Festival SenengSoccer MLSC 2026/2027: Ajang Unjuk Gigi Bakat Muda Sepak Bola Putri di JIS

Milklife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 diikuti sebanyak 1600 siswi dari 112 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari Jakarta dan sekitarnya, mereka bertanding dalam kompetisi 7 vs 7 dan terbagi menjadi 32 tim dari Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim dari KU 12. Pertandingan MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Jaya Seri 1 2026-2027 akan berlanjut ke babak semifinal dan final untuk KU 10 dan KU 12 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada Minggu (25/10).

JAKARTA – Sebanyak 68 siswi dari 12 sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya memadati Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (24/10/2026). Mereka meramaikan Festival SenengSoccer, salah satu rangkaian utama dalam helatan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027. Digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, festival ini dirancang khusus untuk mengenalkan sepak bola putri secara menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap si kulit bundar sejak usia dini. Wadah Penjaringan Talenta Muda Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan pentingnya pengalaman positif di lapangan bagi para peserta muda ini. “Kami ingin Festival SenengSoccer menjadi pintu masuk bagi para siswi untuk mengenal dan menikmati sepak bola sejak dini. Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki,” ujar Chandra. Ia menambahkan, peran pihak sekolah sangat krusial dalam mengidentifikasi dan melanjutkan proses pembinaan ini. “Selanjutnya, sekolah dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepak bola putri. Pengalaman dalam festival ini bisa menjadi awal pembinaan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan mereka menuju kompetisi KU-10 MilkLife Soccer Challenge,” tambahnya. Uji Ketangkasan dan Kecepatan di Lapangan Festival SenengSoccer menyajikan arena tantangan yang menguji berbagai teknik dasar sepak bola. Para peserta diuji keterampilannya mulai dari dribbling, passing & control, 1-on-1, throw-in, shoot on target, hingga penalty shoot. Setiap peserta harus melewati lintasan zig-zag, melakukan lemparan ke dalam yang presisi, menggiring bola di lintasan berkelok, hingga melompat rintangan sebelum melepaskan tembakan tajam ke dalam gawang. Waktu tempuh diukur menggunakan tombol penghenti timer di garis finish. Keluar sebagai yang tercepat, Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 sukses memukau dengan catatan waktu 35,52 detik. Posisi kedua diraih oleh Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) dengan waktu 41,76 detik, disusul Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01) di posisi ketiga dengan catatan 42,90 detik. Naufalyn (7 tahun) mengaku sangat antusias mengikuti tantangan ini. “Saya belajar banyak lewat SenengSoccer ini, misalnya dari mengoper bola, menggiring bola, dan menendang ke gawang. Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat,” kata Naufalyn penuh semangat. Konsistensi dan Dukungan Pelatih Keberhasilan Naufalyn tak lepas dari polesan sang pelatih di SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh. Meski sarana latihan di sekolah terbatas—sering kali memanfaatkan area lantai sekolah 2 hingga 3 kali sepekan—antusiasme para siswi tetap membara. “Naufalyn memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain sepak bola yang lebih baik pada masa mendatang. Kemampuan dasar seperti dribbling, heading, dan menendang bola ke arah gawang sudah cukup baik,” jelas Soleh. “Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui latihan rutin agar ia dapat meningkatkan kualitas permainannya dan nantinya siap bersaing di kelompok usia yang lebih tinggi, termasuk KU-12,” lanjutnya. Semarak MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027 Secara keseluruhan, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 musim ini diikuti oleh 1.600 siswi dari 112 SD dan MI di Jakarta dan sekitarnya. Kompetisi format 7 vs 7 ini terbagi menjadi 32 tim di Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim di KU-12. Rangkaian pertandingan akan memuncak pada partai semifinal dan final yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (25/10/2026). Daftar Pemenang Festival SenengSoccer: Juara 1: Naufalyn Fikria Rabbani (SDN Cipulir 03) Juara 2: Hawra Gumaisha Ardifa (SDN Jatinegara 10 Pagi) Juara 3: Shanum Zalika Khattab (SDN Duren Sawit 01)

Lolos Seleksi Ketat 2.140 Peserta, 9 Pebulutangkis Muda Resmi Bergabung dengan PB Djarum

Sembilan atlet bersama jajaran pelatih PB Djarum setelah pengumuman penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (10/10).

KUDUS, NYSNMedia.com – Sebanyak sembilan atlet muda berbakat berhasil meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 sekaligus mengamankan tempat di klub bulutangkis ternama, PB Djarum. Keberhasilan ini diraih setelah mereka menyingkirkan total 2.140 peserta melalui rangkaian seleksi dan karantina ketat dalam ajang Audisi Umum PB Djarum 2026. Para penerima beasiswa ini terbagi dalam beberapa kelompok usia, yakni dua atlet U-11 Putri, tiga atlet KU 11 Putra, satu atlet KU 11 Putri, dua atlet KU 12 Putra, dan satu atlet KU 12 Putri. Ekspansi Seleksi ke Tiga Kota Penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum tahun ini digelar di tiga kota utama: Pekanbaru, Makassar, dan Kudus. Dari tiga lokasi tersebut, 67 atlet meraih Super Tiket (15 dari Pekanbaru, 16 dari Makassar, dan 36 dari Kudus) untuk melangkah ke tahap karantina. Setelah melewati karantina tahap pertama yang menyaring 46 atlet, Tim Pencari Bakat dan jajaran pelatih akhirnya menentukan sembilan nama terbaik yang berhak mendapatkan beasiswa. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menyampaikan rasa syukurnya atas keberagaman latar belakang dan potensi para peserta tahun ini. “Kami bersyukur karena Audisi Umum PB Djarum tahun ini diikuti atlet-atlet dengan karakteristik yang lebih beragam berkat penyelenggaraan di tiga kota. Selamat kepada para atlet terpilih, dan bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat. Tetap giat berlatih dan #TeruskanSemangatJuara,” ujar Sigit. Sigit menegaskan bahwa kriteria kelolosan tidak hanya melihat performa saat ini, melainkan juga kesesuaian potensi atlet dengan kebutuhan pembinaan jangka panjang di PB Djarum. Pesan Eks Pelatih & Legenda Bulutangkis Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum yang juga Juara Dunia 2001, Hendrawan, mengingatkan para pemain muda bahwa kelolosan ini barulah awal dari perjalanan panjang menuju karier profesional. “Sukses di awal belum tentu sukses di akhir, begitu juga gagal di awal bukan berarti gagal di akhir. Perjalanan kalian masih panjang, teruslah berlatih dan jangan berhenti mengejar impian,” tutur Hendrawan sambil mengapresiasi peran penting orang tua serta pelatih daerah. Cerita Perjuangan dan Tangis Haru Atlet Terpilih Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Errencia Clarista, atlet KU 12 Putri asal Tangerang. Sebagai satu-satunya wakil yang lolos dari Audisi Umum di Pekanbaru, peraih beasiswa ini mengaku sudah mengidamkan masuk PB Djarum sejak lima tahun lalu. “Senang banget dan bangga bisa masuk PB Djarum. Bersyukur walau baru pertama kali ikut audisi umum tapi lolos berkat latihan rutin selama tiga bulan,” ungkap Errencia yang mengidolakan legenda ganda campuran Liliyana Natsir. Kisah pantang menyerah juga ditunjukkan oleh Russel Junior Sumual (KU 11 Putra) asal Minahasa Utara. Ibunya, Ferawati Kambodji, rela menginap selama satu bulan di Kudus untuk mendampingi Russel bertanding setelah kegagalan mereka di audisi tahun sebelumnya. “Saya kaget pas pengumuman karena persaingannya sangat ketat dari turnamen sampai karantina. Saya siap menjalani seluruh proses latihan di PB Djarum dengan kerja keras demi meraih cita-cita jadi pebulutangkis profesional,” tegas Russel. Daftar Lengkap Penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026: U-11 Putri: Vicky Lee Alison (Kota Tegal – PB Sinar Mutiara) Alisie Elaina Sembiring (Kota Bogor – PB Champion Kudus) KU 11 Putra: Russel Junior Sumual (Kab. Minahasa Utara – PB Talenta) Azka Adhitama (Kab. Bekasi – PB Bhinneka 2) Azka Azfar Rabbani (Kab. Purworejo – PB Garuda Jaya) KU 11 Putri: RR Arnetta Safara Bilqish Sholeh (Kota Yogyakarta – PB Elang Yogyakarta) KU 12 Putra: Feliks Zebua (Kab. Bogor – Kayp1 Champion Academy) Muh. Faiz Athallah (Kota Makassar – PB Ukhuwah Makassar) KU 12 Putri: Errencia Clarista (Kota Tangerang – Jenna Gozali Badminton Club)

Drama Final dan Lahirnya Juara Baru Hiasi Seri Puncak MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya & Yogyakarta

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (20/9).

JAKARTA & YOGYAKARTA, – Panggung sepak bola putri usia dini kembali membara! Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026 – 2027 resmi menyelesaikan partai puncaknya pada Minggu (20/9). Gelaran yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini menghadirkan aksi-aksi memukau, drama adu penalti, hingga lahirnya deretan juara baru. Di Jakarta Raya, kejutan manis tercipta saat SDN Gedong 03 berhasil menisbatkan diri sebagai jawara di Kategori Usia (KU) 10, sementara SDN Cipayung 02 sukses mengamankan podium tertinggi di KU 12. Sementara itu, persaingan di regional Yogyakarta tak kalah sengit; SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai juara anyar KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen membuktikan dominasinya dengan kembali merengkuh gelar juara di KU 12. Sengit dan Dramatis di Jakarta Raya Partai final KU 10 MLSC Jakarta Raya menyajikan dominasi mutlak SDN Gedong 03 yang mengandaskan perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor telak 3-0. Penyerang andalan mereka, Keenar, tampil gemilang lewat torehan brace cepat di babak pertama (menit ke-10 via penalti dan menit ke-15). Neha Rayadinata kemudian melengkapi kemenangan SDN Gedong 03 di babak kedua memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Tensi panas dan penuh drama tersaji pada laga final KU 12. SDN Cipayung 02 sempat memimpin cepat lewat gol Keisha Rizky Ramadani di menit ke-3. Namun, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melakukan comeback kilat lewat gol Maura Jihan Athifa (6’) dan Alesha Kaysha Salsabila (7’) yang menutup babak pertama dengan skor 2-1. Pantang menyerah, Gildas Syauqillah menjadi pahlawan bagi SDN Cipayung 02. Ia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-19 lewat sepakan terukur. Skor imbang bertahan hingga peluit panjang, memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gildas yang maju sebagai eksekutor penentu memastikan kemenangan timnya dengan skor akhir 4-2. “Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerja sama tim,” ujar Gildas, yang juga menyabet gelar Top Scorer KU 12 MLSC Jakarta Raya. Aksi Memukau dan Dominasi Yogyakarta Bergeser ke Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I tampil perkasa di kategori KU 10. Sang striker andalan, Alisya Natalia Bandari, tampil meledak dengan memborong tiga gol (hattrick) pada menit ke-5, 24, dan 29, sekaligus menyegel kemenangan 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen. Alisya pun mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol tersubur dengan total 36 gol sepanjang turnamen! Meski gagal di KU 10, SD Muhammadiyah Sapen tidak membiarkan trofi KU 12 lepas. Lewat laga ketat melawan SD Kalasan 1, gol tunggal Ralin Adiba Fitria Sanjaya di menit ke-17 menjadi pembeda sekaligus mengunci gelar juara bertahan bagi timnya. Antusiasme Tinggi dan Fondasi Menuju Piala Dunia 2035 Edisi kali ini diikuti oleh ribuan talenta muda. Di Jakarta Raya, tercatat ada 1.928 atlet dari 111 SD/MI (176 tim), sedangkan Yogyakarta melibatkan 1.294 atlet dari 76 SD/MI (123 tim). Tak ketinggalan, ajang ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang diikuti puluhan siswi usia dini. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengapresiasi tinggi besarnya dukungan para orang tua dan sekolah yang kian membentuk ekosistem sepak bola putri Tanah Air. “Dukungan orang tua sangat luar biasa di setiap seri dan penting sekali untuk mental pemain. Kualitas permainan terus berkembang dan ekosistem sepak bola putri semakin terbentuk,” ungkap Welly. Senada dengan hal tersebut, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai teknik dasar, kepercayaan diri, hingga pemahaman taktik para peserta melompat signifikan. “Teknik dasar mereka semakin baik, passing terarah, dan mereka mulai mengerti cara bermain sebagai tim. Jika kompetisi berkelanjutan seperti ini terus berjalan, target membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035 bukan hal yang mustahil,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut. DAFTAR PEMENANG MLSC SERI 1 2026 – 2027 REGIONAL JAKARTA RAYA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SDN Gedong 03 Runner-up: UPTD SDN Mampang 1 Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah (SDN Gedong 03 – 28 Gol) Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga (SDN Gedong 10 Pagi) Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana (SDN Gedong 03) Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09 Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SDN Cipayung 02 Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer: Gildas Syauqillah (SDN Cipayung 02 – 14 Gol) Best Player: Maura Jihan Athifa (SDN Kebayoran Lama Selatan 19) Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila (SDN Kebayoran Lama Utara 13) Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19 REGIONAL YOGYAKARTA Kategori Usia 10 (KU 10) Champion: SD Tarakanita Bumijo I Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer: Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo 1 – 36 Gol) Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen) Best Goalkeeper: Puput Widiana (SDN Ungaran 1) Fairplay Team: SD Idea Baru Kategori Usia 12 (KU 12) Champion: SD Muhammadiyah Sapen Runner-up: SDN Kalasan 1 Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), & Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen) – Masing-masing 12 Gol Best Player: Afita Nur Inderasari (SDN Kalasan 1) Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan 1) Fairplay Team: SDN Giwangan

Kolaborasi MilkLife Soccer Challenge dan Pokemon Hadirkan Coaching Clinic Bersama Legenda Sepak Bola Putri Jepang

dari kiri ke kanan: Aya Miyama, Mana Iwabuchi, Mr. Susumu Fukunaga, Victor Rachmat Hartono, Teddy Tjahjono, dan Pikachu Soccer dalam sesi Pennant Flag & Souvenir Exchange antara MLSC dan The Pokémon Company.

JAKARTA — Pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia kembali mendapat dorongan berharga melalui kolaborasi antara Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan The Pokemon Company. Gelaran coaching clinic bertajuk “MilkLife Soccer Challenge with Pokemon” diselenggarakan di Lapangan KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua legenda sepak bola putri Jepang yang merupakan anggota skuad juara Piala Dunia Wanita FIFA 2011, yakni Mana Iwabuchi dan Aya Miyama. Coaching clinic ini diikuti oleh 74 pesepak bola putri berusia 10 hingga 13 tahun dari kawasan Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Para peserta merupakan bagian dari MilkLife Soccer Extra Training yang tengah dipersiapkan untuk berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars tahun depan. Selama kegiatan, peserta berkesempatan mengasah teknik serta mendapat pengalaman berlatih langsung bersama figur legendaris tingkat dunia. President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. “Terima kasih untuk tamu-tamu dan adik-adik yang sudah hadir, khususnya dari Jepang yaitu Fukunaga-san, Mana Iwabuchi, dan Aya Miyama. Terima kasih datang ke Jakarta. Terima kasih juga untuk Pokemon Company dan Pikachu yang sudah mendukung program MilkLife Soccer Challenge. Semoga kita semua bisa tumbuh dan makin sukses bersama, dan MLSC ini akan makin populer bersama Pikachu,” ujar Victor. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa kehadiran legenda dunia ini bertujuan untuk memberikan panutan (role model) secara nyata bagi para pemain muda. “Aya dan Mana membuktikan bahwa sepak bola yang mereka tekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten, akan memetik hasil luar biasa seperti meraih medali Olimpiade dan Juara Piala Dunia Wanita FIFA,” jelas Teddy. Sementara itu, Corporate Officer The Pokemon Company, Susumu Fukunaga, menyebut keterlibatan Pokemon tidak hanya bertujuan menghadirkan pengalaman baru, tetapi juga menciptakan ruang olahraga yang inklusif dan menyenangkan. Asah Teknik Dasar hingga Simulasi Pertandingan Sesi coaching clinic berlangsung selama 90 menit. Rangkaian acara diawali dengan pemanasan (warm-up) untuk mengenalkan alur latihan. Selanjutnya, materi difokuskan pada penguatan teknik dasar dan koordinasi fisik melalui berbagai variasi drill, seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, hingga step work. Pada akhir sesi, para peserta dibagi ke dalam delapan tim untuk menjalani simulasi pertandingan di empat lapangan. Mana Iwabuchi dan Aya Miyama ikut turun ke lapangan memberikan arahan langsung secara bergantian. Mantan penyerang Arsenal Women, Mana Iwabuchi, menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar sejak dini. “Saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepak bola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat dan ada power. Sejak kecil saya memegang bola setiap hari, jadi jika peserta di sini melakukan hal yang sama, mereka juga bisa berada di posisi seperti saya,” ungkap Mana. Senada dengan hal tersebut, mantan kapten timnas putri Jepang, Aya Miyama, menggarisbawahi pentingnya ekosistem pembinaan yang konsisten. “Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Lingkungan yang mendukung sangat penting agar mereka bisa berkembang jadi pesepak bola putri di Indonesia. Jepang membutuhkan waktu 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia, dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ujar Aya. Pengalaman berlatih bersama para legenda dunia ini turut memberikan dorongan semangat bagi para peserta muda, seperti pasangan kembar peserta extra training, Zavinna Latisya Istiana dan Zivanna Talitha Istiana dari SDN Cilangkap 01 Pagi. “Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami diajarkan teknik dasar, kerja sama tim, dan cara berkomunikasi di lapangan,” tutur Zavinna. Zivanna menambahkan bahwa instruksi yang didapat semakin memicu semangatnya untuk menembus level profesional. “Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” pungkasnya.

MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 Resmi Bergulir, Tangerang dan Semarang Jadi Kota Pembuka

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Minggu (6/9).

TANGERANG & SEMARANG — Pembinaan sepak bola putri usia dini di Tanah Air kembali mendapatkan panggung megahnya. Musim baru MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026 – 2027 resmi dibuka secara serentak melalui gelaran Seri 1 di dua kota utama, Tangerang dan Semarang, yang berlangsung sejak 1 hingga 6 September 2026. Ajang kompetisi usia muda hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini langsung menyajikan persaingan sengit. Di regional Tangerang, SDN Pinang 3 sukses menyabet gelar juara Kelompok Usia (KU) 10, sementara SDN Kunciran 8 memuncaki KU 12. Adapun pada regional Semarang, podium tertinggi KU 10 berhasil diamankan oleh SDN Kembangarum 2 Semarang dan MI Pagersari-Patean mendominasi kategori KU 12. Antusiasme Tinggi dan Perluasan Kota Turnamen pembuka musim ini mencatatkan partisipasi ribuan atlet muda: Regional Tangerang (Stadion Kera Sakti & Stadion Mini Cisauk): Diikuti oleh 1.037 atlet dari 57 SD/MI, terbagi dalam 24 tim KU 10 dan 73 tim KU 12. Regional Semarang (Stadion UNDIP & Lapangan Arhanud Jatingaleh): Melibatkan 1.091 atlet dari 63 SD/MI, yang terdiri atas 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12. Festival SenengSoccer (KU 8): Turut diramaikan oleh 75 siswi dari 22 SD/MI di Tangerang dan 83 siswi dari 18 SD/MI di Semarang. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyampaikan rasa syukurnya atas keberlanjutan turnamen ini. Konsistensi kompetisi menjadi kunci utama dalam menjaga rantai pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput (grassroots). Menariknya, pada musim 2026–2027 ini, MLSC memperluas jangkauannya dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura. “Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini. Target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035,” tegas Teddy. Teddy juga mengapresiasi hadirnya peserta-peserta baru, termasuk sembilan sekolah di Semarang dan empat sekolah di Tangerang yang debut pada seri kali ini. Bertambahnya kontestan memberikan warna baru serta meningkatkan iklim kompetitif secara signifikan. Pentingnya Menit Bertanding dan Jalur Pembinaan Berjenjang Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyoroti pentingnya menit bertanding yang berkelanjutan bagi pesepakbola muda. Menurut mantan pelatih timnas putri tersebut, proses tumbuh kembang pemain tidak bisa dinilai hanya dari satu laga. “Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar dan membawa pembelajaran itu ke pertandingan berikutnya. Ketika mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan, kami bisa melihat perkembangan mereka lebih jelas, mulai dari cara mengambil keputusan, membaca permainan, hingga menghadapi tekanan,” jelas Timo. Timo menambahkan bahwa kehadiran ekosistem pendukung seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga kejuaraan internasional JSSL 7’s Singapore membuat jalur pembinaan kian solid. MLSC berperan sebagai fondasi dasar sebelum para pemain melangkah ke kompetisi berlevel lebih tinggi. Drama Final Regional Tangerang: Adu Penalti dan Gol Jarak Jauh Laga puncak di regional Tangerang menghadirkan drama luar biasa. Pada Kategori Usia 10 (KU 10), SDN Pinang 3 memenangi duel sengit lewat drama adu penalti kontra SDN Cipulir 03 dengan skor 2-1 setelah bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Kiper SDN Pinang 3, Shofiauliya Ferdian, tampil luar biasa sebagai pahlawan dengan menepis tiga tendangan lawan sekaligus mencetak satu gol penentu. Sementara di Kategori Usia 12 (KU 12), SDN Kunciran 8 berhasil menundukkan SDN Kunciran 4 B dengan skor akhir 3-1. Revalia Safitri menjadi bintang lapangan lewat torehan dua gol spektakuler melalui tendangan jarak jauh. “Kemenangan ini hasil dari kerja tim yang solid di lapangan. Lawan-lawannya dari kemarin jago-jago, tapi aku selalu semangat buat berjuang lebih keras lagi. Kami harus pertahankan juara di turnamen berikutnya,” tutur Revalia, yang juga dinobatkan sebagai Best Player KU 12. Daftar Pemenang Lengkap Seri 1 2026–2027 Tangerang Regional KU 10: Juara: SDN Pinang 3 Runner-up: SDN Cipulir 03 Top Scorer: Fatimah Almeera Pahala (SDN Karawaci Baru 1 – 12 gol) Best Player: Ifra Azzaryfa Arysla (SDN Cipulir 03) Best Goalkeeper: Shofiauliya Ferdian (SDN Pinang 3) KU 12: Juara: SDN Kunciran 8 Runner-up: SDN Kunciran 4 B Top Scorer: Fildzah (UPTD SDN Pondok Karya – 31 gol) Best Player: Revalia Safitri (SDN Kunciran 8) Best Goalkeeper: Salsabila Nur Ardillah (SDN Kunciran 8) Semarang Regional KU 10: Juara: SDN Kembangarum 2 Semarang Runner-up: SDN Brumbungan Top Scorer: Ayra Kirana Mahestri (SDN Kembangarum 2 Semarang – 39 gol) Best Player: Almiera Naila Fatmawati (SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol) Best Goalkeeper: Zhafira Ayunindya Putri Azhari (SDN Brumbungan) KU 12: Juara: MI Pagersari-Patean Runner-up: SDN Karangsono 2 Mranggen Top Scorer: Ammaora Kalani Putri (MI Pagersari-Patean – 61 gol) Best Player: Shakila Azalia Ardani (SDN Klepu 03) Best Goalkeeper: Azza Kurnia Hakim (SDN Karangsono 2 Mranggen) Setelah merampungkan seri di Tangerang dan Semarang, tur MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026 – 2027 akan berlanjut ke kota berikutnya, yaitu Jakarta Raya (Jakarta Timur) dan Yogyakarta pada 15 sampai 20 September 2026.

Panggung Dunia Srikandi Muda! Caffino Srikandi Merdeka Cup Siap Menghentak Kudus

Tim Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara menjalani training center pada 24 Juli hingga 11 Agustus 2026 di Kudus dan Pati sebagai bagian dari pemantapan strategi, fisik, serta membangun chemistry antar pemain.

JAKARTA, 29 Juli 2026 – Panggung sepak bola putri Indonesia kembali membara! Usai sukses besar memutar roda kompetisi di level usia dini, ekosistem pembinaan sepak bola putri Tanah Air kini melangkah ke level yang jauh lebih tinggi. Turnamen bertaraf internasional Caffino Srikandi Merdeka Cup siap digelar pada 14–23 Agustus 2026 mendatang di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI, ajang bergengsi U-16 ini bakal mempertemukan tujuh negara kuat: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, hingga Arab Saudi. Bukan sekadar turnamen biasa, ajang ini menjadi puncak dari rantai pembinaan berjenjang bertajuk Women’s Soccer Trilogy 2026, setelah sebelumnya sukses menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars. Pembinaan Berjenjang: Dari Grassroots Menuju Level Internasional Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa turnamen ber-tagline “Girls, Goals, Glory” ini dirancang khusus sebagai wadah menguji mentalitas dan kemampuan talenta terbaik Indonesia di panggung internasional. Dari ribuan pesepak bola muda yang dipantau, tim pelatih berhasil menyaring 56 pemain terbaik hingga akhirnya menetapkan 46 atlet terpilih. Ke-46 Srikandi muda ini kemudian dibagi menjadi dua tim kuat untuk mewakili Merah Putih: Garuda Pertiwi yang ditukangi oleh coach Timo Scheunemann, dan Putri Nusantara di bawah arahan coach Takumi Taniguchi. “Kami sengaja menyiapkan dua tim agar semakin banyak pemain mendapatkan pengalaman bertanding internasional. Kami berharap keberhasilan Timnas Putri Senior menjuarai Piala AFF Putri 2026 menjadi penyemangat. Apalagi turnamen ini bertepatan dengan HUT ke-81 RI,” terang Teddy. Dukungan Penuh Ekosistem & PSSI Langkah nyata membangun ekosistem ini mendapat apresiasi tinggi dari PSSI dan sektor swasta. Soegiono, Business Unit Head Coffee & Confectionary Savoria, menegaskan komitmen Caffino sebagai title partner dalam mengawal lahirnya generasi pesepak bola putri yang kelak sanggup menembus panggung Piala Dunia. Di sisi lain, Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menilai turnamen ini menjadi muara strategis untuk berburu amunisi baru jelang Kualifikasi AFC U-17 2027. “Kesempatan bertanding melawan negara lain adalah pengalaman yang sangat berharga. Semakin banyak pemain yang mendapatkan menit bermain di level internasional, semakin besar pula pilihan pemain berkualitas untuk Indonesia,” jelas Vivin.   Tatap Juara di Kandang Sendiri Sejak 24 Juli hingga 11 Agustus 2026, kedua tim Indonesia tengah melakoni Training Center (TC) intensif di Kudus dan Pati. Sang juru taktik, Timo Scheunemann, mengaku optimistis dengan perkembangan pesat anak-anak asuhnya. “Seluruh atlet berkembang sangat baik selama TC. Mereka cepat menyerap materi dan punya semangat luar biasa. Bermain di kandang sendiri tentu jadi motivasi tambahan untuk berjuang meraih gelar juara,” tegas Timo. Optimisme senada diungkapkan oleh Ayla Dva Khala Ahisma, penggawa Cipta Cendikia FA sekaligus peraih gelar Best Player HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026. Alumni MilkLife Soccer Challenge ini mengaku bangga impiannya membela Merah Putih akhirnya terwujud. Peta Persaingan & Format Turnamen Berdasarkan hasil drawing pada 23 Juli lalu, 8 tim yang berpartisipasi telah terbagi ke dalam dua grup kompetitif: Grup A Grup B 🇮🇩 Garuda Pertiwi (Indonesia) 🇹🇭 Thailand 🇭🇰 Hong Kong 🇸🇬 Singapura 🇲🇾 Malaysia 🇯🇴 Yordania 🇸🇦 Arab Saudi 🇮🇩 Putri Nusantara (Indonesia)

Akademi Persib Cimahi Runner-up Gothia Cup 2026, Putri Tangsel City Torehkan Sejarah untuk Sepak Bola Putri Indonesia

Tim Akademi Persib Cimahi saat tampil di Gothia Cup 2026. (Akademi Persib Cimahi)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda Indonesia di panggung internasional. Dua wakil Tanah Air, Akademi Persib Cimahi (APC) dan Putri Tangsel City FC, sukses menunjukkan kualitas pembinaan sepak bola usia muda Indonesia pada ajang Gothia Cup 2026 di Gothenburg, Swedia. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, pencapaian kedua tim menjadi bukti bahwa pembinaan pemain muda Indonesia semakin kompetitif di level dunia. Akademi Persib Cimahi Kembali Tembus Final Akademi Persib Cimahi tampil luar biasa sepanjang turnamen kategori U-13 Boys. Tim asal Jawa Barat tersebut menyapu bersih fase grup hingga babak semifinal dengan performa yang impresif. Dalam perjalanan menuju partai puncak, APC berhasil mengalahkan sejumlah tim dari Swedia, Bulgaria, Kepulauan Cayman, hingga Meksiko. Produktivitas gol mereka pun menjadi salah satu yang terbaik sepanjang kompetisi. Namun, pada laga final, langkah APC harus terhenti setelah takluk dari Selection Elite asal Prancis. Hasil tersebut membuat Akademi Persib Cimahi mengakhiri Gothia Cup 2026 sebagai runner-up, sekaligus mempertahankan reputasi sebagai salah satu akademi terbaik Indonesia di level internasional. Putri Tangsel City Cetak Sejarah Sementara itu, pencapaian tak kalah membanggakan datang dari Putri Tangsel City FC yang tampil di kategori U-15 Girls. Tim asal Tangerang Selatan tersebut berhasil mencatat sejarah sebagai tim putri Indonesia pertama yang mampu lolos ke babak Play-off Gothia Cup. Pada fase grup, Putri Tangsel City membukukan dua kemenangan dan satu kekalahan sehingga berhak melaju ke babak gugur. Perjalanan mereka akhirnya dihentikan oleh wakil Spanyol, Groseko FSA, pada babak Play-off A (32 Besar). Meski langkah mereka terhenti, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia di tingkat internasional. Bukti Pembinaan Sepak Bola Indonesia Semakin Berkembang Keikutsertaan dua akademi Indonesia di Gothia Cup 2026 memperlihatkan hasil positif dari investasi jangka panjang dalam pembinaan usia dini. Bersaing dengan ratusan akademi dari berbagai negara bukanlah perkara mudah. Namun APC mampu melaju hingga final, sementara Putri Tangsel City berhasil menciptakan sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi akademi-akademi lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, kompetisi, serta pengembangan pemain sejak usia muda. Dengan semakin banyaknya pengalaman internasional yang diperoleh para pemain muda, peluang Indonesia melahirkan pesepak bola berkualitas yang mampu bersaing di level dunia pun semakin terbuka. Hasil Terbaik Wakil Indonesia di Gothia Cup 2026 Akademi Persib Cimahi (U-13 Boys) Runner-up Gothia Cup 2026 Menembus final setelah melalui enam kemenangan beruntun sebelum partai puncak. Putri Tangsel City FC (U-15 Girls) Tim putri Indonesia pertama yang lolos ke babak play-off Gothia Cup. Mengakhiri turnamen di babak Play-off A (32 Besar) setelah tampil kompetitif sepanjang fase grup.

HYDROPLUS Soccer League Jadi Talent Pool Timnas Putri Indonesia

PSSI menilai HYDROPLUS Soccer League berperan penting dalam pengembangan sepak bola putri Indonesia dan menjadi wadah pencarian bakat untuk Timnas Putri Indonesia.

JAKARTA, 6 Juni 2026 – Kehadiran HYDROPLUS Soccer League dinilai semakin memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang digelar secara berjenjang di empat regional tersebut tidak hanya menyediakan ruang kompetisi bagi atlet muda, tetapi juga menjadi wadah pemantauan bakat untuk tim nasional putri Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, saat menghadiri penutupan HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026. Menurutnya, format liga yang berlangsung dalam jangka panjang memberikan kesempatan bagi pemain untuk berkembang secara berkelanjutan melalui jam terbang yang konsisten. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya HYDROPLUS Soccer League dan Djarum Foundation yang sudah mewujudkan program ini. Kompetisi khusus putri masih sangat terbatas, sehingga kehadiran liga seperti ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan perkembangan sepak bola putri Indonesia secara keseluruhan,” ujar Vivin. Ia menambahkan, kompetisi yang berjalan selama satu musim penuh memungkinkan pemain menunjukkan kualitas mereka secara lebih konsisten dibanding turnamen jangka pendek. Dari kompetisi inilah PSSI dapat memantau talenta-talenta potensial yang siap diproyeksikan ke level nasional. “Sudah ada beberapa pemain yang kami monitor dan sebagian telah bergabung dengan Timnas Putri U-17. Harapannya semakin banyak pemain yang bisa ditemukan dan direkrut baik untuk timnas junior maupun senior,” tambahnya. Komitmen pengembangan sepak bola putri juga terus diperkuat oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation melalui berbagai program kompetisi yang saling terhubung. Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa jalur pembinaan yang dibangun saat ini memberikan kesempatan kepada atlet putri untuk berkembang secara bertahap dan berkesinambungan. Rangkaian kompetisi tersebut akan berlanjut melalui MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026 pada 23–28 Juni, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 pada 5–12 Juli, serta Srikandi Merdeka Cup pada 14–23 Agustus yang akan melibatkan sejumlah negara Asia seperti Yordania, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Thailand, dan Indonesia. “Kami berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet putri. Harapannya mereka memperoleh pengalaman kompetitif yang berjenjang sehingga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan secara optimal,” kata Teddy. Menurut Teddy, keberhasilan penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League musim ini juga menjadi bukti bahwa sepak bola putri Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kompetisi yang berlangsung di Surabaya, Bandung, Kudus, dan Jakarta berhasil memberikan kesempatan bertanding yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas permainan para atlet muda. Dengan semakin banyaknya kompetisi yang terselenggara secara berkelanjutan, kolaborasi antara penyelenggara, PSSI, pemerintah daerah, klub, akademi, dan orang tua diharapkan mampu melahirkan generasi baru pesepak bola putri Indonesia yang siap bersaing di level internasional.

Cipta Cendikia Football Academy dan Putri JP Jakarta Juara HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026

Dari kategori U-15, Cipta Cendikia Football Academy sukses menjadi kampiun dengan torehan total 90 poin sebagai pemuncak klasemen.

JAKARTA, 6 Juni 2026 – HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026 resmi menuntaskan kompetisi sekaligus melengkapi daftar peserta yang akan berlaga pada HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Dari kategori U-15, Cipta Cendikia Football Academy tampil sebagai juara setelah mengumpulkan 90 poin dan memuncaki klasemen akhir. Sementara di kategori U-18, Putri JP Jakarta keluar sebagai kampiun dengan raihan 54 poin. Kedua tim berhasil menorehkan catatan impresif sepanjang musim dengan tidak terkalahkan. Kompetisi berlangsung selama 30 pekan untuk kategori U-15 dan 18 pekan untuk kategori U-18 sejak Oktober 2025 hingga Juni 2026 di GSport Jagorawi Soccer Arena, Bogor, Jawa Barat. Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengungkapkan bahwa Jakarta menjadi regional terakhir yang menyelesaikan rangkaian kompetisi musim 2025/2026 setelah Surabaya, Bandung, dan Kudus. “Regional Jakarta ini merupakan peserta terbanyak dibanding tiga regional lainnya. Ada 16 tim untuk U-15 dan 10 tim di U-18. Dari segi kualitas kami melihat peningkatan yang sangat signifikan sejak pekan pertama hingga akhir kompetisi. Para pemain mendapatkan pengalaman bertanding yang konsisten setiap pekannya, dan itu menjadi modal penting dalam proses pembinaan,” ujar Teddy. Menurutnya, kompetisi liga yang berlangsung selama berbulan-bulan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis tetapi juga dalam membentuk karakter, disiplin, dan mental bertanding. Pada kategori U-15, keberhasilan Cipta Cendikia Football Academy tidak lepas dari kontribusi penyerang andalannya, Albianca Raula. Pemain yang mencatatkan 1.405 menit bermain tersebut berhasil menjadi top scorer dengan torehan 38 gol sepanjang musim. “Perasaannya senang banget, enggak nyangka bisa jadi juara. Kami selalu berusaha tampil konsisten, percaya diri, dan menjaga komunikasi di lapangan. Sekarang target kami adalah tampil maksimal di All-Stars,” kata Albianca. Sementara itu, Putri JP Jakarta menunjukkan dominasi di kategori U-18. Pada laga terakhir, mereka sukses menundukkan Putri Tangsel City dengan skor 3-1 untuk memastikan gelar juara sekaligus mempertahankan rekor tanpa kekalahan sepanjang kompetisi. Kapten tim Putri JP Jakarta, Rengganis Wijanarto, menyebut kekompakan menjadi faktor utama keberhasilan timnya musim ini. “Sebagai kapten, saya selalu mengajak teman-teman untuk bermain kompak dan terus berlatih. Kami ingin melanjutkan performa ini di All-Stars dan membawa nama DKI Jakarta menjadi juara,” ujarnya. Pelatih Kepala Putri JP Jakarta U-18, Intan Nuraini Ulfa, mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Ia menyebut gelar juara regional memang menjadi target utama sejak awal musim. “Target utama kami memang lolos ke tingkat nasional. Bersyukur bisa menyelesaikan kompetisi tanpa kekalahan. Sekarang fokus kami adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk menghadapi All-Stars di Kudus,” katanya. Dengan hasil ini, Cipta Cendikia Football Academy dan Putri JP Jakarta berhak mewakili Jakarta pada HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari Surabaya, Bandung, Kudus, dan Jakarta.

Polytron Indonesia Open 2026 Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Kolaborasi Olahraga dan Teknologi

Polytron Indonesia Open 2026 menghadirkan inovasi teknologi, hiburan olahraga modern, serta dukungan kendaraan listrik untuk meningkatkan pengalaman penonton.

JAKARTA, 1 Juni 2026 – Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga menawarkan pengalaman hiburan olahraga yang lebih modern melalui kolaborasi antara olahraga dan teknologi. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi penonton melalui pemanfaatan teknologi baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Selain menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan, panitia juga berupaya menjadikan turnamen lebih inklusif dengan menyediakan harga tiket yang terjangkau. Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Mei 2026, penjualan tiket telah mencapai lebih dari 76 persen dari total alokasi penjualan daring melalui Tiket.com. Dukungan terhadap turnamen semakin kuat dengan keterlibatan Polytron sebagai sponsor utama. Sebagai perusahaan teknologi nasional yang telah hadir selama 50 tahun, Polytron menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan olahraga Indonesia, khususnya bulu tangkis yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa di tingkat internasional. General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan bahwa Indonesia Open merupakan momentum penting untuk mendukung prestasi atlet Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi teknologi kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penunjukan Polytron G3+ sebagai official electric vehicle car partner untuk mendukung mobilitas atlet selama turnamen berlangsung. Melalui kehadiran kendaraan listrik tersebut, Polytron ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dapat menjadi pilihan yang praktis dan relevan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, Polytron juga menghadirkan program jaminan buyback sebesar 70 persen selama tiga tahun pertama. Dukungan terhadap Indonesia Open juga datang dari HSBC Indonesia. Perusahaan menilai bulu tangkis tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan gaya hidup positif bagi generasi muda. Melalui Indonesia Open 2026, HSBC berkomitmen untuk terus memperkuat dukungannya terhadap ekosistem bulu tangkis nasional melalui berbagai program engagement bersama komunitas dan pencinta bulu tangkis. Dengan perpaduan pertandingan kelas dunia, inovasi teknologi, serta dukungan berbagai mitra strategis, Polytron Indonesia Open 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat bulu tangkis dunia.

Polytron Indonesia Open 2026 Siap Digelar, 248 Atlet Dunia Ramaikan Istora Senayan

Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026

JAKARTA, 1 Juni 2026 – Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga menawarkan pengalaman hiburan olahraga yang lebih modern melalui kolaborasi antara olahraga dan teknologi. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi penonton melalui pemanfaatan teknologi baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Selain menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan, panitia juga berupaya menjadikan turnamen lebih inklusif dengan menyediakan harga tiket yang terjangkau. Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Mei 2026, penjualan tiket telah mencapai lebih dari 76 persen dari total alokasi penjualan daring melalui Tiket.com. Dukungan terhadap turnamen semakin kuat dengan keterlibatan Polytron sebagai sponsor utama. Sebagai perusahaan teknologi nasional yang telah hadir selama 50 tahun, Polytron menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan olahraga Indonesia, khususnya bulu tangkis yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa di tingkat internasional. General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan bahwa Indonesia Open merupakan momentum penting untuk mendukung prestasi atlet Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi teknologi kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penunjukan Polytron G3+ sebagai official electric vehicle car partner untuk mendukung mobilitas atlet selama turnamen berlangsung. Melalui kehadiran kendaraan listrik tersebut, Polytron ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dapat menjadi pilihan yang praktis dan relevan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, Polytron juga menghadirkan program jaminan buyback sebesar 70 persen selama tiga tahun pertama. Dukungan terhadap Indonesia Open juga datang dari HSBC Indonesia. Perusahaan menilai bulu tangkis tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan gaya hidup positif bagi generasi muda. Melalui Indonesia Open 2026, HSBC berkomitmen untuk terus memperkuat dukungannya terhadap ekosistem bulu tangkis nasional melalui berbagai program engagement bersama komunitas dan pencinta bulu tangkis. Dengan perpaduan pertandingan kelas dunia, inovasi teknologi, serta dukungan berbagai mitra strategis, Polytron Indonesia Open 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat bulu tangkis dunia.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025 – 2026

Momen penyerahan hadiah di podium kepada para juara dan runner-up KU 10 dan KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Manukan Kulon Runner-up: SDN DR. Sutomo V/327 Semifinalis: SDN Ketabang I, SDN Ngagel Rejo I/ 396 Top Scorer: Atsilah Dhia Syarafana (31 gol) – SDN Ngagel Rejo I/ 396 Best Player: Keyvara Maleyeka – SDN Manukan Kulon Best Goalkeeper: Almahyra Sheza Arifin – SDN Manukan Kulon Fairplay Team: SDN Sawahan 4  Kategori Usia 12 Champion: SDN Pacarkeling V/ 186 B Runner-up: SDN Manukan Kulon Semifinalis: SDN Manukan Kulon II/499 B, SDN Tanah Kalikedinding I/251 Top Scorer: Anindita Lesmana (29 gol) – SDN Manukan Kulon II/499 B Best Player: Locita Waranggaini Olah Nismara – SDN Pacarkeling V/186 B Best Goalkeeper: Ainur Fitriani – SDN Pacarkeling V/168 B Fairplay Team: SDN Pakis 1/368

MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 Lahirnya Juara Baru dari Kota Pahlawan

Aksi Keyvara Malayeka, pemain SDN Manukan Kulon yang juga peraih Best Player pada KU 10 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2025.

SURABAYA, 17 Mei 2026 – Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, yang berlangsung sejak 12 hingga 17 Mei 2026 mencapai puncaknya. Selama lima hari, turnamen diikuti tidak kurang 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya. Peserta terbagi menjadi 73 tim di kategori KU 10 dan 77 tim di kategori KU 12. Pada partai final yang berlangsung Minggu (17/5), kompetisi sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur yakni SDN Pacarkeling V/186 B (KU 12) dan SDN Manukan Kulon (KU 10). Di KU 12 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025 – 2026, tim SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya sukses mengunci gelar lewat kemenangan 6-5 pada pertandingan adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1. Sementara itu di KU 10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327.  Laga Ketat Hingga Berakhir Lewat Coin Toss di KU 12 SDN Manukan Kulon unggul cepat melalui kapten tim mereka, Emily Zitara, saat pertandingan baru berjalan lima menit. Lepas dari kawalan pemain bertahan lawan, Emily berdiri bebas dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang SDN Pacarkeling V/186 B, Mikayla Ramadhania, lewat sepakan ke sisi kiri gawang. Meski sudah unggul, SDN Manukan Kulon tetap tampil menekan. Emily Zitara dan rekan-rekannya beberapa kali melancarkan serangan ke area pertahanan SDN Pacarkeling V/186 B yang diperkuat, Locita Waranggaini Olah Nismara yang di akhir turnamen meraih predikat Best Player MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 kategori KU 12. Namun hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan SDN Manukan Kulon tetap bertahan. Setelah terus mencoba membangun serangan, SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Locita pada menit ke-19 atau empat menit setelah babak kedua dimulai. Pemain bernomor punggung 10 tersebut melepaskan tendangan keras yang meluncur melewati lini belakang SDN Manukan Kulon dan gagal diantisipasi penjaga gawang. Masuk sisa pertandingan, kedua tim bergantian melancarkan serangan. Locita dari SDN Pacarkeling V/186 B dan Alya Nisa Dzakiyah dari SDN Manukan Kulon beberapa kali mencoba menciptakan peluang bagi tim masing-masing. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak adu penalti, kedua tim masih bermain imbang 5-5 setelah masing-masing enam penendang menjalankan tugasnya. Sesuai regulasi, pemenang kemudian ditentukan melalui coin toss untuk menentukan tim yang mendapat kesempatan menendang dan tim yang diwakili penjaga gawang untuk menggagalkan tendangan tersebut. SDN Pacarkeling V/186 B mendapatkan giliran sebagai penendang. Darleine Maryam Khairunisa sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B. Kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B ini sekaligus memastikan kegagalan SDN Manukan Kulon untuk mengawinkan gelar di kategori KU 10 dan KU 12. Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan timnya menjuarai MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 adalah dengan persiapan maksimal. Septyan menambahkan, setiap peserta dari sekolah lain juga ingin juara, sehingga itu yang menjadi motivasi bagi timnya untuk melakukan persiapan yang lebih matang.  “Sebenarnya saya tidak memprediksi sampai masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata ada di usia 10 tahun. Saya sangat mengapresiasi kepada para pemain sudah berhasil memenangi adu penalti, bagi saya luar biasa. Terima kasih juga untuk Djarum Foundation sudah menyelenggarakan acara seperti ini. Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang, karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu. Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan,” kata Septyan. Sementara itu, Locita Waranggaini Olah Nismara, yang berhasil meraih predikat Best Player untuk KU 12, mengungkapkan bahwa pantang menyerah adalah kunci kemenangan timnya hari ini. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, Locita tidak menyerah begitu saja hingga akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan.  “Finalnya sangat seru, kita meskipun kalah suporter tapi gak masalah bagi saya, yang penting hasil akhir. Waktu ketinggalan 0-1 saya gak menyerah, itu masih aman apalagi waktu masih banyak. Kita kejar terus sama tim, ‘semangat, semangat’, hingga akhirnya penalti dan menang,” ucap Locita. Banjir Gol Hingga Adu Penalti di KU 10 Pada final kategori KU 10, SDN Manukan Kulon berhasil keluar sebagai juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025–2026 setelah mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 melalui babak adu penalti. Dalam pertandingan tersebut, SDN Manukan Kulon beberapa kali tertinggal sebelum akhirnya mampu bangkit dan memaksakan laga hingga penentuan penalti. SDN DR. Sutomo V/327 langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui aksi Shezan Azarine Fahima. Tujuh menit kemudian, Nayla Nur Hafizah berhasil menambah keunggulan timnya dan membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 2-0. SDN Manukan Kulon memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas jarak jauh yang dicetak oleh Keyvara Malayeka. Hingga babak pertama berakhir, SDN DR. Sutomo V/327 masih memimpin dengan skor 2-1. Masuk babak kedua, SDN DR. Sutomo V/327 kembali menjauh setelah Adiba Utomo Putro mencetak gol melalui tendangan chip dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau penjaga gawang. Gol tersebut membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 3-1. Namun, SDN Manukan Kulon tidak menyerah. Keyvara Malayeka kembali mencetak gol pada menit ke-24 untuk memperkecil ketertinggalan. Tiga menit berselang, pemain bernomor punggung tujuh itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus melengkapi hat-trick dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada babak adu penalti, SDN Manukan Kulon berhasil memastikan gelar juara setelah dua penendangnya sukses menjalankan tugas. Sementara itu, SDN DR. Sutomo V/327 yang tampil dominan sepanjang waktu normal harus mengakui keunggulan lawan setelah hanya mampu mencetak satu gol dari tiga kesempatan penalti. Setelah pertandingan, Keyvara, yang menjadi pahlawan kemenangan timnya hari ini, mengaku senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Menurutnya, motivasi pelatih menjadi salah satu faktor kunci di balik kebangkitan SDN Manukan Kulon pada laga final tersebut.  “Tadi sempat ketinggalan tapi pelatih minta jangan menyerah, usaha terus dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil. Senang bisa cetak gol dan alhamdulillah senang bisa juara,” ucap Keyvara. Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci Ekosistem Sepak Bola Putri Head Coach MilkLife Soccer Challenge, … Read more

Daftar Pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026

daftar pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026

Berikut daftar pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026 di Purwokerto (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Rafaesyza Falah Alfarezi – SDN 1 Sokanegara – 00:42.88 Runner-up : Arzan Ghiffari Widiyanto – SDI Darul Falah Tambak – 00:43.42 Semifinalis : Zafier Nadief Farzana – SDN 1 Sokanegara – 00:44.10 Kelas 1 Putri Juara   : Hani Pertiwi Efendi – SDN 1 Karangpucung – 00:46.07 Runner-up : Hanifah Fathiatur Rahma – SDN 4 Kranji – 00:47.44 Semifinalis : Hanifah Nur Sabiya – SDN 1 Patikraja – 00:47.77 Kelas 2 Putra Juara   : Muhammad Gibran Ramadhan – SDN 1 Patikraja – 00:40.72 Runner-up : Abdurrahman Fawwaz Kurniadi – SDI Darul Falah Tambak – 00:43.36 Semifinalis : Evano Rayyan Alfarezel – SDN 1 Purwokerto Wetan – 00:43.61 Kelas 2 Putri Juara   : Kirana Sasi Fidelisa Waluyo – SDN 1 Klahang – 00:43.48 Runner-up : Kalula Shaqueena Elyoena – SDIT Harapan Bunda Purwokerto – 00:44.58 Semifinalis : Attaya sabira Fajrin – SDN 1 Karangpucung – 00:45.57 Kelas 3 Putra Juara   : Muhammad Abid Al Khalifi – SDIT Harapan Bunda Purwokerto – 00:56.01 Runner-up : Alfazain Adam Diandra – SDN 1 Patikraja – 00:59.60 Semifinalis : Ariendra Elsi Musyaffa – SDI Darul Falah Tambak – 01:00.00 Kelas 3 Putri Juara   : Gita Felicia – SDN 1 Karangpucung – 01:00.73 Runner-up : Syakilla Adistya Alzahra – SDN 1 Klahang – 01:04.69 Semifinalis : Keinnara El Zhafira Shanum – SDN 1 Kranji – 01:05.19

Purwokerto Kota Pembuka Untuk Bangun Fondasi Cinta Pada Bulutangkis Sejak Usia Dini

MilkLife Festival SenengMinton 2026 kembali digelar dengan kota Purwokerto sebagai pembuka yang berlangsung di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis (30/4). Para siswa dan siswi kelas 1-3 Sekolah Dasar (SD) melewati tantangan permainan bernuansa bulutangkis untuk mencatatkan waktu tercepat.

PURWOKERTO, 30 April 2026 – Upaya menanamkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak usia dini terus digencarkan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang digelar di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis (30/4). Sebanyak 480 siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1–3 dari 16 sekolah ambil bagian dalam perlombaan bernuansa bulu tangkis yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation disponsori oleh MilkLife yang berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah tersebut. Kota Purwokerto menjadi pembuka rangkaian MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang juga akan diselenggarakan di empat kota lainnya di Jawa Tengah, yakni Magelang (24 September), Solo (1 Oktober), Semarang (28 Oktober), dan Kudus (31 Oktober–1 November). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 merupakan sebuah komitmen untuk menanamkan nilai sportivitas sekaligus membangun fondasi rasa cinta terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini. Melalui permainan yang didesain menyenangkan dan interaktif, diyakini mampu membuka jalan untuk proses pembibitan atlet secara terstruktur dan sistematis, sehingga nantinya menjadi salah satu penggerak roda regenerasi pebulutangkis handal Indonesia. “Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulutangkis. Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga. Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa,” ujar Yoppy. Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika mengapresiasi antusiasme para siswa serta sekolah yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tepok bulu tersebut. Yuni menegaskan pentingnya konsistensi membangun pondasi ekosistem bulutangkis dari level grassroot. Hal ini akan berdampak signifikan terhadap prestasi di level atas, sehingga semakin luas basis partisipasi peserta akan selaras dengan peluang munculnya talenta-talenta unggul. “Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal. Konsistensi ini penting karena pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi. Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan, pembinaan dasar, hingga ke jenjang kompetitif,” ucap Yuni.  Yuni menambahkan, dengan tuaian animo positif dari peserta MilkLife Festival SenengMinton 2026, Pengprov PBSI Jawa Tengah akan memperkuat jalur pembinaan lanjutan sehingga potensi atlet dapat diakomodir dan dibina lebih lebih lanjut. Dalam jangka panjang, langkah tersebut dapat memperkuat jalur prestasi atlet menuju level provinsi, nasional hingga internasional. “Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan. Selain itu, kami juga akan mendorong lebih banyak kompetisi berjenjang agar peserta yang sudah tertarik memiliki ruang untuk berkembang dan mengukur kemampuan. Kolaborasi dengan sekolah dan klub-klub setempat juga akan terus ditingkatkan agar pembinaan bisa berjalan berkesinambungan,” jelas Yuni. Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kabupaten Banyumas, Pujiono S.Pd mengapresiasi langkah pengenalan olahraga bulutangkis dengan konsep menyenangkan ini. Menurutnya, seluruh langkah regenerasi atlet bulutangkis harus terjaga baik dari jenjang usia dini hingga profesional. “Guru-guru PJOK di Kabupaten Banyumas mendukung proses pengenalan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026. Tak dipungkiri, prestasi yang telah diraih pebulutangkis Indonesia harus disambung oleh generasi mendatang. Sehingga pengenalan dan pembinaan menjadi sangat penting untuk menindaklanjuti regenerasi atlet baik di tingkat daerah maupun provinsi. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mendorong siswa mengembangkan bakat mereka bersama klub,” ucap Puji.  Penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 menerapkan sistem individu dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat untuk setiap kategori. Pada kategori kelas 3, para peserta harus melewati lima jenis tantangan yakni Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target dan Zig Zag Run. Sedangkan bagi peserta kategori kelas 1 dan 2, tantangan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan tersebut.  Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Semangat Jadi yang Tercepat Rasa cinta pada bulutangkis terpancar dari Gita Felicia, siswi kelas 3 SDN 1 Karangpucung yang menorehkan catatan waktu tercepat 01:00.73 di kategori putri. Pada edisi sebelumnya, Gita mampu finis di posisi ketiga. Hal itu menambah motivasi Gita untuk semakin tekun berlatih dengan sang ayah yang juga menjadi pemain bulu tangkis.  “Aku memang suka bulu tangkis sejak dulu, seringnya bermain dengan teman di depan rumah. Waktu Festival SenengMinton 2025 lalu, aku dapat hadiah raket karena juara tiga. Itu raket pertamaku, aku jadi tambah semangat untuk berlatih. Lalu kali ini aku membuktikan hasil latihan dengan jadi juara. Setelah ini aku akan berlatih lebih serius. Semoga nanti jadi atlet andal,” kata Gita. Dukungan sekolah juga menjadi faktor kuat dalam penyebaran virus positif olahraga bulu tangkis. Guru olahraga SDIT Harapan Bunda Purwokerto Gito Sugeng Ridhono yang tak henti ikut memberikan dukungan pada muridnya dari pinggir lapangan bercerita sekolahnya gencar melakukan pengenalan badminton melalui kegiatan ekstrakurikuler, bahkan telah memiliki fasilitas lapangan tersendiri. Ia berharap perlombaan maupun turnamen bulutangkis dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga dapat mengakomodir bakat-bakat para siswa. “Dengan adanya MilkLife Festival SenengMinton 2026 ini kami terbantu karena menjadi wadah para siswa mengenal keterampilan dasar bulu tangkis yang harapannya dapat meningkatkan kecintaan mereka terhadap olahraga ini. Sehingga bakat-bakat potensial dapat terlihat dan dibina lebih lanjut. Semoga melalui ajang ini sekolah kami dapat mengukir kemenangan dalam kejuaraan bulutangkis, oleh karena itu kami juga sangat serius mempersiapkan para atlet yang bertanding di ajang ini,” sebut Gito.  Para pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026 di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta dan guru yang ikut berpartisipasi juga mendapatkan goodie bag dari sponsor.

Polytron Revolusi Turnamen Bulutangkis dengan Sentuhan Teknologi

Polytron indonesia Open 2026 akan bergulir pada 2 - 7 Juni 2026 di istora GBK, Senayan, Jakarta Pusat.

 JAKARTA, 14 April 2026 – Polytron Indonesia Open 2026 menjadi ajang bulutangkis internasional paling bergengsi yang akan diselenggarakan di Indonesia tahun ini. Turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2–7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Puluhan pebulutangkis top dunia bakal hadir guna memperebutkan gelar juara sekaligus mengumpulkan poin penting dalam peringkat global. Menjadi sponsor utama dalam turnamen bulutangkis prestisius ini, Polytron menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional khususnya bulutangkis, yang telah menjadi kebanggaan Indonesia di panggung dunia. Dukungan ini sekaligus menegaskan Polytron sebagai brand asli Indonesia yang telah hadir selama 50 tahun dan terus berinovasi. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi menjadi yang terbaik, tetapi juga simbol dukungan nyata terhadap atlet Tanah Air agar mampu berprestasi di level internasional. Sejalan dengan itu, Polytron menghadirkan pendekatan baru melalui konsep yang terintegrasi dengan inovasi teknologi, termasuk meresmikan, Polytron G3+ sebagai official electric car partner untuk mobilisasi atlet selama masa turnamen. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan bahwa kehadiran inovasi teknologi keberlanjutan dalam Polytron Indonesia Open 2026 merupakan bagian dari visi besar perusahaan. “Indonesia Open dan Polytron memiliki kesamaan DNA yang sangat kuat; kami berakar dari Indonesia, tumbuh bersama rakyat, dan kini menjadi kebanggaan di tengah kompetisi merek global. Melalui semangat ‘Pride of the Nation’, kami mentransformasi simbol kebanggaan nasional ini menjadi kekuatan inovasi teknologi keberlanjutan. Dukungan kami bukan sekadar sponsorship, melainkan kontribusi nyata dalam menghadirkan ekosistem kompetisi berkualitas bagi atlet Indonesia,” ujarnya. Ia juga menambahkan, sebelum berpartisipasi di Indonesia Open tahun ini, Polytron telah memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung berbagai turnamen bulutangkis, mulai dari Polytron International Para Badminton Indonesia, Superliga Junior, Gubernur Cup, hingga Muria Cup. “Penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 ini kami harap tidak hanya menjadi ajang pembuktian prestasi atlet nasional di negeri sendiri, namun juga menjadi etalase yang membuktikan potensi besar inovasi dan semangat kebersamaan Indonesia kepada masyarakat internasional,” lanjutnya. Dukungan Polytron dalam turnamen ini mendapat sambutan hangat dari PP PBSI. Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menyebut Polytron Indonesia Open memiliki peran krusial dalam kalender bulutangkis dunia sekaligus menjadi momentum penting bagi atlet nasional. “Polytron Indonesia Open 2026 merupakan salah satu turnamen paling prestisius di kalender BWF. Bagi Indonesia, ini bukan hanya soal menjadi tuan rumah, tetapi juga kesempatan besar bagi para atlet untuk meraih prestasi di hadapan publik sendiri,” kata Ricky. Ia menilai dukungan dari Polytron menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas turnamen sekaligus mendukung pembinaan atlet. “Oleh karenanya, kami sangat mengapresiasi dukungan Polytron sebagai sponsor utama. Dukungan ini memberikan dampak nyata, tidak hanya terhadap penyelenggaraan turnamen, tetapi juga terhadap pembinaan dan pengembangan atlet Indonesia secara berkelanjutan sehingga kedepannya Indonesia tetap memiliki skuad yang kompetitif di berbagai sektor,” ujarnya. Peraih medali emas Olimpiade 1996 ini juga menuturkan, saat ini pelatnas masih berada dalam fase akselerasi dan pengembangan pemain-pemain muda. Program ini dirancang untuk memberikan jam terbang, pengalaman bertanding, serta mempercepat proses adaptasi mereka di level kompetisi yang lebih tinggi. “Sehingga melalui ajang ini, diharapkan para atlet dapat memanfaatkan kesempatan tampil dihadapan publik sendiri untuk menunjukkan perkembangan terbaiknya. Dukungan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal, sekaligus membangun kepercayaan diri mereka dalam menghadapi turnamen-turnamen internasional ke depan,” ia menjelaskan. Berstatus tuan rumah dan akan mendapatkan dukungan maksimal dari para penonton, PBSI menargetkan yang terbaik dalam turnamen ini. Selain itu, Polytron Indonesia Open 2026 juga menjadi momen akselerasi atlet-atlet muda Pelatnas agar tampil maksimal di hadapan publik. “Kami tentu menargetkan hasil terbaik. Dengan persiapan yang matang, kami berharap para atlet Indonesia mampu bersaing dan meraih hasil yang maksimal,” tegasnya. Polytron Indonesia Open 2026 akan menjadi ajang unjuk kemampuan bagi sejumlah pebulutangkis Indonesia yang tengah naik daun maupun yang telah berpengalaman di level internasional. Nama-nama seperti Jonathan Christie, Alwi Farhan, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Putri Kusuma Wardani, Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta, hingga Nikolaus Joaquin/Raymond Indra akan menjadi bagian dari kekuatan Merah Putih di turnamen ini. Selain itu, kehadiran para pemain top dunia akan membuat persaingan semakin ketat dan menarik untuk disaksikan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia Open sebagai salah satu turnamen paling dinantikan dalam kalender bulutangkis internasional. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, memastikan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan pengalaman baru yang memadukan olahraga dengan teknologi. “Polytron Indonesia Open 2026 kami siapkan dengan konsep balutan inovasi teknologi, tidak hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga dari keseluruhan pengalaman di luar lapangan. Penonton akan menikmati berbagai aktivitas menarik, area interaktif, serta teknologi terbaru yang terintegrasi di dalam penyelenggaraan,” ujar Achmad Budiharto. Ia menambahkan bahwa konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton dan media, sekaligus memperkuat daya tarik turnamen sebagai salah satu event bulutangkis kelas dunia. Selain itu, panitia juga memastikan aksesibilitas yang lebih luas bagi penggemar bulutangkis dengan menghadirkan harga tiket yang lebih affordable. “Kami juga mengumumkan bahwa penjualan tiket akan dibuat lebih affordable agar semakin banyak badminton lovers yang bisa datang langsung ke Istora GBK dan merasakan atmosfer turnamen kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendekatkan olahraga bulutangkis kepada masyarakat,” tambahnya. Bersama PBSI, panitia berupaya menjadikan turnamen ini sebagai “pesta rakyat bulutangkis” yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat pecinta bulutangkis di Indonesia. Didukung harga tiket yang affordable, pengunjung tak hanya disuguhi pertandingan yang menarik, tetapi juga akan dimanjakan dengan beragam aktivitas seru dan sajian hiburan menarik di berbagai area yang telah disiapkan.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 2025 – 2026

Juara dan Runner-up KU 10 serta KU 12 merayakan keberhasilan bersama di podium usai final MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (15/2).

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Cilangkap 01 B  Runner-up : SDN Pondok Kacang Timur 04 Semifinalis : SDN Cijantung 03 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Top Scorer : Adonia Nazma Mainika – SDN Cakung Barat 05 (15 Gol) dan Anindita Keisa Zahra – SDN Pulogebang 13 (15 Gol) Best Player : Lu’lu Faujiyah – SDN Cilangkap 01 B  Best Goalkeeper : Clarissa Abidah Kaula – SDN Cilangkap 01 B  Fairplay Team : SDN Pulogebang 13   Kategori Usia 12 Champion : SDN Mampang 3 Runner-up : SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis : SDN Mampang 2 dan SDN Kunciran 4 Top Scorer : Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 (22 Gol) Best Player : Helga Cahya Yudi Sadira – SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Best Goalkeeper : Nayla Arkana Zahran – SDN Mampang 3 Fairplay Team : UPTD SDN Mampang 1   Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025 – 2026:   Kategori Usia 10 Champion : MIN 9 Sragen Runner-up : SDN 02 Malangjiwan Semifinalis : SD Al Azhar Syifa Budi dan SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Top Scorer : Salsabilla Mustika Prasetiyo – MIN 9 Sragen (46 gol) Best Player : Shaqueena Nasha Olivia – SDN 02 Malangjiwan Best Goalkeeper : Humaira Putri Satriyawan – MI Ta’mirul Islam Fairplay Team : MIN Surakarta   Kategori Usia 12 Champion : SDN Kristen Manahan SKA Runner-up : MIN 9 Sragen Semifinalis : SD Tempel Surakarta dan MIN Surakarta Top Scorer : Ika Wonda – SDN Kristen Manahan SKA (43 gol) Best Player : Fatimah Misy Al Al Kholida – SDN Manang 1 Best Goalkeeper : Mayuri Wistarakara Harimurti – SD Kristen Manahan Surakarta Fairplay Team : SDIT Muhammadiyah Al Kautsar

Persaingan Ketat di Laga Puncak Dua Kota, Para Juara Tampil Gemilang

Pemain SDN Cilangkap 01 B Lu'lu Faujiyah saat bertanding pada final KU 10 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (15/2).

Jakarta & Solo, 15 Februari 2026 – Perhelatan MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 2025 – 2026 telah mencapai partai puncak usai melewati serangkaian laga yang kompetitif. Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B (KU 10) dan SDN Mampang 3 (KU 12) menaklukkan lawan-lawannya untuk meraih gelar juara, sementara di Solo, MIN 9 Sragen dan SDN Kristen Manahan tampil dominan, memastikan kemenangan di masing-masing kategori KU 10 dan KU 12. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Jakarta & Solo Seri 2 2025 – 2026 menjadi bukti komitmen jangka panjang dalam menumbuhkembangkan ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini. Ia menyampaikan bahwa program ini telah memasuki tahun ketiga dengan peningkatan kualitas yang semakin konsisten. “MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” ujar Teddy. Menurutnya, peningkatan tersebut semakin terlihat pada seri Jakarta dan Solo musim 2025–2026, baik dari sisi kualitas permainan maupun jumlah peserta. Teddy juga menilai pengalaman bermain yang sarat semangat, fairplay, serta interaksi positif antar pemain menjadi nilai penting dalam setiap pertandingan. “Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya.  Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026, Rici Vauzi menilai bahwa dalam seleksi pemain MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026, fokus utama terletak pada teknik, insting permainan, dan mental juara para peserta. Keberhasilan SDN Cilangkap 01 B (KU-10) dan SDN Mampang 3 (KU-12) menjadi juara untuk pertama kalinya menegaskan bahwa persaingan semakin merata dan ekosistem sepak bola putri usia dini terus menunjukkan perkembangan positif. Rici menambahkan bahwa kehadiran juara baru menghadirkan semangat kompetitif bagi tim lain. “Dalam setiap laga, perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar menjadi sangat nyata, terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan dalam mengoper dan menggiring bola, kemampuan menahan tekanan lawan, serta mental dan keberanian mereka untuk mengambil risiko demi mendominasi permainan,” kata Rici. Dalam memproyeksikan tim MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Rici menyebut seleksi KU-12 lebih mudah karena para pemain sudah konsisten berlatih, sementara di KU-10 jumlah pemain menonjol masih terbatas. Pada Seri 2, pemilihan tim lebih diprioritaskan kepada para pemain yang telah mengikuti extra training. “Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya. Pemenang dari Solo dan Jakarta MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025 – 2026 berlangsung mulai tanggal 10 – 15 Februari 2026, berlokasi di dua tempat yaitu di Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah. MLSC Solo Seri 2 diikuti 1.618 siswi dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12. Sedangkan, MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 bergulir pada 12 – 15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena & Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur. MLSC Jakarta Seri 2 diikuti oleh 2.319 siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Pada pertandingan final MLSC Solo Seri 2 2025 – 2026, MIN 9 Sragen menjadi peraih trofi di KU 10, usai menundukkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0 berkat hattrick Salsabilla Mustika Prasetyo yang membuka keunggulan pada menit ke-6. Di balik ketajaman lini depan, pertahanan MIN 9 Sragen yang diperkuat Keisha Fathin Azzahra turut tampil disiplin menjaga benteng terakhir tim.  “Sudah tiga kali ikut MLSC, namun kali ini aku tampil lebih percaya diri saat bertanding karena rajin latihan. Saat final tadi aku yakin bisa bikin gol karena aku fokus dan bermain lepas. Bermain sepak bola itu sangat menyenangkan,” ucap Salsabilla. Menyusul laga selanjutnya, pada KU 12, SD Kristen Manahan sukses mempertahankan gelar juara setelah bertemu lawan main yang kuat, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Sragen. Ini adalah kali kedua mereka disandingkan untuk memperebutkan podium, setelah sempat adu kekuatan di seri sebelumnya. Hasil akhir pertandingan, SD Kristen Manahan mengunci kemenangan lewat serangan gol yang terus dilesakkan striker andalan SD Kristen Manahan, Ika Wonda yang menciptakan 6 dari 7 gol di gawang lawan.  Sementara, pada laga final KU 10 MLSC Jakarta Seri 2 2025 – 2026, SDN Cilangkap 01 B sukses meraih kemenangan dengan skor 3-2 setelah mematahkan benteng pertahanan lawan mainnya, SDN Pondok Kacang Timur 04. Dari peluit awal pertandingan dibunyikan, SDN Cilangkap 01 B sudah memberikan tekanan lewat tendangan gol cepat gelandang Lu’lu Faujiyah dan Aqilah Shafiya Azzahra di menit pertama, ketiga dan menit 20. Meski sempat membuat skor imbang, SDN Pondok Kacang Timur 04 akhirnya harus mengakui keunggulan SDN Cilangkap 01 B.  Lalu pada KU 12, SDN Mampang 3 berhasil menjadi juara usai menang dramatis atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melalui adu penalti.  Sebelumnya, di babak pertama SDN Kebayoran Lama Selatan 19 lebih dulu unggul lewat gol yang diciptakan Maura Jihan Athifa pada menit ke-6. Namun, SDN Mampang 3 berhasil menyamakan kedudukan berkat eksekusi penalti dari Celsin Jumei Darwati Hulu di menit 18. Hingga waktu normal berakhir, skor 1-1 tetap bertahan dan harus berlanjut ke babak adu penalti. Hasilnya, SDN Mampang 3 menang 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dan memastikan gelar juara di KU 12. Pelatih SDN Mampang 3, Abdurahman Lesmana, mengaku bangga atas perjuangan timnya di MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026 hingga sukses menjadi juara baru. Keberhasilan SDN Mampang 3 meraih gelar juara tak lepas dari peran para pemainnya yang tampil penuh semangat dan bermental baja. Salah satunya adalah Celsin Jumei Darwati Hulu. Celsin dan kawan-kawan mampu memenangkan adu penalti versus SDN Kebayoran Lama Selatan 19, berkat ketenangan dan kekompakan tim di lapangan. “Awalnya sempat khawatir karena harus adu penalti. Tapi saya … Read more

Uni Papua FC Gemakan Sepak Bola untuk Perdamaian ke Perbatasan Thailand-Myanmar

Uni Papua FC Kirim Tiga Pelatih, Tebar Semangat Football for Peace di Asia Tenggara.

Uni Papua FC terus memperluas pengaruh gerakan sosialnya ke level internasional. Berdiri sejak 2013 dengan fokus pembentukan karakter anak melalui sepak bola, organisasi ini konsisten mengusung kampanye “Football For Peace” sejak 2017 dan kini menjangkau komunitas lintas negara. Pada 13–15 Februari 2026, Uni Papua FC ambil bagian dalam Mae Sariang Friendship Tour yang digelar di Mae Sariang, wilayah perbatasan antara Thailand dan Myanmar. Dalam agenda tersebut, Uni Papua mengirim tiga pelatih utama mereka. Frans Gasper Paraibabo (lisensi AFC B) sebagai pelatih kepala, Willy Gultom (lisensi PSSI C), serta pelatih utama perempuan sekaligus Sekretaris Umum Uni Papua FC, ‘Bunda’ Hirma Sjarif, yang dikenal luas sebagai aktivis pembinaan usia dini dan pemulihan cedera atlet. CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja, menjelaskan bahwa partisipasi ini merupakan undangan langsung dari Dr. Joe Manickam, Founder Arelti, NGO berbasis di Kansas, Amerika Serikat. Uni Papua FC diminta untuk memberikan pelatihan dan berbagi pengalaman kepada guru sekolah, pelatih sepak bola, murid sekolah dasar dan menengah, hingga komunitas sepak bola di wilayah perbatasan. “Komitmen Uni Papua FC pada gerakan Sepak Bola Perdamaian telah mendapatkan perhatian dari beberapa organisasi di dunia. Kami mengirimkan tiga pelatih terbaik untuk mengajarkan materi pelatihan tentang resolusi konflik, pengembangan komunitas, toleransi, dan pembentukan karakter dengan bermain sepak bola,” ujar Harry Widjaja. Inisiatif ini mengusung tema “One Game, One Community, One Shared Future”, yang menekankan pentingnya persatuan dan masa depan bersama melalui olahraga. Pembina Uni Papua FC, Dr. Abdurrahman M. Fachir, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari semangat persaudaraan dan kepedulian. “Kegiatan ini adalah wujud dari rasa persaudaraan dan kepedulian dari Uni Papua FC untuk turut menyemai benih damai untuk menciptakan perdamaian, kontribusi secara langsung dengan interaksi antar organisasi beberapa negara ini merupakan bagian penting dari ‘Sports Diplomacy’,” kata Dr. Abdurrahman M. Fachir. Sementara itu, Dr Joe Manickam mengapresiasi kontribusi Uni Papua FC dalam kegiatan tersebut. Ia menilai paparan dan pengalaman yang dibagikan sangat menginspirasi para pemimpin komunitas di Mae Sariang. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki banyak pemain berbakat, namun minim akses pengembangan. Kehadiran Uni Papua FC dinilai membuka peluang dan harapan baru bagi pengembangan sepak bola sekaligus pembangunan karakter generasi muda di kawasan perbatasan.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pengembangan Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge

MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 - 2026 mempertandingkan KU 10 dan KU 12 berlangsung di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur, 12 - 15 Februari 2026.

JAKARTA, 12 Februari 2026 – MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 kembali digelar pada 12–15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur. Ajang sepak bola putri usia dini yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, S.IP., M.Si., yang hadir dalam seremoni pembukaan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan sepak bola putri sejak usia dini. Partisipasi pemerintah daerah dalam turnamen ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang progresif dan berkesinambungan. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan olahraga diharapkan mampu menciptakan kompetisi yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan. Ali menyampaikan bahwa pemerintah senantiasa mendukung dan memfasilitasi tumbuhnya talenta muda, khususnya para atlet putri. Menurut Ali, MilkLife Soccer Challenge menjadi ruang pembinaan positif yang melengkapi proses pendidikan karakter di luar ruang kelas.  “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Djarum Foundation dan MilkLife sehingga turnamen MilkLife Soccer Challenge ini kembali diadakan. Antusiasme sangat bagus di tahun ini, oleh karena itu kita akan terus dukung  agar menjadi agenda rutin di DKI Jakarta. Dan saya kira, turnamen ini menjadi contoh bagi semua pihak untuk bersama-sama membina olahraga  baik berkolaborasi dengan pemerintah maupun dengan pihak swasta,” ucap Ali Maulana. Staf Khusus Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Diky Soemarno yang turut hadir dalam seremoni pembukaan MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 menyampaikan, bahwa dukungan Pemprov DKI terhadap ajang seperti ini akan terus diperkuat. Menurutnya, DKI Jakarta memiliki ambisi besar dalam bidang olahraga, termasuk sepak bola, sehingga pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi prioritas utama. “Kalau dukungan dari Pemprov DKI tentu sangat besar, karena ini menjadi wadah pembibitan, terutama bagi atlet-atlet DKI. Kami memang punya ambisi besar terhadap olahraga. Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur juga sering menyampaikan bahwa untuk olahraga, DKI akan memberikan dukungan maksimal, apalagi untuk sepak bola,” ujar Diky. Diky juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, bakat di bidang olahraga perlu mendapat perhatian serius agar dapat menjadi jalan masa depan yang positif bagi generasi muda. “Kami berharap para kepala sekolah dan tenaga pendidik juga bisa melihat bahwa potensi para murid di bidang non-akademik. Bakat olahraga ini harus dikembangkan agar bisa menjadi tujuan dan peluang yang baik di masa depan,” tutup Diky. Sementara itu, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa kompetisi ini kembali mencatatkan partisipasi yang signifikan. Tingginya animo peserta mencerminkan semakin kuatnya posisi turnamen ini sebagai platform kompetisi dan pembinaan sepak bola putri usia dini di DKI Jakarta. Pada seri ini, tercatat sebanyak 2.319 siswi dari 128 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) ambil bagian, dengan rincian 85 tim di kategori usia (KU) 10 dan 123 tim di KU 12. Teddy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan yang berperan aktif dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang ini. Menurutnya, sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi elemen krusial dalam membangun fondasi ekosistem pembinaan sepak bola putri yang terstruktur dan berkelanjutan sejak usia dini. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang kompetisi yang aman, positif, sekaligus kompetitif bagi para atlet untuk mengembangkan potensi terbaiknya. “Kami melihat tingkat partisipasi yang sangat positif dari para atlet muda di Jakarta, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan dan turut ambil bagian dalam program ini. Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan minat yang kian kuat terhadap sepak bola putri di tingkat usia dini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, atas dukungan strategis yang diberikan sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berjalan optimal. Kami berharap seri ini dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge di Jakarta pada penyelenggaraan berikutnya,” ujar Teddy. Pada kesempatan yang sama, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan dan potensi besar sepak bola putri usia dini yang ia saksikan, baik dari dua seri sebelumnya hingga seri terbaru di Jakarta. Menurut Jacksen, babak kualifikasi MLSC Seri 2 Jakarta 2025 – 2026 digelar selama empat hari mengingat tingginya jumlah peserta yang mendaftar. “Proses kualifikasi hingga babak knockout dan fase grup memberi kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tim pelatih regional nantinya akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk dibentuk menjadi satu tim yang akan mewakili Jakarta di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus pada Juni 2026,” jelasnya. Jacksen menambahkan, antusiasme peserta yang dibarengi kualitas permainan menunjukkan sinyal positif bagi masa depan sepak bola wanita Indonesia. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan setelah setiap seri turnamen.“Kami selalu melakukan evaluasi setelah event. Kami meninjau beberapa aturan yang bisa disesuaikan, misalnya terkait faktor usia, sehingga anak-anak bisa berkembang lebih optimal dan berjenjang. Mereka akan belajar bagaimana bermain sebelas lawan sebelas, dan dengan evaluasi yang tepat, kami berharap permainan mereka tetap menarik dan semakin berkualitas,” ujar Jacksen. Salah satu peserta yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025 – 2026 adalah Amanda Aqhila Putri dari SDN Cikini 01. Sekolahnya menjadi salah satu tim yang berhasil lolos ke babak utama setelah melewati babak kualifikasi yang digelar pada 22–25 Januari lalu. Manda mengaku bangga bisa tampil di ajang prestisius ini, terlebih timnya baru pertama kali mengikuti turnamen namun langsung berhasil menembus fase grup. “Ini pertama kali saya ikut turnamen sebesar ini, sampai terasa speechless karena venue-nya sangat besar, ada empat lapangan! Kami harus benar-benar siap dan punya strategi jika ingin menghadapi tim-tim besar,” ujar Amanda. Ia menambahkan, perjuangan dari babak kualifikasi hingga babak utama bukanlah hal yang mudah. “Perjalanan dari kualifikasi sampai tahap ini cukup menantang. Kami ingin fokus di setiap pertandingan agar bisa meraih kemenangan dan memberikan yang terbaik, apalagi ini pertama kalinya sekolah kami ikut serta. Semoga kami bisa membuat penampilan yang membanggakan,” tutupnya. Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 akan berlangsung di total 12 kota penyelenggaraan. Setelah Semarang dan Tangerang, rangkaian kompetisi akan bergulir ke Bandung dan Yogyakarta (27 Januari – 1 Februari), Solo dan Jakarta (10 – 15 … Read more