Binus juarai CL Badminton Bandung lewat drama tiga gim

Tim Universitas Bina Nusantara Jakarta naik podium

Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta menjuarai Campus League Badminton Regional Bandung setelah menaklukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui drama tiga gim pada final kategori beregu di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat. Binus yang sempat kehilangan gim pertama akhirnya membalikkan keadaan untuk menang 45-55, 55-44, 55-53 sekaligus memastikan tiket ke Campus League Badminton The Nationals yang bergulir di tempat yang sama pada 21-25 September. “Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Menurut Ricky, format pertandingan dengan sistem poin 55 turut menonjolkan kekompakan antar-pemain dalam satu tim sekaligus menuntut strategi yang berbeda dibandingkan pertandingan bulu tangkis pada umumnya. Pelatih Binus Haryadi Abu mengatakan target awal timnya sebenarnya hanya lolos ke The Nationals. Namun, keberhasilan menjadi juara membuat timnya semakin percaya diri menghadapi putaran nasional. “Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,” ujar Haryadi. Binus selanjutnya akan bersaing di The Nationals bersama tiga tim lainnya dari Regional Bandung yakni UNJ, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Mereka akan bertemu empat tim terbaik Regional Semarang yakni juara Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Universitas Negeri Surabaya (UNESA). CEO Campus League Ryan Gozali memperkirakan persaingan di The Nationals akan lebih ketat karena setiap tim sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan. “Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” kata Ryan.

HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026: PB Djarum Berjaya Di Yogyakarta

Hydroplus Sirkuit Nasional A Daerah Istimewa Yogyakarta 2026

Usai sudah rangkaian partai final HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang berlangsung pada Minggu (13/9) siang di POWR Hall Badminton, DIY. Sebanyak 15 pertandingan digelar untuk memperebutkan gelar juara dari lima nomor yang masing-masing terbagi dalam tiga kategori, yakni Remaja, Taruna, dan Dewasa. PB. Djarum Kudus keluar sebagai juara umum dengan 6 gelar juara, disusul PB. Jaya Raya Jakarta dengan 4 gelar juara + 1 gelar dari ‘pasangan gado-gado’. Sementara itu, 5 gelar juara lain menjadi milik Taqi Arena Badminton Academy (2), Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya (1), Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Academy (1), dan Hevindo Balikpapan (1 gelar gabungan bersama Jaya Raya) Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Bandung dengan tajuk HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026 pada tanggal 28 September – 3 Oktober 2026. Berikut para juara HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026: GRC Oka Faiq Januar/Nur Hafidzah Afifah (PB Djarum) TRI Fakhirah Syakirah Salma (Jaya Raya Jakarta) GTC Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Taqi Arena Badminton Academy) TTI Ghina Khairani Guniandi (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) TTA Yudha Rendra Wijaya (PB Djarum) TDA Muhammad Rizky Akbar (Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Academy) GRI Aleyda Dwidyna Putri/Quinsa Juanita Putri (Jaya Raya Jakarta) GTA Anju Siahaan/Faizal Pangestu (PB Djarum) GDC Dwiki Rafian Restu/Priskila Venus Elsadai (Jaya Raya Jakarta/Hevindo Balikpapan) TRA Muhammad Febri (Taqi Arena Badminton Academy) TDI Ruzana (PB Djarum) GRA Adhwin Arling Rangga/Rizky Caesar Ramadhan (PB Djarum) GTI Hani Miftasari/Jane Maira Faiza (PB Djarum) GDI Jania Novalita Situmorang/Pitha Haningtyas Mentari (Jaya Raya Jakarta) GDA Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta)

Inilah Para Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026

Audisi Umum PB Djarum 2026

Sebanyak 36 pebulutangkis muda berhasil meraih Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 usai melewati rangkaian seleksi selama lima hari, 9–13 September, di GOR Djarum Jati, Kudus. Selanjutnya, para atlet akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum dengan dua kali fase eliminasi yang bertujuan melihat bakat dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum. Adapun para peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus terdiri dari 18 atlet putra dan putri yang lolos melalui jalur turnamen di tiga kelompok usia yakni U-11, KU 11 dan KU 12 baik putra dan putri. Sementara 18 atlet lainnya memperoleh Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengapresiasi antusiasme para peserta terhadap penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026. Lebih lanjut, Yoppy juga berpesan agar para atlet-atlet muda tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih tinggi begitu masuk ke Tahapan Karantina. “Kami mengapresiasi kepada orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum. Itu artinya, kaderisasi mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik. Selamat untuk yang lolos ke Tahap Karantina, tapi ini baru permulaan karena tantangan selanjutnya akan semakin berat. Bahkan, jika nanti masuk PB Djarum pun level persaingannya akan lebih tinggi lagi. Jadi para peserta harus bersiap,” ujar Yoppy. Sementara itu, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, bangga dengan kegigihan pebulutangkis muda yang berjuang habis-habisan dalam proses seleksi guna menembus gerbang masuk menjadi atlet binaan PB Djarum. Menurut juara All England 2003 itu, Audisi Umum bukan hanya proses seleksi, tapi juga tolok ukur bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mentalitas bertanding. “Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket. Perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina. Jadi, semua peserta harus mempersiapkan diri lebih matang lagi mulai dari fisik hingga mental. Tetap disiplin, terus memberikan yang terbaik dan ikuti arahan pelatih,” ungkap Sigit. Sementara itu, Sigit juga memberikan pesan bagi peserta yang belum berhasil meraih Super Tiket agar jangan berkecil hati. Pasalnya, kesempatan untuk bergabung dengan PB Djarum selalu terbuka. “Bagi yang belum mendapatkan Super Tiket jangan berkecil hati, tetap semangat untuk terus berlatih. Meskipun sudah berapa kali gagal, suatu saat mungkin akan bisa berhasil. Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan apabila kalian berlatih dengan giat, akan menjadi yang terbaik. Sampai bertemu di Audisi Umum PB Djarum 2027 #TeruskanSemangatJuara,” ucap Sigit. Berikut Daftar Penerima Super Tiket Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026: Super Tiket Jalur Turnamen: U-11 Putri Selena Arraya Prasetyo – Sukoharjo (PB PMS Solo) Ailsie Elaina Sembiring – Kota Bogor (PB Champion Kudus) KU 11 Putri Anindita Khaira Wilda – Kota Bekasi (non klub) Farisa F. Zafiranihall Sya’bani Setiawan – Kota Mojokerto (PB Griya Bugar Yogyakarta) KU 12 Putri Fiona Ayundya Putri Berlian – Kota Semarang (PB Arista Semarang) Syarifah Adshila Nugroho – Sleman (PB Champion Reborn Jogja) U-11 Putra Zayn Abdullah Rajendra – Penajam Paser Utara (PB Champion Kudus) Muhammad Deffran Alfarraz – Cirebon (PB Pandawa)n Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Ghaozan Gaffi Algibran – Bekasi (PB Champion Kudus) KU 11 Putra Ashoka Putra Arvita – Kota Semarang (Altrec Semarang) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) Jethro Alexander Kemas – Kota Palembang (Five Stars Badminton Club) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Kudus) KU 12 Putra Aldi Aprian Nugraha Aldi Aprian Nugraha – Kota Semarang (PB. Mustika Ungaran) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Baron Baswara Putra – Kota Yogyakarta (PB Champion Reborn Jogja) M. Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat: U-11 Putri Adibha Fitria – Kota Samarinda (PB Champion Kudus) Sanabila Niyaz Faza – Kota Tangerang (PB Champion Bogor) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Chloe Levona Willie – Kota Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU 11 Putri RR. Arnetta Safara Bilqish Sholeh – Kota Yogyakarta (Eko Febrianto) KU 12 Putri Lilianne Andrea Octaviany – Kabupaten Sintang (PB Champion Klaten) Stefanie Tricia Laiman – Kabupaten Klaten (PB Champion Klaten) Karenina Putri Inka Azzahra – Kabupaten Kendal ((Altrec Semarang) Karina Frederika Putri Loen – Kota Depok (PB Champion Dakota) U-11 Putra Moreno Putra Zhulkifli – Kota Balikpapan (PB Cahaya Indonesia) Wijaya Putra Sugiharto – Kabupaten Sidoarjo (PB Champion Klaten) Arjuna Azka Aldrich – Kabupaten Sragen (PB Sukowati) KU 11 Putra Azka Azfar Rabbani – Kabupaten Purworejo (PB Garuda Jaya) Muh. Rifky Harimurti Ramadhan – Kabupaten Kolaka (PB Champion Kudus) KU 12 Putra Feliks Zebua – Kabupaten Bogor (KAYP1 Champion Bogor) Ghian Ahza Danish Adinata – Kota Surakarta (PB PMS Solo) Muhadad Al Azzam – Kota Bandung (Jingga Badminton Academy) Raziq Sahala – Kabupaten Banjarnegara (PB Delta Klampok)

PB Djarum mulai kantongi calon pemain potensial dari audisi umum

Jethro Alexander Kemas

Tim Pencari Bakat PB Djarum mulai mengantongi sejumlah pebulu tangkis muda yang dinilai memiliki kualitas berbeda dan berpotensi dikembangkan menjadi pemain top dari Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Jawa Tengah. “Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” kata anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum Hastomo Arbi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hastomo Arbi mengatakan penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan peserta memenangi pertandingan, melainkan juga proyeksi perkembangan mereka dalam jangka panjang. “Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” ujar peraih Piala Thomas 1984 tersebut. Pengamatan itu menjadi penting karena peserta yang gagal melalui jalur turnamen masih mempunyai kesempatan mendapatkan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat. Pada sektor putra, salah satu peserta yang terus menjaga peluang adalah Jethro Alexander Kemas. Pebulu tangkis KU-11 asal Palembang itu berhasil membalas kekalahan dari pemain yang menghentikannya pada audisi tahun lalu. Audisi tahun ini menjadi kesempatan ketiga bagi Jethro. Pada 2024, dia langsung tersingkir pada pertandingan pertama, sedangkan tahun lalu mampu mendapatkan Super Tiket dan mencapai tahap karantina sebelum akhirnya gagal bergabung dengan PB Djarum. Pada sektor putri, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 Maria Kristin Yulianti juga telah mencatat sejumlah nama yang berpeluang memperoleh Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat. Menurut Maria, semangat juang menjadi salah satu pertimbangan karena tim tidak semata-mata melihat hasil akhir pertandingan. “Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata. Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah,” ujar Maria. Salah satu peserta yang menunjukkan semangat tersebut adalah Syarifah Adshila Nugroho. Pebulu tangkis KU-12 asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu mengalahkan Riezqy Magisthira Nasruddin melalui tiga gim 12-21, 21-17, 21-10 pada babak 32 besar. Syarifah berusaha menebus kegagalannya pada audisi tahun lalu ketika langkahnya terhenti pada tahap karantina. Dia mengaku mendapat evaluasi dari tim pelatih mengenai semangatnya ketika berada di lapangan. Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 berakhir Minggu (13/9), sekaligus menentukan peserta yang memperoleh Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina. Peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur turnamen, sedangkan peserta putri harus menembus final. Peserta yang tersingkir sebelum mencapai fase tersebut tetap berpeluang mendapatkan Super Tiket berdasarkan pilihan Tim Pencari Bakat apabila dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan. Para pemegang Super Tiket selanjutnya menjalani karantina selama empat pekan dengan penilaian mencakup kemampuan teknik, fisik, kedisiplinan, hingga perilaku sehari-hari sebelum ditentukan menjadi atlet binaan PB Djarum.

17 kampus bersaing dalam “Campus League Badminton Regional Semarang”

Campus League Badminton Regional Semarang

Sebanyak 17 kampus bersaing sengit pada ajang “Campus League Badminton Regional Semarang” yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Semarang, 26-29 Agustus 2026. Ketua Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, di Semarang, Jumat malam, memberikan apresiasi atas bergulirnya musim perdana Campus League Badminton Regional Semarang. Ia menyebutkan tidak kurang dari 149 atlet mahasiswa dari 17 perguruan tinggi berkompetisi, baik secara individu maupun permainan team. Persaingan kian sengit lantaran Regional Semarang juga diikuti perguruan tinggi asal kota lain yang tak kalah berprestasi, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Surakarta, Purwokerto, hingga Makassar. Kampus dari Semarang, yakni Undip, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Semarang (USM), Unika Soegijapranata, dan Universitas Terbuka Semarang. Dari Surabaya yang mengirimkan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Surabaya. Dari Yogyakarta ada Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Islam Indonesia. Kemudian Solo ada tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Tunas Pembangunan, dan Universitas Pignatelli Triputra, serta dua peserta lainnya adalah Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Universitas Hasanuddin Makassar. Dengan dipertandingkannya badminton sebagai salah satu cabang olahraga di Campus League, kata dia, akan memberikan angin segar dan semangat baru bagi kompetisi badminton Indonesia, khususnya di tingkat perguruan tinggi. “Ini baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah. Kami berharap ajang ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih kuat antara PBSI dengan universitas,” katanya. Ia berharap program pembinaan bulutangkis di tingkat universitas dapat lebih ditingkatkan dengan adanya Campus League tersebut. Campus League Badminton Regional Semarang juga melakukan inovasi dengan menerapkan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF). Kategori perseorangan, pertandingan dimainkan dengan format best of three games hingga 15 poin (15×3), sedangkan kategori beregu menggunakan format best of three sets dengan sistem relay point dan target 55 poin kumulatif, sesuai regulasi terbaru BWF. “Sistem ini menuntut pemain untuk langsung tampil dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan, tanpa banyak ruang supaya bisa membaca permainan lawan seperti di format poin sebelumnya,” katanya. Pada Jumat ini, Campus League Badminton Regional Semarang memainkan pertandingan perebutan peringkat tiga kategori perorangan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan 3 vs 3.

Pontianak IC 2026 Siap Hadirkan Persaingan Sengit

Konferensi Pers Polytron Pontianak Internatonal Challenge 2026

Kota Pontanak bersiap menjadi tuan rumah ajang bulutangkis internasional. Polytron Pontianak Internatonal Challenge 2026 sudah mulai berlanagsung hari ini, Selasa (25/8) di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat. Kejuaraan ini merupakan kolaborasi antara Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat, serta mendapat dukungan penuh dari Polytron sebagai sponsor utama. Turnamen ini merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federa6on (BWF) dengan kategori Interna6onal Challenge dan menyediakan total hadiah sebesar US$20.000. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan bahwa turnamen ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sekaligus wujud komitmen untuk menghadirkan kompetisi internasional di daerah. “Kami merasa bangga dan bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis internasional yang masuk dalam kalender BWF. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengumpulkan poin peringkat dunia, tetapi juga kami harapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan lahirnya talenta-talenta baru yang kelak mampu bersinar di panggung bulutangkis dunia. Di sisi lain, kami berharap penyelenggaraan turnamen ini memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan olahraga, pariwisata, dan perekonomian daerah, sekaligus memperkenalkan kota Pontianak,” ujar Yuni Persaingan Polytron Pontanak Internatonal Challenge 2026 dipastikan berlangsung menarik dengan kehadiran peserta dari 17 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta dari negara lain adalah Chinese Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru,Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Portugal. Dari data peserta, Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak, disusul India, Chinese Taipei, Malaysia, Thailand dan Singapura. Kehadiran pemain dari berbagai negara diharapkan menghadirkan persaingan kompe66f sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para atlet Indonesia. Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso, S.H., mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional ini juga menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga bertaraf internasional. “Penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 dan POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kejuaraan bulutangkis bertaraf internasional. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada dunia. Kami berharap kedua turnamen ini dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses, sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan bulutangkis serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan dalam mewujudkan penyelenggaraan dua ajang internasional ini,” kata Joko Persaingan juga semakin menarik dengan tampilnya sejumlah wakil andalan Indonesia. Mereka akan memanfaatkan turnamen ini untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin ranking BWF. Di sektor tunggal putra, Indonesia akan menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Chris6an Adinata, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Sementara itu di sektor tunggal putri, Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri. Pada sektor ganda putra, Indonesia akan diperkuat pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo dan sektor ganda putri diwakili Si6 Sarah Azzahra/Velisha Chris6na, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari, Halifia Usni Pra6wi/Selsi Josika. Sementara itu, pada sektor ganda campuran, Indonesia akan menurunkan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, serta Verrell Yus6n Mulia/Bernadine Anindiya Wardana. Kehadiran para wakil Indonesia tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Pon6anak. Penonton 6dak hanya dapat menyaksikan persaingan pemain dari berbagai negara, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada para wakil Indonesia yang tampil di hadapan publik tuan rumah. Bagi PP PBSI, penyelenggaraan turnamen internasional di Pon6anak menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas kompe6si berkualitas ke berbagai daerah sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional. Kehadiran para pemain dari berbagai negara juga diharapkan dapat memberikan atmosfer kompe6si internasional bagi masyarakat Kalimantan Barat, sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di daerah untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di 6ngkat nasional maupun internasional. Dukungan Polytron sebagai sponsor utama menjadi bagian penting dalam menghadirkan turnamen ini. Keterlibatan Polytron merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional, khususnya bulutangkis yang telah menjadi salah satu sumber kebanggaan Indonesia di panggung dunia. Kenny Meigar, Public Relations Manager Polytron menegaskan komitmen Polytron untuk terus mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya bulutangkis, sekaligus memberikan ruang bagi para atlet Indonesia untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di panggung internasional. “Dukungan kami terhadap Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional, khususnya bulutangkis yang telah menjadi salah satu sumber kebanggaan Indonesia di panggung dunia. Kami berharap kehadiran Polytron dapat memberikan dukungan positif bagi para atlet sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk terus melangkah dan menciptakan kebanggaan bagi Indonesia. Karena kebanggaan tidak hanya lahir dari podium, tetapi juga dari setiap langkah dan perjuangan untuk terus memberikan yang terbaik bagi negeri,” ujar Kenny. Selain menghadirkan pertandingan berkualitas, masyarakat Pon6anak dan sekitarnya juga dapat menyaksikan langsung aksi para pebulutangkis internasional dengan harga 6ket yang terjangkau. Tiket Polytron Pon6anak Interna6onal Challenge 2026 dibanderol dengan harga yang sama dari babak awal hingga babak final dengan harga Rp20.000, dan se6ap pembelian 6ket akan mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli melalui tiket.com dan juga pembelian langsung di Tiket Box GOR Terpadu A Yani yang akan dibuka 120 menit (2 jam) sebelum pertandingan dimulai. Dengan harga tiket yang ekonomis, penyelenggara berharap antusiasme penonton untuk hadir langsung di GOR Terpadu Ahmad Yani semakin tinggi. Dukungan penonton dari tribun diharapkan turut menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat Pontianak dalam menyaksikan pertandingan bulutangkis internasional secara langsung. Sementara itu, untuk para pecinta bulutangkis yang tidak dapat hadir untuk menyaksikan langsung pertandingan bulutangkis di GOR Terpadu Ahmad Yani tetap dapat mengikuti keseruan Polytron Pontianak International Challenge 2026 melalui siaran langsung di iNews TV yang akan ditayangkan pada hari Sabtu, 29 Agustus (semifinal) dan Minggu, 30 Agustus (final mulai pukul 13.00 WIB.

AQUA Dukung Pembinaan Atlet Muda Bulu Tangkis

AQUA Cup Badminton Solo 2026

Sebanyak 219 atlet bulutangkis unjuk gigi dalam ajang AQUA Cup Badminton Solo 2026 yang berlangsung di Atrium The Park Mall Solo pada 22-26 Agustus 2026. Turnamen ini digelar sebagai langkah mendukung pembinaan atlet muda melalui paduan olahraga, teknologi, dan gaya hidup, seperti dilansir dari Detik Sport. Ajang kompetisi kelompok usia ini menghadirkan atmosfer berbeda karena ditempatkan di dalam pusat perbelanjaan. Langkah tersebut diambil agar masyarakat umum yang sedang berbelanja atau berkunjung bersama keluarga dapat ikut menyaksikan pertandingan secara langsung. Secara keseluruhan, turnamen mempertandingkan tujuh nomor kompetisi yang mencakup kategori anak-anak hingga ganda putra dewasa. Kelompok usia yang berlaga terdiri dari Tunggal Putri Anak (2014-2016), Tunggal Putra Anak Usia Utama (2014), Tunggal Putra Anak Usia Madya (2015), Tunggal Putra Anak Usia Dini Utama (2016), Tunggal Putra Anak Usia Dini Madya (2017), Tunggal Putra Pra Usia Dini, dan Ganda Putra Dewasa. Head of Marketing AQUA Elektronik, Yazid, menegaskan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan konsep baru dalam kejuaraan ini. “AQUA Cup Badminton Solo 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai turnamen, tetapi sebagai pengalaman yang mempertemukan olahraga, komunitas, dan gaya hidup,” kata Head of Marketing AQUA Elektronik, Yazid. Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi mal bertujuan mendekatkan inovasi produk kepada masyarakat di tengah persaingan olahraga. “Kami ingin peserta maupun pengunjung dapat menikmati atmosfer kompetisi sekaligus mengenal lebih dekat inovasi AQUA Elektronik yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan pengalaman yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” sambung Yazid. Yazid menilai kompetisi ini menjadi sarana positif dalam mematangkan mentalitas para pemain muda. “Kami percaya olahraga memiliki kekuatan untuk membentuk karakter sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Melalui AQUA Cup Badminton Solo 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman kompetisi yang positif, sehingga para peserta dapat belajar menikmati proses, membangun kepercayaan diri, dan terus mengembangkan potensi mereka di dunia olahraga,” ujar Yazid. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Basri Yusuf, Ketua Pengkot PBSI Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Ketua Umum PMS Sumartono Hadinoto, serta jajaran manajemen Haier dan AQUA Elektronik. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha lokal yang melihat potensi besar dari antusiasme masyarakat Surakarta terhadap cabang olahraga ini. “Bulu tangkis memiliki basis komunitas yang kuat di Solo dan sekitarnya, sehingga kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk membangun interaksi positif dengan konsumen sekaligus memperkuat kehadiran AQUA Elektronik di tengah masyarakat Solo,” kata Owner Candi Elektronik, Ardian Ayat Santiko.

Bayan Open 2026 Jadi Panggung Atlet Muda Kaltim

Bayan Open 2026

Rangkaian turnamen bulu tangkis berlevel nasioanl, Sirkuit Nasional 2026, akan kembali berlanjut. Kali ini, Sirkuit Nasional C Bayan Open 2026 kembali digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 24-29 Agustus 2026. Kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan olahraga sekaligus membuka peluang lebih besar bagi atlet muda di luar Pulau Jawa untuk berkembang. Senior Manager PT Bayan Resources, Suhud Wahyudi, mengatakan dukungan terhadap pembinaan olahraga menjadi salah satu bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian karena memiliki basis penggemar besar di Indonesia dan telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat dunia. “Bulu tangkis adalah salah satu olahraga favorit di Indonesia yang prestasinya mendunia, sehingga kita layak ikut berpartisipasi mengembangkan ini di level-level yang bawah,” ujar Suhud. Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis secara berkesinambungan penting untuk mendukung proses pembinaan atlet. Selama ini, turnamen berskala nasional dinilai masih lebih banyak digelar di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat atlet dari luar Jawa harus mengeluarkan biaya dan waktu lebih besar untuk mengikuti pertandingan nasional. Karena itu, Bayan Open 2026 di Balikpapan diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi atlet muda Kalimantan untuk mendapatkan pengalaman bertanding tanpa harus selalu bepergian ke Pulau Jawa. “Kami merasa perlu adanya kompetisi yang berkesinambungan, terutama di luar Jawa. Khususnya karena kami kebetulan di Balikpapan, kami adakan di Balikpapan,” katanya. Suhud mengatakan pembinaan atlet usia muda menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Bayan Open 2026. Kategori pertandingan mencakup kelompok usia dini hingga taruna. Pembinaan sejak usia muda dinilai penting untuk menjaga regenerasi atlet bulu tangkis di Kalimantan Timur. “Kami terutama adalah pembinaan untuk atlet-atlet muda,” ujarnya. Menurut Suhud, kompetisi yang berkualitas dan digelar secara rutin dapat memberikan pengalaman bertanding yang sangat dibutuhkan atlet untuk meningkatkan kemampuan. Semakin banyak pertandingan yang diikuti, semakin besar pula kesempatan atlet memperoleh poin sekaligus menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Kita harapkan prestasi atlet itu akan terus berkembang. Kita harapkan terus berkembang mencapai nasional,” katanya. Kehadiran Bayan Open 2026 juga diharapkan memberikan manfaat bagi atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Atlet dari Tenggarong, Samarinda, hingga Bontang kini memiliki kesempatan mengikuti kompetisi berskala nasional di Balikpapan. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga memiliki peluang mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat melalui kompetisi tersebut. Selain itu, pertemuan dengan atlet dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan. “Ada kompetisi yang bagus tentunya ada kesempatan untuk sparing partner dengan pemain-pemain lain yang berkualitas,” tutur Suhud. Melalui penyelenggaraan Bayan Open yang dilakukan secara berkesinambungan, pihak penyelenggara berharap semakin banyak atlet muda dari Kalimantan Timur mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional. “Harapan kami, atlet-atlet muda, atlet-atlet muda usia dini, terus berkembang, bisa bersaing dengan daerah-daerah lain,” pungkasnya. Bayan Open 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bulu tangkis di Kalimantan Timur. Konsistensi penyelenggaraan kompetisi menjadi salah satu modal untuk mencetak regenerasi atlet yang mampu membawa nama Kaltim ke level nasional hingga internasional.

Hydroplus Sirnas B Bengkulu 2026: Giliran Jaya Raya Jakarta Juara Umum

Sirkuit Nasional B Bengkulu 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 berakhir pada Sabtu (22/8) petang. Sebanyak 11 partai final yang mempertandingkan 11 kategori rampung digelar di GOR Sportatorium, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sabtu (22/8) sore. Seperti tiga seri sebelumnya, HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 yang berlangsung pada 17-22 Agustus mempertandingkan 11 kategori yang terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni Usia Dini, Anak, dan Pemula. Keenam kategori pada kelompok Usia Dini dan Anak meliputi Usia Dini Tunggal Putra (UDPA), Usia Dini Tunggal Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), dan Ganda Anak Putri (GAPI). Sementara itu, kelompok Pemula mempertandingkan Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). Jaya Raya Jakarta akhirnya mampu memutus rentetan juara umum milik PB Djarum usai tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan 6 gelar juara. DIsusul, Mutiara Cardinal Bandung dengan dua gelar. Tiga gelar juara lain, dibagi rata menjadi milij PB Djarum, Perkasa Ardana Badminton Club dan Jaya Raya Solo. Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Balikpapan dengan tajuk Bayan Open pada tanggal 24 – 29 Agustus 2026. Selain itu, Seri sirnas lain akan dilanjut ke Kota Yogyakarta. Seri sirnas berlabel Sirkuit Nasional A tersebut akan berlangsung pada 8 – 13 September 2026. Berikut hasil lengkap rangkaian partai final HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026: Lapangan 1 GPC Satria Pinandita Yudistira/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Alika Naila Putri (Mutiara Cardinal Bandung) 21-19, 21-17 TAPI Maura Wahyu Keisha Maharani (Jaya Raya Jakarta) vs. Shallom Angelica Sari (PB Djarum) 21-12, 21-16 UDPA Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Dafi Alfathan (Iskandar Alamla Palembang) 22-20, 21-7 TPA Ghalib Ahnaf Dira (Jaya Raya Jakarta) vs. Muhammad Farid Habibulloh (Alamsyah Yunus Badminton Club) 16-21, 21-14, 21-16 GAPA Raihan Farid ‘Atha Mufida/Zhafran Almer Haq (Perkasa Ardana Badminton Club) vs. Andra Julio Ghaizan/Delvino Eugene Lantu (Jaya Raya Satria) 21-18, 14-21, 22-20 TAPA Athalla Rizlya Putra (Jaya Raya Jakarta) vs. Mochamad Rizqi Abdullah (Jaya Raya Solo) 21-11, 21-18 GPI Khanza Zulfanihayah/Queeny Opsi Palamarta (PB Djarum) vs. Grenville Evy Nanda/Nufaisah Aliyah Rohmah (Jaya Raya Jakarta) 21-23, 12-21 GPA Brian Aqila Daniswara/Raysel Emerald Gracylon (PB Djarum) vs. Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) 14-21, 21-13, 15-21 Lapangan 2 TPI Metta Handayani Hartono (Jaya Raya Jakarta) vs. Khanza Janeeta Nugraha (Jaya Raya Jakarta) UDPI Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Anindita Nuur Varisha (Jaya Raya Satria) 21-10, 21-13 GAPI Amira Ghassani Ahlam/Naura Khaira Raya Kharisma (Alamsyah Yunus Badminton Club/Global Pratama) vs. Angelice Luigi Nathaniela/Aqila Sybil Aufa Ilham (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 16-21

HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 – Tolok Ukur Pembinaan Atlet Muda

Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026

HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026 mulai bergulir pada Senin (17/8) pagi di GOR Sportatorium, Bengkulu. Sebanyak 462 pebulu tangkis dari 124 klub di berbagai daerah di Tanah Air ambil bagian dalam kejuaraan berskala nasional yang berlangsung pada 17-22 Agustus tersebut. Ratusan peserta itu bersaing pada 11 kategori, yakni Usia Dini Putra, Usia Dini Putri, Tunggal Anak Putra, Tunggal Anak Putri, Ganda Anak Putra, Ganda Anak Putri, Tunggal Pemula Putra, Tunggal Pemula Putri, Ganda Pemula Putra, Ganda Pemula Putri, serta Ganda Pemula Campuran. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah sekaligus menambah semarak kembalinya kejuaraan berskala nasional ke “Bumi Rafflesia”. Kepercayaan untuk kembali menggelar Sirnas telah dinantikan masyarakat Bengkulu selama lebih dari satu dekade. Terakhir kali ajang serupa digelar di provinsi tersebut pada 2011, sehingga penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di daerah tersebut. Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Bengkulu, Saihoni Anwar, menyatakan bahwa penunjukan Bengkulu sebagai tuan rumah merupakan hasil kerja keras jajaran pengurus sepanjang 2025. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah PP PBSI memberikan kepercayaan kepada Bengkulu untuk menjadi tuan rumah HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 sekaligus menandai berakhirnya penantian panjang untuk kembali menghadirkan kejuaraan bulu tangkis berskala nasional di Bengkulu. Setelah terakhir kali menjadi tuan rumah Sirnas pada 2011, Saihoni mengungkapkan, Pengprov PBSI Bengkulu tidak pernah berhenti mengajukan diri dan berupaya mendapatkan kepercayaan untuk kembali menggelar ajang tersebut. “Kami tetap berupaya. Bahkan setiap tahun kami mengusulkan untuk mengadakan Sirnas di Bengkulu,” tuturnya kepada Djarum Badminton, Senin (17/8). “Alhamdulillah di 2026 yang merupakan usulan kami pada 2025, kerja keras itu membuahkan hasil yang manis dan akhirnya digelar HYDROPLUS Sirnas B 2026 di Bengkulu,” Saihoni, menambahkan. Saihoni berharap, penyelenggaraan HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi awal bagi Bengkulu untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan nasional. Ia juga menyatakan, Pengprov PBSI Bengkulu telah berkomunikasi dengan PP PBSI terkait rencana mengajukan diri sebagai tuan rumah Sirnas A pada kesempatan mendatang, sekaligus berharap mendapat dukungan penuh untuk merealisasikan rencana tersebut. Sementara itu, pendiri sekaligus pelatih klub bulu tangkis Porpu Bengkulu, Ramdani, menyambut positif kehadiran HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026. Ia mengirimkan 18 atlet binaannya untuk ambil bagian dalam kejuaraan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai kesempatan untuk menguji mental dan kemampuan mereka saat bersaing dengan para pebulu tangkis muda dari berbagai daerah di luar Bengkulu. “HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 ini bagi kami di Porpu menjadi tolok ukur atau semacam barometer buat saya, sejauh mana para pemain dapat menerapkan apa yang telah dilatih selama ini,” jelasnya. Ia pun menaruh harapan besar kepada para atlet yang bertanding pada kategori Usia Dini Putra dan Usia Dini Putri di HYDROPLUS Sirnas B Bengkulu 2026 agar dapat menunjukkan performa terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dari persaingan di level nasional.

Hydroplus Sirnas A Jakarta 2026: PB Djarum Masih Perkasa

Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026 berakhir pada Sabtu (8/8) petang di GOR Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 15 pertandingan digelar untuk memperebutkan gelar juara pada lima nomor yang masing-masing terbagi dalam tiga kategori, yakni Remaja, Taruna, dan Dewasa. PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan enam gelar juara. Sementara itu, Exist Badminton Club menyusul dengan empat gelar. Selain kedua klub tersebut, ada Jaya Raya dengan raihan dua gelar, dan Pelatwil Tengah, Bayu Kencana, dan Mansion Sports Box masing-masing membawa satu gelar juara dari turnamen yang berlangsung sejak Senin (3/8). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Bengkulu pada 17–22 Agustus mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional B. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas A Jakarta 2026: Lapangan 1 GRC Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Muhammad Bintang Samudra Sakti/Wilia Renasya (PB Djarum) 21-12, 21-12 TRI Divya Amanta Kuncoro (Pelatwil Tengah) vs. Alysa Mukti Salsabiela (PB Djarum) 21-19, 24-22 TRA Kevin Maulana Pattirane (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Farel Fadhilah Ukasyah (PB Djarum) 19-21, 17-21 TTI Shaafiya Yasmin Maitsaa (Jaya Raya Jakarta) vs. Hani Miftasari (PB Djarum) 18-21, 16-21 TTA Fathurachman (Sarwendah Badminton Club Jaktim) vs. Fardhan Rainanda Joe (Exist Badminton Club) 21-17, 19-21, 15-21 GTA Raihan Daffa Edsel Pramono (PB Djarum) vs. Akmal Nurrahman/Revand Harianto (Jaya Raya Jakarta) 18-21, 18-21 GRI Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Calista Fakasyiffa Putri/Yulita Herlinda Ningtyas (Jaya Raya Jakarta) 21-11, 21-18 GRA Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Jaya Raya Jakarta) vs. I Nyoman Devan Kertikea Ryoga Sancaya/Muhammad Bintang Samudra Sakti (PB Djarum) 12-21, 14-21 Lapangan 2 GTC Genta Restu Handika/Azka Ghani Putri Wardhana (PB Djarum) vs. Faza Iwadh Kurnia Ramdhan/Rachel Machalul Cahya Ayu (PB Djarum) 12-21, 13-21 GDC Gilang Krisandi Toyo Pramana/Violita Dewi (Bayu Kencana) vs. Renaldi Samosir/Masita Mahmudin (Exist Badminton Club/Teratai) 14-21, 21-18, 21-18 TDI Ruzana (PB Djarum) vs. Erghya Aulia Putri (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) 21-17, 21-17 GDA Alfredo Mesdila/Reza Dwicahya Purnama (Mansion Sports Box) vs. Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta) 21-18, 21-12 GDI Jania Novalita Situmorang/Pitha Haningtyas Mentari (Jaya Raya Jakarta) Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini (Jaya Raya Jakarta) 21-16, 12-21, 21-6 TDA Jason Christ Alexander (PB Djarum) vs. Chico Aura Dwi Wardoyo (Exist Badminton Club) 27-25, 10-21, 10-21 GTI Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum) vs. Rachel Machalul Cahya Ayu/Vica Velicia (PB Djarum) 21-14, 21-10

Hydroplus Sirnas B Sumut 2026: PB Djarum Kembali Juara Umum

HYDROPLUS Sirkuit Nasional B Sumatra Utara 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sumatra Utara (Sumut) 2026 berakhir pada Sabtu (25/7) petang di GOR PBSI Sumut, Medan. Sebanyak 11 gelar juara diperebutkan, yang mencakup kategori Usia Dini Putra (UDPA), Usia Dini Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), Ganda Anak Putri (GAPI), Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan empat gelar juara. Sementara itu, Mutiara Cardinal Bandung menyusul dengan dua gelar. Selain kedua klub tersebut, Exist Badminton Club, Satria Surabaya, Jaya Raya Solo, dan klub-klub lainnya, turut mewarnai persaingan sepanjang turnamen yang berlangsung sejak Senin (20/7). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Jakarta pada 3-8 Agustus 2026 mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional A dan akan diikuti kelompok usia U-17, U-19, dan dewasa. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026: Lapangan 1 TAPI: Xaviera Rafa Rimarcdi (Exist Badminton Club) vs. Berliana Rahma (TAQI Arena Badminton Academy) 21-18, 21-8 TAPA: Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Haydhar Al Zakhiri (Jaya Raya Solo) 21-17, 21-18 GPC: Milan Prodeus Gultom/Dinny Octalira Zendrato (Luluk Hadiyanto Badminton Club Jaksel) vs. M Farzan Ahza Aqila/Tarisa Kirana Mahiswari (Sarwendah Badminton Club Jaktim) 21-23, 21-19, 21-19 UDPI: Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Steffi Laurentia Athalla Doda (Alamsyah Yunus Badminton Club) 21-9, 21-14 TPA: Marvel Mulyono (Champion Klaten) vs. Marcel Jhonatan (PB Djarum) 21-15, 21-10 GAPI: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia/Xaviera Rafa Rimarcdi (Satria Surabaya/Exist Badminton Club) vs. Nizma Qothrunadda Anako/Rya Alaysha Okka Putri (Jaya Raya Solo) 21-14, 21-6 GAPA: La Ode Muhammad Ahsan Kamil/Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Muhammad Rafa Shirdi/Nawaf Al Ashar (PB Djarum) 21-15, 19-21, 21-19 UDPA: Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Azka Al Fatih (Samudera Binjai) 21-11, 21-19 Lapangan 2 TPI: Mikha Ribka Kasalang (PB Djarum) vs. Syauqia Aisya Inara (PB Djarum) 21-6, 12-21, 21-9 GPI: Tiara Shaqeela Jasmine/Zhaafira Khoerunnisa (PB Djarum) vs. Alisha Artha Amara/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) 21-14, 22-20 GPA: Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Yasir Revansyah/Valdis Adlina Wiska Putra (Mutiara Cardinal Bandung) 21-15, 21-17

Piala Kapolri 2026 buka jalan pebulu tangkis muda menuju Pelatnas

Piala Kapolri 2026

Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Kapolri 2026 menjadi salah satu jalur bagi atlet muda untuk mengumpulkan poin peringkat nasional hingga membuka peluang mengikuti Seleksi Nasional dan masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PP PBSI. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja mengatakan turnamen tersebut memiliki level persaingan tinggi karena diikuti pemain peringkat 32 besar nasional pada setiap sektor dalam kelompok umur pemula (U15), Remaja (U17) dan taruna (U19). “Kapolri Cup ini merupakan turnamen dengan level yang sangat tinggi, bisa dikatakan setara dengan kategori Premier dalam kalender nasional PBSI,” kata Ricky dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. Piala Kapolri 2026 akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu dengan mempertandingkan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran pada kategori kelompok umur. Menurut Ricky, turnamen tersebut juga memberikan poin peringkat nasional sehingga menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan para atlet muda. Para pemain akan dipantau oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI selama kejuaraan berlangsung. “Dalam beberapa tahun terakhir, banyak atlet yang tampil di Kapolri Cup kemudian mengikuti Seleksi Nasional dan akhirnya masuk ke Pemusatan Latihan Nasional,” ujar Ricky. Ia berharap capaian tersebut kembali terulang pada penyelenggaraan tahun ini mengingat kelompok umur U-15, U-17, dan U-19 merupakan tahap penting dalam pembinaan atlet. “Kami berharap para peserta, khususnya 32 pemain terbaik di setiap kategori, benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan mereka,” kata peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky tersebut. Selain kategori kelompok umur, Piala Kapolri 2026 mempertandingkan kategori Polri dan para-bulu tangkis yang diikuti 70 atlet disabilitas dari 10 provinsi. Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan kategori para-bulu tangkis akan melibatkan atlet Paralimpik, internasional, nasional, regional, hingga atlet pelajar potensial. Menurut Ukun, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi NPC Indonesia untuk memantau perkembangan pembinaan atlet di daerah. “Apabila nantinya ditemukan bibit-bibit atlet baru yang memiliki potensi, tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengikuti proses pembinaan menuju pelatnas,” ujar Ukun. Piala Kapolri 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga dan secara keseluruhan melibatkan 1.219 peserta dari kategori umum, Polri, dan disabilitas.

10 Wakil Indonesia Berjuang di Perempat final

Malaysia Junior International Challenge 2026

Indonesia berhasil mengirimkan 10 wakilnya ke babak perempat final Malaysia Junior International Challenge 2026. Babak perempat final akan berlangsung di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur pada hari Jumat, 24 Juli 2026 mulai pukul 15.00 waktu setempat. Sementara itu, satu tempat semifinal sudah dapat dipastikan menjadi milik Indonesia setelah Hani Miftasar dan Frisca Adelia Arifah akan saling bertemu di babak perempat final. Berikut wakil Indonesia yang akan bermain di perempat final Malaysia Junior International Challenge 2026: Nomor Wakil Indonesia Lawan XD U-19 Muhammad Luthfi H / Dian Ramadhani M Ahmad Redzuan / Teh Si Yan (Malaysia) MS U-19 Alif Akbar M. Boon Le Lim (Malaysia) WD U-19 Nur Hafidzah Afifah / Shafira Atha Azzalia Nur Aina Maisarah / Teh Si Yan (Malaysia) XD U-19 Genta Restu Handika / Azka Ghani Putri W Isyraf Hafizin / Lee Joinne (Malaysia) WS U-19 Hani Miftasari Frisca Adelia Arifah (Indonesia) XD U-19 Faza Iwadh Kurnia R / Rachel Machalul Cahya A Ungku Ameer / Rachel Tan (Malaysia) MS U-19 Yudha Rendra W Wei Jie Tiew (Malaysia) WD U-19 Rachel Machalul Cahya A / Vica Velicia Chin Yu-Hsin / Lee Siou-Jin (Malaysia) WD U-19 Aqelatul Amaliyah R / Wilia Renasya Chantharat Marndakul / Pearploy Suttiwarayanon (Thailand) MD U-19 Muhammad Luthfi H / Faza Iwadh Kurnia R Damien Ling / Irfan M. Shazmir (Malaysia)

Pupuk Kaltim dukung regenerasi atlet bulu tangkis lewat Sirnas C Open

Sirkuit Nasional C Pupuk Kaltim Open 2026

PT Pupuk Kalimantan Timur mendukung regenerasi atlet bulu tangkis melalui kejuaraan bulu tangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Pupuk Kaltim Open 2026 guna mencetak talenta muda yang berprestasi hingga di tingkat internasional. “Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan menciptakan ruang bagi atlet muda untuk berkembang, dengan mendorong kompetisi yang sehat, kompetitif, serta profesional,” kata Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Mohamad Agung dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu. Menurut Agung, berbagai prestasi yang telah diraih Indonesia di tingkat dunia menjadi bukti bangsa ini memiliki tradisi pembinaan atlet bulu tangkis yang kuat dari tahun ke tahun. Prestasi itu dapat terus berlanjut jika didukung kompetisi berkualitas dan berkesinambungan. “Makanya Pupuk Kaltim berkolaborasi bersama PBSI dalam penyelenggaraan Sirnas C, untuk jangka waktu dua tahun. Karena kami percaya, pengembangan kapasitas generasi muda merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa,” ujar Agung. Ia menegaskan kejuaraan itu bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara maupun poin peringkat nasional tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin yang akan menjadi bekal dalam perjalanan karir ke depan. “Melalui ajang ini kami berharap lahir bibit-bibit atlet potensial yang suatu saat mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ucap Agung. Mewakili PBSI Pusat, Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kalimantan Timur Risa Fahrizal menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim mendukung pembinaan bulu tangkis nasional. Menurutnya, Pupuk Kaltim memiliki peran penting dalam menghadirkan penyelenggaraan Sirnas C di Kalimantan Timur. Mengingat ajang itu pertama kali terselenggara di daerah tersebut pada tahun 2025. Kini, jumlah seri Sirnas di Kalimantan Timur telah berkembang menjadi lima seri pada 2026, yang terdiri atas empat seri Sirnas C dan satu seri Sirnas B. “Tahun ini sudah ada lima seri Sirnas di Kalimantan Timur. Cikal bakalnya berawal dari Pupuk Kaltim. Untuk itu, kami berharap Sirnas C ini dapat terus diselenggarakan oleh perusahaan pada tahun-tahun mendatang,” ujar Risa. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris turut mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim mendukung pembinaan atlet bulu tangkis berbakat di Indonesia. Sirnas C itu juga menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap Kota Bontang sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga bertaraf nasional. Pemkot setempat memandang olahraga sebagai investasi pembangunan manusia, sejalan dengan visi untuk mewujudkan Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan menuju sumber daya manusia yang berdaya saing. “Untuk itu, kami harap dari GOR Pupuk Kaltim ini akan lahir atlet muda untuk membawa Merah Putih di panggung dunia. Sebab setiap atlet hebat selalu memulai perjalanannya dari sebuah kesempatan. Dan hari ini, kesempatan itu dimulai,” kata Agus. Adapun turnamen resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu berlangsung di GOR Pupuk Kaltim pada 13–18 Juli 2026. Ketua Pelaksana Azwar Janur menyebutkan kejuaraan tahun ini diikuti 673 atlet perwakilan 89 klub dari 15 provinsi di Indonesia. Para peserta bertanding pada kelompok usia dini, anak-anak, pemula, remaja hingga taruna, untuk memperebutkan gelar juara sekaligus mengumpulkan poin peringkat nasional sebagai bagian dari kalender resmi Sirkuit Nasional PBSI.

Jaya Raya Pertahankan Gelar Juara Umum

Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026

Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Jaya Raya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu klub pembinaan bulu tangkis terbaik di Indonesia. Pada penyelenggaraan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026, yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, 7–12 Juli 2026, tuan rumah sukses mempertahankan gelar juara umum dengan meraih empat gelar juara dari 14 nomor yang dipertandingkan. Selain Jaya Raya yang tampil sebagai juara umum, klub Djarum Kudus meraih tiga gelar juara, Thailand juga mengoleksi tiga gelar, sedangkan Jepang dan Hong Kong masing-masing membawa pulang dua gelar. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di turnamen ini semakin kompetitif dan menjadi tolok ukur perkembangan bulu tangkis junior internasional. Apresiasi datang dari PP PBSI. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menilai turnamen ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet muda Indonesia. “Kejuaraan seperti ini harus terus didukung. Semoga ke depan semakin dikenal di seluruh dunia dan diikuti lebih banyak pemain dari Eropa maupun Amerika Serikat. Dari turnamen ini, PBSI melihat banyak bibit pemain potensial yang dapat dipersiapkan menuju Pelatnas.” ujarnya. Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa turnamen junior internasional seperti ini menjadi sarana penting dalam proses regenerasi atlet nasional. Menurutnya, selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga merupakan ajang pemantauan bakat bagi tim pencari bakat PBSI untuk melihat potensi pemain-pemain muda dari berbagai daerah maupun negara. “Semakin banyak peserta dari berbagai negara, kualitas persaingan akan semakin meningkat. Ini menjadi momentum bagi pelatih untuk mengevaluasi kebutuhan atlet serta mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing di level dunia,” ujar Eng Hian. Hasil Final Jaya Raya Junior International GP 2026 Pemula U15 Tunggal Putra: Tenka Hirashima (Jepang) vs Revie Israel Lumoindong (Indonesia) 21-18, 21-16. Tunggal Putri: Napatcha Choksakulporn (Thailand) vs Nadda Krirkkitaya (Thailand), 21-19, 21-19. Ganda Putra: M. Kenzie Iddo Kurniawan/Leo Kenzie Putra Pratama (Indonesia) vs Nopporn Chaipar/Rabchai Vongvai (Thailand), 21-17, 21-16. Ganda Putri: Nadda Krirkkitaya/Shanitzada Whantongkhum (Thailand) vs Orizae Ganesha Jofi/Laura Leydisya (Indonesia), 21-6, 21-9. Remaja U17 Tunggal Putra: Alvin Jefferson Kusuma (Indonesia) vs Taisei Kushima (Jepang), 24-22, 22-20. Tunggal Putri: Mau Masuda (Jepang) vs Kungkaek Kakanik (Thailand), 21-14, 16-21, 21-16. Ganda Putra: Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Indonesia) vs Darell Fayi Aflah/Han Liang Gunawan (Indonesia) 21-11, 21-15. Ganda Putri: Khongkwan Roensri/Pimnapha Thanatanantaphong (Thailand) vs Aura Nadin Gunawan/Afizzah Rahmadhani (Indonesia), 21-14, 21-15. Ganda Campuran: Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Indonesia) vs Rhama Madsuba Praduwartha/Willa Renasya (Indonesia), 21-17, 21-16. Taruna U19 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) vs Boon Le Lim (Malaysia), 21-13, 21-9. Tunggal Putri: Ip Sum Yau (Hong Kong) vs Micah Genares Cruz (AS), 21-12, 25-23. Ganda Putra: Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) vs Faizal Pangestu/Anju Siahaan (Indonesia), 16-21, 21-17, 21-17. Ganda Putri: Adelia Nirul M./Yashinta Ristyana Putri (Indonesia) vs Au-Yeung Wing Chi/Chu Wing Chi (Hong Kong), 18-21, 21-18, 21-13. Ganda Campuran: Cheung Sai Shing/Chu Win Chi (Hong Kong) vs Cheng Ying Kit/Au-Yeung Wing Chi (Hong Kong), 21-14, 3-2 (ret).

PB Djarum mulai pencarian talenta muda dari Pekanbaru

Audisi Umum PB Djarum 2026

PB Djarum memulai rangkaian Audisi Umum 2026 dari Pekanbaru, Riau, sebagai upaya memperluas pencarian talenta muda bulu tangkis di luar Pulau Jawa. Sebanyak 306 peserta, terdiri atas 208 putra dan 98 putri, mengikuti audisi di GOR Angkasa, Pekanbaru, pada 8-12 Juli. Mereka bersaing pada kategori U-11, KU-11, dan KU-12 untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina di Kudus. “Setelah dalam beberapa tahun terakhir Audisi Umum PB Djarum terpusat di Kudus, pada 2026 kami memperluas cakupan. Selain Pulau Jawa, Audisi kembali ke Sumatera dan Sulawesi. Pekanbaru menjadi kota pertama dari tiga rangkaian penyelenggaraan audisi,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Yoppy mengatakan perluasan wilayah audisi menjadi bagian dari komitmen PB Djarum untuk memberi kesempatan lebih besar kepada talenta-talenta muda daerah agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto mengatakan mekanisme seleksi tetap mengacu pada format sebelumnya. Peserta menjalani fase screening sesuai kelompok usia sebelum melaju ke tahap turnamen. “PB Djarum mempertahankan standar seleksi di Audisi Umum 2026 dengan fokus pada U-11, KU-11, dan KU-12. Di Pekanbaru dipastikan juara dari setiap kelompok usia langsung masuk tahap karantina setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dan Kudus selesai digelar,” ujar Sigit. Selain juara di tiap kelompok usia, Sigit mengatakan tim pencari bakat juga dapat memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai memiliki potensi besar, daya juang tinggi, dan teknik permainan menonjol meski tidak keluar sebagai juara. Tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober. Peserta yang lolos tahap akhir akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan bergabung dengan PB Djarum. Audisi di Pekanbaru turut dipantau sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia, antara lain Sigit Budiarto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, Maria Kristin Yulianti, Richard Mainaky, Hendrawan, dan Yuni Kartika.

Fardhan Joe melangkah ke babak final Kejuaraan Asia Junior 2026

Fardhan Rainanda Joe

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Fardhan Rainanda Joe melangkah ke babak final Kejuaraan Asia Junior 2026. Di babak semifinal yang berlangsung di Yatsushiro, Sabtu, Fardhan menundukkan perlawanan sengit tunggal China Luo Yu Jing lewat rubber gim 21-16, 15-21, 23-21. Kemenangan ini sekaligus membuat Fardhan mampu revans atas unggulan ketujuh pada turnamen ini setelah kalah dalam pertemuan pertama di Asian Youth Games 2025. “Pertandingan hari ini menguras energi karena poinnya juga ketat dan lawan juga tidak mau kalah. Tekanan pasti ada karena di Asian Youth Games 2025 saya kalah lawan beliau, jadi motivasi untuk pertandingan tadi mau revans,” kata Fardhan dikutip dari PBSI, Sabtu. Fardhan mengatakan kunci kemenangannya kali ini yakni pada segi mentalitas yang mampu bermain lepas dan tidak terlalu terbebani dengan pola permainan lawan. “Pelatih meyakinkan untuk bermain tanpa beban karena tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya. Nantinya di babak final, Fardhan akan mempersiapkan diri untuk bisa tampil lebih lepas sekaligus mempersiapkan kondisi fisik dan mentalnya mengingat atmosfer pertandingan di babak final akan sangat menguras energi. “Besok harus disiapkan lagi mental dan pikirannya karena lawan juga sudah tahu permainan saya. Untuk masyarakat Indonesia, tetap dukung saya terus di final nanti sampai saya jadi juara,” ungkap Fardhan. Di babak final nantinya Fardhan akan bersua tunggal China lainnya Hong Tian Yue.

Indonesia terhenti di perempat final Kejuaraan Asia Junior 2026

Tim bulu tangkis junior Indonesia

Tim bulu tangkis junior Indonesia terhenti pada perempat final nomor beregu Kejuaraan Asia Junior 2026 setelah dikalahkan 0-2 oleh unggulan pertama Thailand 0-2 di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Senin. Indonesia menyerah 48-55 dan 49-55 sehingga menghentikan langkah Jolin Angelia dan kawan-kawan. “Saya kira banyak catatan pastinya namun yang paling utama adalah masih ada seminggu ke depan di nomor perorangan. Jadi kita akan coba maintain lagi baik dari sisi fisik, teknis, taktik dan terutama adalah mental biar mereka siap untuk tampil lagi,” kata Manajer Tim Indonesia, Eskar Denatara dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Eskar menilai tetap ada hal positif yang dapat dipetik dari penampilan para pemain Indonesia. Ia berharap para pemain dapat menjadikan pengalaman pada nomor beregu sebagai bekal untuk tampil lebih baik pada nomor perseorangan. “Fokus pada permainan sendiri dan tampil all out. Jadikan pengalaman beregu ini sebagai pelajaran dan tambahan semangat,” kata Eskar. Kapten tim Indonesia Muhammad Rizky Mubarrok mengatakan hasil tersebut memang belum sesuai harapan, namun tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya. “Saya senang bisa berada di tim ini sebagai kapten. Dan atas nama tim, saya mengucapkan maaf kepada semua pendukung karena belum bisa melaju ke babak selanjutnya,” kaya Mubarrok. Dia meminta rekan-rekannya segera mengalihkan fokus ke nomor perseorangan karena peluang Indonesia untuk meraih medali masih terbuka. “Kita semua masih ada peluang untuk membawa pulang medali untuk Indonesia,” ujar Nubarrok. Thailand melaju ke semifinal untuk menghadapi Hong Kong, sedangkan Jepang akan menghadapi China pada semifinal lainnya. Hasil pertandingan Indonesia melawan Thailand: Set pertama Indonesia vs Thailand 48-55 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 11-7 WS: Mayla Cahya Afilian Pratiwi vs Yataweemin Ketklieng 18-22 XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 29-33 WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 37-44 MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 48-55 Set kedua Indonesia vs Thailand 49-55 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Kitipat Karnnithiwat/Kunlapat Lhothong 4-11 WS: Jolin Angelia vs Anyapat Phichitpreechasak 19-22 XD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani vs Kitipat Karnnithiwat/Sunisa Lekjura 30-33 WD: Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri vs Phattharin Aiamvareesrisakul/Sarisa Janpeng 39-44 MS: Radithya Bayu Wardhana vs Punnatat Prempunpong 49-55

Jaya Raya juara umum turnamen spesialis ganda Candra Wijaya

Gerardo Rizqullah Hafidz & Jonathan Farrell Gosal

Klub Jaya Raya Jakarta keluar sebagai juara umum Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya setelah mengoleksi enam gelar juara pada turnamen spesialis ganda yang berakhir di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu. Pada ajang yang berlangsung di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre, 10-13 Juni, Jaya Raya unggul atas Djarum Kudus yang meraih empat gelar, sedangkan satu gelar lainnya menjadi milik Taqi Arena Badminton Academy. “Kemenangan adalah awal untuk mempertahankan prestasi dan awal untuk menorehkan prestasi di masa depan,” kata Legenda bulu tangkis Indonesia Candra Wijaya dalam keterangan tertulisanya, Sabtu. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu mengatakan turnamen yang memasuki edisi ke-14 tersebut digelar sebagai sarana latih tanding sekaligus penjaringan pemain muda di sektor ganda. Menurut Candra, nomor ganda selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di panggung dunia sehingga proses regenerasi harus terus berjalan melalui kompetisi yang berkelanjutan. “Semua ini saya lakukan agar regenerasi di nomor ganda tetap berjalan demi menjadikan bulutangkis Indonesia kembali disegani di seluruh dunia. Semoga tahun depan turnamen ini terus digelar dengan dukungan dari banyak pihak termasuk klub-klub yang ada di Indonesia,” ujar Candra. Mantan pebulu tangkis spesialis ganda putri Indonesia Rosiana Tendean mengatakan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships menjadi salah satu tolok ukur pembinaan sektor ganda nasional. “Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan untuk nomor ganda. Dari sini kita bisa melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan,” kata Rosiana. Rosiana mengatakan kejuaraan yang mempertandingkan ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran itu memberi kesempatan kepada atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan melawan pemain dari berbagai klub. Ia optimistis sejumlah pemain yang tampil pada turnamen tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan ganda Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. “Saya optimistis lima tahun ke depan akan ada pemain ganda Indonesia yang pernah turun di turnamen ini dan kemudian menjadi andalan di level yang lebih tinggi,” ujar Rosiana. Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok pemula, remaja, taruna, serta kategori dewasa.