Ratusan Atlet Ikuti Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang. Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. “Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya. Peserta Terbanyak Sejak Digelar Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan. “Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya. Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. “Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya. Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan. Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan. “Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya. Sementara itu, Direktur IMTC, Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi. “Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya. Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional. “Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut.

Janice Tjen juara ganda Birmingham Classic 2026

Janice Tjen dan Talia Gibson Usai Juara Birmingham Classic 2026

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Australia, Talia Gibson berhasil menjuarai ganda Birmingham Classic 2026 seusai membungkam tuan rumah pada babak final, Jumat. Janice/Gibson, yang menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, tampil kuat dalam mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dengan straight set 6-4, 6-3, demikian WTA. Pada set pertama, Janice/Gibson mencoba mendikte lawan melalui servis keras mereka dengan mencatatkan dua ace. Namun, pasangan Inggris yang merupakan unggulan kedua juga memberi perlawanan kuat lewat servis mereka. Statistik WTA menunjukkan Dart/Lumsden memasukkan 70,6 persen servis pertama mereka, dan memenangi 62,5 persen servis pertama. Meski begitu, Janice/Gibson unggul dari segi pengembalian bola, mengkonversi tiga dari empat peluang break point untuk merebut set pertama. Janice/Gibson memberi tekanan lebih intens pada set kedua. Masih dengan servis kuat yang mencatat keunggulan dua ace, ganda Inggris-Australia itu memenangi 84,2 persen servis pertama mereka. Berhasil menyelamatkan 100 persen break point, Janice/Gibson akhirnya mengemas kemenangan setelah satu jam 14 menit. Gelar di Birmingham menjadi gelar ganda kelima bagi Janice dalam tur WTA yang ia mulai pada September tahun lalu. Petenis kelahiran Jakarta itu menjuarai WTA 125 Suzhou 2025 di China bersama Aldila Sutjiadi pada Oktober. Ganda putri Indonesia itu kemudian mengangkat trofi WTA 250 Chenai di India pada November 2025. Sebelumnya pada Oktober, Janice meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou di China bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Awal tahun ini, Janice juga menjuarai ganda WTA 250 Hobart 2026 di Australia bersama Piter. Berbeda dari sektor ganda, Janice masih harus berjuang di sektor tunggal. Petenis berusia 24 tahun itu kandas pada babak kedua Birmingham Classic. Janice belum mendapatkan hasil yang diinginkan selepas “Middle-east Swing” yang membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No.36 dunia.

ITF J30 Sukoharjo: Petenis Indonesia Kawinkan Gelar Juara

Gwen Emily Kurniawan

Petenis junior Indonesia, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Gwen Emily Kurniawan mengawinkan gelar tunggal putra dan tunggal putri pada ajang tenis internasional ITF J30 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu. Dalam turnamen bertajuk DETEC International Junior Championship itu Rafa, yang berusia 17 tahun, menumbangkan unggulan kedua asal Amerika Serikat Brandon Duan dengan 6-4, 4-6, 6-3. “Saya sangat bersyukur bisa juara di Sukoharjo. Akhirnya setelah lima kali terhenti di semifinal, bisa juara di final pertama,” kata Rafa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Kemenangan itu turut menyukseskan misi revansnya dari petenis kidal, yang mengalahkannya pada final Asian Tennis Federation (ATF) Jakarta 16U, dua tahun lalu. Rafa mengaku cukup kewalahan pada final yang berlangsung selama dua setengah jam. Setelah mengambil set pertama, Rafa kecolongan di pertengahan set kedua. Meskipun unggul tiga gim, 4-1, ia mesti merelakan set kedua setelah kalah dalam lima gim beruntun. “Gim keenam, set kedua sebenarnya saya sudah leading, 40-0. Tapi, saya merasa kesulitan buat menutup gim-nya. Saya tidak tahu juga berapa kali dapat game point. Berkali-kali kena deuce sebelum diambil. Saya mikirin gim itu terus. Jadi, kalah set kedua, 4-6,” ujar Rafa. Rafa bangkit pada set penentu, dengan bermain lepas dan mengembalikan fokus. Keuletannya menuai hasil positif yang berbuah kemenangan. Senada, Gwen juga menang rubber set dalam final tunggal putri. Namun, petenis berusia 15 tahun itu tertinggal satu set lebih dahulu dari unggulan kedua asal China Xinran Yan dengan 2-6, 6-2, 6-1. “Yan sangat gesit, sangat lincah. Sangat berani mukulnya. Bolanya mepet-mepet ke pojok dan cepat. Sekalinya, aku kasih bola pendek, dia langsung nyerobot, ngambil. Sulit banget di awal-awal karena belum terbiasa,” kata Gwen. Gwen cepat belajar dari kekalahan di set pertama. Setelah bermain pasif untuk membaca kekuatan lawan, peringkat 869 dunia itu mulai keluar menyerang sejak permulaan set kedua. Alhasil, poin-poin krusial dapat ia menangi untuk memaksa digelarnya set ketiga. Kemenangan tersebut menjaga tren positif Gwen. Sepanjang 2026, ia memenangi 86 persen pertandingan level J30. Tambahan 30 poin diprediksi mengerek peringkatnya ke 720-an. “Aku sangat happy bisa meraih juara. Rasanya benar-benar memuaskan. Kerja kerasku terbayarkan,” ujar Gwen. Sementara itu, Xinran Yan dapat mengobati kekalahan dengan gelar ganda turnamen besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club). Yan, yang menggandeng petenis Hong Kong Lena Lin, mengatasi perlawanan sengit duet tuan rumah, Quirina Trea dan Kaylee Tandjung, 7-6(1), 4-6, 10-8. Sementara itu, ganda putra yang menghadirkan final antar ganda Indonesia dimenangi Komang Bagus Wahyu Purustama/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy itu mengatasi unggulan ketiga, Joseph Owen Lauw/Alfaradu Sumirat, 7-6(0), 7-6(0). Setelah menyelesaikan kejuaraan pekan pertama, turnamen tersebut berlanjut ke gelaran pekan kedua. Lebih dari lima puluh petenis mancanegara akan memulai langkah pada babak kualifikasi ajang bagi petenis sampai dengan usia 18 tahun tersebut pada Minggu (31/5).

Keren! Janice Tjen tekuk unggulan di laga pembuka Australian Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak kedua Australian Open setelah mengalahkan unggulan ke-22 Leylah Fernandez dengan straight set pada babak pertama di ANZ Arena, Melbourne Park, Selasa. Janice yang untuk pertama kalinya masuk dalam undian utama Grand Slam itu mengawali penampilannya dengan kuat. Meski lawannya yang merupakan runner-up US Open 2021 bangkit pada set kedua, Janice sukses melewati tiebreak untuk mengemas kemenangan dengan 6-2, 7-6(1). Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 43 menit itu, Janice unggul tipis atas Leylah dengan catatan empat ace dan 17 winners, serta sukses mengonversi empat dari tujuh peluang break point, demikian statistik pertandingan dikutip dari laman resmi Australian Open. Pada set pertama, Leylah berhasil mencuri keunggulan melalui gim pertama yang berlangsung alot. Namun, Janice dengan mudah menyamakan kedudukan. Petenis Kanada itu kemudian kembali memimpin dengan mengambil gim ketiga, namun sejak itu Janice mengambil alih pertandingan dengan memenangi lima gim beruntun. Set kedua berlangsung ketat dengan kedua petenis saling berkejar-kejaran angka. Janice sempat unggul 3-1, namun Leylah mencoba membalikkan keadaan dengan unggul 4-3. Tak menyerah begitu saja, Janice memaksa set ketiga ke tiebreak saat ia menyamakan kedudukan 6-6. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu hanya kehilangan satu poin saat kedudukan 3-1, kemudian menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Australian Open 2026 merupakan Grand Slam kedua bagi Janice setelah US Open tahun lalu ketika ia berjuang dari babak kualifikasi untuk mencapai undian utama. Dalam turnamen major pertamanya itu, Janice juga berhasil melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan petenis unggulan ke-24 saat itu Veronika Kudermetova. Namun, ia terhenti di tangan Emma Raducanu pada babak kedua. Selain sektor tunggal, Janice juga akan turun di sektor ganda bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Mereka baru saja meraih gelar WTA 250 Hobart pekan lalu. Janice/Piter juga sukses mengangkat trofi pada WTA 250 Guangzhou Oktober lalu, yang menjadi gelar ganda WTA pertamanya sebelum kembali menempati podium teratas pada WTA 250 Chennai bersama kompatriotnya Aldila Sutjiadi pada pekan selanjutnya.

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Usai resmi dilantik, pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kabupaten Malang langsung tancap gas. Pelti Kabupaten Malang memiliki target prestasi-prestasi yang dapat bersumber dari para atletnya. Guna merealisasikan target tersebut, para pengurus langsung tancap gas dengan melakukan pembinaan pada atlet-atlet junior. Ketua Pelti Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan menyatakan, pembinaan atlet junior dirasa penting guna melakukan pembibitan atlet usia muda. Apalagi pria yang menggantikan almarhum Hari Sasongko sebagai Ketua Pelti ini menyebut pentingnya akan regenerasi. “Konsentrasi pada pembinaan usia dini, sehingga proses regenerasi bisa berjalan,” kata Nazaruddin, dilansir dari suarajatimpost.com, Senin (1/3/2021). Ditambahkan olehnya, guna merealisasikan target tinggi ini, pengurus Pelti Jawa Timur telah memberikan stimulus dan langkah untuk mencetak bibit-bibit atlet yang maksimal. “Kami akan mensuport dalam mencetak atlet, hal ini kami lakukan juga untuk menyongsong even tahunan internasional federasi yang akan dihadiri 35 negara yang akan dilaksanakan di bulan Oktober,” jelas Nazaruddin. Prioritas agendanya dalam rakor (rapat organisasi) bersama pengurus Pelti yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, akan meninjau kembali kelayakan fasilitas tenis di Kabupaten Malang. “Fasilitas tenis yang memadai adalah fasilitas tenis yang terpelihara, untuk bisa terpelihara maka dibutuhkan biaya, sehingga perlu untuk kita pikirkan bersama, kemudian diupayakan juga agar bisa terlaksana,” tegas sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Kasatpol PP Kabupaten Malang. Selain menyoroti fasilitas, sosok yang juga akrab disapa Bung Nazar juga bertekad akan menjadikan tenis sebagai olahraga yang lebih familiar di masyarakat. “Mencetak atlet tenis bisa maksimal jika di dahului dengan penjaringan, untuk itu tenis harus digemari dulu oleh masyarakat, untuk bisa di gemari maka cabang olah raga tenis ini harus selalu dikenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda,” terangnya. “Kami akan promosikan cabang olah raga tenis ini di kalangan muda seperti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah, sehingga peminatnya banyak dan yang mengikuti penjaringan juga banyak maka suasana kompitisi bisa diwujudkan dalam proses penjaringan,” tutup Nazaruddin.

Fokus Mencari Bibit Unggul, Ini Program Yang Dicanangkan oleh Pelti Purbalingga

Fokus Mencari Bibit Unggul, Ini Program Yang Dicanangkan oleh Pelti Purbalingga

Sejak dilantik pada awal bulan lalu, Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Purbalingga untuk periode kepemimpinan tahun 2020-2024 memiliki tiga program utama yang akan mereka laksanakan selama periode masa jabatan tersebut. Ketiga program itu akan berfokus menjadikan Pelti menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit unggul. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pelti Kabupaten Purbalingga, Rofik Hananto. “Ketiga program yang akan kami laksanakan terdiri dari revitalisasi, regenerasi, dan reaktualisasi,” ujar Rofik dilansir dari Republika.co.id. Lebih lanjut, Rofik menyebutkan, dalam program reaktualisasi, Pelti Kabupaten Purbalingga akan lebih mengaktualisasikan olahraga tenis lapangan di tengah masyarakat. Terutama pada bibit-bibit atlit tenis muda di sekolah-sekolah. Menurutnya, tenis harus dikenal masyarakat luas, khususnya ke calon-calon pemain junior, yakni dengan ke sekolah-sekolah. “Insyaallah, program perdana yang akan kami lakukan adalah program ‘Pelti Goes to School’. Kami berharap pemerintah dan teman-teman anggota Pelti lainnya, bisa memberikan insentif kepada sekolah-sekolah yang mulai mengenalkan olahraga ini,” ujar Rofik. Kemudian untuk program regenerasi, ia dan pengurus lain akan berusaha agar Pelti Purbalingga bisa melahirkan banyak pemain junior. Sedangkan program revitalisasi, Pelti Purbalingga akan berupaya untuk membantu merevitalisasi lapangan yang biasa untuk latihan tenis ini. “Pelti menjadi wadah untuk mencari bibit unggul, sekaligus melakukan pembinaan yang terstruktur dan membantu atlet untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi,” katanya. “Selama ini sudah banyak lapangan sepak bola, voli dan badminton. Tapi masih sedikit lapangan tenis,” lanjut Rofik. Sementara itu, Ketua Pelti Jawa Tengah, Ahmadi, berharap Pengkab Pelti Purbalingga kelak bisa kembali selenggarakan turnamen nasional sebagaimana waktu-waktu sebelumnya. “Turnamen ini penting sebagai salah satu cara pembinaan, pembibitan dan seleksi,” kata Ahmadi. Hal senada turut disampaikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Ia beharap pengurus Pengkab Pelti Kabupaten Purbalingga yang baru mampu melahirkan bibit bibit unggul para atlet lapangan yang berprestasi yang membanggakan nama kabupaten Purbalingga. “Tidak hanya tataran regional, nasional akan tetapi juga sampai internasional,” ujar Dyah.

Piala Davis 2019, Filosofi Kopi ala Pelti

Meski tak menghindarkan kekalahan Indonesia dari Selandia Baru pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania, kemenangan petenis debutan Ari Fahresi (17 tahun) memberi kebanggaan tuan rumah. Belia kelahiran Sampang, Madura, 2 Agustus 2002 itu mengalahkan tunggal utama tim Kiwi, Ajeet Rai di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9). Ari menang atas peringkat ke-744 dunia, 6-3 2-6 10-7. “Kekalahan dari Selandia Baru memang pahit, karena kami sebenarnya memiliki kesempatan untuk memenangi dua partai tunggal di hari pertama. Namun ibarat kopi, kendati pahit pun tetaplah bisa dinikmati. Kemenangan Ari meski dalam laga yang sudah tak menentukan memberikan kenikmatan di sela rasa pahit itu,” tutur kapten tak bermain tim Merah Putih, Febi Widhiyanto. Regu Piala Davis Indonesia tak mampu menghindar dari kekalahan 0-3 setelah duo Susanto, David Agung dan Anthony gagal mengadang kepiawaian ganda kelas dunia milik Selandia Baru, Marcus Daniell/Michael Venus. David dan Anton kalah telak dari spesialis ganda grand slam itu 0-6 3-6. Kekalahan ini membawa Indonesia harus melakoni babak Play Off Grup II yang dijadwalkan berlangsung Maret 2020. Tim Merah Putih bergabung dengan 11 negara lain yang kalah pada laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania (Filipina dan Hongkong), Zona Amerika (El Savador, Paraguay/Meksiko, Guatemala), Zona Eropa/Afrika (Zimbabwe, Bulgaria, Denmark, Maroko, Mesir dan Georgia) serta 12 tim promosi dari Grup III (Kosta Rika, Jamaika, Puerto Riko, Vietnam, Suriah, Sri Lanka, Polandia, Estonia, Yunani, Latvia, Tunisia dan Kenya). Dalam babak Play Off Grup II yang mulai tahun depan menggunakan format global tanpa pembagian zona, 12 tim berhak menempati posisi unggulan berdasarkan peringkat negara di Piala Davis menghadapi 12 non-seeeded. Pemenang babak tersebut akan bertahan di Grup II, sementara tim yang kalah bakal terlempar, degradasi ke Grup III sesuai zona wilayahnya. “Dalam minggu ini, kami akan lakukan evaluasi hasil Piala Davis ini bersama dengan bidang pembinaan. Kami harus bersiap lebih baik karena untuk sekedar bertahan di Grup II ini pun tidak mudah. Namun kami tetap optmistis karena dari kekalahan ini pun tetap muncul sebersit harapan dari pemain muda,” tutur Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar. Dalam sejarah partisipasi di ajang Piala Davis, Indonesia pernah bercokol di posisi elite Grup Dunia 1983 dan 1989 meskipun langsung kalah di babak pertama serta masuk play off Grup Dunia 1994. Namun dalam tiga tahun terakhir, tim Merah Putih harus selalu berjibaku dalam babak play off hanya untuk sekadar bertahan di Grup II Zona Asia/Oseania. Hasil Piala Davis 2019 Grup II Zona Asia/Oseania Indonesia v Selandia Baru Sabtu, 14 September R1 Muhammad Rifqi Fitriadi v Ajeet Rai 6-7(7) 3-6 R2 David Agung Susanto v Rhett Purcell 6-3 4-6 0-6 Minggu, 15 September R3 David Agung Susanto/Anthony Susanto v Marcus Daniell/Michael Venus 0-6 2-6 R4 Ari Fahresi v Ajeet Rai 6-3 2-6 10-7 R5 Muhammad Rifqi Fitriadi v Rhett Purcell Not Played