Agenda TC Timnas U-19 ‘Molor’, Indra Sjafri Minta Tambah Satu Uji Coba Lagi

TC Timnas U-19 yang berlangsung hingga 27 Mei 2018, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), diperpanjang hingga 2 Juni. (bola.com)

Yogyakarta- Dalam pemusatan latihan di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Timnas U-19 menggelar uji coba kontra Persis Solo pada Senin (28/5). Namun sepertinya uji coba tersebut dirasa kurang oleh pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri untuk melihat kemajuan para pemain selama pemusatan latihan. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri berencana akan menggelar laga uji coba kembali pada 2 Juni 2018. “Kami memang lagi butuh uji coba lagi mungkin tanggal 2 Juni,” kata Indra. Terbersit kabar PSS Sleman akan menjadi lawan selanjutnya setelah kontra Persis Solo. Namun juru taktik ini masih belum bisa memastikan siapa yang ajan menjadi lawan, meski pihak PSS sudah berkomunikasi dengannya. “Yang jelas baru Persis Solo, dengan Sleman memang sudah ada komunikasi tetapi untuk resminya belum,” ujar pelatih asal Sumbar ini. Artinya, agenda pemusatan latihan (TC) Timnas U-19 mengalami perubahan. Awalnya, TC yang berlangsung sejak 18 Mei di Stadion UNY, hingga 27 Mei 2018. Namun pemusatan latihan tahap pertama diperpanjang hingga 2 Juni 2018. Indra menyebut perubahan itu agar pelaksanaan pemusatan latihan lebih efektif. Sehingga atas berbagai pertimbangan TC diperpanjang hingga awal Juni. “Setelah dapat masukkan dari PSSI, kami memperpanjang TC. Sebenarnya tahap pertama selesai 27 Mei dan 7 Juni dilanjutkan lagi, namun kini diteruskan sampai 2 Juni,” jelasnya usai memimpin latihan pada Kamis (24/5). Indra memaparkan, nantinya pemusatan latihan tahap kedua kembali dilanjutkan setelah lebaran. Beberapa program dirancang termasuk soal penilaian performa pemain. Mantan pelatih Bali United itu menambahkan, dengan diperpanjangnya agenda TC tahap pertama, ada beberapa tambahan program yang diberikan kepada Syahrian Abimanyu dkk. Salah satunya uji coba yang berlangsung 2 Juni atau hari terakhir pemusatan latihan. (Ham)

Kalah Tipis Dari Tuan Rumah Thailand, Srikandi Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Piala Uber

Meski Gregoria Mariska Tunjung sempat memberi angka bagi tim Uber Indonesia, namun tak menyelamatkan dari kekalahan 3-2 atas Thailand, di perempat final. (tempo.co)

Jakarta- Srikandi Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala Uber 2018. Langkah Greysia Polii dkk harus terhenti usai dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 2-3 di babak perempat final, Kamis (24/5), di Impact Arena, Bangkok, Thailand. Di semifinal, Jumat (25/5), Thailand akan menghadapi China. Sedangkan Jepang berjumpa dengan Korea Selatan. Tunggal pertama Indonesia, Fitriani masih belum mampu meruntuhkan wakil Thailand, Ratchanok Intanon. Fitriani menyerah dalam duel dua gim, 8-21, dan 7-21, pada pertandingan berdurasi 33 menit. Kedua pemain sudah pernah bertemu sebanyak tiga kali, namun pebulutangkis Indonesia berusia 19 tahun itu tak satupun meraih kemenangan dari pemain utama Negeri Gajah Putih itu. Kemenangan Ratchanok atas Fitriani selalu didapat dalam pertarungan dua gim. Dan, pertemuan terakhir mereka terjadi di Indonesia Master 2018. Pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu kalah 17-21 dan 16-21. “Pertama-tama sama mau minta maaf sama tim karena dari kemarin belum bisa menyumbangkan poin kepada tim. Tadi lawan memang masih di atas saya dan tekanan bolanya lebih menekan ke saya, lebih mengontrol juga,” ujar Fitriani usai laga. “Reaksi saya terlambat terus dan banyak error. Nggak bisa keluar permainannya,” tambah dara kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu. Tertinggal 0-1 dari Thailand, Indonesia bangkit melalui pasangan ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Duet Merah Putih yang bertengger di peringkat 6 dunia itu tak memiliki kesulitan melumpuhkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dalam tempo 52 menit dengan skor 21-11, dan 21-16. Kedudukan menjadi imbang 1-1. Indonesia membentang asa dengan memimpin 2-1 lewat tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 18 tahun silam itu menang dramatis pada laga sepanjang 40 menit atas Nitchaon Jindapol dalam dua gim, 21-10, dan 22-20. “Saya tidak terbeban apa-apa. Karena pastinya dia ada tekanan lebih, karena dia tuan rumah. Saya rasa dia tekanan untuk menangnya lebih tinggi,” cetus juara dunia junior BWF 2017 itu. Sayang, dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta gagal mengamankan kemenangan bagi skuat Merah Putih. Mereka takluk dua gim langsung dari pasangan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai setelah berjuang selama 55 menit dengan skor 20-21, dan 12-21. Membuat kedudukan imbang 2-2. Tuan rumah Thailand akhirnya memastikan satu tiket ke semifinal setelah di partai penentuan Busanan Ongbamrungphan sukses menyingkirkan tunggal putri Indonesia Ruselli Hartawan, dua gim langsung 21-9, dan 21-12 dalam tempo 37 menit. Ini menjadi pertemuan kedua bagi mereka. Terakhir mereka berjumpa di ajang BWF World Junior Mixed Team Championship 2014. Busanan yang kini bertengger di peringkat 22 dunia itu menang 21-16, dan 21-13. “Ini pertama kali saya main jadi penentu. Jadi mainnya nggak lepas. Sementara lawan juga mainnya all out. Pas main saya agak tegang, terus pas mau keluar supaya nggak tegang itu lebih susah dari pada yang kemarin. Kalau kata pelatih saya kalah pukulan,” cetus pemain asal klub Jaya Raya Jakarta itu. (Adt)

Intip Kekuatan Lawan Asian Games, Timnas Putra 3X3 Ujicoba ke Mongolia

Timnas 3X3 putra Indonesia (putih) untuk Asian Games 2018 dijadwalkan mengikuti FIBA 3x3 U23 Nations League 2018 di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Timnas 3X3 putra Indonesia bakal mengikuti turnamen FIBA 3×3 U-23 Nations League 2018, di Ulaanbaatar, Mongolia, 1-3 Juni. Kejuaraan itu diikuti tuan rumah Mongolia, Indonesia, Sri Langka, China, dan Uganda. Event ini bagian dari ujicoba sekaligus mengintip kekuatan calon lawan yang akan dihadapi pada Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Hal itu dikatakan sang pelatih, Fandi Andika Ramadhani, awal pekan ini . “Selain putra, timnas putri juga akan ikut serta ke Mongolia,” ujar pria yang disapa Rama ini. Tim 3X3 putri Indonesia terdiri dari Lea Kahol, Regita Pramesti, Yusranie Assipalma, Christie Apriani Rumambi, Jovita Elizabeth Simon, Dewa Ayu Made Shriartha Kusuma, di bawah asuhan kepala pelatih Wahyu Widayat Jati. FIBA 3×3 U23 Nations League adalah kompetisi tim nasional untuk putra dan putri di bawah usia 23 tahun. Program tersebut dikenal sebagai FIBA 3×3 Fast Track. Federasi nasional yang berpartisipasi dalam program ini harus mendaftarkan satu tim putra dan putri. Format kompetisinya memang berbeda dengan biasanya. Satu turnamen terdiri dari enam bagian atau disebut “stop”. Berbeda dengan gelaran sebelumnya di tahun 2017 yang memakai lima stop, tahun ini akan ada enam stop. “Ada enam stop, dua di Mongolia dan dua stop di Jepang. Dua stop lagi masih belum ditetapkan oleh FIBA,” kata Anthony Gunawan, Kepala Sub-Bidang 3×3 Perbasi. “Di Mongolia nanti juga ada latihan bersama yang dipimpin expert 3×3.” Usai dari Mongolia, Timnas kembali mengikuti turnamen FIBA 3×3 Challengers 2018 di Eropa yakni di Kaunas Challenger (30 Juni – 1 Juli), dan Lignano Sabbiadoro (14-15 Juli). “Setelah Italia, mereka akan berlatih dan beruji coba di Serbia, lalu kembali mengikuti satu turnamen challenger di Italia,” tutur Rama. Saat ini, terdapat delapan nama yang menghuni skuat Pelatnas timnas putra 3X3 yakni Rivaldo Pangesthio, Kevin Moses Poetiray, Vincent Rivaldy Kosasih, Reza Guntara, Hendrikus Kalau, Erick Jonathan Gosal, Ferdian, dan Nuke Tri Saputra. Pada April, Timnas 3X3 putra Indonesia sempat mengikuti kualifikasi Piala 3X3 Asia FIBA 2018 di Shenzen, Cina, tetapi gagal melaju ke putaran final. Pelatih kelahiran Bogor, Jawa Barat, 33 tahun menjelaskan pihaknya akan memastikan empat pemain inti yang mengisi skuat Merah Putih menjelang keberangkatan menuju Eropa. Terkait kondisi para pemain, Rama menegaskan bila anak didiknya mengalami peningkatan, terutama soal fisik. Selain itu, tambahnya, Rivaldo dkk bisa bermain dengan gaya permainan yang diinginkannya. “Ya, paling tidak medali perunggu, bisa kita rebut apalagi bermain di kandang sendiri,” tutup peraih MVP Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) 2004 dan 2005 itu. (Adt)

Firman Bawa Indonesia Juara Grup B Piala Thomas, Hindari Tim Kuat di Perempat Final

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik, akhirnya memastikan kemenangan Tim Thomas Indonesia atas Korea Selatan 3-2. (tempo.co)

Jakarta- Pebulutangkis putra Firman Abdul Kholik membawa Indonesia menjadi juara Grup B Piala Thomas usai unggul dari wakil Korea Selatan, Ha Young Woong, pada partai penentuan di Impact Arena Bangkok, Thailand, Rabu (23/5), paska kedua tim berbagi angka sama 2-2. Turun di partai kelima, pebulutangkis kelahiran Banjar, Jawa Barat, 20 tahun silam itu memang lebih diunggulkan terlebih peringkatnya lebih baik dari lawan. Firman saat ini berada di rangking 92 dunia, sedangkan Ha bertengger di posisi 214 dunia. Namun, Firman harus berjuang keras menaklukkan pesaingnya itu. Usai memainkan laga selama 65 menit, pebulutangkis tangan kiri itu akhirnya menyudahi perlawanan musuh dengan rubber game, 20-22, 21-15, dan 21-12. Bagi kedua pemain, ini merupakan pertemuan perdana. “Hasil ini tentu bagus buat tim, karena kami tidak langsung bertemu Tiongkok atau negara kuat lainnya. Ketemunya yang runner up. Jadi lebih enak langkah dari timnya,” ujar Firman usai laga. Korea Selatan sebelumnya memimpin 1-0 atas Indonesia. Di partai pertama, wakil Merah Putih Anthony Sinisuka Ginting gagal menyumbang kemenangan. Ia dipaksa menyerah lewat pertarungan ketat dengan Son Wan Ho, dengan skor 20-22, dan 20-22, dalam waktu 53 menit. Pada partai kedua, duet Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses membuat angka imbang 1-1. Juara All England 2018 itu cuma butuh 41 menit, menumbangkan pasangan Chung Eui Seok/Kim Won Ho, dalam drama tiga gim, 21-11, 14-21, dan 21-10. Pasukan Garuda kembali tertinggal 1-2. Tunggal putra Jonatan Christie, yang turun di partai ketiga, justru dibuat tak berdaya oleh Kwang Hee Heo. Jojo, sapaan akrab pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu takluk dua gim langsung 17-21, dan 19-21 setelah bermain selama 43 menit. “Kwang Hee Heo juga pemain bagus, dua pertemuan terakhir saya kalah dari dia. Tapi, saya tetap mencoba fokus dan bermain terbaik. Saya menyesal tak bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia, apalagi ini penentu juara grup atau bukan,” papar Jojo. Di partai keempat, Indonesia yang menurunkan dobel senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil mengamankan angka guna menyamakan kedudukan 2-2. Meski harus meladeni pertarungan melelahkan ketika berjumpa dengan Choi Solgyu/Kim Dukyoung. Namun, berkat kematangan bertanding Hendra/Ahsan menutup laga dengan kemenangan tiga gim, 21-14, 18-21, dan 21-15. “Ganda putra memang diharapkan untuk bisa menyumbang dua poin. Jadi semua pemain ganda sudah siap untuk itu,” cetus Hendra. (Adt)

Punya Keuntungan Jadi Tuan Rumah, Donzol : Vamos Lolos Perempat Final AFC Futsal Club 2018

Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan atau Donzol memprediksi langkah Vamos Mataram di AFC CLub Championship 2018. (Pras/nysn)

Jakarta- Vamos Mataram menjadi wakil Indonesia dalam ajang AFC Futsal Club Championship 2018 yang berlangsung di Yogyakarta, 1-12 Agustus 2018. Turnamen yang diikuti 16 tim ini, Vamos tergabung dalam Grup A bersama Nagoya Oceans (Jepang), Dalian Yuan Dynasty (China), dan Victoria University College (Myanmar). Ini menjadi kesempatan kedua bagi Vamos, berlaga di AFC Futsal Club Championship, setelah musim lalu hanya mengakhiri turnamen di babak penyisihan Grup. Turnamen ini akan berlangsung di dua Gedung Olah Raga (GOR) yakni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, dan Amongrogo. Juara Liga Pro Futsal Indonesia akan menghadapi lawan berat di grup yaitu juara 3 kali AFC Futsal Championship asal Jepang Nagoya Ocean. Juara 2011, 2014 dan 2016 tersebut berada di Pot 2 dalam pengundian, dan masuk grup A bersama Vamos. Klub lainnya adalah juara Chinese Futsal League 2017- 2018, Dalian Yuan Dinasty. Dalian adalah mantan klub bintang Vamos FC, Bambang Bayu Saptaji. Bayu bermain untuk Dalian pada musim 2013-2014 dan berhasil meraih gelar juara bersama klub itu. Klub lainnya Vamos akan menghadapi klub asal Myanmar, Victoria University College. Klub ini juga harus diwaspadai mengingat dalam beberapa kali pertemuan klub atau timnas futsal Indonesia, sering mendapatkan kesulitan dari klub atau timnas Myanmar. Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan menyebut peluang Vamos berbicara lebih dalam event ini, sangat terbuka lebar. Bagi pria yang biasa disapa Doni Zola (Donzol), Vamos ternyata bakal memiliki beberapa keuntungan. “Vamos banyak keuntungan. Selain tuan rumah, jika Vamos memakai skuat Pro Futsal League 2018, maka peluang terbuka lebar bisa lolos fase grup,” ujar Donzol, pada Senin (21/5). Selain itu, terbiasa dengan atmosfir Futsal Indonesia, dan dukungan ekstra dari penonton, adalah faktor plus Vamos bakal melaju hingga fase perempat final. “Namun, saat lolos di 8 besar, laga akan lebih sulit, untuk Vamos bisa menembus ke semifinal,” pungkas penulis buku Total Futsal Donzol ini. (Dre) Jadwal AFC Futsal Club Championship 2018 Rabu, 1 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Nagoya Oceans vs Dalian Yuan Dinasty Vamos Mataram vs Victoria University College GOR Amongrogo Grup B Al Dhafra FC vs Nafit Al Wasat Thai Son Nam vs Jeonju MAG FC Kamis, 2 Agustus 2018 GOR UNY Grup D Bank of Beirut vs AGMK FC Mes Sungun Varzaghan vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Al Sailiya SC vs FC EREM Bluewave Chonburi vs Vic Vipers Jumat, 3 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Victoria University College vs Nagoya Oceans Dalian Yuan Dinasty vs Vamos Mataram GOR Amongrogo Grup B Jeonju MAG FC vs Al Dhafra Nafit Al Wasat vs Thai Son Nam Sabtu, 4 Agustus 2018 GOR UNY Grup D FC Sipar vs Bank of Beirut AGMK FC vs Mes Sungun Varzaghan GOR Amongrogo Grup C Vic Vipers vs Al Sailiya FC Erem vs Bluewave Chonburi Minggu, 5 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Vamos Mataram vs Nagoya Oceans Grup B Nafit Al Wasat vs Jeonju MAG FC GOR Amongrogo Grup B Thai Son Nam FC vs Al Dhafra FC Grup A Dalian Yuan Dinasty vs Victoria University College Senin, 6 Agustus 2018 GOR UNY Grup C FC Erem vs Vic Vipers Grup D AGMK FC vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Bluewave Chonburi vs Al Sailiya Grup D Mes Sungun Varzaghan vs Bank of Beirut Rabu, 8 Agustus 2018 GOR UNY Perempat Final 1 Perempat Final 3 GOR Amongrogo Perempat Final 2 Perempat Final 4 Jumat, 10 Agustus 2018 GOR UNY Semifinal 1 Semifinal 2 Minggu, 12 Agustus 2018 GOR UNY 3rd Place Final

Laga Pertama Uji Coba Timnas U-23 Kontra Thailand, Terlarang Untuk Ditonton

Bek Timnas U-23, Bagas Adi Nugroho (5), saat membayangi pemain Uzbekistan, dalam laga terakhir event Anniversary Cup 2018, awal Mei lalu. (Pras/nysn)

Jakarta- PSSI menyatakan laga pertama partai uji coba Timnas U-23 versus Thailand, Kamis (31/5), di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, akan berlangsung tertutup tanpa penonton umum. Laga itu hanya bisa disaksikan secara langsung oleh penonton yang memiliki undangan resmi. “Sifatnya close training, tetapi tetap disiarkan langsung televisi swasta,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, Rabu (23/5). Tiket pertandingan persiapan Asian Games 2018 ini baru dijual pada masyarakat luas, pada Ahad (3/6), di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Pada hari itu, Indonesia akan menjalani partai uji coba kedua kontra Thailand. Menurut Ratu, yang menjadi prioritas memang laga di Pakansari karena stadion itu akan digunakan untuk Asian Games 2018. “Penggunaannya pun diawasi ketat oleh Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc),” jelas dia. Soal pemilihan Stadion PTIK sebagai venue laga Timnas U-23 versus Thailand, Ratu menyatakan PSSI tak punya pilihan lain. Sebab, selain Pakansari yang hanya dipakai satu kali, stadion-stadion yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 di kawasan Jakarta dan Jawa Barat belum selesai direnovasi. Stadion PTIK diperkenalkan secara resmi sebagai kandang Bhayangkara FC pada Rabu, 2 Mei 2018. Hingga kini, stadion itu telah menggelar dua laga Liga 1 2018. Namun, kondisi lapangan stadion yang agak keras karena mengandung pasir pernah dikeluhkan oleh tim Liga 1 PS Tira yang sudah bertanding di sana. Meski demikian, PSSI tetap berpegang teguh bahwa PTIK layak digunakan untuk laga internasional. Sehari sebelumnya, Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji akui ada surat permohonan dari PSSI memakai Stadion yang menjadi kandang dari The Guardian (Bhayangkara FC). “Ada surat dari PSSI kepada pengelola Stadion PTIK untuk digunakan pertandingan uji coba melawan Thailand,” ujar Sumardji pada Selasa (23/5). “Kita tunggu kabar saja dari pengelola, ‘kan nanti juga diteruskan ke pak Kapolri,” tambahnya. Namun, Sumardji mengatakan kemungkinan besar dari pengelola merekomendasikan tanpa penonton. Sebab, kapasitas stadion yang hanya 3.000 tempat duduk, dipastikan tak cukup menampung animo pendukung timnas. “Besar kemungkinan tanpa penonton rekomendasinya. Paling cuma di tribune VIP dan untuk media saja. Ya lihat saja nanti perkembangannya,” tandasnya. Kabarnya Thailand meminta untuk bertanding di salah satu venue Asian Games 2018. Tak hanya itu, Negeri Gajah Putih juga menginginkan berlatih di Lapangan ABC di Senayan. (Dre)

Cetak Pegolf Level Internasional, PAGI Gelar Turnamen Golf Piala Menpora Khusus Junior

Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) menggelar turnamen golf Junior Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Khusus, pada 25-28 Juni 2018. (pagi-golf.com)

Jakarta- Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) bakal menggelar turnamen golf Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Khusus Junior, 25-28 Juni 2018, di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Hal itu dikatakan Mudjo Suwarno, Ketua PAGI saat bertemu Menpora Imam Nahrawi, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5). Mudjo menyebut kompetisi golf bertajuk ‘Piala Menpora-PAGI Junior Golf Championship 2018’ itu adalah turnamen bergengsi yang belum pernah diselenggarakan di Tanah Air. Bahkan, ungkapnya, turnamen prestasi ini telah terdaftar dalam agenda turnamen PB PGI (Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia) 2018. “Ini resmi masuk dalam kalendar turnamen World Amateur Golf Rangking (WAGR). Sehingga pemenangnya nanti akan mendapatkan poin rangking dunia WAGR,” imbuh Mudjo. Ia menambahkan momen Asian Games 2018, Agustus-September bisa menarik minat generasi muda Indonesia untuk lebih tertarik pada olahraga golf. Lebih dari itu, lanjut Mudjo, turnamen ini bertujuan mencetak pemain-pemain yang bisa bersaing dan berkompetisi di tingkat nasional, regional maupun internasional. “Kami berharap turnamen ini menjadi muara bagi atlit junior yang ingin berkompetisi di turnamen berbobot,” tukasnya. Sementara, Imam mengapresiasi gelaran turnamen golf khusus junior itu. Bahkan, ia meminta agar lebih banyak digelar turnamen golf seperti ini. “Perlu diperbanyak turnamen golf yang memacu pembinaan dan peningkatan prestasi atlet golf di Indonesia. Semoga ada pegolf Indonesia yang memiliki prestasi dunia,” tegas Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. (Adt)

Ruselli Hartawan Libas Peraih Emas Olimpiade London, Indonesia Jadi Runner Up Grup D Piala Uber

Tunggal putri kelima Tim Uber Indonesia, Ruselli Hartawan, sukses mengalahkan eks pemain nomor satu dunia asal China, Lu Xuerui, lewat pertarungan tiga gim. (tempo.co)

Jakarta- Srikandi Indonesia harus puas menempati posisi runner up grup D Piala Uber usai kalah tipis 2-3 atas China. Namun, hasil itu sudah cukup untuk meloloskan Greysia Polii dkk ke babak perempat final. Melakoni laga di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (23/5), tunggal putri Ruselli Hartawan, yang turun di partai kelima berhasil memangkas kekalahan Indonesia dari Negeri Tirai Bambu. Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 20 tahun silam itu melibas peraih medali emas Olimpiade 2012, London, Inggris, sekaligus mantan pemain nomor satu dunia, Lu Xuerui, lewat pertarungan melelahkan tiga gim, 15-21, 21-19, dan 21-18, dalam tempo 57 menit. Kedua pemain terakhir bertemu pada ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Ruselli menyerah rubber game, 21-16, 8-21, dan 11-21. “Sempat mikir, wah lawan Li Xuerui bisa nggak ya menang? Tapi, akhirnya saya nggak pikirin. Anggap saja latihan lawan senior,” ujar pebulutangkis rangking 77 dunia itu usai laga. Merah putih juga berhasil mencuri angka melalui Gregoria Mariska Tunjung. Setelah memainkan laga berdurasi 45 menit, pebulutangkis tunggal berusia 18 tahun ini menang dua gim langsung atas Gao Fangjie, 23-21, dan 21-16. Sayang, tunggal pertama Indonesia, Fitriani gagal menyumbang kemenangan. Ia takluk dua gim langsung dalam tempo 32 menit, dengan skor 10-21, dan 15-21, dari Chen Yufei. Setali tiga uang di nomor ganda. Duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu belum mampu meruntuhkan pertahanan pasangan Chen Qingchen/Jia Yifan. Mereka tumbang dua gim langsung, 13-21, dan 19-21, dalam tempo 46 menit. Senasib, dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta juga belum mampu membendung keperkasaan Huang Yaqiong/Tang Jinhua. Mereka dipaksa menelan pil pahit usai kalah dua gim langsung, 16-21, dan 16-21, pada pertandingan berdurasi 38 menit. “Tim Uber sudah kerja keras dalam pertandingan tadi. Kami akui keunggulan tim Tiongkok, Khususnya nomor ganda,” ujar Susi Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). “Tapi, secara keseluruhan penampilan para atlet maksimal,” tutupnya. (Adt)

Delegasi NOC Asia Kunjungi Jakarta, Soroti Kampung Atlet dan Venue Asian Games 2018

Delegasi NOC Arab Saudi dan Jepang Kunjungi Indonesia memeriksa kesiapan Jakarta-Palembang sebagai host Asian Games 2018. (sportanews.com)

Jakarta- Delegasi National Olympic Committee (NOC) Asia, diantaranya Kerajaan Arab Saudi dan Jepang mengunjungi Indonesia. Mereka ingin memastikan kesiapan Indonesia menggelar pesta multievent empat tahunan edisi ke-18, pada Agustus-September 2018, terutama persoalan athlete village, venue pertandingan, hingga transportasi. Eris Herryanto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, menyebut kunjungan delegasi NOC Asia memberikan dorongan agar persiapan yang dilakukan Indonesia harus lebih intensif. “Secara keseluruhan, mereka menyatakan kepuasan, kami juga mencatat masukan agar penyelenggaraan bisa berjalan lancar,” ujar Eris, Rabu (23/5). Sementara, Prince Fahad bin Jalawi Al Saud, Chief de Mission (CdM) Kerajaan Arab Saudi datang bersama 10 orang. Mereka terdiri dari para penanggung jawab cabang olahraga menembak, karate, balap sepeda, bola tangan, dan taekwondo. Kesemua cabang olahraga itu merupakan andalan Kerajaan Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Prince Fahad bersama delegasi mengunjungi kampung atlet di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara. “Concern kami di athlete village dan beberapa venue, termasuk bola tangan, yang menjadi andalan negara kami. Sejauh ini memuaskan. Kami hargai kerja keras Indonesia dalam menyiapkan Asian Games nanti,” tukas Prince Fahad. Sedangkan Jepang, mengirimkan enam anggota delegasi dari Japan Olympic Committee (JOC), yang mayoritas diwakili departemen sport, seperti Kenji Kasahara, Toshikazu Watanabe, Seiji Kudoh, dan Kosuke Okoshi. Jepang bakal menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020. Dan, pada Asian Games 2018 terdapat cabang olahraga baru yang baru dipertandingkan di Tokyo 2020. Seperti roller sports, sports climbing, serta baseball dan softball. Menurut Kenji, kunjungan delegasinya ke Indonesia dalam rangka membawa misi. “Kami ingin memastikan semua tempat dan sarana pendukung untuk pertandingan sesuai dengan standar internasional. Sehingga nantinya para atlet kami dapat bertanding dengan maksimal,” tegas Kenji. (Adt)

Bertindak Tegas, FMA Cabut Lisensi Operator Tv Kabel Piala Dunia 2018 Dari SuperPass

CEO & Chairman FMA, David Khim (kanan), memberi keterangan soal penarikan lisensi operator tv kabel tayangan Piala Dunia 2018 dari SuperPass. (Ham/nysn)

Jakarta- PT Futbol Momentum Asia (FMA) mencabut lisensi Piala Dunia 2018 untuk operator siaran televisi kabel di Indonesia, dari PT Prima Instrument Technology (SuperPass). Demikian pernyataan CEO & Chairman FMA, David Khim, dalam diskusi Media Lisensi Piala Dunia 2018, pada Selasa (22/5). FMA merupakan pemilik hak siar berbagai tayangan eksklusif olahraga. Termasuk, Piala Dunia 2018 yang berlangsung 14 Juni hingga 15 Juli. “Kami umumkan, SuperPass tak lagi memiliki lisensi eksklusif Piala Dunia 2018. Saat ini, Lisensi Piala Dunia 2018 untuk operator siaran tv kabel, ada di bawah wewenang kami,” ujar Khim. Hanya, Khim enggan menjelaskan alasan dicabutnya lisensi SuperPass. Yang pasti, kerja sama itu tergolong singkat. Sebab, status SuperPass sebagai pemegang Licensed Cable Broadcaster (LCO), di Indonesia, diumumkan pada 7 Februari lalu. Meski begitu, untuk lisensi lainnya tidak ada perubahan. “Trans TV dan Trans 7 tetap sebagai pemegang lisensi untuk televisi terestrial. Untuk Satelite TV, tetap K-Vision dan Trans Vision,” jelas Khim. SuperPass merupakan operator televisi kabel berjaringan di Indonesia, atau biasa dikenal dengan MSO (multi-system operator). Operator ini dikendalikan dari entitas perusahaan tunggal, yakni sistem televisi kabelnya digabungkan ke jaringan tunggal, atau ke tingkat regional dan metropolitan. Kini, FMA membuka konsorsium dengan LCO, untuk Piala Dunia 2018 Dibukanya konsorsium tv kabel ini juga membuka peluang untuk LCO, membeli hak siar Piala Dunia 2018 secara legal. Ia memastikan, jika selain sublisensi yang bekerja sama dengan FMA, seluruh siaran Piala Dunia Rusia 2018 dipastikan ilegal. (Ham)

Tak Dapat Izin Polisi, Jadwal Uji Coba Timnas U-19 Mundur Senin Depan

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri memantau anak asuhnya saat melakukan latihan pada Selasa (22/5) di Stadion UNY, Yogyakarta. (tribunnews.com)

Yogyakarta- Laga uji coba Timnas U-19 melawan Persis Solo yang sedianya digelar pada Minggu (27/5), dipastikan diundur sehari menjadi Senin (28/5). Hal ini disampaikan oleh pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri yang membenarkan laga kontra Laskar Samber Nyawa mengalami perubahan jadwal. “Iya jadinya hari Senin (28/5), karena izin dari Polres hari Sabtu-Minggu ada pengamanan, saya kurang tahu,” ungkap Indra Sjafri usai memimpin latihan dalam pemusatan latihan (TC) hari keempat di Stadion Universitas Negri Yogyakarta (UNY), Selasa (22/5). Laga yang rencananya digelar di Stadion Manahan, Solo, itu sebelumnya memang diagendakan sebagai ujian terakhir bagi Egy Maulana Vikri dkk pada TC tahap pertama ini, sebelum dipulangkan ke klubnya masing-masing. Sebelumnya, Indra menyampaikan dalam TC kali ini hanya melakukan satu kali uji coba saja. Ia pun percaya partai tersebut sudah cukup untuk melihat kemampuan pasukannya yang sudah menjalani TC sejak 19 Mei 2018, di Yogyakarta. “Kami akan uji coba dengan Persis Solo. Uji coba ini sekaligus perpisahan dengan Stadion Manahan. Sekali uji coba saya rasa cukup, karena ini baru TC tahap awal. Masih ada pemusatan latihan lanjutan,” ungkap Indra. Perubahan ini dibenarkan manajemen Laskar Sambernyawa. Manajer Persis, BM Anjasmara, mengaku menjalin komunikasi dengan Indra. Anjas memastikan tak ada masalah dengan perubahan jadwal pertandingan dan Tim Garuda Nusantara memaklumi perubahan tersebut. “Setelah mendapat kepastian pertandingan mundur sehari, kami langsung berkoordinasi dengan coach Indra Sjafri. Mereka tak mempermasalahkan dan tetap bermain di Solo,” ujarnya. Pemusatan latihan ini digelar menyongsong Piala AFF U-18 dan Piala AFC U-19 yang digelar tahun ini. Timnas U-19 berstatus tuan rumah lantaran dua turnamen besar itu digelar di Indonesia. Dalam materi pemain yang dipanggil, terdapat beberapa muka baru seperti M Iqbal B (Ragunan), Al Risqy Dwi (Bogor FC), M Firli (Bogor FC), M Rafi Syarahil (Barito Putera), dan Gunansar Mandowen (Persipura). Sama seperti program Indra sebelumnya, ia menerapkan sistem promosi dan degradasi saat pemusatan latihan. “Intinya setiap pemain harus menunjukkan permainan terbaik selama pemusatan latihan,” jelas Indra. Dari 28 pemain yang dipanggil, nama-nama beken pemain Timnas U-19 seperti Egy Maulana, Nurhidayat, Firza Andika, M Iqbal, Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, Hanis Saghara masih ada. (Ham) Daftar 28 Nama Timnas U-19 Kiper 1. M Aqil Savik, Persib Bandung 2. Gianluca Pagliuca Rossy, Persija Jakarta 3. Rakasurya Handika, Bali United 4. M Riyandi, Barito Putera Belakang 5. Nurhidayat, Bhayangkara FC 6. Julyano Pratama, Ragunan 7. Kadek Raditya, Persiba Balikpapan 8. Dedi Tri Maulana, Persis Solo 9. Firza Andika, PSMS Medan 10. Irsan Lestaluhu, Madura United 11. M Iqbal B, Ragunan 12. Al Risqy Dwi Pradana, Bogor FC 13. M Firli, Bogor FC Tengah 14. M Luthfi Kamal, Mitra Kukar 15. Syahrian Abimanyu, Sriwijaya FC 16. Witan Sulaeman, Ragunan 17. Resky Fandi, Martapura FC 18. Muhammad Iqbal, Persika Karawang 19. Asnawi Mangkualam, PSM Makassar 20. Todd Rivaldo, Persipura Jayapura 21. M Rafi Syarahil, Barito Putera Depan 22. Saddil Ramdani, Persela Lamongan 23. Feby Eka Putra, Bali United 24. Gunansar Mandowen, Persipura 25. Egy Maulana Vikri, Lechia Gdansk 26. Hanis Saghara, Bali United 27. Aji Kusuma, Persika Karawang 28. M Rafli Mursalim, Mitra Kukar

Indonesia Curi Kemenangan Dari Malaysia, Pebulutangkis 19 Tahun Ini Gagal Sumbang Angka

Pebulutangkis asal Garut berusia 19 tahun, Fitriani (merah), takluk dari Soniia Cheah, tunggal pertama Tim Uber Malaysia. (nst.com.my)

Jakarta- Tim Uber Indonesia berhasil mencuri kemenangan tipis 3-2 atas Malaysia di babak penyisihan Piala Uber grup D, Senin (21/5). Bertanding di Impact Arena Bangkok, Thailand, Fitriani yang diturunkan di partai pertama justru gagal mengamankan kemenangan bagi skuat Merah Putih. Ia harus takluk dari Soniia Cheah dalam pertarungan melelahkan tiga gim dengan skor 21-10, 17-21, dan 14-21. Dara kelahiran Garut, Jawa Barat, berusia 19 tahun itu mampu memaksimalkan performanya di gim pertama atas wakil Negeri Jiran itu. Namun, di gim kedua justru lawan mampu mendikte permainan pebulutangkis asal klub PB Exist Jaya Jakarta itu. Memainkan gim ketiga, Fitriani makin tertekan. Setelah melakoni pertarungan selama 58 menit, akhirnya juara USM Internasional 2016 itu harus mengakui ketangguhan Soniia. “Di awal gim Fitri bisa menang dan mungkin lawan masih ada rasa tegang atau nggak enak, karena banyak mati sendiri. Di gim kedua justru Fitri yang rada ragu-ragu pukulannya, sebab menang angin. Dan kaki saya agak lambat,” ujar Fitriani, usai laga. Mereka terakhir kali berjumpa di ajang All England 2018. Dari pertemuannya kali ini, Fitriani mengungkapkan permainan lawan sebenarnya tidak beda jauh pada saat pertemuan terakhirnya itu. Namun, diakuinya, bila power dan serangan Soniia kali ini lebih bagus. “Banyak yang harus saya perbaiki di pertandingan berikutnya. Teknik, fisik, powernya serta fokusnya yang kadang masih hilang-hilangan,” urai Fitriani. Tertinggal 1-0 dari Malaysia, misi harus menang diemban pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu yang turun di partai kedua. Duet Pelatnas Cipayung itu hanya butuh waktu 40 menit untuk menyamakan kedudukan 1-1 atas Malaysia usai menaklukkan Yea Ching Goh/Lee Meng Yean, dua gim langsung, 21-13 dan 21-14. Pebulutangkis tunggal Gregoria Mariska Tunjung berhasil menambah keunggulan Merah Putih menjadi 2-1.Turun di partai ketiga, ia tak memiliki kesulitan membungkam wakil Malaysia Goh Jin Wei. Usai memainkan laga sepanjang 36 menit, Gregoria sukses meraih kemenangan 22-20 dan 21-16. Srikandi Indonesia memastikan kemenangan 3-1 atas Malaysia melalui duet Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Berjumpa dengan Chow Mei Kuan/Vivian Hoo, dobel Indonesia harus melalui pertarungan ketat di gim pertama dan kedua dengan skor 24-22 dan 20-22. Namun, dengan keyakinan diri yang tinggi, Della/Rizki berhasil melumpuhkan lawan di gim ketiga dengan skor 21-12 lewat laga selama 1 jam 19 menit. “Kami main normal aja, nggak mikir main beregu atau perorangan, yang penting melakukan yang terbaik aja,” cetus Rizki. Dan, Malaysia berhasil memperkecil kekalahan di partai kelima. Indonesia yang menurunkan Ruselli Hartawan dipaksa menelan pil pahit dari pemain tunggal Selvaduray Kisona. Meladeni lawan dalam pertarungan sengit tiga gim, Ruselli akhirnya menyerah dari Selvaduray dengan skor 23-21, 21-23, dan 13-21 dalam waktu 61 menit. (Adt)

Ujicoba Persiapan Asian Games di Filipina, Timnas Panjat Tebing Kawinkan Medali Emas

Atlet nomor combined meraih dua emas dan satu perak di ajang 'Zero Gravity Bouldering Competition 2018', di Bonifacio High Street, Filipina, 19-20 Mei 2018. (fpti)

Jakarta- Prestasi membanggakan ditorehkan tim nasional (Timnas) panjat tebing Indonesia. Berlaga pada kompetisi bertajuk ‘Zero Gravity Bouldering Competition 2018’, di Bonifacio High Street, Manila, Filipina, 19-20 Mei, Seto dkk sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perak. “Medali emas disumbangkan Seto di nomor Men’s Open Competition dan Widia Fujiyanti di nomor Women’s Open Competition. Seto mencatat tiga top dan empat zone, sementara Widia tiga top dan tiga zone,” ujar Judistiro, Pelatih Combined Indonesia, Senin (21/5). Ia melanjutkan untuk perak diraih Ndona Nasugian di nomor Women’s Open dengan dua top dan dua zone. Sementara, pemanjat keempat atas nama Kiromal Katibin harus puas berada diurutan keempat untuk nomor Men’s Open setelah Seto, Gerald Verosil (satu top dan empat zone), dan Iman Lorenzo Mora (Filipina). Judistiro menjelaskan Kiromal menorehkan satu top dan tiga zone sama seperti Iman. Namun, ia kalah dalam percobaan ke top. Sedangkan posisi ketiga untuk nomor putri ditempati Milky Mae Tejares dari Filipina dengan satu top dan dua zone. Event itu sekaligus ajang ujicoba memantapkan persiapan menuju Asian Games 2018. Pada event di Filipina, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim empat atletnya guna menjajal latihan selama mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di kawasan kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Waktu yang semakin dekat dengan pelaksanaan pesta multievent olahraga negara-negara se-Asia, Agustus-September mendatang itu membuat semua cabang olahraga (cabor) berupaya untuk semakin mematangkan persiapan. “Pencapaian dua atlet tersebut sesuai dengan harapan pelatih. Terlebih, tim combined baru bergabung ke Pelatnas pada Februari 2018,” cetus Triyanto Budi, Pelatih Combined Indonesia lainnya. (Adt)

Unggul Telak 5-0 Dari Kanada, Tim Thomas Indonesia Akui ‘Jajal’ Lapangan

Ihsan Maulana memastikan Tim Thomas Indonesia menang 3-0 atas Kanada pada babak penyisihan Grup B, di Impact Arena Bangkok, Minggu (20/5). (bola.com)

Bangkok- Tim Thomas Indonesia menyapu bersih kemenangan atas Kanada 5-0, pada babak penyisihan Piala Thomas 2018 Grup B, Minggu (20/5). Lima kemenangan itu masing-masing dipersembahkan Anthony Ginting, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Ihsan Maulana, Muhammad Rian/Fajar Alfian, dan Firman Abdul Kholik. Tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik menjadi penutup laga dan memetik kemenangan 21-8 dan 21-11 dari Paul Antoine Dostie Guindon. Firman tampil baik tanpa kendala berarti. Ia unggul dari awal hingga akhirnya menang dalam 22 menit. Firman banyak mencoba pukulan dan mematangkan penguasaan lapangan. “Tadi saya mencoba lapangan, coba angin juga yang agak kencang ke kanan. Dari permainan sih nggak ada kendala apa-apa, cuma dari pikirannya aja lebih fokus lagi buat lawan Thailand dan Korea,” kata Firman usai bertanding di Impact Arena, Bangkok. Selanjutnya Indonesia berhadapan dengan Thailand pada Selasa (22/5). Jika kembali dipercaya turun, Firman berjanji untuk tampil lebih maksimal. “Lebih dimatangkan di lapangan, jangan gampang buang poin. Kalau dipercaya untuk turun saya akan berusaha semaksimal mungkin buat tim, apalagi buat Indonesia,” ujar Firman. Pada partai pembuka, langkah Anthony mulus. Dia tak menemui kesulitan berarti saat menekuk Jason Anthony dengan 21-11 dan 21-18. Langkah itu diikuti oleh Hendra/Ahsan. Ganda putra andalan Indonesia itu mengalahkan Jonathan Bing Tsan Lai/Duncan Lao dua gim langsung, 21-12, 21-15. Hegemoni Indonesia atas Kanada berlanjut di partai ketiga. Ihsan membuat Antonio Li tak berkutik. Dia menang 21-6, 21-8. Walau sudah memastikan kemenangan, di partai keempat Indonesia tak mengedurkan permainan. Fajar/Rian mengikuti jejak rekan-rekannya. Mereka menang atas Jason/Nyl Yakura, lagi-lagi dengan straight gim 21-17, 21-14. Firman melengkapi kegemilangan Indonesia. Pada partai penutup, dia mengalahkan Paul Antoine 21-8, 21-11. Dengan kemenangan ini, untuk sementara Indonesia berada di puncak klasemen Grup B. (art) Hasil Tim Thomas Indonesia versus Kanada : Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting vs Jason Anthony Ho Shue: 21-11, 21-18 Tunggal Putra: Ihsan Maulana Mustofa vs Antonio Li: 21-6, 21-8 Tunggal Putra: Firman Abdul Kholik vs Paul Antoine Dostie Guindon: 21-8, 21-11 Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Jonathan Bing Tsan Lai/Duncan Yao: 21-8, 21-15 Ganda Putra: Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian vs Jason Anthony Ho Shue/Nyi Yakura: 21-17, 21-14

Waspadai Teror, Pemerintah Segera Sediakan Pengamanan Khusus Atlet Asian Games 2018

Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah pada akhir pekan lalu. (kompas.com)

Jakarta- Kurang dari tiga bulan pesta multievent negara-negara se-Asia bakal dihelat di Jakarta-Palembang. Demi mewaspadai aksi teror yang marak, pemerintah dipatikan bakal menerapkan pengamanan khusus terhadap atlet yang berlaga di ajang Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. “Sejumlah aksi terorisme terjadi di dalam negeri. Berkaca dari kasus ini, Kemenpora melaporkan kesiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018,” ujar Gatot S. Dewa Broto (Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga) usai Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) terkait Penanganan Terorisme di Kemenko Polhukam, pekan ini. Dalam rapat itu, ungkap Gatot, pihaknya memaparkan soal kepastian jam keberangkatan dari bandara menuju venue pertandingan. Ia juga menyebut harus ada kepastian transportasi lancar serta adanya jaminan keamanan yang representatif dari bandara menuju venue. “Pada saat menjelang dan saat pertandingan, aparat keamanan tetap hadir, sehingga para atlet tetap nyaman dan tak ada masalah,” imbuh pria yang pernah menjabat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu. Dikatakannya, para atlet mendapatkan perlindungan keamanan khusus usai pertandingan, serta saat kepulangan menuju wisma atlet. Selain itu, tambah Gatot, kegiatan lain yang dilakukan atlet harus tetap memperoleh perlindungan keamanan dari pihak penyelenggara. “Apabila ada ancaman yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi atlet, maka panitia penyelenggara harus bisa dianggap dan mampu menjamin keamanan penyelenggaraan pesta olahraga,” tuturnya. “Selain itu, rute konvoi merupakan area terbuka, sehingga menuntut adanya proses pengamanan khusus yang terhitung efisien dan efektif,” tukas pria kelahiran Yogyakarta pada 1961 itu. Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia siap menerjukan banyak personelnya untuk mengamankan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Untuk tim cadangan saja, akan ada 22 ribu anggota pasukan yang disiapkan oleh Polda Metro Jaya. Sedangkan di Palembang sebanyak 3 ribu personel. Penambahan tim cadangan ini juga sekaligus menjadi respon atas serangkaian aksi teror yang terjadi baru-baru ini di Indonesia. Polri ingin memastikan tiap peserta Asian Games mendapat pengamanan penuh. “Untuk mengantisipasi kondisi terakhir, kita akan lihat kondisi fluktuatif ke depan bagaimana. Tentu kekuatan cadangan disiapkan sekitar 22 ribu pasukan. Itu untuk di Jakarta saja,” kata Chef de Mission Indonesia untuk Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafruddin, akhir pekan ini. Pengamanan tak hanya selama pertandingan berlangsung. Parade obor (torch relay) yang akan digelar di 18 provinsi pun akan mendapat pengawalan penuh. Pengamanan pun tak hanya sebatas fisik saja namun juga di tahap teknologi informasi (IT). Sebelumnya Kapolri Tito Karnavian mengatakan tim utama yang akan diturunkan untuk mengamankan penyelenggaraan turnamen multi event itu sebanyak 36 ribu. Itu baru dari Polri saja dan belum menghitung jumlah personel dari Tentara Nasional Indonesia. Syafruddin mengatakan, pengamanan ini sudah sesuai standar internasional. Apalagi di upacara pembukaan (opening ceremony) pada 18 Agustus 2018, sejumlah pemimpin Asia akan ikut hadir. “Untuk VVIP itu tanggung jawab TNI dan di-backup Polri. Sedang pengamanan rutin tanggung jawab Polri yang di-back up oleh TNI,” kata Syafruddin. Asian Games 2018 akan berlangsung dari 18 Agustus hingga 2 September 2018. Setidaknya 15 ribu atlet akan bertanding di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang. (Adt)

Apresiasi Kinerja INAPGOC, Menpora : Tak Hanya Peringkat, Ini Soal Kemanusiaan dan Menghargai Perbedaan

Menpora Imam Nahrawi menghadiri Rapat Pleno Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (19/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengapresiasi kinerja Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games 2018 (INAPGOC) dalam mempersiapkan pesta multievent olahraga untuk para atlet penyandang disabilitas. “Asian Para Games juga harus sukses. Sukses sebagai penyelenggara, sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses administrasi. Namun, yang harus ada pada Asian Para Games yaitu sukses legacy,” ujar Imam saat menghadiri Rapat Pleno INAPGOC 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (19/5). Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar seluruh panitia INAPGOC bisa bekerja lahir batin. Karena, sebut Imam, menjadi panitia penyelenggara Asian Para Games itu butuh penanganan, kekuatan, dan kesabaran lebih. “Asian Para Games bukan semata-mata perbaikan peringkat atau prestasi, tapi ini soal kemanusiaan dan soal menghargai perbedaan serta adanya pengakuan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah disabilitas. Termasuk di dalamnya persamaan bonus seperti halnya atlet Asian Games,” tegas Imam. Sementara, Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum INAPGOC, menyebut Asian Para Games edisi ketiga ini bakal diikuti 43 negara, dengan 3.200 atlet, dan 1.500 official, dan terdapat 1.300 atlet yang menggunakan kursi roda. Selain itu, tambah pria yang akrab disapa Okto, Asian Para Games mempertandingkan 18 cabang olahraga, serta ada cabang olahraga baru yang dipertandingkan pada gelaran kali ini yakni catur. “Dalam perhitungan kalender panitia mempersiapkan Indonesia Para Games Invitational Tournament 27 Juni- 3 Juli, yang mempertandingkan 5 cabang olahraga yakni Para Atletik, Para Badminton, Para Swimming, Para Table Tenis, serta Wheelchair Basketball,” terang Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) itu. “Memang waktunya sangat singkat, tapi kami sudah siap. Sedangkan untuk athlete village sudah dibuka pada H+3 lebaran. Intinya kami persiapkan semuanya sesuai dengan jadwal,” tukas Okto. (Adt)

Demi Lifter Sarat Pengalaman Tanding, Pemerintah Gelar Kejuaraan Remaja Angkat Besi Internasional di Bali

Kejuaraan Angkat Besi Antar Klub Tingkat Nasional Satria Remaja I 2017, di GOR Sabilulungan, Hall Gymnasium Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung. (kemenpora.go.id)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menggelar kejuaraan angkat besi internasional bertajuk ‘Satria Remaja Weightlifting Championship 2018’, di Denpasar, Bali, 29 Juli hingga 6 Agustus 2018. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Brunai Darussalam, Mauritius, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Jepang akan meramaikan persaingan pada Kejuaraan Terbuka Angkat Besi Satria Remaja itu. Kejuaraan bertaraf internasional ini sebagai lanjutan program kerjasama Kemenpora dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) yang sudah berlangsung sejak 2016. “Pada tahun ini, Kemenpora melalui Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga dan PB PABBSI, akan meningkatkan status kejuaraan angkat besi menjadi bertaraf internasional,” ujar Washinton, Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga saat bertemu I Made Mangku Pastika (Gubernur Bali), di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pekan ini. Kompetisi angkat besi yang tinggi ditingkat remaja di bawah usia 17 tahun (U-17), namun minimnya pertandingan menjadi alasan dihelatnya kejuaraan angkat besi bertaraf internasional tersebut. “Saat ini pencapaian prestasi lifter remaja sudah sangat baik, misalnya di Youth Olympic Games dan Asian Youth Games. Namun, mereka masih kurang pertandingan ditingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya. Ia berharap kejuaraan bertaraf internasional ini mampu menghasilkan lifter dengan pengalaman bertanding yang mumpuni, sehingga nantinya mewakili Indonesia di berbagai event internasional. “Event ini menjadi batu loncatan ke Kejuaraan Asia atau Dunia Angkat Besi Remaja dan Junior, Asian Youth Games, dan Youth Olympic Games,” harap Washinton. Sementara, I Made Mangku Pastika menyambut baik digelarnya Kejuaraan Angkat Besi Satria Remaja yang bertaraf Intrernasional itu. “Saya berharap dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap Provinsi Bali dibidang pariwisata dan olahraga,” tegas pria yang berpangkat Komisaris Jenderal, dan pernah menjabat Kapolda Bali periode 2003-2008 lalu. (Adt)

Peringkat Terbaru FIFA Merosot, Indonesia Sejajar Dengan Guyana dan Nepal

Ranking FIFA pada 17 Mei 2018 menempatkan Timnas Indonesia di posisi 164 dunia, yang sejajar dengan Guyana dan Nepal. (bola.com)

Zurich- Peringkat terbaru FIFA dirilis pada Kamis (17/5). Hasilnya Indonesia yang sejak 2018 belum menggelar pertandingan resmi untuk timnas senior, posisinya terus merosot. Dalam peringkat terbaru FIFA, Indonesia ada di posisi 164 dunia. Posisi ini satu level dengan Guyana dan Nepal, dua negara yang juga memiliki 111 poin dan berhak duduk di peringkat 164 dunia. Peringkat ini sebenarnya justru turun dua tingkat dari bulan April lalu. Hal itu bisa dimaklumi karena sekali lagi, sejak awal tahun ini timnas senior tak turun bertanding di laga resmi internasional. PSSI lebih sibuk untuk mencari uji coba buat Timnas U-23. Tapi hal itu wajar karena pelatih Luis Milla juga merangkap sebagai pelatih Timnas U-23. Bahkan tugas utamanya adalah membawa Timnas U-23 ke semifinal Asian Games 2018. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, posisi terbaik masih dimiliki Vietnam. Negeri Paman Ho ada di peringkat ke-102. Sebentar lagi bakal tembus 100 besar dunia. Sepanjang sejarahnya, Timnas Indonesia pernah menghuni peringkat ke-76 pada Ranking FIFA. Posisi itu diraih hampir dua dekade silam, saat September 1998. Adapun peringkat terburuk Timnas Indonesia tak lain tangga ke-191 pada edisi Juli-Agustus 2016. Posisi pada Ranking FIFA edisi Mei 2018 ini sekaligus menempatkan Indonesia pada peringkat ke-32 di antara negara-negara Asia. Untuk wilayah Asia Tenggara, Timnas Indonesia hanya berada di peringkat kelima. Di wilayah ASEAN, posisi Indonesia masih di bawah Vietnam (peringkat ke-102), Filipina (111), Thailand (122), dan Myanmar (227). Dari empat negara terakhir, adalah Filipina yang mencatatkan rekor posisi terbaik di Ranking FIFA. Posisi tertinggi Filipina sebelumnya adalah urutan ke-113 pada bulan lalu. (Dre/Ham)

Darurat Center, Timnas Basket Asian Games 2018 Butuh Pemain ‘Asing’ Berpostur Bongsor

Para pebasket yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional basket putra Asian Games 2018, sedang berlatih GOR Soemantri Brodjonegoro, Rabu (16/5). (kompas.com)

Jakarta- Timnas basket putra Indonesia terus berbenah guna menghadapi Asian Games 2018. Salah satunya dengan mencari secepatnya pemain naturalisasi yang akan masuk dalam tim. “Kita harus berbenah terus, melakukan perbaikan. Paling mendesak kita butuh secepatnya pemain naturalisasi,” ujar Pelatih Tim Nasional Basket Putra, Fictor Roring, pada Rabu (16/5). Saat tampil di ajang FIBA Asia Champions Cup SEABA di Thailand, beberapa waktu lalu, Indonesia yang menurunkan klub Pelita Jaya diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah Adrian Forbes dan Jaleel Roberts. Namun Ito, sapaan akrab Fictor Roring, justru tak puas dengan penampilan keduanya. Bahkan ia menyebut masih lebih baik penampilan pemain asing yang berlaga di ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim kemarin. “Dua pemain asing yang memperkuat Indonesia di Thailand kemarin sangat mengecewakan. Masih lebih bagus pemain asing yang tampil di IBL” ujar Ito. Ia menjelaskan, keberadaan pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan untuk tim. Terutama untuk posisi center dengan postur tubuh yang tinggi besar (big man). Hal itu agar kualitas permainan Indonesia bisa bersaing dengan sejumlah negara lain peserta Asian Games 2018. “Kita butuh pemain bigman. Apalagi Christian Ronaldo Sitepu (Satria Muda) sudah pilih pensiun. Center muda Vincent Kosasih, sedang bermain di 3×3 pada Asian Games 2018 nanti,” ujar Ito. Selain itu, center muda lainnya, Adhi Pratama juga mengalami cedera. Sehingga dirinya terpaksa kembali memanggil center senior, Ponsianus “Koming” Indrawan, untuk bergabung di Pelatnas Asian Games. “Kita benar-benar darurat center. Semoga secepatnya saya dapat pemain naturalisasi untuk posisi bigman,” kata Ito. Ito harus berpacu dengan waktu. Sebab batas terakhir pendaftaran pemain Asian Games 2018 adalah pada 30 Juni 2018. Negara-negara lain sudah memiliki pemain naturalisasi dengan kualitas yang bagus. Indonesia sebetulnya sudah memiliki empat pemain naturalisasi yakni Jamarr Johnson, Ebrahim Enguio Lopez, Anthony Hargroove Jr, dan Anthony Wayne Cates Jr. Namun, performa keempat pemain itu, dirasa kurang bisa mendongkrak performa Timnas Indonesia sehingga PP Perbasi mencari opsi lain. Saat ini Timnas menjalani Pelatnas di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta Selatan. Ito mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pemain yang masuk dalam pelatnas. “Kita lihat perkembangan mereka. Kalau Adhi diganti Koming karena faktor cedera. Kita lihat apakah pemain lainnya memang layak di pertahankan di Pelatnas Asian Games 2018 atau akan ada yang diganti,” kata Ito. Disinggung mengenai porsi latihan di bulan Ramadhan, Ito mengaku memang telah melakukan penyesuaian. Seperti meniadakan latihan di pagi hari dan dialihkan ke sore hari mulai pukul 16.00 WIB. “Selama bulan Puasa, latihan dialihkan sore hari. Mulai pukul 16.00. Saat buka puasa tiba kita akan break. Jadi selama puasa ini, pemain yang muslim akan buka puasa di lapangan,” kata Ito. Rencananya pelatnas basket putra akan melakukan training camp di Amerika selama dua pekan. “Kita akan berangkat ke Amerika pada 26 Mei, dan akan kembali ke tanah air sebelum Lebaran Idul Fitri yakni pada 11 Juni 2018,” ujar Ito. (Art)

Atlet Paralayang Butuh Jam Terbang, Menpora : Paralayang Paling Potensial Raih Emas

Menpora Imam Nahrawi bertemu atlet Pelatnas Asian Games 2018 cabang olahraga Paralayang, di halaman Istana Negara, pada Rabu (16/5). (kemenpora)

Jakarta- Cabang olahraga (Cabor) Paralayang untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang Asian Games 2018, dan diikuti 18 negara. Dengan banyaknya atlet berprestasi dari Indonesia, maka paralayang diharapkan mampu meraih medali emas pada multievent olahraga terbesar di Asia itu. Kepada para atlet, pelatih dan manager paralayang, Menpora Imam Nahrawi saat bertemu atlet Pelatnas Paralayang di Istana Negara, mengungkapkan jika laporan pertamanya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait cabor yang berpotensi emas adalah paralayang. “Laporan pertama saya ke Presiden Joko Widodo, cabor yang berpotensi emas adalah paralayang. Dan, pada semua menteri saya katakan paralayang berpotensi raih emas,” ujar Imam usai Sidang Kabinet Paripurna dengan tema Persiapan Peluncuran Online Single Submission (OSS), di Istana Negara, didampingi Mulyana (Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga), Rabu (16/5). Terkait lawan yang patut diwaspadai di Asian Games nanti, Gendon Subandono, Pelatih Kepala Paralayang Tim Indonesia, menyebut Thailand, China, Korea Selatan, Nepal, dan Jepang. “Insyah Allah, kita akan berkunjung ke pelatnas paralayang, karena masih ada beberapa cabang olahraga yang belum dikunjungi termasuk cabor paralayang,” cetus menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Gendon menambahkan para atlet Paralayang harus lebih banyak mendapat jam terbang. “Sejauh ini, latihan biasanya dilakukan di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat,” tutur Gendon. Dalam kesempatan itu, Imam melakukan dialog terkait fasilitas, honor, petugas message hingga menu makanan. “Honor lancar ya?” tanya Imam. “Lancar,” jawab atlet. “Kalau fisioterapi atau massage bagaimana?” tanya Imam lagi. “Kalau massage, masseur yang ada sekarang ini adalah masseur lokal untuk cowok, yang cewek belum ada,” jawab Gendon. “Untuk massgae bisa diambil dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta),” timpal menteri peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)