Kejar Medali Emas Asian Games 2018, PB PASI Kirim 13 Atlet TC di Amerika

Sebanyak 13 atlet Pelatnas Asian Games 2018 akan menjalani Training Camp (TC) di Amerika Serikat selama satu bulan mulai April 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Persiapan maksimal dilakukan Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) jelang pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Demi mewujudkan target medali emas, sebanyak 13 atlet bakal menjalani Training Camp (TC) selama satu bulan mulai April nanti di Amerika Serikat (AS). Selain itu, para atlet juga akan mengikuti serangkaian pertandingan di negara ‘Paman Sam’ tersebut. Keberangkatan atlet Pelatnas Asian Games 2018 ke negara Adikuasa itu bukan tanpa alasan. Mohammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI, mengatakan Amerika Serikat memiliki standart yang tinggi dalam cabang olahraga atletik. “Bertanding di Amerika Serikat, anak-anak punya motivasi tinggi, bahkan kemampuan mereka bisa lebih baik. Disana mereka berlatih dengan pelatih AS Harry Marra,” ujar pria yang akrab disapa Bob Hasan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3). Harry adalah pelatih yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asosiasi Internasional Federasi Atletik pada 2016. “Harry juga memiliki dua atlet putra dan putri yang merupakan pemegang rekor dunia untuk nomor Dasa Lomba dan Sapta Lomba,” sambungnya. Bob Hasan menyebut sebelum pelaksanaan pesta akbar olahraga negara-negara se-Asia, Harry akan berkunjung ke Indonesia. “Setelah berlatih di Amerika Serikat, nanti Harry datang ke Indonesia pada Juni, hingga pelaksanaan Asian Games 2018,” tukas mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia ini. Berlatih selama satu bulan di negara Presiden Donald Trumph, dinilai pria berusia 87 tahun itu, sangat efektif. “Mereka disana bisa bertemu dengan musuh-musuh dari Universitas California, yang levelnya dunia. Meskipun kalah disana, setidaknya mereka siap. Ini soal mental untuk para atlet,” paparnya. Sebanyak 13 atlet atletik Pelatnas Asian Games 2018 yang mengikuti pelatihan di AS, yakni Atjong Tio Purwanto, Bayu Kartanegara, Eki Febri Ekawati, Eko Rimbawan, Emilia Nova, Fadlin Ahmad, Idan Fauzan Richsan, Lalu Muhammad Zohri, Maria Natalia Londa, Rio Maholtra, Sapwaturrahman, Suwandi Wijaya, dan Yaspi Boby. Sementara, tiga atlet lain yaitu Agus Prayogo, Triyaningsih, dan Hendro tak berangkat ke AS. “Ketiga atlet ini tidak diakomodir, karena Harry bukan pelatih jarak jauh dan jalan cepat 20 dan 50 Km. Di Amerika tak ada pertandingan untuk nomor itu,” tambah Tigor M Tanjung, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PASI. (Adt)

Ika Resmi Membela Timnas Senior, Manajer : Kami Mau Road Show di Kota Besar

Shafira Ika Putri Kartini, gelandang 14 tahun asal Surabaya yang kini resmi membela Timnas Putri Senior. (Pras/NYSN)

Sawangan- Ditengah proses seleksi dan TC Timnas Putri Senior, nama Shafira Ika Putri Kartini mendadak ramai diperbincangkan. Pemain bertahan yang multi fungsi ini, sempat ‘diperebutkan’ oleh Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere dan Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja. Maklum peforma Ika, sapaannya, terbilang istimewa. Beposisi natural sebagai pemain bertahan, Ika bisa difungsikan sebagai gelandang bertahan, sekaligus bek kanan, dengan sama baiknya. Banyak yang tak menyangka, bila dara kelahiran Surabaya 21 April 2003 ini, sesungguhnya belum genap 15 tahun usianya. Punya visi bermain yang baik serta kondisi fisik yang cukup prima, untuk level junior yang berlatih ditengah-tengah para senior, adalah kelebihan Ika. “Status Ika permanen membela timnas Putri senior. Kami sudah berkirim surat ke Badan Tim Nasional (BTN), agar Ika berlatih di Sawangan. Namun,kami berharap BTN bisa memberi ruang untuk Ika, dipinjamkan ke Timnas U-16, saat Piala AFF Putri U-16 bergulir,” jelas Papat Yunisal, manajer Timnas Putri, pada Kamis (29/3). Timnas U-16 yang baru sepekan lebih mengadakan seleksi dan TC di CIjantung, akan turun di event AFF U-16 Girls Championship 2018, 1-14 Juni di Stadion Gelora Bumi Jakabaring, Palembang. Salah satu penggawa utamanya adalah eks Kapten Timnas Putri U-15 pada 2017 lalu, yakni Ika. “Jika event AFF Women’s Championship 1-13 Mei selesai, yang juga di Palembang, Ika bisa dipinjamkan ke Timnas U-16. Statusnya dipinjamkan. Semoga, dengan kepastian ini, Ika bisa fokus latihan bersama Senior di Sawangan,” tambah Papat. Selain, memastikan status Ika, Papat juga membeberkan beberapa agenda yang bakal dilakukan Timnas Putri Senior. Yakni menjajal klub sepakbola Putri dari Thailand sebagai lawan uji coba pada pekan kedua bulan April. “Sebelum lawan Klub Thailand, Timnas pada Kamis (5/4), akan beruji coba lawan Legenda Timnas 80’an, seperti Nasir Salasa, Zulkarnaen Lubis, juga Berti Tutuarima, di lapangan ABC, Senayan. Plt Ketum PSSI, Joko Driyono, juga diharapkan ikut bermain,” tukas dosen di STKIP Pasundan, Cimahi ini. Wanita 53 tahun ini juga tengah menyiapkan ajang road show Timnas Putri Senior dan Timnas Putri U-16 ke beberapa kota di Indonesia, seperti Medan, Padang, Bandar Lampung serta Denpasar, untuk mempromosikan gairah Timnas Putri di Indonesia, pada akhir April nanti. “Masyarakat harus mendapatkan informasi, bagaimana Timnas Putri itu terbentuk, darimana Timnas itu mendapatkan pemain, dan apa saja perkembangan kondisi sepak bola Putri di Indonesia saat ini. Itu poin utama road show kami,” tutupnya. (Art)

Timnas Putri Senior Menang 23-0, Satia: Saya Ingin Lawan Tim Putra !

Perbedaan kualitas yang terlalu mencolok, membuat Timnas Putri Senior (hijau) unggul telak 23-0 dari SSB Goal Axis, pada Kamis (29/3). (Pras/NYSN)

Sawangan- Timnas Putri Senior kembali mengadakan laga uji coba yang ke-enamnya di Lapangan NYTC pada Kamis (29/3) sore. Laga kali ini, anak asuh Satia Bagja melawan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Goal Axis. Sayang, lantaran perbedaan kualitas teknik yang terlalu jauh, Zahra Muzdalifah dkk unggul 23-0. Satia mengaku kesulitan menilai hasil pertandingan ini sebagai bahan evaluasi timnya, jika lawan yang bertandang justru tak memiliki kualitas yang cukup seimbang. Dirinya berharap jika timnya bisa melawan tim putra, atau tim putri dari luar negri, agar bisa melihat kemampuan Srikandi Senior yang sesungguhnya. “Kalau tim putri lawan putra, atau tim putri dari luar negri, itu baru ada pressure. Kita bisa lihat mana pemain yang potensial masuk tim utama. Kalau seperti itu kan bagus,” ujar Satia, pada Kamis (29/3). Meski Satia sudah memiliki proyeksi agenda uji tanding dengan tim putri luar negri, namun saat ini rencana itu rasanya sangat sulit terealisir lantaran berbagai hal. “Melawan tim putra itu ada manfaatnya, karena mereka punya kecepatan. Nggak masalah meski masih berumur 14 tahun, tapi mereka cepat larinya. Lini pertahanan kita sudah pasti teruji,” tambahnya. Satia bahkan mendengar bila manajemen Timnas Putri Senior sedang merancang rencana, untuk mendatangkan klub sepakbola putri dari Thailand, untuk beruji coba di Jakarta. “Ya, kit harapkan, agenda uji coba dengan tim berkualitas, bisa terlaksana. Termasuk, jika rencana uji coba dengan klub asal Thailand itu dilakukan di Jakarta,” pungkasnya. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0

Kensuke Takahashi Jadi Pelatih Timnas Futsal, Sekjen FFI : Lagi Disusun Prosesnya

Kensuke Takahashi dikabarkan segera mengikat kontrak dengan Timnas Futsal Indonesia pekan ini. (net)

Jakarta- Nama pelatih asal Jepang, Kensuke Takahashi, dikabarkan segera menduduki kursi pelatih Timnas futsal Indonesia. Kabar itu disampaikan oleh salah satu tim Liga Futsal Jepang, Badral Urayasu, yang menyebutkan jika mantan pelatihnya itu segera menekan kontrak dengan timnas futsal Indonesia. Sebelumnya Kensuke memang dikabarkan menjadi salah satu calon pelatih timnas futsal Indonesia. Hal itu tak lepas dari Badral Urayasu dan federasi sepak bola Jepang (JFA) menawarkan Kensuke sebagai salah satu bentuk kerjasama dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). “Hari Kamis (29/3), saya akan ke Jakarta dan akan menandatangani kontrak dengan Federasi Futsal Indonesia di hari berikutnya,” kata Kensuke seperti dilansir dari laman resmi Bardral. Kensuke sebelumnya pernah datang ke Indonesia pada akhir 2016 untuk memberikan materi kepada dua tim futsal Tanah Air, Vamos Mataram, dan Mataram FC di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski belum mengiyakan status Kensuke, Sekjen FFI Edy Prasetyo, tak membantah bila nama pria Jepang 35 tahun itu akan segera menangani Timnas Futsal. “Nanti lah ya.. Kita susun dulu persiapannya. Nanti segera diberitahu,” ujar Edy pada Kamis (29/3), saat dikontak lewat ponselnya. Mantan pemain timnas futsal Jepang itu baru menjadi pelatih pada 2017 setelah memutuskan pensiun. Pada musim 2018, Kensuke akan menangani tiga tim sekaligus yakni AFC Futsal Women Championship, AFF Futsal Championship, dan Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship Zona Asean. (Art)

Jadi Host Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Bekal Tanding Atlet Muda Indonesia

Aksi salah satu atlet senam junior DKI Jakarta, dalam nomor senam artistik PON Jawa Barat, pada 2016. (liputan6.com)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior, 25-28 April 2018, di Istora, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Bagi pesenam junior Indonesia, ajang ini sekaligus dimanfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding di turnamen internasional. Pada kejuaraan senam level Asia itu, untuk kelompok putra dibatasi usia 14-17 tahun (kelahiran 1 Januari 2001-31 Desember 2004). Bagi putri berusia 13-15 tahun (kelahiran 1 Januari 2003-31 Desember 2005). Ilya Avianti, Ketua Umum Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani), mengatakan pihaknya bangga dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bertajuk 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championship tersebut. “Kejuaraan ini merupakan single event Gymnastics Internasional pertama di Indonesia,” ujar Ilya, Rabu (28/3). Khusus bagi pesenam junior Indonesia, Ilya menyebut, ajang ini sekaligus digunakan guna mendapatkan pengalaman bertanding di turnamen internasional. “Indonesia akan menurunkan lima pesenam putra dan lima pesenam putri junior. Mereka sampai dengan saat ini masih terus berlatih secara intensif,” sambungnya. Faisal Reza, Manajer Tim Nasional (Timnas) Senam Junior, mengungkapkan pihaknya telah mempersipakan diri dengan baik pada ajang Kejuaraan Asia Senam Artistik itu. Ia berjanji anak didiknya menunjukkan penampilan terbaiknya. “Kami  mempersiapkan tim dengan baik. Kami berusaha akan memberikan penampilan yang terbaik di 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championship,” cetusnya. Event ini sekaligus menjadi prakualifikasi Youth Olympic Games di Argentina. Dan, rencananya 23 negara bakal turut meramaikan persaingan, seperti Kazakhstan, Korea Selatan, Arab Saudi, Vietnam, Iran, Irak, India, China, dan Jepang. (Adt)

Cabor Modern Pentathlon TC Asian Games 2018, Pelatih : Masih Pakai Alat Bekas

Sejumlah atlet timnas modern pentathlon Asian Games 2018, berlatih anggar di Jakarta, Selasa (27/3). (AntaraFoto)

Jakarta– Event Asian Games 2018 kurang dari lima bulan lagi. Sebanyak 40 cabang olahraga (cabor) terus melakukan persiapan untuk menampilkan yang terbaik pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Salah satunya adalah cabor yang baru masuk di Indonesia, modern pentathlon. Namun, saat semua cabor sudah fokus untuk mengejar prestasi, modern pentathlon justru masih berkutat dengan permasalahan klasik. Cabor yang merupakan gabungan dari lima disiplin (lari, renang, anggar, menembak, berkuda) ini masih terkendala dengan pengadaan alat. Salah satu pelatih modern pentathlon disiplin anggar, Silvia Kristina mengatakan, para atlet pelatnas masih menggunakan perlatan milik sendiri. Terlebih, disiplin anggar yang memang membutuhkan dana yang cukup besar. Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab atas permasalahan tersebut? Mengingat Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mengucurkan dana untuk persiapan Asian Games, termasuk pengadaan alat. “Kami masih terkendala dengan pengadaan peralatan. Untuk sementara ada atlet yang  punya alat dan pakai punya pribadi. Saya juga bawa alat-alat bekas saya, yang bisa mereka pakai. Karena kami tidak bisa menunggu,” ujar Silvia di Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, Selasa (27/3). Sekadar informasi, cabor modern pentathlon membutuhkan dana yang tak sedikit untuk pengadaan perlatan. Sebagai contoh untuk nomor disiplin anggar, pelindung kepala yang dipakai memiliki harga sekira Rp3 juta. Sedangkan untuk pakaian pelindung antara Rp1,5 juta hingga lebih dari Rp5 juta, dilansir Pantau.com. Cabor modern pentathlon memang tak dibebankan target medali di Asian Games 2018. Mengingat, ini kali pertama kontingen Merah Putih mengirimkan wakilnya di multi-event empat tahunan tersebut. Untuk pelatnas saja modern pentathlon hanya diikuti enam atlet (masing-masing tiga pria dan putri), yang baru berjalan awal Februari 2018. Nantinya, keenam atlet ini akan diseleksi menjadi empat (dua putra dan putri) yang akan berlaga di Asian Games 2018. “Kami memang tak ada target. Tapi, kita usahakan agar anak-anak bisa bermain dengan baik,” tambah Silvia. Lebih lanjut, peraih medali perak Asian Games 1990 Beijing ini juga belum mau berkomentar mengenai peluang timnas modern pentathlon Indonesia untuk turun di Olimpiade Tokyo 2020. Ia mengatakan hanya fokus untuk Asian Games 2018. “Kami belum berbicara untuk Olimpiade (2020). Tapi kalau anak-anak punya potensi, mungkin akan kami persiapkan. Kami lihat dulu di Asian Games bagaimana potensinya,” papar Silvia. (Adt)

Ikut Cabor Modern Pentathlon Asian Games 2018, Timnas Indonesia TC di SKO Ragunan

Timnas Indonesia akhirnya memiliki perwakilan untuk cabang olahraga (cabor) modern pentathlon di Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Timnas Indonesia akhirnya memiliki perwakilan untuk cabang olahraga (cabor) modern pentathlon di Asian Games 2018. Namun, Indonesia sangat tertinggal dalam melakukan persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Pelatnas untuk modern pentathlon baru berjalan pada awal Februari 2018. Modern pentathlon sebenarnya bukan olahraga baru. Gabungan dari lima disiplin seperti lari, renang, anggar, menembak, serta berkuda ini sudah terkenal di negara-negara lain, dilansir Pantau.com. “Sejak tahun lalu, kami minta masuk di pelatnas, tapi kan belum disetujui. Baru jalan pelatnas Februari awal. Tapi, kami usahakan agar mereka (para atlet) bisa berkompetisi dengan baik,” ujar salah satu pelatih modern pentathlon, Silvia Kristina di Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, Selasa (27/3). Silvia yang khusus melatih disiplin anggar melanjutkan, modern pentathlon sebenarnya olahraga yang sangat berat. Pasalnya, setiap atlet harus menjalani lima disiplin dalam satu waktu. Di Indonesia, cabor ini berada dibawah naungan PB Persatuan Modern Pentathlon Indonesia (PMPI). “Jadi satu hari selesai. Misalkan habis renang selesai, dia (atlet) ke anggar. Habis anggar selesai, mereka ke berkuda. Sebelum mereka berkuda, mereka harus melewati anggar yang namanya bonus round. Mereka diberi satu poin, kemudian siapa yang menang, dia bisa milih kuda yang mana,” tambahnya. Saat ini ada enam atlet (masing-masing tiga putra dan putri) yang mengikuti pelatnas modern pentathlon di SKO Ragunan. Nantinya, dipilih masing-masing dua atlet yang akan turun di nomor pertandingan putra-putri. (Adt)

Indonesia Sport Expo and Forum 2018 Digelar, Jadi Ajang Bisnis Industri Olahraga

PT Expotama Sinergi berkolaborasi dengan PSSI mengadakan pameran Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018 di ICE BSD Tangerang, pada Mei nanti. (net)

Jakarta- Pameran olahraga Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018 kembali digelar mulai 2 hingga 6 Mei 2018, di Indonesia Convention Exhibtion (ICE) BSD City, Tangerang. Penyelenggaraan ini juga mendukung suksesnya berbagai agenda olahraga bertaraf internasional yaitu Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. “Pameran ISEF 2018 ini merupakan tahun ke tiga, dan pertama kali dilaksanakan pada 2016 lalu,” ujar Raditia Zafir Ahmad selaku Direktur PT. Expotama Sinergi ISEF 2018, Rabu (28/3). Raditia menuturkan adapun konsep yang akan dilaksanakan selama lima hari berutut-turut yaitu mulai pameran business to business (b to b) hingga pameran berkonsep business to customer (b to c) “Selama lima hari ada konsep pameran yang berbeda. Pada tiga hari pertama, sejak Rabu, Kamis dan Jumat pameran berkonsep b to b yaitu tak mengandalkan direct sales, tapi pada networking, pengenalan produk, seminar, hingga workshop. Dan pada Sabtu dan Minggu, pameran berkonsep b to c yaitu lebih kepada arah untuk konsumen, entertainment,” ungkapnya. Pada penyelenggaraan yang ketiga ini ISEF 2018 berkolaborasi dengan PSSI sebagai co-host. ISEF dan PSSI memiliki visi yang sama dalam pengembangan industri olahraga dan peningkatan prestasi olahraga di level internasional. “PSSI bangga dapat ikut serta dalam kegiatan ini dengan PT Expotama Sinergi. Lewat momentum ini kami ingin perkembangan industri sepak bola makin maju. Apalagi pada 2018, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, Piala AFF Senior, U-19, U-16, Wanita, Futsal, dan sepak bola pantai, yang harus dipersiapkan dengan baik,” kata Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. “Dalam pameran nanti, PSSI akan mengadakan berbagai macam kegiatan. Diantaranya menggelar seminar, talkshow, coaching clinic, dan pertemuan dengan seluruh pelatih di Indonesia,” tambahnya. Tahun ini ISEF 2018 mengangkat tema Be The Future of Sport Business, yakni pameran yang menjadi jalan untuk para industri olahraga bagi sektor swasta dan pemerintah untuk menjaring bisnis. “ISEF juga merupakan bentuk dukungan terhadap perkebambangan industri olaharaga di Indonesia, mengingat peluang industri olahraga semakin besar, dan mempunyai pengaruh yang cukup besar,” sambungnya. Pameran ini akan menampilkan berbagai produk perlengkapan pendukung kegiatan olahraga dengan lima kategori yaitu sport venue and facilities, sport textile and material, sport tourism, fitness and health dan outdoor and sport equipment “Selain mengenalkan berbagai produk, ISEF juga mengadakan berbagai forum yang kami percaya. Mereka akan membahas tentang standar perencanaan bangunan gedung olahraga, stadion dan kolam renang, optimalisasi venuue olahraga sebagai sarana multifungsi, renovasi dan pemerliharaan bangunan gedung olarga, hingga potensi pengembagan wisata olahraga (sport tourism),” pungkas Raditia. (Art)

Kampiun All England Beruntun, Kevin Sanjaya Banjir Bonus Dan Penghargaan

Banjir Hadiah dan Penghargaan bagi Kevin Sanjaya, atlet binaan PB Djarum yang mempertahankan gelar All England 2018 berasama Marcus Gideon. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mencatatkan sejarah di pentas bulutangkis dunia. The Minions sukses menjadi kampiun di turnamen bulutangkis paling bergengsi di dunia, All England 2018. Di laga final, pasangan Pelatnas Cipayung itu menyingkirkan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dua gim langsung, 21-18, 21-17. Bagi pasangan nomor satu dunia tersebut, ini gelar juara yang diraih secara beruntun, dimana pada tahun lalu, mereka sukses merobohkan pasangan Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen. Sebagai bentuk apresiasi, Djarum Foundation memberi bonus sebesar Rp 200 juta. Selain itu, duet binaan PB Djarum itu juga mendapat bonus dari Blibli.com, berupa voucher senilai Rp 40 juta dan tiket.com senilai Rp 10 juta, serta TV LED 55 inchi. Sehingga total bonus yang diterima pebulutangkis kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) itu sebesar Rp 250 juta. Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, mengatakan Djarum Foundation konsisten untuk memberi penghargaan pada atlet-atlet PB Djarum yang meraih prestasi tingkat dunia. “Kami sangat bangga, karena konsistensi Kevin dalam meraih prestasi semoga bisa menjadi contoh dan pelecut semangat bagi para junior-juniornya dalam meraih hasil yang lebih baik lagi,” ujar Yoppy dalam acara jumpa pers pemberian penghargaan di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta, Rabu (28/3). Sementara, Kevin, mengungkapkan torehan prestasi yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan dan kesempatan yang didapatkan selama menimba ilmu di PB Djarum. Bergabung dengan PB Djarum, lanjut Kevin, dianggapnya sebagai modal utama untuk menjadi pebulutangkis yang mampu meraih berbagai prestasi tingkat dunia. “Mempertahankan gelar di ajang sebesar All England merupakan tanggung jawab besar, karena ini menyangkut nama dan harga diri bangsa Indonesia. Tentunya, ini tak lepas dari dukungan banyak pihak serta tempaan mental dan ilmu selama bergabung di PB Djarum,” urai Kevin. Sejak meraih All England 2017, Kevin/Marcus, total mengoleksi 10 gelar juara termasuk Superseries, BWF World Tour 500 dan BWF World Tour Super 1000. Mereka bahkan mencatat rekor tak terkalahkan dalam 19 kompetisi internasional. Disisi lain, apresiasi juga diberikan kepada Herry Iman Pierngadi (Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI), dan Aryono Miranat (Asisten Pelatih), dengan nilai total untuk keduanya sebesar Rp 70 juta, yakni mendapatkan dari Blibli.com senilai Rp 20 juta dan tiket.com senilai Rp 15 juta. (Adt)

Nasibnya Diperebutkan Timnas, Dara 14 Tahun Ini Tunggu Keputusan PSSI

Shafira Ika Putri Kartini, gelandang 14 tahun asal Bangka Belitung, yang menjadi rebutan Timnas Putri U-16 dan Timnas Putri Senior. (Instagram)

Jakarta- Memasuki hari ke-delapan pemusatan latihan Timnas Putri U-16, sosok yang tak asing dalam jajaran srikandi muda, yakni Shafira Ika Putri Kartini, belum juga berlatih di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. Alih-alih dikabarkan bahwa memang Ika tak diizinkan berlatih bersama kawan sebayanya. Ika amat dibutuhkan di Timnas Putri senior, yang juga sedang menggelar TC di NYTC, Sawangan, Depok. Berbeda dengan Carla Bio Pattinasarany (15 tahun), yang sempat menjalani pemusatan latihan bersama Srikandi senior, Nanes panggilan akrabnya, justru sudah bergabung di TC Timnas U-16, sejak hari pertama. Ditemui usai sesi latihan sore pada Senin (26/3), di NYTC, Sawangan, Satia Bagja, yang menangani Timnas Putri senior membenarkan status Ika. “Kami butuh Ika, karena di posisi dia, tak ada lagi penggantinya. Yang kami lepas cuma Nanes”, tegasnya. Bagi Satia, mobilitas fisik yang prima dara 14 tahun ini, serta visi bermain yang baik, membuatnya layak dipertahankan di TC Timnas Putri Senior, meski usianya terbilang sangat muda. Sementara, srikandi kelahiran Surabaya 21 April 2003 itu juga membeberkan, bila Rully Nere, Pelatih Timnas U-16 Putri, sangat menginginkan peran sumbangsih dirinya. “Sebenernya coach Rully, pengen banget Ika bergabung kesana (Timnas Putri U-16) secepatnya. Tapi sampai saat ini, saya masih disuruh latihan bareng senior,” cerita pemegang ban Kapten Timnas Putri U-15, pada 2017 lalu. Tarik-ulur ini, membuat Ika bingung dan memilih menunggu keputusan PSSI. “Masih nunggu keputusan PSSI, terkait status Ika dimana yang paling dibutuhkan, entah di U-16 atau senior,” cetusnya. Di sisi lain, Rully justru akan terus berusaha mengupayakan membawa Ika, agar segera bergabung dengan skuatnya. “Ika umurnya masih 14 tahun, di dunia sepak bola mana pun, tidak ada umur 14 tahun langsung ikut tim senior, bahkan Lionel Messi umurnya masih muda tak langsung bergabung senior”, ujar Rully. (Dre)

21 Tim SMP Ramaikan Kompetisi Basket Bewustssein Reborn Cup 2018

21 Tim Basket SMP meramaikan kompetisi basket BRC 2018, di SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 21 tim basket dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut meramaikan kompetisi basket bertajuk “Bewustssein Reborn Cup (BRC) 2018”, yang dihelat di Lapangan Basket, SMK Yadika 2, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kompetisi yang digelar pada 23-29 Maret 2018, terdiri dari 12 tim basket putra dan 9 tim basket putri itu bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif dalam bidang olahraga. “Event seperti ini memang sudah menjadi agenda sekolah. Kebetulan tahun ini kami menggelar kompetisi basket tingkat SMP. Alhamdulillah, sekolah juga sangat mendukung kegiatan ini,” ujar An’nisa Ruly, Ketua Pelaksana BRC 2018, Selasa (27/3). “Tujuan kami agar mereka bisa bersilaturahmi dengan pelajar dari SMP lain. Selain itu, dengan kompetisi basket ada nilai-nilai positif yang bisa mereka ambil seperti solidaritas dan sportifitas,” sambung siswi kelas 11 Jurusan Akuntansi. Dikatan Ruly, antusiasme pelajar SMP untuk mengikuti kompetisi basket ini cukup tinggi, ditambah pihaknya menggratiskan biaya pendaftaran. “Ketika kami tawarkan kompetisi ini ke sekolah-sekolah SMP, respon mereka sangat baik. Apalagi kami tidak menetapkan biaya pendaftaran. Sebenarnya banyak yang ingin mendaftar, tapi kami punya slot 12 baik untuk tim basket putra maupun putri,” ungkapnya. (Adt)

Berlangsung di DIY, Piala Bergilir Presiden Jadi Seleksi Asian Games Wushu

Pada 29 Maret-3 April diadakan Kejurnas Wushu Indonesia Junior & Senior untuk memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala Bergilir Presiden RI di DIY. (Instagram)

Jakarta- Untuk pertama kalinya Piala Bergilir Presiden diperebutkan pada Kejurnas Yunior dan Senior Wushu di GOR Among Raga, Yogyakarta, 29 Maret -3 April. Sebanyak 700 Peserta dari 27 Pengprov WI ikut berpartisipasi pada event yang bertajuk Kejurnas yunior dan senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Tetap Raja Sultan Hamengkubuwono X. Sekjen PB Wushu Indonesia (WI) Ngatino mengatakan, jumlah peserta kali ini memecahkan rekor kejurnas sebelumnya. “Peserta kali ini diluar perkiraan biasanya hanya berkisar 600-an karena penggabungan antara yunior dan senior,” ujar Ngatino, pada Senin (26/3). Ngatino mengharapkan dengan diperebutkannya Piala Bergilir Presiden akan lebih memacu perkembangan Wushu di Daerah. “Mudah-mudahan pengprov daerah lebih termotivasi lagi,” jelasnya. Ketua Umum PB Wushu Indonesia Airlangga Hartarto dipastikan akan hadir pada acara pembukaan Kejurnas di GOR Among Raga, Kamsi (29/3) malam. Menurut Ngatino, Ketua Panitia Pelaksana Soekeno didampingi Ketua Pengprov WI Yogyakarta Muwardi, telah bertemu dengan Ketua Umum PB WI. “Panitia juga melalui Ketua Umum meminta kesediaan Presiden bisa hadir, tapi hingga saat ini kami masih menunggu kabar dari protokol Istana,” ujar Ngatino. Kejurnas Wushu Yunior dan Senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Raja ini, juga sekaligus merupakan seleksi atlet untuk tim inti Asian Games 2018. Menurut Pelatih Kepala Novita, saat pelatnas Asian Games berjumlah 16 atlet, 9 di nomor Taulo dan 7 Sanda. “Jumlah komposisi tim inti Asian Games 13 atlet, 7 taolu dan 6 Sanda jadi masih harus seleksi untuk menjadi tim inti,” jelas Novita. Adapun yang mengikuti seleksi di nomor Changquan adalah Felda dan Monica. Kemudian nomor Taijiquan + Taijijian putera, Bobie Valentinus dan Nicholas, sedangkan nomor Sanda kelas 52kg puteri ada Rosalina Simanjuntak dan Selviah Pertiwi. (Adt)

Duet Dengan Juara All England 2018, Menpora Takluk di Hadapan Siswa SKO Ragunan

Egy Mulana Vikri, Witan Sulaiman (Sepakbola), Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya (Bulutangkis) bersama Menpora Imam Nahrawi di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, pada Selasa (27/3) pagi. (Kemenpora)

Jakarta– Menyambangi siswa Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, pada Selasa (27/3), ganda putra juara All England 2018, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, melakukan Laga bulutangkis eksibisi. Duo Minions harus berpisah dan masing-masing menggandeng pasangan baru. Kevin berduet dengan Menpora Imam Nahrawi, sedangkan Marcus berpasangan bersama staf Kemenpora, Beben Guniandi. Laga ini digelar sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kiprah para siswa SKO Ragunan. Tampak Minions dan dan Menpora sama-sama berusaha tampil menghibur para siswa-siswi yang hadir di GOR SKO Ragunan. Berlangsung satu game, laga itu gagal dimenangkan Kevin dan Menpora, yang kalah 15-21 dari Marcus dan staf Kemenpora. Tampak memeriahkan acara, bintang Timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman, yang keduanya merupakan siswa dari lembaga pendidikan olahraga legendaris tersebut. “Sengaja kami undang Kevin/Marcus ke sini untuk memberikan semangat kepada atlet-atlet di SKO Ragunan, agar mereka bisa terobsesi dan bermimpi mengapai prestasi seperti mereka,” ungkap Imam Nahrawi pada Selasa (27/3). “Disini adalah wadah mengembangkan potensi dari atlet muda berbagai cabang olahraga dari penjuru Tanah Air yang lahir menjadi para legenda. Saya tadi ingin mengajak main Egy, tapi katanya dia akan main bulu tangkisnya dengan kaki,” yang disambung tawa Menpora. Wacana pengembangan dan restrukturisasi SKO Ragunan mencuat sebagai salah satu opsi untuk menambah wadah bakat-bakat potensial olahragawan muda yang dibarengi dengan kurikulum pendidikan formal. Selain Menpora dan atlet berprestasi, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan Asdep Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Olahraga Teguh Raharjo dan Kabag Humas Agus Lesmana, juga turut mendampingi Menpora ke SKO Ragunan. (Adt)

Kontrak Pelatih Asing, Perbasasi Bidik Perstasi di Level Asia

Aksi salah satu atlet softball di kejuaraan tingkat nasional. (extrajossbar.com)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) mendatangkan dua pelatih asing, yakni Zenon Winters (Australia), dan Apolonia Rosales (Philipina). Harapannya, Indonesia bisa bersaing di level Asia. Winters merupakan pesoftball terbaik dunia pada 2015. Sedangkan Rosales pernah membawa Indonesia U-19 masuk tiga besar Asia pada 2017. Mereka bakal didampingi pelatih lokal, Leonard Djarkasih dan Agus Gumilar. Pada akhir April nanti, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Kejuaraan Softball Asia ke-10. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Republik Ceko, pada akhir tahun ini. Sejumlah negara telah memastikan untuk berpartisipasi di Kejuaraan Asia itu, seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Brunai Darussalam, Thailand, Pakistan, India, Jepang dan China. Ripuji, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi PB Perbasasi, mengatakan pihaknya belum berani memasang targetdi Kejuaraan Asia. Namun, ia menyebut, kehadiran dua pelatih asing ini membuat Timnas makin solid. “Bersama mereka (Winters dan Rosales), kami berharap, Indonesia bisa bersaing di level Asia,” tukas Ripuji seperti dikutip liputan6.com, Senin (26/3). (Adt)

Jelang TC Timnas Futsal Putri di Purwokerto, Pelatih Dari Jepang Datang ?

Timnas Futsal Putri saat melakukan TC di Purwekerto saat akan tampil di SEA Games 2017 silam. (detik.com)

Jakarta- Selain sepak bola, Timnas Futsal Putri juga segera menggelar Training Center (TC) dan seleksi, jelang event AFC Women’s Futsal Championship 2018, di Thailand pada bulan Mei nanti. TC futsal putri kabarnya akan dilaksanakan di Purwokerto, Jawa Tengah, mulai Senin (2/4). Namun, mendekati TC, para pemain belum mengetahui siapa sosok pelatih yang akan menanganinya nanti. Hal ini disampaikan kiper Timnas Futsal putri, Citra Adisti, yang mengetahui jika dirinya kembali masuk dalam daftar TC dan Seleksi kali ini. “Kami belum tau siapa pelatihnya, katanya sih dari Jepang. Dikasih taunya sebentar lagi, entah sebelum latihan, atau hari pertama latihan. Penasaran sih, tapi ya ditunggu aja,” ujar Citra, pada Senin (26/3). Purwokerto, Jawa Tengah, kembali dijadikan markas skuat Timnas Futsal Putri. Pada 2017, Timnas Futsal Putri yang dipersiapkan mengikuti SEA Games Malaysia, juga ditempatkan di Purwokerto. Nantinya, TC dan seleksi, berkahir pada akhir April, sebelum Turnamen untuk kategori wanita itu berputar pada 2-12 Mei 2018 di Bangkok, Thailand. Pada 2018, tiga timnas futsal Indonesia akan turun di beberapa ajang Internasional. Selain timnas futsal putra senior, dua tim lain akan dibentuk, yakni Timnas futsal U-20 dan Timnas Futsal putri. Pelatih baru timnas futsal Indonesia sekaligus menangani tiga tim itu dan dibantu asisten pelatih lokal. Artinya agenda pertama pelatih baru timnas adalah menyiapkan tim ajang AFC Women’s Futsal Championship 2018. AFC Women’s Futsal Championship 2018 digelar mulai 2-12 Mei di Bangkok, Thailand. Indonesia yang berada di grup A efektif hanya memiliki waktu sebulan  mempersiapkan tim. Sedangkan ajang lainnya yakni AFF Futsal Championship dan kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship zona Asean. (Dre) Pembagian Grup AFC Women’s Futsal Championship 2018: Grup A Thailand Hong Kong Indonesia Macau Grup B Malaysia Vietnam Taiwan Bangladesh Grup C Jepang Tiongkok Bahrain Lebanon Grup D Iran Uzbekistan Turkmenistan

LIMA Badminton EJC Surabaya Subconference 2018 Usai, Dua Tim Debutan Gemilang

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menjadi tim debutan yang brepestasi di nomor beregu Putri LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. (LIMA)

Surabaya- Setelah bergulir di Greater Jakarta Conference (GJC) dan West Java Conference (WJC), subregion Surabaya dalam East Java Conference (EJC) pun telah sukses digelar. Wakil perguruan tinggi dan wakil kategori perseorangan terbaik telah menjalani laga bergengsi pada 20-26 Maret 2018. LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018 pun resmi berakhir pada Senin (26/3). Tak disangka, dua tim yang memulai debutnya di musim keenam LIMA Badminton, berhasil meraih prestasi cemerlang. Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menguasai kategori beregu putra. “Kampus kami memang unggul di bulutangkis. Kami bermain semangat di LIMA, karena ini kompetisi yang kami nantikan. Alhamdulillah kami ke nationals. Kami melihat peluang kami di nationals 80 persen. Sejauh ini, saya belum puas dengan Unitomo, karena belum bertemu dengan lawan yang seimbang,” ungkap Achmad Yani, pelatih Unitomo. Sementara itu, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menjadi tim yang mendominasi di kategori beregu putri. “Saya senang dan bersyukur, karena semua di atas ekspektasi kami di debut pertama ini. Hasil ini menjadi buah dari kerja keras para pemain. Kami memang berlatih keras sebulan terakhir untuk LIMA Badminton. Di Nationals nanti mungkin akan berat, tapi kami optimis saja, minimal kami bisa masuk semifinal,” kata Swidi, pelatih UINSA. LIMA Badminton Nationas 2018 akan bergulir di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Seluruh perwakilan terbaik dari tiap region akan bertanding di fase nationals pada 1-8 Mei 2018. (Adt) Rekapitulasi juara, peringkat kedua dan ketiga kategori beregu putra dan putri LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Putri Juara – Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peringkat 2 – Univ. Airlangga Surabaya Peringkat 3 – Univ. Surabaya Putra Juara – Univ. Dr. Soetomo Surabaya Peringkat 2 – Univ. Udayana Denpasar Peringkat 3 – Univ. Surabaya Lolos Ke LIMA Nationals Putra Univ. Dr. Soetomo Surabaya Univ. Udayana Denpasar Putri Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Rekapitulasi juara, peringkat kedua dan ketiga kategori perseorangan LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Tunggal Putri Juara – Maulindah Eva, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peringkat 2 – Zhinatul Widad, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peringkat 3 – Aisyah Sal Sabilla, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Tunggal Putra Juara – Androw Yunanto, Univ. Dr. Soetomo Surabaya Peringkat 2 – Muhammad Syahputra, Univ. Dr. Soetomo Surabaya Peringkat 3 – Alfian Putra, Universitas Airlangga Ganda Campuran Juara – Muhammad Aqso/Sukma A D P, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peringkat 2 – Muhammad Andrean/Aprillia Ika, Universitas Airlangga Peringkat 3 – Ilham D/Rya Chitra, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Lolos ke LIMA Nationals Tunggal Putri Juara – Maulindah Eva, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peringkat 2 – Zhinatul Widad, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Tunggal Putra Juara – Androw Yunanto, Univ. Dr. Soetomo Surabaya Peringkat 2 – Muhammad Syahputra, Univ. Dr. Soetomo Surabaya Ganda Campuran Juara – Muhammad Aqso/Sukma A D P, Univ. Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Peringkat 2 – Muhammad Andrean/Aprillia Ika, Universitas Airlangga

Padat Jadwal Latihan, Srikandi Indonesia Jalani Ujian Sekolah di Lokasi TC

Gelandang Timnas Putri Senior, Dhanielle Daphne (rompi oren), tercatat masih menjadi siswa kelas 12 SMA Global Sevilla Pulomas, Jakarta Timur. (Pras/NYSN)

Sawangan- Pemusatan Latihan (TC) dan seleksi Timnas Putri Senior di NYTC, kembali dilaksanakan pada senin (26/3). Memasuki pekan keempat latihan demi latihan terus dilakukan oleh Pelatih Timnas, Satia Bagja jelang event Piala AFF Wanita 2018. Dilain sisi para pemain juga tak melupakan kewajibannya untuk sekolah demi menuntut ilmu, mengingat pada bulan April nanti akan dilaksanakan Ujian Nasional (UN) bagi seluruh siswa dan siswi sekolah menengah. Satia mengatakan seluruh pemain yang masih tercatat di bangku sekolah menengah, tetap bisa menjalani proses ujian dari masing-masing sekolah. Namun, lokasi ujian bukan di sekolah tempat mereka mencari ilmu. “Pemain tetap mengikuti ujian, dan kemarin, mereka sudah ujian sekolah disini. Nantinya, mereka melaksanakan Ujian Nasional juga disini,” ungkap Satia, pada Senin (26/3). Tercatat, nama Safira Ika Putri Kartini (15 tahun) dan Dhanielle Daphne (17 tahun) siswa kelas 12 SMA Global Sevilla Pulomas, adalah pemain yang akan menghadapi Ujian Sekolah. Ujian Sekolah dan Ujian Nasional bagi para pemain dilaksanakan di Camp NYTC, Sawangan, tempat mereka tinggal saat ini. Namun, teknis pelaksanaan ujiannya, Satia tak menjelaskan lebih rinci. Selain harus berkonsentrasi menimba ilmu, para pemain juga harus menjalani latihan rutin demi membela Indonesia di ajang Piala AFF Wanita 2018. Bukan perihal mudah untuk membiasakan semua aktivitas tersebut bagi para srikandi muda itu. (Ham)

Peforma Kiper Timnas Putri Senior Membaik, Pelatih : Tidak Perlu Ada Tambahan

Kiper Timnas Putri Senior asal Sumsel, Debi Puspita (depan) saat melakukan latihan, didampingi Vera Lestari asal DIY, di NYTC, Sawangan. (Pras/NYSN)

Sawangan- Empat belas hari lalu, pelatih kiper Timnas Putri senior, Benyamin ‘Benny’ van Breukelen menyatakan problem posisi penjaga gawang adalah masih kental dengan teknik kiper futsal. Lantaran lebih sering tampil di kejuaraan di sepakbola futsal, hal ini menjadi salah satu ‘pekerjaan rumah’ sang pelatih untuk membenahinya. Memasuki pekan keempat TC, pada Senin (26/3), pria berdarah Belanda ini menyatakan jika para pemain yang berposisi kiper sudah mengalami kemajuan dalam visi bermain sepak bola. “Sekarang mengalami kemajuan. Dari teknik, passing dan control, mereka sudah jauh lebih baik. Hanya saja, mereka masih lemah saat melakukan tendangan jarak jauh”, ujar pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 4 Mei 1963. Kemajuan peforma mereka membuat Benny tak pusing menambah atau mengurangi pemain di posisi ini. “Saya rasa, untuk posisi kiper sudah cukup. Belum perlu tambah apalagi berkurang,” ujar pria berjuluk BvB ini. Dari empat kiper yang ada yakni Riska Yulianti (Babel), Norfince Boma (Papua), Vera Lestari (DIY) dan Debi Puspita (Sumsel), Benny mengaku sudah mendapatkan gambaran umum. “Ada tiga kiper potensial yang masuk dalam kandidat kerangka utama Timnas Putri. Kemampuan footwork (kecepatan kaki), dan komunikasi dengan rekan juga kini semakin baik,” tukasnya pada Senin (26/3). Riska adalah Kiper asal Klub Galanita Babel. Lalu Norfince penjaga gawang dari klub Persitoli Tolikara. Sementara Vera memperkuat Putri Arimbi Jogja, dan Debi bergabung dengan tim Persimura Musi Rawas. (Dre)

Velodrome Kelar April untuk Asian Games 2018, Pelatih : Soal Adaptasi Nggak Masalah

Kemampuan atlet balap sepeda selama Pelatnas Asian Games 2018 mengalami peningkatan. (toptier.id)

Jakarta- Velodrome yang terletak di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dijadwalkan rampung pada April 2018. Venue ini menjadi salah satu arena yang akan digunakan pada pesta akbar olahraga se-Asia, khususnya cabang balap sepeda. Dengan hanya tersisa waktu tiga bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, soal adaptasi venue pertandingan cabang balap sepeda tidak menjadi persoalan serius. Hal itu dikatakan Dadang Haries Purnomo, Kepala Pelatih Pelatnas Balap Sepeda Indonesia. “Venue itu selesai memang masih ada waktu tiga sampai empat bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. Bagi kami untuk adaptasi terhadap arena pertandingan sepertinya tidak ada masalah. Ya, InsyaAllah dengan waktu yang ada bisa kita manfaatkan dengan baik,” ujar Dadang, beberapa waktu lalu. Ia juga mengungkapkan bila kemampuan anak didiknya selama menjalani Pelatnas terus mengalami peningkatan. “Sampai saat ini kalau melihat hasil mereka latihan sangat bagus, terutama nomor track dan double track itu lonjakannya cukup signifikan. Lalu di nomor downhill juga sama,” sambungnya. “Yang roadrace meski tidak bisa menyeluruh, tapi ada satu atau dua pebalap yang kapasitasnya di level world class,” tambahnya. Intinya, sebut Dadang, hampir semua disiplin kemampuan yang dimiliki atlet sangat merata. “Sejauh ini tidak ada laporan kemampuan mereka menurun, malah peningkatannya jauh lebih bagus,” tukas Dadang. (Adt)

Dua Pemain Utama Absen, Timnas U-19 Takluk 1-4 Dari Jepang U-19

Striker Jepang U-19 Ando Mizuki (11), dibayangi bek Timnas Kadek Raditya Maheswara (2), dalam laga uji coba di SUGBK pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Jepang U-19 akhirnya menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim elit di kawasan Asia. Tampil santai, Tim Samurai Biru berhasil mengalahkan Timnas U-19. Sebelum laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/3), arsitek Timnas U-19 Bima Sakti Tukiman, menjanjikan permainan menyerang, memang dibuktikan. Sayangnya kematangan dalam mengolah si kulit bundar masih jadi problem. Rachmat Irianto dkk beberapa kali mendapatkan peluang dengan menembus pertahanan Jepang. Namun, penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Absennya Nurhidayat di lini belakang dan Asmawi Mangkualam di sektor tengah, juga amat terasa. Di awal pertandingan, Jepang memang tak langsung mengambil insiatif serangan dan hal ini dimanfaatkan pemain Indonesia untuk menguasai lapangan tengah. Ternyata hal tersebut merupakan taktik Jepang yang menginginkan Indonesia bermain lebih terbuka. Akhirnya kesalahan yang dilakukan Rachmat Irianto di menit 16 ketika mengumpan bisa dimanfaatkan para pemain Jepang untuk merangsek masuk ke kotak penalti. Hanya dengan beberapa gerakan saja, Miyashiro Taisei bisa mengoyak jala gawang Indonesia yang dikawal M Aqil Savik. Di babak kedua, Jepang yang sudah mengetahui pola permainan Indonesia langsung menekan. Hasilnya tiga menit laga baru berlangsung Savik harus memungut bola dari gawangnya setelah tendangan voli Yamada Kota tak mampu diblok. Satu menit berselang Jepang makin menjauh. Gol yang dibuat Ando Mizuki ini berawal ketidakmampuan pemain belakang fokus pada pertandingan. Mereka membiarkan pemain Jepang memegang bola sambil berharap wasit memberikan pelanggaran pada Indonesia setelah Rachmat tergeletak hanya beberapa langkah dari depan kotak penalti. Unggul tiga gol ternyata tak membuat Jepang menurunkan tempo. Mereka mencoba menguasai bola untuk sesekali membongkar pertahanan Indonesia yang coba dirapatkan. Jepang kembali menambah gol lewat titik putih. Wasit menghukum Indonesia setelah Julyano melanggar Mizuki. Dan dia pulalah yang meneruskan sebagai algojo dan makin meninggalkan Indonesia. Tertinggal empat gol, Garuda muda mencoba menembus pertahanan Jepang. Hasilnya di menit akhir, Aji Kusuma menghukum kiper Jepang, Osako Keisuke yang ragu saat menerima umpan pemain belakang mereka. Skor 4-1 ini bertahan sampai laga usai. (Dre/Ham) Susunan Pemain Indonesia U-19: M Aqil Savik; Kadek Raditya Maheswara, Firza Andika, M Rachmat Irianto (C) (Julyano Nono ’56), M Rifad Marasabessy; M Lutfi Kamal, Egy Maulana Vikri (Todo Rivaldo ’56), Syahrian Abimanyu (M Iqbal ’56); Feby Eka Putra, Saddil Ramdani (Resky Fandi ’72), Hanis Saghara Putra Jepang U-19: Osako Keisuke; Ishihara Hirokazu, Hasihoka Daiki, Kawai Ayumu (C), Kobayashi Yuki; Hisgashi Sunki, Hori Kenta, Ito Hiroki, Yamada Kota; Ando Mizuki, Miyashiro Taisei