23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman resmi memanggil 23 pemain Timnas Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Pada turnamen kali ini, skuad Garuda diperkuat perpaduan pemain yang berkompetisi di Eropa dan sejumlah pemain dari klub-klub Indonesia. Nama-nama seperti Emil Audero, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ole Romeny akan menjadi bagian dari skuad. Mereka akan bergabung dengan para pemain yang saat ini berkompetisi di dalam negeri. Sejumlah pemain juga akan kembali bekerja sama setelah tampil pada ASEAN Championship sebelumnya. Di antaranya Rayhan Hannan, Egy Maulana Vikri, dan Dony Tri Pamungkas. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menjalani seluruh pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelo Bung Karno, Jakarta. Skuad Garuda dijadwalkan mengawali kiprah dengan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Berikut 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026: Penjaga gawang Emil Audero – Rayo Vallecano Maarten Paes – AFC Ajax Nadeo Argawinata – Persija Jakarta Belakang Kevin Diks – Borussia Mönchengladbach Dean James – Go Ahead Eagles Elkan Baggott – Millwall Justin Hubner – Fortuna Sittard Nathan Tjoe-A-On – Willem II (Eredivisie) Dion Markx – Persita Tangerang Dony Tri Pamungkas – Persija Jakarta Rizky Ridho – Persija Jakarta Yakob Sayuri – Java United FC Calvin Verdonk – LOSC Lille Tengah Joey Pelupessy – Lommel SK Egy Maulana Vikri – Dewa United Ivar Jenner – Dewa United Jordi Amat – Persija Jakarta Rayhan Hannan – Persija Jakarta Thom Haye – Persib Bandung Depan Ole Romeny – Fortuna Sittard Luke Vickery – Macarthur FC Mitchell Baker – NCAA Georgetown Ragnar Oratmangoen – Persib Bandung

Timnas U-20 Tiba di Tanah Air

Yunus Nusi Saat Menyambut Timnas Indonesia U20

Timnas U-20 Indonesia tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Selasa (8/9) sore seusai berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos. Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil impresif dengan mengalahkan Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H di New Laos National Stadium, Minggu (6/9). Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, anak asuh Nova Arianto disambut langsung Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “PSSI mengucapkan selamat kepada Coach Nova Arianto, anak-anak semua, terima kasih. Sampai hari ini kalian masih viral lolos ke Piala Asia U-20 2027,” kata Yunus Nusi saat memberikan sambutan. Garuda Muda lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah meraih posisi puncak klasemen akhir Grup H diatas Malaysia, Australia, dan tuan rumah, Laos. “Kelolosan ke Piala Asia U-20 2027 bukan sebagai prestasi yang sembarangan. Pencapaian itu tidak mudah untuk diraih apalagi dengan persaingan yang saat ini semakin ketat. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi sepak bola Indonesia serta menjaga wibawa bangsa kita, dan inilah yang diharapkan oleh sepak bola Indonesia. Sekali lagi, PSSI mengucapkan terima kasih semua, kita bangga kepada kalian,” tukas Yunus Nusi. Piala Asia U-20 2027 rencananya akan bergulir pada 24 Maret hingga 10 April tahun depan di Tiongkok. Sementara itu, pelatih Nova Arianto bersyukur atas pencapaian ini dan menyatakan kunci krusial keberhasilan Garuda Muda yakni punya mental yang kuat. “Kami bersyukur pemain-pemain mempunyai mental yang baik, secara psikologi yang baik, dan mereka mau bekerja keras saat lawan Australia, dan itu menjadi titik balik kami di kualifikasi kemarin. Kalau kami sudah masuk di turnamen pastinya kami menjaga mental pemain. Memang kita tahu di pertandingan yang pertama sebenarnya kami bisa menang, tetapi memang hasilnya tidak sesuai dengan harapan,” kata Nova Arianto.

Garuda Muda Pastikan Tiket ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 memastikan langkah ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di Tiongkok setelah meraih kemenangan 2-0 atas Australia pada laga terakhir Grup H babak kualifikasi. Bermain di New Laos Stadium, Minggu 6 September 2026 sore, Garuda Muda tampil disiplin dan efektif untuk mengamankan tiga poin penting sekaligus memastikan tiket ke putaran final. Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung mencoba memecah kebuntuan. Namun, duel-duel ketat lebih banyak terjadi di lini tengah sehingga peluang bersih belum banyak tercipta pada 15 menit pertama. Indonesia beberapa kali mencoba membangun serangan melalui pergerakan Zahaby Gholy dan Arkhan Kaka. Sejumlah tusukan sempat mengancam pertahanan Australia, tetapi masih mampu dimentahkan barisan belakang lawan. Peluang kembali hadir pada menit ke-27. Tendangan sudut yang dieksekusi Zahaby Gholy berhasil disambut tandukan Ibra Ohorella. Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang Australia. Satu menit berselang, Indonesia akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Umpan lambung Zahaby Gholy berhasil melepaskan Theodore Evan Leeming dari jebakan offside. Evan kemudian melakukan chip untuk melewati kiper Australia. Dalam situasi bola yang masih berada di udara, ia memenangkan duel dan menyelesaikannya dengan sundulan ke gawang. Gol tersebut membawa Indonesia unggul 1-0. Keunggulan itu bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, kepala pelatih Nova Arianto melakukan perubahan dengan memasukkan Rafi Rasyiq untuk menggantikan Arkhan Kaka. Indonesia kembali mendapatkan peluang pada menit ke-52. Theodore Evan Leeming menerima bola liar setelah sundulan pemain belakang Australia. Berdiri tanpa pengawalan, Evan melepaskan sontekan dengan kaki kiri, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Pada menit ke-65, Aleandro Alam mengirimkan umpan terobosan yang kembali menemui Evan Leeming. Namun, Evan membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya sehingga momentum serangan Indonesia perlahan hilang dan bola berhasil direbut pemain Australia. Di sisi lain, Australia sesekali mencoba meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Indonesia yang dipimpin I Putu Panji dan rekan-rekan membuat Australia kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-87, Nova kembali melakukan pergantian pemain. M. Isfandyar Abdillah dan Reno Salampessy masuk menggantikan Theodore Evan Leeming serta Zahaby Gholy. Saat Australia terus berusaha mencari gol, Indonesia justru berhasil menambah keunggulan melalui serangan balik pada menit 90+2. Amar Brkic sukses menuntaskan serangan Garuda Muda dengan sepakan mendatar yang tidak mampu dihentikan kiper Australia. Indonesia pun memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Tidak ada lagi gol tercipta hingga pertandingan berakhir. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan di Grup H. Dengan raihan tersebut, Timnas Indonesia U-20 resmi melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027 yang akan berlangsung di Tiongkok.

Garuda Muda Taklukkan Laos 3-0, Naik ke Puncak Grup H

Timnas Indonesia U-20 meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Laos pada pertandingan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Bermain di Stadion Nasional Laos, Kamis 3 September 2026 malam, Garuda Muda tampil dominan dan mengamankan tiga poin penting setelah sebelumnya ditahan imbang Malaysia pada laga pembuka. Indonesia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun skuad Garuda Muda membuahkan hasil cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Aleandro Alam mengirimkan umpan lambung terukur yang membelah lini pertahanan Laos. Fabio Azkairawan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kanan untuk membawa Indonesia unggul 1-0. Laos sempat merespons pada menit kesembilan dan berhasil mengirim bola ke gawang Indonesia. Namun, gol tersebut dianulir setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Setelah itu, Indonesia kembali mengambil kendali permainan. Pada menit ke-21, Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi sepak pojok. Zahaby Gholy yang menjadi eksekutor melepaskan bola ke arah gawang, tetapi masih mampu diamankan kiper Laos. Dua menit berselang, peluang kembali hadir. Reno Salampessy berhasil lepas dari perangkap offside dan berhadapan dengan penjaga gawang Laos. Namun, tembakan kaki kirinya masih mampu dihalau. Tekanan Indonesia terus berlanjut. Pada menit ke-27, lemparan jauh Fabio Azkairawan menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Laos. Seorang pemain bertahan Laos justru menyundul bola ke arah gawang sendiri, tetapi bola masih membentur tiang. Meski Laos sesekali mencoba melancarkan serangan, Indonesia tetap lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus mencari celah untuk menambah keunggulan. Gol kedua akhirnya tercipta pada menit ke-39. Aleandro Alam melepaskan tembakan ke arah gawang Laos yang sempat ditepis kiper. Bola muntah kemudian jatuh ke arah Zahaby Gholy yang dengan cepat menyambarnya untuk mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Indonesia melakukan perubahan dengan memasukkan Arkhan Kaka untuk menggantikan Reno Salampessy. Kehadiran Kaka kembali memberikan ancaman bagi pertahanan Laos. Pada menit ke-52, Aleandro kembali menunjukkan perannya dalam membangun serangan. Umpan terobosannya mengarah kepada Arkhan Kaka yang berhasil mendapatkan ruang di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan oleh kiper Laos. Indonesia akhirnya menambah keunggulan pada menit ke-62 melalui gol spektakuler Zahaby Gholy. Indonesia mendapatkan tendangan bebas di area yang menguntungkan dan Gholy maju sebagai eksekutor. Dengan tendangan terukur, Gholy mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang Laos. Kiper Laos tidak mampu menjangkau bola dan Indonesia pun unggul 3-0. Laos mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol balasan. Namun, upaya mereka belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Indonesia yang dikawal I Putu Panji dan rekan-rekannya. Indonesia bahkan hampir menambah gol pada menit ke-72. Sundulan Arkhan Kaka sempat ditepis oleh kiper Laos sebelum bola membentur mistar gawang. Pada sisa pertandingan, Indonesia terus memberikan tekanan melalui pergerakan Arkhan Kaka dan Rafi Rasyiq. Sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi belum ada gol tambahan yang berhasil dihasilkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia tetap bertahan. Hasil ini membawa Indonesia naik ke puncak klasemen sementara Grup H dengan koleksi empat poin dan selisih gol +3. Kemenangan atas Laos menjadi modal penting bagi Garuda Muda sebelum menghadapi laga penutup kontra Australia, Minggu 6 September 2026 mendatang.

Timnas U-20 Ditahan Imbang Malaysia pada Laga Pembuka

Timnas Indonesia U-20 vs Timnas Malaysia Timnas U-20

Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berakhir tanpa gol di Stadion Nasional Laos, Senin 31 Agustus 2026. Pada awal pertandingan, Malaysia tampil cukup agresif. Dalam 15 menit pertama, mereka lebih banyak menguasai permainan dan berani menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menekan pergerakan Garuda Muda. Indonesia perlahan mulai keluar dari tekanan. Peluang sempat tercipta pada menit ke-19 melalui Nazriel Alvaro, namun tembakannya masih melambung di atas gawang Malaysia. Selepas itu, pertandingan berjalan lebih alot. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Garuda Muda berupaya meningkatkan intensitas permainan pada paruh kedua. Skuad asuhan Nova Arianto tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Malaysia, namun belum mampu mengonversi peluang menjadi gol. Peluang melalui tendangan jarak jauh sempat diciptakan Welber Jardim pada menit ke-65, tetapi sepakannya masih melebar dari sasaran. Tekanan Indonesia kemudian semakin meningkat. Rafi Rasyiq hampir membuka keunggulan setelah melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Malaysia, Faez Iqhwan. Pada menit ke-74, Indonesia kembali memiliki kesempatan saat masuk ke area pertahanan Malaysia dengan situasi yang menjanjikan. Namun, peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan. Dua menit berselang, Rafi Rasyiq menerima umpan terobosan dari M. Isfandyar dan berhadapan langsung dengan kiper. Sayangnya, penyelesaian akhir Rafi masih mampu diblok Faez Iqhwan. Indonesia terus mencari gol hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Muhamad Ibrah juga mendapatkan kesempatan dari situasi kemelut di kotak penalti, tetapi sepakannya melambung di atas mistar. Peluang emas kembali hadir pada menit ke-79 ketika terjadi kesalahan dari lini belakang Malaysia. Irpan Abadi mencoba memanfaatkan bola yang berada di depan gawang, tetapi sundulannya masih tipis melewati mistar. Laga berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia sama-sama mengamankan satu poin pada pertandingan pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Indonesia Tergabung di Grup A pada Kualifikasi Piala Asia U-17 2027

Tim Nasional Indonesia U17

Garuda Muda akan bersaing dengan tuan rumah Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja untuk memperebutkan tiket menuju putaran final tahun depan. Hasil tersebut seusai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar drawing Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 27 Agustus 2026. Indonesia menempati Pot 1 bersama Thailand, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, India, dan Iran. Penentuan pot dilakukan berdasarkan perolehan poin AFC dari tiga edisi terakhir turnamen. Sebanyak 35 negara peserta kemudian dibagi ke dalam tujuh grup. Masing-masing grup terdiri dari lima tim yang berasal dari lima pot berbeda. Di Grup A, Indonesia menjadi satu-satunya wakil dari Pot 1. Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja melengkapi komposisi grup. Indonesia akan menghadapi tiga negara Asia Tenggara, yakni Myanmar, Filipina, dan Kamboja. Sementara itu, Afghanistan menjadi satu-satunya lawan dari luar kawasan Asia Tenggara di Grup A. Jelang menghadapi persaingan tersebut, Timnas Indonesia U-17 tengah menjalani rangkaian persiapan. Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat skuad asuhan David Nascimento sekaligus mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Sebagai bagian dari persiapan, Indonesia sudah menjalani uji coba internasional diantaranya melawan Malaysia pada bulan Juli lalu dan Uzbekistan bulan Agustus ini. Laga uji coba internasional menjadi bagian penting dari proses pembentukan dan pematangan tim sebelum memasuki persaingan resmi. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 akan menggunakan format single round-robin. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026. Hanya juara dari masing-masing grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2027 di Uzbekistan. Tujuh juara grup tersebut akan bergabung dengan sembilan negara yang telah lebih dahulu memastikan tempat di putaran final setelah lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Kesembilan negara tersebut adalah Uzbekistan, Australia, Arab Saudi, Tajikistan, Jepang, China, Vietnam, Korea Selatan, dan Qatar.

Timnas U-17 Uji Coba Internasional Lawan Uzbekistan

Timnas Indonesia U-17

Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 yang tengah mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Skuad asuhan pelatih David Nascimento kembali menjalani dua pertandingan uji coba internasional, kali ini menghadapi Uzbekistan pada tanggal 24 dan 27 Agustus 2026. Dua laga uji coba tersebut akan berlangsung secara tertutup dan tidak disiarkan secara live di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Uji coba ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sebelum mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026 mendatang. Pada bulan Juli lalu, Timnas U-17 juga menjalani dua laga uji coba internasional melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo. Saat itu, Garuda Muda imbang 1-1 di pertandingan pertama tanggal 4 Juli dan menang 3-0 pada pertandingan kedua tanggal 7 Juli. Pelatih David Nascimento membawa komposisi 24 pemain yang terdiri dari tiga penjaga gawang, sembilan pemain belakang, enam gelandang, dan enam penyerang. Pada posisi penjaga gawang terdapat Abdillah Ishak (Persija Jakarta), Muhammad Firlo Jony Prasetyo (Persis Solo), dan Syahdan Caesar El Fadhil (ASIOP). Sektor pertahanan diisi Allekay Kaisar Ramadhan dan Pradipta Arya Zidano (Asiana Soccer School), Faiz Hikmal Kurniawan (Diklat ISA), I Gede Kayana Artha Wiguna (Bali United), Muhamad Faiz Fathurahman dan Rasya Azfar Keandra (Bimba AIUEO SS), Puma Nandhito (Persija Jakarta), Ramadhan Putra Negara (Persebaya Surabaya), serta Raka Adrian Firmansyah (Asiana Soccer School). Untuk lini tengah, David memanggil Edsel Henrian Fatih dan Valdo Putra Pratama (Persija Jakarta), Haikal Kamil Ramadhan (Asiana Soccer School), I Dewa Gede Majesta Sandhiya (Bali United), serta Melki Alvando Caussy Yatipai dan Stenly Meyanu (Papua Football Academy). Sementara itu, lini depan dihuni Chico Jericho Yaranggga (ASIOP), Dhamar Try Kusuma (Asiana Soccer School), Dolvi Theofilus Bochrit Salossa dan Yance Glen Imbiri (Papua Football Academy), serta Dzaky Muhammad Azkar dan Ichiro Akbar Al Buchori (Bhayangkara Presisi). Dua pertandingan melawan Uzbekistan tidak fokus untuk mengejar hasil akhir, namun menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana pemahaman pemain terhadap game play yang dibangun, sekaligus mengevaluasi perkembangan individu di level pertandingan internasional. Menit bermain juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter permainan berbeda, para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang dibutuhkan untuk berkembang, baik dari sisi teknis, taktis maupun mental. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 menjadi target berikutnya bagi skuad Garuda Muda. Karena itu, rangkaian uji coba internasional sejak jauh hari menjadi kesempatan untuk membangun fondasi tim sekaligus memastikan para pemain memiliki pengalaman menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan internasional. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia U-17: Penjaga Gawang Abdillah Ishak – Persija Jakarta Muhammad Firlo Jony Prasetyo – Persis Solo Syahdan Caesar El Fadhil – ASIOP Belakang Allekay Kaisar Ramadhan – Asiana Soccer School Faiz Hikmal Kurniawan – Diklat ISA I Gede Kayana Artha Wiguna – Bali United Muhamad Faiz Fathurahman – Bimba AIUEO SS Pradipta Arya Zidano – Asiana Soccer School Puma Nandhito – Persija Jakarta Ramadhan Putra Negara – Persebaya Surabaya Rasya Azfar Keandra – Bimba AIUEO SS Raka Adrian Firmansyah – Asiana Soccer School Tengah Edsel Henrian Fatih – Persija Jakarta Haikal Kamil Ramadhan – Asiana Soccer School I Dewa Gede Majesta Sandhiya – Bali United Melki Alvando Caussy Yatipai – Papua Football Academy Stenly Meyanu – Papua Football Academy Valdo Putra Pratama – Persija Jakarta Depan Chico Jericho Yaranggga – ASIOP Dhamar Try Kusuma – Asiana Soccer School Dolvi Theofilus Bochrit Salossa – Papua Football Academy Dzaky Muhammad Azkar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar Al Buchori – Bhayangkara Presisi Yance Glen Imbiri – Papua Football Academy

Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026

Timnas Putri Indonesia.

Garuda Pertiwi mengakhiri perjalanan di Srikandi Merdeka Cup 2026 dengan menempati posisi runner-up. Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-1 pada partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu 23 Agustus 2026 malam. Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Kawinthida Kikuntod pada menit ke-23 melalui situasi bola mati. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung kompetitif hingga wasit meniup peluit panjang. Garuda Pertiwi mengawali pertandingan dengan keberanian untuk bermain terbuka. Kedua tim silih berganti membangun serangan, sebelum Thailand memperoleh sejumlah peluang di area pertahanan Indonesia. Garuda Pertiwi kemudian berusaha merespons dengan membangun serangan melalui sisi sayap dan kombinasi umpan dari lini belakang. Memasuki babak kedua, Garuda Pertiwi tampil lebih tenang dan meningkatkan intensitas penguasaan bola. Permainan umpan pendek menjadi salah satu cara untuk mencari celah di antara rapatnya pertahanan Thailand. Sejumlah peluang sempat tercipta, termasuk melalui tendangan bebas Nafeeza Ayasha Nori yang masih melewati mistar gawang. Garuda Pertiwi terus memberikan tekanan hingga menit-menit akhir, tetapi skor 0-1 tetap bertahan sampai pertandingan selesai. Meski belum berhasil meraih trofi juara, perjalanan Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian penting dari proses perkembangan para pemain muda. Turnamen ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif, menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, serta menguji kemampuan mereka dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.

IWL Jadi Titik Awal Baru Sepak Bola Putri Indonesia

Indonesia Women’s League

Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sepak bola putri. Kompetisi ini dipandang sebagai pembuka ruang karier profesional dan arena memperluas talent pool. IWL dijadwalkan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Sebagai langkah awal, kompetisi diikuti enam klub dari Jabodetabek: Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa. Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai IWL sebagai momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri. Kompetisi perdana ini, menurutnya, menjadi tolok ukur baru untuk melihat kelayakan dan perkembangan pemain putri potensial. “Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Diego menilai model drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub sebagai langkah positif. Skema ini diyakini memperkuat persaingan sehat sekaligus memperluas ruang belajar pemain muda. Pemain berusia 17–18 tahun, katanya, akan mendapat pengalaman berharga melalui kompetisi dan persaingan bersama pemain senior. Dengan alokasi enam pemain tim nasional pada setiap klub, proses tumbuh bersama antara pemain berpengalaman dan pemain muda diharapkan semakin kuat. Optimisme serupa disampaikan pemain Dewa United, Safira Ika Putri. Ia memandang IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola putri untuk membangun karier di dalam negeri serta meningkatkan permainan dan kemampuan teknis. “Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira. Menurut Safira, kehadiran liga memberi dampak langsung terhadap kesiapan fisik pemain. Rangkaian persiapan hingga pertandingan akan membantu menjaga kebugaran, sementara sistem kontrak dipandang sebagai awal jaminan karier di sepak bola profesional. IWL juga membuka panggung bagi pemain muda untuk memperlihatkan bakat dan potensi. “Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,” ujar Safira. Pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, menyambut IWL dengan antusias, meski masih dalam pemulihan cedera dan berpotensi tampil pada putaran kedua. Baginya, kompetisi ini mewujudkan harapan pemain putri untuk merasakan liga profesional setelah rencana kompetisi pada 2019 terkendala pandemi pada 2020. “Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra. Zahra memandang skema drafting sebagai pilihan tepat pada tahap awal IWL. Penyebaran pemain tim nasional ke beberapa klub, dengan masing-masing tim diperkuat enam pemain tim nasional, dinilai dapat mengurangi kesenjangan kekuatan. Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan kompetisi ini untuk membuktikan kualitas serta membuka jalan karier profesional. Format terpusat dan keterlibatan enam klub diharapkan menjadi fondasi kompetisi putri nasional yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia.

Timnas U-16 Putri Tujuh Negara Siap Adu Kekuatan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan PSSI segera menyelenggarakan Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8) hingga Minggu (23/8). Delapan Tim Nasional (timnas) U-16 putri dari tujuh negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri ini. Mereka ialah Indonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura dan Hong Kong, China. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran tujuh negara dalam ajang kompetitif ini menjadi bukti semakin berkembangnya pembinaan sepak bola putri di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Teddy berharap, turnamen tingkat internasional ini menjadi ajang pesepakbola putri belia mengukur kemampuan dan memetik pengalaman berharga menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari tiap negara. “Kami menyambut antusias para atlet dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Arab Saudi dan Yordania untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif di Kudus. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas agar setiap individu dapat belajar satu sama lain, menjunjung tinggi sportivitas dan menumbuhkan mentalitas bertanding sejak dini hingga nantinya mereka memiliki bekal untuk melangkah ke level profesional. Dengan semangat juang tinggi, kami yakin akan tersaji pertandingan yang kompetitif dan menjadi inspirasi bagi pesepakbola putri muda untuk mengukir prestasi di masa mendatang,” ucap Teddy. Teddy menambahkan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, namun juga ruang untuk tumbuh bersama dalam ekosistem sepak bola putri di lingkup yang lebih luas. Dengan demikian, seluruh timnas putri U-16 yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat merasakan atmosfer pertandingan internasional sesuai dengan standar penyelenggaraan tingkat internasional. “Kami ingin seluruh pemain, pelatih hingga tim official yang terlibat dalam turnamen internasional ini membawa pulang pengalaman positif. Bukan hanya karena kualitas pertandingan, tetapi juga standar penyelenggaran, fasilitas yang memadai serta keramahan dan budaya Kudus yang dirasakan sepanjang kompetisi ini berlangsung. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi kemenangan manis sekaligus memperkenalkan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga internasional,” bilang Teddy. Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann: “Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan. Pada penyelenggaraanya, kami menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan yang terbaik serta fair play kepada semua tim. Pada turnamen ini, kami mencari pengalaman untuk pemain-pemain kami agar menjadi atlet yang tangguh sehingga timnas putri senior nantinya punya kualitas yang mumpuni.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa: “Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan yang terbaik. Pastinya bangga pada diri sendiri karena kembali memakai jersey Indonesia.” Kepala Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia, Putri Nusantara Takumi Taniguchi: “Kami sangat antusias bisa ikut dalam turnamen ini. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, para pemain telah bekerja sangat keras dan menjalani masa persiapan yang luar biasa. Kami memiliki rasa percaya diri dan akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Indonesia menerjunkan dua tim dalam kejuaraan ini, mengingat perkembangan sepak bola putri nasional sedang mengalami kemajuan pesat. Ajang ini menjadi sarana pembinaan pemain yang sangat efektif sekaligus pemanasan ideal menuju Kualifikasi AFC U-17.” Pemain Timnas Putri U-16 Indonesia Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary: “Saya senang dan bangga bisa mewakili Indonesia di turnamen ini. Alhamdulillah, persiapan tim berjalan lancar dan kami siap berikan yang terbaik di setiap pertandingan nanti.” Daftar nama skuad Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara 1. Garuda Pertiwi Goalkeepers: Alleana Ayu Arumy – Putri Tangsel City U-18 Alliya Khairun Nissa – Cipta Cendikia FA U-15 Elbian Defika Aryasatya – Goal Aksis U-15 Defenders: Raisya Novita Amalia – Mojang Priangan U-15 Jazlynn Kayla F. – Roket FC U-18 Yasmin Aprilianti – Cipta Cendikia FA U-15 Aulya Putri – Goal Aksis U-15 Shifana Rizka N. – Samba Persada Women U-18 Alika Nailah Arkana Oskar – Goal Aksis U-15 Febri Arum – Putri Tangsel City U-18 Midfielders: Nayla Aulianti – Mojang Priangan U-15 Anya Gabriella Chandra – Albion San Diego Rengganis Wijanarto – Putri JP Jakarta U-18 Della Citra Ayu Angggraeni – Spegaku Balistha U-15 Nafeeza Ayasha Nori – Mojang Priangan U-15 Kesya Arabela Manisya Niam – Arema FC Women U-15 Frederika Yikwa – SSB Mutiara Timur Lareina Ramira Savvy – Putri JP Jakarta U-18 Forwards: Diva Aulia Putri – Saswco Mojang U-18 Safa Amelia – Mojang Priangan U-18 Griselda Vivian Mariana – Samba Persada Women U-18 Jezlyn Kayla A. – Roket FC U-18 Ayla Dva Khala Ahisma – Cipta Cendikia FA U-15 Fadilla – Arema FC Women U-15 2. Putri Nusantara Goalkeepers: Naura Airish Qaisara Rifaldhi – Arema FC Women U-18 Naura Khalfani Hayfa – Akademi Persib Bandung U-15 Kyla Bethari Oliver – PSSI Provinsi Bali Defenders: Khansa Nisa Arrosid – Cipta Cendikia FA U-15 Kazumi Zalfa Arrrobi’ Nurlan – Goal Aksis U-15 Yafiqa Rahma Indrayani – Scorpion FC U-15 Racheyla Delpiula – Raga Negeri U-18 Ade Yasfa Rimba Winata – Putri Batang U-18 Aurellia Aninsya Tawaris – Putri JP Jakarta U-18 Amanda Fitriani – Goal Aksis U-15 Agisti Qori Rahmadani – Mojang Priangan U-15 Asyifa Sholawa Farizqi – Spegaku Balistha U-15 Midfielders: Indira Fatima – Goal Aksis U-15 Clarisya Putri Kurniawan Samba Persada Women U-15 Putri Neza Larasati – Samba Persada Women U-15 Lintang Anugrah Radisty – Arema FC Women U-15 Bilqis Fatima Az-Zahra – Goal Aksis U-15 Ghaida Mazaya – Cipta Cendikia FA U-15 Forwards: Oktavia Safara Putri – Arema FC Women U-18 Keyra Az-Zahra – Persib Bandung U-18 Latisha Safa Berliana – Scorpion FC U-15 Herdy Pahabol – SSB Mutiara Timur Dian Aprilia Pary – Goal Aksis U-15

Hasil Drawing Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Official drawing Srikandi Merdeka Cup 2026 telah digelar di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026, sebagai penanda dimulainya persaingan turnamen sepak bola putri internasional kelompok usia U-16 yang akan berlangsung di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 14-23 Agustus 2026 mendatang. Hasil undian menempatkan Garuda Pertiwi di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi. Sementara Putri Nusantara, tim Indonesia lainnya, tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania. Srikandi Merdeka Cup menjadi turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Nantinya, turnamen akan menggunakan format dua grup yang masing-masing dihuni empat tim. Juara dan runner-up dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal, sebelum memperebutkan gelar juara di partai final. Selain trofi juara, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan bagi tim peringkat kedua, ketiga, dan tim fair play. Sementara pada kategori individu, penghargaan akan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen. Bagi Indonesia, Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women’s Asian Cup 2027. Dua tim Indonesia akan ditangani oleh Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi, sekaligus menjadi ajang pemantauan pemain untuk memperkuat Timnas Putri U-17 Indonesia. Sebagai informasi, Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen hasil kolaborasi PSSI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi bagian dari rangkaian Trilogy pembinaan sepak bola putri bersama MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer. Berikut pembagian grup Srikandi Merdeka Cup 2026: Grup A: Garuda Pertiwi (Indonesia) Hong Kong Malaysia Arab Saudi Grup B: Thailand Singapura Yordania Putri Nusantara (Indonesia)

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation Hadirkan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation akan menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen kelompok usia U-16 ini akan berlangsung pada tanggal 14 hingga 23 Agustus 2026 di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Turnamen ini diikuti tujuh negara, Indonesia akan mengirimkan dua tim dengan nama Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Enam tim lainnya yakni Malaysia, Thailand, Hongkong, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Sungkono Cahyani mengapresiasi gelaran Srikandi Merdeka Cup 2026. Apalagi turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. “Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen ini penting bagi Timnas Putri untuk mendapat pengalaman bertanding internasional sebelum mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027,” kata Vivin Sungkono. “Untuk pelatih dua tim Indonesia yakni coach Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi. Dua tim ini kita berharap mempunyai kekuatan dan materi pemain yang seimbang, karena ajang ini sebagai talent scouting untuk Timnas U-17 Putri mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027 mendatang,” tambah Vivin. Srikandi Merdeka Cup 2026 rencananya akan mempunyai maskot yang bernama Kandi, berasal dari nama Srikandi yang notabene mewakili pendekar wanita legendaris dalam pewayangan. Untuk drawing pembagian grup akan dilakukan pada Kamis (23/7) mendatang secara online. Format turnamen, delapan tim akan dibagi menjadi dua grup, setelah itu juara dan runner up masing-masing grup melaju ke semifinal, dan pemenang laga semifinal berjumpa di laga final. Selain itu, kategori penghargaan tim, selain juara yakni runner up dan peringkat tiga turnamen ini. Selain itu ada kategori pemain terbaik, top skor, dan kiper terbaik. Srikandi Merdeka Cup 2026 juga rangkaian Trilogy dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars pada tahun ini. Nantinya bakat-bakat terbaik dipilih dari HYDROPLUS Soccer League All Stars untuk mewakili Team Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara mewakili Timnas Putri Indonesia. Ini menjadi bukti nyata bahwa adanya pipeline berjenjang sepak bola putri di level grassroots menuju level elite. Namun, tidak menutup juga adanya bakat bakat lain diluar pemain HYDROPLUS Soccer League yang terpantau dan terpilih mewakilkan Indonesia.

Kemenpora Lepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda ke AFC Vietnam Hanoi International 2026

Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. Pelepasan ini dari Kemenpora diwakili Perencana Ahli Madya, Ambar Basuki, di Kemenpora, Senin (15/6). Diharap, 24 pemain yang akan bertanding bisa meraih prestasi maksimal. “Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan. Kita melepas putra terbaik bangsa yang telah melalui proses pembinaan, seleksi, dan persiapan yang panjang untuk membawa nama Indonesia di ajang sepak bola pelajar tingkat internasional,” ujarnya. Dia mengatakan, keikutsertaan Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, melainkan menjadi representasi semangat, karakter, disiplin, dan masa depan sepak bola Tanah Air. Menurutnya, para pemain yang tergabung merupakan duta bangsa yang akan menunjukkan kualitas, bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing, dan sportivitas yang tinggi. Dijelaskan, proses pembinaan sepak bola usia muda, kemenangan bukanlah satu-satunya target yang harus dicapai. Pengalaman bertanding di panggung internasional dinilai jauh lebih penting sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan karakter atlet. “Kami berharap para atlet mampu menunjukkan karakter sebagai pelajar dan atlet Indonesia yang berintegritas, disiplin, tangguh, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa,” terangnya. Dia juga mengajak seluruh pemain untuk bertanding dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Setiap pertandingan diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk terus belajar, berkembang, dan mengharumkan nama Indonesia. Disampaikan, Kemenpora akan terus berkomitmen mendukung pembinaan sepak bola usia muda. Hal tersebut sebagai bagian dari pembangunan prestasi olahraga nasional. Investasi pada generasi muda saat ini diyakini akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berprestasi di tingkat dunia pada masa mendatang. “Pengalaman bertanding di Vietnam ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, wawasan internasional, serta memperkuat karakter para atlet sebagai calon pemain masa depan Indonesia,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah bekerja keras membina para atlet muda, serta mengucapkan terima kasih kepada para orang tua atas dukungan dan doa yang diberikan kepada para atlet. Lebih lanjut, dia berpesan kepada seluruh anggota tim agar bertanding dengan penuh semangat, bermain dengan rasa bangga, dan membawa kehormatan bagi Merah Putih. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Tim Sepakbola Pelajar Garuda Muda Indonesia dalam rangka AFC Vietnam Hanoi International 2026 secara resmi saya lepas untuk mengikuti pertandingan. Selamat bertanding, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.

Timnas U-19 Raih Peringkat Ketiga

ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026

Timnas Indonesia U-19 berhasil mengakhiri perjuangannya di ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 dengan menempati peringkat ketiga. Kepastian tersebut diraih setelah Garuda Muda mengalahkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu 13 Juni 2026 petang. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Indonesia dan Kamboja sama-sama berupaya menciptakan peluang untuk membuka keunggulan. Tim asuhan Nova Arianto nyaris memecah kebuntuan melalui Nazriel Alvaro, tetapi sepakannya masih membentur mistar gawang. Kamboja juga mendapatkan peluang serupa menjelang jeda melalui Somborithy Soeng, namun bola juga hanya membentur mistar. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih menekan dan terus mencari celah di pertahanan lawan. Peluang pertama hadir pada menit ke-47 saat Irpan Siregar melepaskan tembakan dari sudut sempit. Namun usahanya belum mengarah tepat ke gawang. Tekanan Indonesia berlanjut dan pada menit ke-57, Irpan kembali mengancam lewat sundulan hasil umpan silang dari sisi sayap. Sayangnya, peluang tersebut masih mampu diamankan penjaga gawang Kamboja. Gol yang ditunggu akhirnya tercipta pada menit ke-63. Berawal dari sepak pojok yang dikirim Isfandyar, Muhammad Algazani berhasil menyambut bola di depan gawang dan menanduknya masuk ke dalam gawang Kamboja. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan sekaligus membawa Indonesia unggul 1-0. Indonesia sempat kembali membobol gawang lawan pada menit ke-77 melalui Irpan Siregar. Namun, gol tersebut tidak disahkan wasit karena Irpan lebih dahulu berada dalam posisi offside. Memasuki 10 menit terakhir, pertandingan berjalan terbuka. Kamboja meningkatkan intensitas serangan untuk mengatasi ketertinggalan, sementara Indonesia berusaha mempertahankan keunggulan sekaligus mencari peluang melalui serangan balik. Peluang terbaik Kamboja datang pada menit ke-89 saat Kryya berhasil lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan kiper Dafa Al Gasemi. Namun, Dafa tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Indonesia. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia U-19 meraih peringkat ketiga ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 sekaligus menutup turnamen dengan kemenangan.

Piala AFF U19: Garuda Muda Kandas di Semifinal

ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026

Timnas Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-1 pada laga semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis 11 Juni 2026 malam. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil berhati-hati sambil berupaya menemukan celah di lini pertahanan lawan. Sepuluh menit pertama berlangsung cukup seimbang dengan Indonesia dan Australia saling berebut penguasaan bola di area tengah lapangan. Indonesia mencoba menciptakan peluang melalui berbagai skema serangan. Pada menit ke-19, Fabio Azkairawan melepaskan lemparan jauh ke dalam kotak penalti Australia. Namun, upaya tersebut belum mampu membahayakan gawang lawan dan hanya menghasilkan tendangan gawang. Peluang emas Indonesia di babak pertama hadir pada menit ke-27. Arkhan Kaka menyambut bola dengan tendangan voli dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Australia beberapa kali memberikan ancaman melalui kecepatan Amlani Tatu. Meski demikian, lini belakang Indonesia yang dikawal I Putu Panji Apriawan dan kolega mampu meredam sejumlah serangan lawan dengan baik. Pada menit ke-30, Australia memperoleh peluang melalui tendangan mendatar Lawrence Wong. Kiper Dafa Al Gasemi tampil sigap untuk mengamankan bola dan menjaga gawang Indonesia tetap aman. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Indonesia dan Australia sama-sama tampil lebih agresif untuk mencari gol pembuka. Menit ke-54, Arkhan Kaka memperlihatkan aksi individu yang impresif dengan melewati pemain lawan sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang. Namun, bola hasil sepakannya masih menyamping tipis. Australia kemudian mendapatkan peluang melalui sundulan Marcus Neill. Beruntung bagi Indonesia, peluang tersebut masih dapat digagalkan sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. Pelatih Nova Arianto melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya serang. Salah satu peluang terbaik Indonesia tercipta pada menit ke-80. Amar Brkic mengirim umpan cutback dari sisi kanan yang disambut Dimas Adi dengan sepakan first time. Sayangnya, bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Australia. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Australia berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-89. Marcus Neill lolos dari jebakan offside dan mencetak gol setelah situasi tersebut ditinjau melalui VAR. Gol tersebut membuat Australia unggul 1-0. Indonesia berusaha memberikan respons pada sisa waktu pertandingan dengan terus menekan pertahanan Australia. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Hasil ini membuat Garuda Muda akan melanjutkan perjuangannya di laga perebutan tempat ketiga. Pada pertandingan berikutnya, tim asuhan Nova Arianto dijadwalkan menghadapi Kamboja untuk memperebutkan posisi ketiga ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utama, Sabtu 13 Juni 2026 mendatang.

Raih Dua Kemenangan Beruntun, Peringkat Timnas Indonesia Melonjak

Tim Nasional Indonesia menutup rangkaian FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil impresif setelah meraih dua kemenangan atas Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Hasil positif tersebut membawa skuad Garuda berhasil naik peringkat ke posisi 118 dunia FIFA. Tambahan poin ini juga semakin mendekatkan Indonesia ke target menembus 100 besar dunia. Pada laga pertama, Indonesia menang meyakinkan 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6). Sementara itu, kemenangan tipis 1-0 diraih saat menghadapi Mozambik pada Selasa (9/6). Dua kemenangan ini menyumbang tambahan 12,25 poin, sehingga total poin Indonesia kini mencapai 1157,14. Jumlah tersebut membuat Indonesia hanya terpaut 0,08 poin dari Sudan yang berada di peringkat 117. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut pencapaian ini dengan rasa syukur. Namun, dia mengingatkan para pemain untuk tidak terlena dengan kenaikan peringkat tersebut. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil dua pertandingan kemarin yang mampu memperbaiki peringkat. Terima kasih juga kepada seluruh suporter yang selalu mendukung Timnas. Tapi saya ingatkan, peringkat bukan jaminan hasil akhir. Kita harus tetap membumi dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati target 100 besar dunia,” ujar Ketum Erick di Jakarta, Jumat (12/6). Sementara itu, pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku puas dengan perkembangan timnya. Juru taktik berpaspor Inggris itu menilai para pemain menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda. “Terlepas dari kenaikan peringkat dan tambahan poin, saya bangga dengan kemampuan adaptasi para pemain. Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini tim terlihat semakin berbahaya bagi lawan,” jelas Herdman. Hasil ini menjadi bekal penting bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF pada akhir Juli nanti, sebelum kembali menjalani agenda internasional FIFA pada September mendatang.

Piala AFF U19: Timnas Indonesia U-19 Melaju ke Semifinal

Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19

Timnas Indonesia U-19 memastikan langkah ke semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah meraih kemenangan penting 2-1 atas Vietnam pada laga terakhir fase grup yang berlangsung di Stadion Sumatra Utara, Minggu 7 Juni 2026 malam. Hasil tersebut membuat Garuda Muda mengamankan tiket ke babak empat besar tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain. Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil dengan intensitas tinggi. Indonesia dan Vietnam sama-sama berupaya mengambil inisiatif permainan, sehingga pertandingan berjalan ketat dengan duel-duel yang berlangsung di berbagai area lapangan. Indonesia berhasil membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui Reno Salampessy. Gol tersebut lahir setelah ia memanfaatkan peluang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan terarah yang tidak mampu dijangkau kiper Vietnam. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, skuad asuhan Nova Arianto tetap berusaha mempertahankan kontrol permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun Vietnam mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-74 melalui Nguyen Quoc Khanh yang memanfaatkan situasi bola mati dari sepak pojok. Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin menegangkan. Kedua tim berupaya mencari gol penentu, sementara tempo permainan meningkat seiring waktu yang terus berjalan menuju akhir laga. Gol kemenangan akhirnya hadir pada masa tambahan waktu. Indonesia mendapatkan sepakan penalti setelah Theodore Leeming dilanggar di area terlarang. Evandra Florasta yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol yang membawa Indonesia kembali unggul. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini sekaligus mengantarkan Garuda Muda melangkah ke semifinal ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026.

Piala AFF U19: Lanjutkan Tren Positif, Indonesia Unggul Atas Timor Leste

Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste U-19

Timnas Indonesia U-19 kembali meraih hasil positif pada ajang ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 3-0 pada pertandingan Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis 4 Juni 2026 malam. Tiga gol kemenangan Garuda Muda dicetak oleh Reno Salampessy menjelang turun minum, Irpan Siregar serta Arkhan Kaka pada babak kedua. Hasil ini menjadi kemenangan kedua beruntun bagi skuad asuhan Nova Arianto setelah sebelumnya juga meraih kemenangan atas Myanmar. Tambahan tiga poin membuat Indonesia kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Vietnam, Indonesia saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A karena kalah dalam selisih gol. Vietnam memimpin grup setelah membukukan kemenangan 3-0 atas Timor Leste dan 5-0 atas Myanmar. Sementara itu, Timor Leste dan Myanmar yang belum meraih poin dipastikan tidak lagi memiliki peluang untuk melaju ke babak semifinal. Pada pertandingan melawan Timor Leste, Indonesia tampil dominan sejak menit awal. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun gol pembuka baru lahir pada menit ke-43. Reno Salampessy sukses memanfaatkan umpan terobosan Welber Jardim untuk membawa Indonesia unggul 1-0 hingga jeda. Di babak kedua, Indonesia tetap mampu menjaga intensitas permainan. Keunggulan bertambah pada menit ke-62 melalui sepakan Irpan Siregar yang memanfaatkan bola liar di depan area penalti. Tak lama berselang, giliran Arkhan Kaka yang turut mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang Indonesia tersebut berhasil menyelesaikan umpan terobosan Theodore Leeming pada menit ke-65 untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0. Hingga peluit panjang dibunyikan, skuad asuhan Nova Arianto mampu mempertahankan keunggulan sekaligus mencatatkan cleansheet kedua secara beruntun di turnamen ini. Kemenangan tersebut menjaga peluang Timnas Indonesia U-19 demi melangkah ke babak semifinal. Pertandingan terakhir Grup A menghadapi Vietnam pada Minggu 7 Juni 2026 tentunya akan menjadi partai penentu untuk memperebutkan posisi puncak klasemen sekaligus tiket menuju fase berikutnya di ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026.

Mathew Baker Debutan Termuda Timnas Indonesia

Mathew Baker

Bek Muda Timnas Indonesia, Mathew Baker langsung mencatatkan sejarah pada laga debut bersama skuad Garuda. Pemain keturunan Indonesia-Australia itu resmi menjadi pemain termuda dalam sejarah Timnas Indonesia senior saat tampil melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam WIB. Momen bersejarah tersebut terjadi di tengah kemenangan meyakinkan 3-0 Timnas Indonesia atas Oman. Tiga gol Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Sementara Emil Audero tampil gemilang dan terpilih sebagai Man of the Match setelah menggagalkan tendangan penalti tim tamu. Di balik kemenangan tersebut, perhatian publik juga tertuju kepada Mathew Baker yang mendapat kesempatan menjalani debut bersama tim senior. Pelatih John Herdman memasukkan Baker pada menit ke-80 untuk menggantikan Rizky Ridho. Pemain yang saat ini berkarier bersama Melbourne City itu langsung mengisi posisi bek tengah kiri dalam formasi tiga bek, berduet dengan Elkan Baggott dan Kevin Diks. Meski hanya bermain sekitar 10 menit, Mathew Baker sukses menorehkan catatan bersejarah. Saat menjalani debut, pemain kelahiran Melbourne, 13 Mei 2009, itu tercatat berusia 17 tahun 23 hari. Catatan tersebut membuat Mathew Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah menjalani debut bersama Timnas Indonesia di sektor senior. Dia mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka saat berusia 17 tahun 3 bulan 7 hari ketika dimainkan Shin Tae-yong dalam pertandingan melawan Myanmar di Piala AFF 2024. Mathew Baker juga mengalahkan Ronaldo Kwateh (17 tahun 3 bulan 8 hari), Marselino Ferdinan (17 tahun 4 bulan 18 hari), serta Asnawi Mangkualam 17 tahun 5 bulan 17 hari). Kini, rekor tersebut resmi berpindah tangan kepada Mathew Baker di era kepelatihan John Herdman, meski secara statistik belum banyak terlibat karena waktu bermain yang terbatas. Dia hanya menorehkan empat umpan sukses selama berada di lapangan. Meski kontribusinya belum terlalu menonjol dari sisi statistik, debut Mathew Baker menjadi sinyal positif bagi masa depan Timnas Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, dia berpotensi menjadi salah satu pilar penting skuad Garuda dalam beberapa tahun mendatang.

Piala AFF U19: Indonesia Bantai Myanmar Di Laga Pertama

Arkhan Kaka

Timnas U-19 Indonesia meraih hasil positif pada laga perdana Grup A ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-0 di Stadion Utama Sumatera Utara, Senin 1 Juni 2026. Tiga poin ini membawa Garuda Muda menempati posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi tiga poin, berada di bawah Vietnam yang juga meraih kemenangan pada pertandingan sebelumnya atas Timor Leste dengan skor 3-0. Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia berupaya mengambil inisiatif serangan. Meski demikian, Myanmar mampu memberikan perlawanan yang membuat pertandingan berlangsung cukup ketat, terutama sepanjang babak pertama. Peluang pertama Indonesia hadir melalui sepakan jarak jauh Zinadein Zidan Ardiansyah. Namun, upayanya masih belum menemui sasaran. Pada menit ke-34, Garuda Muda kembali mengancam lewat sundulan Arkhan Kaka yang memanfaatkan umpan lambung Reno Salampessy. Bola masih membentur tiang gawang sehingga skor belum berubah. Usaha Indonesia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. Arkhan Kaka berhasil memaksimalkan umpan yang mengarah ke kotak penalti dan menuntaskannya menjadi gol. Keunggulan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum. Menjelang akhir babak pertama, Myanmar sempat memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas Thura Min Thant. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Indonesia. Memasuki babak kedua, Myanmar tampil lebih agresif dan beberapa kali mencoba menekan pertahanan Indonesia. Salah satu peluang terbaik mereka tercipta pada menit ke-66 ketika Sai Bo Bo Kyaw melakukan penetrasi dari lini tengah sebelum melepaskan tembakan dari jarak dekat. Kiper Dafa Al-Gasemi tampil sigap untuk mengamankan gawang Indonesia dari kebobolan. Di tengah meningkatnya intensitas serangan Myanmar, Indonesia berhasil menambah keunggulan pada menit ke-79 melalui Dimas. Gol tersebut berawal dari tekanan yang dilakukan terhadap kiper Myanmar, Sai Khant Min Nyo. Bola yang gagal diamankan dengan sempurna kemudian dimanfaatkan Dimas untuk mencetak gol kedua Indonesia. Dimas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-87. Menerima bola di dalam kotak penalti, ia mampu menyelesaikan peluang dengan baik untuk membawa Indonesia unggul 3-0. Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skuad asuhan Nova Arianto pun menutup laga pembuka dengan kemenangan meyakinkan dan mengamankan tiga poin penting dalam persaingan Grup A.