Siapkan Dua Stadion, Asprov PSSI Jatim Siap Langsungkan Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18 2018

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Surabaya- Asprov PSSI Jawa Timur resmi ditunjuk PSSI melangsungkan dua hajatan besar pada 2018, yakni Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18. Meski terhitung masih beberapa bulan lagi, Asprov PSSI Jatim sudah mulai mempersiapkan diri. Asprov PSSI Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah Piala AFF U-15 yang akan dilaksanakan 29 Juli-11 Agustus 2018. Selain itu, Jatim juga menjadi satu di antara satu tuan rumah event Piala AFF U-18 yang berlangsung 2-14 Juli 2018. Untuk Piala AFF U-15, Asprov PSSI Jatim telah mempersiapkan dua stadion yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan. Dua venue tersebut adalah Stadion Gelora 10 November Surabaya dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Selain lokasi pertandingan, Jatim juga mempersiapkan akomodasi dan tempat latihan bagi para kontestan. Piala AFF U-15 ini dibagi menjadi dua grup. Indonesia selaku tuan rumah tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. Semua laga di grup ini akan dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Sementara Grup B terdiri dari Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura. Mereka akan bermain di Stadion 10 November, Surabaya. Sedangkan untuk Piala AFF U-18, Jatim harus berbagi dengan Jawa barat (Jabar). Stadion Pakansari, Bogor, akan menjadi venue pertandingan untuk grup yang berisi Timnas Indonesia. Sementara Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, yang pelaksanaannya di bawah kendali Asprov PSSI Jatim, digunakan untuk menggelar laga grup lain. “Semoga Piala AFF di Jatim tahun ini berjalan sukses. Ini adalah sumbangsih PSSI Jatim untuk Indonesia,” ucap Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh UB. Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan semua keperluan penyelenggaraan Piala AFF U-15 maupun U-18, baik itu berupa hotel, lapangan pertandingan, lapangan untuk latihan, dan lain-lainnya, termasuk keamanan. “Untuk keamanan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk Piala AFF U-15, karena Timnas U-16 akan bermain di Sidoarjo. Yang pasti, kami siapkan semua kebutuhannya,” jelas Amir. (Dre/Ham) Piala AFF U-15 2018 Venue : Stadion Gelora Delta, Sidoarjo Grup A Vietnam Myanmar Kamboja Indonesia Timor Leste Filipina Venue : Stadion 10 November, Surabaya Grup B Thailand Malaysia Laos Brunei Singapura

Manfaatkan Libur Sekolah, Skuat Garuda U-16 Kembali Jalani TC di Cijantung

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Jakarta- Persiapan kembali dilakukan oleh punggawa muda Timnas U-16, asuhan Fakhri Husaini. Sebanyak 24 nama mengikuti pemusatan latihan yang memanfaatkan waktu libur sekolah. TC sudah berlangsung sejak 28 April, dan akan berkahir pada 11 Mei nanti, di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Total pemain di hari ketiga ini masih 24 pemain. Tapi, kami masih menyeleksi mereka. Akan ada yang dipulangkan, dan ada yang kita panggil,” tutur Fakhri, usai latihan pagi, Selasa (1/5). Jika ada pemain yang dipulangkan, berarti ada pemain yang mengisi kekosongan. Namun, pemain yang bakal mengisi kekosongan itu bakal didapat berdasarkan rekomendasi dari Asprov (PSSI). “Indonesia sangat luas, banyak pemain berbakat. Jika ada yang pulang, kami tak sekadar ambil pemain lain secara terbuka saja. Ada nama yang sudah direkomendasikan Asprov,” jelasnya. Dari 24 pemain, 17 di antaranya merupakan pemain yang ikut andil menjarai turnamen Jenesys di Jepang, Maret lalu. Sisanya pemain baru yang dipantau dari beberapa daerah, meski juga pernah ikut di pemusatan latihan sebelumnya. Pelatnas lanjutan ini untuk persiapan timnas U-16 guna menghadapi event Piala AFF U-15, pada 29 Juli-11 Agustus, di Jawa Timur. Dan Piala Asia U-16, di Malaysia, pada 20 September-7 Oktober. Untuk ajang AFC U-16, Indonesia tergabung di Frup C bersama dengan Iran, Vietnam dan India. Menurut Fakhri, target empat besar di Piala Asia U-16 2018 sangat mungkin dicapai. Target itu menjadi kunci lolos Piala Dunia U-17 2019 di Peru. “Di kelompok usia ini, kekuatan setiap negara merata. Tentu kami akan berusaha keras untuk mencapai target itu,” pungkasnya. (Dre/Ham) Skuat Timnas U-16 KIPER 1. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 2. Ernando Ari – PPLP Jawa Tengah 3. Risky Muhammad Sudirman – SSB Villa 2000 BELAKANG 4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Putra 5. Muhammad Salman – SSB Jakarta Football Academy 6. Ahmad Rusadi – SSB Prima Palaran Utama 7. Fadilah Nur Rahman – PPLP Sumatra Barat 8. Amiruddin Bagas – Chelsea Soccer School 9. Muhammad Reza Fauzan – Patriot FC Aceh 10. Nadhif Girasta Kosasi – ASIOP APAC INTI TENGAH 11. David Maulana – PPLP Medan 12. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 13. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 14. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 15. Rendy Juliansyah – ASIOP APAC INTI 16. Amanar Abdillah – PS TIRA U-17 17. Mochammad Supriadi – SSB Rungkut 18. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 19. Muhammad Talaohu – ASAD 313 20. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga Bekasi 21. Yadi Mulyadi – ASAD 313 DEPAN 22. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School 23. Amiruddin Bagus – Chelsea Soccer School 24. Alvin Setyawan – SSB Beruang Madu Sakti

30 Peserta Kursus Lisensi D Nasional di Villa 2000 FC Tunjukkan Antusias Tinggi

Kursus pelatih lisensi D Nasional gelombang pertama 30 April-6 Mei, berlangsung di markas Villa 2000 FC, dan Blitz Tarigan bertindak (biru) sebagai pelatih. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Demi menciptakan pelatih berbakat dan berkualitas, Villa 2000 FC bekerja sama dengan PSSI, mengadakan kursus pelatih lisensi D Nasional di markas Villa 2000 FC, Pamulang, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diadakan dua gelombang, yakni gelombang pertama 30 April-6 Mei, dan gelombang kedua 8-15 Mei 2018, dengan Iwan Setiawan bertindak sebagai instruktur pelatih. Selain Iwan, Villa 2000 FC selain menjadi panitia penyelenggara, juga mengirimkan satu nama, yaitu Blitz Tarigan, yang bertugas asisten instruktur pelatih. “Total peserta ada 30 orang, dan ini sudah memenuhi kuota standar kursus pelatihan. Peserta datang dari berbagai daerah, dan dari luar Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” ungkap Blitz, usai hari pertama pelatihan, Senin (30/4). Lokasi Pamulang, sempat menjadi kendala bagi peserta yang memang jauh dari tempat tinggal. Villa 2000 FC tak menyediakan biaya tambahan untuk peserta yang jauh, tetapi merekomendasikan akomodasi penginapan. “Sejak awal, kami tak menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. Tapi, kami merekomendasikan tempat tinggal. Mereka yang jauh dari rumah, kami tempatkan di mess kami,” tukasnya. Nantinya, 30 peserta ditempa selama sepekan, dan dimulai pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB. Pada Senin (30/4) adalah menjadi hari pertama, gelombang pertama dilaksanakannya rangkaian kursus, dengan Blitz sebagai pelatih, dan Iwan sebagai pemateri utama. “Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan menciptakan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk bisa membina pemain usia dini, karena sepak bola untuk usia dini perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Iwan. Menurut mantan Pelatih Borneo FC ini, pembinaan sepak bola pada usia muda perlu mendapat perhatian serius, dan event kursus ini menjadi ajang sekaligus tempat menimba ilmu, bagi wajah baru pelatih usia dini. “Yang saya lihat, bahwa tingkat antusias dari para peserta ini sangat tinggi. Mereka bersemangat ketika materi di kelas maupun praktek di lapangan, dan itu modal yang dibutuhkan, yakni semangat mereka” tambah pria kelahiran Medan 5 Juli 1968. Meski beberapa peserta ada yang mulai dari nol dan bukan dari pemain sepak bola, bahkan tidak tahu menahu seputar dunia sepak bola, namun mereka bersemangat untuk belajar. Metode baru yang digunakan pemateri yakni Villanesia, yaitu metode yang membuat siswa atau peserta terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dan tak hanya mendengarkan atau mencatat, namun bisa langsung dipraktekkan di lapangan. “Tak sekedar belajar jadi instruktur yang berdiri di depan berbicara, tapi mereka turun langsung ke lapangan, untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan selama di kelas. Jadi keseharian mereka sudah bisa mengajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,” tutup pria 50 tahun tersebut. (Dre/Ham)

Singkirkan SMA Kharisma Bangsa, Tim Putri SMA Saint John’s Melenggang ke Final

Tim putri SMA Saint John’s Serpong (putih) akhirnya tampil di final, pasca menyudahi permainan tuan rumah, SMA Kharisma Bangsa, dengan skor 33-10, pada (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Saint John’s Serpong melangkah ke partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Melakoni laga krusial di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Senin (30/4), mereka berhasil menyingkirkan SMA Kharisma Bangsa dengan skor 33-10. Mengawali kuarter pertama, skuat SMA Kharisma Bangsa langsung menggebrak. Hasilnya, dua angka cepat diraih Alisiah Rezky dkk, 2-0. Namun, SMA Saint John’s membalas lewat tembakan tiga angka, skor berubah 2-3. Devyne Evelyne dkk mampu menjaga jarak angka dengan SMA Kharisma Bangsa hingga berhasil menutup kuarter ini dengan skor 10-3. Memasuki kuarter kedua, tim asal Serpong itu masih mendominasi pertandingan. Beberapa kali Devyne membuat pembeda di partai penentu ini. Tambahan 10 angka cukup bagi SMA Saint John’s membungkus keunggulan pada kuarter kedua, 20-3. Di kuarter ketiga, pertandingan berjalan seru. Kedua tim saling memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Namun, konsistensi yang ditunjukkan anak didik Agung Christyantho itu membuat skuat SMA Kharisma Bangsa kerepotan. Hasilnya, SMA Saint John’s mengunci kuarter ini dengan keunggulan 27-6. Pada kuarter akhir, SMA Saint John’s tak mengendorkan permainan. Para pemain juga berkontribusi untuk mencetak angka. Tambahan 5 angka sukses diraih SMA Saint John’s, beda satu angka dengan hasil yang diraih SMA Kharisma Bangsa. Kuarter inipun berakhir untuk keunggulan SMA Saint John’s, 33-10. “Gameplan sukses. Kami berhasil ke partai final bertemu dengan tim putri SMAN 6 Depok. Meski di pertandingan kali ini starting five tidak komplit, tapi kami masih bisa show-up dan memenangi laga penting ini,” terang Agung, arsitek SMA Saint John’s usai laga. “Para pemain juga mampu memperlihatkan kemampuannya. Ini dibuktikan tim dengan minimnya turn over. Menghadapi SMAN 6 Depok nanti, meski diawal pertandingan tim kami pernah mengalami kekalahan, namun di final kami akan melakukan persiapan lebih baik lagi. Perbaikan kami lebih kepada mental tanding,” lanjutnya. Sementara, walaupun timnya mampu unggul atas SMA Kharisma Bangsa, namun Devyne mengakui pertandingan tersebut berlangsung sengit. “Soalnya kedua tim tampil fight. Secara tim komunikasi diantara kami juga lancar. Selain itu, kondisi tubuh para pemain dalam kondisi fit,” tuturnya. “Meski beberapa pemain inti kami tak bermain. Tapi, saling percaya diantara sesama pemain, jadi siapapun yang dimainkan tidak masalah dan semua bisa berkontribusi untuk tim. Buktinya kami memenangkan pertandingan ini. Yang penting menjaga kondisi badan selalu fit. Semoga chemistry sesama pemain makin baik,” tutupnya. (Adt)

Tampil Militan, SMAN 3 Kota Tangerang Menang Tipis Dari SMA Saint John’s Serpong

Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang (abu-abu) bermain militan, saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, dan unggul dengan skor akhir sangat ketat 40-39. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang bermain militan saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Senin (30/4). Meski tertinggal di kuarter satu dan dua, namun anak didik Thomy Hendrawan merebut keunggulan di dua kuarter tersisa atas SMA Saint John’s. Mereka menang tipis 40-39. SMA Saint John’s langsung mengambil inisitif serangan pada kuarter pertama. Bahkan mereka mampu unggul lebih dahulu berkat tembakan tiga angka dari salah satu pemainnnya, 3-0. Tak tinggal diam, SMAN 3 mencoba mengimbangi hingga bisa menyamakan kedudukan 3-3. Di waktu lima menit tersisa, tim asal Serpong, Tangerang Selatan itu tetap memimpin hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 13-10. SMAN 3 terus berusaha mengejar dan menipiskan ketertinggalan pada kuarter kedua. Beberapa kali serangan yang mereka lancarkan sempat merepotkan barisan SMA Saint John’s. Namun, SMAN 3 harus mengakui keunggulan skuat SMA Saint John’ s yang mengunci kuarter ini dengan skor 18-16. “Lawan tampil greget di awal-awal pertandingan. Angka kami selalu tertinggal di kuarter pertama dan kedua. Tapi, di kuarter berikutnya pertandingan sangat seru. Kami mulai menemukan momentum yang bagus, meski angkanya selalu beda tipis, tapi kami bisa memenangi pertandingan ini,” ujar Prawira Setyo, center SMAN 3 usai laga. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 mampu membalikkan keadaan. Permainan Prawira dkk makin agresif. Mereka juga berhasil memaksimalkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi angka. SMAN 3 terus memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Prawira berhasil memanen dua angka setelah bola yang dilesakkan tepat masuk ke keranjang SMA Saint John’s. Kedudukan sama 18-18. SMA Saint John’s berhasil membalas lewat tembakan tiga angka dari Gunawan, 23-18. SMAN 3 makin tertinggal hingga skor 27-23. Daffa Dhaffran Hari, small forward SMAN 3 mampu membuat skor imbang 13-13. Sisa satu menit, SMA Saint John’s mencetak dua angka, 29-27. Dzulfiqar Farrel, shooting guard SMAN 3 sukses meraih tiga angka. Mereka pun memimpin 30-29. Akhirnya, SMAN 3 mampu membungkus kuarter ini dengan keunggulan 32-31. Di kuarter penentu, skuat SMA Saint John’s yang mulai kurang fokus hingga kerap gagal menuntaskan serangan dimanfaatkan oleh tim Kota Tangerang itu untuk sedikit menjauh. SMAN 3 langsung unggul 34-31. Calvin Gunawan, point guard SMA Saint John’s berhasil menyamakan kedudukan 36-36. Tembakan bebas, Prawira mampu menjaga marjin angka atas lawan, 40-36. SMA Saint John’s memangkas defisit angka dari SMAN 3, menjadi 40-39 yang sekaligus menandai berakhirnya kuarter ini. Abraham Alexander, point guard SMA Saint John’s, mengaku pada kuarter pertama dan kedua timnya masih fresh sehingga masih bisa fokus melakoni laga. “Masuk kuarter tiga dan empat kami mulai kelelahan. Dari angka kami juga tertinggal. Memang kami akui lawan memiliki fisik yang lebih baik. Pemain mereka juga mampu menciptakan kesempatan untuk menghasilkan angka demi angka. Mereka pantas untuk meraih kemenangan,” tutur Abraham. Sementara, juru ramu SMAN 3, Thomy Hendrawan, menyebut skuat yang dimiliknya mampu bermain lepas. “Lawan memiliki jam terbang lebih banyak. Mungkin itu yang membuat kuarter satu dan dua kami tertinggal. Istilahnya telat panas. Namun, disisa kuarter kami berhasil unggul. Laga ini para pemain juga tampil lebih percaya diri, terutama untuk Prawira dan Farrel. Semangat yang ditunjukkan sangat luar biasa,” tutup Thomy. (Adt)

Raih Perunggu Di Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Indonesia Sejajar China

Xiamen- Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Shanghai, China, berhasil meraih medali perunggu, lewat duet Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata. Keduanya menyabet medali perunggu di nomor recurve beregu campuran, dari rilis Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Xiamen, China pada Senin (30/4). Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2. Namun, langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal pasca ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan. Pada kejuaraan dunia ini, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia ini cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Siti Nugraheni Mauludiah. Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sementara tuan rumah China, hanya meraih satu medali perunggu, sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia dalam Shanghai 2018 Archery World Cup itu. (Adt)

Jadi Tuan Rumah AFF U-16 Girls Championship 2018, Timnas Putri U-16 Justru Tanpa Target

Timnas U-16 Putri berada di grup B bersama Thailand, Kamboja dan Laos, dalam AFF U-16 Girls Championship 2018. (pssi.org)

Palembang- Timnas Putri U-16 yang tampil di AFF U-16 Girls Championship 2018 tak dibebani target untuk menjuarai kompetisi antar negara-negara Asia Tenggara yang diikuti sembilan negara ini, karena terdapat wakil Asia di Piala Dunia Wanita 2015 dan 2019, yakni Thailand. Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita PSSI, Papat Yunisal, dalam konferensi pers di Palembang, Senin (30/4), mengatakan, meskipun bertindak sebagai tuan rumah, Tim Srikandi muda diharapkan mampu menembus semifinal. “Tim sudah disiapkan cukup matang dan berkelanjutan selama lima bulan oleh Pelatih Rully Nere. Saya optimistis dengan bermain di rumah sendiri akan membangkitkan semangat pemain,” kata Papat. Sementara Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, optimistis Timnas Putri U-16 bisa berprestasi. Ia menjelaskan bahwa ajang ini menjadi start awal rangkaian Indonesia menjadi tuan rumah berbagai ajang di tahun 2018 ini. “PSSI ingin Timnas Putri U-16 meraih hasil yang terbaik, apalagi persiapan dilakukan secara intensif dan lama. Dan AFF U-16 Girls Championship 2018 menjadi momentum dimana Indonesia menjadi tuan rumah,” kata Joko, pada Minggu (29/4). “Ini menjadi hal yang positif, karena laga perdana langsung melawan Thailand. Mereka ini akan menjadi masa depan srikandi Timnas Wanita Indonesia. PSSI kini sangat serius dan sepak bola wanita menjadi salah satu fokus perhatian,” jelas pria yang juga Wakil Presiden AFF ini. Sementara itu, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengatakan, suatu kebanggaan bagi dirinya yang bisa mendampingi Indonesia untuk ikut serta pada AFF U-16 Girls Championship. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada PSSI terkait perhatian selama ini. “Terimakasih kepada PSSI yang selalu memberikan dukungan penuh kepada Timnas Putri U-16. Apalagi ada momentum yang yang tepat, kemarin kita baru merayakan hari ulang tahun PSSI, dan belum lama ini juga ada hari Kartini,” kata Rully. Indonesia selaku tuan rumah tergabung dalam Grup B bersama Thailand, Kamboja dan Laos. Untuk Grup A terdiri atas, Malaysia, Singapura, Vietnam, Fhilipina, dan Myanmar. Situasi ini membuat Papat yakin, peluang Indonesia untuk lolos grup sangat terbuka. “Ini keberuntungan, Timnas masuk Grup B dengan hanya empat tim, sehingga peluang makin terbuka. Setidaknya runner up di Grup,” ujar eks pesepakbola wanita era tahun 80-an ini. Salah satu pemain Timnas Putri U-16, Syafira Azzahra Ramadhanti mengaku bangga menjadi anggota Timnas Putri U-16. “Rasanya bangga, bisa masuk Timnas. Senang bisa mewakili indonesia di ajang bergengsi ini. Semoga kami menjadi juara pada ajang ini,” kata Syafira. Sedangkan, pelatih Thailand Naruephon Kaenshon mengatakan meski timnya diunggulkan tapi tetap bisa meremehkan tim lain. “Memang benar kami menjadi wakil Asia di piala dunia U-16 tapi bukan berarti kami boleh meremehkan tim lain. Apalagi saat ini terjadi perubahan komposisi pemain hampir 80 persen jika dibanding saat mengikuti Piala AFF U-15, pada 2017 di Laos,” kata dia. Menurutnya, semua tim berpeluang untuk memenangkan kompetisi ini. “Walau persiapan kami sangat minim, hanya satu bulan,” pungkasnya. AFF U-16 Girls Championship 2018 digelar di Palembang, Sumsel, 1-13 Mei 2018, menggunakan dua stadion yakni Stadion Bumi dan Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC). (Dre/Ham) AFF U-16 Girls Championship 2018 Grup A Malaysia Philipina Vietnam Singapura Myanmar Grup B Indonesia Thailand Kamboja Laos

Menang WO Atas SMAN 13 Depok, Tim Putri SMAN 6 Depok Kunci Tiket Final

Tim putri SMAN 6 Depok (putih) melaju ke babak final NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menang WO atas SMAN 13 Depok, Senin (30/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMAN 6 Depok meraih hasil sempurna pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (30/4). Anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu menang walk over (WO) atas SMAN 13 Depok. Ini menjadi kemenangan keempat bagi Reihani Zaida dkk. Sebelumnya, mereka juga sukses meraih kemenangan yakni melawan SMA Saint John’s Serpong (44-390), SMA Kharisma Bangsa (52-8), dan SMA Yadika 2 Jakarta (WO). Dengan hasil itu mereka mengunci tiket final yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Reffvin, arsitek putri SMAN 6, mengatakan menghadapi pertandingan kali ini sebenarnya timnya telah mempersiapkan diri dengan baik. Namun, lanjutnya, tanpa kehadiran lawan membuat skuatnya merasa kecewa. “Tim kami sudah jauh-jauh datang pada hari ini untuk bertanding, tapi lawan tidak hadir. Ini cukup mengecewakan. Di pertandingan sebelumnya juga ada tim yang tidak hadir, sehingga kami menang WO,” tutur Reffvin. “Kami berharap mereka lebih bisa menghargai panitia turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini yang sudah mempersiapkan pertandingan kali ini,” lanjutnya. “Kemungkinan besar kami akan bertemu dengan SMA Saint John’s di final nanti. Persiapannya adalah memaksimalkan latihan serta selalu melakukan aktifitas bersama, sehingga sesama pemain bisa makin dapat chemistry-nya,” tambah saudara kembar Revin itu. Hal senada diungkapkan Reihani. Point guard SMAN 6 itu mengaku dirinya bersama tim telah mempersipkan gim ini dengan baik. “Kecewa pasti. Apalagi saya sebenarnya ada presentasi Biologi, tapi izin untuk mengikuti pertandingan hari ini. Yang pasti kami optimis menatap partai final siapapun lawan yang akan kami hadapi nantinya,” cetusnya. (Adt)

Pesilat PPLP Indonesia Borong Enam Emas di Kejuaran Dunia Junior, Thailand Sabet Juara Umum

Kontingen Pencak Silat Junior Indonesia meyabet posisi runner up pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018, di Songkhla, Thailand. (deskgram)

Jakarta- Pesilat junior Indonesia menduduki posisi runner up di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018, yang berlangsung di Songkhla, Thailand. Sebanyak enam emas, empat perak dan empat perunggu berhasil dibawa pulang, para pesilat junior itu saat bertanding sejak 23-28 April 2018. Keenam medali emas itu masing-masing dipersembahkan oleh enam pesilat yang dibina di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), yakni Khoirudin Mustaqim yang tampil di kelas C Putra asal PPLP Jawa Tengah, Hidayat L yang tampil di kelas E putra asal PPLP Sulut. Llau, Yuliana dari kelas A putri asal PPLP NTB, Kurnia Fatma kelas B putri asal PPLP Jawa Tengah, Triana Ragil kelas F putri asal PPLP Jateng, serta Fadia Salsadila dan Nadya Putri Larasati yang tampil disektor ganda putri asal PPLPD Jabar. Chef de Mission (CdM) Kontingen Merah Putih, Teguh Raharjo mengatakan, hasil ini sudah maksimal. “Target meraih emas di katagori tanding dr 11 atlet yang tampil mampu mendulang medali emas, sudah sesuai dengan prediksi,” ujar pria yang menjabat sebagai Asisten Deputi III pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora, Sabtu (28/4). “Seharusnya kita pantas mendapatkan medali emas di kategori tunggal putra dan regu putri,” tambahnya. Namun ia menyatakan bila nomor seni kategori TGR (Tunggal, Ganda dan Regu) tak terpenuhi, lantaran situasi yang tidak kondusif dalam penjurian, karena juri sangat subjektif, dan tim Indonesia tak mengirimkan wasit/juri Tuan rumah, Thailand, tampil sebagai juara umum dalam perhelatan ini setelah menyabet delapan emas. Meski demikian, kontingen Indonesia patut berbangga, salah satu atlet mampu meraih penghargaan atlet terbaik putri atas nama Yuliana kelas A putri dari PPLP NTB. (art)

Jelang Asian Games 2018, Cabor Anggar Gelar West Java International Fencing Championship 2018

PB Ikasi menggelar Kejuaraan Internasional di Sentul, Bogor, yang bertajuk West Java International Fencing Championship 2018. (bolasport.com)

Jakarta- Paska menggelar kejuaraan berskala provinsi bertajuk Sirkuit Anggar Jawa Barat, Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) kembali mengadakan kejuaraan anggar. Event ini ialah West Java International Fencing Championship 2018, di Wisma Padepokan Voli, Sentul, Bogor, pada 28-29 April. Ajang ini diadakan dalam rangka meramaikan kegiatan menjelang Asian Games 2018. Selain itu, ajang ini juga berguna mengakrabkan komunitas anggar di Indonesia, maupun Asia Pasifik. Beberapa tim dari negara Asia Pasifik berpartisipasi, seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Taiwan. “Dengan semakin bertambah dalam jumlah partisipasi negara yang hadir. Tim-Tim dari Korea Selatan, Irak, Hongkong, Japan, China adalah yang sangat diperhitungkan di Asia,” ujar Asyanti Rozana Thalib, Ketua Pelaksana Kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018, Sabtu (28/4). Kehadiran atlet asing tentu saja menjadi nilai penting dan kesempatan besar bagi atlet Indonesia. Para atlet dapat bertemu dan mencoba langsung kelebihan atlet-atlet dari negara lain. Selama ini, hanya sebagian kecil atlet Indonesia yang sempat merasakan pertandingan di luar negeri. Untuk itu pun mereka harus mengeluarkan biaya sendiri guna menambah jam terbang dan mengasah kemampuan pada kejuaraan terbuka di negara lain. Beberapa klub dan Pengprov juga bahkan telah menyiapkan sejumlah atletnya. Secara umum West Java International Fencing Championship 2018 mempertandingkan tiga nomor, yakni Foil, Epee dan Sabre. Pembagian kategori usia yang diperlombakan meliputi kategori usia 12 tahun (U-12), usia 14 tahun (U-14), serta kelompok senior/open dan veteran kelompok umur 50 sampai dengan 59 tahun. (art)

Demi Stok Bibit Atlet, PRSI Gelar Kejuaraan Polo Air U-12 di Kampus

PB PRSI membuat terobosan dengan mengadakan pertandingan cabor Polo Air U-12 dalam LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) di UPH. (viva.co.id)

Jakarta– Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) membuat terobosan dengan mengadakan perlombaan LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) yang diikuti untuk U-12, pada Sabtu (28/4). Perlombaan U-12 tersebut ternyata cukup diminati para atlet cilik. Ini dibuktikan dengan peserta yang mengikuti ajang tersebut. Ada enam regu polo air U-12 yang diselenggarakan di Universitas Pelita Harapan (UPH). Komisi Teknik PB PRSI, Dean Baldwin mengatakan, pihaknya ingin mencetak atlet polo air sejak dini. Oleh karena itu digelar kejuaraan U-12. “Peminatnya cukup banyak dan antusias sekali. Atlet-atlet ini pun banyak dari Jawa Barat dan perlombaan U-12 ini akan terus kami gelar bersamaan dengan LISCA,” katanya Sabtu (28/4). “Nantinya, setiap regu yang memenangkan perlombaan ini sesuai dengan klasifikasi baik sekolah atau universitas akan mendapatkan piala bergilir,” lanjutnya. Perlombaan tersebut pun turut dipersiapkan agar para atlet dapat meneruskan jenjang perlombaan polo air seperti di Asian ataupun SEA Games. “Intinya kira bentuk atlet di sini agar dapat mengikuti tahapan selanjutnya baik dari LISCA ataupun jenjang perlombaan lain,” ungkapnya. Sementara itu, Aldi, salah seorang atlet yang tergabung dalam klub Tirta Sriwijaya mengatakan, ia cukup antusias kejuaraan ini dan berharap dapat mengikuti perlombaan lebih besar. “Kami latihan seminggu tiga kali, dan ingin ikut perlombaan lebih besar lagi seperti Asian atau SEA Games. Untuk cabang olahraga ini, memang sengaja dipilih karena awal saya ini memang suka renang dan mencari apa olahraga yang bisa dilakukan sembari berenang,” kata Aldi. Selain U-12, PRSI juga menggelar kejuaraan di atas usia 12 tahun. Untuk usia tersebut ada delapan regu yang mengikutinya. Pertandingan polo air yang diadakan setahun dua kali ini diikuti oleh delapan regu dengan dua regu yang berasal dari luar Jakarta yakni, Palembang dan Jawa Barat. (art)

Dominan Menekan Lawan, Timnas Indonesia U-23 Kalah Dari Bahrain U-23 Gara-gara Winger Persib Bandung ?

Winger Timnas U-23, Septian David Maulana (29) gagal memberi kontribusi usai dikalahkan 0-1 oleh Bahrain U-23, dalam PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Jumat (27/4). (Ham/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 takluk 0-1 dari Bahrain U-23 dalam PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (27/4). Gol yang bersarang ke gawang Timnas dilesakkan oleh Mohammed Marhoon pada menit ke-4. Pasukan Luis Milla gagal menyarangkan gol balasan, kendati dominan dalam menguasai bola (64%) maupun soal tekanan ke pertahanan musuh. Menurut statistik Labbola, Tim Garuda Muda sepanjang laga mampu melepaskan 18 tembakan. Indonesia bahkan unggul penguasaan bola sepanjang pertandingan sebesar 56%. Selain penguasaan bola, Indonesia memiliki catatan positif soal akurasi umpan. Presentase sebesar 81% untuk akurasi umpan dimiliki oleh Indonesia. Jumlah itu membuktikan serangan deras mampu dilakukan Febri Hariyadi cs ke pertahanan musuh, dibanding 13 percobaan yang dilesakkan kubu Bahrain. Sebanyak 18 upaya yang dilepaskan tim merah putih terdiri atas 8 tembakan akurat, 6 percobaan melenceng, dan sisanya berhasil diblok. Jumlah total 18 shots itu terbagi menjadi milik 8 pemain. Osvaldo Haay yang kerap menusuk dari lini kedua di sisi kiri pertahanan Bahrain, merupakan penembak paling banyak dengan angka 4 percobaan. Hal menarik yang patut menjadi bahan introspeksi adalah minimnya sokongan para penyerang terhadap penciptaan peluang tim. Lerby Eliandry dan pemain pengganti, Ilija Spasojevic, kesulitan mendapatkan ruang, akibat barikade rapat pertahanan musuh. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi hasil pertandingan. Namun, keputusan pemain dalam mengambil tindakan –menggiring, mengumpan, atau menendang– di menjadi yang paling krusial. Dan itu terbukti pada laga semalam. Mari sepakati bersama, pada pertandingan ini Febri bermain luar biasa. Kelincahan dan dribel-dribel ciamiknya membelalakkan mata pencinta sepak bola nasional. Bola yang menggelinding kencang dan diprediksi tidak mungkin diambil nyatanya masih bisa dia kejar. Intinya, pemain Persib Bandung itu mempertontonkan aksi-aski yang luar biasa bagusnya. Namun, sekali lagi, tidak ada gol yang dicetak berarti ada masalah yang terjadi. Dan itu berkenaan dengan pengambilan keputusan yang salah. Febri beberapa kali melakukannya. Setelah berhasil mengelabui lawan-lawannya, Febri mendapatkan ruang yang cukup terbuka. Alhasil, dia punya banyak opsi yang bisa diambil –menggiring bola lebih ke dalam, memberikan umpan silang, atau menendang bola. Nah, di sinilah letak masalahnya. Febri kerap mengambil keputusan yang salah. Ketika harus menyodorkan umpan silang membuat peluang untuk mencetak gol lebih besar, Febri malah menembak bola atau sebaliknya. Namun, kesalahan itu tidak sepenuhnya milik Febri. Pemain-pemain lain macam Osvaldo, Muhammad Hargianto, dan Lerby pun berkali-kali selalu memilih opsi yang tidak tepat. “Ketika sudah beberapa meter dekat gawang, semua keputusan ya tergantung dari para pemain. Sebab, saya tidak tahu situasi di lapangan seperti apa,” kata Luis Milla dalam jumpa pers seusai laga. “Intinya, saya harap pengambilan keputusan seperti itu bisa diperbaiki ke depan. Saya harap juga kami tak punya masalah lagi untuk mencetak gol pada laga selanjutnya,” ujar pelatih berpaspor Spanyol itu. Kekalahan dari Bahrain U-23 membuat Timnas Indonesia U-23 tercecer di dasar klasemen sementara PSSI Anniversary Cup 2018. Pada laga selanjutnya, Hansamu Yama dkk. akan menghadapi Korea Utara U-23, Senin (30/4). (Dre/Ham) Kontribusi Pemain Timnas U-23 vs Bahrain U-23 : Osvaldo Haay: 4 M. Hargianto: 3 Febri Hariyadi: 3 Septian David Maulana: 2 percobaan Hansamu Yama Pranata: 2 Evan Dimas: 2 Rezaldi Hehanussa: 1 Zulfiandi: 1

Takluk Dari Singapura, Sofbol Putra Indonesia Peringkat Keempat Piala Asia 2018

Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018, usai takluk dari Singapura 3-10. (akurat.co)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018 (Sofbol Piala Asia) 2018. Pada pertandingan page system bawah yang digelar di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/4) siang, Lucky Fidel dkk dikalahkan Singapura dengan skor telak 3-10. Indonesia pun harus puas di peringkat keempat, dari hasil 5 kali menang dan 4 kalah dalam 9 penampilan. Pada pertandingan pertama, Kamis (26/4/) pagi, Timnas terpaksa harus mengakui ketangguhan Thailand dengan skor tipis 3-4. “Thailand bisa mencuri menang karena pemainnya tampil pantang menyerah. Kali ini, anak-anak tampil di bawah form dan batting tak maksimal,” kata Asisten Pelatih sofbol putra Indonesia, Leonard Djarkasih yang dihubungi usai pertandingan. Pada laga kedua yang digelar siang, Timnas mampu bermain maksimal menaklukkan India dengan skor telak 8-1. Sementara itu, Tim Sofbol Jepang yang diunggulkan meraih gelar juara tampil tak terkalahkan dalam 7 pertandingan. Dan, Tim Sofbol Filipina meraih 7 kemenangan dan sekali kalah. “Perjuangan anak-anak sudah maksimal. Posisi di peringkat empat sudah cukup bagus. Kami harus akui Singapura jauh lebih siap menghadapi pertandingan page system,” kata Djarkasih, panggilan akrab Leonardus Djarkasih. Ketua Umum Perbasasi Andika MY Monoarfa mengatakan menempati peringkat keempat, itu tak terlalu mengecewakan karena sesuai target. Menurutnya, kegagalan dikarenakan kurangnya waktu persiapan. “Mereka hanya punya 13 hari untuk berlatih,” kata Andika. Hasil Piala Asia tahun ini pun akan segera dievaluasi untuk mempersiapkan tim sofbol putra jadi lebih baik. Tim yang ada sekarang, kata Andika, bakal diterjunkan ke SEA Games 2019 di Filipina. Persiapan menuju ajang itu akan dilakukan di Piala Asia Tenggara di Thailand, pada Juli nanti. “Target jangka panjang adalah SEA Games 2019. Target kami juara. Setelah Piala Asia ini, para atlet akan istirahat, pulihkan stamina dan kembali lagi berlatih. Semoga dengan waktu lebih panjang, bisa dapat hasil terbaik di Thailand,” pungkas Andika. Perjalanan Timnas memang sempat terseok-seok di babak penyisihan. Tim Merah Putih memastikan tiket ke page system setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan skor 5-1 pada pertandingan, Jumat (27/4) pagi. Pada pertandingan terakhir, Sabtu (28/4), Singapura akan menghadapi Filipina yang ditaklukkan Jepang dengan skor 0-6. Pemenang hasil pertandingan Singapura melawan Filipina akan menghadapi tim unggulan Jepang dalam pertandingan Grand Final. Sedangkan tim yang kalah langsung berada di peringkat ketiga. (art)

Soal Venue Asian Games 2018, Wapres Jusuf Kalla Optimis Kelar Juni

Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Semenpora Gatot S Dewa Broto meninjau renovasi Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/4). (Kemenpora)

Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Gatot S Dewa Broto meninjau renovasi Stadion Patriot Candrabaga, di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (27/4) pagi. Salah satu tahapan renovasi stadion adalah selesainya proses penggantian rumput stadion berjenis Zoysia Matella, serta pembenahan saluran air pada bagian bawahnya agar tidak terjadi genangan ketika hujan turun. Selain itu, pemasangan kamera pengawas (CCTV) dari semula hanya 20 unit, kini ditambah menjadi 50 unit. Kemudian pemasangan papan skor, penomoran koridor, pembenahan lorong pemain, serta ruang ganti pemain. Wapres JK bersama rombongan berada di stadion sekitar 20 menit. Ia melanjutkan ke venue jet ski di Pantai Indah Ancol, Jakarta Utara. Sementara untuk venue cabang layar di Perumahan Metro Marina, Ancol Barat, Jakarta Utara. Untuk pembangunan infrastruktur venue layar yakni seluas 16,6 hektare yang terdiri dari gudang layar, bangunan kantor serta area penunjang. Sedangkan pembangunan infrastruktur venue jetski memiliki luas area 18,4 hektare yang terdiri dari bangunan utama, dermaga, serta bangunan penunjang. Wapres JK meyakini pembangunan serta renovasi venue atau arena yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 bakal rampung pada Juni mendatang. “Tak ada kendala pembangunan infrastruktur venue dam persiapan keseluruhan Asian Games 2018,” ujar Wapres kepada pewarta. “Pembangunan venue jet ski dan layar untuk Asian Games 2018 akan selasai pada Juni. Apalagi cabor layar pada Juni akan mengelar test event di tempat ini, jadi Juni itu harus segera selesai,” lanjutnya. Sementara, Gatot Dewa Broto, mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tempat yang akan menjadi perhelatan akbar terbesar setelah olimdiade itu dapat berjalan dengan baik serta lancar dan sesuai target yang diharapkan. “Kunjungan ini adalah kunjungan yang bagus dari Wapres. Meskipun Wapres sudah berkali-kali datang kesejumlah venue, tapi paling tidak kunjungan ini bagi Wapres akan mendapatkan gambaran yang terbaru soal mana yang sudah siap dan mana yang belum,” tuturnya. Ia menambahkan bila makin cepat akan bagus karena sesuai janji Indonesia kepada OCA (Dewan Olimpiade Asia). “Bagi atlet akan lebih bagus lagi karena akan dipakai untuk latihan. Tapi yang jelas target penyelesain venue pada Juni. Kami optimistis dua venue itu bakal kelar Juni,” tutupnya. (Adt)

Lakoni Laga Ketiga, Putri SMA Kharisma Bangsa Kandaskan Perjuangan SMAN 13 Depok

Putri SMA Kharisma Bangsa (putih) menyudahi permaianan SMAN 13 Depok, pada Jumat (27/4), dengan skor 16-13, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim Putri SMA Kharisma Bangsa mampu mengandaskan perjuangan SMAN 13 Depok, di Hall Basket Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (27/4). Menderita kekalahan atas SMAN 6 Depok, lalu menang walk over (WO) atas SMA Yadika 2 Jakarta, memberikan pelajaran berharga bagi anak asuh Ludovika Ajeng itu untuk memaksimalkan laga di gim ketiga ini. Mengawali kuarter pertama kedua tim masih mencari celah untuk memundi angka. Srikandi SMA Kharisma Bangsa beberapa kali melakukan percobaan tembakan. Namun masih gagal. Begitu juga sebaliknya dengan SMAN 13. Sepuluh menit kuarter berakhir kedua tim berbagi angka sama 2-2. Melakoni kuarter kedua situasi masih belum berubah. Kedua tim tetap kesulitan menambah angka. Lepas lima menit berjalan, beberapa kali pemain menerapkan kerjasama umpan-umpan pendek cepat. Hasilnya, SMA Kharisma Bangsa mengoleksi 10 angka, sedangkan lawan hanya menambah dua angka. Kuarter ditutup dengan skor 12-4. “Belajar dari pertandingan sebelumnya kami sudah melakukan persiapan lebih baik. Pelatih juga memberikan semangat ke tim untuk bermain lebih agresif. Ekspektasi dipertandingan ini juga lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Alisiah Rezky, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa usai laga. Masuk kuarter ketiga, dominasi Alisiah dkk tetap berlanjut. Mereka berusaha mencetak angka. Meski lawan juga tak mau tinggal diam. Tambahan 4 angka sudah cukup bagi wakil Tangerang Selatan itu untuk mengunci kuarter ini dengan skor 16-8. Selanjutnya, hingga akhir pertandingan marjin angka kedua tim tak beda jauh. Meski sempat terjadi insiden benturan antar pemain hingga memaksa salah satu skuat SMAN 13 ditarik keluar lapangan, namun permainan tetap dalam tempo tinggi. SMAN 13 berhasil menambah dua angka saat dua menit sebelum pertandingan berakhir. Tapi, itu belum cukup untuk mengimbangi perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini dengan skor 16-13. “Alhamdulilah kami meraih kemenangan. Memang ada pembenahan dari pertandingan sebelumnya. Saya tekankan kepada mereka bahwa bagaimanapun caranya pertandingan hari ini harus seru. Dan, syukur kemampuan mereka tadi keluar semua,” jelas Ajeng, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. Sementara, Ari Adiska, juru racik SMAN 13, mengaku tidak memberikan beban tinggi kepada anak asuhnya itu. Ia hanya ingin para pemain mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bekal menghadapi event-event berikutnya. “Kami mengakui lawan lebih unggul. Tim juga jarang latihan bersama, karena yang kelas 10 masuk pagi, sedangkan kelas 11 masuk siang, sehingga susah untuk menyatukan mereka bisa berlatih bersama. Tapi, target dapat 10 angka di laga ini sudah tercapai, bahkan dapat lebih yakni 13 angka,” terang Ari. “Kami juga apresiasi untuk lawan terutama nomor punggung 26 (Alisiah Rezky). Bagi kami yang terpenting adalah memberitahukan kepada semua bahwa SMAN 13 juga memiliki tim basket putri. Soal kalah ataupun menang itu bukan persoalan serius bagi tim putri SMAN 13,” tambah Ari. Hal yang sama diungkapkan Raahil Jihan, salah satu skuat SMAN 13. Ia mengungkapkan timnya baru terbentuk dan belum berlatih secara intensif. “Kami tim baru sehingga, butuh waktu untuk membuat tim ini solid. Kedepan kami optimis bisa berbuat lebih baik lagi di turnamen berikutnya,” tukasnya. (Adt)

Misi Sukses, SMAN 13 Depok Hempaskan SMAN 3 Kota Tangerang

SMAN 13 Depok sukses mengunci perlawanan SMAN 3 Tangerang (abu-abu), pada Jumat (27/4), dengan skor 43-38, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- SMAN 13 Depok mengemban misi meraih kemenangan saat melakoni laga kelima turnamen basket ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018′, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (27/4). Berjumpa SMAN 3 Kota Tangerang, anak didik Ari Adiska itu sukses menghempaskan lawan dengan skor 43-38. Kedua tim menurunkan formasi terbaik. Hasilnya, pertandingan berjalan ketat sejak wasit melakukan jump ball. Kedua tim saling ‘jual beli’ serangan. Lima menit berjalan skor 6-4 untuk SMAN 13. Jarak poin itu perlahan terkejar oleh SMAN 3, hingga mampu menyamakan kedudukan 10-10 di sisa dua menit pertandingan. Wakil Kota Tangerang itu menutup kuarter ini setelah tembakan bebas small forward Dhaffran masuk ke dalam keranjang SMAN 13, skor berakhir 11-10. “Di kuarter pertama kami masih bersaing dengan lawan. Setelah itu mereka lebih dapat momentum dan kuarter berikutnya menjadi milik SMAN 13. Catatan untuk tim adalah soal box out serta rebound yang buruk. PR kami menghadapi turnamen berikutnya,” ujar Thomy Hendrawan, arsitek SMAN 3 usai laga. Di kuarter kedua SMAN 13 berbalik unggul 16-13 usai tembakan salah satu pemainnya masuk. Angka kedua tim hanya selisih 1 angka di tiga menit sisa pertandingan 16-15 berkat aksi Dylan, point guard SMAN 3 yang memanen dua angka. Ilham yang sempat diistirahatkan kembali dimasukan oleh coach Ari di empat menit pertandingan berjalan. Point guard SMAN 13 itu berhasil menjauhkan angka timnya dari lawan usai melakukan ‘lay-up, skor berubah 22-17, dan menandai berakhirnya kuarter ini. Usai jeda, fast break SMAN 13 efektif. Lagi, Ilham mampu menjauhkan skor menjadi 27-17 usai melesakkan bola ke keranjang SMAN 3. Ia juga mampu memaksimalkan tembakan tiga angka. Skor tim berjuluk ‘Satelite’ itu menjauh 30-17. Kuarter ketiga ditutup SMAN 13 dengan skor 30-20. Pertarungan sengit kembali terjadi di kuarter akhir. Kedua tim tak mau mengalah. Wira, power forward SMAN 3 mampu menjaga jarak angka usai memanen dua angka, 32-25. Tembakan tiga angka shooting guard, Dzulfiqar Farrel, membuat marjin angka 36-30. Namun, tembakan bebas Ilham disisa 10 detik pertandingan mengunci kuarter keempat, 43-38 untuk keunggulan SMAN 13. “Kami berpikir di pertandingan ini bisa menang. Tapi, faktanya tim kami kalah bersaing. Kami banyak turn over. Meski bisa unggul di kuarter pertama, tapi di kuarter selanjutnya justru kami tertinggal jauh dari lawan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya kami belum beruntung,” tutur Farrel, Kapten Tim SMAN 3. Sementara, coach Ari menyebut keberhasilan timnya memenangkan pertandingan akibat gameplan berjalan sukses. Ia juga memberikan kesempatan kepada pemain cadangan untuk lebih banyak merasakan aura pertandingan para hari ketujuh turnamen. “Misi kami mencuri satu kemenangan di pertandingan hari ini sukses. Gameplan dan rotasi pemain berjalan baik. Kami sengaja melakukan rotasi hampir semua pemain agar pemain cadangan merasakan aura kompetisi, sehingga mereka tidak canggung lagi saat bertanding di turnamen berikutnya,” cetusnya. “Selebihnya saya memberikan apresiasi untuk Ilham. Memang dia salah satu pemain yang memiliki skill di atas rekan-rekan setimnya. Dia juga memiliki leadership yang baik saat berada di lapangan. Kehadirannya berguna untuk membangun komunikasi dan kerjasama tim,” pungkasnya. (Adt)

Benamkan SMAN 6 Depok, SMA Kharisma Bangsa Jaga Asa ke Partai Puncak

Meski jatuh bangun, tim SMAN 6 Depok (puith) takluk dari tim tuan rumah SMA Kharisma Bangsa dengan skor akhir 56-32 di NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan – SMA Kharisma Bangsa memelihara asa menuju partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Pada hari keenam di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (26/4), mereka menundukan SMAN 6 Depok, 56-32. SMA 6 sempat memberi perlawanan sengit di awal kuarter. Dua angka berhasil dicetak, skor berubah 2-0. Namun, SMA Kharisma Bangsa membalas lewat aksi spektakuler pemain bernomor 9, Saddam Asyruna. Beberapa kali tembakan tiga angka dari pemain berpostur 176 cm itu sukses. SMA Kharisma Bangsa menutup kuarter ini dengan skor 18-10. Saddam dkk kembali menggebrak saat half time. Tambahan dua angka kembali dipanen anah asuk Ari Adiska itu masing-masing melalui Aofar, Satria dan Juzar, skor 35-21. SMAN 6 mencoba memangkas selisih angka dari pemain bernomor punggung 12, Fathan Ardani. Namun, SMA Kharisma Bangsa membungkus kuarter ini, 35-23. “Saya hanya berusaha melakukan ofensif shoot dan hasilnya maksimal. Sebenarnya di pertandingan hari ini adalah memperbaiki kekurangan dari sebelumnya seperti passing, ofensif, dan defensif,” ujar Saddam usai laga. “Soal lawan mereka bermain bagus, karena mau kerja keras dan memiliki semangat tinggi untuk mengejar ketertinggalan angka dari kami. Tapi, kami lebih beruntung dan bisa memenangkan gim ini,” lanjutnya. Perolehan angka SMA Kharisma Bangsa makin jauh meninggalkan lawan di kuarter ketiga. Didukung penuh suporter, aksi ‘lay-up’ dari Kurniawan membuat selisih 17 angka atas SMAN 6. Mereka mengunci kuarter ini dengan skor 44-26. Di akhir kuarter, SMAN 6 berusaha memperkecil angka. Meski demikian, usaha keras yang dilakukan Ibnu Fajar dkk belum mampu mengejar defisit angka. Justru SMA Kharisma Bangsa memanen angka lewat Saddam dan Aofar yang menutup pertandingan, 56-32. Kevin Nuardy Erdiham, Pelatih Putra SMAN 6, menyatakan bila timnya selalu gagal bila bertemu dengan SMA Kharisma Bangsa. Namun, ia mengaku puas dengan penampilan tim secara keseluruhan. “Sebelumnya sudah pernah ketemu dengan SMA Kharisma Bangsa, dan memang kami selalu kalah. Secara penampilan tim kami puas, karena mereka lebih baik, lebih percaya diri, dan lebih enjoy,” tuturnya. “Saya memberikan kredit ke Daffa (Nayudhistira). Sebab, dia bermain dengan tenang dan sabar. Tidak terlalu cepat mengambil keputusan untuk mengeksekusi bola. Lagi-lagi evaluasi kami adalah fisik pemain,” tambahnya. “Diawal-awal itu pertandingan sengit. Kami juga tahu kalau lawan itu mainnya bagus. Tapi kami berusaha keras menghadapi pertandingan tadi, meski hasilnya kami kalah. Selain defensif dan ofensif, mungkin dalam pertandingan harus lebih sabar untuk untuk bisa menghasilkan angka,’ cetus Ibnu, kapten tim SMAN 6. (Adt)

Benahi Performa Usai Laga Pertama, Putri SMA Saint John’s Gulung SMAN 13 Depok

Tampil dominan dalam lanjutan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, Kamis (25/4), tim putri SMA Saint John’s (putih) menggulung lawannya SMAN 13 Depok, dengan skor 45-2. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tak ingin mengulang kekalahan di pertandingan sebelumya melawan SMAN 6 Depok, tim basket putri SMA Saint John’s Serpong, sukses tampil dominan pada laga hari keenam turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, Kamis (25/4). Turun bermain di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, mereka membenamkan SMAN 13 Depok, dengan skor menyolok 45-2. Saat wasit mulai melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai, Devyne Evelyne dkk tak memberi kesempatan pada lawan untuk berkembang. SMA Saint John’s mengunci kuarter pertama, 13-0. Situasi belum berubah pada kuarter kedua. SMAN 13 yang berusaha mengimbangi perlawanan SMA Saint John’s hanya memundi dua angka, sedangkan SMA Saint John’s mendapatkan tambahan 6 angka. Kuarter ini berakhir dengan skor 19-2. Pertandingan berlanjut di kuarter ketiga. SMA Saint John’s mampu menjaga marjin angka atas Raysita Marhanda dkk dengan selisih 27 angka. SMA Saint John’s akhirnya mengemas kuarter ini dengan skor 29-2. Wakil Serpong itu makin percaya diri di kuarter akhir. Angka demi angka disumbangkan para pemain SMA Saint John’s untuk menutup pertandingan, dengan skor 45-2. Devyne, Kapten Tim Putri SMA Saint John’s, mengatakan untuk pertandingan kali ini timnya memang jauh lebih siap. “Senang bisa menang dipertandingan ini. Setelah kekalahan sebelumnya (melawan SMAN 6 Depok), kami langsung melakukan evaluasi. Kami lebih keras lagi dalam berlatih. Fisik kami juga sudah lebih baik. Komunikasi sesama pemain berjalan lancar,” ungkap Devyne usai laga. “Penilaian saya soal lawan. Mereka punya semangat tinggi di gim. Meski ketinggalan jauh, tapi mereka tetap berusaha untuk mendapatkan angka. Boleh dibilang mereka itu pantang menyerah,” lanjutnya. Sementara, Raysita, Point Guard SMAN 13, mengaku kecewa atas kekalahan timnya melawan SMA Saint John’s. Ia menegaskan timnya harus lebih giat lagi dalam berlatih. “Jujur saja kami kecewa atas kekalahan dipertandingan hari ini. Masih harus banyak latihan. Secara permainan kami sudah cukup baik. Kalaupun harus kalah, tapi angkanya jangan sampai terlalu jauh,” jelas siswi kelas 10 SMAN 13 itu. (Adt)

Turnamen JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster 2018, Dua Pecatur Tuan Rumah Lolos Babak Pertama

Fidle Master (FM) Priasmoro Novendra (kaos hitam) mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson dalam JAPFA Chess tournament, di Solo, Kamis (26/4). (tribunnews.com)

Solo- Satu poin berhasil diraih oleh dua pecatur Indonesia dalam JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, babak pertama yang diadakan di Solo Paragon Hotel, Solo. Poin dicetak Fide Master (FM) Novendra Priasmoro dan Women International Master (WIM) Lestari Baiq Vina. Menurut Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Kristianus Liem, raihan poin ini amat berharga untuk menjadi modal meraih gelar lebih tinggi. Liem menjelaskan, untuk babak pertama Indonesia meraih hasil yang cukup bagus. Dua dari 12 wakilnya dari kategori putra dan putri, berhasil meraih kemenangan. Dirinya menilai hasil tersebut bisa dipertahankan sampai babak selanjutnya. “Di babak pertama ini, diharapkan dapat poin yang terbaik. Ini menjadi poin baik, mengingat lawan yang dihadapi pecatur Indonesia, memiliki gelar yang lebih tinggi,” urainya, Kamis (26/4). Dalam pertandingan babak pertama, di kategori putra, Novendra berhasil mengalahkan pecatur Filipina, GM Gonzales Jayson. Sedangkan untuk wakil putri, Lestari berhasil mengalahkan Women International Master (WIM) asal Serbia, Blagojevic Tijana. Ia menjelaskan, saat ini Novendra memang dalam kondisi bagus. “Sebelumnya ia juga juara di Bangkok Open, dengan raihan nilai 8 poin, dari sembilan babak yang digelar,” jelas Liem. Liem berharap, performa terbaik dari Novendra ini bisa tetap dipertahankan sampai kejuaraan rampung digelar. “Kami sengaja mengundang para pecatur kelas dunia dalam kejuaraan ini. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi dari para pecatur Indonesia,” tutur Liem yang juga Ketua Panpel turnamen. Diakuinya, secara rating pecatur Indonesia rata rata secara rating gelar memang masih di rendah dibanding pecatur luar negeri yang menjadi lawannya. “Sehingga di atas kertas mereka (pecatur luar negeri) lebih kuat,” tandas Liem. Dalam pertandingan catur, atlet yang menang mendapatkan satu point, seri nilainya ½ dan kalah nol. Point yang diperoleh nantinya diakumulasi dan yang paling tinggi keluar sebagai juara. Turnamen berlangsung ½ kompetisi sehingga mereka saling bertemu. JAPFA Grandmaster and Women Grandmaster Chess tournament 2018, juga menjadi ajang pecatur Indonesia untuk menaikkan gelarnya dari Fide Master (FM) ke Internasional Master (IM) dan Grand Master (GM). “Namun, jika kalah maka ratingya juga dipertaruhkan karena akan kehilangan point,” lanjutnya. Gelar Grand Master ratingnya minimal harus mencapai 2.500, Internasional Master minimal mencapai 2.400 dan Fide Master minimal 2.300. Sementara untuk kelompok WGM ratingnya minimal 2.300, WIM rating minimal 2.200 dan WFM 2.100. Rating yang akan dicapai para pecatur bakal ketahuan, setelah seluruh pertandingan selesai. (art)

Timnas U-16 Masuk Grup C, Iran Jadi Saingan Terberat Ajang Piala AFC U-16

Timnas U-16 akhirnya tergabung di Grup C di ajang Piala AFC U-16, bersama Iran, India dan Vietnam. (net)

Jakarta– Timnas U-16 masuk ke dalam Grup C di event AFC Cup atau Piala Asia U-16 2018, usai drawing yang dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (26/5). Indonesia satu grup dengan Iran, Vietnam, India. Iran diperkirakan akan menjadi lawan kuat Indonesia. Meski Vietnam dan India juga tak bisa diremehkan. Timnas U-16 tampil di Piala Asia U-16, setelah menjadi juara Grup G babak kualifikasi pada September 2017. Status itu disandang setelah menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan. Di laga pertamanya, Indonesia menggilas Kepulauan Mariana Utara 18-0 sebelum mengalahkan Timor Leste 3-1, Thailand 1-0, dan Laos 3-0. Total 25 gol dibuat oleh anak asuh Fakhri Husaini. Indonesia masuk pot keempat sebelum pengundian dilakukan bersama dengan Tajikistan Yordania, dan Afghanistan. Sementara pot pertama diisi tuan rumah Malaysia, Irak, Iran, dan Korea Utara. Pot kedua diisi Jepang, Oman, Vietnam, dan Korea Selatan, sedangkan pot ketiga diisi Yaman, India, Thailand, dan Australia. Piala Asia U-16 2018, digelar 20 September sampai 7 Oktober 2018, di Malaysia. Empat tim semifinalis mewakili Asia di Piala Dunia U-17 2019, di Peru. Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, menilai persaingan Piala AFC tidak mudah. Kekuatan semua tim, kata dia, hampir merata. “Yang penting, pemain harus fokus dan berusaha menampilkan permainan terbaik mereka,” katanya, seperti dikutip laman resmi PSSI. Fakhri menambahkan, target empat besar menjadi misi utama. “Ya, kami akan berusaha keras untuk mencapai target itu,” ujar Fakhri. Timnas Garuda Remaja akan menjalani pemusatan latihan pada Sabtu (28/4), di Cijantung. (Dre/Ham) Berikut Pembagian Grup: Grup A Malaysia, Jepang, Thailand, Tajikistan Grup B Korea Utara, Oman, Yaman, Yordania Grup C Iran, Vietnam, India, Indonesia Grup D Irak, Korea Selatan, Australia, Afghanistan