Kiandra Ramadhipa tuntaskan GP Prancis MotoGP Rookies di posisi 10

Muhammad Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa menuntaskan balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Sirkuit Le Mans, Sabtu, di posisi 10. Oleh karena itu, dikutip dari laman Red Bull Rookies Cup, Kiandra Ramadhipa pun berhak atas tambahan enam poin di klasemen pembalap. Bertanding dari posisi start ke-12, Kiandra kesulitan keluar dari barisan tengah. Naik turun di posisi 11-13, pembalap asal Sleman, DI Yogyakarta, itu berada di peringkat ke-11 pada lap pamungkas. Namun, selepas tikungan terakhir, semua pembalap yang bertahan di sirkuit naik satu posisi lantaran David Gonzalez yang memimpin lomba terjatuh. Kiandra pun menyelesaikan perjuangannya di posisi ke-10, sementara Benat Fernandez yang awalnya berada di belakang Gonzalez keluar sebagai pemenang. Pada balapan pertama itu, Kiandra mencatatkan waktu 6,283 detik lebih lambat daripada Fernandez yang memimpin balapan dengan waktu tempuh 26 menit 24,308 detik. Dengan demikian, Kiandra Ramadhipa kini berada di urutan ketiga klasemen sementara pembalap Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan koleksi 40 poin. Sebelumnya, pada akhir April 2026, remaja berusia 16 tahun itu menjadi pembalap terbaik ketujuh dan pemenang masing-masing pada balapan pertama dan kedua GP Spanyol di Sirkuit Jerez. Di klasemen, Kiandra tepat di bawah Benat Fernandez (66 poin) dan Fernando Bujosa (44 poin). Berikutnya, GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 berlanjut ke balapan kedua yang akan berlangsung pada Minggu (10/5) waktu setempat. Kiandra Ramadhipa sendiri bukan berstatus debutan di Red Bull Rookies Cup 2026 karena sudah tampil di kompetisi tersebut pada 2025. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Ramadhipa menjadi pembalap terbaik kedelapan pada akhir musim, sementara rekan senegaranya Veda Ega Pratama yang kini berkompetisi di Moto3 berada di posisi kedua (runner-up). Berikut 10 besar balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026. 1. Benat Fernandez (Spanyol) 26:24,308 2. Ryota Ogiwara (Jepang) +0,217 3. Mateo Marulanda (Kolombia) +0,381 4. Fernando Bujosa (Spanyol) +0,460 5. Travis Borg (Malta) +0,578 6. Sullivan Mounsey (Inggris) +0,693 7. Kiattisak Singhapong (Thailand) +0,778 8. Kristian Daniel (Amerika Serikat) +1,016 9. Guillem Planques (Prancis) +4,514 10. Muhammad Kiandra Ramadhipa (Indonesia) +6,283.

Rheza Danica tuntas di podium kedua ARRC 2026 kelas AP250

Rheza Danica Ahrens

Pembalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Rheza Danica Ahrens menuntaskan FIM Asia Road Racing Championship 2026 kelas AP250 di podium kedua. Dalam seri kedua balapan 1 GP Thailand di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu, Rheza hanya terpaut 0,114 detik dari juara Hiroki Ono yang finis dengan waktu 18 menit 48,695 detik dalam balapan yang berlangsung sepuluh putaran ini. “Alhamdulillah, hari ini bisa finis di posisi kedua. Saya senang dengan hasil race satu, tapi saya masih ingin hasil yang lebih baik. Balapan yang berat sejak awal, tapi saya berusaha semaksimal mungkin mengendalikan motor dan menjaga fokus mental di setiap putarannya,” kata Rheza dalam keterangan tertulis pada Sabtu. Rheza mengaku ketika memasuki lap terakhir di lap kesepuluh telah mencoba melakukan manuver untuk menyalip pembalap Jepang tersebut. Namun Ono mampu menjaga posisi terdepan hingga membuat Rheza harus puas di podium kedua. “Meski begitu, ini poin yang bagus untuk kejuaraan. Untuk besok, kami akan mengevaluasi semuanya dan mencoba tampil lebih baik lagi. Terima kasih,” kata Rheza. Pembalap Indonesia lain yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Irfan Ardiansyah, harus puas finis di urutan ke-14. “Secara keseluruhan, ini pertarungan yang bagus di lap-lap awal, dan saya akan push lebih keras lagi besok untuk meraih hasil yang lebih baik,” kata Irfan. Selanjutnya Rheza dan Irfan melakoni balapan 2 GP Thailand pada Minggu.

Pembalap Indonesia Raih Podium di Sepang

podium kelas SS600 ajang ARRC

Pembalap Indonesia yang memperkuat Astra Honda Racing Team (AHRT), Herjun Atna Firdaus meraih podium di Sirkuit Sepang, Malaysia, setelah merebut posisi ketiga pada balapan pertama Supersport 600 (SS600) Asia Road Racing Championship (AARC), Sabtu. Dikutip dari siaran pers AHRT, Herjun tampil konsisten dalam menjaga ritme posisinya di rombongan pertama bersaing dengan enam pembalap lainnya. Memasuki dua lap terakhir, dia terlibat persaingan ketat untuk podium dan berbuah manis dengan finis di peringkat ketiga. “Saya senang bisa meraih podium ketiga. Besok kami akan mencoba beberapa peningkatan. Ini menjadi hasil yang baik untuk awal musim balap 2026 dan poin awal yang sangat penting,” kata Herjun seusai balapan. Herjun sendiri start dari posisi keempat pada balapan tersebut, sementara rekannya Fadillah Arbi Aditama ada di urutan start ke-10. Namun, Fadilah Arbi menutup balapan tersebut di posisi keenam, sebuah catatan yang cukup baik mengingat itu debutnya di kelas SS600. Sementara itu, pada kelas Asia Production 250 (AP250), pembalap Indonesia lainnya Rheza Danica Ahrens menduduki start terdepan (pole position) dan rekan senegaranya Muhammad Badly Ayatullah memulai balapan dari baris keenam. Saat balapan, Rheza yang terus bersaing untuk podium menunaikan balapan di posisi kelima. Badly terjatuh ketika bersaing untuk tiga besar. Kemudian di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, M Adenanta Putra menempati posisi kelima pada sesi kualifikasi, yang menjadi modal positif untuk tampil kompetitif pada seri perdananya. Pada debutnya di ASB1000, dengan menunggangi CBR1000RR-R, dia menunjukkan performa yang apik dengan berhasil finis di posisi ketujuh dari total 15 pembalap yang turun di kelas ASB1000.

Cetak Sejarah, Ini Dia Pebalap Pertama Indonesia yang Juara World Supersport 300

Indonesia kembali mencetak sejarah di dunia balap internasional. Ini berkat prestasi gemilang Aldi Mahendra, seorang pebalap Republik Indonesia yang berhasil memenangkan World Supersport 300. Aldi Mahendra tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga memecahkan berbagai rekor dalam kejuaraan tersebut. Beberapa waktu lalu, Aldi Satya Mahendra berhasil menorehkan prestasi luar biasa di ajang World Supersport 300. Sebagai seorang pebalap Republik Indonesia, Aldi menjadi salah satu pebalap muda paling menjanjikan di panggung balap dunia. Dalam balapan ini, Aldi tidak hanya sekadar menang, tetapi juga memecahkan beberapa rekor, termasuk perolehan poin tertinggi dalam satu musim. Prestasi ini menjadi sorotan dunia dan membawa Indonesia ke panggung utama balap motor internasional. Aldi berhasil mengumpulkan poin pada race 1 yang digelar Sabtu kemarin, dengan memastikan podium 3. Kemudian pada race 2, Aldi Mahendra finis di posisi keenam. Sementara, pesaing terdekatnya di klasemen, Loris Veneman asal Belanda, menyudahi balapan dengan finis di posisi kelima Hal ini memengaruhi Hasil dengan menambah 10 poin mencapai total 221 poin di puncak klasemen. Sementara, Loris Veneman memiliki 200 poin. “Sejarah tercipta, Aldi Satya Mahendra menjadi juara World Supersport 300 2024 dan menjadi pebalap Indonesia pertama yang meraihnya,” tulis pernyataan WSBK, yang dilansir oleh Kumparan Sport. Keberhasilan Aldi Mahendra mencatatkan prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi. Setiap tampil impresif di setiap seri, menunjukkan keterampilan luar biasa dalam menavigasi lintasan yang menantang, serta menjaga strategi balap yang matang. Aldi juga dikenal dengan gaya balap yang agresif namun tetap tenang, memungkinkannya untuk terus mendominasi setiap balapan. Keberhasilan ini menempatkan Aldi Satya Mahendra sebagai pebalap Republik Indonesia pertama yang memenangkan gelar di ajang World Supersport 300, sebuah pencapaian yang tentunya sangat membanggakan bagi Indonesia. Kemenangan tersebut tidak hanya membuat namanya dikenang dalam sejarah balap motor, tetapi juga membuka peluang baginya untuk melangkah lebih jauh ke kelas-kelas balap yang lebih tinggi. Berikut Profil: Nama: Aldi Satya Mahendra Tempat Lahir: Bantul, Yogyakarta Tanggal Lahir: 27 Juni 2006 (18 tahun) Orangtua: Dicky Restu dan Desy Prasanti Karier Balap Aldi pertama kali terjun ke dunia balap motor melalui ajang-ajang di Indonesia dan mulai mencuri perhatian lewat kemampuan dan kecepatan yang ia tunjukkan di lintasan. Karier internasionalnya mulai mencuat ketika ia bergabung dengan tim Astra Honda Racing Team (AHRT) pada tahun 2021. Aldi kemudian turut serta dalam ajang Asia Talent Cup (ATC), sebuah ajang balap motor bergengsi yang menjadi batu loncatan bagi pembalap muda di kawasan Asia menuju kompetisi kelas dunia. Di ATC, Aldi Satya Mahendra terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ia sering kali menempati posisi podium dan menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di masa depan. Kemampuan Aldi dalam mengendalikan motor, kecepatan, dan taktik balapnya membuat banyak pihak optimistis bahwa ia akan menjadi salah satu pembalap terbaik dari Indonesia.