AVC Boys U18: Tekuk Filipina, Indonesia Posisi 9

Timnas Voli Putra U18 Indonesia

Timnas Indonesia berhasil menutup kejuaraan dengan hasil positif. Setelah gagal lolos ke perempat final akibat finis di posisi ketiga Pool A, Garuda Muda bangkit pada babak klasifikasi dengan membukukan tiga kemenangan beruntun atas Kyrgyzstan, Bahrain, dan Filipina. Pada laga penentuan peringkat kesembilan, Indonesia mengalahkan Filipina dengan skor 3-1 (23-25, 25-18, 25-15, 25-14). Hasil tersebut memastikan Merah Putih finis di peringkat kesembilan, sekaligus menutup turnamen dengan catatan yang cukup menjanjikan untuk pengembangan skuad muda ke depan. Sementara itu, Iran sukses menuntaskan misi yang tertunda dua tahun lalu. Sempat gagal menjadi juara setelah dikalahkan China pada final AVC Boys U-18 Championship 2024, Iran kini resmi menjadi raja baru Asia seusai menaklukkan unggulan Jepang dengan skor 3-1 (23-25, 25-22, 25-17, 25-22) pada partai final AVC Boys U-18 Championship 2026 di Haikou, China. Perebutan medali perunggu berlangsung tak kalah sengit. Chinese Taipei (Taiwan) sukses mengalahkan juara bertahan China dengan skor 3-2 (20-25, 25-23, 14-25, 25-21, 15-13) sehingga berhak mengamankan posisi ketiga. Peringkat Akhir AVC Boys U-18 Championship 2026 Iran Jepang Chinese Taipei China Pakistan Thailand Korea Selatan India Indonesia Filipina Hong Kong China Bahrain Kyrgyzstan Kazakhstan Arab Saudi Australia

Indonesia rebut peringkat ketiga Piala Asia U18 Putri

FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026 Division B

Tim nasional bola basket U18 putri Indonesia berhasil merebut peringkat ketiga FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B 2026 setelah menundukkan India dengan skor 70-50 dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Minggu. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang revans bagi Indonesia setelah kalah 46-79 dari India pada fase Grup A, 15 Juli lalu. Berdasarkan statistik FIBA, kuarter pertama pertandingan berlangsung ketat. India sempat unggul 8-2 di awal laga, namun Indonesia bangkit dan berbalik memimpin 12-11 hingga kuarter pertama berakhir. Memasuki kuarter kedua, kedua tim saling bergantian memimpin. India menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 29-27 setelah memanfaatkan sejumlah kesalahan Indonesia. Indonesia tampil lebih agresif setelah turun minum. Tim asuhan Fredy mengambil alih kendali permainan pada kuarter ketiga dengan mencetak 25 poin, sementara hanya membiarkan India menambah 11 poin. Indonesia menutup kuarter tersebut dengan keunggulan meyakinkan 52-40. Momentum itu terus berlanjut pada kuarter terakhir. Pertahanan rapat Indonesia mampu meredam produktivitas India yang hanya mencetak 10 poin, sedangkan Indonesia menambah 18 poin untuk memastikan kemenangan 70-50. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia mengakhiri turnamen dengan medali perunggu, sekaligus menebus kegagalan melaju ke final setelah kalah dari Lebanon pada semifinal. Sebelum pertandingan, pelatih Fredy mengatakan timnya telah mengevaluasi kekalahan dari India di fase grup dan meminta para pemain memberikan tekanan terhadap penguasaan bola lawan serta fokus mengamankan rebound. Strategi tersebut berjalan efektif pada pertemuan kedua, dengan Indonesia mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal pada awal laga dan mendominasi permainan di babak kedua untuk mengunci kemenangan dengan selisih 20 poin.

JJ Riding School bidik Kejurnas Equestrian

JJ All Star 2026

JJ Riding School membidik Kejuaraan Nasional Equestrian 2026 setelah sukses menggelar kejuaraan perdana JJ All Star 2026 di Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada 15–19 Juli. Kejuaraan itu diikuti lebih dari 800 entri peserta dan 200 ekor kuda serta menjadi pijakan bagi JJ Riding School untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sejumlah kompetisi berkuda berikutnya. “Kami mempertandingkan kelas-kelas perlombaan untuk para atlet pendatang baru dan juga profesional,” kata Ketua Penyelenggara JJ All Star 2026 Jessie Cuaca dalam keterangan resminya, Senin. JJ All Star 2026 mempertandingkan kategori dressage dan jumping yang diikuti atlet pendatang baru dan profesional dari sejumlah daerah di Indonesia. Jessie mengatakan penyelenggaraan perdana tersebut menjadi bahan evaluasi bagi JJ Riding School sebelum menggelar kejuaraan dengan skala lebih besar. Setelah JJ All Star 2026, JJ Riding School akan melanjutkan dengan menggelar IHL Festival pada September dan The Jakarta Master pada Oktober. Dalam JJ All Star 2026, Valentino Lumentah bersama kuda Lambo Black Mamba tampil menonjol pada kategori dressage dengan meraih empat medali emas dan satu perunggu dari kelas Advanced Open dan Medium Open. Sementara itu, Andry Sutoyo bersama Cornelious dari Equinara Horse Sports menjuarai kelas Jumping 140 Cm Open, yang menjadi nomor dengan ketinggian lompatan tertinggi dalam kejuaraan tersebut.

Rifqi Fitriadi jadikan tiga gelar ITF Wunning modal menuju Asian Games

Rifqi dan Daniil Sarksian

Petenis Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjadikan keberhasilannya meraih tiga gelar dalam tiga pekan terakhir pada rangkaian turnamen ITF M15 Wuning di China sebagai bekal untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain itu tiga gelar tersebut juga menjadi modal penting untuk mengejar kesempatan tampil di turnamen level Challenger. “Di dalam tiga minggu terakhir, saya bisa mengambil juara tunggal dan juara ganda. Itu bekal yang bagus juga buat ke Asian Games, dan juga modal poin untuk bisa tanding ke turnamen yang lebih tinggi lagi, Challenger. Pasti butuh konsistensi untuk bisa lebih meningkat lagi,” kata Rifqi, dikutip dari ANTARA. Rifqi menutup seri keempat ITF M15 Wuning dengan memborong gelar tunggal dan ganda. Pada nomor tunggal, ia mengalahkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Hoyoung Roh dengan skor 6-4, 6-3 pada partai final, Minggu (19/7). Sehari sebelumnya, ia bersama petenis Armenia Daniil Sarksian menjuarai nomor ganda setelah menundukkan pasangan Taiwan Hsieh Cheng-Peng/Lai Chuan-Kai dengan skor 6-7(7), 7-6(5), 12-10. Sebelumnya, Rifqi juga menjuarai nomor tunggal pada seri kedua Wunning yang mengakhiri penantian hampir tiga tahun tanpa gelar ITF. Menurut dia, seluruh pencapaian selama empat pekan di China memiliki arti tersendiri. “Tentu pencapaiannya dari empat ini semuanya spesial dan setiap momen terasa emosional. Sudah lama tidak naik podium, tidak dapat gelar, jadi rasanya benar-benar berasa spesial,” ujar petenis berusia 27 tahun itu. Rifqi menilai peningkatan performanya musim ini dipengaruhi oleh pergantian raket yang lebih sesuai dengan gaya bermain, serta kematangan dalam mengendalikan emosi saat bertanding. “Yang jadi pembeda salah satunya faktor raket, saya baru ganti awal tahun ini dan lebih cocok dengan permainan saya. Saya juga lebih dewasa, lebih tenang, lebih menikmati setiap pertandingan, sehingga bisa lebih fokus mengambil poin demi poin,” kata Rifiqi. Meski baru menyelesaikan turnamen di China, Rifqi langsung melanjutkan agenda kompetisi dengan mengikuti turnamen ITF M15 Bali di Pulau Dewata, yang berlangsung pada 20-26 Juli. Rifqi, yang menempati unggulan keempat, akan memulai perjuangannya pada Rabu (22/7) dengan turun di nomor tunggal dan ganda berpasangan dengan petenis Filipina Francis Casey Alcantara.

Pupuk Kaltim dukung regenerasi atlet bulu tangkis lewat Sirnas C Open

Sirkuit Nasional C Pupuk Kaltim Open 2026

PT Pupuk Kalimantan Timur mendukung regenerasi atlet bulu tangkis melalui kejuaraan bulu tangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Pupuk Kaltim Open 2026 guna mencetak talenta muda yang berprestasi hingga di tingkat internasional. “Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan menciptakan ruang bagi atlet muda untuk berkembang, dengan mendorong kompetisi yang sehat, kompetitif, serta profesional,” kata Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Mohamad Agung dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu. Menurut Agung, berbagai prestasi yang telah diraih Indonesia di tingkat dunia menjadi bukti bangsa ini memiliki tradisi pembinaan atlet bulu tangkis yang kuat dari tahun ke tahun. Prestasi itu dapat terus berlanjut jika didukung kompetisi berkualitas dan berkesinambungan. “Makanya Pupuk Kaltim berkolaborasi bersama PBSI dalam penyelenggaraan Sirnas C, untuk jangka waktu dua tahun. Karena kami percaya, pengembangan kapasitas generasi muda merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa,” ujar Agung. Ia menegaskan kejuaraan itu bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara maupun poin peringkat nasional tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta menanamkan nilai sportivitas dan disiplin yang akan menjadi bekal dalam perjalanan karir ke depan. “Melalui ajang ini kami berharap lahir bibit-bibit atlet potensial yang suatu saat mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ucap Agung. Mewakili PBSI Pusat, Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kalimantan Timur Risa Fahrizal menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim mendukung pembinaan bulu tangkis nasional. Menurutnya, Pupuk Kaltim memiliki peran penting dalam menghadirkan penyelenggaraan Sirnas C di Kalimantan Timur. Mengingat ajang itu pertama kali terselenggara di daerah tersebut pada tahun 2025. Kini, jumlah seri Sirnas di Kalimantan Timur telah berkembang menjadi lima seri pada 2026, yang terdiri atas empat seri Sirnas C dan satu seri Sirnas B. “Tahun ini sudah ada lima seri Sirnas di Kalimantan Timur. Cikal bakalnya berawal dari Pupuk Kaltim. Untuk itu, kami berharap Sirnas C ini dapat terus diselenggarakan oleh perusahaan pada tahun-tahun mendatang,” ujar Risa. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris turut mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim mendukung pembinaan atlet bulu tangkis berbakat di Indonesia. Sirnas C itu juga menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap Kota Bontang sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga bertaraf nasional. Pemkot setempat memandang olahraga sebagai investasi pembangunan manusia, sejalan dengan visi untuk mewujudkan Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan menuju sumber daya manusia yang berdaya saing. “Untuk itu, kami harap dari GOR Pupuk Kaltim ini akan lahir atlet muda untuk membawa Merah Putih di panggung dunia. Sebab setiap atlet hebat selalu memulai perjalanannya dari sebuah kesempatan. Dan hari ini, kesempatan itu dimulai,” kata Agus. Adapun turnamen resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu berlangsung di GOR Pupuk Kaltim pada 13–18 Juli 2026. Ketua Pelaksana Azwar Janur menyebutkan kejuaraan tahun ini diikuti 673 atlet perwakilan 89 klub dari 15 provinsi di Indonesia. Para peserta bertanding pada kelompok usia dini, anak-anak, pemula, remaja hingga taruna, untuk memperebutkan gelar juara sekaligus mengumpulkan poin peringkat nasional sebagai bagian dari kalender resmi Sirkuit Nasional PBSI.

Dua Petinju Putri Indonesia Lolos ke Final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026

Anggie Intania Chalik dan Dira Artika

Dua petinju putri Indonesia di bawah naungan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) berhasil memastikan langkah ke babak final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026 di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan semifinal putri. Dua wakil Indonesia yang melaju ke final adalah Anggie Intania Chalik dan Dira Artika. Anggie tampil di kelas U19 Women’s Light Flyweight 45–48 kg, sementara Dira turun di kelas U19 Women’s Feather 57 kg. Dalam laga semifinal, Dira Artika berhasil mengamankan kemenangan atas wakil Kazakhstan, Aknur Tursyngali. Hasil tersebut membawa Dira melangkah ke partai puncak dan menjaga peluang Indonesia untuk meraih prestasi terbaik di kategori putri. Sementara itu, Anggie Intania Chalik juga sukses memastikan tempat di final setelah melewati pertandingan semifinal di kelas 45–48 kg. Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan dua petinju putri di babak final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026. Keberhasilan Anggie dan Dira menjadi capaian penting bagi tim Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia ini. Keduanya merupakan bagian dari atlet tinju nasional yang berada di bawah pembinaan dan naungan PERBATI. Hasil ini juga menjadi momentum positif bagi tinju putri Indonesia. Kehadiran dua petinju Indonesia di babak final menunjukkan bahwa atlet muda Merah Putih mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi Asia. Rangkaian final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026 akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Final putri dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli, sedangkan final putra pada 16 Juli.

Indonesia Finis Peringkat Keempat di Taolu World Cup 2026

Tim Wushu Indonesia Pada 4th Taolu World Cup 2026

Tim wushu Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu pada ajang 4th Taolu World Cup 2026 yang berlangsung di Haikou, China, pada 4-9 Juli. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia menempati posisi keempat pada klasemen akhir dari total 29 negara peserta. Peringkat pertama direbut China, lalu disusul Hong Kong, dan Malaysia. Satu-satunya medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Seraf Naro Siregar yang tampil sebagai juara pada nomor Daoshu putra. Empat medali perak masing-masing diraih oleh Eugenia Diva Widodo pada nomor Daoshu putri, Achmad Ghifari Fuaiz di nomor Qiangshu putra, Terrence Tjahyadi pada nomor Nangun putra, serta tim Duilian putra yang diperkuat Seraf Naro Siregar, Ahmad Ghozalo Fuaiz, dan Ahmad Ghifari Fuaiz. Sementara itu, Ahmad Ghifari Fuaiz turut menyumbangkan satu medali perunggu melalui nomor Jianshu putra. Pada klasemen akhir, tuan rumah China menunjukkan dominasinya dengan mengoleksi delapan medali emas untuk keluar sebagai juara umum. Hong Kong menempati peringkat kedua setelah meraih lima medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Adapun Malaysia berada di posisi ketiga dengan torehan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengapresiasi keberhasilan tim wushu Indonesia yang sukses meraih prestasi di ajang itu. “PB WI mengapresiasi keberhasilan Timnas Wushu Indonesia yang sukses mempersembahkan 1 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu di 4th Taolu World Cup 2026,” katanya. Ngatino menambahkan, kejuaraan dunia tahun ini merupakan rangkaian uji coba Timnas Wushu Indonesia dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. “Hasil tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk melihat peta kekuatan lawan yang akan dihadapi. Kita berharap atlet wushu Indonesia bisa mempertahankan tradisi medali emas di Asian Games 2026 nanti,” pungkasnya.

Desak Juara, Indonesia Kawin Medali Emas Seri Kejuaraan Dunia

World Climbing Series Chamonix 2026

Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita mengawinkan medali emas seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026, Sabtu (11/7) waktu Prancis atau Minggu (12/7) WIB. Desak meraih medali emas setelah mengalahkan atlet Italia, Giulia Randi. Pada partai final, Desak menorehkan waktu 6,22 detik, sedangkan Randi terpaut 29 second. Tak lama berselang, pada nomor punya giliran Veddriq meraih medali emas. Medali ini digapai peraih medali emas Olimpiade 2024 tersebut saat melawan sesama atlet Indonesia. Pada babak final, Veddriq berhadapan dengan juniornya, Antasyafi Robby Al Hilmi. Catatan waktu Veddriq pada laga final adalah 4,89 detik dan Antasyafi terpaut 22 second. Ini merupakan medali emas pertama Veddriq dalam seri kejuaraan dunia 2026. Atlet 29 tahun ini terakhir kali meraih medali emas seri kejuaraan dunia pada 2023 di Amerika Serikat. Ini seolah jadi isyarat dari Veddriq bahwa ia masih dalam jalur elite. Ambisi Veddriq untuk kembali tampil dalam Olimpiade 2028 bisa terlihat dari prestasi kali ini. Sedangkan bagi Desak, ini adalah medali emas kedua dalam seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026. Sebelumnya Desak meraih medali emas dalam seri Kakow, Polandia. Saat itu Desak unggul atas atlet tuan rumah, Natalia Kalucka. Pada 5 Juli tersebut Desak menorehkan waktu 6,54 detik atau hanya terpaut 0,08 second dengan Kalucka.

Bangga! Veddriq Ini Sabet Medali Emas di Prancis

World Climbing Series Chamonix 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo kembali berdiri di podium tertinggi ajang dunia. Veddriq merebut medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, mengakhiri penantian panjang sejak tampil di Olimpiade. Bagi Veddriq, kemenangan di Chamonix bukan sekadar menambah koleksi prestasi. Medali emas itu menjadi jawaban atas masa-masa sulit yang ia lalui dalam beberapa bulan terakhir akibat cedera yang membuatnya nyaris tak bisa berlatih. Usai menerima medali, Veddriq tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara bergetar, atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu mengaku sangat bersyukur akhirnya kembali meraih emas. “Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia,” ujar Veddriq. Veddriq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap memberikan dukungan di tengah masa pemulihan cedera. “Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia,” katanya. Di balik keberhasilan tersebut, Veddriq mengungkapkan perjuangan yang tidak diketahui banyak orang. Cedera membuatnya datang ke sejumlah seri Piala Dunia, termasuk di Chamonix, tanpa persiapan latihan yang ideal. “Kemenangan ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera,” ungkapnya. Kondisi itu sudah dialaminya sejak seri Madrid dan Krakow. Bahkan hingga tiba di Chamonix, ia mengaku hampir tidak sempat menyentuh dinding panjat karena masih menjalani proses pemulihan. Meski demikian, Veddriq tetap mampu menunjukkan kelasnya. Ia membukukan waktu 4,8 detik pada babak kualifikasi sebelum melaju hingga partai final dan memastikan medali emas menjadi milik Indonesia. “Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah sebuah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini,” tuturnya. Sekedar diketahui, World Climbing Series Chamonix 2026 adalah seri kompetisi panjat tebing internasional bergengsi yang diselenggarakan di Chamonix, Prancis, diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026. Ajang ini mempertandingkan disiplin speeddan lead, serta menjadi salah satu panggung penting. Timnas panjat tebing Indonesia tampil dominan dengan memborong medali emas di nomor speed. Keberhasilan di Chamonix menjadi penegas bahwa mental juara Veddriq belum luntur. Di tengah keterbatasan akibat cedera dan minimnya persiapan, atlet asal Pontianak itu mampu membuktikan diri masih menjadi salah satu pemanjat speed terbaik dunia.

Merah Putih Berkibar, Kiandra Ramadhipa Juara di Jerman

Red Bull MotoGP™ Rookies Cup Sachsenring

Hasil membanggakan kembali di torehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa. Pembalap berusia 16 tahun asal Sleman itu berhasil keluar sebagai juara pada race kedua Red Bull MotoGP Rookies Cup Sachsenring 2026 Jerman. Memulai balapan dari posisi ketiga, Kiandra langsung tampil agresif dan mampu bertahan di rombongan terdepan. Ia terlibat duel sengit saling salip dengan David dan Fynn sepanjang jalannya balapan. Meski sempat turun ke posisi ketiga, Kiandra berhasil merebut kembali memimpin lomba dan terus menjaga peluang podium. Memasuki lap ke-14 balapan di hentikan lebih awal setelah insiden yang melibatkan Fernando dan Fernandez memaksa Director mengibarkan bendera merah. Karena balapan tidak dapat dilanjutkan , hasil akhir di tetapkan berdasarkan posisi pada lap ke-14, Kiandra Ramadhipa pun resmi dinyatakan sebagai pemenang di Sirkuit Sanchsenring Jerman. Posisi kedua ditempati Yaroslav Karpushin dan posisi ketiga Fynn Kratochwil , kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Kiandra di Red Bull MotoGP Rookies Cup Musim 2026 , setelah sebelumnya sukses menjuarai Race Jerez pada bulan april 2026. Tambahan 25 poinmembuat Kiandra Ramadhipa kini naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi poin 101 pion, sekaligus menjaga peluangnya untuk bersaing dalam perebutan juara gelar musim ini. Berikut ini klasemen Red Bull Rookies Cup terbaru usai race Jerman pada Minggu 13 Juli 2026. Beñat Fernández 148 poin Ryota Ogiwara 131 poin Kiandra Ramadhipa 101 poin Fernando Bujosa 97 poin David González 96 poin Kiattisak Singhapong 89 poin Fynn Kratochwil 81 poin Kristian Daniel Jr. 77 poin Yaroslav Karpushin 75 poin Carlos Cano 72 poin

Jaya Raya Pertahankan Gelar Juara Umum

Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026

Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Jaya Raya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu klub pembinaan bulu tangkis terbaik di Indonesia. Pada penyelenggaraan Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026, yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, 7–12 Juli 2026, tuan rumah sukses mempertahankan gelar juara umum dengan meraih empat gelar juara dari 14 nomor yang dipertandingkan. Selain Jaya Raya yang tampil sebagai juara umum, klub Djarum Kudus meraih tiga gelar juara, Thailand juga mengoleksi tiga gelar, sedangkan Jepang dan Hong Kong masing-masing membawa pulang dua gelar. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa persaingan di turnamen ini semakin kompetitif dan menjadi tolok ukur perkembangan bulu tangkis junior internasional. Apresiasi datang dari PP PBSI. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menilai turnamen ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet muda Indonesia. “Kejuaraan seperti ini harus terus didukung. Semoga ke depan semakin dikenal di seluruh dunia dan diikuti lebih banyak pemain dari Eropa maupun Amerika Serikat. Dari turnamen ini, PBSI melihat banyak bibit pemain potensial yang dapat dipersiapkan menuju Pelatnas.” ujarnya. Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa turnamen junior internasional seperti ini menjadi sarana penting dalam proses regenerasi atlet nasional. Menurutnya, selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga merupakan ajang pemantauan bakat bagi tim pencari bakat PBSI untuk melihat potensi pemain-pemain muda dari berbagai daerah maupun negara. “Semakin banyak peserta dari berbagai negara, kualitas persaingan akan semakin meningkat. Ini menjadi momentum bagi pelatih untuk mengevaluasi kebutuhan atlet serta mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing di level dunia,” ujar Eng Hian. Hasil Final Jaya Raya Junior International GP 2026 Pemula U15 Tunggal Putra: Tenka Hirashima (Jepang) vs Revie Israel Lumoindong (Indonesia) 21-18, 21-16. Tunggal Putri: Napatcha Choksakulporn (Thailand) vs Nadda Krirkkitaya (Thailand), 21-19, 21-19. Ganda Putra: M. Kenzie Iddo Kurniawan/Leo Kenzie Putra Pratama (Indonesia) vs Nopporn Chaipar/Rabchai Vongvai (Thailand), 21-17, 21-16. Ganda Putri: Nadda Krirkkitaya/Shanitzada Whantongkhum (Thailand) vs Orizae Ganesha Jofi/Laura Leydisya (Indonesia), 21-6, 21-9. Remaja U17 Tunggal Putra: Alvin Jefferson Kusuma (Indonesia) vs Taisei Kushima (Jepang), 24-22, 22-20. Tunggal Putri: Mau Masuda (Jepang) vs Kungkaek Kakanik (Thailand), 21-14, 16-21, 21-16. Ganda Putra: Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Indonesia) vs Darell Fayi Aflah/Han Liang Gunawan (Indonesia) 21-11, 21-15. Ganda Putri: Khongkwan Roensri/Pimnapha Thanatanantaphong (Thailand) vs Aura Nadin Gunawan/Afizzah Rahmadhani (Indonesia), 21-14, 21-15. Ganda Campuran: Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Indonesia) vs Rhama Madsuba Praduwartha/Willa Renasya (Indonesia), 21-17, 21-16. Taruna U19 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) vs Boon Le Lim (Malaysia), 21-13, 21-9. Tunggal Putri: Ip Sum Yau (Hong Kong) vs Micah Genares Cruz (AS), 21-12, 25-23. Ganda Putra: Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) vs Faizal Pangestu/Anju Siahaan (Indonesia), 16-21, 21-17, 21-17. Ganda Putri: Adelia Nirul M./Yashinta Ristyana Putri (Indonesia) vs Au-Yeung Wing Chi/Chu Wing Chi (Hong Kong), 18-21, 21-18, 21-13. Ganda Campuran: Cheung Sai Shing/Chu Win Chi (Hong Kong) vs Cheng Ying Kit/Au-Yeung Wing Chi (Hong Kong), 21-14, 3-2 (ret).

PB Djarum mulai pencarian talenta muda dari Pekanbaru

Audisi Umum PB Djarum 2026

PB Djarum memulai rangkaian Audisi Umum 2026 dari Pekanbaru, Riau, sebagai upaya memperluas pencarian talenta muda bulu tangkis di luar Pulau Jawa. Sebanyak 306 peserta, terdiri atas 208 putra dan 98 putri, mengikuti audisi di GOR Angkasa, Pekanbaru, pada 8-12 Juli. Mereka bersaing pada kategori U-11, KU-11, dan KU-12 untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina di Kudus. “Setelah dalam beberapa tahun terakhir Audisi Umum PB Djarum terpusat di Kudus, pada 2026 kami memperluas cakupan. Selain Pulau Jawa, Audisi kembali ke Sumatera dan Sulawesi. Pekanbaru menjadi kota pertama dari tiga rangkaian penyelenggaraan audisi,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Yoppy mengatakan perluasan wilayah audisi menjadi bagian dari komitmen PB Djarum untuk memberi kesempatan lebih besar kepada talenta-talenta muda daerah agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto mengatakan mekanisme seleksi tetap mengacu pada format sebelumnya. Peserta menjalani fase screening sesuai kelompok usia sebelum melaju ke tahap turnamen. “PB Djarum mempertahankan standar seleksi di Audisi Umum 2026 dengan fokus pada U-11, KU-11, dan KU-12. Di Pekanbaru dipastikan juara dari setiap kelompok usia langsung masuk tahap karantina setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dan Kudus selesai digelar,” ujar Sigit. Selain juara di tiap kelompok usia, Sigit mengatakan tim pencari bakat juga dapat memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai memiliki potensi besar, daya juang tinggi, dan teknik permainan menonjol meski tidak keluar sebagai juara. Tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober. Peserta yang lolos tahap akhir akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan bergabung dengan PB Djarum. Audisi di Pekanbaru turut dipantau sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia, antara lain Sigit Budiarto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, Maria Kristin Yulianti, Richard Mainaky, Hendrawan, dan Yuni Kartika.

Maria dan Linda melaju ke semifinal Asian Boxing U19 dan U23

Linda Sari Langi M

Petinju putri tim nasional tinju Indonesia, Maria Meisita Manguntu dan Linda Sari Langi Maililin melaju ke babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026 setelah menumbangkan lawan-lawan mereka di Basket Hall, Senayan, Jakarta. “Maria dan Linda masuk ke semifinal setelah mengalahkan dari Taipei dan Uzbekistan hari ini,” kata pelatih tim nasional tinju Indonesia, Husni Ray ketika dikonfirmasi seusai pertandingan di Jakarta. Maria yang turun di kelas welter ringan putri (65 kg) berhasil mengatasi perlawanan wakil Taipei melalui kemenangan angka mayoritas. Empat juri memberikannya skor 29-27, 29-27, 29-27, 29-27, dan satu juri memberikan skor imbang 28-28. Dengan hasil itu, Maria melaju ke babak semifinal untuk menghadapi lawan dari Uzbekistan. Sedangkan, Linda berhasil mengatasi perlawanan sengit dari petinju Uzbekistan, Robiyakhon Bakhtiyorova yang berakhir dengan keputusan terbelah (split decision). Linda yang bertarung di kelas minimum putri (45-48 kg) unggul tipis dengan tiga juri memberikannya skor 29-28, sedangkan dua juru mengunggulkan Robiyakhon dengan skor 29-28. Selanjutnya, di babak semifinal yang berlangsung pada 12 Juli mendatang, Linda akan berhadapan dengan wakil dari Mongolia. Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh rekan satu tim mereka yang berarung di hari yang sama yaitu Nurul Izzah Nuhehe yang harus mengakui keunggulan wakil Uzbekistan Khumorabonu Mamahonova dalam persaingan di kelas bulu putri (57 kg). Langkah Nurul terhenti setelah menelan kekalahan angka saat empat wasit memberikannya skor 27-30 dan satu wasit dengan 26-30. Husni mengatakan bahwa para atlet telah memberikan penampilan terbaik dalam kejuaraan bergengsi itu. Oleh sebab itu, ia berharap atlet-atlet yang melaju ke babak selanjutnya dapat menjaga performa agar bisa meraih prestasi dalam turnamen. Pada ajang Asian Boxing kali ini yang diikuti 400-an petinju terbaik dari 26 negara di Asia, tim Indonesia menerjunkan 19 atlet putra dan putri untuk bersaing di dua kategori yaitu kategori U19 sebanyak 10 atlet dan kategori U23 sembilan atlet. Sebagian besar petinju dari tim tuan rumah diisi atlet-atlet muda yang baru menjalani debut di level internasional sehingga turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi petinju-petinju terbaik Asia.

Anggie atasi wakil Filipina untuk melaju ke semifinal Asian Boxing

Anggie Intania Chalik

Atlet putri tim nasional tinju Indonesia, Anggie Intania Chalik mengatasi wakil Filipina, Shairylle Pores dengan kemenangan angka untuk melaju ke babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026 di Bakset Hall, Senayan, Jakarta, Kamis. Turun di kelas terbang ringan (45-48 kg), Anggie menampilkan ciri khasnya dengan manuver agresif sejak ronde pertama pertarungan yang dipimpin wasit asal Irak Moushine Souilimi. Pores memberikan perlawanan ketat, namun Anggie tetap menjaga rencana permainan untuk mendominasi melalui beberapa pukulan telak ke kepala dan tubuh lawannya. Setelah pertukaran pukulan yang berlangsung hingga akhir laga, tiga juri mengunggulkan Anggie dengan skor 30-27, 29-28, 29-28, sedangkan dua juri lainnya mengunggulkan Pores dengan 28-29 dan 28-29. Dengan kemenangan melalui keputusan terbelah (split decision) itu, Anggie melaju ke babak semifinal, membuka peluang medali bagi tim Merah Putih dalam kejuaraan bergengsi itu. Sementara itu, rekan satu tim Anggie, Fani Afnan yang bersaing di kelas terbang putri (51 kg) harus mengakui keunggulan lawannya Riko Matsushita asal Jepang. Fani menelan kekalahan telak dengan kelima juri memberikan skor 30-27 untuk Riko yang mendominasi jalannya pertarungan. Pada kejuaraan Asian Boxing kali ini yang diikuti 400-an petinju terbaik dari 26 negara di Asia, tim Indonesia menerjunkan 19 atlet putra dan putri untuk bersaing di dua kategori yaitu kategori U19 sebanyak 10 atlet dan kategori U23 sembilan atlet. Sebagian besar petinju dari tim tuan rumah diisi atlet-atlet muda yang baru menjalani debut di level internasional sehingga turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi petinju-petinju terbaik Asia.

PBVSI targetkan timnas U-18 Indonesia masuk empat besar Asia

Pelepasan Tim Nasional Bola Voli U18

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menargetkan tim nasional bola voli U-18 Indonesia masuk empat besar ajang AVC Boys U18 Volleyball Championships 2026. Waketum II PBVSI, Djoko Sardono menilai bahwa persiapan yang dilakukan skuad Garuda Muda sudah maksimal dan mampu bersaing meraih hasil terbaik di ajang antar negara se-Asia ini. “Kami memberikan target untuk Timnas voli putra Indonesia pada AVC Boys’ U18 Volleyball Championship 2026 untuk bisa tembus empat besar. Raihan yang diraih tim voli putra senior di AVC Cup 2026 diharapkan bisa menjadi pelecut untuk tim junior U-18 meraih hasil maksimal di ajang akbar voli antarnegara Asia,” kata Djoko dalam keterangan resmi, Kamis. Pelatih timnas U-18 Indonesia Odyk Hermanto saat ini juga sudah mempunyai kerangka tim yang telah terbentuk semenjak Kejurnas PBVSI 2026 lalu. Pelatih yang juga sempat menukangi PBV Atlas Semarang tersebut percaya diri bahwa dengan komposisi pemain saat ini yang tidak mengalami perubahan yang cukup banyak ini mampu berbicara banyak di panggung Asia. “Pada awalnya kami dipersiapkan untuk menghadapi babak kualifikasi AVC Boys’ U18 Volleyball Championship 2026 di Malaysia. Di tengah jalan terjadi perubahan sehingga kami akhirnya mengubah strategi hingga akhirnya memastikan komposisi yang akan dibawa sesuai dengan kebutuhan kami,” kata Odyk. “Tidak banyak perubahan yang kami lakukan karena mayoritas pemain yang ada sudah mengenal karakter satu sama lain,” imbuhnya. Kapten Timnas voli putra Indonesia, Muhammad Rizky Maulana tertantang dengan target yang diberikan PBVSI. “Saya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk timnas voli putra Indonesia. Persiapan kami sudah cukup baik sehingga berharap bisa bersaing dengan negara-negara seperti China, Taiwan, dan Hong Kong,” ujar Rizky. Timnas voli putra Indonesia akan berangkat ke Haikou, China pada Jumat (10/7) dini hari WIB. Rencananya pada ajang tersebut skuad Garuda Muda tergabung di Pool A bersama Taiwan, Hong Kong, dan China.

Timnas voli putri U18 Indonesia melaju ke perempat final

Timnas voli putri U18 Indonesia

Timnas voli putri U18 Indonesia melaju ke babak perempat final Asian Women’s Volleyball Championship (AVC U18) setelah mengalahkan Filipina pada pertandingan terakhir Grup C di Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat waktu setempat. Dikutip dari rilis yang diterima ANTARA, Jumat, Indonesia berhasil mengalahkan Filipina tiga set langsung dengan skor 3-0 (25-22, 25-13, 28-26). Kemenangan ini membuat Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir Grup C AVC Women U18 2026 di belakang Jepang yang menempati posisi pertama. Selanjutnya pada babak perempat final AVC Women u18, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Thailand yang berhasil menjadi pemuncak klasemen akhir Grup A. Filipina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya mengalahkan Indonesia 3-2 dalam perebutan peringkat ketiga Princess Cup 2026 di Thailand. Namun kali ini Indonesia mampu membalikkan keadaan dengan penampilan yang jauh lebih efektif. Indonesia membuka pertandingan dengan kemenangan 25-22 pada set pertama. Dominasi semakin terlihat di set kedua ketika tim Merah Putih hanya memberi kesempatan Filipina meraih 13 poin. Set ketiga berlangsung lebih ketat, tetapi Indonesia tetap mampu menjaga fokus hingga mengunci kemenangan 28-26 sekaligus menyegel tiket ke delapan besar. Perjalanan Indonesia di fase grup diawali dengan kekalahan 0-3 dari Jepang. Walau belum mampu mencuri kemenangan, Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit, terutama pada set kedua yang berlangsung hingga deuce. Kebangkitan kemudian ditunjukkan pada laga berikutnya saat Indonesia menaklukkan Iran tanpa kehilangan satu set pun. Kemenangan 3-0 dengan skor 25-15, 25-17, dan 25-22 menjaga asa lolos sebelum akhirnya dipastikan lewat kemenangan atas Filipina.

756 atlet sepatu roda ikuti kejuaraan nasional di Pariaman

Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026

Sebanyak 756 atlet dari 42 klub di berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pariaman Open Sepatu Roda di Pantai Cermin Kota Pariaman, Sumatera Barat, dari 3 sampai 5 Juli 2026. “Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji hasil latihan dan kompetensi mereka di lintasan,” kata Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Keanggotaan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi), Alfroki Martha di Pariaman, Jumat. Ia mengatakan Pariaman dipilih karena memiliki lintasan sepatu roda berstandar nasional dan telah beberapa kali menggelar kegiatan tingkat nasional sehingga panitianya telah berpengalaman. Sasaran Perserosi dari kejuraan ini adalah memunculkan atlet muda berbakat sehingga dapat mengikuti kejuaraan nasional lain dan internasional. Atlet muda berbakat itu dapat mengikuti seleksi nasional yang oleh organisasi olahraga cabang olahraga itu. Ia menilai Pariaman berpotensi menggelar kejuaraan internasional karena memiliki panjang lapangan telah memenuhi standar, tapi perlu pembangunan tribun untuk penonton dan toilet. Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Syahroni Anwar mengatakan klub yang mengikuti kejurnas ini tidak saja dari Pulau Sumatra namun juga Jawa. Provinsi asal klub yang mengikuti kejuaraan itu adalah tuan rumah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat. “Tahun kemarin Medan juara umum di sini, sekarang mereka ikut lagi dengan full team (tim penuh), juga ada klub yang baru pertama ke sini,” ujarnya. Ia mengatakan peserta memean penginapan secara mandiri karena pernah mengikuti kejuaraan di Pariaman. “Alhamdulillah, berkat kegiatan ini penginapan penuh,” tambahnya. Pariaman pernah menggelar Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Hiburan Rakyat, makan bajamba, Festival Indang Kreasi, dan Bazar UMKM.

Janice/Aldila tundukkan tuan rumah untuk menuju babak kedua Wimbledon

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak kedua Wimbledon setelah menundukkan pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 6-3, 6-4 pada babak pertama All England Club, London, Jumat WIB. Berita Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk mengatasi perlawanan pasangan Inggris tersebut sekaligus membalas kekalahan yang mereka alami dari lawan yang sama pada semifinal Nottingham Open beberapa pekan lalu. Pasangan Indonesia tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Setelah memenangi gim pembuka pada set pertama, Janice/Aldila tancap gas dengan merebut tiga gim beruntun untuk unggul 4-1. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali tampil dominan. Mereka mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga momentum untuk memimpin 4-2. Meski Dart/Lumsden sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, pasangan Indonesia tetap tenang dan memastikan kemenangan dengan merebut gim ke-10 sekaligus mengunci set kedua 6-4. Statistik Wimbledon menunjukkan Aldila/Janice unggul dalam hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan empat ace, dibandingkan satu ace milik pasangan tuan rumah. Ganda putri Indonesia juga tampil lebih rapi dengan hanya melakukan dua kesalahan, sementara Dart/Lumsden membukukan empat kesalahan. Efektivitas servis pertama menjadi salah satu kunci kemenangan Janice/Aldila. Mereka memasukkan 56 dari 77 servis pertama atau 73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen (50/74). Dari servis pertama tersebut, Aldila/Janice memenangi 59 persen poin (33/56), sedangkan Dart/Lumsden mencatatkan 56 persen (28/50). Saat harus memainkan servis kedua, pasangan Indonesia juga lebih unggul dengan memenangi 57 persen poin (12/21), sementara lawan hanya memperoleh 42 persen (10/24). Dalam pengembalian servis, Janice/Aldila mengoleksi 49 poin penerimaan berbanding 42 milik lawan. SumberDaya Bahasa Mereka juga lebih efektif memanfaatkan peluang break dengan mengonversi empat dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Dart/Lumsden hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan kesempatan. Meski jumlah winner kedua pasangan relatif berimbang, yakni enam milik Aldila/Janice dan lima milik Dart/Lumsden, pasangan Indonesia tampil jauh lebih konsisten dengan hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, berbanding sembilan yang dilakukan pasangan Inggris. Secara keseluruhan, Janice/Aldila memenangi 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengumpulkan 70 poin. Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Janice setelah langkahnya di nomor tunggal terhenti pada babak kedua usai kalah dari unggulan Australia Daria Kasatkina melalui pertandingan tiga set 7-6(5), 1-6, 4-6.

Desak Made sabet emas World Climbing Series Krakow 2026

World Climbing Series Krakow 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet medali emas nomor speed individu putri dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu. “Alhamdulillah Desak meraih emas, ini buah kerja keras atlet dan tim secara menyeluruh,” kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Fitriyani, dikutip dari ANTARA. Berdasarkan laman world climbing, Desak mencatatkan waktu 6,54 detik dalam babak final dengan format 4 lane (jalur) yang diikuti oleh empat peserta. Dalam babak itu, dia bersaing melawan tiga atlet lainnya yakni Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw (Polandia), serta Emma Hunt (Amerika Serikat). Untuk posisi kedua ditempati wakil tuan rumah, Kalucka, yang membukukan waktu 6,62 detik. Sementara medali perunggu digenggam Hunt dengan catatan waktu 11,37 detik. Sebelum berjuang di babak semifinal, Desak melawan Hunt, Kalucka, dan Yuju Mou (China) yang juga digelar dengan format empat jalur. Sedangkan di empat jalur lainnya, Natalia Kalucka bersaing melawan Miroslaw, Leslie Adriana Romero Perez (Spanyol), Polina Khalkevych (Ukraina). Dari masing-masing empat jalur tersebut, dua catatan waktu terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Desak dan Hunt serta Kalucka dan Miroslaw. Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya yaitu Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih terpaksa terhenti di babak perempat final. Mereka sebelumnya lolos dari babak kualifikasi dan 16 besar yang diikuti 32 peserta. Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri itu. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri. Selain ketiga atlet putri tersebut, empat putra yang berlaga yaitu Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Selain nomor individu putra dan putri, ketujuh atlet tersebut juga mengikuti nomor estafet (relay) putra, relay putri, dan relay campuran.

Raharjati rebut perunggu World Climbing Series Krakow 2026

World Climbing Series Krakow 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa, menyabet medali perunggu nomor speed individu putra dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu. “Benar, selain Desak yang dapat emas dari individu putri, Raharjati juga merebut medali untuk posisi ketiga atau perunggu,” kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Fitriyani, dikutip dari ANTARA. Berdasarkan laman world climbing, Raharjati mencatatkan waktu 4,79 detik dalam babak final dengan format 4 lane (jalur) yang diikuti oleh empat peserta. Dalam babak itu, dia bersaing melawan tiga atlet lainnya yakni Samuel Watson (Amerika Serikat), serta duo asal China, Yicheng Zhao dan Shouhong Chu. Untuk posisi pertama atau medali emas ditempati Watson yang membukukan waktu 4,6 detik. Sementara perak digenggam Zhao dengan catatan waktu 4,69 detik. Sebelum berjuang di babak final, Raharjati melawan rekan senegaranya yaitu Aditya Tri Syahria, Chu, dan Luca Robbiati (Italia) yang juga digelar dengan format empat jalur dalam pertandingan semifinal. Sedangkan di empat jalur lainnya, Watson, Zhao, Ryo Omasa (Jepang), dan Matteo Zurloni (Italia). Dari masing-masing empat jalur tersebut, dua catatan waktu terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Raharjati dan Chu serta Watson dan Zhao. Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya yaitu Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilni terpaksa terhenti di babak 16 besar yang diikuti 32 peserta. Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia pada 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri itu. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri. Selain keempat atlet putra tersebut, tiga putri yang berlaga yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih. Selain nomor individu putra dan putri, ketujuh atlet tersebut juga akan mengikuti nomor estafet (relay) putra, relay putri, dan relay campuran.