Kalah Dramatis, Timnas Futsal Indonesia Harus Puas di Posisi Dua

Timnas Futsal Indonesia

Kalah dalam drama adu penalti, Timnas Futsal Indonesia harus puas finis sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026. Garuda Asia takluk 4–5 setelah bermain imbang (5–5) sepanjang waktu normal dan babak tambahan. Indonesia pun dipaksa mengakui keunggulan Iran pada laga yang berlangsung di di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Sebelumnya, pertandingan langsung berjalan dalam tempo tinggi sejak menit awal. Iran membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Tayebi. Namun respons Indonesia datang cepat. Reza Gunawan mencetak gol penyama kedudukan. Tim racikan pelatih Hector Souto Vazquez sempat berbalik unggul 3-1 lewat dua gol Israr Megantara. Meski, Iran sempat memperkecil ketertinggalan, babak pertama ditutup dengan skor 3-2 untuk keunggulan Indonesia. Di babak kedua, Iran tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3–3. Indonesia kembali memimpin lewat gol Samuel Eko yang membuat skor berubah menjadi 4–3. Tiga menit menjelang waktu normal berakhir, Iran mencetak gol penyeimbang untuk mengubah skor menjadi 4–4, sekaligus memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Pada babak tambahan pertama, kedua tim bermain lebih berhati-hati. Drama kembali terjadi di babak tambahan kedua. Israr Megantara mencetak gol ketiganya dan membawa Indonesia unggul 5–4 dua menit sebelum pertandingan usai. Namun keunggulan itu kembali sirna setelah Iran mencetak gol penyeimbang. Skor imbang bertahan hingga peluit akhir babak tambahan dibunyikan. Adu penalti pun menjadi penentu. Indonesia hanya mampu mencetak empat gol dari enam penendang, sementara Iran tampil efektif dengan memasukkan lima dari enam kesempatan. Hasil itu memastikan Iran keluar sebagai juara Piala Asia Futsal 2026, sementara Indonesia harus menerima posisi kedua.

Pegolf Indonesia Raih Empat Gelar di Black Mountain Asian Junior Masters 2026

Tim Indonesian Junior Golfers

Pegolf junior Indonesia sukses mencatat prestasi yang membanggakan dalam ajang Black Mountain Asian Junior Masters 2026, yang digelar di Black Mountain Golf Club, Pracahukirikhan, 3-5 Februari kemarin. Diwakili 13 pegolf dari berbagai kelompok usia, Indonesia berhasil meraih empat gelar juara. Dari kategori A Boys, Jayawardana Dornan finis sebagai runner up keempat dengan mencatat 216 pukulan. Eugene Tanyongjaya finis di posisi yang sama di kategori B Boys. Total, dia mencatatkan 220 pukulan. Di kategori D Girls, Amira Ajda Khairunnisa Permadi, mampu finis sebagai runner up kedua dengan total 206 pukulan. Sementara itu, kategori Boys Junior Master Team juga mempersembahkan prestasi melalui tim INDONESIA-1 yang diperkuat Eugene, Jaya, dan Rauf, yang finis sebagai second runner up dengan total skor 436 pukulan, empat pukulan di atas par. Kapten dan Manajer Tim Indonesian Junior Golfers, Indra Saiful, memberi apresiasi kepada para pegolf junior yang mampu melewati berbagai situasi sulit di lapangan dan tetap menunjukkan performa maksimal. Khususnya dalam babak final. “Saya salut kepada semua Junos yang bisa melalui berbagai rintangan dan tetap fight till the end. Tidak ada yang menyerah, semuanya all out,” ujarnya. Bukan hanya yang meraih podium. Indra juga memberikan apresiasi untuk pegolf lain. Seperti Abraraza Adriano Musyanif, Andrea Edgina Karoma, Benaya Karan, Calista Allegra Dewantara, Dylano Aokiindy Arsykafah Lubis, Guardiola Simarmata, Javeed Abdul Rauf, Reicher Santoso, Arcelia Rocha Santoso, dan Salvo Mougen Prayogo. Selain capaian podium, keikutsertaan Indonesia di dalam ajang ini pun jadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang pegolf junior nasional. Di turnamen level Asia ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji mental, konsistensi permainan, serta kemampuan adaptasi atlet muda Indonesia terhadap lapangan internasional yang memiliki karakter berbeda dengan lapangan di dalam negeri. Pengalaman bertanding di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kondisi green yang sulit menjadi bekal berharga bagi para atlet dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Keberhasilan meraih empat gelar sekaligus menegaskan daya saing pegolf junior Indonesia di kawasan Asia. Konsistensi performa yang ditunjukkan pada tiga hari pertandingan mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan positif, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kualitas permainan serta memperkuat posisi Indonesia di peta golf junior internasional. Tak lupa, Indra menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran dan kekompakan mendampingi putra-putrinya selama turnamen, serta para caddy personal yang bekerja keras membantu para atlet muda Indonesia di ajang Asian Junior Masters 2026. Dia berharap seluruh pegolf junior terus berlatih, mengasah teknik, dan memperkuat mental untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.

DBL Academy Jadi yang Pertama Gelar Basketball Clinic di Kepulauan Seribu

Basketball Clinic Kepulauan Seribu

DBL Academy bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta baru saja menggelar Basketball Clinic Kepulauan Seribu pada Rabu, 4 Februari 2026 di SMAN 69 Jakarta. Agenda ini jadi momen spesial karena untuk pertama kalinya Basketball Clinic digelar untuk pelajar SMP dan SMA Kepulauan Seribu. Kegiatan berlangsung sejak 10.00 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta putra dan putri. Di antaranya 20 peserta dari SMAN 69 Jakarta dan 20 pesrta dari SMPN 113 Jakarta. Basketball Clinic dipimpin langsung oleh jajaran pelatih DBL Academy. Salah satunya Dimaz Muharri, Basketball Director DBL Academy, yang turun langsung membagikan soal materi fundamental basket kepada para peserta. “Hari ini pertama kali dalam sejarah basket Jakarta, Perbasi Jakarta dan Perbasi Kepulauan Seribu mengadakan Basketball Clinic di SMA Negeri 69 Jakarta, Kepulauan Seribu,” ujar Coach Dimaz. Materi yang diberikan berfokus pada dasar-dasar permainan basket. Mulai dari basic dribble, basic passing, hingga basic shooting dan layup menjadi menu utama latihan hari itu. Menurut Coach Dimaz, pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta. Usai melihat langsung kemampuan para pemain, tim pelatih sepakat untuk menekankan fundamental sebagai pondasi awal. “Kurang lebih ada 40 peserta, cowok dan cewek. Karena kita lihat semuanya masih basic, jadi hari ini kita kasih yang fundamental basket banget,” jelasnya. Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi. Anak-anak Kepulauan Seribu terlihat aktif mengikuti latihan, berani mencoba setiap materi, dan tak ragu bertanya meski sebagian besar masih baru mengenal basket. Coach Dimaz mengaku sempat terkejut melihat respons itu. Minimnya agenda basket sebelumnya justru membuat kehadiran Basketball Clinic ini terasa sangat dinantikan. “Cukup kaget sih. Cuaca lagi panas-panasnya, tapi mereka sangat excited. Mungkin karena pertama kali Basketball Clinic ke sini, jadi mereka nggak malu-malu walaupun belum bisa basket,” ungkapnya. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka peluang. DBL Academy berharap dari wilayah yang jarang tersentuh agenda basket, bisa lahir talenta potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Coach Dimaz mencontohkan kisah Muhammad Haikal Malik asal Bengkulu, yang berawal dari ajang Basketball Clinic hingga akhirnya berkesempatan mengikuti DBL Camp dan bahkan menembus DBL Indonesia All-Star. “Dia nggak ikut DBL liga, tapi ketemu di event Basketball Clinic. Dari situ, akhirnya dia ikut program DBL Play Road to DBL Camp musim lalu, dan akhirnya berangkat ke Amerika sebagai DBL All-Star,” kenangnya. Melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu, DBL Academy ingin memastikan mimpi itu tetap terbuka. Siapa tahu, dari lapangan SMAN 69 Jakarta, akan lahir nama besar basket Indonesia berikutnya.

28 Pemain Timnas U17 Disiapkan untuk Hadapi Tiongkok

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Sebanyak 28 pemain Timnas U17 disiapkan untuk menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pada dua laga uji coba internasional tersebut, Nova Arianto masih akan bertindak sebagai pelatih. Menurutnya, laga nanti menjadi bagian dari proses pematangan tim sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap para pemain yang dipanggil. Sebagai informasi, pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Sementara pertandingan kedua dijadwalkan pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Mayoritas pemain yang dipanggil dalam daftar kali ini merupakan wajah baru hasil pemantauan dari berbagai klub Liga Indonesia, akademi, hingga klub luar negeri. Namun, terdapat pula pemain yang telah memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia U17 sebelumnya. Sebut saja M. Mierza Firjatullah (Persik Kediri), yang tercatat pernah menjadi bagian dari skuad Garuda Muda pada Piala Dunia U17 2025. Melalui dua laga uji coba internasional ini, tim pelatih akan menguji kesiapan pemain dari berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, pemahaman taktik, hingga mental bertanding di level internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka tim menuju Piala Asia U17 2026. Berikut daftar 28 pemain Garuda Muda untuk hadapi Tiongkok: Kiper (GK) Syahdan Caesar – ASIOP Moh. Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Pemain belakang (CB) Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Putu Ekayana Yoga P – Bali United Farik Rizqi – Madura Uninted Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo Bek kanan (RB) Farrel Luckyta W – PS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Bek kiri (LB) Real Alvaro Salim – Bali United Pandu Aryo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta Gelandang (MF) Fardan Faras Prawita – Borneo FC M. Azhar Muzzaki – Persebaya Surabaya Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jerichoy – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – Bhayangkara Presisi Miraj Riski Sulaiman – Madura United Gelandang Sayap (WFW) Mohammad Albar Firdaus – Persik Kediri I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Sean Rahman Castor – Persik Kediri Penyerang (CF) Fardhan Ary – Madura United M. Mierza F – Persik Kediri Nicholas Indra – Rosenborg BK

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan jadi wadah pembinaan atlet

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jakarta terus menjaga konsistensi pembinaan atlet usia dini melalui Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan yang telah digelar sejak Januari 2007. Ketua PASI Jakarta, Mustara Musa mengatakan kejuaraan tersebut kembali berlangsung pada edisi ke-198 dan untuk pertama kalinya digelar di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (31/1), setelah fasilitas lintasan stadion tersebut rampung direnovasi. “Ini kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Januari 2007. Hari ini menjadi yang pertama di Stadion Atletik Rawamangun dengan lintasan baru. Semoga kejuaraan ini terus menumbuhkan atlet-atlet bertalenta yang berasal dari kalangan pelajar atletik Jakarta,” kata Mustara dilansir ANTARA, Senin. Pada edisi ke-198, kejuaraan ini diikuti 480 peserta dari berbagai kategori, mulai dari kids atletik, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga kategori terbuka. Kategori kids atletik terbagi dalam empat kelompok usia, yakni 2–3 tahun, 3–4 tahun, 4–5 tahun, dan 5–6 tahun, yang seluruhnya melombakan nomor lari 30 meter campuran. Untuk tingkat sekolah dasar, peserta dibagi ke dalam kategori U-10 dan U-13 dengan nomor lari 60 meter putra dan putri, serta estafet 5×80 meter campuran. Sementara itu, kategori sekolah menengah pertama mempertandingkan nomor lari 80 meter putra dan putri. Pada kategori sekolah menengah atas dan kategori terbuka, nomor yang dilombakan adalah lari 100 meter putra dan putri. Kategori terbuka juga dapat diikuti oleh sekolah internasional di wilayah Jakarta. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kelompok usia membuat Stadion Atletik Rawamangun kembali hidup dan menjadi ruang pertemuan komunitas atletik pelajar Jakarta. Mustara menegaskan ajang ini menjadi bagian penting dari pembinaan dan regenerasi atletik Jakarta. “Atlet akan terus beregenerasi. Yang senior akan pensiun dan kita harus menyiapkan penggantinya. Salah satunya melalui event pembinaan seperti ini,” ujarnya. Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan edisi ke-198 juga menjadi salah satu agenda atletik pertama di Indonesia setelah keberhasilan Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, cabang atletik menyumbangkan sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu bagi kontingen Merah Putih. Mustara saat itu dipercaya sebagai manajer tim nasional atletik Indonesia. Menurut Mustara, pengalaman di SEA Games makin menguatkan komitmennya untuk membangun atletik Indonesia dari fondasi budaya dan ekosistem yang kuat. “Atletik harus tumbuh dari budaya. Kita ingin membangun ekosistem dan budaya atletik yang baik sesuai standar internasional, bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga menyiapkan sistemnya,” katanya. Ia menjelaskan, upaya membangun ekosistem tersebut juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang berperan sebagai perangkat perlombaan dalam kejuaraan ini. Keterlibatan mahasiswa di bidang keolahragaan dinilai penting sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia olahraga. “Mahasiswa dilibatkan agar mereka memahami bahwa prestasi tidak lahir sendiri. Ada sistem, tata kelola, dan kerja bersama di balik sebuah kejuaraan,” kata Mustara. Mustara berharap ke depan Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin meningkat serta mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari sponsor dan berbagai pemangku kepentingan, agar pembinaan atletik di Jakarta dapat berjalan berkelanjutan.

Janice Tjen Cetak Sejarah, Tembus Top 50 WTA

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen mencetak sejarah baru bagi dunia tenis nasional setelah berhasil menembus peringkat 50 besar dunia Women’s Tennis Association (WTA). Janice kini menempati peringkat 47 dunia, sekaligus menjadi petenis putri Indonesia pertama yang mencapai pencapaian tersebut di abad ini. Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang tenis putri Indonesia sejak era legenda Yayuk Basuki yang terakhir menembus jajaran elite dunia pada 1998. Pencapaian Janice tidak lepas dari penampilan impresifnya dalam sejumlah turnamen internasional, termasuk Australian Open 2026. Performa konsisten Janice sepanjang musim ini turut ditandai dengan keberhasilannya meraih gelar juara pada turnamen di Chennai. Hasil positif itu menjadi momentum penting yang mendorong lonjakan peringkat dunia miliknya. Keberhasilan Janice dinilai sebagai sinyal kebangkitan tenis Indonesia di level internasional. Atlet muda tersebut menunjukkan perkembangan signifikan melalui permainan agresif dan mental bertanding yang semakin matang saat menghadapi lawan-lawan papan atas dunia. Setelah mencetak pencapaian bersejarah, Janice tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan perjuangannya pada turnamen WTA 500 Abu Dhabi yang berlangsung pekan ini. Turnamen tersebut menjadi ajang penting bagi Janice untuk mempertahankan konsistensi performa sekaligus berpotensi meningkatkan posisinya dalam peringkat dunia. Keikutsertaan Janice di turnamen level tinggi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet tenis Asia yang patut diperhitungkan di kancah internasional. Dukungan publik Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya ke depan. Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus menanjak, Janice Tjen berpeluang mencatatkan lebih banyak prestasi sekaligus membuka harapan baru bagi kebangkitan tenis putri Indonesia di panggung dunia.

Ubed Juara Thailand Masters 2026

Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Zaki “Ubed” Ubaidillah mempermalukan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-19, 20-22, 21-19 pada partai final untuk menjuarai Thailand Masters 2026. Itu menjadi kali pertama Ubed mengalahkan Panitchaphon setelah selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. “Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara,” kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. Itu menjadi gelar pertama Ubed pada 2026 setelah sebelumnya hanya mencapai 16 besar Indonesia Masters, di mana dia dihentikan wakil Singapura, Loh Kean Yew, 19-21, 10-21. Dalam perjalanannya menjadi juara Thailand Masters, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, salah satunya memenangi perlawanan melawan rekan senegaranya sendiri yang sebelumnya menjadi juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan, di babak semifinal dengan skor 21-18, 21-14. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas,” tutur Ubed, yang merupakan tunggal putra 44 dunia. Kemenangan Ubed membuat Indonesia memborong empat gelar dari Thailand Masters 2026 setelah sebelumnya menang di sektor ganda putri (Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti), ganda putra (Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana), dan ganda campuran (Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil).

Inilah Para Pemenang Milo National Championship 2026

Palembon FC Bojonegoro

Sebanyak 20 tim kategori U10 dan 24 tim kategori U12 dari tiap kota penyisihan Milo National Championship 2026 berlaga untuk menjadi yang terbaik. Rabbani FC Malang berhasil menjadi juara pertama kategori U-10. Sementara Palembon FC Bojonegoro, Jawa Timur menjadi yang terbaik pada kategori U-12. Palembon FC Bojonegoro, Jawa Timur telah menjadi finalis MILO National Championship selama tiga tahun berturut-turut. “Setiap pertandingan mengajarkan kami untuk bermain disiplin, saling percaya, dan bekerja sama sebagai tim. Kami menghadapi lawan-lawan yang kuat dari berbagai daerah, sehingga kami dituntut untuk fokus dan konsisten. Hingga akhirnya perjuangan ini berhasil membawa kami meraih juara MILO National Championship 2026 kategori U-12,” ujar Favian Falzaneti, Kapten tim U12 Palembon FC Bojonegoro, Jawa Timur. “Selain bertanding, kami juga mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic yang menambah pengalaman dan membuat kami semakin termotivasi untuk terus berlatih dan berkembang mengejar prestasi yang lebih tinggi di masa depan, serta mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya. Lebih dari lima dekade, Nestlé MILO telah mengajak 50 juta anak Indonesia di 300 kota/kabupaten untuk menerapkan gaya hidup sehat, aktif dan berkarakter tangguh dengan berpartisipasi di berbagai kegiatan olahraga, seperti MILO Sports Development di sekolah, MILO National Championship, MILO ACTIV Indonesia Race, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), dan Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball.

MILO National Championship 2026 Perluas Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Milo National Championship 2026

Ada yang berbeda dari gelaran Milo National Championship 2026. Kali ini ajang menggandeng Yayasan Garuda Anak Nusantara (GAN). Milo National Championship 2026 juga semakin memperluas daerah pelaksanaannya dengan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta dalam dua kategori usia, U10 dan U12. Hasilnya, ajang ini sudah menjangkau lebih dari 50.000 anak sebagai bagian dari upaya mencari bibit pesepak bola berbakat di Tanah Air. Milo National Championship 2026 menggelar seleksi di Medan, Bangka Belitung, Palembang, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bandung, Bekasi, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Madiun, Banyuwangi, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Pare-Pare, Kolaka, dan Manado. Tim yang lolos kemudian berkompetisi pada putaran final Milo National Championship 2026 yang berlangsung 31 Januari-1 Februari 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. “Melalui kompetisi ini, Milo terus mendorong kecintaan terhadap olahraga sejak dini serta mendukung kebutuhan energi dan gizi anak agar dapat aktif bergerak dan turut membentuk bibit-bibit pesepak bola dengan karakter dan mental juara,” kata Marketing Manager Nestle Milo Indonesia Alaa Shaaban. “Kami percaya bahwa olahraga merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan nilai-nilai seperti sportivitas, percaya diri, pantang menyerah dan kerja sama tim,” sambungnya. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat turut hadir pada kesempatan ini. Dia mengapresiasi inisiatif Milo yang selama lebih dari 50 tahun terus konsisten dalam menghadirkan berbagai acara olahraga bagi masyarakat Indonesia. “Kemenpora memandang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan federasi olahraga adalah kunci untuk membangun ekosistem olahraga nasional yang kuat dan berkelanjutan. Program olahraga seperti Milo National Championship menjadi contoh nyata sinergi positif yang patut didukung dan kembangkan bersama,” ungkapnya. Sebagai bagian dari rangkaian babak final, Nestle Milo juga menyelenggarakan sesi coaching clinic bagi para peserta Milo National Championship 2026, menggandeng Andritany Ardhiyasa, penjaga gawang Persija Jakarta sekaligus mantan pemain Tim Nasional Indonesia. Sesi coaching clinic ini menghadirkan berbagai pelatihan dasar sepak bola, mulai dari passing, ball control, dribbling, hingga aktivitas berbasis permainan dengan melakukan tendangan penalti ke gawang.

PBSI rilis kalender kompetisi 2026 level junior

Bendera PBSI

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) merilis kalender kompetisi level junior untuk nasional dan internasional 2026. Untuk kelompok usia junior di level internasional, PBSI menjadwalkan Jaya Raya Junior Grand Prix serta Asia Youth International Challenge, yang menjadi bagian penting jalur pembinaan atlet muda menuju level senior. Sementara itu, pada level nasional, PBSI kembali menggelar rangkaian Sirkuit Nasional A, B, dan C, dilanjutkan Sirnas Premier, Kapolri Cup, hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI sebagai puncak kompetisi domestik. Kalender nasional PBSI tahun 2026 level junior APRIL 13–18 April Sirnas A Surabaya — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 27 April–2 Mei Sirnas B Palu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) MEI 4–9 Mei Sirnas A Kudus — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 11–16 Mei Bupati Kutai Timur Open Kutai Timur — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 18–23 Mei Sirnas B Samarinda — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) JUNI 8–13 Juni Candra Wijaya Doubles Special Tangerang Selatan — Sirkuit Nasional C (U-15, U-17, U-19, Dewasa) 15–20 Juni Kajati Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 22–27 Juni Kapolda Sumbar Open Padang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 29 Juni–5 Juli FISIP UI Open Depok — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17) JULI 7–12 Juli Junior Grand Prix Jaya Raya Tangerang Selatan — Grand Prix (Junior) 13–18 Juli Pupuk Kaltim Open Bontang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 14–19 Juli Kapolri Cup TBC — PBSI Event (U-15, U-17, U-19 / 32 terbaik) 20–25 Juli Sirnas B Medan — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) AGUSTUS 3–8 Agustus Sirnas A Jakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 10–15 Agustus Walikota Bandung Open Bandung — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 17–22 Agustus Sirnas B Bengkulu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) 24–29 Agustus Bayan Open Balikpapan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) SEPTEMBER 8–13 September Sirnas A DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 15–20 September Piala Raja Hamengkubuwono X DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 28 September–3 Oktober Sirnas A Bandung — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) OKTOBER 5–10 Oktober Asia Youth International Challenge Kudus — International Challenge (U-19) 12–17 Oktober Victor Sumut Open Medan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 26–31 Oktober Sirnas B Bali — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) NOVEMBER 2–7 November Hundred Banda Baru Open Batam — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 23–28 November Gubernur Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) DESEMBER 7–12 Desember Paser Open Paser — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19)

Ini Jadwal Lengkap Sirkuit Nasional PBSI 2026

Logo PBSI

Indonesia kembali bersiap menyambut gegap gempita turnamen bulu tangkis nasional paling bergengsi, Sirkuit Nasional PBSI (Sirnas) 2026. Perhelatan yang menjadi barometer prestasi atlet bulu tangkis Tanah Air ini akan digelar dari bulan April hingga Desember 2026. Sirkuit Nasional PBSI akan terbagi dalam 3 level, yakni Sirkuit Nasional A, B, dan C dengan total 23 seri pertandingan yang tersebar di berbagai provinsi. Ajang ini bukan sekadar turnamen rutin. Sirnas PBSI telah menjadi bagian penting dari sistem pembinaan prestasi nasional dan ajang seleksi tak langsung menuju level internasional. Lewat persaingan ketat di berbagai kelompok umur, Sirnas kerap melahirkan bintang-bintang baru yang kelak mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Lalu, kapan jadwalnya akan dimulai? Berikut jadwal resmi turnamen Sirnas PBSI 2026 berdasarkan data dari PP PBSI: APRIL 13–18 April Sirnas A Surabaya — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 27 April–2 Mei Sirnas B Palu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) MEI 4–9 Mei Sirnas A Kudus — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 11–16 Mei Bupati Kutai Timur Open Kutai Timur — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 18–23 Mei Sirnas B Samarinda — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) JUNI 8–13 Juni Candra Wijaya Doubles Special Tangerang Selatan — Sirkuit Nasional C (U-15, U-17, U-19, Dewasa) 15–20 Juni Kajati Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 22–27 Juni Kapolda Sumbar Open Padang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 29 Juni–5 Juli FISIP UI Open Depok — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17) JULI 13–18 Juli Pupuk Kaltim Open Bontang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 20–25 Juli Sirnas B Medan — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) AGUSTUS 3–8 Agustus Sirnas A Jakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 10–15 Agustus Walikota Bandung Open Bandung — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 17–22 Agustus Sirnas B Bengkulu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) 24–29 Agustus Bayan Open Balikpapan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) SEPTEMBER 8–13 September Sirnas A DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 15–20 September Piala Raja Hamengkubuwono X DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 28 September–3 Oktober Sirnas A Bandung — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) OKTOBER 12–17 Oktober Victor Sumut Open Medan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 26–31 Oktober Sirnas B Bali — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) NOVEMBER 2–7 November Hundred Banda Baru Open Batam — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 23–28 November Gubernur Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) DESEMBER 7–12 Desember Paser Open Paser — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) Catatan Tambahan dari PBSI PBSI menyampaikan bahwa lokasi pelaksanaan masih dapat berubah apabila hasil survei menunjukkan sarana dan prasarana belum memenuhi standar nasional.

PBSI Gelar Seleksi Nasional PBSI 2026

Eng Hian

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan menyelenggarakan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial untuk bergabung dengan Pelatnas PBSI. Seleknas PBSI 2026 akan berlangsung pada 3 hingga 7 Februari 2026 di Majeh Arena Wadas, Karawang, dengan menggunakan empat lapangan pertandingan. Seleksi Nasional PBSI ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik kategori taruna (U19) yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PP PBSI. Peserta Seleknas meliputi atlet tunggal dan ganda juara Kejuaraan Nasional PBSI Perorangan Taruna Divisi I Tahun 2025, dengan pengecualian bagi atlet yang telah direkrut masuk Pelatnas PBSI. Peserta Seleknas juga berasal dari atlet kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya yang berada pada peringkat 15 nasional Taruna (U19) terbaik di setiap sektor dengan perhitungan ranking yang digunakan adalah per tanggal 24 Desember 2025, setelah pelaksanaan Kejuaraan Nasional PBSI 2025. Selain jalur Seleknas, PP PBSI juga menetapkan bahwa tiga atlet muda, Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) dari sektor tunggal putri dan Alexius Ongkytama Subagio/ Aquino Evano Keneddy Tangka (Djarum Kudus) dari sektor ganda putra bergabung langsung ke Pelatnas PBSI. Ketiganya direkrut berdasarkan prestasi konsisten yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025, serta hasil pemantauan Tim Pemandu Bakat PP PBSI, sehingga dinilai telah memenuhi kriteria pembinaan Pelatnas. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa Seleknas PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. “Seleksi Nasional PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. Melalui Seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi, sebagai langkah awal menuju pembinaan di Pelatnas PBSI,” ujar Eng Hian. “Kriteria seleksi yang mengacu pada hasil Kejurnas, peringkat nasional, serta pantauan Tim Pemandu Bakat dirancang untuk memastikan atlet yang terpilih tidak hanya memiliki capaian prestasi saat ini, tetapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan prestasi PBSI,” tambahnya. Khusus untuk nomor ganda, para atlet diperbolehkan melakukan pertukaran pasangan dengan ketentuan pasangan tersebut berada dalam 16 besar ranking nasional, serta adanya kesepakatan tertulis antara atlet dan Perkumpulan Bulutangkis (PB). Atlet hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) PBSI juga dapat diikutsertakan sebagai peserta Seleknas meskipun berada di luar 16 besar ranking nasional. Sementara itu, bagi atlet ganda yang memiliki lebih dari satu pasangan dan sama-sama berada dalam 16 besar ranking nasional, maka atlet tersebut wajib memilih satu pasangan untuk didaftarkan pada Seleknas. Sebagai penegasan komitmen pembinaan prestasi, atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara Seleknas PBSI 2026 wajib memenuhi panggilan untuk masuk Pelatnas PBSI tanpa syarat apa pun. Melalui Seleknas ini, PP PBSI berharap dapat menjaring atlet-atlet muda terbaik yang memiliki potensi jangka panjang untuk memperkuat bulutangkis Indonesia di level internasional. PESERTA SELEKSI NASIONAL PBSI TAHUN 2026 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana – DJARUM, KUDUS Fardhan Rainanda Joe – EXIST BADMINTON CLUB Denis Azzarya – JAYA RAYA JAKARTA Maharishiel Timotius Gain – JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi – DJARUM, KUDUS Yusack Christian – JAYA RAYA JAKARTA Yudha Rendra Wijaya – DJARUM, KUDUS Yarits Al Kaaf Rengganingtyas – DJARUM, KUDUS Fathurachman – SARWENDAH BADMINTON CLUB, JAKTIM Izza Al-Faruq Aston Martin – EXIST BADMINTON CLUB I Made Sutha Adi Wiguna – GIDEON BADMINTON ACADEMY Surya Adhipratama Tanggara – BERKAT ABADI, BANJAR Fajar Shidiq Putra – EXIST BADMINTON CLUB Ghaisan Haidar Tsaqib – EXIST BADMINTON CLUB Jevian Vinara Phaskalis Jevlianda A – TANGKAS, JAKSEL Glend Yosua Octavianus Rumondor – JAYA RAYA JAKARTA Tunggal Putri: Jolin Angelia – DJARUM, KUDUS Christabel Calista Purwanto – DJARUM, KUDUS Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto – EXIST BADMINTON CLUB Shaafiya Yasmin Maitsaa – DJARUM, KUDUS Evelin Gracia Parapat – DJARUM, KUDUS Wening Arviani Sabrina – PELATKOT TANGERANG SELATAN Alfira Deanika – Jaya Raya Satria Auberta Zerlina – EXIST BADMINTON CLUB Nurul Tetra Junia Br Matondang – DJARUM, KUDUS Qori Nur Syarifah – EXIST BADMINTON CLUB Patricia Regina Adalia – JAYA RAYA JAKARTA Selvyra Khalishah – PELATPROV PBSI Jawa Timur Xabria Novrani Alonso – Mataram Raya, Sleman Ratifa Badriah – ALAMSYAH YUNUS BADMINTON CLUB Keira Putri Indriyan – MUTIARA CARDINAL, BANDUNG Beryl Auliya Sungkono – PELATPROV PBSI Jawa Timur Ganda Putra: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono – DJARUM, KUDUS Faizal Pangestu/Anju Siahaan – DJARUM, KUDUS Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA Akmal Nurrahman/Revand Harianto – JAYA RAYA JAKARTA Joseph Marcellino Kyta /Joven Farandi – GIDEON BADMINTON ACADEMY Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan – JAYA RAYA JAKARTA Grendly Alkatib Lumintang/Muhammad Vito Annafsa – JAYA RAYA JAKARTA Danendra Kamandika Xavier/Elang Rakha Putra Setiawan – JAYA RAYA JAKARTA Fadhullah Muas/Stanley Jaden Ng – GIDEON BADMINTON ACADEMY Muhammad Lutfhi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan – DJARUM, KUDUS Muhammad Nadhif Al Maren/Muhammad Hazeral Masyhur – PELATPROV PBSI Jawa Timur Danendra Ahmad Al Ghozali/Azril Dava Gistrafarizi – PELATPROV PBSI Jawa Timur Muhammad Zaki/ Anandhito Triadi – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR/ JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Alwan Setiawan/Naufal Syatar Syahwaldi – PUTRA HANDAYANI Boby Claudio Tampi/Darrel Fawwaz – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR Ahmad Tarindo Akbar/Fachry Adnan Pamungkas – GIDEON BADMINTON ACADEMY Ganda Putri: Imanuela Ayu Soka/Angelita Magdalena Yusup – DJARUM, KUDUS Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi – DJARUM, KUDUS Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M – DJARUM, KUDUS Merylia Putri Hanantha/Chelsea Veby Andela – PELATPROV PBSI Jawa Timur Afina Musa Putri/Nur Aliah Rahma – JAYA RAYA JAKARTA Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri – DJARUM, KUDUS Sheila Lidia/Veren Irvana Daula – JAYA RAYA JAKARTA Citra Murdiningrum Surono/Maheswara Kusumawulan – PB. Power Rajawali, Tangerang Chelsea Marvelyn Istanto/Agni Marshanda Pratistha Kuranta – DJARUM, KUDUS Aura Zalfa Syafiya/ Putri Melvina Dwiwahyuningsih – GIDEON BADMINTON ACADEMY/ Cakrabuana Badminton Training Camp Micha Leona Luthfia Wardoyo/Keyla Annisa Putri – JAYA RAYA JAKARTA Annisa Febriany Shalihah/ Balqis Azzahra Kayla Hasan – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA/TANGKAS, JAKSEL Risfina Meyizza Tommzhu/Syafiqa Aliya – GIDEON BADMINTON ACADEMY Gelsay Behrous Al Zahra/Injiliani Christania Tumbol – JAYA RAYA JAKARTA Nadia Zana Nailah/Alya Anggina Putri Nasution – PUTRA MAINAKY, TANGSEL Jasmin Early Mailova/Zahroh Nani Elvany – BAYU KENCANA Ganda Campuran: Ikhsan Lintang Pramudya/ Salsabila Zahra Aulia – DJARUM, KUDUS Balqis Azzahra Kayla Hasan/Mitchel Rori Monintja – TANGKAS , JAKSEL … Read more

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Finis Posisi Dua

Penutupan ASEAN Para Games 2025

Penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara atau ASEAN Para Games (APG) ke-13 Tahun 2025 Thailand telah usai dan resmi ditutup. Para atlet Indonesia merasa bangga mampu membawa Merah Putih finis di posisi kedua. Pada APG ke-13 ini tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum dengan koleksi 175 emas, 155 perak dan 157 perunggu. Kontingen Indonesia menyusul sebagai runner up dengan 135 emas,143 perak dan 114 perunggu. “Kami bangga dan bersyukur bisa berkontribusi untuk membawa Kontingen Indonesia berada diposisi kedua di APG Thailand ini,” ujar Leani Ratri Oktila, atlet para bulutangkis putri. “Iya senang dan bangga, Indonesia bisa runner up. Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menpora Erick, Wamenpora Taufik, Ketua NPC Indonesia serta CdM Indonesia Pak Reda atas motovasi dan dukungannya selama ini. Semoga kedepan kita mampu lebih berjaya lagi,” imbuh Ken Swagumilang atlet para panahan putra. Closing ceremony pelaksanaan ASEAN Para Games 2025 Thailand yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026 ini digelar di Main Stadium, His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26/1) malam. Pada awal upacara penutupan ini, penonton disuguhi beberapa musik dan nyanyian lokal, dilanjutkan tarian massal. Kemudian parade defile kontingen yang dimulai dari kontingen Brunei Darussalam, dilanjutkan kontingen Indonesia kemudian Laos. Disusul kemudian kontingen Malaysia, kontingen Myanmar, kontingen Filipina, dilanjutkan kontingen dari Singapura, kontingen Timor Leste, kontingen Vietnam, ditutup parade defile dari tuan rumah Thailand. Ribuan pengunjung nampak memadati kursi dari stadiun sepak bola yang berkapasitas 24 ribu kursi penonton ini. Permainan lampu LED dan lampu laser serta pertunjukkan kembang api menjadi menu utama pesta penutupan. Di tengah lapangan hijau nampak tiga maskot ASEAN Para Games 2025 Thailand bersanding dengan seluruh kontingen dari 10 negara ASEAN peserta APG 2025 Thailand. Di akhir penutupan, sebagai simbolis diserahkan bendera Asean Para Sport Federation (APSF) dari Thailand ke Malaysia sebagai estafet pelaksanaan APG ke-14 selanjutnya selaku tuan rumah pada tahun 2027 mendatang.

AFC Futsal Asian Cup 2026: Indonesia Libas Korsel

Timnas Futsal Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia mengawali laga perdana di grup A AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 dengan gemilang. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Indonesia Arena, Jakarta, Skuad Garuda melibas Korea Selatan (Korsel) dengan skor telak 5-0 pada laga pembuka turnamen. Pertandingan yang dipimpin wasit Andrew Scott Best asal Australia. Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung tampil menekan dan mendominasi jalannya pertandingan. Indonesia membuka keunggulan dengan cepat di babak pertama. Mochammad Iqbal Rahmattulah berhasil memecah kebuntuan, diikuti oleh gol dari Rio Pangestu Putra pada menit ke-11 yang menggandakan keunggulan. Hingga peluit turun minum berbunyi, Indonesia memimpin nyaman dengan skor 2-0. Memasuki babak kedua, intensitas serangan tuan rumah tidak mengendur. Mochammad Iqbal Rahmattulah kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-21, mengubah kedudukan menjadi 3-0. Tekanan bertubi-tubi dari Indonesia membuat pertahanan Korsel kewalahan. Israr Megantara memperlebar jarak menjadi 4-0 lewat golnya di menit ke-29. Pesta gol Indonesia akhirnya ditutup oleh Reza Gunawan yang mencetak gol kelima pada menit ke-37, memastikan kemenangan mutlak 5-0 bagi tuan rumah. Selain tajam di lini depan, Indonesia juga tampil sangat disiplin dalam bertahan. Tim asuhan pelatih Hector Souto ini hanya melakukan total 2 pelanggaran sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Korsel yang kesulitan mengembangkan permainan harus melakukan total 6 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning yang diberikan kepada Eom Jiyong pada menit ke-27 dan Kang Jukwang pada menit ke-38. Kemenangan ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat positif di klasemen grup, sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaing di AFC Futsal Asian Cup 2026. Pada pertandingan terakhir fase grup A AFC Futsal Asian Cup 2026, Indonesia akan melawan Irak pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Persiapan Piala Asia 2026, Timnas U17 Akan Uji Coba Internasional

Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia U17 akan menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda uji coba internasional ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Timnas Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026 dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Ini menjadi salah satu langkah awal bagi Garuda Muda untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi level Asia. Selanjutnya, pertandingan kedua akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Pada laga kedua ini, Tiongkok U17 akan kembali menjadi lawan Indonesia U17, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Sebagai informasi, Timnas Indonesia U17 telah dipastikan lolos otomatis ke Piala Asia U17 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Indonesia melangkah ke perempatfinal pada edisi tahun lalu, sehingga Garuda Muda tidak perlu mengikuti babak kualifikasi untuk turnamen tersebut. Nantinya, Piala Asia U17 2026 yang diikuti oleh 16 negara tersebut akan berlangsung pada 30 April hingga 17 Mei 2026 di Arab Saudi. Matchday 1 Minggu, 8 Februari 2026 Kick-off: 21.00 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang Matchday 2; Rabu, 11 Februari 2026 Kick-off: 18.30 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang

Indonesia Masters 2026: Raymond/Joaquin Jadi Runner-Up

Podium Ganda Putra Indonesia Masters 2026

Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2026. Raymond/Joaquin mesti mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Raymond/Joaquin, yang tidak diunggulkan, menantang ganda putra unggulan empat Goh/Izzuddin di final. Bertanding di Istora Senayan pada Minggu (25/1/2026), Raymond/Joaquin kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Jalannya pertandingan. Raymond/Joaquin tampil menjanjikan di gim pertama setelah unggul 9-6. Namun, Goh/Izzuddin meraih enam poin berturut-turut untuk berbalik memimpin 12-9 setelah interval pertama. Goh/Izzuddin melanjutkan momentum, Raymond/Joaquin mencoba terus mendekat. Namun, kesalahan-kesalahan Raymond/Joaquin di saat kritis menguntungkan lawan sehingga mencapai game point 20-18. Satu angka ditambah Raymond/Joaquin. Serangan ke arah Joaquin gagal diantisipasi, Goh/Izzuddin memastikan keungulan 21-19 di gim pertama. Raymond/Joaquin kalah start di gim kedua. Mereka membiarkan lawan meraup enam poin pertama berturut-turut sehingga ketinggalan 0-6. Setelahnya tekanan Goh/Izzuddin membuat Raymond/Joaquin kewalahan. Jarak tujuh poin tercipta di interval kedua dengan keunggulan Goh/Izzuddin 11-4. Goh/Izzuddin tidak membiarkan Raymond/Joaquin kembali dalam permainan meskipun unggul jauh. Pukulan Raymond yang terlalu panjang melebarkan keunggulan Goh/Izzuddin 17-6. Goh/Izzuddin meraih tiga angka beruntun untuk mencapai match point 20-6. Raymond/Joaquin meraih tujuh angka selanjutnya untuk memperpanjang napas. Kedudukan 13-20. Sebuah reli yang diakhiri dengan smes keras tak sanggup dikembalikan Raymond/Joaquin. Mereka kalah 14-21 sekaligus memberi Goh/Izzuddin titel juara ganda putra Indonesia Masters 2026.

Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara dan Cetak Sejarah

Alwi Farhan

Alwi Farhan keluar sebagai juara tunggal putra Indonesia Masters 2026. Alwi tampil ganas untuk mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul straight game di final. Pada final Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Minggu (25/1), Alwi mendominasi lawan di sepanjang permainan. Alwi merengkuh titel juara dengan kemenangan 21-5, 21-6. Gelar ini merupakan gelar Super 500 pertama bagi Alwi yang terasa spesial karena terjadi di ‘rumah sendiri’. Gelar ini juga menjadi sejarah karena menjadikannya sebagai tunggal putra termuda yang pernah juara Indonesia Masters. Saat ini, Alwi baru berusia 20 tahun. Jalannya pertandingan Alwi start kencang usai mengungguli Teeraratsakul 6-1 di awal gim pertama. Eror Teeraratsakul menambah angka bagi Alwi sehingga memimpin 9-2. Alwi menjaga momentumnya, memimpin 13-4 usai interval pertama. Smes keras Teeraratsakul membentur net sehingga gap melebar jadi 10 poin di antara kedua pemain. Poin demi poin terus diraup Alwi, yang turut diuntungkan dengan kesalahan-kesalahan lawan. Pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang membuat Alwi meraih game point dalam kedudukan 20-5. Sebuah drop shot Alwi mengecoh Teeraratsakul, sekaligus melanjutkan permainan ke gim kedua dengan keunggulan 21-5. Gim kedua dibuka dengan reli yang dimenangi Alwi, menyusul pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang. Penampilan dominan Alwi berlanjut di awal gim kedua. Alwi tidak memberikan lawan mengembangkan permainannya untuk memimpin 11-2 menuju interval kedua. Jarak kedua pebulutangkis terus melebar. Teeraratsakul tampak kesulitan mendapatkan ritme permainannya di pertandingan ini. Tujuh poin beruntun diperoleh Alwi untuk unggul 18-5. Alwi Farhan akhirnya menyudahi perlawanan Teeraratsakul dengan sebuah drop shot untuk juara setelah menang 21-6 di gim kedua.

Pemenang Gelar Individu Piala Asia U23 2026

Ajang AFC U23 Asian Cup Saudi Arabia 2026 atau Piala Asia U23 2026 telah rampung dengan serangkaian penghargaan individu yang menarik perhatian pecinta sepak bola Asia. Selain Jepang yang sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan China 4–0 di final, pemain-pemain muda terbaik Asia juga mendapatkan predikat tertinggi dalam kategori individu di turnamen ini. Pemain Terbaik (MVP): Ryunosuke Sato (Jepang) Gelandang serang Jepang, Ryunosuke Sato, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen setelah penampilan luar biasa di lini tengah dan serangan timnas Jepang sepanjang kompetisi. Sato tampil penuh pengaruh di semua laga yang dijalani Jepang hingga memastikan gelar juara bagi Samurai Biru. Top Scorer (Vua Pencetak Gol): Nguyen Dinh Bac (Vietnam) Pencetak gol terbanyak turnamen diraih oleh Nguyen Dinh Bac dari Vietnam. Bomber muda ini mencatatkan 4 gol dan 2 assist, menjadikannya pencetak gol terbanyak meskipun memiliki waktu bermain lebih sedikit dibanding pesaingnya. Ada empat tiga pemail lain yang juga mencetak 4 gol sepanjang turnamen selain Nguyen Dinh Bac. Mereka adalah Ali Ahmad Ali Al Azaizeh, Leonardo Farah Shahin, dan Ryunosuke Sato. Namun Nguyen Dinh Bac unggul dari catatan assist dan menit bermain yang lebih sedikit. Gelar ini berarti sejarah baru bagi sepak bola Vietnam karena ini pertama kali seorang pemain Vietnam memenangkan penghargaan Golden Boot di ajang U23 Asia. Kiper Terbaik: Rui Araki (Jepang) Kiper andalan Jepang, Rui Araki, mendapatkan penghargaan Best Goalkeeper setelah hanya kegolan satu dan beberapa kali menjaga clean sheet penting dalam perjalanan timnya menuju gelar juara. Penampilannya di bawah mistar menjadi salah satu faktor dominan di lini pertahanan Jepang sepanjang turnamen. Penghargaan Fair Play: U23 Korea Selatan Selain gelar individu untuk pemain, tim U23 Korea Selatan dianugerahi AFC Fair Play Award atas sportivitasnya sepanjang turnamen. Sepanjang turnamen, tim asuhan Lee Min-sung itu hanya mencatatkan 5 kartu kuning dan tidak pernah mendapatkan kartu merah dalam 6 pertandingan. Langkah Korea sendiri terhenti pada perebutan posisi tiga dari Vietnam dalam drama adu penalti.

Jepang Raih Gelar Ketiga Piala Asia U23

Tim nasional Jepang U23

Tim nasional Jepang menjadi juara Piala Asia U23 setelah menaklukkan China dengan skor telak 4-0 pada laga final di Prince Abdullah Al Faisal Stadium, Jeddah, Sabtu (24/1), untuk mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menjuarai turnamen tiga kali. Kemenangan diraih Jepang setelah mereka tampil menekan sejak awal laga dan tidak pernah memberi ruang bagi China untuk mengembangkan permainan. Jepang membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Yuto Ozeki yang memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti, dengan tembakannya sempat mengenai pemain bertahan China Peng Xiao sebelum mengecoh kiper Li Hao dan disahkan setelah tinjauan VAR. Keunggulan Jepang bertambah delapan menit kemudian lewat aksi individu Kosei Ogura, yang merebut bola di area lawan, melewati satu pemain bertahan, dan melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang China. China berusaha merespons dengan permainan langsung dan umpan-umpan panjang, namun lini pertahanan Jepang yang terorganisasi rapi membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih hingga turun minum, saat Jepang unggul 2-0 dengan jumlah tembakan dua kali lipat lebih banyak. Memasuki babak kedua, Jepang tetap mempertahankan intensitas permainan, sebelum memperlebar jarak pada menit ke-57 melalui titik penalti setelah Liu Haofan dinilai melakukan handball di area terlarang, yang dieksekusi dengan tenang oleh Ryunosuke Sato. China sempat mencetak gol pada menit ke-68, namun wasit menganulirnya karena posisi offside, keputusan yang kembali mematahkan upaya kebangkitan mereka. Jepang kemudian menutup kemenangan lewat gol keempat pada menit ke-76, ketika tembakan Ogura yang sempat terdefleksi pemain bertahan melambung masuk ke gawang dan memastikan keunggulan mutlak. Hingga peluit akhir dibunyikan, Jepang tetap menguasai jalannya pertandingan untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.

Pecah Rekor! Kejurprov Voli U18 Jatim Diikuti Peserta Terbanyak Sepanjang Sejarah

Kejurprov Voli U18 Jatim

Kabupaten Tulungagung kembali mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Jawa Timur. Sebanyak 67 klub bola voli dari berbagai daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Indoor U18 Antar Klub Se-Jawa Timur Tahun 2026. Rinciannya, 36 klub putra dan 31 klub putri. Jumlah klub ini menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurprov Bola Voli di Jawa Timur. Ajang bergengsi tersebut hingga kini sedang digelar, dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026 dan akan berakhir pada Senin, 26 Januari 2026. Kompetisi ini diselenggarakan di dua venue yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro di Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Ketua Umum PBVSI Pengprov Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, dalam keterangan yang diterima awak media pada Kamis, 22 Januari 2026 menjelaskan pembukaan agenda ini diwakili oleh Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Kabupaten Tulungagung, serta PBVSI Kabupaten Tulungagung yang telah menjadi tuan rumah kejuaraan. Ia menegaskan bahwa Kejurprov kali ini memiliki nilai historis yang sangat penting. Selain karena jumlah pesertanya yang memecahkan rekor, ajang ini juga menunjukkan perkembangan pembinaan bola voli usia muda yang semakin merata di Jawa Timur. “Rekor jumlah peserta ini tidak hanya mencerminkan antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi, tetapi juga menunjukkan komitmen Pengprov PBVSI Jawa Timur dalam menyelenggarakan turnamen pembinaan secara berjenjang,” jelas Kombes Abast. Menurutnya, tingginya partisipasi klub dari berbagai kabupaten dan kota menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan yang selama ini dijalankan. Hal tersebut sekaligus menunjukkan kepercayaan besar kepada Kabupaten Tulungagung sebagai tuan rumah. Lebih lanjut, Kombes Abast menjelaskan bahwa Kejurprov U18 ini tidak sekadar menjadi ajang pertandingan. Kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi pembinaan atlet usia muda di daerah. Dari kompetisi inilah, bibit-bibit unggul bola voli Jawa Timur dapat terpantau sejak dini. “Ke depan diharapkan atlet bola voli di Jawa Timur mampu menjadi tulang punggung prestasi bola voli di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, Wakapolres Tulungagung, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Ketua KONI Kabupaten Tulungagung juga turut hadir dalam agenda pembukaan tersebut. Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Tulungagung, pengurus PBVSI provinsi dan kabupaten, para wasit, panitia, pelatih, ofisial, serta seluruh peserta kejuaraan. Agenda Kejurprov Bola Voli Indoor U18 Tahun 2026 yang didukung penuh dari berbagai pihak diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang kelak mengharumkan nama Jawa Timur.