Ini Alasan Janice Tjen absen dalam Asian Games 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen memastikan tidak dapat tampil membela Indonesia pada Asian Games 2026 karena harus mengikuti turnamen WTA 1000 di Beijing yang berlangsung pada waktu bersamaan. Janice menyampaikan keputusan tersebut melalui unggahan di media sosial, Jumat. Dia mengaku telah menerima konfirmasi dari Women’s Tennis Association (WTA) mengenai dia tidak mendapatkan pengecualian untuk dapat bertanding dalam Asian Games. “Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah bahwa saya tidak dapat bertanding dalam Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen WTA 1000 wajib di Beijing,” demikian disampaikan Janice. Dia mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena selama ini selalu merasa senang dan bangga ketika mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Janice juga mengenang sejumlah kesempatan yang telah diperoleh bersama tim nasional, termasuk saat meraih medali dalam Asian Games dan SEA Games, serta membantu Indonesia meraih promosi pada Billie Jean King Cup 2026. “Mewakili Indonesia dalam panggung internasional memiliki arti yang sangat besar bagi saya. Saya selalu bangga membawa nama dan bendera Indonesia bersama saya setiap minggu dalam WTA Tour,” ujarnya. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar tenis Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepadanya. Janice menyatakan akan tetap berusaha memberikan penampilan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia dalam kejuaraan tenis dunia. “Saya akan terus memberikan yang terbaik untuk membuat Indonesia bangga di panggung dunia, dan saya berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Janice. Sebelumnya, Janice telah memiliki pengalaman membela Indonesia pada sejumlah ajang multi-cabang olahraga. Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, dia turun pada nomor ganda putri dan meraih medali perunggu bersama Aldila Sutjiadi. Sementara pada SEA Games Thailand 2025, Janice meraih medali emas ganda putri bersama Aldila, dan meraih medali emas nomor beregu putri, serta medali perunggu pada nomor tunggal putri.

Janice Tjen/Piter terhenti di perempat final Monterrey Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen dan rekannya dari Polandia, Katarzyna Piter, terhenti pada perempat final ganda putri Monterrey Open 2026 setelah kalah 6-7(6), 6-1, 8-10 dari Maya Joint/Yifan Xu dalam pertandingan yang ditentukan melalui match tie-break di Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Kamis WIB. Pertandingan berlangsung ketat sejak set pertama. Kedua pasangan harus memainkan tie-break setelah kedudukan 6-6, sebelum Joint/Xu merebut set pembuka itu. Janice/Piter kemudian bangkit pada set kedua. Mereka tampil dominan dengan tiga kali mematahkan servis lawan untuk merebut set 6-1 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui super tie-break. Pada set penentuan, persaingan kembali berjalan ketat sebelum Joint/Xu mengamankan dua poin terakhir untuk menang 10-8 guna mencapai semifinal. Janice/Piter pun terhenti setelah membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan kedua dari China, Xinyu Jiang/Shuai Zhang, dengan 6-2, 6-7(7), 10-7. Janice dan Piter menjuarai Guangzhou Open 2025 dan Hobart International 2026. Di Hobart, mereka menundukkan Magali Kempen/Anna Siskova dengan 6-2, 6-2 pada final. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Janice di Monterrey setelah juga tersingkir dari nomor tunggal akibat kalah 4-6, 3-6 dari petenis Ukraina Yuliia Starodubtseva pada babak kedua.

Janice Tjen ke 16 besar Monterrey Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan petenis Ukraina Dayana Yastremska dalam pertandingan tiga set, Selasa WIB. Dikutip dari WTA, bertanding di lapangan keras Monterrey, Meksiko, Janice yang menempati unggulan ketujuh mengalahkan Yastremska dengan skor 2-6, 6-3, 7-6(5) pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung selama dua jam 17 menit. Mengawali pertandingan, Janice harus kehilangan set pertama setelah Yastremska tampil agresif dan dua kali mematahkan servisnya. Petenis Ukraina itu kemudian mengamankan keunggulan untuk menutup set pertama 6-2. Janice bangkit pada set kedua. Setelah keduanya saling mempertahankan servis pada awal set, Janice berhasil merebut servis Yastremska pada gim ketujuh untuk berbalik unggul 4-3. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu kembali mendapatkan break pada gim kedelapan sebelum memastikan set kedua dengan skor 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Persaingan berlangsung ketat pada set ketiga. Janice sempat tertinggal 0-2 setelah kehilangan servis pada gim kedua, tetapi mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Keduanya kemudian saling mematahkan servis hingga kedudukan kembali imbang 5-5. Janice dan Yastremska sama-sama mampu mempertahankan servis berikutnya sehingga set ketiga harus ditentukan melalui tie-break setelah skor 6-6. Dalam tie-break, Janice mampu menjaga ketenangan pada momen krusial. Setelah skor sempat berimbang 5-5, Janice merebut dua poin berikutnya untuk mengamankan kemenangan 7-6(5).   Berdasarkan statistik pertandingan, Janice mencatat 12 ace berbanding empat milik Yastremska. Ia juga memenangi 52,1 persen total poin atau 98 dari 188 poin, sementara Yastremska mengumpulkan 90 poin. Janice juga lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan break dengan mengonversi empat dari delapan peluang, sementara Yastremska memanfaatkan lima dari 10 peluang break. Kemenangan tersebut menjadi hasil positif bagi Janice setelah memastikan tiket perempat final nomor ganda bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Janice/Piter sebelumnya menundukkan unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set 6-2, 6-7(5), 10-7. Pada babak 16 besar sektor tunggal, Janice akan menghadapi petenis Ukraina lainnya Yuliia Stardubtseva, yang mengalahkan petenis Austria Lili Tagger dengan dua set langsung. Sementara di sektor ganda, Janice/Piter akan menghadapi pasangan Australia-China Maya Joint/Xu Yifan pada perempat final yang dijadwalkan esok hari, Rabu (26/8).

Janice ke perempat final ganda Monterrey Open usai kalahkan unggulan

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Polandia, Katarzyna Piter melaju ke perempat final WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menundukkan ganda unggulan kedua Shuai Zhang/Xinyu Jiang melalui pertandingan tiga set. Bertanding pada babak 16 besar yang berlangsung di lapangan keras Club Sonoma, Monterrey, Meksiko, Senin WIB, Janice/Piter menaklukkan Zhang/Jiang dengan 6-2, 6-7(5), 10-7, demikian WTA. Janice/Piter tampil dominan pada set pertama dengan merebut dua kali servis lawan untuk unggul 3-0. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set dengan skor 6-2. Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Kedua pasangan saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6 dan memaksa tie-break. Zhang/Jiang mampu memanfaatkan tie-break untuk merebut set kedua 7-6(5), sehingga pertandingan harus ditentukan melalui match tie-break. Pada set penentuan, Janice/Piter sempat tertinggal 1-3 sebelum bangkit dan menyamakan kedudukan 3-3. Persaingan kembali ketat hingga kedudukan 7-7, tetapi pasangan Indonesia-Polandia itu mampu merebut tiga poin berikutnya untuk memastikan kemenangan 10-7. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice/Piter memenangi 78 poin berbanding 61 poin milik Zhang/Jiang. Mereka juga mencatat 28 poin dari pengembalian servis, sementara lawan hanya mengumpulkan 15 poin. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi hasil positif bagi Janice/Piter setelah pada babak pertama Cincinnati Open 2026 mereka dikalahkan Zhang/Jiang dalam pertandingan tiga set. Janice kini melanjutkan perjalanannya di Monterrey dengan Piter dan berpeluang menjaga asa menuju final bersama kompatriotnya, Aldila Sutjiadi, yang tampil bersama Liu Kichenok di turnamen tersebut. Janice dan Aldila berada di jalur undian berbeda sehingga berpeluang menciptakan All Indonesian final apabila kedua pasangan mampu terus melaju hingga partai puncak. Selain ganda, Janice juga turun di sektor tunggal. Petenis kelahiran Jakarta berusia 24 tahun itu menempati unggulan ketujuh, dan akan berhadapan dengan petenis Ukraina Dayana Yastremska pada babak pertama yang dijadwalkan esok hari, Selasa (25/8).

Janice Tjen juga ke perempat final ganda DC Open

Janice Tjen & Shuai Zhang

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, juga menyusul Aldila untuk melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat. Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis putri China, Shuai Zhang berhasil mengalahkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dengan skor 2-0 (6-3, 6-4), demikian catatan DC Open. Tjen/Zhang menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 13 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pasangan unggulan ketiga tersebut tampil dominan sejak awal pertandingan dan mereka dapat unggul di gim pertama, namun Rakhimova/Wu berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Tjen/Zhang sempat unggul 3-1 di set pertama, namun Rakhimova/Wu sempat memberikan perlawanan. Set pertama pada akhirnya tetap menjadi milik Tjen/Zhang dengan skor 6-3. Memasuki set kedua, Tjen/Zhang kembali tampil dominan dan sempat mengamankan dua gim pertama sehingga mereka sempat unggul 2-0 atas Rakhimova/Wu. Sempat memangkas ketertinggalan menjadi 1-2, Rakhimova/Wu selanjutnya tak bisa menahan dominasi Tjen/Zhang yang berhasil menambah keunggulan 5-1. Rakhimova/Wu enggan menyerah dan dapat memberikan perlawanan hebat sehingga kedudukan berubah menjadi 4-5, namun pada akhirnya set kedua tetap menjadi miliki Tjen/Zhang dengan skor 6-4. Secara keseluruhan, Tjen/Zhang mengalahkan Rakhimova/Wu dengan dua set langsung 2-0. Pada babak perempat final, Tjen/Zhang akan menghadapi pemenang antara pasangan Kato Miyu/Giuliana Olmos yang tengah berhadapan dengan Tereza Mihalikova/Heather Watson untuk memperbutkan tiket semifinal.

Aldila Sutjiadi melaju ke perempat final ganda DC Open

Aldila Sutjiadi & Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Amerika Serikat, bersama pasangan asal Selandia Baru, Erin Routliffe dengan mengalahkan Sofia Kenin/Anastasia Potapova 6-3, 7-5, Selasa WIB. Pasangan unggulan kedua itu menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 22 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Aldila/Routliffe tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung merebut lima gim pertama melalui tiga kali break servis sebelum Kenin/Potapova memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Namun, Aldila dan Routliffe tetap mampu mengamankan gim servis berikutnya untuk menutup set pembuka dengan kemenangan 6-3. Persaingan berlangsung lebih ketat pada set kedua. Kedua pasangan saling mematahkan servis hingga skor imbang 5-5. Pada momen krusial, Aldila/Routliffe kembali merebut break untuk unggul 6-5 sebelum memastikan kemenangan 7-5 pada gim servis terakhir. Berdasarkan statistik WTA, Aldila/Routliffe tampil lebih efektif dengan mengonversi lima dari sembilan peluang break point, sementara lawannya hanya memanfaatkan tiga dari delapan kesempatan. Mereka juga memenangi 71,4 persen poin dari servis pertama dan mengoleksi 64 dari total 121 poin sepanjang laga. Pada babak perempat final, Aldila/Routliffe akan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Anna Smith untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Keikutsertaan Aldila di Washington merupakan bagian dari rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Serikat setelah mencatat hasil positif pada musim lapangan rumput dengan meraih gelar WTA 500 pertama dalam karirnya di Bad Homburg Open pada akhir Juni. Sebelum tampil di Washington, Aldila juga mencatat hasil impresif di Wimbledon 2026 dengan mencapai perempat final ganda campuran bersama petenis Argentina Guido Andreozzi. Sementara pada nomor ganda putri, Aldila yang berpasangan dengan Janice Tjen terhenti pada babak kedua. Sementara itu, Janice masih akan memulai perjuangannya di Mubadala Citi DC Open 2026. Pada nomor tunggal, petenis Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi Rebecca Sramkova pada babak pertama, sedangkan di sektor ganda ia berpasangan dengan mantan juara turnamen Zhang Shuai.

Janice Tjen melenggang mulus ke babak 16 besar DC Open

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar turnamen WTA 500 Mubadala DC Open 2026 setelah menundukkan petenis kualifikasi asal Slovakia Rebecca Sramkova di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa WIB. Janice menuntaskan pertandingan babak pembukanya dalam waktu satu jam 21 menit dengan skor meyakinkan 6-4, 6-2, demikian WTA. Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi petenis Indonesia itu dalam turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama. Janice dan Sramkova beberapa kali saling mematahkan servis hingga kedudukan 4-4. Namun, Janice mampu meningkatkan tekanan pada gim-gim penentuan dan merebut break penting pada gim ke-10 untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, permainan Janice semakin konsisten. Ia langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawan pada gim kedua untuk unggul 2-0. Meski Sramkova sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5, namun Janice kembali menunjukkan dominasinya dengan mencuri servis lawan pada gim kedelapan sekaligus memastikan kemenangan 6-2. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia mengonversi lima dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Sramkova hanya mampu memanfaatkan dua dari tiga kesempatan. Janice juga memenangi 68 dari total 118 poin yang diperebutkan atau sekitar 57,6 persen sepanjang pertandingan, serta mencatat empat ace. Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Janice pada musim ini setelah mencatat debut yang impresif di Wimbledon dengan menembus babak kedua nomor tunggal.

Janice/Aldila tundukkan tuan rumah untuk menuju babak kedua Wimbledon

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak kedua Wimbledon setelah menundukkan pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 6-3, 6-4 pada babak pertama All England Club, London, Jumat WIB. Berita Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk mengatasi perlawanan pasangan Inggris tersebut sekaligus membalas kekalahan yang mereka alami dari lawan yang sama pada semifinal Nottingham Open beberapa pekan lalu. Pasangan Indonesia tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Setelah memenangi gim pembuka pada set pertama, Janice/Aldila tancap gas dengan merebut tiga gim beruntun untuk unggul 4-1. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali tampil dominan. Mereka mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga momentum untuk memimpin 4-2. Meski Dart/Lumsden sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, pasangan Indonesia tetap tenang dan memastikan kemenangan dengan merebut gim ke-10 sekaligus mengunci set kedua 6-4. Statistik Wimbledon menunjukkan Aldila/Janice unggul dalam hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan empat ace, dibandingkan satu ace milik pasangan tuan rumah. Ganda putri Indonesia juga tampil lebih rapi dengan hanya melakukan dua kesalahan, sementara Dart/Lumsden membukukan empat kesalahan. Efektivitas servis pertama menjadi salah satu kunci kemenangan Janice/Aldila. Mereka memasukkan 56 dari 77 servis pertama atau 73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen (50/74). Dari servis pertama tersebut, Aldila/Janice memenangi 59 persen poin (33/56), sedangkan Dart/Lumsden mencatatkan 56 persen (28/50). Saat harus memainkan servis kedua, pasangan Indonesia juga lebih unggul dengan memenangi 57 persen poin (12/21), sementara lawan hanya memperoleh 42 persen (10/24). Dalam pengembalian servis, Janice/Aldila mengoleksi 49 poin penerimaan berbanding 42 milik lawan. SumberDaya Bahasa Mereka juga lebih efektif memanfaatkan peluang break dengan mengonversi empat dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Dart/Lumsden hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan kesempatan. Meski jumlah winner kedua pasangan relatif berimbang, yakni enam milik Aldila/Janice dan lima milik Dart/Lumsden, pasangan Indonesia tampil jauh lebih konsisten dengan hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, berbanding sembilan yang dilakukan pasangan Inggris. Secara keseluruhan, Janice/Aldila memenangi 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengumpulkan 70 poin. Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Janice setelah langkahnya di nomor tunggal terhenti pada babak kedua usai kalah dari unggulan Australia Daria Kasatkina melalui pertandingan tiga set 7-6(5), 1-6, 4-6.

Janice Tjen terhenti pada babak kedua Wimbledon

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen harus mengakhiri langkahnya di sektor tunggal pada babak kedua Wimbledon 2026 setelah kalah dari Daria Kasatkina dalam pertandingan tiga set di London, Inggris, Rabu. Janice sempat membuka peluang dengan merebut set pertama melalui tie-break sebelum akhirnya dipaksa menyerah oleh petenis Australia tersebut 7-6(5), 1-6, 4-6 dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 37 menit. Janice tampil solid pada set pembuka. Setelah kedua pemain saling mempertahankan servis hingga kedudukan imbang 6-6, petenis kelahiran Jakarta itu tampil lebih tenang untuk mengejar ketertinggalan 1-5 pada tie-break hingga mengamankan set pertama dengan skor 7-5. Namun, momentum berbalik pada set kedua ketika Kasatkina meningkatkan tekanan sejak awal pertandingan. Petenis No.65 dunia tersebut dua kali mematahkan servis Janice untuk unggul jauh dan menutup set kedua dengan kemenangan 6-1, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, kedua pemain kembali saling mematahkan servis pada fase awal pertandingan. Kasatkina kemudian mampu memanfaatkan peluang break pada gim kedelapan untuk berbalik unggul sebelum memastikan kemenangan 6-4 setelah mengonversi match point pada gim terakhir. Secara statistik, Kasatkina lebih efektif dalam memanfaatkan servis pertamanya. Ia memenangi 63 dari 90 poin (70 persen) saat servis pertama masuk, sementara Janice mengumpulkan 34 dari 57 poin (60 persen). Statistik Wimbledon menunjukkan Kasatkina juga tampil lebih agresif di depan net dengan memenangi 28 dari 31 poin (90 persen), sedangkan Janice hanya memenangi 11 dari 17 poin (65 persen). Dari sisi serangan, Kasatkina mencatatkan 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error. Kasatkina juga lebih efektif memanfaatkan peluang break point dengan mengonversi lima dari delapan kesempatan, sementara Janice hanya berhasil memanfaatkan dua dari 10 peluang. Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif dalam penampilan debutnya di Wimbledon. Ia juga masih bertahan di All England Club untuk bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi. Ganda putri Indonesia Janice/Aldila dijadwalkan tampil menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis (2/7).

Perjuangan Janice Tjen Terhenti di Eastbourne Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama Eastbourne Open 2026 setelah berjuang lebih dari tiga jam pada laga pembukanya di Eastbourne, Inggris, Selasa. Janice, yang menempati unggulan keenam ajang WTA 250 lapangan rumput itu harus tunduk di tangan Caty McNally setelah melalui rubber set 5-7, 7-6(5), 3-6, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama ketika kedua petenis yang sama-sama berumur 24 tahun itu berebut memenangi gim untuk kedudukan 3-3. Janice dengan kekuatan servisnya yang mencatat satu ace tidak cukup untuk menghadang McNally yang unggul dengan catatan 73,5 persen untuk memasukkan servis pertamanya, dan berhasil memenangi 88 persen poin servis pertamanya. Janice menyamakan kedudukan 5-5, namun McNally kemudian memenangi dua gim setelahnya untuk merebut set pertama. McNally unggul pada set kedua saat Janice kehilangan servisnya. Namun, dengan cepat petenis kelahiran Jakarta itu bangkit menyamakan kedudukan dan menjaga selisih angka agar tidak terpaut jauh. Janice memaksa McNally untuk memainkan tie-break yang berlangsung ketat. Pada kedudukan imbang 5-5, ia kemudian memenangi dua poin untuk membawa pertandingan ke set penentu. Dominasi McNally terasa di set ketiga meski secara statistik Janice unggul dari segi persentase servis pertama dan lebih sedikit melakukan kesalahan ganda. Ketika Janice mencoba mengejar ketertinggalan 3-4, McNally dengan kuat memenangi dua gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan setelah tiga jam 10 menit. Dengan hasil tersebut Janice belum bisa memecah kebuntuan kekalahan laga pembuka setelah terhenti pada babak pertama dua pekan beruntun, yakni pada Libema Open dan Nottingham Open pekan lalu. Meski begitu, Janice masih akan tampil di sektor ganda di Eastbourne bersama petenis Hong Kong Eudice Chong yang akan berhadapan dengan unggulan kedua Jasmine Paolini/Sara Errani.

Aldila/Janice tersingkir di semifinal Nottingham Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir pada semifinal ganda turnamen bergengsi WTA 250 lapangan rumput Nottingham Open 2026. Aldila/Janice menelan kekalahan dari pasangan berkebangsaan Britania Raya Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 1-2 (6-4, 4-6, 6-10), demikian catatan Nottingham Open. Bermain di Lexus Nottingham Tennis Centre, Janice/Aldila sempat unggul dengan skor 4-0 di set pertama, meski Dart/Lumsden dapat memberikan perlawanan. Pada set pertama, akhirnya Aldila/Janice berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-4 dan membuat mereka menatap set kedua dengan modal positif. Memasuki set kedua, Aldila/Janice tampil seolah kehilangan arah dan dapat dimanfaatkan Dart/Lumsden yang mendapatkan keunggulan terlebih dahulu. Selanjutnya Dart/Lumsden dapat mengunci kemenangan pada set kedua dan mengalahkan Aldila/Janice dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Aldlia/Janice berhasil mencetak angka terlebih dahulu, akan tetapi Dart/Lumsden tinggal diam dan terjadi kejar-kerjaran skor. Pertandingan berlangsung sengit, bahkan kedudukan sempat sama kuat 6-6, akan tetapi pada akhirnya Aldila/Janice harus mengakui keunggulan Dart/Lumsden dengan skor 6-10. Pada babak perempat final Nottingham Open 2026, sebelumnya Aldila/Janice berhasil menyingkirkan ganda putri Ceko Miriam Skoch/Jesika Maleckova.

Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Nottingham Open 2026 setelah kalah dari petenis Jerman Tatjana Maria di Nottingham, Inggris, Senin. Janice yang menempati unggulan kesembilan dalam ajang WTA 250 lapangan rumput itu tak mampu menghalau penampilan kuat Maria sehingga terpaksa menyerah 3-6, 2-6, dalam satu jam dua menit. Statistik WTA menunjukkan bahwa Maria tampil impresif dengan mencatatkan tujuh ace pada set pertama. Petenis peringkat 52 WTA itu memasukkan 87,5 persen servis pertamanya dan memenangi 85,7 persen servis pertama. Janice mencoba mengganggu ritme petenis berusia 38 tahun itu pada set kedua, dengan memenangi 71 persen poin servis pertama. Namun, Maria terlampau kuat bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu. Maria mencatatkan tiga ace, unggul dari segi pengembalian bola, dan mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk memenangi pertandingan. Hasil tersebut membuat Janice kembali harus terhenti pada babak pertama. Petenis No.40 dunia itu belum dapat memecah dengan kekalahan pada babak pembuka. Setelah menutup musim lapangan tanah liat di Roland Garros dengan terhenti pada babak pertama, Janice sempat melaju hingga babak kedua di Birmingham Classic. Namun, ia kembali harus pulang lebih awal ketika kandas pada babak pembuka Libema Open. Meski begitu, Janice masih memiliki kesempatan untuk menjaga asa bertahan lebih lama di Nottingham. Ia akan bertanding di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila sebelumnya juga harus menelan kekalahan pahit di WTA 250 ‘s-Hertogenbosch, setelah dipaksa menyerah 1-6, 6-4, 8-10 pada babak pertama dari Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Di Nottingham, Janice/Aldila, yang menempati unggulan ketiga, akan memulai perjuangan mereka dengan bertemu pasangan Amerika-Ceko Ann Li/Tereza Valentova esok hari, Selasa (16/6).

Aldila/Janice kandas pada babak pertama Libema Open 2026

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda tenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir dari turnamen lapangan rumput WTA 250 Libema Open 2026 setelah kalah pada babak pertama di’s-Hertogenbosch, Belanda, Rabu. Aldila/Janice, yang menempati unggulan kedua dalam ajang tersebut, terpaksa menyerah setelah melalui super tie-break di tangan pasangan asal Belanda-Inggris Isabelle Haverlag/Maia Lumsden dengan 1-6, 6-4, 8-10, demikian WTA. Dominasi Haverlag/Lumsden terlihat pada set pertama yang berjalan berat sebelah. Berbekal servis kuat dengan mencatat dua ace, pasangan non-unggulan itu memenangi 90,9 persen poin servis pertama. Meski Aldila/Janice berhasil memasukkan 78,3 persen servis pertama mereka, namun hal itu tidak mampu menahan Haverlag/Lumsden yang melaju memenangi tiga gim beruntun dari keunggulan 3-1 untuk mengambil alih set pertama. Aldila/Janice berusaha bangkit pada set kedua yang berjalan ketat di awal. Ganda putri Merah Putih itu berhasil merusak ritme permainan lawan ketika memenangi gim ketujuh untuk unggul 4-3. Statistik WTA menunjukkan Aldila/Janice memenangi 77,3 persen servis pertama mereka, dan unggul dari akurasi pengembalian bola untuk membawa pertandingan ke set penentu. Super tie-break berjalan sengit saat papan skor menunjukkan 5-5. Aldila/Janice kemudian memenangi tiga poin, namun kejutan terjadi setelah itu. Haverlag/Lumsden bangkit mengejar ketertinggalan, memenangi poin demi-poin untuk menyamakan kedudukan, hingga akhirnya lebih dulu mengantongi 10 poin untuk meraih kemenangan setelah satu jam 10 menit. Kekalahan tersebut membuat Janice harus meninggalkan ‘s-Hertogenbosch lebih awal setelah juga mengalami kekalahan babak pertama di sektor tunggal saat menghadapi petenis Belgia Greet Minnen, Selasa (9/10).

Janice Tjen terhenti pada babak pertama Libema Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen tersingkir dari Libema Open 2026 setelah dikalahkan petenis Belgia Greet Minnen pada babak pertama di ‘s-Hertogenbosch, Belanda, Selasa (9/6). Unggulan ketujuh pada ajang WTA 250 tersebut tak mampu menghalau petenis kualifikasi Minnen dengan 6-7(7), 1-6, demikian catatan hasil pertandingan dari WTA. Set pertama berlangsung sengit. Janice unggul tipis dari segi perolehan poin untuk servis pertama dengan 68 persen, berbanding 67,6 persen. Petenis kelahiran Jakarta itu juga mencatat satu ace, namun servis kerasnya mendapat saingan kuat dari Minnen yang berhasil memasukkan 80,4 persen servis pertama — sementara Janice hanya 54,3 persen. Dominasi Minnen membawa set pertama ke tie-break. Petenis peringkat 202 WTA itu kemudian memenangi tujuh dari 11 poin untuk memimpin pertandingan. Minnen menjaga momentumnya hingga set kedua dengan unggul satu ace dari Janice. Petenis No.40 dunia itu mencoba memberi perlawanan melalui kekuatan servisnya dengan memasukkan 60,7 persen servis pertama. Namun, Minnen terus mendominasi pertandingan dengan keberhasilan memenangi 90 persen poin servis pertama. Ia juga unggul dari segi poin servis kedua dan poin pengembalian bola. Minnen kemudian menyudahi perlawanan Janice setelah satu jam 47 menit untuk memenangi pertandingan. Bagi Janice, Libema Open 2026 merupakan turnamen lapangan rumput kedua musim ini. Petenis berusia 24 tahun itu masih berjuang mendapatkan performa terbaiknya di sektor tunggal. Pada turnamen sebelumnya, Janice kandas pada babak kedua Birmingham Open 2026. Namun, ia berhasil meraih gelar ajang WTA 125 tersebut di sektor ganda bersama petenis Australia, Talia Gibson.

Janice Tjen juara ganda Birmingham Classic 2026

Janice Tjen dan Talia Gibson Usai Juara Birmingham Classic 2026

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama pasangannya petenis Australia, Talia Gibson berhasil menjuarai ganda Birmingham Classic 2026 seusai membungkam tuan rumah pada babak final, Jumat. Janice/Gibson, yang menempati unggulan pertama ajang WTA 125 lapangan rumput itu, tampil kuat dalam mengalahkan Harriet Dart/Maia Lumsden dengan straight set 6-4, 6-3, demikian WTA. Pada set pertama, Janice/Gibson mencoba mendikte lawan melalui servis keras mereka dengan mencatatkan dua ace. Namun, pasangan Inggris yang merupakan unggulan kedua juga memberi perlawanan kuat lewat servis mereka. Statistik WTA menunjukkan Dart/Lumsden memasukkan 70,6 persen servis pertama mereka, dan memenangi 62,5 persen servis pertama. Meski begitu, Janice/Gibson unggul dari segi pengembalian bola, mengkonversi tiga dari empat peluang break point untuk merebut set pertama. Janice/Gibson memberi tekanan lebih intens pada set kedua. Masih dengan servis kuat yang mencatat keunggulan dua ace, ganda Inggris-Australia itu memenangi 84,2 persen servis pertama mereka. Berhasil menyelamatkan 100 persen break point, Janice/Gibson akhirnya mengemas kemenangan setelah satu jam 14 menit. Gelar di Birmingham menjadi gelar ganda kelima bagi Janice dalam tur WTA yang ia mulai pada September tahun lalu. Petenis kelahiran Jakarta itu menjuarai WTA 125 Suzhou 2025 di China bersama Aldila Sutjiadi pada Oktober. Ganda putri Indonesia itu kemudian mengangkat trofi WTA 250 Chenai di India pada November 2025. Sebelumnya pada Oktober, Janice meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou di China bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Awal tahun ini, Janice juga menjuarai ganda WTA 250 Hobart 2026 di Australia bersama Piter. Berbeda dari sektor ganda, Janice masih harus berjuang di sektor tunggal. Petenis berusia 24 tahun itu kandas pada babak kedua Birmingham Classic. Janice belum mendapatkan hasil yang diinginkan selepas “Middle-east Swing” yang membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yakni No.36 dunia.

Aldila Sutjiadi Runner-up Maroko Open 2026

Aldila Sutjiadi, Vera Zvonareva, Eudice Chong, Magali Kempen - Morocco Open 2026

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, menjadi runner-up Maroko Open 2026 seusai kalah pada babak final ajang WTA 250 Rabat, Jumat. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas bangkit menyamakan kedudukan namun tak mampu menghalau Magali Kempen/Eudice Chong pada super tie-break hingga terpaksa menyerah dengan 3-6, 6-2, 6-10, demikian WTA. Sukses mendapatkan satu ace dengan catatan bersih dari kesalahan ganda tidak cukup bagi Aldila/Vera untuk menaklukkan Kempen/Chong yang sedang dalam performa terbaik mereka. Pasangan Belgia/Hong Kong itu memasukkan 81,8 persen servis pertama mereka, menyelamatkan lebih banyak break point untuk merebut set pertama. Aldila/Vera bangkit pada set kedua dengan memenangi tiga gim beruntun. Memimpin dengan 4-1, mereka sempat tercuri satu gim tetapi mampu mengambil alih permainan untuk memaksa ke super tie-break. Laga berjalan sengit ketika kedudukan imbang 4-4. Namun, Kempen/Chong, yang unggul dari segi servis pertama dengan catatan 87,5 persen, kemudian memimpin dengan 7-5, lalu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan. Perjalanan Kempen/Chong dalam meraih gelar terbilang mulus tanpa menjalani super tie-break, termasuk saat berhadapan dengan unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva pada semifinal. Sementara itu, sebagai unggulan pertama Aldila/Vera melakoni tiga laga sengit super tie-break selepas babak pertama untuk menjadi runner-up ajang lapangan tanah liat pemanasan Roland Garros tersebut. Bagi Aldila, menjadi finalis Maroko Open 2026 merupakan langkah terjauh musim ini. Ia mencapai perempat final WTA 250 Auckland dan WTA 250 Hobart pada awal tahun, juga perempat final WTA 1000 Madrid akhir bulan lalu. Menjadi runner up WTA 250 Rabat memperpanjang daftar capaian Aldila sebagai empat kali finalis ajang WTA Tour, yakni di WTA 500 Guadalajara 2025 bersama Giuliana Olmos, WTA 500 Strasbourg 2024 bersama Asia Muhammad, WTA Elite Trophy Zhuhai 2023 dan WTA 250 Hamburg 2022 bersama Miyu Kato.

Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak pertama French Open 2026 setelah kalah dari petenis Amerika, Emma Navarro 4-6, 3-6, Selasa. Dalam debutnya pada Grand Slam lapangan tanah liat tersebut, Janice tak mampu menghalau Navarro yang berada dalam performa terbaiknya setelah menjuarai WTA 500 Strasbourg akhir pekan lalu. Dikutip dari catatan hasil pertandingan Roland Garros, Navarro melesat dengan cepat pada set pertama saat memimpin 4-1, tetapi Janice berhasil menyamakan kedudukan 4-4. Berbekal servis kuat dengan mencatatkan lima berbanding empat ace milik Janice, Navarro kemudian menyelesaikan set pertama dengan memenangi dua gim setelahnya untuk mencuri keunggulan. Janice mencoba mendominasi pertandingan pada set kedua dengan memimpin 2-1. Petenis berusia 24 tahun itu memasukkan 58 persen servis pertama lebih banyak dari Navarro. Namun, petenis berusia 25 tahun asal Charleston itu mengambil alih permainan dengan 4-2. Ia juga mencatat keunggulan dari segi kemenangan poin servis pertama dibanding Janice, yakni 67 persen berbanding 58 persen. Peringkat 40 dunia Janice dengan gigih berjuang menghadang match point dari Navarro. Berhasil mendapatkan satu gim, petenis kelahiran Jakarta itu terpaksa menyerah pada gim berikutnya dari petenis No.25 dunia tersebut. Terhenti di sektor tunggal, Janice masih menjaga asa untuk tetap berada di Paris dengan turun di sektor ganda bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi. Janice/Aldila dijadwalkan bertemu ganda Ceko-Spanyol Marie Bouzkova/Sara Sorribes Tormo pada babak pertama, Rabu (27/5). Sebelum mengikuti French Open 2026, Aldila yang berpasangan dengan Vera Zvonareva berhasil menjadi runner up Maroko Open akhir pekan lalu. Sementara, Janice yang menjadi unggulan teratas di sektor ajang WTA 250 Rabat sayangnya kandas pada babak kedua. Meski begitu, Aldila/Janice memiliki catatan cukup baik pada musim lapangan tanah liat dengan mencapai perempat final WTA 1000 Madrid.

Janice Tjen terhenti di 16 besar Maroko Terbuka 2026

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen harus terhenti di babak 16 besar WTA Maroko Terbuka 2026 setelah kalah dari unggulan asal Kolombia, Camila Osorio di Rabat pada Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, Janice menyerah dengan skor 3-6, 6-3, dan 0-6 dalam duel berdurasi dua jam enam menit. Janice mengawali laga dengan kurang meyakinkan dan kehilangan set pertama 3-6. Osorio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point serta unggul dalam servis sehingga mampu mengontrol permainan. Namun, petenis Indonesia itu bangkit pada set kedua. Janice tampil lebih agresif dari baseline dan berhasil menyamakan kedudukan setelah merebut set dengan skor 6-3. Memasuki set penentuan, momentum kembali berpihak kepada Osorio. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan tidak memberi kesempatan kepada Janice untuk berkembang. Osorio menyapu set ketiga dengan skor telak 6-0 sekaligus memastikan tiket ke perempat final. Meski gagal melangkah lebih jauh, Janice sempat memberikan perlawanan sengit dengan merebut set kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Osorio di turnamen WTA level 250 tersebut.

WTA 1000 Roma: Janice Tjen kandas pada babak pertama

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Internazionali BNL D’Italia 2026 di Rome setelah kalah dari petenis Amerika Peyton Stearns, Rabu. Janice terpaksa menyerah pada babak pembuka WTA 1000 Roma setelah berjuang satu jam 25 menit di Lapangan 13 Foro Italico, dengan skor akhir 4-6, 4-6. Pada set pertama Stearns membangun keunggulan melalui dua ace. Namun, Janice dengan servis kuatnya mampu memasukkan servis pertama lebih baik dengan persentase 62,1 persen. Stearns kemudian berhasil mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk mencuri set pertama. Janice berusaha bangkit pada set kedua dengan mencatatkan lima ace, yang kemudian diperpanjang dengan memasukkan servis pertama lebih banyak, yakni 66,7 persen. Namun, Stearns yang bermain tanpa kesalahan ganda — di saat Janice mencatatkan dua kesalahan ganda — memimpin dari segi perolehan poin dalam pengembalian bola. Petenis kelahiran Cincinnati berusia 24 tahun itu juga mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Selanjutnya pada babak kedua Italian Open 2026, Stearns, yang saat ini berada di peringkat 49 WTA, akan berhadapan dengan rekan senegaranya unggulan ke-17 Madison Keys, yang mendapat bye pada babak pertama. Sementara itu, bagi Janice kekalahan tersebut mengulang hasil pahit ketika harus terhenti pada babak pertama dalam tur Amerika pada Maret, termasuk Merida Open di Meksiko, Indian Wells, Miami, dan Charleston. Janice, yang saat ini berada di No.40 dunia, mematahkan catatan tersebut dengan berhasil melaju hingga babak kedua Madrid Open. Ia juga bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi berhasil mencapai perempat final ajang WTA 1000 Madrid tersebut. Ganda putri Indonesia itu juga tampaknya akan kembali berpasangan di Roma setelah melakukan sesi latihan bersama beberapa hari lalu.

Aldila/Janice tersingkir dari Madrid Open

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tersingkir pada babak perempat final turnamen tenis bergengsi Madrid Open. Aldila/Janice menyerah 7-5, 5-7, 8-10 kepada pasangan Jerman Laura Siegemund/Vera Zvonareva, demikian catatan turnamen WTA 1000 itu. Bermain di Park Manzanares, Janice/Aldila memimpin 2-1 pada set pertama, sampai kemudian memenangkan set ini dengan 7-5. Pada set kedua, Aldila/Janice tampil percaya diri sampai unggul 5-4, namun Siegemund/Zvonareva memberikan perlawanan hingga balik mengalahkan Aldila/Janice dengan 7-5. Pada set ketiga, kedua pasangan bermain ketat sampai kedudukan 3-3, tetapi akhirnya dimenangkan Siegemund/Zvonareva dengan 10-8 untuk mencapai semifinal Madrid Open. Pada babak 16 besar Aldila/Janice menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2.