Babak Play Off Srikandi Cup Siap Dihelat, Picu Generasi Muda Cirebon Gemari Basket

Babak Play Off Srikandi Cup siap dihelat di di GMC Arena, Cirebon, pada 18-21 April 208. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak Play Off Srikandi Cup siap dihelat di Kota Cirebon, Jawa Barat, 18-21 April 2018. Kompetisi basket putri tertinggi di Indonesia itu diharapkan memicu generasi muda ‘Kota Udang’ untuk menggemari olahraga asal Amerika Serikat (AS) itu. Babak Play Off yang berlangsung di GMC Arena, markas Tim Generasi Muda Cirebon (GMC) itu, sekaligus seri terakhir dari rangkaian Srikandi Cup musim 2017-2018. Babak ini mempertemukan 8 tim peserta Srikandi Cup dalam format knock-out untuk mencari juara Srikandi Cup musim 2017-2018. Delapan tim kontestan Srikandi Cup akan dibagi berdasarkan peringkat di babak reguler yang telah dimainkan sebanyak 3 seri yakni Makassar (Seri Satu), Surabaya (Seri Dua), dan di Jakarta (Seri Tiga). Nantinya, tim-tim ini  akan memasuki babak perempat final dan bermain dengan model single elimination guna menentukan pemenang dari musim perdana Srikandi Cup. Pada Babak Play Off itu, Tim ‘Kota Pahlawan’ Surabaya Fever tetap menjadi unggulan karena prestasi mereka yang sanggup merajai tiga seri Srikandi Cup sebelumnya. Njoo Lie Wen, General Manager GMC Cirebon, menyebut adanya Srikandi Cup di Kota Cirebon dapat menarik penonton. “Dengan begitu, animo penonton basket di Cirebon makin bertambah,” ujarnya. “Bukan hanya animo penonton saja yang bertambah, namun pengetahuan tentang basket di Cirebon bisa terus meningkat,” sambungnya. Lebih lanjut, ia berharap Srikandi Cup bisa memicu generasi muda Cirebon untuk hobi bermain basket. “Ini kesempatan melihat pemain nasional bertarung membela klubnya masing-masing di Srikandi Cup,” tambah Njoo Lie. (Adt)

Totalindo Purwokerto Open 2018 Jadi Ajang Hitung Peringkat Petenis Junior Indonesia

Petenis junior Nasional bersaing di turnamen tenis 'Totalindo Purwokerto Open 2018'. (net)

Jakarta- Petenis junior papan atas nasional turut meramaikan persaingan di turnamen tenis bertajuk ‘Totalindo Purwokerto Open 2018’, di Lapangan Tenis Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Jawa Tengah, 2-8 April. Para petenis ini diantaranya penghuni peringkat nasional Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), yang merupakan peringkat atas putra dan putri Kelompok Umur (KU)-16 tahun, yakni Lucky Chandra Kurniawan (Sukoharjo) dan Niken Ferlyana (Blora). Dan, KU-14 yaitu Adinda Satria Gamal (Kediri), dan Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo). Sedangkan M. Aji Faizal Nizam (Tulungagung) dan Joanne Lynn (Bandung/6) pada KU-12. Selain petenis junior unggulan, juga diramaikan kehadiran 100 petenis junior yang datang dari berbagai penjuru nusantara. Johannes Susanto, Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti 2017-2022, mengatakan pihaknya tengah membenahi pembagian jenis kategori turnamen junior dan sistem pemeringkatan petenis. Agar, terangnya, akan mampu meningkatkan kualitas pembinaan usia muda. “Mulai tahun ini, poin peringkat hanya dihitung dari enam hasil terbaik masing-masing petenis. Dan kategori kejuaraannya, harus berlangsung seminggu penuh, seperti Totalindo Purwokerto Open ini, bukan dari turnamen dua atau tiga harian,” ujar Johannes, Senin (3/4). Sementara, Budhi Setiawan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyumas, mengapresiasi gelaran turnamen tenis junior berlevel nasional itu dimana daerahnya dipilih menjadi tuan rumah. “Semoga event ini menjadi titik awal bagi kemajuan olahraga tenis di Banyumas,” cetusnya. “Kami cukup bangga memiliki sarana lapangan tenis yang memenuhi standar penyelenggaraan turnamen nasional dulu. Tentu, kami ingin ada petenis Banyumas yang mampu bersaing di ajang seperti ini,” tambah Budhi. Sedangkan, Dudi Rochjat, Direktur Turnamen Totalindo Purwokerto Open 2018, mengungkapkan andai waktunya tak mepet dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah, kemungkinan peserta pada turnamen ini akan lebih banyak. “Tapi, persaingan menuju tangga juara ajang ini tetap akan sengit,” tukas Dudi. (Adt)

Dominan Atlet Srikandi Cup 2018, Timnas Basket Putri TC AG2018 Di Cirebon

Shooting Guard asal Klub Surabaya Fever, Nathasa Debby Christaline (18) kembali terpanggil masuk dalam TC Asiang Games 2018 yang berpusat di kota Cirebon. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) resmi memanggil 16 pemain dan 7 official bergabung dalam Training Center (TC) Timnas basket putri. TC ini menjadi ajang persiapan jelang tampil di Asian Games 2018. PP Perbasi mengeluarkan surat resmi bernomor: 088/III/PP/2018 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih. Deretan nama yang dipanggil begabung TC, nyaris didomonasi pemain yang tampil di Srikandi Cup 2018. Ada pun dua pemain non jebolan Srikandi Cup 2018 yakni Christine Aldora Tjundawan (Jawa Timur/Sahabat Surabaya) dan Adelaide Callista Wongsohardjo (Jawa Timur/Bimasakti Malang). Sementara itu, sebagai Pelatih Kepala dipercayakan kepada Arif Gunarto, sedangkan posisi manajer tim diemban oleh Wahyu Gunarto. TC timnas basket putri rencananya akan digelar di GOR GMC Basketball Arena, Cirebon pada 23 April hingga 8 Juni 2018. Pemilihan venue di Cirebon merupakan momen yang dipilih PP Perbasi, paska sehari rampungnya seri penutup Srikandi Cup yang bergulir di Cirebon, pada 21-22 April 2018. “Manager akan menyediakan akomodasi untuk para pemain di tanggal tersebut. Mengingat TC Pelatnas ini cukup Panjang dan sudah intensif, maka barang bawaan atlet untuk latihan Tim Nasional harap sudah dibawa ke Cirebon, karena sempitnya waktu persiapan tidak memungkinkan untuk pulang kembali ke daerah masing-masing,” bunyi pernyataan surat pemanggilan TC Pelatnas timnas basket putri itu. (Adt) Susunan official dan pemain TC timnas basket putri : Pelatih dan Official : 1. Arif Gunarto – Jawa Barat 2. Tri Prasetiyo Utomo – DKI Jakarta/Pelita Jaya 3. Efri Meldi – Jawa Tengah/Satya Wacana Salatiga 4. Kim Dong Won – Republic of Korea 5. Alvin Indra – Banten 6. Muslihudin – Jawa Barat/Siliwangi Bandung 7. Nur Rizki Fahrul Roji – Ara Physio/Banten/GMC Cirebon Pemain : 1. Priscilla Annabel Karen – DKI Jakarta/Tenaga Baru 2. Tiara Aulia Denaya – DKI Jakarta/Tanago Friesian 3. Helena Maria Elizabeth – DKI Jakarta/Merpati Bali 4. Dora Lovita – DKI Jakarta/Merpati Bali 5. Henny Sutjiono – Jawa Timur/Surabaya Fever 6. Vonny Hantoro – Jawa Timur/GMC Cirebon 7. Christine Aldora Tjundawan – Jawa Timur/Sahabat Surabaya 8. Adelaide Callista Wongsohardjo – Jawa Timur/Bimasakti Malang 9. Clarita Antonio – Jawa Barat/Surabaya Fever 10. Nathasa Debby Christaline – Jawa Tengah/Surabaya Fever 11. Ivonne Febriani Sinatra – Jawa Tengah/Surabaya Fever 12. Dyah Lestari – Jawa Tengah/Sahabat Semarang 13. Gabriel Sophia – Kalimantan Timur/Surabaya Fever 14. Nathania Claresta Orville – Jambi/Surabaya Fever 15. Kadek Pratita Citta Dewi – Bali/Merpati Bali 16. Putu Eka Liana Febiananda – Bali/Merpati Bali

Kunjungi Wisma Atlet Kemayoran Yang Akan Dilengkapi Karaoke, INAGSOC Bakal liburkan Sekolah

INASGOC bakal melengkapi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan fasilitas hiburan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menciptakan kenyamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, INASGOC bakal melengkapi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan fasilitas hiburan. Tri Ananta Andrewan, Direktur Wisma Atlet INASGOC, mengatakan panitia akan menempatkan beberapa fasilitas pendukung di Wisma Atlet Kemayoran, seperti ruang karaoke, gym, serta kafe, dan WiFi disekitaran Wisma Atlet Kemayoran. “Nanti ada penambahan fasilitas (di Wisma Atlet). Misalnya karaoke, lalu gym, serta kafe. Supaya oficial dan para atlet bisa menikmati dan rileks,” ujar Tri Ananta di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/4). Namun, fasilitas ini masih belum siap dan dalam proses untuk penyediaan. Untuk soal WiFi, ia menyebut tak hanya ada di dalam kamar, tapi nantinya tersedia diseluruh Kawasan Wisma Atlet. “Pastinya kami masih akan usahakan soal itu,” tambahnya. Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terdiri dari 10 tower, dan tiga tower mampu menampung lebih dari 7 ribu orang. Tiap tower pertama memiliki 24 lantai dengan jumlah kamar mencapai 650 unit. Di tower kedua, ada 32 lantai serta memiliki 880 kamar, selanjutnya tower ketiga memiliki 24 lantai dengan kapasitas 840 kamar. Masing-masing kamar memiliki dua kamar tidur dan satu toilet atau kamar mandi. Kamar-kamar di Wisma Atlet bertipe 36. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah sepakat meliburkan sekolah di Jakarta, utamanya yang berdekatan dengan venue pertandingan pesta olahraga akbar empat tahunan di Asia itu. Erick Thohir, Ketua INASGOC, menyebut opsi meliburkan sekolah dilakukan guna mengurangi kemacetan di Jakarta. Ia berharap pelaksanaan event edisi ke-18 olahraga negara-negara se-Asia itu dapat berlangsung dengan lancar. “Soal transportasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta (Sandiaga Uno) membuat keputusan dan melaporkan ke Wakil Presiden (Jusuf Kalla), yang akan meliburkan proses belajar-mengajar di Jakarta, terutama sekolah yang berdekatan dengan venue Asian Games 2018,” urai Erick di Jakarta, Selasa (3/4). Ia berharap dengan meliburkan beberapa sekolah tersebut akan meminimalisir kemacetan di Ibukota. “Setidaknya kemacetan di DKI Jakarta selama berlangsungnya Asian Games bisa berkurang sampai dengan 21 persen,” tukasnya. (Adt)

Tanpa Perlawanan, Tim Putra UB Tak Terbendung Di Hari Kedua

Tim Putra Universitas Brawijaya (UB) kembali mendulang kemenangan di dua partai yang dilewati pada laga hari kedua LIMA Badminton EJC Malang, Senin (2/4). (LIMA)

Malang- Partai tim putra Universitas Brawijaya (UB) melawan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) membuka LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Malang Subconference 2018 hari kedua, Senin (2/4). UB, juara musim lalu, kembali menunjukkan keunggulan permainannya di Sports Center UIN Maliki Malang. UB berhasil mengalahkan sang tuan rumah 4-1. Hasil ini menjadi kemenangan kedua untuk UB, setelah kemarin, UB menang atas Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) dengan skor sempurna, 5-0 Zulfa Risyad menjadi tunggal pertama yang diturunkan UB. Di partai pertama ini, Faris Syaefudin, tunggal pertama UIN Maliki, sempat unggul. Skor 11-7 diraih Faris hingga waktu interval. Usai istirahat, Risyad baru mulai melancarkan serangan. Ia akhirnya berhasil mengungguli Faris. Gim pertama di partai pertama ini berakhir dengan keunggulan Risyad, 21-17. Gim kedua di nomor tunggal pertama ini kembali dimenangi oleh Risyad. Meski sempat saling mengejar poin, Risyad menguncki skor 21-15 dan menutup gim kedua partai pertama. Duet Ilham Yudha/Iqval Anggi menambah perolehan poin UB. Ilham/Iqval unggul dengan selisih jauh atas Fuad Budairi/Rhazilun Marsyahid di gim pertama, 21-11. Di gim kedua, Fuad/Rhazilun sempat unggul 11-10. Namun, tak bertahan lama, ganda UIN Maliki ini harus mengakui kembali ketangguhan UB dan kalah 21-19. UIN Maliki akhirnya berhasil merebut poin di laga sengit partai ketiga. Lewat Faris Syaefudin/Lugas Gema/Saiful Rijal, UIN Maliki memecah kebuntuan poinnya usai pertarungan di babak rubber game. Gim pertama dimenangi tripel UIN Maliki, 21-19. Di gim kedua, sang lawan, Achmaddieo Maulana/Adhika Ariyadi/Akbar Utama, unggul 21-13. Trio UIN Maliki kembali unggul di babak tambahan dengan skor 11-5. Kedudukan kini 2-1 untuk keunggulan UB. Gagal menambah angka, UIN Maliki harus kalah lagi dari UB di partai keempat. Tunggal kedua UB, Ilham Yudha, mengeksekusi laga ini. Ilham unggul atas Fuad 21-13 dan 21-12. UB kembali menegaskan ketangguhannya, kedudukan menjadi 3-1. Ganda kedua UIN Maliki, Alfajar Assidiq/Hisyam Rofiqi mencoba merebut poin kembali. Beberapa kali Alfajar/Hisyam unggul atas Achmad Rizal/Aditya Chelievan. Namun, akhirirnya kemenangan masih untuk UB. Partai penutup ini berakhir degan skor ketat, 21-18 dan 23-21. Usai menyudahi UIN Maliki, UB kembali mencetak skor 4-1, paska berhadapan kedua kalinya dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), di pertandingan keduanya. Tim putra UB total mengantongi tiga kemenangan di LIMA Badminton: McDonald’s EJC Malang Subconference ini. Di laga Selasa (3/4), UB akan berhadapan dengan tuan rumah, UIN Maliki. (Adt)

Pebulutangkis Junior Dari 19 Negara, Buru Poin BWF di ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’

Ribuan pebulutangkis junior ramaikan persaingan di Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018. (vavel.com)

Jakarta- Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara memastikan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Event ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, 3-8 April 2018. Imelda Wiguna, Pengurus Harian PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini merupakan kesempatan besar bagi pemain-pemain, khususnya PB Jaya Raya untuk menguji kemampuan mereka. “PB Jaya Raya realistis dalam memasang target, yakni satu gelar di sektor Ganda Putra Kategori U-19, melalui pasangan Ferdian Mahardika Ranialdy/Giffari Anandaffa Prihardika,” ujar Imelda, Senin (2/4). Ia berharap anak didiknya seperti Stephanie Widjaja di sektor Tunggal Putri pada Kategori U-17 dan Tasya Farahnailah di Tunggal Putri untuk Kategori U-15, dapat membuat kejutan pada turnamen ini. Turnamen internasional ‘Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix Gold 2018’ bakal mempertandingkan tiga kategori, yakni U-15, U-17 dan U-19. Event ini sangat bergengsi, karena untuk Kategori U-19, poinnya langsung diperhitungkan dalam peringkat BWF (Federasi Bulutangkis Dunia). Dan untuk Kategori U-17 dan U-15, diperhitungkan dalam peringkat BAC (Konfederasi Bulutangkis Asia). Pada kalender BWF 2018, untuk di Asia event Junior Grand Prix Gold, hanya digelar di Indonesia, 2-8 April 2018, serta di India, 7-12 Agustus 2018. Tony Soehartono, Ketua Panitia Turnamen, menjelaskan status turnamen dengan level tertinggi untuk junior, maka pemain-pemain junior terbaik dari beberapa negara akan hadir pada turnamen ini. “Mereka mengincar poin untuk peringkat BWF. Turnamen ini menjadi persaingan sengit para pemain junior,” cetusnya. Di turnamen ini, para pebulutangkis junior Indonesia menjadi kontingen terbanyak yakni 751 pemain yang berasal dari Pelatnas dan klub. Mereka akan bersaing dengan peserta dari negara lain, seperti Tiongkok dan Korea Selatan yang mengirimkan 20 pemain. Sementara, India sebanyak 57 pemain, kemudian Jepang dengan 9 pemain. Selanjutnya, Thailand menerjunkan 47 pemain, Malaysia mengutus 25 pemain, serta Singapura berkekuatan 14 pemain. (Adt)

Dijanjikan Juara AFF 2018 dan Lolos Piala AFC, Hary Tanoe : Kensuke Dikontrak Jangka Panjang

Menjadi pelatih anyar timnas futsal Indonesia, Pelatih asal Jepang, Kensuke Takahasi (kiri) langsung menangani tiga tim sekaligus. (Ham/NYSN)

Jakarta- Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menunjuk Kensuke Takahasi sebagai pelatih anyar timnas futsal Indonesia. Pelatih asal Jepang itu membubuhkan kontrak di Jakarta, pada Senin (2/4). Ia diikat hingga 2020 nanti. Durasi kontrak ini bisa saja diperpanjang oleh FFI, andai Kensuke sukses membawa timnas futsal Indonesia berprestasi selama musim 2018. Hal ini disampaikan Ketua Umum Federasi FFI, Hary Tanoesoedibjo. “Dia melatih Timnas putra putri, dan dikontrak jangka panjang,” ucap Hary Tanoe. “Kontrak tiga tahun yang opsinya bisa diperpanjang, jika jadi juara AFF 2018 dan lolos Piala Futsal AFC 2020,” tegas Ketua Partai Perindo ini. Kensuke akan mengawal Timnas pada empat ajang yang dilewati timnas futsal putra dan putri Indonesia, selama 2018. Keempat event itu adalah AFC Women’s Futsal Championship, Kualifikasi AFC Women’s Futsal Championship 2019, AFF Futsal Championship, Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship. Hary Tanoe sangat optimistis Kensuke bisa membawa kesuksesan berama timnas futsal Indonesia baik putra dan putri. Menurutnya Kensuke merupakan pelatih yang sangat komunikatif dan intes berbicara dengannya. “Dia itu tahu apa yang harus dikerjakan, dan punya pandangan kelemahan timnas futsal Indonesia,” tutur Hary Tanoe. “Konsepnya jelas disampaikan ke saya, yakni satu tahun itu akan lolos final Piala AFF 2018, lalu masuk empat besar Piala AFC 2020, dan meningkatkan kualitas futsal Tanah Air di dunia,” beber pria asal Surabaya ini Ia menambahkan bahwa Kensuke harus meningkatkan komunikasi dengan FFI. Eks arsitek klub futsal Jepang, Badral Urayasu itu tak akan bekerja sendiri selama membesut timnas futsal Indonesia. “Dia perlu kerja sama yang intens dengan pengurus FFI, dan dengan para anggota timnas,” pungkasnya. (Ham) Biodata Nama : Kensuke Takahasi Tanggal lahir: Hokkaido (Jepang), 8 Mei 1982 Tinggi/Berat : 173cm/62Kg Negara : Jepang Karir Pemain 2003-2004 Divertido Asahikawa 2004-2008 Predator FC (Bardral Urayasu) 2008-2010 Caja Segovia (Spanyol) 2010-2011 Guadalaraja (Spanyol) 2011-2015 Bardral Urayasu Prestasi Pemain AFC Futsal Championship Juara (2006, 2010, 2012) Runner-up (2005 dan 2007) Karir Timnas 2003-2012 Timnas Senior (60 caps) Piala Dunia Futsal 2004 (Fase Grup) 2012 (16 Besar) Karir Melatih 2016-2017 Bardral Urayasu (Direktur Teknik) 2017-2018 Bardral Urayasu (Tim Senior) 2018-.. : Timnas Indonesia Prestasi Melatih Bardral Urayasu – Peringkat 4 All Japan Futsal Championship 2018

Sapu Bersih Seluruh Partai Perdana, Putra UB Tekuk Tim Debutan Unitri

Universitas Brawijaya tampil cemerlang di pertandingan pertama LIMA Badminton EJC Malang 2018 usai menekuk Universitas Tribhuwana Tunggadewi 5-0. (LIMA)

Malang- Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Malang Subconference 2018 resmi, pada Minggu (1/4). Malang menjadi kota keempat yang disinggahi LIMA dalam event LIMA Badminton di musim keenam ini. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjadi tuan rumah. Laga antara pemenang musim lalu, Universitas Brawijaya (UB), melawan tim debutan, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menjadi pembuka kompetisi badminton antarmahasiswa ini. Tak diragukan, UB tampil cemerlang di pertandingan pertamanya dengan skor maksimal, 5-0, atas Unitri. Pertandingan di partai pertama telah menampilkan ketangguhan UB. Lewat tunggal putra pertama, Ilham Yudha, UB mencuri poin. Murni Hariyanto, tunggal pertama Unitri tak mampu menahan Ilham. Alhasil, Ilham memenangi laga dengan skor telak, 21-6 dan 21-8. UB kembali tampil apik di partai kedua. Pasangan Achmeddieo Maulana/Misbachul Ulum Akbar, yang mewakili UB, kembali menyumbang poin. Ganda UB ini menang atas Joni Iskandar/Rahmad Suhindra dengan skor 21-7 dan 21-11. Di partai ketiga, Adhika Ariyadi/Aditya Chelievan/Iqval Anggi kembali menambah pundi-pundi poin untuk UB. Tripel UB ini berhasil mengungguli Alpian/Herwindi/Murni Hariyanto, tripel Unitri, dengan skor 21-10, dan 21-14. Tunggal UB kembali bermain impresif. Kali ini, UB menurunkan tunggal putra unggulannya, Achmad Rizal Lullah untuk berhadapan dengan Joni Iskandar, tunggal kedua Unitri. Mengantungi gelar juara tunggal putra di kategori perseorangan musim lalu, tak mengherankan jika Rizal mampu memberi poin tambahan untuk UB. Rizal mengalahkan 21-13 dan 21-14. Duet ganda kedua, Aditia Chelievan/M. Zulfa Risyad menyempurnakan poin UB. Kemenangan ini dipertegas UB di partai terakhir saat melawan Hasim/Kusnadiansyah, ganda Unitri, dengan skor 21-10 dan 21-10. Dengan ini, UB berhasil memenangi seluruh partai dengan skor akhir 5-0 atas Unitri. (Adt)

Venue Asian Games 2018 Dikebut Hingga Ramadan, INASGOC : Semua Tak Ada Kendala

Sekretaris Jenderal (Sekjen) INASGOC, Eris Hariyanto, saat melakukan pemaparan soal Venue Asian Games 2018 di acara World Press Briefing, pada Senin (2/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Panitia penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC), menggelar acara ‘World Press Briefing’, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, selama dua hari, pada 2-3 April 2018. Kegiatan ini diikuti puluhan perwakilan media massa nasional dan internasional, baik cetak, elektronik, maupun online. Event ini juga untuk lebih mensinergikan antara media dan INASGOC. Termasuk, mengenai perkembangan pembangunan venue pertandingan dan latihan untuk para atlet dari negara-negara Asia pada penyelenggaraan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Sejumlah venue tersebar di beberapa lokasi, seperti Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat serta Banten. “Saat ini ada 94 venue yang sudah kami siapkan. Dan, ada beberapa venue yang masih dalam fase persiapan untuk pembangunan. Pada April ini, Venue sebagai field of play Asian Games 2018 akan segera rampung,” ujar Eris Hariyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) INASGOC, Senin (2/4). Eris menyatakan secara umum venue untuk pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Asia itu telah siap semua. Mungkin yang belum siap, menurutnya, venue untuk latihan para atlet. “Kami yakin dan optimistis, semua venue, baik untuk pertandingan dan latihan, akan segera siap pada waktunya,” sambungnya. Proses pembangunan yang sangat dekat dengan pelaksanaan Ramadan (puasa) pada Mei hingga Juni mendatang, Eris menegaskan bila hal tersebut tak menjadi kendala. “Pembangunan itu tentu tak bisa berhenti dalam satu bulan itu. Mereka (kontraktor) akan tetap melaksanakan pembangunan, mungkin hanya speed pengerjaan-nya saja rendah, tidak seperti diluar Ramadhan. Tapi, kami pastikan semua tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tambah Eris. Sementara, Nasir, Direktur Venue Asian Games 2018, mengungkapkan selain menyediakan venue perlombaan, pihaknya menyiapkan tempat latihan para atlet, yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Jakarta, Palembang, Jawa Barat dan Banten. “APM Equestrian Center lokasinya di Tigaraksa, Tangerang akan digunakan sebagai training venue. Lalu, Stadion Universitas Padjajaran Bandung, Lapangan ITB Bandung, GOR Padjajaran serta Gunung Mas Puncak untuk olahraga Paralayang,” papar Nasir. Diketahui, event ‘World Press Briefing’ dimulai pada Senin (2/4) pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Berlanjut pada Selasa (3/4), yakni saat para awak media nasional dan internasional akan meninjau sejumlah venue Asian Games 2018 di Jakarta. Beberapa venue yang akan disambangi dari Athlete Village (Kemayoran), Equestrian Park Internasional (Pulomas), Velodrome (Rawamangun), Aquatic Center (Senayan), Istora (Senayan), dan Stadion Gelora Bung Karno (Senayan). (Adt)

Tampil Superior, Tim Basket Putra U-14 Gading Muda Sabet Titel Juara

Tim Basket Putra U-14 Gading Muda menjuarai Kejuaraan Basket Pengkot Perbasi Jakarta Barat, usai mengalahkan Indonesia Falcons 50-35. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim Basket Putra Usia 14 Tahun (U-14) Gading Muda tampil superior di partai puncak Kejuaraan Basket Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi Jakarta Barat, Minggu (1/4). Mereka menuntaskan mimpi meraih gelar juara usai menghempaskan Tim Basket Indonesia Falcons.nysn Melakoni laga di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, skuat Gading Muda langsung ‘tancap gas’ di kuarter pertama. Hasilnya, mereka mampu memimpin 7 angka atas lawan pada tiga menit pertama. Berlanjut, 3 point shoot dari pemain bernomor punggung 8, Reumbrant Billyson Chandra, makin memperlebar jarak angka Gading Muda atas Indonesia Falcons, yang sukses menutup kuarter pertama dengan skor 13-5. Pada kuarter kedua, Gading Muda terus memberikan tekanan pada lawan, namun Indonesia Falcons tidak tinggal diam hingga mampu mengantongi 8 angka. Meski tambahan angka tersebut belum cukup untuk mengejar ketertinggalannya dari Gading Muda yang akhirnya mampu membungkus kuarter kedua dengan skor 23-13. Pertarungan ketat terjadi pada kuarter ketiga. Kedua tim saling menggencarkan serangan. Dan, aksi individu yang ditunjukkan Reumbrant mampu menambah dua angka hingga makin mempertegas dominasi Gading Muda. Setelah itu, Indonesia Falcons berhasil membalas dengan raihan 3 point shoot dari penampilan ciamik pemain bernomor punggung 13, Kevin Nathaniel Cahyadi. Lagi-lagi, kuarter ketiga tetap milik Gading Muda dengan skor 37-29. Dikuarter akhir, anak didik Christian itu masih berada di atas angin. Angka demi angka dicetak Reumbrant dkk. Fast break dari pemain bernomor punggung 4, Edgar Dharma Prasadha Suryadi memperkokoh raihan angka Gading Muda. Akhirnya, mereka memastikan diri menjadi kampiun setelah menyudahi perlawanan Indonesia Falcons dengan skor akhir 50-35. Christian, Pelatih Tim Basket Putra U-14 Gading Muda, mengaku shock dengan perubahan transisi yang dipakai tim lawan. Menurutnya, tim lawan berani gambling mengambil keputusan untuk melakukan full court. “Puji Tuhan, anak-anak masih bisa tenang untuk mengantisipasi full court. Tapi, yang belum dimiliki anak-anak adalah setelah lewat setengah lapangan kayaknya mereka masih ragu mau ngapain,” ujar Christian. “Tapi, saya akui karena anak-anak merasa kuda hutam, dan nothing to lose, ya sudah mereka fight dalam pertandingan tadi dengan apapun yang terjadi,” sambungnya. Ia melanjutkan, tidak ada instruksi khusus yang diberikan pada anak didiknya selama pertandingan. Namun, Christian mengaku mengarahkan mereka tetap fokus memberikan tekanan ke bigman. “Sebenarnya posisi awal itu anak-anak banyak peluang ke bigman, tapi bolanya nggak ngalir. Kami tekankan ke bigman, namun rotasi masuk ke dalam wilayah lawan susah,” tambah pria yang akrab disapa Kentung. Meski berhasil menjadi kampiun, namun secara keseluruhan, pria bertubuh gempal itu, mengaku belum puas terhadap penampilan anak asuhnya tersebut. “Dalam sepekan persiapan yakni 60 persen pola permainan tak jalan di pertandingan, juga dengan sistim bermain mereka. Itu yang harus kami evaluasi, dimana mereka murni menjaga zone, lalu transisi dari difensif ke ofensif,” lanjutnya. Untuk persiapan Kejuaraan Daerah (Kejurda) tingkat DKI Jakarta, Christian mengatakan akan melakukan pembenahan terutama pada jam terbang. “Karena pertandingan ini bisa dibilang situasional, gamesnya anak-anak masih kurang. Jadi kalau mendapat pressure, bagaimana solusinya. Kemudian setelah passing terus mesti ngapain. Sebab, nanti di DKI hampir semua tim bagus-bagus karena mereka berasal dari peringkat satu dan dua dari masing-masing wilayah,” tukas Christian. (Adt)

Selain di Malaysia, IJL Mayapada 2018 Siapkan Tim Elite ke Thailand

IJL Mayapada 2018 akan menyiapkan dua tim Elite yang bakal tampil di event internasional pada akhir 2018 nanti. (Ham/NYSN)

Tangerang- Indonesia Junior League (IJL) rutin memberikan apresiasi kepada para pesertanya usai menyelesaikan festival. Pemain potensial di IJL Mayapada 2018 akan tampil di Malaysia dan Thailand. Rezza Mahaputra Lubis, selaku CEO IJL 2018 membeberkan persiapan di dua negara Asia Tenggara. “Kami akan siapkan tim IJL Elite yang siap berlaga di Selangor (Malaysia) dan Bangkok (Thailand). Tim U-11 bermain pada pekan pertama Desember di Malaysia, sedangkan tim U-13 merumput saat pekan ketiga Desember, di Thailand,” jelas Rezza, pada Minggu (1/4). “Pada Agustus, kami sudah tentukan pemain yang akan diberangkatkan. Tiap tim akan berisi 16 pemain terpilih, jadi total ada 32 pemain dari IJL yang akan dibawa ke Malaysia dan Thailand,” tukas Rezza. Ia juga memberikan alasan pihaknya memilih Festival di Malaysia, yakni Royal Selangor Club (RSC), sebagai ajang event internasional untuk skuat IJL Elite. Atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif disebut jadi salah satu faktor paling utama. Rezza meyakini RSC adalah turnamen yang cocok untuk meningkatkan kualitas anak-anak IJL Elite. Apalagi, mereka bakal berjumpa dengan negara-negara sepak bola berkualitas Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam jadi salah satu alasannya. “Kami menganggap RSC ajang yang tepat mengasah pemain-pemain terbaik IJL. Ajang ini sudah berlangsung 14 tahun, dan selalu menjadi primadona di Malaysia dan Asia Tenggara,” katanya. “Lawan-lawan kami nantinya selain 70% tim-tim Malaysia, ada juga tim-tim asal Australia, Singapura, Thailand dan Vietnam. Aroma persaingannya agak lebih kompetitif,” sambungnya lagi. Pria berdarah Medan ini menyebut bila sepak bola Malaysia kini sudah mulai memberikan ruang youth development sebagai platform besarnya. Hal itu tak lepas dari dukungan penuh dari pemerintah daerah Malaysia. “Saya melihat pembinaan usia dini di Malaysia sudah selangkah lebih maju, mereka banyak melakukan inovasi dan terobosan mutakhir dalam konsep pembinaannya,” ungkapnya. “Pembinaan mereka juga didukung kerajaan-kerajan bagian dari wilayah Malaysia. Kedah, Sabah, Trenganu, Serawak, Selangor, Kuala Lumpur, Negri Sembilan dan lain-lain memiliki kompetisi yang berjenjang masing-masing. Dan setiap wilayah-wilayah ini juga memiliki keungulan event sepak bolanya masing-masing,” beber Rezza lagi. Rezza yakin momen berlaga di Malaysia tak hanya jadi ajang transfer ilmu bagi para pemain binaannya. Di Negeri Jiran, ia juga punya misi menjalin relasi lebih kuat dengan akademi dan sekolah sepak bola lainnya khususnya dari luar Indonesia. “Ya untuk kerjasama IJL sedang menjajaki langkah kerjasama dengan klub Selangor Royal serta Club Tiger Kids Kuala Lumpur. Kami akan saling bertukar team, jika IJL dan pihak mereka mengadakan event,” pungkasnya. (Dre)

Tim Putri U-12 Gading Muda Jadi Runner-Up, Pelatih : Ini Pencapaian Luar Biasa

Putri U-12 Gading Muda (hitam) meraih runner-up usai kalah dari Cakrasakti dengan skor 22-42, di partai final, Minggu (1/4). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim Putri U-12 Gading Muda gagal mewujudkan impian meraih gelar juara pada Kejuaraan Basket Usia 12 Tahun (U-12) Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi Jakarta Barat, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu (1/4). Gading Muda harus puas menjadi runner-up setelah di partai pamungkas tak mampu membendung ketangguhan Tim Basket Cakrasakti, dengan skor 22-42. Di kuarter pertama, kedua tim bermain impresif. Sayang, Belva dkk hanya mampu mencetak satu angka, sedangkan Tim Cakrasakti berhasil mengoleksi 13 angka. Memasuki kuarter kedua, anak asuh Stanly Indarto itu masih belum berhasil keluar dari tekanan lawan. Cakrasakti akhirnya mampu menjaring 10 angka, dan menutup kuarter kedua dengan skor 23-4. Tak patah semangat, Gading Muda terus memberikan tekanan pada Hillary dkk. Namun, perjuangan pasukan hitam-kuning itu hanya mampu menambah 5 angka sebelum pertandingan di kuarter ketiga berakhir dengan skor 9-34. Pertarungan ketat justru terjadi di kuarter keempat. Kedua tim saling ‘jual-beli’ serangan. Hasilnya, Gading Muda berhasil meraup tambahan 13 angka. Meski begitu, belum mampu mengejar ketertinggalannya dari Cakrasakti. Hingga wasit meniup pertandingan usai, Cakrasakti tetap unggul dengan skor akhir 42-22. Sang arsitek Gading Muda, Indarto mengatakan menghadapi kejuaraan ini persiapan yang dilakukan timnya sangat minim. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi performa anak didiknya tersebut. “Secara umum kami memang gagal meraih juara. Tapi, dibilang gagal 100 persen juga tidak. Karena inikan anak-anak U-12, dan rata-rata mereka kelas 6 SD (Sekolah Dasar), dimana mereka menghadapi ujian di sekolah,” ujar Stanly usai pertandingan. “Tapi, dengan persiapan yang minim dan kami bisa masuk final, jujur saja ini diluar ekspektasi kami. Bisa sampai ke final itu pencapaian luar biasa,” sambungnya. Pada pertandingan kali ini, ia mengaku puas dengan penampilan beberapa skuatnya. Salah satunya adalah Belva. “Ada beberapa pemain yang bermain di atas ekspektasi saya. Tapi ada juga yang di bawah ekspektasi saya. Misalnya Belva. Kalau latihan jujur mainnya tidak seperti dipertandingan tadi. Mungkin karena dia pingin menang dan fighting spirit-nya juga sangat tinggi. Yang pasti kemampuannya di pertandingan ini keluar semua,” bebernya. Sang juru ramu tim menambahkan bila kompetisi belum berakhir. Pasalnya, menurut Stanly, timnya bakal berlaga di Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar wilayah. “Karena kami peringkat dua, tetap lolos untuk mewakilkan Jakarta Barat di event antar klub se-DKI, yang tiap wilayah diambil 2 tim. Lalu, tiap tim diadu untuk persiapan ke kejuaraan selanjutnya,” terangnya. “Untuk selanjutnya, kami akan evaluasi dari pertandingan hari ini. Fokus yang kami perbaiki soal difensif, kemudian ofensif untuk bermain secara tim. Individual juga makin kita asah,” ujar pria bertubuh gempal itu. (Adt)

Sandang Juara Dunia Pencak Silat, Ratu Febia Ingin Masuk Pelatnas

Pesilat Ratu Febia Tanama Muthi berharap masuk Pelatnas membela Merah Putih di turnamen internasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Usianya baru 18 tahun, namun dara manis bernama lengkap Ratu Febia Tanama Muthi, merupakan penyandang gelar juara dunia pencak silat. Ia menorehkan prestasinya di Kejuaraan Dunia Silat Junior 2015, di Stadion Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia. Harapannya sederhana, gadis bertinggi 158 itu ingin suatu saat nanti ia terpilih masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) membela Merah Putih di pentas internasional. “Target pribadi setelah lulus Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, bisa ikut Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah). Dan pelatih memotivasi supaya masuk Pelatnas. Harapannya bisa membela Indonesia di dunia internasional,” ujar Ratu disela-sela Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Al-Azhar Seni Bela Diri Ke-2, di Jakarta, Sabtu (31/3). Guna mewujudkan harapannya tersebut, anak pasangan Nur Ali Rachmat (Ayah) dan Neneng Ijah (Ibu) itu terus menempa kemampuan ilmu bela dirinya. “Latihan setiap hari, mulai dari pagi dan sampai sore hari. Juga latihan-latihan tambahan. Selain itu juga sering mengikuti pertandingan biar mental makin kuat, biar tidak gentar juga kalau ketemu lawan-lawan baik di kejuaraan nasional maupun internasional,” sambung pehobi games itu. Diakui Ratu, bila saat ini perkembangan bela diri, terutama pencak silat sangat pesat. Ia menjelaskan saat dirinya meraih gelar juara dunia, persaingan yang dihadapi sangat ketat. “Waktu itu persaingannya ketat. Bagus-bagus semua lawannya. Apalagi yang dari Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Speed mereka cepat banget. Jadi saya harus lebih intensif berlatih. Supaya bisa terus meraih hasil terbaik,” tutupnya. (Adt) Biodata : Nama : Ratu Febia Tanama Muthi Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 8 Februari 2000 Hobi : Main Games Sekolah : SKO Ragunan Jakarta Tinggi/Berat : 158 Cm/56 Kg Nama ayah : Nur Ali Rachmat Nama Ibu : Neneng Ijah Prestasi : 1. Juara Tiga Kejurnas PPLP Kalimantan Timur 2013 2. Juara Dua Popnas Jawa Barat 2013 3. Juara Satu Kejurnas PPLP Jawa Tengah 2014 4. Juara Satu Jakarta Open 2014 5. Juara Satu Kejuaraan Dunia Silat Junior 2015 6. Juara Satu Kejurnas Maluku Utara 2015 7. Juara Satu Kejurnas Remaja 2016

Demi Emas Beruntun, Maria Londa Nekad Curi Ilmu di Negeri ‘Paman Sam’

Maria Natalia Londa akan menjalani latihan di Amerika Serikat (AS) mulai April 2018 demi medali emas Asian Games 2018, Jakarta-Palembang. (Adt/NYSN)

Jakarta- Atlet andalan Indonesia cabang atletik nomor lompat jauh, Maria Natalia Londa, terus menempa kemampuannya jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Demi mengejar medali emas beruntun di pesta olahraga negara-negara se-Asia, ia bakal mencuri ilmu di Amerika Serikat (AS). Di negeri ‘Paman Sam’ itu, bersama 12 atlet yang dikirim oleh PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), ia akan digembleng oleh Harry Marra, pelatih terbaik 2016 versi Asosiasi Internasional Federasi Atletik. “Saya ingin curi ilmu atlet-atlet disana. Bagaimana cara pemanasan, persiapan, selama pertandingan dan setelah pertandingan,” ujar Marlon, sapaan atlet asal Bali, akhir pekan lalu. Ia mengaku latihan yang dijalaninya saat ini fokus pada perbaikan lompatan. “Semua latihan yang saya jalani untuk memperbaiki prestasi lompatan. Semoga semua berjalan lancar,” sambung wanita kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990. Diketahui, pada saat test event Asian Games 2018, Februari lalu, catatan terakhir lompatan Marlon adalah 6,43 meter. Soal lawan di Asian Games 2018, anak didik I Ketut Pageh itu mengaku bila Vietnam, China dan Kazakhstan bisa menjadi ‘batu sandungan’ meraih emas beruntun di event olahraga terbesar empat tahunan itu. Bukan tanpa alasan. Buktinya, pada saat Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, ia harus bersaing dengan atlet asal Vietnam Bui Thi Thu Thai (perak), dan atlet asal China Jiang Yanfei (perunggu). “Tapi Korea dan Jepang juga atletnya bagus-bagus. Saya sekarang latihannya juga masih di fase umum. Nanti sama Harry Marra sudah masuk fase khusus. Di fase ini, titik beratnya selain pada fisik juga mental bertanding,” tukas Maria. (Adt)

Matangkan Asian Games 2018, Timnas Hoki Putri Fokus Daya Tahan

Timnas Hoki Putri terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan Asian Games, Agustus-September 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Cabang hoki terus mematangkan persiapan jelang pesta akbar olahraga negara-negara se-Asia pada Agustus-September 2018. Saat ini, Timnas Hoki Putri Indonesia fokus pada pembenahan daya tahan dan kekuatan. “Tiga bulan pertama kami fokus pembenahan dasar skill, daya tahan, dan kekuatan atlet. Sejauh ini ada perkembangan yang baik dari para atlet, tapi banyak yang perlu diperbaiki,” ujar Yanuar Pribadi, Pelatih Timnas Hoki Putri, di Lapangan Hoki, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (30/3). Soal kekuatan hoki putri, Yanuar menyebut Indonesia masih jauh tertinggal. “Kekuatan di putri saat ini ada 10 tim. Dan 5 tim diantaranya masuk 10 besar dunia, sedangkan Indonesia ada di urutan 60-an. Negara-negara yang kuat seperti Korea, India, China, dan Malaysia,” sambungnya. “Tapi kami tak menyerah begitu saja dan akan berjuang semaksimal mungkin. Mudah-mudahan kami bisa membuat kejutan di Asian Games 2018,” tambahnya. Ia melanjutkan pihaknya akan melakukan seleksi terakhir untuk para atlet pada akhir April mendatang. “Kami juga akan menjalani try out di Malaysia. Kalau di Indonesia cari lawan khususnya putri itu susah, maka kami cari lawan laki-laki, meskipun ada perbedaan fisik,” terang Yanuar. Soal target, ia mengaku dengan kekuatan yang ada pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Merah Putih, termasuk mendulang medali emas. “Kami harus akui kekuatan kami ada dimana. Selanjutnya, apa yang mesti kami lakukan untuk meraih hasil terbaik. Semua pasti pingin meraih medali emas. Kami akan berjuang keras di Asian Games nanti,” tutupnya. (Adt)

Dua Kali Uji Coba, Pelatih Timnas Putri U-16 : Terlalu Fokus Hanya Kejar Bola

Penyerang Timnas Putri U-16 Carla Bio Pattinasarany (hijau) mendapat kepungan dari pemain Ngapak FC saat laga uji coba pada Jumat (30/3) di Cijantung. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Putri U-16 kembali melakukan uji coba kedua di Stadion Atang Sutresna, Cijantung pada Jumat (30/3) sore. Lawannya kali ini yaitu tim SSB Putri Ngapak FC. Carla Bio Pattinasarany dkk unggul 13-0, dan striker Viranda, menjadi top skorer dengan torehan empat gol. Pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere, mengatakan saat ini ia sedang membentuk kerangka skema permainan dari anak asuhnya. “Bukan skor akhir, bukan banyaknya gol, tapi skema dan cara permainannya, bagaimana mengalirkan bola, membangun serangan, pegang bola, bertahan, dan lainnya,” ujar Rully pada Jumat (30/3). Pada babak pertama berjalan, struktur permainan tim tidak terlihat, bahkan beberapan pemain masih saja fokus mengejar bola, daripada membentuk skema dan sistem permainan. “Baru lewat sepekan kami berkumpul. Masih banyak proses penyesuaian. Termasuk teknik dasar bermain, bermain sebagai tim, hingga komunikasi antar pemain,” jelas eks pelatih Persitoli Tolikara ini, Pada kesempatan yang sama, Salma salah satu pemain Ngapak FC memberi komentarnya perihal uji coba melawan timnas putri. “Andai kami sering latihan, mungkin bisa mengimbangi mereka. Kami tidak intens latihan, jadi lumayan kewalahan. Sekarang, SSB Ngapak FC fokus di laki-laki,” ungkap gadis kelahiran Ternate. Pekan depan agenda sparring kembali dilakukan, dan akan menjajal klub SSB U-13 putra. Rully berharap timnya akan mendapat pressing dari lawan, karena tim putra meski usianya lebih muda, namun ada kecepatan. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri U-16 Sabtu (24/3) Timnas Putri U-16 vs Pro:Direct Academy 6-0 Pencetak gol Timnas 6″ Carla 32″ Sheva Imut 35″ Vinny 48″ Carla 50″ Carla 68″ Hanifah Jumat (30/3) Timnas Putri U-16 vs FC Ngapak Putri 13-0 Pencetak gol Timnas 1″ Vinny 3″ Carla 12″ Carla 23″ Helsa 31″ Vinny 38″ Vinny 43″ Yasmin 52″ Carla 56″ Viranda 63″ Viranda 65″ Viranda 72″ Viranda 83″ Azra

Cetak Bibit Potensial, Ribuan Pesilat Remaja Adu Kekuatan di Kejurnas Al-Azhar Seni Bela Diri

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Al-Azhar Seni Bela Diri Ke-2 di SMPI Al Azhar Pusat diikuti 1017 pesilat dari seluruh Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Ribuan pesilat dari berbagai daerah beradu kekuatan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Al-Azhar Seni Bela Diri Ke-2. Event ini berlangsung di Aula Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Al-Azhar Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 30 Maret hingga 1 April 2018. Kejurnas yang memasuki tahun kedua itu bertujuan mencari bibit-bibit pesilat muda yang berprestasi. Kategori untuk peserta dimulai dari tingkat usia dini, pra-remaja, dan dewasa. “Event ini mencari bibit pesilat yang berprestasi bukan hanya nasional, tapi kedepannya di tingkat internasional. Event dimulai dari tingkatan interen, lalu open turnamen, selanjutnya kejuaraan wilayah, hingga daerah,” ujar Syahrowi Awi, Ketua Pelaksana Kejurnas Al-Azhar Seni Bela Diri, pada Jumat (30/3). Menurutnya, animo para pesilat untuk mengikuti Kejurnas kali ini sangat tinggi. Dibandingkan tahun lalu, terang Awi, untuk tahun ini jumlahnya meningkat drastis. “Kejurnas yang pertama itu jumlah peserta sekitar 900 pesilat, tapi tahun ini mencapai 1.017 pesilat. Itu juga masih banyak yang tak bisa ikut, dengan alasan waktu pelaksanaan dan biaya,” sambungnya. Dikatan Awi, Kejurnas ini juga dimanfaatkan para pesilat sebagai ajang ujicoba sekaligus mengasah mental bertanding. “Semoga dengan Kejurnas ini bibit cabang olahraga silat makin banyak ditambah dengan kemampuan mereka yang makin baik. Apalagi, silat berkembang di seluruh dunia,” tutup Awi. (Adt)

Tolak Timnas Putri, Tiga Pemain Ini Dapat Restu Manajer Bela Futsal

Kapten Timnas Futsal Putri Indonesia, Maulina Novryliani (9), yang menolak bergabung bersama Timas Putri Senior. (bolalob.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, mengaku ada tiga pemainnya yang menolak bergabung dengan Srikandi Senor mengikuti TC di NYTC, Sawangan, Jawa Barat. Mereka adalah Suciana Yuliani, Rani Mulyasari, dan Maulina Novryliani. Ketiga pemain itu sedang berlaga di Liga Futsal Wanita Profesional Indonesia 2018. Satia menyayangkan penolakan mereka. Menurutnya ketiga pemain itu memiliki kemampuan individu yang baik, dan berpotensi membuat Timnas Putri Senior lebih kuat. “Secara tegas mereka menolak,” ucap Satia. “Jika untuk bangsa dan negara, kenapa menolak. Kami juga butuh pemain bagus lainnya,” ucap Satia menambahkan. Satia tak terlalu mengetahui apa penyebabnya ketiga pemain itu menolak panggilan timnas wanita Indonesia. Mantan asisten Rahmad Darmawan itu menyerahkan permasalahan ini kepada PSSI dan Federasi Futsal indonesia (FFI). “Jangan tanya saya, karena itu urusan antar federasi. Biar mereka yang menindaklanjuti tentang permasalahan ini,” ucap Satia. Namun, kondisi ini tak dipermasalahkan oleh manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal. Papat menilai bila alasan ketiga pemain ini sudah ia pahami, karena disampaikan lewat keterangan resmi. “Sejak awal, mereka memilih aktif di cabor Futsal. Selain ada rutinitas event, mereka juga sudah terikat kontrak dengan klub,” jelas Papat pada Jumat (30/3). Dosen mata kuliah sepak bola di Kampus STIKP Pasundan, Cimahi ini, bahkan menilai mereka juga sudah ikut mengharumkan negara dalam event internasional. “Saat SEA Games 2017, mereka skuat utama peraih perunggu. Berprestasi artinya. Tak ada masalah. Biar sepak bola putri, mencari pemainnya secara natural lewat ajang sepak bola saja, meski tidak mudah,” tegasnya. (Art)

Pendaki Legendaris Tularkan Semangat ke Atlet Pelatnas Panjat Tebing

Pendaki legendaris Mohammad Gunawan, atau Kang Ogun (duduk di tengah), mengunjungi Pelatnas Panjat Tebing guna memberi semangat para atlet. (FPTI)

Jakarta- Mohammad Gunawan, atau akrab disapa Kang Ogun, mengunjungi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Panjat Tebing, di Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Ia bukan nama asing di dunia panjat tebing Tanah Air. Menjadi pengurus pusat pada periodisasi awal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berdiri, Kang Ogun adalah legenda hidup. Kehadirannya di tengah sesi latihan atlet Pelatnas panjat tebing guna memberikan motivasi serta semangat pada mereka. Kepada para atlet, Kang Ogun, mengatakan jangan pernah kehilangan mimpi. Sebab, menurutnya, mimpi bisa menjadi berarti bagi diri pribadi, keluarga, serta negara. Dan, mimpi yang membuat seorang atlet dapat terus berprestasi. Itu pula yang terjadi pada diri Kang Ogun. Sejak divonis dokter menderita kanker Nasofaring pada tiga tahun lalu, ia justru seperti terlahir kembali sebagai pendaki gunung. Bahkan, pria bersahaja itu ingin sekali menjejakkan kakinya di puncak tertinggi dunia, Everest. Baginya, Everest adalah mimpi. Dua kali melakukan pendakian, dua kali pria paruh baya itu mengalami kegagalan. Pendakian pertama pada 1994, Kang Ogun yang tergabung dalam tim internasional pendakian Everest gagal mencapai puncak setelah badai menerjang. Lalu, pendakian kedua pada 1997, mimpinya nyaris terwujud. Puncak Everest hanya tinggal berjarak 200 meter. Sayang, ia yang tergabung dalam tim utara harus turun atas perintah ketua tim ekspedisi. Kehadiran Kang Ogun di Pelatnas panjat tebing diakui para atlet mampu menyuntikkan energi baru untuk semakin keras berlatih. Sabri salah satunya. Atlet panjat tebing asal Kalimantan Utara itu menyebut Kang Ogun adalah pengejawantahan dari semangat pantang menyerah. “Walaupun kena sakit kanker, tapi semangatnya untuk mengejar mimpi tidak pernah padam. Ini yang patut dicontoh para atlet terutama saya,” ujar Sabri seperti dikutip situs resmi FPTI, Kamis (29/3). (Adt)

Diminta Rp 1,4 Miliar Pakai Stadion Madya, PB PASI Batal Gelar Kejurnas Atletik ?

Mohammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI, keluhkan biaya Stadion Madya Senayan, yang jumlahnya miliaran rupiah untuk Kejurnas Atletik, pada Mei 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Jelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Remaja, Junior dan Senior, 6-12 Mei 2018, Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), diharuskan membayar Rp 1,4 miliar untuk penggunaan Stadion Madya, Senayan, Jakarta, selama enam hari. “Kami belum tahu Kejurnas jadi atau tidak. Mengapa? Karena kalau kami memakai Stadion Madya untuk Kejurnas, kami diminta membayar Rp 1,4 miliar. Jadi satu hari itu kami keluar dana Rp 300 juta,” terang Muhammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3). Dengan dana sebesar itu, menurut suami dari Pertiwi Hasan, terlalu berat bagi PB PASI. Untuk itu, ia berencana mencari alternatif lain soal tempat pelaksanaan Kejurnas ini. “Jadi untuk apa kami keluarkan begitu banyak uang. Lebih baik kami cari lapangan di kampung saja. Kami menggelar Kejurnas bukan untuk mencari uang. Atletik itu tidak ada uangnya,” sambungnya. Dia menyebut Kejurnas ini bakal mendatangkan atlet-atlet junior, remaja, dan pra-remaja agar PB PASI tidak kekurangan dalam mencari bibit-bibit muda dengan bakat yang baik. “Kalau begini terus nanti Asian Games susah dapat medali. Negara lain terus yang dapat, sedangkan Indonesia makin tertinggal,” tambahnya. Bob Hasan menyebut pelaksanaan Kejurnas akan mendatangkan atlet-atlet yang berasal dari daerah. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 87 tahun lalu itu, mengaku pihaknya menanggung biaya penginapan, akomodasi, dan makan atlet selama pelaksanaan Kejurnas. “Kemungkinan atlet yang ikut Kejurnas itu jumlahnya sampai ribuan. Bayangkan biaya yang harus kami keluarkan,” tukasnya. Untuk itu, PB PASI akan meminta bantuan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) guna memecahkan persoalan ini. “Solusinya itu kami harus dibantu Menteri Keuangan. Gelora Bung Karno (GBK) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) itu bukan untuk mencari uang. GBK itu dibangun untuk olahraga,” tutup Bob Hasan. (Adt)