HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 mulai bergulir pada Senin (17/8) pagi di GOR Sportatorium, Bengkulu. Sebanyak 462 pebulu tangkis dari 124 klub di berbagai daerah di Tanah Air ambil bagian dalam kejuaraan berskala nasional yang berlangsung pada 17-22 Agustus tersebut.
Ratusan peserta itu bersaing pada 11 kategori, yakni Usia Dini Putra, Usia Dini Putri, Tunggal Anak Putra, Tunggal Anak Putri, Ganda Anak Putra, Ganda Anak Putri, Tunggal Pemula Putra, Tunggal Pemula Putri, Ganda Pemula Putra, Ganda Pemula Putri, serta Ganda Pemula Campuran. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah sekaligus menambah semarak kembalinya kejuaraan berskala nasional ke “Bumi Rafflesia”.
Kepercayaan untuk kembali menggelar Sirnas telah dinantikan masyarakat Bengkulu selama lebih dari satu dekade. Terakhir kali ajang serupa digelar di provinsi tersebut pada 2011, sehingga penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di daerah tersebut.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Bengkulu, Saihoni Anwar, menyatakan bahwa penunjukan Bengkulu sebagai tuan rumah merupakan hasil kerja keras jajaran pengurus sepanjang 2025. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah PP PBSI memberikan kepercayaan kepada Bengkulu untuk menjadi tuan rumah HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026.
Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 sekaligus menandai berakhirnya penantian panjang untuk kembali menghadirkan kejuaraan bulu tangkis berskala nasional di Bengkulu. Setelah terakhir kali menjadi tuan rumah Sirnas pada 2011, Saihoni mengungkapkan, Pengprov PBSI Bengkulu tidak pernah berhenti mengajukan diri dan berupaya mendapatkan kepercayaan untuk kembali menggelar ajang tersebut. “Kami tetap berupaya. Bahkan setiap tahun kami mengusulkan untuk mengadakan Sirnas di Bengkulu,” tuturnya kepada Djarum Badminton, Senin (17/8).
“Alhamdulillah di 2026 yang merupakan usulan kami pada 2025, kerja keras itu membuahkan hasil yang manis dan akhirnya digelar HYDROPLUS Sirnas B 2026 di Bengkulu,” Saihoni, menambahkan.
Saihoni berharap, penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi awal bagi Bengkulu untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan nasional. Ia juga menyatakan, Pengprov PBSI Bengkulu telah berkomunikasi dengan PP PBSI terkait rencana mengajukan diri sebagai tuan rumah Sirnas A pada kesempatan mendatang, sekaligus berharap mendapat dukungan penuh untuk merealisasikan rencana tersebut.
Sementara itu, pendiri sekaligus pelatih klub bulu tangkis Porpu Bengkulu, Ramdani, menyambut positif kehadiran HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Ia mengirimkan 18 atlet binaannya untuk ambil bagian dalam kejuaraan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai kesempatan untuk menguji mental dan kemampuan mereka saat bersaing dengan para pebulu tangkis muda dari berbagai daerah di luar Bengkulu.
“HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 ini bagi kami di Porpu menjadi tolok ukur atau semacam barometer buat saya, sejauh mana para pemain dapat menerapkan apa yang telah dilatih selama ini,” jelasnya.
Ia pun menaruh harapan besar kepada para atlet yang bertanding pada kategori Usia Dini Putra dan Usia Dini Putri di HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 agar dapat menunjukkan performa terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dari persaingan di level nasional.