Inilah Para Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026

Audisi Umum PB Djarum 2026

Sebanyak 36 pebulutangkis muda berhasil meraih Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 usai melewati rangkaian seleksi selama lima hari, 9–13 September, di GOR Djarum Jati, Kudus. Selanjutnya, para atlet akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum dengan dua kali fase eliminasi yang bertujuan melihat bakat dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum. Adapun para peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus terdiri dari 18 atlet putra dan putri yang lolos melalui jalur turnamen di tiga kelompok usia yakni U-11, KU 11 dan KU 12 baik putra dan putri. Sementara 18 atlet lainnya memperoleh Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengapresiasi antusiasme para peserta terhadap penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026. Lebih lanjut, Yoppy juga berpesan agar para atlet-atlet muda tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih tinggi begitu masuk ke Tahapan Karantina. “Kami mengapresiasi kepada orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum. Itu artinya, kaderisasi mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik. Selamat untuk yang lolos ke Tahap Karantina, tapi ini baru permulaan karena tantangan selanjutnya akan semakin berat. Bahkan, jika nanti masuk PB Djarum pun level persaingannya akan lebih tinggi lagi. Jadi para peserta harus bersiap,” ujar Yoppy. Sementara itu, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, bangga dengan kegigihan pebulutangkis muda yang berjuang habis-habisan dalam proses seleksi guna menembus gerbang masuk menjadi atlet binaan PB Djarum. Menurut juara All England 2003 itu, Audisi Umum bukan hanya proses seleksi, tapi juga tolok ukur bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mentalitas bertanding. “Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket. Perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina. Jadi, semua peserta harus mempersiapkan diri lebih matang lagi mulai dari fisik hingga mental. Tetap disiplin, terus memberikan yang terbaik dan ikuti arahan pelatih,” ungkap Sigit. Sementara itu, Sigit juga memberikan pesan bagi peserta yang belum berhasil meraih Super Tiket agar jangan berkecil hati. Pasalnya, kesempatan untuk bergabung dengan PB Djarum selalu terbuka. “Bagi yang belum mendapatkan Super Tiket jangan berkecil hati, tetap semangat untuk terus berlatih. Meskipun sudah berapa kali gagal, suatu saat mungkin akan bisa berhasil. Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan apabila kalian berlatih dengan giat, akan menjadi yang terbaik. Sampai bertemu di Audisi Umum PB Djarum 2027 #TeruskanSemangatJuara,” ucap Sigit. Berikut Daftar Penerima Super Tiket Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026: Super Tiket Jalur Turnamen: U-11 Putri Selena Arraya Prasetyo – Sukoharjo (PB PMS Solo) Ailsie Elaina Sembiring – Kota Bogor (PB Champion Kudus) KU 11 Putri Anindita Khaira Wilda – Kota Bekasi (non klub) Farisa F. Zafiranihall Sya’bani Setiawan – Kota Mojokerto (PB Griya Bugar Yogyakarta) KU 12 Putri Fiona Ayundya Putri Berlian – Kota Semarang (PB Arista Semarang) Syarifah Adshila Nugroho – Sleman (PB Champion Reborn Jogja) U-11 Putra Zayn Abdullah Rajendra – Penajam Paser Utara (PB Champion Kudus) Muhammad Deffran Alfarraz – Cirebon (PB Pandawa)n Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Ghaozan Gaffi Algibran – Bekasi (PB Champion Kudus) KU 11 Putra Ashoka Putra Arvita – Kota Semarang (Altrec Semarang) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) Jethro Alexander Kemas – Kota Palembang (Five Stars Badminton Club) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Kudus) KU 12 Putra Aldi Aprian Nugraha Aldi Aprian Nugraha – Kota Semarang (PB. Mustika Ungaran) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Baron Baswara Putra – Kota Yogyakarta (PB Champion Reborn Jogja) M. Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat: U-11 Putri Adibha Fitria – Kota Samarinda (PB Champion Kudus) Sanabila Niyaz Faza – Kota Tangerang (PB Champion Bogor) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Chloe Levona Willie – Kota Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU 11 Putri RR. Arnetta Safara Bilqish Sholeh – Kota Yogyakarta (Eko Febrianto) KU 12 Putri Lilianne Andrea Octaviany – Kabupaten Sintang (PB Champion Klaten) Stefanie Tricia Laiman – Kabupaten Klaten (PB Champion Klaten) Karenina Putri Inka Azzahra – Kabupaten Kendal ((Altrec Semarang) Karina Frederika Putri Loen – Kota Depok (PB Champion Dakota) U-11 Putra Moreno Putra Zhulkifli – Kota Balikpapan (PB Cahaya Indonesia) Wijaya Putra Sugiharto – Kabupaten Sidoarjo (PB Champion Klaten) Arjuna Azka Aldrich – Kabupaten Sragen (PB Sukowati) KU 11 Putra Azka Azfar Rabbani – Kabupaten Purworejo (PB Garuda Jaya) Muh. Rifky Harimurti Ramadhan – Kabupaten Kolaka (PB Champion Kudus) KU 12 Putra Feliks Zebua – Kabupaten Bogor (KAYP1 Champion Bogor) Ghian Ahza Danish Adinata – Kota Surakarta (PB PMS Solo) Muhadad Al Azzam – Kota Bandung (Jingga Badminton Academy) Raziq Sahala – Kabupaten Banjarnegara (PB Delta Klampok)

PB Djarum mulai kantongi calon pemain potensial dari audisi umum

Jethro Alexander Kemas

Tim Pencari Bakat PB Djarum mulai mengantongi sejumlah pebulu tangkis muda yang dinilai memiliki kualitas berbeda dan berpotensi dikembangkan menjadi pemain top dari Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Jawa Tengah. “Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” kata anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum Hastomo Arbi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hastomo Arbi mengatakan penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan peserta memenangi pertandingan, melainkan juga proyeksi perkembangan mereka dalam jangka panjang. “Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” ujar peraih Piala Thomas 1984 tersebut. Pengamatan itu menjadi penting karena peserta yang gagal melalui jalur turnamen masih mempunyai kesempatan mendapatkan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat. Pada sektor putra, salah satu peserta yang terus menjaga peluang adalah Jethro Alexander Kemas. Pebulu tangkis KU-11 asal Palembang itu berhasil membalas kekalahan dari pemain yang menghentikannya pada audisi tahun lalu. Audisi tahun ini menjadi kesempatan ketiga bagi Jethro. Pada 2024, dia langsung tersingkir pada pertandingan pertama, sedangkan tahun lalu mampu mendapatkan Super Tiket dan mencapai tahap karantina sebelum akhirnya gagal bergabung dengan PB Djarum. Pada sektor putri, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 Maria Kristin Yulianti juga telah mencatat sejumlah nama yang berpeluang memperoleh Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat. Menurut Maria, semangat juang menjadi salah satu pertimbangan karena tim tidak semata-mata melihat hasil akhir pertandingan. “Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata. Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah,” ujar Maria. Salah satu peserta yang menunjukkan semangat tersebut adalah Syarifah Adshila Nugroho. Pebulu tangkis KU-12 asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu mengalahkan Riezqy Magisthira Nasruddin melalui tiga gim 12-21, 21-17, 21-10 pada babak 32 besar. Syarifah berusaha menebus kegagalannya pada audisi tahun lalu ketika langkahnya terhenti pada tahap karantina. Dia mengaku mendapat evaluasi dari tim pelatih mengenai semangatnya ketika berada di lapangan. Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 berakhir Minggu (13/9), sekaligus menentukan peserta yang memperoleh Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina. Peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur turnamen, sedangkan peserta putri harus menembus final. Peserta yang tersingkir sebelum mencapai fase tersebut tetap berpeluang mendapatkan Super Tiket berdasarkan pilihan Tim Pencari Bakat apabila dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan. Para pemegang Super Tiket selanjutnya menjalani karantina selama empat pekan dengan penilaian mencakup kemampuan teknik, fisik, kedisiplinan, hingga perilaku sehari-hari sebelum ditentukan menjadi atlet binaan PB Djarum.

MilkLife Soccer Challenge 2026–2027 Resmi Bergulir, Tangerang dan Semarang Jadi Kota Pembuka

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Stadion Kera Sakti, Tangerang, Minggu (6/9).

TANGERANG & SEMARANG — Pembinaan sepak bola putri usia dini di Tanah Air kembali mendapatkan panggung megahnya. Musim baru MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026 – 2027 resmi dibuka secara serentak melalui gelaran Seri 1 di dua kota utama, Tangerang dan Semarang, yang berlangsung sejak 1 hingga 6 September 2026. Ajang kompetisi usia muda hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini langsung menyajikan persaingan sengit. Di regional Tangerang, SDN Pinang 3 sukses menyabet gelar juara Kelompok Usia (KU) 10, sementara SDN Kunciran 8 memuncaki KU 12. Adapun pada regional Semarang, podium tertinggi KU 10 berhasil diamankan oleh SDN Kembangarum 2 Semarang dan MI Pagersari-Patean mendominasi kategori KU 12. Antusiasme Tinggi dan Perluasan Kota Turnamen pembuka musim ini mencatatkan partisipasi ribuan atlet muda: Regional Tangerang (Stadion Kera Sakti & Stadion Mini Cisauk): Diikuti oleh 1.037 atlet dari 57 SD/MI, terbagi dalam 24 tim KU 10 dan 73 tim KU 12. Regional Semarang (Stadion UNDIP & Lapangan Arhanud Jatingaleh): Melibatkan 1.091 atlet dari 63 SD/MI, yang terdiri atas 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12. Festival SenengSoccer (KU 8): Turut diramaikan oleh 75 siswi dari 22 SD/MI di Tangerang dan 83 siswi dari 18 SD/MI di Semarang. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyampaikan rasa syukurnya atas keberlanjutan turnamen ini. Konsistensi kompetisi menjadi kunci utama dalam menjaga rantai pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput (grassroots). Menariknya, pada musim 2026–2027 ini, MLSC memperluas jangkauannya dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura. “Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini. Target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035,” tegas Teddy. Teddy juga mengapresiasi hadirnya peserta-peserta baru, termasuk sembilan sekolah di Semarang dan empat sekolah di Tangerang yang debut pada seri kali ini. Bertambahnya kontestan memberikan warna baru serta meningkatkan iklim kompetitif secara signifikan. Pentingnya Menit Bertanding dan Jalur Pembinaan Berjenjang Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyoroti pentingnya menit bertanding yang berkelanjutan bagi pesepakbola muda. Menurut mantan pelatih timnas putri tersebut, proses tumbuh kembang pemain tidak bisa dinilai hanya dari satu laga. “Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar dan membawa pembelajaran itu ke pertandingan berikutnya. Ketika mendapatkan kesempatan bermain secara berkelanjutan, kami bisa melihat perkembangan mereka lebih jelas, mulai dari cara mengambil keputusan, membaca permainan, hingga menghadapi tekanan,” jelas Timo. Timo menambahkan bahwa kehadiran ekosistem pendukung seperti HYDROPLUS Soccer League, Caffino Srikandi Merdeka Cup, hingga kejuaraan internasional JSSL 7’s Singapore membuat jalur pembinaan kian solid. MLSC berperan sebagai fondasi dasar sebelum para pemain melangkah ke kompetisi berlevel lebih tinggi. Drama Final Regional Tangerang: Adu Penalti dan Gol Jarak Jauh Laga puncak di regional Tangerang menghadirkan drama luar biasa. Pada Kategori Usia 10 (KU 10), SDN Pinang 3 memenangi duel sengit lewat drama adu penalti kontra SDN Cipulir 03 dengan skor 2-1 setelah bermain imbang tanpa gol di waktu normal. Kiper SDN Pinang 3, Shofiauliya Ferdian, tampil luar biasa sebagai pahlawan dengan menepis tiga tendangan lawan sekaligus mencetak satu gol penentu. Sementara di Kategori Usia 12 (KU 12), SDN Kunciran 8 berhasil menundukkan SDN Kunciran 4 B dengan skor akhir 3-1. Revalia Safitri menjadi bintang lapangan lewat torehan dua gol spektakuler melalui tendangan jarak jauh. “Kemenangan ini hasil dari kerja tim yang solid di lapangan. Lawan-lawannya dari kemarin jago-jago, tapi aku selalu semangat buat berjuang lebih keras lagi. Kami harus pertahankan juara di turnamen berikutnya,” tutur Revalia, yang juga dinobatkan sebagai Best Player KU 12. Daftar Pemenang Lengkap Seri 1 2026–2027 Tangerang Regional KU 10: Juara: SDN Pinang 3 Runner-up: SDN Cipulir 03 Top Scorer: Fatimah Almeera Pahala (SDN Karawaci Baru 1 – 12 gol) Best Player: Ifra Azzaryfa Arysla (SDN Cipulir 03) Best Goalkeeper: Shofiauliya Ferdian (SDN Pinang 3) KU 12: Juara: SDN Kunciran 8 Runner-up: SDN Kunciran 4 B Top Scorer: Fildzah (UPTD SDN Pondok Karya – 31 gol) Best Player: Revalia Safitri (SDN Kunciran 8) Best Goalkeeper: Salsabila Nur Ardillah (SDN Kunciran 8) Semarang Regional KU 10: Juara: SDN Kembangarum 2 Semarang Runner-up: SDN Brumbungan Top Scorer: Ayra Kirana Mahestri (SDN Kembangarum 2 Semarang – 39 gol) Best Player: Almiera Naila Fatmawati (SD Kemala Bhayangkari 04 Akpol) Best Goalkeeper: Zhafira Ayunindya Putri Azhari (SDN Brumbungan) KU 12: Juara: MI Pagersari-Patean Runner-up: SDN Karangsono 2 Mranggen Top Scorer: Ammaora Kalani Putri (MI Pagersari-Patean – 61 gol) Best Player: Shakila Azalia Ardani (SDN Klepu 03) Best Goalkeeper: Azza Kurnia Hakim (SDN Karangsono 2 Mranggen) Setelah merampungkan seri di Tangerang dan Semarang, tur MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026 – 2027 akan berlanjut ke kota berikutnya, yaitu Jakarta Raya (Jakarta Timur) dan Yogyakarta pada 15 sampai 20 September 2026.

Hasil Drawing Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

Official drawing Srikandi Merdeka Cup 2026 telah digelar di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026, sebagai penanda dimulainya persaingan turnamen sepak bola putri internasional kelompok usia U-16 yang akan berlangsung di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 14-23 Agustus 2026 mendatang. Hasil undian menempatkan Garuda Pertiwi di Grup A bersama Hong Kong, Malaysia, dan Arab Saudi. Sementara Putri Nusantara, tim Indonesia lainnya, tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, dan Yordania. Srikandi Merdeka Cup menjadi turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Nantinya, turnamen akan menggunakan format dua grup yang masing-masing dihuni empat tim. Juara dan runner-up dari setiap grup berhak melaju ke babak semifinal, sebelum memperebutkan gelar juara di partai final. Selain trofi juara, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan bagi tim peringkat kedua, ketiga, dan tim fair play. Sementara pada kategori individu, penghargaan akan diberikan kepada pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan penjaga gawang terbaik sepanjang turnamen. Bagi Indonesia, Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi bagian dari persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17 Women’s Asian Cup 2027. Dua tim Indonesia akan ditangani oleh Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi, sekaligus menjadi ajang pemantauan pemain untuk memperkuat Timnas Putri U-17 Indonesia. Sebagai informasi, Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen hasil kolaborasi PSSI dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi bagian dari rangkaian Trilogy pembinaan sepak bola putri bersama MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer. Berikut pembagian grup Srikandi Merdeka Cup 2026: Grup A: Garuda Pertiwi (Indonesia) Hong Kong Malaysia Arab Saudi Grup B: Thailand Singapura Yordania Putri Nusantara (Indonesia)

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation Hadirkan Srikandi Merdeka Cup 2026

Srikandi Merdeka Cup 2026

PSSI berkolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation akan menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen kelompok usia U-16 ini akan berlangsung pada tanggal 14 hingga 23 Agustus 2026 di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan turnamen internasional sepak bola putri pertama di Kudus. Turnamen ini diikuti tujuh negara, Indonesia akan mengirimkan dua tim dengan nama Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Enam tim lainnya yakni Malaysia, Thailand, Hongkong, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Sungkono Cahyani mengapresiasi gelaran Srikandi Merdeka Cup 2026. Apalagi turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. “Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI menggelar Srikandi Merdeka Cup 2026. Turnamen ini penting bagi Timnas Putri untuk mendapat pengalaman bertanding internasional sebelum mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027,” kata Vivin Sungkono. “Untuk pelatih dua tim Indonesia yakni coach Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi. Dua tim ini kita berharap mempunyai kekuatan dan materi pemain yang seimbang, karena ajang ini sebagai talent scouting untuk Timnas U-17 Putri mengikuti Kualifikasi Piala AFC U-17 2027 mendatang,” tambah Vivin. Srikandi Merdeka Cup 2026 rencananya akan mempunyai maskot yang bernama Kandi, berasal dari nama Srikandi yang notabene mewakili pendekar wanita legendaris dalam pewayangan. Untuk drawing pembagian grup akan dilakukan pada Kamis (23/7) mendatang secara online. Format turnamen, delapan tim akan dibagi menjadi dua grup, setelah itu juara dan runner up masing-masing grup melaju ke semifinal, dan pemenang laga semifinal berjumpa di laga final. Selain itu, kategori penghargaan tim, selain juara yakni runner up dan peringkat tiga turnamen ini. Selain itu ada kategori pemain terbaik, top skor, dan kiper terbaik. Srikandi Merdeka Cup 2026 juga rangkaian Trilogy dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars pada tahun ini. Nantinya bakat-bakat terbaik dipilih dari HYDROPLUS Soccer League All Stars untuk mewakili Team Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara mewakili Timnas Putri Indonesia. Ini menjadi bukti nyata bahwa adanya pipeline berjenjang sepak bola putri di level grassroots menuju level elite. Namun, tidak menutup juga adanya bakat bakat lain diluar pemain HYDROPLUS Soccer League yang terpantau dan terpilih mewakilkan Indonesia.

PB Djarum mulai pencarian talenta muda dari Pekanbaru

Audisi Umum PB Djarum 2026

PB Djarum memulai rangkaian Audisi Umum 2026 dari Pekanbaru, Riau, sebagai upaya memperluas pencarian talenta muda bulu tangkis di luar Pulau Jawa. Sebanyak 306 peserta, terdiri atas 208 putra dan 98 putri, mengikuti audisi di GOR Angkasa, Pekanbaru, pada 8-12 Juli. Mereka bersaing pada kategori U-11, KU-11, dan KU-12 untuk memperebutkan Super Tiket menuju tahap karantina di Kudus. “Setelah dalam beberapa tahun terakhir Audisi Umum PB Djarum terpusat di Kudus, pada 2026 kami memperluas cakupan. Selain Pulau Jawa, Audisi kembali ke Sumatera dan Sulawesi. Pekanbaru menjadi kota pertama dari tiga rangkaian penyelenggaraan audisi,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Yoppy mengatakan perluasan wilayah audisi menjadi bagian dari komitmen PB Djarum untuk memberi kesempatan lebih besar kepada talenta-talenta muda daerah agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto mengatakan mekanisme seleksi tetap mengacu pada format sebelumnya. Peserta menjalani fase screening sesuai kelompok usia sebelum melaju ke tahap turnamen. “PB Djarum mempertahankan standar seleksi di Audisi Umum 2026 dengan fokus pada U-11, KU-11, dan KU-12. Di Pekanbaru dipastikan juara dari setiap kelompok usia langsung masuk tahap karantina setelah rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dan Kudus selesai digelar,” ujar Sigit. Selain juara di tiap kelompok usia, Sigit mengatakan tim pencari bakat juga dapat memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai memiliki potensi besar, daya juang tinggi, dan teknik permainan menonjol meski tidak keluar sebagai juara. Tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober, dengan dua fase eliminasi pada 28 September dan 10 Oktober. Peserta yang lolos tahap akhir akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan bergabung dengan PB Djarum. Audisi di Pekanbaru turut dipantau sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia, antara lain Sigit Budiarto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Lius Pongoh, Maria Kristin Yulianti, Richard Mainaky, Hendrawan, dan Yuni Kartika.

MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 Lahirnya Juara Baru dari Kota Pahlawan

Aksi Keyvara Malayeka, pemain SDN Manukan Kulon yang juga peraih Best Player pada KU 10 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2025.

SURABAYA, 17 Mei 2026 – Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, yang berlangsung sejak 12 hingga 17 Mei 2026 mencapai puncaknya. Selama lima hari, turnamen diikuti tidak kurang 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya. Peserta terbagi menjadi 73 tim di kategori KU 10 dan 77 tim di kategori KU 12. Pada partai final yang berlangsung Minggu (17/5), kompetisi sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut melahirkan dua juara baru dari dua kategori kelompok umur yakni SDN Pacarkeling V/186 B (KU 12) dan SDN Manukan Kulon (KU 10). Di KU 12 MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025 – 2026, tim SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya sukses mengunci gelar lewat kemenangan 6-5 pada pertandingan adu penalti, setelah melewati waktu normal dengan kedudukan 1-1. Sementara itu di KU 10 giliran SDN Manukan Kulon memastikan kemenangan, juga lewat drama adu penalti atas SDN DR. SutomoV/327.  Laga Ketat Hingga Berakhir Lewat Coin Toss di KU 12 SDN Manukan Kulon unggul cepat melalui kapten tim mereka, Emily Zitara, saat pertandingan baru berjalan lima menit. Lepas dari kawalan pemain bertahan lawan, Emily berdiri bebas dan dengan tenang menaklukkan penjaga gawang SDN Pacarkeling V/186 B, Mikayla Ramadhania, lewat sepakan ke sisi kiri gawang. Meski sudah unggul, SDN Manukan Kulon tetap tampil menekan. Emily Zitara dan rekan-rekannya beberapa kali melancarkan serangan ke area pertahanan SDN Pacarkeling V/186 B yang diperkuat, Locita Waranggaini Olah Nismara yang di akhir turnamen meraih predikat Best Player MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 kategori KU 12. Namun hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan SDN Manukan Kulon tetap bertahan. Setelah terus mencoba membangun serangan, SDN Pacarkeling V/186 B akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Locita pada menit ke-19 atau empat menit setelah babak kedua dimulai. Pemain bernomor punggung 10 tersebut melepaskan tendangan keras yang meluncur melewati lini belakang SDN Manukan Kulon dan gagal diantisipasi penjaga gawang. Masuk sisa pertandingan, kedua tim bergantian melancarkan serangan. Locita dari SDN Pacarkeling V/186 B dan Alya Nisa Dzakiyah dari SDN Manukan Kulon beberapa kali mencoba menciptakan peluang bagi tim masing-masing. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak adu penalti, kedua tim masih bermain imbang 5-5 setelah masing-masing enam penendang menjalankan tugasnya. Sesuai regulasi, pemenang kemudian ditentukan melalui coin toss untuk menentukan tim yang mendapat kesempatan menendang dan tim yang diwakili penjaga gawang untuk menggagalkan tendangan tersebut. SDN Pacarkeling V/186 B mendapatkan giliran sebagai penendang. Darleine Maryam Khairunisa sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B. Kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B ini sekaligus memastikan kegagalan SDN Manukan Kulon untuk mengawinkan gelar di kategori KU 10 dan KU 12. Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan timnya menjuarai MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025-2026 adalah dengan persiapan maksimal. Septyan menambahkan, setiap peserta dari sekolah lain juga ingin juara, sehingga itu yang menjadi motivasi bagi timnya untuk melakukan persiapan yang lebih matang.  “Sebenarnya saya tidak memprediksi sampai masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata ada di usia 10 tahun. Saya sangat mengapresiasi kepada para pemain sudah berhasil memenangi adu penalti, bagi saya luar biasa. Terima kasih juga untuk Djarum Foundation sudah menyelenggarakan acara seperti ini. Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang, karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu. Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan,” kata Septyan. Sementara itu, Locita Waranggaini Olah Nismara, yang berhasil meraih predikat Best Player untuk KU 12, mengungkapkan bahwa pantang menyerah adalah kunci kemenangan timnya hari ini. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, Locita tidak menyerah begitu saja hingga akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan.  “Finalnya sangat seru, kita meskipun kalah suporter tapi gak masalah bagi saya, yang penting hasil akhir. Waktu ketinggalan 0-1 saya gak menyerah, itu masih aman apalagi waktu masih banyak. Kita kejar terus sama tim, ‘semangat, semangat’, hingga akhirnya penalti dan menang,” ucap Locita. Banjir Gol Hingga Adu Penalti di KU 10 Pada final kategori KU 10, SDN Manukan Kulon berhasil keluar sebagai juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025–2026 setelah mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 melalui babak adu penalti. Dalam pertandingan tersebut, SDN Manukan Kulon beberapa kali tertinggal sebelum akhirnya mampu bangkit dan memaksakan laga hingga penentuan penalti. SDN DR. Sutomo V/327 langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit melalui aksi Shezan Azarine Fahima. Tujuh menit kemudian, Nayla Nur Hafizah berhasil menambah keunggulan timnya dan membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 2-0. SDN Manukan Kulon memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas jarak jauh yang dicetak oleh Keyvara Malayeka. Hingga babak pertama berakhir, SDN DR. Sutomo V/327 masih memimpin dengan skor 2-1. Masuk babak kedua, SDN DR. Sutomo V/327 kembali menjauh setelah Adiba Utomo Putro mencetak gol melalui tendangan chip dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau penjaga gawang. Gol tersebut membawa SDN DR. Sutomo V/327 unggul 3-1. Namun, SDN Manukan Kulon tidak menyerah. Keyvara Malayeka kembali mencetak gol pada menit ke-24 untuk memperkecil ketertinggalan. Tiga menit berselang, pemain bernomor punggung tujuh itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus melengkapi hat-trick dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal usai sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Pada babak adu penalti, SDN Manukan Kulon berhasil memastikan gelar juara setelah dua penendangnya sukses menjalankan tugas. Sementara itu, SDN DR. Sutomo V/327 yang tampil dominan sepanjang waktu normal harus mengakui keunggulan lawan setelah hanya mampu mencetak satu gol dari tiga kesempatan penalti. Setelah pertandingan, Keyvara, yang menjadi pahlawan kemenangan timnya hari ini, mengaku senang bisa membantu tim meraih kemenangan. Menurutnya, motivasi pelatih menjadi salah satu faktor kunci di balik kebangkitan SDN Manukan Kulon pada laga final tersebut.  “Tadi sempat ketinggalan tapi pelatih minta jangan menyerah, usaha terus dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil. Senang bisa cetak gol dan alhamdulillah senang bisa juara,” ucap Keyvara. Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci Ekosistem Sepak Bola Putri Head Coach MilkLife Soccer Challenge, … Read more

PB Djarum perluas audisi ke Sumatra dan Sulawesi demi cari talenta

Audisi Umum PB Djarum 2026

Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum memperluas jangkauan Audisi Umum PB Djarum 2026 hingga ke Sumatra dan Sulawesi sebagai upaya mencari lebih banyak talenta muda potensial dari berbagai daerah di Indonesia. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan tahun ini audisi akan digelar di Pekanbaru, Makassar, dan Kudus setelah dalam beberapa tahun terakhir dipusatkan di Kudus, Jawa Tengah. “Sejak 2022 hingga 2025, Audisi Umum PB Djarum kami pusatkan di Kudus. Tahun ini kami kembali memperluas jangkauan dengan hadir di Pekanbaru dan Makassar sebagai upaya menjaring talenta lebih banyak lagi. Tidak hanya yang berada di Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatra dan Sulawesi,” kata Yoppy dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Audisi akan dimulai di Pekanbaru, Riau, pada 7-12 Juli di GOR Angkasa, kemudian berlanjut di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 4-9 Agustus di GOR Dafest, sebelum ditutup di Kudus, Jawa Tengah, pada 8-13 September di GOR Djarum. Yoppy mengatakan keputusan memperluas lokasi audisi juga didorong permintaan dari orang tua atlet dan klub daerah agar proses pencarian bakat tidak hanya terpusat di Jawa. Ia berharap audisi tahun ini dapat menemukan talenta-talenta potensial yang selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 Sigit Budiarto mengatakan proses seleksi tahun ini tetap dilakukan secara ketat guna menemukan pemain muda dengan kemampuan teknik dan mental bertanding yang baik. “Kami berharap melalui audisi ini dapat menemukan bibit-bibit unggul yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter unik dalam bermain serta mental juara,” ujar peraih gelar juara dunia 1997 itu. Audisi tahun ini juga menjadi kali pertama bagi Hendrawan terlibat setelah bergabung dengan PB Djarum sebagai Technical Advisor Men’s & Women’s Singles pada tahun lalu. Menurut Hendrawan, penyelenggaraan audisi di tiga kota membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka. “Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus,” ujar Hendrawan. Audisi Umum PB Djarum 2026 terbuka untuk kelompok usia U-11, KU 11, dan KU 12, baik putra maupun putri. Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan bergabung dengan PB Djarum.

Purwokerto Kota Pembuka Untuk Bangun Fondasi Cinta Pada Bulutangkis Sejak Usia Dini

MilkLife Festival SenengMinton 2026 kembali digelar dengan kota Purwokerto sebagai pembuka yang berlangsung di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis (30/4). Para siswa dan siswi kelas 1-3 Sekolah Dasar (SD) melewati tantangan permainan bernuansa bulutangkis untuk mencatatkan waktu tercepat.

PURWOKERTO, 30 April 2026 – Upaya menanamkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak usia dini terus digencarkan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang digelar di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis (30/4). Sebanyak 480 siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 1–3 dari 16 sekolah ambil bagian dalam perlombaan bernuansa bulu tangkis yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation disponsori oleh MilkLife yang berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah tersebut. Kota Purwokerto menjadi pembuka rangkaian MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang juga akan diselenggarakan di empat kota lainnya di Jawa Tengah, yakni Magelang (24 September), Solo (1 Oktober), Semarang (28 Oktober), dan Kudus (31 Oktober–1 November). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 merupakan sebuah komitmen untuk menanamkan nilai sportivitas sekaligus membangun fondasi rasa cinta terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini. Melalui permainan yang didesain menyenangkan dan interaktif, diyakini mampu membuka jalan untuk proses pembibitan atlet secara terstruktur dan sistematis, sehingga nantinya menjadi salah satu penggerak roda regenerasi pebulutangkis handal Indonesia. “Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulutangkis. Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga. Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa,” ujar Yoppy. Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika mengapresiasi antusiasme para siswa serta sekolah yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tepok bulu tersebut. Yuni menegaskan pentingnya konsistensi membangun pondasi ekosistem bulutangkis dari level grassroot. Hal ini akan berdampak signifikan terhadap prestasi di level atas, sehingga semakin luas basis partisipasi peserta akan selaras dengan peluang munculnya talenta-talenta unggul. “Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal. Konsistensi ini penting karena pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi. Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan, pembinaan dasar, hingga ke jenjang kompetitif,” ucap Yuni.  Yuni menambahkan, dengan tuaian animo positif dari peserta MilkLife Festival SenengMinton 2026, Pengprov PBSI Jawa Tengah akan memperkuat jalur pembinaan lanjutan sehingga potensi atlet dapat diakomodir dan dibina lebih lebih lanjut. Dalam jangka panjang, langkah tersebut dapat memperkuat jalur prestasi atlet menuju level provinsi, nasional hingga internasional. “Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan. Selain itu, kami juga akan mendorong lebih banyak kompetisi berjenjang agar peserta yang sudah tertarik memiliki ruang untuk berkembang dan mengukur kemampuan. Kolaborasi dengan sekolah dan klub-klub setempat juga akan terus ditingkatkan agar pembinaan bisa berjalan berkesinambungan,” jelas Yuni. Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kabupaten Banyumas, Pujiono S.Pd mengapresiasi langkah pengenalan olahraga bulutangkis dengan konsep menyenangkan ini. Menurutnya, seluruh langkah regenerasi atlet bulutangkis harus terjaga baik dari jenjang usia dini hingga profesional. “Guru-guru PJOK di Kabupaten Banyumas mendukung proses pengenalan melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026. Tak dipungkiri, prestasi yang telah diraih pebulutangkis Indonesia harus disambung oleh generasi mendatang. Sehingga pengenalan dan pembinaan menjadi sangat penting untuk menindaklanjuti regenerasi atlet baik di tingkat daerah maupun provinsi. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus mendorong siswa mengembangkan bakat mereka bersama klub,” ucap Puji.  Penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 menerapkan sistem individu dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat untuk setiap kategori. Pada kategori kelas 3, para peserta harus melewati lima jenis tantangan yakni Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing The Shuttlecock, Service to Target dan Zig Zag Run. Sedangkan bagi peserta kategori kelas 1 dan 2, tantangan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan tersebut.  Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Semangat Jadi yang Tercepat Rasa cinta pada bulutangkis terpancar dari Gita Felicia, siswi kelas 3 SDN 1 Karangpucung yang menorehkan catatan waktu tercepat 01:00.73 di kategori putri. Pada edisi sebelumnya, Gita mampu finis di posisi ketiga. Hal itu menambah motivasi Gita untuk semakin tekun berlatih dengan sang ayah yang juga menjadi pemain bulu tangkis.  “Aku memang suka bulu tangkis sejak dulu, seringnya bermain dengan teman di depan rumah. Waktu Festival SenengMinton 2025 lalu, aku dapat hadiah raket karena juara tiga. Itu raket pertamaku, aku jadi tambah semangat untuk berlatih. Lalu kali ini aku membuktikan hasil latihan dengan jadi juara. Setelah ini aku akan berlatih lebih serius. Semoga nanti jadi atlet andal,” kata Gita. Dukungan sekolah juga menjadi faktor kuat dalam penyebaran virus positif olahraga bulu tangkis. Guru olahraga SDIT Harapan Bunda Purwokerto Gito Sugeng Ridhono yang tak henti ikut memberikan dukungan pada muridnya dari pinggir lapangan bercerita sekolahnya gencar melakukan pengenalan badminton melalui kegiatan ekstrakurikuler, bahkan telah memiliki fasilitas lapangan tersendiri. Ia berharap perlombaan maupun turnamen bulutangkis dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga dapat mengakomodir bakat-bakat para siswa. “Dengan adanya MilkLife Festival SenengMinton 2026 ini kami terbantu karena menjadi wadah para siswa mengenal keterampilan dasar bulu tangkis yang harapannya dapat meningkatkan kecintaan mereka terhadap olahraga ini. Sehingga bakat-bakat potensial dapat terlihat dan dibina lebih lanjut. Semoga melalui ajang ini sekolah kami dapat mengukir kemenangan dalam kejuaraan bulutangkis, oleh karena itu kami juga sangat serius mempersiapkan para atlet yang bertanding di ajang ini,” sebut Gito.  Para pemenang MilkLife Festival SenengMinton 2026 di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta dan guru yang ikut berpartisipasi juga mendapatkan goodie bag dari sponsor.

Purwokerto jadi pembuka pembinaan bulu tangkis usia dini di Jateng

MilkLife Festival SenengMinton 2026

Purwokerto menjadi kota pembuka rangkaian MilkLife Festival SenengMinton 2026, ajang pengenalan bulu tangkis usia dini yang diikuti ratusan siswa sekolah dasar sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi regenerasi atlet sejak level akar rumput. Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah dasar ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis. Program ini diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah. “Kami percaya atlet hebat berawal dari rasa senang saat menjalani olahraga,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis. Menurut dia, pembinaan atlet tidak bisa dimulai ketika usia sudah matang, melainkan harus ditanam sejak kecil agar kecintaan terhadap olahraga tumbuh secara alami dan berkelanjutan. MilkLife Festival SenengMinton 2026 selanjutnya digelar di empat kota lain di Jawa Tengah, yakni Magelang pada 24 September, Solo pada 1 Oktober, Semarang pada 28 Oktober, serta Kudus pada 31 Oktober hingga 1 November. Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Yuni Kartika menyebut penyelenggaraan di Purwokerto menunjukkan perluasan pembinaan ke daerah yang selama ini belum tersentuh optimal. “Pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan. Harus berkesinambungan agar minat tumbuh menjadi bakat, lalu bakat berkembang menjadi prestasi,” ujar Yuni. Ia mengatakan makin luas basis partisipasi di daerah, maka peluang muncul talenta-talenta baru juga semakin besar. Karena itu, PBSI Jawa Tengah menyiapkan jalur pembinaan lanjutan melalui pemetaan potensi atlet muda, penguatan klub, peningkatan kualitas pelatih, dan kompetisi berjenjang. Peserta ditantang menyelesaikan sejumlah permainan berbasis keterampilan dasar bulu tangkis dan kelincahan, seperti Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing the Shuttlecock, Service to Target, serta Zig Zag Run. Pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat. Gita Felicia, siswi kelas 3 SDN 1 Karangpucung, yang menjadi tercepat di kategori putri dengan waktu 1 menit 00,73 detik. Pada edisi sebelumnya, Gita finis di posisi ketiga. Pengalaman itu justru menjadi motivasi untuk berlatih lebih serius bersama ayahnya yang juga hobi bermain bulu tangkis.

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Masuki Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan

(kiri-kanan) Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami Vanessa Ingrid Pamela, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 Seri 2 resmi dimulai dengan total 12 kota penyelenggaraan. Tangerang dan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian kompetisi.

JAKARTA, 20 Januari 2026 – Bayan Peduli mendukung penuh penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026 Seri 2 di Kalimantan, dengan menjadikan Samarinda dan Banjarmasin sebagai dua kota baru dalam rangkaian turnamen tersebut. Penambahan ini membuat MLSC kini digelar di total 12 kota, setelah sebelumnya bergulir di sejumlah daerah lain, termasuk Semarang dan Tangerang sebagai kota pembuka turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10, dan KU 12 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Kuantitas peserta MilkLife Soccer Challenge menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Lalu pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025 – 2026, peserta semakin tinggi yaitu 17.492 calon pesepakbola putri Tanah Air ambil bagian. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge menjadi bukti penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola putri. Ia menilai bahwa kontinuitas turnamen menjadi kunci penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini. “MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan dengan baik di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting supaya atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Teddy. Teddy melanjutkan, penambahan Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa, sekaligus merespons tingginya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan. Ia berharap, iklim positif yang terjadi di Seri 1 dapat berlanjut pada seri mendatang. Terlebih mantan pelatih timnas Indonesia yang kini juga menjabat sebagai Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen Ferreira Tiago bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. “Kami melihat dampak positif MLSC tidak hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk setelah MLSC hadir di suatu daerah. Ini efek domino yang sangat kami harapkan. Hadirnya Jacksen yang reputasinya sudah tak diragukan lagi sebagai pelatih ataupun pemain juga kami harap mampu memantik semangat dan kualitas peserta meningkatkan prestasi pada MLSC,” lanjutnya. Vanessa Ingrid Pamela, Group Brand Head Dairy, PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife menegaskan bahwa dukungan terhadap MilkLife Soccer Challenge merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan melalui olahraga. Ia juga merespon gembira penambahan dua kota baru pada gelaran turnamen tahun ini.  “Kami melihat MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi sebuah gerakan bersama. Dampaknya terasa luas, mulai dari atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB maupun klub sepak bola di berbagai daerah. Karena itu, kami terus mendukung MLSC agar konsistensinya terjaga dan manfaatnya semakin meluas. Terlebih mulai seri ini juga digelar di ggSamarinda dan Banjarmasin. Jadi semakin banyak generasi masa depan yang gemar olahraga serta #BeraniCetakGol,” kata Vanessa. Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MLSC di Kalimantan diberikan oleh Bayan Peduli, yang melihat MilkLife Soccer Challenge sebagai program yang sejalan dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri. Bayan Peduli sebelumnya telah menyukseskan sejumlah agenda kejuaraan olahraga maupun multi-event seperti Bayan Open 2022, ASEAN Para Games 2022 & 2023, KONI – Bayan Championship 2024 & 2025, hingga Road to Paralympic Paris 2023 Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyambut positif kolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin. Dukungan terhadap dua kota tersebut didasari oleh keberhasilan penyelenggaraan MLSC di berbagai daerah sebelumnya, yang sejalan dengan komitmen Bayan Group melalui Bayan Peduli dalam mendukung pengembangan ekosistem sepak bola putri d. Ai Indonesia. “MilkLife Soccer Challenge yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife adalah salah satu ruang strategis untuk menguatkan komitmen program CSR Bayan Group melalui Bayan Peduli di bidang olahraga dalam pengembangan atlet muda Indonesia khususnya dalam hal ini sepak bola putri. Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah dan dinas-dinas terkait, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin,” ujarnya. Memasuki Seri 2 dan menjangkau wilayah baru hingga Kalimantan, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 diharapkan semakin memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak ruang pembinaan bagi talenta muda dari berbagai daerah. “Kami berharap keikutsertaan Bayan Peduli dalam MilkLife Soccer Challenge dapat mendorong semakin banyak siswi di Kalimantan untuk mencintai dan menekuni sepak bola sejak dini. Dari sinilah kami optimistis akan lahir generasi pesepakbola putri yang kelak mampu membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia berprestasi di tingkat dunia, termasuk di ajang Piala Dunia Wanita,” papar Merlin. Sejak pertama kali digulirkan, MLSC dinilai berhasil menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya minat para srikandi muda terhadap sepak bola, bertambahnya kegiatan ekstrakurikuler dan SSB putri di berbagai daerah, hingga terbukanya jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi, termasuk seleksi tim nasional. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun mengatakan bahwa turnamen MLSC memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dan pemassalan sepak bola putri. Pada SSB None Mude misalnya, kali pertama dibentuk pasca MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Januari 2025, hanya menaungi 20 atlet. Namun kini tak kurang dari 100 atlet putri tercatat di SSB tersebut.  “Setelah MilkLife Soccer Challenge All-Stars, banyak yang datang ke kami untuk daftar ikut latihan. Sekarang sudah ada sekitar 100 atlet SSB None Mude. Itu juga lumayan banyak yang kami rekomendasikan ke SSB lain, karena pertimbangan jarak rumah mereka dengan tempat latihan cukup jauh,” ucap Leo yang juga menjabat sebagai Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang. Ia menambahkan, yang dijalankan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife melalui turnamen berjenjang serta berkelanjutan sudah sesuai koridor. Mulai dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10, dan KU 12, lalu dilanjutkan dengan Hydroplus Pertiwi Cup U-14 & U-16, serta Hydroplus Soccer League U-15 & U-18. “Jadi sekarang klub maupun SSB yang cukup besar seperti di Tangerang ada Raga Negeri FC dan Astam FC yang membuka kelas untuk putri. Sebelumnya kan khusus putra dan fokusnya senior … Read more

Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Kian Seru, Talenta Bermunculan

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan 13 hingga 18 Januari rampung digelar. SDN Pinang 3 C (KU 10) dan SDN Kunciran 4 C (KU 12) berhasil menjadi kampiun baru di Tangerang, sementara SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) sukses menyandang gelar juara di Semarang. Sekadar diketahui, pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026, tak kurang 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut andil. Sementara di Semarang Seri 2 2025 – 2026, sebanyak 1.239 siswi dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge melihat adanya peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun segi kualitas pemain yang bertanding di Tangerang dan Semarang Seri 2. Sebelumnya, pada Tangerang Seri 1 sebanyak 1.302 siswi, sementara di Semarang Seri 1 2025 – 2026 tercatat 1.213 peserta. “Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa. Sehingga mereka lebih ada persiapan yang baik diantara para peserta,” ucap Teddy. Jacksen F Tiago yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann mengatakan bahwa turnamen KU 8, KU 10, KU 12 ini sangat penting digelar, sebagai langkah awal menjadi pesepakbola profesional. “Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya. Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut berucap, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis. Jacksen menilai harus ada pendekatan secara lebih personal untuk menghadapi atlet putri. Meski demikian, ia optimistis dengan MilkLife Soccer Challenge yang telah sukses bergulir tiga tahun terakhir, sepak bola putri Tanah Air akan mencapai kejayaan. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. Juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 pada KU 10, SDN Pinang 3 C berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor akhir 2-1. Pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1), SDN Pinang 3 C tampil lebih dominan dari lawannya. Adalah Nitya Safira Jaya yang sukses mengemas dua gol tersebut sekaligus mengantarkan kemenangan untuk timnya. Nitya Safira Jaya mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-2, serta menit 19 melalui tendangan jarak jauh. Sementara gol semata wayang British School Jakarta tercipta dari Maya Hashimoto yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna di menit 24. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback karena mengira ada penalti lagi buat lawan. Untungnya tidak terjadi dan bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya yang juga menyandang Best Player KU 10 pada MLSC Tangerang Seri 2 2025 – 2026. Sementara pada KU 12, SDN Kunciran 4 C sukses mengunci gelar juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 usai meladeni pertandingan sengit SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor 3-2. Pelatih SDN Kunciran 4 C, Farid mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Terlebih di MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 langkah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari British School Jakarta 0 (1) – 0 (2). Sementara di Seri 2, SDN Kunciran 4 C menghentikan langkah British School Jakarta di semifinal dengan skor 3-0. “Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini,” ungkap Farid. SDN Kunciran 4 C sebelumnya juga menjadi kampiun pada MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang 35 peserta dari 10 SD & MI turut serta. Usai Semarang dan Tangerang, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan bergulir di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Pinang 3 C Runner-up: British School Jakarta Semifinalis: SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi & SDN Buaran 02 Top Scorer: Ayu Fitria Oktaviani – SDN Cipulir 03 B (19 gol) Best Player: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 C Best Goalkeeper : Nadhifa Ferhania Sholeha – SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi Fairplay Team : SDN Kunciran 4 Kategori Usia 12 Champion: SDN Kunciran 4 C Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis: British School Jakarta Red & SDN Pinang 3 Top Scorer: Angelina Putri Sarealita Mongan – SDN Kunciran 4 C (18 gol) Best Player: Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 C Best Goalkeeper: Aisyah Putri Ramadhani – SDN Pinang 3 Fairplay Team: SDN Pakulonan 02 Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Klepu 03 Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03 Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol) Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03 Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang Kategori Usia 12 Champion: SDN Sendangmulyo 04 Runner-up: SDN Sendangmulyo 02 Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01 Top Scorer: Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol) Best … Read more

Menyemai Rasa Cinta Bulutangkis di Kota Atlas Sejak Usia Dini 

Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025

SEMARANG, 20 November 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah menyelenggarakan Festival SenengMinton Semarang 2025 yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Kamis (20/11). Sebanyak 510 siswa kelas 1 hingga 3 sekolah dasar dari 17 SD di Semarang ambil bagian dalam perlombaan berformat fun games tersebut. Selain Semarang, Festival SenengMinton juga telah diselenggarakan di berbagai kota di Jawa Tengah seperti Kudus (23-24 Juni) Solo (23 September) dan Purwokerto (8 November).  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan Festival SenengMinton bertujuan untuk menyemai rasa cinta terhadap olahraga bulutangkis dengan cara yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati permainan sambil belajar. Menggunakan format fun games yang inklusif, Yoppy berharap perlombaan ini menjadi titik awal proses pembinaan hingga terlahir regenerasi pebulutangkis handal untuk masa depan Indonesia. “Dalam Festival SenengMinton ini kami ingin mengobarkan semangat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bulutangkis dari level usia dini, dengan harapan proses pembibitan dapat dimulai dengan cara yang terstruktur dan masif. Kami yakin membentuk atlet yang tangguh dan handal dimulai dari rasa senang terhadap jenis olahraganya. Melalui festival ini, kami ingin kenalkan dan membawa perlombaan yang dapat memicu motivasi siswa untuk menggeluti dunia bulutangkis,” kata Yoppy. Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menuturkan Festival SenengMinton menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi dan menumbuhkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat sejak usia dini. Menurutnya, perlombaan ini juga menjadi sarana edukatif yang dirancang agar para siswa lebih mengenal dan mencintai olahraga bulutangkis. “Seluruh rangkaian kegiatan Festival SenengMinton kami kemas dengan unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan bulutangkis, sekaligus sebagai upaya untuk mensosialisasikan olahraga ini kepada siswa sekolah dasar. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat bermain bulutangkis baik di kalangan anak-anak maupun orang tua mereka. Melalui dukungan masyarakat terhadap kegiatan di tingkat kabupaten dan kota, kami yakin proses pembinaan atlet dari akar rumput akan semakin kuat,” ungkap Basri. Terpilihnya Kota Semarang bukan tanpa alasan. Untuk itu, Basri berharap melalui gelaran Festival SenengMinton ini, calon pebulutangkis dapat teridentifikasi secara cepat sehingga para siswa dapat menjadi bagian dalam proses regenerasi atlet bulutangkis yang terstruktur dan  berkelanjutan. “Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu lumbung atlet-atlet berbakat. Melihat peta pembinaan, selama ini regenerasi berjalan di klub saja. Melalui ajang ini, kami ingin menyentuh level akar rumput dengan mendorong sekolah dan guru untuk menggalakkan ekstrakurikuler bulutangkis. Dari Festival SenengMinton akan berkelanjutan dengan kejuaraan di tingkat SD, SMP hingga SMA sehingga harapan kami, atlet yang jago dari sekolah-sekolah bisa diarahkan masuk ke klub,” terang Basri. Festival SenengMinton Semarang 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulutangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Usai Kudus, Solo, Purwokerto dan Semarang, Festival SenengMinton 2025 juga akan berlangsung di Magelang pada 11 Desember mendatang. Antusias Berkenalan dengan Dunia Bulutangkis Semangat tinggi untuk ikut dalam Festival SenengMinton Semarang 2025 salah satunya datang dari SDN Bangunharjo yang mengirimkan 30 siswanya untuk berkompetisi menjadi yang tercepat. Guru Olahraga SDN Bangunharjo, Sumadi, mengapresiasi dukungan penuh dari pihak sekolah dan wali murid yang antusias untuk terlibat dalam upaya mengenalkan olahraga bulutangkis kepada para siswa yang sudah berjalan selama satu tahun kebelakang. “Alhamdulilah kami mendapatkan support dari semua pihak untuk perlahan membangun kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Untuk pertama kalinya sekolah kami mengikuti Festival SenengMinton dan semoga ke depan hasilnya lebih baik. Kami berharap kegiatan perlombaan ini bisa terus berkelanjutan karena kami pasti akan ikut serta dalam kegiatan olahraga bulutangkis,” kata Sumadi. Dari tengah lapangan, antusiasme tinggi tergurat di wajah Muhammad Abdul Karim Jaelani. Siswa kelas 3 SDN Bendan Ngisor itu berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 00:47.72. Rupanya Jae, sapaan akrabnya didorong oleh sang ibu untuk berlatih bulutangkis sejak duduk di bangku kelas 2 SD. “Seru banget, karena permainannya banyak, mulai dari lari zigzag, lempar kok lalu service, terus harus cepat-cepat lari untuk pencet tombol. Dari semua tantangan, aku paling suka service karena seru sekali mukul-mukul bolanya,” cerita Jae.  Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Semarang (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Aulian Zhafif Rafasya Wahyudi – SDN Tugurejo 01 – 00:42.41 Runner-up : Arzan Naufal Putra – SDN Tanjung Mas – 00:44.29 Semifinalis : Althaf Arkahfi Firzatullah – SDN Brumbungan – 00:44.51 Kelas 1 Putri Juara   : Audreena Hasna Kamila – SDN Petompon 02 – 00:43.36 Runner-up : Rafeeza Arsyzilla Putri – SD Islam Tunas Harapan – 00:43.62 Semifinalis : Alika Putri Dinanti – SDN Brumbungan – 00:44.74 Kelas 2 Putra Juara   : Azzam Fahri Ardana – SD Islam Tunas Harapan – 00:41.53 Runner-up : Arkana Rajendra – SDN Bangunharjo – 00:41.83 Semifinalis : Ahmad Surya – SDN Bandarharjo 01 – 00:42.38 Kelas 2 Putri Juara   : Afareen Chelsea Navalia – SD Bina Nusantara Semarang – 00:43.95 Runner-up : Cantika Putri Setiawan – … Read more

MI Al Ihsan dan SDN Mojorejo 01 Raih Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025 – 2026

Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025 - 2026 mempertemukan SDN Mojorejo 01 melawan SDN 3 Pandanlandung di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (16/11/2025). Dalam laga pamungkas, SDN 3 Pandanlandung meraih gelar juara usai menang tipis 1-0.

MALANG, 16 NOVEMBER 2025 – Suara gemuruh dari tribun Stadion Gajayana, Minggu (16/11), membahana ketika dua final dramatis MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025 – 2026 menghadirkan aksi saling serang ke gawang lawan. Di sektor KU 10, MI Al Ihsan berhasil menjadi kampiun usai mengalahkan SDN Sawojajar 5 dengan skor 4-0. Sementara itu, tim KU 12 SDN Mojorejo 01 berhasil menjadi yang terbaik setelah menang tipis 1-0 atas SDN 3 Pandanlandung dalam kompetisi yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Pada pertandingan final KU 10, MI Al Ihsan unggul cepat saat laga baru berjalan tiga menit. Tendangan menyilang Nagista Maulidina Bilqina Bilqis berhasil menembus gawang SDN Sawojajar 5 dan membuka keunggulan 1-0. Ia bahkan hampir menggandakan keunggulan pada menit keenam. Sayang, Sepakannya dari jarak dekat mampu ditepis kiper SDN Sawojajar 5, Aliqa Audya.  Nagista juga kembali mendapat beberapa peluang emas, salah satunya saat melakukan solo run dari tengah lapangan, namun penyelesaiannya masih melebar dari gawang. Hingga babak pertama berakhir, skor bertahan 1-0 untuk MI Al Ihsan. Memasuki babak kedua, dominasi MI Al Ihsan tak surut. Tekanan berkelanjutan akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-17. Aksi individu Nagista yang melewati pemain bertahan lawan berakhir dengan sepakan akurat yang memperbesar keunggulan timnya. MI Al Ihsan kembali menambah gol melalui skema tendangan bebas jarak jauh yang dilakukan Nagista pada menit ke-19. Serangan mereka belum berhenti, dan di menit ke-27, Nagista mencetak quattrick setelah tendangannya berbelok usai mengenai pemain lawan dan bersarang di gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, MI Al Ihsan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan dengan skor 4-0. Kepiawaian Nagista mengolah bola dan mencetak gol tak lepas dari dukungan orangtua yang memberinya keleluasaan berlatih sepakbola dan bergabung dengan SSB. “Saya melihat bakat dan keinginan Nagista bermain bola, sebagai orangtua tugas kami memberi dukungan dengan memasukkan ke SSB serta membantu latihan mandiri di rumah. Hasilnya dia tampil cukup baik di lapangan,” ujar ayah Nagista, Abdullah.  Adapun, Nagista mengaku menyukai sepakbola karena terinspirasi dengan pemain yang dikaguminya yakni Cristiano Ronaldo. Ia pun mengikuti jejak sang idola dengan mengenakan nomor punggung 7. “Saya suka main bola karena bisa cetak gol, jadi pemain terbaik dan bisa jadi juara,” ungkap Nagista yang juga sebagai kapten timnya. Selain membawa timnya meraih gelar kampiun, Ia juga membuktikan diri dengan menjadi top scorer dengan torehan 34 gol sepanjang kompetisi bergulir. Beralih ke laga final KU 12 antara SDN Mojorejo 01 dan SDN 3 Pandanlandung, pertandingan berlangsung sengit di area tengah lapangan. Meski baru berjalan dua menit pemain SDN Pandanlandung bernomor punggung 7, Aisyah Alya, langsung mengancam lewat peluang berbahaya, sayang sepakannya masih jauh dari gawang. Alih-alih mencetak gol pembuka, SDN Mojorejo 01 justru yang berhasil unggul pada menit ke-13 melalui tendangan penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Aprilia Putri Kristiantoni. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta di babak pertama, membuat Mojorejo menutup paruh laga dengan skor 1-0. Di babak kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua tim sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan. Serangan-serangan yang dilancarkan oleh para pemain baik dari SDN Mojorejo 01 dan SDN 3 Pandanlandung selalu menemui jalan buntu. Hingga penghujung laga, tidak ada lagi gol tercipta sehingga skor 1-0 untuk SDN Mojorejo 01 tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.  Semangat Membara Siswi Malang Geluti Sepakbola  Partai final MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025-2026 ini juga turut disaksikan oleh Walikota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. Ia mengaku bangga dengan tingginya antusiasme para siswi yang kini aktif berolahraga dengan menggeluti sepakbola. Meskipun berstatus perdana diadakan di Malang, partisipasi peserta sangat tinggi yaitu 1.918 pelajar yang berasal dari 120 SD dan MI di Kota Apel dan sekitarnya. Mereka terbagi ke dalam 64 tim KU 10 dan 111 tim KU 12. “Malang dan sepakbola adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tingginya jumlah peserta merupakan bukti bahwa sepakbola di Malang juga digemari oleh kalangan putri. Kehadiran MilkLife Soccer Challenge di kota ini telah memfasilitasi keinginan  para pelajar putri serius menggeluti olahraga ini. Saya berharap MilkLife Soccer Challenge bisa menjadi salah satu indikator dan parameter sepakbola putri,” ujar Wahyu Hidayat.  Senada dengan hal tersebut, Welly Arisanto selaku Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation menuturkan tingginya antusiasme peserta dalam MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 1 2025-2026 merupakan awal yang baik guna memutar roda ekosistem dan pembinaan sepakbola putri di Kota Malang. Ia yakin, dengan kultur sepakbola dan semangat yang kuat, Malang dapat menjadi ‘kuda hitam’ yang dapat bersaing dari kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge lainnya. “Muara dari penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di 10 kota ialah lahirnya pesepakbola putri berbakat yang akan bertanding di MilkLife Soccer Challenge All Stars, pertengahan tahun nanti di Kudus, Jawa Tengah. Dengan tradisi dan kecintaan masyarakat terhadap sepakbola yang sangat kuat, kami yakin Malang memiliki potensi menjadi ‘kuda hitam’ saat melawan tim-tim dari kota lain di All Stars nanti,” ujar Welly. Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, berpesan agar api semangat para peserta di kota Malang harus dipupuk dan dirawat sehingga pada gelaran MilkLife Soccer Challenge selanjutnya kemampuan serta teknik mengolah si kulit bundar semakin meningkat. Untuk itu konsistensi dan kualitas latihan menjadi poin utama guna mengasah keahlian peserta menjadi lebih baik dalam gelaran selanjutnya. “Sebagai orang Malang, saya senang akhirnya MilkLife Soccer Challenge sampai juga di kota ini. Harapan saya, para peserta dan sekolah bisa lebih serius dan konsisten berlatih karena ini adalah kompetisi yang prestisius. Sekolah harus aktif, tidak hanya menggelar latihan rutin kalau perlu mendatangkan pelatih bola yang bisa mempertajam kemampuan para peserta. Sehingga di Seri 2 nanti kita dapat melihat aksi-aksi terbaik mereka di lapangan hijau,” tandas Timo.

MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 Sukses Digelar

MilkLife Archery Challenge 2025

Setelah sukses dalam gelaran seri pertama di bulan Mei lalu, MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (12/11) hingga Sabtu (15/11). Turnamen yang didukung Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini berhasil menjadi magnet bagi 863 atlet muda panahan yang berasal dari 25 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 151 Sekolah Dasar (SD), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Selain itu terdapat penambahan satu kategori dalam seri kedua ini, yakni Nasional (standar bow) KU 15 putra dan putri. Sementara empat kategori lainnya yang turut dipertandingkan adalah Nasional KU 12, Nasional KU 10, PVC KU 12, dan PVC KU 10, baik putra maupun putri. Hal tersebut yang membuat seri kedua ini lebih kompetitif. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan penyelenggaraan di seri kedua mengalami peningkatan jumlah peserta yang signifikan, mencapai 50 persen “Kami ingin menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai panggung kompetisi, tetapi sebagai wadah penting dari proses panjang regenerasi atlet panahan nasional. Kami berharap dapat memajukan cabang olahraga ini,” ujar Yoppy dalam keterangan resmi. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Perpani, Abdul Razak, menilai ajang ini menjadi salah satu barometer penting untuk melihat pertumbuhan jumlah peserta sekaligus kualitas para atlet muda. Hal itu akan memberikan dampak positif bagi ekosistem panahan Indonesia. “Kami sangat mendukung event-event yang diselenggarakan oleh MilkLife dan Djarum Foundation, karena jumlah peserta terus bertambah. Selain itu, kualitas para atlet muda juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan,” jelas Abdul Razak. MI NU Banat Kudus berhasil menjadi juara umum dengan total perolehan enam medali, masing-masing dari sektor individu (satu emas dan satu perunggu) dan sektor beregu (satu emas, dua perak, satu perunggu). “Syukur kepada Allah dan kami sangat bangga kepada murid-murid. Mereka telah rutin dan tangguh berlatih keras. Terima kasih pula kepada MilkLife dan Djarum Foundation yang telah memberi kesempatan dan wadah kejuaraan seperti ini kepada kami,” ujar Kepala Sekolah MI NU Banat Faukhil Wardati. Berikut daftar pemenang MilkLife Archery Challenge 2025 kedua pada November ini. Daftar pemenang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 Individu Nasional KU 15 Putri Gold – Kori Rajwa Nuha Saputro (SMP Khusus Olahraga Surakarta) Silver – Shakila Queena Elrakha (SMPN 2 Jepara) Nasional KU 15 Putra Gold – M. Keanu Refi Atallah (SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman) Silver – Pascha Hiro Rianno (SMP Khusus Olahraga Surakarta) Nasional KU 12 Putri Gold – Faiha Qatrunnada Salsabila M. (SD Islam Al-Badar Tulungagung) Silver – Atha Felicia (SD IT Islamic Centre Purwodadi) Nasional KU 12 Putra Gold – Ahmad Alfath (SD IT Amal Insani Jepara) Silver – Anschel Cahya Firasy (SD Tingkir Lor 2 Salatiga) Nasional KU 10 Putri Gold – Butsaina Iftitah Naila Nandita (MI NU Banat Kudus) Silver – Zalfa Zahrina Putri (SD Islam Al Azhar 60 Pekalongan) Nasional KU 10 Putra Gold – Alaric Asoka Prabaswara (MI Al-Mukmin Sragen) Silver – Restu Faqih Athaya (SD Aisyiyah Unggulan Gemolong) PVC KU 12 Putri Gold – Azka Aulia Nurinnajwa (SD Islam Al Furqon Rembang) Silver – Samita Lituhayu Widati (SDIT Al Ihsan Rembang) PVC KU 12 Putra Gold – Ahmad Maulana Umar Al Fatih (MI Muhammadiyah Al Tanbih) Silver – Raihan Hafidz Al B (SD 1 Bae Kudus) PVC KU 10 Putri Gold – Qyara Farzana Permatasari (SD Khalifa IMS Semarang) Silver – Rafifa Atayani Cahyono (MIN Kudus) PVC KU 10 Putra Gold – Elang Al Fatikh Sutikno (SD Islam Annawawiyah Rembang) Silver – Devananda Bady Ramadhan (SIBI SD Ya Ummi Fatimah) Beregu Nasional KU 15 Putri – SMP Khusus Olahraga (SKO) Surakarta Nasional KU 15 Putra – SMP Khusus Olahraga (SKO) Surakarta Nasional KU 12 Putri – SD Al Islam Pengkol Jepara Nasional KU 12 Putra – SDIT Umar Bin Khathab Pati Nasional KU 10 Putri – SD IT Assalam Bandungan Nasional KU 10 Putra – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong PVC KU 12 Putri – SDIT Al Ihsan Rembang PVC KU 12 Putra – SD Masehi Kudus PVC KU 10 Putri – MI NU Banat Kudus PVC KU 10 Putra – SDIT Umar Bin Khathab Pati

Festival SenengMinton Kembangkan Bakat Muda Lewat Cinta Bulu Tangkis Sejak Dini

Para pemenang Festival SenengMinton Purwokerto 2025 yang berlangsung di Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto, Sabtu 8 November 2025

PURWOKERTO, 8 November 2025 – Antusiasme bulu tangkis di kalangan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) terus berlanjut. Usai sukses digelar di Kudus dan Solo, Festival SenengMinton kini menyambangi kota Purwokerto untuk menularkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak dini. Sabtu (8/11), Gedung Serba Guna GOR Satria Purwokerto menjadi saksi keceriaan 480 siswa SD kelas 1–3 dari 16 sekolah, yang berpartisipasi dalam ajang SenengMinton Purwokerto 2025 yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan Festival SenengMinton berawal dari niat sederhana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis sejak belia melalui pendekatan yang ringan dan menyenangkan. Yoppy menuturkan format fun games dipilih agar para siswa dapat menikmati permainan sambil belajar. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari proses pembinaan yang berkesinambungan, sehingga kelak melahirkan regenerasi pebulutangkis berprestasi bagi Indonesia. “Melalui Festival SenengMinton, kami ingin menanamkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak dini. Kami percaya bahwa mencetak atlet hebat dimulai dari menumbuhkan rasa gembira saat berolahraga. Dengan pendekatan yang fun dan inklusif, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya generasi penerus bulu tangkis Indonesia yang tangguh dan berprestasi,” kata Yoppy. Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menyambut gembira antusiasme peserta Festival SenengMinton Purwokerto 2025. Pemilihan Purwokerto sebagai tuan rumah kali ini didasari atas semangat dan aktivitas bulu tangkis yang tinggi. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa dan guru menurutnya menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga bulu tangkis di kawasan Purwokerto. “Purwokerto kami pilih karena kami melihat semangat bulu tangkis di kota ini begitu hidup, baik dari kalangan murid maupun para guru. Melalui Festival SenengMinton, kami ingin membangun pathway di akar rumput yang kuat agar anak-anak bisa mengenal dan mencintai bulu tangkis sejak dini. Kegiatan ini memang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya menumbuhkan minat di lingkungan sekolah agar lahir kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Dengan begitu, para peserta dapat berkembang hingga ke klub dan menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berjenjang,” ujar Yuni. Yuni menambahkan, meskipun proses pembibitan di tingkat klub di Jawa Tengah telah berjalan cukup baik, namun tahap pengenalan di akar rumput masih perlu diperkuat agar regenerasi atlet dapat berjalan secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan. “Melalui Festival SenengMinton, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk merasakan pengalaman pertama bermain bulu tangkis dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat. Kami yakin dari kota-kota seperti Purwokerto akan tumbuh talenta-talenta bulu tangkis yang berkarakter, tangguh, dan kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Kami ingin memastikan bahwa prestasi bulu tangkis Indonesia akan terus terjaga dan berkembang di masa depan,” tutupnya. Festival SenengMinton Purwokerto 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan dari kelima perlombaan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing games dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulu tangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri. Usai Kudus, Solo dan Purwokerto, Festival SenengMinton 2025 juga akan diselenggarakan di kota Semarang pada 20 November dan Magelang pada 11 Desember mendatang. Adu Kecepatan, Raih Hasil Terbaik Tak hanya peserta, antusias dan semangat membara dalam ajang Festival SenengMinton Purwokerto juga datang dari sekolah, salah satunya SDN Pangebatan yang mengirimkan 30 siswa untuk ikut berpartisipasi. Bukan tanpa alasan, Guru Olahraga SDN Pangebatan Nely Fajrijah mengakui pihak sekolah telah membuka ekstrakulikuler bulu tangkis untuk siswa kelas 1 hingga kelas 5. Nely yang juga mencintai dunia bulu tangkis dengan sabar memperkenalkan hal apa saja yang ada dalam badminton kepada para muridnya setidaknya seminggu sekali. “Kebetulan di sekolah kami menggunakan Balai Desa Pangebatan untuk berlatih bulu tangkis dan respon para siswa sangat antusias. Mereka belajar bagaimana cara memegang raket, cara melempar kok melewati net hingga service. Saya berharap siswa yang ikut Festival SenengMinton tidak hanya berhenti di sini tapi bisa meneruskan bergabung dengan klub, apalagi melihat dukungan penuh dari orang tua jadi saya yakin mereka bisa menggapai impian mereka jadi atlet bulu tangkis,” kata Nely. Di sisi lain, Naufal Cahya Ramadhan dari SDN 1 Jurangbahas Wangon mencatatkan waktu terbaiknya 00:59.89 detik dan menjadi juara Festival SenengMinton Purwokerto 2025 kategori kelas 3. Naufal mengaku mempersiapkan diri untuk ikut perlombaan ini lantaran ingin menekuni lebih dalam dunia bulu tangkis. “Memang suka bulu tangkis sejak kelas 2, sering bermain dengan teman-teman di GOR hanya main aja. Soalnya main badminton itu seru banget. Latihan di GOR itu juga aku sendiri yang pengen karena cita-citanya mau jadi atlet bulu tangkis,” kata Naufal. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Purwokerto (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Hafizh Zikri Ramadhan – SDN 1 Karangpucung – 00:44.43 Runner-up : Mika Mustafa Bakri – SDN Patikraja 000:44.66 Semifinalis : Praga Sagan Pratama – MI Ma’arif NU 1 Pageraji – 00:44.83 Kelas 1 Putri Juara   : Adzkiya Khansa Pramita – SDN 1 Jurangbahas Wangon – 00:47.72 Runner-up : … Read more

Berakhir Sukses, DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Tim Wushu DKI Jakarta

Kudus, 26 Oktober 2025 – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10) hingga Minggu (26/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara. Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. Ia berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan. Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. Ia optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar. “Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” Ryan menjelaskan. Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan. Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. Ia berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air. “Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.  Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena. “Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” Marciano, menjelaskan. Adapun, Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S T., M.T., menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional. “Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” Sam’ani, menjelaskan. Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun. Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut. “Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas. Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun. Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta. “Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” Anas, menjelaskan. Lebih lanjut Anas menjelaskan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok. Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin. Ia menilai, kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim). Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan … Read more

Djarum Foundation dan PSSI Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Lisensi D Nasional

KUDUS, 4 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bekerjasama dengan PSSI menyelenggarakan sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang diikuti oleh 30 pelatih maupun guru olahraga di Kudus. Berlangsung selama satu pekan mulai dari 29 September hingga 5 Oktober 2025 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, kegiatan ini dikomandoi oleh Muhammad Hanafing Ibrahim selaku Coach Educator PSSI yang juga memiliki lisensi AFC Pro.   Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, kegiatan ini digagas guna meningkatkan kualitas pelatih maupun guru olahraga, khususnya dalam memberikan pembinaan sepak bola yang lebih baik bagi anak didiknya. Pelaksanaan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC), dengan harapan kualitas peserta MLSC di Kudus pada edisi mendatang akan semakin meningkat. “Inisiasi ini berawal dari gelaran MLSC yang mendapat sambutan baik di Kudus. Kami melihat banyak guru olahraga yang belum memiliki kemampuan melatih sepak bola secara formal. Karena itu, kami berkoordinasi dengan PSSI pusat maupun Asprov Jateng dan Askab Kudus untuk mengadakan kursus lisensi D. Harapannya, program ini bisa menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas,” ungkap Teddy. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para pelatih diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan lisensi yang diperoleh guna mendukung perkembangan sepak bola usia dini di daerah masing-masing. Hal tersebut selaras dengan visi Bakti Olahraga Djarum Foundation maupun MilkLife untuk memajukan sepak bola putri Tanah Air.  “Kami berharap para pelatih yang mengikuti sertifikasi ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada anak didiknya. Dengan semakin banyak pelatih berlisensi, ekosistem sepak bola di daerah akan berkembang lebih sehat dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sepak bola putri yang kini juga semakin mendapat perhatian,” Teddy menjelaskan. Jadwal kepelatihan terbagi menjadi dua tahapan, yaitu sesi teori dan praktek. Melalui metode ini, para peserta tidak hanya mendapatkan bekal ilmu kepelatihan di kelas, tetapi juga kesempatan untuk langsung mengaplikasikannya di lapangan.  Pada sesi praktek, sejumlah atlet juga dilibatkan untuk menjadi peraga di lapangan. Coach Hanafing didampingi oleh asisten pelatih Yayat R. Hidayat dan Pamungkas Yuli Kurniawan sepanjang rangkaian sertifikasi kepelatihan. Beberapa kelas teori yang diberikan mulai dari filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), peran seorang pelatih, prinsip bertahan & menyerang, game management, fase akuisisi skill, fase pengembangan permainan, hingga fase penampilan. Sementara untuk sesi praktek diantaranya passing & first touch, dribbling & running with the ball, attacking build up, defending high press, defending prevent goal, game management preparation, sampai football conditioning 11v11. Coach Educator PSSI, Muhammad Hanafing Ibrahim menegaskan pentingnya sertifikasi ini dalam menyiapkan pelatih yang kompeten. Pria kelahiran Makassar tersebut menuturkan, bahwa untuk melatih atlet usia dini faktor paling utama adalah teknik. Pada kesempatan ini, terdapat enam teknik dasar yang ia berikan, yakni passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring. “Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Melalui kursus ini, para peserta dibekali pondasi dasar agar bisa melatih sesuai standar PSSI, sehingga nantinya para pemain usia dini yang mereka latih mendapatkan bimbingan yang benar sejak awal. Karena pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula,” ujarnya. Menariknya, sertifikasi lisensi D yang biasanya membutuhkan biaya hingga Rp3 juta, pada kesempatan ini peserta hanya mengeluarkan biaya yang jauh lebih terjangkau, yakni Rp750 ribu. Inisiatif ini dilakukan agar semakin banyak pelatih dan guru olahraga di Kudus yang memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya.  Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, guru olahraga SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia mengaku bahwa materi yang diberikan sangat menarik dan menuntutnya untuk aktif berpikir juga berdiskusi antar pelatih, sehingga banyak input positif yang didapat untuk meningkatkan kemampuan kepelatihan. “Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Kalau ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Dengan adanya program ini, kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI. Saya berharap ilmu yang saya dapat bisa saya terapkan di sekolah untuk membimbing anak-anak agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Selain itu juga program ini berkelanjutan dan ke depannya ada untuk lisensi C,” ungkapnya.

Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Adu Kemampuan di Liga Sepak Bola Putri U-15 & U-18

Piala HYDROPLUS Soccer League yang akan diperebutkan dalam liga sepak bola putri yang akan dihelat mulai awal Oktober 2025 di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus.

JAKARTA, 1 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan HYDROPLUS menyelenggarakan liga sepak bola putri bertajuk ‘HYDROPLUS Soccer League’. Menyasar dua kategori usia yakni U-15 dan U-18, kompetisi akan dihelat secara bergelombang mulai awal Oktober 2025 di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Kudus. Sebanyak 90 tim yang berasal dari sekolah sepak bola, klub hingga akademi sepak bola akan berpartisipasi dan adu kemampuan di atas lapangan demi meraih gelar juara. Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, menuturkan HYDROPLUS Soccer League merupakan jawaban atas dahaga para pecinta sepak bola putri yang merindukan hadirnya kompetisi berformat liga demi mengasah bakat dan mencetak pesepak bola putri muda Indonesia yang kelak dapat mencetak prestasi di level dunia. Hal ini sejalan dengan visi HYDROPLUS sebagai minuman isotonik yang selalu mengajak generasi muda untuk senantiasa dinamis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “HYDROPLUS merasa terhormat dapat ambil bagian dalam sejarah pengembangan bakat dan menggerakkan roda ekosistem sepak bola putri di Indonesia. Kami berharap HYDROPLUS Soccer League dapat menjadi lokomotif lahirnya para pesepak bola putri berbakat dan tangguh yang akan mengukir prestasi bagi Indonesia. Tak hanya itu, melalui kompetisi ini juga kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memancarkan semangat baik saat menjalani aktivitas harian mereka maupun ketika berolahraga,” tutur Yose. Sementara itu, Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono menguraikan penyelenggaraan liga sepak bola putri U-15 dan U-18 ini merupakan rangkaian dari road map pengembangan ekosistem dan pembinaan atlet-atlet sepak bola putri yang telah dirancang oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. HYDROPLUS Soccer League adalah kelanjutan dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10 dan KU 12 serta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 dan U16. “HYDROPLUS Soccer League melengkapi piramida pengembangan ekosistem sepak bola putri yang sudah diawali dengan pemassalan di akar rumput melalui MilkLife Soccer Challenge dan turnamen usia dini dalam HYDROPLUS Piala Pertiwi. Kami berharap, liga untuk U-15 dan U-18 ini menjadi wadah bagi para pesepakbola putri dalam menapaki jenjang karier mereka menuju level profesional,” ujar Teddy. Untuk itu, HYDROPLUS Soccer League mengadopsi format liga home-away yang bertujuan agar para pesepak bola putri remaja memiliki jadwal pertandingan rutin sehingga dapat mengasah teknik dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Di setiap kotanya, pertandingan HYDROPLUS Soccer League akan digelar dua pekan sekali dengan harapan para atlet dapat mengevaluasi dan mempersiapkan diri lebih matang menyambut pertandingan selanjutnya. “Dengan demikian, mereka tidak hanya bertanding untuk mengejar gelar juara, tapi kompetisi ini juga menjadi sarana mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan, teknik, hingga strategi permainan. Sehingga usai mengikuti HYDROPLUS Soccer League, mereka bisa bertransformasi menjadi pemain profesional yang kelak diserap oleh klub-klub papan atas. Kami berharap, melalui ajang ini lahir pesepakbola putri yang dapat mengantarkan Indonesia berlaga dan berjaya di panggung dunia,” Teddy menguraikan. HYDROPLUS Soccer League akan bergulir di Jakarta mulai 4 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026 dengan melibatkan 16 tim di U-15 dan 10 tim pada U-18. Disusul Bandung pada 11 Oktober 2025 hingga 7 Juni 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Pada saat yang bersamaan, kompetisi juga digelar di Kota Pahlawan, Surabaya (8 tim U-15 dan 8 Tim U-18). Selanjutnya, Kudus akan memulai penyelenggaraan kompetisi pada 3 Januari 2026 hingga 23 Mei 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Nantinya, para juara dan runner-up di setiap kota akan mendapat tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026. Adapun, pada U-15, jumlah pemain dalam satu tim sebanyak 9 orang dengan durasi pertandingan 2×25 menit (10 menit istirahat) dengan ukuran setengah lapangan sepak bola dewasa. Sementara di U-18, pemain dalam satu tim berjumlah 11 orang yang akan bertanding selama 2×35 menit (10 menit istirahat) memakai luasan satu lapangan sepak bola dewasa. Bergulirnya liga sepak bola putri ini menjadi angin segar bagi para atlet muda yang sedang merintis karier sebagai pesepak bola putri profesional. Salah satunya ialah Albianca Raula, jebolan MilkLife Soccer Challenge yang tahun ini juga berlaga di ajang JSSL Singapore 7’s. Dalam HYDROPLUS Soccer League, Bianca akan memperkuat tim Cipta Cendikia. “Aku senang sekali akhirnya ada liga sepak bola khusus putri karena menurut aku sepak bola itu bukan hanya milik laki-laki saja. Makanya, aku akan terus berlatih keras agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk jadi pemain timnas,” ujar Bianca. Senada dengan Bianca, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy Yopi Riwoe menuturkan terselenggaranya HYDROPLUS Soccer League sangat membantu perkembangan sepak bola wanita di Indonesia. Pasalnya, melalui liga ini para atlet muda dapat belajar, mengasah kemampuan, dan memiliki pertandingan yang berkesinambungan selama satu musim kompetisi. Tak hanya bagi para atlet, liga sepak bola putri juga akan menjadi wadah bagi jajaran pelatih untuk meningkatkan pola pembinaan dan pematangan strategi permainan. “Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, ekosistem sepak bola putri akan semakin bergerak maju karena lewat liga ini semua elemen yakni atlet, pelatih bahkan wasit bisa belajar untuk menjadi lebih baik di bidangnya masing-masing. Terima kasih kepada para sponsor yang telah mewujudkan impian para pecinta sepak bola putri lewat hadirnya liga ini,” tutup Yopi.