecepatan 221,3 km per jam. Dalam catatan Top Speed & Average yang dirilis MotoGP, Veda yang mengendarai motor Honda NSF250RW mencatat kecepatan terbaik di kisaran 219,0 hingga 222,2 km per jam. Pada GP Spanyol 2026, Veda finis di posisi keenam dengan catatan waktu 33 menit 29,064 detik setelah memulai balapan dari posisi ke-17. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan merangsek naik ke posisi ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, Veda menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang merupakan rivalnya sejak RedBull Rookies Cup. Meski sempat turun ke posisi ke-11, Veda kembali ke urutan ke-10 dan secara bertahap masuk ke persaingan lima besar pada fase akhir lomba. Sayang, Veda kehilangan posisi kelima di tikungan terakhir sebelum garis finis. Hasil tersebut menempatkan Veda di peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan 37 angka, dari hasil tiga balapan yang menghasilkan poin dalam empat seri pembuka. Hasil ini membuka peluang bagi pembalap Indonesia itu untuk bersaing dalam perebutan gelar pendatang baru terbaik atau “Rookie of The Year”.

Kiandra Juara di Jerez Usai Comeback dari Posisi Bawah

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencuri perhatian setelah meraih kemenangan dramatis pada Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Dilansir dari Red Bull Rookies Cup, pembalap berusia 16 tahun itu tampil luar biasa dengan melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-17 hingga finis di posisi pertama. Kiandra langsung menunjukkan agresivitas sejak awal balapan dengan menyalip banyak pembalap dalam beberapa lap pertama. Ia kemudian bergabung dengan rombongan terdepan dalam balapan yang berlangsung sangat ketat. Menurut laporan Red Bull, persaingan di depan diwarnai pergantian posisi yang intens, dengan nama-nama seperti Beñat Fernández dan Yaroslav Karpushin saling berebut posisi teratas. Momentum penentuan terjadi di lap terakhir. Kiandra melakukan manuver krusial di tikungan terakhir dengan menyalip Beñat Fernández untuk mengunci kemenangan dramatis. Laporan dari MCNews juga menegaskan bahwa balapan berlangsung sangat rapat hingga garis finis, dengan banyak perubahan posisi yang membuat hasil akhir tidak bisa diprediksi hingga detik terakhir. Kemenangan ini menjadi salah satu momen penting bagi Kiandra di musim 2026, khususnya karena diraih di Race 2 Jerez dengan cara yang sangat impresif. Red Bull menyebut penampilan tersebut sebagai bukti bahwa Kiandra adalah “bintang baru Indonesia”, berkat keberanian dan kemampuannya membaca momen di lintasan. Selain hasil akhir, cara ia meraih kemenangan dari posisi ke-17 ke posisi pertama menjadi sorotan utama dalam balapan ini.

Veda Ega finis keenam Moto3 Spanyol 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama membukukan hasil positif pada seri keempat Moto3 Spanyol 2026 setelah finis di posisi keenam dengan mencatatkan 33 menit 29,064 detik di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu. Memulai balapan dari posisi ke-17, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan menembus barisan depan dan mengamankan salah satu hasil terbaiknya musim ini. Veda langsung menunjukkan agresivitas sejak lampu start padam dengan merangsek naik tiga posisi ke urutan ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, laju Veda semakin menjanjikan. Ia menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia Hakim Danish dalam perebutan posisi depan. Meski sempat terdorong ke posisi ke-11 setelah disalip Mateo Morelli menjelang putaran keempat, Veda mampu merespons cepat dengan memanfaatkan kemunduran Danish untuk kembali ke urutan ke-10. Konsistensi Veda terus terlihat sepanjang balapan. Dengan ritme kompetitif dan manuver agresif namun terukur, ia perlahan memperbaiki posisi hingga masuk persaingan enam besar pada fase akhir lomba. Finis di posisi keenam menjadi pencapaian penting bagi Veda, terlebih ia memulai balapan dari baris belakang dan mampu melakukan pemulihan impresif di salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3. Hasil di Jerez sekaligus mempertegas perkembangan positif pebalap muda Indonesia itu dalam musim debutnya, serta menambah kepercayaan diri menghadapi seri-seri berikutnya. Sementara itu, Maximo Quiles tampil dominan sepanjang balapan dan keluar sebagai pemenang Moto3 Spanyol 2026. Pembalap muda Spanyol itu mampu menjaga ritme di barisan depan hingga bendera finis dikibarkan. Adrian Fernandez finis di posisi kedua, sedangkan David Munoz melengkapi podium setelah mengakhiri balapan di urutan ketiga.

Mandalika Racing Series perkuat pembinaan pembalap Indonesia

MRS 2026

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan, Kejuaraan Nasional (kejurnas) Mandalika Racing Series (MRS) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 25-26 April 2026, memperkuat pembinaan pembalap muda Indonesia, . “Ajang ini untuk mendukung perkembangan dunia motorsport nasional dalam rangka meningkatkan potensi dan prestasi para pembalap Indonesia,” ujar Direktur Utama MGPA Priandi Satria di Lombok Tengah, Sabtu. PRIDE Motorsport, MGPA didukung Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai penyelenggara Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026, telah merancang agar gelaran di tahun keempat ini meningkat kualitasnya dari berbagai aspek dengan dukungan berbagai pihak. “Perjalanan Mandalika Racing Series sejak dirintis tahun 2023 terus memperlihatkan hasilnya yang ditandai prestasi para pembalap Indonesia di ajang balap internasional,” kata Priandi. Dia mengatakan, keberlangsungan MRS tidak terlepas dari dukungan ITDC sebagai BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, kemudian konsistensi Pertamina hingga musim 2026 termasuk para sponsor lain menjadi bukti bahwa Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi kompetisi bergengsi balap motor nasional. “Keikutsertaan pembalap Indonesia di tingkat internasional termasuk beberapa prestasi yang diraih lahir dari lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dalam tiga tahun terakhir,” tutur Priandi. Sementara itu, CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam kemasan MRS termasuk konsep kompetisi agar mengikuti pola penjenjangan sistematis dalam upaya mencetak prestasi pembalap Indonesia yang mendunia. “Konsistensi adalah kunci kami mempertahankan ajang ini agar tetap berlangsung serta meningkatkan mutu penyelenggaraan mulai dari branding, aktivasi, hingga tayangan live streaming termasuk digitalnya,” kata Eddy, Dia menambahkan, satu hal yang menjadi perhatian adalah pembinaan usia muda agar bisa terus lahir bakat-bakat baru potensial yang siap tampil dan kompetitif di tingkat lebih tinggi. “Tahun ini, kami membuka kelas pendukung baru yakni Junior Sport 250 U-18 bagi pembalap junior berusia 13-18 tahun sebelum mereka naik ke kelas profesional,” ujar Eddy.

Veda Ega ukir sejarah, pembalap Indonesia pertama naik podium Moto3

Veda Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengukir sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu malam WIB. Pembalap Honda Team Asia itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium pada ajang Grand Prix setelah tampil konsisten dalam balapan yang sempat dihentikan akibat bendera merah tersebut. Veda berada di belakang dua pembalap CFMoto Aspar Team Maximo Quiles dan Marco Morelli. “Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini,” kata Veda dalam wawancara MotoGP setelah balapan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan selama balapan berlangsung. “Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya. Dalam balapan tersebut, Veda yang memulai lomba dari posisi keempat sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan naik ke posisi tiga pada lap-lap awal. Namun, persaingan ketat membuatnya sempat tersenggol pembalap lain sehingga turun ke posisi tujuh. Situasi makin menantang ketika Veda perlahan turun hingga posisi 10. Ia kemudian naik satu peringkat setelah pimpinan lomba David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) terjatuh. Insiden tersebut membuka jalan bagi Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar Team) untuk memimpin balapan dengan selisih waktu yang sempat mencapai empat detik dari para pesaingnya. Drama balapan terjadi ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-15 yang memaksa lomba dihentikan sementara. Setelah balapan dilanjutkan dengan tambahan lima lap, Veda kembali memulai perjuangannya dari posisi ke-10. Dalam situasi restart tersebut, Quiles tetap tampil dominan hingga memastikan kemenangan. Sementara Marco Morelli (CFMoto Gaviota Aspar Team) finis di posisi kedua. Veda memanfaatkan momentum restart dengan baik. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya berhasil menembus tiga besar dan mengamankan podium ketiga. Hasil ini sekaligus memperbaiki capaian Veda pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Thailand, di mana ia finis di posisi kelima. Berikut hasil balapan Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3) malam WIB: Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) +0,143 detik Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +1,650 detik Alvaro Carpe (Red Bull KTM Factory Racing) +1,741 detik Guido Pini (Leopard Racing) +1,786 detik Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) +1,842 detik Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) +1,949 detik Adrian Fernandez (Leopard Racing) +2,522 detik Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) +2,894 detik Hakim Danish (MT Helmets MSI) +3,083 detik Brian Uriarte (Red Bull KTM Factory Racing) +3,158 detik Joel Kelso (GRYD MLav Racing) +3,791 detik Adrian Cruces (CIP Green Power) +4,001 detik Ryusei Yamanaka (MT Helmets MSI) +4,374 detik Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing) +4,750 detik Zen Mitani (Honda Team Asia) +6,438 detik Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team) +6,595 detik Cormac Buchanan (Code Motorsports) +12,823 detik Tidak finis (DNF): Ruche Moodley (Code Motorsports), Matteo Bertelle (LEVELUP MTA), Jesus Rios (Rivacold Snipers Team), Joel Esteban (LEVELUP MTA), David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse), Scott Ogden (CIP Green Power).

Veda Ega Pratama start dari posisi keempat Moto3 Brasil 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama mengamankan posisi start dari posisi keempat pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Minggu dini hari WIB, dengan catatan waktu terbaik dari dua sesi. Torehan waktu yang ditorehkan pembalap Honda Team Asia tersebut menunjukkan konsistensi performa sejak sesi latihan bebas hingga babak penentuan posisi start dengan membukukan waktu terbaik satu menit 26,506 detik atau terpaut 0,265 detik dari peraih pole position, Joel Esteban. Perjalanan Veda di sirkuit Goianaia dimulai dengan hasil impresif pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan menempati posisi kedelapan. Pada sesi tersebut, dia mengunci selisih waktu +1,673 detik dari Brian Uriarte yang memimpin di posisi pertama. Performa pembalap asal Gunungkidul tersebut semakin tajam pada sesi latihan kedua dengan menembus posisi tiga besar. Veda hanya terpaut tipis 0,050 detik dari pembalap tercepat di sesi latihan, yang sekaligus memastikan langkahnya langsung menuju kualifikasi kedua (Q2). Pada sesi FP2 yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering, Veda menempati posisi ke-12. Ia menajamkan catatan waktunya menjadi 1 menit 28,030 detik sebelum akhirnya meledak di sesi kualifikasi utama. Sesi kualifikasi Moto3 Brasil sendiri berlangsung di bawah cuaca cerah berawan dengan suhu udara mencapai 31 derajat Celcius. Kondisi lintasan ini didapati setelah sebelumnya sesi kualifikasi Moto3 dan Koto2 sempat ditunda karena hujan deras yang mengguyur lintasan. Joel Esteban dari tim Level UP – MTA berhasil merebut posisi start terdepan setelah mencatatkan waktu 1 menit 26,241 detik. Di belakangnya, Valentin Perrone dan Hakim Danish melengkapi baris depan di posisi kedua dan ketiga. Veda akan memulai balapan dari baris kedua, tepat di depan Marco Morelli dan Brian Uriarte. Keberhasilan menempati posisi keempat ini menjadi peningkatan awal mula balapan bagi Veda setelah pada seri sebelumnya di GP Thailand mengamankan start posisi kelima. Selisih waktu antara Veda dan penghuni posisi ketiga Hakim Danish yang merupakan rivalnya sejak di RedBull Rookies Cup hanya terpaut sangat tipis yakni 0,058 detik. Posisi start Moto3 Grand Prix Brasil 2026: 1. Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:26.241 2. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.447 3. Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.448 4. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 01:26.506 5. Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:26.560 6. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:26.835 7. Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:26.967 8. Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.970 9. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.990 10. Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:27.000 11. Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:27.013 12. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:27.036 13. Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:27.041 14. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:27.044 15. Zen Mitani (Honda Team Asia) – 01:27.061 16. Guido Pini (Leopard Racing) – 01:27.171 17. Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) – 01:28.131 18. Cormac Buchanan (CODE Motorsports) – 01:28.502.

Empat pembalap Indonesia amankan poin awal Moto4 di Buriram

Moto4 Asia Cup 2026

Empat pembalap muda Indonesia binaan Astra Honda Racing School langsung mengamankan poin pada putaran pembuka Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu. Bintang Pranata Sukma menjadi penyumbang hasil terbaik dengan meraih podium ketiga pada balapan pertama serta finis kelima pada balapan kedua. Raihan tersebut menempatkannya di posisi keempat klasemen sementara dengan 27 poin. “Alhamdulillah, round pertama Moto4 Asia Cup sudah selesai, perjalanan race dua tadi cukup menantang. Beberapa kali saya mencoba mencuri posisi podium bahkan terdepan, sayang di lap akhir banyak insiden yang membuat saya tertahan dan terlibat insiden hingga harus turun 1 posisi menjadi ke-5,” ujar Bintang dalam keterangan resminya, Minggu. Pada sesi kualifikasi, Bintang start dari posisi kelima, Resky Yusuf keempat, Muh Badly Ayatullah ke-11, dan Maulana Malik ke-14. Balapan pertama berlangsung ketat dalam 15 lap. Bintang bersama Resky dan Badly sempat bersaing di kelompok depan. Persaingan posisi terus berubah hingga lap akhir sebelum Bintang memastikan podium ketiga seusai melakukan manuver di tikungan terakhir. Resky finis ke-10, Badly ke-14, dan Maulana ke-15. Pada balapan kedua, Bintang kembali berada di rombongan depan dan sempat memimpin lomba pada lap awal. Badly dan Resky juga masuk dalam persaingan lima besar sebelum insiden terjadi di lap-lap akhir. Resky terjatuh setelah bersenggolan dengan pembalap lain dan tidak dapat melanjutkan lomba. Bintang yang finis keempat harus turun satu posisi akibat penalti sehingga berada di posisi kelima, sementara Badly menyelesaikan balapan di peringkat keenam dan Maulana di posisi ke-14. Hasil dua balapan tersebut membuat Badly menempati peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 12 poin, Resky di posisi ke-13 dengan enam poin, dan Maulana di peringkat ke-17 dengan tiga poin. Putaran kedua ajang ini akan digelar pada 10-12 April di Lusail International Circuit, Qatar. “Terima kasih atas dukungannya, saya akan mempersiapkan diri lagi untuk di Qatar,” ujar Bintang.

Veda finis kelima pada debut Moto3

Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi kelima pada debutnya di kelas Moto3 musim 2026 setelah bersaing sengit dalam perebutan podium di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu. Veda yang tergabung di Honda Team Asia tampil impresif pada balapan pembuka sepanjang 19 putaran tersebut. Meski sempat tertinggal pada awal lomba, pembalap muda asal Gunung Kidul Yogyakarta ini mampu memangkas jarak dan bergabung dengan rombongan terdepan sejak putaran keenam. Sepanjang balapan, Veda menunjukkan konsistensi dalam duel ketat rombongan depan hingga putaran terakhir. Bahkan, Veda sempat mengamankan posisi tiga untuk beberapa lap sepanjang perlombaan. Veda Ega yang awalnya start dari posisi kelima akhirnya menuntaskan balapan di posisi yang sama setelah mencatatkan selisih waktu 9,687 detik dari pemenang. Dia mendapatkan 11 poin dari hasil balapan pembuka musim tersebut. Meski belum berhasil mengamankan posisi tiga besar saat menyentuh garis finis, capaian posisi kelima ini menjadi sinyal kuat atas potensi Veda di ajang Moto3 musim ini. Pada balapan tersebut, David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu 32 menit 14,186 detik. Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) finis kedua hanya terpaut 0,003 detik dari pemenang, sedangkan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih 9,480 detik. Setelah menyelesaikan seri pembuka di Thailand, para pembalap Moto3 akan menjalani jeda singkat sebelum kembali bersaing pada putaran kedua di Brasil pada 20-22 Maret mendatang. Seri tersebut dijadwalkan berlangsung sebanyak 24 putaran di Autódromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna.

Debut Moto3, Veda start dari posisi kelima

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai debutnya di Moto3 dengan start dari posisi kelima pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Veda yang memperkuat tim Honda Team Asia, mendapat posisi startnya ini setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat melesat ke posisi ketiga pada fase awal sesi Q2. Ia kemudian turun ke posisi kelima, lalu keenam ketika sesi kualifikasi menyisakan tiga menit. Catatan waktu terbaik Veda pada akhirnya tercipta pada detik-detik akhir, saat ia mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik, terpaut 0,789 detik dari David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang meraih pole. Di posisi kedua, ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez menempati posisi ketiga, sementara Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar akan memulai balapan di Buriram di posisi keempat. Sebelumnya, Veda yang merupakan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 itu membuka debutnya di Moto3 saat ia mencatatkan waktu 1 menit 41,854 detik untuk menempati posisi keenam pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Jumat (27/2). Catatan waktunya membaik menjadi 1 menit 41,508 detik ketika ia lolos ke Q2, setelah menghuni posisi kedelapan pada sesi Latihan di hari yang sama. Adapun, sebelum menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kelima, Veda sempat tercecer ke posisi 13 dengan waktu 1 menit 41,770 detik ketika ia mencari setelan motor terbaiknya pada sesi pembuka hari ini di Latihan Bebas 2 (FP2). Balapan Moto3 akan dimainkan Minggu (1/3) siang pukul 12.00 WIB dengan jumlah 19 lap. Berikut hasil kualifikasi Moto3 di Thailand, Sabtu: David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:40.088 Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:40.518 Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:40.693 Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:40.697 Veda Pratama (Honda Team Asia) – 01:40.877 David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:41.091 Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.198 Scott Ogden (CIP Green Power) – 01:41.291 Guido Pini (Leopard Racing) – 01:41.319 Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:41.337 Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:41.363 Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:41.426 Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.694 Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.752 Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.761 Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:41.788 Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 01:41.794 Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:41.903.

AHM siapkan 10 pembalap muda mengaspal di lintasan dunia

Program Astra Honda Racing School

PT Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan 10 pembalap muda melalui jalur pembinaan dalam Program Astra Honda Racing School (AHRS) untuk menjadi pembalap Indonesia yang kelak mengaspal di lintasan dunia. “AHRS menjadi pijakan awal bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang tangguh secara teknik, mental, dan fisik,” kata General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM Andy Wijaya dalam keterangan yang resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Ke-10 pembalap muda itu adalah M Hagy Agasi dari Jawa Barat, Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa dari Yogyakarta, Mikhail Zafran Almi dari Nusa Tenggara Barat, Andrea Dovi Mega Bustomi Jakarta, M Gibran Lalae dari Jawa Barat. Selain itu, Gandewa Abimanyu, Anindya Baskoro Setiawan, dan Edrin Ahza Hartge dari Yogyakarta serta Omar Asyfaq dan Daffa Ikhwanul Dzakwan dari Jawa Tengah. Ke-10 pembalap itu terpilih dari puluhan pembalap yang mengikuti proses seleksi ketat di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) Deltamas, Jawa Barat untuk menjadi siswa AHRS 2026. Seleksi dilakukan secara bertahap dengan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek seperti teknik balap mulai dari posisi balap, teknik pengereman, jalur balap, teknik menikung, pergerakan tubuh, hingga kesadaran terhadap ruang dan posisi sekitar. Andy menjelaskan, Program AHRS hadir dengan pembaruan signifikan pada pola pelatihan. Tidak hanya berpusat di AHM SRTC Deltamas, para siswa juga akan menjalani program latihan di sirkuit permanen, salah satunya adalah Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pengalaman atmosfer balap yang lebih nyata sekaligus mengasah kemampuan kecepatan tinggi dan teknik menikung, sebagai bekal penting menghadapi persaingan di ajang balap tingkat nasional hingga internasional. “Kami ingin memberikan pengalaman balap yang lebih utuh agar para siswa semakin siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi dan membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan,” katanya. Selain latihan teknis di lintasan, siswa AHRS juga dibekali pengetahuan dasar balap yang komprehensif mencakup manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga pembentukan karakter sebagai atlet profesional. Dalam aktivitas latihan harian, para siswa menggunakan NSF100 yang dipadukan dengan CBR150R dan CRF150R untuk melatih kontrol kecepatan dan penguasaan motor. Seluruh program Latihan didampingi oleh instruktur serta pelatih balap nasional berpengalaman. Sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh, AHRS juga menggelar program camp yang dirancang untuk memperkuat fisik, mental, dan daya juang para siswa. Berbagai aktivitas seperti latihan fisik terstruktur, lintasan tanah hingga simulasi kompetisi melalui ajang balap turut menjadi bagian penting dalam membentuk mentalitas pembalap sejak usia dini. Pola latihan fisik yang diterapkan mengadopsi standar pelatihan pembalap kelas dunia dengan pendampingan pelatih profesional. Dia menambahkan, sejak pertama kali digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan ratusan pembalap yang kini berkiprah di berbagai kejuaraan balap nasional, Asia, hingga dunia. Sejumlah nama seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang saat ini berkompetisi di MotoGP, serta Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, juga Gerry Salim merupakan bagian dari alumni AHRS yang terus mengharumkan nama Indonesia di arena.

Keren! Veda Resmi Jadi Red Bull Athlete Jelang Moto3 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menjadi Red Bull Athlete menjelang debutnya di Moto3 pada 2026. Hal ini ‘dibocorkan’ Veda sendiri lewat Instagram pada Senin (19/1/2026). Dalam tiga tahun terakhir, Veda menjadi topik hangat di paddock MotoGP, yakni sejak ia menjuarai Asia Talent Cup (kini Moto4 Asia Cup) 2023 dan bergabung ke Red Bull Rookies Cup pada 2024. Pada 2025, Veda menjalani debut di JuniorGP sekaligus bertahan di ajang Red Bull Rookies Cup, di mana ia sukses menjadi runner up setelah meraih banyak podium dan kemenangan. Kini, ia dikontrak oleh Honda Team Asia untuk berlaga di Moto3 2026. Prestasi mentereng Veda di ajang-ajang ‘Road to MotoGP’ ini membuat Red Bull tertarik mendukungnya. Pada Senin lalu, Veda diundang untuk menyambangi markas Red Bull di Salzburg, Austria, untuk menjalani berbagai kegiatan dengan Red Bull Motorsports. Lewat Instagram, Veda mengunggah foto dirinya mendapatkan berbagai kit dari Red Bull, begitu pula saat ia menjajal simulator mobil Formula 1. Veda juga sempat mengunjungi Red Bull Hangar-7, yang merupakan ‘museum’ Red Bull. Veda tak sendirian, ia juga ditemani oleh beberapa pembalap muda Red Bull lainnya, termasuk debutan Red Bull KTM Tech 3, Rico Salmela. Keduanya dapat kesempatan menumpangi helikopter Red Bull untuk melihat keindahan pegunungan Austria. Kini Veda bergabung dengan sederet bintang dunia balap dalam daftar Red Bull Athlete. Mereka berlaga di berbagai disiplin motorsport, yakni F1, MotoGP, Moto2, Moto3, WorldSSP, motocross, supercross, enduro, rally raid, rallycross, WRC, dan lainnya. Nah, siapa saja sih mereka? Berikut sejumlah nama-nama besar dunia motorsport yang juga merupakan Red Bull Athlete seperti yang dilansir oleh situs resmi Red Bull. Formula 1: Max Verstappen, Isack Hadjar, Liam Lawson, Arvid Lindblad, Yuki Tsunoda MotoGP: Alex Marquez, Jorge Martin, Johann Zarco, Toprak Razgatlioglu, Diogo Moreira, Maverick Vinales, Enea Bastianini, Brad Binder, Pedro Acosta, Dani Pedrosa, Pol Espargaro Moto2: David Alonso, Daniel Holgado, Collin Veijer, Deniz Oncu, Jose Antonio Rueda, Ayumu Sasaki Moto3: Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, Guido Pini, Brian Uriarte, Veda Ega Pratama, Rico Salmela WorldSSP: Bahattin Sofuoglu Rally (motor dan mobil): Nasser Al Attiyah, Kevin Benavides, Edgar Canet, Luciano Benavides, Cyril Despres, Carlos Sainz sr, Stephane Peterhansel, Toby Price, Nani Roma, Daniel Sanders, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Sebastien Loeb, Theirry Neuville, Sebastian Ogier, Laia Sanz Motocross/Supercross/Enduro: Jeffrey Herlings, Marvin Musquin, Ken Roczen, Tom Vialle, Jett Lawrence, Hunter Lawrence, Andrea Verona, Josep Garcia

Veda Kejar Status Rookie of the Years dalam Debut Moto3 2026

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membidik gelar Rookie of the Year dalam debutnya di kelas Moto3 pada musim kompetisi 2026. Rider berusia 17 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang musim ini dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Dia menjadi runner-up di ajang tersebut sehingga mendapat kartu ke Moto3. “Kalau target, bismillah, bisa Rookie of the Year, tetapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda dilansir dari Antara. Untuk persiapan menghadapi ajang tersebut, Veda pun fokus terhadap beberapa latihan fisik dan adaptasi mengingat persaingan di kelas tersebut lebih ketat. Veda mengatakan bahwa kesiapan fisik dan mental harus lebih kuat ketimbang kelas sebelumnya. Ia melanjutkan bahwa latihan tersebut akan dibarengi dengan latihan di atas motor. “Skill pasti yang diutamakan dan motornya kan ini memang dirancang khusus buat balap, enggak dijual bebas, jadi ini pintar-pintarnya setting motornya juga,” kata dia. Di kelas Moto3 nanti, Veda dipastikan akan terlihat persaingan dengan sejumlah pebalap yang sebelumnya pernah berlaga bareng di Red Bull Rookies Cup, salah satunya ialah Brian Uriarte yang menjuarai kompetisi itu. Uriarte memiliki keuntungan dari pengalaman tampil di Moto3 melalui kesempatan wildcard. Selain itu, ada juga nama Hakim Danish yang sebelumnya juga pernah memiliki pengalaman tampil di Moto3.

Kiandra Ramadhipa Juara European Talent Cup Catalunya 2025

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, tampil luar biasa di ajang European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. Mengutip dari berbagai sumber, meski dijatuhi hukuman start dari posisi ke-24, Ramadhipa justru tampil menggila dan menutup balapan dengan kemenangan dramatis di garis finis. Ramadhipa mendapat penalti bersama sembilan pembalap lain karena melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi. Namun, hukuman itu justru menjadi pemicu semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lintasan Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (2/11/2025). Sejak lampu start padam, Ramadhipa langsung tancap gas. Secara perlahan, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini menyalip satu demi satu lawan di tengah kondisi balapan yang kacau akibat banyaknya pembalap terjatuh. Momen itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Rama untuk menembus posisi 20 besar hanya dalam beberapa putaran. Statusnya sebagai rookie terbaik Asia Talent Cup 2024 terbukti bukan tanpa alasan. Di pertengahan balapan, Ramadhipa berhasil menembus posisi delapan besar. Namun perjuangannya belum berakhir. Empat lap terakhir menjadi panggung utama bagi remaja 16 tahun itu. Dengan kecepatan dan ketenangan luar biasa, Rama merangsek ke posisi terdepan dan memimpin balapan. Persaingan sengit pun terjadi di lap terakhir ketika Carlos Cano, sang juara bertahan, mencoba merebut posisi pertama. Rama tetap tenang, membuntuti dalam jarak sangat dekat hingga akhirnya memanfaatkan teknik slipstream di trek lurus terakhir. Aksi tersebut sukses mengantarkannya melintasi garis finis lebih dulu lewat photo finish dramatis. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Ramadhipa di musim debutnya di European Talent Cup 2025.

Veda Sapu Bersih Seri Mugello Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama tak menyangka meraih double winners atau dua kemenangan beruntun dalam seri keempat Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Mugello, Italia. Veda meraih kemenangan pertamanya pada balapan pertama di Mugello, Sabtu, 21 Juni 2025. Ia kemudian menyempurnakan akhir pekannya di kompetisi balap Eropa ini dengan memenangkan balapan kedua pada Minggu, 22 Juni 2025. Ia meraih kemenangan dramatis karena hanya berjarak 0,011 detik dari Hakim Danish di posisi kedua. “Saya tidak percaya, saya tidak menyangka,” kata pembalap asal Gunungkidul, dikutip dari laman resmi Red Bull Rookies Cup, Senin, 23 Juni 2025. “Tetapi sekarang saya tahu saya bisa melakukannya, akhir pekan yang fantastis. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sponsor, dan semua orang yang mendukung saya dan saya tidak sabar menunggu balapan berikutnya,” ujar dia menambahkan. Veda, yang memulai balapan dari posisi kedua (P2), meraih kemenangan keduanya di Red Bull Rookies Cup dengan cara yang tidak mudah. Ia memasuki lap terakhir dengan memimpin balapan, namun disalip oleh Danish pada tikungan terakhir sebelum garis finis. Pada trek lurus sebelum garis finis, Veda memanfaatkan kecepatannya dan mulai menyalip pembalap asal Malaysia itu ketika garis finis tinggal menyisakan beberapa meter. Dengan overtake yang sangat brilian, pembalap 16 tahun itu akhirnya mampu menyentuh garis finis lebih dulu, dengan waktu 0,011 detik lebih cepat dari Danish. Ketika ditanya apa yang terjadi pada detik-detik akhir sebelum menyentuh finis, Veda mengungkapkan perasaannya bahwa kesempatan untuk menang masih ada sebelum mencapai garis finis. “Itu adalah balapan yang sangat sulit. Saya mencoba melakukan hal yang sama seperti kemarin, untuk memimpin di akhir. Hakim melaju dari sisi luar di tikungan terakhir, tetapi saya yakin bisa menyalipnya. Saya bergerak untuk mengejarnya dan saya lebih cepat darinya, jadi saya hanya menunggu titik yang tepat untuk keluar dan menyalip,” ucap dia. Dua kali mengumandangkan “Indonesia Raya” di Mugello membuat Veda menutup seri keempat kompetisi yang banyak melahirkan pembalap hebat MotoGP ini di posisi ketiga dengan 92 poin. Ia terpaut 32 poin dari Brian Uriarte di posisi kedua dan 56 poin dari Danish yang memimpin klasemen. Adapun pembalap Indonesia lainnya Kiandra Ramadhipa tetap di posisi ke-15 klasemen sementara dengan 32 poin, meski ia finis lebih baik dari balapan pertama yaitu di posisi delapan. Seri kelima Red Bull Rookies Cup dimainkan pada 12-13 Juli di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Seri ini bertepatan dengan seri kesebelas MotoGP di tempat yang sama.

Mandalika Racing Series 2025 Tambah Kelas Untuk Bina Talenta Muda

Mandalika Racing Series 2025

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2025 makin serius dalam pembinaan talenta muda dengan menambah kelas baru. Kelas Junior Sport 150 U15 yang sebelumnya hanya bersifat pendukung, kini resmi menjadi bagian dari Kejurnas, memberikan kesempatan lebih luas bagi pembalap belia untuk berkompetisi secara profesional. “Setiap tahun, Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series selalu menghadirkan sesuatu yang baru. Penambahan kelas ini merupakan hasil masukan dari berbagai pihak, termasuk pelaku balap dan pemangku kepentingan lainnya, demi meningkatkan level kejuaraan menjadi platform pembinaan dan prestasi,” ujar Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, dalam peluncuran resmi di Jakarta, Senin (17/3/2025). Deputi Olahraga Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Eddy Saputra, mengatakan penetapan status Kejurnas untuk kelas Junior Sport 150 menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pembalap muda menghadapi regulasi dan atmosfer kompetisi internasional. “Makin banyak pembalap Indonesia yang berkiprah di level global. Oleh karena itu, pembinaan sejak dini sangat penting agar mereka siap bersaing di ajang yang lebih tinggi,” kata Eddy. Lebih dari sekadar kejuaraan, ajang ini juga membuka jalan bagi talenta muda Indonesia untuk mendapatkan pelatihan di Pertamina Enduro VR46 Riders Academy di Tavullia, Italia. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pertamina Enduro dan VR46 Riders Academy yang resmi diluncurkan di Mandalika pada Januari lalu. Tak hanya itu, Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2025 juga menghadirkan kelas baru Sport 250 Community, yang ditujukan bagi komunitas balap motor. Kelas ini melengkapi kategori yang telah ada, termasuk Underbone 150 U25, Supersport, dan Superbike Community, guna memperluas partisipasi pembalap muda serta komunitas dalam ajang kompetitif. Kejuaraan yang akan berlangsung dalam lima putaran di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini merupakan hasil kolaborasi PRIDE Motorsport, MGPA, IMI, dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dengan dukungan penuh dari Pertamina serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jadwal Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2025: Putaran pertama: 11-13 April Putaran kedua: 20-22 Juni Putaran ketiga: 22-24 Agustus Putaran keempat: 19-21 September Putaran kelima: 31 Oktober-2 November

AHM Sapkan 7 Siswa untuk Melesat ke Kejuaraan Dunia

Siswa Terpilih Untuk Astra Honda Racing School 2025

Seleksi program pembinaan balap jenjang awal Astra Honda Racing School (AHRS) berhasil meloloskan 7 pebalap yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Lewat seleksi yang ketat pada Minggu dan Senin, 16-17 Februari 2025 lalu di Astra Honda Safety Riding & Training Center Deltamas, Jawa Barat, para pebalap belia potensial berusia 11-14 tahun siap ditempa menjadi pebalap muda berprestasi untuk bangsa. Dari ratusan siswa yang melakukan pandaftaran, PT Astra Honda Motor (AHM) mengundang 45 siswa dari 15 provinsi di Indonesia yang lolos administrasi untuk mengikuti test praktik. Kemudian, mereka bersaing mempertunjukkan kelihaian balapnya dengan menggunakan CBR150R. Dalam seleksi praktek pertama, tersaring 20 pebalap yang telah diuji dan dinilai berdasarkan kemampuan riding position, braking, racing line, cornering, body movement, dan spatial awareness. Memasuki seleksi tahap berikutnya, setiap pebalap akan diuji kemampuan dalam lintasan yang sama selama 15 menit, kemudian pengujian adaptasi pada lintasan baru dalam waktu 20 menit. Pada setiap fase seleksi yang dilakukan, para pebalap dievaluasi konsistensi dan durabilitasnya sehingga dapat dinilai berdasarkan performa terbaiknya.Setelah menjalani seluruh seleksi, terpilih 7 pebalap yang langsung lolos untuk bergabung dengan siswa AHRS tahun 2024 yang kembali melanjutkan di AHRS 2025. Proses seleksi ini juga dilakukan oleh salah satu pebalap lulusan AHRS tahun 2010, yakni Gerry Salim.Pebalap asal kota Surabaya ini pun telah mencetak beragam prestasi membanggakan untuk Indonesia, seperti juara Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 tahun 2017 dan tampil di balapan Grand Prix. “Alhamdulillah, terima kasih Astra Honda Racing School atas kesempatan saya menjadi siswa AHRS 2025. Saya sangat senang bisa mewakili daerah NTB, mohon doanya agar saya bisa mengembangkan skill balap dan melakukan balap internasional dengan Astra. Terima kasih kepada orang tua, pelatih dan teman-teman yang sudah mensupport dan mendoakan saya,” ujar Gian Muhammad Gibran, pebalap belia dari Nusa Tenggara Barat. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya menyampaikan AHRS tidak hanya sekedar sekolah balap namun juga menjadi pondasi kuat dalam pembinaan balap berjenjang dari AHM.Program ini mengasah dan membina kematangan mental, kemampuan balap, dan fisik calon pebalap muda Indonesia yang siap mencetak berbagai prestasi membanggakan untuk Tanah Air. “Melalui Astra Honda Racing School, kami berharap dapat terus mengukir sejarah balap bagi Tanah Air. Kami pun memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk memberikan bekal terbaik bagi generasi muda Indonesia dalam meraih mimpi di arena balap Internasional hingga dunia,” ujar Andy. 7 siswa Astra Honda Racing School 2025 terpilih: 1. Muhammad Sidiq Fatturohman Aljabbaar (Jawa Barat) 2. Avirya Rangga Arjavianto (D.I Yogyakarta) 3. Clevan Louis Valera Octavianuz (D.I Yogyakarta) 4. Felix Janur Wicaksono (Jawa Tengah) 5. Rafif Sadya Baehaqi (Jawa Timur) 6. Agam Abdillah Pratama (Jawa Timur) 7. Gian Muhammad Gibran (Nusa Tenggara Barat) Cadangan: 1. Alvin Alvaro Razka Nugraha (Jawa Barat) 2. Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa(D.I Yogyakarta) 3. Muhammad Nabil Zahsena (Jawa Timur) 4. Muhammad Zaky (Sulawesi Selatan)