Atlet Muda Equestrian Indonesia Siap Tanding di Queen’s Cup Thailand

Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) mengumumkan keikutsertaan salah seorang atlet muda Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih dalam kejuaraan bergengsi di Thailand, The Queen’s Cup Pink Polo. The Queen’s Cup Pink Polo tak sebatas pertandingan olahraga berkuda saja, namun ada misi sosial dengan fokus pada penyakit kanker payudara untuk meningkatkan perhatian serta menggalang dana bagi penelitian kanker. “Selaku Ketum PP Pordasi dan mewakili masyarakat olahraga prestasi berkuda di tanah air, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada penyelenggara Queen’s Cup Pink Polo yang menggelar kompetisi bergengsi ini,” kata Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. “Tentu selain bergengsi untuk pembinaan olahraga berkuda, kompetisi ini membanggakan karena memadukan sport tourism dan juga tujuan mulia untuk kemanusiaan, khususnya kanker payudara,” lanjutnya. Tidak sembarang atlet dapat mengikuti kompetisi tersebut. Sebab, peserta kompetisi adalah mereka yang terpilih dan diundang oleh penyelenggara. Peserta yang diundang dipercaya sebagai rider muda bertalenta dunia yang ada di Asia Tenggara. Adapun kompetisi menggunakan sistem borrowed horse, menggunakan kuda-kuda yang disediakan penyelenggara. Kemampuan berkuda Dinov diasah dengan pengalaman tanding pada berbagai kompetisi tingkat nasional dan juga internasional. Dalam setahun terakhir, Dinov mengikuti beberapa kompetisi di Eropa. Oleh karena itu, ia dipercaya komunitas equestrian internasional, dalam hal ini Asia Tenggara untuk turut serta bertanding. “Kami juga memberikan dukungan penuh dan juga harapan kepada Dinov beserta pelatih juga tim DnV Stables, semoga dapat menunjukkan performa maksimal serta meraih prestasi yang membanggakan Indonesia. Junjung tinggi sportivitas dan persahabatan komunitas berkuda,” ujar Triwatty. Dinov akan bersaing dengan atlet-atlet terbaik lainnya pada kelas Show Jumping CSI-JB. Pertandingan digelar di Thai Polo & Equestrian Club di Pattaya, Thailand. Sumber: ANTARA

Indonesia Kirim Tiga Atlet Muda ke Kejuaraan Berkuda Internasional di Thailand

Indonesia Kirim Tiga Atlet Muda ke Kejuaraan Berkuda Internasional di Thailand

Tiga atlet muda Indonesia akan tampil di Kejuaraan Berkuda Ketangkasan bertajuk Princess Cup-CSIJ B yang berlangsung di Royal Stable Unit/Royal Horse Guard Riding Club, Krung Thep, Maha Nakhon, Thailand, pada 21-27 November 2022. Ketiga atlet muda yang akan mewakili Indonesia di ajang tersebut antara lain Akbar Kurniawan atau Aan (18 tahun), Euclia Purnama/Clia (16), dan Kayla Alesha (16). Ketiganya akan tampil di kategori Show Jumping 1m-1.10 m. Selama persiapan, mereka bertiga mendapat pendampingan dari pelatih senior dan berpengalaman, Rahmat Nasir. Rahmat akan turut mendampingi ketiganya di Thailand. Bagi salah satu atlet, Aan, ini bukan kali pertama dia tampil di Princess Cup. Pada 2018, Aan mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara pertama. Aan pun mencatatkan sejumlah prestasi lainnya seperti juara pertama Kejurnas U-21 Dressage Team and Individual pada 2019 dan 2021 serta beberapa kejuaraan interasional, yaitu 1st 100 cm Taipei 2018, 1st Asian Junior Challenge Hong Kong 2019, 1st Reitturnier 115 cm Aachen 2022. “Karena pertandingan Princess Cup di Bangkok itu termasuk pertandingan rutin setiap tahun, tetapi karena ada pandemi COVID-19, jadi selama dua tahun tidak ada pertandingan Princess Cup, dan karena baru diadakan lagi di tahun ini, jadi kami juga ingin mengikuti dan membawa harum nama Indonesia setelah dua tahun vakum,” kata Aan di Jakarta Internatioal Equastrian Park, Pulomas, Jakarta Timur, Senin (14/11). Sementara itu, Euclia, membeberkan persiapannya jelang tampil di Princess Cup. Selain latihan intensif, Clia, sapaan akrab Euclia memilih untuk banyak istirahat. “Persiapan lainnya adalah, saya mempersiapkan mental dengan banyak meditasi (berdiam diri, menenangkan diri) agar saya lebih tenang saat tanding,” ujar Clia. “Di sini saya lagi mau menguji kemampuan dan mental saya. Perasaan saya saat ini jujur sangat gugup sekali, grogi, karena ini merupakan pertandingan pertama saya di luar negeri,” sambungnya. Di lain sisi, Sekjen PP Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia), Adinda Yuanita, mendukung penuh keikutsertaan tiga atlet muda Tanah Air di ajang berkuda internasional. Dia menyebut kalau Aan, Clia, dan Kayla berhak tampil di Princess Cup karena telah melalui seleksi ketat. “Salah satunya adalah atlet ini harus berusia di bawah 18 tahun, minimal 14 tahun dan sudah berprestasi minimum di kelas 110cm,” ujar Dinda.

Undang Seleksi Rider Usia 12-21 Tahun, PP Pordasi Cari Penunggang Serasi Terbaik Dalam Event AEF U-21

Atlet berkuda Indonesia, Ferry Wahyu Hadiyanto, menorehkan sejarah saat lolos babak final nomor jumping Asian Games 2018, di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Pulomas, Jakarta, Kamis (30/8). (liputan6.com)

Jakarta- Equestrian Indonesia kian kembali menggeliat. Pasca gelaran berkuda ketangkasan Asian Games XVIII/2018, kompetisi equestrian di tanah air kembali berlangsung. Beberapa event equestrian sudah diselenggarakan. Terbaru, Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menggelar seleksi. Pembinaan berkelanjutan untuk atlet/rider yunior kini semakin diprioritaskan oleh Pengurus Pusat Persatuan Berkuda Seluruh Indonesia, khususnya bidang equestrian atau berkuda ketangkasan. Walau disiplin cabor berkuda ini tak terlalu memperhitungkan masalah usia, namun progress pembinaan rider usia muda harus tetap dikedepankan. Event seleksi ini untuk menentukan satu atlet/rider terbaik, yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian Equestrian Federation (AEF) U-21 Dressage Championship. Seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Championship ini dilangsungkan Kamis dan Jumat, 4-5 Oktober 2018, di Anantya Riding Club (ARC), Karanggaan, Gunung Putri, Bogor. Event AEF U-21 Dressage Championship adalah program dari Asian Equestrian Federation (AEF/Federasi Equestrian Asia) dalam membina rider muda di kawasan Asia. Kompetisi tunggang serasi ini, diadakan bergantian di delapan negara Asia. Tiap negara, akan diwakili rider terbaik, untuk mengikuti final di Doha, Qatar, pada 3-5 April 2019. Dalam surat bertanggal 24 September dan bernomor 155/WK-U-EQ/PP/IX/2018 yang langsung ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum II Bidang Equestrian PP Pordasi, Jose Rizal Partokusumo, disebutkan beberapa nama rider terbaik dari kategori usia 12-21 tahun (kelahiran 1997-2006), diundang khusus oleh PP Pordasi, untuk mengikuti seleksi. Beberapa rider yang diundang mengikuti seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship, yakni Rosad Natsir, Glory Gabrielle Surya, Mia Sri Andhika, Muhammad Akbar Maulana, Muhammad Akbar Kurniawan, Ivana Santosa, Sausan Intan, Audirania Amanda, dan Gendhis Anjali. “Itu yang terdata dan terpantau oleh kita. Di luar nama-nama itu, kamui juga membuka kesempatan dengan menginformasikan data diri masing-masing, berikut kudanya, tentu dengan ringkasan prestasi dalam satu tahun terakhir,” ungkap Jose Rizal pada Rabu (3/10). Jose Rizal menambahkan, peserta seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship ini maksimal 40 rider. “AEF mengirimkan trophy untuk pemenang babak kualifikasi ini. Trophy dikirimkan melalui DHL, dari Qatar dan saat ini sudah sampai di Singapura, mungkin Kamis besok sampai di Jakarta,” pungkasnya. Terkait dengan proses pembinaan rider yunior tersebut, setidaknya masih ada 4 event internasional hingga akhir tahun 2018 ini. Yakni, seleksi/kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship pada 4-5 Oktober ini Anantya Riding Club (ARC), Gunung Putri. Lalu event CSIJ-B di Taipei, 9-12 November. Kemudian, kejuaraan CSIJ-B di Thailand, 17-20 November, dan yang terakhir, yakni World Jumping Challenge, akhir November hingga awal Desemeber, di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI-AD, Parongpong, Lembang, Jawa Barat. (Art)