Rekor, Sejarah, dan Dominasi Baru di Indonesia Arena

Final DBL Jakarta 2025 di Indonesia Arena

Gelaran Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta kembali menjadi panggung lahirnya sejarah baru. Indonesia Arena, venue indoor terbesar kebanggaan Tanah Air kembali menjadi saksi bagaimana basket pelajar Jakarta terus berkembang, melahirkan cerita besar, dan memantik ambisi baru dari generasi muda. Tak hanya soal siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga tentang banyaknya rekor dan capaian bersejarah yang tercipta di dalamnya. Mulai dari konsistensi sekolah-sekolah unggulan, kembalinya tradisi juara, hingga gebrakan tim yang akhirnya mampu mematahkan dominasi lawan. Inilah rangkuman rekor-rekor bersejarah yang lahir di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta di Indonesia Arena. 1. SMAN 70 Jakarta Jadi Sekolah Pertama yang “Double Final” di Indonesia Arena SMAN 70 Jakarta membuktikan kelasnya sebagai sekolah unggulan di dua dunia, basket dan dance. Musim ini, mereka menjadi sekolah pertama yang kompak mengirimkan tim basket dan tim dance-nya ke partai final di Indonesia Arena. Sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa kultur kompetitif SMAN 70 Jakarta (Bulungan) bukan hanya soal gelar, tetapi juga bagaimana usaha mereka untuk bisa mencapai ke panggung tertinggi. Namun, akhir cerita pahit justru dialami oleh skuad basket putri Bulungan. Mereka gagal menjemput gelar juara kelima beruntun di DBL Jakarta 2025 atau quintuple. Dan terhenti sebagai runner up. Beruntung, tim dance SMAN 70 Jakarta (Bulungan Dance Crew) berhasil memetik sejarah baru dan meraih Third Place Azarine DBL Dance Competition 2025 Jakarta. 2. Srikandi Jubilee Pecahkan Kutukan, Hentikan Dominasi Bulungan Empat musim menembus final, tiga musim berakhir sebagai runner up. Hasil ini terus menghantui skuad putri SMA Jubilee Jakarta sejak debutnya di DBL Jakarta 2022. Namun, penantian akhirnya terbayar tuntas. SMA Jubilee Jakarta akhirnya tercatat sebagai juara DBL Jakarta 2025 pasca menekuk SMAN 70 Jakarta lewat duel ketat yang berlanjut ke babak overtime dengan skor akhir 36-32. Gelar ini menandai titik balik besar, di mana hegemoni empat gelar beruntun dari Bulungan resmi berhenti di tangan Jubilee. 3. Rekor Baru Penonton Olahraga di Lapangan Indoor Catatan sejarah lain juga terukir dari tribun. Final musim ini mencatat 15.729 penonton, menjadi rekor tertinggi pertandingan olahraga indoor pada gelaran DBL Jakarta. Dukungan luar biasa itu mengubah atmosfer final menjadi sebuah pertunjukan megah setara dengan laga profesional. Padahal, mereka adalah pelajar SMA yang bermain dengan mimpi besar. 4. Buksi Penyandang Gelar Juara Terbanyak DBL Jakarta Di sektor putra, SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi) makin menancapkan dominasinya. Kemenangan atas SMA Jubilee Jakarta di DBL Jakarta 2025 menambah koleksi gelar mereka menjadi 7 trofi juara dari 10 final dalam 13 musim penyelenggaraan DBL Jakarta. Mereka hanya absen dari partai final pada 2012, 2016, dan 2017. Dinasti Buksi? Hal ini menjadi bukti bahwa dinasti Buksi tak lekang oleh waktu. 5. Putra dan Putri Jubilee Tak Pernah Absen dari Indonesia Arena Tak hanya putrinya yang pecah kutukan, pasukan Jubilee juga mencatatkan konsistensi luar biasa. Mereka menjadi satu-satunya sekolah yang selalu mengirimkan tim putra dan putrinya ke Final DBL Jakarta di Indonesia Arena dalam tiga musim terakhir. Konsistensi yang membuktikan program pembinaan mereka terus berkembang ke arah yang tepat. Sekalipun Jubilee belum pernah kompak meraih gelar juara atau kawin gelar. Mengingat, tim putri SMA Jubilee Jakarta berhasil keluar sebagai juara baru DBL Jakarta 2025. Namun, skuad putra Jubilee justru terhenti sebagai runner up. Sumber: DBL

Final DBL Jakarta 2025 Kembali Pecahkan Rekor

Full House Indonesia Arena - Final DBL Jakarta 2025

Gelaran Honda DBL with Kopi Good Day kembali membuktikan diri sebagai kompetisi basket pelajar yang paling dinanti di Indonesia. Untuk ketiga kalinya beruntun, partai puncak musim DBL Jakarta digelar di Indonesia Arena, venue indoor terbesar kebanggaan Tanah Air, dan setiap tahunnya antusiasme penonton terus meningkat. Ketika pertama kali dilaksanakan di venue megah tersebut, jumlah penontonnya mencapai 12.107 orang. Tahun berikutnya bertambah menjadi 14.517 penonton. Dan puncaknya, final musim ini yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, sukses memecahkan rekor baru dengan 15.729 penonton memenuhi kursi arena. Angka itu terasa luar biasa jika mengingat yang bertanding adalah pelajar SMA. Bahkan kedua partai puncaknya mempertemukan sekolah yang sama seperti empat musim ke belakang. SMAN 70 Jakarta dan SMA Jubilee Jakarta kembali berjumpa di sektor putri, sementara SMA Jubilee Jakarta dan SMA Bukit Sion Jakarta bersaing memperebutkan takhta sektor putra. CEO sekaligus Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih atas dukungan yang membuat rekor ini kembali tercipta. “Kami berusaha menyelenggarakan ini sebaik mungkin, sekonsisten mungkin, kita selalu berusaha belajar dari tahun sebelumnya. Tim kami selalu bekerja keras, karena kami tahu ini impian banyak anak-anak Indonesia untuk bisa main di DBL, khususnya di Jakarta,” ujarnya. Tahun ini, atmosfer penonton semakin meriah berkat hadirnya pertunjukan musik sebagai bagian dari rangkaian Final Party. Konsep baru ini menghadirkan area khusus konser di dalam venue dengan tajuk “Sekalian Konser”. Kombinasi panasnya laga basket dan hiburan musik terbukti menjadi magnet kuat bagi puluhan ribu pasang mata. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.

Sejarah Tercipta, Buksi Juara Dua Musim Beruntun di Indonesia Arena

Tim Basket Putra SMA Bukit Sion

Raja Honda DBL with Kopi Good Day 2025 DBL Jakarta masih punya Buksi. Kepastian ini didapat setelah tim basket putra SMA Bukit Sion Jakarta mengalahkan SMA Jubilee Jakarta di partai final. Buksi menang dengan skor 60-52. Laga final DBL Jakarta 2025 berlangsung pada Jumat, 21 November 2025. Kemenangan Buksi atas Jubilee begitu spesial. Belum pernah ada tim putra yang sukses dua kali juara beruntun di Indonesia Arena. Sejak tepis mula Buksi langsung melesat. Keinginan mereka untuk menjaga legasi begitu besar. Di kuarter pertama, Buksi sempat melaju delapan poin tanpa balas. Bahkan skuad asuhan Ricky Lesmana menutup paruh pertama dengan keunggulan 13 poin (38-25). Jubilee bukan tanpa perlawanan. Tertinggal dua digit angka hingga kuarter ketiga, Jubilee mengejar di kuarter akhir. Margin skor berhasil dipangkas pelan-pelan oleh Benjamin Hernusi dan kawan-kawan. Ketika kuarter akhir tersisa tiga menit, Buksi hanya unggul empat angka saja dari Jubilee (55-51). Sayang, setelahnya Jubilee tak kunjung menemukan momentum untuk berbalik unggul. Tembakan dua angka Efrael Yerusyalom ketika kuarter akhir tersisa satu menit mempertegas mentalitas Buksi untuk mempertahankan takhta mereka. Efrael Yerusyalom bersinar lagi di partai final. Bermain selama 30 menit, Efrael mengantongi 17 poin plus 4 steal. Efrael berhasil menggantikan peran Riovaldo Renjiro yang menepi karena cedera di kuarter pertama. Bersinarnya Efrael di laga final sudah kami prediksi. Sang pelatih, Ricky Lesmana, memang sengaja mempersiapkan Efrael untuk laga pamungkas. Bala Bantuan juga datang dari salah satu ruki Buksi. Berangkat dari bangku cadangan Mohammad Alkaysan Aldirono mencetak dobel-dobel 11 poin plus 10 rebound. Pada tubuh Jubilee, Benjamin Hernusi menjadi pencetak angka terbanyak dengan catatan 17 poin dan 6 steal. Di belakangnya ada Chimaobi Nzekwue yang mencetak dobel-dobel 14 poin dan 17 rebound. Kemenangan ini membuat rekor pertemuan Buksi dan Jubilee seimbang (2-2). Namun, akhirnya Buksi mengalahkan Jubilee dua kali di Indonesia Arena sekaligus mengunci back-to-back Champion. Gelar ini menjadi yang ketujuh kalinya sepanjang sejarah mereka.

SMA Jubilee Juara Baru DBL Jakarta

SMA Jubilee Juara DBL Jakarta 2025 Putri

SMA Jubilee akhirnya mengukir tinta emas perjalanan mereka di kompetisi DBL. Setelah tiga musim sebelumnya selalu datang ke partai puncak dan selalu pulang dengan kekalahan, akhirnya Jubilee menemukan akhir yang berbeda. Mereka berhasil mematahkan hegemoni SMAN 70 Jakarta (Bulungan), sang juara bertahan yang sedang mengejar gelar kelima beruntun. Kemenangan itu bahkan diraih lewat jalan yang tidak mudah. Pertarungan super dramatis harus melalui babak overtime, dan akhirnya Jubilee menang 36-32 pada Jumat, 21 November 2025 di Indonesia Arena. Drama ke babak tambahan waktu ini bukan pertama kali terjadi di final sektor putri DBL Jakarta. Terakhir kali muncul momen serupa adalah tahun 2016, ketika SMAN 3 Jakarta menumbangkan SMAN 34 Jakarta dengan skor 43-38. Setelah sembilan tahun, penonton kembali dibuat menahan napas hingga detik terakhir. Dan kini, panggung megah Indonesia Arena menjadi saksi jatuhnya takhta sang juara bertahan. Sejatinya, Bulungan sempat selalu unggul di paruh pertama. Namun margin itu tidak pernah aman, akhir kuarter tidak pernah lebih dari dua poin. Bahkan margin terjauh hanya menyentuh enam angka (19-13) di pertengahan kuarter kedua. Jubilee yang datang dengan trauma akan kekalahan di tiga final sebelumnya, justru menjadikannya motivasi. Paruh kedua, segalanya berubah. Jubilee menutup kuarter ketiga dengan skor 23-23, lalu kembali menyamakan keadaan 29-29 hingga waktu habis. Tripoin dari Billie Eva Pandora di sisa dua menit, seolah menyelamatkan Jubilee dan membawa pertandingan ke babak tambahan waktu. Di babak tambahan waktu itu, Billie Eve, rookie Jubilee yang juga melepaskan tripoin buzzer beater di akhir kuarter kedua itu membuka poin lewat lay up. Momentum itu tidak pernah mereka lepaskan lagi. Bulungan memang terus mengejar, tapi Jubilee seolah sudah menemukan ritme pertandingan. Membuka jalan menuju lahirnya sejarah baru. Usai mengangkat trofi, Tasya membagikan apa yang ia rasakan selama 40 menit lebih perjuangan yang seolah tak berakhir itu. “Aku sih nggak terlalu mikirin poin atau enggaknya, yang penting enjoy, nggak usah mikirin sekitar. Fokus, karena tujuannya menang, menang, dan menang aja,” ucapnya tegas. Tak bisa dipungkiri, rasa takut kalah sempat muncul. Tapi ia dan rekan-rekannya sepakat tidak boleh menyerah sebelum buzzer berbunyi. “Kita sempat down, tapi tetap percaya satu sama lain, percaya sama coach, percaya sama pola yang dikasih coach. Dan akhirnya terbukti (menang).” Ketika overtime tiba, Tasya sama sekali tidak terkejut. “Udah predict bakal overtime. Soalnya dari tahun lalu juga kalau ketemu (SMAN) 70, entah kenapa begini terus. Jadi ya udah, kita siapin aja sekalian,” tuturnya sambil tersenyum lega. Kini, ia bisa menutup karier SMA-nya dengan kepala tegak. “Rasanya lega. Campur aduk. Sedih karena nggak bisa (juara) bareng kakak-kakak yang sebelumnya. Tapi kita mau melanjutkan mimpi mereka. Yang penting, sekarang nama Jubilee makin diketahui semua orang.” Malam itu, Jubilee bukan sekadar mengakhiri kutukan tiga musim runner-up. Mereka meneguhkan bahwa tidak ada kerja keras yang sia-sia. “Kutukan itu nggak ada. Buat kami, ini cuma soal timing. Tahun lalu belum waktunya, dan tahun ini akhirnya kita buktiin.”

Timnas basket 3×3 putri U17 Indonesia juara SEABA Cup 2025

Timnas 3×3 U17 Putri

Timnas basket 3×3 U17 putri Indonesia menjadi juara kompetisi usia muda SEABA U17 3×3 Cup Singapura 2025 setelah mengalahkan Thailand di laga final, Minggu. Indonesia, yang diperkuat, Kayla Imani, Kamila Islami, Joanne Giovanni, dan Kadek Winda, menaklukkan Thailand dengan skor 17-15 di final. Pertandingan ini dimainkan setelah mereka mengalahkan tuan rumah Singapura pada semifinal, dengan skor 18-17. “Indonesia Raya! Selamat timnas 3X3 Putri U17 menjadi peringkat-1 pada gelaran SEABA U17 3X3 Cup di Singapura. Jaga momentum positif ini, girls,” tertulis di laman resmi timnas basket Indonesia, dikutip Senin. Dalam turnamen yang digelar selama dua hari ini, Indonesia selalu memenangkan pertandingan. Pada hari pertama, Sabtu, tim asuhan Andrey Rido (pelatih) dan Liana Rosmari (asisten pelatih) ini meraih empat kemenangan melawan Vietnam (21-10), Singapura (21-12), Kamboja (21-4), dan Malaysia (21-13). Pada hari kedua, Minggu, mereka melengkapi kemenangan pada babak penyisihan dengan mengalahkan Thailand skor 18-13. Lima kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara grup. Berbeda dengan tim putri, tim putra yang diturunkan Indonesia dalam turnamen ini hanya sanggup membawa pulang peringkat keempat. Efrael Yerusyalom, Riovaldo Leonardy, Pande Dicky, dan Cokorda Aditya menyapu bersih dengan mengalahkan enam tim di babak penyisihan, guna melaju ke semifinal dengan status peringkat pertama. Mereka mengalahkan Kamboja (12-8), Singapura (19-16), Malaysia (21-17), dan Thailand (21-18) pada Sabtu, lalu melanjutkan tren positif ini dengan mengalahkan Laos (21-14) dan Vietnam (21-18) pada Minggu. Sayangnya, performa positif ini tak berlanjut di babak semifinal. Mereka dikalahkan Thailand dengan skor 18-19, sebelum kemudian kalah dalam perebutan tempat ketiga dari Malaysia dengan skor 17-2.

FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025: Indonesia Amankan Medali Perunggu

Joanne Giovanni

Kekalahan di laga semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B kontra India menuntun Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menuju laga perebutan posisi ketiga pada Kamis, 19 September 2025. Pada laga tersebut, Indonesia kembali dipertemukan dengan Hong Kong, tim yang juga menelan kekalahan di fase semifinal, sekaligus tim yang sempat menumbangkan Indonesia di fase grup. Di mana kala itu Indonesia terkena comeback dan kalah tipis 74-71. Namun, hasil berbeda justru hadir. Indonesia sukses melakukan revans dan mengunci kemenangan meyakinkan 51-30. Kemenangan tersebut memastikan medali perunggu menjadi milik Indonesia. Meski gagal menembus final, setidaknya Timnas Putri U16 tidak pulang dengan tangan kosong. Perjalanan menuju kemenangan tidak mudah. Indonesia sempat terseok di awal laga dengan skor imbang 7-7 pada kuarter pertama. Namun, mereka berhasil bangkit di kuarter kedua. Meski Hong Kong lebih dulu membuka keran poin, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 23-13. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah lagi tertinggal. Anak asuh Marlina Herawan terus memperlebar jarak hingga akhirnya menutup pertandingan dengan selisih 21 angka. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, Indonesia tampil jauh lebih rapi dan agresif. Mereka unggul di hampir semua aspek, mencatat 21 steal dan mengonversinya menjadi 22 poin dari turnover lawan. Meski tak ada pemain yang menonjol secara individu, kontribusi kolektif menjadi kunci kemenangan. Hanya ada satu pemain yang menorehkan dua digit, yakni Hannah Harshita dengan 12 rebound. Sementara untuk urusan poin, Hannah Harshita, I Gusti Ayu Krisabella, dan Racquell Fulgencia Hendyawan sama-sama menjadi yang terbanyak dengan sembilan angka. Indonesia telah berjuang keras sepanjang sepekan terakhir. Medali perunggu ini menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu bangkit setelah kegagalan di semifinal, sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki generasi muda basket putri Tanah Air untuk bersinar di masa depan.

FIBA U16 Women’s Asia Cup: Indonesia Gagal Melaju ke Final

Chelsea Aurelia Adellye

Langkah terakhir Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia terjegal oleh India. Setelah melewati begitu banyak rintangan hingga berhasil menembus semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B, perjuangan mereka harus terhenti. Pada laga perebutan tiket final, Indonesia harus mengakui keunggulan India dengan skor akhir 65-53, Kamis, 18 September 2025. Meski kalah, Indonesia sejatinya tidak selalu tertinggal. Paruh pertama laga berjalan ketat, dengan kuarter pertama berakhir imbang 11-11, dan kuarter kedua ditutup dengan skor sama kuat 24-24. Pertandingan ini benar-benar berlangsung sengit, bahkan keunggulan sempat berpindah tangan sebanyak delapan kali sepanjang laga. Hingga kuarter ketiga, margin kedua tim tak pernah lebih dari lima poin. Namun, di penghujung kuarter ketiga, India berhasil unggul tipis 44-40. Sayangnya, di kuarter keempat, Indonesia kehilangan momentum. India langsung melesat dengan 15 poin beruntun hingga pertengahan kuarter, sementara Indonesia hanya menambahkan satu poin. Di sisa waktu, Indonesia sempat memangkas jarak, namun peluang untuk membalikkan keadaan seolah sirna karena beberapa percobaan gagal dimanfaatkan dengan baik. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal meraih kesempatan untuk dipromosikan ke Divisi A. Mereka kini harus puas ke fase perebutan posisi ketiga, menghadapi tim yang juga menelan kekalahan pada laga semifinal lainnya, yakni antara Hong Kong versus Iran. Meski gagal menembus partai puncak, kerja keras skuad asuhan Marlina Herawan patut diapresiasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Inez Angelina Welly yang bermain selama 33 menit dengan torehan 13 poin, 6 steal, dan 4 rebound. Kontribusi lain juga datang dari Kayla Alisya Adiutomo, I Gusti Ayu Krisabella, dan Joanne Giovanni, yang masing-masing menambahkan sembilan poin. Laga perebutan tempat ketiga akan digelar pada Jumat, 19 September 2025 pukul 14.30 WIB.

FIBA U16 Asia Cup 2025: Perjuangan Indonesia Usai di Fase Grup

FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia

Harapan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia untuk melangkah ke babak knockout FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia harus pupus. Hasil itu dipastikan usai menelan kekalahan atas Taipei di laga terakhir fase grup dengan skor akhir 107-102, Selasa, 2 September 2025. Sejatinya, Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa memperebutkan kursi ke babak Knockout. Dengan catatan, mereka harus menang 11 poin atau lebih atas Taipei. Sejak awal pertandingan, anak asuh Parna Abrizalt Hasiholan tampil penuh ambisi. Target menang dengan margin besar membuat mereka terus menekan. Keunggulan bahkan sempat berpindah tangan sebanyak empat kali. Meski demikian, Taipei yang digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan di Grup B berhasil memberi perlawanan sengit. Kuarter pertama menjadi bukti kerja keras Indonesia. Sempat tertinggal cukup jauh, mereka menutup 10 menit awal hanya dengan margin tiga angka saja (26-23). Sayangnya, momentum itu belum cukup. Di kuarter kedua, Indonesia kembali tertinggal dan harus puas menutup paruh pertama 60-55. Selepas jeda turun minum, tensi di lapangan kian meningkat. Layup Bryan Gilbert di pertengahan kuarter ketiga, semppat membuat skor imbang 62-62. Bahkan Indonesia sempat berbalik unggul, sebelum akhirnya menutup kuarter ketiga dengan skor sama kuat 74-74. Namun, di kuarter penentuan, Taipei lebih konsisten menjaga tempo permainan. Indonesia justru sempat tertinggal 11 angka saat waktu tersisa kurang dari tiga menit (93-104). Meski begitu, Indonesia pantang menyerah. Mereka terus memangkas jarak hingga tinggal tiga poin di sisa 13 detik (105-102). Sayang, alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia justru melakukan pelanggaran yang memberi Taipei dua tembakan gratis. Momentum pun hilang, dan laga berakhir dengan skor 107-102. Kekalahan ini melengkapi catatan pahit Indonesia di fase grup. Tiga laga yang dijalani, seluruhnya berujung kekalahan, yakni melawan Selandia Baru, Filipina, dan Taipei. Tanpa kemenangan, Indonesia harus rela menutup perjalanan di dasar klasemen Grup B. Sesuai regulasi, hanya pemuncak klasemen yang otomatis lolos, sementara peringkat dua dan tiga beradu lagi untuk tiket tersisa. Meski gagal melaju, penampilan beberapa pemain layak diapresiasi. Benjamin Piet Hernusi tampil gemilang dengan torehan 22 poin, meski sempat mengalami cedera di laga sebelumnya. Steven Sebastian mencatatkan dobel-dobel 18 poin dan 12 rebound. Sementara Gede Dio Arghya Naranatha (14 poin) dan Bryan Gilbert (11 poin) juga ikut menyumbang dua digit angka. Perjuangan Timnas U16 memang harus terhenti lebih cepat. Namun, performa mereka yang mampu mengimbangi salah satu unggulan Asia memberikan catatan positif untuk masa depan basket muda Indonesia. Sumber: DBL

Timnas Putra Indonesia Tutup ASBC 2025 dengan Kemenangan

Timnas Basket Putra - ASBC 2025 (4)

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada laga terakhirnya, mereka sukses mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 83-50 di GOR Manahan, Solo, Sabtu, 30 Agustus 2025 dan harus puas di peringkat kelima. Meski gagal menembus semifinal, Indonesia membuktikan diri masih punya daya saing kuat. Sejak tepis mula, anak-anak asuhan Rifki Antoloyn ini langsung memimpin tempo permainan. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis 19-14. Di kuarter-kuarter berikutnya, mereka melaju sangat cepat. Begitu memasuki kuarter kedua, margin semakin melebar dan tidak pernah lagi turun di bawah dua digit. Arab Saudi benar-benar kesulitan keluar dari tekanan pertahanan Indonesia. Kemenangan ini juga terasa spesial karena hampir semua pemain mendapat menit bermain yang merata. Rotasi luas yang diberikan pelatih membuktikan bahwa seluruh anggota tim mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan. Dari sisi produktivitas, Kenneth Leebron Huang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai mesin poin milik Indonesia. Pemilik nomor punggung itu mencetak 18 poin. Riovaldo Renjiro Leonardy juga tampil tajam dengan sumbangan 17 poin. Di paint area, Made Gandhi Wibisana Menara justru menjadi jangkar pertahanan berkat catatan 11 rebound. Salah satu pemain, Gablin Yomarlo Tobing, membagikan kesan pribadinya seusai laga. “So far, ikut ASBC ini seru sih, Kak. Tapi kalau sesuai target sih belum ya, target awal sih harus bisa bawa medali. Ternyata belum bisa tercapai, dan masih banyak evaluasinya,” ucapnya lewat wawancara WhatsApp. Dengan hasil ini, Indonesia resmi finis di posisi kelima 9th Asian School Basketball Championships 2025. Meski belum sesuai target, performa solid di laga terakhir ASBC 2025 memberikan modal berharga untuk turnamen selanjutnya. Sementara Arab Saudi harus puas menutup kompetisi di posisi keenam. Sumber: DBL

Srikandi Indonesia Raih Medali Perunggu ASBC 2025

Timnas Putri Indonesia - ASBC 2025

Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan manis. Bermain di Bronze Match, tim besutan Syafiq Ahmad Rizaldi itu berhasil mengalahkan Hong Kong 59-39 di GOR Manahan, Solo, Sabtu 30 Agustus 2025. Indonesia sempat tertinggal di awal pertandingan. Setelah dibuka dua tembakan gratis Komang Mariani Puteri Sekar Sari, Hong Kong justru unggul lima angka. Namun, Indonesia cepat bangkit. Tiga angka Kartika Hatta Mahanani menutup kuarter pertama dengan skor 14-10, untuk Indonesia. Di kuarter kedua, Indonesia sempat menjauh hingga 12 poin (25-13). Namun, Hong Kong tidak menyerah dan memangkas margin menjadi tiga angka saja di penghujung paruh pertama (25-22). Memasuki babak kedua, Indonesia tak ingin memberi celah. Dalam 20 menit sisa pertandingan, mereka menambahkan 34 poin, sementara Hong Kong hanya menambahkan 17 poin. Peluit akhir pertandingan pun memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 59-39, sekaligus medali perunggu ASBC 2025. Secara statistik, akurasi Indonesia masih belum maksimal. Dari 68 percobaan, hanya 21 yang berbuah poin (30 persen). Eksekusi tembakan gratis dari Indonesia juga cenderung rendah. Hanya melesat 9 dari 16 kali percobaan (56 persen). Namun, keunggulan mereka tetap cukup untuk mengunci kemenangan. Putu Kezia Angelie Setiawan kembali jadi motor utama dengan 19 poin. Yang mana 12 di antaranya berasal dari tembakan tripoin. Komang Mariani Puteri tampil dominan di paint area dengan 17 rebound, ditambah 3 assist dan 2 poin. Sementara Berlian Yesi Triutari menyumbang 10 poin dan 7 rebound. Kemenangan ini menegaskan langkah Indonesia yang mampu bangkit setelah gagal di semifinal. Srikandi Merah Putih resmi menutup 9th Asian School Basketball Championships 2025 sebagai pemilik medali perunggu.

ASBC 2025: Tim Putra & Putri Indonesia Gagal Raih Poin Penuh

Kenneth Leebron Huang

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra dan Putri Indonesia harus mengakui keunggulan lawan mereka pada laga perdana mereka di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025. Bertanding di GOR Manahan Solo pada Senin, 25 Agustus 2025, skuad putra Indonesia kalah dengan skor 96-82 atas China. Meski demikian, asa Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya masih ada. Mereka masih memiliki dua pertandingan sisa di fase grup. Paling dekat, Indonesia dijadwalkan bertemu dengan Thailand pada Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 13.00 WIB. Pertandingan ini akan berlangsung di Sritex Arena, Solo, yang juga menjadi venue utama ASBC 2025. Sementara itu, Timnas Basket Putri Indonesia juga harus menelan pil pahit di laga perdana mereka. Bertanding di GOR Manahan Solo, Senin 25 Agustus 2025, skuad Indonesia juga takluk dari China dengan skor 66-53. Pada laga kedua, Timnas Basket Putri Indonesia akan bersua dengan Singapura, Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB, bergeser ke Sritex Arena, Solo. Partai ini bakal menjadi salah satu momentum kebangkitan sekaligus pembuktian bahwa skuad muda Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah ASBC 2025

Tim Indonesia Untuk ASBC 2025

Indonesia siap menjadi tuan rumah ajang 9th Asian Schools Basketball Championships (ASBC) 2025 yang akan berlangsung di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Kejuaraan ini digelar di dua venue utama, GOR Sritex Arena dan GOR Manahan, menghadirkan tim basket pelajar dari berbagai negara Asia, yakni Arab Saudi, Malaysia, China, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan tuan rumah Indonesia. Adapun acara pembukaan secara resmi digelar di Solo Paragon Hotel dan Residences pada 24 Agustus kemarin. Sementara Pertandingan Penyisihan berlangsung 25–28 Agustus, Semifinal & Final 29–30 Agustus, dan Penutupan pada tanggal 31 Agustus. Acara ini dibawah langsung arahan Menpora RI Dito Ariotedjo, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono, dan Ketua Panitia Luhur Dewanthono. Ajang ini tidak sekadar kompetisi internasional di level Benua Asia, tetapi juga menjadi wadah solidaritas, integrasi, interaksi dan pertukaran budaya antarnegara Asia. Juga mempererat persahabatan pelajar Asia; serta meningkatkan kesatuan diplomasi negara-negara kawasan Asia melalui semangat sportivitas. Menpora RI menyatakan komitmennya untuk menjadikan event ini sukses. “Indonesia siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menggelar kejuaraan basket pelajar Asia, tetapi juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sport diplomacy dan menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai olahraga,” ujar Dito Ariotedjo. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono, menegaskan bahwa ajang ini penting untuk pembinaan atlet muda usia pelajar. “ASBC 2025 adalah kesempatan emas untuk mengasah mental juara dan memberi pengalaman bertanding internasional bagi atlet-atlet pelajar kita,” katanya. Dukungan itu membuat Ketua Panitia penyelenggara Luhur Dewanthono yang juga Tenaga Ahli Menpora, memastikan bahwa seluruh persiapan telah berjalan baik. “Opening Ceremony sudah mendekati 100 persen. Kami pastikan venue, keamanan, dan kenyamanan peserta sesuai standar internasional,” ujarnya. Kemenpora berharap kejuaraan ini membawa dampak positif bagi olahraga pelajar, pariwisata, dan citra Indonesia di mata dunia.

Inilah Sang Penguasa DBL Banjarmasin

Suasana Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Kalimantan

Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Kalimantan telah rampung digelar pada Jumat, 22 Agustus 2022 kemarin di GOR Hasanuddin Banjarmasin. Dari nomor putra, Pasukan Smaven (julukan SMAN 7 Banjarmasin) membayar lunas dendam kekalahan atas Smasa (julukan SMAN 1 Banjarmasin). Smaven menang 63-46. Para penonton seakan menjadi saksi Smaven sukses membalaskan dendam dengan manis. Pada final edisi 2019, Smaven tumbang di tangan Smasa. Smaven nyaris tak pernah dalam keadaan tertinggal. Mereka konsisten mencetak dua digit angka selama emapt kuarter. Smasa sejatinya juga bukan tanpa perlawanan. Mereka mengerahkan segalanya di lapangan. Termasuk memangkas margin ketertinggalan. Bahkan, Smasa sempat melaju di kuarter ketiga. Sayang, pada kuarter pemungkas mereka gagal menjaga tren tersebut. Di kuarter akhir Smasa justru hanya mencetak tiga angka saja. Berbanding terbalik dengan Smaven yang menambah keunggulan dengan 10 poin. Ketajaman juga menjadi poin selanjutnya yang membuat Smaven menang. Pada gim kali ini Smaven memasukkan 7 dar 25 percobaan tembakan tiga angka. Akurasi bidikan penggawa Smaven juga cukup bagus berada di angka 34 persen (25/72). Pada sudut Smasa, Langit Porsea dan kawan-kawan hanya memasukkan 1 dari 22 percobaan tembakan dari luar garis tripoin. Redup di final. Ahmad Rizky Aulia menjadi pengumpul angka terbanyak dengan raihan 24 poin plus 10 rebound. Ia memasukkan 4 dari 11 percobaan tembakan tiga angka. Doi juga menjadi satu-satunya pemain Smaven yang mencetak dua digit poin. Sementara itu, di final nomor putri, Srikandi Smada Banjarmasin masih menjadi penguasa! Putri Smada berhasil menang pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Kalimantan. Smada menutup laga dengan skor akhir 66-41. Di laga final Smada bertemu kembali dengan SMAN 1 Banjarbaru. GOR Hasanuddin Banjarmasin menjadi saksi terulangnya prestasi Smada, back-to-back juara.

SMA Buksi Berjaya di DBL Seri Jakarta Barat

SMA Bukit Sion Jakarta

SMA Bukit Sion Jakarta kembali menjadi kampiun Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Jakarta. Hasil itu diperoleh setelah meraih kemenangan atas SMA Dian Harapan Jakarta dengan skor akhir 81-43, Rabu, 20 Agustus 2025. Gelar keenam di level region sudah diamankan. Sejak pemisahan region pada 2018, Buksi memang belum terkalahkan. Jakarta Barat kembali menjadi hak milik tim besutan Jap Ricky Lesmana. SMA Buksi tidak hanya memenangkan pertandingan tetapi juga mendominasi. Sejak tepis mula, SMA Dian Harapan Jakarta (Zebaoth) masih kerap memberikan tekanan. Bahkan sempat saling berbalas skor. Namun, tidak butuh waktu lama bagi Buksi untuk “panas”. Memasuki pertengahan kuarter pembuka, Buksi mulai memperlebar jarak. Di penutup kuarter pertama mereka memimpin dua digit poin, 19-9. Di kuarter berikutnya, selisih angka semakin jauh. Zebaoth mulai kehilangan tempo permainan. Plus pemain andalan mereka, Fanando Al Arice justru mengalami cedera. Hal itu membuat Buksi makin di atas angin. Poin mereka kian tak terkejar. Sampai akhir pertandingan, Buksi masih unggul. Hal itu meresmikan Buksi kembali sebagai penguasa Jakarta Barat. Sebanyak empat pemain Buksi catatkan dua digit dalam laga ini. Adalah Ryansean Bastian Gunawan dengan 16 poin, Efrael Yerusyalom Enrichia dengan 12 poin, Mohammad Alkaysan Aldirono dengan 10 poin, dan Riovaldo Renjiro Leonardy dengan 10 rebound. Selain empat nama tersebut, kemenangan Buksi juga berkat aksi solid antarpemain. Barisan rookie pun juga tampil gemilang. “Senang banget akhirnya bisa ngerasain sendiri main bareng Buksi, karena tiga tahun kemarin aku cuma bisa ngelihat kakak aku main di Buksi. Terus dapet chance di musim pertama ini seneng lah. Akhirnya bisa merasakan sendiri atmosfernya,” ucap Aloysius Reynold Kusnoatmaja, rookie Buksi. Perjalanan Buksi masih belum berakhir sampai di sini. Ke depannya, mereka masih akan bertanding di Championship Series dan bakal melancarkan misi back to back champion. “Tim lain harusnya kuat-kuat sih, tapi menurut saya, karena kita latihannya cukup keras dan timnya sangat solid, jadi harusnya kita bisa. Saya juga mau back to back champion, Kak. Saya juga mau ngerasain main di Indonesia Arena,” pungkasnya. Bukan hanya Buksi, skuad Zebaoth juga mendapat kesempatan serupa. Sebagai finalis DBL West Jakarta, mereka juga bakal ikut bersaing di panggung Championship Series.

DBL Academy Matangkan Persiapan Jelang ke Korea Selatan

DBL Academy Selection Team

DBL Academy Selection Team bakal mengikuti turnamen Seoul Youth International Basketball Series 2025 di Seoul, Korea Selatan. Agenda ini menjadi kegiatan tahunan DBL Academy. Tahun sebelumnya, DBL Academy Selection berlatih dan belajar di Tiongkok. Tahun ini Korea Selatan menjadi destinasi mereka untuk mengejar pengalaman bertanding. Skuad DBL Academy Selection adalah siswa terpilih yang berasal dari DBL Academy Surabaya dan Yogyakarta. Korea Selatan dipilih juga karena ada pertimbangan khusus. Mereka berada di ranking 53 FIBA. Di kawasan Asia, Korea Selatan berada di urutan sembilan. Seoul Youth International Basketball Series 2025 berlangsung mulai 1 sampai 6 Agustus mendatang. “Kegiatan ini memang rutin kami gelar setiap tahunnya. Kami pernah ke Australia buat berlatih dan bertanding. Tahun lalu ke Tiongkok. Tahun ini kami memilih Korea Selatan,” ungkap Hasan Fuadi, Supervisor DBL Academy. Hasan Fuadi lantas menambahkan, “Basket di Asia Timur itu bagus. Kami juga ingin mencoba sesuatu yang baru. Berkompetisi dan menimba ilmu di sana (Korea Selatan),” Bakal beradu dengan tim-tim yang berasal dari negara-negara maju, skuad DBL Academy Selection Team punya serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah menggelar pemusatan latihan sekaligus pembekalan jelang keberangkatan. “Sebelum berangkat kami punya beberapa agenda yang sudah dan bakal terlaksana. Seperti pemusatan latihan dan menggelar beberapa uji coba. Besok (Kamis, 30 Juli) seluruh tim bakal berkumpul di Surabaya untuk melakukan pembekalan terakhir sebelum berangkat lusa (Jumat, 31 Juli 2025),” terangnya. Salah satu menu pembekalan yang bakal dilahap penggawa DBL Academy Selection Team 2025 adalah soal Character Building. Membentuk mental dan karakter juara. Pasalnya yang mereka hadapi di Seoul Youth International Basketball Series 2025 bukan tim sembarangan. Program mengikuti turnamen di luar negeri memang rutin diselenggarakan oleh DBL Academy. Tujuannya sudah pasti untuk mengejar pengalaman sekaligus merasakan bertanding di level internasional. “Pastinya jelas meningkatkan kemampuan individu pemain. Apalagi kan tim-tim yang ikut nanti tim yang berasal dari negara-negara yang level basketnya lebih bagus ketimbang Indonesia,” cetusnya.

FIBA 3×3 Jakarta Women’s Series Pertama Kali Digelar di Indonesia

Tim Jakarta Saat Berlaga di FIBA 3x3 Women’s Series 2025

Jakarta menjadi pusat perhatian dunia olahraga saat FIBA 3×3 Women’s Series bergulir di Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Kamis–Jumat, 24–25 Juli 2025. Sebanyak 16 tim dari berbagai negara siap tampil dalam ajang bergengsi ini sebagai bagian dari rangkaian Inaspro 3×3 Jakarta 2025. Indonesia akan diwakili oleh tim Jakarta, yang dihuni pemain-pemain nasional terbaik, termasuk Nathasa Debby Christaline yang telah malang melintang di dunia basket putri Indonesia. Namun sayang, tim Jakarta harus menelan pil pahit gagal lolos ke perempat final. Jakarta terhenti di Pool B usai selalu kalah dari dua laga yang dilakoni pada ajang yang menjadi bagian dari Inaspro 3×3 Jakarta 2025 di Plaza Timur Gelora Bung Karno. Jakarta masuk Pool B bersama Australia dan Filipina. Tim Jakarta ini dihuni empat pemain putri yakni ⁠Evelyn Fiyo, Nathasa Debby Christaline, Natasya Amelia Putri dan Valencia Callistan. Tim Jakarta dilatih Fandi Andika Ramadhani. Sayangnya Jakarta tak kusa membendung Australia pada laga pertama. Mereka kalah telak 21-5. Pertandingan berakhir saat masih tersisa tiga menit karena Australia sudah menyentuh angka 21 terlebih dahulu. Di laga kedua, Jakarta bermain lebih baik. Namun tetap tak kuasa membendung Filipina. Jakarta kalah 21-8 meski perlawanan lebih sengit. Filipina baru bisa menembus 21 poin ketika laga tersisa satu menit. Dengan dua kekalahan maka Jakarta otomatis tersisih dan tidak bisa melaju ke perempat final. Tim-tim yang lolos ke perempat final FIBA 3×3 Women’s Series 2025 adalah Orleans, Ulaanbaatar Amazons, Jepang, Filipina, Australia, Singapura, Thailand dan Spanyol. “3×3 ini kan harus banyak pertandingan. Tim ini baru kita bentuk satu bulan. Australia juara Asia Cup 2025 ini. Filipina sendiri sudah ikut Women’s Series dari tiga bulan lalu di beberapa kota di Eropa. Ini Women’s Series pertama bagi kita,” ujar Fandi. Pembukaan Inaspro 3×3 Jakarta 2025 dilakukan tepat pukul 19.15 WIB oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. 3×3 Women’s Series Jakarta 2025 sebenarnya sudah dimulai sejak 11.30 WIB. Namun pembukaan secara resmi baru dilakukan pukul 19.15 sebelum laga wakil Indonesia, Jakarta melawan Filipina. Pembukaan berlangsung meriah. CZ Project membawakan dance kontemporer yang memukau ratusan penonton yang hadir langsung di tribun. Upacara pembukaan dihadiri sejumlah petinggi olahraga dan bola basket Indonesia. Selain Menpora dan Raffi, turut hadir waketum DPP Perbasi Christopher Tanuwijaya, Sekjen KONI Ade Lukman, Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia Harry Warganegara, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Surono hingga ketua Perbasi Jakarta Lexyndo Hakim. “Ini hari yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya Jakarta dan Indonesia menyelenggarakan FIBA 3×3 Challenger dan FIBA 3×3 Women’s Series. Ini 4 tahun di Indonesia. Ini menjadi langkah strategi dan komitmen mendorong 3×3 kita lolos ke Olimpiade,” ujar Menpora Dito dalam sambutan resminya.

Daftar Kota Penyelenggaraan DBL Musim 2025-2026

Kompetisi basket DBL akan kembali menyapa untuk musim 2025-2026. Turnamen antar pelajar tersebut akan hadir di 31 kota dan 22 provinsi dari seluruh penjuru Indonesia. Ribuan student athlete dari berbagai daerah kembali unjuk gigi di panggung basket paling bergengsi untuk level SMA. Format kompetisi di beberapa kota akan berbeda. Ada yang menggunakan sistem gugur, yang mana setiap tim hanya punya satu kesempatan, dan kekalahan bakal menjadi akhir dari perjalanan mereka. Sementara beberapa kota lain akan menerapkan sistem setengah kompetisi atau round robin, yakni membagi tim ke dalam beberapa grup di fase penyisihan. Setiap tim akan saling berhadapan dengan lawan di dalam grup yang sama, dan sederet tim terbaik berhak melaju ke babak playoffs. Peringkat ditentukan berdasarkan poin kemenangan di fase grup. Musim ini, pendaftaran di sembilan kota pertama resmi dibuka. Antusiasme tinggi langsung terlihat dari sekolah-sekolah yang kembali mempersiapkan tim terbaik mereka. Lantas, kota mana saja yang akan hadir dalam penyelenggaraan DBL musim 2025–2026? Berikut selengkapnya. Bali (Denpasar) – SISTEM GUGUR North Jakarta – SISTEM GUGUR East Java-South (Malang) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI West Sumatera (Padang) – SISTEM GUGUR West Jakarta – SISTEM GUGUR South Kalimantan (Banjarmasin) – SISTEM GUGUR East Java-North (Surabaya) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI Central Jakarta – SISTEM GUGUR East Java-West (Madiun) – SISTEM GUGUR West Java-West (Bogor) – SISTEM GUGUR West Java-East (Bandung) – SISTEM GUGUR Central Java-South (Solo) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI Central Java-North (Semarang) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI South Sulawesi (Makassar) – SISTEM GUGUR North Sulawesi (Manado) – SISTEM GUGUR South Sumatera (Palembang) – SISTEM GUGUR East Jakarta – SISTEM GUGUR West Nusa Tenggara (Mataram) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI East Java-East (Jember) – SISTEM GUGUR South Jakarta – SISTEM GUGUR Riau (Pekanbaru) – SISTEM GUGUR Yogyakarta – SISTEM SETENGAH KOMPETISI West Kalimantan (Pontianak) – SISTEM SETENGAH KOMPETISI Aceh (Banda Aceh) – SISTEM GUGUR Banten (Tangerang) – SISTEM GUGUR Lampung (Bandar Lampung) – SISTEM GUGUR East Nusa Tenggara (Kupang) – SISTEM GUGUR Papua (Jayapura) – SISTEM GUGUR East Kalimantan (Samarinda) – SISTEM GUGUR Jambi – SISTEM GUGUR North Sumatera (Medan) – SISTEM GUGUR

Indonesia Runner Up di FIBA Asia Cup 2025 SEABA Qualifiers

Seremoni Timnas Indonesia setelah menuntaskan seluruh laga FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina dan pulang sebagai runner up

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia harus mengakui keunggulan Filipina dalam laga final FIBA Asia Cup 2025 SEABA Qualifiers yang berlangsung di Bren Z. Guiao Sports Complex, Filipina usai menyudahi pertandingan dengan skor mutlak 70-40, Jumat, 30 Mei 2025. Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua antara kedua tim, setelah sebelumnya Indonesia juga kalah dari Filipina di fase round-robin (77-68), beberapa hari yang lalu. Meskipun hasil ini tidak memengaruhi kelolosan menuju putaran berikutnya, karena tiga tim teratas dari kualifikasi ini tetap beranjak ke FIBA Asia Cup 2025 Mongolia, pertandingan ini merupakan laga penentu untuk posisi juara dan runner up. Filipina tampil dominan sejak awal pertandingan, memimpin dengan skor 21-5 di penghujung kuarter pertama. Yang mana margin langsung terpaut dua digit. Sulit untuk mengejar ketertinggalan, Filipina justru terus menambahkan keunggulan di kuarter kedua, menutup paruh pertama dengan skor 41-20. Pasca jeda turun minum, Indonesia tampak makin sulit menemukan tempo permainannya. Bahkan di laga ini, banyak peluang poin tercipta, namun hanya sedikit yang dapat tereksekusi dengan baik. Dari total 69 kali percobaan, hanya 14 di antaranya berhasil dikonversi menjadi poin. Akurasi mereka hanya 20 persen. Sekalipun tembakan gratis Indonesia nyaris sempurna (9/10), Filipina memang sangat susah untuk ditaklukkan. Utamanya saat duel di bawah ring. Di mana perolehan rebound Filipina mencapai 64 rebound. Sedangkan Indonesia hanya 38 rebound. Selisih hampir setengahnya. Filipina juga punya komposisi pemain yang cenderung merata. Pemain cadangan mereka pun ikut berperan besar dalam kemenangan timnya. Berkat kemenangan ini, Filipina sukses mempertahankan dominasinya di kawasan Asia Tenggara, dengan meraih gelar juara SEABA untuk keenam kalinya secara beruntun. Sementara, Indonesia finis di posisi runner up, menunjukkan peningkatan performa meskipun masih harus bekerja keras untuk menyaingi kekuatan Filipina di kawasan ini. Selain Indonesia dan Filipina, Malaysia juga akan terbang ke FIBA Asia Cup 2025 Mongolia setelah membungkam Thailand di laga perebutan juara ketiga dengan skor akhir 78-69.

FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025: Indonesia Kunci Kemenangan di Laga Perdana

Tim Nasional Basket Putra Indonesia U16

Menyapa Singapura di laga pembuka FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina, Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia berhasil menang 68-47, Sabtu, 24 Mei 2025. Kemenangan yang sangat berarti, mengingat hanya ada satu tiket yang dibagikan untuk beranjak pada putaran berikutnya. Skuad asuhan Parna Abrizalt Hasiholan itu memulai laganya dengan sangat baik. Margin dua digit langsung tercipta di penghujung kuarter pertama (15-4). Namun, sejak kuarter kedua, Singapura mulai mengimbangi permainan tim Indonesia dan berusaha memangkas selisih poin. Bahkan di kuarter ketiga, Singapura menambahkan lebih banyak poin, dengan 17 poin. Sedangkan Indonesia hanya 13 poin. Beruntung, margin poin yang terpaut jauh sejak awal membuat Singapura kesulitan untuk berbalik unggul. Di sudut lain, Indonesia tak mengendorkan sedikit pun semangatnya hingga peluit buzzer resmi dibunyikan. Melihat catatan statistik, Indonesia punya empat pemain penyumbang dua digit angka. Dimulai dari Kenzie Vincenzio Sutanto, pemain yang berangkat dari bangku cadangan ini solid menyumbangkan 17 poin dan menjadi top skor dalam laga ini. Disusul Reiner Athaya Hadiputra dengan 14 poin, Gede Dio Arghya Naranatha dengan 11 poin, dan yang terakhir adalah Steven Sebastian. Dirinya turut meraih 15 rebound dalam satu game saja. Meski Indonesia mampu mengamankan kemenangan dalam laga ini, beberapa evaluasi tetap harus diperhatikan. Dalam pertandingan mereka kontra Singapura, akurasi poin hanya 36 persen saja. Yang merupakan 26 kali masuk dari 81 kali percobaan. Lebih dari itu, akurasi tembakan gratis mereka pun kurang dari 50 persen. Masih ada waktu untuk membuktikan skuad Indonesia bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya. Di mana mereka akan berjumpa dengan kawan serumpun, Malaysia, Minggu, 25 Mei 2025 pukul 14.00 WIB.

Timnas Putra Bakal Berlaga di FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025

FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers Philippines 2025 Tournament Logo

Setelah Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia memastikan diri lolos ke putaran final FIBA U16 Asia Cup 2025, kini giliran skuad putranya yang akan berjuang di FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025. Gelaran kualifikasi di wilayah Asia Tenggara ini akan diselenggarakan pada 24-30 Mei 2025 di San Fernando, Pampangan, Filipina. Masih sama seperti kompetisi sektor putri sebelumnya, FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 bakal menggunakan sistem round-robin, di mana hanya pemuncak klasemen yang berhak melaju ke FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia. Kompetisi ini akan terasa cukup berat untuk skuad Indonesia, mengingat dalam lima gelaran terakhir, Filipina selalu menyapu bersih kemenangan dan beranjak ke fase berikutnya. Namun, skuad besutan Abrizalt Hasiholan dan Risto Gerol ini sudah menjalani pemusatan pelatihan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga diharapkan dapat bersaing dan catatkan sejarah baru untuk Tanah Air. Adapun lima negara Asia Tenggara yang sap berpartisipasi di FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025, antara lain Malaysia, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sebelum beranjak lebih jauh pada gelaran FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025, mari simak terlebih dahulu deretan pemain dan jadwal lengkapnya. Roster FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina Marshall Farez – SMAN 2 Bandung Kenzie Vincenzio Sutanto – SMA Jembatan Budaya Bali Warren Bennet Surya – SMA Tunas Muda School Meruya Steven Sebastian – SMAN 9 Bandung I Gede Made Rasya Agasthya Dhirendra Seiya Yabe – UPH College Tangerang Bryan Gilbert – SMP Nation Star Academy Surabaya Benjamin Piet Hernusi – SMP Jubilee Jakarta Matthew Ivander Setiawan – SMP Jubilee Jakarta Miracle Christiano – SMP Jubilee Jakarta Reiner Athaya Hadiputra – SMPN 2 Bogor Dio Arghya Jadwal FIBA U16 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Sabtu, 24 Mei 2025: Indonesia vs Singapura (14.00 WIB) Minggu, 25 Mei 2025: Malaysia vs Indonesia (14.00 WIB) Senin, 26 Mei 2025: Indonesia vs Thailand (16.30 WIB) Rabu, 28 Mei 2025: Filipina vs Indonesia (19.00 WIB) Kamis, 29 Mei 2025: Vietnam vs Indonesia (16.30 WIB)