Perbasi panggil 48 atlet putra dan putri untuk seleknas timnas 3×3 U17

Logo PERBASI.

Badan Tim Nasional (BTN) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) memanggil total 48 pemain yang masing-masing terbagi atas 24 atlet putra dan putri guna mengikuti seleksi nasional (seleknas) timnas bola basket 3×3 U17 Indonesia. “Benar, akan ada seleknas timnas 3×3 U17,” kata Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi, di Jakarta, Jumat. Berdasarkan keterangan dalam pengumuman Perbasi di akun media sosial Instagram (IG) timnas, seleknas tersebut merupakan persiapan untuk menghadapi SEABA 3×3 U17 yang diselenggarakan di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada pada 18-20 September 2026. Pada sektor putra, terdapat sejumlah nama yang dipanggil di antaranya Chimaobi Nzekwue, Miracle Christiano, Matthew Vander Setiawan, Denzel Waller, Mohammad Alkaysan Aldirono, Reiner Athaya Haiputra, dan Orlando Timothy Kaihena. Sementara daftar atlet putri diisi antara lain Chloe Cathleen Cung, Milessa Geana Serafine, Santika Honggo Serafine, dan Inez Angelina Welly. Perbasi menyebut, seleknas tersebut akan dipimpin Wahyu Widayat Jati sebagai pelatih kepala. Dia didampingi oleh Zulfahrizal, Raymond Shariputra, Stella Fabiola, dan Agus Batbual sebagai asisten pelatih. Seluruh pemain selanjutnya akan bersaing dalam proses seleksi untuk menentukan komposisi tim yang tampil dalam SEABA 3×3 U17. Ajang tersebut menjadi panggung penting bagi pemain muda Indonesia untuk mengasah kemampuan, sekaligus menguji kekuatan di level Asia Tenggara. Pemilihan pemain juga menjadi bagian dari upaya regenerasi timnas 3×3 Indonesia. Berdasarkan keterangan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) 3×3, format tiga lawan tiga menuntut pemain memiliki kemampuan individual, pengambilan keputusan cepat, daya tahan, serta kemampuan bertahan dan menyerang dalam ruang terbatas. Sementara itu Indonesia sebelumnya memiliki catatan positif pada SEABA 3×3 U17. Timnas putri keluar sebagai juara edisi 2025 di Singapura setelah mengalahkan Thailand pada partai final. Pencapaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi regenerasi tim. Berikut daftar lengkap 24 atlet putra dan 24 putri yang dipanggil untuk Seleksi Nasional (Seleknas) Timnas 3×3 U17 Indonesia. Putra: 1. Miracle Christiano 2. Matthew Vander Setiawan 3. Denzel Waller Soenjoto 4. Mohammad Alkaysan Aldirono 5. Reiner Athaya Hadiputra 6.Orlando Timothy Kaihena 7. Juanito Zefanya Boseke 8. Darell Alderich 9. Bryan Kaisar Che Kang 10. Chimaobi Nzekwue 11. Noah Van Schendel 12. Rafky Abqary Basri 13. Ahmad Al Fairuz 14. Abraham Fajar Timothy Diawara 15. Marshall Farez Al Hadi 16. Steven Sebastian 17. Bryan Gilbert 18. Saquelle Arroza Edwinarandra 19. Daniel Glenn Mulia Sitepu 20. Justin Edoardo Lim 21. Frederick Budiawan 22. I Made Surya Dilaga 23. Gede Dio Arghya Naranatha 24. I Komang Tri Hita Karana Putra Putri: 1. Chloe Cathleen Cung 2. Milessa Geana Serafine 3. Santika Honggo Serafine 4. Arida Shafa Chayara 5. Tierra Belle Shakira Johansen 6. Raina Aisha Raheem 7. Jill Annabelle Jevanya Lohy 8. Abinda Lubna Azizah 9. Queensa Elvaretta Naura 10. Inez Angelina Welly 11. Maria Odifa Putri Hartono 12. Raouel Fulgencia Hendyawan 13. Kalinda Hauraa Iskandar 14. Fiorenza Celesta 15. Chelsea Aurelia Adellyne 16. Regina Cahyu Maharani 17. Piwara Cleophila Alzena 18. Joanne Giovanni 19. Richelle Evelyn Widjaja 20. Hannah Harshita 21. Syafira Dwita 22. Evelin Ediliani Wong 23. I Gusti Ayu Krisabella 24. Evelyn Papuana Felle

FIBA U18 Asia Cup 2026 tetapkan jadwal dan pembagian grup

FIBA U18 Asia Cup 2026

Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) menetapkan jadwal dan pembagian grup untuk FIBA U18 Asia Cup 2026 yang diselenggarakan di Ahmedabad, India, pada 13-23 Agustus, dengan 16 tim bersaing memperebutkan tiket ke Piala Dunia U19 2027. Laman FIBA, Jumat, menyatakan sebanyak 16 tim peserta dibagi ke dalam empat grup yakni A, B, C, dan D serta masing-masing berisi empat tim. Seluruh peserta akan mengawali perjuangan pada fase grup yang berlangsung selama enam hari, mulai 13-18 Agustus, dengan empat pertandingan digelar per hari. Tim yang finis sebagai juara grup akan langsung lolos ke babak perempat final. Sementara, tim peringkat kedua dan ketiga dari masing-masing grup harus menjalani babak kualifikasi pada 20 Agustus guna menuju perempat final. Pemenang babak tersebut akan melengkapi delapan tim pada perempat final yang dimainkan sehari kemudian atau 21 Agustus. Empat tim terbaik yang berhasil melaju ke semifinal pada 22 Agustus, memastikan tiket menuju Piala Dunia Bola Basket U19 2027 (FIBA U19 Basketball World Cup 2027) di Pardubice, Republik Ceko, yang diselenggarakan pada 26 Juni hingga 4 Juli 2027. Selain perebutan gelar juara, FIBA juga menggelar pertandingan klasifikasi peringkat kelima hingga kedelapan bagi tim yang kalah di perempat final. Rangkaian laga klasifikasi akan dimulai pada 22 Agustus. Sementara babak final dijadwalkan pada 23 Agustus, yang didahului laga perebutan peringkat ketiga serta pertandingan klasifikasi posisi kelima hingga kedelapan. Timnas Australia datang pada edisi ke-28 ini dengan status juara bertahan setelah merebut gelar juara FIBA U18 Asia Cup 2024 di Yordania. Berikut pembagian grup untuk FIBA U18 Asia Cup 2026: Grup A: Australia, Lebanon, Korea Selatan, Kazakhstan. Grup B: China, Filipina, Suriah, India. Grup C: Selandia Baru, Iran, Jepang, Guam. Grup D: Yordania, Taiwan, Thailand, Sri Lanka.

Indonesia rebut peringkat ketiga Piala Asia U18 Putri

FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026 Division B

Tim nasional bola basket U18 putri Indonesia berhasil merebut peringkat ketiga FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B 2026 setelah menundukkan India dengan skor 70-50 dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Minggu. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang revans bagi Indonesia setelah kalah 46-79 dari India pada fase Grup A, 15 Juli lalu. Berdasarkan statistik FIBA, kuarter pertama pertandingan berlangsung ketat. India sempat unggul 8-2 di awal laga, namun Indonesia bangkit dan berbalik memimpin 12-11 hingga kuarter pertama berakhir. Memasuki kuarter kedua, kedua tim saling bergantian memimpin. India menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 29-27 setelah memanfaatkan sejumlah kesalahan Indonesia. Indonesia tampil lebih agresif setelah turun minum. Tim asuhan Fredy mengambil alih kendali permainan pada kuarter ketiga dengan mencetak 25 poin, sementara hanya membiarkan India menambah 11 poin. Indonesia menutup kuarter tersebut dengan keunggulan meyakinkan 52-40. Momentum itu terus berlanjut pada kuarter terakhir. Pertahanan rapat Indonesia mampu meredam produktivitas India yang hanya mencetak 10 poin, sedangkan Indonesia menambah 18 poin untuk memastikan kemenangan 70-50. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia mengakhiri turnamen dengan medali perunggu, sekaligus menebus kegagalan melaju ke final setelah kalah dari Lebanon pada semifinal. Sebelum pertandingan, pelatih Fredy mengatakan timnya telah mengevaluasi kekalahan dari India di fase grup dan meminta para pemain memberikan tekanan terhadap penguasaan bola lawan serta fokus mengamankan rebound. Strategi tersebut berjalan efektif pada pertemuan kedua, dengan Indonesia mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal pada awal laga dan mendominasi permainan di babak kedua untuk mengunci kemenangan dengan selisih 20 poin.

Indonesia Finis Peringkat Keempat SEABA Qualifiers

Efrael Yerusyalom

Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia U18 di ajang FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand harus berakhir di luar skenario. Setelah tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan di fase grup, Indonesia justru harus menelan pil pahit lewat dua kekalahan beruntun di fase gugur. Usai mimpi ke final dijegal tuan rumah Thailand, Indonesia kembali harus mengakui keunggulan rival mereka, Malaysia, dalam laga perebutan tempat ketiga pada Minggu, 14 Juni 2026. Kekalahan ini terasa menyakitkan lantaran Malaysia sukses membalaskan dendam atas kekalahan mereka dari Indonesia di fase grup (65-55). Kali ini, Malaysia berbalik membungkam Indonesia dengan skor akhir 81-70, sekaligus menggagalkan ambisi Skuad Merah Putih untuk membawa pulang medali perunggu. Laga sejatinya sempat berjalan menjanjikan bagi Indonesia sejak kuarter pertama dibuka. Anak-anak asuh Ismael sukses memimpin 19-14 di sepuluh menit pertama. Konsistensi permainan yang terjaga membuat Indonesia bahkan masih mampu mengamankan keunggulan tipis 38-36 saat turun minum. Petaka baru menghampiri Indonesia usai jeda halftime. Mereka perlahan mulai kehilangan tempo permainan terbaiknya dan kerap kedodoran menghalau transisi lawan. Di paruh kedua, kolektivitas Malaysia makin menggila dengan memberondong 45 poin tambahan. Sementara itu, lini serang Indonesia mengalami kebuntuan dan hanya mampu membalas 32 poin hingga laga ditutup dengan kekalahan 70-81. Tiga pilar Indonesia sebenarnya sudah tampil habis-habisan dengan mencetak dua digit poin. Steven Sebastian kembali menunjukkan sinarnya lewat torehan double-double fantastis berupa 24 poin dan 14 rebound. Catatan impresif ini disusul Jaya James Anak Agung Bayuntara dengan gelontoran 19 poin, serta Chimaobi Nzekwue yang menyumbang 10 poin. Sayangnya, Indonesia gagal meredam performa meledak-ledak dari mesin poin Malaysia, Yu Xian Tan. Penggawa Malaysia tersebut tampil tak terbendung dengan mengemas double-double lewat raihan 32 poin dan 10 rebound, yang menjadi faktor pembeda sekaligus penghancur asa kemenangan Indonesia. Jika menilik statistik, Indonesia sejatinya memiliki peluang poin yang jauh lebih banyak lewat total 71 percobaan tembakan. Sayang, kurang baiknya penyelesaian akhir membuat hanya 26 tembakan yang berhasil dikonversi menjadi poin (36 persen). Sebaliknya, Malaysia bermain jauh lebih efisien; dari total 59 percobaan tembakan, mereka sukses melesakkan 27 tembakan ke dalam ring (45 persen). Satu-satunya catatan yang membaik bagi Indonesia adalah akurasi tembakan gratis yang mencapai 61 persen (11/18 masuk). Indonesia juga sebenarnya mendominasi secara keseluruhan di sektor rebound, assist, hingga steal. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang emas di area pertahanan lawan jadi bumerang terbesar. Dengan hasil ini, Indonesia harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat keempat FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand. Medali perunggu resmi diraih oleh Malaysia yang mengunci tempat ketiga. Sementara itu, Filipina keluar sebagai juara pertama disusul Thailand sebagai runner up. Hasil ini sekaligus memastikan Filipina dan Thailand menjadi dua delegasi resmi Asia Tenggara yang berhak melenggang ke putaran final FIBA U18 Asia Cup 2026.

Indonesia gagal ke Piala Asia U18 FIBA 2026

Piala Asia U18 FIBA 2026

Tim nasional bola basket U18 putra Indonesia gagal berangkat ke Piala Asia U18 FIBA 2026 seusai dikalahkan tuan rumah Thailand 50-68 dalam semifinal kualifikasi zona SEABA di Gimnasium Chan Ka Pho, Krabi, Thailand, Sabtu. Kekalahan di semifinal praktis memupus mimpi Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Asia U18 2026, sebab laman FIBA mencatat hanya para finalis kualifikasi yang berhak terbang ke Ahmedabad, India, untuk berlaga pada 13-23 Agustus mendatang. Hasil melawan Thailand menjadi antiklimaks bagi tim besutan Ismael, yang sempat mengawali kualifikasi dengan mulus lewat dua kemenangan beruntun di Grup B berupa 89-35 atas Laos pada Kamis (11/6) dan 65-55 kontra Malaysia sehari berselang. Garuda Muda masih akan memainkan satu pertandingan lagi untuk memperebutkan tempat ketiga fase kualifikasi zona SEABA melawan Malaysia, Minggu (14/6). Di laga melawan Thailand, Indonesia harus berjibaku menghadapi para pemain tuan rumah yang memiliki postur badan lebih besar tetapi juga mampu bergerak lebih cepat. Kuarter pertama ditutup dalam keadaan tertinggal 14-15 dari Thailand, yang dikomandoi pelatih Krit Issariyachiwin. Dominasi Thailand semakin jelas memasuki kuarter kedua lewat penguasaan paint area dan sisi luar pertahanan Indonesia oleh Thanawat Pisarnyuttanapong dkk. Thailand kian menjauh 32-22. Usai jeda paruh laga, Jaya James Bayuntara yang sebelumnya selalu jadi mesin penyumbang angka mendapati dirinya begitu kesulitan menembus pertahanan lawan, Indonesia semakin tertinggal 33-50 pada akhir kuarter ketiga. Selisih skor tak pernah kurang dari dua digit kala kuarter terakhir berlangsung dan Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah 59-68. Forward Thailand, Ronnie Allsopp tampil sebagai pencetak angka terbanyak, yakni 16 poin, satu rebound, dan dua assist. Sedangkan dari kubu Indonesia, kapten Steven Sebastian membukukan double-double yakni 12 poin dan 10 rebound, serta ditambah satu assist.

Indonesia lolos ke semifinal FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026

FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand

Timnas bola basket U18 putra Indonesia lolos ke semifinal FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 65-55 pada laga Grup B di Chan Ka Pho Gymnasium, Krabi, Thailand, Jumat. Pelatih timnas bola basket U18 putra Indonesia Ismael mengapresiasi semangat juang para pemain yang mampu menjalankan strategi tim hingga mengunci kemenangan penting kontra Malaysia. “Kami memulai pertandingan dengan bagus, semua berjalan sesuai yang direncanakan,” kata dia seusai pertandingan, dikutip dari laman Perbasi. Ismael menjelaskan, para pemain bisa mempertahankan fokus dan melakukan transisi menyerang serta bertahan dengan solid, sehingga bisa memenangi laga yang ketat. Dia mengakui, masih ada sejumlah kesalahan yang dilakukan para pemain. Namun hal itu akan segera dibenahi untuk menghadapi pertandingan di babak selanjutnya. “Kuncinya menurut saya adalah detail-detail defense yang di ujung game bisa dieksekusi dengan bagus,” ujar pelatih kepala itu. Kemenangan kedua yang diraih skuad Garuda muda membuat Indonesia keluar sebagai juara Grup B dengan catatan sempurna, sekaligus mengamankan tempat di babak semifinal turnamen kualifikasi tersebut. Sebelumnya pada Kamis (11/6), Jaya James Bayuntara dan kawan-kawan, juga berhasil menundukkan Laos dengan skor telak 89-35. Saat melawan Malaysia, timnas Merah Putih tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung membuka jarak pada kuarter pertama dengan keunggulan 19-8. Malaysia berupaya bangkit pada kuarter kedua dengan mencetak 27 poin, sementara Indonesia menambah 21 angka untuk menutup paruh pertama laga dengan keunggulan 40-35. Pada kuarter ketiga, produktivitas poin Indonesia sempat menurun. Mereka hanya mencetak delapan poin, sedangkan Malaysia membukukan 11 angka. Meski demikian, Indonesia tetap mempertahankan keunggulan tipis 48-46 saat memasuki kuarter keempat. Memasuki kuarter terakhir, Indonesia kembali menemukan ritme permainan. Tambahan 17 poin yang dibukukan, membuat Malaysia kesulitan mengejar ketertinggalan. Lawan hanya mampu menambah sembilan poin sehingga pertandingan berakhir dengan skor 65-55 untuk kemenangan Indonesia. Jaya James Anak Agung Bayuntara menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 21 poin dan empat rebound. Steven Sebastian turut tampil impresif dengan mencatatkan double-double yakni 11 poin dan 15 rebound. Dari kubu Malaysia, Fatt Kam Sing membukukan 16 poin, tujuh rebound, dan dua assist, sedangkan Yu Xiang Tan menorehkan 15 poin, 11 rebound, dan empat assist. Hasil tersebut membuat Indonesia menorehkan rekor 100 persen kemenangan dari dua pertandingan dan akan menghadapi runner-up Grup A yang akan ditempati Thailand atau Filipina. Laga semifinal, diselenggarakan di tempat yang sama, Sabtu (13/6).

FIBA U18 SEABA Qualifiers: 15 Pemain Putra Siap Jalani TC Lanjutan

Timnas Basket U18 Putra Indonesia

Pelatih Timnas Basket U18 Putra Indonesia, Ismael melakukan pengerucutan nama pemain yang akan dibawa untuk berjuang di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Usai menjalani seleksi tahap kedua pada 18-20 Mei 2026 dengan diikuti 33 pemain, kini jumlahnya menyusut menjadi 15 nama. Dari 15 nama ini ada satu pemain diaspora. Nama pemain diaspora itu adalah Jaya Bayuntara. Dia akan bahu membahu berjuang untuk Merah Putih dengan pemain lainnya di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang akan berlangsung di Krabi, Thailand, pada 10-14 Juni 2026. Nama-nama yang lolos seleksi bersama Jaya di antaranya adalah Miracle Christiano, Irman Farras, Chimaobi Nzekwue, Steven Sebastian, Efrael Yerusyalom, dan Gede Dio Arghya Naranatha. Kini 15 nama ini melanjutkan persiapan dibawah asuhan tim pelatih yang dipimpin Coach Ismael. Latihan berlangsung di GBK Arena Senayan, Jakarta Pusat. Mereka juga sempat menjalani uji coba melawan Tim Pelatda DKI Jakarta. Uji coba berlangsung di GOR Grogol pada Jumat (22/5) dengan hasil 80-67 untuk kemenangan Timnas Basket U18 Putra. Kata Coach Ismael, para pemain ini lanjut ke tahap selanjutnya karena kemampuannya yang saling melengkapi. “Karakter skil mereka yang dibutuhkan untuk saling melengkapi. Mereka juga memiliki energi yang luar bisa, respons, komunikasi, dan leadership yang baik,” ungkap Ismael. “Sebenarnya ada satu lagi pemain diaspora, Jayden Christopher Newell. Hanya yang bersangkutan harus menunda berjuang bersama Indonesia karena ada persyaratan administratif yang harus dilengkapi. Dengan kemampuan yang dimiliki, kesempatan selalu terbuka untuk Jayden,” lanjutnya. Ismael menjelaskan, selama latihan para pemain mengalami progres baik. Mereka mulai saling mengerti satu sama lain. Ini menjadi sinyal baik dalam persiapan menuju FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Selanjutnya, para pemain akan diberikan materi pematangan teknis sekaligus mencari komposisi 12 pemain inti, sehingga akan lebih siap hadapi persaingan di Krabi bulan depan. “Kami akan memaksimalkan waktu yang ada untuk mematangkan persiapan. Kami akan memberikan materi-materi teknis dan persiapan mental yang dibutuhkan untuk hadapi SEABA nanti,” terang Ismael. “Mohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar persiapan berjalan lancar dan kami lolos ke FIBA Asia Cup,” jelas Ismael. Komposisi 15 Pemain Timnas U18 Putra Indonesia: Miracle Christiano Chimaobi Nzekwue Steven Sebastian Fathy Muhammad Zhafif Efrael Yerusyalom Enrichia Ryansean Bastian Gunawan Sean Jason Nathan Kilapong Made Gandhi Wibisana Menara Gede Dio Arghya Naranatha Irman Farras Bryan Jonathan Kovith Jaya James Anak Agung Bayuntara Muhammad Fakhrizal Firdaus Hansel Orleans Hermawan Orlando Timothy

El Salvador jadi tuan rumah FIBA 3×3 AmeriCup 2026 dan 2027

Trofi FIBA 3x3 Champions Cup.

El Salvador ditunjuk Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) sebagai tuan rumah ajang FIBA 3×3 AmeriCup edisi 2026 dan 2027. Direktur Pelaksana FIBA 3×3 Alex Sanchez, dalam laman FIBA 3×3, Selasa, menyatakan keputusan menggelar turnamen secara beruntun memberikan kesinambungan dalam kalender kompetisi kontinental. “Kami senang membawa FIBA 3×3 AmeriCup ke El Salvador untuk edisi 2026 dan 2027,” kata dia. Sanchez menjelaskan, penunjukan itu menegaskan komitmen negara tersebut dalam mengembangkan bola basket 3×3 di kawasan Amerika. Ajang yang diselenggarakan oleh Federacion Salvadorena de Baloncesto (FESABAL) itu akan berlangsung pada 5-8 November dan menghadirkan tim nasional (timnas) putra dan putri terbaik dari seluruh Benua Amerika. Selain itu, El Salvador juga akan menjadi tuan rumah edisi ke-19 FIBA Women’s AmeriCup pada 2027. Direktur Eksekutif FIBA Americas Carlos Alves menilai langkah tersebut menunjukkan El Salvador telah siap untuk memajukan bola basket di kawasan itu. “Menjadi tuan rumah FIBA 3×3 AmeriCup 2026 dan 2027, serta FIBA Women’s AmeriCup 2027 menunjukkan komitmen nyata El Salvador terhadap pengembangan bola basket di kawasan,” ujar dia. Sementara itu, anggota Central Board FIBA dari El Salvador, Yamil Bukele, menyebut menyelenggarakan ajang itu adalah sebuah kehormatan besar bagi negaranya. “Kehadiran tim-tim terbaik 3×3 di Amerika, termasuk para Olympian dan peraih medali Piala Dunia, mencerminkan komitmen kami untuk mengangkat disiplin ini dan menampilkan El Salvador di panggung global,” tambah dia. Sejak pertama digelar, AmeriCup 3×3 didominasi Amerika Serikat (AS) yang meraih empat gelar putra dan tiga gelar putri, sementara Puerto Riko dan Kanada masing-masing juga pernah menjadi juara.

Timnas basket 3×3 putri U17 Indonesia juara SEABA Cup 2025

Timnas 3×3 U17 Putri

Timnas basket 3×3 U17 putri Indonesia menjadi juara kompetisi usia muda SEABA U17 3×3 Cup Singapura 2025 setelah mengalahkan Thailand di laga final, Minggu. Indonesia, yang diperkuat, Kayla Imani, Kamila Islami, Joanne Giovanni, dan Kadek Winda, menaklukkan Thailand dengan skor 17-15 di final. Pertandingan ini dimainkan setelah mereka mengalahkan tuan rumah Singapura pada semifinal, dengan skor 18-17. “Indonesia Raya! Selamat timnas 3X3 Putri U17 menjadi peringkat-1 pada gelaran SEABA U17 3X3 Cup di Singapura. Jaga momentum positif ini, girls,” tertulis di laman resmi timnas basket Indonesia, dikutip Senin. Dalam turnamen yang digelar selama dua hari ini, Indonesia selalu memenangkan pertandingan. Pada hari pertama, Sabtu, tim asuhan Andrey Rido (pelatih) dan Liana Rosmari (asisten pelatih) ini meraih empat kemenangan melawan Vietnam (21-10), Singapura (21-12), Kamboja (21-4), dan Malaysia (21-13). Pada hari kedua, Minggu, mereka melengkapi kemenangan pada babak penyisihan dengan mengalahkan Thailand skor 18-13. Lima kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara grup. Berbeda dengan tim putri, tim putra yang diturunkan Indonesia dalam turnamen ini hanya sanggup membawa pulang peringkat keempat. Efrael Yerusyalom, Riovaldo Leonardy, Pande Dicky, dan Cokorda Aditya menyapu bersih dengan mengalahkan enam tim di babak penyisihan, guna melaju ke semifinal dengan status peringkat pertama. Mereka mengalahkan Kamboja (12-8), Singapura (19-16), Malaysia (21-17), dan Thailand (21-18) pada Sabtu, lalu melanjutkan tren positif ini dengan mengalahkan Laos (21-14) dan Vietnam (21-18) pada Minggu. Sayangnya, performa positif ini tak berlanjut di babak semifinal. Mereka dikalahkan Thailand dengan skor 18-19, sebelum kemudian kalah dalam perebutan tempat ketiga dari Malaysia dengan skor 17-2.

3×3 Indonesia Tournament 2025 Tambah Kategori Usia Demi Jaring Bibit Muda

Konferensi Pers 3×3 Indonesia Tournament 2025

Ajang basket 3×3 Indonesia Tournament kembali hadir di tahun 2025 dengan format yang lebih segar. Turnamen yang menjadi wadah unjuk gigi talenta muda ini, kini memperluas cakupannya dengan penambahan kategori usia. Inisiatif dari PT Supersport Sensation (SSS) International, yang berkolaborasi dengan PP Perbasi dan Bank Mandiri, telah menjadi magnet bagi ribuan atlet sejak pertama kali digelar pada 2022. Tak sedikit alumni turnamen ini yang kini bersinar di level nasional, bahkan internasional. Beberapa alumninya kini memperkuat Timnas 3×3 antara lain Evelyn Fiyo, Angelica Jennifer Chandra, Christine Aldora Djundawan, Natasya Amelia Putri, dan Tasya Heru Saputra. Fiyo dan Natasya bahkan tampil di ajang prestisius FIBA 3×3 Women’s Series Jakarta 2025. Sementara di sektor putra, nama Jonathan Patrick Alex turut mewakili Indonesia di kancah internasional. Direktur SSS International Azwan Karim mengatakan sejumlah alumni turnamen ini juga berhasil menembus klub-klub profesional di ajang Indonesia Basketball League (IBL) seperti Arlan Bryan Jason (Prawira), Junior Ibrahim (Dewa United), serta Kevin dan Brian (Satya Wacana). “Sejak 2022, setiap edisi turnamen ini diikuti lebih dari 2.000 atlet 3×3 dari seluruh Indonesia,” ujar Azwan dalam konferensi pers di Sarinah, Senin (4/8/2025). Mandiri 3×3 Indonesia Tournament kini menghadirkan kategori usia KU-15 dan KU-12 Mix, melengkapi kategori yang sudah ada, yaitu KU-18 dan KU-23. Turnamen tahun ini akan dibagi menjadi tiga zona utama: Sumatera (Medan, 23-24 Agustus), NTB & Bali (Lombok & Bali, 6 & 13 September), dan Pulau Jawa (Yogyakarta, Surabaya, Jabodetabek, Bandung, 20 September – 11 Oktober). Grand final akan digelar di Jakarta. Total hadiah yang diperebutkan mencapai lebih dari Rp200 juta. Biaya pendaftaran adalah Rp1 juta per tim. Format play-in kini menggunakan sistem grup, sehingga setiap tim akan bermain minimal tiga kali. Turnamen ini tetap mengacu pada standar kompetisi resmi FIBA, termasuk penggunaan perangkat event maker untuk pemeringkatan FIBA. Pendaftaran telah dibuka sejak Juli 2025, dengan kuota maksimal 12 tim per kategori. Ketua badan 3×3 PP Perbasi, Anthony Gunawan, menekankan pentingnya turnamen ini sebagai wadah pembinaan atlet muda. “Uniknya di 3×3 ini, masing-masing pemain punya individual ranking, mirip dengan badminton. Ranking ini bisa meloloskan mereka ke level Asia, Kejuaraan Dunia, atau Olimpiade,” jelas Anthony.

FIBA 3×3 Jakarta Women’s Series Pertama Kali Digelar di Indonesia

Tim Jakarta Saat Berlaga di FIBA 3x3 Women’s Series 2025

Jakarta menjadi pusat perhatian dunia olahraga saat FIBA 3×3 Women’s Series bergulir di Plaza Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Kamis–Jumat, 24–25 Juli 2025. Sebanyak 16 tim dari berbagai negara siap tampil dalam ajang bergengsi ini sebagai bagian dari rangkaian Inaspro 3×3 Jakarta 2025. Indonesia akan diwakili oleh tim Jakarta, yang dihuni pemain-pemain nasional terbaik, termasuk Nathasa Debby Christaline yang telah malang melintang di dunia basket putri Indonesia. Namun sayang, tim Jakarta harus menelan pil pahit gagal lolos ke perempat final. Jakarta terhenti di Pool B usai selalu kalah dari dua laga yang dilakoni pada ajang yang menjadi bagian dari Inaspro 3×3 Jakarta 2025 di Plaza Timur Gelora Bung Karno. Jakarta masuk Pool B bersama Australia dan Filipina. Tim Jakarta ini dihuni empat pemain putri yakni ⁠Evelyn Fiyo, Nathasa Debby Christaline, Natasya Amelia Putri dan Valencia Callistan. Tim Jakarta dilatih Fandi Andika Ramadhani. Sayangnya Jakarta tak kusa membendung Australia pada laga pertama. Mereka kalah telak 21-5. Pertandingan berakhir saat masih tersisa tiga menit karena Australia sudah menyentuh angka 21 terlebih dahulu. Di laga kedua, Jakarta bermain lebih baik. Namun tetap tak kuasa membendung Filipina. Jakarta kalah 21-8 meski perlawanan lebih sengit. Filipina baru bisa menembus 21 poin ketika laga tersisa satu menit. Dengan dua kekalahan maka Jakarta otomatis tersisih dan tidak bisa melaju ke perempat final. Tim-tim yang lolos ke perempat final FIBA 3×3 Women’s Series 2025 adalah Orleans, Ulaanbaatar Amazons, Jepang, Filipina, Australia, Singapura, Thailand dan Spanyol. “3×3 ini kan harus banyak pertandingan. Tim ini baru kita bentuk satu bulan. Australia juara Asia Cup 2025 ini. Filipina sendiri sudah ikut Women’s Series dari tiga bulan lalu di beberapa kota di Eropa. Ini Women’s Series pertama bagi kita,” ujar Fandi. Pembukaan Inaspro 3×3 Jakarta 2025 dilakukan tepat pukul 19.15 WIB oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. 3×3 Women’s Series Jakarta 2025 sebenarnya sudah dimulai sejak 11.30 WIB. Namun pembukaan secara resmi baru dilakukan pukul 19.15 sebelum laga wakil Indonesia, Jakarta melawan Filipina. Pembukaan berlangsung meriah. CZ Project membawakan dance kontemporer yang memukau ratusan penonton yang hadir langsung di tribun. Upacara pembukaan dihadiri sejumlah petinggi olahraga dan bola basket Indonesia. Selain Menpora dan Raffi, turut hadir waketum DPP Perbasi Christopher Tanuwijaya, Sekjen KONI Ade Lukman, Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia Harry Warganegara, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Surono hingga ketua Perbasi Jakarta Lexyndo Hakim. “Ini hari yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya Jakarta dan Indonesia menyelenggarakan FIBA 3×3 Challenger dan FIBA 3×3 Women’s Series. Ini 4 tahun di Indonesia. Ini menjadi langkah strategi dan komitmen mendorong 3×3 kita lolos ke Olimpiade,” ujar Menpora Dito dalam sambutan resminya.

Indonesia tuan rumah Piala Dunia FIBA U17 2028 dan U19 2029

Indonesia tuan rumah Piala Dunia FIBA U17 2028 dan U19 2029

Indonesia kembali mencatat sejarah di kancah bola basket dunia setelah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah FIBA U17 Women’s Basketball World Cup 2028 dan FIBA U19 Basketball World Cup 2029, demikian diumumkan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dalam kunjungan khusus ke Jakarta pekan ini. Penunjukan ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah, di mana edisi turnamen bergengsi tersebut digelar di kawasan Asia, membawa antusiasme baru bagi pencinta bola basket Tanah Air. Keputusan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah FIBA Basketball World Cup 2023 lalu. Delegasi FIBA yang dipimpin oleh Bendahara FIBA, Ingo Weiss dan COO FIBA, Patrick Mariller menyampaikan pengumuman tersebut usai bertemu dengan Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Budi Djiwandono, Sekretaris Jenderal Perbasi Nirmala Dewi, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, Anggota Dewan Pusat FIBA yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir, serta Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia, Wijaya Noeradi. Penunjukan ini mempertegas komitmen Indonesia untuk terus mendorong perkembangan bola basket, yang ditandai dengan dibukanya kantor FIBA di Indonesia tahun lalu. Kehadiran kantor tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan sejak akar rumput hingga memperkuat ekosistem bola basket nasional. Turnamen U17 dan U19 ini akan menjadi panggung bagi para talenta muda terbaik dunia unjuk kemampuan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi olahraga global. Model multi-tahun yang diterapkan FIBA sejak 2019 mendorong federasi nasional untuk menjadi tuan rumah beberapa event secara berkelanjutan, demi memaksimalkan sinergi dan efisiensi penyelenggaraan. Dengan tuan rumah hingga 2026 telah dikonfirmasi sebelumnya, Indonesia kini menjadi bagian dari rangkaian panjang negara yang dipercaya menggelar ajang usia muda bergengsi FIBA. Adapun keputusan terkait tuan rumah FIBA U17 Basketball World Cup 2028 dan FIBA U19 Women’s Basketball World Cup 2029 akan diumumkan dalam waktu mendatang.

Resmikan Lapangan Standar FIBA, Bima Perkasa dan Bopkri Siapkan Masa Depan Basket Yogyakarta

Yayasan Bopkri Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bima Perkasa Jogja (BPJ) meresmikan lapangan basket berstandar FIBA di SMA Bopkri 1 Yogyakarta

Yayasan Bopkri Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bima Perkasa Jogja (BPJ) meresmikan lapangan basket berstandar FIBA di SMA Bopkri 1 Yogyakarta (Bosa) pada Kamis (16/3/2025) sore. Lapangan ini menjadi salah satu dari tiga lapangan berstandar FIBA yang akan dimiliki sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Bopkri Yogyakarta. Peresmian ini menandai komitmen kedua pihak dalam meningkatkan kualitas fasilitas olahraga dan pembinaan atlet muda di Yogyakarta. Presiden Direktur PT Bima Perkasa Management, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaan terhadap SMA Bosa yang telah meraih gelar juara Development Basketball League (DBL) sebanyak 10 kali berturut-turut sejak 2013. “Kami dari Bima Perkasa Management merasa terhormat bisa berkolaborasi dengan Yayasan Bopkri untuk mendukung pengembangan non-akademik, khususnya basket,” ujar pria yang akrab disapa Mas Marrel itu. “Jogja memiliki banyak potensi atlet berbakat, tetapi masih kalah dalam hal infrastruktur. Dengan adanya lapangan ini, kami ingin membangun ekosistem yang lebih baik agar atlet muda bisa berkembang sejak dini,” imbuhnya. Mas Marrel menekankan pentingnya pembinaan berjenjang, mulai dari sekolah hingga ke tingkat profesional. Menurutnya, atmosfer bola basket di Yogyakarta termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia, selain Jakarta dan Surabaya. Namun, jumlah pemain asli Jogja di tim profesional Bima Perkasa Jogja (BPJ) masih terbilang sedikit. “Kami berharap lebih banyak atlet lokal bisa berkiprah di liga profesional. Dengan pembinaan yang tepat, lulusan SMA yang berbakat bisa melanjutkan ke universitas dan kemudian masuk ke IBL,” katanya. Tak hanya fokus pada pengembangan atlet, Bima Perkasa Jogja juga menanamkan literasi keuangan bagi para pemainnya. Marrel menegaskan bahwa seorang atlet harus memiliki kecerdasan finansial agar tetap bisa berkarier setelah masa bermainnya berakhir. “Kami ingin atlet-atlet kami tidak hanya sukses di lapangan, tetapi juga memiliki keterampilan mengelola keuangan. Ini penting agar mereka tetap memiliki kehidupan yang baik setelah pensiun dari dunia basket,” tambahnya. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar klub, Mas Marrel mengungkapkan bahwa Bima Perkasa Management telah menjalin kerja sama dengan tim basket dari Jepang. Dalam waktu dekat, ada peluang bagi pemain dan manajemen Bima Perkasa untuk belajar langsung ke luar negeri. “Kami ingin memiliki standar yang tidak hanya bertaraf nasional, tetapi juga internasional. Ke depan, kami berharap bisa mengirim pemain muda berbakat dari Jogja ke luar negeri untuk meningkatkan kualitas mereka,” pungkasnya. Selain SMA Bosa, Yayasan Bopkri Yogyakarta juga akan membangun dan merenovasi dua lapangan basket lain di SMP Bopkri Wates dan Montessori School Bintaran dengan standar FIBA. Ketua Umum Yayasan Bopkri, Ir. Obed Tripambudi, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pengembangan minat dan bakat siswa. “Kami bekerja sama dengan Bima Perkasa untuk membangun tiga lapangan basket berstandar FIBA. Selain itu, kami juga mengembangkan program pembinaan sejak dini, termasuk talent scouting, agar bakat-bakat terbaik dapat terarah dengan baik,” jelasnya. Kepala SMA Bosa, Sartana, menyampaikan apresiasinya kepada Bima Perkasa Jogja atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, fasilitas olahraga yang memadai akan membantu siswa menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik. Dengan diresmikannya lapangan basket ini, diharapkan semakin banyak atlet muda berbakat dari Yogyakarta yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sumber: Times Indonesia

FIBA Minta Indonesia Jadi Kandidat Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Basket U-19

Federasi internasional olahraga bola basket dunia FIBA kembali melirik potensi Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia bola basket. Hal ini disampaikan Anggota Dewan Central Board FIBA, Ingo Weiss beserta jajarannya dalam audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, Kamis (2/5/2024). “Kami memilih Indonesia menjadi kandidat tuan rumah Kejuaraan Dunia FIBA U-19 tahun 2027 mendatang,” ujar Ingo Weiss yang dalam audiensi tersebut didampingi pengurus Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (Perbasi). Pemilihan ini menurut Ingo tak terlepas dari keberhasilan Indonesia dalam menggelar Piala Dunia Bola Basket FIBA pada 2023 mendatang bersama Filipina dan Jepang. FIBA menilai penyelenggaraan Piala Dunia FIBA 2023 di Indonesia kala itu merupakan yang terbaik. “Kami ada di sini pada Piala Dunia FIBA 2023 dan kami merasakan atmosfer yang luar biasa terhadap olahraga bola basket. Kami bertemu banyak orang yang antusias dengan bola basket, semuanya sangat menyukai bola basket di sini,” urai Ingo. Dijelaskan, berbeda dengan Piala Dunia FIBA kategori senior, pada Kejuaraan Dunia U-19 nantinya tuan rumah bisa otomatis langsung ikut bagian menjadi peserta turnamen. Tidak harus melalui babak kualifikasi terlebih dahulu. Pun demikian, tidak ada hosting fee yang perlu dibayar Indonesia apabila menjadi tuan rumah. Namun Indonesia tetap memiliki kewajiban dalam manajemen dan pengelolaan panitia penyelenggara. Lebih lanjut Ingo menjelaskan, pertimbangan lain dipilihnya Indonesia ikut bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia U-19 adalah berkaitan rencana FIBA membuka kantor di Jakarta pada tahun ini. Hal tersebut menurut Ingo akan lebih mudah dalam mengatur penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia. “Indonesia juga menunjukkan perkembangan infrastruktur olahraga yang signifikan, khususnya dalam olahraga basket,” tambah Ingo merujuk keberadaan Indonesia Arena yang menjadi venue Piala Dunia FIBA 2023 silam. Menpora Dito lantas menyambut baik pemilihan Indonesia oleh FIBA terkait kandidat bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia U-19. Dalam hal ini Menpora sudah menyampaikan kepada FIBA dan Perbasi bahwa Indonesia pasti akan mengikuti bidding tersebut. “FIBA memberikan angin segar yang tampaknya mereka juga ingin Piala Dunia untuk U-19 itu digelar di wilayah Asia,” ujar Menpora. Kata Menpora Dito, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan memang mengupayakan bisa menjadi tuan rumah kejuaraan-kejuaraan tingkat dunia. Khususnya pada kategori junior yang juga menjadi ajang pembinaan bagi talenta-talenta muda Tanah Air. “Indonesia memiliki fasilitas-fasilitas olahraga yang bisa digunakan untuk kejuaraan-kejuaraan dunia. Penyelenggaraannya pun tidak harus di Jakarta, tetapi juga bisa di kota-kota lain di Indonesia,” tambah Menpora. Sementara itu Ketua Umum (Ketum) Perbasi Danny Kosasih menilai kepercayaan FIBA yang memilih Indonesia sebagai kandidat untuk mengikuti bidding tuan rumah Kejuaraan Dunia FIBA U-19 harus disambut baik. Apalagi apabila terpilih sebagai tuan rumah, Indonesia akan lolos otomatis ke kejuaraan tersebut. “Jadi Perbasi harus segera menyiapkan tim yang menuju ke sana, kalau memang Kejuaraan Dunia U-19 itu jadi digelar di Indonesia,” tutur Danny. Hadir mendampingi Menpora Dito dalam audiensi tersebut Staf Khusus Bidang Peningkatan Prestasi dan Pengembangan Industri Olahraga Ardima Rama Putra dan Staf Khusus Bidang Hukum dan Kepatuhan Tata Kelola Alvin Saptamandra Suryohadiprojo. Sumber: Kemenpora

Timnas Wanita Bolabasket USA Kampiun FIBA World Cup 2022

Timnas bolabasket Amerika Serikat menjadi juara FIBA World Cup berurutan yang keempat kalinya. Hasil ini menjadikan timnas bolabasket negara Paman Sam itu juara sebelas kali secara total. Pada 1 Oktober 2022 di Sydney Superdome, Sydney, Australia, timnas bolabasket Amerika mengalahkan China 83-61. Pada babak awal China sempat memimpin jalannya pertandingan dengan Yueru Li menyumbangkan 19 poin dan 12 rebounds. Akan tetapi timnas bolabasket USA langsung tancap gas saat half-time dengan A’ja Wilson menyumbang 19 poin, Kelsey Plum dengan 17 poin. Acara yang dihadiri 16.000 penonton tersebut juga menobatkan A’Ja Wilson sebagai TISSOT MVP dan akan bergabung bersama Google All-Star Five bersama Breanna Stewart (USA), Xu Han (China), Steph Talbot (Australia) dan Bridget Carleton (Canada). Hasil ini juga mengamankan tiket timnas bolabasket wanita USA ke Olimpiade Paris 2024. FIBA Women’s Basketball World Cup 2022 Final Standings: 1. USA 2. China 3. Australia 4. Canada 5. Belgium 6. Serbia 7. France 8. Puerto Rico 9. Japan 10. Korea 11. Mali 12. Bosnia and Herzegovina Sumber: FIBA.basketball

Derrick Michael Bertekad Buat Bangga Indonesia di FIBA Asia Cup 2022

Derrick Michael Bertekad Buat Bangga Indonesia di FIBA Asia Cup 2022

Pemain timnas basket Indonesia, Derrick Michael Xzavierro, bertekad kembali torehkan sejarah untuk membuat bangsa Indonesia kembali bangga saat timnas berjuang pada FIBA Asia Cup 2022 12-24 Juli mendatang di Istora Senayan, Jakarta. Raihan keping emas di SEA Games 2021 Vietnam lalu menjadi modal apik Derrick dkk. Pasalnya jika timnas lolos di FIBA Asia Cup 2022 maka, Indonesia dipastikan akan masuk menjadi peserta pada Kejuaraan Dunia Basket tahun 2023 mendatang. “Pokoknya menyambut FIBA Asia Cup ini kita tambah semangat pastinya. Karena ini jadi histori dan kita ingin buat histori lagi bagi basket Indonesia,” tekad pemuda keturunan Kamerun-Sumatera Utara ini saat ditemui disela-sela latihannya di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (29/6). Timnas Basket Indonesia sendiri tergabung di Grup A bersama Yordania, Arab Saudi, dan Australia. Lawan yang dihadapi Timnas Basket Indonesia terhitung berat. Kendati demikian Derrick bertekad memberikan 100 persen kemampuannya. “Untuk di FIBA Asia Cup 2022 pastinya kita maunya turunkan 100% kemampuan kita apalagi disaat kita menjadi tuan rumah banyak fans tentu kita mau menang dan membuat Indonesia bangga,” tekad pria pemiliki tinggi badan 203 cm ini. Derrick mengaku porsi latihannya sejauh ini masih tergolong normal. Pebasket berusia 19 tahun ini sedang fokus belajar memperbaiki kekurangan saat latihan seusai timnas pulang dari try out di Australia. “Persiapannya sejauh ini masih normal, kami 100 persen latihan masih normal, apa yang kemarin kurang kita betulin,” ungkapnya. “Pastinya kita akan melawan Saudi Arabia dulu di qualifikasi FIBA World Cup. Jadi, disitu kita bisa belajar dari Saudi dan mungkin juga Saudi juga belajar dari Indonesia jadi sama-sama belajar,” pungkas pemuda kelahiran 1 April 2003 itu.

Maskot FIBA Basketball World Cup 2023 Belum Ada Nama. Siapa Yang Cocok Menurut Sobat Muda NYSN?

Maskot FIBA Basketball World Cup 2023 Belum Ada Nama. Siapa Yang Cocok Menurut Sobat Muda NYSN? Maskot FIBA Basketball World Cup ​​​​2023, yang akan diselenggarakan di tiga negara, telah resmi diluncurkan. Para penggemar dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, memiliki kesempatan untuk memilih namanya melalui kompetisi online. Maskot FIBA Basketball World Cup ​​2023 terlahir dari visi bersama tiga fans basket muda, yaitu Caloy dari Filipina, Kota dari Jepang, dan Dewi dari Indonesia. Ketiganya bertemu secara online dan memutuskan untuk menciptakan sesuatu yang unik, yang akan menyatukan penggemar bola basket di seluruh dunia. Maskot ini juga akan mewakili tiga negara asal para desainernya, yang menjadi tuan rumah bersama FIBA Basketball World Cup 2023. Maskot yang baru diluncurkan ini belum diberi nama. Sebab tiga desainer muda ingin para penggemar menjadi bagian dari pengalaman menarik ini. Oleh karena itu, diselenggarakanlah kompetisi penamaan maskot resmi di halaman situs web FIBA Basketball World Cup ​​​​2023, yang berlangsung hingga 30 Juni 2022. Penggemar yang ambil bagian dapat mengikuti undian untuk memenangkan bola Molten resmi. Jadi, silakan berpartisipasi dan bagikan ide terbaik Anda yang bisa jadi sangat bermanfaat! Maskot yang notabene adalah robot ini diprogram untuk menjadi lucu, ramah, dan sporty. Dia memiliki keterampilan dribbling yang hebat dan juga memiliki dunk supersonik. Maskot ini akan mempromosikan FIBA Basketball World Cup ​​​​2023 secara global dan membagikan kecintaannya pada bola basket kepada sebanyak mungkin orang menjelang perhelatan besar bola basket sejagat tersebut pada 2023. Maskot ini juga telah dirancang untuk mendorong penggemar mempertimbangkan lingkungan dan mendidik generasi muda tentang daur ulang melalui lingkaran belakang bawaannya. Warna maskot mewakili masing-masing dari tiga bendera nasional negara tuan rumah. Fans akan senang mengetahui bahwa ada wajah LED di kepala maskot yang memungkinkannya berkomunikasi dengan jutaan orang dalam berbagai bahasa. FIBA Basketball World Cup ​​​​2023 akan dimulai pada 25 Agustus tahun depan. Ajang ini akan diselenggarakan untuk pertama kali dalam sejarahnya di tiga negara, Filipina, Jepang, dan Indonesia. Richard Carrion, Ketua Komite Manajemen Gabungan untuk FIBA Basketball World Cup ​​2023 mengatakan, “FIBA Basketball World Cup ​​2023 ini akan menjadi acara yang unik, diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh tiga negara, dan kami menginginkan konsep baru untuk maskotnya. Selain untuk merayakan dan menghibur, juga untuk membawa pesan yang sangat penting di dunia saat ini.” Setelah kompetisi penamaan selesai, maskot yang baru diberi nama tersebut kemudian akan menjalani tur ke tiga negara tuan rumah yaitu Filipina, Jepang, dan Indonesia. Dia akan bertemu dengan para fans basket mulai Juli tahun ini. Sumber: Perbasi

Persiapan FIBA Asia Cup Timnas Bolabasket Uji Coba ke Australia

Timnas Bolabasket 5×5 Putra bertolak ke Australia (8/6). Disana timnas bolabasket akan memantapkan persiapan menghadapi FIBA Asia Cup 2022 Juli nanti. Akan ada 10 pertandingan uji coba yang akan dilakoni timnas bolabasket. “Kami ingin anak-anak mendapatkan pembelajaran langsung dimana level bolabasket di Australia itu yang kita tahu adalah rangking ketiga di FIBA dunia,” ungkap Manajer Timnas Bolabasket 5×5 Putra Jeremy Imanuel Santoso. Timnas akan berada di Australia hingga 15 hari ke depan. Selama itu, mereka akan menjalani 10 uji coba melawan klub NBL1. Ada Diamond Valley Eagles, Wyndham, Eltham Wildcats, Waverley Falcons, Sunshine Coast Phoenix, juga South West Metro Pirates. Kemudian Southern District Spartans, Logan Thunder, Ipswich Force, dan Brisbane Capitals. “Mereka memiliki postur-postur pemain dan memiliki cara bermain yang sangat tinggi. Jadi di Australia ini mempersiapkan secara langsung anak-anak melawan level bolabasket yang jauh lebih tinggi dari SEA Games. Itu harapan kami di Australia dengan memainkan 10 game,” ungkapnya. Try out di Australia ini, sebanyak 16 pemain diboyong. Mereka adalah kombinasi pemain yang meraih emas di SEA Games Hanoi lalu ditambah pemain muda. Mereka masuk untuk mengisi slot yang ditinggalkan Hardianus Lakudu karena cedera. Kemudian Dame Diagne yang harus fokus jalani ujian akhir tahun. “Pemain kita bawa 10 pemain SEA Games selain Hardianus yang cedera dan Dame yang ujian akhir tahun. Pemain itu akan ikut dan menambah roster kita menjadi 16 orang,” terangnya. Dari skuad SEA Games Hanoi ada Brandon Jawato, Marques Bolden, Derrick Michael, Abraham Damar Grahita, Agassi Goantara, Juan Kokodiputra, Arki Dikania Wisnu, Vincent Kosasih, Yudha Saputera dan Andakara Prastawa. Kemudian ditambah Widyanta Putra Teja, M. Arighi Hadran Noor, Kelvin Sanjaya, Ali Bagir Alhadar, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, dan Aldy Izzatur Rachman. Sekjen PP PERBASI Nirmala Dewi berharap, para pemain memanfaatkan dengan baik tur ke Australia ini. Diharapkan, setelah dari Australia level permainan timnas akan semakin naik. “Ke depan, rivalitas akan semakin ketat karena kita jadi tuan rumah FIBA Asia Cup. Jadi try out ke Australia ini kesempatan yang sangat berharga. Para pemain harus bisa memanfaatkan betul momentum Ini untuk menaikkan level permainan,” terang Nirmala. Daftar pemain timnas bola basket: 1. Andakara Prastawa Dhyaksa 2. Yudha Saputera 3. Widyanta Putra Teja 4. Arki Dikania Wisnu 5. Aggasi Yeshe Goantara 6. Abraham Damar Grahita 7. Juan Laurent Kokodiputra 8. Brandon Jawato 9. Vincent R. Kosasih 10. Derrick M. Xzavierro 11. Marques T. Bolden 12. M. Arighi Hadran Noor 13. Kelvin Sanjaya 14. Kevin Yonas Argadiba Sitorus 15. Ali Bagir Alhadar 16. Aldy Izzatur Rachman Sumber: Indonesia Basketball

Timnas Bolabasket U-16 Optimis Menghadapi Lawan Berat

Setelah berlatih sejak 18 Mei lalu, Timnas Bolabasket U-16 Putra akan memulai perjuangan di FIBA U-16 Asian Championship 2022 di Doha, Qatar. Timnas bola basket U-16 masuk dalam grup B bersama Iran dan Lebanon. Perjuangan pertama timnas akan dimulai pada 12 Juni mendatang saat melawan Lebanon. Pelatih Timnas Bolabasket U-16 Putra Rifki Antolyon mengatakan grup B adalah grup yang berat karena Iran dan Lebanon memiliki kultur basket lebih baik. “Untuk persaingan di semua grup saya rasa sama, dimana di setiap grup itu ada tim terkuat di Asia. Namun saya akui bahwa persaingan di grup B ini untuk kita, memang sangat berat. Namun kami akan mencoba berikan yang terbaik,” jelas Rifki. Rifki mempersiapkan anak asuhnya dengan mematangkan kerja sama dan chemistry antar pemain. Dalam game plan, mereka juga diwajibkan bisa memainkan permainan cepat dengan akurasi yang sangat terjaga. “Penekanan kita menghadapi 2 tim ini adalah bermain cepat dengan akurasi shooting yang saya harapkan berjalan dengan baik. Kemudian, saya juga menekankan pada rebound yang baik. Terutama defensive rebound,” ujarnya. Rifki mengingatkan, bermain cepat bukan berarti asal umpan ke depan dengan buru-buru. Semua permainan harus dibangun dengan perhitungan matang. Melihat situasi dengan tepat dan cepat agar bisa menyerang dan bertahan dengan sigap. “Permainan cepat di sini bukan artinya terburu buru ya. Cepat saat transisi dari defense ke offense, di mana kita melakukan serangan saat lawan belum sempurna buat defense. Namun yang paling utama yang saya butuhkan dari pemain adalah mental baja saat menghadapi lawan,” tukasnya. Jika skenario ini berjalan sukses, harapan Indonesia mencetak kemenangan bukan hal mustahil. “Mengambil kemenangan atau kata-kata yang lain adalah mencuri kemenangan memang adalah tujuan kami, dengan mencoba memakai strategi yang telah kami siapkan,” jelasnya. Sumber: Indonesia Basketball

Berikut Daftar Pemain FIBA U-16 Asian Championship 2022 Qatar.

Pemusatan latihan Timnas Bolabasket U-16 memasuki fase akhir. Baik kategori putra maupun putri sudah mengerucutkan komposisi pemain. Masing-masing sudah mendapatkan 12 roster terbaik setelah berlatih sejak medio Mei 2022. Mereka masuk kerangka pelatih untuk bermain di FIBA U-16 Asian Championship pada 12-19 Juni 2022 di Qatar. Ketua Badan Tim Nasional Junior PP PERBASI Lie Wen mengatakan, pengerucutan dilakukan di awal Juni karena untuk menyesuaikan pelaksanaan kegiatan. Harapannya, coaching staff bisa memaksimalkan waktu yang ada setelah penetapan roster. Mengingat memang waktu yang tersedia tidak banyak. “Roster kita tetapkan sekarang mengingat waktu pelaksanaan tidak lama lagi, jadi coaching staff perlu cepat menentukan 12 nama untuk segera memantapkan strategi dan juga untuk kebutuhan persiapan administrasi keberangkatan seperti pasport, visa, tiket, dan lain-lain,” jelas Lie Wen. Lie Wen berharap, dengan ditetapkannya roster untuk setiap kategori para pelatih bisa lebih detail dalam melakukan persiapan. Terutama dalam hal pemantapan chemistry antarpemain dan game plan. “Setelah penetapan 12 nama ini, para pelatih bisa fokus pada persiapan akhir menuju pertandingan baik secara strategi bermain, chemistry antarpemain, dan menjaga kondisi pemain agar selalu bugar,” ujarnya. Sementara Sekjen PP PERBASI Nirmala Dewi berharap para pemain bisa menjawab tanggung jawab besar ini. Bahwa mereka berjuang di Qatar juga Jordania bukan hanya berjuang untuk bolabasket Indonesia. Lebih dari itu, perjuangan ini atas nama Merah Putih. “Tidak semua remaja seusia mereka mendapatkan kepercayaan berjuang demi Merah Putih. Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Kami percaya bahwa masa depan Timnas Bolabasket akan semakin cemerlang jika di level juniornya diperkuat dengan memberikan kesempatan mendapat pengalaman bertanding di kejuaraan internasional,” jelas Nirmala. 12 Roster Timnas Bolabasket U-16 Putra: 1. Arthur Vadel Krisma Putra (DI Yogyakarta) 2. Cliff Louis (Jatim) 3. Clifton Wijaya (Jatim) 4. Fachrie Abyasa ( DKI Jakarta ) 5. Jihad Visabilillah (Jabar) 6. Radithyo Wibowo (DKI ) 7. Farrergie Alexandre Nauval (Jabar) 8. I Nyoman Aldo Dharma (Bali) 9. Justin Patrick Alex (Jatim) 10. Adante Daud Al Ghifari (DKI Jakarta) 11. Brian Leonard (DKI Jakarta) 12. Daniel Nicholas Delin (Jatim) 12 Roster Timnas Bolabasket U-16 Putri: 1. Juliette Aimee Gogus Putra (Jawa Tengah) 2. Jesslyne Jaya Wiyanto (Jawa Tengah) 3. Syarafina Ayasha Sjahril (DKI Jakarta) 4. Nathania Nicole Sasongko (Jawa Timur) 5. Erinindita Prias Madafa (Jawa Tengah) 6. Vanissa Renata Siregar (DKI Jakarta) 7. Valencia Calistan (Sumatera Utara) 8. Maxine Maria Sutisna (DKI Jakarta) 9. Chumaira Dian Khayra (DKI Jakarta) 10. Deewell Windi Dido (DKI Jakarta) 11. Kartika Hatta Mahanani (Jawa Barat) 12. Angelica Jennifer Candra (DI Yogyakarta)   Sumber: Indonesia Basketball