Anindya Bakrie Dan Oxford United, In Love With English Football

Anindya Bakrie Dan Oxford United, In Love With English Football

Jakarta, Dua pengusaha asal Indonesia Anindya Bakrie dan Emmanuel Wanandi menjadi pembicara dalam diskusi webinar yang digelar Britcham Indonesia bertajuk ‘In Love With English Football‘: Unique & Exclusive Insight. Diskusi untuk umum ini berlangsung Kamis 18 Juni 2020 yang dipandu moderator Chris Wren membahas ketertarikan dua investor asal Indonesia untuk berinvestasi di klub Liga Inggris. Anindya Bakrie merupakan pemilik klub Oxford United yang berkompetisi di League One Liga Inggris. Anin berinvestasi bersama Erick Thohir dan juga pengusaha asal Thailand, Sumrith Thanakarnjanasuth. Sedangkan Emmanuel L. Wanandi bersama Grup Santini merupakan investor di Klub League One lainnya yakni Tranmere Rovers. Pembicara lainnya adalah Mark Palios merupakan Chairman of Transmere Rover, klub League One Liga Inggris. Saat ini Oxford United dan Tranmere Rovers menjalani kompetisi League One Inggris, atau kompetisi divisi tiga Liga Inggris dibawah Premiere League dan Divisi Championship. Akibat pandemi Covid 19, EFL atau operator League One memutuskan memberhentikan liga dan tidak menyelesaikannya. AKhirnya Tranmere berada di peringkat 21 dan harus degradasi ke League Two, musim depan bersama dua tim lain Southend United dan Bolton Wanderes. Sedangkan Oxford United musim ini finis di peringkat empat dan akan menjalani babak play off, bersaing dengan tiga tim lain yakni Wycombe Wanderers, Fleetwood Town dan Porsmouth untuk berebut satu tiket promosi ke Divisi Championship. Oxford akan menjalani laga tandang dan melawan Porsmouth 3 dan 6 Juli 2020. Saat ditanya moderator alasan berinvestasi sepakbola di Inggris Anin menjelaskan. “Saya di dunia sepak bola mungkin hal baru, tapi bagi Keluarga Bakrie, ini bukan hal yang baru. Sudah lama Bakrie invest di sepak bola baik dalam maupun luar negeri. Bahkan Bakrie pernah investasi di Leicester City 2010-2012,” kata Anin. Ketika ditanya pilihannya Oxford United, bukan di klub Premiere League Anin mengatakan, “Karena kami ingin belajar step by step, berproses dari bawah dan alhamdulillah klub kami berpeluang promosi ke kompetisi kasta kedua yakni Divisi Championship, mohon doanya. Plus Brand Oxford sudah sangat terkenal dengan komunitas mahasiswa/guru sekitar 50,000, lokasi dekat dengan London, sejarah klub sudah lebih dari 130 tahun,” paparnya. “Berharap bersama teman saya Erick Thohir, yang sama-sama investasi di Oxford United, kami bisa menjadikan pengalaman dari Inggris untuk memajukan industri bola di Indonesia. Apalagi Erick juga berpengalaman di Inter Milan Italia dan DC United,” jelas Anin yang juga Ketua Umum PB PRSI. Lebih dari itu, lanjut Anin, Inggris adalah asal dari industrialisasi dan Kelompok Usaha Bakrie juga sudah lebih dari 78 tahun di dunia industri. Tentu akan banyak hal yang bisa saya pelajari, dan memang banyak peluang yang bisa diambil dari hubungan baik Indonesia dan Inggris.

Serial Dream Chasers Garuda Select Dipesan Oleh Banyak Negara

Serial Dream Chasers Garuda Select

Jakarta, 20 April 2020 – Serial Dream Chasers Garuda Select hasil produksi Mola TV ternyata sukses menarik animo cukup besar dari para penonton. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia. Mola TV bekerja sama dengan Copa 90 untuk menyiarkan serial semi-dokumenter ini di luar Indonesia. Acara serial Dream Chasers Garuda Select bahkan telah dipesan oleh Belanda, Sipris, Dan beberapa negara lain. Beragam reaksi positif dari penonton luar tanah air bisa dilihat melalui kolom komentar di akun Youtube Copa 90. Penonton yang memberikan komennya berasal dari berbagai macam negara seperti Malaysia, Thailand, dan Australia. “Serial yang bagus. Suka menonton ini di Copa. Saya suporter Thailand, tapi juga mendukung saudara kami di Indonesia. Saya ingin melihat rival-rival kami di Asia Tenggara menjadi tim besar seperti Jepang dan Arab Saudi,” tulis akun Youtube, 11viya. “Sejujurnya saya orang Malaysia dan saya tidak percaya bahwa saya mendukung tim muda Indonesia. Namun, saya bangga melihat para pemain berjuang demi karier profesional mereka,” tambah akun Youtube, Alif Mukhtar. Pemain andalan Garuda Select, Amiruddin Bagus Kahfi juga banyak mendapat perhatian. Aksi Bagus memang kerap kali merepotkan lawan-lawan di mana pada musim kedua serial Dream Chasers, ia terpotret dengan nyata sebagai mesin gol Garuda Select. “Bagus sangat luar biasa,” tulis akun Youtube, darkp4nther. “Ingat nama Bagus,” tambah akun Youtube, SS Minnows Johnson. Serial Dream Chasers Garuda Select itu sendiri bercerita tentang kisah perjuangan anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan langka mengejar mimpi berkarier secara profesional di Eropa. Diasuh oleh duet berkarakter, Dennis Wise dan Des Walker, total 24 anak mendapat pelatihan dengan standar kelas dunia. Pada musim kedua, keseharian Skuad Garuda Select saat berlatih, bersantap makan, berjalan-jalan, hingga bertanding, bisa terus diikuti. Kali ini, perjalanan bahkan tidak hanya terbatas di Inggris, tapi juga di Italia. Nama-nama besar seperti Torino, Internazionale, hingga Juventus, sempat menjadi lawan David Maulana cs. di Italia, selain tentunya Sheffield United, dan Bournemouth di Inggris. Untuk di Indonesia Serial Dream Chasers Garuda Select ini bisa disaksikan di Mola TV melalui App atau web www.mola.tv, serta di TVRI.

Garuda Select Selangkah Lagi Kantongi Sertifikat Level 1 FA

Subhan Fajri, salah satu pemain Garuda Select

Jakarta, 20 Maret 2020 – Para pemain Garuda Select angkatan kedua tinggal menunggu waktu untuk mengantongi sertifikat kursus lisensi kepelatihan level 1 FA. Sejak Selasa (17/3), para pemain melakukan tes online sebagai kelanjutan dari kelas kepelatihan yang didapatkan sejak awal Februari 2020. Beberapa nama dari angkatan kedua seperti Alfriyanto Nico, Subhan Fajri, dan Muhammad Rafli Asrul, termasuk di antara yang sudah menyelesaikan ujian online. Jadi, para pemain akan diajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi dari kelas kepelatihan sebelumnya. “Jadi kami diberi homework (tugas rumah) secara online yang harus diselesaikan supaya mendapatkan sertifikasi kepelatihan Level 1 FA. Sekarang sudah selesai dan tinggal menunggu sertifikat turun,” ucap Subhan Fajri kepada Mola TV. Ada beberapa materi kursus yang harus diselesaikan. Di antaranya ada Introduction to Coaching, Introduction to Equality and Diversity, Level 1 in Coaching Football – face to face sessions, dan, Long Term Player Development. Ditambah lagi dengan Plan, Do, Review, serta Respect for Coaches. Materi-materi ini merupakan dasar kepelatihan yang bisa menjadi bekal bagi para pemain di kemudian hari. Termasuk Subhan, mengikuti kursus kepelatihan ini menjadi investasinya di masa depan selama berkiprah di sepak bola. Meski masih menginjak usia muda, visinya sudah mengarah jauh ke depan. “Ini menjadi salah satu cara untuk terus menggali pengalaman dan menurut saya perlu. Setidaknya, ada jalan jika ingin melanjutkan karier sebagai pelatih,” papar Subhan. Pemberian materi kepelatihan seperti ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya di Program Garuda Select. Tahun lalu, pemain-pemain angkatan pertama seperti Bagus Kahfi, Brylian Aldama, David Maulana, Fajar Fathur Rahman, Andre Oktaviansyah, dan Risky Sudirman juga mendapat pelatihan serupa. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Pelatih Siapkan Porsi Latihan Khusus Selama Jeda Bertanding

Aktivitas para pemain Garuda Select

Jakarta, 18 Maret 2020 – Aktivitas para pemain Garuda Select selama penundaan seluruh agenda pertandingan lebih difokuskan untuk peningkatan invididu. Danny Holmes selaku asisten pelatih, menuturkan bahwa para pemain tetap harus bergerak demi menjaga kebugaran. Untuk mengisi kekosongan jadwal bertanding, tim pelatih berencana akan terus memberi materi terutama dari segi fisik. Caranya bisa dengan mengadakan sesi latihan di pusat kebugaran, atau dengan menggelar pertandingan internal. “Kami akan melihat kebutuhan para pemain. Kemarin kami sempat melakukan pertandingan internal dan hasilnya cukup memuaskan. Beberapa pemain memperlihatkan kinerja individu yang sangat baik. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada sesi latihan fisik dengan Jake (Fitzsimmons, pelatih fisik)” ucap Holmes kepada Mola TV. “Latihan fisik diperlukan untuk memastikan para pemain tetap menyesuaikan tubuh mereka yang sudah terbiasa bertanding setiap pekannya. Namun, sepertinya porsi latihan fisik akan lebih berat dari biasanya. Intinya, para pemain tetap mendapatkan pengawasan setiap harinya,” lanjut Holmes. Program Garuda Select angkatan kedua dijadwalkan berakhir pada penghujung April 2020. Dengan waktu yang tersisa, Holmes berharap para pemain tetap berkonsentrasi dan menyerap semua pembelajaran yang mereka dapatkan selama mengikuti pemusatan latihan sejak Oktober 2019. “Konsentrasi adalah kunci utama jika ingin berkembang. Mereka harus terus meningkatkan kualitas diri. Mulai dari mendengarkan dan menyerap informasi yang diberikan, sambil terus mengaplikasikannya di atas lapangan,” tutupnya. Terakhir kali Garuda Select melakoni pertandingan adalah saat mengalahkan Bournemouth U18 pada Rabu (11/3), dengan skor 2-0. Dua gol disumbang oleh Alfriyanto Nico dan Ferdiansyah. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Cedera Bagus Kahfi Jadi Momentum Bagi Arsa Dan Nico

kiri ke kanan: Alfriyanto Nico dan Arsa Ahmad

Jakarta, 9 Maret 2020 – Cedera yang menimpa Bagus Kahfi membuat tim pelatih Garuda Select harus memikirkan strategi alternatif untuk laga-laga ke depan. Saat ini, dengan cederanya pemain kelahiran Magelang tersebut, stok pemain depan hanya tersisa Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico. Dua pemain yang sempat menjadi duet andalan di lini serang, sebelum Bagus kembali bergabung pada medio Desember lalu. Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, mengatakan bahwa kondisi ini menjadi momentum bagi kedua pemain tersebut untuk kembali unjuk gigi. “Dalam sepak bola, jika Anda mendapatkan kesempatan, maka harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada Mola TV. Jika beberapa pekan sebelumnya lini belakang menjadi fokus utama dalam latihan, ini giliran sektor depan. Holmes menuturkan bahwa para pemain sedang mematangkan pertukaran posisi ketika menyerang. Di sini, pengambilan keputusan menjadi aspek penting yang harus diutamakan, terlebih ketika dihadapkan dengan situasi apakah harus menembak, atau mengoper ke rekan terdekat. “Akan ada banyak latihan perubahan posisi kali ini. Para pemain dituntut memiliki ketahanan fisik yang kuat untuk bisa melakukan strategi ini dengan baik. Kebugaran mereka benar-benar diuji dalam sistem seperti ini. Itu sebabnya mereka membutuhkan dua sesi latihan hari ini. Pagi di gym bersama Jake (pelatih fisik), dan sore di lapangan,” katanya menambahkan. Pada kesempatan yang sama, Pelatih Fisik Garuda Select, Jake Fitzsimmons, memaparkan kondisi para pemain terlihat meyakinkan. Skema pertukaran posisi membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam berlari, oleh karena itu, latihan di gym lebih difokuskan untuk pada area tubuh bagian bawah. “Para pemain memperlihatkan kerja keras yang mengagumkan pada sesi latihan kali ini. Saya sempat meminta mereka untuk menjajal sprint sebagai bentuk pemanasan,” tutur Jake Fitzsimmons. Agenda terdekat Garuda Select adalah menghadapi Bournemouth U18 pada Rabu (11/3). Menurut rencana, pertandingan akan berlangsung di markas akademi tim berjuluk The Cherries tersebut. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Bagus Kahfi Ingin Bermain Di Eropa Dan Meminta Semua Pihak Mendukungnya

Bagus mencoba melewati salah satu pemain Juventus U-17.

Bergabungnya Brylian Aldama ke salah satu agensi pemain bergengsi di Eropa membuka jalan bagi pemain lain untuk mengikuti jejak serupa. Salah satu yang berpotensi mendapatkan peluang yang sama adalah Bagus Kahfi, pemain yang berposisi penyerang di skuad Garuda Select. Sepanjang mengikuti Program Garuda Select, pemain asal Magelang itu sangat menonjol. Sejak kembali bergabung dengan Garuda Select pada akhir tahun 2019, ia bahkan telah mencetak 14 gol. Ketika ditanya soal arah kariernya ke depan oleh beberapa media yang tengah berada di Inggris yakni Bolasport, Vivanews, Bolanet, Goal, dan IDN Times, Bagus dengan mantap menjawab. “Saya 100 persen ingin berkarier di Eropa. Semua itu saya percayakan langsung kepada Dennis Wise soal ke klub mana saya akan bermain,” ucap Bagus. Hanya saja, Bagus saat ini tercatat sebagai bagian dari salah satu pemain di klub Indonesia yakni Barito Putra. Meski begitu, Bagus menyatakan bahwa ada klausul pihak klub akan mengizinkan jika ia diminati oleh klub Eropa, dan meminta semua pihak mendukungnya. “Saya punya kontrak di Barito sampai 2021, tetapi ketika berangkat untuk Garuda Select, ada klausul kalau saya ditawar oleh klub Eropa, maka Barito akan mengizinkan demi perkembangan karier saya ke depan. Semoga Barito menepati itu,” sambungnya. Tujuan dari program Garuda Select adalah mencetak pemain dengan karakter dan kualitas yang dibutuhkan untuk bermain di Eropa. Brylian Aldama menjadi contoh nyata bahwa pengembangan sepak bola usia muda yang dijalani dengan baik dan sesuai dengan tahapan yang benar, akan menghasilkan bakat menjanjikan di masa mendatang. “Semoga saja ada kesempatan menyusul Brylian. Intinya saya ingin bermain di Eropa,” tutup Bagus Kahfi. Bagus dan Brylian merupakan pemain Garuda Select angkatan pertama yang kembali dipanggil untuk mengikuti pelatihan di Inggris dan Italia pada tahun kedua ini bersama beberapa pemain lainnya. Dennis Wise selaku Direktur Teknik Garuda Select juga memanggil tiga pemain lain yakni Fajar Fathur Rahman, David Maulana, dan Risky Sudirman. Mereka bersinergi dengan pemain-pemain dari angkatan kedua dalam melakoni pertandingan melawan tim-tim dari Inggris dan Italia.

Rahasia Ketahanan Fisik Pemain Garuda Select Berusia 16 Tahun

Rafli Asrul, Pemain 16 tahun asal Enrekang, Sulawesi Selatan

Jakarta, 25 Februari 2020 – Menjalani pemusatan latihan jauh dari tanah air bukanlah perkara mudah. Terutama bagi seorang pemain muda yang baru menginjak usia 16 tahun. Berbagai tantangan, dimulai dari bahasa, budaya, hingga cuaca, menjadi pekerjaan rumah yang harus dijajaki sekaligus, demi menjadi seorang pemain berkualitas. Faktanya, itulah yang dialami seorang Rafli Asrul. Anak muda asal Enrekang, Sulawesi Selatan tersebut, merupakan salah satu pemain yang bakatnya terpantau lewat kompetisi jenjang usia muda, Elite Pro Academy. Bersama pemain-pemain lainnya, ia berangkat ke Inggris pada Oktober 2019 untuk ditempa langsung oleh dua sosok tenar di sepak bola Inggris: Dennis Wise dan Des Walker. Berbagai tantangan ternyata mampu dilewati cukup baik oleh Rafli. Beberapa waktu lalu, Mola TV merilis dirinya merupakan pemain dengan daya jelajah paling tinggi di skuad Garuda Select. Dengan kata lain, ia adalah pemain yang paling sering berlari sepanjang pertandingan. Bukan sesuatu yang mudah tentunya. Namun, performa seperti itulah yang dibutuhkan untuk menghadapi pemain-pemain berfisik apik asal daratan Inggris. Menurut Rafli pribadi, tidak sembarang pemain bisa menorehkan catatan demikian. “Kuncinya saya selalu menjaga kondisi kebugaran. Menghindari membuang waktu ke luar yang tidak perlu. Kalau sedang tidak ada latihan atau pertandingan, saya memilih beristirahat,” kata Rafli kepada Mola TV. “Pelatih meminta saya untuk terus bergerak di setiap pertandingan. Saya juga tidak menyadari bahwa ternyata saya jadi yang paling jauh jarak jelajahnya di antara pemain yang lain,” sambungnya. Dennis Wise selaku direktur teknik memang sering menekankan pentingnya kesiapan fisik. Terutama dalam menghadapi pemain-pemain asal Inggris. “Para pemain harus tetap ingat bahwa mereka sekarang berada di tempat yang pemain-pemainnya mengandalkan kekuatan fisik. Agak berbeda dengan Italia yang lebih dominan sisi tekniknya,” ucap Wise. Agenda terdekat Garuda Select adalah menghadapi Preston North End pada Selasa (25/2) di Lapangan Aspray Arena, Willenhall, Walsall, Inggris. Ini adalah tempat yang sama ketika mereka menggilas Huddersfield tiga gol tanpa balas pekan lalu. Saksikan aksi Rafli bersama Garuda Select hanya di Mola TV! Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Pemain-pemain Dengan Daya Jelajah Tinggi Di Garuda Select

Salah satu pemain yang paling aktif bergerak di setiap pertandingannya adalah Rafli Asrul

Jakarta, 23 Februari 2020 – Taktik dan strategi yang diajarkan tim pelatih kepada para pemain Garuda Select menuntut ketahanan fisik yang tinggi. Ini jelas bukan tanpa alasan, karakteristik permainan mayoritas tim-tim di Inggris, tempat mereka menimba ilmu, memang menuntut demikian. Tidak hanya sekadar kuat dalam beradu fisik, para pemain juga harus terus bergerak mengejar bola sepanjang pertandingan. Tim pelatih tidak hanya asal menuntut pemain untuk terus bergerak menjelajahi lapangan. Tapi juga memantau perkembangan setiap pekannya. Setiap pemain dibekali chip GPS pada bodi mereka di setiap pertandingan. Dari sana, bisa terlihat seberapa aktif seorang pemain bergerak. Setiap pekannya, Jake Fitzsimmons selaku pelatih fisik, mencatat data-data tersebut. Berdasarkan data yang didapat Mola TV, salah satu pemain yang paling aktif bergerak di setiap pertandingannya adalah Rafli Asrul. Sejak pertandingan pertama melawan Northampton, Oktober 2019, pemain muda milik PSM Makassar tersebut mencatatkan 132,69 km dari seluruh laga yang sudah dijalani, dengan rata-rata 16,58 km per laga. Itu merupakan catatan tertinggi di antara seluruh pemain Garuda Select. Sektor tengah memang menjadi wilayah operasi Rafli pada setiap pertandingan yang dilakoni Garuda Select. Tugas utamanya adalah sebagai penyuplai utama bola untuk lini depan yang diisi Bagus Kahfi, Arsa Ahmad, atau Alfriyanto Nico. Sambil ditopang dua gelandang dinamis lain seperti David Maulana dan Brylian Aldama. “Saya tidak memikirkan apa pun. Hanya menjalankan instruksi pelatih,” kata Rafli kepada Mola TV soal aksinya di atas lapangan. Pemain berusia 17 tahun itu juga sempat menjadi yang tersubur, sebelum predikat tersebut dipegang rekan setimnya, Bagus Kahfi. Dengan ketahanan serta daya jelajah Rafli yang mumpuni, tidak mengherankan apabila tim pelatih tidak memainkannya hanya di satu pertandingan saja, yakni ketika melawan Como. Sementara itu, di sisa laga uji coba yang lain, perannya hampir tidak tergantikan di lini tengah Garuda Select. Berikut lima besar pemain dengan jarak jelajah tertinggi di Garuda Select: 1. Muhammad Rafli Asrul Total : 132,69 km Rata-rata : 16,58 km 2. Edgard Amping Total : 121,45 km Rata-rata : 8,67 km 3. Bramdani Total : 109,1 km Rata-rata : 9,16 km 4. Fajar Fathur Rahman Total : 88,04 km Rata-rata : 9,77 km 5. Bagus Kahfi Total : 78,14 km Rata-rata : 8,68 km Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Pentingnya Komunikasi Untuk Perkuat Koordinasi Lini Belakang Garuda Select

Kakang Rudianto seorang bek Garuda Select ketika melawan Huddersfield

Jakarta, 23 Februari 2020 – Komunikasi merupakaan elemen penting yang paling sering ditekankan oleh pelatih kepada para pemain Garuda Select. Baik ketika bertahan maupun saat menyerang, koordinasi di antara para pemain merupakan kunci keberhasilan sebuah skema permainan. Pelatih Kepala Garuda Select, Des Walker, sering mengingatkan kepada para pemain untuk tetap saling berkomunikasi ketika berada di atas lapangan. “Jika para pemain tidak saling mengingatkan, skema yang diinginkan tidak akan berjalan dengan baik. Mereka harus lebih sering berteriak untuk meminta pemain di sebelahnya apa yang harus dilakukan,” katanya kepada Mola TV. Apa yang dikatakan mantan pemain Nottingham Forest tersebut benar-benar diterapkan dengan baik oleh para pemain Garuda Select. Salah satunya adalah pemain paling konsisten di lini belakang, Kakang Rudianto. Pemain asal Cianjur ini memang menjadi langganan line-up di lini belakang ketika memulai pertandingan. Bagi Kakang, komunikasi sangat penting bagi para pemain untuk tetap berada pada posisinya. Selain itu, dengan tetap saling mengingatkan, rekan-rekannya juga jadi lebih mudah dalam menjalankan transisi bermain. “Biasanya, kami saling berkoordinasi di belakang. Komando tidak harus datang dari saya, tetapi semua pemain belakang, bahkan termasuk kiper. Jadi, kami sudah tahu posisi masing-masing dan ketika ada yang keluar dari posis awai, langsung diingatkan,” kata Kakang. Setelah melakukan adaptasi selama beberapa bulan, secara perlahan tapi pasti, kemampuan para pemaindalam berkomunikasi di atas lapangan semakin membaik. Terlihat pada hasil yang diraih pada pertandingan pertama melawan Northampton, dan laga terkini menghadapi Huddersfield. “Bagi saya, permainan paling memuaskan sebagai seorang bek yaitu ketika melawan Huddersfield kemarin. Kami benar-benar fokus sepanjang pertandingan, dan semua skema berjalan dengan baik sehingga bisa terhindar dari kebobolan,” tutup pemain bernomor punggung 23 tersebut. Saksikan petualangan Garuda Select GRATIS MELALUI APLIKASI MOLA TV!

Pentingnya Program Kepelatihan Level 1 FA Bagi Skuad Garuda Select

Skuad Garuda Select

Jakarta, 21 Februari 2020 – Skuad Garuda Select angkatan kedua baru saja melakoni pertandingan melawan Huddersfield Town U18, Selasa (18/2). Dalam partai yang berlangsung di Aspray Arena, Willenhall, anak asuh Dennis Wise dan Des Walker sukses menaklukkan sang lawan dengan skor tiga gol tanpa balas. Brace Bagus Kahfi dan sepakan bebas David Maulana memastikan kemenangan tersebut. Selang beberapa hari, Garuda Select kembali mempersiapkan diri guna menyambut laga uji coba selanjutnya menghadapi Preston North End U18, Selasa mendatang. Evaluasi serta penyempurnaan taktik tentu jadi fokus utama. Namun, pembekalan bagi para pemain tidak hanya terbatas dalam hal taktik. Sebagai bekal jangka panjang, mereka diberi Program Kepelatihan Level 1 FA. Dalam program ini, seluruh pemain Garuda Select akan mendapat lisensi atau sertifikat sebagai bukti mengikuti latihan dari induk organisasi sepak bola Inggris. “Meski masih berusia rata-rata 16 tahun, mereka sudah dibekali ilmu kepelatihan langsung dari Inggris yang berguna bagi karier di masa depan,” ujar Wise, selaku Direktur Teknik Garuda Select. Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan adalah terkait pertolongan pertama dalam keadaan yang tidak diinginkan alias darurat. Di sesi tersebut, para pemain diajarkan bagaimana melakukan tindak penanganan yang tepat di saat hal-hal yang bersifat darurat semisal pingsan, tersedak, maupun cedera yang bersifat traumatik terjadi. Program pelatihan itu dirasa sangat bermanfaat oleh para pemain. Bagi mereka, mengetahui langkah-langkah penanganan situasi darurat secara tepat menjadi bekal penting untuk karier mereka. Hal itu diamini oleh salah satu peserta program pelatihan, Arsa Ahmad. “Banyak sekali hal penting yang diajarkan. Salah satunya cara menangani kondisi darurat di mana salah satu rekan terjatuh pingsan. Langkah-langkah yang dibutuhkan seperti membuka saluran pernapasannya, mengarahkan kepala menghadap ke atas, hingga mengecek detak jantungnya. Semuanya menjadi wawasan baru bagi kami,” ujar penyerang kelahiran 31 Oktober 2003 tersebut. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Bagus Kahfi Jadi Raja Gol Garuda Select

Bagus Kahfi mesin goal Garuda Select

Jakarta, 20 Februari 2020 – Torehan dua gol Amiruddin Bagus Kahfi ke gawang Huddersfield Town U18, Selasa (18/2) membawanya ke puncak daftar top skor. Total, Bagus sudah mencetak 11 gol di musim kedua bersama Garuda Select. Garuda Select tampil impresif dan mengalahkan Huddersfield Town U18 dengan skor 3-0. Satu gol lainnya dari Garuda Select dilesakkan oleh David Maulana. Menariknya, catatan 11 gol ini didapat Bagus hanya dari delapan pertandingan. Ini jelas menjadi catatan bagus bagi penggawa Timnas Indonesia U19 tersebut. “Hari ini (18/2) kami, para pemain, tampil bagus dan bisa menerapkan apa yang diperintahkan pelatih. Kami benar-benar memperbaiki beberapa hal dari pertandingan sebelumnya, termasuk bisa melewati pertandingan tanpa kebobolan,” ucap Bagus. Bagus akan kembali menjadi andalan tim asuhan Dennis Wise dan Des Walker di pertandingan selanjutnya. Garuda Select akan menghadapi Preston North End U18 pada tanggal 25 Februari. Seluruh aksi Bagus bersama Garuda Select dapat disaksikan hanya di Mola TV! Daftar Pencetak Gol Garuda Select: 11 Gol – Bagus Kahfi 9 Gol – Rafli Asrul 7 Gol – Alfriyanto Nico 5 Gol – Arsa Ahmad 2 Gol – David Maulana 1 Gol – Subhan Fajri, Ardi Ardiana, Brylian Aldama, Ferdiansyah Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Kiat Danny Holmes Untuk Garuda Select Dalam Berduel Melawan Pemain Bertubuh Besar

Asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

Jakarta, 16 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua kini tengah dalam persiapan menjelang laga uji coba ketiga mereka pascakembali ke Inggris. Usai melewati laga sengit kontra QPR U18 (4/2) dan Sheffield United U18 (12/2), armada Dennis Wise dan Des Walker akan menghadapi Huddersfield Town U18, Selasa (18/2), pukul 20:00 WIB. Dalam persiapan kali ini, tim pelatih melakukan evaluasi khusus terkait dua pertandingan terakhir di mana Rafli Asrul dan kawan-kawan kembali dihadapkan dengan tim U18 setelah sebelumnya di Italia, berhadapan dengan tim U17. Satu hal yang menjadi fokus adalah terkait duel menghadapi pemain dengan postur lebih besar. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Menghadapi pemain yang bukan hanya secara postur lebih besar, namun dari segi usia dan pengalaman lebih matang, Holmes memberikan kiat khusus bagaimana berduel melawan mereka di atas lapangan. “Kami (tim pelatih) selalu menekankan kepada pemain agar jangan lembek saat menghadapi tim-tim yang secara nama maupun postur lebih besar. Kami terkadang memberi waktu dan ruang gerak yang cukup leluasa untuk mereka. Bahkan di beberapa kesempatan, para pemain cenderung menghindari kontak fisik. Mindset itulah yang kami ubah,” ujar Holmes kepada Mola TV. Holmes menambahkan bahwa faktor yang menjadi kunci dalam berduel melawan pemain yang memiliki postur lebih besar adalah keberanian. “Berani menyundul di udara, beradu tekel, hingga melakukan kontak fisik lainnya adalah cara ampuh untuk membangun kepercayaan diri. Jika terbiasa bersikap berani, para pemain akan lebih percaya diri di lapangan dan peluang memenangi duel akan meningkat,” tungkasnya. Terkait duel versus lawan, Holmes juga memberi instruksi khusus bagi trio lini tengah yakni Rafli, David Maulana, dan Brylian Aldama. Ketiganya menurut Holmes memegang peranan pada sektor terpenting di lapangan. “Poros lini tengah juga wajib memberanikan diri untuk meladeni pergerakan lawan. Sektor tengah adalah sektor terbaik lawan sejauh ini. Jadi, kita tak boleh terpana dengan lawan, melainkan harus kerja lebih keras guna memenangi duel di lini tersebut,” tutup Holmes. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Respek dan Kelola Emosi, Pelajaran Berharga Dari Laga Kontra Sheffield United U18

Brylian Aldama saat berhadapan dengan saah satu pemain Sheffield United U18

Jakarta, 14 Februari 2020 – Garuda Select kembali melakoni laga sengit di Inggris tatkala berjumpa Sheffield United U18, Rabu (12/2). Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, berakhir dengan kemenangan tipis 2-3 untuk sang lawan. Pertandingan itu sendiri berjalan cukup seimbang lantaran kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan membuat peluang di depan gawang lawan. Gol demi gol yang tercipta pun mayoritas berjarak kurang dari lima menit. Namun, satu insiden sempat mengawali babak kedua, tepat sebelum Garuda Select dan Sheffield United U18 saling berbalas gol. Di menit ke-51, Brylian Aldama sempat terlibat kontak fisik dengan salah seorang pemain lawan, Connor Blunt. Intensitas benturan yang cukup tinggi konon memancing keributan antar kedua pemain, yang kemudian melibatkan anggota tim dari kedua kubu. Panasnya tensi yang terjadi saat itu berujung hadiah kartu merah untuk Brylian dan Blunt. Insiden tersebut sontak jadi pelajaran tersendiri bagi skuad asuhan Dennis Wise dan Des Walker. Melawan pemain yang dari sisi usia dan pengalaman lebih matang, Garuda Select tetap mampu tampil apik dan memberi perlawanan hingga mengimbangi lawan dari perspektif permainan. Namun, tambahan pelajaran penting yang didapat kali ini adalah dalam hal respek dan manajemen emosi. Sebagai sebuah tim, wajar jika para pemain secara spontan membela Brylian. Yang patut dihindari adalah meluapkan emosi dengan cara yang salah. Dari insiden di pertandingan tersebut, Kakang Rudianto dan pemain lainnya bisa belajar bagaimana untuk tetap mengendalikan emosi agar mampu menjaga sikap. Dan yang tak kalah penting, tetap menaruh rasa hormat alias respek pada lawan dan pengadil di lapangan. Hal itu diakui Kakang, yang dalam insiden tersebut tampak mengambil peran cukup besar. Bek asal Cianjur itu mengaku banyak belajar soal respek pada lawan dan mencoba untuk menahan diri dari tindakan tidak terpuji di atas lapangan. “Saya tidak pernah punya niat untuk bertindak kasar pada lawan. Pada kenyataannya, saya tidak melakukannya. Pertandingan secara umum berlangsung terbuka. Kami saling support selama pertandingan. Semoga kami bisa memperbaiki penampilan di pertandingan selanjutnya,” ujar Kakang kepada Mola TV. Hal positif juga dilontarkan pelatih Sheffield United U18, Derek Geary, khususnya terkait respek. Melalui komentarnya, ia memberikan teladan bagaimana menaruh rasa hormat pada lawan. “Kredit untuk Garuda Select karena mereka mampu memberi tekanan bagi kami, terutama di babak kedua. Pertandingan secara keseluruhan berlangsung kompetitif. Saya melihat banyak kualitas di tim Garuda Select. Semoga kita bisa bertanding lagi suatu saat nanti,” tutur Geary. Selain perihal teknis, sejatinya banyak hal yang bisa dipelajari para pemain selama mengikuti rangkaian program dan pertandingan, termasuk soal respek dan manajemen emosi. Di sisa bulan Februari ini, Kakang dan kawan-kawan akan menghadapi dua laga uji coba yakni menghadapi Huddersfield U18 (18/2) dan Preston North End U18 (25/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Vidya Rafika, Penembak 18 Tahun Pertama Indonesia Yang Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Vidya Rafika, Penembak 18 tahun yang lolos Olimpiade Tokyo 2020

Cabang olahraga menembak Indonesia memang membuat kejutan pada SEA Games 2019 Filipina karena mampu mengukir prestasi luar biasa. Setidaknya jika dibandingkan dengan kejuaraan yang sama sebelumnya yang hanya meraih satu medali emas. Target tiga emas yang dicanangkan oleh PB Perbakin maupun pemerintah dilewati dengan mudah bahkan hanya dalam dua hari. Padahal menembak merupakan cabang olahraga yang banyak memperebutkan medali emas. Emas pertama Vidya Rafika didapat dari nomor 10 M Air Rifle Women. Nomor ini adalah spesialisasi atlet yang akrab dipanggil Vika itu dan yang membawanya ke Olimpiade 2020 Tokyo Jepang setelah bersinar pada kejuaraan Asian Shooting Championships Qatar 2019. Gadis belia kelahiran Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 ini telah mengukir sejarah sebagai atlet menembak pertama Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 melalui babak kualifikasi. Dia meraih tiket ke Tokyo pada Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. “Semoga hasilnya di Olimpiade akan memuaskan untuk Indonesia,” katanya seperti dikutip antara. Atlet muda yang menekuni menembak sejak kelas tiga SD memang menjadi andalan Indonesia di SEA Games 2019. Emas di cabang olahraga ini sering terganjal dari sang rival terutama dari atlet-atlet Singapura, Vietnam bahkan Filipina. Emas SEA Games 2019 dari Vika di nomor 10 M Air Rifle Women membuka optimisme melebihi target medali cabang menembak, dan itu benar. Atlet kelahiran Depok, 27 Mei 2001, kembali menorehkan prestasi dengan meraih emas dari nomor 10 M Air Rifle Mix berpasangan dengan Fatur Gustafian. Bio Data Nama : Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Panggilan : Vika Lahir : Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi : – SEA Games 2019 Filipina ( satu emas Air Rifle Women, satu emas Air Rifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) – SEASA 2019, Indonesia (dua emas) – Asian Games 2018 – SEASA 2017, Malaysia (satu perak, 1 perunggu)

Jelang Hadapi Sheffield, Duet Bagus-Rafli Semakin Padu

Bagus-Rafli semakin padu di Garuda Select

Jakarta, 9 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua tengah dalam persiapan menghadapi laga uji coba berikutnya setelah sebelumnya meladeni jamuan tuan rumah QPR U18, Selasa (4/2). Pertandingan pertama pasca kembali ke Inggris itu diwarnai hujan gol dengan skor 8-5 untuk QPR. Meski takluk dari sisi skor, Garuda Select berhasil memberi perlawanan sengit dan menorehkan lima gol lewat permainan apik. Dua nama yang paling menonjol di laga itu adalah Bagus Kahfi dan Rafli Asrul. Keduanya terlibat dalam seluruh gol yang diciptakan anak asuh Dennis Wise dan Des Walker. Bagus mencatat sejarah dengan menjadi pemain Garuda Select pertama di season kali ini yang sukses mencatatkan quat-trick alias empat gol dalam satu pertandingan. Ketajaman striker kelahiran 16 Januari 2002 itu tengah memuncak. Dalam tujuh laga uji coba terakhir, Bagus hanya absen mencetak gol di dua laga. Sementara itu sang kompatriot, Rafli, juga tak kalah mentereng. Sumbangsih satu gol dan dua assist juga menjadikannya salah satu protagonis dalam laga tersebut. Selain urusan mencetak gol, pemain milik PSM Makassar U16 itu juga membuktikan kepiawaiannya dalam hal memberi assist. Kedua pemain kini menduduki posisi puncak daftar pencetak gol Garuda Select. Namun, mereka enggan memuji diri sendiri dan lebih mengedepankan tim. “Performa saya tidak lepas dari usaha tim secara keseluruhan. Berkat mereka, saya mampu mencetak empat gol. Kita kerja keras dan berjuang bersama,” ujar Bagus kepada Mola TV. Menyambut laga uji coba selanjutnya, Bagus juga menyebut targetnya untuk mempertahankan penampilan apik seperti yang dipertontonkan di laga terakhir. “Lawan Sheffield nanti, kami ingin menerapkan permainan kami seperti di babak kedua ketika menghadapi QPR,” tambah saudara kembar Bagas Kaffa itu. Dalam tiga hari mendatang, Garuda Select akan menghadapi lawan berikutnya, yakni Sheffield United U18. Pertandingan rencananya akan digelar di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Potensi Pemain Garuda Select Berkarier Di Eropa, Bagus Inginkan Akhir Manis Di Italia

Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri

Jakarta, 24 Januari 2020 – Garuda Select angkatan kedua telah melengkapi tiga dari empat laga uji coba yang dijadwalkan di Italia. Hasil yang diraih yakni menang telak atas Torino U17 (dengan skor 3-0), kalah tipis melawan Juventus U17 (1-2), serta kejar-mengejar angka dalam pertandingan sengit kontra Internazionale U17 (2-3). Menanggapi hasil yang didapat selama beberapa uji coba terakhir, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, mengaku puas melihat perkembangan setiap pemain secara umum. Meski mengalami dua kekalahan, eks pemain Chelsea itu melihat banyak kemajuan baik dari segi pemahaman taktik, hingga koordinasi di lapangan. Bahkan, sejak awal Wise sudah melihat potensi dan bakat anak didiknya. Ia pun tak ragu memberi jawaban positif ketika diberi pertanyaan terkait potensi skuadnya berkarier di klub Eropa. “Beberapa pemain punya bakat yang cukup untuk bermain di Eropa. Memang tidak semua. Namun beberapa dari mereka, saya yakin masih bisa dipoles menjadi lebih baik lagi. Kalau soal main di Eropa, memang itu tujuan kami,” ujar Wise dalam sesi Q&A di akun media sosial Garuda Select (@programgarudaselect). “Pemain-pemain seperti Bagus (Kahfi), Brylian (Aldama), Rafli (Asrul), dan David (Maulana), sejauh ini punya standar bagus. Indonesia punya banyak bakat hebat. Masalahnya hanya beberapa pemain yang kami ambil di sini. Saya rasa kita harus menemukan bakat-bakat lain di daerah terpencil. Jadi, masih ada kesempatan lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk belajar sepak bola,” tambahnya. Anak asuh Wise dan Des Walker kini tengah dalam persiapan menyambut laga keempat menghadapi Como U17. Pertandingan yang rencananya akan berlangsung di SNEF Lambrone Sport Center, Senin (27/1), akan menjadi laga penutup di Negeri Pizza. Penyerang Garuda Select, Bagus Kahfi, masih belum menyerah untuk kembali meraih hasil positif dalam agenda tur Italia di awal tahun ini. Agenda terdekat tim yang diarsiteki Dennis Wise selaku direktur teknik dan Des Walker sebagai pelatih kepala itu adalah menghadapi Como U17 di SNEF Lambrone Sport Center, Como pada Senin (27/1) waktu setempat. Bagus tidak asal pasang target. Catatan pribadinya memang menunjukkan demikian karena sepanjang tiga pertandingan ia lakoni di selama Italia, tiga gol berhasil dicetaknya. Mulai dari melawan Torino U17, Juventus U17, dan Internazionale U17. Dengan performa yang sedang meningkat, bukan tidak mungkin pemain kelahiran Magelang tersebut bisa menutup perjalanannya di Negeri Pizza dengan mencetak setidaknya satu gol lagi. Meski demikian, Bagus tetap menunggu keputusan pelatih soal pemain yang akan diturunkan. “Pertandingan melawan Como itu laga terakhir di Italia. Semoga kami bisa meraih kemenangan. Siapa pun yang akan tampil nantinya, semoga tetap bisa mengerahkan kemampuan 100 persen,” ucapnya kepada Mola TV. Kabar menggembirakan datang dari Bagus di awal tahun ini. Bersama Brylian Aldama, ia dipercaya untuk menjalani latihan dengan tim utama Como beberapa waktu lalu. Menurutnya, kesempatan itu membuatnya optimistis menatap laga-laga selanjutanya bersama skuad Garuda Select. “Senang dan bangga sempat berlatih bersama tim senior Como, bagi kami tentu hal ini menambah kepercayaan,” tuturnya lagi. Como tidak bisa dipandang remeh. Meski namanya tidak sementereng Juventus atau Inter, mereka pernah memproduksi pemain-pemain top Italia, bahkan dunia. Salah satunya ada Gianluca Zambrotta yang namanya berkibar di Juventus, Barcelona, dan AC Milan. Bahkan meraih trofi Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Selain itu masih ada Marco Tardelli, pemain timnas Italia di era 70 dan 80-an yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia pada 1982. Agenda pertandingan menghadapi Como U17 merupakan yang terakhir di Italia. Garuda Select akan kembali ke Inggris pada Selasa (28/1) atau tepat satu hari setelah laga. Jadwal selanjutnya adalah menghadapi Queens Park Ranger pada Selasa (4/2) yang sejauh ini direncanakan berlangsung di Queens Park Rangers FC Training Ground. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Tunjukkan Grafik Meningkat Di Laga Melawan Internazionale U-17

Bagus kahfi kehilangan fokus saat menghadapi 3 pemain inter U-17

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select masih belum meraih kemenangan ketika bertandang ke markas Internazionale U-17 di Sunning Development Center, Milan pada Rabu (22/1). Meski demikian, tim racikan Dennis Wise dan Des Walker terlihat memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya melawan Juventus. Lengkapnya poros lini tengah David Maulana, Rafli Asrul, dan Brylian Aldama secara tidak langsung membuat transisi permainan Garuda Select kembali seimbang. Pada laga sebelumnya melawan Juventus, Brylian harus absen sehingga agak sedikit mengubah keseimbangan di sektor tengah. Garuda Select sempat lengah mengantisipasi pergerakan Gabriele Menegatti ketika laga baru bergulir delapan menit. Akibatnya, pemain bernomor punggung tujuh tersebut mampu mengoyak jala Yogi Hermawan. Namun, setelah itu, Garuda Select dengan cepat kembali menguasai ritme permainan. Kran gol Bagus Kahfi sejak berada di Italia belum terhenti. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-35. Empat menit berselang, giliran Ferdiansyah yang membalikkan kedudukan sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Babak kedua dimulai, Inter langsung melancarkan serangan cepat yang membuat barisan belakang Garuda Select hilang konsentrasi. Tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan lewat Tommaso Clerici, dua menit paruh kedua berjalan. Inter kembali unggul 3-2 berkat gol Andrea Cappadonna hingga pertandingan selesai. Setelah pertandingan, salah satu pencetak gol Garuda Select, Bagus Kahfi, menuturkan timnya sudah bekerja maksimal. Selain itu, pertahanan Inter cukup stabil meski berkali-kali digempur sepanjang pertandingan. “Bek mereka bermain lebih disiplin. Kami cukup kesulitan meski mampu mencetak dua gol. Itulah sepak bola, tidak ada yang tahu hasil akhir akan seperti apa. Kami mampu mengimbangi, tetapi mereka tetap unggul hari ini,” papar Bagus. Garuda Select harus segera memulihkan kebugaran. Lima hari mendatang, Bagus Kahfi dkk. sudah ditunggu Como U-17 di Lapangan SNEF Lambrone Sport Center pada Senin, 27 Januari 2020.

Garuda Select Sudah Kantongi Kekuatan Inter U-17

Bagus Kahfi melakukan tendangan saat melawan Inter U-17.

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select meraih dua hasil berbeda dari dua laga selama rangkaian tur Italia di awal tahun ini. Sempat menang besar kala menghadapi Torino, Bagus Kahfi dkk. menyerah 1-2 karena tendangan penalti saat melawan Juventus. Malam nanti, Garuda Select akan kembali menyambangi markas tim Italia lainnya. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Internazionale U-17. Evaluasi sudah barang tentu dilakukan oleh seluruh jajaran tim, mulai dari pemain hingga pelatih. Grafik permainan yang perlahan tapi pasti meningkat tentu harus dibarengi dengan hasil maksimal pula. Tim pelatih memastikan sudah mengantongi kekuatan Inter yang harus diwasapdai oleh para pemain. “Agak berbeda dengan Juventus, pemain Inter lebih menggunakan pendekatan fisik. Mereka juga lebih cenderung memperagakan umpan langsung ke depan dan lebih berani dalam berduel. Tentu para pemain harus siap,” kata Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Secara keseluruhan, Garuda Select tidak bermain buruk saat menghadapi Juventus. Beberapa kali pergerakan dengan atau tanpa bola Bagus Kahfi dkk. terlihat merepotkan barisan bertahan tim lawan. Tuan rumah bahkan membutuhkan dua kali hadiah penalti untuk meraih kemenangan. Meski demikian, kekalahan dari Juventus memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pemain Garuda Select. Danny berharap para pemain bisa berkaca dari pertandingan melawan Juve, untuk tampil maksimal kala menghadapi Inter. “Kami sudah mengantisipasi beberapa hal untuk pertandingan melawan Inter. Semoga kami tidak mudah kehilangan bola seperti pertandingan sebelumnya dan mendapatkan hasil yang diinginkan,” ucap Holmes. Dua pemain Garuda Select, Bagus Kahfi dan Fajar Fathurrahman, juga sudah melupakan hasil melawan Juventus. Saat ini, fokus mereka hanya tertuju untuk Inter. “Pertandingan melawan Inter kami harus fokus dan konsentrasi. Kami siap belajar banyak di pertandingan nanti,” kata Bagus. “Inter U-17 saat ini berada di peringkat pertama liga. Kemampuan teknik mereka mungkin sama dengan Juventus, tapi secara taktik dan mental bisa jadi lebih baik,” Fajar menambahkan. Pertandingan melawan Inter U-17 akan berlangsung di Sunning Youth Development Center, Milan, pada Rabu (22/1) malam. Laga nanti akan disiarkan langsung oleh Mola TV pukul 21:00 WIB. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Para Pemain Alami Banyak Perkembangan Sejak Gabung Garuda Select

Edgard Amping dan Arsa Ahmad bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia.

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select sudah berlatih sekitar empat bulan. Para pemain merasakan banyak perkembangan selama mengikuti program yang dilatih duet Des Walker dan Dennis Wise ini. Pemain belakang Garuda Select, Edgard Amping bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia. Ia jadi merasakan pengalaman menghadapi lawan dengan teknik bagus seperti tim Italia dan lawan yang mengandalkan fisik layaknya tim Inggris. “Kalau soal perkembangan selama empat bulan cukup banyak. Mulai dari teknik, visi bermain, kerja sama tim, dan komunikasi,” ucap Edgard. Sementara Arsa Ahmad merasakan perkembangan dari sisi fisik. Ini merupakan faktor penting bagi setiap pemain untuk bermain konstan selama 90 menit. “Yang paling penting sih perkembangan fisik karena kami di sini ditempa fisik. Setiap tiga kali seminggu kami latihan gim,” ujar Arsa. Skuad Garuda Select terdekat akan menghadapi Inter Milan. Laga ini dijadwalkan pada tanggal 22 Januari. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Demi Kompetisi EPA 2020, Klub Liga 1 dan PSSI Tidak Menghargai SSB, DIKLAT SB & AKADEMI SB.

PSSI

Menjelang bergulirnya Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 PSSI U-16. U-18, dan U-20 tahun 2020, kini banyak beredar iklan lewat media sosial tentang seleksi terbuka yang dilakukan oleh berbagai klub Liga 1 PSSI. Yang lebih memprihatinkan adalah, iklan-iklan tersebut ditujukan untuk mencari pemain dari berbagai daerah, untuk di ambil sebagai pemain klub bersangkutan, dengan cara registrasi secara online. Iklan pun di share terbuka melalui instagram dan medsos lain secara resmi oleh klub-klub pencari pemain. Luar biasanya setiap pemain yang akan ikut seleksi terbuka, dipungut biaya. Ada yang dalam iklan menyampaikan pemain asal daerah dari klub berdomisili gratis, namun pemain dari luar daerah membayar. Ada yang memungut biaya tiga ratus ribu rupiah, ada yang memungut biaya dua ratus ribu rupiah per pemain. Namun, panitia seleksi dari klub-klub tersebut juga secara resmi mengumumkan bahwa seleksi dibatasi hingga ratusan pemain. Ini cara-cara tak “sopan” klub liga 1, mencari pemain gratisan, juga mencari “recehan” dari orangtua pemain. Sungguh memalukan. Lalu, siapa sasaran pemain seleksi yang diincar para klub Liga 1 tersebut? Jelas anak-anak yang selama ini sudah dibina oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Akademi Sepak Bola (ASB) atau Diklat Sepak Bola (DSB) yang sudah terlebih dahulu menjadi pembina secara resmi. Cara-cara yang kini dilakukan oleh klub-klub Liga 1 demi memiliki pemain untuk kompetisi EPA U-16, U-18, dan U-20 secara gratisan, tanpa membina pemain, bahkan saat melakukan seleksi terbuka juga memungut biaya, sungguh menciderai sportivitas pembinaan sepak bola akar rumput (usia dini dan muda). Dari regulasi PSSI sendiri, klub-klub peserta Liga 1, wajib memenuhi syarat bahwa pemain EPA setiap klub wajib menjadi pemilik klub, dan saat merekrut pemain dengan seleksi terbuka atau tak terbuka, pemain dari SSB atau ASB atau DSB yang terpilih harus minta Surar Keluar dari SSB atau ASB atau DSB bersangkutan. Memang tidak semua klub liga 1 melakukan cara-cara “picik” merekrut pemain tanpa membina, ada juga Klub liga 1 yang memang sudah memiliki pemain binaan sendiri.