Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 Siap Dihelat di Surabaya, Persiapan Lancar

Panitya persiapan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 yang akan dihelat di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2), berpose usai melakukan sesi jumpa pers. Ajang ini diharapkan berjalan lancar. Total ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan pada Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Persiapan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 yang akan dihelat di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2) berjalan lancar. Ketua Panitia Penyelenggara, Firmansyah Gindho melalui Wakil Ketua, Azhari Nasution memastikan, ajang yang menjadi bagian rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 ini, sudah mencapai 80 persen. “Alhamdulillah. Berkat kerja keras seluruh panitia dan dukungan dari semua pihak, persiapan penyelenggaraan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 berjalan lancar. Persiapan sudah 80 persen. Dengan sisa waktu yang ada, maka persiapan rampung 100 persen,” ujar Firmansyah di Jakarta, Senin (4/2). “Yang 20 persen lagi di Surabaya. Panitia inti akan berangkat pada 5 Februari ke Surabaya. Lalu Kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan Protokoler Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku tuan rumah. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga direncanakan bakal hadir,” lanjut wartawan senior dari RRI (Radio Republik Indonesia) itu. Terkait kepastian kehadiran Presiden Jokowi dalam acara pemberian penghargaan kepada para atlet dan pelatih berprestasi serta para tokoh-tokoh yang perduli terhadap olahraga tersebut, Panpel masih menunggu konfirmasi dari pihak Istana. “Kami sudah kirim undangan resmi kepada Presiden Joko Widodo melalui Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional), Erick Thohir dan Menpora Imam Nahrawi,” ungkap Azhari. “Melalui pesan WhatsApp yang saya terima dari Pak Imam. Undangan ke Presiden sudah disampaikan melalui Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara),” tambahnya. Sementara itu, Ketua SIWO PWI Pusat, AAGWA Ariwangsa menjelaskan, acara Golden Awards tahun ini dinilai sangat istimewa karena momentumnya disemangati sukses Indonesia sebagai tuan rumah dan pencapaian prestasi atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018. Khusus untuk pencapaian prestasi, Indonesia menembus posisi empat besar Asian Games (AG) 2018 dengan raihan 31 medali emas, serta posisi lima besar Asian Para Games (APG) dengan torehan 37 medali emas. “Dan momentum menjadi tuan rumah Asian Games ini belum tentu terulang kembali hinggga 50 tahun ke depan,” tegas Ariwangsa. Selain teknis penyelenggaraan menyangkut protokoler maupun acara, personil Panpel di Bidang Penjurian juga telah merampungkan tugasnya untuk menyaring nama-nama atlet, pelatih dan tokoh yang dinilai layak menerima penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. Ketua Dewan Juri Golden Award SIWO PWI Pusat 2019, TB Slamet Priyanto mengungkapkan, fase penjurian telah mengerucut. Dirinya bersama tim sudah menetapkan nominator calon penerima penghargaan kategori utama untuk umum dan disabilitas. Total ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan pada Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. Antara lain, Kategori Atlet Terbaik Putra, Atlet Terbaik Putri, Pelatih Terbaik, Pembina Terbaik, Tim Terbaik, Atlet Harapan Putra, Atlet Harapan Putri, Tim Harapan, Pelatih Harapan, Pembina Harapan, Atlet Favorit Putera, Atlet Favorit Putri, Pelatih Favorit, Pembina Favorit dan Tim Favorit. Sedangkan pada disabilitas ada delapan kategori penghargaan, antara lain, Kategori Atlet Terbaik Putera, Atlet Terbaik Puteri, Pelatih Terbaik, Pembina Terbaik, Atlet Harapan Putera, Atlet Harapan Puteri, Atlet Favorit Putera dan Atlet Favorit Puteri. (Adt) Nominator calon penerima penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 di seluruh kategori untuk umum dan disabilitas: UmumKategori Atlet Terbaik Putera Nominator: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Bulutangkis), Eko Yuli Irawan (Angkat Besi) dan Hanifan Yudani Kusuma (Pencak Silat) Kategori Atlet Terbaik Puteri Nominator: Lindswell Kwok (Wushu), Defia Rosmaniar (Taekwondo) dan Aries Susanti Rahayu (Panjat Tebing) Kategori Pelatih TerbaikNominator: Herry Imam Pierngadi (Bulutangkis/Ganda Putera), Caly Setiawan (Panjat Tebing) dan Gendon Subandono (Paralayang) Kategori Pembina TerbaikNominator: Faisol Riza (Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia), Asnawi Abdul Rahman (Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia) dan Airlangga Hartarto (Ketua Umum PB Wushu Indonesia) Kategori Tim TerbaikNominator: Tim Rowing Putera Asian Games 2018, Tim Quadran Takraw Putera Asian Games dan Timnas U-16 Kategori Atlet Harapan Putera Nominator: Lalu Muhammad Zohri (Atletik), Angga Dwi Prahesta (Balap Sepeda) dan Amiruddin Bagus Khafi (Sepak Bola) Atlet Harapan PuteriNominator: Samantha Edithso (Catur), Putri Nur Vinatasari (Angkat Besi) dan Bunga Nyimas (Skateboard) Kategori Tim HarapanNominator: Tim Persib U-16 dan Tim Persib U-18 Kategori Pelatih HarapanNominator: Rosida (Pelatih Pertama Atlet Atletik, Lalu Muhammad Zohri), Fachry Husaini (Sepak Bola) dan Bambang Warsito (Pelatih Pesepakbola muda berbakat Egy Maulana Vikri) Kategori Pembina HarapanNominator: Kepala PPLP Nusa Tenggara Barat, Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono dan Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Anindya Bakrie Kategori Atlet Favorit Putera Nominator: Jonathan Christie (Bulutangkis), Hanifan Yudani Kusuma (Pencak Silat) dan Aqsa Sutan Aswar (Jetski) Kategori Atlet Favorit PuteriNominator: Diananda Choirunnisa (Panahan), Rifda Irfanaluthfi (Senam) dan Emily Nova (Atletik) Kategori Pelatih FavoritNominator: Richard Mainaky (Bulu tangkis), Indra Sjafrie (Sepak Bola) dan Dirja Wiharja (Angkat Besi) Kategori Pembina FavoritNominator: Gatot Nurmantyo (Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), Imam Sujarwo (Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dan Erick Thohir (Pemilik Klub Basket Satria Muda) Kategori Tim FavoritNominator: Persija Jakarta, Tim Basket Putera Asian Games 2018 dan Tim Bulutangkis Putera Asian Games 2018 DisabilitasKategori Atlet Terbaik PuteraNominator: M Fadli (Balap Sepeda), Dheva Anrimusthi (Bulutangkis) dan Purnomo Sapto Yogo (Atletik) Kategori Atlet Terbaik PuteriNominator: Leani Ratri Oktila (Bulutangkis), Tati Karhati (Catur) dan Rica Oktavia (Atletik) Kategori Pelatih TerbaikNominator: Nur Islahuzzaman (Lawn Ball), M Nurochman (Bulutangkis) dan Waluyo (Renang) Kategori Pembina TerbaikNominator: Shenny Marbun (Ketua Umum National Paralympic Committee) Kategori Atlet Harapan PuteraNominator: Sufyan Saori (Balap Sepeda) Kategori Atlet Harapan PuteriNominator: Syuci Indriani (Renang) dan Tiarani Kharisma Evi (Atletik) Kategori Atlet Favorit Putera Nominator: M Fadli (Balap Sepeda), David Jacobs (Tenis Meja) dan Edy Suryanto (Catur) Kategori Atlet Favorit PuteriNominator: Tati Karhati (Catur), Leani Ratri Oktila (Bulutangkis) dan Suparniyati (Atletik)

Lolos ke Final Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur U-17, Tunggal PB Djarum Akui Lampaui Target

Mochamad Fajar Ardi Pradana lolos ke final usai menyingkirkan rekan satu klubnya PB Djarum Kudus, Kana Luthfan Naufal, di semifinal, pada Jumat (23/11), rubber game, dengan skor 26-28, 21-15 dan 21-16. Ia berharap meraih gelar juara di Sirnas Premier Jawa Timur Open 2018. (kompas.com)

Surabaya- Mochamad Fajar Ardi Pradana, pebulutangkis tunggal remaja putra, besutan PB Djarum Kudus sukses melangkah ke partai final Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jawa Timur Open 2018. Melakoni semifinal, pada Jumat (23/11), Fajar sapaannya, yang menempati unggulan dua, menaklukan rekan satu klubnya Kana Luthfan Naufal (5), dalam drama pertarungan melelahkan tiga gim selama 69 menit, dengan skor 26-28, 21-15, 21-16, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Sukses melenggang ke partai puncak, diakui pemuda yang bercita-cita menjadi polisi ini, sudah melampaui target yang dibidiknya. Ia berharap bisa membawa pulang gelar juara di ajang kejuaraan bulutangkis paling bergengsi di Tanah Air itu. Keinginan pemuda kelahiran Banyumas, 7 Maret 2002 ini bukan tanpa alasan. Sebab, perjuangannya selama 2018 ini kerap berakhir dengan posisi runner-up, yakni di Sirnas Riau Open 2018, dan Sirnas Sulawesi Selatan Open 2018. “Sudah melampaui target. Semoga saja di final nanti hasilnya bagus, karena 2018 ini belum pernah juara,” ujar Fajar usai laga, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Jumat (23/11). Di partai utama, pada Sabtu (24/11), Fajar akan meladeni perlawanan wakil PB Jaya Raya Jakarta Yohanes Saut Marcelino (7) yang lolos ke final usai memulangkan wakil PB Djarum Kudus Muh. Asqar Harianto (3), rubber game, dengan skor 21-13, 13-21, 21-18, dalam tempo 69 menit. Ini menjadi pertemuan pertama Fajar dengan Yohanes. Fajar mengaku buta dengan kekuatan lawan. “Kawan-kawan yang pernah melawan Yohanes bilang kalau dia kuat tenaganya dan ulet. Harus mau capek serta optimis dipertandingan nanti,” pungkasnya. (Adt)

Arzeti Bilbina Ikut Etape Surabaya, Sepeda Nusantara 2018 Tingkatkan Kebugaran Masyarakat Indonesia

Kehadiran Arzeti Bilbina, Anggota Komisi X DPR RI, dalam Sepeda Nusantara 2018 Etape Surabaya, Jawa Timur, menambah semarak program unggulan Kemenpora di bawah payung 'Ayo Olahraga', yang dikomandoi Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). (Kemenpora)

Surabaya- Animo tinggi ditunjukkan masyarakat Kota Pahlawan itu terhadap salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah payung ‘Ayo Olahraga’, yang dikomandoi Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ajang Sepeda Nusantara 2018 Etape Kota Surabaya, Jawa Timur, berlangsung pada Minggu (28/10). Bukan hanya saat bersepeda, pra-acara yang menyuguhkan senam bersama di garis start, yang berpusat di Jalan Wijaya Kusuma Surabaya, juga diikuti oleh ribuan orang yang bergerak dengan serentak. Mereka juga tampak bersemangat mengerakkan tubuhnya saat senam ‘Ayo Olahraga’. Usai senam, para pejabat yang akan ambil bagian sekaligus melakukan seremonial start di ajang ini mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Kehadiran Arzeti Bilbina, Anggota Komisi X DPR RI, juga menjadi perhatian peserta Sepeda Nusantara 2018. “Gini dong, ada yang ikut dari DPR, kalau bisa yang cantik-cantik gini,” celetuk Wawan, salah satu peserta Sepeda Nusantara 2018. Selain Arzeti, adapula Yuni Perwanti (Staf Ahli Kemenpora Bidang Politik), mengibarkan bendera start, tanda dimulainya Sepeda Nusantara 2018 etape Surabaya. Sementara untuk rute menempuh jarak sejauh 25 kilometer melalui Jalan Wijaya Kusuma-Wali Kota Mustajab-Jalan Pemuda-Jalan Panglima Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Dr. Soetomo (polisi istimewa). Rute berlanjut ke Jalan Indragiri-Jalan Mayjend Sungkono-Taman Makam Pahlawan. Kemudian, berbelok ke kiri melalui Villa Bukit Mas-Gunung Sari-Kebun Binatang Surabaya (KBS)-Jalan Diponegoro-Pasar kembang-Kedungdoro-Praban-Genteng Kali-Ngemplak, dan finish di Jalan Wijaya Kusuma. Yuni yang hadir mewakili Menpora Imam Nahrawi menegaskan program yang merupakan inisiatif Kemenpora melalui Deputi Pembudayaan Olahraga itu untuk menjawab program ‘Nawacita’ Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang diyakini berdampak positif, sehingga olahraga bisa dijadikan gaya hidup. “Saat ini tingkat kebugaran masyarakat Indonesia usia 10 tahun ke atas belum mencapai target 35 persen. Dengan program ini, kami yakin tingkat kebugaran masyarakat Indonesia bakal terus meningkat,” ungkapnya. Bersepeda, lanjut Yuni, merupakan olahraga yang membutuhkan biaya minim, namun berefek maksimal. Selain bisa mengurangi polusi udara, sepeda juga murah, serta sangat efisian, dan baik untuk kesehatan. “Kami berharap hari bersepeda di waktu-waktu tertentu setiap pekannya, bisa dilakukan oleh daerah. Tak hanya saat Sepeda Nusantara saja. Program ini gunanya ya untuk menstimulus kebijakan tersebut,” tegasnya. Sementara itu, Arzeti yang harus melayani permintaan foto dari ratusan peserta, mengaku senang melihat antusiasme ini. “Tadi ada 5.000-an peserta. Kami sangat senang dan akan terus mendorong program ini bisa berlanjut,” ungkapnya. Sebagai anggota Komisi X, program yang mengolahragakan masyarakat seperti ini menjadi konsentrasi untuk dijalankan dari DPR RI. “Jalan terus, kami akan perjuangkan program ini dan sangat mendukung program yang bisa menyehatkan, membugarkan masyarakat dengan cara yang efisien, seperti Sepeda Nusantara ini,” tukas Arzeti. (Adt)

Rebut Gelar Indonesia Internasional Challenge 2018, Ganda Putra Merah Putih Masih Menjanjikan

Psangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama (kedua kanan) dan Frengky Wijaya Putra (kanan), sukses menjadi juara di ajang Paytren Berkat Abadi Indonesia Internasional Challenge 2018, di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (28/10). (Antaranews.com)

Surabaya- Kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia Internasional Challenge 2018’, berakhir pada Minggu (28/10), di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Sektor ganda putra menunjukkan prestasi gemilang dengan menghadirkan all Indonesian final. Duet Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra (2) saling berhadapan dengan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Di partai pamungkas, Sabar/Frengki akhirnya sukses menjadi kampiun, usai menekuk kompatriotnya itu, straight game, dengan skor 21-16, 21-15. Pertandingan itu memakan waktu 32 menit. “Alhamdulillah. Soalnya baru pulih lagi setelah 2 bulan rehat dari cedera. Hasil ini bisa dikatakan di luar dugaan, karena dari babak-babak awal saya masih merasa tegang di lapangan,” ujar Sabar usai laga. “Apalagi ini menjadi turnamen pertama bagi saya paska cedera,” lanjutnya. Dijelaskan Sabar, kunci kesuksesan di pertandingan final kali ini berusaha lebih tenang. “Karena lawan pasti tanpa beban mainnya, soalnya mereka usianya di bawah kami. Yang pasti harus bisa kontrol saja,” urainya. Selain sektor ganda putra, Indonesia juga berhasil membawa pulang gelar di sektor tunggal, melalui Chico Aura Dwi Wardoyo (11) yang menyingkirkan pemain senior, Sony Dwi Kuncoro (4), straight game, 21-15, 21-9, dalam tempo 33 menit. Juga, sektor ganda putri, lewat Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco. Mereka menaklukan wakil Jepang, Miki Kashihara/Miyuki Kato (5), 20-22, 21-11, 21-11, yang memakan waktu 53 menit. Sedangkan nomor tunggal putri, dimenangkan wakil Jepang, Shiori Saito (4), yang menumbangkan Se Young An asal Korea Selatan, straight game, dengan skor 21-12, 21-13, pada pertarungan berdurasi 37 menit. Jepang juga merebut gelar di ganda campuran, setelah dobel Kohei Gondo/Ayane Kurihara (1) sukses membungkam wakil tuan rumah, Adnan Maulana/Shela Devi Aulia (6), straight game, 21-17, 23-21, selama 33 menit. (Adt)

Singgah di Kota 1001 Goa, Sepeda Nusantara 2018 Pacu Semangat Atlet Muda Pacitan Lebih Berprestasi

Program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sepeda Nusantara 2018, di bawah Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), pada Minggu (28/10), singgah di Kota Pacitan, perbatasan Provinsi Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Tengah (Jateng). (Kemenpora)

Pacitan- Event Sepeda Nusantara 2018 yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di bawah Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), pada Minggu (28/10), singgah di Kota Pacitan, yang merupakan perbatasan Provinsi Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Tengah (Jateng). Event di daerah yang dikenal dengan sebutan Kota 1001 goa itu, dipusatkan di alun-alun Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan diikuti ribuan masyarakat dari semua umur, sehingga tujuan dari digelarnya kegiatan tersebut yakni membudayakan masyarakat untuk berolahraga tercapai. Indartato, Bupati Pacitan, yang didampingi Sanusi, Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenpora, melepas rombongan besar Sepeda Nusantara di Alun-alun Pacitan, bergerak ke arah timur menyusuri jalan tengah kota dengan jarak tempuh 10 km. Sambutan masyarakat di sepanjang perjalanan sangat tinggi, dan pelaksanaannya bersamaan dengan hari libur. “Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Kemenpora yang telah memberi Pacitan kesempatan untuk menggelar event Sepeda Nusantara 2018. Ini penghargaan bagi masyarakat Pacitan,” ujar Indarto saat pelepasan Sepeda Nusantara 2018. “Semoga kegiatan ini bisa lebih memacu semangat masyarakat Pacitanmembudayakan olahraga. Harapan kami kegiatan ini juga memacu semangat atlet muda lebih berprestasi,” lanjutnya. Sebagai kota pesisir yang dikenal dengan wisata alamnya yakni 1001 goa, kota ini juga banyak melahirkan atlet-atlet potensial. Beberapa atlet pebola voli nasional yang saat ini berkiprah di Livoli dan Proliga, datand dari kota ini. Sebut saja Veleg Dhany Ristan Krisnawan dan Novia Andriyanti. Bahkan keduanya masuk skuat Timnas Indonesia di Asian Games XVIII/2018. “Semoga ke depan banyak lagi atlet-atlet muda potensial dari Pacitan. Bibit-bibit sudah ada. Tinggal bagaimana mengasah dan dukungan, termasuk dari pemerintah pusat,” tambah Bupati asal Lorok itu. Sementara itu, Sanusi mengatakan rangkaian Sepeda Nusantara 2018 singgah di 70 Kabupaten/Kota di Indonesia. Puncak pelaksanaan program andalan Kemenpora ini akan digelar di Denpasar, Bali, pada bulan depan. “Sepeda Nusantara salah satu media untuk interaksi semua lapisan masyarakat di Indonesia dan bersinergi dengan baik. Apalagi, pelaksanaan di Pacitan cukup istimewa karena bersama dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda,” ucapnya. Selain itu, terang Sanusi, harapan yang sangat dinantikan adalah kegiatan ini mampu melahirkan banyak atlet-atlet potensial karena regenerasi harus berjalan. Bahkan, pihaknya menilai Pacitan merupakan salah satu wilayah, yang mempunyai banyak peluang untuk mengembangkan olahraga prestasi. (Adt)

Pakai Shuttlecock Synthetic, Choirunnisa Singkirkan Yuki Suzuki di Indonesia International Challenge 2018

Choirunnisa menyingkirkan wakil Jepang Yuki Suzuki, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada babak pertama (32 besar) 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge, dengan skor 21-12, 21-19. (PBSI)

Surabaya- Tunggal putri Indonesia Choirunnisa tanpa kesulitan melaju ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018’, pada Rabu (24/10). Remaja putri kelahiran 31 Agustus 1999 itu, butuh waktu 32 menit untuk menyingkirkan wakil Jepang Yuki Suzuki, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada babak pertama (32 besar), dengan skor 21-12, 21-19. Usai laga, Choirunnisa mengaku tak menemukan kendala di pertandingannya kali ini. “Hanya saja tadi harus sedikit beradaptasi dengan shuttlecock, karena di sini memakai shuttlecock synthetic, sehingga butuh penyesuai dulu,” ujar pemain tunggal besutan PB Mutiara Cardinal Bandung, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Rabu (24/10). Di laga selanjutnya, Kamis (25/10), Choirunnisa ditantang wakil Indonesia lainnya, yakni Made Dea Surya Saraswati yang menang atas Silvi Wulandari, rubber game, dengan skor 19-21, 21-19, 25-23. “Buat besok lebih siap lagi, lebih fokus, dan harus siap capek karena lawan tidak bisa dianggap remeh. Semoga saya bisa tampil maksimal disetiap laga, dan berharap bisa juara,” tukas pemegang gelar Singapore International Series 2018 itu. (Adt)

Kondisi Belum Fit, Pemain 17 Tahun Asal PB Djarum Kudus Lolos ke Babak 32 Besar International Challange

Syabda Perkasa Belawa berhasil menaklukan Dean Bencha Wijaya, 21-6, 21-12, pada babak 32 besar 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018', di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (23/10). (PB DJARUM)

Surabaya- Syabda Perkasa Belawa, tunggal putra PB Djarum Kudus, berhasil lolos ke babak kedua (32 besar) dalam event kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018’, pada Selasa (23/10). Pemain kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mampu menaklukan kompatriotnya Dean Bencha Wijaya, straight game, 21-6, 21-12, dalam tempo 21 menit, di babak pertama (64 besar), di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Semifinalis Malaysia Junior International Challenge 2018 itu mengaku kondisinya belum fit usai membela tim putra U-19 pada Superliga Junior 2018, pekan lalu. “Kalau musuh tidak menyulitkan saya. Tapi, kondisi belum fit usai pertandingan Superliga kemarin,” ujar Syabda, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, Selasa (23/10). Namun, ia berharap maksimal pada turnamen berhadiah total 25.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. ”Ingin tampil maksimal, dan mengeluarkan kemampuan yang dimiliki,” lanjutnya. Di babak 32 besar, pada Rabu (24/10), pemain berpostur 1,63 meter itu akan berjumpa dengan Jia Wei Tan, asal Malaysia sekaligus unggulan 15. “Lawan memang diunggulkan dari saya. Tapi, dipertandingan besok, ya sebisa mungkin saya akan memberikan perlawanan. Semoga bisa meraih kemenangan,” tukas pemuda yang kini duduk di rangking 468 dunia versi WBF. (Adt)

Kalahkan Banten 4-3 Lewat Adu Penalti, Jawa Timur Rebut Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Dan Kunjungi Juventus

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 8 Oktobe melahirkan juara pertama yakni Provinsi Jawa Timur, usai mengalahkan Provinsi Banten melalui adu pinalti dengan skor 4-3. Tim Jawa Timur berfoto bersama Mendikbud Muhadjir Effendy. (menara62.com)

Jakarta- Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi juara di Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 setelah mengalahkan Provinsi Banten di partai final, Sabtu (21/10). Jatim menang lewat drama adu penalti 0-0 (4-3) di Stadion Madya, Gelora Bung Karno. Keberhasilan tim asuhan Nurul Huda ini membuat arek-arek Jawa Timur berhak meraih beasiswa dan latihan di Juventus. Di klub juara bertahan Seri A itu, pemain akan melakukan uji coba dengan beberapa tim junior serta tim akademi skuad berjuluk La Vecchia Signora tersebut. “Kami bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain. Mereka bermain baik sepanjang pertandingan,” kata Nurul usai pertandingan. Laga berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Tapi, setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir belum ada pemenang, laga dilanjutkan melalui adu penalti. Jatim sempat unggul 3-1 setelah tiga dari empat penenandang berhasil menjalankan tugas, tapi Banten berhasil menyamakan menjadi 3-3. “Kami puas dengan permainan meski hasilnya kurang memuaskan,” kata Pelatih Banten Suwandi. Keluarnya Jatim sebagai juara, lalu Banten menempati runner up dan Jawa Tengah di peringkat ketiga, menjadi akhir GSI 2018 yang digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi memberi ucapan selamat dan memberikan apresiasi pada para pemain. Mendikbud mengatakan, pertandingan final berlangsung menarik dan merasa senang melihat kualitas dari para pemain. Termasuk bagaimana para finalis bermain. “Tahun depan GSI akan digelar lagi,” tutur Mendikbud. Selain Mendikbud, hadir juga Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Supriano, Plt. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Sutanto, Ketua Umum KON Tono Suratman, Sekjend PSSI Ratu Tisha, serta pelatih U-19 yang menjadi duta GSI Indra Sjafri. “Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola,” ujar Dirjen Hamid. Indra melihat cukup banyak bakat dari siswa SMP yang bertanding sepanjang musim kompetisi GSI. Dia berharap kompetisi GSI dapat berlanjut setiap tahunnya. “Ini kan pas untuk timnas U-16. Kami dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain mendukung tim U-16,” tuturnya. Sebagai kompetisi perdana bidang sepak bola bagi siswa SMP, GSI 2018 telah menyelenggarakan 3.554 pertandingan, dengan melibatkan sekitar 205 ribu orang siswa. Dio Rizky Saputra (Jawa Timur), yang berhasil meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus Atlet berprestasi pada GSI 2018, mengungkapkan rasa harunya karena berhasil meraih penghargaan tersebut. Untuk prestasinya tersebut, Dio mendapatkan hadiah sepatu emas dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. “Saya berhasil mencetak enam gol, tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak,” ucap siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur. Hal yang sama disampaikan Aprilius Amanah Bentriska, peraih penghargaan penjaga gawang terbaik. Ia tampak terkejut saat diumumkan sebagai penjaga gawang terbaik. Trofi dan uang sebesar Rp 5 juta resmi dikantunginya. “Saya kaget sata diumumkan jadi kiper terbaik. Saya sangat bersyukur sekali,” tutur siswa SMP Negeri 5 Sidoarjo. Beasiswa bakat dan prestasi Para peserta GSI SMP Tingkat Nasional mendapatkan Beasiswa Bakat dan Prestasi masing-masing sebesar Rp3 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan untuk kategori penjaga gawang terbaik, pemain belakang terbaik, gelandang terbaik, pemain penyerang terbaik, dan pelatih terbaik, masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya, provinsi peraih juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 150 juta, juara kedua sebesar Rp 100 juta, juara ketiga sebesar Rp 50 juta, dan juara keempat sebesar Rp 25 juta. Juara pertama GSI akan diberangkatkan ke kandang klub sepak bola Juventus, Italia, untuk berlatih sepak bola. (art)

Peraih Perunggu Asian Games 2018 Wiji Lestari Meriahkan Sepeda Nusantara Etape Blitar, Tingkatkan Kecintaan Olahraga Sepeda

Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (21/10),sangat istimewa. Di tengah ribuan peserta terdapat atlet peraih medali perunggu nomor BMX Asian Games XVIII/2018, Wiji Lestari. (istimewa)

Blitar- Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), pada Minggu (21/10), terasa sangat istimewa. Sebab, di tengah ribuan peserta terdapat atlet peraih medali perunggu nomor BMX Asian Games XVIII/2018, Wiji Lestari. Dara berusia 18 tahun itu berbaur dengan masyarakat yang antusias berpartisipasi dalam event yang menjadi salah satu program unggulan Kemenpora di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi (Menpora) itu, melalui gerakan ‘Ayo Olahraga’, bertajuk Bangun Indonesia itu. “Saya senang melihat antusias masyarakat Kabupaten Blitar menyambut dan mensukseskan acara ini. Sepeda Nusantara sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kebugaran serta gaya hidup sehat,” ungkap Wiji, sapaannya. Wiji yang tercatat sebagai atlet andalan Indonesia yang telah mewakili Merah Putih di multievent olahraga tingkat internasional itu, turut melakukan senam bersama di depan halaman Kantor Bupati Blitar, sebelum start dimulai. Bahkan, sebelum para peserta mengayuh sepeda, Wiji sempat memamerkan kebolehannya menaklukkan tantangan dengan sepeda andalannya. Ia terbang di atas empat orang yang berbaring di lapangan, dan sukses menjawab tantangan tersebut. Atraksi itu spontan mendapatkan aplaus dari para peserta Sepeda Nusantara 2018. “Saya berharap dari kegiatan ini meningkatkan kecintaan terhadap olahraga bersepeda dan memunculkan atlet menjadi pendamping saya di ajang internasional,” tutur Wiji. Ia mendapatkan bonus dari Bupati Blitar selain bonus dari Pemerintah sebesar Rp 250 juta berkat medali perunggu yang diraihnya di ajang Asian Games XVIII/2018. Wiji menorehkan prestasi di nomor BMX, di Internasional Race, Pulomas, Jakarta, usai membukukan catatan waktu 40,788 detik. Medali emas direbut pebalap China, Zhang Yaru, usai mencetak waktu 39,843 detik. Diikuti pebalap Thailand, Kitwanitsathian Chuttikan yang meraih medali perak dengan catatan waktu 40,379 detik. Kembali, Waluyono, Ketua Bidang (Kabid) Olahraga Rekreasi Kemenpora, mengapresiasi antusias masyarakat Kota Blitar. Sebab, kurang lebih 8000-an masyarakat, mulai dari Bupati dan wakilnya, Kapolres, Dandim 0808 Blitar, dan anggota DPR, serta masyarakat memeriahkan program Kemenpora di bawah program Deputi Pembudayaan Olahraga itu. “Kami sangat apresiasi apa yang dilakukan masyarakat Kabupaten Blitar menyemarakkan Sepeda Nusantara. Mereka sangat antusias. Ini bagus karena artinya mereka sukseskan gerakan masyarakat sehat yang digulirkan Kemenpora. Apalagi, pedagang kaki lima juga banyak. Kegiatan ini juga sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat,” ungkap Waluyono. Di Bumi Bung Karno itu, para peserta Sepeda Nusantara 2018 menaklukkan lintasan sepanjang 20 km dengan start di Kantor Bupati di Kanigoro, kemudian menuju Tumpang, Bendungan Wlingi Raya, Njegu, Sukorejo, Mbacem, Sukojayan, dan kembali ke Kanigoro. Dan, sekembalinya dari menggowes, para peserta disuguhkan sarapan nasi pecel khas Blitar. Tak sampai disitu, ada kejutan menanti peserta, yakni doorprize berupa enam ekor kambing, selain sepeda dan sepeda motor. “Biasanya doorprize sepeda motor, sepeda, dan peralatan elektronik. Kali ini kami hadirkan kambing, agar bisa dimanfaatkan oleh si penerima. Tentunya jika dipelihara bisa beranak pinak dan menambah ekonomi, tapi jika yang dapat komunitas mau dimasak untuk menambah kebersamaan juga bagus,” imbuh Rijanto, Bupati Blitar, Jatim. Rijanto merasa senang melihat masyarakatnya menyambut baik gelaran Sepeda Nusantara. Ia menilai kegiatan ini sangat bagus untuk menggerakkan semangat gotong royong masyarakat, selain juga mengajak hidup sehat. “Ini tahun kedua setelah tahun kemarin mencatatkan rekor sebagai pelaksana dengan peserta terbanyak dengan 15000 peserta. Kami harapkan Kemenpora mempercayai kami menggelar event ini setiap tahunnya,” tegasnya. Sementara itu, Anggia Esmarini, Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan, menyebut Blitar selalu istimewa pada pelaksanaan Sepeda Nusantara. Selain itu, ungkapnya, Blitar selalu total merespons program Pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Tahun lalu, Kabupaten ini mendapatkan penghargaan sebagai tempat penyelenggara dengan peserta terbanyak, yakni 15000 orang. “Kali ini tak sebanyak tahun lalu, tapi antusiasmenya luar biasa. Semua kalangan masyarakat ikut mensukseskan. Tak hanya sisi olahraga, tapi ada hadiah dan kebersamaan serta momentum sosialisi,” tuturnya. Sedangkan Titik Prasetyo, Anggota Komisi X DPR RI, mengaku takjub dengan antusiasme masyarakat dalam mensukseskan penyelenggaraan Sepeda Nusantara. Apalagi, tambah Titik, kegiatan bersepeda merupakan kegiatan murah dan menyehatkan. Ia juga merekomendasikan kegiatan ini dilakukan setiap tahun. “Sepeda Nusantara merupakan kegiatan sangat positif, apalagi animo masyarakat luar biasa. Mereka merindukan hal-hal sepeti ini. Ini olahraga murah, tapi melibatkan banyak orang, maka sebaiknya diadakan setiap tahun. Ini budaya bagus karena ikut menyehatkan banyak orang, dan dapat menghindarkan diri dari narkoba,” tegasnya. “Olahraga juga bisa menekan orang sakit dan menghemat biaya pengobatan,” tukas pria pemegang gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia Karate di Meksiko (1991), dan Tokyo (1993) itu. (Adt)

Final GSI Nasional 2018, Skuat Banten Bakal Habis-habisan Lawan Jatim Demi Berlatih Menuju Turin

Tim Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten yang diwakili tim SMP di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), menuju juara GSI 2018 tingkat Nasional, yang akan menghadapi tim GSI Jawa Timur, pada Sabtu (20/10) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. (Metrotangsel.com)

Jakarta- Langkah skuat Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten yang diwakili tim SMP di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel), menuju juara GSI 2018 tingkat Nasional tinggal selangkah lagi. Menantang tim GSI Jawa Tengah (Jateng) di babak semifinal, mereka berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Tampil di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/10), tim GSI Banten unggul melalui gol tunggal Dicky Wahyudi. Jalannya pertandingan di semifinal ini pun, berjalan menarik. Sejak wasit meniup peluit kick off babak pertama, kedua tim sama-sama ngotot untuk memperebutkan tiket final. Saling jual beli serangan tersaji, Banten yang masih mengandalkan Aditya Daffa Al Haqi sebagai kapten sekaligus pengatur ritme permainan, sempat menciptakan peluang berbahaya. GSI Jateng bukan tanpa perlawanan, beberapa kali pertahanan GSI Banten yang dikawal Herjun Harianja bekerja keras menghalau serangan GSI Jateng. Terlalu asyik menyerang, pertahanan GSI Jateng lengah dan terbuka. Hal ini dimanfaatkan baik GSI Banten. Hasilnya, gol GSI Banten yang ditunggu-tunggu hadir melalui Dicky dan merubah skor menjadi 1-0. Di final, GSI Banten sudah ditunggu tim GSI Jawa Timur (Jatim). Tim GSI Jatim lolos ke babak puncak, usai mengalahkan tim tuan rumah penyelenggara GSI 2018, DKI Jakarta dengan skor 2-0. Pertandingan final pun, akan dimainkan pada Sabtu (20/10) di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Pelatih GSI Banten, Suwandi mengatakan di final para pemainnya akan tampil habis-habisan meraih gelar juara. Apalagi skuat GSI Banten fit 100 persen. “Insya Allah Banten siap untuk final. Anak-anak juga fit semua. Menjelang final, kami latihan ringan di sekitar hotel, karena tim tidak pulang ke Tangsel,” ujar Suwandi. Sekedar catatan, GSI Banten adalah pemuncak klasemen grup E di babak penyisihan. Mereka pun memiliki statistik mengkilap dengan raihan poin 9, dan mencetak 8 gol serta hanya kebobolan 1 gol. Saat menantang GSI Sumut pemuncak grup A di laga perempat final, pada Rabu (16/10), keperkasaan GSI Banten makin menggila. Lewat gol Prasetyo Tri, Aditya Daffa Al Haqi dan Alvin Alfareza, tim kota penyangga ibukota ini menyudahi perlawanan tim Urang Awak, dengan skor telak 3-0. Sebelum laga semifinal, Skuat GSI Banten total menorehkan 11 gol, dan menjadi tim paling produktif. (Adt)

Final Sesama Univ Muhammadiyah, UMJ Tekuk UMM 1-0, Dan Segel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018

LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Di partai final, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) unggul 1-0 atas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan menyegel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur. (LIMA)

Malang- LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Perhelatan akbar yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, telah bergulir 18-25 September 2018. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan dua regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC) dan East Java Conference (EJC). Sebanyak delapan tim putra saling beradu kemahiran dalam ajang sepak bola nasional antarmahasiswa ini. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengakhiri kompetisi LIMA Football musim kedua ini sebagai yang terbaik. Hadir di LIMA Football Nationals 2018 sebagai runner-up GJC, UMJ bisa menyingkirkan juara GJC, Univ. Negeri Jakarta (UNJ) di semifinal dan menyingkrikan juara EJC di tempat yang sama dua pekan sebelumnya, Univ. Muhammadiyah Malang (UMM). Duel sesama Universitas Muhammadiyah itu menjadi sajian pamungkas Liga Mahasiswa (LIMA) Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9). Walau merupakan dua saudara, kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka kali ini, bahkan dengan kengototan. Pada menit ke-67, tendangan bebas bek UMJ, Didit Tri Gustoro (17), mengenai pemain UMM, sebelum menerpa mistar dan bola keluar lapangan. Usai dilakukan sepak pojok, terjadi kemelut di depan gawang UMM, yang dimanfaatkan penyerang UMJ, Tio Darmawan (9), menjadi gol. UNJ, juara LIMA Football GJC yang sekaligus Nusantara Conference (NC) di musim perdana tahun lalu, kali ini terpaksa finis di peringkat ketiga LIMA Football Nationals 2018. Univ. Pelita Harapan (UPH) Banten, juru kunci GJC-NC tahun lalu, merupakan semifinalis keempat. Skor 1-0 untuk UMJ, bertahan hingga akhir laga. “Alhamdulillah. Kami bersyukur meraih juara LIMA Football Nationals tahun ini. Anak-anak bermain baik dan berjuang habis-habisan,” ujar Lebry Hidayatullah, pelatih UMJ. “Kami akan berusaha dan berlatih untuk musim depan agar bisa mempertahankan gelar ini,” pungkasnya. Selain memberikan penghargaan untuk tim terbaik, LIMA juga mengapresiasi student athlete yang berprestasi cemerlang. Gelar all academic player disematkan untuk student athlete peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. LIMA juga memberi gelar bagi top scorer, kiper terbaik, pemain terbaik, dan manajemen terbaik. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018. Putra Juara – Universitas Muhammadiyah Jakarta Peringkat 2 – Universitas Muhammadiyah Malang Peringkat 3 – Universitas Negeri Jakarta Peraih gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018. Best Management Univ. Muhammadiyah Jakarta All Academic Player Ravi Prananda Rinaldy (Universitas Pertamina, Teknik Logistik, IPK 3.93) Top Scorer Bima Fachri (Univ. Negeri Jakarta) Best Goalkeeper Reynold Septian Multhy Yuana (Univ. Muhammadiyah Malang) Best Player Tio Darmawan (Univ. Muhammadiyah Jakarta)

Menang 3-1, Jadi Angka Penuh UMM Buka LIMA Football Nationals 2018

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali LIMA Football Nationals 2018 dengan kemenangan cukup meyakinkan,3-1, atas Univ. Padjdjaran (Unpad) pada hari pertama perhelatan, pada Selasa (18/9). (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali LIMA Football Nationals 2018 dengan kemenangan cukup meyakinkan,3-1, atas Univ. Padjdjaran (Unpad) pada hari pertama perhelatan, pada Selasa (18/9). UMM tampil dominan sejak awal laga. Adaptasi yang lebih baik terhadap lapangan Stadion Gelora Brantas, Batu, yang menjadi venue mereka saat meraih gelar East Java Conference pekan lalu, memudahkan UMM menguasai permainan. UMM segera menunjukkan bukti keunggulan. Mereka memimpin saat laga baru memasuki menit kelima. Berawal dari operan jarak jauh dari lini belakang, Ghana Ardya Wangsa (nomor punggung 96) menjebol gawang Unpad. UMM masih menguasai sisa paruh pertama dengan penguasaan bola dan peluang yang lebih banyak daripada lawan yang merupakan peringkat keempat LIMA Football Greater Jakarta Conference itu. Semenit sebelum injury time babak pertama, Bagas Dwi Wicaksono (29) menggandakan keunggulan timnya memanfaatkan kelengahan lini tengah Unpad. Padjadjaran mengejutkan setelah jeda antarbabak. Serangan pertama mereka membuahkan penalti akibat pelanggaran bek UMM, Ahmad Rifal (21), terhadap Iqbal Nandaresta (17). Dari titik putih, kapten Unpad, Zulfikar Yalofa Ali (6), memperkecil jarak pada menit ke-48. Walau kebobolan, UMM masih dominan sampai jeda turun minum. Setelah water break, Unpad menaikkan tempo permainan dan frekuensi serangan. Namun, UMM kembali memperlihatkan keunggulan teknis. Dari tendangan bebas pada menit ke-83, Jaenal Abidin (7) kembali memperlebar keunggulan timnya. Skor 3-1 bertahan sampai akhir laga. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, pertahanan UMM cukup rapat dan tampil disiplin. Kami berkesulitan membua ruang dan kecolongan dari serangan balik UMM. Kami akan membenahi transisi permainan dan penyelesaian akhir,” ucap pelatih Unpad, Luqkman Sobaryanto Maulidin, setelah pertandingan. “Alhamdulillah kami meraih tiga poin. Anak-anak bermain bagus, spartan, dan sportif. Tak ada hal-hal yang tak diinginkan dalam pertandingan. Mudah-mudahan selanjutnya anak-anak bermain lebih baik lagi. Saya memotivasi untuk selalu fokus pada bola, bukan mengedepankan emosi,” tutur pelatih UMM, Syafruddin Mustain. Poin penuh ini menempatkan UMM di puncak klasemen Pul Merah LIMA Football Nationals. Pada Kamis (20/9), UMM akan menghadapi Univ. Negeri Malang (UM), sementara Unpad melawan Univ. Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Sementara itu, Universitas Negeri Malang (UM) mengukir kemenangan pertama di laga perdana LIMA Football Nationals 2018. UM meraih angka penuh paska menekuk Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di laga kedua hari pertama, Selasa (18/9). Setelah tampil lima kali di gelanggang yang sama di ajang LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC), pekan silam, UM cukup mengenali karakter lapangan dan kondisi di stadion itu. UMunggul lewatduo strikernya, Prasetyo Rizki Ramadhan pada menit 35. Lalu Septi Sugiarto menambak skor saat injury time paruh pertama. “Alhamdulillah anak-anak sudah mulai menemukan ritme dan kekompakan permainan tim. Mungkin karena jeda conference dan Nationals tak terlalu jauh sehingga mereka sudah langsung bisa memberikan permainan terbaiknya. Saya cukup puas dengan performa tim hari ini,” ucap Fahrial Amiq, pelatih UM. Dengan angka penuh ini, UM mengikuti jejak UMM yang sebelumnya juga membukukan kemenangan (atas Univ. Padjadjaran) di laga pertama Pul Merah. Dengan selisih gol yang sama, UMM masih unggul jumlah gol memasukkan daripada UM. Dan pada Kamis (20/9), kedua tim sudah harus saling berhadapan, melakoni laga kedua. (art)

Masuki Tahun Kedua, Delapan Tim Berlaga di LIMA Football Nationals 2018

Univ. Muhammadiyah Malang (biru) tergabung dalam pul merah, di ajang LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar di tempat yang sama dengan LIMA Football EJC, yakni di Stadion Gelora Brantas, Batu, Jawa Timur, pada 18-25 September. (LIMA)

Malang- Setelah LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 merampungkan perhelatan, LIMA menggelar LIMA Football Nationals 2018 yang akan digelar di tempat yang sama dengan LIMA Football EJC 2018, yakni di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, pada 18-25 September. Delapan tim, yang terbagi dalam dua conference (East Java Conference dan Greater Jakarta Conference), akan beradu taktik di lapangan hijau untuk menjadi yang terbaik. Sebelum perhelatan sepak bola antarmahasiswa ini dimulai, dilaksanakan pembagian grup saat technical meeting, pada Senin (17/9). Delapan tim ini terdiri atas dua pul, yakni Pul Merah dan Pul Putih. Masing-masing pul akan menggelar setengah kompetisi, dan akan mengirim dua tim ke semifinal, yang dijadwalkan digelar pada Senin (24/9). Final akan digelar sehari kemudian. LIMA Football memasuki musim keduanya tahun ini. Di musim perdananya, LIMA hanya menyelenggarakan kompetisi di Greater Jakarta Conference. Kini, menjadi Nusantara Conference, seturut kehadiran Univ. Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang nota bene hadir di EJC musim ini. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi yang terbaik dalam musim debut LIMA Football saat itu. (Adt) Pul Merah 1. Univ. Muhammadiyah Malang 2. Univ. Muhammadiyah Jakarta 3. Univ. Negeri Malang 4. Univ. Padjadjaran Pul Putih 1. Univ. Negeri Jakarta 2. Univ. Islam Indonesia 3. Univ. Pelita Harapan 4. Univ. Brawijaya

Diwarnai Hujan Kartu Merah, UMM Kudeta Peringkat UII di Puncak Klasemen

Diwarnai keluarnya empat kartu merah, laga antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menutup hari keempat LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Kamis (13/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. (LIMA)

Malang- Laga panas dengan tensi tinggi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, menutup hari keempat LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Kamis (13/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM, yang tampil menekan sepanjang laga, sukses menaklukkan UII, tim yang telah menyapu bersih tiga laga terakhirnya, dengan skor 2-0. Hasil ini mengantar UMM ke pucuk klasemen sementara, menyingkirkan UII. Sengitnya duel ditampilkan kedua tim sejak awal. UMM berhasil mengambil kendali permainan di sepanjang babak pertama. Lawannya, UII, dipaksa bertahan mengatasi perlawanan UMM. Namun, belum mencapai paruh waktu babak pertama, wasit telah mengeluarkan dua kartu kuning untuk UMM, yakni Ghana Ardya Wangsa (8’) dan Hendra Putra (11’). Berselang satu menit, pada menit ke-12, striker UMM, Rachmad Hidayat (9), justru menjadi yang pertama diusir keluar. Sepanjang laga UMM terus menekan dan nyaris menciptakan peluang di gawang tim asal Yogyakarta itu. Hingga akhirnya, bek tengah UMM, Ahmad Rifal (21), berhasil merobek jala UII dua menit sebelum turun minum. Gol Ahmad menutup paruh pertama dengan skor 1-0 untuk UMM. Memasuki babak kedua, UMM tak mengendurkan serangan. Tampil dengan 10 pemain, tim berkostum merah itu malah mendominasi duel panas ini. Namun, UMM kembali kehilangan satu pemainnya, pada menit ke-74. Bagas Dwi Wicaksono (29) terpaksa dijatuhi kartu merah, paska melakukan pelanggaran keras pada pemain UII. Dengan komposisi sembilan pemain, UMM masih mampu mengendalikan laga. UMM bahkan sukses melesakkan satu gol tambahan, yang kembali dicetak oleh Ahmad pada menit ke-85. Berselang dua menit, wasit kembali mencabut kartu merah, lagi-lagi untuk tim asal Kampus Putih itu. Sang kapten, Andy Cahya Kurniawan (5), harus keluar arena pada laga ini. Total, sudah tiga pemain UMM gagal menyelesaikan pertandingan kali ini. Tak lama berselang, giliran pemain UII bernomor punggung 88, Bima Yudha, menyusul Andy Cahya ke arena bench pemain, setelah menerima kartu merah dari wasit. Di sisa waktu, UMM hanya menyisakan delapan pemain, sementara sang lawan dengan 10 orang. Peluit panjang pun menyudahi laga panas ini dengan kemenangan 2-0 untuk UMM. Meski keduanya mengantungi sembilan poin, namun UMM lebih unggul dalam hal selisih gol, serta berhasil menyalip UII, di puncak klasemen sementara. “Hari ini kami kalah. Komunikasi antar pemain masih minim. Support dari lini ke lini juga minim. Mental mereka down sehingga beberapa dari mereka terpancing emosi. Pertandingan hari ini terlihat keras di menit awal. Tapi, saya mengarahkan ke anak-anak untuk tetap tenang apapun kondisinya,” kata Radian Zakir, arsitek tim UII. Hasil ini menjadi kekalahan perdana UII selama perhelatan LIMA Football: McDonald’s EJC ini. “Kami menerima kekalahan ini. Saya menekankan ke mereka bila hubungan antara UII dan LIMA sangat baik. Saya ingin teman-teman untuk tidak membuat masalah. Dan hubungan UII dan UMM harus baik, terlepas hasil laga di lapangan,” pungkasnya. (adt)

UMM Menang 1-0, Buka Peluang Ke Empat Besar LIMA Football 2018

Tekuk Universitas Negeri Malang (UNM) dengan skor tipis 1-0, tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM/merah) memperbesar peluangnya ke empat besar, setelah di laga pertama LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, menang 2-0 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (LIMA)

Malang- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah poin kemenangan, dalam LIMA Football: East Java Conference (EJC) 2018, Rabu (12/9). Menghadapi tim satu kota, Universitas Negeri Malang (UNM), UMM sukses meredam lawannya dengan skor tipis 1-0, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. UMM mendominasi babak pertama. Tim berkostum merah itu memaksa UNM bermain bertahan di sepanjang babak. Pada menit ke-24, UMM mengatasi kebuntuannya. Sundulan Akbar Galang Mahardika bersarang di gawang UNM. Tim asal Kampus Putih itu berhasil mencatatkan gol tunggal di babak pertama. Skor sementara 1-0 untuk keunggulan UMM di akhir paruh pertama. UNM lalu bermain terbuka di babak kedua. Tim berkostum biru dongker kini bisa keluar dari tekanan UMM. Tercatat tujuh tembakan berhasil dilepaskan anak asuh Fahrial Amiq itu. Meski lebih agresif, UNM belum bisa mencetak gol. Skor 1-0 untuk UMM bertahan hingga akhir laga. Sebelumnya, UMM mengandaskan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, pada Senin (10/9) dengan skor 2-0. Tim asuhan Arif Trisandi itu makin memperbesar peluangnya ke empat besar, menyusul Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang bertengger di puncak klasemen, hingga Rabu (12/9). (Adt)

Sempat Tertinggal, UII Atasi Perlawanan Ketat UIN Malang di Laga Perdana LIMA Football 2018

Kapten tim Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Reza Pratama (5), mencetka gol balasan, saat menundukkan tim Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, pada Minggu (9/9). (LIMA)

Malang- LIMA Football resmi bergulir di regional Jawa Timur. Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, menjadi rumah event laga perdana LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 ini. Di laga perdana, pada Minggu (9/9), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dengan apik membuka kompetisi ini dengan kemenangan 2-1 atas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang. Babak pertama belum menunjukkan hasil bagus untuk kedua tim. Baik UII maupun UIN Malang tampak masih membaca permainan di laga perdana mereka. Hingga akhir babak ini, kedua tim belum bisa keluar dari kekosongan gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, UIN Malang berhasil memecah kebuntuan. Tembakan sang kapten, Arman Safril Adam (4), pada menit ke-55 membuat UIN Malang unggul lebih dahulu dengan skor 1-0. Butuh waktu lama untuk UII, tim yang sebelumnya telah memiliki pengalaman bermain di LIMA Football regional Jakarta Raya, menyusul keunggulan lawannya. Tim asal Yogyakarta itu baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78 lewat Reza Pratama (5), sang kapten. Satu gol kembali disarangkan UII pada menit ke-88, melalui sepakan Muhammad Fikri M. Basri (9). UIN Malang belum bisa menambah gol di sisa waktu pertandingan. UII akhirnya memenangi laga perdananya dengan skor 2-1. “Di babak pertama saya intsruksikan pemain untuk menguasai laga. Di babak kedua, kami sempat tertinggal, tapi kami bisa membalikkan kedudukan lewat rotasi pemain yang efektif. Saya melihat perkembangan pemain lebih pesat, dibanding musim pertama kami di LIMA Football,” kata Radian Zakir, pelatih kepala UII. Sementara itu, saat UII harus bersusah payah meraih tiga poin pertamanya, Universitas Brawijaya (UB) justru dengan mudah mendapat kemenangan atas 3-0 atas Universitas Darussalam (Unida) Gontor. UB menraih poin penuh pertamanya karena menang walk over (WO) atas Unida. Keputusan Unida untuk WO terkait kesalahan teknis yang dibuat tim asal Gontor itu. Alhasil, kedua tim tak sempat merasakan duel di hari pertama ini. (Adt)

Jadi Host Fase Nasional, Enam Tim Ikuti LIMA Football Region Jawa Timur di Malang

LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam Universitas turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. (LIMA)

Malang- Sukses menggelar LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 pada 23-30 Agustus lalu, pada musim keenam ini, LIMA menunjuk Malang Raya sebagai lokasi kedua penyelenggara LIMA Football, selain di Jakarta. Event yang bertajuk LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 itu akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam tim turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang pada musim lalu bergabung di Greater Jakarta Conference, kini masuk ke dalam peta persaingan regional Jawa Timur. Tak hanya UII, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, juga menjadi peserta dari luar kota pergelaran. Empat tim lainnya yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Universitas Negeri Malang (UM). Prosesi upacara pembukaan LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 menandakan dimulainya ajang ini. Rida Achmad, selaku General Manager LIMA, menegaskan bahwa LIMA tak hanya datang untuk menggelar kompetisi, tapi juga menjadi agen perkembangan manusia. “Ini kali pertama kami menggelar LIMA Football di Malang. Sebagai human development agents, kami tak hanya mencari prestasi, tapi juga mengajarkan pada mahasiswa soal pentingnya memiliki hard skill dan soft skill,” kata Rida pada sambutannya dalam upacara pembukaan yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Minggu (9/9). Tak hanya dihadiri seluruh peserta dan perangkat pertandingan, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Rita Triana, juga turut memberi kata sambutan dalam prosesi ini. “Kami berterima kasih kepada LIMA karena memberikan kontribusi perkembangan sepak bola, khususnya di tingkat mahasiswa di Jawa Timur. Kami berharap bisa melakukannya secara optimal dengan bersinergi antara perangkat pertandingan dan juga para peserta di sini. Kalian adalah tiket kemajuan Indonesia,” kata Rita. LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 telah resmi bergulir. Nantinya, empat dari enam tim terbaik dari fase conference ini, akan kembali membuktikan kemampuannya di LIMA Football Nationals, yang masih akan berlangsung di tempat yang sama, pada 18-25 September 2018. (Adt)

Lolos Semifinal Piala AFF U-18, Timnas U-19 Tundukkan Vietnam U-19 Lewat Gol Semata Wayang

Striker Timnas U-19 asal klub Mitra Kukar, Muhammad Rafli Mursalim (9), mecentak gol tunggal kemenangan Timnas U-19 atas Vietnam U-19, dan meloloskan Indonesia ke semifinal Piala AFF U-18. (okezone.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 memastikan diri lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Vietnam 1-0 pada babak penyisihan Grup A Piala AFF U-18 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (7/7). Striker klub Mitra Kukar, Muhammad Rafli Mursalim, yang masuk menggantikan Feby Eka putra di babak kedua, menjadi pahlawan dengan mencetak gol semata wayang timnas ke gawang Vietnam pada menit ke-80. Gol tersebut berawal dari aksi individual talenta muda Papua, Todd Rivaldo Alberth Ferre. Melakukan aksi solo run dari tengah, Todd berhasil melesahkan bola ke gawang Vietnam yang dijaga Yulinie. Selanjutnya sepakan keras Todd membentur tiang sisi kiri atas gawang Vietnam. Rafli yang berdiri bebas di dalam area kotak penalti, langsung menyambar bola rebound tersebut. Dengan hasil ini, Garuda Muda duduk di peringkat puncak sementara, dan mengumpulkan 12 poin dari 4 pertandingan. Timnas U-19 dengan 12 poin dari empat laga sudah sulit dikejar Vietnam U-19 yang mengoleksi tujuh poin. Sementara itu di peringkat kedua, menguntit Thailand U-19. The War Elephants menang melawan Filipina U-19 dengan skor telak 5-0. Hasil ini membawa Thailand U-19 mengoleksi 10 poin, dari empat pertandingan. Sementara dalam pertandingan lainnya, Laos U-19 menang 5-0 atas Singapura U-19. Laga terakhir Timnas U-19 kontra Thailand U-19 pada Senin (9/7), akan menentukan siapa yang menjadi juara grup. Nurhidayat Haji Haris dan kolega hanya butuh hasil imbang untuk mengunci status juara Grup A. (Dre) Hasil Piala AFF U-19 2018 Sabtu (7/7): Singapura 0-5 Laos Filipina 0-5 Thailand Indonesia 1-0 Vietnam Klasemen Timnas U-19 di Grup A Piala AFF U-18 No            Tim         Main    W     D    L    Gol    Poin 1. Indonesia U-19       4         4     0    0    10:1   12 2. Thailand U-19        4          3     1    0    14:0   10 3. Vietnam U-19        4          2     1    1    9:2      7 4. Laos U-19             4          1     0    3    6:8      3 5. Filipina U-19         4          1      0    3    3:15    3 6. Singapura U-19     4          0     0    4    1:17     0

Bersusah Payah di Laga Ketiga Piala AFF U-18, Kaki Kiri Dominasi Gol Indonesia Atasi Filipina

Saddil Ramdani (15) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-19 atas Filipina U-19 dalam lanjutan AFF U-18 Championship, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7). (liputan6.com)

Sidoarjo- Setelah melibas Laos dan Singapura, dalam lanjutan AFF U-18 Championship, laga ketiga tetap berpihak kepada Timnas U-19. Menghadapi Filipina U-19 yang dihelat di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/7), Saddil Ramdani dan kolega menang dengan skor telak 4-1, meski diraih dengan susah payah. Mengambi inisiatif serangan selepas peluit awal dibunyikan, Timnas U-19 mendominasi pertandingan hingga 15 menit awal. Namun, rapatnya pertahanan Filipina, seolah memaksa pemain Indonesia harus mencari ruang sempit demi menciptakan gol. Justru Filipina yang bertubi-tubi ditekan Indonesia, mampu memanfaatkan peluang dari tendangan bebas. Sepakan kaki kiri Chester Cio di menit 27, sanggup menembus jala gawang Merah Putih Muda, yang dijaga Muhammad Riyandi. Melakukan rotasi pemain pada laga ini, membuat juru taktik Garuda Muda, Indra Sjafri seolah kebingungan. Pada menit ke-35, Saddil Ramdani yang sempat duduk di bangku cadangan, akhirnya masuk menggantikan Samuel Christianson Simanjuntak. Namun, masuknya Saddil dalam upaya mengejar ketertinggalan, masih belum berhasil, hingga 45 menit pertama selesai. Usai turun minum, Indra mulai mencoba beberapa pilar seperti Rivaldo Todd Ferre dan Syahrian Abimanyu, agar skema permainan lebih agresif dan dominan. Tebalnya pertahanan Filipina membuat emosi pemain Indonesia terpancing. Winger Witan Sulaiman mendapatkan kartu kuning pertamanya di menit ke-68, lantaran menjatuhkan pemain Filipina dengan keras. Usaha demi usaha Timnas U-19 yang tak kunjung lelah, akhirnya menciptakan gol. Pada menit ke-81, tembakan spekulasi kaki kiri Saddil dari luar kotak pinalti buah kerjasama antara Todd Ferre dan Witan, merobek sisi kiri gawang Filipina. Selang satu menit kemudian, pada menit ke-82, Indonesia menggandakan skor dari sundulan bek asal klub PSMS Medan, Firza Handik. Tak berhenti disitu, Saddil kembali mencetak gol di menit ke-85, yang juga berasal dari sepakan keras kaki kirinya di luar kotak pinalti. Gol tambahan Garuda Nusantara sekaligus penutup kemenangan, diperoleh pada menit ke-90. Berawal umpan datar dari Rifad Marasabessy kepada gelandang Papua, Todd Ferre, yang berani melakukan penetrasi ke kotak penalti, hingga mengecoh kiper dan bek Filipina. Indra pun mengapresiasi permainan anak asuhnya meski sempat tertinggal. “Sebenarnya kami sudah unggul permainan dari awal, namun lebih dulu kecolongan. Tapi, saya sangat berterima kasih pada anak-anak, mereka mampu bangkit dan mengatasinya dengan baik”, ujarnya. Kemenangan 4-1 atas Filipina membuat Indonesia makin kokoh di puncak klasemen Grup A Piala AFF U-18, dengan torehan 9 poin. Garuda Muda kini unggul dua poin dari Thailand dan Vietnam yang sama-sama berhasil meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Selain itu, membuka peluang besar lolos ke fase berikutnya. Dua hari berselang, Timnas U-19 akan ditantang oleh Vietnam, di stadion yang sama pada Sabtu (7/7) pukul 18.30 WIB. (Dre) Hasil Piala AFF U-18, Kamis (5/7) Laos 1-4 Vietnam Thailand 6-0 Singapura Filipina 1-4 Indonesia. Grup A Klasemen No    Tim           Main  W   D    L    Gol   Poin 1. Indonesia U-19   3     3    0     0   9:1     9 2. Thailand U-19     3     2    1     0   9:0     7 3. Vietnam U-19     3     2    1     0   9:1     7 4. Filipina U-19       3    1     0     2   3:10    3 5. Laos U-19          3     0     0    3   1:8     0 6. Singapura U-19  3     0     0    3   1:12    0 Jadwal Timnas U-19 berikutnya Sabtu, 7 Juli 2018 19.00 WIB: Indonesia vs Vietnam Senin, 9 Juli 2018 19.00 WIB: Thailand vs Indonesia

Minim Ciptakan Operan Sukses, Timnas U-19 Gulung Singapura Empat Gol Tanpa Balas

Striker Timnas U-19, Muhammad Rafli Mursalim melakukan selebrasi di laga Piala AFF U-18, saat menghadapi Singapura U-19, pada Selasa (3/7).(bolasport.com)

Sidoarjo- Timnas U-19 kembali mendapat hasil positif di laga kedua Grup A Piala AFF U-18 2018, pada Selasa (3/7). Nurhidayat cs menang dengan skor telak 4-0 dari Singapura U-19. Bermain di Stadion Delta Sidoarjo, Timnas U-19 sempat kesulitan membobol gawang Singapura. Gol pembuka baru tercipta di menit ke-21 melalui Rafli Mursalim setelah menerima umpan lambung. Singapura merespons, di menit ke-29 mereka menciptakan peluang melalui bola mati. Asnawi Mangkualam memberi umpan terukur ke kotak penalti Singapura, namun tidak mampu dimaksimalkan oleh rekannya. Babak pertama di tutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19. Di babak kedua, Garuda Muda tampil lebih trengginas. Tiga gol tambahan tercipta masing-masing melalui Rafli (62′), Saddil Ramdani (70′), dan Todd Rivaldo Ferre (81′). Tak ada gol tambahan tercipta, skor 3-0 untuk keunggulan Timnas U-19 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Meski sukses menggulung anak asuh Rob Servais dengan hasil 4-0, akan tetapi muncul satu catatan lemah, dibanding laga pertama. Hal itu menyoal catatan operan sukses yang dibuat Saddil Ramdani dan kolega. Dilansir dari Labbola, pada laga kontra Singapura, Garuda Muda hanya membuat 567 operan sukses. Catatan itu masih kalah dibanding laga pertama meladeni Laos, yang sanggup menghasilkan 744 passing. Padahal, pada partai perdana, skuat asuhan Indra Sjafri hanya unggul dengan skor 1-0. Selain itu, salah seorang pilar Garuda Muda, Asnawi Mangkualam sukses keluar sebagai raja passing pada laga tersebut. Dari data milik Labbola, bek kanan timnas U-19 membuat 93 operan. Catatan itu masih lebih banyak dari stopper timnas U-19, Muhammad Firly yang mencatatkan 83 passing. Hebatnya, Asnawi berhasil menjadi raja umpan ketika dirinya tak bermain di pos asli. Asnawi sejatinya adalah gelandang bertahan yang diberi tugas lain oleh Indra Sjafri untuk menghuni pos bek sayap kanan. Namun sejauh laga, Asnawi tak kesulitan sama sekali. Ia sukses mengawal sisi kanan dengan sempurna. Kemenangan besar ini membuat Indonesia berada di puncak klasemen sementara Grup A Piala AFF U-19 2018 dengan enam poin dari dua laga. Dengan poin enam, NurHidayat dkk mengungguli Vietnam dan Thailand, yang sama-sama mengantongi poin empat. Vietnam dan Thailand yang bermain imbang tanpa gol di laga pertama, akhirnya berhasil meraih kemenangan besar pada matchday kedua. Thailand menang 3-0 atas Laos, dan Vietnam mencukur Filipina 5-0. (Ham) Susunan pemain Timnas U-19 (4-3-3) M. Riyandi (kiper); Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, M Firli, David Kevin (belakang); M Rafi Syarahil, Witan Sulaeman, Rezky Fandi (tengah); Saddil Ramdani, M Rafli Mursalim, Samuel Christianson (depan) Pelatih: Indra Sjafri Timnas Singapura U-19 (4-2-3-1) Nurshafiq Zaini (kiper); Nazhiim Harman, Akmal Azman, Asraf Zahid, Danish Irfan Azman (belakang); Muhammad Nur Adam Abdullah, Muhammad Hamizan Hisham, Joel Chew Joon, Rezza Rezky Ramadhani, Timothy David Yeo Yi An (tengah), Syahadat Masnawi (depan) Pelatih: Rob Johannes Maria Servais