Dua Petinju Putri Indonesia Lolos ke Final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026

Anggie Intania Chalik dan Dira Artika

Dua petinju putri Indonesia di bawah naungan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) berhasil memastikan langkah ke babak final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026 di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan semifinal putri. Dua wakil Indonesia yang melaju ke final adalah Anggie Intania Chalik dan Dira Artika. Anggie tampil di kelas U19 Women’s Light Flyweight 45–48 kg, sementara Dira turun di kelas U19 Women’s Feather 57 kg. Dalam laga semifinal, Dira Artika berhasil mengamankan kemenangan atas wakil Kazakhstan, Aknur Tursyngali. Hasil tersebut membawa Dira melangkah ke partai puncak dan menjaga peluang Indonesia untuk meraih prestasi terbaik di kategori putri. Sementara itu, Anggie Intania Chalik juga sukses memastikan tempat di final setelah melewati pertandingan semifinal di kelas 45–48 kg. Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan dua petinju putri di babak final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026. Keberhasilan Anggie dan Dira menjadi capaian penting bagi tim Indonesia dalam kejuaraan tingkat Asia ini. Keduanya merupakan bagian dari atlet tinju nasional yang berada di bawah pembinaan dan naungan PERBATI. Hasil ini juga menjadi momentum positif bagi tinju putri Indonesia. Kehadiran dua petinju Indonesia di babak final menunjukkan bahwa atlet muda Merah Putih mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi Asia. Rangkaian final Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026 akan berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Final putri dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli, sedangkan final putra pada 16 Juli.

Indonesia Finis Peringkat Keempat di Taolu World Cup 2026

Tim Wushu Indonesia Pada 4th Taolu World Cup 2026

Tim wushu Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu pada ajang 4th Taolu World Cup 2026 yang berlangsung di Haikou, China, pada 4-9 Juli. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia menempati posisi keempat pada klasemen akhir dari total 29 negara peserta. Peringkat pertama direbut China, lalu disusul Hong Kong, dan Malaysia. Satu-satunya medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Seraf Naro Siregar yang tampil sebagai juara pada nomor Daoshu putra. Empat medali perak masing-masing diraih oleh Eugenia Diva Widodo pada nomor Daoshu putri, Achmad Ghifari Fuaiz di nomor Qiangshu putra, Terrence Tjahyadi pada nomor Nangun putra, serta tim Duilian putra yang diperkuat Seraf Naro Siregar, Ahmad Ghozalo Fuaiz, dan Ahmad Ghifari Fuaiz. Sementara itu, Ahmad Ghifari Fuaiz turut menyumbangkan satu medali perunggu melalui nomor Jianshu putra. Pada klasemen akhir, tuan rumah China menunjukkan dominasinya dengan mengoleksi delapan medali emas untuk keluar sebagai juara umum. Hong Kong menempati peringkat kedua setelah meraih lima medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Adapun Malaysia berada di posisi ketiga dengan torehan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengapresiasi keberhasilan tim wushu Indonesia yang sukses meraih prestasi di ajang itu. “PB WI mengapresiasi keberhasilan Timnas Wushu Indonesia yang sukses mempersembahkan 1 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu di 4th Taolu World Cup 2026,” katanya. Ngatino menambahkan, kejuaraan dunia tahun ini merupakan rangkaian uji coba Timnas Wushu Indonesia dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. “Hasil tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk melihat peta kekuatan lawan yang akan dihadapi. Kita berharap atlet wushu Indonesia bisa mempertahankan tradisi medali emas di Asian Games 2026 nanti,” pungkasnya.

Merah Putih Berkibar, Kiandra Ramadhipa Juara di Jerman

Red Bull MotoGP™ Rookies Cup Sachsenring

Hasil membanggakan kembali di torehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa. Pembalap berusia 16 tahun asal Sleman itu berhasil keluar sebagai juara pada race kedua Red Bull MotoGP Rookies Cup Sachsenring 2026 Jerman. Memulai balapan dari posisi ketiga, Kiandra langsung tampil agresif dan mampu bertahan di rombongan terdepan. Ia terlibat duel sengit saling salip dengan David dan Fynn sepanjang jalannya balapan. Meski sempat turun ke posisi ketiga, Kiandra berhasil merebut kembali memimpin lomba dan terus menjaga peluang podium. Memasuki lap ke-14 balapan di hentikan lebih awal setelah insiden yang melibatkan Fernando dan Fernandez memaksa Director mengibarkan bendera merah. Karena balapan tidak dapat dilanjutkan , hasil akhir di tetapkan berdasarkan posisi pada lap ke-14, Kiandra Ramadhipa pun resmi dinyatakan sebagai pemenang di Sirkuit Sanchsenring Jerman. Posisi kedua ditempati Yaroslav Karpushin dan posisi ketiga Fynn Kratochwil , kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Kiandra di Red Bull MotoGP Rookies Cup Musim 2026 , setelah sebelumnya sukses menjuarai Race Jerez pada bulan april 2026. Tambahan 25 poinmembuat Kiandra Ramadhipa kini naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi poin 101 pion, sekaligus menjaga peluangnya untuk bersaing dalam perebutan juara gelar musim ini. Berikut ini klasemen Red Bull Rookies Cup terbaru usai race Jerman pada Minggu 13 Juli 2026. Beñat Fernández 148 poin Ryota Ogiwara 131 poin Kiandra Ramadhipa 101 poin Fernando Bujosa 97 poin David González 96 poin Kiattisak Singhapong 89 poin Fynn Kratochwil 81 poin Kristian Daniel Jr. 77 poin Yaroslav Karpushin 75 poin Carlos Cano 72 poin

Maria dan Linda melaju ke semifinal Asian Boxing U19 dan U23

Linda Sari Langi M

Petinju putri tim nasional tinju Indonesia, Maria Meisita Manguntu dan Linda Sari Langi Maililin melaju ke babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026 setelah menumbangkan lawan-lawan mereka di Basket Hall, Senayan, Jakarta. “Maria dan Linda masuk ke semifinal setelah mengalahkan dari Taipei dan Uzbekistan hari ini,” kata pelatih tim nasional tinju Indonesia, Husni Ray ketika dikonfirmasi seusai pertandingan di Jakarta. Maria yang turun di kelas welter ringan putri (65 kg) berhasil mengatasi perlawanan wakil Taipei melalui kemenangan angka mayoritas. Empat juri memberikannya skor 29-27, 29-27, 29-27, 29-27, dan satu juri memberikan skor imbang 28-28. Dengan hasil itu, Maria melaju ke babak semifinal untuk menghadapi lawan dari Uzbekistan. Sedangkan, Linda berhasil mengatasi perlawanan sengit dari petinju Uzbekistan, Robiyakhon Bakhtiyorova yang berakhir dengan keputusan terbelah (split decision). Linda yang bertarung di kelas minimum putri (45-48 kg) unggul tipis dengan tiga juri memberikannya skor 29-28, sedangkan dua juru mengunggulkan Robiyakhon dengan skor 29-28. Selanjutnya, di babak semifinal yang berlangsung pada 12 Juli mendatang, Linda akan berhadapan dengan wakil dari Mongolia. Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh rekan satu tim mereka yang berarung di hari yang sama yaitu Nurul Izzah Nuhehe yang harus mengakui keunggulan wakil Uzbekistan Khumorabonu Mamahonova dalam persaingan di kelas bulu putri (57 kg). Langkah Nurul terhenti setelah menelan kekalahan angka saat empat wasit memberikannya skor 27-30 dan satu wasit dengan 26-30. Husni mengatakan bahwa para atlet telah memberikan penampilan terbaik dalam kejuaraan bergengsi itu. Oleh sebab itu, ia berharap atlet-atlet yang melaju ke babak selanjutnya dapat menjaga performa agar bisa meraih prestasi dalam turnamen. Pada ajang Asian Boxing kali ini yang diikuti 400-an petinju terbaik dari 26 negara di Asia, tim Indonesia menerjunkan 19 atlet putra dan putri untuk bersaing di dua kategori yaitu kategori U19 sebanyak 10 atlet dan kategori U23 sembilan atlet. Sebagian besar petinju dari tim tuan rumah diisi atlet-atlet muda yang baru menjalani debut di level internasional sehingga turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi petinju-petinju terbaik Asia.

Anggie atasi wakil Filipina untuk melaju ke semifinal Asian Boxing

Anggie Intania Chalik

Atlet putri tim nasional tinju Indonesia, Anggie Intania Chalik mengatasi wakil Filipina, Shairylle Pores dengan kemenangan angka untuk melaju ke babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026 di Bakset Hall, Senayan, Jakarta, Kamis. Turun di kelas terbang ringan (45-48 kg), Anggie menampilkan ciri khasnya dengan manuver agresif sejak ronde pertama pertarungan yang dipimpin wasit asal Irak Moushine Souilimi. Pores memberikan perlawanan ketat, namun Anggie tetap menjaga rencana permainan untuk mendominasi melalui beberapa pukulan telak ke kepala dan tubuh lawannya. Setelah pertukaran pukulan yang berlangsung hingga akhir laga, tiga juri mengunggulkan Anggie dengan skor 30-27, 29-28, 29-28, sedangkan dua juri lainnya mengunggulkan Pores dengan 28-29 dan 28-29. Dengan kemenangan melalui keputusan terbelah (split decision) itu, Anggie melaju ke babak semifinal, membuka peluang medali bagi tim Merah Putih dalam kejuaraan bergengsi itu. Sementara itu, rekan satu tim Anggie, Fani Afnan yang bersaing di kelas terbang putri (51 kg) harus mengakui keunggulan lawannya Riko Matsushita asal Jepang. Fani menelan kekalahan telak dengan kelima juri memberikan skor 30-27 untuk Riko yang mendominasi jalannya pertarungan. Pada kejuaraan Asian Boxing kali ini yang diikuti 400-an petinju terbaik dari 26 negara di Asia, tim Indonesia menerjunkan 19 atlet putra dan putri untuk bersaing di dua kategori yaitu kategori U19 sebanyak 10 atlet dan kategori U23 sembilan atlet. Sebagian besar petinju dari tim tuan rumah diisi atlet-atlet muda yang baru menjalani debut di level internasional sehingga turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi petinju-petinju terbaik Asia.

756 atlet sepatu roda ikuti kejuaraan nasional di Pariaman

Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026

Sebanyak 756 atlet dari 42 klub di berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pariaman Open Sepatu Roda di Pantai Cermin Kota Pariaman, Sumatera Barat, dari 3 sampai 5 Juli 2026. “Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji hasil latihan dan kompetensi mereka di lintasan,” kata Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Keanggotaan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi), Alfroki Martha di Pariaman, Jumat. Ia mengatakan Pariaman dipilih karena memiliki lintasan sepatu roda berstandar nasional dan telah beberapa kali menggelar kegiatan tingkat nasional sehingga panitianya telah berpengalaman. Sasaran Perserosi dari kejuraan ini adalah memunculkan atlet muda berbakat sehingga dapat mengikuti kejuaraan nasional lain dan internasional. Atlet muda berbakat itu dapat mengikuti seleksi nasional yang oleh organisasi olahraga cabang olahraga itu. Ia menilai Pariaman berpotensi menggelar kejuaraan internasional karena memiliki panjang lapangan telah memenuhi standar, tapi perlu pembangunan tribun untuk penonton dan toilet. Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Syahroni Anwar mengatakan klub yang mengikuti kejurnas ini tidak saja dari Pulau Sumatra namun juga Jawa. Provinsi asal klub yang mengikuti kejuaraan itu adalah tuan rumah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat. “Tahun kemarin Medan juara umum di sini, sekarang mereka ikut lagi dengan full team (tim penuh), juga ada klub yang baru pertama ke sini,” ujarnya. Ia mengatakan peserta memean penginapan secara mandiri karena pernah mengikuti kejuaraan di Pariaman. “Alhamdulillah, berkat kegiatan ini penginapan penuh,” tambahnya. Pariaman pernah menggelar Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Hiburan Rakyat, makan bajamba, Festival Indang Kreasi, dan Bazar UMKM.

Indonesia Tuan Rumah Asian Boxing Championship U19 dan U23 2026

Asian Boxing Championship U19 dan U23 2026

Indonesia menjadi tuan rumah gelaran Asian Boxing Championship U19 dan U23 2026 yang digelar di Jakarta pada 3-16 Juli. Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) sangat antusias menyambut Asian Boxing Championship U19 dan U23 2026 karena ini merupakan pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah untuk ajang sekelas ini. Sebanyak 19 petinju putra dan putri Indonesia dipastikan siap berlaga. Ajang bergengsi tingkat Asia itu menjadi kesempatan penting bagi para atlet muda Merah Putih untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level internasional. Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 diperkirakan berlangsung sangat kompetitif. Lebih dari 400 petinju dari 26 negara Asia dijadwalkan ambil bagian dan bersaing di berbagai kelas pertandingan. Kejuaraan di Jakarta itu juga diperkirakan berlangsung ketat karena diikuti petinju-petinju muda dari negara dengan tradisi kuat dalam cabang tinju, seperti Uzbekistan, Kazakhstan, Jepang, dan Filipina. Kehadiran para petinju dari negara-negara tersebut membuat Asian Boxing U19 & U23 Boxing Championships 2026 menjadi arena penting bagi Indonesia untuk mengukur kualitas pembinaan atlet muda sekaligus memperluas pengalaman bertanding di level kontinental. Kejuaraan ini juga menjadi tolok ukur seleksi atlet untuk program pemusatan latihan nasional jangka panjang. Petinju kategori U23 yang tampil impresif berpotensi diproyeksikan ke SEA Games Malaysia 2027 hingga kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Kedua Selesai Digelar

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2

Rangkaian putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2026 telah selesai diselenggarakan pada 19 hingga 21 Juni 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dilansir dari Berita Satu, kompetisi ini mempertandingkan enam kelas yang terdiri dari empat kelas Kejurnas yaitu National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup, serta dua kelas pendukung yaitu Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18. Dukungan penuh terhadap ajang ini ditegaskan oleh pihak sponsor utama sebagai bentuk komitmen dalam memajukan dunia otomotif nasional. “Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, kami berkomitmen untuk menyediakan wadah kompetisi yang profesional demi menyiapkan talenta dan bakat pembalap muda Indonesia menuju jenjang internasional. Langkah ini sejalan dengan semangat Energizing Indonesia, dimana Pertamina menjadi motor penggerak yang menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk membawa nama bangsa ke panggung dunia,” ujar Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina. Pihak pengelola sirkuit juga menambahkan bahwa kejuaraan nasional ini dirancang untuk memiliki jenjang karier yang jelas bagi para atlet muda. “Setiap tahun pesertanya bertambah khususnya di kelas pembinaan Junior U-15. Dengan demikian kita bisa menghasilkan para pembalap muda yang sudah siap tampil di kejuaraan internasional berdasarkan usianya,” ujar Ananda Mikola, Direktur Utama MGPA. Pada kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) atau Sport 150 U-15, Resky YH memenangi race pertama dan memimpin klasemen dengan 86 poin, sedangkan Gian Muhammad Gibran memenangi race kedua. Sementara itu, Fahmi Basam menguasai kelas National Sport 150 (NS150) dengan meraih double podium dan memuncaki klasemen lewat raihan 91 poin, meskipun sesi Superpole Race dimenangi oleh Aldiaz Aqsal Ismaya. Di kelas National Sport 250 (NS250), Andi Farid Iztihar memimpin klasemen dengan 119 poin setelah memenangi dua race utama, sementara sesi Superpole Race di kelas ini dicuri oleh Fahmi Basam. Selanjutnya, kelas National Supersport 600 (NS 600) didominasi oleh Herjun Atna Firdaus yang meraih dua podium utama dan memimpin klasemen dengan 113 poin, sedangkan M FAEROZI TOREQOTTULLAH menjadi yang terbaik di sesi Superpole Race. Pada kelas Junior Sport 250 U-18, M Abid Azhar Musafa kokoh di puncak klasemen dengan 100 poin setelah menyapu bersih kemenangan di dua race. Pada kelas Underbone 150, Fadli Rigani memenangi race pertama dan Rendi Oding memenangi race kedua yang membuatnya berada di puncak klasemen dengan 103 poin, sementara sesi Superpole Race dimenangi oleh Dimas Juliatmoko.

Veda Ega Pratama finish posisi kelima Moto3 GP Ceko 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama menempati posisi kelima balapan Moto3 GP Ceko 2026 di Sirkuit Masaryk, Brno, Republik Ceko, Minggu. Pada balapan ini, Veda Ega memulai balapan Moto3 GP Ceko 2026 di posisi ke-20 dan sejak lap pertama ia berupaya untuk menempati peringkat yang lebih baik, demikian catatan MotoGP. Veda selanjutnya berhasil merangsek ke peringkat sembilan di lap pertama, lalu berhasil naik ke posisi tujuh pada lap kedua yang dapat ia pertahankan hingga lap lima. Pada lap kelima, Veda berhasil menempati peringkat empat, namun turun ke posisi keenam untuk cukup lama selama balapan setelah disalip dua pembalap Alvaro Carpe dan David Almansa. Memasuki lap ke-15, Veda kembali merangsek ke posisi empat setelah melalui Carpe dan Almansa, posisi tersebut tak bisa ia pertahankan cukup lama. Veda pada akhirnya mengakhiri balapan Moto3 GP Ceko 2026 di peringkat kelima setelah memenangi persaingan dengan Carpe di jalur lurus jelang garis finis. Berhasil mengakhiri balapan di peringkat kelima, pembalap Honda Team Asia tersebut berhak mendapatkan 11 poin. Tambahan poin tersebut tidak mengubah posisinya di klasemen sementara dengan menempati posisi enam dengan 82 poin, terpaut 104 poin dari peringkat pertama Maximo Quiles. Sementara itu, pembalap asal Malaysia Hakim Danish menjadi yang tercepat pada Moto3 GP Ceko 2026 dan berhak mendapatkan 25 poin. Selanjutnya peringkat kedua ditempati oleh pembalap Spanyol Brian Uriarte, sementara Maximo Quiles yang sempat cukup lama di tempat pertama harus puas mengakhiri balapan di posisi ketiga. Pada peringkat keempat turut ditempati oleh pembalap Spanyol David Almansa, Veda Ega Pratama di posisi kelima dan tempat keenam dihuni Alvaro Carpe. Berikut 10 besar balapan Moto3 GP Ceko 2026: 1. Hakim Danish – 33:34.264 2. Brian Uriarte – +0.466 3. Maximo Quiles – +0.629 4. David Almansa – +0.741 5. Veda Ega Pratama – +0.900 6. Alvaro Carpe – +0.906 7. Marco Morelli – +10.724 8. Joel Kelso – +10.925 9. Scott Ogden – +11.080 10. Valentin Perrone – +11.394.

Kemenpora harap MCGJWC lahirkan pegolf Indonesia yang mendunia

Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026 dapat melahirkan pegolf muda Indonesia berprestasi dunia melalui peningkatan pengalaman dan mental bertanding atlet junior. “Saya mewakili Pak Menpora, mengucapkan selamat atas keberhasilan penyelenggaraan Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026,” kata Sekretaris Kemenpora Gunawan Suswantoro saat penutupan MCGJWC 2026 di Damai Indah Golf-PIK Course, Pantai Indah Kapuk, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat. Gunawan mengatakan penyelenggaraan kejuaraan golf junior tingkat dunia tersebut memberikan kontribusi penting bagi pembinaan atlet muda nasional, khususnya dalam membangun mental kompetitif dan meningkatkan efektivitas pengembangan olahraga golf di Indonesia. “Penyelenggaraan ini sangat membantu membangun mental bertanding para atlet muda atau junior kita serta membangun efektifitas olahraga golf di tanah air,” kata dia. Menurut Gunawan, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi atlet karena memberikan kesempatan bagi pegolf muda untuk menambah jam terbang dan mengasah kemampuan teknik sebelum memasuki level senior. “Kejuaraan ini merupakan golf junior yang akan mempersiapkan untuk atlet-atlet seniornya, sehingga menambah jam terbang dan tekhnik bermainnya. Kami berharap akan lahir atlet berprestasi dunia yang membanggakan kita semua,” tutur dia. Gunawan mengapresiasi kepada penyelenggara, yakni Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), yang dinilai konsisten menghadirkan ajang internasional bagi pegolf junior dari berbagai negara. “Sekali lagi selamat kepada Ciputra, mudah-mudahan kejuaraan golf ini akan terus berlanjut di masa depan dengan jangkauan yang lebih luas,” kata dia. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karier atlet muda, penyelenggara memberikan kesempatan kepada para juara individu untuk tampil pada turnamen profesional. Juara individu putra asal Thailand memperoleh tiket menuju Ciputra Golfpreneur Tournament Asian Development Tour 2026, sedangkan juara individu putri asal Thailand berhak tampil pada Indonesia Women’s Open 2027. Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 berlangsung pada 10-12 Juni 2026 dan diikuti 140 pegolf muda dari 29 negara, termasuk Australia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Inggris, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, Singapura, serta tuan rumah Indonesia. Ajang tersebut menjadi salah satu kejuaraan golf junior internasional terbesar yang digelar di Indonesia.

Veda Ega finis di urutan delapan Moto3 GP Italia

Veda Ega Pratama

Pembalap Veda Ega Pratama finis di urutan kedelapan pada Moto3 Grand Prix Italia yang berlangsung di Sirkuit Moteggi, Minggu (31/05/2026). Memulai balapan dari urutan ke-13, Veda mencoba langsung tancap gas untuk memburu posisi terdepan. Perlahan namun pasti, manuver Veda mampu membuatnya berada di persaingan perebutan posisi keenam. Veda terus bersaing menghadapi David Munoz yang mencoba untuk mempertahankan posisinya. Namun, pembalap Honda Team Asia tersebut gagal mempertahankan performa impresifnya dan tercecer di urutan ke-16 pada pertengahan balapan. Terus mencoba untuk melaju di barisan depan, Veda akhirnya harus puas finis di urutan kedelapan pada balapan. Hasil ini juga membuat Veda Ega sementara tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan torehan 66 poin.

Ramadhipa ke posisi kedua klasemen Moto3 Junior usai revisi Catalunya

Muhammad Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa naik ke posisi kedua klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 setelah revisi hasil race pertama putaran pembuka Catalunya yang membuatnya resmi meraih podium. Berdasarkan pembaruan klasemen terbaru yang dirilis FIM JuniorGP, Senin, Ramadhipa kini mengoleksi 26 poin atau bertambah lima angka dibanding klasemen sebelumnya. ”Kami menutup akhir pekan pertama MotoJunior ini dengan hasil positif. Meski sempat kesulitan di awal,tetapi kami mampu berkembang langkah demi langkah di setiap sesi. Untungnya kami berhasil mendapatkan hasil kualifikasi yang sangat baik sehingga lebih mudah menjalani balapan dari barisan depan,” ujar Ramadhipa dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin. Kenaikan posisi itu terjadi setelah dua pembalap di depannya pada race pertama Catalunya mendapat penalti tambahan tiga detik akibat pelanggaran saat yellow flag berkibar. Dua pembalap yang dijatuhi hukuman ialah Carlos Cano dari CFMoto Aspar Junior Team dan Guillem Planques dari Momoven Racing.Dengan penalti tersebut, hasil race pertama mengalami revisi dan membuat Ramadhipa naik ke posisi ketiga di belakang Leonardo Zanni dan Giulio Pugliese. Podium itu menjadi pencapaian penting bagi pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut pada putaran pembuka Moto3 Junior musim ini, terlebih setelah ia juga finis keenam pada race kedua di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Tambahan poin dari revisi hasil race pertama membuat Ramadhipa kini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 26 poin, terpaut 19 poin dari Pugliese yang memimpin klasemen dengan 45 poin. Ramadhipa juga unggul satu poin atas Zanni yang turun ke posisi ketiga dengan 25 poin. Selain Ramadhipa, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team lainnya, Kiattisak Singhapong, turut mengalami kenaikan posisi klasemen dan kini menempati urutan ke-11 dengan 14 poin. Setelah menyelesaikan putaran pembuka Moto3 Junior, Ramadhipa dijadwalkan kembali tampil pada ajang Red Bull Rookies Cup 2026 di Sirkuit Mugello, Italia pada 29-31 Mei, bertepatan dengan rangkaian MotoGP Italia. Sementara itu, putaran kedua Moto3 Junior World Championship 2026 akan berlangsung di Sirkuit Estoril, Portugal pada 12-14 Juni. Klasemen Sementara Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 Giulio Pugliese (CFMoto Aspar Junior Team) — 45 poin Kiandra Ramadhipa (Honda Asia-Dream Racing Junior Team) — 26 poin Leonardo Zanni (Momoven Racing) — 25 poin Ryota Ogiwara (Asia Talent Team) — 22 poin Carlos Cano (CFMoto Aspar Junior Team) — 21 poin Travis Borg (Team Monlau Motul) — 20 poin Fernando Bujosa (AC Racing Team) — 16 poin Leonardo Abruzzo (FPS Laglisse) — 16 poin Kgopotso Mononyane (AGR Team) — 16 poin Guillem Planques (Momoven Racing) — 15 poin Kiattisak Singhapong (Honda Asia-Dream Racing Junior Team) — 14 poin David Da Costa (JEG Take Off GP) — 11 poin Yaroslav Karpushin (CFMoto Aspar Junior Team) — 7 poin Enzo Bellon (CIP Green Power Junior Team) — 7 poin Kristian Daniel (American Talent Team-GRYD Racing) — 6 poin Kerman Tinez (Monlau Motul) — 6 poin Sullivan Mounsey (CIP Green Power Junior Team) — 3 poin Marianos Nikolis (Monlau Motul) — 2 poin Matteo Gabarrini (MTA Junior Team) — 1 poin Remy Sanjuan (Larresport) — 1 poin

Motoprix 2026 Surabaya jadi panggung pembalap muda Jawa Timur

Kejuaraan Nasional Motoprix 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix 2026 seri pembuka Regional B di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, akhir pekan lalu, menjadi panggung dominasi pembalap tuan rumah Jawa Timur yang tampil impresif di sejumlah kelas utama. Dari kelas MP1 Bebek 4 Tak Tune Up 150cc Expert Race 2, pembalap Jawa Timur M. Erfin tampil dominan di tengah cuaca panas ekstrem Surabaya untuk mengamankan kemenangan di depan publik sendiri. “Menang di seri pembuka tentu menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi berlangsung di Surabaya dengan dukungan penonton yang luar biasa. Saya berharap Motoprix 2026 bisa semakin besar dan menjadi wadah lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level internasional,” ujar Erfin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin. Atmosfer kompetitif terasa sejak sesi awal hingga race penutup dengan persaingan ketat dari pembalap-pembalap muda potensial berbagai daerah di Indonesia. Drama persaingan juga tersaji pada kelas Bebek 2 Tak Standar 125cc Novice. M. Afin berhasil merebut podium pertama setelah terlibat duel sengit sepanjang 10 lap dengan Hafizd Fahril Rasyadan yang sempat mencatatkan waktu lap tercepat. Sementara itu, Ikrom Gaza melengkapi posisi tiga besar setelah tampil konsisten hingga garis finis. Pada kelas Bebek 2T Standar 116cc Jatim Open, Tommy Salim tampil impresif dengan mendominasi jalannya balapan sejak lap awal melalui performa stabil dan catatan waktu terbaik. Ajang Motoprix 2026 seri pembuka Regional B di Surabaya juga disiarkan langsung oleh Garuda TV sebagai official media broadcasting partner sehingga rangkaian balapan utama dapat disaksikan masyarakat secara luas. Penyelenggaraan seri pembuka tersebut menjadi momentum kebangkitan motorsport nasional sekaligus memperlihatkan meningkatnya kualitas persaingan balap motor Tanah Air.

Kiandra Ramadhipa tuntaskan GP Prancis MotoGP Rookies di posisi 10

Muhammad Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa menuntaskan balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Sirkuit Le Mans, Sabtu, di posisi 10. Oleh karena itu, dikutip dari laman Red Bull Rookies Cup, Kiandra Ramadhipa pun berhak atas tambahan enam poin di klasemen pembalap. Bertanding dari posisi start ke-12, Kiandra kesulitan keluar dari barisan tengah. Naik turun di posisi 11-13, pembalap asal Sleman, DI Yogyakarta, itu berada di peringkat ke-11 pada lap pamungkas. Namun, selepas tikungan terakhir, semua pembalap yang bertahan di sirkuit naik satu posisi lantaran David Gonzalez yang memimpin lomba terjatuh. Kiandra pun menyelesaikan perjuangannya di posisi ke-10, sementara Benat Fernandez yang awalnya berada di belakang Gonzalez keluar sebagai pemenang. Pada balapan pertama itu, Kiandra mencatatkan waktu 6,283 detik lebih lambat daripada Fernandez yang memimpin balapan dengan waktu tempuh 26 menit 24,308 detik. Dengan demikian, Kiandra Ramadhipa kini berada di urutan ketiga klasemen sementara pembalap Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan koleksi 40 poin. Sebelumnya, pada akhir April 2026, remaja berusia 16 tahun itu menjadi pembalap terbaik ketujuh dan pemenang masing-masing pada balapan pertama dan kedua GP Spanyol di Sirkuit Jerez. Di klasemen, Kiandra tepat di bawah Benat Fernandez (66 poin) dan Fernando Bujosa (44 poin). Berikutnya, GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 berlanjut ke balapan kedua yang akan berlangsung pada Minggu (10/5) waktu setempat. Kiandra Ramadhipa sendiri bukan berstatus debutan di Red Bull Rookies Cup 2026 karena sudah tampil di kompetisi tersebut pada 2025. Di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Ramadhipa menjadi pembalap terbaik kedelapan pada akhir musim, sementara rekan senegaranya Veda Ega Pratama yang kini berkompetisi di Moto3 berada di posisi kedua (runner-up). Berikut 10 besar balapan pertama GP Prancis Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026. 1. Benat Fernandez (Spanyol) 26:24,308 2. Ryota Ogiwara (Jepang) +0,217 3. Mateo Marulanda (Kolombia) +0,381 4. Fernando Bujosa (Spanyol) +0,460 5. Travis Borg (Malta) +0,578 6. Sullivan Mounsey (Inggris) +0,693 7. Kiattisak Singhapong (Thailand) +0,778 8. Kristian Daniel (Amerika Serikat) +1,016 9. Guillem Planques (Prancis) +4,514 10. Muhammad Kiandra Ramadhipa (Indonesia) +6,283.

Rheza Danica tuntas di podium kedua ARRC 2026 kelas AP250

Rheza Danica Ahrens

Pembalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Rheza Danica Ahrens menuntaskan FIM Asia Road Racing Championship 2026 kelas AP250 di podium kedua. Dalam seri kedua balapan 1 GP Thailand di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu, Rheza hanya terpaut 0,114 detik dari juara Hiroki Ono yang finis dengan waktu 18 menit 48,695 detik dalam balapan yang berlangsung sepuluh putaran ini. “Alhamdulillah, hari ini bisa finis di posisi kedua. Saya senang dengan hasil race satu, tapi saya masih ingin hasil yang lebih baik. Balapan yang berat sejak awal, tapi saya berusaha semaksimal mungkin mengendalikan motor dan menjaga fokus mental di setiap putarannya,” kata Rheza dalam keterangan tertulis pada Sabtu. Rheza mengaku ketika memasuki lap terakhir di lap kesepuluh telah mencoba melakukan manuver untuk menyalip pembalap Jepang tersebut. Namun Ono mampu menjaga posisi terdepan hingga membuat Rheza harus puas di podium kedua. “Meski begitu, ini poin yang bagus untuk kejuaraan. Untuk besok, kami akan mengevaluasi semuanya dan mencoba tampil lebih baik lagi. Terima kasih,” kata Rheza. Pembalap Indonesia lain yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team, Irfan Ardiansyah, harus puas finis di urutan ke-14. “Secara keseluruhan, ini pertarungan yang bagus di lap-lap awal, dan saya akan push lebih keras lagi besok untuk meraih hasil yang lebih baik,” kata Irfan. Selanjutnya Rheza dan Irfan melakoni balapan 2 GP Thailand pada Minggu.

Abimanyu dan Resky dominasi Thailand Talent Cup 2026

Dua pembalap muda Indonesia, Abimanyu Bintang Fermadi dan Resky Yusuf Hermawan,menunjukkan dominasinya dengan menaiki podium tertinggi dalam Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026 di Sepang International Circuit, Malaysia. “Saya sangat senang karena bisa kembali ke puncak podium di race kedua ini, setelah kesulitan di race pertama,” kata Abimanyu dalam keterangan Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, Minggu. Dalam ajang yang berlangsung pada 2–3 Mei dan bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship itu, kedua pembalap finis di podium pertama dan kedua. Di balapan pertama, Abimanyu memulai balapan dari posisi kedua, sedangkan Resky start dari posisi ketiga, mengikuti hasil kualifikasi. Saat balapan dimulai, Abimanyu langsung memimpin, diikuti Resky dalam balapan 11 lap. Memasuki lap kedua, Abimanyu kehilangan posisi puncak dan terlempar dari tiga besar, sementara Resky bertahan. Hingga lap akhir, Resky yang berada di posisi pertama kehilangan posisinya setelah pembalap Thailand menyalipnya. Dalam hasil balapan ini, Resky finis di posisi kedua dan Abimanyu di posisi keempat. Catatan waktu mereka pada race pertama mengubah posisi start pada race kedua, dengan Resky start dari posisi pertama, sementara Abimanyu memulai dari posisi keempat. Saat memasuki lap keenam, keduanya bergantian memimpin balapan. Melaju dengan NSF250R, persaingan sengit berlangsung hingga lap akhir. Abimanyu yang masih berada di depan terus mempertahankan posisinya hingga finis. Namun, di tikungan akhir, manuver Resky dengan late braking belum sempurna sehingga melebar dan finis di posisi kelima. Pencapaian Abimanyu membuat lagu Indonesia Raya berkumandang dalam ajang bergengsi tersebut. Kemenangan Abimanyu pun mendapat catatan long lap penalti untuk putaran berikutnya, atas aksinya yang melakukan selebrasi sebelum finis. “Banyak masukan dari seluruh tim dan alhamdulillah saya bisa improve di race dua. Sayang, harus mendapatkan long lap penalti di race mendatang. Saya akan berjuang di seri berikutnya,” kata Abimanyu. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan hasil positif yang ditorehkan oleh pembalap binaan di ajang pembuka IHTTC 2026 merupakan wujud kegigihan pembalap muda dalam bersaing di level lebih tinggi. “Kegigihan serta mentalitas yang kuat menjadi modal positif pembalap belia bersaing di level balap yang lebih tinggi,” katanya. Andy memastikan AHM terus mendampingi kedua pembalap belia tersebut sehingga memiliki bekal yang kuat untuk bersaing membawa nama bangsa. Abimanyu dari Yogyakarta dan Resky dari Jawa Tengah akan kembali bersaing dalam IHTTC 2026 pada Juli yang bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship.

Veda Ega pecahkan rekor top speed Moto3 di Jerez

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memecahkan rekor top speed tertinggi pada ajang Moto3 di Sirkuit Circuito de Jerez yang berlangsung 26 April 2026 dengan kecepatan mencapai 222,2 km per jam. Berdasarkan data kecepatan tertinggi dan kecepatan rata-rata yang dirilis MotoGP, Veda menjadi pembalap dengan catatan kecepatan puncak tertinggi dalam balapan tersebut, mengungguli Eddie O’Shea dan Adrian Cruces yang masing-masing mencatat 221,7 km per jam. Sebelumnya, rekor top speed Moto3 di Jerez dipegang oleh Daniel Holgado pada 2024 dan Adrian Fernandez pada 2025 yang sama-sama mencatat kecepatan 221,3 km per jam. Dalam catatan Top Speed & Average yang dirilis MotoGP, Veda yang mengendarai motor Honda NSF250RW mencatat kecepatan terbaik di kisaran 219,0 hingga 222,2 km per jam. Pada GP Spanyol 2026, Veda finis di posisi keenam dengan catatan waktu 33 menit 29,064 detik setelah memulai balapan dari posisi ke-17. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan merangsek naik ke posisi ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, Veda menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang merupakan rivalnya sejak RedBull Rookies Cup. Meski sempat turun ke posisi ke-11, Veda kembali ke urutan ke-10 dan secara bertahap masuk ke persaingan lima besar pada fase akhir lomba. Sayang, Veda kehilangan posisi kelima di tikungan terakhir sebelum garis finis. Hasil tersebut menempatkan Veda di peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan 37 angka, dari hasil tiga balapan yang menghasilkan poin dalam empat seri pembuka. Hasil ini membuka peluang bagi pembalap Indonesia itu untuk bersaing dalam perebutan gelar pendatang baru terbaik atau “Rookie of The Year”.

Kiandra Juara di Jerez Usai Comeback dari Posisi Bawah

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencuri perhatian setelah meraih kemenangan dramatis pada Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Dilansir dari Red Bull Rookies Cup, pembalap berusia 16 tahun itu tampil luar biasa dengan melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-17 hingga finis di posisi pertama. Kiandra langsung menunjukkan agresivitas sejak awal balapan dengan menyalip banyak pembalap dalam beberapa lap pertama. Ia kemudian bergabung dengan rombongan terdepan dalam balapan yang berlangsung sangat ketat. Menurut laporan Red Bull, persaingan di depan diwarnai pergantian posisi yang intens, dengan nama-nama seperti Beñat Fernández dan Yaroslav Karpushin saling berebut posisi teratas. Momentum penentuan terjadi di lap terakhir. Kiandra melakukan manuver krusial di tikungan terakhir dengan menyalip Beñat Fernández untuk mengunci kemenangan dramatis. Laporan dari MCNews juga menegaskan bahwa balapan berlangsung sangat rapat hingga garis finis, dengan banyak perubahan posisi yang membuat hasil akhir tidak bisa diprediksi hingga detik terakhir. Kemenangan ini menjadi salah satu momen penting bagi Kiandra di musim 2026, khususnya karena diraih di Race 2 Jerez dengan cara yang sangat impresif. Red Bull menyebut penampilan tersebut sebagai bukti bahwa Kiandra adalah “bintang baru Indonesia”, berkat keberanian dan kemampuannya membaca momen di lintasan. Selain hasil akhir, cara ia meraih kemenangan dari posisi ke-17 ke posisi pertama menjadi sorotan utama dalam balapan ini.

Veda Ega finis keenam Moto3 Spanyol 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama membukukan hasil positif pada seri keempat Moto3 Spanyol 2026 setelah finis di posisi keenam dengan mencatatkan 33 menit 29,064 detik di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu. Memulai balapan dari posisi ke-17, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan menembus barisan depan dan mengamankan salah satu hasil terbaiknya musim ini. Veda langsung menunjukkan agresivitas sejak lampu start padam dengan merangsek naik tiga posisi ke urutan ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, laju Veda semakin menjanjikan. Ia menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia Hakim Danish dalam perebutan posisi depan. Meski sempat terdorong ke posisi ke-11 setelah disalip Mateo Morelli menjelang putaran keempat, Veda mampu merespons cepat dengan memanfaatkan kemunduran Danish untuk kembali ke urutan ke-10. Konsistensi Veda terus terlihat sepanjang balapan. Dengan ritme kompetitif dan manuver agresif namun terukur, ia perlahan memperbaiki posisi hingga masuk persaingan enam besar pada fase akhir lomba. Finis di posisi keenam menjadi pencapaian penting bagi Veda, terlebih ia memulai balapan dari baris belakang dan mampu melakukan pemulihan impresif di salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3. Hasil di Jerez sekaligus mempertegas perkembangan positif pebalap muda Indonesia itu dalam musim debutnya, serta menambah kepercayaan diri menghadapi seri-seri berikutnya. Sementara itu, Maximo Quiles tampil dominan sepanjang balapan dan keluar sebagai pemenang Moto3 Spanyol 2026. Pembalap muda Spanyol itu mampu menjaga ritme di barisan depan hingga bendera finis dikibarkan. Adrian Fernandez finis di posisi kedua, sedangkan David Munoz melengkapi podium setelah mengakhiri balapan di urutan ketiga.

Mandalika Racing Series perkuat pembinaan pembalap Indonesia

MRS 2026

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan, Kejuaraan Nasional (kejurnas) Mandalika Racing Series (MRS) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 25-26 April 2026, memperkuat pembinaan pembalap muda Indonesia, . “Ajang ini untuk mendukung perkembangan dunia motorsport nasional dalam rangka meningkatkan potensi dan prestasi para pembalap Indonesia,” ujar Direktur Utama MGPA Priandi Satria di Lombok Tengah, Sabtu. PRIDE Motorsport, MGPA didukung Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai penyelenggara Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026, telah merancang agar gelaran di tahun keempat ini meningkat kualitasnya dari berbagai aspek dengan dukungan berbagai pihak. “Perjalanan Mandalika Racing Series sejak dirintis tahun 2023 terus memperlihatkan hasilnya yang ditandai prestasi para pembalap Indonesia di ajang balap internasional,” kata Priandi. Dia mengatakan, keberlangsungan MRS tidak terlepas dari dukungan ITDC sebagai BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi, kemudian konsistensi Pertamina hingga musim 2026 termasuk para sponsor lain menjadi bukti bahwa Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi kompetisi bergengsi balap motor nasional. “Keikutsertaan pembalap Indonesia di tingkat internasional termasuk beberapa prestasi yang diraih lahir dari lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dalam tiga tahun terakhir,” tutur Priandi. Sementara itu, CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra mengatakan pihaknya terus berinovasi dalam kemasan MRS termasuk konsep kompetisi agar mengikuti pola penjenjangan sistematis dalam upaya mencetak prestasi pembalap Indonesia yang mendunia. “Konsistensi adalah kunci kami mempertahankan ajang ini agar tetap berlangsung serta meningkatkan mutu penyelenggaraan mulai dari branding, aktivasi, hingga tayangan live streaming termasuk digitalnya,” kata Eddy, Dia menambahkan, satu hal yang menjadi perhatian adalah pembinaan usia muda agar bisa terus lahir bakat-bakat baru potensial yang siap tampil dan kompetitif di tingkat lebih tinggi. “Tahun ini, kami membuka kelas pendukung baru yakni Junior Sport 250 U-18 bagi pembalap junior berusia 13-18 tahun sebelum mereka naik ke kelas profesional,” ujar Eddy.