Meski Kalah Angin, Ruselli Hartawan Tembus Babak Utama Malaysia Masters 2019

Tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, menembus babak utama kejuaraan bulutangkis Malaysia Masters 2019. Tiket babak utama didapat pebulutangkis kelahiran Jakarta, 27 Desember, 21 tahun silam itu, usai menaklukan Rituparna Das asal India, dua gim langsung, dengan skor 21-13, 26-24, dalam tempo 29 menit. (Humas PBSI)

Kuala Lumpur- Tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, menembus babak utama kejuaraan bulutangkis Malaysia Masters 2019. Tiket babak utama didapat pebulutangkis kelahiran Jakarta, 27 Desember, 21 tahun silam itu, usai menaklukan Rituparna Das asal India, dua gim langsung, dengan skor 21-13, 26-24, dalam tempo 29 menit. Melakoni laga di Axiata Arena, Kuala Lumpur Sport City, Bukit Jalil, Malaysia, pada Selasa (15/1), Ruselli mengaku di gim pertama dia kurang nyaman berada di lapangan. Kendati diungkapkannya, pada gim kedua seharusnya bermain lebih enak, karena kalah angin. “Tapi pukulan saya banyak yang nggak pas. Lawannya lumayan bagus, ada ngatur bolanya. Tapi karena saya sudah menonton video dia, jadi sudah tahu,” ujar pemain besutan PB Jaya Raya itu, usai laga, pada Selasa (15/1). Ini kemenangan pertama bagi Ruselli atas Rituparna, karena mereka belum pernah bertemu di berbagai turnamen resmi. Di babak pertama atau 32 besar, Ruselli akan menantang wakil Hong Kong Yip Pu Yin. Meski baru pertama kali berhadapan dengan pemain ranking 34 dunia itu, namun Ruselli menegaskan siap tampil all out di lapangan. “Buat besok (Rabu, 16/1) ngasih yang terbaik aja. Sama lihat video pertandingan lawan,” tukas ranking 48 dunia itu. Selain Ruselli, Yulia Yosephine Susanto berhasil melangkah ke babak utama. Yulia menang dua gim langsung atas Disha Gupta, asal Amerika Serikat. Kedua tunggal putri Merah Putih itu akan berlaga di babak pertama, mendampingi wakil Indonesia lainnnya, yakni Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Lyanny Alessandra Mainaky. (Adt)

Kalah Tipis Dari Tuan Rumah Thailand, Srikandi Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Piala Uber

Meski Gregoria Mariska Tunjung sempat memberi angka bagi tim Uber Indonesia, namun tak menyelamatkan dari kekalahan 3-2 atas Thailand, di perempat final. (tempo.co)

Jakarta- Srikandi Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala Uber 2018. Langkah Greysia Polii dkk harus terhenti usai dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor tipis 2-3 di babak perempat final, Kamis (24/5), di Impact Arena, Bangkok, Thailand. Di semifinal, Jumat (25/5), Thailand akan menghadapi China. Sedangkan Jepang berjumpa dengan Korea Selatan. Tunggal pertama Indonesia, Fitriani masih belum mampu meruntuhkan wakil Thailand, Ratchanok Intanon. Fitriani menyerah dalam duel dua gim, 8-21, dan 7-21, pada pertandingan berdurasi 33 menit. Kedua pemain sudah pernah bertemu sebanyak tiga kali, namun pebulutangkis Indonesia berusia 19 tahun itu tak satupun meraih kemenangan dari pemain utama Negeri Gajah Putih itu. Kemenangan Ratchanok atas Fitriani selalu didapat dalam pertarungan dua gim. Dan, pertemuan terakhir mereka terjadi di Indonesia Master 2018. Pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu kalah 17-21 dan 16-21. “Pertama-tama sama mau minta maaf sama tim karena dari kemarin belum bisa menyumbangkan poin kepada tim. Tadi lawan memang masih di atas saya dan tekanan bolanya lebih menekan ke saya, lebih mengontrol juga,” ujar Fitriani usai laga. “Reaksi saya terlambat terus dan banyak error. Nggak bisa keluar permainannya,” tambah dara kelahiran Garut, Jawa Barat, 27 Desember 1998 itu. Tertinggal 0-1 dari Thailand, Indonesia bangkit melalui pasangan ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Duet Merah Putih yang bertengger di peringkat 6 dunia itu tak memiliki kesulitan melumpuhkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dalam tempo 52 menit dengan skor 21-11, dan 21-16. Kedudukan menjadi imbang 1-1. Indonesia membentang asa dengan memimpin 2-1 lewat tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 18 tahun silam itu menang dramatis pada laga sepanjang 40 menit atas Nitchaon Jindapol dalam dua gim, 21-10, dan 22-20. “Saya tidak terbeban apa-apa. Karena pastinya dia ada tekanan lebih, karena dia tuan rumah. Saya rasa dia tekanan untuk menangnya lebih tinggi,” cetus juara dunia junior BWF 2017 itu. Sayang, dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta gagal mengamankan kemenangan bagi skuat Merah Putih. Mereka takluk dua gim langsung dari pasangan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai setelah berjuang selama 55 menit dengan skor 20-21, dan 12-21. Membuat kedudukan imbang 2-2. Tuan rumah Thailand akhirnya memastikan satu tiket ke semifinal setelah di partai penentuan Busanan Ongbamrungphan sukses menyingkirkan tunggal putri Indonesia Ruselli Hartawan, dua gim langsung 21-9, dan 21-12 dalam tempo 37 menit. Ini menjadi pertemuan kedua bagi mereka. Terakhir mereka berjumpa di ajang BWF World Junior Mixed Team Championship 2014. Busanan yang kini bertengger di peringkat 22 dunia itu menang 21-16, dan 21-13. “Ini pertama kali saya main jadi penentu. Jadi mainnya nggak lepas. Sementara lawan juga mainnya all out. Pas main saya agak tegang, terus pas mau keluar supaya nggak tegang itu lebih susah dari pada yang kemarin. Kalau kata pelatih saya kalah pukulan,” cetus pemain asal klub Jaya Raya Jakarta itu. (Adt)

Ruselli Hartawan Libas Peraih Emas Olimpiade London, Indonesia Jadi Runner Up Grup D Piala Uber

Tunggal putri kelima Tim Uber Indonesia, Ruselli Hartawan, sukses mengalahkan eks pemain nomor satu dunia asal China, Lu Xuerui, lewat pertarungan tiga gim. (tempo.co)

Jakarta- Srikandi Indonesia harus puas menempati posisi runner up grup D Piala Uber usai kalah tipis 2-3 atas China. Namun, hasil itu sudah cukup untuk meloloskan Greysia Polii dkk ke babak perempat final. Melakoni laga di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (23/5), tunggal putri Ruselli Hartawan, yang turun di partai kelima berhasil memangkas kekalahan Indonesia dari Negeri Tirai Bambu. Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 20 tahun silam itu melibas peraih medali emas Olimpiade 2012, London, Inggris, sekaligus mantan pemain nomor satu dunia, Lu Xuerui, lewat pertarungan melelahkan tiga gim, 15-21, 21-19, dan 21-18, dalam tempo 57 menit. Kedua pemain terakhir bertemu pada ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016. Ruselli menyerah rubber game, 21-16, 8-21, dan 11-21. “Sempat mikir, wah lawan Li Xuerui bisa nggak ya menang? Tapi, akhirnya saya nggak pikirin. Anggap saja latihan lawan senior,” ujar pebulutangkis rangking 77 dunia itu usai laga. Merah putih juga berhasil mencuri angka melalui Gregoria Mariska Tunjung. Setelah memainkan laga berdurasi 45 menit, pebulutangkis tunggal berusia 18 tahun ini menang dua gim langsung atas Gao Fangjie, 23-21, dan 21-16. Sayang, tunggal pertama Indonesia, Fitriani gagal menyumbang kemenangan. Ia takluk dua gim langsung dalam tempo 32 menit, dengan skor 10-21, dan 15-21, dari Chen Yufei. Setali tiga uang di nomor ganda. Duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu belum mampu meruntuhkan pertahanan pasangan Chen Qingchen/Jia Yifan. Mereka tumbang dua gim langsung, 13-21, dan 19-21, dalam tempo 46 menit. Senasib, dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta juga belum mampu membendung keperkasaan Huang Yaqiong/Tang Jinhua. Mereka dipaksa menelan pil pahit usai kalah dua gim langsung, 16-21, dan 16-21, pada pertandingan berdurasi 38 menit. “Tim Uber sudah kerja keras dalam pertandingan tadi. Kami akui keunggulan tim Tiongkok, Khususnya nomor ganda,” ujar Susi Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). “Tapi, secara keseluruhan penampilan para atlet maksimal,” tutupnya. (Adt)