Dipercaya Dapat Menstimulasi Otak, Axel Berhasil Raih Juara 1 Olahraga Catur Dalam Kejurda Banten 2017

Alex-Catur

Olahraga otak yang satu ini sering di kaitkan dengan permainan strategy perang dengan cara korban mengorbankan, namun ternyata olahraga catur juga mengajarkan cara meminimalisasi pengorbanan dalam bertahan ataupun pada saat menyerang. Axel Stephen merupakan siswa SMAN 2 Tangsel kelas X, dirinya tak lain atlet catur yang tergabung dalam 2 club olahraga catur, yaitu BSD chess club dan Percasi Tangsel. Mengikuti olahraga catur sejak 6 tahun yang lalu membuat Axel sudah sangat berpengalaman dalam bidang olahraga catur tersebut. Terbukti dengan berbagai prestasi yang telah ia raih, diantaranya: 1. Juara 1 dalam Kejurda Banten 2016 2. Juara 1 dalam Kejurda Banten tahun 2017 3. Juara 1 dalam O2SN tingkat SMP 4. Juara 2 dalam O2SN tingkat SMP Ditanya mengapa tertarik dengan olahraga catur, Axel menjawab, “Saya tertarik dengan olahraga catur karena dapat menstimulasi, strategic is fun.” ujar Axel Sebagai manusia pada umumnya, remaja yang satu ini juga pernah merasakan kejenuhan dalam menekuni olahraga catur yang sangat menguras pikiran. “Terkadang saya merasa bosan dalam berlatih, namun keluarga saya sangat mendukung segala perjuangan saya sampai dapat berprestasi, terutama ayah saya yang sangat berperan dan selalu mendampingi saya.” ujar Axel. Axel juga mengatakan kepada NYSN, bahwa ia bercita-cita menjadi Sarjana Teknologi Pangan, dan tetap menjadikan olahraga catur sebagai hobbynya. Dan sedikit pesan dari Axel kepada pembaca NYSN jangan pernah menyerah walupun dalam keadaan kalah sekalipun. “Keep spirit, don’t give up even when get loser.” pesan Axel.(crs/adt)

Menguasai Skill Olahraga Karate, Pemudi Ini Malah Ingin Menjadi Artis

karate-reza

Setelah berhasil mengembangkan olahraga karate, negeri sakura ini yang juga mendapatkan julukan negeri matahari terbit. Yang berhasil mempromosikan tangan kosong adalah senjata ampuh dalam melumpuhkan lawan. Reza Benny Zafira adalah salah satu atlet karate yang berprestasi dan berpotensi, selain itu ia juga merupakan siswi kelas X di SMAN 2 Tangsel. Mengikuti jejak sang kakak sebagai atlet karate, Reza, sapaan akrabnya, telah mengikuti serta menjuarai berbagai kejuaraan karate, dan prestasi-prestasi tersebut antara lain: 1. Juara 3 Nasional SBY Cup 2010 2. Juara 2 Nasional SBY Cup 2012 3. Juara 1 se Jawa – Bali IPB Cup 2012 4. Juara 2 Kejuaraan nasional 2015 5. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2015 6. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2016 7. Juara 3 Nasional 2017 Lumban Tobing 8. Juara 2 Porprov 2017 Reza memaparkan awal ia menggeluti olahraga karate semenjak umur 5 tahun. “Saya ikut karate sejak umur lima tahun, kelas satu SD. Awalnya karena melihat kakak pertama saya, dari situ saya tertarik untuk ikut karate sampai sekarang.” ujar Reza. Reza mengatakan, dirinya sempat mengalami cidera di kakinya ketika sedang berlatih, yang menyebabkan ia tidak bisa maksimal lagi dalam berlatih karate. “Saya mengalami cidera di kaki pada saat sedang menjalankan sebuah latihan melompat. Saya sudah mengalami cidera tersebut selama kurang lebih dua tahun. Itu sangat membuat saya gampang menyerah dan ingin berhenti berlatih, apalagi saya sudah mengikuti karate hampir sepuluh tahun lamanya.” Kata Reza, yang mengakui bahwa dirinya selalu didampingi dan di semangati oleh orang tua dan pelatihnya. Reza juga memiliki cerita yang selalu diingatnya ketika mengikuti sebuah kejuaraan karate di Bali. “Ketika saya mengikuti Kerjurnas di Bali tahun 2012, kebetulan disana saya termasuk atlet paling muda yang mengikuti Kejurnas tersebut. Kebetulan juga pada saat kejurnas tersebut, banyak TNI yang menjadi peserta dari tim Banten. Jadinya saya seperti seorang anak atau adik yang disayangi oleh para TNI tersebut.” ungkap siswi kelahiran Tangsel, 13 Desember 2002 tersebut. Ketika membicarakan tentang cita-citanya, Reza mengakui bahwa ia ingin menjadi seorang artis. Tetapi jika dirinya bisa menjadi seorang atlet profesional, maka ia akan memilih profesi tersebut. “Tidak ada kesuksesan jika tidak disertai dengan berusaha dan berdoa. Jangan menyerah jika kalian belum mencapai prestasi yang kalian inginkan. Buatlah orang tua, teman-teman, sekolah dan guru bangga atas prestasi mu. Dan selalu ingat bahwa Tuhan selalu ada disamping kita.” tutupnya.(crs/adt)

Rela Babak Belur, Wanita Ini Tetap Semangat Untuk Capai Prestasi

Salsabila, remaja putri yang telah menuai banyak prestasi di cabang olahraga Karate

Sudah menjadi konsekwensi dalam emansipasi wanita, dari mulai meningkatnya jumlah wanita Indonesia hingga peranannya juga harus bisa bersaing sehat dengan laki-laki. Seperti yang di lakukan atlet karate wanita, Salsabila Fitri Rohayanti (17) adalah siswi SMUN 2 Tangsel yang menekuni olahraga beladiri karate sejak kelas 7 sekolah menengah pertama dan berada dibawah naungan Bandung Karate Club (BKC). Sekarang, Salsabila telah diduk di bangku kelas 12 dan telah mengukir berbagai prestasi dalam olahraga karate. “Waktu dulu, malah mama yang nyaranin untuk ikut beladiri dan kesininya semakin nyaman untuk terus menggeluti karate.” kata remaja yang biasa dipanggil Salsa. Eksistensinya dalam menggeluti karate telah membuahkan hasil, berikut merupakan beberapa prestasi yang telah diraih oleh Salsa antara lain: 1. Juara 2 kejurnas BKC Kumite (-53kg) junior putri, juara 3 2. Paspampres tingkat nasional Kumite (-48kg) junior putri 3. juara 3 UNJ cup V tingkat nasional Kumite (-48kg) junior putri 4. juara 2 IPB cup tingkat nasional Kumite (-47kg) kadet putri Salsa juga mengungkapkan perasaan senangnya karena setiap mengikuti pertandingan, keluarganya selalu hadir untuk memberikan dukungan. Itu sangat berguna bagi dirinya agar dapat lebih semangat ketika bertanding. “Ketika ikut bertanding dalam Popda Banten, saya dikalahkan oleh juara AKF (Asean Karate Federation) dan saya mendapatkan kenang-kenangan yaitu bibir saya robek. Lucunya, jika biasanya orang lain mundur karena cidera seperti itu, saya malah semakin penasaran untuk event selanjutnya dan berpikir bagaimana caranya agar tidak mendapat kenang-kenangan itu lagi, malah saya yang memberikan kenang-kenangan untuk lawan saya.” ujarnya sembari bercanda. Salsa juga mengatakan kepada NYSN bahwa ia sudah menemukan zona nyaman yang dirasakannya ketika berlatih karate, apalagi setelah berkutat dengan mata pelajaran di sekolah selama seharian. Dan bagi Salsa, berlatih karate adalah hal terbaik untuknya melakikan refreshing. “Selain untuk refreshing, dengan berlatih karate saya dapat bertemu dengan teman-teman dan bercanda sepuasnya, sehingga mood saya bisa kembali baik, karena saya sudah membuat karate menjadi suatu kebutuhan yang harus saya lakukan setiap hari. Disamping itu, saya juga orangnya ekstrovert.” tutur Salsa. Karena kecintaannya terhadap karate dan mempunyai sifat yang suka bertanggung jawab, Salsa pernah memaksakan ikut pertandingan ketika dirinya sedang mengalami cidera. “Seminggu sebelum O2SN tingkat Kota Tangsel, engkel kaki kiri aku tergeser dan dibawa ke ahli patah tulang. Tapi aku bertanggung jawab harus membela nama baik sekolah, dan aku paksakan bertanding walaupun hanya mendapat juara 3 dan tidak lanjut sampai tingkat provinsi. Tapi aku cukup bangga akan prestasi tersebut karena bertandingnya ketika cidera.” kata Salsa menceritakan pengalamannya yang berharga. Remaja yang ingin menjadi pengurus atlet di masa depan nanti menjelaskan bahwa olahraga karate yang sedang digelutinya akan tetap dijadikan hobby dan sekaligus sebagai jembatan pendidikan untuk masuk ke jalur prestasi. “Ketika melakukan sesuatu yang belum pernah kalian lakukan, tekunilah. Maka lama kelamaan kalian akan merasa nyaman dan menemukan potensi kalian. Jangan lupa selalu diasah dan tekun berlatih! Karena seperti yang sudah sering kita dengar, bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil!!” pesan Salsa dengan nada semangat. “Yang terutama untuk mama saya, kedua untuk papa dan adik saya, Azki. Selanjutnya akang-akang senior BKC kabupaten Bogor yang membimbing saya dari sabuk putih dan terakhir yang menemani sampai sekarang pelatih terbaik saya, Senpai Ikin dan Senpai Heru. Tidak lupa juga para sahabat yang sangat mendukung perjuangan saya. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah kalian berikan sampai saat ini.” kata Salsa menutup perbincangan dengan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya selama ini.(crs/adt)

Hebat, Dari Panahan, Siswa SMU Ini Rebut Total 32 Buah Medali

Reza, remaja yang berhasil meraih 32 buah medali panahan dari prestasinya baik di tingkat propinsi maupun nasional

Jika kita tarik dalam sejarah tokoh dalam pewayangan, dimana panahan merupakan alat berburu para ksatria seperti Arjuna, Sumantri, Ekalaya, Dipati Karno, Srikandi demikian pula Dorna. Panahan juga sangat populer dan di kemas dalam cerita Mahabharata. Mohammad Reza Maulana Jatmiko, Siswa SMAN 2 Tangsel, merupakan atlet olahraga panahan sejak 4 tahun lalu, dan dirinya tergabung dalam club Power Archery Club. Reza memaparkan kepada NYSN bahwa dorongan orang tua yang menyuruhnya menekuni olahraga panahan.(7/7) “Awalnya, sih ga ada niatan ikut, tapi orang tua saya meminta saya untuk mengikuti kegiatan ini.” ujar Reza. Ternyata, orang tua Reza tidak salah memilih bidang olahraga untuk anaknya. Terbukti dari berbagai prestasi yang telah diraih Reza selama ini. Beberapa diantaranya adalah juara 1 Aduan Putra Binus National Indoor Archery Competition, juara 1 Aduan Putra Pelajar Sirkuit Panahan DKI Jakarta, dan juara 1 Aduan Putra Recurve Popda Banten 2016. Secara keseluruhan Totalnya berjumlah 32 buah medali dan Piala tingkat Provinsi dan Nasional. “Waktu itu saya pernah tidak sengaja menembak target orang dan akhirnya saya malah dikenakan sanksi serta tembakan saya tidak dihitung poinnya. Mungkin saat itu saya kurang fokus makanya menembaknya meleset.” Papar Reza mengutarakan kisah lucu yang pernah di alaminya Reza juga mengatakan bahwa dirinya pernah mengalami cidera di jari yang membuatnya tidak dapat bertanding secara maksimal. “Ketika saya sedang mengikuti sebuah kejuaraan, saya sedang memperbaiki alat saya sebelum maju untuk bertanding. Dan tidak sengaja jari saya terluka lumayan parah karena terkena cutter. Akibatnya saya jadi tidak bisa bertanding dengan maksimal.” tutur Reza. Reza yang bercita-cita ingin menjadi Dokter ini juga berpesan bahwa kita tidak boleh melakukan setengah hati dalam melakukan sesuatu. “Jangan pernah setengah hati dalam melakukan sesuatu. Karena semua bisa dicapai dengan niat dan terus berlatih.” pesan Reza.(crs/adt)