Indonesia Curi Kemenangan Dari Malaysia, Pebulutangkis 19 Tahun Ini Gagal Sumbang Angka

Pebulutangkis asal Garut berusia 19 tahun, Fitriani (merah), takluk dari Soniia Cheah, tunggal pertama Tim Uber Malaysia. (nst.com.my)

Jakarta- Tim Uber Indonesia berhasil mencuri kemenangan tipis 3-2 atas Malaysia di babak penyisihan Piala Uber grup D, Senin (21/5). Bertanding di Impact Arena Bangkok, Thailand, Fitriani yang diturunkan di partai pertama justru gagal mengamankan kemenangan bagi skuat Merah Putih. Ia harus takluk dari Soniia Cheah dalam pertarungan melelahkan tiga gim dengan skor 21-10, 17-21, dan 14-21. Dara kelahiran Garut, Jawa Barat, berusia 19 tahun itu mampu memaksimalkan performanya di gim pertama atas wakil Negeri Jiran itu. Namun, di gim kedua justru lawan mampu mendikte permainan pebulutangkis asal klub PB Exist Jaya Jakarta itu. Memainkan gim ketiga, Fitriani makin tertekan. Setelah melakoni pertarungan selama 58 menit, akhirnya juara USM Internasional 2016 itu harus mengakui ketangguhan Soniia. “Di awal gim Fitri bisa menang dan mungkin lawan masih ada rasa tegang atau nggak enak, karena banyak mati sendiri. Di gim kedua justru Fitri yang rada ragu-ragu pukulannya, sebab menang angin. Dan kaki saya agak lambat,ā€ ujar Fitriani, usai laga. Mereka terakhir kali berjumpa di ajang All England 2018. Dari pertemuannya kali ini, Fitriani mengungkapkan permainan lawan sebenarnya tidak beda jauh pada saat pertemuan terakhirnya itu. Namun, diakuinya, bila power dan serangan Soniia kali ini lebih bagus. “Banyak yang harus saya perbaiki di pertandingan berikutnya. Teknik, fisik, powernya serta fokusnya yang kadang masih hilang-hilangan,” urai Fitriani. Tertinggal 1-0 dari Malaysia, misi harus menang diemban pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu yang turun di partai kedua. Duet Pelatnas Cipayung itu hanya butuh waktu 40 menit untuk menyamakan kedudukan 1-1 atas Malaysia usai menaklukkan Yea Ching Goh/Lee Meng Yean, dua gim langsung, 21-13 dan 21-14. Pebulutangkis tunggal Gregoria Mariska Tunjung berhasil menambah keunggulan Merah Putih menjadi 2-1.Turun di partai ketiga, ia tak memiliki kesulitan membungkam wakil Malaysia Goh Jin Wei. Usai memainkan laga sepanjang 36 menit, Gregoria sukses meraih kemenangan 22-20 dan 21-16. Srikandi Indonesia memastikan kemenangan 3-1 atas Malaysia melalui duet Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Berjumpa dengan Chow Mei Kuan/Vivian Hoo, dobel Indonesia harus melalui pertarungan ketat di gim pertama dan kedua dengan skor 24-22 dan 20-22. Namun, dengan keyakinan diri yang tinggi, Della/Rizki berhasil melumpuhkan lawan di gim ketiga dengan skor 21-12 lewat laga selama 1 jam 19 menit. “Kami main normal aja, nggak mikir main beregu atau perorangan, yang penting melakukan yang terbaik aja,ā€ cetus Rizki. Dan, Malaysia berhasil memperkecil kekalahan di partai kelima. Indonesia yang menurunkan Ruselli Hartawan dipaksa menelan pil pahit dari pemain tunggal Selvaduray Kisona. Meladeni lawan dalam pertarungan sengit tiga gim, Ruselli akhirnya menyerah dari Selvaduray dengan skor 23-21, 21-23, dan 13-21 dalam waktu 61 menit. (Adt)

Ujicoba Persiapan Asian Games di Filipina, Timnas Panjat Tebing Kawinkan Medali Emas

Atlet nomor combined meraih dua emas dan satu perak di ajang 'Zero Gravity Bouldering Competition 2018', di Bonifacio High Street, Filipina, 19-20 Mei 2018. (fpti)

Jakarta- Prestasi membanggakan ditorehkan tim nasional (Timnas) panjat tebing Indonesia. Berlaga pada kompetisi bertajuk ā€˜Zero Gravity Bouldering Competition 2018’, di Bonifacio High Street, Manila, Filipina, 19-20 Mei, Seto dkk sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perak. ā€œMedali emas disumbangkan Seto di nomor Men’s Open Competition dan Widia Fujiyanti di nomor Women’s Open Competition. Seto mencatat tiga top dan empat zone, sementara Widia tiga top dan tiga zone,ā€ ujar Judistiro, Pelatih Combined Indonesia, Senin (21/5). Ia melanjutkan untuk perak diraih Ndona Nasugian di nomor Women’s Open dengan dua top dan dua zone. Sementara, pemanjat keempat atas nama Kiromal Katibin harus puas berada diurutan keempat untuk nomor Men’s Open setelah Seto, Gerald Verosil (satu top dan empat zone), dan Iman Lorenzo Mora (Filipina). Judistiro menjelaskan Kiromal menorehkan satu top dan tiga zone sama seperti Iman. Namun, ia kalah dalam percobaan ke top. Sedangkan posisi ketiga untuk nomor putri ditempati Milky Mae Tejares dari Filipina dengan satu top dan dua zone. Event itu sekaligus ajang ujicoba memantapkan persiapan menuju Asian Games 2018. Pada event di Filipina, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim empat atletnya guna menjajal latihan selama mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di kawasan kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Waktu yang semakin dekat dengan pelaksanaan pesta multievent olahraga negara-negara se-Asia, Agustus-September mendatang itu membuat semua cabang olahraga (cabor) berupaya untuk semakin mematangkan persiapan. ā€œPencapaian dua atlet tersebut sesuai dengan harapan pelatih. Terlebih, tim combined baru bergabung ke Pelatnas pada Februari 2018,ā€ cetus Triyanto Budi, Pelatih Combined Indonesia lainnya. (Adt)

Unggul Telak 5-0 Dari Kanada, Tim Thomas Indonesia Akui ‘Jajal’ Lapangan

Ihsan Maulana memastikan Tim Thomas Indonesia menang 3-0 atas Kanada pada babak penyisihan Grup B, di Impact Arena Bangkok, Minggu (20/5). (bola.com)

Bangkok- Tim Thomas Indonesia menyapu bersih kemenangan atas Kanada 5-0, pada babak penyisihan Piala Thomas 2018 Grup B, Minggu (20/5). Lima kemenangan itu masing-masing dipersembahkan Anthony Ginting, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Ihsan Maulana, Muhammad Rian/Fajar Alfian, dan Firman Abdul Kholik. Tunggal putra Indonesia, Firman Abdul Kholik menjadi penutup laga dan memetik kemenangan 21-8 dan 21-11 dari Paul Antoine Dostie Guindon. Firman tampil baik tanpa kendala berarti. Ia unggul dari awal hingga akhirnya menang dalam 22 menit. Firman banyak mencoba pukulan dan mematangkan penguasaan lapangan. ā€œTadi saya mencoba lapangan, coba angin juga yang agak kencang ke kanan. Dari permainan sih nggak ada kendala apa-apa, cuma dari pikirannya aja lebih fokus lagi buat lawan Thailand dan Korea,ā€ kata Firman usai bertanding di Impact Arena, Bangkok. Selanjutnya Indonesia berhadapan dengan Thailand pada Selasa (22/5). Jika kembali dipercaya turun, Firman berjanji untuk tampil lebih maksimal. ā€œLebih dimatangkan di lapangan, jangan gampang buang poin. Kalau dipercaya untuk turun saya akan berusaha semaksimal mungkin buat tim, apalagi buat Indonesia,ā€ ujar Firman. Pada partai pembuka, langkah Anthony mulus. Dia tak menemui kesulitan berarti saat menekuk Jason Anthony dengan 21-11 dan 21-18. Langkah itu diikuti oleh Hendra/Ahsan. Ganda putra andalan Indonesia itu mengalahkan Jonathan Bing Tsan Lai/Duncan Lao dua gim langsung, 21-12, 21-15. Hegemoni Indonesia atas Kanada berlanjut di partai ketiga. Ihsan membuat Antonio Li tak berkutik. Dia menang 21-6, 21-8. Walau sudah memastikan kemenangan, di partai keempat Indonesia tak mengedurkan permainan. Fajar/Rian mengikuti jejak rekan-rekannya. Mereka menang atas Jason/Nyl Yakura, lagi-lagi dengan straight gim 21-17, 21-14. Firman melengkapi kegemilangan Indonesia. Pada partai penutup, dia mengalahkan Paul Antoine 21-8, 21-11. Dengan kemenangan ini, untuk sementara Indonesia berada di puncak klasemen Grup B. (art) Hasil Tim Thomas Indonesia versus Kanada : Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting vs Jason Anthony Ho Shue: 21-11, 21-18 Tunggal Putra: Ihsan Maulana Mustofa vs Antonio Li: 21-6, 21-8 Tunggal Putra: Firman Abdul Kholik vs Paul Antoine Dostie Guindon: 21-8, 21-11 Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Jonathan Bing Tsan Lai/Duncan Yao: 21-8, 21-15 Ganda Putra: Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian vs Jason Anthony Ho Shue/Nyi Yakura: 21-17, 21-14

Waspadai Teror, Pemerintah Segera Sediakan Pengamanan Khusus Atlet Asian Games 2018

Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah pada akhir pekan lalu. (kompas.com)

Jakarta- Kurang dari tiga bulan pesta multievent negara-negara se-Asia bakal dihelat di Jakarta-Palembang. Demi mewaspadai aksi teror yang marak, pemerintah dipatikan bakal menerapkan pengamanan khusus terhadap atlet yang berlaga di ajang Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. “Sejumlah aksi terorisme terjadi di dalam negeri. Berkaca dari kasus ini, Kemenpora melaporkan kesiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018,” ujar Gatot S. Dewa Broto (Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga) usai Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) terkait Penanganan Terorisme di Kemenko Polhukam, pekan ini. Dalam rapat itu, ungkap Gatot, pihaknya memaparkan soal kepastian jam keberangkatan dari bandara menuju venue pertandingan. Ia juga menyebut harus ada kepastian transportasi lancar serta adanya jaminan keamanan yang representatif dari bandara menuju venue. “Pada saat menjelang dan saat pertandingan, aparat keamanan tetap hadir, sehingga para atlet tetap nyaman dan tak ada masalah,” imbuh pria yang pernah menjabat Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu. Dikatakannya, para atlet mendapatkan perlindungan keamanan khusus usai pertandingan, serta saat kepulangan menuju wisma atlet. Selain itu, tambah Gatot, kegiatan lain yang dilakukan atlet harus tetap memperoleh perlindungan keamanan dari pihak penyelenggara. “Apabila ada ancaman yang mengakibatkan hilangnya konsentrasi atlet, maka panitia penyelenggara harus bisa dianggap dan mampu menjamin keamanan penyelenggaraan pesta olahraga,” tuturnya. “Selain itu, rute konvoi merupakan area terbuka, sehingga menuntut adanya proses pengamanan khusus yang terhitung efisien dan efektif,” tukas pria kelahiran Yogyakarta pada 1961 itu. Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia siap menerjukan banyak personelnya untuk mengamankan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Untuk tim cadangan saja, akan ada 22 ribu anggota pasukan yang disiapkan oleh Polda Metro Jaya. Sedangkan di Palembang sebanyak 3 ribu personel. Penambahan tim cadangan ini juga sekaligus menjadi respon atas serangkaian aksi teror yang terjadi baru-baru ini di Indonesia. Polri ingin memastikan tiap peserta Asian Games mendapat pengamanan penuh. “Untuk mengantisipasi kondisi terakhir, kita akan lihat kondisi fluktuatif ke depan bagaimana. Tentu kekuatan cadangan disiapkan sekitar 22 ribu pasukan. Itu untuk di Jakarta saja,” kata Chef de Mission Indonesia untuk Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafruddin, akhir pekan ini. Pengamanan tak hanya selama pertandingan berlangsung. Parade obor (torch relay) yang akan digelar di 18 provinsi pun akan mendapat pengawalan penuh. Pengamanan pun tak hanya sebatas fisik saja namun juga di tahap teknologi informasi (IT). Sebelumnya Kapolri Tito Karnavian mengatakan tim utama yang akan diturunkan untuk mengamankan penyelenggaraan turnamen multi event itu sebanyak 36 ribu. Itu baru dari Polri saja dan belum menghitung jumlah personel dari Tentara Nasional Indonesia. Syafruddin mengatakan, pengamanan ini sudah sesuai standar internasional. Apalagi di upacara pembukaan (opening ceremony) pada 18 Agustus 2018, sejumlah pemimpin Asia akan ikut hadir. “Untuk VVIP itu tanggung jawab TNI dan di-backup Polri. Sedang pengamanan rutin tanggung jawab Polri yang di-back up oleh TNI,” kata Syafruddin. Asian Games 2018 akan berlangsung dari 18 Agustus hingga 2 September 2018. Setidaknya 15 ribu atlet akan bertanding di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang. (Adt)

Apresiasi Kinerja INAPGOC, Menpora : Tak Hanya Peringkat, Ini Soal Kemanusiaan dan Menghargai Perbedaan

Menpora Imam Nahrawi menghadiri Rapat Pleno Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (19/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengapresiasi kinerja Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games 2018 (INAPGOC) dalam mempersiapkan pesta multievent olahraga untuk para atlet penyandang disabilitas. “Asian Para Games juga harus sukses. Sukses sebagai penyelenggara, sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses administrasi. Namun, yang harus ada pada Asian Para Games yaitu sukses legacy,” ujar Imam saat menghadiri Rapat Pleno INAPGOC 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (19/5). Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar seluruh panitia INAPGOC bisa bekerja lahir batin. Karena, sebut Imam, menjadi panitia penyelenggara Asian Para Games itu butuh penanganan, kekuatan, dan kesabaran lebih. “Asian Para Games bukan semata-mata perbaikan peringkat atau prestasi, tapi ini soal kemanusiaan dan soal menghargai perbedaan serta adanya pengakuan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah disabilitas. Termasuk di dalamnya persamaan bonus seperti halnya atlet Asian Games,” tegas Imam. Sementara, Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum INAPGOC, menyebut Asian Para Games edisi ketiga ini bakal diikuti 43 negara, dengan 3.200 atlet, dan 1.500 official, dan terdapat 1.300 atlet yang menggunakan kursi roda. Selain itu, tambah pria yang akrab disapa Okto, Asian Para Games mempertandingkan 18 cabang olahraga, serta ada cabang olahraga baru yang dipertandingkan pada gelaran kali ini yakni catur. “Dalam perhitungan kalender panitia mempersiapkan Indonesia Para Games Invitational Tournament 27 Juni- 3 Juli, yang mempertandingkan 5 cabang olahraga yakni Para Atletik, Para Badminton, Para Swimming, Para Table Tenis, serta Wheelchair Basketball,” terang Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) itu. “Memang waktunya sangat singkat, tapi kami sudah siap. Sedangkan untuk athlete village sudah dibuka pada H+3 lebaran. Intinya kami persiapkan semuanya sesuai dengan jadwal,” tukas Okto. (Adt)

Demi Lifter Sarat Pengalaman Tanding, Pemerintah Gelar Kejuaraan Remaja Angkat Besi Internasional di Bali

Kejuaraan Angkat Besi Antar Klub Tingkat Nasional Satria Remaja I 2017, di GOR Sabilulungan, Hall Gymnasium Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung. (kemenpora.go.id)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menggelar kejuaraan angkat besi internasional bertajuk ‘Satria Remaja Weightlifting Championship 2018’, di Denpasar, Bali, 29 Juli hingga 6 Agustus 2018. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Brunai Darussalam, Mauritius, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Jepang akan meramaikan persaingan pada Kejuaraan Terbuka Angkat Besi Satria Remaja itu. Kejuaraan bertaraf internasional ini sebagai lanjutan program kerjasama Kemenpora dengan Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) yang sudah berlangsung sejak 2016. “Pada tahun ini, Kemenpora melalui Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga dan PB PABBSI, akan meningkatkan status kejuaraan angkat besi menjadi bertaraf internasional,” ujar Washinton, Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga saat bertemu I Made Mangku Pastika (Gubernur Bali), di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pekan ini. Kompetisi angkat besi yang tinggi ditingkat remaja di bawah usia 17 tahun (U-17), namun minimnya pertandingan menjadi alasan dihelatnya kejuaraan angkat besi bertaraf internasional tersebut. “Saat ini pencapaian prestasi lifter remaja sudah sangat baik, misalnya di Youth Olympic Games dan Asian Youth Games. Namun, mereka masih kurang pertandingan ditingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya. Ia berharap kejuaraan bertaraf internasional ini mampu menghasilkan lifter dengan pengalaman bertanding yang mumpuni, sehingga nantinya mewakili Indonesia di berbagai event internasional. “Event ini menjadi batu loncatan ke Kejuaraan Asia atau Dunia Angkat Besi Remaja dan Junior, Asian Youth Games, dan Youth Olympic Games,” harap Washinton. Sementara, I Made Mangku Pastika menyambut baik digelarnya Kejuaraan Angkat Besi Satria Remaja yang bertaraf Intrernasional itu. “Saya berharap dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap Provinsi Bali dibidang pariwisata dan olahraga,” tegas pria yang berpangkat Komisaris Jenderal, dan pernah menjabat Kapolda Bali periode 2003-2008 lalu. (Adt)

Peringkat Terbaru FIFA Merosot, Indonesia Sejajar Dengan Guyana dan Nepal

Ranking FIFA pada 17 Mei 2018 menempatkan Timnas Indonesia di posisi 164 dunia, yang sejajar dengan Guyana dan Nepal. (bola.com)

Zurich- Peringkat terbaru FIFA dirilis pada Kamis (17/5). Hasilnya Indonesia yang sejak 2018 belum menggelar pertandingan resmi untuk timnas senior, posisinya terus merosot. Dalam peringkat terbaru FIFA, Indonesia ada di posisi 164 dunia. Posisi ini satu level dengan Guyana dan Nepal, dua negara yang juga memiliki 111 poin dan berhak duduk di peringkat 164 dunia. Peringkat ini sebenarnya justru turun dua tingkat dari bulan April lalu. Hal itu bisa dimaklumi karena sekali lagi, sejak awal tahun ini timnas senior tak turun bertanding di laga resmi internasional. PSSI lebih sibuk untuk mencari uji coba buat Timnas U-23. Tapi hal itu wajar karena pelatih Luis Milla juga merangkap sebagai pelatih Timnas U-23. Bahkan tugas utamanya adalah membawa Timnas U-23 ke semifinal Asian Games 2018. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, posisi terbaik masih dimiliki Vietnam. Negeri Paman Ho ada di peringkat ke-102. Sebentar lagi bakal tembus 100 besar dunia. Sepanjang sejarahnya, Timnas Indonesia pernah menghuni peringkat ke-76 pada Ranking FIFA. Posisi itu diraih hampir dua dekade silam, saat September 1998. Adapun peringkat terburuk Timnas Indonesia tak lain tangga ke-191 pada edisi Juli-Agustus 2016. Posisi pada Ranking FIFA edisi Mei 2018 ini sekaligus menempatkan Indonesia pada peringkat ke-32 di antara negara-negara Asia. Untuk wilayah Asia Tenggara, Timnas Indonesia hanya berada di peringkat kelima. Di wilayah ASEAN, posisi Indonesia masih di bawah Vietnam (peringkat ke-102), Filipina (111), Thailand (122), dan Myanmar (227). Dari empat negara terakhir, adalah Filipina yang mencatatkan rekor posisi terbaik di Ranking FIFA. Posisi tertinggi Filipina sebelumnya adalah urutan ke-113 pada bulan lalu. (Dre/Ham)

Darurat Center, Timnas Basket Asian Games 2018 Butuh Pemain ‘Asing’ Berpostur Bongsor

Para pebasket yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional basket putra Asian Games 2018, sedang berlatih GOR Soemantri Brodjonegoro, Rabu (16/5). (kompas.com)

Jakarta- Timnas basket putra Indonesia terus berbenah guna menghadapi Asian Games 2018. Salah satunya dengan mencari secepatnya pemain naturalisasi yang akan masuk dalam tim. “Kita harus berbenah terus, melakukan perbaikan. Paling mendesak kita butuh secepatnya pemain naturalisasi,” ujar Pelatih Tim Nasional Basket Putra, Fictor Roring, pada Rabu (16/5). Saat tampil di ajang FIBA Asia Champions Cup SEABA di Thailand, beberapa waktu lalu, Indonesia yang menurunkan klub Pelita Jaya diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah Adrian Forbes dan Jaleel Roberts. Namun Ito, sapaan akrab Fictor Roring, justru tak puas dengan penampilan keduanya. Bahkan ia menyebut masih lebih baik penampilan pemain asing yang berlaga di ajang Indonesian Basketball League (IBL) musim kemarin. “Dua pemain asing yang memperkuat Indonesia di Thailand kemarin sangat mengecewakan. Masih lebih bagus pemain asing yang tampil di IBL” ujar Ito. Ia menjelaskan, keberadaan pemain naturalisasi memang sangat dibutuhkan untuk tim. Terutama untuk posisi center dengan postur tubuh yang tinggi besar (big man). Hal itu agar kualitas permainan Indonesia bisa bersaing dengan sejumlah negara lain peserta Asian Games 2018. “Kita butuh pemain bigman. Apalagi Christian Ronaldo Sitepu (Satria Muda) sudah pilih pensiun. Center muda Vincent Kosasih, sedang bermain di 3×3 pada Asian Games 2018 nanti,” ujar Ito. Selain itu, center muda lainnya, Adhi Pratama juga mengalami cedera. Sehingga dirinya terpaksa kembali memanggil center senior, Ponsianus “Koming” Indrawan, untuk bergabung di Pelatnas Asian Games. “Kita benar-benar darurat center. Semoga secepatnya saya dapat pemain naturalisasi untuk posisi bigman,” kata Ito. Ito harus berpacu dengan waktu. Sebab batas terakhir pendaftaran pemain Asian Games 2018 adalah pada 30 Juni 2018. Negara-negara lain sudah memiliki pemain naturalisasi dengan kualitas yang bagus. Indonesia sebetulnya sudah memiliki empat pemain naturalisasi yakni Jamarr Johnson, Ebrahim Enguio Lopez, Anthony Hargroove Jr, dan Anthony Wayne Cates Jr. Namun, performa keempat pemain itu, dirasa kurang bisa mendongkrak performa Timnas Indonesia sehingga PP Perbasi mencari opsi lain. Saat ini Timnas menjalani Pelatnas di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta Selatan. Ito mengatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pemain yang masuk dalam pelatnas. “Kita lihat perkembangan mereka. Kalau Adhi diganti Koming karena faktor cedera. Kita lihat apakah pemain lainnya memang layak di pertahankan di Pelatnas Asian Games 2018 atau akan ada yang diganti,” kata Ito. Disinggung mengenai porsi latihan di bulan Ramadhan, Ito mengaku memang telah melakukan penyesuaian. Seperti meniadakan latihan di pagi hari dan dialihkan ke sore hari mulai pukul 16.00 WIB. “Selama bulan Puasa, latihan dialihkan sore hari. Mulai pukul 16.00. Saat buka puasa tiba kita akan break. Jadi selama puasa ini, pemain yang muslim akan buka puasa di lapangan,” kata Ito. Rencananya pelatnas basket putra akan melakukan training camp di Amerika selama dua pekan. “Kita akan berangkat ke Amerika pada 26 Mei, dan akan kembali ke tanah air sebelum Lebaran Idul Fitri yakni pada 11 Juni 2018,” ujar Ito. (Art)

Atlet Paralayang Butuh Jam Terbang, Menpora : Paralayang Paling Potensial Raih Emas

Menpora Imam Nahrawi bertemu atlet Pelatnas Asian Games 2018 cabang olahraga Paralayang, di halaman Istana Negara, pada Rabu (16/5). (kemenpora)

Jakarta- Cabang olahraga (Cabor) Paralayang untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang Asian Games 2018, dan diikuti 18 negara. Dengan banyaknya atlet berprestasi dari Indonesia, maka paralayang diharapkan mampu meraih medali emas pada multievent olahraga terbesar di Asia itu. Kepada para atlet, pelatih dan manager paralayang, Menpora Imam Nahrawi saat bertemu atlet Pelatnas Paralayang di Istana Negara, mengungkapkan jika laporan pertamanya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait cabor yang berpotensi emas adalah paralayang. ā€œLaporan pertama saya ke Presiden Joko Widodo, cabor yang berpotensi emas adalah paralayang. Dan, pada semua menteri saya katakan paralayang berpotensi raih emas,ā€ ujar Imam usai Sidang Kabinet Paripurna dengan tema Persiapan Peluncuran Online Single Submission (OSS), di Istana Negara, didampingi Mulyana (Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga), Rabu (16/5). Terkait lawan yang patut diwaspadai di Asian Games nanti, Gendon Subandono, Pelatih Kepala Paralayang Tim Indonesia, menyebut Thailand, China, Korea Selatan, Nepal, dan Jepang. ā€œInsyah Allah, kita akan berkunjung ke pelatnas paralayang, karena masih ada beberapa cabang olahraga yang belum dikunjungi termasuk cabor paralayang,ā€ cetus menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Gendon menambahkan para atlet Paralayang harus lebih banyak mendapat jam terbang. ā€œSejauh ini, latihan biasanya dilakukan di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat,ā€ tutur Gendon. Dalam kesempatan itu, Imam melakukan dialog terkait fasilitas, honor, petugas message hingga menu makanan. ā€œHonor lancar ya?ā€ tanya Imam. ā€œLancar,ā€ jawab atlet. ā€œKalau fisioterapi atau massage bagaimana?ā€ tanya Imam lagi. ā€œKalau massage, masseur yang ada sekarang ini adalah masseur lokal untuk cowok, yang cewek belum ada,ā€ jawab Gendon. ā€œUntuk massgae bisa diambil dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta),ā€ timpal menteri peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Pembajakan Tayangan Piala Dunia 2018, FMA Lakukan Teguran Hingga Somasi

David Kim, CEO & Chairman FMA, bakal mengambil tindakan hukum terhadap pembajakan tayangan Piala Dunia 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Masyarakat Indonesia dikenal sebagai salah satu penggila sepak bola terbesar di dunia. Sehingga pembajakan tayangan Piala Dunia 2018 dimungkinkan terjadi dan dilakukan sebagian oknum yang tak bertanggung jawab berupa tayangan livestreaming di dunia maya tanpa izin dari pemegang hak siar. Guna mengantisipasi hal itu, Futbal Momentum Asia (FMA) sebagai pemegang lisensi resmi hak siar Piala Dunia 2018, bakal mengambil tindakan tegas berupa teguran hingga melayangkan somasi. David Khim, CEO & Chairman FMA, mengatakan beberapa hal terkait pembajakan tayangan Piala Dunia 2018 yakni pembajakan langsung dari pengguna konten, dan pembajakan yang dilakukan perusahaan yang menjual konten Piala Dunia 2018 secara ilegal kepada pelanggannya. “Yang kami khawatirkan, pembajakan yang dilakukan oleh orang atau perusahaan yang menayangkan secara ilegal. Kemudian para operator televisi kabel lokal,” ujar David, di Jakarta, Senin (14/5). Di Indonesia, lanjut David Kim, terdapat 9.000-10.000 televisi kabel lokal, dan merupakan perusahaan yang tak memiliki lisensi resmi. “Mereka memakai konten secara ilegal. Bagi perusahaan ini jelas menguntungkan karena mereka tidak mengeluarkan uang untuk membeli lisensi,” tambahnya. Kekawatiran lainnya, sebut David, yakni penggunaan kabel satelit. FMA memberikan hak siar pada Transmedia dan Televisi Satelit K-Vision. “Namun, di media sosial banyak yang mengklaim hak siar Piala Dunia 2018. Jika ada pihak-pihak lain yang mengklaim mereka memiliki hak siar maka itu sudah melanggar,” cetusnya. “FMA secara hukum sudah melakukan tindakan berupa teguran dan somasi. Untuk surat teguran sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Kami juga melakukan monitoring terhadap penggunaan televisi kabel di daerah, serta bekerjasama dengan badan hukum guna memproses pelanggaran hukum yang terjadi,” tuturnya. “Sejauh ini perusahaan yang kami berikan teguran mengakui bila mereka melakukan kesalahan dengan menyiarkan konten secara ilegal,” tutup David. (Adt)

Jalani latihan dua bulan, Satia Bagja Keluhkan Pola Komunikasi Timnas Putri Senior

Timnas Putri Senior (Hijau) unggul 7-1 atas klub sepak bola putri asal Yogjakarta, Pansa FC, pada Sabtu (12/5). (Ham/NYSN)

Sawangan-Ā Sudah dua bulan, Timnas Putri Senior menjalani rangkaian TC dan latihan yang dilaksanakan di National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat, sejak awal Maret hingga Sabtu (12/5). Beberapa laga uji coba dilaksanakan guna mengevaluasi perkembangan pemain selama mengikuti instruksi pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja. Pada Sabtu (12/5), anak asuhnya kembali merumput guna menjalani uji coba, menantang klub sepak bola putri asal Yogyakarta, Pansa FC. Satia membeberkan perkembangan anak asuhnya pasca laga. Menurut dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, perkembangan dan kualitas bermain kini cukup pesat, salah satunya penguasaan dan kontrol bola. “Saat tim ketiga bermain, mereka melakukan kombinasi serangan, di dalam kotak pinalti. Berani memainkan bola-bola pendek dan berapa kali mereka lakukan itu. Biar permainan kita tak monoton, hanya lari-angkat, gitu terus,” tutur Satia. Namun yang menjadi catatan bagi pria berusia 57 tahun tersebut yakni perihal finishing yang dilakukan Zahra Musdalifah dkk. Beberapa pemain kerap menunda kesempatan untuk melakukan tendangan. Aksi seperti meliuk-liuk, atau mengumpan kepada teman saat peluang terbuka, menjadi perhatian Satia. Selain finishing, kerjasama antar pemain juga masih harus diperhatikan. Penting dilakukan oleh pemain saat bermain untuk berkomunikasi dengan rekan satu tim. Saat melakukan serangan, pemain kerap salah komunikasi dengan kawan. Akibatnya counter attack datang dari lawan. Meski saat ini kerangka tim terbentuk menjadi tiga, Satia masih melakukan ‘bongkar-pasang’ guna memaksimalkan kemampuan pemain. Beberapa nama kualitasnya justru tak berkembang. Namun ada juga yang progresnya bagus. “Misal dari posisi sayap dari Papua, Yudit. Meski usia senior diantara teman-temannya, dia masih mumpuni saat pegang bola, lari kedepan terus crossing, makanya bongkar pasang masih perlu” tambahnya. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B : 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ 50 tahun ke atas: 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis: 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legend Timnas U-50: 3-2 Timnas Putri vs Villa 2000 U-13: 1-2 Timnas Putri vs Gunungkidul United Senior : 1-1 Timnas Putri vs UNJ Putri Umum : 10-0 Timnas Putri vs Pansa FC : 7-1

Dua Kali Uji Coba dengan Thailand Saat Ramadan, Pelatih Timnas Putri Kecewa

Timnas Putri Senior (hijau) dijadwalkan melakukan dua kali uji coba dengan klub putri asal Thailand, di Palembang, Sumsel. (Ham/NYSN).

Sawangan- Datangnya bulan Ramadan dan ibadah puasa sebulan penuh bagi umat muslim, bukan halangan bagi Timnas Putri Senior melanjutkan jalannya TC latihan. Hal ini demi memantapkan persiapan jelang tampil di Piala AFF 2018 Womens Championship Juni mendatang, serta perhelatan Asian Games 2018, pada Agustus. “Kami agendakan libur selama tiga hari yakni 15-17 Mei, di awal Ramadan. Dan kembali latihan, pada Jumat (18/5) sore”, ungkap Satia Bagja, Pelatih Timnas Putri Senior, pada Sabtu pagi (12/5). Proses latihan di bulan Ramadan, tetap berlangsung sehari dua kali. Namun, Zahra Musdalifah dkk memulainya saat sesi sore jelang waktu berbuka puasa, dan dilanjutkan malam, usai sholat tarawih. ā€œKami menunggu pemasangan lampu, yang sedang digarap di lapangan bawah NYTC Sawangan. Semoga lampu penerangan terpasang sebelum Ramadan, dan kami bisa tetap rutin berlatih,” lanjutnya. Di sela-sela program latihan di bulan Ramadan, anak asuh Satia akan bertolak ke Palembang. Sebab, pada (27/5) dan (30/5), akan kedatangan klub sepak bola putri, dari Thailand. Kesempatan uji coba menghadapi tim asal Thailand, membuat Satia tertantang. Thailand adalah satu-satunya negara Asean yang lolos Piala Dunia Wanita 2019 Perancis. Namun, Satia justru merasa kecewa. “Sebenarnya, bertemu Thailand sampai dua kali ini, bukan agenda saya. Tetapi dari PSSI. Kalau saya ‘kan inginnya dua negara berbeda, tapi ya sudah, dijalani saja,ā€ tutupnya. (Dre)

Sesuai Ekspektasi, Jatim Rajai Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed Kejurnas Atletik 2018

Kuartet Jawa Timur sukses merajai Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed U-20 pada Kejurnas Atletik 2018, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (10/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim Jawa Timur (Jatim) sukses merajai Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed Usia 20 Tahun (U-20), pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2018, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Kamis (10/5). Kuartet Jatim yakni Aditya Agung, Najila Pepri, Ifan Anugerah dan Revina Irianti, berhasil meraih medali emas usai membukukan catatan waktu 3:41.40 detik. Diikuti tim Jawa Barat (Jabar) yaitu Meisye Claudine, Anandra, Ninit Widianti, dan Raza Cakti Aji. Mereka meraih perak setelah hanya mampu mencetak catatan waktu 3:46.75 detik. Sementara, perunggu menjadi milik tim Jawa Tengah (Jateng) yang terdiri dari Agil Ponco, Cika Mega, Adelina Themba, dan Nova Muhammad setelah mengoleksi catatan waktu 3:47.86 detik. Sedangkan limit waktu di Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed ini adalah 3:25.00 detik. “Kami bersyukur karena anak-anak memberikan yang terbaik. Sesuai dengan moto Jatim yakni ‘Juara’. Yang pasti kami puas, sebab sesuai dengan ekspektasi,” ujar Slamet Mulyo, mentor atlit skuat Jatim. Slamet adalah Pelatih Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed, sekaligus Pelatih Nomor 400 Meter. “Ekspektasi itu dari hasil latihan, dan hasilnya luar biasa untuk mereka. Harapannya, mereka bisa lebih berprestasi membawa harum nama bangsa dan negara di pentas Internasional,” lanjutnya. Slamet menyebut salah satu anak didiknya di Nomor 4X400 Meter Estafet Mixed, yakni Ifan Anugerah, merupakan atlet nasional. “Ifan itu pernah turun di SEA Games 2017. Insya Allah pada Juni, dia akan tampil di Kejuaraan Junior (Asian Junior Championship) di Jepang. Semoga hasilnya memuaskan,” tutup Slamet. (Adt)

Pembinaan Atlet Paralympian Di Daerah Minim, Pelatih : Kami Harus Mulai Dari Nol

Trio pelatih tim voli putri paralympic Indonesia yakni Achmad Suparto, Deddy Whinata, dan Matsuri akan diuji pada Asian Para Games 2018, Oktober. (Kemenpora)

Jakarta- Tiga pria asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, yakni Achmad Suparto, Deddy Whinata dan Matsuri, dipercaya menjadi pelatih tim voli Paralympic Indonesia. Bagi trio Madura ini tak mudah menjadi pelatih atlet disabilitas. Kesulitan terbesar yang mereka hadapi adalah saat memompa mental dan percaya diri atlet yang sebagian besar memiliki keterbatasan fisik. Deddy mengatakan melatih atlet voli paralympian sangat berbeda dengan dengan atlet voli biasa. Terutama, dalam pergerakan tubuh. Sementara, menurutnya, pergerakan dan teknik dasar dalam permainan voli duduk, sangat berbeda dengan voli biasa. “Kami melatih mereka dari dasar, karena teknik pergerakan tubuh, sangat penting dalam pertandingan. Sementara pembinaan atlet paralympian di daerah sangat minim. Jadi kami harus memulainya dari nol,” ujar Dedy usai laga kontra Kazakhstan, Rabu (9/5), dalam Kejuaraan Dunia ParaVolley Wanita 2018 di Chengdu, China, 7-12 Mei. Deddy menyebut ketika di lapangan, peran pelatih sangat penting untuk menentukan hasil pertandingan. Untuk itu, Deddy bersama pelatih lainnya, selain meracik strategi untuk meraih kemenangan, juga kerap mengontrol kondisi mental pemain. Sebab, masalah mental, ungkap Deddy, merupakan pondasi utama bagi pemain menghasilkan pertandingan yang baik. “Kalau semangat mereka sangat antusias dalam melaksanakan program latihan yang sudah diterapkan pelatih. Hanya saat bertanding, kami seringkali membangun mental mereka dengan semangat bertanding,” cetusnya. “Kadang mereka dilihat orang jadi kecil hati dan berpengaruh terhadap mental mereka di lapangan. Jadi mengontrol mental mereka, saya akui menjadi masalah utama yang harus diperhatikan dengan baik,” urai Deddy. Tampil di event internasional ini dikatakan Deddy sangat penting membangun mental pemain. Ia melanjutkan tiga pertandingan pertama sangat terlihat mental anak asuhnya turun ketika menghadapi tim-tim besar seperti China, Ukraina dan Jepang. “Kami tak mematok target pada kejuaraan ini. Kami ingin menguji mental para pemain menghadapi tim kuat seperti China atau Rusia. Hasilnya jadi bekal kami di Asian Para Games 2018,” timpal Achmad. Sedangkan kiprah trio pelatih tim voli putri Paralympic Indonesia ini diuji pada Asian Para Games pada Oktober mendatang. Dedy dan Achmad yang sudah memiliki lisensi pelatih ParaVolley level I Internasional ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi besar untuk tim Indonesia. “Kami bertiga yakin bisa memberikan yang terbaik untuk tim voli putri paralympic Indonesia di Asian Para Games nanti. Apalagi kami nanti menyandang predikat sebagai tuan rumah,” tutup Dedy. (Adt)

Skema Berjalan Efektif, Tim Putri Kota Tangerang Selatan Lumat Kota Tangerang Raih Titel Juara POPDA

Tim Basket putri Kota Tangerang Selatan (hijau) unggul 55-40 dari Kota Tangerang , dalam laga final Bola Basket POPDA IX/2018, Rabu (9/5). (Pras/NYSN)

Tangerang- Tim basket putri Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tampil superior, di partai final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX/2018 Tingkat Provinsi Banten. Memainkan laga puncak di Jetz Stadium, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/5), mereka melumat Kota Tangerang dengan skor 55-40. Kedua tim mengawali laga dengan ketat. Angka imbang 2-2 satu menit pertandingan berjalan. Kota Tangsel kemudian unggul 8-6. Mendapat tambahan 6 angka, Kota Tangsel menutup kuarter pertama 14-10. Berlanjut di kuarter kedua, Kota Tangerang bangkit mengejar ketertinggalan. Anak asuh Andhika Yaban itu mampu memperkecil marjin angka 16-14. Tapi, pertahanan Kota Tangsel masih terlalu tangguh hingga memimpin 18-15. Namun, satu menit sebelum kuarter ini berakhir Kota Tangerang justru membalikkan keadaan. Mereka unggul 18-23 sekaligus menyudahi kuarter ini. “Kami bisa unggul di kuarter kedua. Tapi, selepas itu kami kurang fokus. Padahal, saya sudah ingatkan ke pemain untuk melakuan defense secara ketat. Lawan juga diuntungkan dengan bigman. Sehingga mereka lebih kuat karena secara ukuran lebih besar dari pemain yang kami miliki,” ujar Andhika usai laga. Paska Jeda half time, Kota Tangsel tampil menggila melalui Jasmine Isabelle Farr, guna memangkas jarak angka dari Kota Tangerang. Dua angka dihasilkan Kota Kota Tangsel melalui tembakan bebas hingga skor berubah 21-23. Angka kedua tim imbang 25-25 di tiga menit pertandingan berjalan. Kota Tangsel melesat dengan keunggulan 32-28. Kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany itu membungkus kuarter ini 38-31. “Kuarter ketiga kami bisa unggul. Karena kuarter kedua kami tertinggal, maka saya berusaha tampil fight dan all out,” cetus Jasmine, kapten tim Kota Tangsel, asal SMA Santa Laurensia. “Terlebih chemistry tim bagus serta tidak ada yang egois. Bersyukur kami bisa unggul hingga akhir pertandingan,” tambahnya. Kuarter terakhir, Kota Tangerang berusaha keras membongkar pertahanan lawan. Beberapa kali kesempatan mampu dimaksimalkan dengan baik untuk memundi angka. Skuat Kota Tangsel berhasil menjaga konsistensi dan mengendalikan marjin angka. Jasmine sempat diistirahatkan di awal kuarter ini dan kembali dimainkan pada tiga menit sisa pertandingan. Tim berkostum hijau ini akhirnya menyegel kemenangan dengan unggul jauh 55-40. “Pertandingan hari ini sudah sesuai skema. Kami sengaja menurunkan pemain kedua. Itu yang membuat kami tertinggal di kuarter kedua dari sebelumnya. Dan, ketika lawan sudah mulai kelelahan kami kembali memasukan starting five,” urai Athini Mardlatika El Hassan, arsitek Tim Putri Kota Tangsel. “Yang pasti gameplan berjalan sukses. Kami juga mengapresiasi tim lawan karena di luar prediksi kami mereka bisa melaju ke final. Kedepan, berharap kemampuan tim lebih baik. Sebab, kami nantinya akan bermain mewakili daerah di ajang POPWIL,” tutupnya. (Adt)

Fight Di Detik Akhir, Tim Putra Kabupaten Tangerang Kunci Gelar Basket Usai Tekuk Kota Tangsel

Dua pemain Tim Basket Kabupaten Tangerang (hitam) mengepung pemain Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam laga final Bola Basket POPDA IX/2018, Rabu (9/5). (Pras/NYSN)

Tangerang- Duel panas tersaji di laga puncak Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX/2018 Tingkat Provinsi Banten, antara tim basket putra Kabupaten Tangerang kontra Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (9/5). Bertanding di arena Jetz Stadium, Kabupaten Tangerang, Banten, anak asuh Teddy Cahyadi menghempaskan wakil Kota Tangsel, 60-54. Setelah tip-off, Kabupaten Tangerang langsung tampil ofensif, guna memundi angka. Bahkan, mereka mampu unggul cepat 2-0 atas Kota Tangsel. Tak tinggal diam, Kota Tangsel berusaha mengimbangi kecepatan pemain lawan guna mencetak angka. Hasilnya, tim berjersey putih ini menyudahi kuarter ini, 18-15. Selepas kuarter awal, kedua tim terus memberikan ancaman ke daerah pertahanan masing-masing. Kota Tangsel sempat unggul tipis 23-22 memasuki lima menit laga. Namun, Kabupaten Tangerang lalu merespon cepat. Jovano, pemain bernomor punggung 6 sukses melesakkan tembakan tiga angka membuat kedudukan imbang 27-27. Memaksimalkan kesempatan serta bermain sabar jadi senjata ampuh Kota Tangsel mengunci kuarter ini dengan skor 33-29. Memasuki kuarter ketiga, laga masih berjalan dalam tempo tinggi. Usaha keras Alexander Matthew dkk membongkar defense man to man marking Kota Tangsel, bisa menipiskan marjin angka 35-32. Kota Tangsel menjauh 38-32 berkat tembakan tiga angka. Dan, tambahan empat angka di satu menit terakhir hingga Kota Tangsel membungkus kuarter ini, 42-37. Ketenangan skuat Kota Tangsel mengontrol permainan membuat mereka menjaga keunggulan 50-43 di pertengahan gim kuarter akhir. Mendapat dukungan penuh dari suporter sejak awal hingga akhir pertandingan, menambah spirit lebih bagi punggawa Kabupaten Tangerang. Terbukti, mereka memangkas jarak angka 50-48. Tensi laga kembali memanas, setelah Kabupaten Tangerang mencetak angka imbang 51-51. Sedangkan bola rebound gagal dimaksimalkan untuk memanen angka oleh skuat Kota Tangsel. Justru, Kabupaten Tangerang memimpin 57-54. Tambahan dua angka lewat tembakan bebas memastikan Kabupaten Tangerang mengunci kemenangan atas Kota Tangsel, 60-54. “Saya hanya mengingatkan pada semua pemain bahwa kalian sudah latihan, kemudian latih tanding. Dan, apa yang sudah didapat harus bisa dimaksimalkan pada pertandingan ini. Gameplan sempat ada yang loss,” tegas Teddy, Juru Racik Tim Putra Kabupaten Tangerang usai laga. “Sebagai pelatih hanya menekankan, ini kesempatan untuk menjadi juara. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Dan mereka main tak mau kalah. Ini terlihat melalui perjuangan di menit-menit akhir. Dan, akhirnya bisa memenangi pertandingan ini,” lanjutnya. Sementara, Alexander, Kapten Tim Kabupaten Tangerang, mengatakan timnya optimis memenangi partai final ini. “Kami optimis juara. Karena semua pemain yang bertanding ini pilihan. Mereka punya kelebihan masing-masing. Apalagi, pelatih bilang harus bermain all out hingga pertandingan selesai,” tukasnya. Sedangkan, Samuel David Lumintang, Arsitek Tim Putra Kota Tangsel mengaku, jika skuatnya sudah bermain dengan baik. Namun, lantaran lengah sehingga kecolongan dari lawan, terutama di detik-detik terakhir, membuat mereka harus puas meraih runner-up. “Intinya mereka bermain baik. Mungkin ada momen-momen yang gagal dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Tapi, saya puas dengan penampilan tim. Selanjutnya, harus tetap fokus mencapai target dan berlatih secara intensif,” tutur David. (Adt)

Jelang Piala Dunia 2018 Indonesia Kirim Skuat Ke SCWC Rusia 2018, Gubernur Anies Yakin Garuda Baru Cetak Prestasi

Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) melepas tim Garuda Baru mengikuti Piala Dunia Anak Jalanan (Street Child World Cup) 2018 di Moskow, Rusia, 10-18 Mei nanti. (net)

Jakarta- Sukses berpartisipasi pada Piala Dunia Anak Jalanan (Street Child World Cup) 2014 di Brasil, Indonesia kembali mengirim bakat-bakat terbaik anak-anak jalanan yang tergabung dalam Tim Garuda Baru, berlaga di ajang internasional Street Child World Cup (SCWC) 2018 di Moskow, Rusia, 10-18 Mei nanti. Tim Garuda Baru beranggotakan 9 anak dengan talenta unggulan yang memilki latar belakang pernah terkoneksi dengan kehidupan jalan, pernah bekerja atau rentan turun ke jalan. Garuda Baru merupakan sebuah inisiasi untuk membantu anak keluar dari kehidupan jalanan melalui media sepakbola. Program ini digagas tiga lembaga sosial, yakni Yayasan Transmuda Energi Nusantara (TEN), Kampus Diakoneia Modern (KDM) dan Yayasan Sahabat Anak (YSA). Tujuan utamanya adalah membawa perubahan sosial dalam masyarakat, khususnya bagi anak-anak jalanan lewat sepakbola. Bersama dengan 24 Tim Nasional dari 21 negara di seluruh dunia, Garuda Baru bakal berkompetisi secara sehat sekaligus menyuarakan satu pesan mengenai hak anak, hak yang selayaknya dimiliki anak-anak yang selama ini berada di jalan. Mahir Bayasut, Ketua Yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN), mengungkapkan lewat SCWC ini anak-anak jalanan tidak hanya bisa menyalurkan kegemaran mereka bermain sepakbola, melainkan juga memiliki pengalaman baru serta berkesempatan mewujudkan cita-cita. ā€œMelalui SCWC anak-anak jalanan mampu menyuarakan hak-hak mereka pada proses konferensi anak. Mereka berteman dengan anak-anak dari negara lain dan berbagi cerita dan pengalaman hidup, yang menjadi sumber inspirasi dan cerita yang masih mengalami keterbatasan sosial ekonomi untuk berani mengejar cita-cita,ā€ ujar Mahir. Sebelumnya, Tim Garuda Baru telah menjalani tiga tahapan seleksi dan serangkaian pelatihan selama 8 bulan terakhir. Masa karantina juga dilakukan sebelum keberangkatan Tim Garuda Baru pada 30 April hingga 6 Mei 2018 di PUSDIKLAT SAG di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Meski begitu, Mahir mengaku pembinaan yang diberikan tak melulu mengenai latihan fisik dan sepakbola, melainkan juga soft skill yakni pendalaman ilmu pengetahuan dan wawasan umum. Sementara, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menyambut optimis keberangkatan Tim Garuda Baru. ā€œKegiatan ini sangat positif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung keberangkatan Garuda Baru ke SCWC. Garuda Baru tak hanya wadah anak jalanan untuk berkreasi tapi juga menyalurkan bakat mereka hingga ke Rusia. Ini sangat membanggakan,ā€ tutur Anies. Pada SCWC 2014 di Brasil, Timnas Putra Garuda Baru berhasil keluar sebagai juara grup mengalahkan Mesir, Brazil, LIberia dan Afrika Selatan. Saat itu merek amendapat penghargaan sebagai ā€˜Best tim Spirit Award’. Dan, berbicara mengenai peluang juara di SCWC 2018, Wahyu Kurniawan, Pelatih Tim Garuda Baru dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengaku yakin tim asuhannya akan menunjukan kemampuan terbaiknya. Progres latihan yang selama ini dilakukan menunjukan peningkatan yang signifikan. ā€œDari 9 anak yang ke Rusia, 5 diantaranya dibina lebih dari 3 tahun oleh Garuda Baru. 4 orang anak lainnya sudah menjalani pelatihan selama lebih dari setahun. Daya tahan tubuh masing-masing pemain semakin baik setiap harinya, ini dilihat dari hasil uji ā€˜Beep Test’ yang dilakukan secara berkala,ā€ tukas Wahyu. Senada dengan Wahyu, optimisime pun datang dari Mahir. Menurutnya apapun hasil dari pertandingan SCWC nanti, Garuda Baru pasti sudah berjuang mempersembahkan yang terbaik demi Merah Putih. ā€œUniknya event SCWC adalah kita tidak pernah bisa membaca dengan pasti peta kekuatan negara peserta lain. Namun, Garuda Baru sejauh ini sudah melakukan usaha yang terbaik dalam masa persiapan,ā€ papar Mahir. Tim Garuda Baru akan tiba di Rusia pada Kamis (10/5). Proses pengundian grup akan dilakukan keesokan harinya. Beberapa negara terlibat SCWC 2018 ini antara lain Belarus, Bolivia, Brazil, Burundi, Canada, Mesir, Inggris, India, Indonesia, Kenya, Liberia, Mauritius, Mexico, Nepal, Uzbekistan, Russia, Pakistan, Filipina, Tanzania, Tajikistan, dan Amerika. (Adt)

Pencak Silat Kantongi 6 Emas di Belgia, Wewey Wita Cetak Hattrick

Timnas Pencak Silat Indonesia mengikuti kompetisi Open Belgium Pencak Silat ke-23 awal Mei 2018 dan menyabet 6 medali emas. (net)

Jakarta- Timnas pencak silat sukses meraih 6 emas, 2 perak dan 2 perunggu pada ajang Open Belgium Pencak Silat 2018, di Schoten-Antwerpen, Belgia, 5-6 Mei lalu. Event edisi ke-23 ini diadakan oleh Bond Pencak Silat Belgium (BPSB), federasi pencak silat Belgia, yang didirikan 36 tahun silam. Sebanyak 120 pesilat dari 12 negara yakni Belgia yang menjadi tuan rumah, Indonesia, Belanda, Inggris, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Swiss, Amerika Serikat, Azerbaijan, dan Austria turut berpartisipasi guna meraih prestasi pada turnamen terbuka ini. Bahkan, pesilat putri asal Bandung, Jawa Barat, Wewey Wita, mencetak prestasi. Turun di Kelas B, Wewey mengalahkan wakil Thailand dan Malaysia. Torehan medali emas ini mengulangi kesukesan yang diraihnya dua tahun berturut-turut (2016 dan 2017). Ia mencetak hattrick pada kejuaraan yang rutin berlangsung di Belgia ini. Menpora Imam Nahrawi, mengaku bangga atas pencapaian terbaik atlet pencak silat di ajang itu. “Indonesia menjadi yang terbaik di kategori senior. Kita memasuki tahap-akhir jelang Asian Games 2018 yang akan mempertandingkan Pencak Silat untuk pertama kalinya sepanjang sejarah,” ujar pria 44 tahun itu. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu mengajak semua pihak memberi dukungan penuh kepada para atlet yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar se-Asia pada Agustus-September mendatang. (Adt) Distribusi Medali Atlet Indonesia Medali EmasĀ  1. Wewey Wita 2. Sarah Tria Monita 3. Pipiet Kamelia 4. Abdul Malik 5. Hanifan Yudhani Kusumah 6. Iqbal Candra Pratama Medali Perak 1. Komang Harik Adi Putra 2. Amri Rusdana Medali Perunggu 1. Aji Bangkit Pamungkas 2. Eko Febrianto

Cegah Atlet Terlibat Doping, LADI Gelar Sosialisasi dan Pengawasan Cabor Asian Games 2018

Ketua LADI, Zaini Kadhafi Saragih, menyebut terdapat penambahan jumlah obat maupun suplemen yang terindikasi mengandung doping. (Adt/NYSN).

Jakarta- Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), menggelar sosialisasi dan pengawasan doping cabang olahraga Asian Games 2018, di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (7/5). Hal itu dilakukan guna mencegah para atlet terlibat dalam penggunaan doping. Zaini Kadhafi Saragih, Ketua LADI, mengatakan berkaca pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Jawa Barat, terdapat setidaknya 12 atlet positif terlibat doping. “PON di Bandung, Jawa Barat 2016, yang positif doping lebih banyak dibanding PON sebelumnya. Jadi, kegiatan ini, sebagai bentuk sosialisasi agar atlet yang tidak paham mengonsumsi obat atau suplemen positif mengandung doping, bisa segera dihindari,” ujar Zaini. Ia melanjutkan, pihaknya juga menerbitkan buku panduan yang berisi daftar obat-obatan dan suplemen, yang terindikasi mengarah ke doping. “Sebenarnya banyak sekali jumlah obat dan suplemen yang terindikasi mengandung doping. Pada tahun ini ada penambahan jumlah, dari yang pernah kami keluarkan sebelumnya,” lanjutnya. LADI, tambah Zaini, tak menganjurkan adanya pengunaan suplemen makanan, dan sangat merekomendasikan semua asupan harus sesuai dengan ahli nutrisi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Makan dalam kuantitas serta kualitas yang cukup, dan tidak perlu dengan suplemen tambahan. Mengapa? Suplemen terutama dipasaran, sangat sulit dijamin tak terindikasi doping. Etah itu murni tidak terkontaminasi, atau ada zat yang tidak boleh. Meski hanya 0,01 persen, tetap atlet positif doping apapun suplemenya,” tuturnya. “Dan, kalau ditanya pengawasan yang kami lakukan itu, yang pertama yaitu dengan melakukan sosialisasi. Sedangkan yang kedua, kami melakukan tes terhadap atlit saat mereka latihan,” tukas Zaini. (Adt)

Liga NIVEA MEN Topskor 2018 Selesai, Lima Pemain Muda Terbaik Berlatih Ke Spanyol

Liga NIVEA MEN Topskor U-16 meyiapkan lima pemain terbaik hasil seleksi untuk berlatih di klub Real Madrid, Spanyol. (istimewa)

Jakarta- Event Liga NIVEA MEN Topskor U-16 bergulir sejak 3 Februari 2018, dan babak final sekaligus penentuan pemenang, dilaksanakan di Stadion Bea Cukai Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (5/5). Partai puncak ini menampilkan SSB Bina Taruna kontra ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta. Laga menarik yang berjalan ketat sejak awal menit ini berhasil dimenangkan oleh Bina Taruna dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang itu dicetak oleh Unggul Perkasa melalui titik putih. Kemenangan ini membuat Bina Taruna menjadi juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 untuk perhelatan tahun ini. Acara ini juga dihadiri oleh Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, Marketing Director Belersdorf Indonesia Tomasz Schwarz, dan gelandang Barito Putra, Gavin Kwan Adsit. “Semoga event ini kedepannya bisa bekerja sama dengan Pemerintah, dan rutin sebagai kompetisi untuk usia muda. Dan ajang ini menciptakan pemain berbakat sejak dini,” ujar Fakhri, saat memberikan kata sambutan. Tomasz Schwarz juga mengatakan sepak bola penting dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini, dengan berlatih nantinya akan terus mengasah kemampuan individu maupun kemampuan dalam tim saat bermain. “Dengan latihan, membentuk karakter anak. Bagi pemenang jangan puas, karena diluar sana masih sangat banyak tim yang lebih baik, dan yang belum juara jangan berkecil hati, jadikan laga ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang dialami,” tambahnya. Liga NIVEA MEN Topskor U-16 berhasil menarik minat 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) divisi utama dan 14 SSB divisi 1 se-Jabodetabek dan Bandung. Liga ini juga menyeleksi lima pemain terbaik (penjaga gawang, bek, gelandang, striker, dan pemain terbaik), untuk mengikuti latihan bersama klub Real Madrid F.C. di Spanyol. Nama-nama itu adalah Diego Muhammad Iqbal sebagai kiper dari Soccer One, Thoriq Tifana sebagai bek dari ASAD, Unggul Prakasa sebagai gelandang dari Bina Taruna, Ari Kurnia Restu sebagai penyerang dari Persira Rajeg dan Usman Fatahillah sebagai pemain terbaik (best player) dari Big Star Babek. (Dre/Ham) Juara Divisi 1 Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Persira Rajeg Juara 2: Mutiara 97 Juara 3: Remci Juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Bina Taruna Juara 2: ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta Juara 3: Big Star Lima Pemain Terbaik Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Kiper : Diego Muhammad Iqbal (Soccer One) Bek : Thoriq Tifana (ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta) Gelandang : Unggul Prakasa (Bina Taruna), Striker : Ari Kurnia Restu (Persira Rajeg) Best Player : Usman Fatahillah (Big Star Babek)