Ratusan Petenis Muda Kalsel Unjuk Bakat di Turnamen PELTI Cup 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026

Turnamen Tenis PELTI Cup Banjarmasin 2026 resmi bergulir di Lapangan Tenis Dharma Praja Banjarmasin pada 25-27 September 2026. Ajang yang digelar Pelti Kota Banjarmasin ini menjadi wadah penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis potensial di Kalimantan Selatan Turnamen ini mencatatkan hampir 200 peserta usia pelajar hingga dewasa yang datang dari 13 kabupaten/kota se- Kalimantan Selataan. Kategori yang dilombakan meliputi nomor Tunggal nPutra dan Putri Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, dan 14 tahun, serta Ganda Upper Beginner Putra dan Putri. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin, pada saat membuka turnamen, menyampaikan apresiasi kepada Pelti Kota Banjarmasin yang telah menyelenggarakan kejuaraan ini. Ia menegaskan bahwa ajang olahraga ini menjadi sarana yang sangat penting dalam mencetak bibit-bibit atlet tenis unggul di tingkat daerah. “Kegiatannya ini juga kita apresiasi, bahwa ini peserta juga tidak hanya Kota Banjarmasin, ini ada beberapa kabupaten/kota yang hadir di ajang ini. Tentunya untuk ya mencari bibit-bibit unggul yang bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Yamin, saat membuka turnamen, Jum’at, 25 September 2026. Selain sebagai wadah pembinaan prestasi, Ajang ini juga menjadi momentum bagi anak-anak usia dini untuk mengukur kemampuan. Pihaknya sangat mendukung upaya pengurus cabor dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di Kota Banjarmasin. Lebih lanjut, Yamin berharap ajang turnamen tenis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi para atlet. Dukungan penuh terus diberikan oleh pemerintah agar ajang serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ya harapan kita, kegiatannya bisa berjalan dengan lancar, anak-anak sehat semua. Tentunya itu, dan sukses untuk PELTI Kota Banjarmasin,” ucap Yamin menambahkan. Sementara itu, Ketua Harian PELTI Banjarmasin, Hardian, menjelaskan bahwa turnamen ini digelar sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menghidupkan ekositem kompetisi sejak usia dini. Pihaknya berupaya konsisten menyediakan panggung bertanding yang kompetitif bagi para atlet kelompok umur agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Turnamen ini merupakan langkah nyata kami untuk terus memberikan ruang kompetisi bagi para atlet muda. Kami ingin anak-anak memiliki wadah untuk menguji kemampuan dari hasil latihan mereka, sekaligus mengasah mental bertanding sejak dini,” ujar Hardian. Hardian menambahkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa karena diikuti oleh berbagai perwakilan dari tiap daerah di Kalimantan Selatan. Kehadiran para peserta ini diyakini akan meningkatkan kualitas persaingan di atas lapangan. “Kehadiran atlet-atlet dari kabupaten dan kota lain tentu membuat atmosfer pertandingan semakin kompetitif dan menarik. Kami berharap melalui kejuaraan ini akan lahir petenis-petenis berbakat yang siap mengharumkan nama Banjarmasin dan Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ucapnya. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat melahirkan petenis potensial yang siap bersaing di ajang yang lebih tinggi. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PELTI berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan cabang olahraga tenis di daerah melalui turnamen-turnamen yang digelar secara berkelanjutan.

World Junior Championship 2026: Indonesia Bidik Podium Tertinggi

Tim Indonesia Untuk BWF World Junior Championships 2026

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Eskar Tri Denatara, mengatakan tim telah melakukan pemetaan terhadap kekuatan Indonesia dan calon lawan yang akan dihadapi. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penentuan target Indonesia pada WJC 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-10 Oktober. “Terkait target, tentu harapan kita semua atlet kita bisa menjadi yang terbaik dan berdiri di podium tertinggi. Namun, tentu kita sudah melakukan mapping kekuatan kita dan lawan,” katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI. Pada nomor beregu, pertandingan akan menggunakan sistem relay 55 poin, dengan masing-masing sektor menyumbangkan 11 poin, serta format three winning games. Sementara untuk nomor perorangan, pertandingan akan menggunakan sistem poin reli 15×3. “Untuk beregu, sebagai unggulan ke-10 atau seeded 9/16, target awalnya adalah bisa masuk semifinal terlebih dahulu. Sementara di nomor individu, kami berharap bisa merebut medali dari sektor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran,” jelasnya. Eskar berharap, seluruh atlet dapat memanfaatkan rangkaian persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan di WJC akan sangat ketat sehingga setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan fokus penuh. Tim WJC Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Kairo, Mesir, Jumat (2/9). Keberangkatan tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam persiapan tim sebelum memulai perjuangan di WJC 2026. Dengan telah dilaksanakannya pengukuhan, pelepasan, serta simulasi pertandingan, tim WJC Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Kairo. WJC menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju jenjang prestasi berikutnya. Skuad Tim WJC 2026 Beregu Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Joseph Marcellino Kyta Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono Anju Siahaan Faizal Pangestu Muhammad Lutfhi Habibi Moses Andar Simanjuntak Jolin angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Selsi Josika Halifia Usni Pratiwi Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani Yasintha Ristyna Putri Dian Ramadhani Mukti Reya Azzahra Yulianti Adelia Niru Perorangan Tunggal Putra Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Yudha Rendra Wijaya Tunggal Putri Jolin Angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Christabel Calista Purwanto Raisya Affatunisa Ganda Putra Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan Muhammad Rizki Mubarrok/Faizal Pangestu Ganda Putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi Yasintha Ristyna Putri/Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani/Adelia Nirul Ganda Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Bulu tangkis sumbang emas pertama Asian Games 2026!

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah mengalahkan tim China pada babak final Ichinomiya, Aichi, Jepang. Hasil membanggakan tersebut tak terlepas dari peran tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah, yang menuntaskan partai kelima dengan kemenangan 23-21, 21-13 atas wakil China Weng Hongyang. “Pastinya sangat senang dan bangga juga, alhamdulillah bisa diberi kemenangan tanpa cedera juga. Sempat tertinggal 0-2, tapi tidak mau memikirkan yang negatif terlebih dulu,” kata Ubaidillah selepas pertandingan. Pada babak final yang berlangsung selama total enam jam tersebut, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menutup perjuangan beregu putra Indonesia dengan manis. Kemenangan Indonesia di nomor beregu putra tersebut sekaligus menggagalkan ambisi China untuk mengawinkan gelar dari bulu tangkis nomor beregu Asian Games 2026, setelah menyabet medali emas dari nomor beregu putri. Ubed mengaku tak merasa tertekan karena tampil pada partai terakhir dan menjadi penentu nasib beregu putra Indonesia. Tekanan tersebut berhasil ia atasi dan mampu bermain dengan baik. Ubed menampilkan kematangan mental yang apik dari seorang atlet. Sejak awal gim pertama ia bermain tanpa beban dan bisa mengatasi perlawanan Weng. Sedangkan Weng terlihat tidak tenang, membuatnya berulang kali menciptakan kesalahan sendiri. “Kalau ketegangan pasti ada, awal-awal sempat tegang juga. Saya terus meyakinkan diri sendiri untuk tetap tenang di lapangan, pelatih juga memberikan keyakinan buat saya,” ungkap Ubed. Men’s Team – Final Indonesia 3-2 China MS1: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi 13-21, 18-21 MD1: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21 MS2: Alwi Farhan vs Li Shi Feng 23-21, 15-21, 21-16 MD2: Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10 MS3: Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang 23-21, 21-13

Ini Dia Wakil Indonesia di Youth Olympic Games Dakar 2026 Cabor Bulu Tangkis

Miftaqul Putri Ayudis

PP PBSI telah usai mengadakan Seleksi Tahap Akhir untuk menentukan atlet yang akan mewakili Indonesia pada cabang olahraga bulutangkis di ajang Youth Olympic Games Dakar 2026. Sesuai kuota yang tersedia, Indonesia akan diwakili oleh 1 atlet putra dan 1 atlet putri. Pada seleksi tersebut, PP PBSI memanggil 3 nama atlet putra dan 4 nama atlet putri. Rayhan Pandu Aksara (Mutiara Cardinal Bandung) dan Miftaqul Putri Ayudis (Jaya Raya Jakarta) berhasil keluar sebagai juara di sektor tunggal putra dan tunggal putri. Dengan demikian maka keduanya menjadi wakil Indonesia di ajang Youth Olympic Games 2026 yang akan berlangsung di Dakar, Senegal, 31 Oktober – 13 November 2026. Cabang olahraga bulutangkis sendiri dijadwalkan akan bertanding pada 1 – 5 November 2026.

Binus juarai CL Badminton Bandung lewat drama tiga gim

Tim Universitas Bina Nusantara Jakarta naik podium

Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta menjuarai Campus League Badminton Regional Bandung setelah menaklukkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui drama tiga gim pada final kategori beregu di GOR Bandung, Jawa Barat, Jumat. Binus yang sempat kehilangan gim pertama akhirnya membalikkan keadaan untuk menang 45-55, 55-44, 55-53 sekaligus memastikan tiket ke Campus League Badminton The Nationals yang bergulir di tempat yang sama pada 21-25 September. “Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat. Menurut Ricky, format pertandingan dengan sistem poin 55 turut menonjolkan kekompakan antar-pemain dalam satu tim sekaligus menuntut strategi yang berbeda dibandingkan pertandingan bulu tangkis pada umumnya. Pelatih Binus Haryadi Abu mengatakan target awal timnya sebenarnya hanya lolos ke The Nationals. Namun, keberhasilan menjadi juara membuat timnya semakin percaya diri menghadapi putaran nasional. “Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals,” ujar Haryadi. Binus selanjutnya akan bersaing di The Nationals bersama tiga tim lainnya dari Regional Bandung yakni UNJ, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Mereka akan bertemu empat tim terbaik Regional Semarang yakni juara Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), serta Universitas Negeri Surabaya (UNESA). CEO Campus League Ryan Gozali memperkirakan persaingan di The Nationals akan lebih ketat karena setiap tim sudah memiliki gambaran mengenai kekuatan calon lawan. “Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,” kata Ryan.

Pelti jadikan Piala Davis 2026 bekal pematangan petenis muda

Tim Piala Davis Indonesia

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menjadikan kekalahan dari Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus bekal pematangan para petenis muda Indonesia. “Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri,” kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu. Indonesia kalah 0-4 dari Rumania dengan mengandalkan sejumlah pemain muda, yakni Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw. Menurut Andi, salah satu pekerjaan rumah Pelti adalah memperbanyak jam terbang para pemain melalui turnamen agar mereka semakin terbiasa menghadapi lawan di level internasional. “Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga,” ujar Andi. Meski kalah, Andi menilai penampilan para pemain muda tetap memberikan gambaran positif untuk pengembangan tim Piala Davis Indonesia dalam jangka panjang. “Pelti sangat optimistis ke depannya. Kalau kita persiapkan dengan baik, tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, kita akan lebih matang lagi,” kata Andi. Rafalentino juga mengakui pertandingan melawan Rumania memberikan pengalaman penting, terutama karena menjadi kesempatan pertamanya membela Indonesia pada Piala Davis. “Kami senang sekali pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujar Rafalentino. Menurut dia, perbedaan pengalaman menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi pemain Rumania. “Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik,” katanya. Pada pertandingan hari kedua, Rafalentino berpasangan dengan Ethan dan kalah 2-6, 1-6 dari Stefan Horia Haita/Radu David Turcanu. Sementara itu Lucky Candra Kurniawan menunjukkan perlawanan ketat terhadap Gabriel Ghetu sebelum kalah 6-7(2), 6-7(1). Indonesia akhirnya kalah 0-4 dan harus menjalani play-off Grup II Dunia Piala Davis pada 2027.

HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026: PB Djarum Berjaya Di Yogyakarta

Hydroplus Sirkuit Nasional A Daerah Istimewa Yogyakarta 2026

Usai sudah rangkaian partai final HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 yang berlangsung pada Minggu (13/9) siang di POWR Hall Badminton, DIY. Sebanyak 15 pertandingan digelar untuk memperebutkan gelar juara dari lima nomor yang masing-masing terbagi dalam tiga kategori, yakni Remaja, Taruna, dan Dewasa. PB. Djarum Kudus keluar sebagai juara umum dengan 6 gelar juara, disusul PB. Jaya Raya Jakarta dengan 4 gelar juara + 1 gelar dari ‘pasangan gado-gado’. Sementara itu, 5 gelar juara lain menjadi milik Taqi Arena Badminton Academy (2), Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya (1), Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Academy (1), dan Hevindo Balikpapan (1 gelar gabungan bersama Jaya Raya) Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Bandung dengan tajuk HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026 pada tanggal 28 September – 3 Oktober 2026. Berikut para juara HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026: GRC Oka Faiq Januar/Nur Hafidzah Afifah (PB Djarum) TRI Fakhirah Syakirah Salma (Jaya Raya Jakarta) GTC Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Taqi Arena Badminton Academy) TTI Ghina Khairani Guniandi (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) TTA Yudha Rendra Wijaya (PB Djarum) TDA Muhammad Rizky Akbar (Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Academy) GRI Aleyda Dwidyna Putri/Quinsa Juanita Putri (Jaya Raya Jakarta) GTA Anju Siahaan/Faizal Pangestu (PB Djarum) GDC Dwiki Rafian Restu/Priskila Venus Elsadai (Jaya Raya Jakarta/Hevindo Balikpapan) TRA Muhammad Febri (Taqi Arena Badminton Academy) TDI Ruzana (PB Djarum) GRA Adhwin Arling Rangga/Rizky Caesar Ramadhan (PB Djarum) GTI Hani Miftasari/Jane Maira Faiza (PB Djarum) GDI Jania Novalita Situmorang/Pitha Haningtyas Mentari (Jaya Raya Jakarta) GDA Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta)

Inilah Para Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026

Audisi Umum PB Djarum 2026

Sebanyak 36 pebulutangkis muda berhasil meraih Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 usai melewati rangkaian seleksi selama lima hari, 9–13 September, di GOR Djarum Jati, Kudus. Selanjutnya, para atlet akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum dengan dua kali fase eliminasi yang bertujuan melihat bakat dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum. Adapun para peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus terdiri dari 18 atlet putra dan putri yang lolos melalui jalur turnamen di tiga kelompok usia yakni U-11, KU 11 dan KU 12 baik putra dan putri. Sementara 18 atlet lainnya memperoleh Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengapresiasi antusiasme para peserta terhadap penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026. Lebih lanjut, Yoppy juga berpesan agar para atlet-atlet muda tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih tinggi begitu masuk ke Tahapan Karantina. “Kami mengapresiasi kepada orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum. Itu artinya, kaderisasi mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik. Selamat untuk yang lolos ke Tahap Karantina, tapi ini baru permulaan karena tantangan selanjutnya akan semakin berat. Bahkan, jika nanti masuk PB Djarum pun level persaingannya akan lebih tinggi lagi. Jadi para peserta harus bersiap,” ujar Yoppy. Sementara itu, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, bangga dengan kegigihan pebulutangkis muda yang berjuang habis-habisan dalam proses seleksi guna menembus gerbang masuk menjadi atlet binaan PB Djarum. Menurut juara All England 2003 itu, Audisi Umum bukan hanya proses seleksi, tapi juga tolok ukur bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mentalitas bertanding. “Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket. Perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina. Jadi, semua peserta harus mempersiapkan diri lebih matang lagi mulai dari fisik hingga mental. Tetap disiplin, terus memberikan yang terbaik dan ikuti arahan pelatih,” ungkap Sigit. Sementara itu, Sigit juga memberikan pesan bagi peserta yang belum berhasil meraih Super Tiket agar jangan berkecil hati. Pasalnya, kesempatan untuk bergabung dengan PB Djarum selalu terbuka. “Bagi yang belum mendapatkan Super Tiket jangan berkecil hati, tetap semangat untuk terus berlatih. Meskipun sudah berapa kali gagal, suatu saat mungkin akan bisa berhasil. Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan apabila kalian berlatih dengan giat, akan menjadi yang terbaik. Sampai bertemu di Audisi Umum PB Djarum 2027 #TeruskanSemangatJuara,” ucap Sigit. Berikut Daftar Penerima Super Tiket Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026: Super Tiket Jalur Turnamen: U-11 Putri Selena Arraya Prasetyo – Sukoharjo (PB PMS Solo) Ailsie Elaina Sembiring – Kota Bogor (PB Champion Kudus) KU 11 Putri Anindita Khaira Wilda – Kota Bekasi (non klub) Farisa F. Zafiranihall Sya’bani Setiawan – Kota Mojokerto (PB Griya Bugar Yogyakarta) KU 12 Putri Fiona Ayundya Putri Berlian – Kota Semarang (PB Arista Semarang) Syarifah Adshila Nugroho – Sleman (PB Champion Reborn Jogja) U-11 Putra Zayn Abdullah Rajendra – Penajam Paser Utara (PB Champion Kudus) Muhammad Deffran Alfarraz – Cirebon (PB Pandawa)n Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Ghaozan Gaffi Algibran – Bekasi (PB Champion Kudus) KU 11 Putra Ashoka Putra Arvita – Kota Semarang (Altrec Semarang) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) Jethro Alexander Kemas – Kota Palembang (Five Stars Badminton Club) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Kudus) KU 12 Putra Aldi Aprian Nugraha Aldi Aprian Nugraha – Kota Semarang (PB. Mustika Ungaran) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Baron Baswara Putra – Kota Yogyakarta (PB Champion Reborn Jogja) M. Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat: U-11 Putri Adibha Fitria – Kota Samarinda (PB Champion Kudus) Sanabila Niyaz Faza – Kota Tangerang (PB Champion Bogor) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Chloe Levona Willie – Kota Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU 11 Putri RR. Arnetta Safara Bilqish Sholeh – Kota Yogyakarta (Eko Febrianto) KU 12 Putri Lilianne Andrea Octaviany – Kabupaten Sintang (PB Champion Klaten) Stefanie Tricia Laiman – Kabupaten Klaten (PB Champion Klaten) Karenina Putri Inka Azzahra – Kabupaten Kendal ((Altrec Semarang) Karina Frederika Putri Loen – Kota Depok (PB Champion Dakota) U-11 Putra Moreno Putra Zhulkifli – Kota Balikpapan (PB Cahaya Indonesia) Wijaya Putra Sugiharto – Kabupaten Sidoarjo (PB Champion Klaten) Arjuna Azka Aldrich – Kabupaten Sragen (PB Sukowati) KU 11 Putra Azka Azfar Rabbani – Kabupaten Purworejo (PB Garuda Jaya) Muh. Rifky Harimurti Ramadhan – Kabupaten Kolaka (PB Champion Kudus) KU 12 Putra Feliks Zebua – Kabupaten Bogor (KAYP1 Champion Bogor) Ghian Ahza Danish Adinata – Kota Surakarta (PB PMS Solo) Muhadad Al Azzam – Kota Bandung (Jingga Badminton Academy) Raziq Sahala – Kabupaten Banjarnegara (PB Delta Klampok)

Ini Alasan Janice Tjen absen dalam Asian Games 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen memastikan tidak dapat tampil membela Indonesia pada Asian Games 2026 karena harus mengikuti turnamen WTA 1000 di Beijing yang berlangsung pada waktu bersamaan. Janice menyampaikan keputusan tersebut melalui unggahan di media sosial, Jumat. Dia mengaku telah menerima konfirmasi dari Women’s Tennis Association (WTA) mengenai dia tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding dalam Asian Games. “Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding dalam Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing,” demikian disampaikan Janice. Dia mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena selama ini selalu merasa senang dan bangga ketika mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Janice juga mengenang sejumlah kesempatan yang telah diperoleh bersama tim nasional, termasuk saat meraih medali dalam Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi pada Billie Jean King Cup 2026. “Mewakili Indonesia dalam panggung internasional memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Saya selalu bangga membawa nama dan bendera Indonesia bersama saya setiap minggu dalam WTA Tour,” ujarnya. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar tenis Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepadanya. Janice menyatakan akan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan tenis dunia. “Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk membuat Indonesia bangga di panggung dunia, dan saya berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Janice. Sebelumnya, Janice telah memiliki pengalaman membela Indonesia pada sejumlah ajang multi-cabang olahraga. Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, dia turun pada nomor ganda putri dan meraih medali perunggu bersama Aldila Sutjiadi. Sementara pada SEA Games Thailand 2025, Janice meraih medali emas ganda putri bersama Aldila, dan meraih medali emas nomor beregu putri, serta medali perunggu pada nomor tunggal putri.

PB Djarum mulai kantongi calon pemain potensial dari audisi umum

Jethro Alexander Kemas

Tim Pencari Bakat PB Djarum mulai mengantongi sejumlah pebulu tangkis muda yang dinilai memiliki kualitas berbeda dan berpotensi dikembangkan menjadi pemain top dari Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus, Jawa Tengah. “Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” kata anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum Hastomo Arbi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu. Hastomo Arbi mengatakan penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan peserta memenangi pertandingan, melainkan juga proyeksi perkembangan mereka dalam jangka panjang. “Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” ujar peraih Piala Thomas 1984 tersebut. Pengamatan itu menjadi penting karena peserta yang gagal melalui jalur turnamen masih mempunyai kesempatan mendapatkan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat. Pada sektor putra, salah satu peserta yang terus menjaga peluang adalah Jethro Alexander Kemas. Pebulu tangkis KU-11 asal Palembang itu berhasil membalas kekalahan dari pemain yang menghentikannya pada audisi tahun lalu. Audisi tahun ini menjadi kesempatan ketiga bagi Jethro. Pada 2024, dia langsung tersingkir pada pertandingan pertama, sedangkan tahun lalu mampu mendapatkan Super Tiket dan mencapai tahap karantina sebelum akhirnya gagal bergabung dengan PB Djarum. Pada sektor putri, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 Maria Kristin Yulianti juga telah mencatat sejumlah nama yang berpeluang memperoleh Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat. Menurut Maria, semangat juang menjadi salah satu pertimbangan karena tim tidak semata-mata melihat hasil akhir pertandingan. “Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata. Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah,” ujar Maria. Salah satu peserta yang menunjukkan semangat tersebut adalah Syarifah Adshila Nugroho. Pebulu tangkis KU-12 asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu mengalahkan Riezqy Magisthira Nasruddin melalui tiga gim 12-21, 21-17, 21-10 pada babak 32 besar. Syarifah berusaha menebus kegagalannya pada audisi tahun lalu ketika langkahnya terhenti pada tahap karantina. Dia mengaku mendapat evaluasi dari tim pelatih mengenai semangatnya ketika berada di lapangan. Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 berakhir Minggu (13/9), sekaligus menentukan peserta yang memperoleh Super Tiket untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina. Peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur turnamen, sedangkan peserta putri harus menembus final. Peserta yang tersingkir sebelum mencapai fase tersebut tetap berpeluang mendapatkan Super Tiket berdasarkan pilihan Tim Pencari Bakat apabila dinilai mempunyai potensi untuk dikembangkan. Para pemegang Super Tiket selanjutnya menjalani karantina selama empat pekan dengan penilaian mencakup kemampuan teknik, fisik, kedisiplinan, hingga perilaku sehari-hari sebelum ditentukan menjadi atlet binaan PB Djarum.

Kejurnas junior IMTC antarkan petenis muda ke persaingan internasional

Kejuaraan nasional (Kejurnas) tenis junior IMTC-PTPN IV Regional 3 dan NASSAU PTPN IV Riau menjadi ajang bagi petenis muda Indonesia untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat internasional. Direktur Penyelenggara IMTC Irawati mengatakan turnamen yang digelar Irawati Moerid Tennis Competition (IMTC) tersebut menjadi bagian dari komitmen dalam mencari dan membina bibit unggul tenis Indonesia. “Terima kasih kepada NASSAU yang terus mendukung perhelatan IMTC di berbagai daerah,” ujar Irawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu. Kejuaraan yang bekerja sama dengan PTPN IV Regional 3 itu berlangsung pada 22-30 Agustus 2026 di Lapangan Tenis PTPN V, Jalan Rambutan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 300 petenis muda dari 40 kabupaten dan kota di Indonesia ambil bagian dalam turnamen berstatus Turnamen Diakui Pelti (TDP) tersebut. Kejurnas mempertandingkan kelompok umur 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun putra dan putri untuk nomor tunggal dan ganda. Selain kategori utama, panitia juga menghadirkan nomor bola merah dan bola oranye bagi pemain usia dini yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan keluarga. Sejumlah petenis peringkat atas nasional turut tampil dan menjadikan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari proses pematangan menuju kompetisi internasional. Salah satunya Al Zauki Zio Asmara yang merupakan peringkat satu nasional KU 12 putra sekaligus anggota Timnas Indonesia KU 12. Ia dijadwalkan tampil pada Final Asia Oceania di Singapura pada September 2026. Selain itu, terdapat Ahmad Zulfan Dwi Sadewa yang merupakan pemain Timnas KU 14 putra serta Syawal Noor Kaluku yang menempati peringkat kelima nasional KU 16 putra. Dari sektor putri, Marshella Feodora Christine Limpong tercatat sebagai peringkat kelima nasional KU 14 putri dan turut bersaing dalam turnamen tersebut. Kejuaraan nasional tersebut sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi petenis usia dini hingga remaja untuk menambah jam terbang, mengasah kemampuan serta membangun sportivitas sebelum melangkah ke level persaingan yang lebih tinggi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memperkuat peran turnamen dalam pembinaan tenis junior, khususnya di wilayah Sumatra, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk berkembang menuju pentas nasional dan internasional.

Indonesia akui ketangguhan Iran dalam perempat final AVC Continental

Tim nasional bola voli putri Indonesia

Tim nasional bola voli putri Indonesia terpaksa mengakui ketangguhan timnas Iran, 1-3 (25-19, 16-25, 12-25, dan 17-25) dalam babak perempat final AVC Continental 2026. Kekalahan ini sekaligus membuat langkah tim asuhan Marcos Sugiyama gagal untuk bisa merebut gelar juara turnamen antar negara se-Asia ini. Selain itu, tim Srikandi juga tidak bisa mempertahankan performa impresifnya kala bersua Iran yang dalam dua pertemuan terakhir mampu memetik kemenangan. Memulai set pertama, Indonesia langsung tampil begitu agresif dan menerapkan skema permainan cepat untuk membongkar blok dari Iran. Kejar-mengejar poin terjadi hingga Indonesia mampu mengungguli Iran memasuki pertengahan set, 15-13. Kedudukan sempat berimbang, tapi daya juang tim Srikandi begitu spartan hingga mencetak tujuh poin beruntun untuk menutup 25-19. Pada set kedua, Indonesia tidak mengendurkan serangan dan terus mendulang poin demi poin. Hingga memasuki kedudukan berimbang 13-13. Iran mampu tampil lebih menjanjikan dengan mengukir lima poin beruntun di penghujung set untuk memetik kemenangan 25-16. Di set ketiga, tim Srikandi tampil dengan intensitas yang jauh lebih menurun dibandingkan dengan dua set sebelumnya. Permainan Mediol Yoku dan kawan-kawan kerap terbaca oleh rapatnya pertahanan Iran. Iran mampu unggul jauh sepuluh poin, 16-6. Dalam posisi tertinggal, Indonesia begitu kesulitan untuk bisa mengejar Iran hingga harus menyerah 12-25. Dalam set keempat, tim Srikandi tak kunjung bisa menemukan solusi atas sejumlah serangan yang kerap terbaca dan dipatahkan lawan. Hasilnya Iran bermain jauh lebih nyaman dan mampu mendulang angka demi angka untuk unggul delapan poin 16-8. Pelatih Marcos Sugiyama mencoba memutar otak untuk mengganti variasi serangan hingga membuat kedudukan sempat diperkecil. Namun Iran yang bermain jauh lebih rapi akhirnya menutup kemenangan lewat 25-17.

Janice Tjen/Piter terhenti di perempat final Monterrey Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen dan rekannya dari Polandia, Katarzyna Piter, terhenti pada perempat final ganda putri Monterrey Open 2026 setelah kalah 6-7(6), 6-1, 8-10 dari Maya Joint/Yifan Xu dalam pertandingan yang ditentukan melalui match tie-break di Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Kamis WIB. Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama. Kedua pasangan harus memainkan tie-break setelah kedudukan 6-6, sebelum Joint/Xu merebut set pembuka itu. Janice/Piter kemudian bangkit pada set kedua. Mereka tampil dominan dengan tiga kali mematahkan servis lawan untuk merebut set 6-1 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui super tie-break. Pada set penentuan, persaingan kembali berjalan ketat sebelum Joint/Xu mengamankan dua poin terakhir untuk menang 10-8 guna mencapai semifinal. Janice/Piter pun terhenti setelah membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan kedua dari China, Xinyu Jiang/Shuai Zhang, dengan 6-2, 6-7(7), 10-7. Janice dan Piter menjuarai Guangzhou Open 2025 dan Hobart International 2026. Di Hobart, mereka menundukkan Magali Kempen/Anna Siskova dengan 6-2, 6-2 pada final. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Janice di Monterrey setelah juga tersingkir dari nomor tunggal akibat kalah 4-6, 3-6 dari petenis Ukraina Yuliia Starodubtseva pada babak kedua.

17 kampus bersaing dalam “Campus League Badminton Regional Semarang”

Campus League Badminton Regional Semarang

Sebanyak 17 kampus bersaing sengit pada ajang “Campus League Badminton Regional Semarang” yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro, Semarang, 26-29 Agustus 2026. Ketua Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, di Semarang, Jumat malam, memberikan apresiasi atas bergulirnya musim perdana Campus League Badminton Regional Semarang. Ia menyebutkan tidak kurang dari 149 atlet mahasiswa dari 17 perguruan tinggi berkompetisi, baik secara individu maupun permainan team. Persaingan kian sengit lantaran Regional Semarang juga diikuti perguruan tinggi asal kota lain yang tak kalah berprestasi, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Surakarta, Purwokerto, hingga Makassar. Kampus dari Semarang, yakni Undip, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Semarang (USM), Unika Soegijapranata, dan Universitas Terbuka Semarang. Dari Surabaya yang mengirimkan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Surabaya. Dari Yogyakarta ada Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Islam Indonesia. Kemudian Solo ada tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Tunas Pembangunan, dan Universitas Pignatelli Triputra, serta dua peserta lainnya adalah Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Universitas Hasanuddin Makassar. Dengan dipertandingkannya badminton sebagai salah satu cabang olahraga di Campus League, kata dia, akan memberikan angin segar dan semangat baru bagi kompetisi badminton Indonesia, khususnya di tingkat perguruan tinggi. “Ini baru pertama kali diadakan di Jawa Tengah. Kami berharap ajang ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih kuat antara PBSI dengan universitas,” katanya. Ia berharap program pembinaan bulutangkis di tingkat universitas dapat lebih ditingkatkan dengan adanya Campus League tersebut. Campus League Badminton Regional Semarang juga melakukan inovasi dengan menerapkan sistem skor terbaru dari Badminton World Federation (BWF). Kategori perseorangan, pertandingan dimainkan dengan format best of three games hingga 15 poin (15×3), sedangkan kategori beregu menggunakan format best of three sets dengan sistem relay point dan target 55 poin kumulatif, sesuai regulasi terbaru BWF. “Sistem ini menuntut pemain untuk langsung tampil dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan, tanpa banyak ruang supaya bisa membaca permainan lawan seperti di format poin sebelumnya,” katanya. Pada Jumat ini, Campus League Badminton Regional Semarang memainkan pertandingan perebutan peringkat tiga kategori perorangan, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan 3 vs 3.

Pontianak IC 2026 Siap Hadirkan Persaingan Sengit

Konferensi Pers Polytron Pontianak Internatonal Challenge 2026

Kota Pontanak bersiap menjadi tuan rumah ajang bulutangkis internasional. Polytron Pontianak Internatonal Challenge 2026 sudah mulai berlanagsung hari ini, Selasa (25/8) di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat. Kejuaraan ini merupakan kolaborasi antara Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat, serta mendapat dukungan penuh dari Polytron sebagai sponsor utama. Turnamen ini merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federa6on (BWF) dengan kategori Interna6onal Challenge dan menyediakan total hadiah sebesar US$20.000. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan bahwa turnamen ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sekaligus wujud komitmen untuk menghadirkan kompetisi internasional di daerah. “Kami merasa bangga dan bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis internasional yang masuk dalam kalender BWF. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengumpulkan poin peringkat dunia, tetapi juga kami harapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan lahirnya talenta-talenta baru yang kelak mampu bersinar di panggung bulutangkis dunia. Di sisi lain, kami berharap penyelenggaraan turnamen ini memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan olahraga, pariwisata, dan perekonomian daerah, sekaligus memperkenalkan kota Pontianak,” ujar Yuni Persaingan Polytron Pontanak Internatonal Challenge 2026 dipastikan berlangsung menarik dengan kehadiran peserta dari 17 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta dari negara lain adalah Chinese Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru,Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Portugal. Dari data peserta, Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak, disusul India, Chinese Taipei, Malaysia, Thailand dan Singapura. Kehadiran pemain dari berbagai negara diharapkan menghadirkan persaingan kompe66f sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para atlet Indonesia. Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso, S.H., mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional ini juga menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga bertaraf internasional. “Penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 dan POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kejuaraan bulutangkis bertaraf internasional. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada dunia. Kami berharap kedua turnamen ini dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses, sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan bulutangkis serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan dalam mewujudkan penyelenggaraan dua ajang internasional ini,” kata Joko Persaingan juga semakin menarik dengan tampilnya sejumlah wakil andalan Indonesia. Mereka akan memanfaatkan turnamen ini untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin ranking BWF. Di sektor tunggal putra, Indonesia akan menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Chris6an Adinata, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Sementara itu di sektor tunggal putri, Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri. Pada sektor ganda putra, Indonesia akan diperkuat pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo dan sektor ganda putri diwakili Si6 Sarah Azzahra/Velisha Chris6na, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari, Halifia Usni Pra6wi/Selsi Josika. Sementara itu, pada sektor ganda campuran, Indonesia akan menurunkan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, serta Verrell Yus6n Mulia/Bernadine Anindiya Wardana. Kehadiran para wakil Indonesia tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Pon6anak. Penonton 6dak hanya dapat menyaksikan persaingan pemain dari berbagai negara, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada para wakil Indonesia yang tampil di hadapan publik tuan rumah. Bagi PP PBSI, penyelenggaraan turnamen internasional di Pon6anak menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas kompe6si berkualitas ke berbagai daerah sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional. Kehadiran para pemain dari berbagai negara juga diharapkan dapat memberikan atmosfer kompe6si internasional bagi masyarakat Kalimantan Barat, sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di daerah untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di 6ngkat nasional maupun internasional. Dukungan Polytron sebagai sponsor utama menjadi bagian penting dalam menghadirkan turnamen ini. Keterlibatan Polytron merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional, khususnya bulutangkis yang telah menjadi salah satu sumber kebanggaan Indonesia di panggung dunia. Kenny Meigar, Public Relations Manager Polytron menegaskan komitmen Polytron untuk terus mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya bulutangkis, sekaligus memberikan ruang bagi para atlet Indonesia untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di panggung internasional. “Dukungan kami terhadap Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional, khususnya bulutangkis yang telah menjadi salah satu sumber kebanggaan Indonesia di panggung dunia. Kami berharap kehadiran Polytron dapat memberikan dukungan positif bagi para atlet sekaligus memperkuat semangat kebersamaan untuk terus melangkah dan menciptakan kebanggaan bagi Indonesia. Karena kebanggaan tidak hanya lahir dari podium, tetapi juga dari setiap langkah dan perjuangan untuk terus memberikan yang terbaik bagi negeri,” ujar Kenny. Selain menghadirkan pertandingan berkualitas, masyarakat Pon6anak dan sekitarnya juga dapat menyaksikan langsung aksi para pebulutangkis internasional dengan harga 6ket yang terjangkau. Tiket Polytron Pon6anak Interna6onal Challenge 2026 dibanderol dengan harga yang sama dari babak awal hingga babak final dengan harga Rp20.000, dan se6ap pembelian 6ket akan mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli melalui tiket.com dan juga pembelian langsung di Tiket Box GOR Terpadu A Yani yang akan dibuka 120 menit (2 jam) sebelum pertandingan dimulai. Dengan harga tiket yang ekonomis, penyelenggara berharap antusiasme penonton untuk hadir langsung di GOR Terpadu Ahmad Yani semakin tinggi. Dukungan penonton dari tribun diharapkan turut menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat Pontianak dalam menyaksikan pertandingan bulutangkis internasional secara langsung. Sementara itu, untuk para pecinta bulutangkis yang tidak dapat hadir untuk menyaksikan langsung pertandingan bulutangkis di GOR Terpadu Ahmad Yani tetap dapat mengikuti keseruan Polytron Pontianak International Challenge 2026 melalui siaran langsung di iNews TV yang akan ditayangkan pada hari Sabtu, 29 Agustus (semifinal) dan Minggu, 30 Agustus (final mulai pukul 13.00 WIB.

AQUA Dukung Pembinaan Atlet Muda Bulu Tangkis

AQUA Cup Badminton Solo 2026

Sebanyak 219 atlet bulutangkis unjuk gigi dalam ajang AQUA Cup Badminton Solo 2026 yang berlangsung di Atrium The Park Mall Solo pada 22-26 Agustus 2026. Turnamen ini digelar sebagai langkah mendukung pembinaan atlet muda melalui paduan olahraga, teknologi, dan gaya hidup, seperti dilansir dari Detik Sport. Ajang kompetisi kelompok usia ini menghadirkan atmosfer berbeda karena ditempatkan di dalam pusat perbelanjaan. Langkah tersebut diambil agar masyarakat umum yang sedang berbelanja atau berkunjung bersama keluarga dapat ikut menyaksikan pertandingan secara langsung. Secara keseluruhan, turnamen mempertandingkan tujuh nomor kompetisi yang mencakup kategori anak-anak hingga ganda putra dewasa. Kelompok usia yang berlaga terdiri dari Tunggal Putri Anak (2014-2016), Tunggal Putra Anak Usia Utama (2014), Tunggal Putra Anak Usia Madya (2015), Tunggal Putra Anak Usia Dini Utama (2016), Tunggal Putra Anak Usia Dini Madya (2017), Tunggal Putra Pra Usia Dini, dan Ganda Putra Dewasa. Head of Marketing AQUA Elektronik, Yazid, menegaskan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan konsep baru dalam kejuaraan ini. “AQUA Cup Badminton Solo 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai turnamen, tetapi sebagai pengalaman yang mempertemukan olahraga, komunitas, dan gaya hidup,” kata Head of Marketing AQUA Elektronik, Yazid. Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi mal bertujuan mendekatkan inovasi produk kepada masyarakat di tengah persaingan olahraga. “Kami ingin peserta maupun pengunjung dapat menikmati atmosfer kompetisi sekaligus mengenal lebih dekat inovasi AQUA Elektronik yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan pengalaman yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” sambung Yazid. Yazid menilai kompetisi ini menjadi sarana positif dalam mematangkan mentalitas para pemain muda. “Kami percaya olahraga memiliki kekuatan untuk membentuk karakter sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Melalui AQUA Cup Badminton Solo 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman kompetisi yang positif, sehingga para peserta dapat belajar menikmati proses, membangun kepercayaan diri, dan terus mengembangkan potensi mereka di dunia olahraga,” ujar Yazid. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Basri Yusuf, Ketua Pengkot PBSI Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Ketua Umum PMS Sumartono Hadinoto, serta jajaran manajemen Haier dan AQUA Elektronik. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha lokal yang melihat potensi besar dari antusiasme masyarakat Surakarta terhadap cabang olahraga ini. “Bulu tangkis memiliki basis komunitas yang kuat di Solo dan sekitarnya, sehingga kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk membangun interaksi positif dengan konsumen sekaligus memperkuat kehadiran AQUA Elektronik di tengah masyarakat Solo,” kata Owner Candi Elektronik, Ardian Ayat Santiko.

Pati Tuan Rumah Sirnas Tenis Junior, 100 Atlet Muda se-Indonesia Bertanding

Sirkuit Nasional Tenis Junior

Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional Tenis Junior atau SIRNAS 2026. Ajang bergengsi tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (24/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026). Direktur PT Eka Dharma Sukses, Rusdianto Eko Saputra, mengatakan turnamen ini diikuti sekitar 100 atlet junior dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini untuk kelompok umur 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun. Pesertanya campuran dari seluruh Indonesia karena ini kelasnya nasional,” ujar Rusdianto. Rusdianto menyebut peserta datang dari berbagai kota. Mulai dari Surabaya, Sukoharjo, Semarang, hingga Sumatera. “Total peserta keseluruhan sekitar 100 orang. Yang paling banyak ada di kelompok umur 10, 12, dan 14,” jelasnya. Dalam kompetisi ini, setiap kelompok umur akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Para juara berhak atas piagam dan medali. “Tidak ada uang pembinaan, karena ini untuk junior. Jadi hadiahnya piagam dan medali,” katanya. Pembukaan turnamen ini turut ditinjau langsung Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Ia mengapresiasi PT Eka Dharma Sukses yang memilih Pati sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi berskala nasional. “Tentunya ini pertandingan yang luar biasa diadakan di Kabupaten Pati. Terima kasih kepada PT Eka Dharma Sukses sudah menyelenggarakan turnamen tenis junior,” kata Chandra. Rusdianto berharap SIRNAS bisa menjadi wadah pencarian bibit atlet tenis junior, khususnya dari Kabupaten Pati. “Harapan saya, memang saya asli Pati. Saya ingin mencari bibit-bibit atlet tenis junior yang dari Pati,” ujarnya. Ia juga berharap event nasional ini dapat kembali digelar di Pati pada tahun-tahun mendatang. “Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kita bisa menggelar lagi seperti ini di Pati,” tegasnya. Dengan keikutsertaan ratusan petenis muda dari berbagai wilayah, SIRNAS 2026 di Pati diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pengalaman bertanding bagi atlet-atlet junior.

Janice Tjen ke 16 besar Monterrey Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan petenis Ukraina Dayana Yastremska dalam pertandingan tiga set, Selasa WIB. Dikutip dari WTA, bertanding di lapangan keras Monterrey, Meksiko, Janice yang menempati unggulan ketujuh mengalahkan Yastremska dengan skor 2-6, 6-3, 7-6(5) pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung selama dua jam 17 menit. Mengawali pertandingan, Janice harus kehilangan set pertama setelah Yastremska tampil agresif dan dua kali mematahkan servisnya. Petenis Ukraina itu kemudian mengamankan keunggulan untuk menutup set pertama 6-2. Janice bangkit pada set kedua. Setelah keduanya saling mempertahankan servis pada awal set, Janice berhasil merebut servis Yastremska pada gim ketujuh untuk berbalik unggul 4-3. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu kembali mendapatkan break pada gim kedelapan sebelum memastikan set kedua dengan skor 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Persaingan berlangsung ketat pada set ketiga. Janice sempat tertinggal 0-2 setelah kehilangan servis pada gim kedua, tetapi mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Keduanya kemudian saling mematahkan servis hingga kedudukan kembali imbang 5-5. Janice dan Yastremska sama-sama mampu mempertahankan servis berikutnya sehingga set ketiga harus ditentukan melalui tie-break setelah skor 6-6. Dalam tie-break, Janice mampu menjaga ketenangan pada momen krusial. Setelah skor sempat berimbang 5-5, Janice merebut dua poin berikutnya untuk mengamankan kemenangan 7-6(5).   Berdasarkan statistik pertandingan, Janice mencatat 12 ace berbanding empat milik Yastremska. Ia juga memenangi 52,1 persen total poin atau 98 dari 188 poin, sementara Yastremska mengumpulkan 90 poin. Janice juga lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan break dengan mengonversi empat dari delapan peluang, sementara Yastremska memanfaatkan lima dari 10 peluang break. Kemenangan tersebut menjadi hasil positif bagi Janice setelah memastikan tiket perempat final nomor ganda bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Janice/Piter sebelumnya menundukkan unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set 6-2, 6-7(5), 10-7. Pada babak 16 besar sektor tunggal, Janice akan menghadapi petenis Ukraina lainnya Yuliia Stardubtseva, yang mengalahkan petenis Austria Lili Tagger dengan dua set langsung. Sementara di sektor ganda, Janice/Piter akan menghadapi pasangan Australia-China Maya Joint/Xu Yifan pada perempat final yang dijadwalkan esok hari, Rabu (26/8).

Rifqi Fitriadi juarai ITF M15 Maanshan

Muhammad Rifqi Fitriadi

Petenis putra Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjuarai turnamen ITF M15 Maanshan di China setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Kokoro Isomura dengan skor 7-5, 6-3 pada partai final, Minggu. Kemenangan tersebut mengantarkan Rifqi meraih gelar tunggal ketiganya sepanjang tahun ini, sekaligus memperpanjang tren positifnya dalam rangkaian turnamen tenis di China. “Ya pasti menguras fisik, menguras pikiran, tapi tetap keep positif terus aja,” kata Rifqi kepada ANTARA melalui pesan instan, Minggu, ketika menceritakan perjuangannya melewati rangkaian pertandingan panjang pada pekan pertama ajang ITF M115 Maanshan. Rifqi mengatakan sejak pertandingan pertama dirinya sudah harus menjalani laga tiga set. Tantangan fisik berlanjut pada babak-babak berikutnya, termasuk perempat final yang berlangsung lebih dari dua setengah jam, sebelum akhirnya dia mencapai semifinal dan final. Gelar di Maanshan menjadi lanjutan dari kebangkitan Rifqi di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, petenis berusia 27 tahun itu mengakhiri penantian hampir tiga tahun untuk kembali menjuarai turnamen tunggal ITF dengan memenangi seri kedua ITF M15 Wunning. Momentum tersebut kemudian berlanjut ketika Rifqi kembali menjadi juara tunggal pada seri berikutnya di Wunning. Keberhasilan itu sekaligus menjadi gelar tunggal keduanya pada rangkaian turnamen tersebut dan memberinya kepercayaan diri untuk terus menjaga konsistensi di musim ini. “Pengalaman di Wunning sangat penting sekali karena memang momen-momen seperti ini yang kita cari sebagai pemain tenis. Jadi biar kita bisa terus keep going di season ini,” ujar Rifqi. Menurut dia, rangkaian pertandingan di China juga penting sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain menjaga ritme pertandingan, Rifqi mengatakan pengalaman menghadapi laga panjang membantu dirinya mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Janice ke perempat final ganda Monterrey Open usai kalahkan unggulan

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Polandia, Katarzyna Piter melaju ke perempat final WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan ganda unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set. Bertanding pada babak 16 besar yang berlangsung di lapangan keras Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Senin WIB, Janice/Piter menaklukkan Zhang/Jiang dengan 6-2, 6-7(5), 10-7, demikian WTA. Janice/Piter tampil dominan pada set pertama dengan merebut dua kali servis lawan untuk unggul 3-0. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set dengan skor 6-2. Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua pasangan saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6 dan memaksa tie-break. Zhang/Jiang mampu memanfaatkan tie-break untuk merebut set kedua 7-6(5), sehingga pertandingan harus ditentukan melalui match tie-break. Pada set penentuan, Janice/Piter sempat tertinggal 1-3 sebelum bangkit dan menyamakan kedudukan 3-3. Persaingan kembali ketat hingga kedudukan 7-7, tetapi pasangan Indonesia-Polandia itu mampu merebut tiga poin berikutnya untuk memastikan kemenangan 10-7. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice/Piter memenangi 78 poin berbanding 61 poin milik Zhang/Jiang. Mereka juga mencatat 28 poin dari pengembalian servis, sementara lawan hanya mengumpulkan 15 poin. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi hasil positif bagi Janice/Piter setelah pada babak pertama Cincinnati Open 2026 mereka dikalahkan Zhang/Jiang dalam pertandingan tiga set. Janice kini melanjutkan perjalanannya di Monterrey dengan Piter dan berpeluang menjaga asa menuju final bersama kompatriotnya, Aldila Sutjiadi, yang tampil bersama Liu Kichenok di turnamen tersebut. Janice dan Aldila berada di jalur undian berbeda sehingga berpeluang menciptakan All Indonesian final apabila kedua pasangan mampu terus melaju hingga partai puncak. Selain ganda, Janice juga turun di sektor tunggal. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu menempati unggulan ketujuh, dan akan berhadapan dengan petenis Ukraina Dayana Yastremska pada babak pertama yang dijadwalkan esok hari, Selasa (25/8).