Cikal Masuk Final Boulder, Indonesia Ukir Sejarah

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet muda panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan berhasil masuk babak final boulder U17 putra World Climbing Youth Championship Arco, Italia. Hasil ini menjadikan pertama kalinya dalam sejarah Indonesia di kompetisi internasional. Di babak semifinal, Cikal bertengger di peringkat enam dengan poin 69,5. Namun, di babak final ia hanya mengumpulkan skor 19,9 dan harus puas di peringkat ketujuh. Nomor boulder U17 dimenangkan atlet Jepang Kazuki Nakata dengan skor 99,3, disusul Taketo Saiki (74,7) dan Hayool Lee dari Korea Selatan (59,5). Pelatih Lead Panjat Tebing Indonesia Amri mengatakan hasil ini sangat menggembirakan dan menjadi sinyal bahwa Indonesia memiliki potensi di nomor boulder. “Ini sangat menggembirakan sekaligus menjadi sinyal bahwa kita memiliki potensi di nomor boulder yang selama ini dianggap tertinggal,” kata Amri dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu 25 Juli 2026. Indonesia kini mulai berbicara di semua disiplin panjat tebing, tak hanya speed tetapi juga lead dan boulder. FPTI mengirimkan dua atlet ke kompetisi 18-25 Juli 2026, yaitu Cikal dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Haddan berhasil membawa pulang medali perak di nomor speed U19 putra. Cikal turun di dua disiplin, lead U17 putra dan boulder U17 putra. Capaian Cikal merupakan hal menggembirakan mengingat ia masih atlet muda harapan Indonesia. FPTI berharap ajang ini mampu menambah pengalaman berharga dan jam terbang bagi para atlet. Kompetisi internasional ini juga ditujukan untuk menguatkan mental para atlet muda. Indonesia semakin diperhitungkan di kancah panjat tebing dunia. Prestasi ini menjadi modal berharga untuk pengembangan atlet di masa depan.

Haddan raih perak disiplin speed dalam kejuaraan remaja di Italia

World Climbing Youth Championship Arco.

Atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Haddan Malik Baqmuhyibar meraih medali perak dalam World Climbing Youth Championship Arco di Italia, Rabu. Pelatih timnas panjat tebing disiplin lead Indonesia, Amri, yang turut mendampingi perjuangan Haddan menyatakan pemanjat muda itu menjadi runner-up dalam nomor speed under 19 (U19) putra, setelah kalah melawan wakil dari China Yanze Shi. “Haddan sudah berusaha maksimal, ke depannya masih cukup waktu bagi kami tim pelatih untuk menggemblengnya,” kata dia. Amri menjelaskan dalam babak final, Haddan membukukan waktu 6,21 detik sedangkan lawannya mencatatkan 6,07 detik. Sementara medali perunggu diperebutkan atlet asal Swiss Gilles Meili dan Ruifeng Wang dari China. Gilles Meili menang dengan catatan waktu 4,90 detik sedangkan Wang terjatuh (fall) saat memanjat. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan dua atlet muda untuk berkompetisi di World Climbing Youth Championship Arco, Italia, pada 18-25 Juli 2026. Kedua atlet yang bertanding yakni Ardana Cikal Damarwulan dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Cikal turun di dua disiplin yakni lead under 17 (U17) putra dan boulder U17 putra. Sementara, Haddan dalam nomor speed individual U19 putra. FPTI berharap dengan dikirimnya atlet muda ke ajang internasional mampu menambah pengalaman berharga bagi para atlet. Dengan mengikuti kompetisi internasional, akan mampu menambah jam terbang yang diperlukan atlet untuk berkembang dan menguatkan mental.

Desak Juara, Indonesia Kawin Medali Emas Seri Kejuaraan Dunia

World Climbing Series Chamonix 2026

Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita mengawinkan medali emas seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026, Sabtu (11/7) waktu Prancis atau Minggu (12/7) WIB. Desak meraih medali emas setelah mengalahkan atlet Italia, Giulia Randi. Pada partai final, Desak menorehkan waktu 6,22 detik, sedangkan Randi terpaut 29 second. Tak lama berselang, pada nomor punya giliran Veddriq meraih medali emas. Medali ini digapai peraih medali emas Olimpiade 2024 tersebut saat melawan sesama atlet Indonesia. Pada babak final, Veddriq berhadapan dengan juniornya, Antasyafi Robby Al Hilmi. Catatan waktu Veddriq pada laga final adalah 4,89 detik dan Antasyafi terpaut 22 second. Ini merupakan medali emas pertama Veddriq dalam seri kejuaraan dunia 2026. Atlet 29 tahun ini terakhir kali meraih medali emas seri kejuaraan dunia pada 2023 di Amerika Serikat. Ini seolah jadi isyarat dari Veddriq bahwa ia masih dalam jalur elite. Ambisi Veddriq untuk kembali tampil dalam Olimpiade 2028 bisa terlihat dari prestasi kali ini. Sedangkan bagi Desak, ini adalah medali emas kedua dalam seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026. Sebelumnya Desak meraih medali emas dalam seri Kakow, Polandia. Saat itu Desak unggul atas atlet tuan rumah, Natalia Kalucka. Pada 5 Juli tersebut Desak menorehkan waktu 6,54 detik atau hanya terpaut 0,08 second dengan Kalucka.

Bangga! Veddriq Ini Sabet Medali Emas di Prancis

World Climbing Series Chamonix 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo kembali berdiri di podium tertinggi ajang dunia. Veddriq merebut medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, mengakhiri penantian panjang sejak tampil di Olimpiade. Bagi Veddriq, kemenangan di Chamonix bukan sekadar menambah koleksi prestasi. Medali emas itu menjadi jawaban atas masa-masa sulit yang ia lalui dalam beberapa bulan terakhir akibat cedera yang membuatnya nyaris tak bisa berlatih. Usai menerima medali, Veddriq tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara bergetar, atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu mengaku sangat bersyukur akhirnya kembali meraih emas. “Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia,” ujar Veddriq. Veddriq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap memberikan dukungan di tengah masa pemulihan cedera. “Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia,” katanya. Di balik keberhasilan tersebut, Veddriq mengungkapkan perjuangan yang tidak diketahui banyak orang. Cedera membuatnya datang ke sejumlah seri Piala Dunia, termasuk di Chamonix, tanpa persiapan latihan yang ideal. “Kemenangan ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera,” ungkapnya. Kondisi itu sudah dialaminya sejak seri Madrid dan Krakow. Bahkan hingga tiba di Chamonix, ia mengaku hampir tidak sempat menyentuh dinding panjat karena masih menjalani proses pemulihan. Meski demikian, Veddriq tetap mampu menunjukkan kelasnya. Ia membukukan waktu 4,8 detik pada babak kualifikasi sebelum melaju hingga partai final dan memastikan medali emas menjadi milik Indonesia. “Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah sebuah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini,” tuturnya. Sekedar diketahui, World Climbing Series Chamonix 2026 adalah seri kompetisi panjat tebing internasional bergengsi yang diselenggarakan di Chamonix, Prancis, diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026. Ajang ini mempertandingkan disiplin speeddan lead, serta menjadi salah satu panggung penting. Timnas panjat tebing Indonesia tampil dominan dengan memborong medali emas di nomor speed. Keberhasilan di Chamonix menjadi penegas bahwa mental juara Veddriq belum luntur. Di tengah keterbatasan akibat cedera dan minimnya persiapan, atlet asal Pontianak itu mampu membuktikan diri masih menjadi salah satu pemanjat speed terbaik dunia.

Desak Made sabet emas World Climbing Series Krakow 2026

World Climbing Series Krakow 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet medali emas nomor speed individu putri dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu. “Alhamdulillah Desak meraih emas, ini buah kerja keras atlet dan tim secara menyeluruh,” kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Fitriyani, dikutip dari ANTARA. Berdasarkan laman world climbing, Desak mencatatkan waktu 6,54 detik dalam babak final dengan format 4 lane (jalur) yang diikuti oleh empat peserta. Dalam babak itu, dia bersaing melawan tiga atlet lainnya yakni Natalia Kalucka dan Aleksandra Miroslaw (Polandia), serta Emma Hunt (Amerika Serikat). Untuk posisi kedua ditempati wakil tuan rumah, Kalucka, yang membukukan waktu 6,62 detik. Sementara medali perunggu digenggam Hunt dengan catatan waktu 11,37 detik. Sebelum berjuang di babak semifinal, Desak melawan Hunt, Kalucka, dan Yuju Mou (China) yang juga digelar dengan format empat jalur. Sedangkan di empat jalur lainnya, Natalia Kalucka bersaing melawan Miroslaw, Leslie Adriana Romero Perez (Spanyol), Polina Khalkevych (Ukraina). Dari masing-masing empat jalur tersebut, dua catatan waktu terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Desak dan Hunt serta Kalucka dan Miroslaw. Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya yaitu Raji’ah Sallsabillah dan Kadek Adi Asih terpaksa terhenti di babak perempat final. Mereka sebelumnya lolos dari babak kualifikasi dan 16 besar yang diikuti 32 peserta. Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri itu. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri. Selain ketiga atlet putri tersebut, empat putra yang berlaga yaitu Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Selain nomor individu putra dan putri, ketujuh atlet tersebut juga mengikuti nomor estafet (relay) putra, relay putri, dan relay campuran.

Raharjati rebut perunggu World Climbing Series Krakow 2026

World Climbing Series Krakow 2026

Atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa, menyabet medali perunggu nomor speed individu putra dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu. “Benar, selain Desak yang dapat emas dari individu putri, Raharjati juga merebut medali untuk posisi ketiga atau perunggu,” kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia Fitriyani, dikutip dari ANTARA. Berdasarkan laman world climbing, Raharjati mencatatkan waktu 4,79 detik dalam babak final dengan format 4 lane (jalur) yang diikuti oleh empat peserta. Dalam babak itu, dia bersaing melawan tiga atlet lainnya yakni Samuel Watson (Amerika Serikat), serta duo asal China, Yicheng Zhao dan Shouhong Chu. Untuk posisi pertama atau medali emas ditempati Watson yang membukukan waktu 4,6 detik. Sementara perak digenggam Zhao dengan catatan waktu 4,69 detik. Sebelum berjuang di babak final, Raharjati melawan rekan senegaranya yaitu Aditya Tri Syahria, Chu, dan Luca Robbiati (Italia) yang juga digelar dengan format empat jalur dalam pertandingan semifinal. Sedangkan di empat jalur lainnya, Watson, Zhao, Ryo Omasa (Jepang), dan Matteo Zurloni (Italia). Dari masing-masing empat jalur tersebut, dua catatan waktu terbaik berhasil melaju ke babak final, yakni Raharjati dan Chu serta Watson dan Zhao. Sementara itu, langkah dua wakil Indonesia lainnya yaitu Veddriq Leonardo dan Antasyafi Robby Al Hilni terpaksa terhenti di babak 16 besar yang diikuti 32 peserta. Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia pada 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk berlaga dalam seri itu. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri. Selain keempat atlet putra tersebut, tiga putri yang berlaga yaitu Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji’ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih. Selain nomor individu putra dan putri, ketujuh atlet tersebut juga akan mengikuti nomor estafet (relay) putra, relay putri, dan relay campuran.

Jakarta juara umum Kejurnas Panjat Tebing KU XX FPTI 2026

FPTI Jakarta

Kontingen DKI Jakarta meraih gelar juara umum pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XX Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) 2026, setelah mengoleksi empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu dalam ajang yang berlangsung di Jakarta, 17-22 Juni. Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Anugrah Agung Karokaro menilai hasil kejurnas KU tahun ini menunjukkan perkembangan positif olahraga panjat tebing di daerah, karena dari total 12 medali emas yang diperebutkan, Jakarta hanya merebut empat emas. “Sebaran prestasi yang semakin merata menjadi indikator bahwa kualitas pembinaan atlet muda di berbagai provinsi terus berkembang dan kompetitif,” kata dia di Jakarta, Selasa. Meski Jakarta menjadi juara umum, hasil perolehan emas semakin merata dalam pembinaan atlet panjat tebing usia muda di berbagai daerah. Empat medali emas tuan rumah diraih melalui Rizky Aditya pada nomor boulder U19 putra dan lead U19 putra. Kemudian Keyza Queenme Candley Riwoe pada speed world record (WR) U17 putri dan Amirul Rizqi Febriyansah dari speed WR U19 putra. Selain itu, Jakarta juga memperoleh dua medali perak dari Tristan Andrata dalam nomor boulder U19 putra dan Choirul Alviansyah dari speed WR U17 putra. Sementara satu perunggu disumbangkan Naura Jasmine Rayya Syafiqa dalam nomor speed WR U17 putri. Posisi kedua klasemen akhir ditempati Jawa Tengah (Jateng) dengan torehan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Sementara Bali berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan satu emas, tiga perak, dan satu perunggu. Ketua Umum Pengprov FPTI DKI Jakarta Dyson Toba mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang tampil pada kejurnas tersebut. “Pencapaian ini menjadi modal penting untuk menyiapkan atlet-atlet muda yang nantinya diharapkan mampu bersaing pada level nasional yang lebih tinggi, termasuk menuju PON 2028,” ujar dia. Sementara itu, sisa lima medali emas lainnya direbut oleh masing-masing Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejurnas KU XX FPTI 2026 mempertandingkan 12 nomor dari disiplin boulder, lead, dan speed WR untuk kelompok usia U17 dan U19.

Atlet Panjat Tebing Indonesia Termuda Peraih Medali Emas SEA Games 2025

Podium Panjat Tebing SEA Games 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih medali emas di SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, karena Cikal merupakan atlet termuda dalam kontingen Indonesia yang tampil di ajang olahraga multievent terbesar Asia Tenggara tersebut. Pada kompetisi SEA Games 2025, Cikal yang masih berusia 15 tahun ini turun di nomor lead putra panjat tebing dan menunjukkan performa yang luar biasa sejak babak awal hingga final. Cikal berhasil mencapai titik pegangan tertinggi di antara para pesaingnya, sehingga memastikan dirinya berada di puncak podium sebagai juara. Hasil ini sekaligus menyumbangkan satu medali emas penting bagi tim panjat tebing Indonesia. Kemenangan remaja asal Bandung, Jawa Barat, ini tak lepas dari persiapan matang dan dukungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Sejak awal tahun, ia bersama rekan-rekan tim melakukan rangkaian kompetisi persiapan, termasuk berlaga di kejuaraan regional seperti ASEAN Climbing Championship 2025 di Malaysia. Pengalaman tersebut dianggap penting untuk membentuk kesiapan mental dan teknik menghadapi lawan di SEA Games. Untuk Cikal, SEA Games 2025 menjadi ajang debut besar di tingkat regional. Meski usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengan atlet senior lain, dia mampu mengatasi tekanan kompetisi dan tampil konsisten di setiap babak. Prestasi ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet panjat tebing Indonesia berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan tajinya di panggung internasional. Tercatat kontingen panjat tebing Indonesia berhasil mengumpulkan empat medali emas pada SEA Games 2025, termasuk dari Cikal, Alma Ariella Tsany, antasyafi Robby Al Hilmi, dan Puja Lestari. Perolehan ini menjadi bukti dominasi Indonesia di cabang panjat tebing selama pertandingan berlangsung. Usai sukses meraih medali emas SEA Games 2025, Ardana Cikal Damarwulan langsung menatap target berikutnya, yakni kompetisi tingkat dunia. Ia telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing 2027 dan terus meningkatkan kualitas serta persiapannya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Prestasi Cikal tidak hanya memberikan satu tambahan medali emas bagi kontingen Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kedalaman talenta atlet muda di cabang panjat tebing. Regenerasi yang baik menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam membangun prestasi nasional di cabang olahraga ini. Dengan keberhasilan tersebut, harapan besar pun kini ditujukan agar lebih banyak generasi muda Indonesia terinspirasi untuk menekuni panjat tebing dan membawa nama bangsa lebih tinggi lagi di kompetisi dunia.

SEA Games 2025: Alma Ariella Memanjat Puncak Asia Tenggara

Alma Ariella

Di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025) malam, Alma memukau nyaris semua orang yang datang. Bagaimana tidak, di antara delapan pemanjat putri dan putra yang berlaga di babak final, hanya Alma yang mampu menggapai puncak. Ketika puncak itu diraih, ketika itu pula medali emas dipastikan ada di tangannya. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu bintang masa depan panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Meski usianya masih sangat muda, yakni baru berusia 16 tahun, kiprahnya di berbagai kejuaraan menunjukkan kematangan luar biasa. Setahun lalu, Alma tak pernah membayangkan akan berada di puncak Asia Tenggara. Nama Alma baru muncul setelah menggondol lima medali panjat tebing di PON Aceh-Sumut 2024, tiga di antaranya medali emas. Prestasi gemilang itu diraih ketika Alma turun debutan sekaligus salah satu pemanjat termuda di tim Jawa Timur. Total enam pemanjat tebing lead Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025 sudah ditanamkan pola pikir demikian bahwa SEA Games hanya titik awal. Pesta olahraga se-Asia Tenggara ini adalah batu loncatan menuju ke level lebih tinggi, yakni Asia dan dunia. Alma memahami itu. Titik awal itu sekaligus batu loncatan itu telah Alma lalui. Kini, dirinya mantap menatap puncak-puncak lain dengan level lebih tinggi. ”Harus bertahap, tetapi impian aku dan setiap atlet pasti ke Olimpiade,” ujar Alma.

IFSC Youth Championships 2025: Emas Pertama Untuk Indonesia!

Podium Speed Putra U17 IFSC Youth Asian Championship Guiyang 2025

Atlet panjat tebing muda Indonesia, Haddan Malik Baqmuhyibar meraih medali emas nomor speed putra U17 dalam IFSC Youth Asian Championship Guiyang 2025 di China, Sabtu. Haddan mengungguli atelt tuan rumah, Zhao Yicheng, dalam final. Atlet berusia 16 tahun asal Jakarta itu mendapatkan wildcard setelah Zhang mengalami false start. Atlet panjat tebing Jepang, Sota Saito, kebagian medali perunggu dengan catatan waktu 5,41 detik, demikian hasil perlombaan yang dicatat federasi panjat tebing dunia IFSC Climbing. Tim panjat tebing muda Indonesia juga meraih dua medali perunggu, masing-masing dipersembahkan oleh Naura Jasmine Rayya dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Naura menyumbangkan perunggu dari nomor speed putri U17 setelah mencatatkan waktu tercepat dari wakil Korea Selatan Ham Juyeon. Atlet DKI Jakarta itu mencatatkan waktu 8,96 detik, sementara lawannya 9,08 detik. Untuk medali emas dan perak speed putri U17 diraih China lewat Chunyouxuan Wang dengan 7,25 detik lebih cepat dari atlet Jepang, Natsumi Hara yang mencatat waktu 8,35 detik. Satu medali perunggu lainnya untuk Indonesia dipersembahkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi yang turun dalam speed putra U-19. Pada laga small final, Robby mencatatkan waktu 5,31 detik mengungguli wakil Khazakhstan Damir Toktarov yang menorehkan waktu 7,00 detik. Medali emas dan perak speed putra U19 disabet atlet Korea Selatan, Sangwon Choi, dengan wildcard setelah atlet Jepang, Haku Oishi mengalami false start. Untuk kejuaraan ini Indonesia mengirimkan 15 atlet di berbagai nomor.

Daftar Atlet Indonesia untuk IFSC Asian Youth Championship 2025

Andicha Pratama

Ajang IFSC Youth Asian Championships 2025 akan berlangsung di Guiyang, China, pada tanggal 20–24 Agustus 2025. Kompetisi ini mempertemukan atlet berbakat dari berbagai negara Asia dalam tiga disiplin: Lead, Boulder, dan Speed. Event ini menjadi momentum penting bagi pengembangan atlet muda di level junior hingga remaja yang siap bersaing di tingkat internasional. Pada penyelenggaraan 2025, Indonesia mengirim tim berjumlah 12 atlet muda ke Guiyang. Salah satu yang menonjol adalah Andicha Pratama dari Sumatera Selatan, yang dipilih sebagai spesialis Speed setelah berprestasi di Kejurnas junior. Ini menandakan bahwa pembinaan usia dini di Indonesia mulai membuahkan hasil dengan keluarnya talenta-talenta potensial lintas daerah. Indonesia telah konsisten berpartisipasi sejak edisi sebelumnya. Pada Asian Youth Championship 2024 di Jamshedpur, India, tim Indonesia yang berjumlah 18 atlet menempati posisi peringkat kedua dalam total perolehan medali, di bawah Jepang. Pada edisi tahun lalu, Indonesia meraih 9 medali (4 emas, 1 perak, 4 perunggu). Indonesia unggul di cabang Boulder dan Lead, menunjukkan tren peningkatan kompetisi di antara negara Asia. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari strategi FPTI untuk membangun mental juara sejak usia muda dan mempersiapkan atlet menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles. Dengan pemain muda seperti Andicha dan generasi selanjutnya dari berbagai provinsi, Indonesia berharap meningkatkan prestasi di disiplin Speed, Boulder, maupun Lead. Pengalaman dari partisipasi di kejuaraan Asia dan dunia menjadi landasan kuat mengasah kemampuan teknis, mental, dan strategi kompetisi. FPTI memanfaatkan momentum ini untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang selama ini mendominasi seperti Jepang dan Korea Selatan. Wakil Indonesia pada IFSC Asian Youth Championship 2025 di Guiyang, China: Alma Ariella Tsany (Jawa Timur) Taqiyya Nur Aziza (Yogyakarta) Kinaya Maulidyah (Sulawesi Tengah) Rizky Aditya (DKI Jakarta) Ardana Cikal Damarwulan (Jawa Barat) Bomantara Bintang Prayuda (Jawa Timur) Antasyafi Robby Al Hilmi (DKI Jakarta) Aeifhel Tri Andika (Jawa Tengah) Rerynta AA (Jawa Tengah) Muhammad Rizqullah RSG (Jawa Tengah) Andhica Pratama (Sumsel) Naura Jasmine Rayya Syafiqa (DKI Jakarta) Titan Cahaya Semesta (DKI Jakarta)

Jawa Timur Kembali Juara Umum Kejurnas Panjat Tebing

Jawa Timur kembali menjadi juara umum

Provinsi Jawa Timur (Jatim) merebut juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Senin malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Jatim yang menurunkan 12 atlet mengumpulkan tujuh emas dari total 18 medali emas yang diperebutkan. Selain emas, provinsi itu juga mengoleksi dua perak dan dua perunggu, sehingga total memperoleh 11 medali. Perolehan emas cukup merata bagi Jatim di semua nomor, yakni speed, lead, dan boulder. Dalam klasemen akhir, Jakarta membuntuti di posisi kedua dengan total tujuh medali yang terdiri atas empat emas, satu perak, dan dua perunggu. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Jawa Barat (Jabar) dengan tiga emas, serta masing-masing satu perak dan perunggu alias total lima medali. Sementara itu, daerah yang paling banyak mengumpulkan perunggu adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan lima medali, ditambah masing-masing satu emas dan perak, sekaligus mengantarkan mereka menempati peringkat kelima. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Para peserta merupakan binaan dari Pengurus Daerah FPTI di provinsi masing-masing. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Berikut klasemen akhir kejurnas tersebut (urutan: emas, perak, perunggu, total medali). 1. Jawa Timur 7,2,2,11. 2. Jakarta 4,1,2,7. 3. Jawa Barat 3,1,1,5. 4. Jawa Tengah 2,2,3,7. 5. Kalimantan Selatan 1,1,5,7. 6. Sumatera Selatan 1,0,0,1. 7. Yogyakarta 0,4,0,4. 8. Sulawesi Tengah 0,3,0,3. 9. Sulawesi Selatan 0,2,0,2. 10. Banten 0,1,2,3. 11. Nusa Tenggara Barat 0,1,0,1. 12. Aceh 0,0,1,1. 12. Bali 0,0,1,1. 12. Kalimantan Timur 0,0,1,1. 15. Bengkulu 0,0,0,0. 15. Jambi 0,0,0,0. 15. Kalimantan Barat 0,0,0,0. 15. Kalimantan Tengah 0,0,0,0. 15. Kepulauan Bangka Belitung 0,0,0,0. 15. Kepulauan Riau 0,0,0,0. 15. Lampung 0,0,0,0. 15. Maluku 0,0,0,0. 15. Maluku Utara 0,0,0,0. 15. Sulawesi Utara 0,0,0,0. 15. Sumatera Barat 0,0,0,0. 15. Sumatera Utara 0,0,0,0.

Rizky Aditya Juga Raih Dua Medali Emas

Rizky Aditya

Ada rekor yang tercipta pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025. Rekor tersebut berasal dari dua atlet yang menyabet medali emas dari dua nomor berbeda. Keduanya adalah Ardana Cikal Damarwulan asal Jawa Barat dan Rizky Aditya asal DKI Jakarta. Ardana menyabet medali emas untuk disiplin boulder youth B putra dan lead youth B putra. Sedangkan Rizky, menyabet medali untuk disiplin boulder youth A putra dan lead youth A putra. Rizky mencatatkan skor 84,1 serta 41+ yang membawanya ke podium tertinggi. Usai menyabet dua gelar tersebut, ia mengaku tidak ingin terbuai dengan hasil dua emas dalam nomor boulder youth A putra dan lead youth A putra itu, sehingga memilih fokus untuk menatap kejuaraan selanjutnya. “Pastinya saya berharap bisa dipanggil untuk masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas), tetapi sembari berharap, target yang paling realistis bisa dicapai adalah ikut Popnas di Aceh, yang dimulai pada 1 Juli mendatang,” kata Rizky dikutip dari ANTARA. Ia menjelaskan, masih banyak yang harus dipersiapkan atau diperbaiki dalam menghadapi ajang berikutnya. Sebab, berdasarkan evaluasi dalam kejurnas tersebut, masih banyak kesalahan-kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. “Khusus di nomor boulder, saat memanjat kalau bisa minim kesalahan dan hanya satu kali percobaan saja,” ujar siswa kelas XI atau dua sekolah menengah atas (SMA) tersebut. Rizky menambahkan, selama ini dirinya berlatih sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan persiapan untuk mengikuti kejurnas yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), dilakukan sejak 6 bulan lalu.

Ardana Cikal Damarwulan Sukses Raih 2 Medali Emas di Kejurnas Panjat Tebing

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet panjat tebing asal Kota Bandung Jawa Barat, Ardana Cikal Damarwulan merebut dua medali emas, dalam nomor berbeda dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025, di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, yang berakhir Senin 23 Juni 2025 malam. Pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 yang diikuti 375 peserta dari 26 provinsi ini, ada dua atlet yang menyabet medali emas dari dua nomor berbeda, yakni Ardana Cikal Damarwulan asal Jawa Barat dan Rizky Aditya asal DKI Jakarta. Ardana membukukan nilai sempurna atau TOP untuk dua nomor yang diikutinya, yaitu boulder youth B putra dan lead youth B putra. Sedangkan Rizky, mencatatkan skor 84,1 serta 41+ untuk masing-masing nomor boulder youth A putra dan lead youth A putra. Dua emas dari Ardana Cikal Damarwulan ini membuat Jawa Barat menempati peringkat ketiga dalam klasemen akhir. Jawa Barat total mengumpulkan lima medali, yang terdiri atas tiga medali emas, serta masing-masing satu medali perak dan medali perunggu. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokkan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Seusai lomba, Ardana Cikal mengatakan bahwa keberhasilan merebut dua medali emas dalam nomor berbeda tersebut, tidak membuat dirinya cepat berpuas diri. Ia mengaku, akan tetap berlatih lebih keras guna mewujudkan cita-cita untuk mengharumkan nama bangsa dan negara, di kancah dunia seperti di Piala Dunia hingga Olimpiade. “Saya senang meraih dua emas dan bisa menyelesaikan atau mendapatkan skor TOP, tetapi tantangan ke depan jauh lebih berat sehingga harus tetap fokus,” kata Ardana saat diwawancarai Antara, usai merebut emas di nomor boulder youth B putra dan lead youth B putra, di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Senin malam. Sumber: Pikiran Rakyat

Wakil Jawa Tengah Juara Lead Junior Putri Kejurnas KU Panjat Tebing

Najiha Zahra

Wakil Jawa Tengah (Jateng), Najiha Zahra menjuarai nomor lead junior (18-19 tahun) putri dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, Najiha berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Saya senang sekali karena bisa menang, prestasi ini menjadi penyemangat saya untuk berlatih lebih baik ke depannya,” kata dia usai menerima medali emas. Ia mengaku, pertama kali berlatih panjat tebing sejak 2013 dan setelah itu rutin berlatih untuk meningkatkan kemampuan karena ia memiliki target untuk menjadi wakil Indonesia sekaligus mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah dunia. “Saya mau terus berprestasi dan akan bekerja lebih untuk mencapai cita-cita,” ujar Najiha. Kemenangan itu cukup mengejutkan karena Najiha hanya menempati urutan kelima pada babak sebelumnya. Sementara itu, wakil Sulawesi Tengah (Sulteng) Kinaya Maulidyah berhasil merebut medali perak alias menempati peringkat kedua usai mengumpulkan skor 33+. Sedangkan medali perunggu diraih wakil Kalimantan Selatan (Kalsel) Syifa Nur Azizah setelah mendulang skor 32+. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Sumber: ANTARA

Jatim Kawin Gelar Disiplin Lead Youth Kejurnas Panjat Tebing 2025

Mayra Azalia (kiri layar) dan Alma Ariella

Provinsi Jawa Timur mendominasi di partai final nomor lead putri dalam lanjutan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Sabtu malam. Atlet muda yang mewakili Jawa Timur, Alma Ariella menjuarai nomor lead youth A putri. Sementara untuk nomor lead youth B putri, diraih oleh Mayra Azalia Nabila. Dalam pertandingan nomor lead youth A putri, Alma berhasil mengumpulkan skor 36+ guna mengalahkan tujuh pesaing lainnya pada babak puncak. “Aku tadi kurang yakin membaca jalurnya jadi agak sedikit kurang pintar dan tidak berhasil meraih top, sehingga ke depannya semoga bisa lebih baca jalur dengan lebih yakin,” kata dia usai menerima medali emas. Alma menambahkan, meski Jatim memiliki prestasi yang mentereng karena kerap juara umum di kejurnas, tetapi dirinya tidak merasa terbebani dan memilih untuk bertanding secara lepas atau tanpa khawatir memikirkan hasil akhir. “Ya tadi bertanding saja, menang atau kalah tidak apa-apa, yang penting usaha terbaik sudah dilakukan,” ujar siswa kelas x sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Gresik tersebut. Pertandingan dalam nomor lead youth A putri berlangsung ketat. Terbukti peraih runner-up asal Yogyakarta Naura Jinan Syarifah mendulang skor 36 atau hanya selisih sedikit dari Alma. Bahkan peringkat ketiga yang diraih oleh wakil Banten An Nisa Angelia Panuntun juga mendapatkan skor 36. Namun karena Nisa meraih urutan keempat dan Naura pertama dalam babak sebelumnya, maka wakil tuan rumah harus puas menduduki posisi ketiga. Sementara itu, untuk kategori Lead Youth B, gelar juara berhasil dikawinkan oleh Jawa Timur melalui Mayra Azalia. Ia mengungguli Indah Tiara Azzahra (Kalimantan Selatan) di posisi kedua dan Ibni Balqis Larasati Wardhana di posisi ketiga. Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 diikuti 375 peserta dari 26 provinsi dan dilaksanakan sejak 19 sampai dengan 23 Juni. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun).

FPTI gelar Kejurnas Kelompok Usia persiapkan generasi emas Olimpiade

Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur ke-19

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) ke-19 di Tangerang, Banten, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan atlet-atlet muda untuk menjadi generasi emas Indonesia di Olimpiade mendatang. Ketua Umum FPTI Pengprov Banten Ronald Shandra menilai bahwa Kejurnas tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas para atlet muda, terutama dalam nomor speed youth B. Ia menyebut bahwa persaingan ketat dan peningkatan catatan waktu yang signifikan menjadi indikator positif perkembangan atlet usia dini. “Dari kejuaraan-kejuaraan Kelompok Umur yang sudah berjalan, kemarin terakhir tahun 2024 di Pinrang, sekarang ada di Tangerang, ini kualitas anak-anaknya sudah meningkat,” kata Ronald kepada ANTARA di Tangerang City Sport Climbing Center, Tangerang, Banten, Kamis. “Kalau mereka berlatih terus, kita optimistis generasi yang sekarang ini akan menjadi generasi emasnya Indonesia ini untuk di Olimpiade akan datang.” Ronald menambahkan bahwa para juara akan tetap menjalani pembinaan di daerah masing-masing. Untuk bisa masuk ke tim nasional, para atlet harus melalui proses seleksi bertahap. Beberapa peserta saat ini sudah masuk ke dalam timnas junior, namun untuk masuk ke tim senior diperlukan jenjang lanjutan. “Juara-juara ini tetap akan dilatih oleh daerahnya masing-masing dan di tempat pelatihannya masing-masing. Kalau ke timnas dan lain-lain itu memang akan mencapai ke sana. Tapi prosesnya masih ada butuh tahapan-tahapan lagi, tidak langsung masuk kepada tim nasional,” ujar Ronald. “Tapi ini sudah ada beberapa atlet di sini sudah di timnas junior sudah ada, tapi kalau timnas senior butuh tahapan lagi.” Sementara itu, Wakil Ketua IV KONI Kota Tangerang Arsani Maedi menyampaikan bahwa olahraga panjat tebing saat ini semakin diminati masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan 27 provinsi dalam Kejurnas tahun ini dari total 29 provinsi yang telah tergabung dalam FPTI. “Saat ini, dunia olahraga panjat tebing memang sedang digandrungi ya, maka terbukti, saat ini anggota federasi panjat tebing Indonesia di Indonesia itu ada 29 provinsi, yang mendaftar untuk tahun ini ada 27 provinsi,” kata Arsani. Kejurnas Panjat Tebing KU Tangerang mempertandingkan 18 nomor berlangsung pada 19–23 Juni di Tangerang City Sport Climbing Center. Sumber: ANTARA

Kiromal Katibin Juara IFSC Climbing World Cup 2025

IFSC Climbing World Cup 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup Denver 2025, Amerika Serikat pada Minggu sore, (01/06) waktu Colorado Amerika Serikat. Bertanding di nomor speed putra, Kiromal dinyatakan sebagai juara setelah berhasil mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik saat menjalani kualifikasi di hari sebelumnya 1 hari sebelum kompetisi dihentikan karena faktor cuaca. Sebelum dihentikan, Katibin juga sempat menjalani babak perdelapan final dengan mengalahkan wakil Italia dengan waktu 4,87 detik. Sesaat setelah itu, hujan turun dan kompetisi dihentikan. Penyelenggara IFSC mengumumkan bahwa badai dan hujan deras yang melanda Denver membuat babak perempat final, semifinal dan final terpaksa dibatalkan demi keselamatan atlet. Berdasarkan keputusan darurat, hasil terakhir dari babak kualifikasi dijadikan dasar penentuan peringkat akhir — dan catatan waktu Kiromal yang impresif memastikan tempatnya di puncak podium. Sebelumnya, atlet asal Batang, Jawa Tengah ini tampil dominan di babak kualifikasi dengan catatan waktu 4,83 detik di Lane A dan 4,91 detik di Lane B. Konsistensinya di setiap fase menunjukkan bahwa ia layak menjadi yang terbaik di antara para pemanjat tercepat dunia. Kemenangan ini melanjutkan performa gemilang Kiromal, setelah sebelumnya ia meraih dua medali perunggu di seri Wujiang dan Bali pada Mei lalu. Dengan torehan ini, Kiromal semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu atlet speed papan atas dunia dan memperkuat nama Indonesia di panggung olahraga panjat tebing internasional. Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Ical Umarella, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. “Konsistensi dan fokus jadi kunci utama kemenangan Kiromal hari ini. Meski kondisi cuaca memaksa final dibatalkan, ia sudah menunjukkan performa terbaiknya di saat yang krusial. Ini adalah buah dari latihan keras dan kerja tim yang luar biasa,” ujar Ical di Denver. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, juga turut menyampaikan apresiasi. “Prestasi ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia. Ini bukan hanya kemenangan Kiromal, tapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Yenny. Selain Kiromal, Indonesia juga diwakili oleh Alfian M. Fajri, yang harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi. Alfian mencatatkan waktu terbaik 5,30 detik (Lane A) dan 5,49 detik (Lane B). Meski belum berhasil melaju ke babak lanjutan, dukungan penuh tetap mengalir untuk Alfian dari seluruh tim.

Kejuaraan Panjat Tebing DKI Jakarta Sukses Digelar

Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar DKI Jakarta 2025

Sekitar 200 pelajar mulai dari tingkat TK hingga SLTA se Jabodetabek, ikut bertanding dalam Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar DKI Jakarta 2025. Event yang prakarsai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta ini dilaksanakan di Jakarta International Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur, mulai 16 hingga 18 Mei 2025. Kompetisi ini sendiri mempertandingkan 20 nomor perlombaan yang diikuti 10 murid Taman Kanak-kanak (TK), 115 pelajar SD, 60 SMP, dan 15 pelajar SMA. “Tidak hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebagai upaya membudayakan olahraga panjat tebing di kalangan pelajar, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi sejak usia dini,” ungkap Andri Yansyah, saat membuka event ini, Jumat (16/5). Ia mengatakan, hanya Jakarta yang memiliki fasilitas panjat tebing berskala internasional. Maka itu, Andri menilai pentingnya memanfaatkan fasilitas olahraga yang sudah dimiliki. Menurutnya, fasilitas yang ada harus sejalan dengan prestasi atlet. “Tidak ada daerah lain yang memiliki fasilitas selengkap ini. Kurang pas kalau atlet-atlet Jakarta tidak meraih medali. Ini menjadi cambuk bagi kita semua, pemerintah, pelatih, bahkan atletnya sendiri,” katanya. Andri mengingatkan, panjat tebing akan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan pada ajang POPNAS pada November 2025 mendatang. Dengan infrastruktur, pelatih, dan pembinaan yang memadai, tegas Andri Yansyah, tidak ada alasan bagi atlet panjat tebing Jakarta untuk tidak menorehkan prestasi terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Fasilitas, atlet pelatihnya, semua sudah oke. Tidak ada alasan lagi kita tidak bisa meraih prestasi terbaik,” tandasnya.

Kaltim Siapkan Regenerasi Lewat Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur

Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur Kalimantan Timur tahun 2025

Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur Kalimantan Timur tahun 2025 resmi digelar di Arena Panjat Tebing Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, 7–13 Mei 2025. Sebanyak 100 atlet dari 10 kabupaten/kota di Kaltim turut ambil bagian dalam kejuaraan tahunan, yang menjadi ajang seleksi sekaligus pembinaan bagi atlet muda. Mereka akan bertanding dalam berbagai kategori usia dan nomor, mulai dari lead, speed hingga boulder. Ketua Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Balikpapan, Jundi Rahmad Danny, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Balikpapan sebagai penyelenggara kejuaraan penting ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Balikpapan telah dua kali menjadi tuan rumah dan kami akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan,” kata Jundi saat pembukaan kejuaraan, Jumat (9/5/2025). Jundi menambahkan, FPTI Balikpapan berkomitmen untuk melengkapi fasilitas panjat tebing yang ada, agar kota ini bisa menjadi pusat pelatihan sekaligus langganan tuan rumah kejuaraan panjat tebing di masa depan. “Dengan fasilitas yang memadai, kami berharap atlet-atlet muda di Balikpapan maupun dari daerah lain bisa lebih optimal berlatih dan bertanding,” tambahnya. Ketua Pengprov FPTI Kaltim, Misbachul Choir, menegaskan bahwa Kejurprov ini bukan sekadar kompetisi, tapi menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang bagi panjat tebing Kaltim. “Kejuaraan ini adalah agenda tahunan yang wajib dilaksanakan. Kami bangga karena seluruh pengcab dan pengkot bersedia menurunkan atlet-atlet mudanya,” ujar Misbachul. Menurutnya, pembinaan usia dini sangat krusial. Pada PON 2024 lalu, terbukti bahwa atlet-atlet muda daerah lain bisa bersaing bahkan mengungguli para seniornya. “Usia memang tidak bisa ditipu. Atlet muda punya keunggulan fisik dan semangat. Tapi mereka tetap butuh pendampingan dan pembinaan serius,” ucapnya. Misbachul juga menjelaskan bahwa para juara Kejurprov akan dikirim mewakili Kaltim pada Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur yang akan digelar di Tangerang pada Juli 2025. “Kami ingin memberi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menguji kemampuan di tingkat nasional. Mereka ini nantinya yang akan jadi tulang punggung Kaltim dalam kejuaraan-kejuaraan besar,” ujarnya. Sumber: IDN