Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melepas Kontingen Indonesia menuju Olimpiade 2024 Paris di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/7) sore. Presiden berpesan agar atlet Indonesia meraih medali dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. “Rakyat menginginkan bendera Merah Putih dikibarkan di arena olimpiade, lagu Indonesia Raya dikumandangkan di arena olimpiade dan saudara-saudara pulang membawa medali, sekali lagi selamat bertanding harumkan nama Indonesia mata dunia,” pesan Presiden Jokowi. “Dan dengan mengucap basmallah, pada sore hari ini secara resmi saya berangkatkan tim Indonesia menuju Olimpic Games ke-33 Paris tahun 2024,” kata Presiden Jokowi didampingi Menpora Dito dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Menurut Presiden, delegasi Indonesia yang akan bertanding di event olahraga paling bergengsi itu merupakan atlet-atlet pilihan hasil seleksi ketat. “Saya tahu untuk menjadi anggota delegasi ke olimpiade ini seleksinya sangat ketat. Jadi, saudara-saudara adalah atlet-atlet pilihan yang diseleksi secara ketat, atlet pilihan yang akan tampil diajang dunia yang sangat bergengsi yaitu arena Olimpiade,” jelasnya. Mata dunia, lanjut Presiden, akan tertuju semuanya pada penampilan para atlet dan juga rakyat Indonesia juga akan tertuju semuanya kepada atlet Indonesia dan akan mengelu-elukan serta menaruh banyak harapan kepada atlet-atlet Indonesia. “Oleh karena itu, persiapan diri dengan baik siapkan fisik, siapkan mental, siapkan diri untuk bertanding dan harapan kita semuanya semoga berhasil dan menang dan membawa pulang medali,” tegas Presiden Jokowi. “Saya tahu di arena pertandingan nanti lawan saudara-saudara pasti banyak orang- orang terbaik dari seluruh dunia, pasti sangat berat kita tahu. Tapi, saya pesan semuanya harus optimis, bertandinglah dengan penuh semangat,” pungkasnya.

Pebiliar Cilik Ode Nandra Akan Disiapkan Jadi Atlet Junior

Pebiliar cilik, Ode Nandra, akan dipersiapkan menjadi atlet junior di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, mengatakan bahwa bakat yang dimiliki oleh anak 10 tahun itu harus mendapat pembinaan di tangan yang tepat. “Intinya kami terus mendukung biar jalurnya benar dan maksimal. Dia juga menurut saya harus masuk klub yang bagus,” ujar Dito seperti dilansir dari laman Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ode Nandra merupakan pebiliar cilik asal Banjar Teges Kaja, Gianyar, Bali. Aksinya di meja biliar yang memukau sempat viral di media sosial dan menarik atensi publik luas. Menpora kemudian merespons dengan mengirim tim scouting untuk Ode. Tujuannya, agar bintang belia itu mendapat edukasi dan pembinaan yang memadai supaya bisa menjadi atlet berprestasi pada masa depan. Dito mengatakan bahwa saat ini komunikasi dengan POBSI terkait Ode terus dilakukan. Dia menilai jalur pembinaan melalui federasi itu akan bisa mengembangkan bakat yang dimiliki Ode. “Nanti kami terus dukung. Sayang jika tak dibina tak bisa tersalurkan bakatnya. Terus ditindaklanjuti, ya,” ujar Dito. Ode yang saat ini tengah menimba ilmu di sekolah dasar kelas IV sempat diundang tampil dalam ekshibisi biliar kelas dunia PB POBSI bertajuk 10 Ball The Real King di Atrium F3, FX Mall, Jakarta. Acara tersebut juga menghadirkan pebiliar cilik Indonesia lainnya, yakni Kenny Franson. Selain itu, dua juara dunia, Francisco Sanchez Ruiz dari Spanyol serta Albin Ouschan dari Austria, pun turun mengambil bagian. Sumber: VOI

UBL Gelar Kejuaraan Tenis Meja Antar Pelajar, Pemenang Dapat Beasiswa

Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar kejuaraan UBL Open 2024 Tenis Meja Piala Rektor Tingkat SMA yang dengan hadiah beasiswa kuliah gratis bagi pemenang. Acara ini merupakan kerja sama Universitas Budi Luhur dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). “Persiapannya tidak sampai satu bulan, langsung kita eksekusi,” ujar Rektor Universitas Budi Luhur Agus Setyo Budi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 2 Maret 2024. Agus Setyo menyampaikan para atlet muda ini merupakan bibit yang luar biasa. Dia meyakini jika calon mahasiswa sering ditempa sportivitas, mentalnya akan sportif. “Hal-hal yang curang tidak akan dilakukan oleh seorang atlet, yang mana sportifitas sudah menjadi faktor kebiasaaannya,” ujarnya. Ketua Panitia Dwi Prijono Soesanto menjelaskan ada dua kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan kali ini. Ada tunggal putra dan tunggal putri. Juara pertama sampai ketiga menerima uang pembinaan, piala, sertifikat, dan voucher beasiswa. Dwi Priyono mengatakan total jumlah peserta 116 atlet yang berasal dari Jabodetabek. “Putra 74 orang, putri 42 orang. Jumlah seluruhnya ada sekitar 116. Untuk asal peserta hampir rata (sejabodetabek). Bogor ada, Depok ada. Hampir merata,” katanya. Dwi menuturkan kejuaraan yang digelar hingga 3 Maret 2024 ini juga memperebutkan piala Rektor. Rencananya, kegiatan serupa bakal jadi agenda rutin UBL. “Bahkan nanti kita tingkatkan menjadi event seluruh Indonesia. Kita sudah ada jaminan dari Kemenpora, bahwa event ini akan jadi event nasional dan menjadi agenda persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia,” tegasnya. Ia berharap kejuaraan ini juga dapat membantu menjaring atlet muda berbakat untuk tim nasional. Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin kelak akan menyumbang prestasi di tingkat dunia. Sumber: Medcom.id

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengatakan pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam menyejajarkan prestasi sanda dengan taolu. Ngatino mengaku sudah mengantongi sejumlah poin hasil dari evaluasi Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, yang berakhir, Sabtu. “Kami akan canangkan ke depannya untuk program pembinaan. Bukan hanya taolu, tetapi juga sanda. Tetapi yang menjadi prioritas adalah sanda. Ini PR besar ke depannya agar dua-duanya jalan. Ada prestasi di taolu, demikian juga sanda,” kata Ngatino. Indonesia selaku tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 dapat dikatakan sukses besar dengan menempati posisi tiga besar setelah mengantongi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Hasil tersebut juga melampaui target yang dicanangkan Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yakni enam emas. Namun yang perlu digarisbawahi, semua emas yang diraih berasal dari atlet taolu atau seni. Sedangkan sanda atau nomor tarung, prestasi tertinggi di WJWC 2022 adalah mendapat perunggu. Meski secara umum target enam emas terlampaui, yang perlu diingat Airlangga Hartarto sempat mengatakan dua emas di antaranya berasal dari sanda. Namun nyatanya tak terpenuhi. Ngatino pun mengatakan pola pembinaan taolu dan sanda belakangan memang berbeda. Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19. Atlet taolu yang tampil di WJWC 2022 merupakan atlet terbaik di kelas masing-masing yang terpilih masuk program pelatnas berkat prestasi yang ditunjukkan selama mengikuti kejuaraan secara virtual selama pandemi COVID-19. Berbanding terbalik dengan sanda yang memang mengharuskan atlet bertatap muka dan bertarung di atas ring. “Untuk sanda, karena pandemi kami tidak bisa mengikuti pola seperti taolu, karena mereka harus fight. Semoga setelah pandemi menghilang, kami bisa lakukan itu. Itulah peran dari dewan kehormatan yang mendukung selama ini,” kata Ngatino. Sebagai cabang yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Ngatino mengatakan wushu akan terus melanjutkan program pembinaan secara berkesinambungan. Selanjutnya, PB WI bakal melanjutkan program untuk persiapan atlet wushu Indonesia berlaga di Olimpiade Remaja di Dakar, Senegal pada 2026. “Kami akan mengambilnya dari yang sekarang, tetapi tidak menutup kemungkinan dari yang baru juga bisa kami orbitkan. Tinggal nomornya. Kami belum tahu nomor apa yang dipertandingkan di Youth Olympics Games 2026 nanti. Setelah atlet pulang ke daerahnya masing-masing, kami akan kembali melakukan pembinaan,” ujar Ngatino.

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia selaku tuan rumah mengakhiri Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di posisi tiga besar dalam daftar perolehan medali. Secara keseluruhan, skuad Merah-Putih mengoleksi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu dalam ajang yang secara resmi ditutup Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu. Iran menjadi negara peserta paling sukses dengan 13 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Kemudian Tiongkok di bawahnya dengan 10 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Prestasi Indonesia pada WJWC edisi kedelapan ini meningkat signifikan dibanding dengan edisi sebelumnya di Brazil pada 2018 ketika Indonesia berada di posisi 11 dengan mengantongi 2 emas, 10 perak, 7 perunggu. Adapun penyumbang emas terakhir Kontingen Indonesia di WJWC 2022 adalah Rainie Elena Liem dari nomor qiangshu kelompok junior B putri. Atlet asal Sasana Rajawali Sakti ini mengantongi 9,176 poin. Medali perak diraih Oubu Ishii dari Jepang dengan 9,100 poin dan Kim Caeyoung dari Korea Selatan meraih perunggu dengan 8,983 poin. Sementara itu, Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Gunawan Tjokro mengatakan sebagai tuan rumah, Indonesia patut bersyukur berhasil menempati posisi tiga besar. “Indonesia dapat 10 medali emas. Sebenarnya tingkat medali emas kita sama dengan Tiongkok, tetapi kita kalah satu poin di perak. Sehingga secara keseluruhan kita di posisi tiga,” kata Gunawan. “Tetapi kalau dipisah antara taolu dan sanda, karena dengan perolehan 10 medali emas di taolu, Indonesia masih yang teratas. Karena kita tahu sandanya diborong Iran. Jadi sebagai tuan rumah, posisi ketiga kita syukuri. Artinya ada kemajuan. Dengan target 6 emas, kita sudah mendapat 10,” katanya menambahkan. Indonesia memang mendominasi nomor taolu dengan 10 emas. Sedangkan Tiongkok menghasilkan 7 emas dari taolu dan Iran mendapatkan 6 emas. Hanya saja, Iran memperkokoh dominasinya dengan meraih 7 emas dari nomor sanda atau tanding. Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen dari semua negara yang berpartisipasi pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 60 kontingen yang telah hadir dan berpartisipasi kepada pemerintah, Kemenpora, Pemerintah Tangerang dan Banten, serta sejumlah donatur yang membantu acara ini terlaksana dengan baik,” ujar Airlangga. “Juga kepada sejumlah perusahaan yang datang dan untuk menyaksikan wushu, terima kasih. Karena tanpa dukungan kalian kegiatan ini tidak terlaksana,” pungkas Airlangga.

Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Target Medali Emas Tercapai, Menpora Harapkan Indonesia Tambah Lagi

Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Target Medali Emas Tercapai, Menpora Harapkan Indonesia Tambah Lagi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, berharap atlet wushu Indonesia bisa menambah kembali medali emas pada hari ketiga yang berlangsung hari ini Kamis (8/12/2022). Ia menyebut Kontingen Wushu Junior Indonesia sudah meraih sukses prestasi dengan mengoleksi 6 medali emas dan 1 perunggu pada hari kedua Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang berlangsung di ICE BSD City Tangerang, Banten, Rabu (7/12/2022). Ajang yang melibatkan 60 negara dan 2 region (Hongkong dan Macau) ini memperebutkan 71 medali emas (45 Taolu dan 17 Sanda) baru akan berakhir Sabtu, 10 Desember 2022. “Saya kira sukses prestasi sudah kita raih dengan keberhasilan Kontingen Wushu Junior Indonesia mengoleksi 6 emas dan 1 perunggu pada hari kedua pelaksanaan Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Dan, saya berharap medali emas bisa bertambah lagi karena waktu pelaksanaan masih panjang,” kata Menpora Amali yang hadir langsung menyaksikan penampilan atlet-atlet wushu Indonesia. Apa yang telah dicapai Pasukan Garuda Muda tersebut, kata Menpora Amali, sebagai bukti bahwa program pembinaan olahraga wushu Indonesia yang dilakukan PB WI sudah semakin baik. Apalagi, cabang olahraga (cabor) wushu masuk dalam daftar cabor Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Saya kira luar biasa. Mudah-mudahan akan semakin baik pembinaannya ke depan. Karena ini kejuaraan junior dan tujuannya ada yakni Road to Youth Olynmpic Games 2026 Dakkar, Senegal, mereka dipersiapkan lebih baik lagi,” imbuh Menpora Amali. Selain sukses prestasi, kata Menpora Amali, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto juga telah meraih sukses penyelenggaraan dan sukses ekonomi. “Saya mendapatkan informasi baik dari Wakil Presiden IWUF dan Sekjen IWUF bahwa mereka sangat senang dengan penyelenggaraan yang dilakukaan Indonesia,” kata Amali. Sementara itu, Direktur Media Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ilham Permana mengatakan, PB WI meraih tiga sukses tidak terlepas dari peran dan dukungan media. “Atas nama panitia dan PB WI, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman wartawan dari media cetak, elektronik maupun online,” kata Ilham Permana yang juga Wakil Ketua Umum II PB WI.

Medali Emas Dari Thalia Marvelina untuk Indonesia dan Orang Tua

Medali Emas Dari Thalia Marvelina untuk Indonesia dan Orang Tua

Torehan membanggakan mampu diukir atlet wushu putri junior, Thalia Marvelina Tanzil, yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, (7/12) siang. Thalia Marvelina berhasil meraih medali emas dari cabang Taolu Nomor Daoshu Grup B Putri. Thalia mengatakan bahwa, dirinya tidak pernah menyangka akan mendapat medali emas. Sangat bangga bisa persembahkan medali emas. Medali ini saya persembahkan untuk Indonesia dan kedua orang tua saya yang telah membimbing sejak kecil. Pada kejuaraan dunia wushu jujior tahun ini Thalia Rainie Elena Liem akan berkompetisi di nomor taolu kategori Junior B Putri. Bagi Thalia Marvelina Tanzil ini kedua kalinya masuk dalam Timnas Wushu Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior. Ia sudah ambil bagian pada World Junior Wushu Championship (WJWC) sebelumnya, yakni persaingan ketujuh di Brasilia, Brasil. Pada WJWC VII 2018 itu remaja putri kelahiran Surabaya, Jatim, 3 April 2008 ini berhasil meraih medali perunggu. “Saya kali ini berhasil mempersembahkan medali emas. Besok masih ada satu nomor lagi, semoga saya bisa kembali lagi mendapat emas,” kata Thalia Marvelina Tanzil. Pelajar SMPK Angelus Custos 1 Surabaya yang menggeluti olahraga wushu sejak kecil ini dipanggil ke Pelatnas Wushu Junior setelah meraih 3 medali emas di Junior Grup B Putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2022 memperebutkan Piala Presiden.

PB WI Proyeksikan Atlet Junior di WJWC 2022 untuk Olimpiade 2032

PB WI Proyeksikan Atlet Junior di WJWC 2022 untuk Olimpiade 2032

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto mengatakan wakil Merah Putih yang turun dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 adalah atlet yang dipersiapkan untuk Olimpiade 2032. Wushu sejauh ini memang belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Namun, Airlangga optimistis olahraga bela diri asal China itu bisa dipertandingkan pada Olimpiade 2032. Peluang ini terbuka mengingat wushu sudah tersebar di lebih dari 50 negara. Terlebih lagi, wushu sudah terdaftar sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade Remaja V/2026 di Dakar, Senegal. “Mereka yang tampil di Kejuaraan Dunia Junior adalah atlet masa depan Indonesia dan dalam 10 tahun ke depan mereka yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2032. Dan, saya akan melaporkannya kepada Pak Presiden Jokowi,” kata Airlangga dalam acara Pelepasan Kontingen Wushu Indonesia untuk WJWC 2022 di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (1/11/2022) malam. Untuk itu, Airlangga berharap atlet wushu Indonesia yang tampil di WJWC 2022 yang bergulir di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-10 Desember, bisa memberikan yang terbaik, sekaligus mempersembahkan target meraih empat medali emas bagi Indonesia. “Bertanding dengan sepenuh hati, semangat tinggi dan percaya diri untuk kebanggaan dan kehormatan diri, keluarga, daerah, bangsa dan negara Indonesia serta tetap mengedepankan sportivitas untuk mencapai prestasi terbaik,” ujar Airlangga. Secara keseluruhan, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang terdiri dari 12 atlet taolu dan 11 atlet sanda. Mereka adalah yang terbaik setelah PB WI sebelumnya melakukan berbagai tahapan seleksi. Selama persiapan, atlet taolu dengan masing-masing enam atlet putra dan putri berada di bawah arahan pelatih asal China, Zhang Yong Sheng dibantu David Hendrawan (DKI Jakarta) dan Probo Muljono (Jawa Timur). Sementara 11 atlet yang terdiri dari delapan putra dan tiga putri juga diasuh pelatih China Xia Hong dibantu Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah), Mohammad Selamat (Jawa Tengah), dan Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara). “Kondisi atlet semuanya dalam kondisi siap dan semangat. Tidak ada cedera dan semuanya siap bertanding. Saya optimistis target tiga emas taolu dan satu dari sanda bisa terpenuhi,” kata Chef de Mission Indonesia (CdM) Kontingen Wushu Indonesia, Doddy Rahadi. “Ya, kami optimistis bisa memenuhi target yang dicanangkan pak Airlangga Hartarto,” tambah Manajer Taolu, Herman Wijaya. Kesiapan Pasukan Garuda juga disampaikan pelatih Taolu, Probo Muljono dan pelatih Sanda, Muhammad Slamet. “Seluruh atlet Taolu sudah tampil. Banyak kemajuan yang dialami mereka selama menjalani program latihan yang diberikan Zhang Yong Sheng baik fisik maupun teknik,” kata Probo. “Anak-anak Sanda memamg belum.punya pengalaman bertanding di ajang internasional. Mereka bukan hanya ditopang dengan kondisi fisik tetapi teknik serta mental bertandingnya sudah siap menghadapi pertarungan ketat di kejuaraan dunia nanti,” timpal Muhammad Slamet. Kontingen Wushu Junior Indonesia: Chef de Mission (CdM): Doddy Rahadi Team Manager Taolu: Herman Wijaya Team Manager Sanda: Sudarsono Psikolog: dr Henny Setyawati Pelatih Taolu: 1. Zhang Yong Sheng (Tiongkok) 2. David Hendrawan (DKI Jakarta) 3. Probo Muljono (Jawa Timur) Pelatih Sanda: 1. Xia Hong (Tiongkok) 2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah) 3. Mohammad Selamat (Jawa Tengah) 4. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara) Atlet Taolu Junior A Putra: 1. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta) 2. Rainer Reinaldy Ferdiansyah (Jawa Timur) Junior A Putri: 1. Kylie Suyoyo Kwok (DKI Jakarta) 2. Ivana Beatrice Liestio (DKI Jakarta) Junior B Putra: 1. Zamurai Alkensoe Damara (Jawa Tengah) 2. Carlson Ong (Jambi) Junior B Putri: 1. Thailia Marvelina Tanzil (Jawa Timur) 2. Rainie Elena Liem (DKI Jakarta) Junior C Putra: 1. Bradley Jason (Jawa Timur) 2. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta) Junior C Putri: 1. Billie Karina The (DKI Jakarta) 2. Anasera Zahraa Haryoso (Bali) Atlet Sanda Pra Junior Putra: 1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah) 2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah) 3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat) Junior Putri: 1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah) 2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah) 3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah) Junior Putra: 1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah) 2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah) 3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah) 4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah) 5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utara)

Jelang Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ini Target Tuan Rumah Indonesia

Jelang Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ini Target Tuan Rumah Indonesia

Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 5-11 Desember mendatang. Untuk menyambut ajang yang semakin dekat tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait di Kemenpora, Jakarta, pada Selasa (22/11/2022). Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dan panitia penyelenggara Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Menpora Amali menginginkan Kejuaraan Dunia Wushu Junior tahun ini di Indonesia dapat berjalan lancar, aman, dan sukses. “Sore ini saya mengundang PB Wushu Indonesia dan panitia penyelenggara Kejuaraan Dunia Wushu Junior untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan agar tahu juga seberapa jauh persiapan yang telah dilakukan,” kata Menpora Amali dalam siaran pers yang diterima, Rabu (23/11/2022). Menpora Amali menambahkan, target Indonesia sebagai tuan rumah tidak hanya memastikan kejuaraan berjalan lancar dan sukses. Namun, Indonesia juga ingin meraih prestasi pada ajang tersebut. “Kami sama-sama ingin bagaimana kejuaraan dunia ini sukses, lancar, dan tidak ada hambatan. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Atlet dijaga betul ya jangan sampai ada yang cedera,” tutur Amali. Sementara itu, Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, menyampaikan bahwa pihaknya sudah siap untuk menggelar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Ngatino menuturkan, persiapan kompetisi yang akan diikuti oleh 61 negara tersebut sudah mencapai 90 persen. “Hari ini rapat koordinasi yang dipimpin pak Menpora Zainudin Amali. Semuanya sudah dilaporkan baik kesiapan pelaksanaan, keamanan, hingga persiapan atlet dan lainnya,” ucap Ngatino. “Semua harus disiapkan dengan sebaik mungkin, segala hal harus diantisipasi,” imbuh dia. Pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior tahun ini, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang diberi target meraih empat medali emas. “Persiapan kami sudah 90 persen. Peserta yang ikut ada 61 negara. Semua atlet kami sudah siap. Mereka direkrut dari ajang-ajang pertandingan sebelumnya,” ujar Ngatino. “Target kami bisa meraih empat medali emas. Mohon doanya agar pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar dan kami juga sukses prestasinya,” kata Ngatino mengakhiri.

Luncurkan Gebyar Olahraga Pendidikan, Ini Tujuan Kemenpora

Luncurkan Gebyar Olahraga Pendidikan, Ini Tujuan Kemenpora

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) meluncurkan program Gebyar Olahraga Pendidikan di Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring atlet usia dini yang belum tersentuh pembinaan. “Gebyar Olahraga Pendidikan ini ada dua tujuan besar, pembudayaan dan irisan prestasi yang ditunggu di ujung. Pembudayaan berdampak pada kebugaran, pada akhirnya meningkatkan produktifitas sebagai siswa,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Suyadi, Jumat (11/11). Program tersebut mengangkat tema ‘Kita Siapkan Pembinaan Usia Dini, Untuk berprestasi di Masa Depan’. Suyadi mengatakan, kegiatan yang berlangsung pada 9-11 November 2022 ini juga sebagai wadah penyaluran minat dan bakat siswa di Yogyakarta. “Indeks kebugaran baik, tidak sering sakit, itu tujuan utam olahraga pendidikan. Di sisi lain, dengan potensi dan pembinaan yang bagus, maka bibit atlet akan menjadi atlet-atlet potensial di masa depan. Itu irisan yang harus di bangun,” terang Suyadi. Gebyar Olahraga Pendidikan ini berlangsung di beberapa tempat, yaitu di Stadion Mandala Krida, Gedung Wana Bhakti Yasa, GOR Amongrogo, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Program di dalamnya mengkolaborasi 3 sub kegiatan, yaitu festival olahraga pendidikan untuk jenjang SD-SMP-SMA, kompetisi olahraga pendidikan untuk jenjang SD-SMP-SMA, dan kompetisi olahraga KKO jenjang SMA. Cabang olahraga yang dipertandingkan untuk Festival Olahraga Pendidikan adalah atletik dan pencak silat. Sedangkan kompetisi olahraga pendidikan ada cabang olahraga bola voli mini, panjat tebing, dan senam SKJ 2022. Selanjutnya kompetisi olahraga KKO jenjang SMA pada cabang olahraga atletik, bulutangkis, bola voli, basket, catur, karate, panahan, pencak silat, renang, sepakbola, sepak takraw, senam, taekwondo, dan tenis lapangan. Adapun jumlah peserta festival olahraga mencapai 249 orang dan kompetisi KKO 1.319 peserta. Sehingga total peserta Gebyar Olahraga Pendidikan adalah 1.568 orang. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan terbitnya Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) merupakan perwujudan semangat dan harapan pemerintah pusat dan daerah serta segenap stakeholder dalam pembinaan secara berjenjang dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga Indonesia. Namun yang lebih penting adalah bagaimana olahraga dapat menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat, bugar dan aktif dimasa mendatang khususnya bagi pelajar di seluruh Indonesia.

Piala Kasad Liga Santri 2022, Cari Bibit Generasi Muda Berpotensi

Piala Kasad Liga Santri 2022, Cari Bibit Generasi Muda Berpotensi

Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, Dwijayanto Sarosa Putera, menghadiri pembukaan Piala Kasad Liga Santri 2022 di Stadion Merdeka, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (20/6). Dwijayanto mengapresiasi bergulirnya Liga Santri tahun ini yang diikuti pondok pesantren dari berbagai daerah. Ia berharap ajang tersebut bisa dijadikan wadah untuk mencari bibit atlet sepak bola. “Pesertanya banyak dan disambut dengan sangat antusias, baik dari santri maupun masyarakat. Ini merupakan langkah yang tepat dan bagus dalam rangka mencari bibit atlet sepak bola,” kata Dwijayanto. Menurutnya, terselenggaranya Liga Santri ini jadi ajang silaturahmi. Selain itu juga sekaligus meningkatkan kemampuan dalam bertanding sepak bola serta solidaritas antarsantri. “Tentu ini sangat diapresiasi pelaksanaan Liga Santri. Saya menyaksikan klub yang bertanding hari ini sangat luar biasa. Mereka memiliki potensi dan berharap kedepannya bisa meningkatkan kemampuan. Semoga bisa berkesempatan untuk memperkuat timnas,” ujar Dwijayanto. Lebih lanjut, Dwijayanto menerangkan, ajang Liga Santri ini juga membantu untuk memajukan olahraga sepak bola di Tanah Air. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. “Kemenpora mengapresiasi atas terselenggaranya Liga Santri tahun ini. Semoga kejuaraan ini bisa rutin terlaksana. Besar harapan agar Liga Santri tahun 2022 berlangsung dengan sukses, lancar, dan mengedepankan sportivitas,” jelasnya. Hadir dalam kesempatan ini, Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Kemenpora Mahfudin Nigara, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan serta tamu undangan lainnya.

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

Kontingen Indonesia berhasil memenuhi target untuk menempati posisi ketiga pada SEA Games 2021 Vietnam. Kontingen yang dipimpin Ferry Kono sebagai Chief de Mission (CdM) ini meraih total 69 medali emas, 91 perak, dan 81 perunggu pada SEA Games 2021 Vietnam. Tidak hanya itu, dari total 69 medali emas, ternyata 30 persen di antaranya diraih atlet yang berusia masih di bawah 23 tahun ke bawah. Ferry Kono pun bangga dengan torehan atlet Merah-Putih di Vietnam. “Dari 69 medali emas yang kita dapatkan, 21 di antaranya diraih oleh atlet muda atau 30 persen,” kata Ferry Kono. “Sementara gabungan atlet senior-junior memberikan 12 medali emas atau 17 persen. Sedangkan 36 medali emas lainnya atau 52 persen diberikan atlet senior,” lanjutnya. Lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) ini mengatakan dari sisi pembinaan, NOC Indonesia bersama pemerintah memang menginginkan induk organisasi cabang olahraga (PP/PB) memberikan kesempatan kepada atlet muda. Hal ini kemudian yang menjadi dasar mayoritas yang dikirim ke SEA Games didominasi atlet-atlet muda. “Atlet termuda yang mendapatkan medali emas itu perenang Flairene Candrea Wonomiharjo, 16 tahun, yang turun di nomor 100m gaya punggung putri,” kata Ferry. “Ada juga Masniari Wolf yang tampil 50m gaya punggung putri. Dia masih berusia 17 tahun. Sama seperti pemanah Arif Dwi Pangestu yang memberikan emas di nomor recurve perorangan putra,” lanjutnya. Di sisi lain, Ferry juga bangga dengan torehan atlet senior. Seperti misalnya Eko Yuli Irawan, lifter 33 tahun yang mampu membawa pulang medali emas di kelas 61kg putra. “Eko tak lagi muda, tetapi pengalaman membuat dia dapat menyumbang medali untuk Tim Indonesia. Kombinasi senior dan atlet muda ini juga kami harapkan bisa berjalan beriringan sehingga atlet muda termotivasi dengan baik dan atlet senior kita mampu membimbing atlet muda dengan pengalaman tersebut,” ujar Ferry. “Itu bisa menjadi modal yang baik bagi Indonesia di multi event olahraga ke depan, terutama dalam merealisasikan misi lima besar dunia melalui DBON,” tambahnya. PERAIH EMAS – ATLET MUDA Kickboxing – Low kick -52kg Putri – Amanda La Loupatty (22 Tahun) Gymnastic Artistic – All-Around Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Gymnastic Artistic – Floor Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Wushu – Taolu Taijiquan Putri – Alisha Mellynar (21) Wushu – Taolu Daoshu+Gunshu Putra – Seraf Naro Siregar (21) Wushu – Sanda 48kg putri – Juanita Malay (21) Aquatic Swimming – 50m gaya punggung putri – Masniari Wolf (17) Aquatic Swimming – 100m gaya punggung putri – Flairene Candrea Wonomiharjo (16) Esports – Free Fire Team – Victor Innosensius (21), Shahih Taskhir (22), Richard William Manurung (23), Nur Ivaldi Fajar (21), Ibnu Nasir Ramdani (21) Shooting – 10m Air Rifle Putri – Mubarokah Dewa Laila (23) Shooting – 10m Air Rifle Putra – Fathur Gustafian (23) Shooting – Mixed Team Air Rifle – Citra Dewi Resti (18), Fathur Gustafian (23) Archery – Recurve Perorangan Putra – Arif Pangestu Dwi (17) Archery – Recurve Perorangan Putri – Rezza Octavia (22) Taekwondo – Kyorugi 63kg putra – M Bassam Raihan (21) Chess – Team Rapid Putri – Medina Wards Aulia (23), Ummi Fisalbillah (22) Cycling – Road Individual Time Trial Putri – Ayustina Priatna Delia (21) Fin Swimming – 100m Bi Fins – Harvey Hubert Marcelo Hutasuhut (20) Badminton – Ganda Putra – Daniel Martin (21), Leo Rollycarnando (21) Weightlifting – 73kg Putra – Rahmat Erwin Abdullah (21) Boxing – 75kg – 81kg – Maikhel Roberrd Muskita (21)

Menpora Percaya dan Optimis Akan Garuda Muda

Usai kekalahan Garuda Muda atas Vietnam 3 gol tanpa balas Menpora Zainudin Amali masih percaya dan optimis kepada pelatih dan punggawa Timnas U-23. Kepercayaan itu disampaikan Menpora Amali usai menjadi inspektur upacara pada pengukuhan atlet SEA Games Vietnam 2021 di di Hall A Basket Senayan, Jakarta, Minggu (8/5). Menurutnya, masih ada beberapa pertandingan lagi yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemain Indonesia. “Saya kira pertandingan masih ada beberapa kali, kita percaya kepada pimpinan cabang olahraga, kita percaya kepada pelatih, dan kita percaya kepada atlet atau pemain,” kata Menpora Amali. Timnas Indonesia sendiri masih menyisakan tiga pertandingan yang akan dijalani Timnas U-23 pada fase grup. Yakni melawan Timor Leste (10 Mei), Filipina (13 Mei), dan Myanmar (15 Mei). “Kita beri kesempatan kepada mereka, masih ada kesempatan beberapa kali lagi,” tambah Menpora. Di pertandingan selanjutnya, Timnas U-23 diyakini bakal tampil lebih baik karena akan kedatangan Elkan Baggott dan Asnawi Mangkualam yang menyusul ke Vietnam.   Sumber: Kemenpora

Sambut Piala Dunia U-20 Tahun 2023, Menpora Nyatakan Semua Persiapan Berjalan Baik

Sambut Piala Dunia U-20 Tahun 2023, Menpora Nyatakan Semua Persiapan Berjalan Baik

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sangat siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Kesiapan ini disampaikan Menpora Amali saat di wawancara oleh Metro TV di SUGBK, Jakarta, Kamis (28/4). “Saya kira dari 6 tempat pelaksanaan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 yang sudah ditentukan oleh FIFA, Jakarta sebagai salah satunya. Dan kita lihat, Jakarta akan menggunakan Stadion GBK yang saya kira ini stadion paling bagus dan kapasitas sangat besar, lapangannya juga sudah standar FIFA,” katanya. “Jadi kalau bicara Jakarta, bicara GBK, tidak usah diragukan lagi persiapannya. SUGBK ini sudah sesuai dengan standar FIFA termasuk juga kapasitas pencahayaan SUGBK telah memenuhi standar FIFA,” tambahnya. Menurut Menpora Amali, stadion lain yang digunakan untuk Piala Dunia U-20, adalah Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Manahan Solo (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar Bali) juga sudah disiapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Saya meyakini bahwa daerah-daerah seperti Surabaya, Bandung, Solo, Bali, dan Palembang itu juga tidak kalah siapnya dengan Jakarta,” ucapnya. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali menjadi tuan penyelenggaraan multi even atau single even internasional dan berakhir dengan sukses. Dan sekarang Indonesia dipercaya lagi sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023, maka Indonesia harus tunjukkan bisa melaksanakan Piala Dunia U-20 ini. “Saya kira ini satu single even bergengsi, karena ini langsung dari FIFA sebagai penyelenggara. Kita masih mendapatkan kepercayaan manjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023 sehingga kita harus tunjukan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik,” jelasnya. Ia pun berharap suatu saat nanti, kalau penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 ini sukses maka FIFA akan memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menyelenggarakan yang lebih besar lagi yakni sepakbola senior (Piala Dunia). “Kita tahu bahwa di Asia yaitu Jepang dan Korea menjadi tuan rumah bersama dan kita berharap akan seperti itu sehingga kita harus tunjukkan pada negara-negara peserta maupun pada FIFA bahwa kita layak untuk menjadi tuan rumah piala dunia senior,‘ paparnya. Lebih jauh, Menpora Amali mengatakan bahwa, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk menyuguhkan yang terbaik, baik itu pelayanan, keramahan dan lain sebagainya. “Dan ini menjadi salah satu poin penting untuk FIFA mempertimbangkan kita menjadi tuan rumah piala dunia senior yang akan datang,” ucapnya.

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Kembali Digelar, Ini Harapan Kemenpora

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa, Ini Harapan Kemenpora

Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama akan kembali menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival IV di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur pada 25-27 Maret 2022. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap kejurnas pencak silat ini bisa melahirkan atlet nasional. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh, mengapreasi Kejurnas dan Festival IV yang diselenggarakan Pagar Nusa NU secara luring ini. “Kegiatan ini sangat positif untuk menfasilitasi talenta-talenta muda berprestasi di bidang olah raga silat. Diharapkan dapat menjadi salah satu sumber SDM untuk menyuplai atlet nasional,” ujar Asrorun saat dihubungi Republika.co.id, Senin (21/3/2022). Setidaknya ada 300 lebih medali yang akan diperebutkan dalam Kejurnas IV Pagar Nusa, yang terdiri dari kategori seni, jurus baku, dan festival. Kejurnas berdasarkan usia terbagi atas pra remaja, remaja, dan dewasa dengan empat kategori yakni perorangan putra, perorangan putri, berpasangan, dan berkelompok. Asrorun menjelaskan, selama ini Pagar Nusa NU juga telah banyak berkiprah untuk bangsa dan negara. Menurut dia, para pandekar Pagar Nusa telat ikut mengawal kemerdekaan dan menjaga para ulama. “Pagar Nusa telah berkiprah dalam khidupan berbangsa dan bernegara, dalam mengawal kemerdekaan RI, menjaga tetap tegaknya NKRI, dan mengawal para ulama,” kata Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah Depok ini. Kejurnas dan Fesival IV Pagar Nusa tahun ini mengangkat tema “Berdikari Berprestasi”. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, mendorong kepada para pesilat NU untuk selalu memiliki karakter berdikari tersebut. “Sesungguhnya berdikari atau mandiri itu adalah karakter yang tertanam di dalam jiwa seorang pesilat, seorang pendekar. Pagar Nusa ingin meneguhkan itu, dan Pagar Nusa tidak ingin menjadi beban bagi siapapun. Oleh karenanya, Pagar Nusa harus mandiri,” kata Gus Nabil. Kejurnas Pagar Nusa merupakan bagian dari sarana evaluasi pembinaan yang rutin digelar di lingkungan Pagar Nusa. Kejurnas ini diharapkan bisa menghasilkan atlet terbaik, dengan penjurian yang adil dan professional, sehingga akan menghasilkan atlet yang bermutu dan berkualitas. Untuk memeriahkan Kejurnas dan Festival ini, Pagar Nusa juga menggelar Lomba Foto untuk wartawan fotografer dan masyarakat umum. Tidak hanya itu, Pagar Nusa juga menggelar Lomba Karya Tulis untuk wartawan dan penulis di Indonesia dengan total hadiah Rp 35 juta.

Menpora Resmikan Sirkuit Offroad Sang Profesor di Gorontalo.

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Zainudin Amali hari Minggu (13/3) malam meresmikan pemanfaatan sirkuit Sang Profesor di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Menpora Amali berharap sirkuit ini memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Pada sambutannya, Menpora Amali mengatakan, hadirnya sirkuit itu tidak hanya bisa mengakomodir hobi para pencinta otomotif, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. “Pergerakan ekonomi terjadi ketika ada event dilaksanakan,”ungkapnya. Ia pun menyampaikan apresiasi atas pembangunan sirkuit Sang Profesor yang dinilai tergolong cepat. “Waktu itu saya sudah melihat, saya berpikir tidak secepat ini pembangunannya. Karena biasa, membangun seperti ini kalau tidak ada keinginan kuat dari pemerintah daerah tidak akan terjadi.,” ujarnya. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting terutama dalam penyaluran hobi pecinta otomotif yang dinilai banyak tetapi belum terfasilitasi oleh pemerintah daerah. “Komunitas otomotif itu sangat banyak tetapi pemerintah daerah tidak memfasilitasi, tambahnya. Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan Menpora dalam meresmikan sarana publik tersebut. “Terima kasih atas perhatian Menpora Amali yang selama ini begitu banyak memberikan perhatian kepada pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam rangka peningkatan infrastruktur olah raga di daerah ini,” pungkasnya. Sumber: www.kemenpora.go.id

Menpora Akan Lebih Ketat Soal Naturalisasi Pemain Indonesia

Dalam wawancara dengan media pada Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali angkat bicara soal pesepak bola naturalisasi. Menpora Amali akan lebih hati-hati sebelum memutuskan untuk menyetujui hal tersebut.  “Saya sangat ketat untuk naturalisasi, jangan seperti sebelum-sebelumnya usianya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjadi penggawa timnas dan bahkan berbagai persyaratan yang tidak bisa dipenuhi, saya tidak mau itu,” kata Menpora Amali di Kendari, Rabu (9/2).  Menpora Amali akan mengundang PSSI dan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong dalam waktu dekat untuk mengetahui alasan naturalisasi pemain.  “Saya akan undang PSSI dan pelatih Shin Tae-yong untuk menjelaskan tentang kebutuhan terhadap naturalisasi itu. Tetapi kalau ada kebutuhan jangka pendek dan itu punya rasionalitas serta alasan yang kuat maka tentu kita akan dengarkan langsung,” jelas Menpora Amali.  Kendati demikian, Menpora Amali berharap memaksimalkan talenta pesepak bola di Tanah Air. “Kita akan dengarkan penjelasan dari pelatih Shin Tae-yong, tetapi terus terang ini kalau toh juga dilakukan ini kebutuhan jangka pendek. Kita tetap berharap dari talenta dan bibit dari dalam negeri,” tambah Menpora Amali. Sebelumnya, ada empat nama yang diminta pelatih Shin Tae-yong untuk proses naturalisasi. Keempatnya yakni Kevin Diks, Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Mees Hilgers. Sumber: www.kemenpora.go.id

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Kabar Gembira! Bendera Indonesia Bisa Berkibar Saat Piala AFF U-23

Keinginan PSSI untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat mengikuti kegiataan multiajang di level internasional akhirnya terealisasi setelah Komite Eksekutif World Anti-Doping Agency (WADA) mencabut sanksi itu melalui mekanisme voting. “Kita patut bersyukur dengan pencabutan sanksi ini. Itu berarti kita bisa mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Terima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan semua yang terlibat sehingga sanksi WADA ini akhirnya dicabut,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan mengikuti Piala AFF U-23 di Kamboja 14-23 Februari 2022. Itu artinya bendera Indonesia akan bisa berkibar. “Akan ada kebanggan bagi siapa pun kalau atlet bertanding kemudian menjadi juara dan Merah-Putih bisa berkibar. Alhamdulillah,” imbuh Iriawan. Dalam rilisnya WADA mengatakan Indonesia sudah resmi memenuhi standar internasional untuk kepatuhan kode oleh penandatanganan. Hal yang sama juga berlaku untuk Thailand yang sebelumnya terkena sanksi. Sebagaimana diketahui WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021. Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar saat atlet Indonesia naik podium. Namun, saat ini WADA sudah resmi mencabut sanksi doping itu dari Indonesia dan Thailand. Dengan begitu, dipastikan Merah-Putih bisa berkibar lagi di kancah turnamen olahraga Internasional. Mulai hari ini juga, Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) resmi berganti nama menjadi Indonesia Anti Doping Organization (IADO) setelah sanksi WADA resmi dicabut. Pengumuman nama baru lembaga antidoping tersebut dilakukan di Kemenpora, hari ini. Dengan ini IADO dinyatakan resmi sebagai lembaga antidoping independen dan profesional dari Indonesia. Menpora Zainudin Amali mengatakan, saat ini IADO sudah tidak menjadi bagian dari Kemenpora. Meski demikian IADO masih akan mendapat subsidi dana dari pemerintah untuk keperluan operasional. “Dengan kejadian ini IADO harus profesional, jadi independen. Tidak boleh lagi pengurus yang dari cabor dan juga pemerintah. Jangan sampai ada yang menitipkan ini dan itu,” kata Amali. “Sekarang IADO sudah punya kantor sendiri di Kebayoran, tetapi anggarannya tetap didukung pemerintah. Kalau kebijakan tidak boleh ada campur tangan pemerintah,” ujar Amali menambahkan.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Buka Rakernas KONI 2021, Menpora: Perhatikan Lagi Pembinaan Atlet Muda

Buka Rakernas KONI 2021, Menpora: Perhatikan Lagi Pembinaan Atlet Muda

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2021 di Jakarta. Dalam kesempatan itu Menpora berpesan kepada KONI untuk lebih gencar lagi dalam membina atlet muda. “Membinalah, membina karena ini yang paling penting dalam Kepres ini pembinaan (atlet muda) yang akan kita tekankan,” kata Zainudin Amali saat pembukaan Rakernas Koni di Hotel Sutan, Jakarta, Rabu 8 Desember. Hal itu ditekankan Menpora karena ia tidak ingin bibit-bibit atlet muda tidak ditangani dengan maksimal. Sebab, jika pembinaan dilakukan dengan terstruktur dan tepat sasaran maka itu akan menjadi pencapaian yang baik bagi sebuah daerah. “Prestasi kebanggaan daerah penting tetapi yang paling lebih penting adalah pembinaan. Kasihan daerah yang sudah capek-capek membina tapi atlet yang dibina tidak muncul menjadi wakil daerahnya,” kata Menpora menambahkan. Lebih lanjut, Menpora ingin pembinaan atlet dilakukan dari tingkat daerah paling kecil, setelah itu bisa terus dikembangkan ke tingkat yang lebih besar. Bila perlu, Menpora mengatakan bahwa pemerintah akan memberi fasilitas untuk membantu memaksimalkan potensi atlet-atlet daerah. “Pemerintah pasti akan memberi perhatian, pemerintah akan memfasilitasi dan pemerintah akan bersama-sama dengan seluruh stakeholder olahraga khususnya dengan rekan-rekan di KONI pusat, kabupaten sampai kota akan urus bersama sama,” jelasnya. Menpora juga berharap ke depannya olaraga bisa menjadi perhatian banyak pihak bukan hanya organisasi atau pemerintah terkait. “Olahraga bukan cuma urusan Menpora, olahraga juga bukan cuma urusan ketua KONI atau pimpinan cabor. Tapi olahraga adalah urusan kita bersama-sama,” tandasnya. Dalam Rakernas ini juga dilakukan evaluasi penyelenggaraan PON XX Papua 2021 demi penyelengaraan yang lebih mumpuni lagi. Pasalnya, untuk gelaran PON selanjutya sedikit berbeda karena melibatkan dua kota sebagai tuan rumah yaitu Aceh dan Sumatera Utara.