Buka Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Univeritas Terbuka, Menpora : Potensi Atlet Usia Dini Melimpah

Menpora Imam Nahrawi membuka Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Univeritas Terbuka (UT), di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/7). (Kemenpora)

Tangerang Selatan- Menpora Imam Nahrawi resmi membuka turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Universitas Terbuka (UT) 2018, di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Jumat (20/7). Turnamen yang dihelat pada 20-22 Juli itu diikuti 734 peserta dari 61 klub, yang berasal dari 18 provinsi di Tanah Air, dan memperebutkan total hadiah Rp 118. Imam memberikan apresiasi kepada Universitas Terbuka, yang secara konsisten dan kontinyu menyelenggarakan turnamen tenis meja sejak 2012 hingga kini. Terlebih, sejumlah atlet nasional yang diproyeksikan ke Asian Games 2018 seperti Bima Abdi Negara, Viki Supit, Gusti Aditya, Doni Prasetyo, Luki Purkani, dan Dennis Darmawan, juga turut berpartisipasi bahkan rutin mengikuti turnamen ini. “Pertama selamat atas terselenggaranya turnamen ini hingga sudah yang ke-6. Ini bentuk konsistensi turut serta memajukan tenis meja Tanah Air dan mendapat kepercayaan masyarakat. Terbukti beberapa atlet yang saat ini konsentrasi Asian Games langganan turnamen ini,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Hadir dalam kesempatan itu, Alman Hudri (Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan), Ojat Darojat (Rektor Universitas Terbuka/UT), Toriq Hadad (Direktur Utama Tempo Inti Media), dan Oegroseno (Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia/PP PTMSI). Imam menyebut perlu adanya pengawalan ketat dan terus menerus dari potensi atlet yang luar biasa, terutama bagaimana membuat kualifikasi dan penjenjangan dari berbagai atlet-atlet junior agar dapat tahapan yang jelas memasuki usia atlet-atlet senior. “Saya melihat potensi usia dini dan muda punya stok yang melimpah ruah. Ini tinggal tugas PTMSI memperbanyak kompetisi dan membuat kualifikasi penjenjangan junior dan lain sebagainya,” tambah pria 44 tahun ini. Dengan hadiah total Rp 118 juta, kejuaraan ini dibagi 10 kategori pertandingan, masing-masing: pemula dan putri, kadet putra dan putri, junior putra dan putri, divisi 5, non-atlet PON, umum/undangan, dan perusahaan. (Adt)

Tekuk Unggulan Pertama Ganda Putri Asal China, Febriana/Ribka Lolos Ke Final Asia Junior Championship 2018

Kalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos babak final Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Dobel putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos ke babak final perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/7). Mereka mengalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15. Liu/Xia dalah pasangan yang sukses meraih medali silver Asia Junior Championships tahun lalu. Set pertama berlangsung, duet Febri dan Ribka mengambil inisiatif menekan hingga poin ke 16. Sempat unggul 5 poin, namun duo atlet binaan PB Djarum ini dapat disusul. Meski demikian, gim pertama ini dimenangkan oleh Febri/Ribka dengan skor 23-25. Memasuki set kedua, Indonesia harus tertinggal cukup jauh, hingga skor 2-11. Berupaya mengejar ketertinggalan di set kedua, pasangan junior ini belum mampu mengecilkan selisih poin, dan set kedua ditutup dengan skor 21-14, untuk Liu dan Xia. Di set ketiga, laga berlangsung sengit hingga turun minum. Namun Febri/Ribka unggul dengan poin 11-8. Mendominasi permainan, Indonesia menjauh dengan skor 20-15 di ujung pertandingan. Pukulan keras dari Xia harus melebar keluar lapangan, dan memberikan kemenenangan Febri/Ribka, dengan skor akhir 21-15. “Game pertama mainnya udah nyerang duluan, jadi enak. Tapi game kedua kami ngendorin, jadi hati-hati mainnya. Game ketiga disuruh pelatih lebih yakin, nggak usah mikir menang kalah. Jadi kami main nothing to lose, alhamdulillah bisa menang,” kata Ribka, gadis kelahiran Karanganyar, Solo, 22 Januari 2000, usai laga. Di partai puncak, Febriana/Ribka akan berhadapan dengan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, asal Malaysia, pada Minggu (2/7). Ini menjadi pertemuan pertama bagi mereka. Di atas kertas, lawan lebih diunggulkan. Febriana/Ribka merupakan unggulan empat turnamen, sementara Tan/Toh tepat berada di atasnya, sebagai unggulan tiga. “Persiapannya lebih jaga stamina, makan yang banyak, istirahat yang teratur. Besok nggak mikir menang kalah juga, pokoknya main nothing to lose,” ujar Ribka. “Harus lebih fokus lagi, nggak usah mikir menang kalah, main enjoy aja,” sambung Febri, yang lahir di Jember, Jawa Timur, 19 Februari 2001 . Sementara Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akhirnya finis di babak semifinal Asia Junior Championships 2018. Hasil ini sama dengan pencapaian mereka di tahun lalu. Kala itu, Agatha/Fadia dikalahkan Baek Ha Na/Lee Yu Rim, Korea. Kini, pasangan Indonesia unggulan dua tersebut harus mengakui kebolehan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, dari Malaysia. Agatha/Fadia kalah dua game langsung dengan 15-21 dan 21-23 dalam waktu 41 menit. “Hasilnya tidak sesuai target, karena kami kan inginnya juara. Tapi nggak apa-apa kami tetap bersyukur, semoga nanti di Kejuaraan Dunia Junior bisa juara,” kata Fadia. Dari awal game pertama, Agatha/Fadia mengaku terus tertekan oleh permainan lawan. Kondisi fisik yang mulai menurun juga diakui menjadi kendalanya kali ini. “Mereka mainnya nekad. Bola-bola yang bukan serang, mereka serang, jadi kami ketekan terus dari awal,” ujar Fadia mengomentari lawannya tersebut. (Ham/Dre)

Soekarno, Blitar dan Asian Games

Kota Blitar menjadi salah satu dari 53 daerah di Indonesia yang akan disinggahi oleh Torch Relay atau Kirab Obor Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Blitar- Soekarno, Blitar, dan Asian Games. Tiga kata itu tak dapat dipisahkan. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia (RI) yang menjabat pada periode 1945 – 1967. Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901, ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Dan, setelah wafat pada 21 Juni 1970, Soekarno atau akrab disapa Bung Karno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur (Jatim). Makam mantan orang nomor satu di Republik ini terletak di sebelah utara kota Blitar, tepatnya di Jalan Ir. Soekarno, yang berada di daerah Bendogerit, Kecamatan Sananwetan. Semasa hidup, Bung Karno tak hanya berurusan dengan politik, juga memiliki perhatian pada olahraga. Ditangannya, olahraga menjelma menjadi kekuatan mahadahsyat yang melambungkan bangsa. Diboikot Komite Olimpiade Internasional (KOI) di pesta olahraga multievent dunia, Olimpiade, tak membuat Bung Karno gentar. Apalagi kelimpungan dan menjadi tak percaya diri. Ganefo pun digelar di Jakarta pada 10-22 November 1963 sebagai tandingan. Tak diundangnya Indonesia pada Olimpiade Tokyo 1964 adalah sanksi yang harus diterima menyusul tak diundangnya Israel dan Taiwan saat menggelar Asian Games 1962 di Jakarta. Pesta olahraga multievent antar-bangsa Asia digelar 24 Agustus-4 September 1962. Mengusung semboyan Onward! No Retreat (MajuTerus! Pantang Mundur) dengan melibatkan 2.200 atlet dari 51 negara kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa (Timur), Ganefo layak disebut olimpiade tandingan. Dunia pun terperangah. Sama terperangahnya dunia saat Indonesia menggelar Asian Games IV 1962. Kini, setelah 56 tahun, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah pesta akbar negara se-Asia itu, pada 18 Agustus – 2 September 2018. Rangkaian pelaksanaan multievent empat tahunan itu dimulai dari kirab obor (torch relay) yang telah dimulai pada 15 Juli 2018 dari kota New Delhi, India, dan disatukan dengan ‘api abadi’ yang berasal dari Mrapen, Jawa Tengah (Jateng). Berawal dari Yogyakarta, obor akan dibawa mengelilingi Indonesia. Dan, Kota Blitar, Jawa Timur, jadi satu kota yang dilintasi Obor Asian Games 2018. Obor dijadwalkan tiba di Blitar, pada Jumat (20/7). Heru Puji Mardianto, sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) kota Blitar, mengatakan bila Kota Blitar jadi kota pertama di Jawa Timur yang disinggahi Obor Asian Games 2018. Obor Asian Games ini nantinya akan segera dibawa ke makam Bung Karno, yang ada di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar. “Di Makam Bung Karno akan ada acara penyambutan,” jelas Heru, Kamis (19/7). Usai upacara penyambutan, dua pelari akan membawa obor Asian Games 2018 ke kantor Wali Kota di Jalan Merdeka Kota Blitar. “Setelah dari MBK akan ada dua pelari yang membawa obor ke kantor Wali Kota. Di sana akan transit sebentar untuk kemudian obor dibawa ke Malang,” tukas Heru. (Adt) Berikut jadwal pawai obor Asian Games 2018 di Kota Blitar : Jam 07.00 – 08.30 WIB Rombongan berangkat dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang Jam 08.30 – 08.35 WIB Rombongan memasuki Kota Blitar berhenti di area City Walk dilanjutkan pelari membawa obor ke area dalam Makam Bung Karno Jam 08.35 – 09.00 WIB Serah terima obor di area Makam Bung Karno Jam 09.00 – 09.10 WIB Pelari membawa obor kembali ke City Walk dan dilanjutkan naik mobil menuju kantor Wali Kota Blitar dengan rute Jalan Ir Soekarno – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Ahmad Yani – Jalan Merdeka Jam 09.10 – 13.00 WIB Serah terima obor di Kantor Wali Kota Blitar dan acara seremonial Jam 13.00 WIB Rombongan pembawa obor melanjutkan perjalanan ke Kota Malang dengan rute Kantor Wali Kota Blitar Jalan Merdeka – Jalan Wilis – Jalan Pandan – Jalan Lawu – Jalan Anjasmoro – Jalan Sudanco Supriyadi (batas kota)

Remaja Jakarta 17 Tahun Spesialis Dobel, Rontokan Petenis Unggulan Asal Jepang di Nomor Tunggal

Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki, yang berperingkat tunggal ke-593 dunia dengan skor akhir 6-2 6-1. (tribunnews.com)

Jakarta- Kejutan besar kembali warnai babak kedua Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018, di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Dua unggulan teratas sektor tunggal, tersingkir dari persaingan gelar juara turnamen khusus putri di event berhadiah total 15.000 dollar AS atau Rp 210 juta ini. Wakil tuan rumah, Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) menjadi salah satu pembuat kejutan. Petenis spesialis dobel yang masuk babak utama menggunakan fasilitas wild card itu, mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki. “Saya banyak melakukan pukulan spin untuk melayani pukulan flat keras yang dilakukan oleh lawan. Dia kehilangan konsistensi dan membuat kesalahan sendiri,” ujar Ani usai laga berdurasi satu jam 20 menit. Ani, menang straight set atas lawan berperingkat tunggal ke-593 dunia itu dengan skor akhir 6-2 6-1. Kemenangan Ani memastikan tuan rumah memiliki satu wakil pada babak empat besar turnamen seri kedua ITF Women’s Circuit di Indonesia ini. Pada fase semi final, Jumat (20/7), Ani terlibat perang saudara dengan seniornya, Aldila Sutjiadi (23), yang sukses membungkam wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva 6-2 6-4. Sayang, keberhasilan Ani gagal diikuti oleh saudara kembarnya, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Ana harus mengakui ketangguhan unggulan kedelapan asal India, Mahak Jain dalam pertarungan rubber set dengan kedudukan akhir 3-6 6-3 3-6. Sementara di nomor ganda, Ana dan Ani kandas di tangan seeded teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). Pasangan Ana/Ani harus kalah 3-6 1-6. Pembuat kejutan lain di nomor tunggal ini adalah Arianne Hartono, wakil Belanda berdarah Indonesia. Petenis kelahiran Amsterdam 21 April 1996, yang lolos babak utama dari kualifikasi itu berhasil menumbangkan seeded teratas asal China, Yexin Ma. Lulusan suma cum laude jurusan Psikologi dari Universitas Mississippi ini, menang 7-6(6) 6-3. Di nomor ganda, berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, Arianne yang merupakan keponakan petenis era 90’an Deddy Tedjamukti ini, lolos ke babak empat besar. Di perempat final, mereka menekuk unggulan ketiga, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0. (Ham) Hasil Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 1-YeXin Ma (China) 7-6(6) 6-3 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Mana Ayukawa (Jepang) 2-6 6-3 6-4 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (Tiongkok) 6-2 6-0 5-Ayako Okuno (Jepang) v Suzuho Oshino (Jepang) 6-3 6-4 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina 6-3 3-6 6-3 4-Kanika Vaidya (India) v Sai Samhitha Chamarthi (India) 7-5 6-2 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) 6-2 6-4 Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) 6-2 6-1 Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 6-3 6-1 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) 6-2 6-2 Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0 Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) 6-4 6-3 Jadwal Jumat (20/7) Semi Final Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Fitriani Sabatini Semi Final Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China)

Tolak Siswa Tinggal Kelas, Liga Basket Antarpelajar DBL 2018 Dimulai Jumat Besok

Mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete, Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) kembali bergulir mulai Jumat (20/7). (dblindonesia.com)

Jakarta- Liga basket antarpelajar terbesar di Indonesia, Developmental Basketball League (DBL), kembali bergulir. DBL 2018 akan dimulai di Surabaya, Jawa Timur, dalam rangkaian Honda DBL East Java Series North Region, yang mulai digelar pada Jumat (20/7). Memasuki musim ke-15, DBL kali ini akan lebih istimewa ketimbang gelaran sebelumnya. Honda DBL akan memberi piagam penghargaan dari Presiden Joko Widodo, untuk masing-masing juara provinsi. Sumbangsih DBL untuk perkembangan tim nasional (timnas) basket Indonesia tergolong cukup baik. Pada Asian Games 2018, banyak pemain timnas basket Indonesia yang merupakan jebolan DBL. Banyaknya pemain jebolan DBL di timnas tak terlepas dari tingginya partisipasi atlet siswa pada setiap tahunnya. Dari daftar pemain yang dirilis timnas basket putri Indonesia, sebanyak 60 persen pemain adalah alumni Honda DBL, sedangkan pada sektor putra mencapai 40 persen. Tahun ini, liga akan diselenggarakan di 30 kota di 22 provinsi. Pada 2018, DBL akan mengusung tema Full Time Student, Full Spirit Athlete. DBL tetap fokus pada komitmen supaya atlet tak saja berprestasi di bidang basket saja. Mereka wajib berprestasi di bidang akademis agar seimbang. “Awal pendaftaran, kami tekankan dengan penyaringan nilai rapor. Peserta yang tidak naik kelas, dilarang ikut liga,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia. Setelah Surabaya, empat kota lain bakal menyusul pada bulan yang sama, yakni di Padang (27 Juli), Banjarmasin (27 Juli), Aceh (30 Juli), serta dan Honda DBL East Java Series 2018 – South Region (31 Juli). (Adt)

Empat Grup Berisi 16 Tim U-12, Saling Incar Tiket Juara AQUA Danone Ke Spanyol

16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan tampil di babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC), pada 20-21 Juli di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Babak final nasional Festival AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) dimainkan di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, 20-21 Juli 2018. Sebanyak 16 tim sepak bola kategori umur dibawah 12 tahun (U-12), akan berjibaku dalam empat grup, guna mendapatkan status juara. Deretan tim yang berasal dari hasil seleksi se-Indonesia tersebut bakal mendapatkan hadiah istimewa jika berhasil menjadi jawara. Mereka akan mewakili Indonesia di pentas yang lebih tinggi lagi, yakni final Dunia Danone Cup (DNC) 2019 di Spanyol, tahun depan. Selain itu, tim terbaik mendapat kesempatan mendukung langsung perjuangan Timnas U-23, di pentas Asian Games 2018. Pihak panitia mengungkapkan, tim juara akan hadir di stadion mendukung Tim Merah Putih, meski belum tahu pertandingan mana yang akan ditonton langsung. Dua hadiah istimewa itu membuat perhelatan AQUADNC Indonesia bakal berlangsung seru. Panitia pelaksana menggelar drawing 16 tim di Ballroom Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7). Para peserta terdiri dari 192 anak hasil seleksi regional di 11 provinsi. Turut hadir sebagai narasumber diantaranya Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia, Indra Sjafri Pelatih Timnas U-19, Jeffri Ricardo selaku Marketing Manager AQUA, Fary Djemy Francis selaku Departemen Sport Intelligent PSSI, serta Nurhidayat Kapten Timnas U-19. Jeffri mengungkapkan, Danone akan memeringati ulang tahun ke-100 pada tahun 2019. “Walhasil, pemenang tahun ini dan juga tahun depan akan berangkat ke laga Final Dunia DNC 2019, di Spanyol,” ujarnya. Indra juga ikut memberikan nasehat dan motivasi kepada para pemain. “Selamat kepada tim-tim yang lolos. Sepak bola usia muda bukan hanya sekedar menang atau kalah, tapi mampu memperlihatkan kultur asli sebagai negara Indonesia, dengan memperlihatkan budaya, persatuan, dan respek kepada sesama,” ujar pria 52 tahun ini. Sementara, Nurhidayat, yang merupakan jebolan Festival AQUADNC edisi 2011 ini mengingatkan untuk selalu berjuang. “Dulu, tim kami dari Makassar, tak diunggulkan, tapi juara di nasional, dan mewakili Indonesia ke Santiago Barnabeu (markas Real Madrid), Spanyol. Kerja keras tak akan mengkhianati hasil,” kata bek Bhayangkara FC itu. Saat ini, AQUADNC telah menjadi turnamen sepak bola anak-anak terbesar di Indonesia. Total, setidaknya sudah ada 800 ribu anak-anak dan menjangkau 160 kota/kabupaten di 34 provinsi. Efek bagi perkembangan sepak bola nasional pun sudah terlihat. AQUADNC melahirkan talenta-talenta muda Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpi menjadi pesepakbola profesional, serta penggawa timnas Indonesian, diantaranya Andik Vermansah, Rasyid Bakri, Evan Dimas, Paolo Sitanggang, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, hingga Nurhidayat Haji Haris. (Ham) Berikut Hasil Drawing AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018 Grup A Banten : SSB Salfas Soccer Sumater Utara : SSB Naga Berkisar Aceh : SSB Camar Laut Kepulauan Riau : SSB Blue Eagle Grup B DKI Jakarta : SSB ASIOP Apacinti Jawa Barat 1 : SSB Bionsa 330 Jawa Barat 2 : SSB Football Plus Jawa Tengah : SSB Tugu Muda Grup C Bali : SSB Putra Dewata Kalimantan Timur : SSB Aisa Jawa Timur I : SSB Putra Gemilang Jawa Timur II : SSB New Star Salam Grup D Papua : SSB Batik Nusa Tenggara Timur : SSB Bintang Timur Sulawesi Barat : SSB Tasinara Sulawesi Utara : SSB Bintang Kansa

Sampai Di Selangor, Cabor Renang Jadi Tumpuan Indonesia di ASEAN School Games 2018 Malaysia

Kontingen Indonesia untuk ASEAN School Games 2018 berpose, setibanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (19/7). Pada kejuaraan khusus pelajar ini, Indonesia ditargetkan meraih 26 medali emas. (antaraews.com)

Selangor- Cabang olahraga renang bakal menjadi tumpuan kontingen Indonesia pada kejuaraan ASEAN School Games (ASG) 2018 di Shah Alam, Selangor, Malaysia, 20-26 Juli karena Indonesia memilik banyak atlet potensial. Berdasarkan data yang dihimpun media di Selangor, Malaysia, Kamis (19/7), dari 26 medali emas yang ditargetkan, cabang olahraga renang diharapkan bisa merebut 15 emas. Untuk sisanya, dari cabang olahraga lain. Pada ASG 2017, renang sukses menyumbang 20 emas. Demi memaksimalkan target, kontingen besar Indonesia untuk ASG 2018 sudah tiba di Selangor, Malaysia, pada Kamis (19/7) yang dipimpin langsung komandan kontingen (CdM) Bambang Siswanto. Persiapan untuk masing-masing cabang langsung berjalan meski pembukaan khusus pelajar ini baru di buka, Jumat (20/7). “Kontingen besar sudah tiba Malaysia. Kami berharap mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Bambang setibanya di Malaysia. Selain renang, cabang olahraga yang diharapkan juga menyumbang medali emas adalah atletik. Momen suksesnya Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia lari 100 meter U-20 ini diharapkan menjadi penyemangat. Lima emas ditarget dari cabang ini. Bahkan saat pelepasan di Jakarta, Selasa (17/7), Menpora Imam Nahrawi menantang atlet yang dikirim bisa membuat kejutan, karena usia atlet yang dikirim, sebaya dengan Zohri. Tak hanya itu, cabang olahraga bulu tangkis juga menjadi unggulan. Meski persaingan bakal ketat, pelajar Indonesia diharapkan mampu menyumbangkan dua medali emas. Tuan rumah Malaysia dan Thailand jelas menjadi lawan tangguh. “Harapan kami, tim beregu putri, ganda putri maupun ganda campuran, bisa bicara banyak. Saya kira peluang kita cukup terbuka,” kata pelatih tim bulu tangkis Indonesia, Luluk Hadiyanto. Pada kejuaraan tahunan ini, kontingen Indonesia akan bersaing dengan atlet pelajar terbaik di sepuluh negara di Asian Tenggara. Ada delapan dari 10 cabang yang diikuti yaitu atletik, renang, bulu tangkis, sepak takraw, bola voli, basket, senam dan squash. Menpora Imam Nahrawi menargetkan kontingen Indonesia mampu menjadi juara umum setelah pada kejuaraan yang sama tahun lalu di Singapura hanya finis kedua dengan raihan 23 emas, 28 perak dan 23 perunggu. (Adt)

Masuki Tahun Ketiga, Combiphar Tennis Open 2018 Dihelat Tingkatkan Prestasi Petenis Indonesia

Pada 2018, Combiphar konsisten menggelar Combiphar Tennis Open yang ketiga kalinya, yang selalu diikuti para atlet tak hanya tingkat nasional, juga internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta– Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan menggelar turnamen tenis bertaraf internasional bertajuk ‘Combiphar Tennis Open 2018′, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada 23 Juli – 12 Agustus 2018. Michael Wanandi, Presiden Direktur Combhipar, mengatakan turnamen internasional ini menjadi momentum mendukung para atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018. “Tahun ini merupakan tahun ketiga, kami bekerjasama dengan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menggelar event ini,” ujar Michael, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/7). Turnamen ini akan diikuti petenis putra berusia 16-30 tahun yang berasal lebih dari 23 negara, di Asia Tenggara maupun Eropa. Negara Asia Tenggara lain yang akan berpartisipasi adalah Singapura dan Thailand. Adapun perwakilan dari Eropa, yakni Britania Raya, Slovenia, Swiss, Cyprus, Polandia, dan Perancis. Selain itu, Michael menjelaskan pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar 55.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 790 juta. “Hadiah tersebut kami siapkan selain untuk mengundang partisipasi para atlet, dan bentuk apresiasi kami bagi atlet yang berkompetisi maksimal dan sportif,” tambahnya. Ini merupakan kali ketiga Combiphar bekerjasama dengan PP PELTI, menyelenggarakan turnamen bertaraf internasional. Combiphar Tennis Open pertama kali digelar pada 2016 silam. Yang membuat turnamen Combiphar Tennis Open 2018 ini menarik adalah, ajang ini masuk ke dalam kalender resmi International Tennis Federation (ITF). Tujuan Combiphar menggelar turnamen tenis ini adalah untuk membantu atlet muda tenis Indonesia kembali berprestasi di level dunia. Sebelumnya, nama Indonesia sempat melambung tinggi di dunia tenis, berkat petenis-petenis berbakat pada masanya. Salah satu contoh adalah Yayuk Basuki, yang sempat menembus rangking top 20 WTA. Sementara itu, Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP PELTI, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen ‘Combiphar Tennis Open 2018’ itu. Ia menyebut bahwa ini akan menjadi momen berharga bagi para petenis nasional. “Turnamen ini sangat dibutuhkan bagi petenis Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga siap bertanding di level internasional,” imbuhnya. Tim pelatnas Indonesia juga akan menurunkan kekuatan di ajang ini. Selain Cristoper Rungkat, beberapa pemain muda tampil, seperti Justin Burki, Altaf Daifullah, Anthony Susanto dan Rifky Fitriani. “Kami tidak menargetkan khusus buat pemain timnas, tapi kami berharap ajang ini dapat mengukur kemampuan mereke sebelum tampil di Asian Games,” kata Rildo. Sedangkan Susan Soebakti, Direktur Turnamen sekaligus Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) PP PELTI, mengungkapkan event ini diikuti petenis yang masuk dalam skuat Tim Davis Indonesia, sehingga meningkatkan pamor turnamen ini. “Kami berharap mereka dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen ini,” tukas Susan. (Dre)

Duet Kembar 17 Tahun, Tampil Sensasional di Dua Nomor Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018

Petenis kembar DKI Jakarta berusia 17 tahun, Fitriani Sabatini (kiri) dan Fitriana Sabrina, saat tampil dalam Turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018. (gosumut.com)

Jakarta- Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 th) optimistis mampu melewati babak kedua turnamen berlabel Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Unggulan keenam itu bakal menghadapi wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva. Anggota skuad Merah Putih yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018 itu merasa yakin bisa lolos ke babak perempat final karena pernah mengatasi Zhibek, dalam turnamen di Hua Hin, Thailand, awal 2018 ini. “Setidaknya saya memiliki gambaran tentang permainannya dan bagaimana cara untuk menghentikannya. Saya yakin bisa kembali menang atasnya,” tutur juara tunggal seri pertama di Solo, yang ketika itu unggul straight set dengan skor 6-1 6-2. Di nomor ganda, Aldila yang berduet dengan wakil Belanda, Arianne Hartono, bakal menantang pasangan gado-gado yang menempati unggulan ketiga, pada kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang). Sementara itu, petenis kembar 17 tahun asal DKI Jakarta, Fitriana ‘Ana’ Sabrina dan Fitriani ‘Ani’ Sabatini, bakal melakoni jalan terjal di turnamen ITF Women’s Circuit seri kedua di Tanah Air ini. Di nomor tunggal, Ana menantang unggulan kedelapan dari India, Mahak Jain, dan Ani musti berjibaku kontra seeded kedua asal Jepang, Michika Ozeki. Dobel Ana dan Ani di nomor ganda, bakal terlibat bentrok dengan unggulan teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). “Meski tampil di dua momor, kami coba segala daya upaya memenangi pertandingan babak kedua itu,” tekad Ana dan Ani hampir berbarengan, pada Rabu (18/7). Kubu tuan rumah gagal menambah wakil di babak kedua turnamen sebagai ajang uji coba petenis putri Indonesia, jelang Asian Games 2018. Rabu (18/7), Rifanty Kahfiani kandas di tangan seeded keempat, Kanika Vaidya (India) 0-6 6-4 3-6, sedangkan Deria Nur Haliza takluk dari Sai Samhitha Chamarthi (India) 0-6 1-6. Turnamen Pelti – Widya Chandra Women’s Circuit International Tennis 2018 di Jakarta, merupakan seri kedua ITF Pro Circuit dan turnamen khusus putri di Tanah Air, setelah sebelumnya bergulir di Solo, pekan lalu. Petenis dari 11 negara ikut menyemarakkan kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (23/7). (Adt) Hasil Rabu (18/7) Babak Pertama Tunggal Mana Ayukawa (Jepang) v Jiakang Li (China) 6-4 6-2 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Rishika Sunkara (India) 6-1 6-3 Suzuho Oshino (Jepang) v Chihiro Takayama (Jepang) 6-7(5) 6-3 6-2 5-Ayako Okuno (Jepang) v Ani Vangelova (Bulgaria) 6-1 6-1 Sai Samhitha Chamarthi (India) v Deria Nur Haliza 6-0 6-1 4-Kanika Vaidya (India) v Rifanty Kahfiani 6-0 4-6 6-3 Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) v Suzuho Oshino (Jepang)/Yuqi Sheng (China) 3-6 6-3 [14-12] 2-Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) v Qianxin Kong (China)/Ho Ching Wu (Hong Kong) 6-4 6-3 Jadwal Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal 1-YeXin Ma (China) v Arianne Hartono (Belanda) Mana Ayukawa (Jepang) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (China) Suzuho Oshino (Jepang) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina Sai Samhitha Chamarthi (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria)

Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16, Minim Prestasi Predikat Anak Asuh Fakhri Husaini

Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. (PSSI.org)

Sidoarjo– Timnas U-16 tampil di AFF U-15 Youth Championship 2018 atau Piala AFF U-16 2018, yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, pada 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. Peluang Garuda Asia –julukan Timnas U-16– menjadi yang terbaik di turnamen tahunan itu, terbuka lebar, asalkan mereka tidak jemawa. Sebelum tampil di ajang ini, Rendy Juliansyah dan kawan-kawan, mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-16 2018. Masuk di Grup G bersama tuan rumah Thailand, Timor Leste, Laos dan Kepulauan Mariana Utara, Sutan Zico dan kawan-kawan, menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan. Bahkan hanya dalam empat laga itu, tim asuhan Fakhri Husaini mengemas 25 gol dan hanya kemasukan satu gol! Selain itu pada Maret 2018, Amirudin Bagas dan kawan-kawan menjadi kampiun Jenesys Cup, di Jepang. Mereka mengalahkan Jepang 1-0 di semifinal, dan Vietnam di partai puncak, lewat skor yang sama. Sementara itu, jika menilik performa Garuda Asia di Piala AFF U-16, bagaimana raihan mereka sejauh ini? Sejak turnamen digulirkan pada 2002, Timnas U-16 belum pernah menjadi kampiun. Prestasi terbaik skuad U-16 ialah menembus partai puncak, pada edisi 2013. Saat itu, Asnawi Mangkualam dan kolega, tergabung di Grup B bersama Malaysia, Singapura, Laos dan Filipina. Usai melalui empat partai, Timnas U-16 mengoleksi delapan angka, dan finis di posisi dua, di bawah Malaysia selaku juara grup. Di semifinal, secara luar biasa Timnas U-16 mengalahkan Australia dengan skor 5-4, setelah berbagi skor 2-2 waktu normal. Euforia atas Australia justru membuat Timnas U-16 tampil kurang garang di partai puncak. Mereka takluk dari Malaysia via adu penalti, dengan skor 2-3, setelah sebelumnya skor sama kuat 1-1. Usai menyelenggarakan Piala AFF U-19, kini Indonesia kembali jadi host turnamen AFF lainnya, namun dalam kelompok umur berbeda yakni Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 berlaga di turnamen ini pada 29 Juli hingga 11 Agustus. Semua laga digelar di dua stadion berbeda yakni Gelora Delta, Sidoarjo dan Gelora Joko Samudro, Gresik. Pada babak penyisihan grup, tim merah putih remaja bergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste dan Filipina. Garuda Asian menghadapi Filipina di laga perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7). (Dre) Jadwal Timnas U-16 (live @indosiar) Minggu, 29 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Filipina Selasa, 31 Juli 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Myanmar vs Indonesia Kamis, 2 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Vietnam vs Indonesia Sabtu, 4 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Indonesia vs Timor Leste Senin, 6 Agustus 2018 Stadion : Gelora Delta, Sidoarjo 19:00 WIB: Kamboja vs Indonesia 27 Pemain Timnas U-16 TC Sidoarjo Kiper 1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng 2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000 4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan 5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna Belakang 6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya 7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan 8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat 9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School 10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot 11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya 12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah 13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School Tengah 14. David Maulana – PPLP Medan 15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 16. Muhammad Talaohu – ASAD 313 17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI Depan 21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan 22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga 24. Yadi Mulyadi – ASAD 313 25. Amanar Abdilah – PS Tira U-17 26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School 27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School

LIMA Basketball Digelar di DIY Yogyakarta, 13 Tim Putra dan 10 Tim Putri Siap Bersaing

LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 pada 18-25 Juli, di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, akan menjadi event keempat LIMA Basketball Season 6. (LIMA)

Jakarta- Pelaksanaan LIMA Basketball di DIY Yogyakarta disambut dengan antusiasme yang tinggi dari tim peserta. Sebanyak 13 tim putra dan 10 tim putri telah memastikan diri untuk ikut berlaga di LIMA Basketball region Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Ke-13 tim putra yang memastikan diri berlaga adalah Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Semarang dan Universitas Dipenogoro. Lalu ada Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Gadjah Mada. Seementara sektor putri akan diikuti 10 tim. Yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Darma, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Dipenogoro, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya LIMA sudah sukses menggelar LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference. LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) 2018 jadi event keempat LIMA Basketball Season 6. Kompetisi bola basket antarmahasiswa se-Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta ini akan digelar pada 18-25 Juli 2018. Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menjadi arena penyelenggaraan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 musim keenam ini. Musim ini kali ketiga UII bagi menjadi venue LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018. Ajang ini merupakan buah kerja sama LIMA dan UII sebagai pembinaan dan pengembangan soft skill mahasiswa. “Selalu menggembirakan melihat antusiasme besar pergelaran LIMA, seperti yang terlihat di LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta 2018 ini. Antusiasme besar ini telah menjadi awal bagus menuju keberhasilan pergelaran,” ucap Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa. Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII menyampaikan pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC 2018 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII, merupakan wujud komitmen UII, mendukung kegiatan positif bagi mahasiswa di bidang olahraga. Hal ini sejalan dengan program UII di bidang pembinaan bakat dan minat olahraga mahasiswa seperti Penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi Bidang Olahraga dan Seni dan pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa bidang olahraga. Selain itu pengiriman delegasi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional. UII sangat mengapresiasi kerja sama dengan LIMA ini untuk bersama mendukung upaya mencetak bibit unggul atlet Indonesia. Momen pelaksanaan LIMA Basketball: Kaskus CJYC ini memberikan mahasiswa kesempatan berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui aktivitas positif cabang basket. Pada musim keenam, LIMA hadir di region Jakarta Raya, region Jawa Barat, region Sumatra, region Jawa Tengah & Yogyakarta, dan region Jawa Timur. Pelaksanaan di region Sumatra, LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference 2018, hadir berkat kerja sama sponsorship baru antara LIMA dengan Go-Jek. Pelaksanaan LIMA Basketball region Sumatra telah berlangsung pada 6-13 Juli 2018. Yogyakarta menjadi kota keempat perhelatan LIMA Basketball. Paska Yogyakarta, LIMA akan hadir di Surabaya pada 30 Juli-6 Agustus 2018. Tim-tim terbaik dari tiap region, dengan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri akan kembali bersaing di LIMA Basketball Nationals. Surabaya menjadi kota pelaksanaan LIMA Basketball Nationals pada 9-16 Agustus. Ini merupakan puncak pelaksanaan LIMA Basketball Season 6 2018. Paska event LIMA Basketball usai, Liga Mahasiswa akan menggelar LIMA Volleyball, yang akan dimulai di Jakarta, pada 12-20 Agustus, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu. (Dre)

Sampai di Jakarta, Zohri disambut Menpora Dengan seremonial di Bandara Soekarno-Hatta

Menpora Imam Nahrawi secara resmi menyambut kedatangan juara dunia lari 100 meter U-20 Lalu Muhammad Zohri di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Selasa. (Antaranews.com)

Jakarta- Kedatangan juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri disambut secara seremonial di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7) dan dipimpin langsung Menpora Imam Nahrawi. Zohri tiba di Tanah Air menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia pada pukul 23.10 WIB. Setelah turun dari pesawat dan pengurusan imigrasi, pria yang disapa Badok ini dan rombongan, langsung ke lokasi penyambutan yang juga melibatkan kesenian dari Lombok. Menpora Imam Nahrawi yang sudah menunggu langsung bersalaman dan merangkul Zohri yang saat itu memakai jaket merah. Masyarakat yang berada di bandara juga antusias menyambutnya. Begitu juga dengan perwakilan PB PASI. Kalungan bunga melati juga tidak lupa disematkan ke Zohri oleh menpora. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, sang pelatih Eni Nuraini juga menyambut langsung atlet yang dalam satu pekan terakhir menjadi pantauan oleh masyarakat Indonesia itu. Meski terlihat lelah, Zohri tetap bersemangat untuk terlibat dalam penyambutan. Bendera Merah Putih juga tidak lepas dari pegangannya. Diatas panggung, Zohri langsung mendapat penghargaan dari Kemenpora serta predikat pemuda hebat. Penghargaan juga diberikan kepada pelatih Eni Nuraini serta pihak PB PASI. “Terima kasih kepada PASI. Kami berharap Zohri tetap konsisten untuk berlatih karena Asian Games sudah dekat. Saya berharap Zohri tetap rendah diri,” kata Menpora Imam Nahrawi. Zohri merupakan atlet Indonesia pertama yang sukses menjadi juara dunia lari 100 meter, meski untuk kategori U-20. Walau berada di lintasan delapan, Atlet berusia 18 tahun ini mampu menggebrak atlet negara lain yang selama ini menguasai nomor tersebut. Salah satu atlet yang disiapkan untuk Asian Games 2018 ini membukukan catatan waktu 10,18 detik. Zohri mampu mengalahkan dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan perolehan waktu 10,22 detik. Waktu yang dicatatkan oleh atlet asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur ini hanya terpaut tipis, dengan catatan waktu mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik, yang ditorehkan pada SEA Games 2009 di Laos. Atas prestasi tersebut, Zohri banyak mendapatkan apresiasi termasuk dari Presiden Joko Widodo. Bonus juga terus mengalir pada atlet yatim piatu ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi bonus Rp250 juta, selaih itu juga perbaikan rumahnya di Lombok Utara. (Ham)

Bidik 26 Emas di ASEAN School Games 2018, Indonesia Incar Posisi Juara Umum

Indonesia akan mengikuti ASEAN School Games (ASG) X 2018 di Malaysia, 19 hingga 27 Juli 2018 di Shah Alam, Selangor dan Kuala Lumpur, beserta 10 negara anggota yang tergabung dalam Asean Schools Sports Council (ASSC). (Kemenpora)

Jakarta- Menpora Imam Nahrawi secara resmi melepas kontingen Indonesia ke ASEAN School Games (ASG) X 2018 di Malaysia. Indonesia ditargetkan jadi juara umum di ajang tersebut. ASG 2018 akan dilangsungkan di Shah Alam, Selangor dan Kuala Lumpur, pada 19-27 Juli 2018. Kontingen Indonesia di ASG 2018 berkekuatan 231 orang, termasuk 189 atlet. Kontingen Indonesia dilepas di Audiotorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7). Acara pelepasan tak semeriah biasanya, lantaran dilakukan mendadak. Hari pelepasan dimajukan sehari, lantaran Imam akan mendampingi Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan kirab obor Asian Games, di Yogyakarta, pada Rabu (18/7). Dalam sambutannya, Imam mengatakan, pengiriman atlet ke ASG 2018 menjadi bagian penting dalam mengasah atlet-atlet muda menuju ke level selanjutnya. “Betapa pentingnya, menurut saya, pengenalan dalam konteks fondasi karena karakter harus dibina, dibentuk, sejak usia dini. Saya sering mengulangi istilah bahwa tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Inilah fondasi penting,” tutur Imam. Pada ASG 2018, kontingen Indonesia berkekuatan 189 orang yang terdiri dari 158 atlet putra dan 31 atlet putri. Selain itu juga didukung puluhan orang tim teknis. Untuk persiapan, semua atlet digembleng dibeberapa titik, termasuk di SKO Ragunan Jakarta. “Atlet yang dikirim semua adalah hasil binaan PPLP. ASG merupakan kejuaraan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana. Di ASG 2018, Indonesia mengikuti delapan cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulutangkis, sepak takraw, bola voli, bola basket, senam, dan squash. Sementara di cabang net ball dan tenis meja, Indonesia tak mengirimkan wakilnya. Kontingen Indonesia diharapkan bisa membawa pulang sedikitnya 26 medali emas. Dari sembilan cabang olahraga yang diikuti, renang bakal menjadi tumpuan untuk mendulang emas, karena pada ASG 2017 di Singapura, mampu meraih 20 emas. Khusus untuk di Malaysia, tim renang Indonesia ditarget mampu menyumbang 15 medali emas. “Saya mendapat laporan dari Deputi IV targetnya ingin yang terbaik. Tahun lalu jadi runner-up, sekarang harapannya jadi juara umum,” kata Imam. “Yang pasti semangat mereka luar biasa dan akan lebih lagi jika berhasil menjadi juara dan dapat mengibarkan bendera Merah Putih,” tuturnya. Dengan 26 emas, kontingen Indonesia berharap biasa finis di puncak klasemen. Tuan rumah Malaysia, Thailand dan Vietnam bakal menjadi pesaing ketat. Namun, Indonesia telah bersiap diri untuk bersaing pada kejuaraan tahunan khusus pelajar ini. ASG atau yang disebut juga Youth SEA Games adalah pesta olah raga pelajar ASEAN untuk sekolah dan peguruan tinggi yang berada di kawasan Asia Tenggara dan di bawah kewenangan Dewan Olahraga Sekolah ASEAN atau ASEAN Schools Sports Council (ASSC). ASG pertama kali berlangsung di Suphanburi, Thailand, pada 2009. Pada ajang tahunan ini, prestasi Indonesia tergolong tidak istimewa. Tim pelajar Merah Putih, baru sekali merasakan gelar juara umum, pada 2015 silam, saat tampil di Brunei Darussalam. Kejuaraan khusus pelajar ini tak hanya prestasi olahraga saja yang menjadi target. Selain itu juga untuk mencari jam terbang, sebelum naik level untuk tingkat Asia maupun dunia. Selain itu juga untuk mengenal budaya masing-masing negara peserta. (Ham)

Sandang Juara Dunia, Percasi Siap Kirim Pecatur 10 Tahun Samantha Edithso ke Turnamen Internasional

Samantha Editsho, pecatur cilik asal Bandung, Jawa Barat, merupakan atlet catur nomor satu di dunia, untuk kelompok umur U-10, berdasarkan Elo Rating.(pepnews.com)

Jakarta- Usianya baru 10 tahun, namun prestasinya sudah gemilang. Bukan lagi di tingkat nasional, tapi level dunia. Ia adalah Samantha Edithso. Pecatur belia asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang menyandang gelar juara dunia FIDE World Rapid Cadet Championship 2018, kategori usia (U) 10 tahun, di Minsk, Belarusia. Saat berlaga di Negara Eropa Timur itu, Samantha tak terkalahkan oleh lawan-lawannya, pada kejuaraan yang berlangsung 9 babak Sistem Swiss itu. Dalam sembilan partai yang ia mainkan ia sukses mengumpulkan 8,5 poin. Satu-satunya hasil remis atau imbang, didapatnya saat mengalahkan Afruza Khamdamova, dari Uzbekistan di babak ketiga. Padahal, prestasi Afruza tak bisa dianggap remeh, karena bergelar WCM, yang juga merupakan FIDE World School Chess Championship 2017. Tapi, ini bukanlah satu-satunya prestasi yang diukir Samantha. Sebelumnya, ia meraih medali emas catur kilat, di ajang Asian School Championship G-17 Blitz 2017, di Panjin, Provinsi Liaoning, China. Hebatnya, di ajang yang diikuti 400 pecatur dari 23 negara itu, gadis cilik berparas menggemaskan ini mengalahkan pesaing beratnya, yakni pecatur asal Filipina, WFM Doroy Allaney Jia. Samantha juga merupakan atlet catur nomor satu di dunia, untuk kelompok umur U-10, berdasarkan Elo Rating. Awalnya, Samantha ditemukan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur pada 2016. Samantha yang kala itu masih berumur 8 tahun, mulai terlihat bakatnya karena saat mengikuti Kejurnas tersebut, dan turun di kategori kelompok umur 12 tahun. Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Kristianus Liem berpendapat Samantha memang memiliki bakat yang mampu bersaing dengan atlet-atlet dengan kelompok usia lebih tua darinya. Usianya yang masih muda bukan menjadi penghambat untuk bermain bagus. “Mainnya bagus. Untuk level usia 17 tahun Indonesia saja, dia mainnya bersaing dan menjadi runner up,” ucap Kristianus. Prestasi sensasional Samantha menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia. Prestasi Samantha seolah melanjutkan estafet para seniornya sejak Utut Adianto, Susanto Megaranto, hingga Irene Kharisma Sukandar. “Indonesia kembali punya juara dunia sejak 1989 atas nama Irwin Irnandi (juara dunia catur kelas junior di aguadilla, Puerto rico). Itukan putra. Tapi, kini kami punya yang putri,” ujar Kristianus, Selasa (17/7). Diakuinya, pihaknya melakukan pembinaan pada Samantha sejak 2016. Bahkan, menghadirkan pelatih kelas dunia untuk anak didiknya itu. “Kami akan terus kirim Samantha bertanding di berbagai turnamen di Asia dan dunia. Pada 1-9 Agustus, ia ikut Asian Youth Chess Championship. Dan kami naikan kategorinya yakni U-12 tahun,” lanjutnya. “Pada November nanti, ia kami kirim mengikuti nomor catur klasik di Spanyol. Saat di Belarusia itu, Samantha turun di nomor catur cepat. Harapannya, skill yang dimiliki Samantha tetap terjaga, dan terus meningkat,” pungkas Kristianus. (Adt)

Draft Rookie IBL 2018/2019 Dari Kompetisi LIMA Diterapkan, Begini Sistemnya

Satria Muda Pertamina (puith) mengalahkan Pelita Jaya dalam laga final Indonesia Basketball League (IBL) Pertalite 2017/2018. IBL kini mulai menerapkan sistem draft pemain baru dari kompetisi Liga Mahasiswa (LIMA). (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesian Basketball League (IBL) akhirnya resmi menjalin kerjasama dengan Liga Mahasiswa (LIMA), untuk draft pemain baru lokal, musim 2018/2019. Kerjasama ini akan berlangsung selama tiga musim. Nantinya, pemain LIMA bisa langsung diambil oleh kontestan IBL. Rencananya, draft pemain lokal akan berlangsung bulan Oktober 2018. Lalu pendaftaran pemain akan dilakukan setelah tanggal 17 Agustus 2018. Saat itu, semua pemain LIMA bisa mendaftarkan diri untuk ikut dalam draft. Direktur IBL, Hasan Gozali menuturkan, karena kerjasama ini baru pertama kali, banyak hal yang masih dalam tahap penyempurnaan. Misalnya pemantauan bakat-bakat basket yang bermain di LIMA. Sebab, hingga saat ini, sarana untuk memantau pemain masih kurang, seperti situs yang menyediakan statistik. “Untuk masalah itu, kami berencana menggelar IBL Camp. Di event ini, kami akan undang semua kontestan IBL untuk melihat pemain yang akan diambil sebagai rookie (ruki). Selain itu, untuk membantu memilih pemain, rencananya kami juga mendatangkan pelatih dari luar negeri,” ucapnya, pada Selasa (17/7). Draft pemain lokal ini bertujuan, agar semua pemain yang masuk ke liga profesional melalui satu pintu. Tapi, IBL juga membuat persyaratan yaitu pemain tersebut harus berusia minimal 19 tahun, dan sudah bermain di LIMA selama dua musim. Jadi, pemain ruki IBL kemungkinan sudah berada di fase-fase akhir kuliah. Sementara itu, untuk tahun ini, IBL masih membuka kesempatan kepada klub-klub untuk memasukkan pemain diluar draft. Syaratnya, pemain harus berusia di atas 21 tahun, dan didaftarkan oleh Pengprov Perbasi yang menaunginya. Sebelumnya, pada Januari 2018 lalu, Hasan sempat membeberkan sistem draft pemain lokal IBL 2018/2019 dilakukan. Pertama, pemain lokal yang berhak masuk daftar draft adalah mereka yang berkompetisi di LIMA, dan telah mendaftarkan diri ke IBL untuk didraft. Kedua, di dalam pemilihan pemain draft, rencananya pihak IBL menerapkan dua putaran, sama seperti draft pemain asing. Sehingga kalau ada 10 tim IBL, berarti ada 20 pemain yang terpilih. Dan, sama seperti di liga bola basket Amerika Serikat NBA, para pemain yang tak dipilih oleh klub di draft, akan masuk kelompok “undrafted”. “Para pemain undrafted ini bisa saja direkrut oleh tim-tim yang tertarik. Namun, rincian semua ini masih akan dibahas lagi,” tutur Hasan saat itu. Sejatinya, sistem draft pemain lokal, pernah diterapkan di Liga Bola Basket Indonesia pada 2006. Salah satu pemain draft kala itu adalah Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu yang direkrut oleh Satria Muda. Pria yang mengisi posisi big man itu, masih membela Satria Muda sampai saat ini. Saat ini, LIMA sudah berjalan tiga dari enam seri yang direncanakan. Empat seri yang sudah berlangsung adalah Jakarta, Jawa Barat dan Sumatra. Selanjutnya yang akan berjalan yaitu seri Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta LIMA Nasional. (Art)

Jajaki Perempat Final, Ini Formasi Tim Beregu Indonesia Hadapi Thailand

Dobel putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan kembali bermain dalam laga perempat final, nomor beregu Kejuaraan Asia Junior Championship 2018, pada Senin (16/7). (Humas PBSI)

Jakarta- Indonesia melaju ke babak perempat final beregu Asia Junior Championships 2018. Meski kalah di laga kedua penyisihan grup D melawan Jepang pada Minggu (15/7), garuda muda tetap lolos sebagai runner up grup D. Indonesia akan berhadapan dengan Thailand. Negara-negara yang masuk fase delapan besar yakni China, Taiwan, Thailand, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, India dan Malaysia. Sedangkan negara yang gugur pada fase grup diantaranya Singapura, Kazakhstan, Sri Lanka, Myanmar, Hongkong dan Makau. Wakil manajer tim Indonesia, Ricky Soebagdja, mengatakan timnya akan mewaspadai laga ini. Terutama sektor tunggal yang menjadi kekuatan bagi Thailand. “Thailand kuat di tunggal putra dan tunggal putri, kami harus waspadai. Peluang bisa diambil dari ganda putra, ganda putri dan ganda campuran,” kata Ricky. Meskipun optimis, staf kepelatihan terus memantau kondisi fisik para pemain karena dalam satu hari ada yang bermain lebih dari satu kali, seperti Agatha Imanuela yang tampil dua kali dalam satu hari. Juga Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang pada hari kedua berlangsungnya event, bahkan turun sebanyak tiga kali, “Untuk bongkar pasang pemain terus kami diskusikan, karena tak boleh sembarangan merubah komposisi, khawatir pola kerjasama tim dan kebersamaannya lebih sulit dilakukan,” tambahnya. Namun, ia menilai sektor ganda putra dan ganda putri peluangnya 60:40 buat Indonesia. Sedangkan ganda campuran peluangnya 50:50. Laga delapan besar berlangsung Senin (16/7) di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta, mulai pukul 09.00 WIB. Indonesia melawan Thailand berada di paruh undian atas. Sementara di paruh undian bawah, Korea akan berhadapan dengan Malaysia, dan Jepang dengan India. Jika berhasil mengalahkan Thailand, maka lawan yang akan dihadapi menunggu hasil laga antara China dan Taiwan. (Ham/Dre) Skema Susunan Tim Indonesia melawan Thailand: Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani Vs Phittayaporn Chaiwan Tunggal Putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Kunlavut Vitidsarn Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap Ganda Putra Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Vs Thanawin Madee/Wachirawit Sothon Ganda Campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn

Lolos Fase Grup Sebagai Runner Up, Indonesia Bentrok Tim Negri Gajah Putih di Perempat Final

Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti takluk dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21, dalam laga penyisihan grup D nomor beregu Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim bulu tangkis beregu Indonesia bakal menantang Thailand, pada babak perempat final nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, yang berlangsung di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (16/7). Indonesia harus berjumpa Thailand, setelah finis kedua pada babak penyisihan grup D, di bawah Jepang. Jepang dan Indonesia sebelumnya sama-sama menaklukkan Singapura 5-0 pada laga perdana di grup D. Sementara pada laga penentuan juara grup, Indonesia menyerah 2-3 dari Jepang. Jepang mendapat tiga angka dari nomor ganda campuran, tunggal putra dan tunggal putri. Sementara Indonesia meraih dua poin dari nomor ganda putra dan ganda putri. Turnamen Asia Junior Championship di nomor beregu diikuti sebanyak 14 negara. Turnamen ini memakai sistem Piala Sudirman dengan memainkan lima partai. Yakni terdiri dari nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Melawan Jepang, Indonesia tertinggal dahulu usai pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva kalah dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21. Jepang juga menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah di partai tunggal putra Taiki Kato menang atas Alberto Alvib Yulianto 22-20, 21-18. Indonesia mengejar ketinggalan melalui dobel putra. Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto menang 17-21, 21-6, 23-21 atas pasangan Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama. Namun, Jepang mengunci kemenangan menjadi 3-1 setelah pemain tunggal putri Hirari Mizui menaklukkan andalan Indonesia Widjaja Stephani 21-16, 21-7. Pada partai kelima, Indonesia mendapat kemenangan melalui ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia yang mengalahkan Matsu Saito/Rumi Yoshida 21-18, 22-20. “Sebenarnya kami imbang, pun kita di babak kedua bisa megang. Tapi ya itu, banyak kesalahan pribadi, terutama saat servis,” tutur Amon Sunaryo, kepala pelatih kedua pasangan Rehan dan Siti, usai laga partai pertama, pada nysnmedia.com. Hal senada juga diungkap Rudy Gunawan, kepala pelatih tim Indonesia. “Persaingan memang tak mudah karena peta kekuatan bulu tangkis di level junior nyaris sama dengan senior. Jepang punya materi pemain yang bagus. Thailand juga lawan yang kuat dengan materi yang merata,” tukas Rudy. Thailand tampil sebagai juara grup setelah mengalahkan Makau, Hong Kong dan Taiwan dengan skor telak 5-0. Babak perempat final bulu tangkis Asia Junior Championship 2018 lainnya akan mempertemukan Cina dengan Taiwan, India versus Jepang dan Malaysia lawan Korea Selatan. Pemenang dari partai perempat final turnamen bulu tangkis ini langsung tampil di fase semifinal yang digelar Senin (16/7). Pada turnamen ini, Indonesia menargetkan bisa kembali tampil di final seperti tahun 2017. (Dre/Ham) Hasil Pertandingan Indonesia vs Jepang: Ganda Campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Hiroki Midorikawa/Natsu Naito: 13-21, 21-12, 17-21 Tunggal Putra Alberto Alvin Yulianto Vs Taiki Kato: 20-22, 18-21 Ganda Putra Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto Vs Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama: 17-21, 21-6, 23-21 Tunggal Putri Stephani Widjaja Vs Hirari Mizui: 16-21, 7-21 Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Natsu Saito/Rumi Yoshida: 21-18, 22-20

Tampil di Nomor Sprint 100 Meter Asian Games 2018, Ini ‘Gilanya’ Catatan Waktu Para Pesaing Zohri

Catatan waktu 10,18 dari atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (merah), di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, ternyata kalah jauh dari rekor Asian Games 2014 milik sprinter asal Qatar, Femi Ogunade. (thejakartpost.com)

Jakarta- Torehan spektakuler sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang 100 meter putra, membuka peluang Indonesia di Asian Games 2018. Namun, Indonesia punya banyak pesaing, jika berkaca pada Asian Games edisi sebelumnya dan SEA Games 2017. Zohri, yang baru berusia 18 tahun meraih catatan waktu impresif saat finish di urutan pertama 100 meter putra Kejuaraan Dunia, yakni 10.18. Namun, catatan waktunya itu masih kalah jauh, jika dibandingkan dengan sprinter asal Qatar, Femi Ogunade, yang menjuarai Asian Games 2014 pada nomor yang sama. Ogunade keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 9.93. Tak hanya memboyong medali emas, tapi juga mencatatkan namanya dalam rekor pelari 100 meter tercepat di Asia. Di peringkat kedua ada sprinter asal China, Su Bingtian dengan catatan waktu 10.10. Kemudian diikuti Kei Takase dari Jepang, yang mengamankan medali perunggu dengan waktu 10.15. Dari statistik ini, dapat dilihat Zohri belum memiliki catatan waktu yang lebih cepat, dari tiga besar juara nomor 100 meter Asian Games 2014 itu. Di level Asia Tenggara, catatan waktu pria yang disapa Badok ini, mampu bersaing dengan pelari lainnya. Bukan tanpa alasan, pada SEA Games 2017 lalu, peraih medali emas cabang lari 100 meter asal Malaysia, Khairul Hafiz Jantan, cukup finish dengan waktu 10.38 mengamankan posisi pertama. Setelahnya ada Eric Shauwn Cray dari Filipina dan Kritsada Namsuwun dari Thailand, yang finish di waktu yang bersamaan, yakni 10.43. Indonesia pernah mempunyai sejarah bagus di level Asia Tenggara. Pada SEA Games 2009, sprinter Suryo Agung Wibowo berhasil mencatatkan rekor di nomor 100 meter putra, dengan catatan waktu 10.17. Catatan Suryo lebih cepat 0.01 detik, dibandingkan dengan Zohri. Dan hingga kini, belum ada atlet lari Asia Tenggara, yang mampu melebihi rekor tersebut. Prestasi yang diraih oleh Zohri, membawa angin segar di dunia atletik Indonesia. Bukan tak mungkin, dia masih bisa mempertajam catatan waktunya tesebut pada sisa waktu satu bulan ke depan sebelum Asian Games 2018 bergulir. Cabang olahraga atletik rencananya akan diperlombakan di Stadion Gelora Bung Karno, mulai 25 Agustus 2018. (art)

Kampiun Kejuaraan Dunia Basket Antar SMA, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Dapat Pelajaran Penting Dari Perancis

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (putih) sukses jadi kampiun usai menaklukan Paris University Club, 48-35, di laga final Kejuaraan Basket antar SMA, di Paris, Perancis, 6-13 Juli 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa jadi kampiun Kejuaraan Dunia Basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) Divisi 2, di Paris, Perancis, usai menaklukan tim tuan rumah Paris University Club, pada Kamis (12/7). Di partai puncak, Mohammed Aofar Hedyan dan kolega tampil superior, dan menang dengan skor 48-35. Ari Adiska, Juru Racik Tim, mengatakan pada laga final kontra Paris University Club anak didiknya mampu menerapkan kerja sama tim dengan baik. Selain itu, menurutnya, semua pemain cadangan sangat siap dan bisa saling melengkapi. “Team work berjalan baik. Terjalin saling pengertian diantara sesama pemain. Begitu juga dengan pemain bench (cadangan). Mereka sangat siap serta saling melengkapi. Tidak banyak berbuat kesalahan,” ujar Ari, Minggu (15/7). Pelatih berpostur tinggi tegap itu, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain. Ia menyebut beberapa pemain di skuatnya mampu tampil gemilang sejak awal laga hingga ke partai puncak dan meraih juara. “Bila diawal pertandingan stamina jadi bahan evaluasi tim, namun, di final kemarin hal itu bisa kami atasi dengan cara merotasi pemain, meskipun mereka hanya bermain tiga menit, tapi efektif,” ungkapnya. Ia menilai ada beberapa pemain yang penampilannya menonjol seperti Aofar, yang sejak awal bermain sangat bagus. Kemudian Syekhan Manzis Effendy, di awal pertandingan tampil kurang baik, tapi di pertandingan kedua dan terakhir bermain sangat rapi. Lalu, Muhammad Saddam Pandu Sutreisno. Meski posturnya lebih kecil dari teman-temanya, tapi dia banyak melakukan rebound. Tapi, Ari menilai secara keseluruhan semua pemain berjuang, kerja keras, dan bisa mengeluarkam kemampuan yang dimilikinya secara maksimal. Baginya berlaga di Kejuaraan Dunia Basket antar SMA di Paris, Perancis, banyak mendapatkan pelajaran penting bagi dirinya maupun anak didiknya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu hingga timnya berlaga Kejuaraan Dunia Basket antar SMA, di Paris, Perancis, selama satu pekan. “Kami banyak pelajaran penting selama di Paris. Salah satunya simple basket. Mereka tidak banyak melakukan drible, tidak gaya-gayaan dalam bermain, dan banyak shooting,” tukasnya. “Meski juara Divisi 2, tapi bagi kami ini sebuah kebanggaan yang sangat besar. Banyak ilmu yang bisa didapat. Apalagi, Indonesia berada diperingkat 113, sedangkan Perancis berada di urutan 2 dunia, di bawah Amerika Serikat. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu sehingga kami bisa berlaga di Kejuaraan Dunia Basket antar SMA, di Paris, Perancis, tahun ini,” pungkasnya. (Adt)

Laga Perdana Mulus, Tim Beregu Junior Indonesia Cukur Singapura 5-0

Tunggal junior Indonesia, Putri Kusuma Wardani (kiri), memastikan kemenangan Indonesia 3-0 atas Singapura, usai menaklukan Insyirah Khan, 21-14 dan 21-16, pada Minggu (15/7). (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia berhasil menang telak 5-0 atas Singapura pada laga perdana nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Minggu (15/7) pagi. Angka pertama Merah Putih disumbang duet campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati. Mereka menang dua gim langsung, 21-18 dan 21-12 atas wakil Singapura, Han Zhuo Toh/Zhi Rui Bernice Lim, dalam pertarungan berdurasi 27 menit. Indonesia memimpin 1-0. Di pertandingan kedua, tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay menambah angka bagi Indonesia menjadi 2-0. Ia menang straight game dari Jia Wei Joel Koh, 21-13 dan 21-15, dalam waktu 41 menit. Dipertandingan ketiga, Putri Kusuma Wardani memastikan skor 3-0 atas Singapura. Tunggal junior itu berhasil memenangi duel selama 40 menit dengan Insyirah Khan, dua gim langsung, 21-14 dan 21-16. “Gim pertama masih enak mainnya. Tapi, di gim kedua bermain sedikit tegang. Dan, pelatih nyuruh saya tingkatkan lagi dan kasih tekanan ke lawan. Kebetulan lawan juga tak memiliki daya tahan yang bagus. Sehingga saya bisa unggul dan menang di pertandingan tadi,” ujar dara kelahiran Tangerang, Banteng, 20 Juli 2002 itu. Siswi kelas 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Tangerang Selatan (Tangsel) itu, berjanji akan terus memberikan penampilan terbaik pada setiap laga yang dilakoninya. “Di pertandingan selanjutnya, saya akan terus berusaha untuk tampil lebih baik lagi. Masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Mudah-mudahan bisa terus meraih kemenangan pada setiap laga,” cetus Putri. Dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto, yang turun dipertandingan keempat, menyusul rekan-rekannya dalam meraih kemenangan. Rehan/Pramudya berhasil melumpuhkan perlawanan Wen Xing Abel Tan/Han Zhuo Toh, lewat pertarungan dua gim, 21-19 dan 21-14, dalam laga sepanjang 28 menit. Begitu juga dengan ganda putri, Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka menang mudah atas Insyirah Khan/Zhi Rui Bernice Lim, dalam tempo 23 menit, dengan skor 21-4 dan 21-11. Ricky Soebagja, wakil manajer tim Indonesia, mengungkapkan timnya telah berhitung peluang saat berjumpa Singapura. Dan, hasilnya, sebut Ricky, kemampuan Indonesia masih berada di atas Singapura. “Di atas kertas Indonesia masih di atas. Perkiraan kami Indonesia memang bisa merebut kemenangan 5-0,” tukas Ricky. (Adt)