Janice Tjen juga ke perempat final ganda DC Open

Janice Tjen & Shuai Zhang

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, juga menyusul Aldila untuk melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat. Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis putri China, Shuai Zhang berhasil mengalahkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dengan skor 2-0 (6-3, 6-4), demikian catatan DC Open. Tjen/Zhang menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 13 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pasangan unggulan ketiga tersebut tampil dominan sejak awal pertandingan dan mereka dapat unggul di gim pertama, namun Rakhimova/Wu berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Tjen/Zhang sempat unggul 3-1 di set pertama, namun Rakhimova/Wu sempat memberikan perlawanan. Set pertama pada akhirnya tetap menjadi milik Tjen/Zhang dengan skor 6-3. Memasuki set kedua, Tjen/Zhang kembali tampil dominan dan sempat mengamankan dua gim pertama sehingga mereka sempat unggul 2-0 atas Rakhimova/Wu. Sempat memangkas ketertinggalan menjadi 1-2, Rakhimova/Wu selanjutnya tak bisa menahan dominasi Tjen/Zhang yang berhasil menambah keunggulan 5-1. Rakhimova/Wu enggan menyerah dan dapat memberikan perlawanan hebat sehingga kedudukan berubah menjadi 4-5, namun pada akhirnya set kedua tetap menjadi miliki Tjen/Zhang dengan skor 6-4. Secara keseluruhan, Tjen/Zhang mengalahkan Rakhimova/Wu dengan dua set langsung 2-0. Pada babak perempat final, Tjen/Zhang akan menghadapi pemenang antara pasangan Kato Miyu/Giuliana Olmos yang tengah berhadapan dengan Tereza Mihalikova/Heather Watson untuk memperbutkan tiket semifinal.

Aldila Sutjiadi melaju ke perempat final ganda DC Open

Aldila Sutjiadi & Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Amerika Serikat, bersama pasangan asal Selandia Baru, Erin Routliffe dengan mengalahkan Sofia Kenin/Anastasia Potapova 6-3, 7-5, Selasa WIB. Pasangan unggulan kedua itu menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 22 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Aldila/Routliffe tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung merebut lima gim pertama melalui tiga kali break servis sebelum Kenin/Potapova memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Namun, Aldila dan Routliffe tetap mampu mengamankan gim servis berikutnya untuk menutup set pembuka dengan kemenangan 6-3. Persaingan berlangsung lebih ketat pada set kedua. Kedua pasangan saling mematahkan servis hingga skor imbang 5-5. Pada momen krusial, Aldila/Routliffe kembali merebut break untuk unggul 6-5 sebelum memastikan kemenangan 7-5 pada gim servis terakhir. Berdasarkan statistik WTA, Aldila/Routliffe tampil lebih efektif dengan mengonversi lima dari sembilan peluang break point, sementara lawannya hanya memanfaatkan tiga dari delapan kesempatan. Mereka juga memenangi 71,4 persen poin dari servis pertama dan mengoleksi 64 dari total 121 poin sepanjang laga. Pada babak perempat final, Aldila/Routliffe akan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Anna Smith untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Keikutsertaan Aldila di Washington merupakan bagian dari rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Serikat setelah mencatat hasil positif pada musim lapangan rumput dengan meraih gelar WTA 500 pertama dalam karirnya di Bad Homburg Open pada akhir Juni. Sebelum tampil di Washington, Aldila juga mencatat hasil impresif di Wimbledon 2026 dengan mencapai perempat final ganda campuran bersama petenis Argentina Guido Andreozzi. Sementara pada nomor ganda putri, Aldila yang berpasangan dengan Janice Tjen terhenti pada babak kedua. Sementara itu, Janice masih akan memulai perjuangannya di Mubadala Citi DC Open 2026. Pada nomor tunggal, petenis Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi Rebecca Sramkova pada babak pertama, sedangkan di sektor ganda ia berpasangan dengan mantan juara turnamen Zhang Shuai.

Janice Tjen melenggang mulus ke babak 16 besar DC Open

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar turnamen WTA 500 Mubadala DC Open 2026 setelah menundukkan petenis kualifikasi asal Slovakia Rebecca Sramkova di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa WIB. Janice menuntaskan pertandingan babak pembukanya dalam waktu satu jam 21 menit dengan skor meyakinkan 6-4, 6-2, demikian WTA. Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi petenis Indonesia itu dalam turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama. Janice dan Sramkova beberapa kali saling mematahkan servis hingga kedudukan 4-4. Namun, Janice mampu meningkatkan tekanan pada gim-gim penentuan dan merebut break penting pada gim ke-10 untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, permainan Janice semakin konsisten. Ia langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawan pada gim kedua untuk unggul 2-0. Meski Sramkova sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5, namun Janice kembali menunjukkan dominasinya dengan mencuri servis lawan pada gim kedelapan sekaligus memastikan kemenangan 6-2. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia mengonversi lima dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Sramkova hanya mampu memanfaatkan dua dari tiga kesempatan. Janice juga memenangi 68 dari total 118 poin yang diperebutkan atau sekitar 57,6 persen sepanjang pertandingan, serta mencatat empat ace. Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Janice pada musim ini setelah mencatat debut yang impresif di Wimbledon dengan menembus babak kedua nomor tunggal.

Rifqi Fitriadi jadikan tiga gelar ITF Wunning modal menuju Asian Games

Rifqi dan Daniil Sarksian

Petenis Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjadikan keberhasilannya meraih tiga gelar dalam tiga pekan terakhir pada rangkaian turnamen ITF M15 Wuning di China sebagai bekal untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain itu tiga gelar tersebut juga menjadi modal penting untuk mengejar kesempatan tampil di turnamen level Challenger. “Di dalam tiga minggu terakhir, saya bisa mengambil juara tunggal dan juara ganda. Itu bekal yang bagus juga buat ke Asian Games, dan juga modal poin untuk bisa tanding ke turnamen yang lebih tinggi lagi, Challenger. Pasti butuh konsistensi untuk bisa lebih meningkat lagi,” kata Rifqi, dikutip dari ANTARA. Rifqi menutup seri keempat ITF M15 Wuning dengan memborong gelar tunggal dan ganda. Pada nomor tunggal, ia mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Hoyoung Roh dengan skor 6-4, 6-3 pada partai final, Minggu (19/7). Sehari sebelumnya, ia bersama petenis Armenia Daniil Sarksian menjuarai nomor ganda setelah menundukkan pasangan Taiwan Hsieh Cheng-Peng/Lai Chuan-Kai dengan skor 6-7(7), 7-6(5), 12-10. Sebelumnya, Rifqi juga menjuarai nomor tunggal pada seri kedua Wunning yang mengakhiri penantian hampir tiga tahun tanpa gelar ITF. Menurut dia, seluruh pencapaian selama empat pekan di China memiliki arti tersendiri. “Tentu pencapaiannya dari empat ini semuanya spesial dan setiap momen terasa emosional. Sudah lama tidak naik podium, tidak dapat gelar, jadi rasanya benar-benar berasa spesial,” ujar petenis berusia 27 tahun itu. Rifqi menilai peningkatan performanya musim ini dipengaruhi oleh pergantian raket yang lebih sesuai dengan gaya bermain, serta kematangan dalam mengendalikan emosi saat bertanding. “Yang jadi pembeda salah satunya faktor raket, saya baru ganti awal tahun ini dan lebih cocok dengan permainan saya. Saya juga lebih dewasa, lebih tenang, lebih menikmati setiap pertandingan, sehingga bisa lebih fokus mengambil poin demi poin,” kata Rifiqi. Meski baru menyelesaikan turnamen di China, Rifqi langsung melanjutkan agenda kompetisi dengan mengikuti turnamen ITF M15 Bali di Pulau Dewata, yang berlangsung pada 20-26 Juli. Rifqi, yang menempati unggulan keempat, akan memulai perjuangannya pada Rabu (22/7) dengan turun di nomor tunggal dan ganda berpasangan dengan petenis Filipina Francis Casey Alcantara.

Janice/Aldila tundukkan tuan rumah untuk menuju babak kedua Wimbledon

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak kedua Wimbledon setelah menundukkan pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 6-3, 6-4 pada babak pertama All England Club, London, Jumat WIB. Berita Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk mengatasi perlawanan pasangan Inggris tersebut sekaligus membalas kekalahan yang mereka alami dari lawan yang sama pada semifinal Nottingham Open beberapa pekan lalu. Pasangan Indonesia tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Setelah memenangi gim pembuka pada set pertama, Janice/Aldila tancap gas dengan merebut tiga gim beruntun untuk unggul 4-1. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali tampil dominan. Mereka mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga momentum untuk memimpin 4-2. Meski Dart/Lumsden sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, pasangan Indonesia tetap tenang dan memastikan kemenangan dengan merebut gim ke-10 sekaligus mengunci set kedua 6-4. Statistik Wimbledon menunjukkan Aldila/Janice unggul dalam hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan empat ace, dibandingkan satu ace milik pasangan tuan rumah. Ganda putri Indonesia juga tampil lebih rapi dengan hanya melakukan dua kesalahan, sementara Dart/Lumsden membukukan empat kesalahan. Efektivitas servis pertama menjadi salah satu kunci kemenangan Janice/Aldila. Mereka memasukkan 56 dari 77 servis pertama atau 73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen (50/74). Dari servis pertama tersebut, Aldila/Janice memenangi 59 persen poin (33/56), sedangkan Dart/Lumsden mencatatkan 56 persen (28/50). Saat harus memainkan servis kedua, pasangan Indonesia juga lebih unggul dengan memenangi 57 persen poin (12/21), sementara lawan hanya memperoleh 42 persen (10/24). Dalam pengembalian servis, Janice/Aldila mengoleksi 49 poin penerimaan berbanding 42 milik lawan. SumberDaya Bahasa Mereka juga lebih efektif memanfaatkan peluang break dengan mengonversi empat dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Dart/Lumsden hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan kesempatan. Meski jumlah winner kedua pasangan relatif berimbang, yakni enam milik Aldila/Janice dan lima milik Dart/Lumsden, pasangan Indonesia tampil jauh lebih konsisten dengan hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, berbanding sembilan yang dilakukan pasangan Inggris. Secara keseluruhan, Janice/Aldila memenangi 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengumpulkan 70 poin. Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Janice setelah langkahnya di nomor tunggal terhenti pada babak kedua usai kalah dari unggulan Australia Daria Kasatkina melalui pertandingan tiga set 7-6(5), 1-6, 4-6.

Janice Tjen terhenti pada babak kedua Wimbledon

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya di sektor tunggal pada babak kedua Wimbledon 2026 setelah kalah dari Daria Kasatkina dalam pertandingan tiga set di London, Inggris, Rabu. Janice sempat membuka peluang dengan merebut set pertama melalui tie-break sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh petenis Australia tersebut 7-6(5), 1-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 37 menit. Janice tampil solid pada set pembuka. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6, petenis kelahiran Jakarta itu tampil lebih tenang untuk mengejar ketertinggalan 1-5 pada tie-break hingga mengamankan set pertama dengan skor 7-5. Namun, momentum berbalik pada set kedua ketika Kasatkina meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Petenis No.65 dunia tersebut dua kali mematahkan servis Janice untuk unggul jauh dan menutup set kedua dengan kemenangan 6-1, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, kedua pemain kembali saling mematahkan servis pada fase awal pertandingan. Kasatkina kemudian mampu memanfaatkan peluang break pada gim kedelapan untuk berbalik unggul sebelum memastikan kemenangan 6-4 setelah mengonversi match point pada gim terakhir. Secara statistik, Kasatkina lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertamanya. Ia memenangi 63 dari 90 poin (70 persen) saat servis pertama masuk, sementara Janice mengumpulkan 34 dari 57 poin (60 persen). Statistik Wimbledon menunjukkan Kasatkina juga tampil lebih agresif di depan net dengan memenangi 28 dari 31 poin (90 persen), sedangkan Janice hanya memenangi 11 dari 17 poin (65 persen). Dari sisi serangan, Kasatkina mencatatkan 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error. Kasatkina juga lebih efektif memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi lima dari delapan kesempatan, sementara Janice hanya berhasil memanfaatkan dua dari 10 peluang. Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif dalam penampilan debutnya di Wimbledon. Ia juga masih bertahan di All England Club untuk bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia Janice/Aldila dijadwalkan tampil menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Ratusan Atlet Ikuti Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang. Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. “Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya. Peserta Terbanyak Sejak Digelar Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan. “Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya. Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. “Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya. Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan. Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan. “Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya. Sementara itu, Direktur IMTC, Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi. “Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya. Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional. “Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Eastbourne Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama Eastbourne Open 2026 setelah berjuang lebih dari tiga jam pada laga pembukanya di Eastbourne, Inggris, Selasa. Janice, yang menempati unggulan keenam ajang WTA 250 lapangan rumput itu harus tunduk di tangan Caty McNally setelah melalui rubber set 5-7, 7-6(5), 3-6, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama ketika kedua petenis yang sama-sama berumur 24 tahun itu berebut memenangi gim untuk kedudukan 3-3. Janice dengan kekuatan servisnya yang mencatat satu ace tidak cukup untuk menghadang McNally yang unggul dengan catatan 73,5 persen untuk memasukkan servis pertamanya, dan berhasil memenangi 88 persen poin servis pertamanya. Janice menyamakan kedudukan 5-5, namun McNally kemudian memenangi dua gim setelahnya untuk merebut set pertama. McNally unggul pada set kedua saat Janice kehilangan servisnya. Namun, dengan cepat petenis kelahiran Jakarta itu bangkit menyamakan kedudukan dan menjaga selisih angka agar tidak terpaut jauh. Janice memaksa McNally untuk memainkan tie-break yang berlangsung ketat. Pada kedudukan imbang 5-5, ia kemudian memenangi dua poin untuk membawa pertandingan ke set penentu. Dominasi McNally terasa di set ketiga meski secara statistik Janice unggul dari segi persentase servis pertama dan lebih sedikit melakukan kesalahan ganda. Ketika Janice mencoba mengejar ketertinggalan 3-4, McNally dengan kuat memenangi dua gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah tiga jam 10 menit. Dengan hasil tersebut Janice belum bisa memecah kebuntuan kekalahan laga pembuka setelah terhenti pada babak pertama dua pekan beruntun, yakni pada Libema Open dan Nottingham Open pekan lalu. Meski begitu, Janice masih akan tampil di sektor ganda di Eastbourne bersama petenis Hong Kong Eudice Chong yang akan berhadapan dengan unggulan kedua Jasmine Paolini/Sara Errani.

Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir pada semifinal ganda turnamen bergengsi WTA 250 lapangan rumput Nottingham Open 2026. Aldila/Janice menelan kekalahan dari pasangan berkebangsaan Britania Raya Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 1-2 (6-4, 4-6, 6-10), demikian catatan Nottingham Open. Bermain di Lexus Nottingham Tennis Centre, Janice/Aldila sempat unggul dengan skor 4-0 di set pertama, meski Dart/Lumsden dapat memberikan perlawanan. Pada set pertama, akhirnya Aldila/Janice berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4 dan membuat mereka menatap set kedua dengan modal positif. Memasuki set kedua, Aldila/Janice tampil seolah kehilangan arah dan dapat dimanfaatkan Dart/Lumsden yang mendapatkan keunggulan terlebih dahulu. Selanjutnya Dart/Lumsden dapat mengunci kemenangan pada set kedua dan mengalahkan Aldila/Janice dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Aldlia/Janice berhasil mencetak angka terlebih dahulu, akan tetapi Dart/Lumsden tinggal diam dan terjadi kejar-kerjaran skor. Pertandingan berlangsung sengit, bahkan kedudukan sempat sama kuat 6-6, akan tetapi pada akhirnya Aldila/Janice harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden dengan skor 6-10. Pada babak perempat final Nottingham Open 2026, sebelumnya Aldila/Janice berhasil menyingkirkan ganda putri Ceko Miriam Skoch/Jesika Maleckova.

Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026 setelah kalah dari petenis Jerman Tatjana Maria di Nottingham, Inggris, Senin. Janice yang menempati unggulan kesembilan dalam ajang WTA 250 lapangan rumput itu tak mampu menghalau penampilan kuat Maria sehingga terpaksa menyerah 3-6, 2-6, dalam satu jam dua menit. Statistik WTA menunjukkan bahwa Maria tampil impresif dengan mencatatkan tujuh ace pada set pertama. Petenis peringkat 52 WTA itu memasukkan 87,5 persen servis pertamanya dan memenangi 85,7 persen servis pertama. Janice mencoba mengganggu ritme petenis berusia 38 tahun itu pada set kedua, dengan memenangi 71 persen poin servis pertama. Namun, Maria terlampau kuat bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu. Maria mencatatkan tiga ace, unggul dari segi pengembalian bola, dan mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk memenangi pertandingan. Hasil tersebut membuat Janice kembali harus terhenti pada babak pertama. Petenis No.40 dunia itu belum dapat memecah dengan kekalahan pada babak pembuka. Setelah menutup musim lapangan tanah liat di Roland Garros dengan terhenti pada babak pertama, Janice sempat melaju hingga babak kedua di Birmingham Classic. Namun, ia kembali harus pulang lebih awal ketika kandas pada babak pembuka Libema Open. Meski begitu, Janice masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa bertahan lebih lama di Nottingham. Ia akan bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila sebelumnya juga harus menelan kekalahan pahit di WTA 250 ‘s-Hertogenbosch, setelah dipaksa menyerah 1-6, 6-4, 8-10 pada babak pertama dari Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Di Nottingham, Janice/Aldila, yang menempati unggulan ketiga, akan memulai perjuangan mereka dengan bertemu pasangan Amerika-Ceko Ann Li/Tereza Valentova esok hari, Selasa (16/6).

Aldila/Janice kandas pada babak pertama Libema Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda tenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir dari turnamen lapangan rumput WTA 250 Libema Open 2026 setelah kalah pada babak pertama di’s-Hertogenbosch, Belanda, Rabu. Aldila/Janice, yang menempati unggulan kedua dalam ajang tersebut, terpaksa menyerah setelah melalui super tie-break di tangan pasangan asal Belanda-Inggris Isabelle Haverlag/Maia Lumsden dengan 1-6, 6-4, 8-10, demikian WTA. Dominasi Haverlag/Lumsden terlihat pada set pertama yang berjalan berat sebelah. Berbekal servis kuat dengan mencatat dua ace, pasangan non-unggulan itu memenangi 90,9 persen poin servis pertama. Meski Aldila/Janice berhasil memasukkan 78,3 persen servis pertama mereka, namun hal itu tidak mampu menahan Haverlag/Lumsden yang melaju memenangi tiga gim beruntun dari keunggulan 3-1 untuk mengambil alih set pertama. Aldila/Janice berusaha bangkit pada set kedua yang berjalan ketat di awal. Ganda putri Merah Putih itu berhasil merusak ritme permainan lawan ketika memenangi gim ketujuh untuk unggul 4-3. Statistik WTA menunjukkan Aldila/Janice memenangi 77,3 persen servis pertama mereka, dan unggul dari akurasi pengembalian bola untuk membawa pertandingan ke set penentu. Super tie-break berjalan sengit saat papan skor menunjukkan 5-5. Aldila/Janice kemudian memenangi tiga poin, namun kejutan terjadi setelah itu. Haverlag/Lumsden bangkit mengejar ketertinggalan, memenangi poin demi-poin untuk menyamakan kedudukan, hingga akhirnya lebih dulu mengantongi 10 poin untuk meraih kemenangan setelah satu jam 10 menit. Kekalahan tersebut membuat Janice harus meninggalkan ‘s-Hertogenbosch lebih awal setelah juga mengalami kekalahan babak pertama di sektor tunggal saat menghadapi petenis Belgia Greet Minnen, Selasa (9/10).

Janice Tjen terhenti pada babak pertama Libema Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen tersingkir dari Libema Open 2026 setelah dikalahkan petenis Belgia Greet Minnen pada babak pertama di ‘s-Hertogenbosch, Belanda, Selasa (9/6). Unggulan ketujuh pada ajang WTA 250 tersebut tak mampu menghalau petenis kualifikasi Minnen dengan 6-7(7), 1-6, demikian catatan hasil pertandingan dari WTA. Set pertama berlangsung sengit. Janice unggul tipis dari segi perolehan poin untuk servis pertama dengan 68 persen, berbanding 67,6 persen. Petenis kelahiran Jakarta itu juga mencatat satu ace, namun servis kerasnya mendapat saingan kuat dari Minnen yang berhasil memasukkan 80,4 persen servis pertama — sementara Janice hanya 54,3 persen. Dominasi Minnen membawa set pertama ke tie-break. Petenis peringkat 202 WTA itu kemudian memenangi tujuh dari 11 poin untuk memimpin pertandingan. Minnen menjaga momentumnya hingga set kedua dengan unggul satu ace dari Janice. Petenis No.40 dunia itu mencoba memberi perlawanan melalui kekuatan servisnya dengan memasukkan 60,7 persen servis pertama. Namun, Minnen terus mendominasi pertandingan dengan keberhasilan memenangi 90 persen poin servis pertama. Ia juga unggul dari segi poin servis kedua dan poin pengembalian bola. Minnen kemudian menyudahi perlawanan Janice setelah satu jam 47 menit untuk memenangi pertandingan. Bagi Janice, Libema Open 2026 merupakan turnamen lapangan rumput kedua musim ini. Petenis berusia 24 tahun itu masih berjuang mendapatkan performa terbaiknya di sektor tunggal. Pada turnamen sebelumnya, Janice kandas pada babak kedua Birmingham Open 2026. Namun, ia berhasil meraih gelar ajang WTA 125 tersebut di sektor ganda bersama petenis Australia, Talia Gibson.

Janice Tjen juara ganda Birmingham Classic 2026

Janice Tjen dan Talia Gibson Usai Juara Birmingham Classic 2026

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Australia, Talia Gibson berhasil menjuarai ganda Birmingham Classic 2026 seusai membungkam tuan rumah pada babak final, Jumat. Janice/Gibson, yang menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, tampil kuat dalam mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dengan straight set 6-4, 6-3, demikian WTA. Pada set pertama, Janice/Gibson mencoba mendikte lawan melalui servis keras mereka dengan mencatatkan dua ace. Namun, pasangan Inggris yang merupakan unggulan kedua juga memberi perlawanan kuat lewat servis mereka. Statistik WTA menunjukkan Dart/Lumsden memasukkan 70,6 persen servis pertama mereka, dan memenangi 62,5 persen servis pertama. Meski begitu, Janice/Gibson unggul dari segi pengembalian bola, mengkonversi tiga dari empat peluang break point untuk merebut set pertama. Janice/Gibson memberi tekanan lebih intens pada set kedua. Masih dengan servis kuat yang mencatat keunggulan dua ace, ganda Inggris-Australia itu memenangi 84,2 persen servis pertama mereka. Berhasil menyelamatkan 100 persen break point, Janice/Gibson akhirnya mengemas kemenangan setelah satu jam 14 menit. Gelar di Birmingham menjadi gelar ganda kelima bagi Janice dalam tur WTA yang ia mulai pada September tahun lalu. Petenis kelahiran Jakarta itu menjuarai WTA 125 Suzhou 2025 di China bersama Aldila Sutjiadi pada Oktober. Ganda putri Indonesia itu kemudian mengangkat trofi WTA 250 Chenai di India pada November 2025. Sebelumnya pada Oktober, Janice meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou di China bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Awal tahun ini, Janice juga menjuarai ganda WTA 250 Hobart 2026 di Australia bersama Piter. Berbeda dari sektor ganda, Janice masih harus berjuang di sektor tunggal. Petenis berusia 24 tahun itu kandas pada babak kedua Birmingham Classic. Janice belum mendapatkan hasil yang diinginkan selepas “Middle-east Swing” yang membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No.36 dunia.

ITF J30 Sukoharjo: Petenis Indonesia Kawinkan Gelar Juara

Gwen Emily Kurniawan

Petenis junior Indonesia, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Gwen Emily Kurniawan mengawinkan gelar tunggal putra dan tunggal putri pada ajang tenis internasional ITF J30 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu. Dalam turnamen bertajuk DETEC International Junior Championship itu Rafa, yang berusia 17 tahun, menumbangkan unggulan kedua asal Amerika Serikat Brandon Duan dengan 6-4, 4-6, 6-3. “Saya sangat bersyukur bisa juara di Sukoharjo. Akhirnya setelah lima kali terhenti di semifinal, bisa juara di final pertama,” kata Rafa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Kemenangan itu turut menyukseskan misi revansnya dari petenis kidal, yang mengalahkannya pada final Asian Tennis Federation (ATF) Jakarta 16U, dua tahun lalu. Rafa mengaku cukup kewalahan pada final yang berlangsung selama dua setengah jam. Setelah mengambil set pertama, Rafa kecolongan di pertengahan set kedua. Meskipun unggul tiga gim, 4-1, ia mesti merelakan set kedua setelah kalah dalam lima gim beruntun. “Gim keenam, set kedua sebenarnya saya sudah leading, 40-0. Tapi, saya merasa kesulitan buat menutup gim-nya. Saya tidak tahu juga berapa kali dapat game point. Berkali-kali kena deuce sebelum diambil. Saya mikirin gim itu terus. Jadi, kalah set kedua, 4-6,” ujar Rafa. Rafa bangkit pada set penentu, dengan bermain lepas dan mengembalikan fokus. Keuletannya menuai hasil positif yang berbuah kemenangan. Senada, Gwen juga menang rubber set dalam final tunggal putri. Namun, petenis berusia 15 tahun itu tertinggal satu set lebih dahulu dari unggulan kedua asal China Xinran Yan dengan 2-6, 6-2, 6-1. “Yan sangat gesit, sangat lincah. Sangat berani mukulnya. Bolanya mepet-mepet ke pojok dan cepat. Sekalinya, aku kasih bola pendek, dia langsung nyerobot, ngambil. Sulit banget di awal-awal karena belum terbiasa,” kata Gwen. Gwen cepat belajar dari kekalahan di set pertama. Setelah bermain pasif untuk membaca kekuatan lawan, peringkat 869 dunia itu mulai keluar menyerang sejak permulaan set kedua. Alhasil, poin-poin krusial dapat ia menangi untuk memaksa digelarnya set ketiga. Kemenangan tersebut menjaga tren positif Gwen. Sepanjang 2026, ia memenangi 86 persen pertandingan level J30. Tambahan 30 poin diprediksi mengerek peringkatnya ke 720-an. “Aku sangat happy bisa meraih juara. Rasanya benar-benar memuaskan. Kerja kerasku terbayarkan,” ujar Gwen. Sementara itu, Xinran Yan dapat mengobati kekalahan dengan gelar ganda turnamen besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club). Yan, yang menggandeng petenis Hong Kong Lena Lin, mengatasi perlawanan sengit duet tuan rumah, Quirina Trea dan Kaylee Tandjung, 7-6(1), 4-6, 10-8. Sementara itu, ganda putra yang menghadirkan final antar ganda Indonesia dimenangi Komang Bagus Wahyu Purustama/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy itu mengatasi unggulan ketiga, Joseph Owen Lauw/Alfaradu Sumirat, 7-6(0), 7-6(0). Setelah menyelesaikan kejuaraan pekan pertama, turnamen tersebut berlanjut ke gelaran pekan kedua. Lebih dari lima puluh petenis mancanegara akan memulai langkah pada babak kualifikasi ajang bagi petenis sampai dengan usia 18 tahun tersebut pada Minggu (31/5).

Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026 setelah kalah dari petenis Amerika, Emma Navarro 4-6, 3-6, Selasa. Dalam debutnya pada Grand Slam lapangan tanah liat tersebut, Janice tak mampu menghalau Navarro yang berada dalam performa terbaiknya setelah menjuarai WTA 500 Strasbourg akhir pekan lalu. Dikutip dari catatan hasil pertandingan Roland Garros, Navarro melesat dengan cepat pada set pertama saat memimpin 4-1, tetapi Janice berhasil menyamakan kedudukan 4-4. Berbekal servis kuat dengan mencatatkan lima berbanding empat ace milik Janice, Navarro kemudian menyelesaikan set pertama dengan memenangi dua gim setelahnya untuk mencuri keunggulan. Janice mencoba mendominasi pertandingan pada set kedua dengan memimpin 2-1. Petenis berusia 24 tahun itu memasukkan 58 persen servis pertama lebih banyak dari Navarro. Namun, petenis berusia 25 tahun asal Charleston itu mengambil alih permainan dengan 4-2. Ia juga mencatat keunggulan dari segi kemenangan poin servis pertama dibanding Janice, yakni 67 persen berbanding 58 persen. Peringkat 40 dunia Janice dengan gigih berjuang menghadang match point dari Navarro. Berhasil mendapatkan satu gim, petenis kelahiran Jakarta itu terpaksa menyerah pada gim berikutnya dari petenis No.25 dunia tersebut. Terhenti di sektor tunggal, Janice masih menjaga asa untuk tetap berada di Paris dengan turun di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila dijadwalkan bertemu ganda Ceko-Spanyol Marie Bouzkova/Sara Sorribes Tormo pada babak pertama, Rabu (27/5). Sebelum mengikuti French Open 2026, Aldila yang berpasangan dengan Vera Zvonareva berhasil menjadi runner up Maroko Open akhir pekan lalu. Sementara, Janice yang menjadi unggulan teratas di sektor ajang WTA 250 Rabat sayangnya kandas pada babak kedua. Meski begitu, Aldila/Janice memiliki catatan cukup baik pada musim lapangan tanah liat dengan mencapai perempat final WTA 1000 Madrid.

Janice Tjen terhenti di 16 besar Maroko Terbuka 2026

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen harus terhenti di babak 16 besar WTA Maroko Terbuka 2026 setelah kalah dari unggulan asal Kolombia, Camila Osorio di Rabat pada Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, Janice menyerah dengan skor 3-6, 6-3, dan 0-6 dalam duel berdurasi dua jam enam menit. Janice mengawali laga dengan kurang meyakinkan dan kehilangan set pertama 3-6. Osorio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point serta unggul dalam servis sehingga mampu mengontrol permainan. Namun, petenis Indonesia itu bangkit pada set kedua. Janice tampil lebih agresif dari baseline dan berhasil menyamakan kedudukan setelah merebut set dengan skor 6-3. Memasuki set penentuan, momentum kembali berpihak kepada Osorio. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan tidak memberi kesempatan kepada Janice untuk berkembang. Osorio menyapu set ketiga dengan skor telak 6-0 sekaligus memastikan tiket ke perempat final. Meski gagal melangkah lebih jauh, Janice sempat memberikan perlawanan sengit dengan merebut set kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Osorio di turnamen WTA level 250 tersebut.

Aldila/Vera bangkit untuk kunci tempat di final Maroko Open

Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, bangkit dari ketertinggalan pada semifinal Maroko Open 2026, Kamis, untuk mengunci tempat di babak akhir ajang WTA 250 Rabat tersebut. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas berhasil menyamakan kedudukan untuk mengalahkan pasangan Slovenia-Polandia Nika Radisic/Katarzyna Piter dengan 4-6, 6-2, 10-6. Menurut catatan WTA, Aldila/Vera dengan servis kuat berhasil memasukkan 71 persen servis pertama mereka. Namun, hal itu tidak cukup ketika lawan melakukan lebih sedikit kesalahan ganda, dan memimpin dari segi pengembalian bola. Pada set kedua, Aldila/Vera bangkit mendominasi permainan dengan mencatatkan 80 persen poin dari servis pertama, dan 80 persen poin dari servis kedua. Mereka juga mengonversi dua dari lima peluang break point, memenangi enam dari delapan gim untuk menyamakan kedudukan, dan memaksa Piter/Radisic untuk memainkan super tie-break. Catatan sempurna ditorehkan Aldila/Vera di set penentu dengan memasukkan 100 persen servis pertama mereka. Namun, Piter/Radisic mencoba mengimbangi dengan 75 persen poin pada servis kedua. Aldila/Vera meredam perlawanan Piter/Radisic dengan 75 persen poin pada servis pertama dan mencatatkan 75 persen pengembalian bola pada servis pertama untuk menuntaskan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 35 menit. Selanjutnya pada babak final, Aldila/Vera menanti pemenang dari laga semifinal lainnya antara unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva dan Magali Kempen/Eudice Chong.​​​​​​​ Aldila dan Khromacheva sebelumnya berpasangan dalam Qatar Open 2026 dan Dubai Tennis Championship 2026 pada Februari, namun mereka terhenti pada babak pertama dua turnamen Middle-east Swing tersebut.

Piala Wamenhan jadi ajang jaring bibit petenis junior

Kejuaraan Tenis Junior IMTC Piala Wakil Menteri Pertahanan

Kejuaraan Tenis Junior Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Piala Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan bibit petenis muda potensial dari berbagai daerah. Turnamen di Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan, Cawang, Jakarta Timur, itu diikuti oleh 250 petenis junior dari 80 daerah dengan kategori usia 8 hingga 18 tahun. “Selama ini memang ada keraguan bagi para petenis setelah melewati masa junior, ia harus memutuskan apakah melanjutkan bermain tenis atau sekolah mengingat turnamen tenis junior di dalam negeri sangat kurang,” kata Direktur IMTC, Irawati Moerid dalam keterangan tertulis, Jumat. Irawati mengatakan IMTC fokus kepada pembinaan tenis usia dini melalui kompetisi berjenjang guna meningkatkan jam terbang atlet muda dan menjaga regenerasi petenis nasional. Menurut dia, semakin banyak turnamen junior digelar maka peluang menemukan atlet potensial juga semakin besar. “Kita harapkan dari usia muda ini untuk kita cari bibit-bibit yang bagus untuk kita sekolahkan khusus nantinya untuk jadi pemain tenis yang bagus,” ujar Irawati. “Ini juga selaras dengan bela negara. Bela negara itu setiap warga negara bisa melakukannya sesuai bidang masing-masing demikian juga dengan olahraga.” Tingginya antusiasme peserta membuat panitia menambah satu lapangan pertandingan di Lapangan Tenis Bea Cukai, Rawamangun, untuk mendukung kelancaran pertandingan. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berpeluang mendapatkan pembinaan lanjutan. Atlet yang dinilai memiliki potensi akan dipantau bersama Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus. “Tentunya yang punya potensi bagus sayang kalau dibiarkan, nanti akan kita sekolahkan khusus. Beberapa sudah kita kirim sekolah ke luar negeri untuk ditingkatkan,” ujar Irawati.

WTA 1000 Roma: Janice Tjen kandas pada babak pertama

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Internazionali BNL D’Italia 2026 di Rome setelah kalah dari petenis Amerika Peyton Stearns, Rabu. Janice terpaksa menyerah pada babak pembuka WTA 1000 Roma setelah berjuang satu jam 25 menit di Lapangan 13 Foro Italico, dengan skor akhir 4-6, 4-6. Pada set pertama Stearns membangun keunggulan melalui dua ace. Namun, Janice dengan servis kuatnya mampu memasukkan servis pertama lebih baik dengan persentase 62,1 persen. Stearns kemudian berhasil mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk mencuri set pertama. Janice berusaha bangkit pada set kedua dengan mencatatkan lima ace, yang kemudian diperpanjang dengan memasukkan servis pertama lebih banyak, yakni 66,7 persen. Namun, Stearns yang bermain tanpa kesalahan ganda — di saat Janice mencatatkan dua kesalahan ganda — memimpin dari segi perolehan poin dalam pengembalian bola. Petenis kelahiran Cincinnati berusia 24 tahun itu juga mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Selanjutnya pada babak kedua Italian Open 2026, Stearns, yang saat ini berada di peringkat 49 WTA, akan berhadapan dengan rekan senegaranya unggulan ke-17 Madison Keys, yang mendapat bye pada babak pertama. Sementara itu, bagi Janice kekalahan tersebut mengulang hasil pahit ketika harus terhenti pada babak pertama dalam tur Amerika pada Maret, termasuk Merida Open di Meksiko, Indian Wells, Miami, dan Charleston. Janice, yang saat ini berada di No.40 dunia, mematahkan catatan tersebut dengan berhasil melaju hingga babak kedua Madrid Open. Ia juga bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi berhasil mencapai perempat final ajang WTA 1000 Madrid tersebut. Ganda putri Indonesia itu juga tampaknya akan kembali berpasangan di Roma setelah melakukan sesi latihan bersama beberapa hari lalu.

Aldila/Janice tersingkir dari Madrid Open

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tersingkir pada babak perempat final turnamen tenis bergengsi Madrid Open. Aldila/Janice menyerah 7-5, 5-7, 8-10 kepada pasangan Jerman Laura Siegemund/Vera Zvonareva, demikian catatan turnamen WTA 1000 itu. Bermain di Park Manzanares, Janice/Aldila memimpin 2-1 pada set pertama, sampai kemudian memenangkan set ini dengan 7-5. Pada set kedua, Aldila/Janice tampil percaya diri sampai unggul 5-4, namun Siegemund/Zvonareva memberikan perlawanan hingga balik mengalahkan Aldila/Janice dengan 7-5. Pada set ketiga, kedua pasangan bermain ketat sampai kedudukan 3-3, tetapi akhirnya dimenangkan Siegemund/Zvonareva dengan 10-8 untuk mencapai semifinal Madrid Open. Pada babak 16 besar Aldila/Janice menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2.