Garuda Muda Kalah Tipis dari Benin

Timnas Indonesia U-15

Timnas Indonesia U-15 harus mengakui keunggulan Benin dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan final Tier C FIFA U-15 World Cup & Festival 2026. Laga tersebut berlangsung di Hovsan Competition Complex Pitch 91, Baku, Azerbaijan, pada Jumat (29/10/2026). Indonesia menurunkan delapan pemain sebagai starter, yakni Renaldy Rizky sebagai penjaga gawang, I Kadek Dwi yang bertindak sebagai kapten, Muhammad Nazar, Jamaeel Ryuzain, Jasshen Janneiro, Muhammad Hariri, Reganatha Harfi, dan Lyonel Musaling. Sejak babak pertama, Garuda Muda berusaha mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama datang pada menit ketujuh melalui tendangan bebas Lyonel Musaling. Namun, sepakannya masih berhasil dihalau pagar betis pemain Benin. Indonesia terus mencoba membongkar pertahanan lawan, tetapi belum mampu menciptakan peluang yang benar-benar membahayakan. Sebaliknya, Benin sempat memperoleh dua peluang pada menit ke-11 dan ke-13. Beruntung, kedua percobaan tersebut berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Indonesia. Menjelang akhir babak pertama, Indonesia justru kebobolan. Serangan Benin dari sisi kiri pertahanan berujung gol pada menit ke-18. Skor 1-0 untuk keunggulan Benin bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih seimbang. Kedua tim saling melancarkan serangan untuk menambah keunggulan maupun mengejar ketertinggalan. Indonesia kembali memperoleh peluang melalui tendangan bebas Muhammad Nazar pada menit ke-24. Meski berhasil melewati pagar betis, tendangannya masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan oleh penjaga gawang Benin. Rendra Maulana yang masuk sebagai pemain pengganti juga mencoba memberikan ancaman. Pada menit ke-27, sundulannya belum mampu menyulitkan kiper lawan. Indonesia terus berupaya mencari gol penyeimbang. Namun, Garuda Muda justru sempat berada dalam tekanan ketika para pemain Benin berhasil menembus kotak penalti pada menit ke-30. Beruntung, barisan pertahanan Indonesia sigap menghalau serangan tersebut sehingga tidak terjadi gol tambahan. Peluang terbaik Indonesia hadir pada menit ke-33 melalui skema serangan balik. Rendra Maulana melepaskan tendangan kaki kiri, tetapi upayanya kembali berhasil diamankan oleh penjaga gawang Benin. Hingga peluit panjang dibunyikan, Indonesia belum mampu mencetak gol balasan. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Benin, sekaligus memastikan Indonesia harus puas menjadi runner-up Tier C FIFA U-15 World Cup & Festival 2026. Susunan Pemain Indonesia Starter: Renaldy Rizky (GK), I Kadek Dwi (C), Muhammad Nazar, Jamaeel Ryuzain, Jasshen Janneiro, Muhammad Hariri, Reganatha Harfi, dan Lyonel Musaling.Tier C FIFA U-15 Pemain Cadangan: Vano (GK), Dicky, Daniel, Fayyad, Rendra, dan Decho.

PASI turunkan 11 atlet muda ikuti kejuaraan atletik Asia Tenggara

Ilustrasi - Pertandingan Atletik

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menurunkan sebanyak 11 atlet muda untuk mengikuti kejuaraan level Asia Tenggara 18th SEA U18 and U20 Athletics Championships 2026 di Thailand 6- 8 November mendatang. “Indonesia menatap kejuaraan ini dengan status sebagai juara bertahan,” demikian pernyataan resmi PB PASI di Jakarta, Jumat. Pada edisi sebelumnya kejuaraan tersebut yang digelar di Stadion Madya Atletik Sumatera Utara di Deli Serdang. kontingen Merah Putih menutup kejuaraan sebagai juara umum dengan mengungguli Vietnam di posisi kedua dan Filipina di peringkat tiga. Kali ini, PB PASI mengirimkan total 11 atlet muda. Kontingen akan didampingi oleh empat pelatih serta tiga tenaga ofisial dan media untuk mendukung kesiapan teknis maupun operasional selama kejuaraan. Para atlet tersebut adalah Aditya Javas asal DKI Jakarta (lari Gawang 110 Meter, 100 Meter U18), Katrisno Nian asal Kalimantan Barat (lompat jauh U18), Alfonsus Gratias asal DKI Jakarta (lompat tinggi U18), Kristostomus Kaize asal Papua Selatan (lempar lembing U18). Kesia Sihotang asal Sumatera Utara (lari halang rintang 2.000 meter U18), M. Ariel Hairuddin asal Sulawesi Selatan (lari 100 meter U20), Gilang Satria W. asal Jawa Timur (lari 200 meter, 400 meter U20, Anugrah Styawan S. asal Jawa Timur (lari gawang 110 meter U20). Selain itu, Shava Salvia W asal Jawa Tengah (100 meter, 200 meter U20), Kresensia Mobok N. asal Papua Selatan (lempar lembing U20), dan Wilna Selvi asal Sumatera Barat (lari halang lintang 1500 meter, 3000 meter U20). Kontingen dijadwalkan bertolak menuju Thailand pada 4 November 2026 dan akan kembali ke Tanah Air pada 9 November 2026. PB PASI meminta dukungan masyarakat Indonesia agar tim atletik muda Indonesia mampu mencatatkan performa terbaik dalam kejuaraan tersebut.

Keren! Tiga atlet panjat tebing Indonesia tempati tiga besar dunia

Putra Tri Ramadani

Sebanyak tiga atlet panjat tebing Indonesia menempati tiga besar peringkat dunia, berkat akumulasi perolehan poin setelah mengikuti rangkaian penyelenggaraan kejuaraan internasional selama 2026 oleh World Climbing. Pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan, ketiga atlet tersebut adalah Putra Tri Ramadani alias Srondeng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. “Ini hasil kerja keras bersama mulai dari pengurus, pelatih, manajemen, atlet juga, serta para stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mewujudkan semua itu,” ujar Galar, dikutip dari pernyataan resmi yang diterima. Dia memaparkan, Srondeng menduduki peringkat kedua dunia untuk kategori lead putra dengan mengumpulkan 3.370 poin. Pada kategori itu, peringkat pertama dunia diduduki Neo Suzuki dari Jepang dengan 4.405 poin dan tempat ketiga diduduki Alberto Gines Lopez dari Spanyol dengan 3.340 poin. Desak Made juga menduduki peringkat kedua untuk kategori speed putri dengan jumlah poin 3.370. Di sektor tersebut, peringkat pertamanya adalah Emma Hunt dari Amerika Serikat dengan 3.656 poin. Sedangkan, peringkat ketiga ditempati Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin. Terakhir untuk kategori speed putra, Antasyafi Robby Al Hilmi menduduki peringkat ketiga dunia lantaran mampu mengantongi 3.426 poin. Status atlet speed putra nomor satu dunia digenggam Ryo Omasa asal Jepang dengan 3.600 poin dan posisi kedua ditempati Yicheng Zhao dari China dengan 3.485 poin. Sementara, atlet Indonesia lainnya Raharjati Nursamsa menduduki peringkat empat dengan 3.005 poin. Meski membanggakan, Galar tidak ingin cepat berpuas diri karena ada kompetisi di tahun berikutnya yang harus dihadapi. Dia pun menyiapkan strategi untuk rangkaian kejuaraan untuk tahun depan. “Tahun 2027 kami punya pekerjaan rumah yang besar yaitu harus meloloskan atlet-atlet Indonesia untuk merebut kuota ke Olimpiade LA 2028,” ujar Galar. Sementara itu, Desak Made mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Dia sangat menikmati rangkaian kompetisi selama tahun 2026. Perempuan asal Bali itu pun bertekad untuk terus mengasah kemampuannya guna menghadapi kompetisi di tahun berikutnya. Dia percaya persaingan akan semakin sengit dan kompetisi semakin berat. “Saya berharap bisa terus membela Indonesia di kompetisi internasional dan tujuan utamanya adalah bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan meraih emas disana,” tutur Desak.

Piala Soeratin 2026 di IKN, Perluas Semangat Sepak Bola ke Seluruh Indonesia

Gelaran Putaran Nasional Piala Soeratin 2026 kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 resmi berakhir di PSSI Training Centre, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026). Penyelenggaraan kompetisi ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia muda sekaligus memperluas semangat sepak bola nasional agar tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Piala Soeratin merupakan kompetisi sepak bola amatir usia muda yang diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai wadah pembinaan dan pencarian bakat pesepak bola usia dini di Indonesia. Tahun ini, kompetisi mengusung tema pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi generasi muda sepak bola Indonesia. Rangkaian kompetisi berlangsung pada 15–24 Oktober 2026 dengan melibatkan 24 tim dari berbagai daerah di Indonesia, masing-masing delapan tim untuk kelompok usia U-13, U-15, dan U-17. Berdasarkan hasil pertandingan final, ASIOP berhasil meraih gelar juara kelompok usia U-13, Persib Bandung menjadi juara kelompok usia U-15, sedangkan Waamanat Bhintuka FC keluar sebagai juara kelompok usia U-17. Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan harapannya agar semakin banyak kegiatan olahraga dan seni berskala nasional diselenggarakan di IKN. “Harapan kami semakin banyak kegiatan olahraga, seni tingkat nasional diadakan di IKN, sekaligus mendatangkan orang-orang dari luar yang melihat langsung proses pembangunan IKN. Pada kesempatan yang sama PSSI telah mengajarkan kepada Kami panitia tentang bagaimana mengatur turnamen tingkat nasional bertajuk Piala Soeratin yang sudah berumur puluhan tahun ini, sehingga kedepan kita sudah harus mampu melaksanakan dengan lebih baik lagi jika diberi kesempatan, dan kalau boleh PSSI menunjuk lagi IKN sebagai tempat pelaksanaan putaran final, disamping sebagai wadah adu prestasi, juga kesempatan ini dapat dimanfaat anak anak generasi bangsa tahu dan paham tentang pembangunan IKN yang akan terus berlanjut, dan ini sebagai penaglaman tersendiri berlaga di Ibu Kota Nusantara,” ujar Alimuddin yang juga sebagai Local Organizer Commite. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan apresiasi kepada Otorita IKN atas dukungan fasilitas yang diberikan selama penyelenggaraan turnamen, mulai dari tempat tinggal dan transportasi bus hingga lapangan sepak bola berstandar FIFA. “Kami berterima kasih kepada IKN yang sudah memberikan fasilitas, mulai dari tempat tinggal, bus, hingga lapangan. Kami ingin adik-adik pemain juga memiliki pengalaman melihat IKN,” ujar Arya. Menurutnya, penyelenggaraan Piala Soeratin di IKN juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Nusantara kepada para pemain muda sekaligus memperluas perkembangan sepak bola ke berbagai wilayah Indonesia. “Kami membawa mereka ke IKN agar mereka mengenal IKN sekaligus mendorong semangat sepak bola agar tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi juga di Kalimantan dan seluruh Indonesia. Ini hal yang baik agar semangat sepak bola semakin meluas,” lanjutnya. Kesan positif juga disampaikan Mahdin Simanda, salah satu pemain Persib Bandung yang menjuarai kelompok usia U-15. “Sangat bangga sekali, ini bukan hal yang mudah. Persiapan kami latihan setiap hari. Sebagai warga Indonesia, sangat bangga punya training centre seperti ini. Aku harap setiap event yang diadakan PSSI mainnya di sini (IKN),” ujar Mahdin Simanda. Penyelenggaraan Piala Soeratin 2026 di IKN menjadi salah satu upaya memperkenalkan Nusantara melalui kegiatan olahraga yang melibatkan generasi muda dari berbagai daerah. Kehadiran para pemain, ofisial, dan pendukung turut membuka ruang interaksi serta memperkuat semangat kebersamaan melalui olahraga.

Timnas bola tangan Indonesia raih dua medali di Piala IHF 2026

Tim nasional bola tangan Indonesia

Tim nasional bola tangan Indonesia meraih medali perak dan perunggu dalam IHF Trophy 2026 yang berlangsung di Chonburi, Thailand pada 21-25 Oktober. Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar memberikan acungan dua jempol atas prestasi membanggakan yang diberikan oleh kontingen tim Merah Putih di ajang ini. “Kami menghargai perjuangan para atlet yang tampil di IHF Trophy, tim Youth menyuguhkan medali perunggu. Sedang tim junior meraih medali perak,” tegas Zulfydar Zaidar dalam keterangan resmi, Selasa. Tim junior Indonesia mengalahkan Filipina dengan skor 48-18 dalam perebutan tempat ketiga. Sedangkan tim senior Indonesia harus mengakui ketangguhan tuan rumah Thailand, 31-37 dalam babak final. “Hasil medali perak bagi tim junior selain menjadi catatan bagi pemain, juga semua Pengprov ABTI dari seluruh Tanah Air. Semua hasil yang diraih tim nasional di Thailand dapat menggugah semua Pengprov untuk membina atletnya di masa mendatang,” tegas Zulfydar. Lewat hasil positif yang ditunjukkan oleh tim junior dan senior putra tersebut juga menjadi motivasi berlebih untuk tim bola tangan putri Indonesia yang nantinya akan tampil dalam IHF Nations Trophy (Asia-Zona I-B) di Chonburi, Thailand, 27–31 Oktober mendatang. “Kami berharap tim putri yang juga tampil di IHF Nations Trophy (Asia-Zona I-B) bisa keluar sebagai juara. Karena saat junior tahun lalu mereka sudah mengalahkan tim kuat Vietnam dan tuan rumah Thailand,” papar Zulfydar. Zulfydar Zaidar mengakui, dalam perjuangan meraih juara sudah pasti Timnas Indonesia menghadapi lawan kuat dari Thailand dan Vietnam. Seperti di junior putra gagal meraih medali emas setelah kalah lawan Thailand. Kondisi seperti itu harus ditemukan solusinya baik oleh pelatih maupun pemain yang langsung menghadapi lawan di tengah lapangan. “Bila mampu meningkatkan mental tanding setelah bermain di final, niscaya hasil yang diharapkan dapat terpenuhi untuk tampil juara,” tambah Zulfydar.

Pebulu tangkis Muda Indonesia borong dua gelar di Luksemburg

Rajendra Daffa Al Basith dan Suciati Aqueena Ayu

Dua pebulu tangkis muda Indonesia, Rajendra Daffa Al Basith dan Suciati Aqueena Ayu, meraih dua gelar juara pada turnamen bulu tangkis internasional U-17 di Luksemburg, 23–25 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel yang diterima Rabu, kedua gelar tersebut diraih dari nomor ganda campuran dan tunggal putri. Rajendra dan Suciati yang mewakili PBSI Jakarta Selatan menjuarai nomor ganda campuran setelah mengalahkan pasangan Irlandia pada pertandingan final dengan skor 21-8, 21-18. Sementara itu, Suciati juga merebut gelar tunggal putri setelah menundukkan wakil Jerman melalui dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-16. Keberhasilan tersebut membuat Suciati membawa pulang dua gelar dari turnamen yang berlangsung di Coque, Luksemburg. Turnamen tersebut diikuti atlet dari sejumlah negara Eropa, yakni Jerman, Belgia, Swiss, Belanda, Irlandia, Inggris, Prancis, Ceko, dan Luksemburg. Keikutsertaan kedua atlet Indonesia dalam turnamen itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman bertanding di tingkat internasional. KBRI Brussel sebelumnya memberikan fasilitasi dan dukungan kepada tim bulu tangkis Indonesia U-17 pada 12 Oktober 2026 untuk mendukung keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional di kawasan Eropa. KBRI Brussel berharap dukungan terhadap keikutsertaan atlet muda Indonesia dalam turnamen internasional dapat berkontribusi pada penguatan pembinaan olahraga nasional. Prestasi tersebut juga diharapkan dapat memotivasi pebulu tangkis muda Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan daya saing di tingkat internasional.

64 Tim Sepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD 2026

BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026

Sebanyak 64 tim sepak bola usia dini hingga remaja mengikuti turnamen Blispi Youth Cup V Piala Ketua DPD 2026 di Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Turnamen yang digelar bersama Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) itu resmi dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (25/10/2026). Kompetisi yang mempertandingkan kategori U-10, U-12, U-14, dan U-16 tersebut diharapkan menjadi ajang penjaringan bibit pemain sepak bola nasional melalui kompetisi berjenjang dari daerah. Sultan mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain sepak bola berkualitas mengingat jumlah penduduknya yang besar. Namun, tidak semua anak di daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi. “Masa sih kita tidak bisa mencari bibit? Masa kita tidak menemukan betul-betul permata-permata dari daerah? Nah, salah satu caranya adalah melalui kompetisi seperti ini,” kata Sultan. Menurut Sultan, kompetisi usia dini tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang berhenti setelah turnamen berakhir. Pembinaan perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari kompetisi, pendampingan, hingga pemberian kesempatan bagi pemain untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. Ia merancang kompetisi sepak bola pelajar secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Pemain terbaik dari kompetisi antardesa akan melaju ke tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi sebelum bertanding di tingkat nasional. “Kita punya struktur sampai ke daerah, kita punya anggota-anggota DPD terbaik di daerah. Melalui kompetisi yang munculnya liganya dari daerah, lalu kompetisi kita bikin dari kampung, lomba antardesa, muncul sampai juara kecamatan, lalu juara kecamatan ditandingkan juara kabupaten, juara kabupaten ditandingkan lagi juara provinsi, nanti nasionalnya kita bawa,” ujarnya. Sultan menyebut Blispi sebelumnya juga menjadi bagian dari perjalanan sejumlah pemain yang kemudian menembus level nasional. Salah satu pemain yang disebutnya, adalah Egy Maulana Vikri. Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini menangani Persija Jakarta, Shin Tae-yong turut hadir dalam pembukaan turnamen tersebut. Sultan berharap kehadiran juru taktik asal Korea Selatan itu dapat memberikan motivasi sekaligus masukan bagi pengembangan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Sultan mengatakan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan Shin Tae-yong mengenai sepak bola Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut, Shin menilai Indonesia memiliki masa depan sepak bola yang menjanjikan, meski masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Shin Tae-yong sampaikan bahwa Indonesia itu punya masa depan. Hanya saja memang pekerjaan dan PR-nya masih banyak. Nah, itu yang pelan-pelan nanti kita akan benahi,” kata Sultan. Sultan juga membuka peluang keterlibatan Shin Tae-yong dalam pencarian dan pembinaan pemain muda berbakat. Menurutnya, Shin menyambut positif gagasan tersebut dan siap memberikan dukungan. Sementara itu, Shin Tae-yong menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepak bola jika sistem pembinaan usia dini dijalankan secara konsisten dan terstruktur. “Kalau sistemnya saja bisa dijaga dengan baik, maka sepak bola Indonesia tentu bisa berkembang dengan pesat. Saya yakin sekali, sepak bola Indonesia pasti bisa maju kalau memiliki sistem yang baik seperti ini,” ujar Shin. Shin menekankan kualitas pelatih sebagai salah satu faktor penting dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, pemain muda membutuhkan pelatih yang mampu membimbing perkembangan mereka secara tepat. Ia juga mendorong para legenda dan mantan pemain sepak bola untuk terlibat lebih jauh dalam pembinaan pemain muda. Pengalaman mereka dinilai dapat membantu memperkuat fondasi sepak bola nasional. “Bagi anak-anak usia dini, sebenarnya yang dibutuhkan adalah para pelatih yang baik. Jika legenda-legenda sepak bola tersebut ikut melatih dan membina anak-anak muda, maka akarnya akan menjadi kuat,” tutur Shin. Melalui BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026, Sultan berharap penjaringan pemain berbakat tidak lagi terpusat di daerah tertentu. Talenta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Aceh hingga Papua, diharapkan mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang dan suatu saat memperkuat tim nasional.

Batam Catur Club Gelar Turnamen Junior Seri Kedua Hari Ini di Mall Botania 2

Junior Chess Tournament BCC Cup 2

Batam Catur Club menggelar seri kedua turnamen catur junior di Mall Botania 2, Kota Batam, Minggu, 25 Oktober 2026. Turnamen ini merupakan bagian dari program kompetisi rutin yang direncanakan berlangsung setiap bulan, dengan total 12 seri hingga tahun 2027. Digagas oleh Moch. Al Ichsan, kegiatan ini bertujuan mendorong regenerasi atlet catur di Kota Batam. Turnamen menggunakan sistem Swiss Manager dengan tujuh babak dan waktu berpikir 10 menit ditambah tiga detik. Sebanyak 88 peserta mengikuti kompetisi yang dibagi dalam dua kategori usia, yakni 7 hingga 11 tahun 46 peserta dan 12 hingga 17 tahun 42 peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan seri sebelumnya pada akhir September. Untuk memeriahkan kegiatan, panitia juga menggelar turnamen terbuka bagi peserta berusia di atas 18 tahun diikuti sebanyak 70 peserta. Dengan biaya pendaftara sebesar Rp 50.000,- peserta mendapatkan Piala, uang pembinaan, snack dan makan. Panitia turnamen, Jody Sitinjak, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kompetisi seri kedua ini. “Dari yang lalu-lalu cukup pesat peningkatannya. Dari sekitar 50-an yang bulan lalu kita mengadakan BCC Cup pertama, sekarang ini BCC Cup kedua diikuti 88 peserta junior. Dan melihat antusiasme peserta juniornya, saya yakin jika dilaksanakan begini terus, atlet-atlet junior Batam ini akan banyak peningkatan ke depannya,” ungkap Jody. Sementara itu, Rina Roza, S.Pd peminat catur sekaligus pendamping peserta junior dari SD IT Darussalam 01, menilai turnamen ini memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. “Hari ini kami dari SDT Darussalam 01 mengirim 5 murid, semuanya laki-laki dari kelas 4, 5, dan 6. Alhamdulillah anak saya masuk 7 besar atas nama ananda Hilmi kelas 5B. Menurut saya pertandingan ini sangat bagus, dikarenakan bisa mengasah kemampuan anak yang pertama. Yang kedua pengalaman yang penting, anak-anak itu harus dibawa keluar sehingga dia mempunyai mental bertanding. Jadi dengan ramai seperti ini, dia bertanding dengan siapapun, jadi dia bisa siap mentalnya. Ini yang ketiga kali, dulu ada di sekolah, tapi bulan lalu ada di sini juga, sekarang ini yang ketiga,” jelas Rina. Pada seri kedua ini, panitian menekankan orang tua tidak boleh berada di area pertandingan agar peserta belajar mandiri dan mampu menyelesaikan persoalan selama bertanding. Rina juga menyarankan panitia menjalin komunikasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau K3S agar informasi turnamen dapat menjangkau sekolah-sekolah di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam.

Sulut rajai Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi 2026 dengan 149 poin

Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60

Sulawesi Utara (Sulut) meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Tahun 2026 dengan mengumpulkan 149 poin, mengungguli Jawa Barat dan Papua Selatan. Gelar tersebut dipastikan setelah pelaksanaan seri kedua Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu. Berdasarkan akumulasi hasil seri pertama di Pangandaran, Jawa Barat, dan seri kedua di Tompaso, Sulut menempati posisi teratas dengan 149 poin. Jawa Barat berada di peringkat kedua dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan dengan 39,5 poin, Jawa Tengah 33,5 poin, dan DKI Jakarta 24 poin. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Aryo Djojohadikusumo mengapresiasi penyelenggaraan kejurnas yang kembali berlangsung di Tompaso setelah lebih dari satu dekade. “Hari ini tersampaikan mimpi menyelenggarakan kejurnas di Tompaso, Sulawesi Utara. Terakhir, sudah lebih 10 tahun kita melaksanakan kejurnas di sini,” kata Aryo di Tompaso. Ia mengatakan Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II Tahun 2026 yang digelar melalui Indonesia’s Horse Racing (IHR) tersebut diikuti peserta dari 14 provinsi. Selain tuan rumah, kejuaraan itu juga diramaikan kuda, pemilik kuda, dan pengelola kandang pacuan dari berbagai daerah, termasuk Jawa dan Sumatera. “Ada 14 provinsi, terima kasih kepada peserta yang sudah meramaikan acara ini,” ujarnya. Aryo menyebutkan lebih dari 60 persen kuda yang mengikuti kejuaraan tersebut merupakan kuda kelahiran Tompaso dan wilayah lain di Sulawesi Utara. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan pentingnya peran peternak dan pemilik kuda di Sulut dalam pengembangan olahraga pacuan kuda nasional. “Jadi ke depan, tidak mungkin sukses tanpa ada dukungan yang luar biasa kepada para peternak, para owner, para pemilik, semua yang punya stable di Sulut,” katanya. Aryo mengatakan Pordasi memiliki program pembangunan lintasan pacuan kuda berstandar internasional di Jakarta. Namun, pengembangan olahraga tersebut tetap membutuhkan dukungan daerah, termasuk Sulawesi Utara. Ia berharap kejuaraan pacuan kuda semakin sering diselenggarakan sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi peternak lokal. “Acara seperti ini akan lebih sering, lebih banyak dan lebih mengedepankan peternak dari seluruh Sulut,” ujarnya. Aryo juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan fasilitas olahraga berkuda. Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa telah menyiapkan dukungan untuk pengembangan fasilitas olahraga berkuda di Tompaso dan wilayah lainnya. “Hari ini dihadiri Gubernur Sulut. Beliau menyampaikan dukungan yang luar biasa bahkan saya sudah dengar dari Pemkab Minahasa dan Pemprov Sulut sudah menyiapkan dukungan yang luar biasa untuk fasilitas olahraga berkuda di Tompaso, Manado bahkan Sulut,” katanya.

Janice Tjen juara ganda Japan Open 2026

WTA Japan Open 2026

Petenis Indonesia, Janice Tjen bersama Storm Hunter dari Australia menjuarai nomor ganda putri Japan Open 2026, setelah mengalahkan pasangan Ceko Jesika Maleckova/Miriam Skoch pada final di Osaka, Jepang. Berdasarkan statistik penyelenggara, Sabtu, pasangan unggulan teratas Janice/Hunter memastikan gelar turnamen WTA 250 tersebut setelah menang dua set langsung 6-4, 6-1 dalam waktu satu jam tujuh menit. Pada set pertama, kedua pasangan bersaing ketat sebelum Janice/Hunter menutupnya dengan kemenangan 6-4. Memasuki set kedua, pasangan Indonesia-Australia itu tampil lebih solid dan mendominasi permainan hingga mengunci kemenangan 6-1. Janice/Hunter tidak memberikan satu pun peluang pematahan servis (break point) kepada lawan sepanjang pertandingan. Mereka juga memenangi 32 dari 43 poin saat melakukan servis, yang menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan pertandingan. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian Hunter untuk menjuarai nomor ganda putri Japan Open. Petenis Australia itu sebelumnya dua kali mencapai final, yakni pada 2017 dan 2025, tetapi selalu kalah melalui babak penentuan (match tie-break). Bagi Hunter, kemenangan di Osaka menjadi gelar keduanya sepanjang 2026 sekaligus gelar ke-11 pada level tur. Sebelumnya, ia menjuarai turnamen di Austin pada Maret bersama petenis Amerika Serikat Taylor Townsend. Dalam perjalanan menuju gelar Japan Open 2026, Janice/Hunter mengawali turnamen dengan mengalahkan Ingrid Martins/Sara Sorribes Tormo 6-2, 6-2 pada babak pertama. Mereka kemudian bangkit setelah kehilangan set pembuka untuk menundukkan pasangan Taiwan Ya-Hsin Lee/Fang-Hsien Wu dengan skor 4-6, 6-3, 10-6 pada perempat final. Pada semifinal, Jumat (23/10), Janice/Hunter kembali harus melalui set penentuan sebelum mengalahkan Isabelle Haverlag/Lilli Tagger dengan skor 6-2, 5-7, 10-8. Hasil tersebut membawa mereka ke final menghadapi Maleckova/Skoch dan akhirnya memastikan gelar juara. Japan Open 2026 merupakan turnamen WTA 250 yang berlangsung di Osaka pada 19–25 Oktober dengan menggunakan lapangan keras.

Raharjati sabet perak panjat tebing dunia di Chile

Raharjati Nursamsa

Atlet panjat tebing Indonesia, Raharjati Nursamsa meraih medali perak nomor kecepatan (speed) putra pada World Climbing Series Santiago 2026 di Chile setelah mencatatkan waktu 5,06 detik pada partai final. Berdasarkan hasil pertandingan yang dilaporkan Minggu, atlet berusia 25 tahun itu turun menghadapi atlet China Zhao Yicheng pada final yang berlangsung Sabtu (24/10) petang waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. Raharjati harus mengakui keunggulan Zhao yang merebut medali emas setelah mencatatkan waktu 4,74 detik. Indonesia menurunkan sejumlah atlet pada nomor kecepatan putra dan putri serta nomor kesulitan (lead) putra dalam kejuaraan tersebut. Pada nomor kecepatan putra, selain Raharjati, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Keempat atlet tersebut berhasil melewati babak kualifikasi. Antasyafi menempati peringkat pertama kualifikasi dengan catatan waktu 4,92 detik, disusul Raharjati di posisi kedua dengan 4,93 detik. Aditya berada di peringkat keempat dengan 4,96 detik, sedangkan Veddriq menempati posisi ke-10 dengan 5,07 detik. Pada nomor kecepatan putri, Indonesia diwakili Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Kedua atlet tersebut juga berhasil melewati babak kualifikasi, dengan Desak menempati peringkat kedua dan Rajiah berada di posisi keenam. Medali emas nomor kecepatan putri diraih atlet China Deng Lijuan dengan catatan waktu 6,38 detik. Sementara itu, pada nomor kesulitan putra, atlet Indonesia Putra Tri Ramadani menempati peringkat keempat babak kualifikasi dan berhak melanjutkan pertandingan ke semifinal. Babak semifinal nomor kesulitan putra dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 09.00 waktu setempat atau 19.00 WIB. Adapun partai final dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 18.00 waktu setempat atau Senin (26/10) pukul 04.00 WIB.

Cetak Bibit Atlet Muda, Depok Kids Run Festival Siap Digelar

Depok Kids Run Festival 2026

Depok Kids Run Festival 2026 menghadirkan kategori Kids Dash 40 meter sebagai ajang kompetisi lari cepat bagi siswa sekolah dasar (SD) se-Kota Depok. Digelar pada 1 November 2026 di Depok Open Space (DOS), Balai Kota Depok, kategori ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus membuka peluang menjaring bibit atlet atletik sejak dini. Kids Dash 40 meter merupakan kategori lomba yang mendapat dukungan teknis dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Depok bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Depok. Ajang ini dirancang untuk memperkenalkan olahraga atletik kepada anak-anak melalui kompetisi yang terukur, aman, dan menjunjung sportivitas. Ketua PASI Kota Depok, Deni Suprayogi, menjelaskan bahwa kategori Kids Dash menyasar siswa SD dengan jarak lomba yang disesuaikan dengan kondisi lintasan di DOS serta mengutamakan keselamatan peserta. “Ruang lingkup PASI Kota Depok di sini bertindak sebagai pelaksana teknis perlombaan, khususnya untuk kategori Kids Dash 40m. Pemilihan jarak 40 meter disesuaikan dengan ketersediaan panjang lintasan dan prioritas utama keselamatan pelari di Depok Open Space, namun tetap memenuhi standar serta prinsip adu cepat yang sah,” jelasnya lewat rilis yang diterima berita.depok.go.id, Jumat (23/10/26). Perlombaan dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat kelas, yakni kelas 1–2, kelas 3–4, dan kelas 5–6 SD, serta setiap kelompok memiliki kategori putra dan putri. Dalam babak penyisihan, tiga peserta tercepat akan melaju ke babak final pada masing-masing kategori. Untuk mendukung ketepatan hasil, panitia menyiapkan tim teknis, juri, pengawas, serta teknologi photo finish guna merekam hasil akhir perlombaan secara presisi. Deni menambahkan, aspek keselamatan juga diperhatikan melalui kondisi lintasan yang rata, ruang yang cukup setelah garis finis, serta pengaturan jalur agar peserta dapat berlari dengan aman. Sementara itu, Ketua Umum KONI Depok, Herry Suprianto, mengatakan Kids Dash berpotensi menjadi langkah awal untuk menemukan pelari berbakat dari sekolah-sekolah di Kota Depok. Ajang ini juga dinilai relevan dengan persiapan Depok sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) 2026 mendatang. “Melalui kategori Kids Dash, KONI Depok sangat optimistis ajang ini dapat menjadi titik awal menjaring bibit-bibit pelari berbakat dari sekolah-sekolah di Depok. Ini adalah momentum berharga, apalagi Kota Depok menjadi salah satu tuan rumah Porprov Jabar,” ungkapnya. Sedangkan Direktur Depok Kids Run Festival, Yudha Tito Saputra, menuturkan bahwa peserta akan mendapatkan pengalaman mengikuti perlombaan dengan sejumlah elemen kompetisi resmi, mulai dari pemanggilan nama di area persiapan (holding zone), penggunaan nomor dada (BIB), hingga pencatatan finis menggunakan kamera photo finish. “Kami ingin anak-anak merasakan euforia perlombaan resmi dan membangun semangat percaya diri mereka sejak dini,” tuturnya. Menurut Deni, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan atletik kepada anak-anak yang selama ini lebih akrab dengan olahraga populer lainnya. Selain menyehatkan, atletik dapat menjadi pilihan olahraga untuk mengembangkan kemampuan fisik dan mental. Peserta Kids Dash 40 meter akan memperoleh nomor dada resmi dan medali partisipasi. Sementara itu, juara pertama, kedua, dan ketiga di setiap kategori putra dan putri berkesempatan mendapatkan uang tunai, medali juara, paket hadiah dari sponsor, serta sertifikat kejuaraan dari KONI dan PASI Kota Depok. Pendaftaran terbuka bagi seluruh siswa dan siswi SD se-Kota Depok, baik secara mandiri melalui orang tua maupun secara kolektif melalui sekolah. Calon peserta dapat mendaftar secara daring melalui situs kidsrunfestival.com atau menghubungi WhatsApp panitia di 0895-6387-39557. “Ayo, daftarkan putra-putri atau siswa sekolahmu sekarang dan jadikan Depok Kids Run Festival 2026 sebagai kesempatan untuk berani berkompetisi, meraih prestasi, dan mengenal dunia atletik sejak dini,” tutupnya.

Sirkuit Tenis Junior Bengkulu Seri 2 Tahun 2026 Diikuti 49 Atlet Junior

Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026

Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026 digelar pada Sabtu hingga Minggu, 24-25 Oktober 2026, di lapangan tenis KM 6,5 Kota Bengkulu. Kejuaraan ini diikuti 49 atlet junior dari berbagai klub sebagai upaya mendukung pembinaan dan meningkatkan kemampuan atlet tenis sejak usia dini. Ketua Pelaksana Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026, Ahmad Sanusi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari seri pertama yang berlangsung pada Desember 2025 lalu. Menurutnya, penyelenggaraan sirkuit secara berkelanjutan diharapkan dapat menjadi wadah bagi atlet junior untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding. Ahmad Sanusi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap semester atau enam bulan sekali. Dengan pelaksanaan secara berkala, pembinaan atlet junior di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan. “Ini adalah kegiatan lanjutan seri pertama yang berlangsung pada Desember 2025 lalu. Insyaallah nanti akan dilaksanakan setiap semester atau enam bulan sekali,” ujar Ahmad Sanusi. Dalam kejuaraan ini, terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni Orange Ball dan Red Ball. Kategori Orange Ball diikuti 24 peserta, terdiri atas 18 atlet putra dan enam atlet putri, sedangkan kategori Red Ball diikuti 25 peserta, terdiri atas 15 atlet putra dan 10 atlet putri. Pertandingan kategori Orange Ball dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sementara kategori Red Ball berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026. Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan bertanding sesuai dengan tahapan pembinaan tenis junior. Kejuaraan ini juga melibatkan berbagai klub tenis yang berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan pertandingan. Sinergi antara klub, pelatih, panitia, dan pihak pendukung diharapkan dapat memperkuat pembinaan serta mendorong munculnya atlet-atlet tenis potensial dari Bengkulu. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang berpartisipasi. Panitia bersama sponsor menyediakan piala, medali, piagam, serta hadiah atau bingkisan bagi para pemenang dan peserta. Melalui Sirkuit Tenis Junior Provinsi Bengkulu Seri 2 Tahun 2026, penyelenggara berharap semakin banyak atlet muda yang termotivasi untuk berlatih dan meningkatkan prestasi. Pelaksanaan sirkuit secara rutin setiap enam bulan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pembinaan tenis junior di Provinsi Bengkulu.

Zaskia Putri Salurante Cetak Sejarah di WKF World Championships 2026

Zaskia Putri Salurante

Atlet karate muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, sukses mengukir prestasi membanggakan di panggung internasional dengan meraih satu medali perunggu pada ajang kejuaraan dunia karate junior. Zaskia menjadi salah satu dari sebelas karateka Merah Putih yang diturunkan pada ajang 14th WKF Cadet, Junior and Under 21 World Championships 2026 yang berlangsung di Bielsko-Biala, Polandia, pada 14 hingga 18 Oktober. Karateka berusia 17 tahun ini memastikan tempat di podium dunia usai memenangi laga sengit dalam perebutan tempat ketiga pada Sabtu lalu. Perjuangan Zaskia menuju podium dimulai sejak babak eliminasi pada Kamis. Mengawali turnamen dengan membawakan jurus kata Kanku Sho, ia tampil dominan dan sukses menyingkirkan wakil Latvia, Aurelija Ivanova, lewat kemenangan mutlak 5-0. Tren positif tersebut terus berlanjut di babak-babak berikutnya. Secara berturut-turut, Zaskia berhasil menundukkan karateka tangguh asal Amerika Serikat, Isabella Sanchez, atlet Portugal Shannon Brandao, hingga wakil Republik Dominika, Belen Guzman Vergara. Langkah Zaskia melaju ke partai puncak sempat terhenti di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan karateka asal Jepang, Wakana Ito, dengan skor 0-5. Kendati demikian, kekalahan tersebut tidak mematahkan semangat sang atlet muda untuk membawa pulang medali bagi Indonesia. Pada pertandingan perebutan medali perunggu, Zaskia bangkit dan tampil percaya diri menghadapi wakil Spanyol, Rocio Castro Lopez. Kemenangan atas karateka Spanyol tersebut mengunci raihan medali perunggu sekaligus memastikan bendera Indonesia berkibar di podium kejuaraan dunia. Hasil tersebut menambah catatan penting bagi karate putri Indonesia. Zaskia tercatat sebagai atlet putri Indonesia pertama yang meraih medali perunggu pada nomor kata junior putri di kejuaraan dunia WKF. Sebelumnya, Marzella telah mencatatkan sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali perak pada nomor tersebut. Sementara itu, medali emas WKF kata junior putri masih menjadi target yang belum tercapai oleh atlet Indonesia.

Benzar Kunci Gelar Keempat Beruntun DBL North Sulawesi

SMA Eben Haezar Manado

SMA Eben Haezar Manado (Benzar) kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penguasa basket SMA di Sulawesi Utara. Meski sempat melalui musim ini dengan berbagai cobaan, Benzar sukses mengunci gelar juara keempat secara beruntun (quadruple) setelah menaklukkan perlawanan sengit SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (Losnito) dengan skor 56-45 di GOR Politeknik Negeri Manado, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertandingan puncak ini berjalan dalam tensi tinggi sejak tepis mula. Losnito tampil tanpa beban dan sempat mengejutkan Benzar dengan memimpin kuarter pertama lewat kedudukan sementara 15-11. Namun, mentalitas juara yang mengakar di dalam skuad Benzar berbicara banyak. Sekalipun banyak di antara para pemain musim ini yang baru pertama kali merasakan atmosfer megah partai final akibat kepergian banyak pilar senior, ambisi besar untuk mempertahankan takhta membuat mereka bangkit. Benzar berbalik mengendalikan permainan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 30-26. Sejak saat itu, skuad Benzar terus melaju tanpa pernah memberi ruang bagi Losnito untuk mengejar, hingga memastikan kemenangan akhir 56-45. Perjalanan Benzar menuju tangga juara musim ini sama sekali tidak berjalan mulus. Sang kapten sekaligus peraih gelar Most Valuable Player (MVP), Elvin Timothy Kurniawan, mengakui bahwa timnya harus melewati badai kesulitan yang cukup berat sebelum berdiri di podium tertinggi. “Ya lumayan susah, struggling karena pertama kehilangan banyak senior. Terus ada beberapa pemain yang cedera juga,” ungkap Elvin usai pertandingan. Bahkan, Elvin tak memungkiri bahwa dirinya sempat merasakan momen keraguan di tengah perjalanan musim ini, terutama setelah menelan kekalahan di salah satu kompetisi lain. Kendati demikian, evaluasi ketat dan kerja keras menjadi kunci kebangkitan timnya. Sebagai juara bertahan, Elvin menyebut bahwa tekanan eksternal justru menjadi bahan bakar utama bagi timnya untuk tampil habis-habisan di lapangan. Banyak pihak menaruh perhatian dan berharap melihat dinasti Benzar runtuh musim ini. “Kita berjuang sekali, Kak. Soalnya kita juara bertahan, jadi banyak juga orang-orang yang suka melihat kita kalah dan gak pengen kita jadi champion. Tapi karena kami juga masih haus kemenangan, jadi ya kerja keras untuk bisa juara lagi,” ujar pemain kelas 12 tersebut. Di atas lapangan, dominasi Elvin benar-benar tak terbendung lewat torehan double-double berupa 15 poin dan 15 rebound, disusul Ezra Guardiola Runtukahu yang menyumbang 14 poin dan 4 rebound. Sementara dari kubu Losnito, meskipun harus puas finis di posisi runner-up, perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh Sky Chausa Bright Banggo yang tampil mentereng lewat catatan 16 poin dan 12 rebound, serta Gilbert Winner Paisa yang menambahkan 12 poin. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Benzar menjadi empat musim beruntun, tetapi juga sukses menggagalkan ambisi Losnito yang berupaya mengakhiri puasa gelar mereka. Menutup momen kemenangan bersejarah ini, Elvin mempersembahkan seluruh pencapaian ini kepada pihak-pihak yang telah membersamai perjuangannya. “Kemenangan ini dedikasi untuk Tuhan, karena Tuhan sudah memberkati, memberi kesehatan, kekuatan, hikmat, dan menjaga saya sampai bisa bermain di final hari ini dan juara,” ucap Elvin. “Terima kasih juga kepada orang tua, teman-teman, suporter, tim, dan para pelatih yang sudah banyak membantu dalam perjalanan basket saya tahun ini,” pungkas Elvin penuh syukur.

MIS Resmikan Three-peat Pertama di DBL North Sulawesi

Tim putri Manado Independent School

Tim putri Manado Independent School resmi menjadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi. Kepastian itu diamankan usai mengantongi kemenangan meyakinkan atas rival lama mereka, SMA Eben Haezar Manado, dengan skor 53-32 di GOR Politeknik Negeri Manado, Kamis, 22 Oktober 2026. Sejak tepis mula, SMA Eben Haezar Manado (Benzar) sebenarnya membuka keran poin lebih dulu lewat layup Mutiara Febriba Eunike Bansaga. Namun, tak berselang lama, tembakan tripoin Anastasya Emma Shireen Ombuh langsung membalikkan keadaan. Sejak saat itu, Manado Independent School tidak pernah lagi berada dalam posisi tertinggal. Kuarter pertama ditutup dengan margin tujuh poin (14-7) dan terus menjauh di setiap kuarter berikutnya. Situasi respect the game -aturan selisih 20 poin yang memaksa tim unggul mengendurkan pertahanan menjadi halfcourt- tercipta sejak kuarter ketiga lewat layup Princess Chevy Wong yang membuat margin melebar menjadi 21 poin (42-21). Meski sempat menghadapi sedikit kepanikan ketika salah satu pilar andalan mereka, Dini Joel Korompis, harus keluar karena foul out dan beberapa pemain ditarik akibat cedera, Manado Independent School tetap tenang menjaga keunggulan. “Waktu itu marginnya lagi leading jauh. Tapi kalau kayak gitu malah bikin ‘come on guys, jangan sampai kehilangan momentum, kalian harus bisa menjaga marginnya’. Di situ sih yang lebih bikin harus bisa menenangkan anak-anak, ketika momentumnya ada di kita, harus bisa jaga mental anak-anak,” ucap Tesalonika Kembuan, Ofisial Tim MIS. Berbicara mengenai momen penutup laga, Tesalonika juga mengungkapkan kebahagiaan luar biasa atas euforia yang tersaji di lapangan. “Tentunya di final buzzer ya. Ketika buzzer atau pertandingannya sudah selesai, euforianya langsung happy, langsung lari-larian di lapangan. Feeling itu nggak bisa di-trade sama feeling lainnya,” tambah Tesalonika, sambil mengenang momen serupa saat dirinya berhasil menjuarai DBL North Sulawesi 2015 Beruntung, jarak skor yang terlanjur jauh membuat Benzar kesulitan untuk mengejar. Pertandingan pun resmi ditutup dengan skor akhir 53-32. Kemenangan ini sekaligus membalaskan kekalahan pahit di partai final DBL North Sulawesi 2022, di mana saat itu Manado Independent School harus puas menjadi runner-up usai takluk 59-38. Kini, Srikandi MIS sukses mengukir sejarah baru dengan mengamankan three-peat perdana mereka. Bergabung di DBL North Sulawesi sejak awal, trofi ini menjadi koleksi ketujuh bagi sekolah tersebut. Di lapangan, Dini Joel Korompis tampil gemilang dengan mencatatkan double-double lewat 15 poin dan 15 rebound, disusul Anastasya Emma Shireen Ombuh dengan 12 poin dan 10 rebound. Hasil ini menegaskan bahwa Manado Independent School masih menjadi kekuatan yang paling ditakuti di wilayah Sulawesi Utara.

Grand Final LSI 2026 Jadi Wadah Pembinaan Peselancar Muda Indonesia

Grand Final Liga Surfing Indonesia 2026

Didukung oleh Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB. PSOI), Bintang Grand Final Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 sukses digelar pada 20 hingga 22 Oktober 2026, di Pantai Pererenan, Bali. Ajang ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetisi nasional dan pembinaan atlet Selancar Ombak Indonesia. Diselenggarakan oleh Asian Surf Cooperative (ASC), kompetisi ini diikuti oleh 123 Peselancar yang bertanding dalam delapan divisi diantaranya Open Man, Open Women, Junior Men (U18), Junior Women (U18), Under 10, Master (Over 40), Open Men Longboard, dan Open Women Longboard. Selain itu, Grand Final merupakan kompetisi dengan nilai tertinggi dalam Rangking Surfing Indonesia yakni 10.000 poin. Seluruh pertandingan menggunakan sistem manajemen kompetisi dan penilaian profesional melalui LiveHeats, sehingga hasill pertandingan dan perkembangan kompetisi dapat langsung terpantau. Sistem Rangking ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kompetisi Surfing nasional, hal tersebut memungkinkan pencapaian dan perkembangan atlet tercatat secara lebih terstruktur. Surfing Indonesia terus menunjukkan perkembangan melalui kehadiran sejumlah atlet Selancar Ombak nasional di berbagai kompetisi internasional, diantaranya Bronson Meidy, Pajar Ariana, Oney Anwar, Ketut Agus, Arip Nurhidayat, dan Dea Natasya turut serta bertanding dalam kompetisikali ini. Kehadiran atlet Selancar Ombak nasional tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi generasi muda melalui berbagai pengalaman yang telah di lewati. Ketum PB. PSOI Pandu Sjahrir menegaskan bahwa kompetisi nasional merupakan modal penting dalam membangun atlet berprestasi. “PB. PSOI mendukung penuh Liga Surfing Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan olahraga Surfing atau Selancar Ombak nasional. Indonesia memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi atlet, kualitas ombak, maupun komunitas Selancar Ombak yang terus berkembang. Potensi ini harus didukung dengan sistem kompetisi yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Pandu. Ia berharap semakin banyak atlet muda Selancar Ombak yang memperoleh kesempatan bertanding dan berkembang melalui kompetisi yang berjenjang, mulai dari klub dan daerah, nasional dan internasional. Sementara itu, Direktur ASC sekaligus Sekretaris Jenderal PB. PSOI Tipi Jabrik menyampaikan bahwa Liga Surfing Indonesia tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah pengembangan atlet. “Liga Surfing Indonesia bukan hanya tentang mencari juara, yang ingin kami bangun adalah sistem kompetisi nasional yang memberikan kesempatan kepada atlet Selancar Ombak Indonesia untuk terus berkembang hingga mampu bersaing di kancah internasional,” ucap Tipi Jabrik. Melalui kolaborasi PB. PSOI dan ASC, Liga Surfing Indonesia diharapkan dapat memperkuat pembinaan, memperluas kesempatan bagi atlet muda, serta membangun jalur kompetisi yang terstruktur menuju persaingan internasional. Selain mendorong prestasi olahraga, penyelenggaraan kompetisi di Pantao Pererenan juga diharapkan dapat memberikan peningkatan nilai Sport Tourism, Sport Industry, dan ekonomi daerah setempat. Dengan sinergi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Liga Surfing Indonesia diharapkan dapat mencetak atlet Selancar Ombak potensial Indonesia yang mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Berikut adalah rincian pendaftaran kompetisi dengan total 123 peselancar yang berpartisipasi: Distribusi Atlet Per Divisi Open Mens, Jumlah Atlet 39, Persentase 31,7% Junior Mens (U18), Jumlah Atlet 32, Persentase 26,0% Open Womens, Jumlah Atlet 12, Persentase 9,8% Master (Over 40), Jumlah Atlet 12, Persentase 9,8% Junior Womens (U18), Jumlah Atlet 10, Persentase 8,1% Under 10, Jumlah Atlet 8, Persentase 6,5% Open Mens Longboard, Jumlah Atlet 6, Persentase 4,9% Open Womens Longboard, Jumlah Atlet 4, Persentase 3,3%

Babak Final Piala Panglima TNI 2026 Jadi Ajang Atlet Muda Kejar Mimpi Meraih Juara

Piala Panglima TNI 2026

Piala Panglima TNI 2026 baru saja menggelar babak final pada Jumat (23/10/2026). Berlokasi di Indonesia Arena, para talenta esports PUBG Mobile dari berbagai wilayah di Indonesia unjuk gigi dengan menampilkan permainan terbaik mereka. Mengusung tema ‘Rise as One’, Piala Panglima TNI hadir untuk menyatukan potensi esports di Tanah Air. Melalui kejuaraan ini, diharapkan lahir bibit atlet esports yang kelak akan menjadi perwakilan Indonesia dan mampu meraih prestasi di kancah global. “Ini (Piala Panglima TNI) bisa menjadi jembatan dan wadah untuk teman-teman komunitas esports di daerah,” ujar Kaka, Kabid Kompetisi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI). “Tantangannya adalah bagaimana caranya kita bisa menjangkau teman-teman di seluruh Indonesia,” imbuhnya. Gelaran tahun ini berhasil dimenangkan oleh Kodam XVII Cenderawasih. Mereka menuntaskan kompetisi sebagai pemuncak klasemen dengan menungguli 15 tim lainnya yang ikut berpartisipasi. Menurut Kaka, kompetisi ini bukan hanya wujud komitmen TNI dan PB ESI dalam mendukung kehadiran atlet esports di Tanah Air, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak bangsa yang bermimpi mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Didukung oleh ribuan remaja dari seluruh penjuru Nusantara, para atlet tentunya merasakan tekanan besar di pundak mereka. Indonesia Arena menjadi saksi bagaimana ketenangan dan keterampilan para pemain mampu membawa tim mereka melaju tinggi di klasemen. Mereka tampil di Indonesia Arena sebagai atlet terbaik yang terpilih. Sebelumnya, mereka juga mengikuti turnamen di tingkat Kodam dan para juara dari masing-masing daerah kembali dipertarungkan pada babak final ini. Sepanjang babak final Piala Panglima TNI 2026, seluruh tim menampilkan kekuatan yang seimbang. Hingga ronde terakhir, sangat sulit memprediksi perubahan susunan klasemen dan siapa yang akan keluar sebagai juara. Kendati demikian, Kodam XVII Cenderawasih tetap konsisten dan fokus pada setiap ronde yang mereka mainkan. Kekompakan dari keseluruhan pemain mereka menjadi pembeda yang kemudian mengunci gelar Piala Panglima TNI tahun ini. Tidak dapat dipungkiri, skena esports Indonesia semakin harum dalam beberapa tahun terakhir. Banyaknya prestasi yang ditorehkan berbagai tim di kancah internasional menjadi modal penting agar nama Indonesia diakui di kancah internasional. Oleh karena itu, para atlet yang berlaga di Piala Panglima TNI 2026 berusaha tampil maksimal untuk menarik minat tim profesional. Dengan jenjang karier yang semakin jelas, esports dapat menjadi arena bagi anak muda untuk mengasah bakat dan memantapkan diri menjadi juara.

Diikuti 1.584 Pelajar, Wabup Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Atlet Muda Potensial

Turnamen Futsal Wakil Bupati Cup 2026

Sebanyak 1.584 pelajar mulai tingkat SD, SMP, dan SMA se-Banyuwangi mengikuti Turnamen Futsal Wakil Bupati (Wabup) Cup 2026. Kegiatan yang telah memasuki satu dekade pelaksanaannya tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Indoor Tawang Alun, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (23/10/2026). Disampaikan Mujiono, turnamen yang rutin digelar sejak 2016 tersebut menjadi ajang untuk menjaring bibit-bibit unggul di cabang olahraga futsal. Tak hanya pelajar, turnamen ini juga melombakan kategori umum. “Lewat kegiatan ini, kami berharap akan lahir atlet-atlet futsal potensial yang bisa mewakili Banyuwangi di ajang yang lebih tinggi,” kata Mujiono. Turnamen ini, imbuh dia, sekaligus menjadi ajang untuk membentuk karakter generasi muda yang sportif, disiplin, dan pantang menyerah. “Selamat bertanding kepada para peserta. Tetap semangat, junjung tinggi sportifitas, dan hindari emosi selama di lapangan. Apa pun hasilnya nanti, terimalah dengan lapang dada,” pesan Mujiono. Ia menambahkan, seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan bantuan premi jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan dari Pemkab Banyuwangi. “Ini sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan para peserta. Jika ada yang mengalami cedera, maka biaya pengobatannya akan dicover oleh BPJS,” urai Mujiono. Sementara itu, Ketua Panitia Wabup Cup 2026, Ahmat Iqbal Firdaus, menambahkan turnamen ini akan digelar pada 23 Oktober-7 November 2026 di GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Pada gelaran kali ini, Wabup Cup diikuti sebanyak 2.160 peserta. Mereka terdiri atas 1.584 pelajar dari berbagai SD, SMP dan SMA se-Banyuwangi. Serta 576 peserta perwakilan dari sejumlah instansi, desa/kelurahan, dan umum. “Perlombaan ini khusus untuk kategori putra. Para peserta yang terlibat tergabung dalam 180 tim. Terdiri atas 132 tim pelajar dan 48 tim umum,” kata Iqbal. Ribuan atlet tersebut akan bertanding secara ketat untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp. 50 juta. “Setiap hari akan ada 15 pertandingan. Masing-masing tim akan melewati babak penyisihan dan sistem gugur,” pungkas Iqbal.

Indonesia Lepas 12 Atlet Muda ke Youth Olympic Games Dakar 2026

Tim Indonesia Untuk Youth Olympic Games Dakar 2026

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi mengukuhkan dan melepas 12 atlet muda untuk mewakili Indonesia di ajang Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. Ajang olahraga multievent tersebut akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November 2026 di Dakar, Senegal. Prosesi pengukuhan dan pelepasan berlangsung di Function Hall NOC Indonesia pada Jumat sore. Sebanyak 12 atlet yang terdiri atas enam putra dan enam putri akan berkompetisi dalam sembilan cabang olahraga, yakni akuatik, atletik, balap sepeda, triathlon, bulu tangkis, equestrian, judo, skateboard, dan wushu. Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam YOG Dakar 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum mempersiapkan generasi atlet masa depan. Tim Indonesia juga akan menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan Youth Olympic Games, yang untuk pertama kalinya digelar di Benua Afrika. Keikutsertaan 12 atlet muda ini diharapkan menjadi pengalaman penting dalam perjalanan mereka di dunia olahraga internasional sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan prestasi Indonesia pada masa mendatang. TIM INDONESIA UNTUK DAKAR 2026 EQUESTRIAN Nusrtdinov Zayan Fatih BADMINTON Rayhan Pandu Aksara Miftaqul Putri Ayudis AQUATIK-SWIMMING Michelle Surjadi Fang Reynard Delian Purwanto JUDO Sashenka Cahaya Fatimah WUSHU Asael Christo Jacob Rondonuwu SKATEBOARD Zaidhar Maulana Ibrahim TRIATHLON Aira Martha Ardistri ATLETIK Gendis Aulia Syafitri CYCLING Aligya Keiko Hendranata M. Fathan Hidayatullah