Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

Debut Super 500, Raymond dan Joaquin Langsung Juara

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Podium Australia Open 2025

Ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi juara setelah mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final Australian Open 2025, 22-20, 10-21, 21-18. Pada pertandingan yang berlangsung di di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Minggu (23/11), Raymond/Nikolaus tampil ngotot. Di gim pertama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menuntaskan gim dengan skor 22-20. Namun di gim kedua, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung tancap gas dan menyudahi permainan dengan skor 21-10. Memasuki gim ketiga, pertarungan sengit kembali terjadi. Saling curi poin tak terelakan hingga gim ketiga berhasil dimenangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan skor 21-18. Hasil ini menjadikan Indonesia sudah memastikan kedua gelar ganda baik putri maupun putra. Raymond / Nikolaus lolos ke partai puncak setelah tampil gemilang menghadapi pasangan Malaysia peringkat keempat dunia Goh Sze Fei / Nur Izzuddin yang menjadi unggulan kedua di turnamen ini. Ini merupakan debut perdana mereka di final turnamen BWF Seri 500 dan berhasil meraih juara.

Pertandingan Final Tunggal Putri All England 2025 Pecahkan Rekor

An Se Young

Hari Minggu (16/3) menjadi penanda selesainya pertandingan All England 2025 di Birmingham, Inggris. Penganugerahan medali kepada para pemenang pun sudah dilakukan. Beberapa kejadian di All England kali ini di highlight sebagai peristiwa bersejarah. Salah satunya adalah pertandingan antara An Se Young, wakil tunggal putri dari Korea Selatan dan Wang Zhi Yi, wakil tunggal putri Cina. Saat ini, dilansir dari laman Badminton World Federation, An Se Young menempati peringkat pertama dunia posisi pemain tunggal putri. Sementara, hanya terpaut 9 poin dari An Se Young, Wang Zhi Yi menempati urutan kedua pemain badminton tunggal putri. Wang Zhi Yi dan An Se Young bertemu di All England 2025 pada pertandingan final tunggal putri. Pertandingan berlangsung dengan sengit dan menegangkan. Putaran pertama dipimpin oleh Wang Zhi Yi. Namun, pada putaran kedua dan ketiga, An Se Young melibas habis dan mengejar skor ketertinggalan. Rally Wang Zhi Yi dan An Se Young pada All England kali ini merupakan rally terpanjang di sektor badminton tunggal putri dunia dengan total 79 shots. Rekor baru akhirnya terpecahkan setelah lewat 8 tahun lamanya. Rekor rally ini menggeser pertandingan antara P.V. Sindhu dari India dan Nozumi Okuhara wakil Jepang di World Championship Final 2017 dengan total 73 shots. Pertandingan Wang ZHi Yi dan An Se Young jika dihitung mencapai 1,5 jam secara keseluruhan. Permainan apik dan lihai dari kedua atlet ditunjukkan saat pertandingan ini. Penonton memuji-muji An Se Young dan Wang Zhi Yi karena telah memberikan permainan menakjubkan dan sportivitas sebagai seorang atlet profesional yang handal. Pertandingan pun usai dengan kemenangan An Se Young dengan skor 13-21, 21-18, 21-18. Selain itu, dengan kemenangan ini, membuat An Se Young masih tak terkalahkan sepanjang 2025, dengan total 20 kemenangan beruntun.

Sejarah Tercipta, Indonesia Juara!

Badminton Asia Mixed Team Championships

Sejarah tercipta di Qingdao, China, di mana tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya meraih gelar juara Badminton Asia Mixed Team Championships. Turnamen Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 di Qingdao sejak 11 hingga 16 Februari 2025. Ini merupakan kejuaraan beregu campuran di mana setiap negara akan melakoni pertandingan tim yang terdiri dari 1 tunggal putra, 1 tunggal putri, 1 ganda putra, 1 ganda putri, dan satu ganda campuran. Tim bulu tangkis Indonesia berhasil melaju ke final Badminton Asia Mixed Team Championships untuk pertama kalinya setelah mengalahkan tim Thailand dengan skor 3-1 sehari sebelumnya. Selain melaju ke final untuk pertama kali, Indonesia juga mencetak sejarah baru dengan menjadi juara Badminton Asia Mixed Team Championship untuk pertama kalinya. Sejarah tercipta setelah pasangan ganda putra Indonesia Fikri/Daniel menang 21-15 dan 21-9 atas Chen Xu Jun/Huang Di, dan mengunci kemenangan 3-1 atas tim China pada final di Qingdao Conson Sports Centre, Minggu (16/2/2025). Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 merupakan gelar perdana Indonesia di turnamen ini setelah pertama kali digelar pada 2017. Di partai pertama, Indonesia unggul melalui ganda campuran Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menang dua gim langsung atas Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying 21-11 dan 21-13. Tunggal putra Alwi Farhan juga berhasil mengalahkan Hu Zhe An dengan skor 21-15, 21-13 sekaligus membuat Indonesia memimpin dengan skor 2-0. Namun, Indonesia gagal mengunci kemenangan mutlak setelah China berhasil mencuri satu poin dari partai tunggal putri. Xu Wen Jing mengalahkan Putri Kusuma Wardani dengan skor 21-12, 21-13. Di partai keempat, Fikri/Marthin berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas China, sehingga laga Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Chen Qing Chen/Keng Shu Liang tidak perlu dimainkan. Sumber: Kompas

Putri Ukir Sejarah di Korea Masters, Indonesia Boyong Dua Medali

Untuk pertama kalinya sejak Korea Masters digelar tahun 2007, akhirnya Patriot Olahraga Prestasi Indonesia menjadi juara untuk pertama kalinya. Gelar juara diraih pada nomor tunggal putri oleh Putri Kusuma Wardani. Prestasi membanggakan yang mengukir sejarah Indonesia tersebut diraih usai Putri KW menang dari atlet Cina Han Qian Xi dengan skor meyakinkan 21-14, 21-14 di Iksan Gymnasium. Akhirnya bertepatan dengan Hari Pahlawan, Putri KW mempersembahkan prestasi membanggakan tanggal 10 November 2024. Ini merupakan pertama kali Putri KW meraih juara di tingkat internasional usai terakhir kali pada Orleans Masters 2022. Pada tahun ini, Putri KW dua kali sampai ke laga final, sayangnya ia harus puas menjadi runner up pada Taipei Open dan Hong Kong Open. Medali lain dipersembahkan oleh kontingen Indonesia dari nomor ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang bertanding sebelumnya, mampu mempersembahkan medali perak usai kalah dari wakil Cina Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 21-10, 21-12 dalam waktu 31 menit. Atas prestasi tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengucapkan selamat dan terima kasih. “Selamat, dan terima kasih atas kerja keras Putri Kusuma Wardani yang sukses mempersembahkan juara Korea Masters 2024, sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih juara pada ajang tersebut setelah beberapa tahun. Saya juga mengucapkan selamat kepada pasangan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang berhasil meraih medali perak. Ini persembahan hebat para Patriot Olahraga di Hari Pahlawan,” katanya. Ketum KONI Pusat mengapresiasi Putri KW yang pantang menyerah dalam meraih gelar juara. Ia berharap, sosoknya dapat menginspirasi banyak atlet di Tanah Air. “Selaku Ketum KONI Pusat, saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh atlet yang berlaga, para pelatih ofisial dan juga PBSI yang telah melakukan pembinaan atlet dengan baik. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada kompetisi selanjutnya,” sambungnya. Sumber: RRI

Inilah 11 Peserta Peraih Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2024

Berakhir sudah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2024, Sabtu (12/10) di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Dari 1.966 peserta yang berjuang sejak tahap screening pada 10 September lalu sampai tahap karantina hari ini, 11 diantaranya terpilih mendapat Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan resmi menjadi atlet PB Djarum. Mereka yang terpilih terdiri dari tiga atlet U-11 Putra, dua atlet U-11 Putri, dua atlet KU11 Putra, satu atlet KU11 Putri, satu atlet KU12 Putra, dan dua atlet KU12 Putri. Para atlet yang menerima beasiswa tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Palembang, Kabupaten Deli Serdang, Kota Surabaya, hingga Kota Denpasar, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2024, Sigit Budiarto mengatakan, para atlet terpilih karena mereka berhasil memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh Tim Pencari Bakat dan jajaran pelatih PB Djarum. Penilaian secara komprehensif yang dilakukan selama masa karantina tersebut diantaranya mulai dari kemampuan teknik yang baik, bermental super, hingga memiliki jiwa petarung yang pantang menyerah. “Kami mengucapkan selamat bergabung bagi para anggota baru PB Djarum. Dengan pengamatan kami sepanjang karantina, mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh klub. Bagi yang belum berhasil, jangan patah arang, karena masih ada kesempatan lain untuk bergabung dengan PB Djarum, baik itu melalui Audisi Umum ataupun Audisi Khusus. Teruskanlah semangat menjadi juara,” ucap Sigit saat ditemui di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (12/10). Kepada para atlet muda yang baru bergabung, ia berpesan, agar memaksimalkan potensi dan bakat sehingga mampu meneruskan tongkat estafet kejayaan bulu tangkis Tanah Air. Tak hanya memberikan pembinaan yang menyeluruh, nantinya PB Djarum juga secara rutin mengirimkan para atletnya bertanding di turnamen level nasional hingga internasional. Dengan demikian, Sigit berharap agar atlet-atlet lulusan Audisi Umum PB Djarum 2024 ini giat berlatih guna meningkatkan bakat dan kemampuan sehingga dapat meraih prestasi membanggakan. “Pada PON 2024, kontingen bulu tangkis Jawa Tengah yang diperkuat atlet PB Djarum berhasil meraih gelar juara umum dengan perolehan lima medali emas, tiga perak, dan dua perunggu. Pun begitu belum lama ini pada Piala Suhandinata 2024 dominasi para atlet junior PB Djarum sukses membawa Indonesia sebagai juara. Kami harap adik-adik lulusan Audisi Umum tahun ini dapat meneruskan prestasi pendahulunya, atau bahkan lebih baik lagi dan #TeruskanSemangatJuara,” kata Sigit. Berikut para peraih Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2024: (Kelompok Usia, Nama, Kabupaten/Kota Asal): U-11 Putra: Nawaf Al Ashar – Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara Aqila Rifky Pramudia – Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah U-11 Putri: Aqilla Syifa Aulia – Kota Salatiga, Jawa Tengah Keysha Almirah Dewi – Kota Surabaya, Jawa Tengah KU11 Putra: Kevin Gunawan – Kota Palembang, Sumatera Selatan Gufran Labib Fanani – Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Kenneth Kenzho Nugroho – Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah KU11 Putri: Syadza Bella Zerlinda Jagadita – Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah KU12 Putra: Marcel Jhonatan – Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat KU12 Putri: Laura Leydisya – Kabupaten Pati, Jawa Tengah Ketut Aira Cerlania – Kota Denpasar, Bali

46 Peserta Raih Super Tiket Audisi PB Djarum, Karantina Demi Impian

Sebanyak 46 pebulutangkis belia berhasil meraih Super Tiket dan melaju ke tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2024. Masing-masing 18 penerima Super Tiket dari jalur turnamen dan 28 penerima Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat. Pada tahap karantina, para atlet akan menjalani empat minggu masa karantina sebagai seleksi akhir untuk memperebutkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung dengan PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengapresiasi daya juang 1.966 peserta dari Sumatera hingga Papua yang telah mengerahkan seluruh kemampuan selama Audisi Umum PB Djarum 2024 berlangsung lima hari mulai Selasa (10/9) hingga Sabtu (14/9). Ia berharap, kobaran semangat peraih Super Tiket masih terus menyala selama menjalani proses karantina. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berpeluh keringat selama rangkaian Audisi Umum PB Djarum berlangsung. Untuk yang belum berhasil mendapat Super Tiket jangan patah semangat, masih ada kesempatan di tahun depan, terus berlatih secara konsisten untuk tingkatkan potensi. Dan bagi yang melaju ke tahap karantina, pertahankan kualitas dan mental kalian,” ujar Yoppy usai pengumuman atlet penerima Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (14/9). Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto mengatakan, peraih Super Tiket kategori putra adalah mereka para semifinalis, sementara untuk kategori putri ialah para finalis di babak turnamen, baik untuk U-11, KU11, dan KU12. Sementara peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat merupakan peserta yang belum berhasil menang, namun memiliki potensi sesuai kriteria yang telah ditentukan oleh PB Djarum. “Kami bersyukur lonjakan peserta di tahun ini juga diimbangi dengan kualitas yang cukup merata di berbagai sektor, pun yang datang dari luar pulau Jawa. Kami berharap peraih Super Tiket ialah mereka yang memiliki kualitas super dan berjiwa petarung. Sehingga bakat, skill, dan mental mereka dapat kami asah secara maksimal untuk bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum,” ucap Sigit. Berikut daftar peraih Super Tiket, beserta asal kota: Super Tiket Babak Turnamen: U-11 Putri Claresta Salwatul ‘Aisy – Rembang Berliana Rahma – Medan KU11 Putri Vanezya Artha Nafasta – Yogyakarta Zora Rizqi Prasetyo – Bantul KU12 Putri Queeny Opsi Palamarta – Sumenep Laura Leydisya – Pati U-11 Putra Michael Angello Benfino Teti – Bekasi Nawaf Al Ashar – Deli Serdang Aqila Rifky Pramudia – Boyolali Muhammad Rafa Shirdi – Balikpapan KU11 Putra Kevin Gunawan – Palembang Gufran Labib Fanani – Sragen M. Fawwaz Rafisqy Al Hilaly – Blitar Daniel Pradipta Zaen – Banyuwangi KU12 Putra Pradhitya Putra Santoso – Wonosobo Revie Israel Lumoindong – Manado Marcel Jhonatan – Ketapang Benedictus Keefa Frandrico – Tangerang Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat: U-11 Putri Rere Amelia – Majalengka Aqilla Syifa Aulia – Salatiga Keysha Almirah Dewi – Surabaya Kresensia Lembayung Ubung Mering – Balikpapan Zaneta Tampubolon – Tangerang Shallom Angelica Sari – Jepara KU11 Putri Syadza Bella Zerlinda Jagadita – Purworejo Nadhifa Aulia Ayundra – Kebumen Neisya Syaza Vardian – Bontang Natthania Alaika Djamal – Denpasar Griselda Galafreya Naashir – Klaten Claudia Angelina Putri – Sleman KU12 Putri Ni Komang Puja Artanti Putri – Buleleng Ketut Aira Cerlania – Denpasar Talitha Maiza – Banyumas Maria Aleta Celestyn – Banyumas U-11 Putra Geralldy Mananggel – Manado Muhammad Abidzar Alghifari – Balikpapan Kendrick Danzell Otnayira – Sleman Axell Lovelino Harrison – Blora Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo Berlian Anugrah Triyan Rizky – Semarang Lukmana Mirza Afiliansyah – Semarang Muhadad Al Azzam – Bandung KU11 Putra Kevin Maitimu – Sleman Rasya Surya Ramadhan – Karawang Kenneth Kenzho Nugroho – Karanganyar Arfa Fitra Hilal Abrizam Rizky – Semarang

Korea Open 2024: Leo/Bagas Sabet Gelar Juara

Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana keluar sebagai juara Korea Open 2024 setelah mengalahkan pasangan andalan tuan rumah yang juga juara dunia 2023, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae. Pasangan anyar “Merah Putih” itu menang rubber game 18-21, 21-9, 21-8, dalam pertandingan berdurasi 48 menit di Mokpo Indoor Stadium, Mokpo, Korea Selatan, Minggu (1/9). “Alhamdulillah bisa bermain baik seperti yang diinginkan dan bisa tampil sebagai juara untuk kali pertama sebagai pasangan baru. Pekan lalu di Japan Open kami tertahan di semifinal dan di Korea Open kami juara,” tanggap Leo kepada tim Humas dan Media PP PBSI. “Alhamdulillah saya sangat senang bisa juara Korea Open,” Bagas, menimpali komentar partner barunya itu.. Lebih lanjut Leo menyatakan, mereka harus melalui pertarungan ketat di gim pembuka. Meski berujung pada kekalahan, keduanya belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan di gim pertama. “Di gim kedua kami benahi dan Alhamdulillah bisa bermain baik dan bisa merah kemenangan,” jelasnya. “Di gim ketiga kami makin percaya diri lagi setelah meraih kemenangan di gim kedua. Apalagi Mas Bagas memiliki smes kencang sehingga bisa meng-cover full saya dari sektor belakang. Saya tinggal menjaga di area kotak depan saja,” Leo, menambahkan. “Apalagi tampil di final itu tidak lagi bicara soal teknik dan lain-lain lagi. Tinggal tergantung bagaimana mental untuk bermain berani saja,” kata atlet kelahiran Klaten, Jawa Tengah, ini. Dalam perjalanan menuju partai puncak turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut, Leo/Bagas tercatat tak kehilangan satu gim pun. Di babak 32 besar, mereka menang 21-13, 21-16 atas Ming Che Lu/Tang Kai Wei asal Taiwan, kemudian di babak 16 besar menyingkirkan Nur Mohd Azriyn Ayub Azriyn/Tan Wee Kiong (Malaysia) dengan skor 21-17, 21-11 dalam tempo 29 menit. Di perempat final, Leo/Bagas, yang menempati unggulan ketujuh, mengalahkan wakil tuan rumah, Choi Sol Gyu/Heo Kwang Hee, dengan skor identik 21-17, 21-17 dalam laga berdurasi 30 menit. Leo/Bagas merebut tiket final setelah memenangi laga sesama ganda putra Indonesia di babak empat besar. Pertemuan perdana mereka dengan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin –juga unggulan ketujuh– tersebut berakhir dengan skor 21-9, 21-14. Inilah gelar juara pertama bagi pasangan baru racikan pelatih kepala ganda putra pelatnas bulu tangkis Aryono Miranat itu, sejak debut mereka pada Japan Open 2024 dua pekan lalu di Yokohama Arena, Yokohama, Jepang. Selain itu, Leo/Bagas dan Fikri/Daniel mencatatkan hasil positif dengan mencapai dua semifinal secara berturut-turut di Yokohama dan Mokpo. Sumber: Djarum Badminton

POLYTRON Superliga Junior 2024: Angkat Piala Liem Swie King, PB Djarum Sapu Bersih

Skuad U19 Putra PB Djarum meraih kemenangan 3-0 atas Mutiara Cardinal dalam pertandingan final POLYTRON Superliga Junior (PSJ) 2024, Minggu (18/8), di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah. Klub asal Kota Kudus ini mengulang prestasi sebelumnya, dan kembali mengangkat Piala Liem Swie King yang diperebutkan dalam kejuaraan beregu berformat Piala Thomas dan Uber tersebut. Moh. Zaki Ubaidillah alias Ubed menyumbang poin pertama bagi PB Djarum berkat kemenangan atas Faisal Muhammad Fikri. Pemain asal Sampang, Madura, itu, membutuhkan waktu selama 41 menit untuk meraih kemenangan straight games 21-8, 21-15. Inilah kemenangan kedua Ubed atas Faisal. Pada pertemuan di fase penyisihan grup, Selasa (13/8), Ubed menang dengan skor hampir serupa atas Faisal. Di partai kedua, Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan membutuhkan waktu selama 28 menit untuk meraih poin kedua bagi PB Djarum. Pasangan juara Kapolri Cup Badminton Championships 2024 itu menang atas Ahmad Tarindo Akbar/Fachry Adnan Pamungkas dengan skor 21-13, 21-9. Tunggal putra kedua Richie Duta Richardo memastikan kemenangan sekaligus Piala Liem Swie King seusai mengemas kemenangan dua gim langsung 21-7, 21-16 atas Akmal Zaidan Pamuji dalam tempo 41 menit. “Sebenarnya sebelum bertanding itu tidak ada rasa beban, tetapi justru pas main tadi muncul rasa tegang, sampai tadi sempat tertinggal poin,” ujar Richie kepada wartawan. “Ya mungkin karena terlalu kepikiran untuk menang, makanya jadi tegang,” pungkasnya. Dengan hasil ini, PB Djarum menyapu bersih semua gelar juara pada PSJ 2024. Sumber: Djarum Badminton

Polytron Superliga Junior 2024: Sabet Piala Susy Susanti, PB Djarum Mendominasi

Tim Djarum A membuktikan dominasi di kategori U19 Putri pada POLYTRON Superliga Junior 2024 dengan merebut kemenangan pada partai final melawan tim Djarum B, sekaligus memastikan podium teratas kejuaraan beregu dengan format Piala Thomas dan Uber tersebut. Skuad muda klub asal Kota Kudus itu juga sukses mempertahankan Piala Susy Susanti. Pemain tunggal Djarum A, Sausan Dwi Ramadhani, membuka kemenangan pertama pada pertandingan yang digelar di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (18/8) pagi. Ia membutuhkan tiga gim untuk menghentikan perlawanan Ni Ketut Winda Suryaningtias. Laga berdurasi 57 menit tersebut berakhir dengan skor 21-19, 17-21, 21-14. Pada partai kedua mempertandingkan sektor ganda, yang mempertemukan Bernadine Anindya Wardana/Titis Maulida Rahma dengan Chelsea Marvelyn Istanto/Rasi Joase Niakhe Munajad. Pertandingan ketat yang berlangsung selama 52 menit ini, harus melalui rubber game dengan skor akhir 21-13, 19-21, 21-16. Shandy Tirani Mahesi, yang menjadi tunggal putri kedua tim Djarum A, bertemu dengan Nurul Tetra Junia Br Matondang. Ia mampu mengemas kemenangan rubber game 15-21, 21-18, 21-14 dalam tempo 63 menit. Meski menang, Shandy mengaku tegang saat berhadapan dengan pebulu tangkis asal Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara tersebut, hingga akhirnya gagal meraih kemenangan di gim pembuka. “Di awal-awal gim pertama itu aku banyak bikin kesalahan sendiri, padahal sebenarnya mainnya ketat. Aku juga ngerasa agak tegang dan malah ambah tegang di sepanjang gim pertama itu,” paparnya. “Lawan ngajak main reli, sementara aku maunya langsung matiin poin. Aku juga sering sekali bermain buru-buru, pokoknya mau langsung poin aja. makanya dari situ banyak bikin kesalahan sendiri,” Shandy, menambahkan. Atlet kelahiran Bandar Lampung pada 01 November 2006 itu berupaya bermain lebih sabar dalam melalui gim penentu. Ia paham betul, fisiknya, begitu pun Nurul, sudah terkuas. ‘”Di gim terakhir itu aku tahu, kita sudah sama-sama capek. Tapi aku coba terus untuk main lebih sabar dan mencari momen yang pas untuk cari poin,” kata juara Walikota Solo 2022 di sektor tunggal remaja putri tersebut. “Mungkin sisa 30 persen tenaga aku di terakhir-terakhir gim ketiga itu,” tuturnya, seraya tertawa. Sumber: Djarum Badminton

POLYTRON Superliga Junior 2024: PB Djarum Pertahankan Piala Haryanto Arbi

Di sektor putra, skuad U-17 PB Djarum juga berhasil menyabet gelar juara usai menundukkan perlawanan PB Jaya Raya di partai final dengan skor 3-1. Pertemuan antara dua klub bulu tangkis raksasa ini merupakan ulangan dari babak final Polytron Superliga Junior tahun lalu. Namun kali ini, PB Jaya Raya menurunkan Maharishiel Timotius Gain yang sejak turnamen ini bergulir belum pernah sekalipun menelan kekalahan. Rekor sempurna ini juga berlanjut tatkala bertanding melawan tunggal putra PB Djarum Radithya Bayu Wardana. Tio, sapaan akrab Maharishiel Timotius Gain, menang 21-15, 21-14. Di partai kedua, giliran PB Djarum membalas kekalahan lewat ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono ketika bertanding melawan Grendly Alkatib Lumintang/Muhammad Vito Annafsa dari PB Jaya Raya. Mubarrok/Raihan bermain solid sehingga membukukan kemenangan 21-14, 21-19. Usai imbang 1-1, tim asal Kudus itu akhirnya mampu membalikkan situasi menjadi unggul 2-1 atas Jaya Raya. Ketika Yarits Al Kaaf Rengganingtyas, sosok tunggal putra yang sudah menyumbangkan poin kedua usai menyudahi perlawanan Glend Yosua Octavianus Rumondor melalui pertarungan sengit selama 41 menit dengan skor akhir 21-17, 21-16. PB Djarum akhirnya sukses menyegel status juara Polytron Superliga Junior 2024 dalam partai keempat. Pasangan Anju Siahaan/Faizal Pangestu tampil sebagai penentu kemenangan setelah menghentikan perlawanan hebat Akmal Nurahman/Revand Harianto melalui laga tiga game dengan skor 21-13, 17-21, 21-16. Torehan prestasi ini membuat PB Djarum berhasil mempertahankan Piala Hariyanto Arbi yang juga diraih pada Polytron Superliga Junior 2023. “Saya juga bangga karena mampu menjadi pemain penentu kemenangan tim, terlebih Polytron Superliga Junior 2024 pun menjadi gelar juara bergengsi pertama saya di Magelang,” kata Anju yang lahir di Magelang pada 23 Juni 2008 itu. Legenda bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, yang turut hadir dalam partai final U-17 Polytron Superliga mengatakan, bergulirnya turnamen dengan format beregu di level junior merupakah hal yang tepat demi melatih mental dan membangun kekompakan tim. Dirinya berharap, melalui ajang seperti ini pemain-pemain junior nasional bisa mengukur kemampuan mereka ketika bertanding melawan atlet-atlet luar negeri dan terus berkembang. “Dari Polytron Superliga Junior 2024, saya melihat ada potensi-potensi besar dari atlet-atlet muda nasional untuk terus berkembang karena pemain-pemain junior dari negara lain tentunya juga melakukan pembinaan yang sama,” katanya. Menurutnya, penting buat pemain usia 17 dan usia 19 mulai membiasakan diri bertanding di turnamen dengan format beregu melawan pemain-pemain dari luar negeri. Dengan begitu, nantinya mereka akan memiliki mental baja ketika mendapat kesempatan memperkuat tim nasional Indonesia di banyak ajang-ajang besar dunia. “Potensi besar kita bisa merebut piala tingkat dunia seperti Thomas & Uber Cup, SEA Games, atau Asian Games,” ujar Hariyanto Arbi. Sumber: Berita Satu

POLYTRON Superliga Junior 2024: PB Djarum Bawa Pulang Piala Yuni Kartika

PB Djarum sukses membawa pulang Piala Yuni Kartika di ajang Polytron Superliga Junior 2024 yang dihelat di GOR Djarum Magelang, Sabtu, 17 Agustus 2024. Dua piala tersebut adalah turnamen kategori U-17 dari putra dan putri, yang diikuti setidaknya 8 negara. Di ajang yang sama tahun lalu, srikandi PB Djarum gagal menorehkan Piala Yuni Kartika. PB Djarum harus mengakui keunggulan tim Thailand, Banthongyord. Misi ini yang membuat tim putri PB Djarum berjuang mati-matian di babak final tatkala berjumpa dengan PB Mutiara Cardinal. Pada partai pembuka mempertemukan Jolin Angelia (PB Djarum) dengan Kayla Arsya Medina (PB Mutiara Cardinal). Meski unggul di atas kertas, Jolin justru tertinggal di game pertama 18-21. Pada game kedua, Jolin membalas ketertinggalan dengan bermain lebih impresif dan menutup gim 21-11. Sayang, Jolin harus mengakui kemenangan Kayla usai takluk di game ketiga 20-22. Berlanjut ke partai kedua, giliran tunggal putri Shaafiya Yasmin Maitsaa (PB Djarum) yang membuat posisi imbang 1-1 usai menang setelah habis-habisan meredam perlawanan tunggal putri Mutiara Cardinal, Keira Putri Indriyan dengan kemenangan tipis 21-19, 21-18. Selanjutnya, pada partai ketiga, Mutiara Cardinal justru tampil perkasa dengan menurunkan Mayla Cahya Afilian Pratiwi yang berlaga melawan tunggal putri PB Djarum Raisya Affatunisa. Bertanding selama 34 menit, Mayla mengunci kemenangan dengan skor identik 21-11, 21-11. Hasil ini sejenak membuat Mutiara Cardinal di atas angin dengan skor 2-1 atas PB Djarum. Namun, PB Djarum belum menyerah dari upaya memulangkan Piala Yuni kartika. Di partai keempat, ganda putri Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri bermain apik dan memaksa ganda putri Mutiara Cardinal Kanaya Putri Juanda Utami/Kayla Arsya Medina takluk dua game langsung 21-11, 21-10. Gelar juara harus dipastikan lewat laga pamungkas yang mempertandingkan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum) dengan Elvira Putri Dwi Aprillian/Mayla Cahya Afiilian Pratiwi (Mutiara Cardinal). Pertandingan berjalan dramatis mengingat beban kemenangan tim berada di pundak dua ganda putri tersebut. Bahkan, beberapa kali terjadi reli panjang di poin-poin krusial. Namun, akhirnya pasangan PB Djarum mengunci gelar juara usai memetik kemenangan dengan kedudukan 21-19, 21-6, 21-18. Hasil akhir, 3 – 2 untuk PB Djarum. “Saya lega sekali karena akhirnya tim mampu membawa pulang Piala Yuni Kartika ke PB Djarum,” kata Aurelia Syakira Putri atau yang kerap disapa Puput ini. Kemenangan ini juga terasa istimewa mengingat ia bersama skuad PB Djarum berhasil menjejaki podium tertinggi bertepatan dengan perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Sumber: Berita Satu

Superliga Junior 2024 Segera Digelar, Diikuti 290 Atlet Muda dari 8 Negara

Polytron Superliga Junior 2024 akan segera digelar di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah, pada 12 hingga 18 Agustus mendatang. Kompetisi ini diikuti 290 pebulu tangkis muda U-17 dan U-19 yang berasal dari delapan negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, China Taipei, Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok dan Selandia Baru. Mereka akan berjuang memperebutkan empat piala bergengsi yakni Piala Liem Swie King (U-19 Putra), Piala Susy Susanty (U-19 Putri), Piala Hariyanto Arbi (U-17 Putra), Piala Yuni Kartika (U-17 Putri). Para pebulu tangkis muda juga bersaing untuk membawa pulang total hadiah lebih dari Rp1 miliar. Direktur Superliga, Achmad Budiharto, mengatakan Superliga Junior, yang mengadopsi format pertandingan beregu ini, diharapkan membuat para atlet terbiasa berburu gelar juara sebagai sebuah kesatuan yang mengutamakan kekompakan, kerja sama dan soliditas di ajang yang lebih prestisius lagi, seperti Piala Thomas dan Uber. “Superliga Junior merupakan turnamen yang penting bagi pengembangan kemampuan atlet muda karena mengusung format beregu sehingga para atlet tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu tapi juga harus membangun nilai-nilai kekompakan dan kerja sama sebagai tim sehingga bisa meraih gelar juara,” kata Budiharto. “Saya optimistis persaingan akan ketat karena jumlah partisipan dari negara asing yang cukup kuat di olahraga bulu tangkis seperti China, Malaysia dan Thailand juga ambil bagian dalam turnamen ini,” lanjutnya. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan Superliga Junior 2024 menjadi ajang bagi para atlet muda unjuk kemampuan dan meningkatkan daya saing dengan bertanding melawan atlet-atlet mancanegara. “Polytron merasa terhormat dapat konsisten berpartisipasi sebagai sponsor utama dalam Superliga Junior 2024. Dukungan kami ini merupakan bagian dari komitmen Polytron untuk mengembangkan dunia olahraga nasional, khususnya bagi para atlet bulu tangkis junior Indonesia,” kata Tekno Wibowo. “Semoga kejuaraan ini dapat menjadi kesempatan besar bagi para atlet bulutangkis muda berbakat untuk menunjukkan bakat mereka dan berkompetisi dengan sportivitas tinggi, semangat nasionalisme, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan,” lanjutnya. Pada kategori U-19, klub yang akan menurunkan atlet terbaiknya, antara lain PB Djarum Kudus, Jiang Xi China, Taipower China Taipei, PB Power Rajawali, Banthongyord Badminton School Thailand, Badminton North Harbour Selandia Baru, Hong Kong China Team, Cheng Yuan High School China Taipei, PB Mutiara Cardinal Bandung, Sports Affairs Malaysia, dan PB Victory. Sementara pada kategori U-17, terdapat delapan klub yang akan adu kemampuan terbaik yaitu PB Djarum Kudus, PB Jaya Raya, Singapore Badminton Association, Gideon Badminton Academy, PB Power Rajawali, PB Mutiara Cardinal Bandung, Sports Affairs Malaysia, dan Champion United. Manager Team PB Djarum, Fung Permadi, menuturkan banyaknya jumlah pemain yang diterjunkan pada Polytron Superliga Junior 2024 tak lepas dari ambisi PB Djarum mengulang kesuksesan tahun sebelumnya dan kembali menyabet gelar juara bertahan. Selain itu, ia juga ingin menjadikan turnamen ini sebagai ajang asah kemampuan yang lebih tinggi lagi bagi para atlet binaan, mengingat banyaknya peserta dari luar negeri. “Dari klub targetnya jelas, mempertahankan prestasi. Selain itu, kami juga melihat Polytron Superliga Junior tidak boleh dilewatkan karena kita bisa bertanding dengan lawan-lawan dari mancanegara yang memiliki banyak nilai positif di antaranya bisa meningkatkan mental dan kepercayaan diri pemain dan melihat sejauh mana perkembangan bulu tangkis di level internasional,” kata Fung Permadi. “Sehingga, seusai turnamen ini, para pemain PB Djarum membawa pulang pelajaran berharga yang bisa meningkatkan kemampuan mereka di masa mendatang,” lanjutnya. Pertandingan pembuka Superliga Junior 2024 yang digelar pada Senin (12/8) mempertemukan tim PB Djarum A dengan PB Power Rajawali di kategori U-17 Putri. Sementara di pertandingan U-19, skuad PB Djarum akan meladeni permainan dari Jiang Xi China. Sumber: Kumparan

Kejuaraan Asia Junior 2024: Tiongkok Sapu Bersih Gelar Juara Individu

Dari hasil Badminton Asia Junior Championship 2024 yang berakhir Minggu (7/7/2024) kemarin. Berlangsung di GOR Amongrogo Yogyakarta, Tiongkok menyapu bersih gelar juara di berbagai nomor pertandingan. Para pebulu tangkis muda usia dari Negeri Tirai Bambu ini tercatat memborong lima gelar juara dari turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships 2024. Juara-juara tersebut berasal dari Hu Zhe An (tunggal putra), Xu Wen Jing (tunggal putri), Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi (ganda putra), Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue (ganda putri), dan Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan (ganda campuran). Di tunggal putra, Hu naik podium tertinggi seusai menumbangkan wakil Korea Selatan, Yoon Ho Seong dengan skor 13-21, 21-14, 21-14. Dari sektor tunggal putri, Xu Wen Jing juara seusai mengalahkan rekan satu negaranya, Yin Yi Qing dua gim langsung 21-13, 21-15. Dari sektor ganda putra, Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi berjaya seusai mengalahkan pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai straight game 21-13, 21-11. Adapun untuk sektor ganda putri, Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon lewat pertarungan dua gim 21-11, 21-15. Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan mengaku senang bisa meraih gelar juara dan membuat negaranya mengoleksi lima gelar pada ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2024. Bagi keduanya, gelar juara di hadapan publik Kota Pelajar merupakan buah hasil kerja keras keduanya selama latihan. “Gelar juara BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 seusai dengan latihan kami selama ini. Kami tentu senang, diharapkan raihan ini bisa memberikan motivasi buat kami,” ungkap Lin usai pertandingan. Sementara itu, harus puas menjadi runner up Darren/Bernadine mengaku kurang bisa mengimbangi permainan lawannya yang bermain menyerang sejak awal pertandingan. “Lawan lebih unggul, kami harus evaluasi dan nantinya jika kembali bertemu kami bisa membalas kekalahan,” ungkap Darren, dalam siaran pers. Hasil ini membuat Darren/Bernadine gagal mengikuti pasangan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang sebelumnya berjaya pada ajang AJC 2019 di Tiongkok. Saat itu di Suzhou Olympic Sports Center, Leo/Indah yang tampil di partai final menjadi juara seusai mengalahkan wakil Tiongkok, Feng Yan Zhen/Lin Fang Ling dengan skor 16-21, 22-20, 22-20. “Raihan runner up pada ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 kami persembahkan untuk Indonesia. Sudah lama sektor ganda campuran Indonesia belum mendapatkan gelar, kami berharap raihan ini bisa memberikan motivasi buat kami,” Bernadine menambahkan. Sumber: Kompas

Kejuaraan Asia Junior 2024: Tiongkok Sabet Gelar Juara Beregu Campuran

Tiongkok menjadi juara pada turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024 dengan mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-1 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Selasa (2/7/2024). Bagi Tiongkok, keberhasilan ini merupakan titel kesembilan di ajang BAJC. Sebelumnya mereka juara pada 2008, 2010, 2011, 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2018. Di final BAJC 2024, tim Negeri Tirai Bambu tersebut memperoleh poin dari Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi (ganda putra), Wang Zi Jun (tunggal putra), dan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue (ganda putri). Pasangan Hu/Lin membuka keunggulan Tiongkok setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Hyeong Woo/Lee Jong Min. Tim asal Negeri Ginseng sempat menyamakan kedudukan seusai tunggal putri Tiongkok, Xu Wen Jing menyerah di tangan wakil Kora Selatan, Kim Min Sun. Namun, Tiongkok tancap gas dengan meraih dua poin tambahan dari Wang Zi Jun yang mengalahkan tunggal putra Korea Selatan, Lee Sun Jin. Pasangan putri Chen/Liu menjadi penentu seusai mengatasi perlawanan Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon dua gim langsung. Kemenangan tim beregu campuran Tiongkok di turnamen BAJC 2024 meninggalkan duka mendalam, mengingat salah satu pemain tunggal putra andalannya, yakni Zhang Zhi Jie meninggal dunia. Saat naik podium juara, pelatih tunggal putra Negeri Tirai Bambu, Zhang Qi membawa jersei mendiang Zhang Zhi Jie sebagai persembahan terakhir. Hal itu membuat seluruh penggawa Tiongkok terharu sampai meneteskan air mata. Para pemain yang naik podium BAJC 2024 dari Malaysia, Indonesia, dan Korea Selatan juga memberikan ucapan belasungkawa kepada tim beregu campuran Tiongkok selepas acara pengalungan medali. Hasil final BAJC Tiongkok vs Korea Selatan (3-1): Ganda Putra: Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi vs Lee Hyeong Woo/Lee Jong Ming 21-14, 21-19. Tunggal Putri: Xu Wen Jing vs Kim Min Sun 7-21, 21-19, 14-21. Tunggal Putra: Wang Zi Jun vs Lee Sun Jin 21-13, 21-8. Ganda Putri: Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue vs Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon 21-16, 22-20. Ganda Campuran: Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan vs Cho Hyeon Woo/Cheon Hye In (tidak dimainkan). Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Langkah Indonesia Terhenti di Semifinal

Langkah tim beregu campuran Indonesia terhenti di semifinal ajang Badminton Asia Junior Championships 2024 seusai menyerah di tangan Korea Selatan, 1-3 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7/2024). Pada pertandingan ini Bismo Raya Oktora dan kawan-kawan membuka skor terlebih dahulu melalui Taufik Aderya/Rinjani Kwinara Nastine seusai mengalahkan ganda campuran Korea Selatan, Lee Jong Min/Yeon Seo Yeon dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-19. Tren positif tim beregu campuran Indonesia tidak berlanjut seusai Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah. Korea Selatan bisa menyamakan kedudukan 1-1 seusai Dhinda menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 15-21 saat menghadapi tunggal putri Korea Selatan, Kim Min Sun. Pada partai ketiga, Bismo juga gagal menyumbangkan angka seusai menyerah di tangan tunggal putra asal Negeri Ginseng, Yoon Ho Seong dengan skor 17-21, 21-18, dan 12-21. Juara Seleknas 2023 itu mengaku kurang bisa bermain dengan konsisten sehingga banyak membuang peluang. Pada laga ini, Bismo harus mengakui keunggulan lawan lewat pertarungan ketat dalam tempo 1 jam 10 menit dari Yoon Ho Seong. “Saya kurang maksimal di laga ini. Pada pertandingan ini saya kurang berani menyerang. Ke depannya saya harus menambah fisik lagi untuk bisa bermain lebih konsisten lagi,” ungkap Bismo. Tunggal putra peringkat 631 dunia itu memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang telah mendukung dari pinggir lapangan. Kendati belum berhasil menyumbangkan angka, dengan dukungan dari teman-teman dan publik Kota Yogyakarta membuat Bismo semangat dalam bertanding. “Dukungan yang diberikan rekan-rekan dari pinggir lapangan membuat saya termotivasi untuk memberikan permainan terbaik. Mohon maaf belum bisa menyumbangkan angka dan tetap semangat untuk nomor individu nantinya,” ujar Bismo. Kekalahan juga diderita pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine yang menghadapi ganda putri Korea Selatan, Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon dengan skor 17-21 dan 16-21. Pasangan peringkat 257 dunia itu mengaku bermain terburu-buru melawan ganda putri asal Negeri Ginseng tersebut. Juara Malaysia International Series 2023 tersebut seharusnya bermain lebih sabar mengingat Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon sangat tangguh dalam bertahan. Alhasil, juara Malaysia Junior International Challenge 2023 itu akhirnya menyerah dua gim langsung dari Kim/Yeon lewat pertarungan dalam tempo 46 menit. “Pada laga ini, kami bermain terburu-buru dengan ingin menyerang langsung ke pertahanan lawan. Kami merasa kewalahan karena lawan tidak mudah untuk bisa diserang, jadi kami harus bermain lebih sabar lagi,” ungkap Isyana. “Seharusnya kami bermain lebih tenang lagi, sekarang kami akan fokus untuk nomor individu setelah mengenal karakteristik GOR Amongoro,” tambah Rinjani. Dengan hasil ini tim beregu campuran Indonesia terhenti langkahnya di semifinal Badminton Asia Junior Championships 2024. Kemenangan ini membawa Korea Selatan bertemu Tiongkok yang sebelumnya mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Laga final turnamen Badminton Asia Junior Championships 2024 rencananya akan digelar Selasa (2/7/2024) mulai pukul 09.00 WIB. Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Sukses Revans, Indonesia Tantang Korsel di Semifinal

Indonesia menantang Korea Selatan di semifinal turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2024 setelah menundukkan Jepang 3-0. Pasangan Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan memastikan tim beregu campuran Indonesia melangkah ke semifinal setelah revans atas Jepang dengan skor 3-0. Dalam laga perempat final BAJC 2024 digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7/2024), Anselmus/Pulung meraih kemenangan melawan ganda putra Jepang, Kenta Matsukawa/Yuto Nakashizu dengan skor 21-17, 12-21, 22-20. Dengan bermain tenang di penghujung laga, peringkat 266 dunia itu mampu mengembalikan kedudukan dan akhirnya menang dua gim langsung dalam tempo 56 menit. “Bersyukur sudah diberikan kemenangan di laga ini. Kami mencoba bermain lepas dan tetap tenang saat mendapat tekanan dari lawan,” ungkap Pulung. Dengan kemenangan tersebut, Anselmus/Pulung berhasil membalas dendam atas wakil Jepang yang pada laga sebelumnya mengalahkan mereka. Anselmus/Pulung menyerah 17-21, 21-19, 15-21 pada perorangan BNI Badminton Asia Junior Championships 2023. “Menghadapi pertandingan penentuan ada rasa tegang. Kami bermain lebih lepas dan nothing to lose untuk bisa tetap bermain konsisten,” ungkap Pulung. Dengan hasil ini, Indonesia memastikan diri meraih kemenangan dengan skor 3-0 atas Jepang di perempat final BAJC 2024. Sebelumnya Taufik Aderya/Rinjani Kwinara Nastine membuka kemenangan seusai mengalahkan ganda campuran Jepang, Rui Yamada/Aya Tamaki dengan skor 21-13, 21-18. Moh Zaki Ubaidillah memperlebar keunggulan menjadi 2-0 seusai mengatasi perlawanan tunggal putra Jepang, Kazumo Kawano dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-12. Kemenangan ini membuat Indonesia revans atas Jepang setelah pada BNI Badminton Asia Junior Championships edisi 2023 kalah dengan skor 2-3 di final nomor beregu campuran. Rencananya, Bismo Raya Oktora dan kolega berhadapan melawan Korea Selatan di semifinal BAJC 2024 yang digelar Senin (1/7/2024) pukul 15.00 WIB. Pada pertandingan sebelumnya, tim beregu campuran tim Negeri Ginseng mengalahkan Uni Emirat Arab 3-0. Sumber: Berita Satu

Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia Saat Pertandingan BAJC 2024

Kabar duka datang dari atlet bulu tangkis asal Tiongkok, Zhang Zhi Jie, yang meninggal dunia di usia muda. Zhang Zhi Jie menghembuskan napas terakhir nya pasca mengalami kolaps di lapangan saat pertandingan di Badminton Asia Junior Championships 2024 (BAJC 2024) pada Minggu (30/6/2024) malam WIB di DI Yogyakarta. Kemudian, berita ini cepat menyebar di media sosial. Berikut adalah kronologi meninggalnya Zhang Zhi Jie diumumkan oleh PBSI. Kronologi Meninggalnya Zhang Zi Jie Insiden tidak terduga ini terjadi saat pertandingan antara tim bulu tangkis Tiongkok melawan tim bulu tangkis Jepang. Sontak, Zhang Zi Jie terjatuh dan mengalami kejang-kejang di tengah pertandingan menghadapi Kazuma Kawamo. Pada saat itu, Zhang sedang bersiap menerima servis dari Kawamo. Namun, secara tiba-tiba, ia terjatuh di lapangan dan mengalami kejang. Tim medis segera bertindak dan Zhang dilarikan ke rumah sakit terdekat dari lokasi pertandingan di GOR Amongrogo, DI Yogyakarta. Dalam waktu dua menit, ia sudah tiba di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pernyataan Resmi PBSI Naas, Zhang Zi Jie tidak mampu bertahan dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (30/6/2024) pukul 23.20 WIB. Kabar duka langsung disampaikan melalui pernyataan resmi dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). “Zhang Zhi Jie dari Tiongkok, pemain tunggal, pingsan di lapangan saat pertandingan malam hari lalu dan dilarikan ke rumah sakit. Meninggal duni pada pukul 23.20 waktu setempat kemarin. Zhie Jie sedang memainkan pertandingan penyisihan grup melawan Jepang. Ketika dia pingsan, ia dirawat oleh dokter turnamen dan tim media. Dia dibawa dengan ambulans siaga dalam waktu kurang dari dua menit untuk dilarikan ke rumah sakit” bunyi pernyataan resmi PBSI. Ungkapan Dukacita Badminton Asia, PBSI, dan panitia penyelenggara menyampaikan dukacita yang mendalam atas kepergian Zhang Zi Jie. Dunia bulu tangkis kehilangan salah satu pemain berbakatnya. “Badminton Asia, PBSI, dan Panitia Penyelenggara turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada orang tua Zhang, keluarga, dan Asosiasi Bulutangkis China (CBA). Dunia bulu tangkis kehilangan pemain berbakat” tulisan pernyataan PBSI. Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kesehatan dan keselamatan atlet dalam setiap kompetisi. Semoga Zhang Zi Jie mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Sumber: Berita Satu

Kejuaraan Asia Junior 2024: Ini Lawan Indonesia di Perempat Final

Tim beregu campuran Indonesia telah memastikan diri lolos ke babak perempat final Badminton Asia Junior Championships 2024 usai menaklukkan India dengan skor 4-1. Pada babak perempat final, tim Merah-Putih akan berhadapan dengan Jepang. Dalam undian yang digelar di kantor KONI Yogyakarta, Minggu (30/6/2024) malam, Bismo Raya Oktora dan kolega yang berstatus sebagai juara grup C berhadapan dengan Jepang yang merupakan runner-up grup D. Manajer tim Indonesia, Eddy Prayitno mengungkapkan bahwa pihaknya akan mempersiapkan diri dengan matang menghadapi tim dari Negeri Sakura. “Hasil undian perempat final Badminton Asia Junior Championships 2024 mempertemukan Indonesia melawan Jepang. Kami akan memberikan perlawanan terbaik dan malam ini kami akan pilih pemain-pemain terbaik dari Indonesia untuk tampil melawan Jepang,” ungkap Eddy. Senada dengan Eddy, kapten tim beregu campuran Indonesia Bismo Aryo Oktora juga optimistis bisa mengalahkan Jepang yang punya gaya bermain ulet. Bermain di hadapan publik Kota Pelajar, Bismo berharap skuad Merah-Putih yang diturunkan bermain semangat untuk meraih tiket semifinal dengan mengalahkan Jepang. “Pasti kami bermain tidak mau kalah. Saya berharap siapa pun pemain yang diturunkan menunjukkan permainan terbaiknya untuk bisa mempersembahkan poin untuk Indonesia,” ujar Bismo. Laga Indonesia melawan Jepang di perempat final akan digelar Senin (1/7/2024) di GOR Amongrogo, Yogyakarta mulai pukul 09.00 WIB. Undian Perempatfinal Badminton Asia Junior Championships 2024 Tiongkok vs Taiwan Malaysia vs India Uni Emirat Arab vs Korea Selatan Jepang vs Indonesia Sumber: Berita Satu