Cristiano Ronaldo Ikut Audisi Umum Djarum di Balikpapan, Bersaing Rebut Super Tiket

Cristiano Ronaldo Eka Saputra berjuang meraih Super Tiket ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di Kudus, Jawa Tengah, September nanti. (PBDjarum)

Balikpapan- Cristiano Ronaldo berjuang meraih Super Tiket untuk bisa melangkah ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di Kudus, Jawa Tengah, September mendatang. Cristiano Ronaldo yang dimaksud bukanlah mega bintang kelahiran Hospital Dr. Nelio Mendonca, Funchal, Portugal, yang kini memperkuat klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Melainkan atlet bulutangkis asal Sleman, Yogyakarta, bernama lengkap Cristiano Ronaldo Eka Saputra, atau akrab disapa Eka. Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Eka berhasil melaju di tahap turnamen. Pada babak kedua, ia sukses menyingkirkan M. Rafi An Nur dari Penajam Paser Utara dengan skor 21-7, 21-7, pada Minggu (15/5). “Saya senang bola dan ada pemain hebat bernama Cristiano Ronaldo, dan saya berharap dia menjadi pemain yang hebat juga,” ujar Sihono, sang ayah seperti dikutip situs resmi PB Djarum, Senin (16/4). Sejak usia lima tahun, anak tunggal pasangan Sihono dan Ismayani itu mulai bermain bulutangkis. Keinginan Eka menekuni olahraga ‘tepok bulu angsa’ itu mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Ini menjadi tahun ketiga bagi bocah sepuluh tahun ini mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Langkahnya terhenti pada babak kedua di dua tahun sebelumnya. Ia mengikuti Audisi Umum di Purwokerto dan Solo (Jawa Tengah) pada 2017, dan gagal melalui tahap screening. Eka saat ini tergabung dengan klub bulutangkis Pancing Sembada, di Sleman. Klub ini melahirkan salah satu atlet nasional, Dionysius Hayom Rumbaka. “Ini tahun ketiga, saat 2016 di Purwokerto sampai babak delapan perempat final, tinggal satu pertandingan itu harusnya lolos. Lalu kami coba di Kudus dan gagal di babak 16 besar. Bahkan di tahun 2017, malah dia gagal lolos screening terus, tahun lalu ikut di Solo dan Purwokerto malah tidak lolos screening,” ungkap Sihono. Gagal tak lantas membuat sang ayah patah semangat, ia terus mendorong buah hatinya itu menguji skill yang dimiliki di arena Audisi Umum. “Kecewa ada. Tapi ini kesempatan terakhir dia bisa ikut Audisi Umum. Semoga legend bisa mengenali potensi dia. Beberapa kali dia juara di turnamen baik ganda maupun tunggal,” paparnya. Kota Balikpapan akhirnya dipilih menjadi pertama Audisi Umum bagi putra tunggalnya itu. “Kenapa di Balikpapan? Karena saya bisa antar dia ke sini. Dan, mungkin kesempatannya lebih besar. Kalau saya nggak bisa antar, pasti nggak ikut Audisi Umum. Kebetulan untuk Balikpapan ini saya bisa dapat cuti,” tambah Sihono. Eka, yang mengidolakan pebulutangkis Pelatnas Jonatan Christie itu mengatakan siap jika harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Hal itu dilakukan guna mewujudkan mimpinya menjadi pebulutangkis berprestasi ditingkat nasional maupun internasional. Namun, untuk mendapatkan Super Tiket yang akan membawanya ke final Audisi Umum di Kudus, Jawa Tengah, September nanti, ia harus meraih dua kemenangan pada pertandingan yang berlangsung pada Senin (16/4). (Adt)

Tiga Kali Hadir di Kaltim, Audisi dan Seleksi PB Djarum di Balikpapan Selalu Luber Peminat

Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari (kacamata), terkesan dengan antusiasme masyarakat Balikpapan di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. (dok. PB Djarum)

Balikpapan- Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis kembali digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai kota penyelenggara audisi pencarian bakat para pebulu tangkis muda. Audisi Umum di Balikpapan dimulai pada Sabtu (14/4) hingga Senin (16/4). GOR Hevindo bakal menjadi arena pertarungan bibit-bibit bertalenta dari berbagai daerah, dalam memperebutkan Super Tiket dan meraih kesempatan menjadi atlet PB Djarum. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya diselenggarakan di Balikpapan. Sebelumnya pada 2015 dan 2016. Tahun lalu, PB Djarum singgah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai tempat penyelenggaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2017. Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan, para pebulu tangkis berpotensi bertebaran di berbagai kota di Pulau Kalimantan. “Praveen Jordan, yang berasal dari Bontang, Kaltim, merupakan satu di antara para pebulu tangkis PB Djarum yang menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Kami berharap dari Audisi Umum di Balikpapan ini juga muncul atlet-atlet muda seperti Praveen,” ujar Fung. Sekadar catatan, empat pebulu tangkis muda asal Kalimantan Timur penghuni Asrama PB Djarum yang telah menorehkan berbagai prestasi, yakni Muhammad Aldo Apriyandi (lahir di Balikpapan pada 2001), Sheila Dinda Kurniawan (Balikpapan, 2002), Aldi Alfijar Rachman (Balikpapan, 2002), dan Priskila Venus Elsadai (Balikpapan, 2005). Pada 2015, di Balikpapan tercatat sebanyak 152 peserta mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis. Setahun kemudian jumlah peserta meningkat menjadi 238 peserta. Hingga H-1, sebanyak 403 peserta melakukan registrasi online untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2018 di Balikpapan. Pada Jumat (13/4) siang, sekitar pukul 14.00 WITA, tercatat lebih dari 225 peserta yang telah mengikuti registrasi ulang, guna bertarung di tiga hari gelaran Audisi Umum. Para peserta tersebut diperkirakan bakal bertambah sampai dengan penutupan registrasi ulang pada malam hari. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. PB Djarum menggelar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis di delapan kota, yakni Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari tahap Audisi Umum di kota-kota tersebut, akan melaju ke babak Final. Babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Di tahap final ini, mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya. Lalu mereka menjalani tahap karantina di Asrama PB Djarum, Kudus selama kurang lebih satu minggu. Usai karantan akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan beberapa kategori. Yakni kategori U-11 (berusia 6-10), U-13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U-15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. (Art)