Bermain Lepas, Tim Putra SMABA Unggul Jauh Dari Saint John’s

Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses menggulung perlawanan SMA Saint John’s Serpong (putih), dengan skor 64-16, dalam 'NYSN High School Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses mencuri kemenangan dari SMA Saint John’s Serpong, pada lanjutan turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (23/4). Hingga tiga menit kuarter pertama, kedua tim belum berhasil memanen angka. SMABA memecah pundi angka, setelah Saddam, pemain bernomor punggung 9, berhasil melesakkan bola, skor berubah 2-0. Angka kembali tercipta untuk SMABA berkat aksi Timothy menjadi 4-0. Saint John’s berusaha mengejar, namun hanyamencetak dua angka dari akselerasi salah satu pemainnya, skor 4-2. Berkat aksi ‘lay-up’ Saddam dan Juzar makin memperlebar margin angka SMABA atas Saint John’s 11-4. Penampilan impresif pemain SMABA makin tak terbendung, hingga skor 15-4 dan menutup kuarter pertama. Kembali aksi ‘lay up’ Aofar berbuah manis, SMABA unggul 17-4. Pemain Saint John’s bernomor punggung tiga Calvin berhasil mencuri bola dari pemain SMABA untuk merubah skor 17-6. Fast break diselesaikan dengan manis oleh Samad, pemain bernomor punggung 7 itu membuat SMABA makin meninggalkan perolehan angka Saint John’s 21-6. Tembakan dua angka dari Brian asal Saint John’s mencoba memangkas jarak angka dengan SMABA, skor 24-7. Dan, half kuarter ditutup SMABA dengan skor meyakinkan 28-7. Meski sempat menambah dua angka lewat pemain bernomor punggung 8, Kevin, dimana skor menjadi 28-9, namun Saint John’s belum mampu keluar dari tekanan di kuarter ketiga. Sebaliknya, SMABA justru makin memperlihatkan ketangguhannya. Tim yang berlokasi di Kawasan Pamulang itu kembali menambah angka melalui tembakan tiga angka Saddam dan Aofar, skor 49-23. Saint John’s mencoba menetralisir permainan dengan meminta time out di sisa waktu 1 menit 15 detik. Namun, angka dari anak didik Ari Adiska terus melesat di kuarter ketiga dengan selisih 37 angka, dan mengunci kuarter ini dengan 49-12. Memasuki kuarter akhir, skuat SMABA tetap tampil ‘beringas’. Percobaan tembakan tiga angka tetap dilancarkan Satria dkk, hingga bola yang dilesakkan Aofar berbuah dua angka, skor 56-14. Alih-alih mengejar ketertinggalan, Saint John’s malah kecolongan. Lagi-lagi, fast break SMABA efektif, dua angka kembali tercipta melalui Samad, 58-14. Lalu, dua menit tersisa, Saint John’s hanya mampu menambah dua angka. SMABA akhirnya menutup kuarter ini dengan skor 64-16. “Hari ini mereka bermain lepas. 100 persen kemampuan mereka keluar semua. Bahkan, mereka bisa memaksimalkan peluang. Permainan mereka merata, teamwork sangat baik,” cetus Ari. “Lawan bermain bagus. Mungkin karena yang main itu anak kelas 10 dan 11, sedangkan kelas 12 tidak main, sehingga kemampuan mereka sedikit di bawah. Secara tim kami juga kompak, sehingga bisa menang di gim ini,” timpal Muhammed Aofar Hedyan, punggawa SMABA. Sementara, Calvin Christian Gunawan, Kapten Tim Saint John’s, mengaku timnya kalah secara fisik. Meski begitu, ia akan terus berjuang guna menghadapi gim-gim berikutnya. “Dari dulu kami selalu susah menang kalau bertemu Kharisma Bangsa. Secara fisik kami juga kalah. Di gim selanjutnya kami akan berusaha memberikan yang terbaik buat Saint John’s,” urai Calvin. (Adt)

Skuad Fed Junior Indonesia Incar Rangking 100 Dunia, PP Pelti : Pengganti Yayuk Basuki !

Tim Piala Fed Junior 2018 yang terdiri dari (ki-ka) Priska Madelyn Nugroho , Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara serta Ryan Tanujoyo, lolos ke putaran final di Hungaria. (vavel.com)

Jakarta– Petenis junior Indonesia, Priska Madelyn, menargetkan bisa menembus peringkat 100 besar dunia junior pada akhir 2018. “Saya saat ini di posisi 164. Pada akhir 2018, targetnya naik ke peringkat 100 besar dunia,” kata Priska, saat penyambutan tim Piala Fed Junior, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (22/4). Untuk mencapai posisi tersebut, Priska menargetkan rutin mendulang poin dari turnamen yang akan dia ikuti sampai akhir tahun, yakni satu hingga dua turnamen setiap bulan. Dalam waktu dekat, Priska akan berlaga di turnamen level Grade 4, Malacca Internasional Junior Championship, pada 8-13 Mei 2018, di Malaysia. “Tapi di Malaysia ini saya tidak mau menganggap remeh dan tetap mewaspadai lawan-lawan yang akan dihadapi karena kualitasnya tidak sembarangan. tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Priska. Turnamen yang akan diikuti Priska ini diketahui usai dara yang akan berusia 15 tahun itu, selesai membela Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania. Selain Prsika, tim Indonesia terdiri dari Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara Di kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania, Indonesia harus puas hanya menjadi runner-up paska dua kali kalah dari Jepang saat bertemu di fase grup dengan kedudukan 0-2, dan yang kedua saat partai final oleh Australia. Meski menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018, bersama dengan Australia, Jepang, dan Hong Kong. Negara-negara tersebut menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali, Indonesia mencicipi babak dunia, yakni pada sembilan tahun lalu (2009). Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang, serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menilai capaian lolos ke babak dunia ini sinyal kebangkitan tenis Indonesia. “Dari tim Fed junior, semoga muncul pengganti Yayuk Basuki dan pemain senior lainnya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti Susan Soebakti, saat penyambutan tim Fed Junior. Ke depannya, Pelti menyatakan akan mempersiapkan tim untuk berlaga di babak dunia Fed Junior pada September mendatang. “Mereka tetap ikut pertandingan dalam persiapan menuju Hungaria. Termasuk pengiriman tur ke luar negeri akan direalisasikan seperti instruksi Ketua Umum,” kata Susan. Selain berbagai persiapan mandiri para atlet dan oleh federasi, jelang tampil di babak dunia Fed Junior, Ketua Umum PP PELTI, Rildo Ananda Anwar berencana memberikan fasilitas wild card pada tim Fed Junior di event Indonesia Women’s Circuit berhadiah total 15 ribu dolar AS, di Solo, Jawa Tengah, pada bulan Juli. (art) Tim Piala Fed Junior Indonesia 2018 1. Priska Madelyn Nugroho 29 Mei 2003 ITF-165 2. Janice Tjen 6 Mei 2002 ITF-213 3. Nadya Dhaneswara 5 Januari 2002 Kapten: Ryan Tanujoyo 7 mei 1982

Jepang Raja Sofbol, Timnas Putra Indonesia Pede Masuk Final Asia Cup 2018

Pemain Timnas softball putra Indonesia Alfan Sontiara memukul bola, saat mengalahkan Timnas Malaysia 11-1 pada babak penyisihan Asian Men Softball Championship di lapangan softball Senayan, Jakarta, Senin (23/4). (antarafoto.com)

Jakarta- Timnas Sofbol putra Indonesia enggan sekedar berpartisipasi pada kejuaraan Sofbol Asia 10th Asian Men’s Softball Championship 2018, di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, 23-28 April 2018. Mereka bertekad untuk menembus target final. “Timnas Sofbol Indonesia siap habis-habisan memberikan yang terbaik di Asia Cup 2018,” kata Asisten Pelatih Timnas Sofbol Indonesia, Leonardus Djarkasih di Jakarta, Sabtu (21/4), dilansir topskor.co.id. Meski persaingan di Asia Cup 2018 cukup ketat, kata Leonardus, Timnas sofbol putra tetap ditargetkan masuk final. “Persaingan pasti ketat di Asia Cup nanti, tapi kami mentargetkan jadi finalis,” tegasnya. Kejuaraan Sofbol Asia Cup 2018 diikuti 9 negara. Yakni, Filipina, Jepang, Indonesia, Taipei, Hongkong, Thailand, Singapura, India, dan Malaysia. Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) memang memasang target meraih medali perunggu di Asia Cup 2018 menyamai hasil empat tahun lalu di Singapura. Menurut Leonardus, Asia Cup kali ini dijadikan persiapan menghadapi SEA Cup di Thailand, akhir Juli 2018 dan SEA Games Filipina 2019. Secara terpisah, pemain senior Timnas Sofbol Filipina, Leo Barredo juga mengakui persaingan di Asia Cup 2018, cukup ketat. “Bukan Jepang saja yang merajai sofbol Asia, tapi Indonesia patut diperhitungkan. Banyak pemain-pemain muda yang berkualitas,” ujarnya. Pemain berusia 31 tahun ini memang sangat mengenal sofbol Indonesia. Dia pernah memperkuat salah satu klub sofbol Indonesia pada Kejuaraan Sofbol Makassar Open 2017. “Saya sudah dua kali ke Indonesia dan banyak kenal dengan pemain sofbol Indonesia. Dan, saya juga pernah memperkuat salah satu klub yang menjadi juara di Makassar Open 2017,” ungkapnya. (Art) Skuat Timnas Sofbol Putra Indonesia: Nelwan Yumame (Papua Barat), Ferryanto (Kaltim), Aditya Pratama Hamzah (Sultra), Abriansyah (Sultra), Aditya Aulia Rachman (Jatim), Ahmad Ronaldo (Lampung), Anggana Budiman (Jabar), Heri Hairuman (Jabar), Dikdik Fauzi Darmawan (Dki Jakarta), Maliqul Mulqi Kentanadaku (Sultra), Luki Fidel Pacellengi (Sultra), Hermansyah (Kaltim), Rahman Yakin (Sultra), Efrianto Tri Syahputra (Sultra), Elwin Nulmansyah (DKI Jakarta), Alfan Sontiara (Jabar), dan Roli Mahendra (Kaltim).

Sabet Perunggu di Rusia, Tim Panjat Tebing Indonesia Mulai Bersaing di Level Dunia

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo (merah) sukses naik podium ketiga, di nomor speed world record putra dalam event IFSC Climbing World Cup Moscow, Rusia 2018. Minggu (22/4). (sportesnews)

Jakarta- Timnas panjat tebing Indonesia membuktikan kualitasnya menembus jajaran elite dunia dengan meraih medali perunggu pada kejuaraan International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup Moscow, Rusia 2018, 21-22 April 2018. Dalam siaran pers Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menyebut Veddriq Leonardo, yang notabene atlet pendatang baru di pelantas, menunjukkan kemampuannya. Ia masuk semifinal nomor speed world record putra, usai mengalahkan rekan senegara, Pangeran Septo Wibowo. Sayang, saat menantang Vladislav Deulin dari Rusia di semifinal, Veddriq kalah dengan catatan waktu 6,21 detik dibanding 5,81 detik. Di partai lain, Muhammad Hinayah juga masuk semifinal berhadapan dengan Reza Alipourshena dari Iran. Reza menang dengan catatan waktu 5,71 detik, sedangkan Hinayah 5,81 detik. Veddriq pun harus berhadapan dengan Hinayah dalam perebutan juara ketiga. Veddriq menang setelah Hinayah melakukan false start. Sementara, juara pertama untuk men’s speed world record diraih Reza Alipourshena dengan catatan waktu 5,82 detik dan posisi kedua Vladislav Deulin yang mencatatkan waktu 6,81 detik saat partai final. Untuk nomor speed world record putri, satu atlet Indonesia Aries Susanti Rahayu berhasil masuk semifinal. Namun, ia dikalahkan Iuliia Kaplina dari Rusia. Ia pun berhak melakoni ajang perebutan juara ketiga, dengan melawan Elen Timofeeva dari Rusia yang pada semifinal dikalahkan Anouch Jaubert dari Prancis. Dalam perebutan juara ketiga, Aries harus mengakui keunggulan Elen yang mencatatkan waktu 7,61 detik, sedangkan Aries 8,47 detik. Posisi pertama direbut Anouch setelah lawannya yakni Iuliia melakukan False Start. Meskipun dinyatakan menang, Anouch meminta kesempatan untuk melakukan pemanjatan solo guna memuaskan dirinya. Ia berhasil mencatatkan waktu 7,32 detik dan mendekati rekor dunia. Hasil lebih baik diharapkan bisa ditorehkan saat tampil di IFSC World Cup berikutnya di China.  “Senang sekali Indonesia sudah mulai bisa berbicara di IFSC World Cup. Atlet-atlet kita sudah masuk di jajaran elite dunia,” kata Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza, dalam rilisnya. “Dengan meraih perunggu, kami sudah membuktikan bisa mengatasi lawan-lawan dari negara lain,” ujar Faisol. (Art)

SMABA Taklukkan SMAN 3 Tangerang, Jam Terbang Jadi Kunci Kemenangan

Pemain Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) bersiap melakukan poin ke jala SMAN 3 Kota Tangerang, dalam pertandingan Minggu (22/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA) sukses meraih kemenangan atas tim basket SMAN 3 Kota Tangerang, pada pertandingan di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (22/4). Dalam laga yang dipimpin wasit Leonaldy, kedua tim menurunkan para pemain terbaiknya sejak awal. SMABA memimpin perolehan angka atas SMAN 3 dengan skor 5-1, hingga lima menit kuarter pertama. Aksi individu pemain bernomor punggung 4, Aofar menambah angka bagi SMABA menjadi 7-1. Lalu, tembakan tiga angka pemain bernomor punggung 2, Gibrani, menutup kuarter pertama dengan skor 12-1 untuk SMABA. Di awal-awal kuarter kedua, SMAN 3 mencoba menekan. Namun gagal mengubah angka. Justru SMABA berhasil menambah angka lewat aksi ‘lay-up’ Gibrani, skor berubah menjadi 14-1. Tambahan dua angka kembali diraih SMABA melalui pemain bernomor punggung 10, Haidar. Angka SMABA makin menjauh 16-1. Satria dkk akhirnya menututp kuarter kedua dengan skor 21-6. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 coba mengejar lewat tembakan dua angka pemain bernomor punggung 18, Prawira Setya, skor berubah 21-8. Namun, permainan SMABA makin tak terbendung. Anak didik Ari Adiska itu sukses memanen 14 angka. Skor kuarter ketiga berakhir 35-10. Pertandingan berlanjut, tembaka dua angka dari pemain SMAN 3 membuka kuarter keempat, skor berubah 35-12. Namun pundi-pundi angka dari tim asal Kota Tangerang Selatan itu justru terus bertambah. Aksi pemain bernomor punggung 9, Saddam makin memperlebar jarak dengan SMAN 3 menjadi 43-14. SMAN 3 kembali mencoba memangkas jarak angka setelah salah satu pemainnya sukses melesakkan bola, hingga merubah skor 43-16. Disisa waktu satu menit terakhir dimanfaatkan para pemain SMABA untuk terus mengoleksi angka. Hasilnya, kuarter keempat berakhir dengan skor telak 48-17. “Kami bersyukur meraih kemenangan di pertandingan ini. Selanjutnya, para pemain harus bisa bermain lebih bagus dari pertandingan hari ini. Karena lawan pastinya juga telah mempersiapkan diri dengan baik, terutama SMAN 13 Depok dan Saint John’s,” ujar Ari, arsitek tim basket SMABA, usai laga. Fajar Satria, Kapten Tim SMABA, mengatakan jam terbang menjadi salah satu keberhasilan timnya dalam memenangi laga ini. Kedepan, lanjutnya, timnya akan mengintensifkan latihan. “Kuarter pertama dan kedua kami belum dapat momentumnya, tapi setelah half kami baru mendapatkan momentum, sehingga kami bisa unggul jauh dari lawan. Salah satu kami bisa menang itu mungkin karena unggul di jam terbang, dan kami juga sudah terbiasa dengan suasana pertandingan seperti ini,” timpal Fajar. Sementara, Muhammad Ishak, Pelatih Basket SMAN 3, mengakui bila tim lawan lebih baik, dikarenakan lebih memiliki jam terbang yang banyak. Ia berharap dipertandingan selanjutnya timnya bisa tampil secara maksimal dan memenangi setiap laga. “Jam terbang mereka lebih banyak dari kami. Meski diawal-awal tim kami mampu mengimbangi, tapi hingga akhir pertandingan kami kewalahan meladeni mereka. Ini menjadi pengalaman berharga bagi tim kami untuk menatap laga berikutnya,” cetus Ishak. “Mungkin kami kurang fokus dipertandingan tadi. Selain itu, komunikasi antar pemain juga tidak jalan. Ini jadi catatan laga selanjutnya, agar kami bisa memaksimalkan teamwork,” tambah Dzulfikar Farrel, Kapten Tim SMAN 3. (Adt)

Pecatur 19 Tahun Paksa Legenda Dunia Remis, Novendra Juara di Bangkok

Pecatur Indonesia yang baru berusia 19 tahun, Novendra Priasmoro, menjuarai Turnamen Bangkok Chess Open 2018. (net)

Jakarta- Target PB PERCASI mencetak Grandmaster baru, perlahan mulai menunjukkan hasilnya. Lewat atlet ranking kedua Indonesia, Novendra Priasmoro, 19 tahun, impian melahirkan GM baru sudah di depan mata. Novendra menjadi kampiun turnamen Bangkok Chess Club Open, di Thailand, yang berakhir Sabtu (21/4). Ia membukukan 8 poin tanpa terkalahkan dalam kejuaraan diikuti oleh 196 pecatur dari 37 negara itu. Ia meraih 7 kemenangan dan dua kali remis. Hasil yang diraih pecatur nomor dua nasional ini cukup spektakuler. Dalam perjalanan menjadi juara, ia antara lain mengalahkan unggulan pertama GM Hrant Melkumyan (rating 2669) dari Armenia. Ia juga menahan remis GM Nigel Short (2662). Situasi yang menegangkan dihadapi pecatur Indonesia di akhir turnamen. Pada partai tekahir, atau kesembilan, pecatur dengan rating 2449 itu, harus menghadapi pecatur legendaris asal Inggris, Nigel Short, yang pernah tiga kali juara di ajang ini. Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, berkisah, sejak malam sebelum pertandingan ia menginstruksikan agar Novendra lebih dulu menawarkan remis sekitar tiga sampai lima langkah. “Tujuannya untuk menghormati nama besar Nigel Short. Sebab, sangat tak mungkin Nigel Short yang akan menawarkan posisi remis duluan, kalau tak terpaksa benar,” kata dia, seperti tertuang dalam rilis PB Percasi. Dalam lomba terakhir itu, Novendra dengan dingin meladeni Nigel, yang memakai Pertahanan Prancis. Di partai sebelumnya, ia mampu mengalahkan GM Anton Smirnov(2546), dari Australia, yang memakai pembukaan sama. Nigel mengambil taktik berbeda dengan Smirov pada langkah kesembilan. Tapi, hingga langkah ke-13 posisinya tetap tak bisa unggul. Pada langkah ke-16, Novendra sempat berniat menawarkan remis. Tapi melihat banyak pecatur yang menonton partainya, ia mengaku malu melakukannya. Pertarungan pun terus berlanjut. Akhirnya, waktu yang menentukan datang juga, pada langkah ke-28 setelah melihat posisi lawannya begitu kokoh, Nigel memutuskan menawarkan remis. “I offer you draw,” ucap Nigel sambil menatap Novendra. Tanpa berpikir lagi Novendra langsung mengulurkan tangannya yang berarti menerima tawaran tersebut. “Tawaran ini memang yang saya tunggu,” cerita Novendra. “Remis kan udah pasti juara sendirian, jadi saya ga pakai berpikir lagi, langsung saya sambar tangannya.” Dengan hasil ini, Novendra membukukan 8 poin tanpa pernah terkalahkan. Ia mencetak 7 kemenangan dan dua kali remis. Sungguh suatu gelar juara yang membanggakan. Selain itu, remis dari Nigel memberikan tambahan rating 2,7 poin atau secara total Novendra mendapatkan tambahan rating sebanyak 25,5 poin. Sejak Desember 2017, Novendra mendapat dukungan penuh dari United Tracktors (UT), perusahaan yang menjadi “bapak angkat” nya. Ia menjadi salah satu pecatur muda yang diproyeksikan untuk segera meraih gelar Grandmaster. Dengan posisi teratas Novendra, program PB PERCASI pada 2018, mengukir prestasi gemilang di ajang internasional. Sebelumnya, dalam Asian Youth Chess Championship 2018 di Chiangmai, Indonesia merebut dua medali emas dan satu perunggu, dan seluruh enam pecatur yang dikirim mampu masuk 10 besar dalam berbagai kategori. Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto menyatakan rasa bangganya dengan prestasi yang diraih Novendra. “Semoga ini jadi penyemangat bagi pecatur lainnya, untuk tak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Bukti bahwa atlet-atlet catur kita layak didukung dunia usaha, karena talentanya memang luar biasa,” kata Utut. (Art)

Meski Tak Bekeringat dan Menang WO, Tim Putri SMAN 13 Depok Kecewa

Tim basket putri SMAN 13 Depok menang walk over (WO) atas tim SMA Yadika 2 Jakarta, pada lanjutan “NYSN High School Basketball Cup 2018". (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putri SMAN 13 Depok menang walk over (WO) atas tim SMA Yadika 2 Jakarta, pada lanjutan turnamen basket “NYSN High School Basketball Cup 2018, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/4). Ari Adiska, Pelatih Tim Basket SMAN 13 Depok, mengaku kecewa tanpa kehadiran lawan, mengingat tim-nya sudah siap untuk menghadapi pertandingan perdana ini. “Kami tentu saja senang, tapi kalau harus menang WO itu kurang seru. Sayang saja kalau mereka tidak datang karena ini event bagus,” ujar Ari. “Tim kami juga belum pernah bertemu dengan SMA 2 Yadika Jakarta di berbagai turnamen basket. Sebab, kami beda wilayah. Berikutnya kami harus siap melawan SMAN 6 Depok, St John’s, dan SMA Kharisma Bangsa. Menang atau kalah itu urusan nanti, yang penting kami berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya. Senada, Putri Amie Rachmadita, Kapten SMAN 13 Depok, mengaku dirinya bersama rekan-rekannya belum pernah berjumpa dengan lawan. Padahal, lanjut Putri, timnya sudah antusias menghadapi pertandingan perdana melawan SMA Yadika 2, yang berasal dari kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. “Kecewa pasti. Karena kami sudah antusias datang untuk bertandingan. Selanjutnya, kami akan mempersiapkan diri dengan baik dengan berlatih secara intensif,” cetus Putri. (Adt)

Unggul Rangking Tak Jaminan, Putri Indonesia Runner-up Kualifikasi Fed Junior 2018

Tim Putri Piala Fed Junior Indonesia (merah), berfoto dengan tim Fed Junior Australia, usai kalah 0-2 di partai final Kualifikasi. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia harus puas menjadi runner-up kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania 2018 usai langkah gemilangnya terhenti di partai puncak. Pada Sabtu (21/4), tim putri Indonesia menyerah kepada Australia 0-2 dalam final di lapangan tenis Serawak Lawn Tennis Association, Kuching, Malaysia. Meski di atas kertas Indonesia punya komposisi pemain yang lebih baik, hal ini tak menjamin tim Merah Putih melenggang di zona Asia/Oseania. Di partai pembuka, tunggal kedua Indonesia, Janice Tjen, takluk dari Anastasia Berezov dalam pertarungan dua set berdurasi 55 menit yang berkesudahan 2-6, 0-6. Peringkat junior ke-213 dunia ini kalah straight set, dari lawan yang bertengger di posisi ke-417 itu dengan skor akhir 2-6 dan 0-6. “Saya agak capek hari ini, kaki terasa berat melangkah sepanjang pertandingan final tadi,” tutur Janice usai laga. Pada partai berikutnya, tunggal utama Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, juga tidak mampu mencetak angka penyeimbang usai kalah dari ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki, dalam pertarungan dua set satu jam 10 menit yang berkesudahan 4-6, 3-6. Meskipun menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018 mendatang bersama dengan Australia, Jepang dan Hong Kong, yang menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali Indonesia mencicipi babak dunia, Pada sembilan tahun lalu, 2009. Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. “Selamat pada tim atas raihan ini, saya bangga atas mereka karena capaian ini lebih baik dari 2009 lalu, saat itu di playoff kita hanya semifinal, sedangkan saat ini kita bisa sampai final,” kata Ketua Umum Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar, dilansir Antara. Meskipun menjadi runner-up, Rildo menilai permainan tim Indonesia sangat baik dan hanya kalah jam terbang dari tim Australia dan Jepang yang dihadapi Indonesia di fase grup. “Dari yang saya ikuti, dua kekalahan kita di kualifikasi Piala Fed Junior 2018, karena kalah jam terbang dari Australia dan Jepang. Karenanya setelah mereka pulang kami akan susun program untuk pemain bertanding di berbagai turnamen luar negeri dan dalam negeri,” ucap Rildo berharap. Setelah kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania ini, Rildo menyebutkan pihaknya akan memberi fasilitas “wild card” pada tim Indonesia yang terdiri dari Janice Tjen, Priska Madelyn dan Nadya Dhaneswara, dalam kejuaraan Indonesia Women`s Future berhadiah total 15 ribu dolar AS dalam waktu dekat. (Art)

Masuki Usia Perak ke-25, Klub Garuda Inginkan Baseball-Softball Jadi Sport Industri

Garuda Baseball-Softball Club merayakan ulang tahun yang ke-25, pada Sabtu (21/4), di kawasan, Senayan, Jakarta. (Ham/NYSN)

Jakarta- Usai melangsungkan turnamen Tee Ball pada 14-15 April lalu, Garuda Baseball-Softball Club merayakan ulang tahun yang ke-25, pada Sabtu (21/4). Klub yang berdiri sejak 1993 ini, merayakan ulang tahunnya yang bertepatan dengan hari Kartini, di Plaza FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Harapan demi harapan selalu disematkan, dalam setiap acara perayaan tahunan klub baseball-softball yang berasal dari dari kawasan Selatan Jakarta ini. Apalagi, kini usia klub sudah memasuki usia perak (silver anniversary). “Di usai kami yang ke-25 ini, kami fokus pada pembinaan atlet usia dini, dan prestasi. Yang Kedua, membangun hubungan baik serta kerjasama, antara klub Garuda dengan Pengprov Perbasasi DKI Jakarta, serta menjaga hubungan horizontal dengan klub-klub baseball di DKI Jakarta,” ujar Febrinaldy Darmansyah, ketua umum Garuda Baseball-Softball Club periode 2017-2018. Febrinaldy juga menginginkan jika kelak Baseball-Softball menjadi sebuah industri olahraga, seperti halnya cabang olahraga sepak bola. Namun, semua itu dijalankan segala proses yang tidak pendek, mengingat olahraga Baseball-Softball belum cukup populer. “Kita berharap olahraga baseball-softball menjadi sebuah industri olahraga. Tantangannya adalah agar khalayak umum mau menonton olahraga ini, dan harus memiliki bukti dari segala sisi, jika olahraga ini pun bisa sejajar dengan sepak bola, ” tambah pria kelahiran Jakarta 48 tahun silam. Hingga kini, Garuda tidak menggandeng sponsor dari pihak manapun dalam menjalankan aktifitasnya. Dukungan bagi klub di kawasan Lebak Bulus ini banyak berasal dari swadaya seperti swasta, maupun instansi terkait. “Support atas persiapan dan keberangkatan tim saat terlibat dalam sebuah event, selalu dilakukan secara swadaya. Dan hingga saat ini, kami masih mampu menghidupi kegiatan kami sendiri,” pungkasnya. (Dre/Ham)

Misi Balas Dendam, Tim Basket SMAN 13 Bungkam SMAN 6 Depok Dengan Skor Ketat

Tim Basket Putra SMAN 6 Depok (hitam) harus takluk dari SMAN 13 dengan skor ketat 28-29, dalam laga perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 13 Depok berhasil menaklukkan SMAN 6 Depok dengan skor 29-28 di laga perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (21/4). Ini menjadi misi balas dendam. Sebelumnya, tim basket SMAN 13 harus mengakui ketangguhan SMAN 6 di ajang semifinal Hexa Cup 2018. Saat it, SMAN 6 menang dengan skor 53-33. “Senang bisa memenangkan pertandingan ini. Apalagi kami mampu memimpin sejak awal-awal kuarter. Beberapa pemain juga mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Ari Adiska, Pelatih Tim Basket SMAN 13, Sabtu (21/4). Sejak wasit melakukan jump ball tanda permainan dimulai. SMAN 6 mengambil inisitif serangan, namun beberapa kali tembakan dari para pemain belum membuahkan angka. Hingga tembakan bebas dari small forward Ibnu Fajar Setiawan, membuat SMAN 6 mampu memimpin 1-0. Tak menyerah, SMAN 13 melalui pemain bernomor punggung 99, Bagas Nugraha Putra, mampu menghasilkan dua angka. Kedudukan menjadi 3-2. Angka SMAN 13 bertambah usai tembakan tiga angka dari pemain bernomor punggung 24, Bagus Kumala Aji, yang sukses bersarang dijaring lawan. Skor menjadi 6-3. Kedua tim masih terus berusaha menekan. Bagus kembali melakukan tembakan tiga angka hingga mengubah kedudukan menjadi 12-5 untuk SMAN 13 yang menuntaskan kuarter pertama dengan skor 15-5. Kuarter kedua, SMAN 6 berusaha mengejar ketertigalan. Namun, aksi ciamik dari pemain bernomor punggung 11, Ilham Ramadhan makin memperlebar angka SMAN 13 atas SMAN 6 menjadi 17-7, dan akhirnya mengunci kemenangan di kuarter ini dengan skor 17-8. Hingga berjalan lima menit, skor kedua tim di kuarter ketiga belum berubah. SMAN 6 mampu menambah 1 angka memalui Ibnu, skor menjadi 9-17. Namun, SMAN 13 kembali memanen angka usai Bagus menambah angka menjadi 20-13. Kuarter ini berakhir dengan skor 20-14 untuk SMAN 13. Memasuki kuarter keempat, pertandingan kedua tim makin panas. Percobaan tembakan tiga angka yang dilancarkan SMAN 13 melalui Bagas gagal. Angka bertambah usai pemain dengan nomor 13 dari SMAN 6, Dafanayudhistira menipiskan jarak menjadi 18-24. Begitu juga tembakan tiga angka dari Ibnu yang menipiskan kedudukan 25-26. Namun, SMAN 13 mampu membungkus kemenangan atas SMAN 6 dengan skor tipis 28-29. “Kemampuan pemain lawan bagus. Kami kurang percaya diri saat awal main. Tapi, kami berusaha menekan lawan. Untuk pertandingan selanjutnya masih banyak yang harus dibenahi,” ungkap Ilham, kapten tim SMAN 13. Sementara, Kevin Nuardy Erdiham, Pelatih SMAN 6 mengaku kekalahan anak asuhnya lantaran diengaruhi beberapa faktor. “Stamina pemain kami berkurang, karena paginya kami juga bertemu dengan SMAN 13 disemifinal ajang HEXA Cup 2018. Tapi, kami puas dengan penampilan mereka, meski stamina sudah terkuras,” tutur Kevin. “Kami terlalu over confidence. Jadi dipertandingan tadi tidak maksimal bermain secara teamwork. Apalgi diawal kami sudah ketinggalan jauh. Tapi, kami berusaha terus dan hasilnya di kuarter terakhir angkanya juga beda tipis,” timpal Ibnu, small forward SMAN 6. (Adt)

Resmi Dibuka, Laga Perdana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berlangsung Sengit

Event NYSN High School Basketball Cup 2018 dibuka antara tim putra SMAN 13 Depok dengan SMAN 6 Depok (Hitam), di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa (SMABA), Pamulang, pada Sabtu (21/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Laga perdana turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018′ diawali pertandingan antara tim putra SMAN 13 Depok dengan SMAN 6 Depok, di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/4). Sebelum pertandingan, turnamen ini dibuka oleh Ignatius Eric (Direktur PT Nasional Yunior Sportindo Media) dan Nurhadi Hafman (Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa). Eric mengaku bersyukur dengan terlaksananya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ yang digelar untuk pertama kalinya itu. Terlebih, lanjutnya, tim yang bertanding dilaga perdana ini menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi. “Kami bersyukur turnamen ini bisa terselenggara dengan baik. Para peserta juga hadir di turnamen ini dengan semangat yang tinggi,” ujarnya. Mengomentari laga perdana, ia menyebut meski diawal-awal pertandingan kedua tim masih belum memperlihatkan kemampuannya terbaiknya, namun saat akhir laga, pertandingan kedua tim berlangsung seru. Bahkan angka kedua tim hingga akhir pertandingan hanya beda tipis,” tambahnya. Kedepan, ia berharap akan lebih banyak menggelar kompetisi serupa guna memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi talenta-talenta muda dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. “Kami akan sering menggelar kompetisi seperti ini. Karena semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin bagus. Supaya bisa menambah pengalaman bertanding untuk mereka semua,” tegas Eric. (Adt)

Putri Indonesia Ladeni Australia di Final Piala Fed Junior, Siapkan Kado Spesial Hari Kartini

Tim putri Indonesia bakal meladeni Australia di Final Piala Fed Junior 2018., pada Sabtu (21-4), di Khucing, Malaysia. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia berhasil menjejak babak akhir Piala Fed Junior Kualifikasi Asia Oseania 2018, di Kuching, Malaysia. Pada semi final, Jumat (20/4), regu yang menempati posisi unggulan kelima itu menumbangkan seeded kedua, Hong Kong, dengan skor 2-0. Petenis tunggal kedua Indonesia yang tampil partai pembuka, Janice Tjen menang atas Sheena Jade Masuda Karrasch. Peringkat junior ke-213 dunia itu unggul straight set, 6-4 6-3 dalam waktu satu jam lima menit. Dan, Priska Madelyn Nugroho memastikan kemenangan atas Hong Kong setelah mengalahkan Hoi Ki Jenny Wong 6-3 6-3. “Lawan Hong Kong terasa mudah karena mereka tampil tanpa petenis nomor satunya, yang cedera setelah laga alot di perempat final. Jadi, saya lawan pemain kedua dan Janice ketemu urutan ketiga,” ujar Priska usai laga. Sama halnya dengan Indonesia, Hong Kong juga harus melakoni pertarungan sengit di babak delapan besar untuk menentukan pemilik empat tiket sebagai wakil zona Asia Oseania, ke putaran final dunia di Hungaria, September 2018. Lolosnya Indonesia, Thailand dan Hong Kong, bukan tanpa ujian. Mereka harus melalui partai ketiga yakni ganda, yang harus digelar pada Jumat (20/4), lantaran tertunda sehari akibat hujan mengguyur lapangan, sejak Kamis (19/4) siang. Duet Janice dan Priska menyudahi perlawanan pasangan Thailand, Supapitch Kuearum/Mai Napatt Nirundorn, dengan skor 7-5 6-0. Sementara ganda Hong Kong, Ho Iki Jenny Wong/Hong Yi Cody Wong harus mengalami super tie break untuk mengandaskan wakil Korea Selatan, Bo Young Jeong/Yeonwoo Ku, dengan skor 2-6 7-6(5) [10-5]. Pada final, Sabtu (21/4), Indonesia akan meladeni unggulan keenam, Australia yang secara mengejutkan menyingkirkan Jepang di semifinal. “Peluang sih fifty-fifty,” tutur Janice dan Priska, kompak. Di atas kertas, srikandi Indonesia punya materi lebih baik dibanding tim Negeri Kanguru. Tunggal utama Merah Putih, Priska Madelyn Nugroho berperingkat ke-165 dunia, jauh di atas ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki yang ada di posisi ke-219 dunia. Sedangkan Janice Tjen (ITF-213), jauh di atas Annerly Poulos (401). “Pokoknya kami akan coba semaksimal mungkin memanfaatkan peluang yang ada,” cetus keduanya. Namun, apapun hasil final nanti, keberhasilan trio Priska, Janice dan Nadya Dhaneswara serta kepten Ryan Tanujoyo melaju ke putaran dunia pada ajang petenis kelompok umur 16 tahun itu adalah prestasi langka bagi tenis Indonesia. Terakhir kali, Indonesia mencicipi pentas dilevel dunia Piala Fed Junior pada 2009. Menempati posisi keempat babak penyisihan zona Asia Oseania yang berlangsung di, Australia, trio Grace Sari Ysadora, Cynthia Melita dan Rekyan Woro serta kapten Deddy Tedjamukti finis di posisi kesembilan babak final dunia di Mexico. (Adt)

17 Pesilat Junior Turun di Kejuaraan Dunia di Thailand, Pemerintah Minta Juara Umum

Sebanyak 17 pesilat junior Indonesia akan berlaga pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018, di Songkhla, Thailand 23-29 April. (Kemenpora)

Jakarta- Sebanyak 17 atlet pencak silat junior mengikuti Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018, di Songkhla, Thailand, 23-29 April. Mereka turun di kategori seni tunggal, beregu dan ganda. Pada kejuaraan dunia itu, pemerintah menargetkan meraih juara umum. Sebanyak 31 negara bakal berpartisipasi pada event tersebut. Diantaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Philipina, Singapura, Brunei Darusalam, Vietnam, Laos, Kamboja, Afghanistan, Austria, Azarbaijan, Belgia, Kanada, Mesir, Iran, Irak, Italia, Jerman, Belanda, Perancis, Korea, Jepang, Taiwan, dan Suriname. Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), mengatakan para pesilat junior yang mengikuti kejuaraan dunia tersebut masih dalam tahap pengkaderan. “Para pesilat junior ini masih dalam tataran pengkaderan, dan tentunya yang ditunggu adalah mereka saat berada di usia emas, yakni senior. Meski tidak semua nomor diikuti, tapi juara umum itu jadi target,” ujar Isnanta saat melepas tim pencak silat junior Indonesia di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4). Ke-17 atlet itu terdiri dari sembilan putri dan delapan putra akan tampil di 11 kelas tanding dan 6 kelasTGR/Seni. Mereka adalah Yuliana (NTB), Yuliana G (Banten), Suryanintyas (Jatim), Kurnia Fatma A, Triana Ragil R dan Faradlillah Rahmah A W (Jateng) untuk turun di kategori tanding putri. Selain itu, ada Widyana Trimentari, Faidia Salsadia dan Nadya Putri (Jabar) yang akan turun pada kategori TGR/seni. Di kategori tanding sektor putra, atlet yang akan turun adalah Khoirudin Mustaqim dan Dewangga Agna M (Jateng), Hidayat Limolu (Sulut), dan Irfan Imran (Maluku Utara). Adapun tiga wakil Jabar yakni Krisna Bayu, Rano Slamet N dan M Hikam A akan tampil di kategori TGR/seni. Manajer tim pencak silat junior Indonesia mengatakan bahwa melalui kejuaraan ini pihaknya menargetkan tujuh medali emas untuk dapat dibawa pulang. Tujuh medali ini diharapkan datang dari kelas A putri 39-43 kg, kelas C putri 47-51 kg, kelas F putri 59-63 kg, kelas C putra 47-51 kg, kelas E 55-59 kg, kelas I putra 71-75 kg, dan dua kelas lainnya dari sektor seni. Surono mengatakan jika tim yang dibawa merupakan juara I Popnas dan Juara I kejurnas PPLP, dan hanya sebagian kecil yang diambil dari peringkat dua kejurnas PPLP sesuai dengan kebutuhan kelas. Sementara, Benny Sumarsono, Wakil Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), menyebut kejuaraan ini adalah pengalaman pertama untuk mereka bertanding di luar negeri. “Tujuan dikirimnya pesilat junior Indonesia ini sebagai ajang kompetensi pencak silat bagi pesilat junior di tingkat internasional serta untuk menjaring pesilat junior yang handal guna dipersiapkan pada event internasional, serta menjadikan pencak silat semakin mendunia,” tutup Benny. (Adt)

Rilis Pemain Timnas Putri U-16 Disiapkan, Stadion Atletik Jadi Venue AFF U-16 Wanita

Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere, akan merilis daftar pemain terpilih dalam event AFF U-16 Girls Championship 2018, pada Kamis (26/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Dua minggu jelang event AFF U-16 Girls Championship 2018, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere akan merilis daftar pemain terpilih, pada Kamis (26/4). Hingga kini, total pemain sudah mengerucut menjadi 24 nama, namun bongkar-pasang pemain dalam tim, masih menjadi kendala, terutama saat latihan. “Sulit mencari pemain putri U-16, karena tak ada kompetisi di sektor ini. Dan, saat didapat, kami harus ajarkan lagi dari awal,” ucap Rully pada Jumat (20/4). Solusinya, ia dan PSSI, mencoba melakukan kontak dengan pihak sekolah di berbagai daerah, termasuk sekolah nasional maupun internasional, untuk menyumbang pemain. Meski cara ini tidak cukup efektif, Rully sanggup mengumpulkan pemain, yang terhitung memiliki skill bermain bola, dalam level pemain putri remaja. Rencananya, rilis nama pemain Timnas Putri U-16, akan diumumkan pada Kamis (26/4). Lalu Carla Bio Pattinasarany dkk bertolak ke Palembang, dan menjalani sesi latihan perdana, pada Jumat (27/4) pagi. Dengan total skuad 24 orang, bagi Rully dirasa sudah cukup. Namun ia akan mencoret satu nama lagi, dalam kurun waktu sepekan kedepan, sebelum pengumuman. “Jumlah maksimal pemain yang didaftarkan 23 orang. Namun, sebagai tuan rumah, jika bisa membawa 23 pemain ya kenapa tidak. Tapi kalau cuma 20 orang kompeten, ya hanya 20 yang dibawa,” tambahnya. AFF U-16 Girls Championship 2018 dihelat pada 1 – 13 Mei 2018, dengan sistem setengah kompetisi. Menurut Pengurus Asprov PSSI Sumsel, Faisal Mursyid, kegiatan ini akan diikuti oleh 9 negara. Indonesia tergabung di grup B bersama tim Thailand, Kamboja, dan Laos. Lima negara lain berada di grup A, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Myanmar. “Kegiatan event ini, akan dilaksanakan di Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC),” ujarnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (20/4). Faisal melanjutkan, saat ini belum ada permintaan dari PSSI, untuk meminjam lapangan guna menggelar Training Camp (TC), bagi timnas yang akan berlaga. Namun, pihaknya telah mengantisipasi jika diminta untuk menyediakan lapangan untuk berlatih, maka Stadion cabor Baseball yang ada di kompleks JSC, menjadi pilihannya. “Andai itu pun tak memungkinkan, bisa memakai Stadion Bumi Sriwijaya. Sebab dua lapangan itu diproyeksikan untuk Asian Games 2018,” ungkap Faisal. Ia menuturkan, kegiatan ini jadi semacam agenda test event. Sebab, panitia yang terlibat saat ini, akan sama dengan panitia yang akan bekerja pada saat Asian Games 2018. “Kami berharap, panitia yang akan terlibat dalam Asian Games 2018 khususnya di cabang olahraga sepakbola wanita, agarbisa lebih siap,” pungkasnya. (Dre)

NYSN High School Basketball Cup 2018 Siap Dihelat, 11 Tim Bersaing Jadi Kampiun

NYSN High School Basketball Cup 2018

Jakarta- Gelaran turnamen basket bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, siap dihelat pada Sabtu (21/4), di Hall Basket Sekolah Menengah Atas Kharisma Bangsa (SMABA), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Turnamen yang untuk pertama kalinya dihelat itu akan diikuti 11 tim, terdiri dari 6 tim putra dan 5 tim putri dari berbagai SMA di wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang. Mereka berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di ajang tersebut. Selain turnamen basket putra dan putri. Event ini juga diisi kegiatan menarik lainnya, seperti 3 point competition, photo contest, serta Awarding untuk MVP Putra, MVP Putri dan Most Favourite Team. Chandra Wiedyananta, Ketua Pelaksana ‘NYSN High School Basketball Cup 2018′, berharap dari turnamen ini akan lahir bibit muda potensial dicabang bola basket dengan mengedepankan jiwa sportifitas dan semangat kompetisi yang tinggi. “Dengan event ini tujuan kami ingin menyapa kaum muda yang talenta utamanya di basket. Sebagai media yang menjadi sumber inspirasi serta terpercaya bagi kalangan muda pecinta olahraga di Indonesia, kami memiliki tanggung jawab besar mengawal bibit muda berbakat dengan mewadahi mereka melalui event ini,” ujar Chandra, Jumat (20/4). “Event ini kami gelar setelah mereka ujian dan sebelum pelaksanaan Ramadhan. Harapannya lain ayakni event ini bisa menjadi salah satu modal mereka untuk menuju ke jenjang selanjutnya bila mereka ingin berkarir di dunia olahraga sebagai atlet nantinya,” tutupnya. (Adt)

Laga ‘Panas’ Game Pertama IBL, Satria Muda Bungkam Pelita Jaya

Guard klub Satria Muda Jamar Andre Johnson (71) dibayangi poit guard klub Pelita Jaya Wayne Bradford (10) dalam laga final game pertama IBL Pertalite 2017-2018, pada Kamis (19/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Tuan rumah Satria Muda (SM) Pertamina berhasil membungkam tamunya Pelita Jaya (PJ) di game pertama final Indonesian Basketball League (IBL) Pertalite 2017-2018, di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (19/4), dengan skor 73-63. Pada pertandingan yang dipimpin wasit asal Philipina Reynaldo Yante, kedua tim menurunkan formasi terbaiknya sejak awal. SM mampu memimpin 10-7 hingga lima menit interval kuarter pertama usai tembakan pemain bernomor punggung 44, Dior Alexandros Lowhorn masuk. Bahkan, aksi nyeleneh Lowhorn usai melesakkan bola makin membuat tensi pertandingan tersebut berlangsung panas. Lalu, bola yang dilesakkan Jamar Andre Johnson menambah angka hingga SM unggul 15-7. Di akhir kuarter pertama, Respati Pamungkas mencetak tembakan tiga angka bagi PJ, skor berubah menjadi 20-12. Kuarter kedua, PJ berjuang keras mengejar ketertinggalan melalui Wayne Lyndon Bradford dan Chester Jarell Giles. Tapi, usaha itu belum membuahkan hasil. Skor sempat tipis 29-27 untuk SM yang mengunci kuarter kedua dengan unggul 32-27. PJ makin terancam di kuarter ketiga. Aksi ‘dunk’ Lowhorn menjadikan skor 46-31. Pundi-pundi angka SM makin tak terbendung. Mereka menutup kuarter ketiga dengan selisih tujuh bola, 55-41. Tembakan tiga angka Johnson membuka kuarter keempat. Di kuarter ini ditandai dengan dikeluarkannya point guard kedua tim yakni Hardianus (SM) dan Xaverius Prawiro (PJ) akibat ‘foul out’. Dan, SM memastikan kemenangan dengan skor akhir 73-63. Johanis Winar, arsitek PJ, mengaku lawan bermain luar biasa, sedangkan defensif tim-nya sangat buruk. “Intinya SM tampil luar biasa dan dapat momentumnya. Sedangkan tim kami defensif-nya kurang bagus. Di game kedua nanti kami harus focus, sejak laga dimulai,” ujar pelatih yang akrab disapa Ahang itu. “Start kami terlalu lambat. Lawan sudah percaya diri sejak awal, sehingga kami harus susah payah untuk bisa unggul dari SM. Game berikutnya kami harus bangkit,” timpal Ponsianus Nyoman Indrawan, center PJ. Sementara, Youbel Sondakh, juru racik SM, mengucap syukur tim-nya mampu memenangi game pertama final IBL ini. “Puji Tuhan kami menang. Tensi pertandingan yang tinggi, tapi SM bisa unggul. Kami apresiasi tingg pada pemain lokal, karena semua bermain dengan baik. Harapannya, di game kedua mereka minimal bermain seperti ini,” tuturnya. “Saya selalu excited. Ini final kelima saya. Kami harus lebih berkembang lagi di game kedua. Jadi masih harus lebih fokus untuk laga selanjutnya karena pertandingan belum berakhir,” sambung Arki Dikania Wisnu, punggawa SM. Laga kedua final IBL Pertalite 2017-2018 berlangsung pada Sabtu (21/4), di Hall A Basket Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Jakarta Selatan, yang menjadi markas Pelita Jaya. Jika PJ menang, maka akan digelar laga pamungkas ditempat yang sama, pada Minggu (22/4). (adt)

Takluk 1-2 Dari SSB Villa 2000 U-13 Putra, Pelatih Timnas Putri : Anak-anak Kurang Cerdas !

Melawan tim putra SSB Villa 2000 U-13 (oren), Timnas Putri Senior masih belum padu dan solid, sehinga akhirnya menyerah dengan skor akhir 1-2. (Ham/NYSN)

Sawangan- Timnas Putri Indonesia Senior kembali merumput kontra tim putra SSB Villa 2000 U-13, dalam laga uji coba, di komplek National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, pada kamis (19/4) sore. Uji coba kali ini Zahra Muszadalifah dan skuat, harus menerima kekalahan dengan skor akhir 1-2. Gol tunggal milik tim Srikandi Indonesia, diciptakan oleh Dwi Apriliani. “Kepercayaan anak-anak kurang, dan personality (mental individu) terlihat belum matang. Yang seharusnya passing, tapi malah meliuk-liuk, akhirnya bola lepas,” jelas pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, pada Kamis (19/4). Satia memastikan jika yang perlu diperhatikan oleh pemain adalah membaca kemampuan lawan. Momentum melakukan passing, shooting dan defending, masih sangat perlu untuk dipelajari. “Memilih dan menentukan keputusan, itu nanti yang akan kita tekankan. Hari ini ada beberapa hal seharusnya tidak perlu, malah dilakukan. Kiper juga gitu, ada lawan di tengah, malah dia oper kasih ke tengah,” tambahnya. Laga sparring kali ini dilakukan tiga babak dan tiap babak berjalan 30 menit. Babak pertama berjalan, Timnas Putri sudah tertinggal 1-0. Saat babak kedua dimulai, kembali Villa 2000 U-13 mampu merobek jala Kiper Timnas yang dijaga Norvince Boma. Beruntung, di babak pamungkas, Dwi Apriliani dapat mengurangi selisih skor. Sementara itu, Ibnu Wibowo selaku pelatih Villa 2000 U-13, mengomentari peforma anak asuhnya meladeni Laskar Kartini. “Soal mental saja, karena yang mereka hadapi levelnya sudah nasional, meski itu wanita. Sebelum bermain, pemain ada yang sempat down, tapi setelah tampil, justru santai,” cetus Ibnu. Menjelang laga uji coba melawan klub sepak bola putri asal Thailand pada 30 April nanti, Satia berharap akan ada uji coba dengan negara lain sebelumnya, mengingat Thailand pernah lolos ke putaran Piala Dunia Wanita. “Harus sadar, level kita sampai mana. Idealnya ada pra uji coba, sebelum match. Walau kalah 8-0, tapi tahu apa yang harus diperbaiki. Melawan Thailand itu, uji coba yang tak main-main,” pungkas pria 57 tahun tersebut. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2

Panggil Bek 18 Tahun, Timnas U-23 Siapkan 24 Pemain Di Anniversary Cup 2018 PSSI

Bek 18 tahun asal PSMS Medan, Firza Andika (11), akhirnya dipanggil Timnas U-23 masuk dalam skuad persiapan Turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas memanggil 24 pemain untuk persiapan menghadapi turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Turnamen ini akan dimulai pada 27 April hingga 3 Mei, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Selain Indonesia, turnamen yang juga ajang test event Asian Games ini diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara. Ajang ini menjadi persiapan, sekaligus tantangan bagi Garuda Muda jelang tampil di Asian Games mendatang. “Kami memanggil 24 pemain untuk persiapan mengikuti PSSI Anniversary Cup 2018. Ini turnamen bagus buat kami, apalagi diikuti Uzbekistan, Bahrain dan Korea Utara, yang merupakan tim kuat di Asia,” kata Luis Milla. “Saya memanggil tiga pemain senior yakni Andritany, Lerby, dan Spaso. Kami ingin pemain belajar dari turnamen ini, jadi bukan soal menang atau kalah. Namun saya dapat melihat sampai dimana level dan perkembangan permainan mereka,”tambah pelatih asal Spanyol itu. Sebagian besar pemain yang dipanggil untuk PSSI Anniversary Cup 2018, merupakan pemain yang juga pernah mengikuti pemusatan latihan sebelumnya yang dihelat pada bulan Januari, Februari dan Maret lalu. Seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Evan Dimas, M Hargianto, Septian David, Egy Maulana, Ilham Udin dan lain-lain. Bhayangkara FC merupakan klub penyumbang pemain paling banyak disusul oleh Bali United, Barito Putera, Persebaya, Persija, Selangor FA dan klub-klub lainnya. Pada pemanggilan ini, ada muka baru yakni pemain PSMS Medan, Firza Andika, yang juga pilar belakang Timnas U-19. Selain itu, striker senior Borneo FC, Lerby Eliandry juga dipanggil untuk menemani dua pemain senior lainnya yakni Andritany dan Ilija Spasojevic. Pemusatan latihan untuk PSSI Anniversary Cup dimulai pada 23 April nanti. Sebagai persiapan Asian Games 2018, Timnas U-23 menjalani program TC secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari, dalam setiap bulan. Hal ini memberi kesempatan pemain tampil di kompetisi bersama klubnya. Setiap TC, timnas U-23 selalu melakukan agenda ujicoba lokal maupun internasional. Pada ujicoba terakhir, M Hargianto dkk menang telak 3-0, atas tuan rumah Singapura. (Dre/Ham) Skuat Timnas U-23 Kiper 1. Andritany Ardhiyasa, Persija 2. Satria Tama, Madura United 3. Awan Setho Raharjo, Bhayangkara FC Belakang 4. Hansamu Yama Pranata, Barito Putera 5. Andy Setyo, PS Tira 6. Bagas Adi, Arema FC 7. Ricky Fajrin, Bali United 8. I Putu Gede, Bhayangkara FC 9. Gavin Kwan Adsit, Barito Putera 10. M Rezaldi Hehanusa, Persija 11. Firza Andika, PSMS Medan Tengah 12. Evan Dimas, Selangor FA 13. Zulfiandi, Sriwijaya FC 14. Muhammad Hargianto, Bhayangkara FC 15. Hanif Sjahbandi, Arema FC 16. Saddil Ramdani, Persela 17. Septian David, Mitra Kukar 18. Egy Maulana, Lechia Gdansk 19. Osvaldo Haay, Persebaya 20. Irfan Jaya, Persebaya 21. Febri Hariyadi, Persib Depan 22. Ilham Udin, Selangor FC 23. Lerby Eliandry, Borneo FC 24. Ilija Spasojevic, Bali United

Bidik Tiket Youth Olympic di Argentina, Pesenam Junior Harus Lolos JAGAC 2018 Babak Delapan Besar

Dua atlet senam artistik junior Indonesia, Abiyu Rafi dan Trithalia, harus lolos babak 8 besar JAGAC 2018, agar bisa berangkat ke YOC di Argentina, Oktober nanti. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia menurunkan lima pesenam putra dan lima pesenam putri junior di Kejuaraan Senam Artistik bertajuk ’15th Junior Artistic Gymnastic Asian Championship (JAGAC) 2018, di Istora Senayan, Jakarta, 25-28 April. Tim putra terdiri dari Abiyu Rafi, Ibra Elbina, Ronaldo Garda, Yofie Fahrezi, dan Ken Ritung. Sedangkan tim putri yakni Trithalia, Nadia Indah Amalia, Vira Aprilia, Salsabila Hadi Pamungkas, dan Yulia Dian Retno. “Kami sudah mempersiapkan tim dan akan memberi penampilan yang terbaik. Para atlet saat ini masih berlatih di beberapa daerah dan akan tiba beberapa hari lagi di Jakarta,” ujar Murdasih, Pelatih Tim Indonesia untuk JAGAC 2018, di Jakarta, Rabu (18/4). Selain test event Asian Games 2018, JAGAC 2018 ajang kualifikasi Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games/YOG) 2018, Oktober, di Argentina. Batas usia untuk JAGAC 2018 adalah 14-17 tahun untuk putra (kelahiran 1 Januari 2001 hingga 31 Desember 2004), dan putri berusia 13-15 tahun (kelahiran 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2005). Dian Arifin, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani), menyebut selain sukses penyelenggaraan, pihaknya menargetkan pesenam junior Indonesia bisa meraih tiket Youth Olympic Games. “Minimal satu jatah bisa diambil. Karena ada dua potensi di putri U-15, dan lima potensi di putra U-16 hingga U-17. Dan, untuk bisa lolos, minimal atlet Indonesia harus bisa menembus babak 8 besar,” tuturnya. Dian menambahkan untuk bisa mendapatkan tiket kualifikasi maka atlet harus turun di semua alat. Untuk putri ada empat alat, sedangkan putra ada enam alat. “Potensinya itu ada di putri. Yang diproyeksi itu Trithalia. Dia berpotensi dapat tiket kualifikasi. Peluangnya fifty-fifty. Tapi, dengan catatan dia harus benar-benar tak melakukan kesalahan di alat,” terangnya. “Potensi lainnya di putri yang bisa dapat tiket adalah pesenam dari negara Jepang, Korea Utara, dan Vietnam. Sedangkan proyeksi dibagian putra ada di Abiyu Rafi,” lanjut Dian. Sementara, Trithalia mengungkapkan untuk menghadapi ajang JAGAC 2018, dirinya telah melakukan persiapan secara maksimal, dan hanya tinggal dimatangkan gerakannya disisa waktu yang ada. “Targetnya masuk babak 8 besar. Kendalanya karena latihannya ada dibeberapa daerah, jadi agak sulit bersama. Dan belum coba alat di Istora Senayan, sebab belum ada alatnya juga disana,” cetus Trithalia. “Untuk bisa dapat medali susah. Karena lawannya juga berat seperti Jepang dan China. Fokusnya bisa masuk babak 8 besar. Sejauh ini persiapan saya juga sudah maksimal,” timpal Abiyu Rafi. (Adt)

Pelajar SKO Ragunan Ikut Kejuaraan Asia Remaja Angkat Berat di Uzbekistan, Sinyal Positif Pembibitan Junior

Dua atlet SKO Ragunan, Jakarta, mengikuti Kejuaraan Remaja Angkat Berat di Uzbekistan, 20-30 April 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Dua atlet pelajar Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, yakni Muhammad Fathir (56 Kg Putra) dan Juliana Klarisa (53 Kg Putri), akan bertanding di Kejuaraan Asia. Bertajuk ’19th Asian Youth Weightlifting Championship 2018′, mereka tampil di Uzbekistan, 20-30 April. Kejuaraan Asia yang diikuti 28 negara itu jadi kualifikasi Youth Olympic di Argentina, pada Oktober 2018. Mereka berhak tampil di Kejuaraan Asia setelah menjadi juara tingkat nasional di kelasnya. Fathir juara di kelas 56 Kg Remaja Putra pada Kejuaraan Satria Remaja di Yogyakarta, November 2017.Dan Juliana kampiun di kelas 53 Kg Remaja Putri di ajang yang sama. “Saya ingin kedua atlet ini memberikan prestasi untuk Indonesia. Mereka adalah bibit regenarasi angkat besi melapis seniornya seperti Eko Yuli Irawan, Triyatno dan lainnya,” ujar Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat melepas keberangkatan dua atlet SKO Ragunan itu, di Lapangan Tenis Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4). Saat ini, jelas Isnanta, SKO Ragunan cabang olahraga (cabor) angkat besi tengah membina enam atlet yang terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Dan, salah satu atlet putri dikelas 48 Kg atas nama Yolanda Putri, kini tengah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018. “Dalam kurun waktu dua tahun berdirinya cabor angkat besi di SKO Ragunan telah menyumbangkan beberapa atlet andalannya untuk Indonesia. Saya harap ini menjadi sinyal positif sebagai pembibitan di Indonesia,” tutup Isnanta. (Adt)