Ratusan Petenis Muda Kalsel Unjuk Bakat di Turnamen PELTI Cup 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026 resmi bergulir di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin pada 25-27 September 2026. Ajang yang digelar Pelti Kota Banjarmasin ini menjadi wadah penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis potensial di Kalimantan Selatan Turnamen ini mencatatkan hampir 200 peserta usia pelajar hingga dewasa yang datang dari 13 kabupaten/kota se- Kalimantan Selataan. Kategori yang dilombakan meliputi nomor Tunggal nPutra dan Putri Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, dan 14 tahun, serta Ganda Upper Beginner Putra dan Putri. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, pada saat membuka turnamen, menyampaikan apresiasi kepada Pelti Kota Banjarmasin yang telah menyelenggarakan kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa ajang olahraga ini menjadi sarana yang sangat penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis unggul di tingkat daerah. “Kegiatannya ini juga kita apresiasi, bahwa ini peserta juga tidak hanya Kota Banjarmasin, ini ada beberapa kabupaten/kota yang hadir di ajang ini. Tentunya untuk ya mencari bibit-bibit unggul yang bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Yamin, saat membuka turnamen, Jum’at, 25 September 2026. Selain sebagai wadah pembinaan prestasi, Ajang ini juga menjadi momentum bagi anak-anak usia dini untuk mengukur kemampuan. Pihaknya sangat mendukung upaya pengurus cabor dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di Kota Banjarmasin. Lebih lanjut, Yamin berharap ajang turnamen tenis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi para atlet. Dukungan penuh terus diberikan oleh pemerintah agar ajang serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ya harapan kita, kegiatannya bisa berjalan dengan lancar, anak-anak sehat semua. Tentunya itu, dan sukses untuk PELTI Kota Banjarmasin,” ucap Yamin menambahkan. Sementara itu, Ketua Harian PELTI Banjarmasin, Hardian, menjelaskan bahwa turnamen ini digelar sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menghidupkan ekositem kompetisi sejak usia dini. Pihaknya berupaya konsisten menyediakan panggung bertanding yang kompetitif bagi para atlet kelompok umur agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Turnamen ini merupakan langkah nyata kami untuk terus memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda. Kami ingin anak-anak memiliki wadah untuk menguji kemampuan dari hasil latihan mereka, sekaligus mengasah mental bertanding sejak dini,” ujar Hardian. Hardian menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa karena diikuti oleh berbagai perwakilan dari tiap daerah di Kalimantan Selatan. Kehadiran para peserta ini diyakini akan meningkatkan kualitas persaingan di atas lapangan. “Kehadiran atlet-atlet dari kabupaten dan kota lain tentu membuat atmosfer pertandingan semakin kompetitif dan menarik. Kami berharap melalui kejuaraan ini akan lahir petenis-petenis berbakat yang siap mengharumkan nama Banjarmasin dan Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ucapnya. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat melahirkan petenis potensial yang siap bersaing di ajang yang lebih tinggi. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PELTI berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan cabang olahraga tenis di daerah melalui turnamen-turnamen yang digelar secara berkelanjutan.

Kompetisi Pickleball Junior Jadi Ruang Pembinaan Atlet Muda Malang

CR Pickleball Malang

Pengembangan olahraga pickleball di Kota Malang terus bergulir. Salah satunya melalui Pembukaan Kompetisi dan Peresmian Pusat Latihan Pickleball Junior yang digelar di CR Pickleball Malang, Sabtu (26/9/2026). Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 26-27 September 2026 tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang tergabung dalam 50 tim. Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kota Malang, Hendi Suryo Laksono, mengatakan kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan dan mencari bibit atlet pickleball, khususnya dari kalangan usia muda. “Pickleball itu adalah sebuah perpaduan mulai dari tenis, badminton, tenis meja, dan ini punya semboyan ‘Pickleball easy and fun’. Jadi pickleball ini bisa dimainkan oleh semua generasi,” kata Hendi. Menurutnya, pembinaan atlet junior menjadi penting seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Melalui berbagai kompetisi, IPF Kota Malang sekaligus melakukan penjaringan atlet berusia 13 hingga 18 tahun untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. “Kami sedang mencari atlet-atlet yang berusia 13 hingga 18 tahun untuk kami bina, dan kemudian akan melanjutkan karier atau prestasi IPF di Porprov nanti di Surabaya,” jelasnya. Hendi berharap kompetisi ini dapat menjadi awal munculnya atlet-atlet potensial yang nantinya mampu berprestasi di tingkat provinsi. Ia menargetkan pembinaan yang dilakukan dapat melahirkan atlet Kota Malang yang mampu meraih medali pada Porprov. “Semoga apa yang kita usahakan hari ini bisa menjadi satu awal mula prestasi bagi IPF, tentunya bagi Kota Malang, untuk kemudian teman-teman bisa mendapatkan medali emas di Porprov,” harapnya lagi. Selain pembinaan, Hendi melihat prestasi di cabor pickleball dapat memberikan nilai tambah bagi para pelajar. Keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan dan pencapaian prestasi non-akademik dapat menjadi bagian dari rekam prestasi yang dimiliki para atlet muda. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap pengembangan pickleball di Kota Malang. Donny berharap keberadaan pusat latihan dan kompetisi pickleball dapat semakin memperluas perkembangan olahraga tersebut sekaligus mendukung penguatan sport tourism di Kota Malang. “Harapan Bapak Wali Kota Malang, semoga pickleball di Kota Malang bisa lebih berkembang, mewujudkan Dasa Bakti Unggulan, serta menguatkan sport tourism di Kota Malang,” ucapnya. Donny berharap dari proses pembinaan dan kompetisi yang berlangsung dapat lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama Kota Malang di berbagai ajang olahraga. “Selamat bertanding, jaga sportivitas, semoga dari pickleball akan ada atlet-atlet yang akan membanggakan dan mengharumkan Kota Malang,” pungkasnya. Semoga kejuaraan seperti ini dapat ditiru oleh kota atau daerah lain di Indonesia.

Asian Games 2026: Emas Kedua Indonesia Dari Rahmat Erwin

Rahmat Erwin Abdullah

Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas nomor 75 kilogram putra cabang olahraga angkat besi Asian Games 2026 setelah membukukan total angkatan 366 kilogram di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Rahmat mencatatkan angkatan snatch terbaik 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram untuk mengumpulkan total 366 kilogram. Medali perak diraih lifter Thailand Weeraphon Wichuma dengan total angkatan 365 kilogram, hasil dari snatch 160 kilogram dan clean and jerk 205 kilogram. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik lifter Korea Utara Ri Chong Song yang mencatatkan total angkatan 357 kilogram, terdiri dari snatch 162 kilogram dan clean and jerk 195 kilogram. Pada sesi snatch, Rahmat mengawali perlombaan dengan mulus melalui angkatan 155 kilogram pada kesempatan pertama. Ia kemudian berhasil mengeksekusi angkatan 158 kilogram pada kesempatan kedua. Pada kesempatan ketiga, Rahmat kembali tampil baik dengan mengangkat 160 kilogram. Namun, Rahmat mendapat tekanan dari Ri Chong Song yang berhasil mengangkat 162 kilogram pada kesempatan keduanya. Angkatan tersebut menjadi catatan terbaik Ri pada sesi snatch. Memasuki sesi clean and jerk, persaingan semakin ketat. Ri Chong Song membuka kesempatan dengan angkatan 195 kilogram yang sekaligus menjadi catatan Asian Games Record. Setelah itu, Weeraphon Wichuma mencatatkan angkatan 200 kilogram yang menjadi New World Record. Rahmat kemudian memecahkan catatan tersebut dengan sukses mengangkat 201 kilogram. Persaingan berlanjut ketika Ri Chong Song gagal mengangkat 202 kilogram pada kesempatan berikutnya. Kondisi itu membuat Rahmat berada di posisi teratas dengan total angkatan 361 kilogram. Ri kemudian kembali gagal dalam upaya angkatan 202 kilogram sehingga persaingan perebutan medali emas tersisa antara Rahmat dan Wichuma. Wichuma tampil pada kesempatan terakhir dan berhasil mengangkat 205 kilogram. Hasil tersebut membuat total angkatannya menjadi 365 kilogram dan menempatkannya di posisi teratas sementara. Rahmat kemudian turun pada kesempatan keduanya dengan beban 206 kilogram. Ia berhasil mengeksekusi angkatan tersebut dan membukukan total 366 kilogram, sekaligus memastikan medali emas untuk Indonesia. Dengan hasil itu, Rahmat unggul satu kilogram atas Wichuma yang harus puas dengan medali perak.

Pembalap Indonesia raih tiket tampil di kejuaraan dunia gokar IWF 2026

Muhammad F A Wibowo

Pembalap muda Indonesia, Muhammad F A Wibowo, meraih tiket tampil di kejuaraan dunia gokar IAME Warrior Final (IWF) 2026 setelah memenangi dua balapan di IAME Series Asia 2026, Malaysia. Dikutip dari pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, Muhammad Wibowo tampil konsisten di Sirkuit LYL International Karting, Selangor, Malaysia dengan menjadi yang terbaik di putaran kelima pada Agustus dan keenam pada pekan ketiga September 2026. Itu membuatnya finis di peringkat kedua klasemen championship dan menyandang status Vice Asian Champion 2026, meskipun harus melewatkan dua putaran sepanjang musim. Dua kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Muhammad F A Wibowo harus berjuang sampai akhir untuk mengamankan posisi terdepan. Setelah menyelesaikan IAME Series Asia itu, Muhammad Wibowo terlebih dahulu fokus menghadapi putaran terakhir Italian Championship GR3, atau kejuaraan gokar nasional Italia yang melibatkan atlet belia dari berbagai negara. Dari sana, dia melanjutkan perjalanan menuju IWF 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Leopart, Viterbo, Italia, pada 19-24 Oktober 2026. IWF merupakan kejuaraan dunia gokar yang sangat bergengsi. Turnamen itu diadakan oleh IAME atau Italian American Motor Engineering, produsen mesin dan komponen gokar ternama. Jebolan IWF berpeluang merajut karier lebih tinggi ke berbagai kompetisi balapan mobil dunia. Salah satu contohnya adalah Luna Fluxa, pembalap perempuan berbakat berusia 16 tahun yang kini berstatus sebagai pembalap tim Formula 1 junior Mercedes-AMG dan berkompetisi di Formula 4. Fluxa merupakan pembalap yang masuk 10 besar IWF 2019.

World Junior Championship 2026: Indonesia Bidik Podium Tertinggi

Tim Indonesia Untuk BWF World Junior Championships 2026

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Eskar Tri Denatara, mengatakan tim telah melakukan pemetaan terhadap kekuatan Indonesia dan calon lawan yang akan dihadapi. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penentuan target Indonesia pada WJC 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-10 Oktober. “Terkait target, tentu harapan kita semua atlet kita bisa menjadi yang terbaik dan berdiri di podium tertinggi. Namun, tentu kita sudah melakukan mapping kekuatan kita dan lawan,” katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI. Pada nomor beregu, pertandingan akan menggunakan sistem relay 55 poin, dengan masing-masing sektor menyumbangkan 11 poin, serta format three winning games. Sementara untuk nomor perorangan, pertandingan akan menggunakan sistem poin reli 15×3. “Untuk beregu, sebagai unggulan ke-10 atau seeded 9/16, target awalnya adalah bisa masuk semifinal terlebih dahulu. Sementara di nomor individu, kami berharap bisa merebut medali dari sektor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran,” jelasnya. Eskar berharap, seluruh atlet dapat memanfaatkan rangkaian persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan di WJC akan sangat ketat sehingga setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan fokus penuh. Tim WJC Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Kairo, Mesir, Jumat (2/9). Keberangkatan tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam persiapan tim sebelum memulai perjuangan di WJC 2026. Dengan telah dilaksanakannya pengukuhan, pelepasan, serta simulasi pertandingan, tim WJC Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Kairo. WJC menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju jenjang prestasi berikutnya. Skuad Tim WJC 2026 Beregu Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Joseph Marcellino Kyta Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono Anju Siahaan Faizal Pangestu Muhammad Lutfhi Habibi Moses Andar Simanjuntak Jolin angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Selsi Josika Halifia Usni Pratiwi Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani Yasintha Ristyna Putri Dian Ramadhani Mukti Reya Azzahra Yulianti Adelia Niru Perorangan Tunggal Putra Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Yudha Rendra Wijaya Tunggal Putri Jolin Angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Christabel Calista Purwanto Raisya Affatunisa Ganda Putra Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan Muhammad Rizki Mubarrok/Faizal Pangestu Ganda Putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi Yasintha Ristyna Putri/Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani/Adelia Nirul Ganda Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Bulu tangkis sumbang emas pertama Asian Games 2026!

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah mengalahkan tim China pada babak final Ichinomiya, Aichi, Jepang. Hasil membanggakan tersebut tak terlepas dari peran tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menuntaskan partai kelima dengan kemenangan 23-21, 21-13 atas wakil China Weng Hongyang. “Pastinya sangat senang dan bangga juga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” kata Ubaidillah selepas pertandingan. Pada babak final yang berlangsung selama total enam jam tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menutup perjuangan beregu putra Indonesia dengan manis. Kemenangan Indonesia di nomor beregu putra tersebut sekaligus menggagalkan ambisi China untuk mengawinkan gelar dari bulu tangkis nomor beregu Asian Games 2026, setelah menyabet medali emas dari nomor beregu putri. Ubed mengaku tak merasa tertekan karena tampil pada partai terakhir dan menjadi penentu nasib beregu putra Indonesia. Tekanan tersebut berhasil ia atasi dan mampu bermain dengan baik. Ubed menampilkan kematangan mental yang apik dari seorang atlet. Sejak awal gim pertama ia bermain tanpa beban dan bisa mengatasi perlawanan Weng. Sedangkan Weng terlihat tidak tenang, membuatnya berulang kali menciptakan kesalahan sendiri. “Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkap Ubed. Men’s Team – Final Indonesia 3-2 China MS1: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi 13-21, 18-21 MD1: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21 MS2: Alwi Farhan vs Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 MD2: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10 MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang 23-21, 21-13

Ini Dia Wakil Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026 Cabor Bulu Tangkis

Miftaqul Putri Ayudis

PP PBSI telah usai mengadakan Seleksi Tahap Akhir untuk menentukan atlet yang akan mewakili Indonesia pada cabang olahraga bulutangkis di ajang Youth Olympic Games Dakar 2026. Sesuai kuota yang tersedia, Indonesia akan diwakili oleh 1 atlet putra dan 1 atlet putri. Pada seleksi tersebut, PP PBSI memanggil 3 nama atlet putra dan 4 nama atlet putri. Rayhan Pandu Aksara (Mutiara Cardinal Bandung) dan Miftaqul Putri Ayudis (Jaya Raya Jakarta) berhasil keluar sebagai juara di sektor tunggal putra dan tunggal putri. Dengan demikian maka keduanya menjadi wakil Indonesia di ajang Youth Olympic Games 2026 yang akan berlangsung di Dakar, Senegal, 31 Oktober – 13 November 2026. Cabang olahraga bulutangkis sendiri dijadwalkan akan bertanding pada 1 – 5 November 2026.

GPS Bekasi Kembali Rebut Takhta DBL West Java-West

Global Prestasi School Bekasi

Setelah melalui perjalanan panjang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West, tim putra Global Prestasi School Bekasi (GPS) berhasil membawa pulang gelar juara setelah mengalahkan SMAN 5 Bogor (Fivers) dengan skor akhir 78-70. Kedua tim selalu bertemu di partai puncak selama 4 tahun terakhir. Setelah Fivers menang 72-63 di pertemuan pertama, GPS berhasil membalas kekalahan tersebut dengan skor akhir 66-47 pada 2024. Musim 2025 menghadirkan cerita yang berbeda. Fivers kembali merebut takhta tertinggi tersebut dengan skor akhir 62-51. Kini, GPS sukses menggusur mereka lagi setelah menjalani pertempuran intens sepanjang pertandingan. Kedua tim telah berjuang mati-matian untuk merebut kedudukan pada kuarter pertama. Setelah berkali-kali melakukan jual beli poin, Fivers akhirnya unggul 17-16 atas GPS setelah 10 menit pertama berakhir. Fivers langsung mencuri momentum pertandingan pada kuarter kedua. Dipimpin Bimo Aria Martha, mereka berhasil mengoleksi 12 poin beruntun (29-16). Bimo sendiri mencatat 8 poin dan 2 tripoin dalam kurun tersebut. Bahkan, keunggulan Fivers itu sempat menjauh hingga 15 poin dengan sisa waktu 6 menit 13 detik. Namun, GPS pantang menyerah. Mereka terus berupaya untuk bangkit secara perlahan. Memasuki jeda pertandingan, GPS berhasil memperkecil kedudukan menjadi hanya delapan poin (39-31). Kuarter ketiga akhirnya mengubah segalanya untuk GPS. Setelah melakukan berbagai evaluasi dan pematangan strategi, mereka kembali dengan permainan yang jauh lebih dominan. Tripoin Fabian Daffarel menjadi kunci kebangkitan GPS. Ia berhasil meluncurkan dua tembakan dari luar garis busur besar untuk memperkecil jarak skor menjadi tiga poin (43-40) dengan sisa waktu 7 menit 3 detik. Sekitar 2 menit kemudian, Joseph Christian Adriano akhirnya merebut kendali pertandingaan untuk GPS melalui tembakan gratisnya (45-44). Itu pun semakin diperkuat dengan tripoin ketiga dari Daffa 4 detik setelahnya. Tidak berhenti sampai situ, Daffa lagi-lagi sukses memasukkan tripoinnya dengan sisa waktu 1 menit 46 detik. GPS langsung unggul enam poin atas Fivers (55-49). Momentum pertandingan seolah langsung berpihak kepada mereka. Itu bukan berarti perjuangan Fivers belum berakhir. Mereka berhasil mendekatkan skor menjadi 57-56 dengan sisa waktu 7 menit, kali ini dipimpin oleh Erlangga Dzaky Andanputra. Tembakan tajam Daffa kembali menjadi senjata utama untuk melemahkan Fivers. Jarak skor menjadi lima poin (62-57) berkat tripoinnya dengan sisa waktu 5 menit 51 detik. Joseph Christian Adriano juga turut memberikan serangan bertubi-tubi untuk Fivers. Sebanyak lima poin berhasil mereka cetak secara beruntun. Sekitar 4 menit tersisa di pertandingan, GPS unggul 67-57 dan Fivers langsung meminta timeout. Fivers ternyata telah menyiapkan serangan yang matang untuk bagkit dari keterpurukan tersebut. Dzaky dan Bimo masing-masing langsung mencetak 5 dan 4 poin untuk memperkecil kedudukan GPS menjadi tiga poin saja (69-66). Setelah itu, giliran Deandra Radik Dharma yang bersinar untuk GPS. Ia tampil mentereng di sisi menyerang dan bertahan dengan 2 menit tersisa. Lima poin yang ia cetak secara berturut-turut akhirnya mengunci kemenangan untuk GPS. Daffa dan Ghaizan Danish Fadhil menjadi pemain dengan kontribusi poin tertinggi untuk GPS. Meski bermain sebagai pemain cadangan, keduanya tampi fenomenal dengan masing-masing 17 poin. Ghaizan juga mencatat 11 rebound. Joseph Christian Adriano juga memberikan permainan yang efisien. Ia berhasil menorehkan 12 poin dan 13 rebound dengan akurasi tembakan hingga 83 persen. Di sisi lain, Dzaky dan Bimo telah memberikan kontribusi terbaik untuk Fivers. Dzaky mengumpulkan 24 poin, 4 rebound, 3 steal, dan 3 blok, sedangkan Bimo 14 poin, 3 assist, dan 2 steal.

Indonesia kawinkan gelar SEABA U17 3×3 Championship 2026

Timnas bola basket putra SEABA U17 3x3 Championship 2026

Timnas bola basket putra dan putri Indonesia mengawinkan gelar SEABA U17 3×3 Championship 2026, setelah kedua timnas mengalahkan lawan masing-masing dalam babak final di HiTest Arena Batam, Minggu. “Terima kasih telah berjuang dan membuat bangga Indonesia, namun kesuksesan ini jangan membuat lupa bahwa perjalanan masih panjang, karena masih ada kejuaraan-kejuaraan berikutnya yang menunggu untuk ditaklukkan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Budisatrio Djiwandono, di Jakarta. Sekretaris Jenderal DPP Perbasi Nirmala Dewi menjelaskan timnas bola basket U17 3×3 putra memastikan juara seusai mengalahkan Malaysia dengan skor 20-11. Sedangkan timnas putri menundukkan perlawanan Thailand dengan skor 21-8. Bagi Indonesia, lanjut dia, prestasi tersebut merupakan catatan spektakuler. Untuk kali pertama, sejak ajang itu digelar pada 2025 di Singapura, Indonesia langsung mampu kuasai kategori putra dan putri pada tahun kedua pelaksanaan. Kesuksesan menjuarai kategori putri tahun ini merupakan pengulangan saat pencapaian tahun sebelumnya alias back-to-back champions. Ditambah lagi, hasil 100 persen kemenangan dalam enam laga sejak penyisihan grup sampai final juga berhasil dicapai. Sementara untuk putra, tambah Nirmala, keberhasilan pada 2025 semakin meningkatkan pencapaian edisi sebelumnya yang menempati peringkat keempat. Rekor laga 6-7 (menang-kalah) pada edisi 2026 menjadi bukti kemampuan tim telah meningkat dari sebelumnya. Timnas bola basket putri U17 3×3 pada ajang tersebut diperkuat Joanne Giovanni, Hannah Harsita, Chloe Cung, dan Adinda Lubna. Sedangkan timnas putra dihuni oleh Darell Alderich, Fakhrizal Firdaus, Rafky Abqary, dan Bryan Che Kang. Mereka dilatih oleh Wahyu Widayat Jati selaku pelatoh kepala serta asisten pelatih Raymond Shariputra. SEABA U17 3×3 Championship 2026 berlangsung selama dua hari, 19-20 September di HiTest Arena Batam. Total ada enam negara yang ambil bagian dalam kejuaraan Asia Tenggara tersebut, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Ajang tahun ini merupakan edisi kedua dan yang pertama dilaksanakan di Singapura, pada 2025.

Kadek Asih/Raji’ah sabet perak speed relay putri seri Chongqing

Raji'ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih

Pasangan atlet panjat tebing Indonesia, Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih berhasil menyabet medali perak nomor speed estafet (relay) putri dalam World Climbing Series Chongqing 2026 di China, Minggu. “Kunci keberhasilan kami adalah konsistensi, berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pemanjatan karena tidak ada hal yang tidak mungkin,” kata Raji’ah dalam keterangan tertulis di Jakarta, seusai menerima medali. Dia mengaku bersyukur bisa membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Perempuan yang kerap disapa Billah itu juga menyebut bahwa dirinya siap bila dipasangkan dengan siapa pun ketika harus turun di nomor speed relay. Sebab, siapa pun pasangannya, jika tampil dengan maksimal pasti akan mendapatkan hasil terbaik. Kadek Adi Asih menambahkan, kedisiplinannya dalam mengikuti setiap program latihan dari pelatih telah membuahkan hasil melalui medali perak tersebut. Namun, dia menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk lebih bagus ke depannya. “Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat, serta harus lebih konsisten lagi dalam latihan,” tambah dia. Pasangan Raji’ah Sallsabillah /Kadek Adi Asih menyabet perak dalam seri tersebut setelah kalah cepat melawan wakil tuan rumah, Jingyue Fan dan Shaoqin Zhang. Kadek membukukan waktu 6,7 detik, sedangkan Rajiah 8,6 detik sehingga waktu total yang diraih 15,3 detik. Sementara Fan mengemas waktu 6,43 detik dan Zhang 6,54 detik sehingga waktu total tercatat 12,97 detik. Pada awal lomba, semua berjalan dengan ketat. Namun sayang, Billah yang menjadi pemanjat kedua sempat terpeleset sehingga dia kehilangan momentum. Adapun medali perunggu diraih pasangan dari Italia yang diperkuat Giulla Randi dan Beatrice Colli. Mereka berhasil mengalahkan wakil Prancis yang diperkuat Louise Fountaine dan Capucine Viglione. Pada nomor speed relay putra, Indonesia diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa. Namun langkah mereka harus terhenti di babak perempat final. Pada akhirnya, medali emas diraih pasangan atlet asal Ukraina, sedangkan perak dan perunggu masing-masing diraih wakil Amerika Serikat dan China. Selain turun di nomor speed relay putra maupun putri, Indonesia juga turun di nomor speed individu putra, speed individu putri, dan speed relay campuran. Tetapi, atlet Tanah Air belum berhasil membawa pulang medali.

Asian Games 2026: Sumaya Raih Perak Pertama Indonesia

Sumaya

Atlet teqball Indonesia, Sumaya, menambah pundi-pundi medali Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perak nomor tunggal putri di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu. Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam pertandingan final yang berlangsung ketat hingga set penentuan dengan skor 12-10, 8-12, 9-12. “Alhamdulillah, tetap disyukuri. Buat seluruh pendukung di Indonesia saya belum bisa memberikan emas,” ujar Sumaya. Pada set pertama, Sumaya sempat memegang kendali permainan dan unggul 5-1. Namun, Wai Khin Hnin perlahan mengejar hingga kedudukan menjadi 8-8. Sumaya kembali mengambil momentum setelah memanfaatkan kesalahan lawan untuk unggul 10-8. Pertandingan kemudian berlangsung semakin ketat ketika atlet Myanmar menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Dukungan penonton dan suasana pertandingan yang semakin panas membuat persaingan kedua pemain berlangsung sengit. Sumaya akhirnya mengamankan set pertama 12-10 melalui bola yang ditempatkan dengan baik. Memasuki set kedua, Sumaya justru tertinggal sejak awal setelah beberapa kesalahan membuat Myanmar unggul 3-0. Sumaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui kegagalan lawan mengembalikan bola, tetapi Wai Khin Hnin mampu mempertahankan keunggulan hingga 7-4. Sumaya kemudian bangkit melalui reli panjang dan servis ace untuk memperkecil jarak menjadi 6-7. Serangan berikutnya membuat skor kembali ketat hingga 7-8 dan Myanmar meminta time-out. Setelah itu, Myanmar kembali menjauh 11-7. Sumaya hanya mampu menambah satu angka sebelum Wai Khin Hnin menutup set kedua dengan kemenangan 12-8 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pada set penentuan, kedua pemain kembali terlibat pertarungan sengit. Myanmar membuka keunggulan sebelum Sumaya membalas melalui serangan yang tidak mampu dikembalikan lawan. Sumaya kemudian sempat memimpin 4-1, tetapi Myanmar mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan berbalik unggul 6-4. Sumaya terus memberikan perlawanan dan melalui reli panjang berhasil menyamakan kedudukan 6-6. Permainan bola yang ditempatkan dengan baik kemudian membawa Indonesia unggul 7-6. Myanmar kembali menyamakan kedudukan 7-7 dan berbalik memimpin 8-7. Persaingan semakin ketat ketika kedua pemain saling mengejar angka hingga kedudukan 10-9. Namun, Sumaya tidak mampu mempertahankan momentum. Myanmar akhirnya mengamankan set penentuan dengan skor 12-9 untuk memastikan kemenangan sekaligus meraih medali emas. “Saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Untuk next-nya, saya akan berlatih lebih keras lagi, akan banyak event-event,” ujar Sumaya. “Tetap bangga sama diri sendiri.” pungkasnya.

Asian Games 2026: Indonesia tambah dua perunggu

Eugina Diva Widodo

Kontingen Indonesia menambah koleksi medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengamankan dua medali perunggu pada Senin. Tambahan medali ini pertama diraih lewat cabang wushu setelah Eugina Diva tampil impresif pada nomor changquan putri. Tambahan satu medali perunggu lainnya diperoleh lewat cabang mixed martial arts (MMA) setelah Valensia Fahira Hotmauli tampil begitu menjanjikan di nomor modern putri kelas 54 kg. Saat ini Indonesia total telah mengoleksi tujuh medali dengan rincian satu perak, dan enam perunggu. Torehan tersebut membuat tim Merah Putih kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara. Pada Senin tersaji juga sejumlah perebutan medali di berbagai cabang. Pada cabang renang final 50 meter gaya punggung putra, Jason Donovan Yusuf sudah tampil maksimal dengan finis di peringkat keenam. Jason menyelesaikan lomba dengan waktu 25,16 detik, terpaut 1,12 detik di belakang perenang China Xu Jiayu yang merebut medali emas dengan waktu 24,04 detik. Kemudian pada cabang menembak nomor 10m air rifle beregu putra, Kanurian Al Ghozi Anang Febrian, dan Kanurian Al Ghozi mengumpulkan total 1882,5 poin, terpaut tipis di bawah Korea Selatan yang menempati peringkat ketiga dengan 1884,2 poin. Lalu pada cabang triathlon Indonesia finis peringkat kelima pada beregu campuran setelah Martina Ayu Pratiwi, Kayla Nadia Shafa, Hauqalah Fakhal, dan Rashif Amila Yaqin finis dengan catatan waktu 1 jam 31 menit. Dilansir dari laman resmi timnas Indonesia, Senin, berikut tambahan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2026: – Eugina Diva (perunggu- wushu nomor changquan putri) – Valensia Fahira Hotmauli (perunggu – MMA nomor modern putri kelas 54 kg).

Drama Final dan Lahirnya Juara Baru Hiasi Seri Puncak MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya & Yogyakarta

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (20/9).

JAKARTA & YOGYAKARTA, – Panggung sepak bola putri usia dini kembali membara! Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026 – 2027 resmi menyelesaikan partai puncaknya pada Minggu (20/9). Gelaran yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menghadirkan aksi-aksi memukau, drama adu penalti, hingga lahirnya deretan juara baru. Di Jakarta Raya, kejutan manis tercipta saat SDN Gedong 03 berhasil menisbatkan diri sebagai jawara di Kategori Usia (KU) 10, sementara SDN Cipayung 02 sukses mengamankan podium tertinggi di KU 12. Sementara itu, persaingan di regional Yogyakarta tak kalah sengit; SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai juara anyar KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen membuktikan dominasinya dengan kembali merengkuh gelar juara di KU 12. Sengit dan Dramatis di Jakarta Raya Partai final KU 10 MLSC Jakarta Raya menyajikan dominasi mutlak SDN Gedong 03 yang mengandaskan perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor telak 3-0. Penyerang andalan mereka, Keenar, tampil gemilang lewat torehan brace cepat di babak pertama (menit ke-10 via penalti dan menit ke-15). Neha Rayadinata kemudian melengkapi kemenangan SDN Gedong 03 di babak kedua memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Tensi panas dan penuh drama tersaji pada laga final KU 12. SDN Cipayung 02 sempat memimpin cepat lewat gol Keisha Rizky Ramadani di menit ke-3. Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melakukan comeback kilat lewat gol Maura Jihan Athifa (6’) dan Alesha Kaysha Salsabila (7’) yang menutup babak pertama dengan skor 2-1. Pantang menyerah, Gildas Syauqillah menjadi pahlawan bagi SDN Cipayung 02. Ia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-19 lewat sepakan terukur. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gildas yang maju sebagai eksekutor penentu memastikan kemenangan timnya dengan skor akhir 4-2. “Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerja sama tim,” ujar Gildas, yang juga menyabet gelar Top Scorer KU 12 MLSC Jakarta Raya. Aksi Memukau dan Dominasi Yogyakarta Bergeser ke Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I tampil perkasa di kategori KU 10. Sang striker andalan, Alisya Natalia Bandari, tampil meledak dengan memborong tiga gol (hattrick) pada menit ke-5, 24, dan 29, sekaligus menyegel kemenangan 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen. Alisya pun mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol tersubur dengan total 36 gol sepanjang turnamen! Meski gagal di KU 10, SD Muhammadiyah Sapen tidak membiarkan trofi KU 12 lepas. Lewat laga ketat melawan SD Kalasan 1, gol tunggal Ralin Adiba Fitria Sanjaya di menit ke-17 menjadi pembeda sekaligus mengunci gelar juara bertahan bagi timnya. Antusiasme Tinggi dan Fondasi Menuju Piala Dunia 2035 Edisi kali ini diikuti oleh ribuan talenta muda. Di Jakarta Raya, tercatat ada 1.928 atlet dari 111 SD/MI (176 tim), sedangkan Yogyakarta melibatkan 1.294 atlet dari 76 SD/MI (123 tim). Tak ketinggalan, ajang ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti puluhan siswi usia dini. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengapresiasi tinggi besarnya dukungan para orang tua dan sekolah yang kian membentuk ekosistem sepak bola putri Tanah Air. “Dukungan orang tua sangat luar biasa di setiap seri dan penting sekali untuk mental pemain. Kualitas permainan terus berkembang dan ekosistem sepak bola putri semakin terbentuk,” ungkap Welly. Senada dengan hal tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai teknik dasar, kepercayaan diri, hingga pemahaman taktik para peserta melompat signifikan. “Teknik dasar mereka semakin baik, passing terarah, dan mereka mulai mengerti cara bermain sebagai tim. Jika kompetisi berkelanjutan seperti ini terus berjalan, target membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035 bukan hal yang mustahil,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. DAFTAR PEMENANG MLSC SERI 1 2026 – 2027 REGIONAL JAKARTA RAYA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SDN Gedong 03 Runner-up: UPTD SDN Mampang 1 Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah (SDN Gedong 03 – 28 Gol) Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga (SDN Gedong 10 Pagi) Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana (SDN Gedong 03) Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09 Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SDN Cipayung 02 Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer: Gildas Syauqillah (SDN Cipayung 02 – 14 Gol) Best Player: Maura Jihan Athifa (SDN Kebayoran Lama Selatan 19) Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila (SDN Kebayoran Lama Utara 13) Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19 REGIONAL YOGYAKARTA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SD Tarakanita Bumijo I Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer: Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo 1 – 36 Gol) Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen) Best Goalkeeper: Puput Widiana (SDN Ungaran 1) Fairplay Team: SD Idea Baru Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SD Muhammadiyah Sapen Runner-up: SDN Kalasan 1 Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), & Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen) – Masing-masing 12 Gol Best Player: Afita Nur Inderasari (SDN Kalasan 1) Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan 1) Fairplay Team: SDN Giwangan

23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman resmi memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Pada turnamen kali ini, skuad Garuda diperkuat perpaduan pemain yang berkompetisi di Eropa dan sejumlah pemain dari klub-klub Indonesia. Nama-nama seperti Emil Audero, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ole Romeny akan menjadi bagian dari skuad. Mereka akan bergabung dengan para pemain yang saat ini berkompetisi di dalam negeri. Sejumlah pemain juga akan kembali bekerja sama setelah tampil pada ASEAN Championship sebelumnya. Di antaranya Rayhan Hannan, Egy Maulana Vikri, dan Dony Tri Pamungkas. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menjalani seluruh pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelo Bung Karno, Jakarta. Skuad Garuda dijadwalkan mengawali kiprah dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Berikut 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Penjaga gawang Emil Audero – Rayo Vallecano Maarten Paes – AFC Ajax Nadeo Argawinata – Persija Jakarta Belakang Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach Dean James – Go Ahead Eagles Elkan Baggott – Millwall Justin Hubner – Fortuna Sittard Nathan Tjoe-A-On – Willem II (Eredivisie) Dion Markx – Persita Tangerang Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Rizky Ridho – Persija Jakarta Yakob Sayuri – Java United FC Calvin Verdonk – LOSC Lille Tengah Joey Pelupessy – Lommel SK Egy Maulana Vikri – Dewa United Ivar Jenner – Dewa United Jordi Amat – Persija Jakarta Rayhan Hannan – Persija Jakarta Thom Haye – Persib Bandung Depan Ole Romeny – Fortuna Sittard Luke Vickery – Macarthur FC Mitchell Baker – NCAA Georgetown Ragnar Oratmangoen – Persib Bandung

Binus juarai CL Badminton Bandung lewat drama tiga gim

Tim Universitas Bina Nusantara Jakarta naik podium

Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta menjuarai Campus League Badminton Regional Bandung setelah menaklukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui drama tiga gim pada final kategori beregu di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat. Binus yang sempat kehilangan gim pertama akhirnya membalikkan keadaan untuk menang 45-55, 55-44, 55-53 sekaligus memastikan tiket ke Campus League Badminton The Nationals yang bergulir di tempat yang sama pada 21-25 September. “Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Menurut Ricky, format pertandingan dengan sistem poin 55 turut menonjolkan kekompakan antar-pemain dalam satu tim sekaligus menuntut strategi yang berbeda dibandingkan pertandingan bulu tangkis pada umumnya. Pelatih Binus Haryadi Abu mengatakan target awal timnya sebenarnya hanya lolos ke The Nationals. Namun, keberhasilan menjadi juara membuat timnya semakin percaya diri menghadapi putaran nasional. “Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,” ujar Haryadi. Binus selanjutnya akan bersaing di The Nationals bersama tiga tim lainnya dari Regional Bandung yakni UNJ, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Mereka akan bertemu empat tim terbaik Regional Semarang yakni juara Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Universitas Negeri Surabaya (UNESA). CEO Campus League Ryan Gozali memperkirakan persaingan di The Nationals akan lebih ketat karena setiap tim sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan. “Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” kata Ryan.

Xaverius 1 Resmi Sabet Quintuple DBL South Sumatra

SMA Xaverius 1 Palembang

Skuad putra SMA Xaverius 1 Palembang resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa basket pelajar Sumatra Utara. Menghadapi tantangan SMAN 1 Unggulan Muara Enim (Tembesu) di partai puncak Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra, Xaverius 1 tampil dominan dan mengunci kemenangan telak 76-32 di GOR Jakabaring, Palembang, Sabtu, 19 September 2026. Hasil manis ini tidak hanya mengamankan takhta Raja Sumatra Selatan, tetapi juga mengukir sejarah legendaris berupa raihan gelar juara lima musim beruntun alias quintuple. Di sisi lain, kekalahan ini memaksa Tembesu harus merelakan mimpi besarnya untuk mengakhiri dahaga juara. Misi Tembesu untuk membawa pulang kembali trofi yang hilang selama 13 musimm, sejak terakhir kali diraih pada DBL South Sumatra 2013 masih harus tertunda. Laga sejatinya dibuka lewat tembakan gratis dari pemain Xaverius 1, Nicholas Jodanny, yang memecah kebuntuan. Tembesu pun sempat merespons cepat dan mengambil alih keunggulan. Namun, situasi tak bertahan lama. Dalam hitungan detik, Xaverius 1 langsung menyamakan kedudukan dan mulai memegang kendali permainan hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 23-12. Memasuki kuarter kedua, Xaverius 1 tampil kian ganas. Serangan bertubi-tubi membuat mereka melesat jauh dengan tambahan 27 poin, sementara lini pertahanan ketat Xaverius 1 membatasi Tembesu hanya mengemas enam angka. Paruh pertama pun ditutup dengan skor mencolok 50-18. Usai jeda turun minum, Tembesu tampak makin kehabisan akal untuk memangkas jarak. Selain tertekan oleh margin poin yang makin melebar, beberapa pemain pilar Tembesu mulai terancam foul trouble. Masalah efektivitas penyelesaian akhir juga menjadi persoalan krusial bagi Tembesu. Dari 53 percobaan tembakan ke arah ring, mereka hanya mampu mengonversi 14 di antaranya menjadi poin. Akurasi dari tembakan gratis mereka pun berada di bawah 50 persen. Sebaliknya, Xaverius 1 tampil mendominasi di segala lini. Mereka memimpin perolehan rebound, assist, hingga steal. Nicholas Jodanny, yang dinobatkan sebagai back-to-back Most Valuable Player DBL South Sumatra 2026, tampil luar biasa dengan mencatatkan double-double fantastis lewat raihan 23 poin dan 17 rebound. Dua penggawa Xaverius 1 lain juga turut menyumbang dua digit angka, yakni Alvert Gunawan dengan 16 poin dan Glen Johnson yang mengemas 10 poin. Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan 76-32 memastikan dinasti SMA Xaverius 1 Palembang belum tergoyahkan. Rekor kemenangan mereka dalam lima musim terakhir menjadi bukti nyata bahwa dominasi sang raja masih terus berlanjut. DBL South Sumatra 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia.

Pelti jadikan Piala Davis 2026 bekal pematangan petenis muda

Tim Piala Davis Indonesia

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menjadikan kekalahan dari Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus bekal pematangan para petenis muda Indonesia. “Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri,” kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu. Indonesia kalah 0-4 dari Rumania dengan mengandalkan sejumlah pemain muda, yakni Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw. Menurut Andi, salah satu pekerjaan rumah Pelti adalah memperbanyak jam terbang para pemain melalui turnamen agar mereka semakin terbiasa menghadapi lawan di level internasional. “Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga,” ujar Andi. Meski kalah, Andi menilai penampilan para pemain muda tetap memberikan gambaran positif untuk pengembangan tim Piala Davis Indonesia dalam jangka panjang. “Pelti sangat optimistis ke depannya. Kalau kita persiapkan dengan baik, tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, kita akan lebih matang lagi,” kata Andi. Rafalentino juga mengakui pertandingan melawan Rumania memberikan pengalaman penting, terutama karena menjadi kesempatan pertamanya membela Indonesia pada Piala Davis. “Kami senang sekali pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujar Rafalentino. Menurut dia, perbedaan pengalaman menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi pemain Rumania. “Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik,” katanya. Pada pertandingan hari kedua, Rafalentino berpasangan dengan Ethan dan kalah 2-6, 1-6 dari Stefan Horia Haita/Radu David Turcanu. Sementara itu Lucky Candra Kurniawan menunjukkan perlawanan ketat terhadap Gabriel Ghetu sebelum kalah 6-7(2), 6-7(1). Indonesia akhirnya kalah 0-4 dan harus menjalani play-off Grup II Dunia Piala Davis pada 2027.

Asian Games 2026: Seraf Naro pastikan medali pertama Indonesia

Seraf Naro Siregar

Atlet wushu Indonesia, Seraf Naro Siregar memastikan medali pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perunggu nomor changquan putra di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu. Naro menempati posisi ketiga dari 21 atlet yang tampil pada nomor tersebut setelah membukukan skor 9,720 poin. “Pertama-tama saya melayangkan rasa syukur saya kepada Tuhan Yesus karena telah melindungi saya dan memimpin saya sepanjang perjalanan saya untuk persiapan Asian Games,” kata Naro seusai pertandingan. Tampil sebagai atlet pertama, Naro mampu menjalankan rangkaian gerakannya dengan mulus dan langsung memasang patokan tinggi bagi para pesaingnya. Ia memperoleh nilai 5,00 untuk quality of movement, 2,720 untuk overall performance, dan 2,00 untuk degree of difficulty sehingga mengumpulkan total skor 9,720. Catatan tersebut membuat Naro sempat memimpin klasemen sementara. Bahkan, posisinya tetap berada di urutan teratas hingga enam atlet berikutnya menyelesaikan penampilan. Namun, dua atlet Makau yang tampil setelahnya mampu menggeser posisi Naro. Kuong Chi Hin mencatat skor 9,723 untuk merebut medali emas, sementara Song Chi Kuan membukukan 9,720 dan meraih medali perak. Bagi Naro, medali tersebut memiliki arti besar karena Asian Games merupakan salah satu ajang paling bergengsi yang menjadi impian para atlet. “Ini buat saya segalanya karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet,” ujar Naro. “Jadi atlet manapun untuk berkompetisi di sini saja sudah banyak yang bermimpi, apalagi dapat medali.” ungkapnya. Ia mengatakan medali perunggu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karirnya karena selama ini dirinya mendedikasikan kehidupan untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang besar. “Jadi arti dari medali ini mungkin adalah seluruh karir saya. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya hanya untuk event terbesar ini,” ujar Naro. Medali di Aichi-Nagoya 2026 juga menambah koleksi prestasi Naro pada ajang multicabang olahraga internasional. Sebelumnya, ia meraih perunggu Asian Games Hangzhou 2022 dari nomor kombinasi daoshu dan gunshu. Naro juga meraih medali perak pada The World Games 2025 di Chengdu, China, dari nomor kombinasi changquan-daoshu-gunshu putra.