Basral Graito Semakin Dekat Dengan Kualifikasi Olimpiade

Basral Graito Hutomo

Atlet muda skateboard Indonesia, Basral Graito Hutomo menempati peringkat 38 dunia dalam rilis terbaru World Skateboarding Ranking, yang juga memperbesar peluang lolos ke fase kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. “Targetnya 40 dunia di akhir Maret 2028, kalau bisa maka lolos dari fase satu kualifikasi, dan akan masuk ke fase dua yang akan diikuti oleh 44 atlet dengan ranking tertinggi,” kata Manajer Timnas Skateboard Indonesia, Achmad Topan saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Basral yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand, mencatatkan kenaikan 18 peringkat setelah mengumpulkan total 3.651 poin. Poin tersebut diraih melalui performanya saat mengikuti di WST World Cup Rome 2025 dan WST Sao Paulo Street & Park World Championship 2026. Langkah Basral di kategori street putra diikuti oleh Sanggoe Darma Tanjung yang melesat naik 26 peringkat ke posisi 64 dunia. Sanggoe kini mengantongi 1.421 poin usai berlaga di dua kompetisi kejuaraan dunia di Roma Italia pada 2025 dan Sao Paulo Brasil awal tahun ini. Pada kategori street putri, peraih medali perak SEA Games 2025 Ni Wayan Malana Fairbrother naik 16 peringkat ke posisi 46 dunia dengan koleksi 2.666 poin. Atlet asal Bali ini mendapatkan 1.500 poin dari kompetisi Kejuaraan Dunia Skateboard di Brasil usai lolos ke babak perempat final. Sedangkan rekan setimnya, Zeefara Darmawan juga menunjukkan progres signifikan dengan menduduki peringkat 59 dunia, naik 21 peringkat. Beralih ke kategori park putri, Mikhayla Shanum Caya dan Nyimas Bunga Cinta sama-sama naik 14 peringkat dan kini menempati posisi 70 serta 71 dunia. Sementara di kategori park putra, Firdausy Nuzula mencatat lonjakan 25 peringkat menuju posisi 77 dunia. Achmad Topan menjelaskan jika atlet Indonesia mampu menembus 20 besar dunia pada fase kedua kualifikasi, maka mereka otomatis akan mengantongi tiket Olimpiade. Menurutnya, peluang Indonesia cukup besar mengingat adanya regulasi pembatasan kuota atlet dari satu negara. “Nah kalau dari 44 itu kita bisa masuk 20 besar, kita otomatis masuk Olimpiade. Karena sampai saat ini peringkat satu sampai 40 itu, ambil contoh Jepang aja bisa delapan sampai 10 atlet sendiri. Sementara satu negara maksimal hanya tiga atlet per kategori, per gender,” kata Topan menambahkan. Sistem peringkat dalam World Skateboarding Ranking ini berpatokan pada poin yang didapatkan dari keikutsertaan dalam kompetisi yang ditentukan oleh World Skate. Semakin rutin mengikuti kompetisi World Skate, maka peluang untuk naik peringkat kian besar. Selain itu, poin dalam World Skate juga memiliki masa kadaluarsa. Sehingga kenaikan peringkat para atlet skateboard Indonesia dikarenakan atlet lain yang tidak berpartisipasi pada kompetisi terakhir, atau dari atlet yang poinnya sudah kadaluarsa. Sejauh ini Indonesia belum pernah mengirimkan atlet skateboard ke kompetisi multicabang tingkat dunia ini sejak cabang olahraga tersebut dipertandingkan dalam perebutan medali pada Olimpiade Tokyo 2020.

Piala BJK Grup I: Indonesia Tekuk Korea Selatan

Priska Madelyn Nugroho

Timnas tenis putri Indonesia bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1, pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania di New Delhi, India, Jumat. Indonesia menurunkan petenis tunggal, Priska Madelyn Nugroho, pada pertandingan pertama yang berhadapan dengan Dayeon Back. Pada laga yang berlangsung selama 2 jam 47 menit itu, Priska takluk 5-7, 6-3, 2-6. Petenis peringkat 41 dunia putri, Janice Tjen, membuka asa Indonesia untuk bangkit pada pertandingan tunggal kedua. Janice berhasil menang dua set langsung atas Eunhye Lee dengan skor 6-2, 6-2 pada laga yang berlangsung selama 1 jam 27 menit. Pada pertandingan ketiga yang menampilkan laga ganda putri, Indonesia menurunkan pasangan Aldila Sutjiadi/Janice untuk menghadapi BoYoung Jeong/Eunhye Lee. Pasangan Indonesia Aldila/Janice tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan BoYoung/Eunhye, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit tersebut. Dengan hasil pertandingan melawan Korsel tersebut, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup I Asia Oceania, dengan empat kemenangan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Indonesia memiliki catatan sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Lawan Indonesia pada Jumat, Korsel, berada di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Korsel memiliki catatan menang-kalah yang sama dengan Indonesia yakni sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Dua tim teratas akan promosi ke babak playoff qualifier pada November, sementara dua tim terbawah akan terdegradasi ke Grup II Asia/Oceania 2027. Indonesia masih akan meladeni tim Thailand pada Sabtu (11/4).

48 Klub Ramaikan Kejurprov Voli Jateng U-18 di GOR Satria Purwokerto

Kejurprov Bola Voli Jawa Tengah Grup U-18

Sebanyak 48 klub bola voli putra dan putri dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Jawa Tengah Grup U-18 yang akan digelar di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada 9–12 April 2026. Turnamen berdurasi empat hari tersebut memperebutkan Piala PBVSI Banyumas dan diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Jawa Tengah bersama PBVSI Banyumas. Pembukaan kejuaraan dijadwalkan berlangsung Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan pertandingan perdana. Panitia menyatakan seluruh persiapan teknis telah dirampungkan guna memastikan pelaksanaan turnamen berjalan lancar dan kompetitif. Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, Kejurprov ini juga terbuka untuk publik. Panitia menetapkan harga tiket masuk bagi pelajar dan mahasiswa sebesar Rp5.000, sedangkan untuk penonton umum Rp10.000. Pada kategori putri, kompetisi akan diikuti 23 klub dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Klub-klub tersebut terdiri dari Tunas Magelang (Kota Magelang), Vita Solo, Tamtama Kroya (Cilacap), Avoba Banyumas, Patriot Purworejo, Kazana Banyumas, Prayoga Wonogiri, Revolusi Karanganyar, Bhayangkara Muda Grobogan, Bekade Taman Sanggra Banyumas, Bintang Selatan Sukoharjo, Izaura Kebumen, Gavo Salatiga, M2B Sido Gumelar BNA, Mitra Kencana Semarang, Porvit Kudus, Perdana Wonosobo, Pervores (Kabupaten Magelang), Kabupaten Semarang, Boemi Perwira Purbalingga, Kyai Mojo Sragen, Mafaza Brebes, serta Kabupaten Pati. Sementara itu, kategori putra diikuti 25 klub. Daftar peserta meliputi Avotax Karanganyar, Vita Solo, Mandubest Brebes, Patriot Purworejo, Kabisturon Banyumas, Lavici Banyumas, Bhayangkara Muda Grobogan, Bintang Selatan Sukoharjo, Viar Sragen, Baruna Banjarnegara, Abimanyu Boyolali, Atlas Semarang, BVB Purwokerto Banyumas, Bhayangkara MJB Kebumen, Porvit Kudus, Bina Taruna Klaten, Pijar Salatiga, Pervores (Kabupaten Magelang), Kabupaten Semarang, Boemi Perwira Purbalingga, CSA Kota Pekalongan, Pradikta Wonogiri, Tunas Bintang Jepara, Kabupaten Pati, serta Padepokan Rembang. Ketua Harian PBVSI Banyumas, Agus Supriyanto, menegaskan Kejurprov U-18 ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah penting untuk seleksi atlet muda. “Kejuaraan ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet usia muda sekaligus memperkuat pembinaan berjenjang di daerah,” kata Agus. Panitia menargetkan turnamen ini dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama Jawa Tengah lebih diperhitungkan dalam peta bola voli Indonesia. Adapun batas akhir pendaftaran klub ditetapkan pada 2 April 2026. Informasi lebih lanjut terkait teknis pertandingan dan pelaksanaan turnamen dapat diperoleh melalui Sekretariat PBVSI Banyumas.

Apresiasi Menpora untuk Youth Football Tournament Bali 7s 2026

Youth Football Tournament Bali 7s 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memberi apresiasi terhadap pelaksanaan kompetisi usia muda Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang sudah berjalan hingga tahun ketiga. Apresiasi tersebut diberikan Menpora Erick saat menghadiri pembukaan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Jumat (3/4) sore. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang telah memasuki tahun ketiga,” ujar Menpora. “Turnamen ini mampu hadir secara konsisten dari tahun ke tahun, menjaga kesempatan talenta kita untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi pesepakbola profesional di masa depan.” Menurut Menpora, ajang ini menjadi tempat bagi para pemain muda untuk mengembangkan potensi dan prestasi. “Di sini mereka bukan sekadar mengasah bakat dan merasakan atmosfer pertandingan di lapangan, tapi juga membentuk karakter sportif, menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan para peserta lintas negara dan budaya,” kata ET. Turnamen ini juga bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga usia dini berskala internasional dan berkualitas. “Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif,” ujarnya. “Kami meyakini bahwa ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sport tourism di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpora mendukung penuh penyelenggaraan Bali7s sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi sektor wisata olahraga tanah air, serta membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing global.” Youth Football Tournament Bali 7s 2026 diikuti 500 tim peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda dengan total peserta sebanyak 8.000 pemain. Keseluruhan pemain tersebut tersebar dalam beberapa kelompok usia yang berkompetisi mulai dari U8, U10, U12, U14, U16, hingga Pro dan Women. Lebih dari sekadar turnamen sepak bola, Bali 7s juga menawarkan pengalaman festival keluarga dengan menghadirkan area Food & Beverages booth UMKM sebanyak 42 tenant yang menjadikan turnamen ini sebuah perayaan olahraga dan hiburan yang menyenangkan untuk seluruh keluarga. Sementara Direktur Turnamen Internasional Bali 7s 2026, Yabes Tanuri, mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Menpora dan para sponsor pada pelaksanaan Bali 7s tahun ini. “Harapannya, turnamen ini bisa menjadi ajang pengembangan generasi muda untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan, salah satunya mencetak pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” kata Yabes Tanuri.

Indonesia Kirim 16 Atlet Panjat Tebing ke Kejuaraan Asia 2026 di China

Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menerjunkan 16 atlet ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 pada 8-12 April 2026. Turnamen itu diikuti demi memperbesar peluang panjat tebing Indonesia meraih medali di Asian Games 2026. FPTI baru saja menggelar “Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026” di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026). “Kita bersyukur para atlet, dengan segala tempaan dan latihan yang telah mereka jalani, saya yakin siap untuk memenuhi tantangan yang diberikan oleh pemerintah maupun harapan dari masyarakat,” ujar Ketua FPTI, Yenny Wahid. “Perjalanan kita juga penuh cerita. Ada air mata yang terkuras, tenaga, pikiran, serta emosi yang bergejolak. Namun pada akhirnya, kita berharap semuanya berujung pada happy ending,” jelasnya. Tim panjat tebing Indonesia di World Climbing Asia Championship 2026 dipimpin Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sejauh ini, sudah tiga atlet panjat tebing Indonesia yang lolos ke Asian Games 2026. Ketiganya adalah Ravianto Ramadhan, Putra Tri Rahmadani, dan Sukma Lintang. “Target kita adalah mengirimkan atlet untuk berlaga di Asian Games. Semoga kita bisa memenuhi seluruh kuota, dan para atlet mampu meraih medali emas maupun medali lainnya. Ini tentu menjadi harapan kita semua,” ucap Yenny Wahid. “Kami dari FPTI menyiapkan secara teknis, baik dari sisi kepelatihan maupun atlet, secara maksimal. Sementara itu, pemerintah memfasilitasi dan memberikan berbagai insentif, yang tentu menjadi salah satu penyemangat bagi atlet karena menghargai pencapaian mereka.” “Inilah kehebatan atlet panjat tebing kita, bukan hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga mental mereka yang kuat. Semoga mereka bisa meraih prestasi terbaik. Kita akan fokus pada tujuan di ajang mendatang, dan dengan dukungan masyarakat, kita akan tetap bersemangat dan kuat untuk meraih prestasi,” jelasnya. Daftar Atlet Panjat Tebing Indonesia Atlet yang Sudah Lolos ke Asian Games 2026 Ravianto Ramadhan (Boulder Pa) Putra Tri Rahmadani (Lead Pa) Sukma Lintang (Lead Pi) Atlet yang Berangkat ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 Speed Putra Veddriq Leonardo Kiromal Katibin Raharjati Nursamsa Antasyafi Robbi Al-Hilmi Aditya Speed Putri Desak Made Rajiah Salsabilla Kadek Asih Berdigna Diva Lead Putra Musawir Risky Simatupang Ramzi Raviandi Mahesa Caesar Lead Putri Nurdiatul Jannah Alma

Charleston Open 2026: Langkah Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, ditaklukkan tuan rumah pada babak 32 besar Charleston Open 2026. Janice Tjen tampil untuk pertama kalinya pada ajang Charleston Open 2026. Turnamen dalam agenda Clay-court Swing ini digelar pada 30 Maret hingga 5 April 2026 di Althea Gibson Club Court, Amerika Serikat. Janice Tjen menantang petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler. Petenis berusia 23 tahun ini tak berdaya melawan wakil tuan rumah pada turnamen WTA 500 itu. Meski berstatus unggula ke-12, Janice takluk di tangan Kessler dengan skor akhir 2-6, 1-6. Namun, petenis peringkat 41 dunia itu sempat unggul terlebih dahulu pada gim pertama. Tetapi, sang rival memberikan perlawanan ketat hingga ada tiga gim berikutnya. Kessler tampil dominan hingga set pertama berhasil diamankan dengan skor 2-6. Berangkat dengan modal positif untuk set kedua, Kessler tampil apik hingga memimpin dengan skor 5-0. Janice lagi-lagi mencoba mengejar ketertinggalan pada gim keenam. Pemenang dari Chennai Open 2025 ini berhasil mencuri satu poin dari gim itu. Waktu menjadi halangan Janice untuk kembali bangkit. Sehingga, laga harus berakhir dengan kekalahan Tjen. Dengan hasil ini, perjalanan dari petenis asal Jakarta itu pada Charleston Open 2026 sudah resmi berakhir pada dua nomor yang diikutinya.

Charleston Open 2026: Perjuangan Aldila/Janice Terhenti

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen v Aleksandra Krunic/Zhang Shuai

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka. Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan. Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.

Wushu Indonesia Finis 3 Besar di Kejuaraan Dunia Junior 2026

Timnas Wushu Junior Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang The 10th World Junior Wushu Championship 2026 yang diselenggarakan di Tianjin, Tiongkok, Indonesia berhasil mengukuhkan posisi di peringkat tiga besar dunia. Kompetisi yang berlangsung dari 25 hingga 30 Maret 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda Tanah Air. Indonesia sukses membawa pulang total 27 medali, dengan 9 di antaranya medali emas. Dengan raihan ini, Indonesia hanya berada di bawah Hongkong yang menempati posisi pertama dan tuan rumah Tiongkok di posisi kedua. Salah satu sorotan utama dalam kejuaraan ini adalah penampilan memukau dari Noach Daiki Santoso. Atlet muda berbakat ini berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Merah Putih, yang sekaligus memperkuat dominasi Indonesia di beberapa nomor perlombaan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan atlet wushu di Indonesia tetap berjalan konsisten dan mampu mempertahankan standar prestasi dari waktu ke waktu. Meskipun saat ini cabang olahraga wushu tidak lagi masuk dalam daftar cabang olahraga (cabor) unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menegaskan komitmennya untuk tetap mencatatkan prestasi di level internasional. PB WI berharap agar pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan wushu, terutama mengingat adanya target besar di masa depan. “Kami tetap mengharapkan pemerintah juga komit bisa tetap men-support keberadaan wushu, apalagi ke depan untuk menuju Olimpiade Remaja,” ujar Sekjen PB Wushu, Ngatino.

Veda Ega Pratama gagal selesaikan balapan Moto3 Amerika Serikat 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia yang membela tim Honda Team Asia, Veda Ega Pratama gagal menyelesaikan balapan ketika melakoni balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 di Sirkuit of the Americas, Texas, Minggu waktu setempat. Dikutip dari laman resmi MotoGP, Senin, Veda Ega Pratama memulai balapan Moto3 Amerika Serikat dari posisi keempat setelah tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi. Ketika balapan dimulai, Veda bersaing melawan rival sesama rookie, Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) serta Joel Esteban (LEVEL UP – MTA). Veda turun ke posisi kedelapan. Namun, ia dapat bangkit dan bahkan mencetak lap tercepat pada Lap 4. Sayangnya, satu lap berikutnya, Veda membuat kesalahan. Saat keluar dari Tikungan 11, ia mengalami highside. Esteban yang berada di belakangnya tidak dapat menghindar. Sementara itu, posisi pertama Moto3 Amerika Serikat 2026 ditempati Guido Pini (Leopard Racing), sedangkan tempat kedua kedua diamankan oleh Maximo Quiles (CFMOTO Valresa Aspar Team). Posisi ketiga ditempati oleh Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), lalu keempat Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3), dan tempat kelima dihuni Adrian Fernandez (Leopard Racing). Berikut hasil lengkap Moto3 GP Amerika Serikat 2026: 1. Guidi Pini (Leopard Racing) – 31:20.489 2. Maximo Quiles (Valresa Aspar Team) – +0.056 3. Alvaro Carpe (Red Bull Ajo) – +0.254 4. Valentin Perrone (Red Bull Tech3) – +0.445 5. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – +9.192 6. Rico Salmela (KTM Tech3) – +15.075 7. Brian Uriarte (KTM Ajo) – +15.105 8. Adrian Cruces (CIP Green Power) – +14.914 9. Matteo Bertelle (Level Up – MTA) – +15.420 10. Scott Ogden (CIP Green Power) – +15.570 11. Eddie O’Shea (Mlav Racing) – +16.204 12. Marco Morelli (Valresa Aspar Team) – +17.274 13. Hakim Danish (AEON Credit) – +18.513 14. Marcos Uriarte (Liqui Moly) – +20.559 15. Jesus Rios (Rivacold Snipers) – +27.200 16. Ruche Moodley (Code Motorsports) – +28.093 17. Nicollo Carraro (Rivacold Snipers) – +28.099 18. Ryusei Yamanaka (AEON Credit) – +28.332 19. Cormac Buchanan (Code Motorsports) – +37.244 20. Leo Rammerstrofer (SIC58 Squadra Corse) – +61.694 DNF (Gagal menyelesaikan balapan) Zen Mitani (Honda Team Asia) Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse Joel Esteban (Level Up – MTA) Joel Kelso (Mlav Racing Veda Ega Pratama (Honda Team Asia).

Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa tampil di Moto3 Junior mulai Mei

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda, Kiandra Ramadhipa, yang baru berusia 16 tahun, dipastikan tampil pada kejuaraan FIM Moto3 Junior World Championship 2026 yang bergulir mulai 24 Mei. Dikutip dari laman FIM, Rabu, nama Kiandra masuk dalam daftar pembalap tetap sementara untuk kompetisi tersebut. Di FIM Moto3 Junior World Championship 2026, Kiandra yang memperkuat Honda Asia-Dream Racing Junior bersaing dengan 29 pembalap lainnya dari seluruh dunia. Kiandra merupakan satu-satunya pembalap Indonesia yang mengikuti ajang tersebut, sementara Asia hanya diwakili lima orang. Selain Kiandra, ada Yaroslav Karpushin (Kyrgyztan), Seiryu Ikegami (Jepang), Ryota Ogiwara (Jepang) dan Kiattisak Singhapong (Thailand). FIM Moto3 Junior World Championship menjadi salah satu kejuaraan penting untuk menembus Moto3 yang menjadi ekosistem MotoGP. Itu menjadi tantangan bagi Kiandra untuk menyusul Veda Ega Pratama yang berkompetisi di Moto3 mulai musim 2026. Kiandra merupakan salah satu pembalap muda berbakat Indonesia. Pembalap yang berasal dari DI Yogyakarta itu sudah menorehkan banyak prestasi internasional. Pada 2025, Kiandra berada di posisi kelima klasemen akhir European Talent Cup, setelah memenangi dua seri balapan, meski dia berstatus debutan pada ajang tersebut. Tahun yang sama, Kiandra sukses menduduki posisi kedelapan klasemen akhir Red Bull Rookies Cup, di mana dia satu kali mengisi podium sebagai peringkat kedua. Di Red Bull Rookies Cup 2025 itu, rekan senegara Kiandra, Veda Pratama, bertengger di urutan kedua klasemen akhir. Berikut jadwal FIM Moto3 Junior World Championship 2026: 24 Mei: Sirkuit Barcelona-Catalunya (Spanyol) 14 Juni: Sirkuit Do Estoril (Portugal) 5 Juli: Sirkuit Jerez (Spanyol) 26 Juli: Sirkuit Nevers Magny Cours (Prancis) 6 September: Sirkuit Ricardo Tormo (Spanyol) 27 September: Sirkuit Aragon (Spanyol) 18 Oktober: Sirkuit Misano (Italia).

Elkan Baggott Kembali! Ini Skuad Final Indonesia Untuk FIFA Series 2026

Elkan Baggott Kembali Perkuat Timnas

Elkan Baggott benar-benar kembali memperkuat Timnas Indonesia. Bek berdarah Inggris-Indonesia itu telah bergabung dengan skuad Garuda, bersama dengan para pemain lain yang sudah kumpul di Jakarta jelang FIFA Series 2026. Nama Elkan Baggott jadi satu dari 24 pemain yang masuk dalam skuad final Timnas Indonesia. Dia berada di barisan pemain belakang skuad Garuda untuk FIFA Series 2026 yang akan digelar pada 27-30 Maret 2026 di Jakarta. Masuknya nama Baggott menghadirkan keriuhan di kalangan penggemar Timnas Indonesia. Sebab ia kembali bergabung dengan skuad Garuda lagi setelah terakhir pada Piala Asia 2023 yang digelar pada Januari 2024. Kebahagiaan pun bukan hanya dirasakan oleh penggemar Timnas Indonesia. Elkan Baggott tampaknya merasakan perasaan serupa. Hal itu terlihat dari unggahan media sosial Instagram resmi Garuda, di mana penggawa Ipswich Town itu sudah tiba dan datang ke hotel tempat tim menginap. Sembari mengenakan kaus putih dan tas ransel, Elkan Baggott datang dengan senyum semringah. Dia datang bersama dengan para pemain lain seperti Beckham Putra, Ivar Jenner, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Eliano Reijnders, Cahya Supriadi, dan Ramadhan Sananta. Kedatangan para pemain Timnas Indonesia tersebut disambut hangat oleh para staf pelatih Timnas Indonesia. Termasuk John Herdman sebagai pelatih kepala yang tak ragu menyapa dan menyalami pemain yang tiba. Khusus Elkan Baggott, kemunculannya mencuri perhatian. Sebab bek berpostur jangkung 196 sentimeter itu mendapat pelukan hangat dari asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto. Pelukan Nova Arianto dan Elkan Baggott ini terasa lebih dari sekadar sambutan. Pertemuan keduanya bisa dibilang reuni mengingat sang bek untuk pertama kalinya kembali dipanggil ke Timnas Indonesia setelah absen lama. Nova Arianto sendiri satu-satunya tim kepelatihan Timnas Indonesia era John Herdman, yang sebelumnya juga ada dalam struktur kepelatihan Garuda era Shin Tae-yong. Sehingga tak mengherankan jika Baggott sangat disambut oleh Nova. Kini, Elkan Baggott dan para pemain Timnas Indonesia tinggal menunggu waktu jelang FIFA Series 2026. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni dua pertandingan dalam rangkaian kompetisi mini tersebut pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pertama FIFA Series 2026 pada 27 Maret. Sementara laga kedua bakal dimainkan tiga hari kemudian, melawan antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026: Kiper: Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Emil Audero (US Cremonese) Maarten Paes (AFC Ajax) Nadeo Argawinata (Borneo FC) Bek: Dean James (Go Ahead Eagles) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Elkan Baggott (Ipswich Town) Jay Idzes (US Sassuolo) Justin Hubner (Fortuna Sittard) Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach) Nathan Tjoe-A-On (Willem II) Rizky Ridho (Persija Jakarta) Sandy Walsh (Buriram United) Tengah: Calvin Verdonk (LOSC Lille) Eliano Reijnders (Persib Bandung) Ivar Jenner (Dewa United) Joey Pelupessy (Lommel SK) Jordi Amat (Persija Jakarta) Depan: Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung) Mauro Zijlstra (Persija Jakarta) Ole Romeny (Oxford United) Ragnar Oratmangoen (FCV Dender) Ramadhan Sananta (DPMM FC) Yakob Sayuri (Malut United)

Janice Tjen Juga Kandas di Ganda Ajang Miami Open 2026

Janice Tjen & Chan Hao-ching

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen harus kembali menelan pil pahit di Miami Open 2026. Janice harus mengakhiri perjuangannya di Miami Open 2026 setelah menelan kekalahan di sektor ganda. Menggandeng Chan Hao-ching dari Chinese Taipei, petenis kelahiran Jakarta itu menelan kekalahan saat menghadapi unggulan empat turnamen, Elise Mertens/Zhang Shuai. Duet Janice/Hao-ching harus mengakui ketangguhan pasangan asal Belgia dan China tersebut dengan dua set langsung, 3-6, 4-6 di Hard Rock Stadium, Miami Garden, Miami, Amerika Serikat, pada Senin (23/3) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Janice Tjen dan Chan Hao-ching dipastikan gugur dalam turnamen level WTA 1000 tersebut. Mereka belum mampu berbicara banyak karena langsung kandas di babak pertama alias 32 besar. Bagi Janice Tjen, ini bukan kekalahan pertama yang ia rasakan di Miami Open 2026. Sebelumnya petenis berusia 23 tahun itu juga mendapatkan hasil serupa pada sektor tunggal beberapa hari sebelumnya. Janice Tjen yang memiliki ranking WTA nomor 40 dunia, langsung gugur pada babak pertama Miami Open 2026 usai kalah dari Yulia Putintseva. Anak didik Chris Bint itu menyerah di tangan petenis Uzbekistan lewat pertarungan sengit tiga set, 6-3, 3-6, 4-6 pada Jumat (20/3). Dengan demikian, Janice Tjen mencatatkan debut tak menyenangkan di Miami Open 2026. Sebab dirinya gagal meraih satupun kemenangan dalam salah satu turnamen elite WTA Tour tersebut meski turun di dua nomor berbeda.

Veda Ega ukir sejarah, pembalap Indonesia pertama naik podium Moto3

Veda Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengukir sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu malam WIB. Pembalap Honda Team Asia itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium pada ajang Grand Prix setelah tampil konsisten dalam balapan yang sempat dihentikan akibat bendera merah tersebut. Veda berada di belakang dua pembalap CFMoto Aspar Team Maximo Quiles dan Marco Morelli. “Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini,” kata Veda dalam wawancara MotoGP setelah balapan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan selama balapan berlangsung. “Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya. Dalam balapan tersebut, Veda yang memulai lomba dari posisi keempat sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan naik ke posisi tiga pada lap-lap awal. Namun, persaingan ketat membuatnya sempat tersenggol pembalap lain sehingga turun ke posisi tujuh. Situasi makin menantang ketika Veda perlahan turun hingga posisi 10. Ia kemudian naik satu peringkat setelah pimpinan lomba David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) terjatuh. Insiden tersebut membuka jalan bagi Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar Team) untuk memimpin balapan dengan selisih waktu yang sempat mencapai empat detik dari para pesaingnya. Drama balapan terjadi ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-15 yang memaksa lomba dihentikan sementara. Setelah balapan dilanjutkan dengan tambahan lima lap, Veda kembali memulai perjuangannya dari posisi ke-10. Dalam situasi restart tersebut, Quiles tetap tampil dominan hingga memastikan kemenangan. Sementara Marco Morelli (CFMoto Gaviota Aspar Team) finis di posisi kedua. Veda memanfaatkan momentum restart dengan baik. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya berhasil menembus tiga besar dan mengamankan podium ketiga. Hasil ini sekaligus memperbaiki capaian Veda pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Thailand, di mana ia finis di posisi kelima. Berikut hasil balapan Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3) malam WIB: Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) +0,143 detik Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +1,650 detik Alvaro Carpe (Red Bull KTM Factory Racing) +1,741 detik Guido Pini (Leopard Racing) +1,786 detik Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) +1,842 detik Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) +1,949 detik Adrian Fernandez (Leopard Racing) +2,522 detik Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) +2,894 detik Hakim Danish (MT Helmets MSI) +3,083 detik Brian Uriarte (Red Bull KTM Factory Racing) +3,158 detik Joel Kelso (GRYD MLav Racing) +3,791 detik Adrian Cruces (CIP Green Power) +4,001 detik Ryusei Yamanaka (MT Helmets MSI) +4,374 detik Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing) +4,750 detik Zen Mitani (Honda Team Asia) +6,438 detik Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team) +6,595 detik Cormac Buchanan (Code Motorsports) +12,823 detik Tidak finis (DNF): Ruche Moodley (Code Motorsports), Matteo Bertelle (LEVELUP MTA), Jesus Rios (Rivacold Snipers Team), Joel Esteban (LEVELUP MTA), David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse), Scott Ogden (CIP Green Power).

Diva Renatta kembali raih emas di kejuaraan lompat galah Taiwan

Diva Renatta

Atlet lompat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas pada Nantou International Pole Vault Invitational Meet 2026 yang berlangsung di Nantou, Taiwan, Minggu. Diva memastikan posisi teratas setelah mencatatkan lompatan terbaik setinggi 4,20 meter, sekaligus menunjukkan konsistensinya setelah tahun sebelumnya juga menjadi juara di lokasi yang sama. Berdasarkan hasil lomba pada kompetisi tersebut, atlet Amerika Serikat Natalie Lark meraih medali perak dengan lompatan 4,10 meter, sedangkan Nitika Aakre dari India merebut medali perunggu dengan catatan 3,95 meter. Persaingan di final berlangsung ketat antara Diva dan Natalie. Setelah Diva sukses melewati mistar 4,20 meter, Natalie mencoba meningkatkan lompatan ke 4,30 meter, namun gagal. Diva kemudian mencoba melampaui rekor pribadinya dengan upaya di ketinggian 4,40 meter, tetapi belum berhasil. Hasil tersebut memastikan Diva tetap menjadi juara dengan catatan 4,20 meter, diikuti Natalie di posisi kedua dan Nitika di peringkat ketiga. Diva saat ini tercatat sebagai pemegang rekor nasional lompat galah putri Indonesia dengan lompatan 4,35 meter yang ia bukukan di SEA Games 2025 Thailand pada 11 Desember 2025. Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor sebelumnya atas namanya, yakni 4,30 meter, serta menjadi rekor baru SEA Games. Pada ajang tersebut, medali perak diraih atlet Thailand dengan lompatan 4,05 meter, sementara medali perunggu diraih bersama oleh atlet Indonesia Maria A. Melabessy dan atlet Thailand setelah sama-sama mencatatkan lompatan 3,90 meter. Kala itu, Manajer Tim Nasional Atletik PB PASI, Mustara Musa mengatakan keberhasilan Diva merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang berjalan konsisten. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan perkembangan positif nomor lompat galah putri Indonesia di level internasional. Keberhasilan Diva di SEA Games 2025 juga tercatat sebagai medali emas pertama Indonesia di nomor lompat galah putri sejak Ni Putu Desi Margawati meraihnya pada SEA Games 2003 di Hanoi dengan lompatan 3,95 meter. Sementara itu, selama berada di Taiwan, Diva juga dijadwalkan mengikuti Taiwan International Indoor Pole Vault Meet pada 25 Maret 2026. Keikutsertaan dalam rangkaian kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus menjaga konsistensi performa menghadapi persaingan internasional. Pada rangkaian kompetisi di Taiwan tersebut, Indonesia hanya menurunkan Diva di nomor lompat galah putri dengan didampingi pelatih Frederick Saputra. Turnamen lompat galah internasional di kawasan Sun Moon Lake tahun ini diikuti sekitar 50 atlet dari 14 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan.

Veda Ega Pratama start dari posisi keempat Moto3 Brasil 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama mengamankan posisi start dari posisi keempat pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Minggu dini hari WIB, dengan catatan waktu terbaik dari dua sesi. Torehan waktu yang ditorehkan pembalap Honda Team Asia tersebut menunjukkan konsistensi performa sejak sesi latihan bebas hingga babak penentuan posisi start dengan membukukan waktu terbaik satu menit 26,506 detik atau terpaut 0,265 detik dari peraih pole position, Joel Esteban. Perjalanan Veda di sirkuit Goianaia dimulai dengan hasil impresif pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan menempati posisi kedelapan. Pada sesi tersebut, dia mengunci selisih waktu +1,673 detik dari Brian Uriarte yang memimpin di posisi pertama. Performa pembalap asal Gunungkidul tersebut semakin tajam pada sesi latihan kedua dengan menembus posisi tiga besar. Veda hanya terpaut tipis 0,050 detik dari pembalap tercepat di sesi latihan, yang sekaligus memastikan langkahnya langsung menuju kualifikasi kedua (Q2). Pada sesi FP2 yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering, Veda menempati posisi ke-12. Ia menajamkan catatan waktunya menjadi 1 menit 28,030 detik sebelum akhirnya meledak di sesi kualifikasi utama. Sesi kualifikasi Moto3 Brasil sendiri berlangsung di bawah cuaca cerah berawan dengan suhu udara mencapai 31 derajat Celcius. Kondisi lintasan ini didapati setelah sebelumnya sesi kualifikasi Moto3 dan Koto2 sempat ditunda karena hujan deras yang mengguyur lintasan. Joel Esteban dari tim Level UP – MTA berhasil merebut posisi start terdepan setelah mencatatkan waktu 1 menit 26,241 detik. Di belakangnya, Valentin Perrone dan Hakim Danish melengkapi baris depan di posisi kedua dan ketiga. Veda akan memulai balapan dari baris kedua, tepat di depan Marco Morelli dan Brian Uriarte. Keberhasilan menempati posisi keempat ini menjadi peningkatan awal mula balapan bagi Veda setelah pada seri sebelumnya di GP Thailand mengamankan start posisi kelima. Selisih waktu antara Veda dan penghuni posisi ketiga Hakim Danish yang merupakan rivalnya sejak di RedBull Rookies Cup hanya terpaut sangat tipis yakni 0,058 detik. Posisi start Moto3 Grand Prix Brasil 2026: 1. Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:26.241 2. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.447 3. Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.448 4. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 01:26.506 5. Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:26.560 6. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:26.835 7. Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:26.967 8. Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.970 9. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.990 10. Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:27.000 11. Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:27.013 12. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:27.036 13. Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:27.041 14. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:27.044 15. Zen Mitani (Honda Team Asia) – 01:27.061 16. Guido Pini (Leopard Racing) – 01:27.171 17. Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) – 01:28.131 18. Cormac Buchanan (CODE Motorsports) – 01:28.502.

Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel lolos ke putaran kedua Miami Open

Aldila Sutjiadi & Ingrid Neel

Pasangan Aldila Sutjiadi/Ingrid Neel lolos ke putaran kedua Miami Open 2026 setelah mengatasi perlawanan pasangan tuan rumah Hailey Baptista/Peyton Stearns di Court 3, Hard Rock Stadium, Florida, Minggu dini hari WIB. Dikutip dari laman penyelenggara, duet Aldila/Ingrid menang atas Baptista/Stearns setelah bertarung selama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, 10-6. Pada pertandingan berikutnya di ajang WTA 1000 itu, Aldila/Ingrid akan bertemu pemenang pertandingan antara unggulan ketujuh Cristina Bucsa/Nicole Melichar melawan Sofia Kenin/Ludmila Samsonova. Aldila/Ingrid tampil dominan pada set pertama pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 43 menit tersebut. Mereka sukses mencatatkan satu ace, mengonversi tiga dari tiga peluang break point untuk mengunci set pertama dengan keunggulan cukup meyakinkan. Namun Baptiste/Stearns mampu bangkit pada set kedua. Pasangan AS itu memberi perlawanan dengan sengit melalui keberhasilan mencatatkan satu ace, 50 persen break point, dan 73 persen kesuksesan mendapatkan poin dari serve pertama. Set kedua berlangsung sampai skor imbang 6-6, sebelum Baptiste/Stearns menutupnya dengan keunggulan 7-4. Pada set penentuan yang menggunakan model super tie break, Aldila/Ingrid berhasil kembali membalikkan keadaan. Aldila/Ingrid berhasil memaksimalkan 100 persen pukulan serve pertama mereka untuk menghasilkan poin, dan 50 persen pukulan serve kedua mereka untuk menghasilkan poin dan mengunci kemenangan 10-6. Selain Aldila, petenis putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, juga masih terlibat pada Miami Open. Janice yang berpasangan dengan Chan Hao-ching di ganda putri akan bermain melawan pasangan Elise Mertens/Zhang Shuai pada Senin (23/3) dini hari WIB.

Indonesia kirim 24 atlet ke turnamen wushu junior dunia 2026

Airlangga Hartarto bersana atlet Taolu Indonesia

Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengirimkan 24 atlet untuk memperkuat timnas wushu junior Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 di Tianjin, China, 23-31 Maret. Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi di Jakarta, menyebutkan para atlet tersebut merupakan hasil seleksi dari berbagai kejuaraan nasional dan diproyeksikan menjadi generasi penerus atlet senior Indonesia di kancah internasional. “Mereka adalah calon atlet masa depan Merah Putih. Jadi, mereka perlu lebih banyak menambah jam terbang internasional sehingga bisa menggantikan posisi atlet senior di ajang single maupun multievent internasional,” kata Airlangga. “Makanya, saya tidak memberikan target dan hanya berharap mereka bisa tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 nanti,” lanjutnya. Timnas Wushu Junior Indonesia yang diberangkatkan terdiri dari atlet nomor taolu dan sanda. PB WI telah menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta untuk nomor taolu dan di Semarang, Jawa Tengah, untuk nomor sanda sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan dunia tersebut. Indonesia sebelumnya mencatatkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 di Brunei Darussalam dengan menempati posisi runner up melalui raihan 10 medali emas, 10 medali perak, dan 9 medali perunggu. Selain itu, PB WI juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games Nagoya 2026 melalui pelatnas yang telah dimulai sejak Januari 2026. Prestasi wushu Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terbilang konsisten, antara lain dengan menjadi juara umum pada SEA Games 2023 di Kamboja dan mempertahankan gelar tersebut pada SEA Games 2025 di Thailand. Pada Asian Games, cabang olahraga wushu turut menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, masing-masing pada edisi Jakarta 2018 dan Hangzhou 2022. Daftar timnas wushu junior Indonesia: Taolu Junior A 1. Noah Daiki Santoso (Jateng) 2. Abbas Abdullah Lutfi (DKI Jakarta) 3. Asael Christo Jacob Rondonuwu (DKI Jakarta) 4. Vini Nur Azizah (Jawa Timur) 5. Utiqo Romadhona Ummi Auna (Jawa Timur) 6. Mehrunnisa Nazeeha Migirusan (Jawa Barat) Junior B 7. Leonardo Kimi Anggoman (Jawa Tengah) 8. Bradley Jason (Jawa Timur) 9. Clara Abigail (Jawa Timur) 10. Piper Danielle Tirto (Jawa Timur) Junior C 11. Zivan Abimanyu Rasendria (Jambi) 12. Kay Jayden Rondonuwu (DKI Jakarta) 13. Jenny Ngaserin (DKI Jakarta) 14. Terfi Meisa (Lampung) Sanda 1. Elang Wijaya Panjaitan ( kelas 42kg/Jambi) 2. Zidan Al Malik Angkat (kelas 45kg/Jateng) 3. Muhammad Khayrullah Susilo (48kg/DKI Jakarta) 4. Kiemas Sakti Negara (52kg/Jateng) 5. Shaddam Achmad Assegaf (60kg/Jateng) 6. Randy Putra Akbar (65kg/Jateng) 7. Rafael Samuel Siagian (70kg/Sumut) 8. Adriana Rosa Aurelia Putri (48kg/Jateng) 9. Elvina Marwa Joanda (52kg/Jateng) 10. Sania Silma Faridah (56kg/Jateng)

Hasil Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim bulu tangkis Indonesia tergabung bersama tim-tim kuat dari berbagai penjuru dunia. BWF resmi telah mengumumkan hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu (18/3/2026) siang WIB. Ajang Piala Thomas dan Uber 2026 sendiri akan berlangsung di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Tim bulu tangkis Indonesia sendiri bisa dibilang memiliki hasil undian yang berbeda. Tim putra bisa disebut tergabung dengan grup neraka. Tim bulu tangkis putra Indonesia yang berstatus sebagai unggulan kedua tergabung di Grup D, bersama Prancis, Thailand dan Aljazair. Aljazair boleh dibilang tak diperhitungkan dalam persaingan di fase grup. Namun berbeda dengan Prancis dan Thailand yang merupakan tim kuat di dunia bulu tangkis. Thailand sejak lama memiliki persaingan sengit dengan Indonesia khususnya di kawasan Asia Tenggara. Untuk sektor putra, mereka memiliki Kunlavut Vitidsarn yang saat ini menjadi tunggal putra nomor satu dunia di ranking BWF. Sementara Prancis kini menjadi salah satu negara dengan bulu tangkis terbaik di Eropa. Apalagi mereka memiliki Alex Lanier hingga atlet bersaudara yakni Toma Junior Popov dan Christo Popov. Di sisi lain, tim bulu tangkis putri Indonesia tergolong memiliki persaingan yang cukup mudah di Grup C, yang dihuni oleh Chinese Taipei, Kanada dan Australia. Meniliki dari beberapa turnamen ke belakang, Chinese Taipei yang tengah menunjukkan eksistensinya di dunia bulu tangkis menjadi lawan terkuat untuk Indonesia di Grup C. Sehingga kedua negara berpeluang besar lolos ke babak knockout. Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026: Piala Thomas 2026: Grup A: China, India, Kanada, Australia Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Finlandia Grup C: Chinese Taipei, Denmark, Korea Selatan, Swedia Grup D: Indonesia, Prancis, Thailand, Aljazair Piala Uber 2026: Grup A: China, India, Denmark, Ukraina Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Afrika Selatan Grup C: Chinese Taipei, Indonesia, Kanada, Australia Grup D: Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Spanyol

Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.