Ratusan Atlet Ikuti Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 di lapangan tenis outdoor PT Semen Padang, Kamis (18/6/2026). Pembukaan kejurnas yang diikuti 235 atlet dari berbagai daerah di Indonesia itu ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir dalam pembukaan kejurnas tersebut mantan atlet tenis nasional sekaligus pendiri Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Irawati Moerid, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang Idris, serta pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Sumatera Barat dan PELTI Kota Padang. Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para atlet tenis junior, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, kerja keras, dan sportivitas yang menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. “Kami percaya olahraga mampu membentuk karakter, disiplin, mental juang, kerja keras, serta sportivitas yang menjadi bekal penting bagi masa depan,” kata Pri Gustari. Ia menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menunjukkan tenis Indonesia memiliki potensi masa depan yang sangat menjanjikan. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas persahabatan, membangun mental juara, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi terbaik. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi karakter dan semangat juang adalah nilai yang akan selalu melekat dalam diri kalian. Kami berharap kejurnas ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama daerah dan Indonesia hingga ke tingkat internasional,” ujarnya. Peserta Terbanyak Sejak Digelar Ketua Panitia Kejuaraan Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup 2026 Arfan Asmara Putra mengatakan bahwa kejurnas ini merupakan bagian dari rangkaian Semen Padang Tennis Series 2026 dan menjadi kejurnas ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Namun, kerja sama dengan IMTC merupakan yang pertama kali dilaksanakan. “Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut,” katanya. Arfan menyampaikan bahwa kejurnas kali ini mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan kejurnas tenis junior yang digelar PT Semen Padang. Sebanyak 235 atlet yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari 60 daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. “Peserta dengan jarak perjalanan terjauh tercatat berasal dari Kalimantan Timur. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC–Semen Padang Cup semakin mendapat tempat di kalangan atlet, pelatih, klub, dan orang tua atlet tenis junior. Bahkan, kejurnas ini juga diikuti sejumlah atlet yang masuk peringkat tiga besar nasional,” ujarnya. Kejurnas junior ini, lanjut Arfan, diikuti kelompok umur (KU) 8–18 tahun yang terdiri atas tunggal Red Ball KU-8 tahun, Orange Ball KU-10 tahun, serta kategori TDP tunggal dan ganda putra-putri untuk KU-10, KU-12, KU-14, KU-16, dan KU-18 tahun. Ia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik dan tetap menjaga sportivitas selama pertandingan. Selain itu, ia mengingatkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya agar tidak memberikan tekanan berlebihan terkait hasil pertandingan. “Jangan membebani anak-anak dengan hasil. Ikuti prosesnya dengan baik, karena terkadang ada atlet yang merasa terbebani akibat ambisi orang tua yang terlalu besar,” katanya. Sementara itu, Direktur IMTC, Irawati Moerid mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet tenis junior melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas pertandingan yang tersedia sangat baik dan dapat meningkatkan semangat para atlet untuk terus berlatih dan meraih prestasi. “Selama ini, lapangan yang bagus untuk membangkitkan tenis di wilayah Sumatera antara lain terdapat di Jakabaring, tempat saya telah menyelenggarakan 14 seri, serta di Aceh pada tahun lalu. Ternyata, PT Semen Padang juga memiliki lapangan yang sangat bagus. Ini sangat luar biasa. Terima kasih PT Semen Padang yang telah mendukung kejurnas ini,” katanya. Perempuan yang akrab disapa Tante Ira itu juga optimistis ke depan prestasi atlet tenis junior di Sumatera Barat akan terus berkembang. Selain memiliki fasilitas yang memadai seperti di PT Semen Padang, sejumlah atlet asal Sumatera juga telah membuktikan kemampuannya dengan menembus tingkat nasional. “Menurut saya, keberadaan fasilitas tenis di PT Semen Padang ini dapat menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pembinaan atlet-atlet muda di Sumatera Barat dan daerah sekitarnya agar terus berkembang dan meraih prestasi,” pungkas peraih dua medali emas dan satu medali perak pada SEA Games 1991 tersebut.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Eastbourne Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama Eastbourne Open 2026 setelah berjuang lebih dari tiga jam pada laga pembukanya di Eastbourne, Inggris, Selasa. Janice, yang menempati unggulan keenam ajang WTA 250 lapangan rumput itu harus tunduk di tangan Caty McNally setelah melalui rubber set 5-7, 7-6(5), 3-6, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama ketika kedua petenis yang sama-sama berumur 24 tahun itu berebut memenangi gim untuk kedudukan 3-3. Janice dengan kekuatan servisnya yang mencatat satu ace tidak cukup untuk menghadang McNally yang unggul dengan catatan 73,5 persen untuk memasukkan servis pertamanya, dan berhasil memenangi 88 persen poin servis pertamanya. Janice menyamakan kedudukan 5-5, namun McNally kemudian memenangi dua gim setelahnya untuk merebut set pertama. McNally unggul pada set kedua saat Janice kehilangan servisnya. Namun, dengan cepat petenis kelahiran Jakarta itu bangkit menyamakan kedudukan dan menjaga selisih angka agar tidak terpaut jauh. Janice memaksa McNally untuk memainkan tie-break yang berlangsung ketat. Pada kedudukan imbang 5-5, ia kemudian memenangi dua poin untuk membawa pertandingan ke set penentu. Dominasi McNally terasa di set ketiga meski secara statistik Janice unggul dari segi persentase servis pertama dan lebih sedikit melakukan kesalahan ganda. Ketika Janice mencoba mengejar ketertinggalan 3-4, McNally dengan kuat memenangi dua gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah tiga jam 10 menit. Dengan hasil tersebut Janice belum bisa memecah kebuntuan kekalahan laga pembuka setelah terhenti pada babak pertama dua pekan beruntun, yakni pada Libema Open dan Nottingham Open pekan lalu. Meski begitu, Janice masih akan tampil di sektor ganda di Eastbourne bersama petenis Hong Kong Eudice Chong yang akan berhadapan dengan unggulan kedua Jasmine Paolini/Sara Errani.

Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir pada semifinal ganda turnamen bergengsi WTA 250 lapangan rumput Nottingham Open 2026. Aldila/Janice menelan kekalahan dari pasangan berkebangsaan Britania Raya Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 1-2 (6-4, 4-6, 6-10), demikian catatan Nottingham Open. Bermain di Lexus Nottingham Tennis Centre, Janice/Aldila sempat unggul dengan skor 4-0 di set pertama, meski Dart/Lumsden dapat memberikan perlawanan. Pada set pertama, akhirnya Aldila/Janice berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4 dan membuat mereka menatap set kedua dengan modal positif. Memasuki set kedua, Aldila/Janice tampil seolah kehilangan arah dan dapat dimanfaatkan Dart/Lumsden yang mendapatkan keunggulan terlebih dahulu. Selanjutnya Dart/Lumsden dapat mengunci kemenangan pada set kedua dan mengalahkan Aldila/Janice dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Aldlia/Janice berhasil mencetak angka terlebih dahulu, akan tetapi Dart/Lumsden tinggal diam dan terjadi kejar-kerjaran skor. Pertandingan berlangsung sengit, bahkan kedudukan sempat sama kuat 6-6, akan tetapi pada akhirnya Aldila/Janice harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden dengan skor 6-10. Pada babak perempat final Nottingham Open 2026, sebelumnya Aldila/Janice berhasil menyingkirkan ganda putri Ceko Miriam Skoch/Jesika Maleckova.

Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026 setelah kalah dari petenis Jerman Tatjana Maria di Nottingham, Inggris, Senin. Janice yang menempati unggulan kesembilan dalam ajang WTA 250 lapangan rumput itu tak mampu menghalau penampilan kuat Maria sehingga terpaksa menyerah 3-6, 2-6, dalam satu jam dua menit. Statistik WTA menunjukkan bahwa Maria tampil impresif dengan mencatatkan tujuh ace pada set pertama. Petenis peringkat 52 WTA itu memasukkan 87,5 persen servis pertamanya dan memenangi 85,7 persen servis pertama. Janice mencoba mengganggu ritme petenis berusia 38 tahun itu pada set kedua, dengan memenangi 71 persen poin servis pertama. Namun, Maria terlampau kuat bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu. Maria mencatatkan tiga ace, unggul dari segi pengembalian bola, dan mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk memenangi pertandingan. Hasil tersebut membuat Janice kembali harus terhenti pada babak pertama. Petenis No.40 dunia itu belum dapat memecah dengan kekalahan pada babak pembuka. Setelah menutup musim lapangan tanah liat di Roland Garros dengan terhenti pada babak pertama, Janice sempat melaju hingga babak kedua di Birmingham Classic. Namun, ia kembali harus pulang lebih awal ketika kandas pada babak pembuka Libema Open. Meski begitu, Janice masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa bertahan lebih lama di Nottingham. Ia akan bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila sebelumnya juga harus menelan kekalahan pahit di WTA 250 ‘s-Hertogenbosch, setelah dipaksa menyerah 1-6, 6-4, 8-10 pada babak pertama dari Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Di Nottingham, Janice/Aldila, yang menempati unggulan ketiga, akan memulai perjuangan mereka dengan bertemu pasangan Amerika-Ceko Ann Li/Tereza Valentova esok hari, Selasa (16/6).

Jaya Raya juara umum turnamen spesialis ganda Candra Wijaya

Gerardo Rizqullah Hafidz & Jonathan Farrell Gosal

Klub Jaya Raya Jakarta keluar sebagai juara umum Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya setelah mengoleksi enam gelar juara pada turnamen spesialis ganda yang berakhir di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu. Pada ajang yang berlangsung di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre, 10-13 Juni, Jaya Raya unggul atas Djarum Kudus yang meraih empat gelar, sedangkan satu gelar lainnya menjadi milik Taqi Arena Badminton Academy. “Kemenangan adalah awal untuk mempertahankan prestasi dan awal untuk menorehkan prestasi di masa depan,” kata Legenda bulu tangkis Indonesia Candra Wijaya dalam keterangan tertulisanya, Sabtu. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu mengatakan turnamen yang memasuki edisi ke-14 tersebut digelar sebagai sarana latih tanding sekaligus penjaringan pemain muda di sektor ganda. Menurut Candra, nomor ganda selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di panggung dunia sehingga proses regenerasi harus terus berjalan melalui kompetisi yang berkelanjutan. “Semua ini saya lakukan agar regenerasi di nomor ganda tetap berjalan demi menjadikan bulutangkis Indonesia kembali disegani di seluruh dunia. Semoga tahun depan turnamen ini terus digelar dengan dukungan dari banyak pihak termasuk klub-klub yang ada di Indonesia,” ujar Candra. Mantan pebulu tangkis spesialis ganda putri Indonesia Rosiana Tendean mengatakan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships menjadi salah satu tolok ukur pembinaan sektor ganda nasional. “Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan untuk nomor ganda. Dari sini kita bisa melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan,” kata Rosiana. Rosiana mengatakan kejuaraan yang mempertandingkan ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran itu memberi kesempatan kepada atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan melawan pemain dari berbagai klub. Ia optimistis sejumlah pemain yang tampil pada turnamen tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan ganda Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. “Saya optimistis lima tahun ke depan akan ada pemain ganda Indonesia yang pernah turun di turnamen ini dan kemudian menjadi andalan di level yang lebih tinggi,” ujar Rosiana. Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok pemula, remaja, taruna, serta kategori dewasa.

Aldila/Janice kandas pada babak pertama Libema Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda tenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir dari turnamen lapangan rumput WTA 250 Libema Open 2026 setelah kalah pada babak pertama di’s-Hertogenbosch, Belanda, Rabu. Aldila/Janice, yang menempati unggulan kedua dalam ajang tersebut, terpaksa menyerah setelah melalui super tie-break di tangan pasangan asal Belanda-Inggris Isabelle Haverlag/Maia Lumsden dengan 1-6, 6-4, 8-10, demikian WTA. Dominasi Haverlag/Lumsden terlihat pada set pertama yang berjalan berat sebelah. Berbekal servis kuat dengan mencatat dua ace, pasangan non-unggulan itu memenangi 90,9 persen poin servis pertama. Meski Aldila/Janice berhasil memasukkan 78,3 persen servis pertama mereka, namun hal itu tidak mampu menahan Haverlag/Lumsden yang melaju memenangi tiga gim beruntun dari keunggulan 3-1 untuk mengambil alih set pertama. Aldila/Janice berusaha bangkit pada set kedua yang berjalan ketat di awal. Ganda putri Merah Putih itu berhasil merusak ritme permainan lawan ketika memenangi gim ketujuh untuk unggul 4-3. Statistik WTA menunjukkan Aldila/Janice memenangi 77,3 persen servis pertama mereka, dan unggul dari akurasi pengembalian bola untuk membawa pertandingan ke set penentu. Super tie-break berjalan sengit saat papan skor menunjukkan 5-5. Aldila/Janice kemudian memenangi tiga poin, namun kejutan terjadi setelah itu. Haverlag/Lumsden bangkit mengejar ketertinggalan, memenangi poin demi-poin untuk menyamakan kedudukan, hingga akhirnya lebih dulu mengantongi 10 poin untuk meraih kemenangan setelah satu jam 10 menit. Kekalahan tersebut membuat Janice harus meninggalkan ‘s-Hertogenbosch lebih awal setelah juga mengalami kekalahan babak pertama di sektor tunggal saat menghadapi petenis Belgia Greet Minnen, Selasa (9/10).

Janice Tjen terhenti pada babak pertama Libema Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen tersingkir dari Libema Open 2026 setelah dikalahkan petenis Belgia Greet Minnen pada babak pertama di ‘s-Hertogenbosch, Belanda, Selasa (9/6). Unggulan ketujuh pada ajang WTA 250 tersebut tak mampu menghalau petenis kualifikasi Minnen dengan 6-7(7), 1-6, demikian catatan hasil pertandingan dari WTA. Set pertama berlangsung sengit. Janice unggul tipis dari segi perolehan poin untuk servis pertama dengan 68 persen, berbanding 67,6 persen. Petenis kelahiran Jakarta itu juga mencatat satu ace, namun servis kerasnya mendapat saingan kuat dari Minnen yang berhasil memasukkan 80,4 persen servis pertama — sementara Janice hanya 54,3 persen. Dominasi Minnen membawa set pertama ke tie-break. Petenis peringkat 202 WTA itu kemudian memenangi tujuh dari 11 poin untuk memimpin pertandingan. Minnen menjaga momentumnya hingga set kedua dengan unggul satu ace dari Janice. Petenis No.40 dunia itu mencoba memberi perlawanan melalui kekuatan servisnya dengan memasukkan 60,7 persen servis pertama. Namun, Minnen terus mendominasi pertandingan dengan keberhasilan memenangi 90 persen poin servis pertama. Ia juga unggul dari segi poin servis kedua dan poin pengembalian bola. Minnen kemudian menyudahi perlawanan Janice setelah satu jam 47 menit untuk memenangi pertandingan. Bagi Janice, Libema Open 2026 merupakan turnamen lapangan rumput kedua musim ini. Petenis berusia 24 tahun itu masih berjuang mendapatkan performa terbaiknya di sektor tunggal. Pada turnamen sebelumnya, Janice kandas pada babak kedua Birmingham Open 2026. Namun, ia berhasil meraih gelar ajang WTA 125 tersebut di sektor ganda bersama petenis Australia, Talia Gibson.

Candra Wijaya Menyiapkan Penerus Juara Ganda Lewat Kejuaraan

Candra Wijaya

Komitmen legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya dalam membangun kekuatan sektor ganda nasional kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan 14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships (YSDSC) 2026. Kejuaraan khusus nomor ganda tersebut, 10-13 Juni 2026, di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Memasuki tahun ke-14 penyelenggaraan, kejuaraan ini terus menjadi salah satu ajang pembinaan paling konsisten bagi pemain spesialis ganda di Indonesia. Sekitar 500 pasangan akan bersaing dalam 11 nomor pertandingan yang meliputi ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, kelompok usia U-15, U-17, dan U-19, serta nomor dewasa ganda putra dan ganda campuran. Tidak hanya diikuti atlet dalam negeri, kejuaraan ini juga menarik peserta dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Slovakia, Ukraina, dan Australia, ikut meramaikan persaingan. Kehadiran pemain internasional diharapkan semakin meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda Indonesia. Bagi Candra, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga tradisi prestasi bulu tangkis Indonesia, khususnya di sektor ganda yang selama ini menjadi salah satu andalan “Merah Putih” di level dunia. “Saya menggelar ajang ini dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan nomor ganda. Selain itu juga untuk ikut membantu PP PBSI dengan melakukan pembinaan. Lewat kejuaraan ini, saya memberikan kesempatan kepada bibit-bibit pemain berbakat di kelompok ganda untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan, serta menambah jam terbang pengalaman,” ujarnya, melalui siaran pers pihak penyelenggara YSDSC 2026. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan itu menilai, keberlangsungan turnamen selama lebih dari satu dekade tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor yang memiliki visi sama dalam pengembangan bulu tangkis nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi penerus yang mampu mempertahankan kejayaan Indonesia di sektor ganda. Candra menegaskan, sejarah telah menunjukkan betapa dominannya Indonesia di nomor ganda. Dari era ke era, Indonesia selalu melahirkan pasangan-pasangan berkualitas yang mampu bersaing dan meraih prestasi di panggung internasional. “Melalui kejuaraan ini saya ingin ikut memberikan sumbangsih demi menjaga supremasi bulu tangkis sektor ganda Indonesia. Sejarah telah membuktikan bahwa sektor ganda adalah permainan yang atraktif dan menarik, sehingga banyak diminati. Terbukti pula dari dulu hingga kini Indonesia selalu memiliki ganda-ganda andal dan melegenda,” tegasnya. Lebih lanjut Candra mengingatkan, kesuksesan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat. Faktor disiplin, kerja keras, serta kesempatan bertanding secara berkelanjutan menjadi elemen penting dalam proses pembentukan juara. YSDSC 2026 diharapkan dapat menjadi panggung lahirnya talenta-talenta baru yang kelak memperkuat Indonesia di berbagai turnamen internasional, termasuk Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade. Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran para insan bulu tangkis dalam proses pembinaan atlet, tahun ini penyelenggara juga akan memberikan “Penghargaan Ganda Legenda Terbaik” versi DYSCWIBC. Penghargaan tersebut ditujukan kepada insan bulu tangkis yang dinilai berhasil melahirkan dan membina pemain-pemain ganda terbaik Tanah Air. Melalui kombinasi kompetisi berkualitas dan penghargaan bagi insan pembinaan, YSDSC 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi emas bulu tangkis ganda Indonesia di masa depan.

Janice Tjen juara ganda Birmingham Classic 2026

Janice Tjen dan Talia Gibson Usai Juara Birmingham Classic 2026

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Australia, Talia Gibson berhasil menjuarai ganda Birmingham Classic 2026 seusai membungkam tuan rumah pada babak final, Jumat. Janice/Gibson, yang menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, tampil kuat dalam mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dengan straight set 6-4, 6-3, demikian WTA. Pada set pertama, Janice/Gibson mencoba mendikte lawan melalui servis keras mereka dengan mencatatkan dua ace. Namun, pasangan Inggris yang merupakan unggulan kedua juga memberi perlawanan kuat lewat servis mereka. Statistik WTA menunjukkan Dart/Lumsden memasukkan 70,6 persen servis pertama mereka, dan memenangi 62,5 persen servis pertama. Meski begitu, Janice/Gibson unggul dari segi pengembalian bola, mengkonversi tiga dari empat peluang break point untuk merebut set pertama. Janice/Gibson memberi tekanan lebih intens pada set kedua. Masih dengan servis kuat yang mencatat keunggulan dua ace, ganda Inggris-Australia itu memenangi 84,2 persen servis pertama mereka. Berhasil menyelamatkan 100 persen break point, Janice/Gibson akhirnya mengemas kemenangan setelah satu jam 14 menit. Gelar di Birmingham menjadi gelar ganda kelima bagi Janice dalam tur WTA yang ia mulai pada September tahun lalu. Petenis kelahiran Jakarta itu menjuarai WTA 125 Suzhou 2025 di China bersama Aldila Sutjiadi pada Oktober. Ganda putri Indonesia itu kemudian mengangkat trofi WTA 250 Chenai di India pada November 2025. Sebelumnya pada Oktober, Janice meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou di China bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Awal tahun ini, Janice juga menjuarai ganda WTA 250 Hobart 2026 di Australia bersama Piter. Berbeda dari sektor ganda, Janice masih harus berjuang di sektor tunggal. Petenis berusia 24 tahun itu kandas pada babak kedua Birmingham Classic. Janice belum mendapatkan hasil yang diinginkan selepas “Middle-east Swing” yang membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No.36 dunia.

Jonatan Christie dan Regenerasi Tunggal Putra di Polytron Indonesia Open ’26

Polytron Indonesia Open ’26 berlangsung sejak 2 sampai 7 Juni 2026 di Istora Senayan. Acara tersebut berhasil menghidupkan gairah ribuan pecinta bulutangkis Indonesia dan manca negara. Mulai dari test drive mobil listrik Polytron, apparel Victor yang sold out, panggung musik, dan berbagai macam kuis terlihat megah dan dipadati pengunjung. Apalagi pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie berhasil menembus final. Walau Jonatan Christie dikalahkan wakil Kanada Victor Lai dengan skor 19-21;8-21 ia tetap atlet kebanggaan pecinta olahraga bulutangkis Indonesia. Terbukti dengan bergemuruhnya Istora Senayan di tiap smash dan poin yang didapatkan oleh Jonatan Christie. He is still pride of our nation. Tidak dipungkiri prestasi Jonatan menginspirasi banyak pemain muda calon bintang bulutangkis Indonesia mendatang. Dalam sesi wawancara setelah pertandingan Jonatan menyebutkan bahwa dirinya sekarang menatap kejuaraan dunia dan Asian Games. Menurutnya regenerasi pemain bulutangkis tunggal putra banyak yang kualitasnya sangat baik. Sekarang Jonatan merasa perlu kerja lebih keras lagi karena negara yang dulunya tidak diperhitungkan sekarang telah menjadi kandidat juara yang baik.

ITF J30 Sukoharjo: Petenis Indonesia Kawinkan Gelar Juara

Gwen Emily Kurniawan

Petenis junior Indonesia, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Gwen Emily Kurniawan mengawinkan gelar tunggal putra dan tunggal putri pada ajang tenis internasional ITF J30 di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu. Dalam turnamen bertajuk DETEC International Junior Championship itu Rafa, yang berusia 17 tahun, menumbangkan unggulan kedua asal Amerika Serikat Brandon Duan dengan 6-4, 4-6, 6-3. “Saya sangat bersyukur bisa juara di Sukoharjo. Akhirnya setelah lima kali terhenti di semifinal, bisa juara di final pertama,” kata Rafa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta. Kemenangan itu turut menyukseskan misi revansnya dari petenis kidal, yang mengalahkannya pada final Asian Tennis Federation (ATF) Jakarta 16U, dua tahun lalu. Rafa mengaku cukup kewalahan pada final yang berlangsung selama dua setengah jam. Setelah mengambil set pertama, Rafa kecolongan di pertengahan set kedua. Meskipun unggul tiga gim, 4-1, ia mesti merelakan set kedua setelah kalah dalam lima gim beruntun. “Gim keenam, set kedua sebenarnya saya sudah leading, 40-0. Tapi, saya merasa kesulitan buat menutup gim-nya. Saya tidak tahu juga berapa kali dapat game point. Berkali-kali kena deuce sebelum diambil. Saya mikirin gim itu terus. Jadi, kalah set kedua, 4-6,” ujar Rafa. Rafa bangkit pada set penentu, dengan bermain lepas dan mengembalikan fokus. Keuletannya menuai hasil positif yang berbuah kemenangan. Senada, Gwen juga menang rubber set dalam final tunggal putri. Namun, petenis berusia 15 tahun itu tertinggal satu set lebih dahulu dari unggulan kedua asal China Xinran Yan dengan 2-6, 6-2, 6-1. “Yan sangat gesit, sangat lincah. Sangat berani mukulnya. Bolanya mepet-mepet ke pojok dan cepat. Sekalinya, aku kasih bola pendek, dia langsung nyerobot, ngambil. Sulit banget di awal-awal karena belum terbiasa,” kata Gwen. Gwen cepat belajar dari kekalahan di set pertama. Setelah bermain pasif untuk membaca kekuatan lawan, peringkat 869 dunia itu mulai keluar menyerang sejak permulaan set kedua. Alhasil, poin-poin krusial dapat ia menangi untuk memaksa digelarnya set ketiga. Kemenangan tersebut menjaga tren positif Gwen. Sepanjang 2026, ia memenangi 86 persen pertandingan level J30. Tambahan 30 poin diprediksi mengerek peringkatnya ke 720-an. “Aku sangat happy bisa meraih juara. Rasanya benar-benar memuaskan. Kerja kerasku terbayarkan,” ujar Gwen. Sementara itu, Xinran Yan dapat mengobati kekalahan dengan gelar ganda turnamen besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club). Yan, yang menggandeng petenis Hong Kong Lena Lin, mengatasi perlawanan sengit duet tuan rumah, Quirina Trea dan Kaylee Tandjung, 7-6(1), 4-6, 10-8. Sementara itu, ganda putra yang menghadirkan final antar ganda Indonesia dimenangi Komang Bagus Wahyu Purustama/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy itu mengatasi unggulan ketiga, Joseph Owen Lauw/Alfaradu Sumirat, 7-6(0), 7-6(0). Setelah menyelesaikan kejuaraan pekan pertama, turnamen tersebut berlanjut ke gelaran pekan kedua. Lebih dari lima puluh petenis mancanegara akan memulai langkah pada babak kualifikasi ajang bagi petenis sampai dengan usia 18 tahun tersebut pada Minggu (31/5).

Polytron Indonesia Open 2026 Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Kolaborasi Olahraga dan Teknologi

Polytron Indonesia Open 2026 menghadirkan inovasi teknologi, hiburan olahraga modern, serta dukungan kendaraan listrik untuk meningkatkan pengalaman penonton.

JAKARTA, 1 Juni 2026 – Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga menawarkan pengalaman hiburan olahraga yang lebih modern melalui kolaborasi antara olahraga dan teknologi. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi penonton melalui pemanfaatan teknologi baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Selain menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan, panitia juga berupaya menjadikan turnamen lebih inklusif dengan menyediakan harga tiket yang terjangkau. Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Mei 2026, penjualan tiket telah mencapai lebih dari 76 persen dari total alokasi penjualan daring melalui Tiket.com. Dukungan terhadap turnamen semakin kuat dengan keterlibatan Polytron sebagai sponsor utama. Sebagai perusahaan teknologi nasional yang telah hadir selama 50 tahun, Polytron menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan olahraga Indonesia, khususnya bulu tangkis yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa di tingkat internasional. General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan bahwa Indonesia Open merupakan momentum penting untuk mendukung prestasi atlet Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi teknologi kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penunjukan Polytron G3+ sebagai official electric vehicle car partner untuk mendukung mobilitas atlet selama turnamen berlangsung. Melalui kehadiran kendaraan listrik tersebut, Polytron ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dapat menjadi pilihan yang praktis dan relevan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, Polytron juga menghadirkan program jaminan buyback sebesar 70 persen selama tiga tahun pertama. Dukungan terhadap Indonesia Open juga datang dari HSBC Indonesia. Perusahaan menilai bulu tangkis tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan gaya hidup positif bagi generasi muda. Melalui Indonesia Open 2026, HSBC berkomitmen untuk terus memperkuat dukungannya terhadap ekosistem bulu tangkis nasional melalui berbagai program engagement bersama komunitas dan pencinta bulu tangkis. Dengan perpaduan pertandingan kelas dunia, inovasi teknologi, serta dukungan berbagai mitra strategis, Polytron Indonesia Open 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat bulu tangkis dunia.

Polytron Indonesia Open 2026 Siap Digelar, 248 Atlet Dunia Ramaikan Istora Senayan

Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026

JAKARTA, 1 Juni 2026 – Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga menawarkan pengalaman hiburan olahraga yang lebih modern melalui kolaborasi antara olahraga dan teknologi. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi penonton melalui pemanfaatan teknologi baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Selain menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan, panitia juga berupaya menjadikan turnamen lebih inklusif dengan menyediakan harga tiket yang terjangkau. Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Mei 2026, penjualan tiket telah mencapai lebih dari 76 persen dari total alokasi penjualan daring melalui Tiket.com. Dukungan terhadap turnamen semakin kuat dengan keterlibatan Polytron sebagai sponsor utama. Sebagai perusahaan teknologi nasional yang telah hadir selama 50 tahun, Polytron menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan olahraga Indonesia, khususnya bulu tangkis yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa di tingkat internasional. General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan bahwa Indonesia Open merupakan momentum penting untuk mendukung prestasi atlet Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi teknologi kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penunjukan Polytron G3+ sebagai official electric vehicle car partner untuk mendukung mobilitas atlet selama turnamen berlangsung. Melalui kehadiran kendaraan listrik tersebut, Polytron ingin menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan ramah lingkungan dapat menjadi pilihan yang praktis dan relevan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, Polytron juga menghadirkan program jaminan buyback sebesar 70 persen selama tiga tahun pertama. Dukungan terhadap Indonesia Open juga datang dari HSBC Indonesia. Perusahaan menilai bulu tangkis tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan gaya hidup positif bagi generasi muda. Melalui Indonesia Open 2026, HSBC berkomitmen untuk terus memperkuat dukungannya terhadap ekosistem bulu tangkis nasional melalui berbagai program engagement bersama komunitas dan pencinta bulu tangkis. Dengan perpaduan pertandingan kelas dunia, inovasi teknologi, serta dukungan berbagai mitra strategis, Polytron Indonesia Open 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat bulu tangkis dunia.

Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026 setelah kalah dari petenis Amerika, Emma Navarro 4-6, 3-6, Selasa. Dalam debutnya pada Grand Slam lapangan tanah liat tersebut, Janice tak mampu menghalau Navarro yang berada dalam performa terbaiknya setelah menjuarai WTA 500 Strasbourg akhir pekan lalu. Dikutip dari catatan hasil pertandingan Roland Garros, Navarro melesat dengan cepat pada set pertama saat memimpin 4-1, tetapi Janice berhasil menyamakan kedudukan 4-4. Berbekal servis kuat dengan mencatatkan lima berbanding empat ace milik Janice, Navarro kemudian menyelesaikan set pertama dengan memenangi dua gim setelahnya untuk mencuri keunggulan. Janice mencoba mendominasi pertandingan pada set kedua dengan memimpin 2-1. Petenis berusia 24 tahun itu memasukkan 58 persen servis pertama lebih banyak dari Navarro. Namun, petenis berusia 25 tahun asal Charleston itu mengambil alih permainan dengan 4-2. Ia juga mencatat keunggulan dari segi kemenangan poin servis pertama dibanding Janice, yakni 67 persen berbanding 58 persen. Peringkat 40 dunia Janice dengan gigih berjuang menghadang match point dari Navarro. Berhasil mendapatkan satu gim, petenis kelahiran Jakarta itu terpaksa menyerah pada gim berikutnya dari petenis No.25 dunia tersebut. Terhenti di sektor tunggal, Janice masih menjaga asa untuk tetap berada di Paris dengan turun di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila dijadwalkan bertemu ganda Ceko-Spanyol Marie Bouzkova/Sara Sorribes Tormo pada babak pertama, Rabu (27/5). Sebelum mengikuti French Open 2026, Aldila yang berpasangan dengan Vera Zvonareva berhasil menjadi runner up Maroko Open akhir pekan lalu. Sementara, Janice yang menjadi unggulan teratas di sektor ajang WTA 250 Rabat sayangnya kandas pada babak kedua. Meski begitu, Aldila/Janice memiliki catatan cukup baik pada musim lapangan tanah liat dengan mencapai perempat final WTA 1000 Madrid.

Hydroplus Sirnas B Kaltim 2026: PB Djarum Kembali Juara Umum

Sirkuit Nasional B Kalimantan Timur 2026

Partai final Sirkuit Nasional B Kalimantan Timur 2026 telah selesai digelar di Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Rangkaian sirnas level B ini, diikuti sebanyak 519 peserta yang bertanding sejak Senin 18 Mei lalu hingga Sabtu 23 Mei 2026. Sebanyak 11 laga final HYDROPLUS Sirnas B Kaltim 2026 digelar mulai Sabtu (23/5) pagi, dengan mempertandingkan tiga kategori usia, yakni Usia Dini, Anak, dan Pemula. Adapun nomor yang diperebutkan meliputi Usia Dini Tunggal Putra (UDPA), Usia Dini Tunggal Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), Ganda Anak Putri (GAPI), Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). PB Djarum masih menyandang status juara umum dengan raihan 4 gelar juara. Disusul PB. Jaya Raya Jakarta, Taqi Arena Badminton Academy, Jaya Raya Satria, Exist Badminton Club, Mutiara Cardinal Bandung dan Jaya Raya Havana Academy. Seri Sirnas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juli 2026. Sirnas berlevel B ini akan digelar di Medan, Sumatera Utara. Berikut hasil pertandingan final HYDROLUS Sirnas B Kaltim 2026: Lapangan 1 TAPI Xaviera Rafa Rimarcdi (Exist Badminton Club) vs. (Berliana Rahma) Taqi Arena Badminton Academy) 21-13, 21-17 TAPA Muhammad Saepul Jalaludin (Exist Badminton Club) vs. Ahmad Fauzan Ilmi (Jaya Raya Jakarta) 21-17, 17-21, 17-21 UDPA Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten) 25-23, 22-20 TPA Ghalib Ahnaf Dira (Jaya Raya Jakarta) vs. Benedictus Keefa Frandrico (Ardes Tangerang) 21-12, 21-12 GPI Alisha Artha Amara/Florence Alicia Sutanto (PB Djarum) vs. Laura Leydisya/Orizae Ganesha Jofi (PB Djarum) 15-21, 21-18, 21-13 GPA Brian Aqila Daniswara/Raysel Emerald Gracylon (PB Djarum) vs. Muhammad Rasya Adhyazka/Xavier Razqa Ramadinata (PB Djarum) 21-14, 12-21, 21-18 GAPI Ayasha Machiko Lituhayu Albasia/Xaviera Rafa Rimarcdi (Satria Surabaya/Exist Badminton Club) vs. Berliana Rahma/Rayya Aqila Qaireen (Taqi Arena Badminton Academy) 19-21, 17-21 GAPA Raihan Farid ‘Atha Mufida/Zhafran Almer Haq (Perkasa Ardana Badminton Club) vs. Ahmad Fauzan Ilmi/Muhammad Zahran Asyura (Jaya Raya Jakarta/Jaya Raya Hafana Academy) 9-21, 11-21 Lapangan 2 GPC Satria Pinandita Yudistira/Alisha Artha Amara (PB Djarum) vs. Brian Aqila Daniswara/Tiara Shaqeela Jasmine (PB Djarum) 21-13, 21-14 TPI Mikha Ribka Kasalang (PB Djarum) vs. Nafla Berly Syakira Al Habsy (PB Djarum) 8-21, 13-21 UDPI Amara Izzati Gunturputri (Jaya Raya Satria) vs. Anindita Nuur Varisha (Jaya Raya Satria) 21-18, 21-19

Janice Tjen terhenti di 16 besar Maroko Terbuka 2026

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen harus terhenti di babak 16 besar WTA Maroko Terbuka 2026 setelah kalah dari unggulan asal Kolombia, Camila Osorio di Rabat pada Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, Janice menyerah dengan skor 3-6, 6-3, dan 0-6 dalam duel berdurasi dua jam enam menit. Janice mengawali laga dengan kurang meyakinkan dan kehilangan set pertama 3-6. Osorio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point serta unggul dalam servis sehingga mampu mengontrol permainan. Namun, petenis Indonesia itu bangkit pada set kedua. Janice tampil lebih agresif dari baseline dan berhasil menyamakan kedudukan setelah merebut set dengan skor 6-3. Memasuki set penentuan, momentum kembali berpihak kepada Osorio. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan tidak memberi kesempatan kepada Janice untuk berkembang. Osorio menyapu set ketiga dengan skor telak 6-0 sekaligus memastikan tiket ke perempat final. Meski gagal melangkah lebih jauh, Janice sempat memberikan perlawanan sengit dengan merebut set kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Osorio di turnamen WTA level 250 tersebut.

Aldila/Vera bangkit untuk kunci tempat di final Maroko Open

Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, bangkit dari ketertinggalan pada semifinal Maroko Open 2026, Kamis, untuk mengunci tempat di babak akhir ajang WTA 250 Rabat tersebut. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas berhasil menyamakan kedudukan untuk mengalahkan pasangan Slovenia-Polandia Nika Radisic/Katarzyna Piter dengan 4-6, 6-2, 10-6. Menurut catatan WTA, Aldila/Vera dengan servis kuat berhasil memasukkan 71 persen servis pertama mereka. Namun, hal itu tidak cukup ketika lawan melakukan lebih sedikit kesalahan ganda, dan memimpin dari segi pengembalian bola. Pada set kedua, Aldila/Vera bangkit mendominasi permainan dengan mencatatkan 80 persen poin dari servis pertama, dan 80 persen poin dari servis kedua. Mereka juga mengonversi dua dari lima peluang break point, memenangi enam dari delapan gim untuk menyamakan kedudukan, dan memaksa Piter/Radisic untuk memainkan super tie-break. Catatan sempurna ditorehkan Aldila/Vera di set penentu dengan memasukkan 100 persen servis pertama mereka. Namun, Piter/Radisic mencoba mengimbangi dengan 75 persen poin pada servis kedua. Aldila/Vera meredam perlawanan Piter/Radisic dengan 75 persen poin pada servis pertama dan mencatatkan 75 persen pengembalian bola pada servis pertama untuk menuntaskan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 35 menit. Selanjutnya pada babak final, Aldila/Vera menanti pemenang dari laga semifinal lainnya antara unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva dan Magali Kempen/Eudice Chong.​​​​​​​ Aldila dan Khromacheva sebelumnya berpasangan dalam Qatar Open 2026 dan Dubai Tennis Championship 2026 pada Februari, namun mereka terhenti pada babak pertama dua turnamen Middle-east Swing tersebut.

Piala Wamenhan jadi ajang jaring bibit petenis junior

Kejuaraan Tenis Junior IMTC Piala Wakil Menteri Pertahanan

Kejuaraan Tenis Junior Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Piala Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan bibit petenis muda potensial dari berbagai daerah. Turnamen di Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan, Cawang, Jakarta Timur, itu diikuti oleh 250 petenis junior dari 80 daerah dengan kategori usia 8 hingga 18 tahun. “Selama ini memang ada keraguan bagi para petenis setelah melewati masa junior, ia harus memutuskan apakah melanjutkan bermain tenis atau sekolah mengingat turnamen tenis junior di dalam negeri sangat kurang,” kata Direktur IMTC, Irawati Moerid dalam keterangan tertulis, Jumat. Irawati mengatakan IMTC fokus kepada pembinaan tenis usia dini melalui kompetisi berjenjang guna meningkatkan jam terbang atlet muda dan menjaga regenerasi petenis nasional. Menurut dia, semakin banyak turnamen junior digelar maka peluang menemukan atlet potensial juga semakin besar. “Kita harapkan dari usia muda ini untuk kita cari bibit-bibit yang bagus untuk kita sekolahkan khusus nantinya untuk jadi pemain tenis yang bagus,” ujar Irawati. “Ini juga selaras dengan bela negara. Bela negara itu setiap warga negara bisa melakukannya sesuai bidang masing-masing demikian juga dengan olahraga.” Tingginya antusiasme peserta membuat panitia menambah satu lapangan pertandingan di Lapangan Tenis Bea Cukai, Rawamangun, untuk mendukung kelancaran pertandingan. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berpeluang mendapatkan pembinaan lanjutan. Atlet yang dinilai memiliki potensi akan dipantau bersama Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus. “Tentunya yang punya potensi bagus sayang kalau dibiarkan, nanti akan kita sekolahkan khusus. Beberapa sudah kita kirim sekolah ke luar negeri untuk ditingkatkan,” ujar Irawati.

Hydroplus Sirnas A Jateng 2026: PB Djarum Masih Perkasa

Hydroplus Sirnas A Jateng 2026

Partai final Sirkuit Nasional B Sulawesi Tengah 2025 telah selesai digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus. Rangkaian sirnas ketiga tahun 2026 ini, diikuti sebanyak 301 peserta yang bertanding sejak Senin 4 Mei lalu hingga Sabtu 9 Mei 2026. Pada sirnas berlevel A ini dipertandingkan 15 nomor dari sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, yang terbagi dalam kelompok usia remaja (U-17), taruna (U-19), dan dewasa. PB Djarum kembali menyandang status juara umum dengan raihan 10 gelar juara. Disusul kemudian PB. Jaya Raya, PB. Exist dan Gideon Badminton Academy. Seri Sirnas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 18–23 Mei 2026. Sirnas berlevel B ini akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur. Berikut hasil pertandingan final HYDROPLUS Sirnas A Jateng 2026: GTC Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya (Jaya Raya Jakarta) vs. Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani (PB Djarum) 19-21, 17-21 GRC Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Jaya Raya Jakarta) vs. Rizky Caesar Ramadhan/Aqelatul Amaliyah Rahma (PB Djarum) 21-19, 21-16 TRA Alvin Jefferson Kusuma (Jaya Raya Jakarta) vs. Mochammad Dafvansya Aldziekra Kurniawan (Mutiara Cardinal Bandung) 21-18, 21-17 TDI Sausan Dwi Ramadhani (PB Djarum) vs. Jolin Angelia (Pelatnas PBSI) 21-16, 10-21, 21-9 TRI Wa Ode Andita Julianti (PB AIC Kota Bekasi) vs. Kalia Rahmadani (PB Djarum) 17-21, 21-13, 14-21 TDA Muhammad Rizky Akbar (Tjakrindo Masters Sony Dwi Kuncoro Badminton Academy) vs. Chico Aura Dwi Wardoyo (Exist Badminton Club) 12-21, 14-21 TTA Radithya Bayu Wardhana (PB Djarum) vs. Fathurachman (Sarwendah Badminton Club Jaktim) 21-19, 21-14 GRI Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah (Exist Badminton Club) vs. Aqelatul Amaliyah Rahma/Wilia Renasya (PB Djarum) 14-21, 14-21 GDC Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (PB Djarum) vs. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (PB Djarum) 21-4, 21-13 TTI Christabel Calista Purwanto (PB Djarum) vs. Raisya Affatunisa (PB Djarum) 21-10, 21-15 GTI Adelia Nirul M/Yasintha Ristyna Putri (PB Djarum) vs. Rachel Machalul Cahya Ayu/Vica Velicia (PB Djarum) 21-17, 21-16 GDA Adriel Ferdinand Leonardo/Sansan Herdiansyah (Gideon Badminton Academy) vs. Dwiki Rafian Restu/Muhammad Juan Elgiffani (Jaya Raya Jakarta) 21-12, 11-21, 21-15 GDI Gloria Emanuelle Widjaya/Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum) vs. Pitha Haningtyas Mentari/Sheila Lidia (Jaya Raya Jakarta) 14-21, 21-23 GTA Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono (PB Djarum) vs. Anju Siahaan/Faizal Pangestu (PB Djarum) 21-14, 21-18 GRA I Nyoman Devan Kertikea Ryoga Sancaya/Muhammad Bintang Samudra Sakti (PB Djarum) vs. Jonathan Harris Adrian Shallom Pratama/Maximilian Joachim (PB Djarum) 21-11, 21-13