Janice Tjen juara ganda Birmingham Classic 2026

Janice Tjen dan Talia Gibson Usai Juara Birmingham Classic 2026

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Australia, Talia Gibson berhasil menjuarai ganda Birmingham Classic 2026 seusai membungkam tuan rumah pada babak final, Jumat. Janice/Gibson, yang menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, tampil kuat dalam mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dengan straight set 6-4, 6-3, demikian WTA. Pada set pertama, Janice/Gibson mencoba mendikte lawan melalui servis keras mereka dengan mencatatkan dua ace. Namun, pasangan Inggris yang merupakan unggulan kedua juga memberi perlawanan kuat lewat servis mereka. Statistik WTA menunjukkan Dart/Lumsden memasukkan 70,6 persen servis pertama mereka, dan memenangi 62,5 persen servis pertama. Meski begitu, Janice/Gibson unggul dari segi pengembalian bola, mengkonversi tiga dari empat peluang break point untuk merebut set pertama. Janice/Gibson memberi tekanan lebih intens pada set kedua. Masih dengan servis kuat yang mencatat keunggulan dua ace, ganda Inggris-Australia itu memenangi 84,2 persen servis pertama mereka. Berhasil menyelamatkan 100 persen break point, Janice/Gibson akhirnya mengemas kemenangan setelah satu jam 14 menit. Gelar di Birmingham menjadi gelar ganda kelima bagi Janice dalam tur WTA yang ia mulai pada September tahun lalu. Petenis kelahiran Jakarta itu menjuarai WTA 125 Suzhou 2025 di China bersama Aldila Sutjiadi pada Oktober. Ganda putri Indonesia itu kemudian mengangkat trofi WTA 250 Chenai di India pada November 2025. Sebelumnya pada Oktober, Janice meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou di China bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Awal tahun ini, Janice juga menjuarai ganda WTA 250 Hobart 2026 di Australia bersama Piter. Berbeda dari sektor ganda, Janice masih harus berjuang di sektor tunggal. Petenis berusia 24 tahun itu kandas pada babak kedua Birmingham Classic. Janice belum mendapatkan hasil yang diinginkan selepas “Middle-east Swing” yang membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No.36 dunia.

Aldila Sutjiadi Runner-up Maroko Open 2026

Aldila Sutjiadi, Vera Zvonareva, Eudice Chong, Magali Kempen - Morocco Open 2026

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, menjadi runner-up Maroko Open 2026 seusai kalah pada babak final ajang WTA 250 Rabat, Jumat. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas bangkit menyamakan kedudukan namun tak mampu menghalau Magali Kempen/Eudice Chong pada super tie-break hingga terpaksa menyerah dengan 3-6, 6-2, 6-10, demikian WTA. Sukses mendapatkan satu ace dengan catatan bersih dari kesalahan ganda tidak cukup bagi Aldila/Vera untuk menaklukkan Kempen/Chong yang sedang dalam performa terbaik mereka. Pasangan Belgia/Hong Kong itu memasukkan 81,8 persen servis pertama mereka, menyelamatkan lebih banyak break point untuk merebut set pertama. Aldila/Vera bangkit pada set kedua dengan memenangi tiga gim beruntun. Memimpin dengan 4-1, mereka sempat tercuri satu gim tetapi mampu mengambil alih permainan untuk memaksa ke super tie-break. Laga berjalan sengit ketika kedudukan imbang 4-4. Namun, Kempen/Chong, yang unggul dari segi servis pertama dengan catatan 87,5 persen, kemudian memimpin dengan 7-5, lalu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Perjalanan Kempen/Chong dalam meraih gelar terbilang mulus tanpa menjalani super tie-break, termasuk saat berhadapan dengan unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva pada semifinal. Sementara itu, sebagai unggulan pertama Aldila/Vera melakoni tiga laga sengit super tie-break selepas babak pertama untuk menjadi runner-up ajang lapangan tanah liat pemanasan Roland Garros tersebut. Bagi Aldila, menjadi finalis Maroko Open 2026 merupakan langkah terjauh musim ini. Ia mencapai perempat final WTA 250 Auckland dan WTA 250 Hobart pada awal tahun, juga perempat final WTA 1000 Madrid akhir bulan lalu. Menjadi runner up WTA 250 Rabat memperpanjang daftar capaian Aldila sebagai empat kali finalis ajang WTA Tour, yakni di WTA 500 Guadalajara 2025 bersama Giuliana Olmos, WTA 500 Strasbourg 2024 bersama Asia Muhammad, WTA Elite Trophy Zhuhai 2023 dan WTA 250 Hamburg 2022 bersama Miyu Kato.

Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026 setelah kalah dari petenis Amerika, Emma Navarro 4-6, 3-6, Selasa. Dalam debutnya pada Grand Slam lapangan tanah liat tersebut, Janice tak mampu menghalau Navarro yang berada dalam performa terbaiknya setelah menjuarai WTA 500 Strasbourg akhir pekan lalu. Dikutip dari catatan hasil pertandingan Roland Garros, Navarro melesat dengan cepat pada set pertama saat memimpin 4-1, tetapi Janice berhasil menyamakan kedudukan 4-4. Berbekal servis kuat dengan mencatatkan lima berbanding empat ace milik Janice, Navarro kemudian menyelesaikan set pertama dengan memenangi dua gim setelahnya untuk mencuri keunggulan. Janice mencoba mendominasi pertandingan pada set kedua dengan memimpin 2-1. Petenis berusia 24 tahun itu memasukkan 58 persen servis pertama lebih banyak dari Navarro. Namun, petenis berusia 25 tahun asal Charleston itu mengambil alih permainan dengan 4-2. Ia juga mencatat keunggulan dari segi kemenangan poin servis pertama dibanding Janice, yakni 67 persen berbanding 58 persen. Peringkat 40 dunia Janice dengan gigih berjuang menghadang match point dari Navarro. Berhasil mendapatkan satu gim, petenis kelahiran Jakarta itu terpaksa menyerah pada gim berikutnya dari petenis No.25 dunia tersebut. Terhenti di sektor tunggal, Janice masih menjaga asa untuk tetap berada di Paris dengan turun di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila dijadwalkan bertemu ganda Ceko-Spanyol Marie Bouzkova/Sara Sorribes Tormo pada babak pertama, Rabu (27/5). Sebelum mengikuti French Open 2026, Aldila yang berpasangan dengan Vera Zvonareva berhasil menjadi runner up Maroko Open akhir pekan lalu. Sementara, Janice yang menjadi unggulan teratas di sektor ajang WTA 250 Rabat sayangnya kandas pada babak kedua. Meski begitu, Aldila/Janice memiliki catatan cukup baik pada musim lapangan tanah liat dengan mencapai perempat final WTA 1000 Madrid.

Janice Tjen terhenti di 16 besar Maroko Terbuka 2026

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen harus terhenti di babak 16 besar WTA Maroko Terbuka 2026 setelah kalah dari unggulan asal Kolombia, Camila Osorio di Rabat pada Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, Janice menyerah dengan skor 3-6, 6-3, dan 0-6 dalam duel berdurasi dua jam enam menit. Janice mengawali laga dengan kurang meyakinkan dan kehilangan set pertama 3-6. Osorio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point serta unggul dalam servis sehingga mampu mengontrol permainan. Namun, petenis Indonesia itu bangkit pada set kedua. Janice tampil lebih agresif dari baseline dan berhasil menyamakan kedudukan setelah merebut set dengan skor 6-3. Memasuki set penentuan, momentum kembali berpihak kepada Osorio. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan tidak memberi kesempatan kepada Janice untuk berkembang. Osorio menyapu set ketiga dengan skor telak 6-0 sekaligus memastikan tiket ke perempat final. Meski gagal melangkah lebih jauh, Janice sempat memberikan perlawanan sengit dengan merebut set kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Osorio di turnamen WTA level 250 tersebut.

WTA 1000 Roma: Janice Tjen kandas pada babak pertama

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Internazionali BNL D’Italia 2026 di Rome setelah kalah dari petenis Amerika Peyton Stearns, Rabu. Janice terpaksa menyerah pada babak pembuka WTA 1000 Roma setelah berjuang satu jam 25 menit di Lapangan 13 Foro Italico, dengan skor akhir 4-6, 4-6. Pada set pertama Stearns membangun keunggulan melalui dua ace. Namun, Janice dengan servis kuatnya mampu memasukkan servis pertama lebih baik dengan persentase 62,1 persen. Stearns kemudian berhasil mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk mencuri set pertama. Janice berusaha bangkit pada set kedua dengan mencatatkan lima ace, yang kemudian diperpanjang dengan memasukkan servis pertama lebih banyak, yakni 66,7 persen. Namun, Stearns yang bermain tanpa kesalahan ganda — di saat Janice mencatatkan dua kesalahan ganda — memimpin dari segi perolehan poin dalam pengembalian bola. Petenis kelahiran Cincinnati berusia 24 tahun itu juga mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Selanjutnya pada babak kedua Italian Open 2026, Stearns, yang saat ini berada di peringkat 49 WTA, akan berhadapan dengan rekan senegaranya unggulan ke-17 Madison Keys, yang mendapat bye pada babak pertama. Sementara itu, bagi Janice kekalahan tersebut mengulang hasil pahit ketika harus terhenti pada babak pertama dalam tur Amerika pada Maret, termasuk Merida Open di Meksiko, Indian Wells, Miami, dan Charleston. Janice, yang saat ini berada di No.40 dunia, mematahkan catatan tersebut dengan berhasil melaju hingga babak kedua Madrid Open. Ia juga bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi berhasil mencapai perempat final ajang WTA 1000 Madrid tersebut. Ganda putri Indonesia itu juga tampaknya akan kembali berpasangan di Roma setelah melakukan sesi latihan bersama beberapa hari lalu.

Aldila/Janice tersingkir dari Madrid Open

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tersingkir pada babak perempat final turnamen tenis bergengsi Madrid Open. Aldila/Janice menyerah 7-5, 5-7, 8-10 kepada pasangan Jerman Laura Siegemund/Vera Zvonareva, demikian catatan turnamen WTA 1000 itu. Bermain di Park Manzanares, Janice/Aldila memimpin 2-1 pada set pertama, sampai kemudian memenangkan set ini dengan 7-5. Pada set kedua, Aldila/Janice tampil percaya diri sampai unggul 5-4, namun Siegemund/Zvonareva memberikan perlawanan hingga balik mengalahkan Aldila/Janice dengan 7-5. Pada set ketiga, kedua pasangan bermain ketat sampai kedudukan 3-3, tetapi akhirnya dimenangkan Siegemund/Zvonareva dengan 10-8 untuk mencapai semifinal Madrid Open. Pada babak 16 besar Aldila/Janice menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2.

Madrid Open 2026: Janice/Aldila ke perempat final

Janice Tjen-Aldila Sutjiadi

Ganda putri Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak perempat final turnamen tenis bergengsi WTA 1000 Madrid Open 2026. Kepastian ini didapat setelah pasangan Indonesia itu menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2. Laman WTA menyebutkan, bertanding pada 16 besar di Lapangan 5 La Caja Magica, Madrid pada Minggu malam WIB, duet Indonesia ini tampil percaya diri dan konsisten mendikte lawan sejak awal laga. Pada set pertama, Janice/Aldila memimpin cepat 2-0. Meski Bucsa/Melichar-Martinez memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan, mereka menjauh hingga 5-2. Tapi Busca/Melichar-Martinez ua gim beruntun menjadi 5-4. Namun, Janice/Aldila bangkit untuk menutup set pertama dengan 6-4. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali melesat 2-0, walau pasangan Spanyol-AS menekan balik. Tampil solid, duet Indonesia itu menjauh 3-1, kemudian 4-2, sebelum mengakhiri set ini dengan 6-2 oleh servis keras Aldila. Pada perempat final mereka akan menghadapi ganda putri Laura Siegemund/Vera Zvonareva (Jerman/Rusia), yang menyingkirkan unggulan pertama Sara Errani/Jasmine Paolini.

Madrid Open 2026: Janice terhenti di tangan unggulan

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak kedua Madrid Open 2026 setelah kalah dari unggulan ke-20 Liudmila Samsonova dengan skor 6-2, 6-1 di Lapangan 8 Caja Magica, Jumat. Janice tak mampu menghalau Samsonova yang bermain solid dalam laga pembukanya pada ajang WTA 1000 tersebut. Berbekal servis kuat, petenis asal Rusia itu menciptakan satu ace, memasukkan 82,6 persen servis pertama, lalu mencatatkan 84,2 persen poin pada servis pertama. Permainan solid Samsonova berlanjut pada set kedua. Tidak seperti set pembuka yang diwarnai dua kesalahan ganda, ia bermain tanpa catatan double fault, dan mengkonversi tiga dari empat peluang break point. Petenis berusia 27 tahun yang saat ini berada di peringkat ke-20 WTA tersebut mencatatkan 81,8 persen poin pada servis pertama, dan 80 persen untuk membukukan kemenangan. Pada babak ketiga, Samsonova menunggu pemenang laga antara unggulan ke-13 asal Ceko Linda Noskova atau petenis Kolombia Emiliana Arango. Meski mengalami kekalahan, Janice berhasil memecah kebuntuan setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen sebelumnya. Ia terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko, lalu kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Ia kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Janice masih memiliki satu nyawa lagi untuk tetap berada di Madrid. Berpasangan dengan seniornya di timnas Indonesia Aldila Sutjiadi, ganda putri peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu akan bertanding di babak 16 besar Madrid Open 2026. Janice/Aldila, yang meraih gelar WTA 250 Chennai Open di India pada November 2025, menunggu pemenang dari laga babak pertama duo Asia Jepang-Taipei Eri Hozumi/Fang-Hsien Wu atau unggulan keenam pasangan Spanyol-AS Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez.

Madrid Open 2026: Janice melenggang ke babak kedua

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melenggang ke babak kedua WTA 1000 Mutua Madrid Open 2026 setelah mengalahkan petenis Rusia Alina Charaeva pada laga pembukanya di Madrid, Spanyol, Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Janice mengalami kesulitan di awal tetapi bermain solid pada set kedua untuk menumbangkan Charaeva dengan 6-4, 6-2, demikian catatan WTA. Petenis berperingkat 39 dunia itu mencoba mendominasi pertandingan tetapi Charaeva, yang menempati peringkat 129 WTA, sengit melawan. Hal itu terlihat dari statistik pertandingan di mana WTA mencatat Janice membukukan lima ace, sementara Charaeva tiga ace. Namun, Janice lebih fokus dengan lebih sedikit mencatatkan double fault, tiga berbanding sembilan. Janice memasukkan 74 persen servis pertamanya, lalu mencatatkan 65 persen poin pada servis pertama, dan 67 persen poin pada servis kedua. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Pada babak kedua Madrid Open 2026, Janice akan berhadapan dengan unggulan ke-20 Liudmila Samsonova yang mendapatkan bye pada babak pertama.

Janice/Aldila ke 16 besar Madrid Open 2026

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi sukses melangkah ke babak 16 besar Madrid Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan di babak 32 besar. Menghadapi pasangan Marta Kostyuk (Ukraina)/Clara Tauson (Denmark), Janice/Aldila menang dua set langsung dalam pertandingan yang digelar di lapangan tanah liat Caja Magica, Madrid pada Kamis (24/4) malam WIB. Mereka menuntaskan laga dengan skor 6-3, 7-6 (7-1), demikian laporan laman resmi WTA. Pada set pertama, Janice/Aldila tampil solid dan mampu mengontrol permainan untuk menutup set dengan kemenangan 6-3. Memasuki set kedua, perlawanan Kostyuk/Tauson meningkat hingga memaksa tie-break. Namun, pasangan Indonesia tetap dominan dan mengunci kemenangan dengan skor tie-break 7-1. Dengan hasil ini, Janice/Aldila memastikan tempat di babak delapan besar. Mereka masih menunggu calon lawan yang akan ditentukan dari pertandingan antara Eri Hozumi (Jepang)/Fang-Hsien Wu (Taiwan) melawan pasangan unggulan keenam Cristina Bucsa (Spanyol)/Nicole Melichar-Martinez (Amerika Serikat). Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/4). Sebelum tampil impresif di nomor ganda, Janice Tjen juga mencatat hasil positif di nomor tunggal. Dia berhasil melaju ke babak kedua usai kalahkan petenis Rusia, Alina Charaeva pada laga pembuka yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Rabu (22/4). Dalam pertandingan tersebut, Janice sempat mengalami kesulitan di awal laga. Namun, dia mampu bangkit dan tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-4, 6-2. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri tren negatif Janice yang sebelumnya selalu tersingkir di babak pertama dalam empat turnamen terakhir.

Piala BJK Grup I: Kalah dari Thailand, Indonesia Tetap Lolos

Timnas tenis putri Indonesia

Timnas tenis putri Indonesia menelan kekalahan 1-2 dari Thailand pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania yang berlangsung di New Delhi. Meski menelan kekalahan pada pertandingan melawan Thailand, namun Indonesia tetap berhak lolos ke playoff qualifier yang akan berlangsung pada November karena Indonesia merupakan pemuncak klasemen Grup I Asia Oceania dengan empat kemenangan dan satu kekalahan. Pada pertandingan tunggal pertama, wakil Indonesia Priska Madelyn Nugroho tampil menghadapi Thasaporn Naklo. Namun pertandingan itu hanya berlangsung selama 25 menit karena Priska harus mengundurkan diri saat ia memimpin 3-2. Tim Thailand pun memimpin 1-0. Petenis tunggal putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, tampil pada pertandingan kedua. Janice yang menghuni peringkat 41 dunia itu tidak mengalami masalah berarti saat berhadapan dengan Anchisa Chanta yang berada di peringkat 442 dunia, dan memenangi pertandingan selama 1 jam 35 menit itu dengan skor 6-2, 6-4. Skor kemudian menjadi imbang 1-1. Tim Indonesia menurunkan dua petenis muda pada pertandingan ganda, yakni pasangan Anjali Kirana Junarto/Meydiana Laviola Reinnamah untuk berhadapan dengan wakil Thailand Anchisa Chanta/Patcharin Cheapchandej. Pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 5 menit itu, Anchisa/Pathcarin berhasil menaklukkan pasangan Indonesia dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-4

Piala BJK Grup I: Indonesia Tekuk Korea Selatan

Priska Madelyn Nugroho

Timnas tenis putri Indonesia bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1, pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania di New Delhi, India, Jumat. Indonesia menurunkan petenis tunggal, Priska Madelyn Nugroho, pada pertandingan pertama yang berhadapan dengan Dayeon Back. Pada laga yang berlangsung selama 2 jam 47 menit itu, Priska takluk 5-7, 6-3, 2-6. Petenis peringkat 41 dunia putri, Janice Tjen, membuka asa Indonesia untuk bangkit pada pertandingan tunggal kedua. Janice berhasil menang dua set langsung atas Eunhye Lee dengan skor 6-2, 6-2 pada laga yang berlangsung selama 1 jam 27 menit. Pada pertandingan ketiga yang menampilkan laga ganda putri, Indonesia menurunkan pasangan Aldila Sutjiadi/Janice untuk menghadapi BoYoung Jeong/Eunhye Lee. Pasangan Indonesia Aldila/Janice tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan BoYoung/Eunhye, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit tersebut. Dengan hasil pertandingan melawan Korsel tersebut, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup I Asia Oceania, dengan empat kemenangan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Indonesia memiliki catatan sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Lawan Indonesia pada Jumat, Korsel, berada di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Korsel memiliki catatan menang-kalah yang sama dengan Indonesia yakni sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Dua tim teratas akan promosi ke babak playoff qualifier pada November, sementara dua tim terbawah akan terdegradasi ke Grup II Asia/Oceania 2027. Indonesia masih akan meladeni tim Thailand pada Sabtu (11/4).

Charleston Open 2026: Langkah Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, ditaklukkan tuan rumah pada babak 32 besar Charleston Open 2026. Janice Tjen tampil untuk pertama kalinya pada ajang Charleston Open 2026. Turnamen dalam agenda Clay-court Swing ini digelar pada 30 Maret hingga 5 April 2026 di Althea Gibson Club Court, Amerika Serikat. Janice Tjen menantang petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler. Petenis berusia 23 tahun ini tak berdaya melawan wakil tuan rumah pada turnamen WTA 500 itu. Meski berstatus unggula ke-12, Janice takluk di tangan Kessler dengan skor akhir 2-6, 1-6. Namun, petenis peringkat 41 dunia itu sempat unggul terlebih dahulu pada gim pertama. Tetapi, sang rival memberikan perlawanan ketat hingga ada tiga gim berikutnya. Kessler tampil dominan hingga set pertama berhasil diamankan dengan skor 2-6. Berangkat dengan modal positif untuk set kedua, Kessler tampil apik hingga memimpin dengan skor 5-0. Janice lagi-lagi mencoba mengejar ketertinggalan pada gim keenam. Pemenang dari Chennai Open 2025 ini berhasil mencuri satu poin dari gim itu. Waktu menjadi halangan Janice untuk kembali bangkit. Sehingga, laga harus berakhir dengan kekalahan Tjen. Dengan hasil ini, perjalanan dari petenis asal Jakarta itu pada Charleston Open 2026 sudah resmi berakhir pada dua nomor yang diikutinya.

Charleston Open 2026: Perjuangan Aldila/Janice Terhenti

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen v Aleksandra Krunic/Zhang Shuai

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka. Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan. Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.

Janice Tjen Juga Kandas di Ganda Ajang Miami Open 2026

Janice Tjen & Chan Hao-ching

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen harus kembali menelan pil pahit di Miami Open 2026. Janice harus mengakhiri perjuangannya di Miami Open 2026 setelah menelan kekalahan di sektor ganda. Menggandeng Chan Hao-ching dari Chinese Taipei, petenis kelahiran Jakarta itu menelan kekalahan saat menghadapi unggulan empat turnamen, Elise Mertens/Zhang Shuai. Duet Janice/Hao-ching harus mengakui ketangguhan pasangan asal Belgia dan China tersebut dengan dua set langsung, 3-6, 4-6 di Hard Rock Stadium, Miami Garden, Miami, Amerika Serikat, pada Senin (23/3) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Janice Tjen dan Chan Hao-ching dipastikan gugur dalam turnamen level WTA 1000 tersebut. Mereka belum mampu berbicara banyak karena langsung kandas di babak pertama alias 32 besar. Bagi Janice Tjen, ini bukan kekalahan pertama yang ia rasakan di Miami Open 2026. Sebelumnya petenis berusia 23 tahun itu juga mendapatkan hasil serupa pada sektor tunggal beberapa hari sebelumnya. Janice Tjen yang memiliki ranking WTA nomor 40 dunia, langsung gugur pada babak pertama Miami Open 2026 usai kalah dari Yulia Putintseva. Anak didik Chris Bint itu menyerah di tangan petenis Uzbekistan lewat pertarungan sengit tiga set, 6-3, 3-6, 4-6 pada Jumat (20/3). Dengan demikian, Janice Tjen mencatatkan debut tak menyenangkan di Miami Open 2026. Sebab dirinya gagal meraih satupun kemenangan dalam salah satu turnamen elite WTA Tour tersebut meski turun di dua nomor berbeda.

Perjuangan Janice Tjen Terhenti Di128 Besar Miami Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, disingkirkan Yulia Putintseva pada putaran 128 besar Miami Open yang dimainkan di Hard Rock Stadium, Florida, Jumat. Janice yang saat ini menghuni peringkat 40 dunia, dikalahkan Putintseva melalui pertarungan tiga set dengan skor 6-3, 3-6, 4-6. Setelah Janice memenangi set pertama dengan skor meyakinkan, Putintseva yang berasal dari Kazkhstan justru mampu mengubah keadaan pada set kedua. Ia berhasil mematahkan serve Janice, dan kemudian memimpin dengan skor 5-2. Janice yang mendapat kesempatan serve sempat memberi perlawanan pada gim berikutnya untuk mengubah skor menjadi 5-3 bagi keunggulan Putintseva. Namun Putintseva kemudian mampu memaksimalkan kesempatannya untuk melakukan serve, dan menutup set itu dengan skor skor 6-3. Pada awal set ketiga, kedua petenis bertarung sengit untuk membuat skor menjadi imbang 1-1. Gim ketiga set tersebut kemudian menjadi milik Putintseva, yang berhasil mematahkan serve Janice akibat double fault yang dilakukannya. Putintseva kini menggenggam keunggulan 2-1. Putintseva kembali memaksimalkan kesempatannya saat melakukan serve. Gim keempat set ketiga pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi petenis peringkat 75 dunia itu. Janice berhasil bangkit pada gim kelima. Ia memaksimalkan serve-servenya dan memangkas jarak skor dengan Putintseva menjadi tertinggal 2-3. Pada dua gim berikutnya, kedua petenis tersebut sama-sama mendapatkan poin saat mendapat kesempatan serve. Putintseva lantas memegang keunggulan 4-3. Gim kedelapan menjadi milik Putintseva. Terlebih ia menutupnya dengan pukulan ace melalui servenya, dan memperbesar keunggulan menjadi 5-3. Janice sempat menunda pesta Putintseva saat ia memenangi gim kesembilan set tersebut untuk memangkas jarak menjadi 4-5. Namun Putintseva tampil agresif pada set berikutnya, dan unggul cepat 40-0, sebelum kemudian menutup pertandingan dengan match point kedua akibat bola pengembalian Janice yang keluar lapangan. Meski tersingkir di kategori tunggal putri, Janice masih akan bertarung di Miami Open melalui kategori ganda putri. Pada kategori itu, ia akan berpasangan dengan petenis Taiwan Chan Hao-ching, dan akan berhadapan dengan pasangan unggulan keempat Elise Mertens/Zhang Shuai pada Sabtu.

Janice Tjen segel tiket 16 besar Indian Wells 2026

Chan Hao-ching dan Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis Chan Hao-Ching menyegel tiket babak 16 besar sektor ganda putri Indian Wells 2026. Dalam laga 32 besar yang berlangsung di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Jumat, Janice/Chan menghajar Katarzyna Piter/Andreja Klepac lewat skor 6-4 dan 6-2. Di gim pertama, Janice/Chan tampil mendominasi dengan unggul dalam persentase serve pertama dengan mencatatkan 88 persen berbanding Katarzyna/Andreja yang mengukir 56 persen seperti statistik yang dicatatkan dalam WTA. Janice/Chan juga tampil dominan dalam persentase serve kedua dengan mengamankan probabilitas kemenangan 67 persen dibanding Katarzyna/Andreja yang mengunci 62 persen. Di set pertama, Janice/Chan meladeni permainan terbuka Kararztna/Andreja dan berhasil unggul 5-4 sebelum menutup kemenangan menjadi 6-4. Memasuki set kedua, Janice/Chan bahkan memenangkan poin sebanyak lima kali beruntun pada pertandingan kali ini dan unggul 5-1 sebelum berhasil menutup pertandingan lewat kemenangan 6-2. Di babak 16 besar, Janice/Chan akan menunggu calon lawan antara Christina Busca/Nicole Melichar atau Darija Jurak Schreib/Giuliana Olmos.

Janice Tjen takluk di babak pertama Indian Wells

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus menelan kekalahan pahit pada babak pertama WTA 1000 BNP Paribas Open 2026 di Indian Wells, California, AS, setelah berjuang selama dua jam 46 menit, Kamis WIB. Janice, yang merebut set pertama, dipaksa memainkan rubber set dan tie-break pada set penentu. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu tak mampu menghalau Jaqueline Cristian dengan skor akhir 6-4, 4-6, 6-7(8). Pada set pertama Janice unggul dari segi persentase memenangi poin servis pertama 73,3 persen dan poin servis kedua 63,6 persen, menurut statistik WTA. Ia juga unggul dari segi pengembalian bola untuk memimpin pertandingan. Cristian, yang saat ini berada di peringkat 35 dunia empat strip di atas Janice, mendominasi set kedua dengan servis kuat, mencatatkan dua ace dan 70,4 persen servis pertama. Ia juga mengkonversi keseluruhan dua peluang break point untuk menyamakan kedudukan di set kedua. Janice bangkit pada set penentu dengan memenangi tiga gim langsung, namun Cristian menahan petenis Merah Putih itu 3-3. Kedua petenis saling berkejar-kejaran poin hingga angka di papan skor menunjukkan 6-6. Skenario serupa juga terjadi di tie-break. Kedua petenis tak ingin menyerahkan kemenangan hingga kedudukan 6/6. Cristian yang mencatatkan tiga ace berhasil memenangi dua poin setelah itu untuk menyelesaikan pertandingan babak pembukanya dengan kemenangan. Sementara Cristian melaju ke babak kedua untuk bertemu petenis No.1 Australia unggulan ke-29 Maya Joint yang mendapat bye, Janice untuk pertama kalinya kandas pada babak pertama ajang WTA 1000-nya. Sebelumnya pada WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia. Di WTA 1000 Dubai, Janice berhasil mencapai babak 16 besar. Ia sukses menumbangkan Dayana Yastremska dan Leylah Fernandez dengan straight set, sebelum terhenti di tangan unggulan kedua Amanda Anisimova.

Janice Tjen terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open di Meksiko, setelah kalah dari unggulan kedua Cristina Bucsa/Jiang Xinyu, Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB. Janice/Piter memberi perlawanan kuat pada set pertama namun tak mampu menghalau Cristina Bucsa/Jiang Xinyu setelah satu jam 24 menit dengan skor akhir 5-7, 6-2. Meski Bucsa/Jiang unggul dengan persentase servis pertama yang masuk 68,4 persen, Janice/Piter mampu unggul dari poin servis pertama yang mereka menangi sebesar 68,4 persen, demikian statistik WTA. Pasangan Indonesia/Polandia itu juga unggul dari segi poin pengembalian bola pertama, namun Bucsa/Jiang unggul dari segi pengembalian bola kedua. Duo Spanyol/China itu juga mampu menghadapi poin kritis pada kedudukan 5-5, berhasil mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka. Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang mencoba mempertahankan momentum dengan mengambil alih gim pertama, yang langsung dibalas Janice/Piter pada gim kedua untuk menyamakan keadaan. Dengan servis kuat Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk 81 persen. Namun, kekuatan itu tidak cukup ketika Bucsa/Jiang jauh lebih unggul dalam pengembalian bola. Mereka memenangi tiga gim beruntun setelahnya atau kedudukan 4-1. Janice/Piter berusaha untuk merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, namun upaya itu tidak mampu menghentikan Bucsa/Jiang untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Dengan kekalahan di sektor ganda tersebut, Janice harus angkat kaki dari ajang WTA 500 itu setelah juga terhenti pada babak pertama sektor tunggal usai kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio 4-6, 3-6. Bagi Janice dan Piter hasil tersebut lebih baik dari terakhir kali mereka berpasangan ketika terhenti pada babak pertama Australian Open 2026. Janice dan Piter juga telah dua kali meraih trofi bersama yakni pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada Januari.

Janice Tjen melesat ke peringkat 36 dunia

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatatkan tonggak pencapaian baru dengan melesat ke peringkat 36 dunia, Senin, setelah “Middle East swing” berakhir pekan lalu dengan dengan Dubai Duty Free Tennis Championships, turnamen WTA 1000 kedua musim 2026. Bertanding sebagai wild card, Janice mencatatkan kemenangan Top 30 keempat dalam kariernya dalam perjalanannya menuju babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Leylah Fernandez untuk kedua kalinya setelah pada babak pertama Australian Open 2026. Petenis berusia 23 tahun itu memasuki Top 40 untuk pertama kalinya, naik 10 peringkat dari No.46 ke No.36, demikian dikutip dari WTA. Sebelumnya di WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia dengan 6-0, 6-1. Janice memulai “Middle East swing” di Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Ia mengalahkan petenis No.1 Australia yang sedang naik daun Maya Joint pada babak pertama ajang WTA 500 tersebut. Namun, Janice kandas pada babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Meski begitu, Janice berhasil mencapai semifinal di sektor ganda bersama petenis Filipina Alexandra Eala. Eala juga mencatatkan tonggak capaian baru dengan melompat 16 peringkat dari No.47 ke No.31 setelah berhasil mencapai perempat final WTA 1000 Dubai. Setelah “Middle East swing” Janice bertolak ke Meksiko untuk “Sunshine Swing” dengan mengikuti Merida Open 2026. Pada ajang WTA 500 tersebut Janice menjadi unggulan keenam dengan akan menghadapi petenis Kolombia Camila Osorio pada babak pertama yang dijadwalkan Rabu (25/2). Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2).