Janice Tjen terhenti pada babak kedua Wimbledon

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya di sektor tunggal pada babak kedua Wimbledon 2026 setelah kalah dari Daria Kasatkina dalam pertandingan tiga set di London, Inggris, Rabu. Janice sempat membuka peluang dengan merebut set pertama melalui tie-break sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh petenis Australia tersebut 7-6(5), 1-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 37 menit. Janice tampil solid pada set pembuka. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6, petenis kelahiran Jakarta itu tampil lebih tenang untuk mengejar ketertinggalan 1-5 pada tie-break hingga mengamankan set pertama dengan skor 7-5. Namun, momentum berbalik pada set kedua ketika Kasatkina meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Petenis No.65 dunia tersebut dua kali mematahkan servis Janice untuk unggul jauh dan menutup set kedua dengan kemenangan 6-1, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, kedua pemain kembali saling mematahkan servis pada fase awal pertandingan. Kasatkina kemudian mampu memanfaatkan peluang break pada gim kedelapan untuk berbalik unggul sebelum memastikan kemenangan 6-4 setelah mengonversi match point pada gim terakhir. Secara statistik, Kasatkina lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertamanya. Ia memenangi 63 dari 90 poin (70 persen) saat servis pertama masuk, sementara Janice mengumpulkan 34 dari 57 poin (60 persen). Statistik Wimbledon menunjukkan Kasatkina juga tampil lebih agresif di depan net dengan memenangi 28 dari 31 poin (90 persen), sedangkan Janice hanya memenangi 11 dari 17 poin (65 persen). Dari sisi serangan, Kasatkina mencatatkan 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error. Kasatkina juga lebih efektif memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi lima dari delapan kesempatan, sementara Janice hanya berhasil memanfaatkan dua dari 10 peluang. Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif dalam penampilan debutnya di Wimbledon. Ia juga masih bertahan di All England Club untuk bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia Janice/Aldila dijadwalkan tampil menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Eastbourne Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama Eastbourne Open 2026 setelah berjuang lebih dari tiga jam pada laga pembukanya di Eastbourne, Inggris, Selasa. Janice, yang menempati unggulan keenam ajang WTA 250 lapangan rumput itu harus tunduk di tangan Caty McNally setelah melalui rubber set 5-7, 7-6(5), 3-6, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama ketika kedua petenis yang sama-sama berumur 24 tahun itu berebut memenangi gim untuk kedudukan 3-3. Janice dengan kekuatan servisnya yang mencatat satu ace tidak cukup untuk menghadang McNally yang unggul dengan catatan 73,5 persen untuk memasukkan servis pertamanya, dan berhasil memenangi 88 persen poin servis pertamanya. Janice menyamakan kedudukan 5-5, namun McNally kemudian memenangi dua gim setelahnya untuk merebut set pertama. McNally unggul pada set kedua saat Janice kehilangan servisnya. Namun, dengan cepat petenis kelahiran Jakarta itu bangkit menyamakan kedudukan dan menjaga selisih angka agar tidak terpaut jauh. Janice memaksa McNally untuk memainkan tie-break yang berlangsung ketat. Pada kedudukan imbang 5-5, ia kemudian memenangi dua poin untuk membawa pertandingan ke set penentu. Dominasi McNally terasa di set ketiga meski secara statistik Janice unggul dari segi persentase servis pertama dan lebih sedikit melakukan kesalahan ganda. Ketika Janice mencoba mengejar ketertinggalan 3-4, McNally dengan kuat memenangi dua gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah tiga jam 10 menit. Dengan hasil tersebut Janice belum bisa memecah kebuntuan kekalahan laga pembuka setelah terhenti pada babak pertama dua pekan beruntun, yakni pada Libema Open dan Nottingham Open pekan lalu. Meski begitu, Janice masih akan tampil di sektor ganda di Eastbourne bersama petenis Hong Kong Eudice Chong yang akan berhadapan dengan unggulan kedua Jasmine Paolini/Sara Errani.

Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir pada semifinal ganda turnamen bergengsi WTA 250 lapangan rumput Nottingham Open 2026. Aldila/Janice menelan kekalahan dari pasangan berkebangsaan Britania Raya Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 1-2 (6-4, 4-6, 6-10), demikian catatan Nottingham Open. Bermain di Lexus Nottingham Tennis Centre, Janice/Aldila sempat unggul dengan skor 4-0 di set pertama, meski Dart/Lumsden dapat memberikan perlawanan. Pada set pertama, akhirnya Aldila/Janice berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4 dan membuat mereka menatap set kedua dengan modal positif. Memasuki set kedua, Aldila/Janice tampil seolah kehilangan arah dan dapat dimanfaatkan Dart/Lumsden yang mendapatkan keunggulan terlebih dahulu. Selanjutnya Dart/Lumsden dapat mengunci kemenangan pada set kedua dan mengalahkan Aldila/Janice dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Aldlia/Janice berhasil mencetak angka terlebih dahulu, akan tetapi Dart/Lumsden tinggal diam dan terjadi kejar-kerjaran skor. Pertandingan berlangsung sengit, bahkan kedudukan sempat sama kuat 6-6, akan tetapi pada akhirnya Aldila/Janice harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden dengan skor 6-10. Pada babak perempat final Nottingham Open 2026, sebelumnya Aldila/Janice berhasil menyingkirkan ganda putri Ceko Miriam Skoch/Jesika Maleckova.

Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026 setelah kalah dari petenis Jerman Tatjana Maria di Nottingham, Inggris, Senin. Janice yang menempati unggulan kesembilan dalam ajang WTA 250 lapangan rumput itu tak mampu menghalau penampilan kuat Maria sehingga terpaksa menyerah 3-6, 2-6, dalam satu jam dua menit. Statistik WTA menunjukkan bahwa Maria tampil impresif dengan mencatatkan tujuh ace pada set pertama. Petenis peringkat 52 WTA itu memasukkan 87,5 persen servis pertamanya dan memenangi 85,7 persen servis pertama. Janice mencoba mengganggu ritme petenis berusia 38 tahun itu pada set kedua, dengan memenangi 71 persen poin servis pertama. Namun, Maria terlampau kuat bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu. Maria mencatatkan tiga ace, unggul dari segi pengembalian bola, dan mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk memenangi pertandingan. Hasil tersebut membuat Janice kembali harus terhenti pada babak pertama. Petenis No.40 dunia itu belum dapat memecah dengan kekalahan pada babak pembuka. Setelah menutup musim lapangan tanah liat di Roland Garros dengan terhenti pada babak pertama, Janice sempat melaju hingga babak kedua di Birmingham Classic. Namun, ia kembali harus pulang lebih awal ketika kandas pada babak pembuka Libema Open. Meski begitu, Janice masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa bertahan lebih lama di Nottingham. Ia akan bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila sebelumnya juga harus menelan kekalahan pahit di WTA 250 ‘s-Hertogenbosch, setelah dipaksa menyerah 1-6, 6-4, 8-10 pada babak pertama dari Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Di Nottingham, Janice/Aldila, yang menempati unggulan ketiga, akan memulai perjuangan mereka dengan bertemu pasangan Amerika-Ceko Ann Li/Tereza Valentova esok hari, Selasa (16/6).

Aldila/Janice kandas pada babak pertama Libema Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda tenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir dari turnamen lapangan rumput WTA 250 Libema Open 2026 setelah kalah pada babak pertama di’s-Hertogenbosch, Belanda, Rabu. Aldila/Janice, yang menempati unggulan kedua dalam ajang tersebut, terpaksa menyerah setelah melalui super tie-break di tangan pasangan asal Belanda-Inggris Isabelle Haverlag/Maia Lumsden dengan 1-6, 6-4, 8-10, demikian WTA. Dominasi Haverlag/Lumsden terlihat pada set pertama yang berjalan berat sebelah. Berbekal servis kuat dengan mencatat dua ace, pasangan non-unggulan itu memenangi 90,9 persen poin servis pertama. Meski Aldila/Janice berhasil memasukkan 78,3 persen servis pertama mereka, namun hal itu tidak mampu menahan Haverlag/Lumsden yang melaju memenangi tiga gim beruntun dari keunggulan 3-1 untuk mengambil alih set pertama. Aldila/Janice berusaha bangkit pada set kedua yang berjalan ketat di awal. Ganda putri Merah Putih itu berhasil merusak ritme permainan lawan ketika memenangi gim ketujuh untuk unggul 4-3. Statistik WTA menunjukkan Aldila/Janice memenangi 77,3 persen servis pertama mereka, dan unggul dari akurasi pengembalian bola untuk membawa pertandingan ke set penentu. Super tie-break berjalan sengit saat papan skor menunjukkan 5-5. Aldila/Janice kemudian memenangi tiga poin, namun kejutan terjadi setelah itu. Haverlag/Lumsden bangkit mengejar ketertinggalan, memenangi poin demi-poin untuk menyamakan kedudukan, hingga akhirnya lebih dulu mengantongi 10 poin untuk meraih kemenangan setelah satu jam 10 menit. Kekalahan tersebut membuat Janice harus meninggalkan ‘s-Hertogenbosch lebih awal setelah juga mengalami kekalahan babak pertama di sektor tunggal saat menghadapi petenis Belgia Greet Minnen, Selasa (9/10).

Janice Tjen terhenti pada babak pertama Libema Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen tersingkir dari Libema Open 2026 setelah dikalahkan petenis Belgia Greet Minnen pada babak pertama di ‘s-Hertogenbosch, Belanda, Selasa (9/6). Unggulan ketujuh pada ajang WTA 250 tersebut tak mampu menghalau petenis kualifikasi Minnen dengan 6-7(7), 1-6, demikian catatan hasil pertandingan dari WTA. Set pertama berlangsung sengit. Janice unggul tipis dari segi perolehan poin untuk servis pertama dengan 68 persen, berbanding 67,6 persen. Petenis kelahiran Jakarta itu juga mencatat satu ace, namun servis kerasnya mendapat saingan kuat dari Minnen yang berhasil memasukkan 80,4 persen servis pertama — sementara Janice hanya 54,3 persen. Dominasi Minnen membawa set pertama ke tie-break. Petenis peringkat 202 WTA itu kemudian memenangi tujuh dari 11 poin untuk memimpin pertandingan. Minnen menjaga momentumnya hingga set kedua dengan unggul satu ace dari Janice. Petenis No.40 dunia itu mencoba memberi perlawanan melalui kekuatan servisnya dengan memasukkan 60,7 persen servis pertama. Namun, Minnen terus mendominasi pertandingan dengan keberhasilan memenangi 90 persen poin servis pertama. Ia juga unggul dari segi poin servis kedua dan poin pengembalian bola. Minnen kemudian menyudahi perlawanan Janice setelah satu jam 47 menit untuk memenangi pertandingan. Bagi Janice, Libema Open 2026 merupakan turnamen lapangan rumput kedua musim ini. Petenis berusia 24 tahun itu masih berjuang mendapatkan performa terbaiknya di sektor tunggal. Pada turnamen sebelumnya, Janice kandas pada babak kedua Birmingham Open 2026. Namun, ia berhasil meraih gelar ajang WTA 125 tersebut di sektor ganda bersama petenis Australia, Talia Gibson.

Janice Tjen juara ganda Birmingham Classic 2026

Janice Tjen dan Talia Gibson Usai Juara Birmingham Classic 2026

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Australia, Talia Gibson berhasil menjuarai ganda Birmingham Classic 2026 seusai membungkam tuan rumah pada babak final, Jumat. Janice/Gibson, yang menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, tampil kuat dalam mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dengan straight set 6-4, 6-3, demikian WTA. Pada set pertama, Janice/Gibson mencoba mendikte lawan melalui servis keras mereka dengan mencatatkan dua ace. Namun, pasangan Inggris yang merupakan unggulan kedua juga memberi perlawanan kuat lewat servis mereka. Statistik WTA menunjukkan Dart/Lumsden memasukkan 70,6 persen servis pertama mereka, dan memenangi 62,5 persen servis pertama. Meski begitu, Janice/Gibson unggul dari segi pengembalian bola, mengkonversi tiga dari empat peluang break point untuk merebut set pertama. Janice/Gibson memberi tekanan lebih intens pada set kedua. Masih dengan servis kuat yang mencatat keunggulan dua ace, ganda Inggris-Australia itu memenangi 84,2 persen servis pertama mereka. Berhasil menyelamatkan 100 persen break point, Janice/Gibson akhirnya mengemas kemenangan setelah satu jam 14 menit. Gelar di Birmingham menjadi gelar ganda kelima bagi Janice dalam tur WTA yang ia mulai pada September tahun lalu. Petenis kelahiran Jakarta itu menjuarai WTA 125 Suzhou 2025 di China bersama Aldila Sutjiadi pada Oktober. Ganda putri Indonesia itu kemudian mengangkat trofi WTA 250 Chenai di India pada November 2025. Sebelumnya pada Oktober, Janice meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou di China bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Awal tahun ini, Janice juga menjuarai ganda WTA 250 Hobart 2026 di Australia bersama Piter. Berbeda dari sektor ganda, Janice masih harus berjuang di sektor tunggal. Petenis berusia 24 tahun itu kandas pada babak kedua Birmingham Classic. Janice belum mendapatkan hasil yang diinginkan selepas “Middle-east Swing” yang membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No.36 dunia.

Aldila Sutjiadi Runner-up Maroko Open 2026

Aldila Sutjiadi, Vera Zvonareva, Eudice Chong, Magali Kempen - Morocco Open 2026

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, menjadi runner-up Maroko Open 2026 seusai kalah pada babak final ajang WTA 250 Rabat, Jumat. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas bangkit menyamakan kedudukan namun tak mampu menghalau Magali Kempen/Eudice Chong pada super tie-break hingga terpaksa menyerah dengan 3-6, 6-2, 6-10, demikian WTA. Sukses mendapatkan satu ace dengan catatan bersih dari kesalahan ganda tidak cukup bagi Aldila/Vera untuk menaklukkan Kempen/Chong yang sedang dalam performa terbaik mereka. Pasangan Belgia/Hong Kong itu memasukkan 81,8 persen servis pertama mereka, menyelamatkan lebih banyak break point untuk merebut set pertama. Aldila/Vera bangkit pada set kedua dengan memenangi tiga gim beruntun. Memimpin dengan 4-1, mereka sempat tercuri satu gim tetapi mampu mengambil alih permainan untuk memaksa ke super tie-break. Laga berjalan sengit ketika kedudukan imbang 4-4. Namun, Kempen/Chong, yang unggul dari segi servis pertama dengan catatan 87,5 persen, kemudian memimpin dengan 7-5, lalu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Perjalanan Kempen/Chong dalam meraih gelar terbilang mulus tanpa menjalani super tie-break, termasuk saat berhadapan dengan unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva pada semifinal. Sementara itu, sebagai unggulan pertama Aldila/Vera melakoni tiga laga sengit super tie-break selepas babak pertama untuk menjadi runner-up ajang lapangan tanah liat pemanasan Roland Garros tersebut. Bagi Aldila, menjadi finalis Maroko Open 2026 merupakan langkah terjauh musim ini. Ia mencapai perempat final WTA 250 Auckland dan WTA 250 Hobart pada awal tahun, juga perempat final WTA 1000 Madrid akhir bulan lalu. Menjadi runner up WTA 250 Rabat memperpanjang daftar capaian Aldila sebagai empat kali finalis ajang WTA Tour, yakni di WTA 500 Guadalajara 2025 bersama Giuliana Olmos, WTA 500 Strasbourg 2024 bersama Asia Muhammad, WTA Elite Trophy Zhuhai 2023 dan WTA 250 Hamburg 2022 bersama Miyu Kato.

Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026 setelah kalah dari petenis Amerika, Emma Navarro 4-6, 3-6, Selasa. Dalam debutnya pada Grand Slam lapangan tanah liat tersebut, Janice tak mampu menghalau Navarro yang berada dalam performa terbaiknya setelah menjuarai WTA 500 Strasbourg akhir pekan lalu. Dikutip dari catatan hasil pertandingan Roland Garros, Navarro melesat dengan cepat pada set pertama saat memimpin 4-1, tetapi Janice berhasil menyamakan kedudukan 4-4. Berbekal servis kuat dengan mencatatkan lima berbanding empat ace milik Janice, Navarro kemudian menyelesaikan set pertama dengan memenangi dua gim setelahnya untuk mencuri keunggulan. Janice mencoba mendominasi pertandingan pada set kedua dengan memimpin 2-1. Petenis berusia 24 tahun itu memasukkan 58 persen servis pertama lebih banyak dari Navarro. Namun, petenis berusia 25 tahun asal Charleston itu mengambil alih permainan dengan 4-2. Ia juga mencatat keunggulan dari segi kemenangan poin servis pertama dibanding Janice, yakni 67 persen berbanding 58 persen. Peringkat 40 dunia Janice dengan gigih berjuang menghadang match point dari Navarro. Berhasil mendapatkan satu gim, petenis kelahiran Jakarta itu terpaksa menyerah pada gim berikutnya dari petenis No.25 dunia tersebut. Terhenti di sektor tunggal, Janice masih menjaga asa untuk tetap berada di Paris dengan turun di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila dijadwalkan bertemu ganda Ceko-Spanyol Marie Bouzkova/Sara Sorribes Tormo pada babak pertama, Rabu (27/5). Sebelum mengikuti French Open 2026, Aldila yang berpasangan dengan Vera Zvonareva berhasil menjadi runner up Maroko Open akhir pekan lalu. Sementara, Janice yang menjadi unggulan teratas di sektor ajang WTA 250 Rabat sayangnya kandas pada babak kedua. Meski begitu, Aldila/Janice memiliki catatan cukup baik pada musim lapangan tanah liat dengan mencapai perempat final WTA 1000 Madrid.

Janice Tjen terhenti di 16 besar Maroko Terbuka 2026

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen harus terhenti di babak 16 besar WTA Maroko Terbuka 2026 setelah kalah dari unggulan asal Kolombia, Camila Osorio di Rabat pada Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, Janice menyerah dengan skor 3-6, 6-3, dan 0-6 dalam duel berdurasi dua jam enam menit. Janice mengawali laga dengan kurang meyakinkan dan kehilangan set pertama 3-6. Osorio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point serta unggul dalam servis sehingga mampu mengontrol permainan. Namun, petenis Indonesia itu bangkit pada set kedua. Janice tampil lebih agresif dari baseline dan berhasil menyamakan kedudukan setelah merebut set dengan skor 6-3. Memasuki set penentuan, momentum kembali berpihak kepada Osorio. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan tidak memberi kesempatan kepada Janice untuk berkembang. Osorio menyapu set ketiga dengan skor telak 6-0 sekaligus memastikan tiket ke perempat final. Meski gagal melangkah lebih jauh, Janice sempat memberikan perlawanan sengit dengan merebut set kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Osorio di turnamen WTA level 250 tersebut.

WTA 1000 Roma: Janice Tjen kandas pada babak pertama

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Internazionali BNL D’Italia 2026 di Rome setelah kalah dari petenis Amerika Peyton Stearns, Rabu. Janice terpaksa menyerah pada babak pembuka WTA 1000 Roma setelah berjuang satu jam 25 menit di Lapangan 13 Foro Italico, dengan skor akhir 4-6, 4-6. Pada set pertama Stearns membangun keunggulan melalui dua ace. Namun, Janice dengan servis kuatnya mampu memasukkan servis pertama lebih baik dengan persentase 62,1 persen. Stearns kemudian berhasil mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk mencuri set pertama. Janice berusaha bangkit pada set kedua dengan mencatatkan lima ace, yang kemudian diperpanjang dengan memasukkan servis pertama lebih banyak, yakni 66,7 persen. Namun, Stearns yang bermain tanpa kesalahan ganda — di saat Janice mencatatkan dua kesalahan ganda — memimpin dari segi perolehan poin dalam pengembalian bola. Petenis kelahiran Cincinnati berusia 24 tahun itu juga mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Selanjutnya pada babak kedua Italian Open 2026, Stearns, yang saat ini berada di peringkat 49 WTA, akan berhadapan dengan rekan senegaranya unggulan ke-17 Madison Keys, yang mendapat bye pada babak pertama. Sementara itu, bagi Janice kekalahan tersebut mengulang hasil pahit ketika harus terhenti pada babak pertama dalam tur Amerika pada Maret, termasuk Merida Open di Meksiko, Indian Wells, Miami, dan Charleston. Janice, yang saat ini berada di No.40 dunia, mematahkan catatan tersebut dengan berhasil melaju hingga babak kedua Madrid Open. Ia juga bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi berhasil mencapai perempat final ajang WTA 1000 Madrid tersebut. Ganda putri Indonesia itu juga tampaknya akan kembali berpasangan di Roma setelah melakukan sesi latihan bersama beberapa hari lalu.

Aldila/Janice tersingkir dari Madrid Open

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tersingkir pada babak perempat final turnamen tenis bergengsi Madrid Open. Aldila/Janice menyerah 7-5, 5-7, 8-10 kepada pasangan Jerman Laura Siegemund/Vera Zvonareva, demikian catatan turnamen WTA 1000 itu. Bermain di Park Manzanares, Janice/Aldila memimpin 2-1 pada set pertama, sampai kemudian memenangkan set ini dengan 7-5. Pada set kedua, Aldila/Janice tampil percaya diri sampai unggul 5-4, namun Siegemund/Zvonareva memberikan perlawanan hingga balik mengalahkan Aldila/Janice dengan 7-5. Pada set ketiga, kedua pasangan bermain ketat sampai kedudukan 3-3, tetapi akhirnya dimenangkan Siegemund/Zvonareva dengan 10-8 untuk mencapai semifinal Madrid Open. Pada babak 16 besar Aldila/Janice menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2.

Madrid Open 2026: Janice/Aldila ke perempat final

Janice Tjen-Aldila Sutjiadi

Ganda putri Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak perempat final turnamen tenis bergengsi WTA 1000 Madrid Open 2026. Kepastian ini didapat setelah pasangan Indonesia itu menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2. Laman WTA menyebutkan, bertanding pada 16 besar di Lapangan 5 La Caja Magica, Madrid pada Minggu malam WIB, duet Indonesia ini tampil percaya diri dan konsisten mendikte lawan sejak awal laga. Pada set pertama, Janice/Aldila memimpin cepat 2-0. Meski Bucsa/Melichar-Martinez memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan, mereka menjauh hingga 5-2. Tapi Busca/Melichar-Martinez ua gim beruntun menjadi 5-4. Namun, Janice/Aldila bangkit untuk menutup set pertama dengan 6-4. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali melesat 2-0, walau pasangan Spanyol-AS menekan balik. Tampil solid, duet Indonesia itu menjauh 3-1, kemudian 4-2, sebelum mengakhiri set ini dengan 6-2 oleh servis keras Aldila. Pada perempat final mereka akan menghadapi ganda putri Laura Siegemund/Vera Zvonareva (Jerman/Rusia), yang menyingkirkan unggulan pertama Sara Errani/Jasmine Paolini.

Madrid Open 2026: Janice terhenti di tangan unggulan

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak kedua Madrid Open 2026 setelah kalah dari unggulan ke-20 Liudmila Samsonova dengan skor 6-2, 6-1 di Lapangan 8 Caja Magica, Jumat. Janice tak mampu menghalau Samsonova yang bermain solid dalam laga pembukanya pada ajang WTA 1000 tersebut. Berbekal servis kuat, petenis asal Rusia itu menciptakan satu ace, memasukkan 82,6 persen servis pertama, lalu mencatatkan 84,2 persen poin pada servis pertama. Permainan solid Samsonova berlanjut pada set kedua. Tidak seperti set pembuka yang diwarnai dua kesalahan ganda, ia bermain tanpa catatan double fault, dan mengkonversi tiga dari empat peluang break point. Petenis berusia 27 tahun yang saat ini berada di peringkat ke-20 WTA tersebut mencatatkan 81,8 persen poin pada servis pertama, dan 80 persen untuk membukukan kemenangan. Pada babak ketiga, Samsonova menunggu pemenang laga antara unggulan ke-13 asal Ceko Linda Noskova atau petenis Kolombia Emiliana Arango. Meski mengalami kekalahan, Janice berhasil memecah kebuntuan setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen sebelumnya. Ia terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko, lalu kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Ia kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Janice masih memiliki satu nyawa lagi untuk tetap berada di Madrid. Berpasangan dengan seniornya di timnas Indonesia Aldila Sutjiadi, ganda putri peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu akan bertanding di babak 16 besar Madrid Open 2026. Janice/Aldila, yang meraih gelar WTA 250 Chennai Open di India pada November 2025, menunggu pemenang dari laga babak pertama duo Asia Jepang-Taipei Eri Hozumi/Fang-Hsien Wu atau unggulan keenam pasangan Spanyol-AS Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez.

Madrid Open 2026: Janice melenggang ke babak kedua

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melenggang ke babak kedua WTA 1000 Mutua Madrid Open 2026 setelah mengalahkan petenis Rusia Alina Charaeva pada laga pembukanya di Madrid, Spanyol, Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Janice mengalami kesulitan di awal tetapi bermain solid pada set kedua untuk menumbangkan Charaeva dengan 6-4, 6-2, demikian catatan WTA. Petenis berperingkat 39 dunia itu mencoba mendominasi pertandingan tetapi Charaeva, yang menempati peringkat 129 WTA, sengit melawan. Hal itu terlihat dari statistik pertandingan di mana WTA mencatat Janice membukukan lima ace, sementara Charaeva tiga ace. Namun, Janice lebih fokus dengan lebih sedikit mencatatkan double fault, tiga berbanding sembilan. Janice memasukkan 74 persen servis pertamanya, lalu mencatatkan 65 persen poin pada servis pertama, dan 67 persen poin pada servis kedua. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Pada babak kedua Madrid Open 2026, Janice akan berhadapan dengan unggulan ke-20 Liudmila Samsonova yang mendapatkan bye pada babak pertama.

Janice/Aldila ke 16 besar Madrid Open 2026

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi sukses melangkah ke babak 16 besar Madrid Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan di babak 32 besar. Menghadapi pasangan Marta Kostyuk (Ukraina)/Clara Tauson (Denmark), Janice/Aldila menang dua set langsung dalam pertandingan yang digelar di lapangan tanah liat Caja Magica, Madrid pada Kamis (24/4) malam WIB. Mereka menuntaskan laga dengan skor 6-3, 7-6 (7-1), demikian laporan laman resmi WTA. Pada set pertama, Janice/Aldila tampil solid dan mampu mengontrol permainan untuk menutup set dengan kemenangan 6-3. Memasuki set kedua, perlawanan Kostyuk/Tauson meningkat hingga memaksa tie-break. Namun, pasangan Indonesia tetap dominan dan mengunci kemenangan dengan skor tie-break 7-1. Dengan hasil ini, Janice/Aldila memastikan tempat di babak delapan besar. Mereka masih menunggu calon lawan yang akan ditentukan dari pertandingan antara Eri Hozumi (Jepang)/Fang-Hsien Wu (Taiwan) melawan pasangan unggulan keenam Cristina Bucsa (Spanyol)/Nicole Melichar-Martinez (Amerika Serikat). Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/4). Sebelum tampil impresif di nomor ganda, Janice Tjen juga mencatat hasil positif di nomor tunggal. Dia berhasil melaju ke babak kedua usai kalahkan petenis Rusia, Alina Charaeva pada laga pembuka yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Rabu (22/4). Dalam pertandingan tersebut, Janice sempat mengalami kesulitan di awal laga. Namun, dia mampu bangkit dan tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-4, 6-2. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri tren negatif Janice yang sebelumnya selalu tersingkir di babak pertama dalam empat turnamen terakhir.

Piala BJK Grup I: Kalah dari Thailand, Indonesia Tetap Lolos

Timnas tenis putri Indonesia

Timnas tenis putri Indonesia menelan kekalahan 1-2 dari Thailand pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania yang berlangsung di New Delhi. Meski menelan kekalahan pada pertandingan melawan Thailand, namun Indonesia tetap berhak lolos ke playoff qualifier yang akan berlangsung pada November karena Indonesia merupakan pemuncak klasemen Grup I Asia Oceania dengan empat kemenangan dan satu kekalahan. Pada pertandingan tunggal pertama, wakil Indonesia Priska Madelyn Nugroho tampil menghadapi Thasaporn Naklo. Namun pertandingan itu hanya berlangsung selama 25 menit karena Priska harus mengundurkan diri saat ia memimpin 3-2. Tim Thailand pun memimpin 1-0. Petenis tunggal putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, tampil pada pertandingan kedua. Janice yang menghuni peringkat 41 dunia itu tidak mengalami masalah berarti saat berhadapan dengan Anchisa Chanta yang berada di peringkat 442 dunia, dan memenangi pertandingan selama 1 jam 35 menit itu dengan skor 6-2, 6-4. Skor kemudian menjadi imbang 1-1. Tim Indonesia menurunkan dua petenis muda pada pertandingan ganda, yakni pasangan Anjali Kirana Junarto/Meydiana Laviola Reinnamah untuk berhadapan dengan wakil Thailand Anchisa Chanta/Patcharin Cheapchandej. Pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 5 menit itu, Anchisa/Pathcarin berhasil menaklukkan pasangan Indonesia dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-4

Piala BJK Grup I: Indonesia Tekuk Korea Selatan

Priska Madelyn Nugroho

Timnas tenis putri Indonesia bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1, pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania di New Delhi, India, Jumat. Indonesia menurunkan petenis tunggal, Priska Madelyn Nugroho, pada pertandingan pertama yang berhadapan dengan Dayeon Back. Pada laga yang berlangsung selama 2 jam 47 menit itu, Priska takluk 5-7, 6-3, 2-6. Petenis peringkat 41 dunia putri, Janice Tjen, membuka asa Indonesia untuk bangkit pada pertandingan tunggal kedua. Janice berhasil menang dua set langsung atas Eunhye Lee dengan skor 6-2, 6-2 pada laga yang berlangsung selama 1 jam 27 menit. Pada pertandingan ketiga yang menampilkan laga ganda putri, Indonesia menurunkan pasangan Aldila Sutjiadi/Janice untuk menghadapi BoYoung Jeong/Eunhye Lee. Pasangan Indonesia Aldila/Janice tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan BoYoung/Eunhye, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit tersebut. Dengan hasil pertandingan melawan Korsel tersebut, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup I Asia Oceania, dengan empat kemenangan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Indonesia memiliki catatan sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Lawan Indonesia pada Jumat, Korsel, berada di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Korsel memiliki catatan menang-kalah yang sama dengan Indonesia yakni sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Dua tim teratas akan promosi ke babak playoff qualifier pada November, sementara dua tim terbawah akan terdegradasi ke Grup II Asia/Oceania 2027. Indonesia masih akan meladeni tim Thailand pada Sabtu (11/4).

Charleston Open 2026: Langkah Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, ditaklukkan tuan rumah pada babak 32 besar Charleston Open 2026. Janice Tjen tampil untuk pertama kalinya pada ajang Charleston Open 2026. Turnamen dalam agenda Clay-court Swing ini digelar pada 30 Maret hingga 5 April 2026 di Althea Gibson Club Court, Amerika Serikat. Janice Tjen menantang petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler. Petenis berusia 23 tahun ini tak berdaya melawan wakil tuan rumah pada turnamen WTA 500 itu. Meski berstatus unggula ke-12, Janice takluk di tangan Kessler dengan skor akhir 2-6, 1-6. Namun, petenis peringkat 41 dunia itu sempat unggul terlebih dahulu pada gim pertama. Tetapi, sang rival memberikan perlawanan ketat hingga ada tiga gim berikutnya. Kessler tampil dominan hingga set pertama berhasil diamankan dengan skor 2-6. Berangkat dengan modal positif untuk set kedua, Kessler tampil apik hingga memimpin dengan skor 5-0. Janice lagi-lagi mencoba mengejar ketertinggalan pada gim keenam. Pemenang dari Chennai Open 2025 ini berhasil mencuri satu poin dari gim itu. Waktu menjadi halangan Janice untuk kembali bangkit. Sehingga, laga harus berakhir dengan kekalahan Tjen. Dengan hasil ini, perjalanan dari petenis asal Jakarta itu pada Charleston Open 2026 sudah resmi berakhir pada dua nomor yang diikutinya.

Charleston Open 2026: Perjuangan Aldila/Janice Terhenti

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen v Aleksandra Krunic/Zhang Shuai

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka. Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan. Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.