Ratusan Petenis Muda Kalsel Unjuk Bakat di Turnamen PELTI Cup 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026 resmi bergulir di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin pada 25-27 September 2026. Ajang yang digelar Pelti Kota Banjarmasin ini menjadi wadah penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis potensial di Kalimantan Selatan Turnamen ini mencatatkan hampir 200 peserta usia pelajar hingga dewasa yang datang dari 13 kabupaten/kota se- Kalimantan Selataan. Kategori yang dilombakan meliputi nomor Tunggal nPutra dan Putri Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, dan 14 tahun, serta Ganda Upper Beginner Putra dan Putri. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, pada saat membuka turnamen, menyampaikan apresiasi kepada Pelti Kota Banjarmasin yang telah menyelenggarakan kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa ajang olahraga ini menjadi sarana yang sangat penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis unggul di tingkat daerah. “Kegiatannya ini juga kita apresiasi, bahwa ini peserta juga tidak hanya Kota Banjarmasin, ini ada beberapa kabupaten/kota yang hadir di ajang ini. Tentunya untuk ya mencari bibit-bibit unggul yang bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Yamin, saat membuka turnamen, Jum’at, 25 September 2026. Selain sebagai wadah pembinaan prestasi, Ajang ini juga menjadi momentum bagi anak-anak usia dini untuk mengukur kemampuan. Pihaknya sangat mendukung upaya pengurus cabor dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di Kota Banjarmasin. Lebih lanjut, Yamin berharap ajang turnamen tenis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi para atlet. Dukungan penuh terus diberikan oleh pemerintah agar ajang serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ya harapan kita, kegiatannya bisa berjalan dengan lancar, anak-anak sehat semua. Tentunya itu, dan sukses untuk PELTI Kota Banjarmasin,” ucap Yamin menambahkan. Sementara itu, Ketua Harian PELTI Banjarmasin, Hardian, menjelaskan bahwa turnamen ini digelar sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menghidupkan ekositem kompetisi sejak usia dini. Pihaknya berupaya konsisten menyediakan panggung bertanding yang kompetitif bagi para atlet kelompok umur agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Turnamen ini merupakan langkah nyata kami untuk terus memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda. Kami ingin anak-anak memiliki wadah untuk menguji kemampuan dari hasil latihan mereka, sekaligus mengasah mental bertanding sejak dini,” ujar Hardian. Hardian menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa karena diikuti oleh berbagai perwakilan dari tiap daerah di Kalimantan Selatan. Kehadiran para peserta ini diyakini akan meningkatkan kualitas persaingan di atas lapangan. “Kehadiran atlet-atlet dari kabupaten dan kota lain tentu membuat atmosfer pertandingan semakin kompetitif dan menarik. Kami berharap melalui kejuaraan ini akan lahir petenis-petenis berbakat yang siap mengharumkan nama Banjarmasin dan Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ucapnya. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat melahirkan petenis potensial yang siap bersaing di ajang yang lebih tinggi. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PELTI berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan cabang olahraga tenis di daerah melalui turnamen-turnamen yang digelar secara berkelanjutan.

Pelti jadikan Piala Davis 2026 bekal pematangan petenis muda

Tim Piala Davis Indonesia

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menjadikan kekalahan dari Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus bekal pematangan para petenis muda Indonesia. “Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri,” kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu. Indonesia kalah 0-4 dari Rumania dengan mengandalkan sejumlah pemain muda, yakni Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw. Menurut Andi, salah satu pekerjaan rumah Pelti adalah memperbanyak jam terbang para pemain melalui turnamen agar mereka semakin terbiasa menghadapi lawan di level internasional. “Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga,” ujar Andi. Meski kalah, Andi menilai penampilan para pemain muda tetap memberikan gambaran positif untuk pengembangan tim Piala Davis Indonesia dalam jangka panjang. “Pelti sangat optimistis ke depannya. Kalau kita persiapkan dengan baik, tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, kita akan lebih matang lagi,” kata Andi. Rafalentino juga mengakui pertandingan melawan Rumania memberikan pengalaman penting, terutama karena menjadi kesempatan pertamanya membela Indonesia pada Piala Davis. “Kami senang sekali pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujar Rafalentino. Menurut dia, perbedaan pengalaman menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi pemain Rumania. “Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik,” katanya. Pada pertandingan hari kedua, Rafalentino berpasangan dengan Ethan dan kalah 2-6, 1-6 dari Stefan Horia Haita/Radu David Turcanu. Sementara itu Lucky Candra Kurniawan menunjukkan perlawanan ketat terhadap Gabriel Ghetu sebelum kalah 6-7(2), 6-7(1). Indonesia akhirnya kalah 0-4 dan harus menjalani play-off Grup II Dunia Piala Davis pada 2027.

Ini Alasan Janice Tjen absen dalam Asian Games 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen memastikan tidak dapat tampil membela Indonesia pada Asian Games 2026 karena harus mengikuti turnamen WTA 1000 di Beijing yang berlangsung pada waktu bersamaan. Janice menyampaikan keputusan tersebut melalui unggahan di media sosial, Jumat. Dia mengaku telah menerima konfirmasi dari Women’s Tennis Association (WTA) mengenai dia tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding dalam Asian Games. “Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding dalam Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing,” demikian disampaikan Janice. Dia mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena selama ini selalu merasa senang dan bangga ketika mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Janice juga mengenang sejumlah kesempatan yang telah diperoleh bersama tim nasional, termasuk saat meraih medali dalam Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi pada Billie Jean King Cup 2026. “Mewakili Indonesia dalam panggung internasional memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Saya selalu bangga membawa nama dan bendera Indonesia bersama saya setiap minggu dalam WTA Tour,” ujarnya. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar tenis Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepadanya. Janice menyatakan akan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan tenis dunia. “Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk membuat Indonesia bangga di panggung dunia, dan saya berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Janice. Sebelumnya, Janice telah memiliki pengalaman membela Indonesia pada sejumlah ajang multi-cabang olahraga. Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, dia turun pada nomor ganda putri dan meraih medali perunggu bersama Aldila Sutjiadi. Sementara pada SEA Games Thailand 2025, Janice meraih medali emas ganda putri bersama Aldila, dan meraih medali emas nomor beregu putri, serta medali perunggu pada nomor tunggal putri.

Kejurnas junior IMTC antarkan petenis muda ke persaingan internasional

Kejuaraan nasional (Kejurnas) tenis junior IMTC-PTPN IV Regional 3 dan NASSAU PTPN IV Riau menjadi ajang bagi petenis muda Indonesia untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat internasional. Direktur Penyelenggara IMTC Irawati mengatakan turnamen yang digelar Irawati Moerid Tennis Competition (IMTC) tersebut menjadi bagian dari komitmen dalam mencari dan membina bibit unggul tenis Indonesia. “Terima kasih kepada NASSAU yang terus mendukung perhelatan IMTC di berbagai daerah,” ujar Irawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu. Kejuaraan yang bekerja sama dengan PTPN IV Regional 3 itu berlangsung pada 22-30 Agustus 2026 di Lapangan Tenis PTPN V, Jalan Rambutan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 300 petenis muda dari 40 kabupaten dan kota di Indonesia ambil bagian dalam turnamen berstatus Turnamen Diakui Pelti (TDP) tersebut. Kejurnas mempertandingkan kelompok umur 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun putra dan putri untuk nomor tunggal dan ganda. Selain kategori utama, panitia juga menghadirkan nomor bola merah dan bola oranye bagi pemain usia dini yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan keluarga. Sejumlah petenis peringkat atas nasional turut tampil dan menjadikan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari proses pematangan menuju kompetisi internasional. Salah satunya Al Zauki Zio Asmara yang merupakan peringkat satu nasional KU 12 putra sekaligus anggota Timnas Indonesia KU 12. Ia dijadwalkan tampil pada Final Asia Oceania di Singapura pada September 2026. Selain itu, terdapat Ahmad Zulfan Dwi Sadewa yang merupakan pemain Timnas KU 14 putra serta Syawal Noor Kaluku yang menempati peringkat kelima nasional KU 16 putra. Dari sektor putri, Marshella Feodora Christine Limpong tercatat sebagai peringkat kelima nasional KU 14 putri dan turut bersaing dalam turnamen tersebut. Kejuaraan nasional tersebut sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi petenis usia dini hingga remaja untuk menambah jam terbang, mengasah kemampuan serta membangun sportivitas sebelum melangkah ke level persaingan yang lebih tinggi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memperkuat peran turnamen dalam pembinaan tenis junior, khususnya di wilayah Sumatra, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk berkembang menuju pentas nasional dan internasional.

Janice Tjen/Piter terhenti di perempat final Monterrey Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen dan rekannya dari Polandia, Katarzyna Piter, terhenti pada perempat final ganda putri Monterrey Open 2026 setelah kalah 6-7(6), 6-1, 8-10 dari Maya Joint/Yifan Xu dalam pertandingan yang ditentukan melalui match tie-break di Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Kamis WIB. Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama. Kedua pasangan harus memainkan tie-break setelah kedudukan 6-6, sebelum Joint/Xu merebut set pembuka itu. Janice/Piter kemudian bangkit pada set kedua. Mereka tampil dominan dengan tiga kali mematahkan servis lawan untuk merebut set 6-1 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui super tie-break. Pada set penentuan, persaingan kembali berjalan ketat sebelum Joint/Xu mengamankan dua poin terakhir untuk menang 10-8 guna mencapai semifinal. Janice/Piter pun terhenti setelah membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan kedua dari China, Xinyu Jiang/Shuai Zhang, dengan 6-2, 6-7(7), 10-7. Janice dan Piter menjuarai Guangzhou Open 2025 dan Hobart International 2026. Di Hobart, mereka menundukkan Magali Kempen/Anna Siskova dengan 6-2, 6-2 pada final. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Janice di Monterrey setelah juga tersingkir dari nomor tunggal akibat kalah 4-6, 3-6 dari petenis Ukraina Yuliia Starodubtseva pada babak kedua.

Pati Tuan Rumah Sirnas Tenis Junior, 100 Atlet Muda se-Indonesia Bertanding

Sirkuit Nasional Tenis Junior

Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional Tenis Junior atau SIRNAS 2026. Ajang bergengsi tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (24/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026). Direktur PT Eka Dharma Sukses, Rusdianto Eko Saputra, mengatakan turnamen ini diikuti sekitar 100 atlet junior dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini untuk kelompok umur 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun. Pesertanya campuran dari seluruh Indonesia karena ini kelasnya nasional,” ujar Rusdianto. Rusdianto menyebut peserta datang dari berbagai kota. Mulai dari Surabaya, Sukoharjo, Semarang, hingga Sumatera. “Total peserta keseluruhan sekitar 100 orang. Yang paling banyak ada di kelompok umur 10, 12, dan 14,” jelasnya. Dalam kompetisi ini, setiap kelompok umur akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Para juara berhak atas piagam dan medali. “Tidak ada uang pembinaan, karena ini untuk junior. Jadi hadiahnya piagam dan medali,” katanya. Pembukaan turnamen ini turut ditinjau langsung Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Ia mengapresiasi PT Eka Dharma Sukses yang memilih Pati sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi berskala nasional. “Tentunya ini pertandingan yang luar biasa diadakan di Kabupaten Pati. Terima kasih kepada PT Eka Dharma Sukses sudah menyelenggarakan turnamen tenis junior,” kata Chandra. Rusdianto berharap SIRNAS bisa menjadi wadah pencarian bibit atlet tenis junior, khususnya dari Kabupaten Pati. “Harapan saya, memang saya asli Pati. Saya ingin mencari bibit-bibit atlet tenis junior yang dari Pati,” ujarnya. Ia juga berharap event nasional ini dapat kembali digelar di Pati pada tahun-tahun mendatang. “Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kita bisa menggelar lagi seperti ini di Pati,” tegasnya. Dengan keikutsertaan ratusan petenis muda dari berbagai wilayah, SIRNAS 2026 di Pati diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pengalaman bertanding bagi atlet-atlet junior.

Janice Tjen ke 16 besar Monterrey Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan petenis Ukraina Dayana Yastremska dalam pertandingan tiga set, Selasa WIB. Dikutip dari WTA, bertanding di lapangan keras Monterrey, Meksiko, Janice yang menempati unggulan ketujuh mengalahkan Yastremska dengan skor 2-6, 6-3, 7-6(5) pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung selama dua jam 17 menit. Mengawali pertandingan, Janice harus kehilangan set pertama setelah Yastremska tampil agresif dan dua kali mematahkan servisnya. Petenis Ukraina itu kemudian mengamankan keunggulan untuk menutup set pertama 6-2. Janice bangkit pada set kedua. Setelah keduanya saling mempertahankan servis pada awal set, Janice berhasil merebut servis Yastremska pada gim ketujuh untuk berbalik unggul 4-3. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu kembali mendapatkan break pada gim kedelapan sebelum memastikan set kedua dengan skor 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Persaingan berlangsung ketat pada set ketiga. Janice sempat tertinggal 0-2 setelah kehilangan servis pada gim kedua, tetapi mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Keduanya kemudian saling mematahkan servis hingga kedudukan kembali imbang 5-5. Janice dan Yastremska sama-sama mampu mempertahankan servis berikutnya sehingga set ketiga harus ditentukan melalui tie-break setelah skor 6-6. Dalam tie-break, Janice mampu menjaga ketenangan pada momen krusial. Setelah skor sempat berimbang 5-5, Janice merebut dua poin berikutnya untuk mengamankan kemenangan 7-6(5).   Berdasarkan statistik pertandingan, Janice mencatat 12 ace berbanding empat milik Yastremska. Ia juga memenangi 52,1 persen total poin atau 98 dari 188 poin, sementara Yastremska mengumpulkan 90 poin. Janice juga lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan break dengan mengonversi empat dari delapan peluang, sementara Yastremska memanfaatkan lima dari 10 peluang break. Kemenangan tersebut menjadi hasil positif bagi Janice setelah memastikan tiket perempat final nomor ganda bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Janice/Piter sebelumnya menundukkan unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set 6-2, 6-7(5), 10-7. Pada babak 16 besar sektor tunggal, Janice akan menghadapi petenis Ukraina lainnya Yuliia Stardubtseva, yang mengalahkan petenis Austria Lili Tagger dengan dua set langsung. Sementara di sektor ganda, Janice/Piter akan menghadapi pasangan Australia-China Maya Joint/Xu Yifan pada perempat final yang dijadwalkan esok hari, Rabu (26/8).

Rifqi Fitriadi juarai ITF M15 Maanshan

Muhammad Rifqi Fitriadi

Petenis putra Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjuarai turnamen ITF M15 Maanshan di China setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Kokoro Isomura dengan skor 7-5, 6-3 pada partai final, Minggu. Kemenangan tersebut mengantarkan Rifqi meraih gelar tunggal ketiganya sepanjang tahun ini, sekaligus memperpanjang tren positifnya dalam rangkaian turnamen tenis di China. “Ya pasti menguras fisik, menguras pikiran, tapi tetap keep positif terus aja,” kata Rifqi kepada ANTARA melalui pesan instan, Minggu, ketika menceritakan perjuangannya melewati rangkaian pertandingan panjang pada pekan pertama ajang ITF M115 Maanshan. Rifqi mengatakan sejak pertandingan pertama dirinya sudah harus menjalani laga tiga set. Tantangan fisik berlanjut pada babak-babak berikutnya, termasuk perempat final yang berlangsung lebih dari dua setengah jam, sebelum akhirnya dia mencapai semifinal dan final. Gelar di Maanshan menjadi lanjutan dari kebangkitan Rifqi di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, petenis berusia 27 tahun itu mengakhiri penantian hampir tiga tahun untuk kembali menjuarai turnamen tunggal ITF dengan memenangi seri kedua ITF M15 Wunning. Momentum tersebut kemudian berlanjut ketika Rifqi kembali menjadi juara tunggal pada seri berikutnya di Wunning. Keberhasilan itu sekaligus menjadi gelar tunggal keduanya pada rangkaian turnamen tersebut dan memberinya kepercayaan diri untuk terus menjaga konsistensi di musim ini. “Pengalaman di Wunning sangat penting sekali karena memang momen-momen seperti ini yang kita cari sebagai pemain tenis. Jadi biar kita bisa terus keep going di season ini,” ujar Rifqi. Menurut dia, rangkaian pertandingan di China juga penting sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain menjaga ritme pertandingan, Rifqi mengatakan pengalaman menghadapi laga panjang membantu dirinya mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Janice ke perempat final ganda Monterrey Open usai kalahkan unggulan

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Polandia, Katarzyna Piter melaju ke perempat final WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan ganda unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set. Bertanding pada babak 16 besar yang berlangsung di lapangan keras Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Senin WIB, Janice/Piter menaklukkan Zhang/Jiang dengan 6-2, 6-7(5), 10-7, demikian WTA. Janice/Piter tampil dominan pada set pertama dengan merebut dua kali servis lawan untuk unggul 3-0. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set dengan skor 6-2. Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua pasangan saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6 dan memaksa tie-break. Zhang/Jiang mampu memanfaatkan tie-break untuk merebut set kedua 7-6(5), sehingga pertandingan harus ditentukan melalui match tie-break. Pada set penentuan, Janice/Piter sempat tertinggal 1-3 sebelum bangkit dan menyamakan kedudukan 3-3. Persaingan kembali ketat hingga kedudukan 7-7, tetapi pasangan Indonesia-Polandia itu mampu merebut tiga poin berikutnya untuk memastikan kemenangan 10-7. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice/Piter memenangi 78 poin berbanding 61 poin milik Zhang/Jiang. Mereka juga mencatat 28 poin dari pengembalian servis, sementara lawan hanya mengumpulkan 15 poin. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi hasil positif bagi Janice/Piter setelah pada babak pertama Cincinnati Open 2026 mereka dikalahkan Zhang/Jiang dalam pertandingan tiga set. Janice kini melanjutkan perjalanannya di Monterrey dengan Piter dan berpeluang menjaga asa menuju final bersama kompatriotnya, Aldila Sutjiadi, yang tampil bersama Liu Kichenok di turnamen tersebut. Janice dan Aldila berada di jalur undian berbeda sehingga berpeluang menciptakan All Indonesian final apabila kedua pasangan mampu terus melaju hingga partai puncak. Selain ganda, Janice juga turun di sektor tunggal. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu menempati unggulan ketujuh, dan akan berhadapan dengan petenis Ukraina Dayana Yastremska pada babak pertama yang dijadwalkan esok hari, Selasa (25/8).

Janice Tjen juga ke perempat final ganda DC Open

Janice Tjen & Shuai Zhang

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, juga menyusul Aldila untuk melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat. Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis putri China, Shuai Zhang berhasil mengalahkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dengan skor 2-0 (6-3, 6-4), demikian catatan DC Open. Tjen/Zhang menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 13 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pasangan unggulan ketiga tersebut tampil dominan sejak awal pertandingan dan mereka dapat unggul di gim pertama, namun Rakhimova/Wu berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Tjen/Zhang sempat unggul 3-1 di set pertama, namun Rakhimova/Wu sempat memberikan perlawanan. Set pertama pada akhirnya tetap menjadi milik Tjen/Zhang dengan skor 6-3. Memasuki set kedua, Tjen/Zhang kembali tampil dominan dan sempat mengamankan dua gim pertama sehingga mereka sempat unggul 2-0 atas Rakhimova/Wu. Sempat memangkas ketertinggalan menjadi 1-2, Rakhimova/Wu selanjutnya tak bisa menahan dominasi Tjen/Zhang yang berhasil menambah keunggulan 5-1. Rakhimova/Wu enggan menyerah dan dapat memberikan perlawanan hebat sehingga kedudukan berubah menjadi 4-5, namun pada akhirnya set kedua tetap menjadi miliki Tjen/Zhang dengan skor 6-4. Secara keseluruhan, Tjen/Zhang mengalahkan Rakhimova/Wu dengan dua set langsung 2-0. Pada babak perempat final, Tjen/Zhang akan menghadapi pemenang antara pasangan Kato Miyu/Giuliana Olmos yang tengah berhadapan dengan Tereza Mihalikova/Heather Watson untuk memperbutkan tiket semifinal.

Aldila Sutjiadi melaju ke perempat final ganda DC Open

Aldila Sutjiadi & Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Amerika Serikat, bersama pasangan asal Selandia Baru, Erin Routliffe dengan mengalahkan Sofia Kenin/Anastasia Potapova 6-3, 7-5, Selasa WIB. Pasangan unggulan kedua itu menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 22 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Aldila/Routliffe tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung merebut lima gim pertama melalui tiga kali break servis sebelum Kenin/Potapova memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Namun, Aldila dan Routliffe tetap mampu mengamankan gim servis berikutnya untuk menutup set pembuka dengan kemenangan 6-3. Persaingan berlangsung lebih ketat pada set kedua. Kedua pasangan saling mematahkan servis hingga skor imbang 5-5. Pada momen krusial, Aldila/Routliffe kembali merebut break untuk unggul 6-5 sebelum memastikan kemenangan 7-5 pada gim servis terakhir. Berdasarkan statistik WTA, Aldila/Routliffe tampil lebih efektif dengan mengonversi lima dari sembilan peluang break point, sementara lawannya hanya memanfaatkan tiga dari delapan kesempatan. Mereka juga memenangi 71,4 persen poin dari servis pertama dan mengoleksi 64 dari total 121 poin sepanjang laga. Pada babak perempat final, Aldila/Routliffe akan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Anna Smith untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Keikutsertaan Aldila di Washington merupakan bagian dari rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Serikat setelah mencatat hasil positif pada musim lapangan rumput dengan meraih gelar WTA 500 pertama dalam karirnya di Bad Homburg Open pada akhir Juni. Sebelum tampil di Washington, Aldila juga mencatat hasil impresif di Wimbledon 2026 dengan mencapai perempat final ganda campuran bersama petenis Argentina Guido Andreozzi. Sementara pada nomor ganda putri, Aldila yang berpasangan dengan Janice Tjen terhenti pada babak kedua. Sementara itu, Janice masih akan memulai perjuangannya di Mubadala Citi DC Open 2026. Pada nomor tunggal, petenis Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi Rebecca Sramkova pada babak pertama, sedangkan di sektor ganda ia berpasangan dengan mantan juara turnamen Zhang Shuai.

Janice Tjen melenggang mulus ke babak 16 besar DC Open

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar turnamen WTA 500 Mubadala DC Open 2026 setelah menundukkan petenis kualifikasi asal Slovakia Rebecca Sramkova di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa WIB. Janice menuntaskan pertandingan babak pembukanya dalam waktu satu jam 21 menit dengan skor meyakinkan 6-4, 6-2, demikian WTA. Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi petenis Indonesia itu dalam turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama. Janice dan Sramkova beberapa kali saling mematahkan servis hingga kedudukan 4-4. Namun, Janice mampu meningkatkan tekanan pada gim-gim penentuan dan merebut break penting pada gim ke-10 untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, permainan Janice semakin konsisten. Ia langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawan pada gim kedua untuk unggul 2-0. Meski Sramkova sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5, namun Janice kembali menunjukkan dominasinya dengan mencuri servis lawan pada gim kedelapan sekaligus memastikan kemenangan 6-2. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia mengonversi lima dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Sramkova hanya mampu memanfaatkan dua dari tiga kesempatan. Janice juga memenangi 68 dari total 118 poin yang diperebutkan atau sekitar 57,6 persen sepanjang pertandingan, serta mencatat empat ace. Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Janice pada musim ini setelah mencatat debut yang impresif di Wimbledon dengan menembus babak kedua nomor tunggal.

Rifqi Fitriadi jadikan tiga gelar ITF Wunning modal menuju Asian Games

Rifqi dan Daniil Sarksian

Petenis Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjadikan keberhasilannya meraih tiga gelar dalam tiga pekan terakhir pada rangkaian turnamen ITF M15 Wuning di China sebagai bekal untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain itu tiga gelar tersebut juga menjadi modal penting untuk mengejar kesempatan tampil di turnamen level Challenger. “Di dalam tiga minggu terakhir, saya bisa mengambil juara tunggal dan juara ganda. Itu bekal yang bagus juga buat ke Asian Games, dan juga modal poin untuk bisa tanding ke turnamen yang lebih tinggi lagi, Challenger. Pasti butuh konsistensi untuk bisa lebih meningkat lagi,” kata Rifqi, dikutip dari ANTARA. Rifqi menutup seri keempat ITF M15 Wuning dengan memborong gelar tunggal dan ganda. Pada nomor tunggal, ia mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Hoyoung Roh dengan skor 6-4, 6-3 pada partai final, Minggu (19/7). Sehari sebelumnya, ia bersama petenis Armenia Daniil Sarksian menjuarai nomor ganda setelah menundukkan pasangan Taiwan Hsieh Cheng-Peng/Lai Chuan-Kai dengan skor 6-7(7), 7-6(5), 12-10. Sebelumnya, Rifqi juga menjuarai nomor tunggal pada seri kedua Wunning yang mengakhiri penantian hampir tiga tahun tanpa gelar ITF. Menurut dia, seluruh pencapaian selama empat pekan di China memiliki arti tersendiri. “Tentu pencapaiannya dari empat ini semuanya spesial dan setiap momen terasa emosional. Sudah lama tidak naik podium, tidak dapat gelar, jadi rasanya benar-benar berasa spesial,” ujar petenis berusia 27 tahun itu. Rifqi menilai peningkatan performanya musim ini dipengaruhi oleh pergantian raket yang lebih sesuai dengan gaya bermain, serta kematangan dalam mengendalikan emosi saat bertanding. “Yang jadi pembeda salah satunya faktor raket, saya baru ganti awal tahun ini dan lebih cocok dengan permainan saya. Saya juga lebih dewasa, lebih tenang, lebih menikmati setiap pertandingan, sehingga bisa lebih fokus mengambil poin demi poin,” kata Rifiqi. Meski baru menyelesaikan turnamen di China, Rifqi langsung melanjutkan agenda kompetisi dengan mengikuti turnamen ITF M15 Bali di Pulau Dewata, yang berlangsung pada 20-26 Juli. Rifqi, yang menempati unggulan keempat, akan memulai perjuangannya pada Rabu (22/7) dengan turun di nomor tunggal dan ganda berpasangan dengan petenis Filipina Francis Casey Alcantara.

Janice/Aldila tundukkan tuan rumah untuk menuju babak kedua Wimbledon

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak kedua Wimbledon setelah menundukkan pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 6-3, 6-4 pada babak pertama All England Club, London, Jumat WIB. Berita Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk mengatasi perlawanan pasangan Inggris tersebut sekaligus membalas kekalahan yang mereka alami dari lawan yang sama pada semifinal Nottingham Open beberapa pekan lalu. Pasangan Indonesia tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Setelah memenangi gim pembuka pada set pertama, Janice/Aldila tancap gas dengan merebut tiga gim beruntun untuk unggul 4-1. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali tampil dominan. Mereka mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga momentum untuk memimpin 4-2. Meski Dart/Lumsden sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, pasangan Indonesia tetap tenang dan memastikan kemenangan dengan merebut gim ke-10 sekaligus mengunci set kedua 6-4. Statistik Wimbledon menunjukkan Aldila/Janice unggul dalam hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan empat ace, dibandingkan satu ace milik pasangan tuan rumah. Ganda putri Indonesia juga tampil lebih rapi dengan hanya melakukan dua kesalahan, sementara Dart/Lumsden membukukan empat kesalahan. Efektivitas servis pertama menjadi salah satu kunci kemenangan Janice/Aldila. Mereka memasukkan 56 dari 77 servis pertama atau 73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen (50/74). Dari servis pertama tersebut, Aldila/Janice memenangi 59 persen poin (33/56), sedangkan Dart/Lumsden mencatatkan 56 persen (28/50). Saat harus memainkan servis kedua, pasangan Indonesia juga lebih unggul dengan memenangi 57 persen poin (12/21), sementara lawan hanya memperoleh 42 persen (10/24). Dalam pengembalian servis, Janice/Aldila mengoleksi 49 poin penerimaan berbanding 42 milik lawan. SumberDaya Bahasa Mereka juga lebih efektif memanfaatkan peluang break dengan mengonversi empat dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Dart/Lumsden hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan kesempatan. Meski jumlah winner kedua pasangan relatif berimbang, yakni enam milik Aldila/Janice dan lima milik Dart/Lumsden, pasangan Indonesia tampil jauh lebih konsisten dengan hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, berbanding sembilan yang dilakukan pasangan Inggris. Secara keseluruhan, Janice/Aldila memenangi 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengumpulkan 70 poin. Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Janice setelah langkahnya di nomor tunggal terhenti pada babak kedua usai kalah dari unggulan Australia Daria Kasatkina melalui pertandingan tiga set 7-6(5), 1-6, 4-6.

Janice Tjen terhenti pada babak kedua Wimbledon

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya di sektor tunggal pada babak kedua Wimbledon 2026 setelah kalah dari Daria Kasatkina dalam pertandingan tiga set di London, Inggris, Rabu. Janice sempat membuka peluang dengan merebut set pertama melalui tie-break sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh petenis Australia tersebut 7-6(5), 1-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 37 menit. Janice tampil solid pada set pembuka. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6, petenis kelahiran Jakarta itu tampil lebih tenang untuk mengejar ketertinggalan 1-5 pada tie-break hingga mengamankan set pertama dengan skor 7-5. Namun, momentum berbalik pada set kedua ketika Kasatkina meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Petenis No.65 dunia tersebut dua kali mematahkan servis Janice untuk unggul jauh dan menutup set kedua dengan kemenangan 6-1, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, kedua pemain kembali saling mematahkan servis pada fase awal pertandingan. Kasatkina kemudian mampu memanfaatkan peluang break pada gim kedelapan untuk berbalik unggul sebelum memastikan kemenangan 6-4 setelah mengonversi match point pada gim terakhir. Secara statistik, Kasatkina lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertamanya. Ia memenangi 63 dari 90 poin (70 persen) saat servis pertama masuk, sementara Janice mengumpulkan 34 dari 57 poin (60 persen). Statistik Wimbledon menunjukkan Kasatkina juga tampil lebih agresif di depan net dengan memenangi 28 dari 31 poin (90 persen), sedangkan Janice hanya memenangi 11 dari 17 poin (65 persen). Dari sisi serangan, Kasatkina mencatatkan 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error. Kasatkina juga lebih efektif memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi lima dari delapan kesempatan, sementara Janice hanya berhasil memanfaatkan dua dari 10 peluang. Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif dalam penampilan debutnya di Wimbledon. Ia juga masih bertahan di All England Club untuk bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia Janice/Aldila dijadwalkan tampil menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Ratusan Atlet Ikuti Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang. Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. “Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya. Peserta Terbanyak Sejak Digelar Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan. “Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya. Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. “Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya. Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan. Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan. “Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya. Sementara itu, Direktur IMTC, Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi. “Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya. Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional. “Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Eastbourne Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama Eastbourne Open 2026 setelah berjuang lebih dari tiga jam pada laga pembukanya di Eastbourne, Inggris, Selasa. Janice, yang menempati unggulan keenam ajang WTA 250 lapangan rumput itu harus tunduk di tangan Caty McNally setelah melalui rubber set 5-7, 7-6(5), 3-6, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama ketika kedua petenis yang sama-sama berumur 24 tahun itu berebut memenangi gim untuk kedudukan 3-3. Janice dengan kekuatan servisnya yang mencatat satu ace tidak cukup untuk menghadang McNally yang unggul dengan catatan 73,5 persen untuk memasukkan servis pertamanya, dan berhasil memenangi 88 persen poin servis pertamanya. Janice menyamakan kedudukan 5-5, namun McNally kemudian memenangi dua gim setelahnya untuk merebut set pertama. McNally unggul pada set kedua saat Janice kehilangan servisnya. Namun, dengan cepat petenis kelahiran Jakarta itu bangkit menyamakan kedudukan dan menjaga selisih angka agar tidak terpaut jauh. Janice memaksa McNally untuk memainkan tie-break yang berlangsung ketat. Pada kedudukan imbang 5-5, ia kemudian memenangi dua poin untuk membawa pertandingan ke set penentu. Dominasi McNally terasa di set ketiga meski secara statistik Janice unggul dari segi persentase servis pertama dan lebih sedikit melakukan kesalahan ganda. Ketika Janice mencoba mengejar ketertinggalan 3-4, McNally dengan kuat memenangi dua gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah tiga jam 10 menit. Dengan hasil tersebut Janice belum bisa memecah kebuntuan kekalahan laga pembuka setelah terhenti pada babak pertama dua pekan beruntun, yakni pada Libema Open dan Nottingham Open pekan lalu. Meski begitu, Janice masih akan tampil di sektor ganda di Eastbourne bersama petenis Hong Kong Eudice Chong yang akan berhadapan dengan unggulan kedua Jasmine Paolini/Sara Errani.

Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir pada semifinal ganda turnamen bergengsi WTA 250 lapangan rumput Nottingham Open 2026. Aldila/Janice menelan kekalahan dari pasangan berkebangsaan Britania Raya Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 1-2 (6-4, 4-6, 6-10), demikian catatan Nottingham Open. Bermain di Lexus Nottingham Tennis Centre, Janice/Aldila sempat unggul dengan skor 4-0 di set pertama, meski Dart/Lumsden dapat memberikan perlawanan. Pada set pertama, akhirnya Aldila/Janice berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4 dan membuat mereka menatap set kedua dengan modal positif. Memasuki set kedua, Aldila/Janice tampil seolah kehilangan arah dan dapat dimanfaatkan Dart/Lumsden yang mendapatkan keunggulan terlebih dahulu. Selanjutnya Dart/Lumsden dapat mengunci kemenangan pada set kedua dan mengalahkan Aldila/Janice dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Aldlia/Janice berhasil mencetak angka terlebih dahulu, akan tetapi Dart/Lumsden tinggal diam dan terjadi kejar-kerjaran skor. Pertandingan berlangsung sengit, bahkan kedudukan sempat sama kuat 6-6, akan tetapi pada akhirnya Aldila/Janice harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden dengan skor 6-10. Pada babak perempat final Nottingham Open 2026, sebelumnya Aldila/Janice berhasil menyingkirkan ganda putri Ceko Miriam Skoch/Jesika Maleckova.

Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026 setelah kalah dari petenis Jerman Tatjana Maria di Nottingham, Inggris, Senin. Janice yang menempati unggulan kesembilan dalam ajang WTA 250 lapangan rumput itu tak mampu menghalau penampilan kuat Maria sehingga terpaksa menyerah 3-6, 2-6, dalam satu jam dua menit. Statistik WTA menunjukkan bahwa Maria tampil impresif dengan mencatatkan tujuh ace pada set pertama. Petenis peringkat 52 WTA itu memasukkan 87,5 persen servis pertamanya dan memenangi 85,7 persen servis pertama. Janice mencoba mengganggu ritme petenis berusia 38 tahun itu pada set kedua, dengan memenangi 71 persen poin servis pertama. Namun, Maria terlampau kuat bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu. Maria mencatatkan tiga ace, unggul dari segi pengembalian bola, dan mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk memenangi pertandingan. Hasil tersebut membuat Janice kembali harus terhenti pada babak pertama. Petenis No.40 dunia itu belum dapat memecah dengan kekalahan pada babak pembuka. Setelah menutup musim lapangan tanah liat di Roland Garros dengan terhenti pada babak pertama, Janice sempat melaju hingga babak kedua di Birmingham Classic. Namun, ia kembali harus pulang lebih awal ketika kandas pada babak pembuka Libema Open. Meski begitu, Janice masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa bertahan lebih lama di Nottingham. Ia akan bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila sebelumnya juga harus menelan kekalahan pahit di WTA 250 ‘s-Hertogenbosch, setelah dipaksa menyerah 1-6, 6-4, 8-10 pada babak pertama dari Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Di Nottingham, Janice/Aldila, yang menempati unggulan ketiga, akan memulai perjuangan mereka dengan bertemu pasangan Amerika-Ceko Ann Li/Tereza Valentova esok hari, Selasa (16/6).

Aldila/Janice kandas pada babak pertama Libema Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda tenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir dari turnamen lapangan rumput WTA 250 Libema Open 2026 setelah kalah pada babak pertama di’s-Hertogenbosch, Belanda, Rabu. Aldila/Janice, yang menempati unggulan kedua dalam ajang tersebut, terpaksa menyerah setelah melalui super tie-break di tangan pasangan asal Belanda-Inggris Isabelle Haverlag/Maia Lumsden dengan 1-6, 6-4, 8-10, demikian WTA. Dominasi Haverlag/Lumsden terlihat pada set pertama yang berjalan berat sebelah. Berbekal servis kuat dengan mencatat dua ace, pasangan non-unggulan itu memenangi 90,9 persen poin servis pertama. Meski Aldila/Janice berhasil memasukkan 78,3 persen servis pertama mereka, namun hal itu tidak mampu menahan Haverlag/Lumsden yang melaju memenangi tiga gim beruntun dari keunggulan 3-1 untuk mengambil alih set pertama. Aldila/Janice berusaha bangkit pada set kedua yang berjalan ketat di awal. Ganda putri Merah Putih itu berhasil merusak ritme permainan lawan ketika memenangi gim ketujuh untuk unggul 4-3. Statistik WTA menunjukkan Aldila/Janice memenangi 77,3 persen servis pertama mereka, dan unggul dari akurasi pengembalian bola untuk membawa pertandingan ke set penentu. Super tie-break berjalan sengit saat papan skor menunjukkan 5-5. Aldila/Janice kemudian memenangi tiga poin, namun kejutan terjadi setelah itu. Haverlag/Lumsden bangkit mengejar ketertinggalan, memenangi poin demi-poin untuk menyamakan kedudukan, hingga akhirnya lebih dulu mengantongi 10 poin untuk meraih kemenangan setelah satu jam 10 menit. Kekalahan tersebut membuat Janice harus meninggalkan ‘s-Hertogenbosch lebih awal setelah juga mengalami kekalahan babak pertama di sektor tunggal saat menghadapi petenis Belgia Greet Minnen, Selasa (9/10).