World Junior Championship 2026: Indonesia Bidik Podium Tertinggi

Tim Indonesia Untuk BWF World Junior Championships 2026

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Eskar Tri Denatara, mengatakan tim telah melakukan pemetaan terhadap kekuatan Indonesia dan calon lawan yang akan dihadapi. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penentuan target Indonesia pada WJC 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-10 Oktober. “Terkait target, tentu harapan kita semua atlet kita bisa menjadi yang terbaik dan berdiri di podium tertinggi. Namun, tentu kita sudah melakukan mapping kekuatan kita dan lawan,” katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI. Pada nomor beregu, pertandingan akan menggunakan sistem relay 55 poin, dengan masing-masing sektor menyumbangkan 11 poin, serta format three winning games. Sementara untuk nomor perorangan, pertandingan akan menggunakan sistem poin reli 15×3. “Untuk beregu, sebagai unggulan ke-10 atau seeded 9/16, target awalnya adalah bisa masuk semifinal terlebih dahulu. Sementara di nomor individu, kami berharap bisa merebut medali dari sektor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran,” jelasnya. Eskar berharap, seluruh atlet dapat memanfaatkan rangkaian persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan di WJC akan sangat ketat sehingga setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan fokus penuh. Tim WJC Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Kairo, Mesir, Jumat (2/9). Keberangkatan tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam persiapan tim sebelum memulai perjuangan di WJC 2026. Dengan telah dilaksanakannya pengukuhan, pelepasan, serta simulasi pertandingan, tim WJC Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Kairo. WJC menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju jenjang prestasi berikutnya. Skuad Tim WJC 2026 Beregu Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Joseph Marcellino Kyta Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono Anju Siahaan Faizal Pangestu Muhammad Lutfhi Habibi Moses Andar Simanjuntak Jolin angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Selsi Josika Halifia Usni Pratiwi Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani Yasintha Ristyna Putri Dian Ramadhani Mukti Reya Azzahra Yulianti Adelia Niru Perorangan Tunggal Putra Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Yudha Rendra Wijaya Tunggal Putri Jolin Angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Christabel Calista Purwanto Raisya Affatunisa Ganda Putra Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan Muhammad Rizki Mubarrok/Faizal Pangestu Ganda Putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi Yasintha Ristyna Putri/Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani/Adelia Nirul Ganda Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Bulu tangkis sumbang emas pertama Asian Games 2026!

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah mengalahkan tim China pada babak final Ichinomiya, Aichi, Jepang. Hasil membanggakan tersebut tak terlepas dari peran tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menuntaskan partai kelima dengan kemenangan 23-21, 21-13 atas wakil China Weng Hongyang. “Pastinya sangat senang dan bangga juga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” kata Ubaidillah selepas pertandingan. Pada babak final yang berlangsung selama total enam jam tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menutup perjuangan beregu putra Indonesia dengan manis. Kemenangan Indonesia di nomor beregu putra tersebut sekaligus menggagalkan ambisi China untuk mengawinkan gelar dari bulu tangkis nomor beregu Asian Games 2026, setelah menyabet medali emas dari nomor beregu putri. Ubed mengaku tak merasa tertekan karena tampil pada partai terakhir dan menjadi penentu nasib beregu putra Indonesia. Tekanan tersebut berhasil ia atasi dan mampu bermain dengan baik. Ubed menampilkan kematangan mental yang apik dari seorang atlet. Sejak awal gim pertama ia bermain tanpa beban dan bisa mengatasi perlawanan Weng. Sedangkan Weng terlihat tidak tenang, membuatnya berulang kali menciptakan kesalahan sendiri. “Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkap Ubed. Men’s Team – Final Indonesia 3-2 China MS1: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi 13-21, 18-21 MD1: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21 MS2: Alwi Farhan vs Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 MD2: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10 MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang 23-21, 21-13

Ini Dia Wakil Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026 Cabor Bulu Tangkis

Miftaqul Putri Ayudis

PP PBSI telah usai mengadakan Seleksi Tahap Akhir untuk menentukan atlet yang akan mewakili Indonesia pada cabang olahraga bulutangkis di ajang Youth Olympic Games Dakar 2026. Sesuai kuota yang tersedia, Indonesia akan diwakili oleh 1 atlet putra dan 1 atlet putri. Pada seleksi tersebut, PP PBSI memanggil 3 nama atlet putra dan 4 nama atlet putri. Rayhan Pandu Aksara (Mutiara Cardinal Bandung) dan Miftaqul Putri Ayudis (Jaya Raya Jakarta) berhasil keluar sebagai juara di sektor tunggal putra dan tunggal putri. Dengan demikian maka keduanya menjadi wakil Indonesia di ajang Youth Olympic Games 2026 yang akan berlangsung di Dakar, Senegal, 31 Oktober – 13 November 2026. Cabang olahraga bulutangkis sendiri dijadwalkan akan bertanding pada 1 – 5 November 2026.

Binus juarai CL Badminton Bandung lewat drama tiga gim

Tim Universitas Bina Nusantara Jakarta naik podium

Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta menjuarai Campus League Badminton Regional Bandung setelah menaklukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui drama tiga gim pada final kategori beregu di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat. Binus yang sempat kehilangan gim pertama akhirnya membalikkan keadaan untuk menang 45-55, 55-44, 55-53 sekaligus memastikan tiket ke Campus League Badminton The Nationals yang bergulir di tempat yang sama pada 21-25 September. “Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Menurut Ricky, format pertandingan dengan sistem poin 55 turut menonjolkan kekompakan antar-pemain dalam satu tim sekaligus menuntut strategi yang berbeda dibandingkan pertandingan bulu tangkis pada umumnya. Pelatih Binus Haryadi Abu mengatakan target awal timnya sebenarnya hanya lolos ke The Nationals. Namun, keberhasilan menjadi juara membuat timnya semakin percaya diri menghadapi putaran nasional. “Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,” ujar Haryadi. Binus selanjutnya akan bersaing di The Nationals bersama tiga tim lainnya dari Regional Bandung yakni UNJ, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Mereka akan bertemu empat tim terbaik Regional Semarang yakni juara Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Universitas Negeri Surabaya (UNESA). CEO Campus League Ryan Gozali memperkirakan persaingan di The Nationals akan lebih ketat karena setiap tim sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan. “Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” kata Ryan.

AQUA Dukung Pembinaan Atlet Muda Bulu Tangkis

AQUA Cup Badminton Solo 2026

Sebanyak 219 atlet bulutangkis unjuk gigi dalam ajang AQUA Cup Badminton Solo 2026 yang berlangsung di Atrium The Park Mall Solo pada 22-26 Agustus 2026. Turnamen ini digelar sebagai langkah mendukung pembinaan atlet muda melalui paduan olahraga, teknologi, dan gaya hidup, seperti dilansir dari Detik Sport. Ajang kompetisi kelompok usia ini menghadirkan atmosfer berbeda karena ditempatkan di dalam pusat perbelanjaan. Langkah tersebut diambil agar masyarakat umum yang sedang berbelanja atau berkunjung bersama keluarga dapat ikut menyaksikan pertandingan secara langsung. Secara keseluruhan, turnamen mempertandingkan tujuh nomor kompetisi yang mencakup kategori anak-anak hingga ganda putra dewasa. Kelompok usia yang berlaga terdiri dari Tunggal Putri Anak (2014-2016), Tunggal Putra Anak Usia Utama (2014), Tunggal Putra Anak Usia Madya (2015), Tunggal Putra Anak Usia Dini Utama (2016), Tunggal Putra Anak Usia Dini Madya (2017), Tunggal Putra Pra Usia Dini, dan Ganda Putra Dewasa. Head of Marketing AQUA Elektronik, Yazid, menegaskan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan konsep baru dalam kejuaraan ini. “AQUA Cup Badminton Solo 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai turnamen, tetapi sebagai pengalaman yang mempertemukan olahraga, komunitas, dan gaya hidup,” kata Head of Marketing AQUA Elektronik, Yazid. Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi mal bertujuan mendekatkan inovasi produk kepada masyarakat di tengah persaingan olahraga. “Kami ingin peserta maupun pengunjung dapat menikmati atmosfer kompetisi sekaligus mengenal lebih dekat inovasi AQUA Elektronik yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan pengalaman yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” sambung Yazid. Yazid menilai kompetisi ini menjadi sarana positif dalam mematangkan mentalitas para pemain muda. “Kami percaya olahraga memiliki kekuatan untuk membentuk karakter sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Melalui AQUA Cup Badminton Solo 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman kompetisi yang positif, sehingga para peserta dapat belajar menikmati proses, membangun kepercayaan diri, dan terus mengembangkan potensi mereka di dunia olahraga,” ujar Yazid. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Basri Yusuf, Ketua Pengkot PBSI Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Ketua Umum PMS Sumartono Hadinoto, serta jajaran manajemen Haier dan AQUA Elektronik. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha lokal yang melihat potensi besar dari antusiasme masyarakat Surakarta terhadap cabang olahraga ini. “Bulu tangkis memiliki basis komunitas yang kuat di Solo dan sekitarnya, sehingga kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk membangun interaksi positif dengan konsumen sekaligus memperkuat kehadiran AQUA Elektronik di tengah masyarakat Solo,” kata Owner Candi Elektronik, Ardian Ayat Santiko.

Piala Kapolri 2026 buka jalan pebulu tangkis muda menuju Pelatnas

Piala Kapolri 2026

Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Kapolri 2026 menjadi salah satu jalur bagi atlet muda untuk mengumpulkan poin peringkat nasional hingga membuka peluang mengikuti Seleksi Nasional dan masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PP PBSI. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja mengatakan turnamen tersebut memiliki level persaingan tinggi karena diikuti pemain peringkat 32 besar nasional pada setiap sektor dalam kelompok umur pemula (U15), Remaja (U17) dan taruna (U19). “Kapolri Cup ini merupakan turnamen dengan level yang sangat tinggi, bisa dikatakan setara dengan kategori Premier dalam kalender nasional PBSI,” kata Ricky dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. Piala Kapolri 2026 akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Pondok Bambu dengan mempertandingkan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran pada kategori kelompok umur. Menurut Ricky, turnamen tersebut juga memberikan poin peringkat nasional sehingga menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan para atlet muda. Para pemain akan dipantau oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI selama kejuaraan berlangsung. “Dalam beberapa tahun terakhir, banyak atlet yang tampil di Kapolri Cup kemudian mengikuti Seleksi Nasional dan akhirnya masuk ke Pemusatan Latihan Nasional,” ujar Ricky. Ia berharap capaian tersebut kembali terulang pada penyelenggaraan tahun ini mengingat kelompok umur U-15, U-17, dan U-19 merupakan tahap penting dalam pembinaan atlet. “Kami berharap para peserta, khususnya 32 pemain terbaik di setiap kategori, benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan mereka,” kata peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky tersebut. Selain kategori kelompok umur, Piala Kapolri 2026 mempertandingkan kategori Polri dan para-bulu tangkis yang diikuti 70 atlet disabilitas dari 10 provinsi. Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan kategori para-bulu tangkis akan melibatkan atlet Paralimpik, internasional, nasional, regional, hingga atlet pelajar potensial. Menurut Ukun, kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi NPC Indonesia untuk memantau perkembangan pembinaan atlet di daerah. “Apabila nantinya ditemukan bibit-bibit atlet baru yang memiliki potensi, tentu akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengikuti proses pembinaan menuju pelatnas,” ujar Ukun. Piala Kapolri 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga dan secara keseluruhan melibatkan 1.219 peserta dari kategori umum, Polri, dan disabilitas.

Ubed tak sabar jalani debut di Piala Thomas 2026

Moh Zaki Ubaidillah

Tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah mengaku tidak sabar menjalani laga perdananya bersama tim Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menjadi bagian dari skuad Merah Putih di sektor tunggal putra bersama Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting. “Pastinya berbeda dengan Piala Sudirman atau SEA Games. Bagi saya Piala Thomas lebih bergengsi. Saya tidak menyangka bisa masuk ke dalam tim ini,” kata Ubed dalam keterangan resmi PP PBSI, MInggu. Ia mengatakan ingin memberikan kontribusi maksimal apabila mendapat kesempatan tampil dalam turnamen beregu putra paling bergengsi tersebut. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim Indonesia. Tidak sabar juga menunggu debut di sana,” ujarnya. Ubed menambahkan proses adaptasi dengan kondisi lapangan dan lingkungan pertandingan sejauh ini berjalan cukup baik setelah menjalani latihan selama dua hari. “Alhamdulillah penyesuaian sudah cukup baik. Ke depannya semoga bisa lebih maksimal lagi dalam latihan dan persiapan,” katanya. Lebih lanjut, Ubed mengungkapkan kombinasi pemain senior dan junior dalam tim menjadi modal penting untuk menjaga kekompakan. “Dengan adanya senior saya sangat terbantu. Ada juga yang usianya tidak jauh, jadi komunikasi lebih mudah,” ujarnya. Menurut dia, kekompakan sektor tunggal putra sudah terbentuk sejak menjalani latihan bersama di pelatnas. “Dari pelatnas kami sudah latihan bersama, termasuk dengan Jonatan. Semoga ke depan bisa lebih solid,” kata Ubed. Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Selain dari sektor tunggal, Indonesia juga menurunkan komposisi terbaik di sektor ganda melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

Swiss Open 2026: Alwi akui tampil antiklimaks

Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan mengakui penampilannya antiklimaks setelah keluar sebagai runner-up Swiss Open 2026 lantaran kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka pada partai final. Pada pertandingan yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Minggu, unggulan keenam itu takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21. “Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi setelah laga, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI. Alwi mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada laga final, terutama karena waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Dia mengaku belum mampu melakukan pemulihan secara optimal sehingga berdampak pada penampilan di laga puncak, meski tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal. “Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi. Meski gagal meraih gelar, Alwi mengungkapkan dua pekan terakhir menjadi periode penting untuk menambah pengalaman bertanding, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan tinggi. Menurut dia, meski Swiss Open berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya di All England 2026. “Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.

Atlet Muda Indonesia Juara Umum di Luxembourg Open 2025

Atlet Muda Indonesia Juara Umum di Luxembourg Open 2025

Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di pentas bulutangkis internasional. Dalam turnamen Luxembourg Open 2025, skuat muda Merah Putih tampil impresif dan keluar sebagai juara umum setelah berhasil meraih tiga gelar juara dan dua posisi runner-up di berbagai nomor. Turnamen yang digelar di Luxembourg City ini menjadi ajang pembuktian kekuatan para atlet muda Indonesia, sekaligus ajang pemanasan menuju turnamen bergengsi seperti Indonesia Open dan Olimpiade Paris 2025. Rekapitulasi Prestasi Indonesia di Luxembourg Open 2025: Gelar pertama hadir dari nomor tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari. Atlet binaan PB Djarum Kudus itu menjadi yang terbaik setelah di final mengalahkan rekan satu timnya, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi lewat pertarungan sengit tiga game dengan skor 21-13, 13-21, 21-12. Ganda putri menyusul menyumbangkan medali emas melalui Isyana Syahira Mida/Rinjani Kwinara Nastine yang berhasil mengalahkan pasangan Denmark, Lærke Hvid/Anna Klausholm dengan dua game langsung 21-14, 21-6. Gelar ketiga hadir dari nomor ganda putra Indonesia. Adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi yang terbaik usai mengalahkan kompatriotnya, Muh Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino dengan 21-15, 22-20. Sementara itu, gelar tunggal putra jatuh ke Tae Bin Yoo asal Korea yang tampil perkasa mengalahkan Jhuo-Fu Liao dengan skor 21-19 dan 21-6. Kemudian, gelar ganda campuran jatuh ke Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen yang mengalahkan Kristoffer Kolding/Mette Werge 21-13 22-24 dan 21-11.

PBSI Terapkan Sistem Promosi yang Ketat Demi Prestasi

Eng Hian

Pelatnas PBSI terapkan sistem promosi dan degradasi terbaru. Aturan ini tidak mengikuti periode tertentu seperti sebelumnya. Atlet dinilai berdasarkan performa di turnamen internasional dan kemajuan teknik. Penilaian juga mencakup aspek fisik dan data pendukung yang relevan. “Setiap atlet dipantau performa pencapaian prestasi turnamen BWF dan multievent, progress kemajuan dari segi teknik, fisik, data-data pendukung. Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk mengambil keputusan,” kata Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, Sabtu (29/3/2015). Sistem ketat ini diharapkan mempercepat regenerasi pemain muda. Langkah ini memberikan peluang tampil di turnamen internasional bagi talenta baru. Eng Hian menggelar pertemuan dengan pemain senior dan Wakil Ketua Umum, Taufik Hidayat. Pertemuan tersebut bertujuan mendengarkan usulan serta mendukung kenyamanan atlet di pelatnas. “Pemain senior ini mempunyai jangka waktu bermain yang tidak panjang. Jadi mereka harus punya komitmen yang tinggi selama berada di Pelatnas dan memaksimalkan waktu untuk meraih prestasi terbaik,” ujar Eng Hian. Eng Hian juga menyampaikan mekanisme bagi pemain yang berkarir di luar pelatnas, masih dikaji. Ia menyatakan evaluasi terus dilakukan tanpa membedakan status atlet di pelatnas. “Intinya kami tidak membedakan atlet tersebut berada di Pelatnas atau luar Pelatnas. Terpenting adalah atlet anggota PBSI yang membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah International,” tutur Eng Hian menutup pembicaraan. Sumber: RRI

PBSI Cari Jagoan Muda Baru Lewat Seleknas 2025

Seleknas PBSI 2025

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) 2025 untuk mencari pemain muda potensial baru. Mereka yang terpilih untuk masuk Pelatnas PBSI Cipayung nantinya. Seleknas 2025 diikuti oleh 111 atlet berusia di bawah 19 tahun dari 13 klub berbeda. Mereka akan bertarung di lima sektor selama 11-15 Februari 2025 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Ajang ini merupakan upaya dari PBSI untuk mendapatkan pemain-pemain muda potensial yang tersebar di berbagai klub di Indonesia. Nantinya mereka bisa mendapatkan tiket untuk menjadi pemain tim nasional dan berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagja menjelaskan, setidaknya ada lima tiket yang dipastikan bisa didapat para pemain klub. Mereka adalah para juara di tiap sektor, baik itu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran. Namun, kuota itu tidak mutlak. PP PBSI juga memiliki tim pemandu bakat yang dihuni oleh para pelatih-pelatih top, yang ditugaskan untuk memantau dan menyaring pemain-pemain potensial. Mereka yang terpilih juga berhak masuk ke Pelatnas. “Kalau untuk nomor satu itu juaranya mutlak (diterima) ya. Tapi kami ada tim pemandu bakat, dimana memang bisa me-monitoring pemain,” ucap Ricky usai pembukaan Seleknas 2025 di Pelatnas Cipayung, Selasa (11/2). “Jadi sekiranya yang tidak juara, nomor berapapun ada kewenangan tim pemandu bakat, Binpres, untuk bisa melihat potensi-potensi yang ada, selain juara-juaranya itu,” tambahnya. Ricky tak menyebut berapa kuota pemain yang akan ditarik ke Pelatnas Cipayung lewat jalur pemantauan tim pemandu bakat. Eks Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI itu juga memastikan pemain yang terpilih nantinya akan menjalani serangkaian tes seperti medical checkup, tes fisik berbasis sport science, tes psikologi dan tes IQ, serta evaluasi teknik dan taktik. “Ini saya rasa sangat penting untuk lebih cerdas di lapangan, selain fisik mental. Itu yang akan dilakukan seleknas saat ini,” jelas Ricky. Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat juga mengatakan bahwa serangkaian tes itu diperlukan karena dapat membantu PBSI dalam menempa kualitas dan menilai performa sang atlet ke depan. “Serangkaian tes tersebut akan membantu PBSI menemukan atlet dengan potensi terbaik. Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga secara fisik, mental, dan daya pikir strategis,” terang peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini. “Tes tambahan bukan untuk menyulitkan atlet namun untuk memastikan bahwa atlet yang terpilih benar-benar siap menghadapi persaingan global,” jelas Taufik. Daftar Partisipasi Seleknas 2025 – Djarum, Kudus (45 atlet) – DYS Candra Wijaya (3 atlet) – Exist Badminton Club (11 atlet) – Gideon Badminton ACD (5 atlet) – Jaya Raya Jakarta (16 atlet) – Mutiara Cardinal, Bandung (10 atlet) – PB AIC, Bekasi (3 atlet) – PB Power Rajawali, Tangerang (4 atlet) – Pelatkot Tangerang Selatan (4 atlet) – Pelatprov Jawa Timur (3 atlet) – Putra Mainaky, Tangerang Selatan (2 atlet) – Tangkas, Jakarta Selatan (4 atlet) – Taqi Arena BC, Bandung (1 atlet)

Thailand Masters 2025: Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar Juara, Tiga Runner Up

Lanny Tria Mayasari dan Siti Fadia Silva Ramadhanti

Indonesia menempatkan sebanyak empat wakil dari lima partai di babak final turnamen level super 300 kali ini. Wakil Merah Putih hanya gagal menembus partai final Thailand Masters 2025 di sektor tunggal putra. Pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti memainkan pertandingan pertama menghadapi pasangan tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Sempat merebut gim pertama, Dejan/Fadia dipaksa mengakui kemenangan ganda Thailand. Partai final kedua memainkan sektor tunggal putra yang mempertemukan wakil China, Wang Zheng Xing melawan Jia Heng Jason Teh dari Singapura. Jason Teh berhasil memastikan gelar juara setelah bermain tiga gim. Lanjut ke partai ketiga di nomor ganda putra, Indonesia diwakili pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin di partai puncak. Sayang, Fikri/Daniel gagal mengeluarkan permainan terbaiknya di final hingga menyerah dua gim langsung dari ganda Korea Selatan, Jin Yong/Seo Sung Jae. Penampilan tidak terduga justru ditunjukkan pasangan ganda putri anyar Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Lanny/Fadia bermain apik dan sukses merebut gelar juara untuk Indonesia saat menghadapi pasangan tuan rumah Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong. Lanny/Fadia memastikan gelar juara setelah bermain ketat tiga gim. Terakhir di sektor tunggal putri, wakil Indonesia, Komang Ayu Cahya Dewi gagal meladeni perlawanan wakil tuan rumah, Pornpawee Chochuwong. Sempat meyakinkan dengan merebut gim pertama, Komang Ayu menyerah usai bermain tiga gim. Hasil Lengkap Thailand Masters 2025 MS: Wang Zheng Xing (CHN) vs Jia Heng Jason Teh (SGP): 18-21, 21-15,19-21 MD: Jin Yong/Seo Sung Jae (KOR) vs Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin (INA): 21-18, 21-17 WS: Porpawee Chochuwong (THA) vs Komang Ayu (INA): 18-21, 21-16, 21-13 WD: Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong (THA) vs Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (INA): 21-15, 13-21, 8-21 XD: Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti (INA) vs Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (THA): 21-19, 17-21, 13-21

Sukses Gigelar, 197 Atlet Ikut Turnamen Moment Badminton Cup Aceh 2025

Geliat Bulu Tangkis di Aceh, 197 Atlet Ikut Turnamen Moment Badminton Cup Aceh 2025

Bulu tangkis semakin populer di Aceh. Terlihat pada perhelatan turnamen Turnamen Moment Badminton Cup Aceh 2025 yang baru berakhir 27 Januari 2025. Ada 194 pebulu tangkis yang ikut serta pada ajang yang digelar di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh. Turnamen Moment Badminton Cup Aceh 2025 menghadirkan persaingan dalam empat kategori, yakni Ganda Putri Non Atlet, Ganda Putra Non Atlet, Ganda Putri Gedong (kombinasi satu atlet dan satu non-atlet), dan Ganda Putra Umum. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 40 juta. Menurut Meily Lestari, selaku inisiator Moment Badminton Cup Aceh 2025 dan Ketua PB. Moment, turnamen ini dilaksanakan untuk mengembangkan bulutangkis di provinsi Aceh, dan dalam rangka memperingati hari jadi Moment Coffee and Eatery di Meulaboh. “Ini adalah turnamen kedua setelah pada tahun sebelumnya kami menggelar turnamen bulu tangkis khusus lokal di Aceh Barat. Tahun ini kami naikkan levelnya ke tingkat provinsi Aceh karena melihat antusiasme masyarakat Aceh terhadap olahraga bulut angkis,” jelas Meily. Di kategori Ganda Putri Atlet, pasangan Fanny Syakbani/Roza Rozana dari PB. KAGURA berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Cut Annisa/Maufiza dari PB. Fodka dengan skor 2-0. Adapun di kategori Ganda Putra Non Atlet, pasangan Saifannur/Ruslan dari PB. KDB Matang Bireuen menumbangkan Dedy Tju/Roni David dari PB. Metro dengan skor 2-0. Sementara pada partai pamungkas di kategori Ganda Putra Umum, pasangan Rijalul Akbar/Adit Wijaya dari PB. Moment x TGBC tampil gemilang dengan mengalahkan pasangan Yuga Gustisyah/Michel Wong dari PB. PUPR Plus dengan skor 21-19 dan 21-14. “Kami juga mengikutsertakan kategori yang melibatkan peserta non atlet dalam kategori Ganda Putri Gedong untuk menumbuhkan semangat di kalangan Masyarakat Aceh,” tambah Meily. Untuk kategori Ganda Putri Gedong (Atlet-Non Atlet), pasangan Mutia Dita Ainul Baroro/Ratna Ningsih dari PB. Moment berhasil menundukkan Nazura Trisyah/Rahmadani dari PB PUPR Plus dalam pertandingan sengit selama dua set dengan skor 21-17 dan 21-18. Ketua Panitia Pelaksana, M. Reza Amanda Putra, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan antusiasme yang luar biasa dari para pemain serta masyarakat Aceh Barat yang hadir menyaksikan pertandingan. “Kami selaku pihak penyelenggara berterima kasih atas antusiasme luar biasa dari para peserta dan masyarakat Aceh Barat yang hadir selama pertandingan ini berlangsung,” ujarnya. Kebanggaan juga dirasakan oleh PB. Moment yang berhasil memboyong dua gelar juara melalui pasangan Rijalul Akbar/Adit Wijaya di kategori Ganda Putra Umum dan Mutia Dita Ainul Baroro/Ratna Ningsih di kategori Ganda Putri Gedong. “Kami berencana agar Moment Badminton Cup ini dapat berlangsung secara konsisten setiap tahun, dengan kualitas yang terus meningkat, baik dari segi penyelenggaraan maupun jumlah peserta. Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi dan mengembangkan semangat sportivitas di kalangan masyarakat Aceh,” pungkas Meily menuntup ajang bulutangkis tahunan di Aceh tersebut. Sumber: Liputan 6

Gantung Raket, Ini Pesan The Daddies untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan

Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025. Dalam Moment of Honor ini, Hendra dan Ahsan yang telah berpasangan sejak 2012 ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung karier mereka. Mulai dari keluarga, PBSI, para pencinta olahraga bulu tangkis, hingga masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama ini. Keduanya tak bisa menyembunyikan perasaan haru lantaran tidak akan lagi bermain bulu tangkis secara profesional, khususnya di Istora Senayan. “Pastinya kami sangat bersyukur dengan dengan pencapaian selama ini. Sekarang waktunya untuk istirahat, berkumpul kembali dengan keluarga,” ujar Ahsan. Dalam kesempatan itu, The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, melakoni pertandingan perpisahan melawan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan pebulu tangkis Korea Selatan (Korsel) Seo Seung-jae. Laga yang diwarnai momen-momen menggelikan dalam suasana santai tersebut dimenangkan Hendra/Ahsan. “Sebenarnya saya memilih lawan Minions karena di tahun 2019 kita sering final bareng ya, jadi itu akan sangat spesial ya. Cuma kebetulan Gideon-nya tidak bisa, sedang ada acara. Saya hubungi Seo Seung-jae, kebetulan dia masih di sini dan dia bersedia,” beber Hendra. Diketahui, Hendra pensiun di usianya yang ke-40 tahun, sementara Ahsan gantung raket di usia ke-37 tahun. Beberapa prestasi yang telah diraih pasangan ini di antaranya tiga kali gelar juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019, medali emas Asian Games 2014, serta beragam gelar BWF World Tour, termasuk All England. Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra terlebih dahulu berpasangan dengan Markis Kido dan berhasil meraih emas Olimpiade Beijing 2008. Sementara Ahsan sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano. Sepanjang duet mereka, The Daddies dikenal sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia. Hal tersebut diakui para pebulu tangkis dunia yang turut memberikan testimoni dalam video yang ditayangkan di Moment of Honor Hendra/Ahsan. Salah satunya Zheng Siwei, mantan pebulu tangkis Tiongkok yang menyebut permainan keduanya begitu indah. Hendra sendiri mengungkapkan kunci penampilan maksimal The Daddies di lapangan selama ini adalah selalu menjaga kekompakan. Menurutnya, dalam sektor ganda, komunikasi memiliki peran yang penting. Selain kekompakan, disiplin latihan dan saling mengisi satu sama lain juga menjadi kunci kesuksesan mereka. Hal tersebut diamini Ahsan. Kata dia, ketika tengah tertekan, mereka akan saling memotivasi satu sama lain. “Saat lagi tertekan kita coba saling memotivasi. Kalau pukulan saya gagal dia selalu mengingatkan dan menyemangati saya, bukan justru memarahi saya,” kenang Ahsan. Meski telah pensiun, Hendra dan Ahsan mengaku akan berusaha untuk tetap bisa berkontribusi memajukan bulu tangkis Tanah Air. Rencana terdekat keduanya yaitu membuka arena bulu tangkis bersama dengan sponsor mereka. “Kita ada rencana membuat The Daddies Arena, lapangan bulu tangkis,” sebut Ahsan Sementara itu Hendra Setiawan berharap sepeninggal mereka akan ada regenerasi ganda putra Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa. Dia pun memberikan pesan kepada para pebulu tangkis Indonesia untuk lebih bekerja ekstra dalam meraih prestasi di tengah persaingan yang kian ketat. Diakui, bulu tangkis Indonesia saat ini dalam posisi yang agak menurun. Sementara negara-negara lain justru mulai naik prestasi bulu tangkisnya. “Kita harus introspeksi, apa kekurangan yang harus kita perbaiki,” ujar Hendra. Dengan kondisi seperti itu, pria asal Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ini berharap para pebulu tangkis muda Indonesia bisa terus berlatih lebih banyak lagi. Karena untuk menjadi juara saat ini tidaklah mudah. “Jadi kalau latihan-latihan biasa saja, saya rasa masih kurang. Jadi harus ekstra lagi,” tegas Hendra.

Ini Rencana PBSI Untuk Atlet Muda

Logo PBSI

Chafidz Yusuf selaku Pelatih Kepala Ganda Putra Pratama Pelatnas PBSI mengungkapkan rencana program Utama untuk atlet muda demi matangkan kemampuan. Program Utama ini diharapkan bisa meraih prestasi sejak dini sehingga bisa menjadi pelapis para seniornya. “Yang menjadi tujuan kita adalah bagaimana caranya kita untuk pasangan muda ini yang berpotensi, segera bisa melapisi kakak-kakaknya (pasangan elite),” ungkap Chafidz. Mengenai program latihan untuk para atlet pratama di sektor ganda putra, Chafidz mengatakan timnya sudah memberikan rencana kepada Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian selama enam bulan ke depan. “Selama enam bulan ke depan itu kita ada rencana untuk kita ikutkan (pasangan-pasangan pratama) ke lima atau enam pertandingan (kejuaraan). Itu bisa menjadikan dasar kita. Kalau misalnya bagus, kita teruskan. Kalau tidak, ya, mungkin ada perubahan,” kata Chafidz. Menurut Chafidz, regenerasi atlet tidak hanya bertumpu pada talenta tiap individu saja, tapi juga pembentukan karakter serta penajaman kemampuan. “Menurut saya sebagai pelatih, kita tidak perlu khawatir kekurangan stok pemain ganda putra di Indonesia, sebetulnya motorik kita sudah bagus, tinggal bagaimana caranya nanti kita untuk menajamkan (kemampuan atlet) saja,” ujar dia. Pelatih yang membentuk pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo itu menilai, penting bagi pelatih untuk memperkecil jarak antara pemain elite dengan junior-junior di bawahnya, agar bisa segera naik kelas dan menambah daya saing. “Hal yang harus diperhatikan dan bisa kita nilai juga secara nonteknis, fighting spirit dan keberaniannya ada, seperti (pemain-pemain senior). Sekarang ini saya lihat masih ada problem di nonteknisnya,” kata Chafidz. “Faktor seperti itu juga harus kita bentuk, karena itu diperlukan oleh pemain dunia. Tanpa itu, tidak akan bisa (melangkah jauh),” ujar dia menambahkan. Sumber: TV One

Terinspirasi Susi Susanti, Thalita Ramadhani Pilih Bulu Tangkis sebagai Jalan Hidup

Thalita Ramadhani Wiryawan

Bermain badminton sejak usia 5 tahun, Thalita Ramadhani Wiryawan meyakini bulu tangkis menjadi jalan hidupnya setelah membaca proses perjalanan Susi Susanti menjadi peraih medali emas tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992. Akan tetapi, ia mengakui proses yang dijalaninya sangat berat dan panjang, selalu ada naik-turunnya setiap tahun, hingga akhirnya dipanggil menjadi atlet pratama Pelatnas PBSI pada akhir Desember 2024 lalu. “Saya sangat senang. Saya tidak menyangka bisa masuk Pelatnas,” ujar arek Suroboyo kelahiran September 2007 ini dalam wawancara dengan Bidang Humas PP PBSI (6/1/2025). Thalita memulai perjalanan panjang di bulu tangkis ketika masuk ke PB Winner Badminton Club di Surabaya pada 2014. Setelah itu, pada 2017, ia hijrah ke Jakarta dan berlatih bersama selama 7 tahun di PB Jaya Raya. Pemain tunggal putri ini sudah merasakan beratnya menjaga konsistensi berprestasi dalam perjalanannya sebagai pemain junior. “Saya selalu berusaha di setiap pertandingan Sirnas (Sirkuit Nasional) untuk menjadi yang terbaik. Tetapi, ketika di pertandingan penting seperti PON dan Kejurnas (Kejuaraan Nasional), saya tidak bisa melakukan yang terbaik. Di setiap pertandingan gagal, saya mencoba evaluasi dan berlatih lebih keras lagi,” ujar Thalita. Selain Thalita, sejumlah atlet yang terpilih menjadi atlet tunggal putri pratama adalah Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Chiara Marvelia Handoyo, dan Deswanti Hujansih Nurtertiati. Mereka akan berlatih dalam pendampingan pelatih Wimpie Mahardi dan Adriyanti Firdasari. Thalita masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, mulai 23 Desember 2024 dengan begitu banyak harapan. “Harapan saya, selalu bisa melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya juga berharap menang dalam setiap turnamen yang saya ikut,” pungkas Thalita. Biodata Nama : Thalita Ramadhani Wiryawan Tempat & tanggal lahir : Surabaya, 21 September 2007 Klub : PB Winner Badminton Club, Surabaya (2014 – 2017) PB Jaya Raya, Jakarta (2017- 2024) Prestasi (per 2024): Juara I Sirnas A Jawa Tengah Juara I Piala Gubernur Jawa Timur Juara I Sirnas A Sulawesi Tenggara Juara I Kapolri Cup Juara I Kotak India Junior Internasional Series Juara II India Junior International Grand Prix Juara I Sirnas A Kalimantan Tengah Juara I Sirnas A Premiere Juara I Bangladesh Junior International Series Juara III Jaya Raya Grand Prix

Fokus Utama PBSI: Percepat Regenerasi Pemain!

Mulyo Handoyo

Kepala pelatih pelatnas bulu tangkis Indonesia Mulyo Handoyo mengatakan, percepatan regenerasi pemain menjadi salah satu sorotan atau fokus utama pada era kepelatihannya. Saat ini, para atlet senior masih menjadi andalan “Merah Putih” dalam mengejar prestasi, oleh karenanya regenerasi atlet harus dipercepat untuk menjaga kesinambungan prestasi. “Untuk pemain-pemain muda harus dipercepat (regenerasi) melalui program-program akselerasi untuk mengejar dengan cepat. Itu yang saya harapkan,” kata Mulyo, dikutip dari Antara, Jumat (20/12). “(Regenerasi pemain) Harus dipercepat karena dia mempunyai potensi. Jangan sampai potensi itu hilang ditelan waktu, atau mestinya dia (pemain muda) bisa muncul (sekarang di panggung elite), tapi terlambat atau bahkan tidak muncul,” Mulyo, menambahkan. Pelatih di balik keberhasilan Taufik Hidayat meraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu menilai, terdapat jarak yang cukup jauh antara pebulu tangkis senior atau utama Indonesia dengan para juniornya. Jarak tersebut, lanjutnya, ingin segera diperkecil agar para pebulu tangkis muda atau junior Indonesia bisa lebih kompetitif dan menjadi pelapis bagi senior-senior di atasnya. “Program latihannya lebih advanced lagi, untuk mengejar ketertinggalan. Terutama pemain-pemain muda kita, dengan yang senior ini ada gap, ini yang harus dikejar. Paling tidak pemain muda ini bisa memosisikan di sini (level yang tidak terlalu jauh tertinggal) dalam waktu secepatnya. Saya berharap dua tahun paling lama,” jelas Mulyo. Bicara mengenai target pertama pada 2025, Mulyo mengatakan perbaikan kualitas pemain juga menjadi sorotan. “Tujuan saya sebagai pelatih adalah memperbaiki atau meningkatkan kualitas dari pemain kita. Di program saya sudah jelas, ada parameter-parameter untuk meningkatkan kemampuan para pemain,” katanya. Namun, untuk mencapai target utama, yaitu berprestasi di Olimpiade Los Angeles 2028, Mulyo menekankan pentingnya kerja sama dan disiplin, baik dari pelatih, pengurus, hingga atlet-atlet itu sendiri. “Saya berharap, terutama para pemain harus lebih disiplin, bertanggung jawab, dan profesional. Para pemain dan pelatih juga harus kerja keras, mereka dipercaya, diberi tanggung jawab, jadi (kerja keras itu) harus ditunjukkan kepada masyarakat,” kata Mulyo. “Saya berharap untuk ke depan, bulu tangkis Indonesia akan jauh lebih baik. Mungkin ini akan menjadi karier terakhir saya (sebagai pelatih) dan saya harap saya bisa memberikan warna lebih baik untuk bulu tangkis Indonesia,” pungkasnya. Sumber: Djarum Badminton

Inilah Susunan Pelatih Teknik Pelatnas PP PBSI 2025

Taufik Hidayat & Mulyo Handoyo

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) mengumumkan susunan pelatih pelatnas hasil rekrutmen terbuka yang dilaksanakan sejak 3 Desember 2024. “Kepengurusan baru ini mencoba proses baru dalam rekrutmen pelatih, yakni secara terbuka, sehingga semua talenta yang memiliki kompetensi memiliki peluang yang sama untuk mengisi jabatan-jabatan kepelatihan teknik di Pelatnas PBSI,” ujar Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2024). Taufik melanjutkan, total ada 51 email yang masuk, 50 berasal dari WNI yang berdomisili di dalam dan luar negeri dan satu lamaran masuk dari WNA. Taufik menolak menjelaskan dari negara mana pelamar WNA itu berasal. “Kami menghormati permintaan yang bersangkutan untuk menjaga kerahasiaannya,” kata peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Athena 2004 ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berminat mengikuti rekrutmen terbuka ini. Setelah berproses, inilah susunan terbaik yang dapat dihasilkan. Semoga ini menjadi fondasi awal perbaikan prestasi bulu tangkis kita,” kata Taufik. “Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pelatih teknik yang pernah mengabdi di Pelatnas PBSI. Mereka berjasa besar bagi perkembangan bulu tangkis Indonesia. Tak sedikit yang mengantarkan atlet kita ke puncak prestasi. Kami harapkan mereka sukses dalam pengabdian selanjutnya setelah tidak di Pelatnas. Mereka tetap keluarga besar bulu tangkis Indonesia,” Taufik menambahkan. Pengumuman Pelatih Fisik dan Tim Pendukung Susunan pelatih fisik dan tim pendukung yang seyogyanya diumumkan pada 19 Desember 2024 juga mengalami pengunduran. “Ada beberapa detail proses yang membutuhkan waktu lebih panjang. Sudah saya instruksikan agar sebelum 30 Desember 2024 sudah diumumkan,” kata Taufik. Susunan Pelatih Teknik Pelatnas PBSI Kepala Pelatih: Mulyo Handoyo Tunggal Putra Mulyo Handoyo – Kepala Pelatih Utama Marlev M. Mainaky – Asisten Pelatih Utama Indra Wijaya – Kepala Pelatih Pratama Herli Djaenudin – Asisten Pelatih Pratama Tunggal Putri Imam Tohari – Kepala Pelatih Utama Nunung Subandoro – Asisten Pelatih Utama Wimpie Mahardi – Kepala Pelatih Pratama Adriyanti Firdasari – Asisten Pelatih Pratama Ganda Putra Antonius Budi A. – Kepala Pelatih Utama Thomas Indratjaja – Asisten Pelatih Utama Chafidz Yusuf – Kepala Pelatih Pratama Andrei Adistia – Asisten Pelatih Pratama Ganda Putri Karel L. Mainaky – Kepala Pelatih Utama Nitya K. Maheswari – Asisten Pelatih Utama Ade Lukas – Kepala Pelatih Pratama Prasetyo RB – Asisten Pelatih Pratama Ganda Campuran Rionny Mainaky – Kepala Pelatih Utama Amon Sunaryo – Asisten Pelatih Utama Muhammad Rijal – Kepala Pelatih Pratama Hendra Mulyono – Asisten Pelatih Pratama Sumber: PB Djarum