Motoprix 2026 Surabaya jadi panggung pembalap muda Jawa Timur

Kejuaraan Nasional Motoprix 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix 2026 seri pembuka Regional B di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, akhir pekan lalu, menjadi panggung dominasi pembalap tuan rumah Jawa Timur yang tampil impresif di sejumlah kelas utama. Dari kelas MP1 Bebek 4 Tak Tune Up 150cc Expert Race 2, pembalap Jawa Timur M. Erfin tampil dominan di tengah cuaca panas ekstrem Surabaya untuk mengamankan kemenangan di depan publik sendiri. “Menang di seri pembuka tentu menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi berlangsung di Surabaya dengan dukungan penonton yang luar biasa. Saya berharap Motoprix 2026 bisa semakin besar dan menjadi wadah lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Erfin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin. Atmosfer kompetitif terasa sejak sesi awal hingga race penutup dengan persaingan ketat dari pembalap-pembalap muda potensial berbagai daerah di Indonesia. Drama persaingan juga tersaji pada kelas Bebek 2 Tak Standar 125cc Novice. M. Afin berhasil merebut podium pertama setelah terlibat duel sengit sepanjang 10 lap dengan Hafizd Fahril Rasyadan yang sempat mencatatkan waktu lap tercepat. Sementara itu, Ikrom Gaza melengkapi posisi tiga besar setelah tampil konsisten hingga garis finis. Pada kelas Bebek 2T Standar 116cc Jatim Open, Tommy Salim tampil impresif dengan mendominasi jalannya balapan sejak lap awal melalui performa stabil dan catatan waktu terbaik. Ajang Motoprix 2026 seri pembuka Regional B di Surabaya juga disiarkan langsung oleh Garuda TV sebagai official media broadcasting partner sehingga rangkaian balapan utama dapat disaksikan masyarakat secara luas. Penyelenggaraan seri pembuka tersebut menjadi momentum kebangkitan motorsport nasional sekaligus memperlihatkan meningkatnya kualitas persaingan balap motor Tanah Air.

Kiandra Ramadhipa tuntaskan GP Prancis MotoGP Rookies di posisi 10

Muhammad Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa menuntaskan balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Sirkuit Le Mans, Sabtu, di posisi 10. Oleh karena itu, dikutip dari laman Red Bull Rookies Cup, Kiandra Ramadhipa pun berhak atas tambahan enam poin di klasemen pembalap. Bertanding dari posisi start ke-12, Kiandra kesulitan keluar dari barisan tengah. Naik turun di posisi 11-13, pembalap asal Sleman, DI Yogyakarta, itu berada di peringkat ke-11 pada lap pamungkas. Namun, selepas tikungan terakhir, semua pembalap yang bertahan di sirkuit naik satu posisi lantaran David Gonzalez yang memimpin lomba terjatuh. Kiandra pun menyelesaikan perjuangannya di posisi ke-10, sementara Benat Fernandez yang awalnya berada di belakang Gonzalez keluar sebagai pemenang. Pada balapan pertama itu, Kiandra mencatatkan waktu 6,283 detik lebih lambat daripada Fernandez yang memimpin balapan dengan waktu tempuh 26 menit 24,308 detik. Dengan demikian, Kiandra Ramadhipa kini berada di urutan ketiga klasemen sementara pembalap Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan koleksi 40 poin. Sebelumnya, pada akhir April 2026, remaja berusia 16 tahun itu menjadi pembalap terbaik ketujuh dan pemenang masing-masing pada balapan pertama dan kedua GP Spanyol di Sirkuit Jerez. Di klasemen, Kiandra tepat di bawah Benat Fernandez (66 poin) dan Fernando Bujosa (44 poin). Berikutnya, GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 berlanjut ke balapan kedua yang akan berlangsung pada Minggu (10/5) waktu setempat. Kiandra Ramadhipa sendiri bukan berstatus debutan di Red Bull Rookies Cup 2026 karena sudah tampil di kompetisi tersebut pada 2025. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Ramadhipa menjadi pembalap terbaik kedelapan pada akhir musim, sementara rekan senegaranya Veda Ega Pratama yang kini berkompetisi di Moto3 berada di posisi kedua (runner-up). Berikut 10 besar balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026. 1. Benat Fernandez (Spanyol) 26:24,308 2. Ryota Ogiwara (Jepang) +0,217 3. Mateo Marulanda (Kolombia) +0,381 4. Fernando Bujosa (Spanyol) +0,460 5. Travis Borg (Malta) +0,578 6. Sullivan Mounsey (Inggris) +0,693 7. Kiattisak Singhapong (Thailand) +0,778 8. Kristian Daniel (Amerika Serikat) +1,016 9. Guillem Planques (Prancis) +4,514 10. Muhammad Kiandra Ramadhipa (Indonesia) +6,283.

Rheza Danica tuntas di podium kedua ARRC 2026 kelas AP250

Rheza Danica Ahrens

Pembalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Rheza Danica Ahrens menuntaskan FIM Asia Road Racing Championship 2026 kelas AP250 di podium kedua. Dalam seri kedua balapan 1 GP Thailand di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu, Rheza hanya terpaut 0,114 detik dari juara Hiroki Ono yang finis dengan waktu 18 menit 48,695 detik dalam balapan yang berlangsung sepuluh putaran ini. “Alhamdulillah, hari ini bisa finis di posisi kedua. Saya senang dengan hasil race satu, tapi saya masih ingin hasil yang lebih baik. Balapan yang berat sejak awal, tapi saya berusaha semaksimal mungkin mengendalikan motor dan menjaga fokus mental di setiap putarannya,” kata Rheza dalam keterangan tertulis pada Sabtu. Rheza mengaku ketika memasuki lap terakhir di lap kesepuluh telah mencoba melakukan manuver untuk menyalip pembalap Jepang tersebut. Namun Ono mampu menjaga posisi terdepan hingga membuat Rheza harus puas di podium kedua. “Meski begitu, ini poin yang bagus untuk kejuaraan. Untuk besok, kami akan mengevaluasi semuanya dan mencoba tampil lebih baik lagi. Terima kasih,” kata Rheza. Pembalap Indonesia lain yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Irfan Ardiansyah, harus puas finis di urutan ke-14. “Secara keseluruhan, ini pertarungan yang bagus di lap-lap awal, dan saya akan push lebih keras lagi besok untuk meraih hasil yang lebih baik,” kata Irfan. Selanjutnya Rheza dan Irfan melakoni balapan 2 GP Thailand pada Minggu.

Abimanyu dan Resky dominasi Thailand Talent Cup 2026

Dua pembalap muda Indonesia, Abimanyu Bintang Fermadi dan Resky Yusuf Hermawan,menunjukkan dominasinya dengan menaiki podium tertinggi dalam Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia. “Saya sangat senang karena bisa kembali ke puncak podium di race kedua ini, setelah kesulitan di race pertama,” kata Abimanyu dalam keterangan Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Minggu. Dalam ajang yang berlangsung pada 2–3 Mei dan bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship itu, kedua pembalap finis di podium pertama dan kedua. Di balapan pertama, Abimanyu memulai balapan dari posisi kedua, sedangkan Resky start dari posisi ketiga, mengikuti hasil kualifikasi. Saat balapan dimulai, Abimanyu langsung memimpin, diikuti Resky dalam balapan 11 lap. Memasuki lap kedua, Abimanyu kehilangan posisi puncak dan terlempar dari tiga besar, sementara Resky bertahan. Hingga lap akhir, Resky yang berada di posisi pertama kehilangan posisinya setelah pembalap Thailand menyalipnya. Dalam hasil balapan ini, Resky finis di posisi kedua dan Abimanyu di posisi keempat. Catatan waktu mereka pada race pertama mengubah posisi start pada race kedua, dengan Resky start dari posisi pertama, sementara Abimanyu memulai dari posisi keempat. Saat memasuki lap keenam, keduanya bergantian memimpin balapan. Melaju dengan NSF250R, persaingan sengit berlangsung hingga lap akhir. Abimanyu yang masih berada di depan terus mempertahankan posisinya hingga finis. Namun, di tikungan akhir, manuver Resky dengan late braking belum sempurna sehingga melebar dan finis di posisi kelima. Pencapaian Abimanyu membuat lagu Indonesia Raya berkumandang dalam ajang bergengsi tersebut. Kemenangan Abimanyu pun mendapat catatan long lap penalti untuk putaran berikutnya, atas aksinya yang melakukan selebrasi sebelum finis. “Banyak masukan dari seluruh tim dan alhamdulillah saya bisa improve di race dua. Sayang, harus mendapatkan long lap penalti di race mendatang. Saya akan berjuang di seri berikutnya,” kata Abimanyu. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan hasil positif yang ditorehkan oleh pembalap binaan di ajang pembuka IHTTC 2026 merupakan wujud kegigihan pembalap muda dalam bersaing di level lebih tinggi. “Kegigihan serta mentalitas yang kuat menjadi modal positif pembalap belia bersaing di level balap yang lebih tinggi,” katanya. Andy memastikan AHM terus mendampingi kedua pembalap belia tersebut sehingga memiliki bekal yang kuat untuk bersaing membawa nama bangsa. Abimanyu dari Yogyakarta dan Resky dari Jawa Tengah akan kembali bersaing dalam IHTTC 2026 pada Juli yang bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship.

Veda Ega pecahkan rekor top speed Moto3 di Jerez

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memecahkan rekor top speed tertinggi pada ajang Moto3 di Sirkuit Circuito de Jerez yang berlangsung 26 April 2026 dengan kecepatan mencapai 222,2 km per jam. Berdasarkan data kecepatan tertinggi dan kecepatan rata-rata yang dirilis MotoGP, Veda menjadi pembalap dengan catatan kecepatan puncak tertinggi dalam balapan tersebut, mengungguli Eddie O’Shea dan Adrian Cruces yang masing-masing mencatat 221,7 km per jam. Sebelumnya, rekor top speed Moto3 di Jerez dipegang oleh Daniel Holgado pada 2024 dan Adrian Fernandez pada 2025 yang sama-sama mencatat kecepatan 221,3 km per jam. Dalam catatan Top Speed & Average yang dirilis MotoGP, Veda yang mengendarai motor Honda NSF250RW mencatat kecepatan terbaik di kisaran 219,0 hingga 222,2 km per jam. Pada GP Spanyol 2026, Veda finis di posisi keenam dengan catatan waktu 33 menit 29,064 detik setelah memulai balapan dari posisi ke-17. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan merangsek naik ke posisi ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, Veda menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang merupakan rivalnya sejak RedBull Rookies Cup. Meski sempat turun ke posisi ke-11, Veda kembali ke urutan ke-10 dan secara bertahap masuk ke persaingan lima besar pada fase akhir lomba. Sayang, Veda kehilangan posisi kelima di tikungan terakhir sebelum garis finis. Hasil tersebut menempatkan Veda di peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan 37 angka, dari hasil tiga balapan yang menghasilkan poin dalam empat seri pembuka. Hasil ini membuka peluang bagi pembalap Indonesia itu untuk bersaing dalam perebutan gelar pendatang baru terbaik atau “Rookie of The Year”.

Kiandra Juara di Jerez Usai Comeback dari Posisi Bawah

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencuri perhatian setelah meraih kemenangan dramatis pada Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Dilansir dari Red Bull Rookies Cup, pembalap berusia 16 tahun itu tampil luar biasa dengan melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-17 hingga finis di posisi pertama. Kiandra langsung menunjukkan agresivitas sejak awal balapan dengan menyalip banyak pembalap dalam beberapa lap pertama. Ia kemudian bergabung dengan rombongan terdepan dalam balapan yang berlangsung sangat ketat. Menurut laporan Red Bull, persaingan di depan diwarnai pergantian posisi yang intens, dengan nama-nama seperti Beñat Fernández dan Yaroslav Karpushin saling berebut posisi teratas. Momentum penentuan terjadi di lap terakhir. Kiandra melakukan manuver krusial di tikungan terakhir dengan menyalip Beñat Fernández untuk mengunci kemenangan dramatis. Laporan dari MCNews juga menegaskan bahwa balapan berlangsung sangat rapat hingga garis finis, dengan banyak perubahan posisi yang membuat hasil akhir tidak bisa diprediksi hingga detik terakhir. Kemenangan ini menjadi salah satu momen penting bagi Kiandra di musim 2026, khususnya karena diraih di Race 2 Jerez dengan cara yang sangat impresif. Red Bull menyebut penampilan tersebut sebagai bukti bahwa Kiandra adalah “bintang baru Indonesia”, berkat keberanian dan kemampuannya membaca momen di lintasan. Selain hasil akhir, cara ia meraih kemenangan dari posisi ke-17 ke posisi pertama menjadi sorotan utama dalam balapan ini.

Veda Ega finis keenam Moto3 Spanyol 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama membukukan hasil positif pada seri keempat Moto3 Spanyol 2026 setelah finis di posisi keenam dengan mencatatkan 33 menit 29,064 detik di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu. Memulai balapan dari posisi ke-17, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan menembus barisan depan dan mengamankan salah satu hasil terbaiknya musim ini. Veda langsung menunjukkan agresivitas sejak lampu start padam dengan merangsek naik tiga posisi ke urutan ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, laju Veda semakin menjanjikan. Ia menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia Hakim Danish dalam perebutan posisi depan. Meski sempat terdorong ke posisi ke-11 setelah disalip Mateo Morelli menjelang putaran keempat, Veda mampu merespons cepat dengan memanfaatkan kemunduran Danish untuk kembali ke urutan ke-10. Konsistensi Veda terus terlihat sepanjang balapan. Dengan ritme kompetitif dan manuver agresif namun terukur, ia perlahan memperbaiki posisi hingga masuk persaingan enam besar pada fase akhir lomba. Finis di posisi keenam menjadi pencapaian penting bagi Veda, terlebih ia memulai balapan dari baris belakang dan mampu melakukan pemulihan impresif di salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3. Hasil di Jerez sekaligus mempertegas perkembangan positif pebalap muda Indonesia itu dalam musim debutnya, serta menambah kepercayaan diri menghadapi seri-seri berikutnya. Sementara itu, Maximo Quiles tampil dominan sepanjang balapan dan keluar sebagai pemenang Moto3 Spanyol 2026. Pembalap muda Spanyol itu mampu menjaga ritme di barisan depan hingga bendera finis dikibarkan. Adrian Fernandez finis di posisi kedua, sedangkan David Munoz melengkapi podium setelah mengakhiri balapan di urutan ketiga.

Mandalika Racing Series perkuat pembinaan pembalap Indonesia

MRS 2026

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan, Kejuaraan Nasional (kejurnas) Mandalika Racing Series (MRS) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 25-26 April 2026, memperkuat pembinaan pembalap muda Indonesia, . “Ajang ini untuk mendukung perkembangan dunia motorsport nasional dalam rangka meningkatkan potensi dan prestasi para pembalap Indonesia,” ujar Direktur Utama MGPA Priandi Satria di Lombok Tengah, Sabtu. PRIDE Motorsport, MGPA didukung Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai penyelenggara Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026, telah merancang agar gelaran di tahun keempat ini meningkat kualitasnya dari berbagai aspek dengan dukungan berbagai pihak. “Perjalanan Mandalika Racing Series sejak dirintis tahun 2023 terus memperlihatkan hasilnya yang ditandai prestasi para pembalap Indonesia di ajang balap internasional,” kata Priandi. Dia mengatakan, keberlangsungan MRS tidak terlepas dari dukungan ITDC sebagai BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, kemudian konsistensi Pertamina hingga musim 2026 termasuk para sponsor lain menjadi bukti bahwa Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi kompetisi bergengsi balap motor nasional. “Keikutsertaan pembalap Indonesia di tingkat internasional termasuk beberapa prestasi yang diraih lahir dari lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dalam tiga tahun terakhir,” tutur Priandi. Sementara itu, CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam kemasan MRS termasuk konsep kompetisi agar mengikuti pola penjenjangan sistematis dalam upaya mencetak prestasi pembalap Indonesia yang mendunia. “Konsistensi adalah kunci kami mempertahankan ajang ini agar tetap berlangsung serta meningkatkan mutu penyelenggaraan mulai dari branding, aktivasi, hingga tayangan live streaming termasuk digitalnya,” kata Eddy, Dia menambahkan, satu hal yang menjadi perhatian adalah pembinaan usia muda agar bisa terus lahir bakat-bakat baru potensial yang siap tampil dan kompetitif di tingkat lebih tinggi. “Tahun ini, kami membuka kelas pendukung baru yakni Junior Sport 250 U-18 bagi pembalap junior berusia 13-18 tahun sebelum mereka naik ke kelas profesional,” ujar Eddy.

Unsoed jaring talent catur lewat SOCT v 2026

Soedirman Open Chess Tournament 2026

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memanfaatkan ajang Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) V Tahun 2026 sebagai sarana menjaring talenta pecatur muda potensial dari berbagai daerah. Wakil Rektor Unsoed Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Norman Arie Prayogo mengatakan pihaknya secara khusus membidik peserta yang masih berstatus pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) untuk dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. “Peserta yang berprestasi, khususnya dari SMA, berpeluang untuk direkrut menjadi mahasiswa Unsoed melalui jalur prestasi yang kami sediakan,” katanya seusai membuka SOCT V 2026 di Auditorium Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu. Unsoed juga menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah daerah, guna memperkuat pembinaan atlet catur sejak usia dini. Ajang SOCT yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Catur Unsoed telah memasuki tahun kelima dan untuk pertama kalinya membuka kategori sekolah dasar (SD) sebagai bagian dari upaya mencetak atlet sejak usia belia. Norman menegaskan pihak rektorat memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, baik dari sisi fasilitas, waktu, maupun pendanaan, sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang olahraga. Wakil Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Jawa Tengah Suyatna mengapresiasi penyelenggaraan SOCT V yang dinilai turut membantu pembinaan atlet catur, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berterima kasih kepada UKM Catur Unsoed yang telah menyelenggarakan turnamen ini karena sangat membantu memajukan atlet-atlet daerah, bahkan hingga ke tingkat nasional,” katanya. Ia mengharapkan kegiatan tersebut dapat terus digelar secara berkelanjutan serta mampu mendorong pecatur dari Banyumas dan daerah lain untuk berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Menurut dia, pembinaan atlet catur di Jawa Tengah dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sebelum melangkah ke ajang yang lebih tinggi. Terkait persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, dia mengatakan Percasi Jawa Tengah akan melihat hasil kejuaraan provinsi dan nasional sebagai dasar dalam menentukan atlet yang akan diproyeksikan. “Kami melihat hasil dari kejuaraan-kejuaraan tersebut sebagai bagian dari seleksi menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk PON,” katanya. Ajang SOCT V 2026 diikuti 200 pecatur dari lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni SD sebanyak 40 peserta dan Open sebanyak 160 peserta.

Wushu Indonesia Finis 3 Besar di Kejuaraan Dunia Junior 2026

Timnas Wushu Junior Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang The 10th World Junior Wushu Championship 2026 yang diselenggarakan di Tianjin, Tiongkok, Indonesia berhasil mengukuhkan posisi di peringkat tiga besar dunia. Kompetisi yang berlangsung dari 25 hingga 30 Maret 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda Tanah Air. Indonesia sukses membawa pulang total 27 medali, dengan 9 di antaranya medali emas. Dengan raihan ini, Indonesia hanya berada di bawah Hongkong yang menempati posisi pertama dan tuan rumah Tiongkok di posisi kedua. Salah satu sorotan utama dalam kejuaraan ini adalah penampilan memukau dari Noach Daiki Santoso. Atlet muda berbakat ini berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Merah Putih, yang sekaligus memperkuat dominasi Indonesia di beberapa nomor perlombaan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan atlet wushu di Indonesia tetap berjalan konsisten dan mampu mempertahankan standar prestasi dari waktu ke waktu. Meskipun saat ini cabang olahraga wushu tidak lagi masuk dalam daftar cabang olahraga (cabor) unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menegaskan komitmennya untuk tetap mencatatkan prestasi di level internasional. PB WI berharap agar pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan wushu, terutama mengingat adanya target besar di masa depan. “Kami tetap mengharapkan pemerintah juga komit bisa tetap men-support keberadaan wushu, apalagi ke depan untuk menuju Olimpiade Remaja,” ujar Sekjen PB Wushu, Ngatino.

Veda Ega ukir sejarah, pembalap Indonesia pertama naik podium Moto3

Veda Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengukir sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu malam WIB. Pembalap Honda Team Asia itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium pada ajang Grand Prix setelah tampil konsisten dalam balapan yang sempat dihentikan akibat bendera merah tersebut. Veda berada di belakang dua pembalap CFMoto Aspar Team Maximo Quiles dan Marco Morelli. “Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini,” kata Veda dalam wawancara MotoGP setelah balapan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan selama balapan berlangsung. “Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya. Dalam balapan tersebut, Veda yang memulai lomba dari posisi keempat sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan naik ke posisi tiga pada lap-lap awal. Namun, persaingan ketat membuatnya sempat tersenggol pembalap lain sehingga turun ke posisi tujuh. Situasi makin menantang ketika Veda perlahan turun hingga posisi 10. Ia kemudian naik satu peringkat setelah pimpinan lomba David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) terjatuh. Insiden tersebut membuka jalan bagi Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar Team) untuk memimpin balapan dengan selisih waktu yang sempat mencapai empat detik dari para pesaingnya. Drama balapan terjadi ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-15 yang memaksa lomba dihentikan sementara. Setelah balapan dilanjutkan dengan tambahan lima lap, Veda kembali memulai perjuangannya dari posisi ke-10. Dalam situasi restart tersebut, Quiles tetap tampil dominan hingga memastikan kemenangan. Sementara Marco Morelli (CFMoto Gaviota Aspar Team) finis di posisi kedua. Veda memanfaatkan momentum restart dengan baik. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya berhasil menembus tiga besar dan mengamankan podium ketiga. Hasil ini sekaligus memperbaiki capaian Veda pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Thailand, di mana ia finis di posisi kelima. Berikut hasil balapan Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3) malam WIB: Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) +0,143 detik Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +1,650 detik Alvaro Carpe (Red Bull KTM Factory Racing) +1,741 detik Guido Pini (Leopard Racing) +1,786 detik Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) +1,842 detik Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) +1,949 detik Adrian Fernandez (Leopard Racing) +2,522 detik Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) +2,894 detik Hakim Danish (MT Helmets MSI) +3,083 detik Brian Uriarte (Red Bull KTM Factory Racing) +3,158 detik Joel Kelso (GRYD MLav Racing) +3,791 detik Adrian Cruces (CIP Green Power) +4,001 detik Ryusei Yamanaka (MT Helmets MSI) +4,374 detik Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing) +4,750 detik Zen Mitani (Honda Team Asia) +6,438 detik Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team) +6,595 detik Cormac Buchanan (Code Motorsports) +12,823 detik Tidak finis (DNF): Ruche Moodley (Code Motorsports), Matteo Bertelle (LEVELUP MTA), Jesus Rios (Rivacold Snipers Team), Joel Esteban (LEVELUP MTA), David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse), Scott Ogden (CIP Green Power).

Veda Ega Pratama start dari posisi keempat Moto3 Brasil 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama mengamankan posisi start dari posisi keempat pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Minggu dini hari WIB, dengan catatan waktu terbaik dari dua sesi. Torehan waktu yang ditorehkan pembalap Honda Team Asia tersebut menunjukkan konsistensi performa sejak sesi latihan bebas hingga babak penentuan posisi start dengan membukukan waktu terbaik satu menit 26,506 detik atau terpaut 0,265 detik dari peraih pole position, Joel Esteban. Perjalanan Veda di sirkuit Goianaia dimulai dengan hasil impresif pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan menempati posisi kedelapan. Pada sesi tersebut, dia mengunci selisih waktu +1,673 detik dari Brian Uriarte yang memimpin di posisi pertama. Performa pembalap asal Gunungkidul tersebut semakin tajam pada sesi latihan kedua dengan menembus posisi tiga besar. Veda hanya terpaut tipis 0,050 detik dari pembalap tercepat di sesi latihan, yang sekaligus memastikan langkahnya langsung menuju kualifikasi kedua (Q2). Pada sesi FP2 yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering, Veda menempati posisi ke-12. Ia menajamkan catatan waktunya menjadi 1 menit 28,030 detik sebelum akhirnya meledak di sesi kualifikasi utama. Sesi kualifikasi Moto3 Brasil sendiri berlangsung di bawah cuaca cerah berawan dengan suhu udara mencapai 31 derajat Celcius. Kondisi lintasan ini didapati setelah sebelumnya sesi kualifikasi Moto3 dan Koto2 sempat ditunda karena hujan deras yang mengguyur lintasan. Joel Esteban dari tim Level UP – MTA berhasil merebut posisi start terdepan setelah mencatatkan waktu 1 menit 26,241 detik. Di belakangnya, Valentin Perrone dan Hakim Danish melengkapi baris depan di posisi kedua dan ketiga. Veda akan memulai balapan dari baris kedua, tepat di depan Marco Morelli dan Brian Uriarte. Keberhasilan menempati posisi keempat ini menjadi peningkatan awal mula balapan bagi Veda setelah pada seri sebelumnya di GP Thailand mengamankan start posisi kelima. Selisih waktu antara Veda dan penghuni posisi ketiga Hakim Danish yang merupakan rivalnya sejak di RedBull Rookies Cup hanya terpaut sangat tipis yakni 0,058 detik. Posisi start Moto3 Grand Prix Brasil 2026: 1. Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:26.241 2. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.447 3. Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.448 4. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 01:26.506 5. Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:26.560 6. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:26.835 7. Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:26.967 8. Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.970 9. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.990 10. Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:27.000 11. Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:27.013 12. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:27.036 13. Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:27.041 14. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:27.044 15. Zen Mitani (Honda Team Asia) – 01:27.061 16. Guido Pini (Leopard Racing) – 01:27.171 17. Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) – 01:28.131 18. Cormac Buchanan (CODE Motorsports) – 01:28.502.

Indonesia kirim 24 atlet ke turnamen wushu junior dunia 2026

Airlangga Hartarto bersana atlet Taolu Indonesia

Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengirimkan 24 atlet untuk memperkuat timnas wushu junior Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 di Tianjin, China, 23-31 Maret. Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi di Jakarta, menyebutkan para atlet tersebut merupakan hasil seleksi dari berbagai kejuaraan nasional dan diproyeksikan menjadi generasi penerus atlet senior Indonesia di kancah internasional. “Mereka adalah calon atlet masa depan Merah Putih. Jadi, mereka perlu lebih banyak menambah jam terbang internasional sehingga bisa menggantikan posisi atlet senior di ajang single maupun multievent internasional,” kata Airlangga. “Makanya, saya tidak memberikan target dan hanya berharap mereka bisa tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 nanti,” lanjutnya. Timnas Wushu Junior Indonesia yang diberangkatkan terdiri dari atlet nomor taolu dan sanda. PB WI telah menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta untuk nomor taolu dan di Semarang, Jawa Tengah, untuk nomor sanda sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan dunia tersebut. Indonesia sebelumnya mencatatkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 di Brunei Darussalam dengan menempati posisi runner up melalui raihan 10 medali emas, 10 medali perak, dan 9 medali perunggu. Selain itu, PB WI juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games Nagoya 2026 melalui pelatnas yang telah dimulai sejak Januari 2026. Prestasi wushu Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terbilang konsisten, antara lain dengan menjadi juara umum pada SEA Games 2023 di Kamboja dan mempertahankan gelar tersebut pada SEA Games 2025 di Thailand. Pada Asian Games, cabang olahraga wushu turut menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, masing-masing pada edisi Jakarta 2018 dan Hangzhou 2022. Daftar timnas wushu junior Indonesia: Taolu Junior A 1. Noah Daiki Santoso (Jateng) 2. Abbas Abdullah Lutfi (DKI Jakarta) 3. Asael Christo Jacob Rondonuwu (DKI Jakarta) 4. Vini Nur Azizah (Jawa Timur) 5. Utiqo Romadhona Ummi Auna (Jawa Timur) 6. Mehrunnisa Nazeeha Migirusan (Jawa Barat) Junior B 7. Leonardo Kimi Anggoman (Jawa Tengah) 8. Bradley Jason (Jawa Timur) 9. Clara Abigail (Jawa Timur) 10. Piper Danielle Tirto (Jawa Timur) Junior C 11. Zivan Abimanyu Rasendria (Jambi) 12. Kay Jayden Rondonuwu (DKI Jakarta) 13. Jenny Ngaserin (DKI Jakarta) 14. Terfi Meisa (Lampung) Sanda 1. Elang Wijaya Panjaitan ( kelas 42kg/Jambi) 2. Zidan Al Malik Angkat (kelas 45kg/Jateng) 3. Muhammad Khayrullah Susilo (48kg/DKI Jakarta) 4. Kiemas Sakti Negara (52kg/Jateng) 5. Shaddam Achmad Assegaf (60kg/Jateng) 6. Randy Putra Akbar (65kg/Jateng) 7. Rafael Samuel Siagian (70kg/Sumut) 8. Adriana Rosa Aurelia Putri (48kg/Jateng) 9. Elvina Marwa Joanda (52kg/Jateng) 10. Sania Silma Faridah (56kg/Jateng)

CGF beri apresiasi mitra lewat Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) memberikan apresiasi kepada para mitra dan pendukung melalui ajang Ciputra Golfpreneur Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (12/3). Acara tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang selama ini berkomitmen mendukung kegiatan CGF, khususnya dalam penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tour (CGT). “Kami bersyukur banyak pihak yang terus memberikan dukungan kepada CGF, terutama dalam penyelenggaraan CGJWC dan CGT. Mereka memiliki tujuan yang sama dengan kami, yaitu mendorong perkembangan prestasi olahraga golf di dalam negeri, regional, hingga dunia,” kata pendiri sekaligus ketua Dewan Pengawas CGF Budiarsa, dikutip dari keterangan tertulis. Ia menjelaskan penghargaan tersebut diberikan tidak hanya kepada sponsor pada tahun sebelumnya, tetapi juga kepada individu maupun perusahaan yang telah berkontribusi sejak awal penyelenggaraan kedua turnamen tersebut. Dalam ajang ini CGF memberikan tiga kategori penghargaan untuk perusahaan, yakni gold, silver, dan bronze. Selain itu terdapat kategori khusus bagi individu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan yayasan. CGJWC merupakan salah satu turnamen golf junior paling bergengsi di Indonesia yang pertama kali digelar pada 1993 atas inisiasi almarhum DR (HC) Ir Ciputra. Turnamen tersebut awalnya berskala nasional sebelum berkembang menjadi ajang Asia Tenggara, Asia Pasifik, hingga tingkat dunia sejak 2007. Sementara itu, CGT merupakan turnamen golf profesional yang menjadi bagian dari rangkaian Asian Development Tour (ADT) dan mulai diselenggarakan pada 2014. Pada edisi ke-10 tahun lalu, total hadiah turnamen ini meningkat menjadi 150 ribu dolar AS. Ketua CGF Nararya Ciputra Sastrawinata mengatakan pihaknya menargetkan suatu saat nanti pegolf Indonesia dapat tampil di Olimpiade. “Selama ini kami memberikan dukungan kepada atlet potensial, mulai dari level junior, amatir, hingga profesional. Kami cukup gembira melihat perkembangan mereka,” katanya. Menurut dia, para atlet mendapatkan fasilitas latihan di Damai Indah Golf PIK dan BSD Course serta Ciputra Golf Surabaya, sekaligus dukungan untuk mengikuti berbagai turnamen profesional. Saat ini terdapat delapan pegolf profesional yang berada di bawah pembinaan CGF, termasuk Naraajie Emerald Ramadanputra, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, dan Fadhli Rahman Soetarso. Selain itu terdapat 23 pegolf dari kategori junior dan amatir yang juga mendapat pembinaan dari yayasan tersebut.

Empat pembalap Indonesia amankan poin awal Moto4 di Buriram

Moto4 Asia Cup 2026

Empat pembalap muda Indonesia binaan Astra Honda Racing School langsung mengamankan poin pada putaran pembuka Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu. Bintang Pranata Sukma menjadi penyumbang hasil terbaik dengan meraih podium ketiga pada balapan pertama serta finis kelima pada balapan kedua. Raihan tersebut menempatkannya di posisi keempat klasemen sementara dengan 27 poin. “Alhamdulillah, round pertama Moto4 Asia Cup sudah selesai, perjalanan race dua tadi cukup menantang. Beberapa kali saya mencoba mencuri posisi podium bahkan terdepan, sayang di lap akhir banyak insiden yang membuat saya tertahan dan terlibat insiden hingga harus turun 1 posisi menjadi ke-5,” ujar Bintang dalam keterangan resminya, Minggu. Pada sesi kualifikasi, Bintang start dari posisi kelima, Resky Yusuf keempat, Muh Badly Ayatullah ke-11, dan Maulana Malik ke-14. Balapan pertama berlangsung ketat dalam 15 lap. Bintang bersama Resky dan Badly sempat bersaing di kelompok depan. Persaingan posisi terus berubah hingga lap akhir sebelum Bintang memastikan podium ketiga seusai melakukan manuver di tikungan terakhir. Resky finis ke-10, Badly ke-14, dan Maulana ke-15. Pada balapan kedua, Bintang kembali berada di rombongan depan dan sempat memimpin lomba pada lap awal. Badly dan Resky juga masuk dalam persaingan lima besar sebelum insiden terjadi di lap-lap akhir. Resky terjatuh setelah bersenggolan dengan pembalap lain dan tidak dapat melanjutkan lomba. Bintang yang finis keempat harus turun satu posisi akibat penalti sehingga berada di posisi kelima, sementara Badly menyelesaikan balapan di peringkat keenam dan Maulana di posisi ke-14. Hasil dua balapan tersebut membuat Badly menempati peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 12 poin, Resky di posisi ke-13 dengan enam poin, dan Maulana di peringkat ke-17 dengan tiga poin. Putaran kedua ajang ini akan digelar pada 10-12 April di Lusail International Circuit, Qatar. “Terima kasih atas dukungannya, saya akan mempersiapkan diri lagi untuk di Qatar,” ujar Bintang.

Veda finis kelima pada debut Moto3

Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi kelima pada debutnya di kelas Moto3 musim 2026 setelah bersaing sengit dalam perebutan podium di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu. Veda yang tergabung di Honda Team Asia tampil impresif pada balapan pembuka sepanjang 19 putaran tersebut. Meski sempat tertinggal pada awal lomba, pembalap muda asal Gunung Kidul Yogyakarta ini mampu memangkas jarak dan bergabung dengan rombongan terdepan sejak putaran keenam. Sepanjang balapan, Veda menunjukkan konsistensi dalam duel ketat rombongan depan hingga putaran terakhir. Bahkan, Veda sempat mengamankan posisi tiga untuk beberapa lap sepanjang perlombaan. Veda Ega yang awalnya start dari posisi kelima akhirnya menuntaskan balapan di posisi yang sama setelah mencatatkan selisih waktu 9,687 detik dari pemenang. Dia mendapatkan 11 poin dari hasil balapan pembuka musim tersebut. Meski belum berhasil mengamankan posisi tiga besar saat menyentuh garis finis, capaian posisi kelima ini menjadi sinyal kuat atas potensi Veda di ajang Moto3 musim ini. Pada balapan tersebut, David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu 32 menit 14,186 detik. Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) finis kedua hanya terpaut 0,003 detik dari pemenang, sedangkan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih 9,480 detik. Setelah menyelesaikan seri pembuka di Thailand, para pembalap Moto3 akan menjalani jeda singkat sebelum kembali bersaing pada putaran kedua di Brasil pada 20-22 Maret mendatang. Seri tersebut dijadwalkan berlangsung sebanyak 24 putaran di Autódromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna.

China juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026

Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026

Kontingen China keluar sebagai juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026 setelah meraih dua medali emas tambahan dari kategori junior pada hari terakhir penyelenggaraan ajang tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat. Dua emas tersebut memantapkan posisi China di klasemen akhir kategori junior dengan total koleksi delapan medali emas. China juga telah meraih empat medali emas dari kategori kadet, sehingga mereka keluar sebagai juara umum lewat raihan keseluruhan 12 medali emas, lima perak, dan empat perunggu sejak kejuaraan itu bergulir mulai Jumat (20/2) pekan lalu. Dua emas kontingen China pada hari terakhir datang dari nomor saber beregu putra junior seusai mengatasi Uzbekistan 45-41 dan nomor foil beregu putri junior lewat kemenangan telak 44-18 atas China Taipei. Hasil hari terakhir menegaskan dominasi China di kategori junior lewat koleksi delapan medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Dominasi tersebut menjadi penentu keberhasilan China merebut gelar juara umum, meskipun mereka harus mengakui keunggulan Hong Kong di klasemen akhir kategori kadet. China harus puas duduk di peringkat kedua kategori kadet lewat koleksi empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu, di bawah Hong Kong yang mengumpulkan lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Kendati demikian perolehan total di kedua kategori membuat China begitu dominan di klasemen umum akhir kejuaraan yang diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara Asia tersebut. Hong Kong yang ada di posisi kedua klasemen umum “hanya” bisa mengoleksi enam medali emas, lima perak, dan lima perunggu. Sementara itu, Korea Selatan finis di peringkat ketiga dengan meraih tiga medali emas, lima perak, dan enam perunggu, menegaskan persaingan ketat di antara negara-negara Asia Timur dalam olahraga anggar. Sementara itu, Indonesia selaku tuan rumah belum mampu berbicara banyak dalam kejuaraan itu. Para atlet Merah Putih harus terhenti di babak 32 besar di berbagai nomor yang diikuti, sehingga belum berhasil menyumbangkan medali. Singapura menjadi satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara yang mampu menembus dominasi Asia Timur dengan meraih satu medali emas di kategori junior. Berikut klasemen akhir Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta: Kategori kadet Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 China Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1   Kategori junior Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 China 8 1 1 10 2 Jepang 1 3 2 6 3 Hongkong 1 2 3 6 4 China Taipei 1 1 2 4 5 Singapura 1 1 1 3 6 Uzbekistan 0 3 3 6 7 Korea Selatan 0 1 4 5 8 Kazakhstan 0 0 2 3

Debut Moto3, Veda start dari posisi kelima

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai debutnya di Moto3 dengan start dari posisi kelima pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Veda yang memperkuat tim Honda Team Asia, mendapat posisi startnya ini setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat melesat ke posisi ketiga pada fase awal sesi Q2. Ia kemudian turun ke posisi kelima, lalu keenam ketika sesi kualifikasi menyisakan tiga menit. Catatan waktu terbaik Veda pada akhirnya tercipta pada detik-detik akhir, saat ia mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik, terpaut 0,789 detik dari David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang meraih pole. Di posisi kedua, ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez menempati posisi ketiga, sementara Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar akan memulai balapan di Buriram di posisi keempat. Sebelumnya, Veda yang merupakan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 itu membuka debutnya di Moto3 saat ia mencatatkan waktu 1 menit 41,854 detik untuk menempati posisi keenam pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Jumat (27/2). Catatan waktunya membaik menjadi 1 menit 41,508 detik ketika ia lolos ke Q2, setelah menghuni posisi kedelapan pada sesi Latihan di hari yang sama. Adapun, sebelum menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kelima, Veda sempat tercecer ke posisi 13 dengan waktu 1 menit 41,770 detik ketika ia mencari setelan motor terbaiknya pada sesi pembuka hari ini di Latihan Bebas 2 (FP2). Balapan Moto3 akan dimainkan Minggu (1/3) siang pukul 12.00 WIB dengan jumlah 19 lap. Berikut hasil kualifikasi Moto3 di Thailand, Sabtu: David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:40.088 Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:40.518 Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:40.693 Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:40.697 Veda Pratama (Honda Team Asia) – 01:40.877 David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:41.091 Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.198 Scott Ogden (CIP Green Power) – 01:41.291 Guido Pini (Leopard Racing) – 01:41.319 Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:41.337 Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:41.363 Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:41.426 Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.694 Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.752 Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.761 Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:41.788 Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 01:41.794 Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:41.903.

Hong Kong mantap di puncak klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior

Kejuaraan Anggar Kadet Junior Asia 2026

Kontingen Hong Kong tampil impresif dan semakin mantap memimpin klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 setelah rangkaian pertandingan hari ketiga di Jakarta Convention Centre, Senayan, Senin. Hong Kong mendominasi klasemen sementara dengan koleksi lima medali emas dari berbagai nomor yang dipertandingkan. Medali emas kelima Hong Kong datang dari nomor floret beregu putri kadet. Dalam partai final yang berlangsung ketat, Hong Kong berhasil menundukkan China dengan skor 45–38. Kemenangan ini menegaskan kekuatan Hong Kong di sektor beregu putri, yang tampil konsisten sejak babak awal hingga partai puncak. Namun, Hong Kong harus mengakui keunggulan Korea Selatan pada final nomor sabel beregu putra kadet setelah kalah dengan skor 39–45, sehingga harus puas hanya membawa pulang medali perak dari nomor tersebut. Dengan tambahan medali pada hari ketiga, Hong Kong kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan total 13 medali, yang terdiri atas lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Raihan ini menempatkan Hong Kong sebagai kontingen paling produktif sejauh kejuaraan berlangsung. Posisi kedua klasemen sementara ditempati oleh China yang menambah satu medali emas melalui nomor degen beregu putra kadet setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor meyakinkan 45–29 di partai final. Tambahan emas ini membuat kontingen Negeri Tirai Bambu mengoleksi total empat medali emas hingga hari ketiga kejuaraan. Sementara itu, Korea Selatan berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan tiga medali emas, meskipun gagal menambah emas pada nomor degen beregu putra kadet. Hingga berakhirnya pertandingan di nomor beregu kadet, tercatat hanya Hong Kong, China, dan Korea Selatan yang berhasil meraih medali emas yang menandai ketatnya persaingan sekaligus menegaskan dominasi tiga negara tersebut dalam cabang olahraga anggar. Kejuaraan itu sendiri diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara, yang bersaing di berbagai nomor kadet dan junior. Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan kategori kadet, persaingan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (25/2) dengan mempertandingkan kategori junior. Para atlet dijadwalkan menjalani masa istirahat selama satu hari sebelum kembali bertanding, guna memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan selanjutnya. Berikut klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 pada Senin: Nomor Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1  

Juara Dunia Putri Termuda WBC Zamorano Pertahankan Gelar

Camila Zamorano

Juara dunia kelas atom putri (46,2 kg) World Boxing Council (WBC), Camila Zamorano sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Claudia Veronica Ruiz di Sonora, Meksiko. “Zamorano meraih kemenangan atas Ruiz melalui keputusan bulat saat juri memberikan skor 100–90, 98–92, 97–93 setelah laga 10 ronde,” demikian laporan hasil pertarungan yang dalam kanal YouTube Box Azteca yang dipantau di Jakarta, Senin. Kedua petinju dengan perbedaan usia yang mencolok (Zamorano sebagai juara dunia putri termudah WBC di usia 18 tahun dan Ruiz 28 tahun) masuk dalam pertukaran serangan sejak bel berbunyi. Ruiz melayangkan banyak serangan tetapi selalu kalah oleh jab dan kombinasi pukulan Zamorano dari jarak menengah. Setiap kali Ruiz lengah dari posisi bertahan yang tinggi, remaja itu berusaha menghukumnya dengan berbagai serangan, mulai dari uppercut dan hook, untuk menyerang bagian bawah tubuhnya. Zamoran menghujani pukulan-pukulan telak ke tubuh penantang asa Argentina itu yang membuahkan hasil bagi sang juara di ronde kedua dan keempat. Ruiz sempat berputar untuk merayakan knockdown (KO) palsu di pertengahan ronde ketiga ketika Zamorano kehilangan keseimbangan. Namun, lengan sang penantang tidak terangkat lama ketika Zamorano langsung kembali ke pertukaran pukulan. Zamorano tampil apik di awal ronde keenam dengan lebih banyak pukulan yang membuat sorakan pendukung tuan rumah menggema. Meski demikian, Ruiz yang tak gentar tetap melanjutkan tekanannya untuk melayangkan pukulan dan membuatnya terus bergerak. Ruiz terus memastikan tidak ada kemenangan yang mudah dengan terus memberikan perlawanan ronde ke-10. Saat bel terakhir berbunyi, Ruiz memanjat tali ring untuk merayakan kemenangannya di sudut ring, namun Zamorano keluar sebagai pemenang setelah kerja keras yang tampak mudah tetapi sebenarnya sulit. Dengan hasil itu, Zamorano mempertahankan gelar juara dunia kedua kalinya setelah mencatatkan kemenangan tanpa kebobolan melawan Sana Hazuki pada Oktober 2025. Petinju Meksiko itu kembali mempertegas dominasinya di divisi atomweight putri dengan dua kali mempertahankan gelar dalam waktu empat bulan serta menjaga rekor tak terkalahkan dengan 14 kemenangan termasuk satu KO.