Indonesia Finis Peringkat Keempat SEABA Qualifiers

Efrael Yerusyalom

Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia U18 di ajang FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand harus berakhir di luar skenario. Setelah tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan di fase grup, Indonesia justru harus menelan pil pahit lewat dua kekalahan beruntun di fase gugur. Usai mimpi ke final dijegal tuan rumah Thailand, Indonesia kembali harus mengakui keunggulan rival mereka, Malaysia, dalam laga perebutan tempat ketiga pada Minggu, 14 Juni 2026. Kekalahan ini terasa menyakitkan lantaran Malaysia sukses membalaskan dendam atas kekalahan mereka dari Indonesia di fase grup (65-55). Kali ini, Malaysia berbalik membungkam Indonesia dengan skor akhir 81-70, sekaligus menggagalkan ambisi Skuad Merah Putih untuk membawa pulang medali perunggu. Laga sejatinya sempat berjalan menjanjikan bagi Indonesia sejak kuarter pertama dibuka. Anak-anak asuh Ismael sukses memimpin 19-14 di sepuluh menit pertama. Konsistensi permainan yang terjaga membuat Indonesia bahkan masih mampu mengamankan keunggulan tipis 38-36 saat turun minum. Petaka baru menghampiri Indonesia usai jeda halftime. Mereka perlahan mulai kehilangan tempo permainan terbaiknya dan kerap kedodoran menghalau transisi lawan. Di paruh kedua, kolektivitas Malaysia makin menggila dengan memberondong 45 poin tambahan. Sementara itu, lini serang Indonesia mengalami kebuntuan dan hanya mampu membalas 32 poin hingga laga ditutup dengan kekalahan 70-81. Tiga pilar Indonesia sebenarnya sudah tampil habis-habisan dengan mencetak dua digit poin. Steven Sebastian kembali menunjukkan sinarnya lewat torehan double-double fantastis berupa 24 poin dan 14 rebound. Catatan impresif ini disusul Jaya James Anak Agung Bayuntara dengan gelontoran 19 poin, serta Chimaobi Nzekwue yang menyumbang 10 poin. Sayangnya, Indonesia gagal meredam performa meledak-ledak dari mesin poin Malaysia, Yu Xian Tan. Penggawa Malaysia tersebut tampil tak terbendung dengan mengemas double-double lewat raihan 32 poin dan 10 rebound, yang menjadi faktor pembeda sekaligus penghancur asa kemenangan Indonesia. Jika menilik statistik, Indonesia sejatinya memiliki peluang poin yang jauh lebih banyak lewat total 71 percobaan tembakan. Sayang, kurang baiknya penyelesaian akhir membuat hanya 26 tembakan yang berhasil dikonversi menjadi poin (36 persen). Sebaliknya, Malaysia bermain jauh lebih efisien; dari total 59 percobaan tembakan, mereka sukses melesakkan 27 tembakan ke dalam ring (45 persen). Satu-satunya catatan yang membaik bagi Indonesia adalah akurasi tembakan gratis yang mencapai 61 persen (11/18 masuk). Indonesia juga sebenarnya mendominasi secara keseluruhan di sektor rebound, assist, hingga steal. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang emas di area pertahanan lawan jadi bumerang terbesar. Dengan hasil ini, Indonesia harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat keempat FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand. Medali perunggu resmi diraih oleh Malaysia yang mengunci tempat ketiga. Sementara itu, Filipina keluar sebagai juara pertama disusul Thailand sebagai runner up. Hasil ini sekaligus memastikan Filipina dan Thailand menjadi dua delegasi resmi Asia Tenggara yang berhak melenggang ke putaran final FIBA U18 Asia Cup 2026.

Indonesia gagal ke Piala Asia U18 FIBA 2026

Piala Asia U18 FIBA 2026

Tim nasional bola basket U18 putra Indonesia gagal berangkat ke Piala Asia U18 FIBA 2026 seusai dikalahkan tuan rumah Thailand 50-68 dalam semifinal kualifikasi zona SEABA di Gimnasium Chan Ka Pho, Krabi, Thailand, Sabtu. Kekalahan di semifinal praktis memupus mimpi Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Asia U18 2026, sebab laman FIBA mencatat hanya para finalis kualifikasi yang berhak terbang ke Ahmedabad, India, untuk berlaga pada 13-23 Agustus mendatang. Hasil melawan Thailand menjadi antiklimaks bagi tim besutan Ismael, yang sempat mengawali kualifikasi dengan mulus lewat dua kemenangan beruntun di Grup B berupa 89-35 atas Laos pada Kamis (11/6) dan 65-55 kontra Malaysia sehari berselang. Garuda Muda masih akan memainkan satu pertandingan lagi untuk memperebutkan tempat ketiga fase kualifikasi zona SEABA melawan Malaysia, Minggu (14/6). Di laga melawan Thailand, Indonesia harus berjibaku menghadapi para pemain tuan rumah yang memiliki postur badan lebih besar tetapi juga mampu bergerak lebih cepat. Kuarter pertama ditutup dalam keadaan tertinggal 14-15 dari Thailand, yang dikomandoi pelatih Krit Issariyachiwin. Dominasi Thailand semakin jelas memasuki kuarter kedua lewat penguasaan paint area dan sisi luar pertahanan Indonesia oleh Thanawat Pisarnyuttanapong dkk. Thailand kian menjauh 32-22. Usai jeda paruh laga, Jaya James Bayuntara yang sebelumnya selalu jadi mesin penyumbang angka mendapati dirinya begitu kesulitan menembus pertahanan lawan, Indonesia semakin tertinggal 33-50 pada akhir kuarter ketiga. Selisih skor tak pernah kurang dari dua digit kala kuarter terakhir berlangsung dan Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah 59-68. Forward Thailand, Ronnie Allsopp tampil sebagai pencetak angka terbanyak, yakni 16 poin, satu rebound, dan dua assist. Sedangkan dari kubu Indonesia, kapten Steven Sebastian membukukan double-double yakni 12 poin dan 10 rebound, serta ditambah satu assist.

Indonesia lolos ke semifinal FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026

FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 Thailand

Timnas bola basket U18 putra Indonesia lolos ke semifinal FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 65-55 pada laga Grup B di Chan Ka Pho Gymnasium, Krabi, Thailand, Jumat. Pelatih timnas bola basket U18 putra Indonesia Ismael mengapresiasi semangat juang para pemain yang mampu menjalankan strategi tim hingga mengunci kemenangan penting kontra Malaysia. “Kami memulai pertandingan dengan bagus, semua berjalan sesuai yang direncanakan,” kata dia seusai pertandingan, dikutip dari laman Perbasi. Ismael menjelaskan, para pemain bisa mempertahankan fokus dan melakukan transisi menyerang serta bertahan dengan solid, sehingga bisa memenangi laga yang ketat. Dia mengakui, masih ada sejumlah kesalahan yang dilakukan para pemain. Namun hal itu akan segera dibenahi untuk menghadapi pertandingan di babak selanjutnya. “Kuncinya menurut saya adalah detail-detail defense yang di ujung game bisa dieksekusi dengan bagus,” ujar pelatih kepala itu. Kemenangan kedua yang diraih skuad Garuda muda membuat Indonesia keluar sebagai juara Grup B dengan catatan sempurna, sekaligus mengamankan tempat di babak semifinal turnamen kualifikasi tersebut. Sebelumnya pada Kamis (11/6), Jaya James Bayuntara dan kawan-kawan, juga berhasil menundukkan Laos dengan skor telak 89-35. Saat melawan Malaysia, timnas Merah Putih tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung membuka jarak pada kuarter pertama dengan keunggulan 19-8. Malaysia berupaya bangkit pada kuarter kedua dengan mencetak 27 poin, sementara Indonesia menambah 21 angka untuk menutup paruh pertama laga dengan keunggulan 40-35. Pada kuarter ketiga, produktivitas poin Indonesia sempat menurun. Mereka hanya mencetak delapan poin, sedangkan Malaysia membukukan 11 angka. Meski demikian, Indonesia tetap mempertahankan keunggulan tipis 48-46 saat memasuki kuarter keempat. Memasuki kuarter terakhir, Indonesia kembali menemukan ritme permainan. Tambahan 17 poin yang dibukukan, membuat Malaysia kesulitan mengejar ketertinggalan. Lawan hanya mampu menambah sembilan poin sehingga pertandingan berakhir dengan skor 65-55 untuk kemenangan Indonesia. Jaya James Anak Agung Bayuntara menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 21 poin dan empat rebound. Steven Sebastian turut tampil impresif dengan mencatatkan double-double yakni 11 poin dan 15 rebound. Dari kubu Malaysia, Fatt Kam Sing membukukan 16 poin, tujuh rebound, dan dua assist, sedangkan Yu Xiang Tan menorehkan 15 poin, 11 rebound, dan empat assist. Hasil tersebut membuat Indonesia menorehkan rekor 100 persen kemenangan dari dua pertandingan dan akan menghadapi runner-up Grup A yang akan ditempati Thailand atau Filipina. Laga semifinal, diselenggarakan di tempat yang sama, Sabtu (13/6).

Indonesia lolos ke FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B 2026

Timnas bola basket U18 putri Indonesia

Timnas bola basket U18 putri Indonesia memastikan tiket ke FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B 2026 dengan membukukan kemenangan ketiga beruntun pada Kualifikasi Asia Tenggara (SEABA) Qualifiers 2026 setelah menundukkan Thailand 67-53. Kemenangan di STI West Negros University Gym, Filipina, Jumat (5/6), memastikan Indonesia menggenggam tiket ke ajang berikutnya meski masih menyisakan satu laga melawan Filipina pada Sabtu malam. “Filipina merupakan peserta Divisi A FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026, jadi mereka lolos otomatis meski ikut kualifikasi, sementara Thailand juga langsung lolos karena menjadi tuan rumah untuk Divisi B,” kata Amin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu. Dia menjelaskan, dalam SEABA Qualifiers kali ini, Indonesia berebut satu tiket melawan Singapura dan Vietnam karena dua negara lainnya sudah dapat jatah masing-masing satu tiket. Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum laga melawan Thailand, Srikandi muda juga menang 66-49 melawan Singapura pada Rabu (3/6), serta kontra Vietnam, Kamis (5/6), dengan skor 81-32. Amin menilai, keberhasilan Praisey Blessed dan kawan-kawan berkat kekuatan tim yang tidak bertumpu pada satu atau dua pemain saja. Menurut dia, seluruh pemain yang dibawa ke Filipina mampu memberikan kontribusi ketika dibutuhkan dalam pertandingan. “Misalnya jika ada pemain yang off, maka kami punya pemain lain yang step-up, jadi semua atau 12 pemain ini bisa kami maksimalkan,” ujar dia. Pelatih kepala itu menambahkan, untuk menghadapi Filipina pada laga terakhir atau keempat, para pemain harus tetap berpegang dengan strategi yang telah disiapkan. Dia menyebut Filipina merupakan lawan yang memiliki kualitas lengkap, baik dalam tembakan jarak jauh, penetrasi, kecepatan, maupun kekuatan fisik. Sementara itu, FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B 2026 diselenggarakan di Thailand pada 13-19 Juli.

FIBA U18 SEABA Qualifiers: 15 Pemain Putra Siap Jalani TC Lanjutan

Timnas Basket U18 Putra Indonesia

Pelatih Timnas Basket U18 Putra Indonesia, Ismael melakukan pengerucutan nama pemain yang akan dibawa untuk berjuang di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Usai menjalani seleksi tahap kedua pada 18-20 Mei 2026 dengan diikuti 33 pemain, kini jumlahnya menyusut menjadi 15 nama. Dari 15 nama ini ada satu pemain diaspora. Nama pemain diaspora itu adalah Jaya Bayuntara. Dia akan bahu membahu berjuang untuk Merah Putih dengan pemain lainnya di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang akan berlangsung di Krabi, Thailand, pada 10-14 Juni 2026. Nama-nama yang lolos seleksi bersama Jaya di antaranya adalah Miracle Christiano, Irman Farras, Chimaobi Nzekwue, Steven Sebastian, Efrael Yerusyalom, dan Gede Dio Arghya Naranatha. Kini 15 nama ini melanjutkan persiapan dibawah asuhan tim pelatih yang dipimpin Coach Ismael. Latihan berlangsung di GBK Arena Senayan, Jakarta Pusat. Mereka juga sempat menjalani uji coba melawan Tim Pelatda DKI Jakarta. Uji coba berlangsung di GOR Grogol pada Jumat (22/5) dengan hasil 80-67 untuk kemenangan Timnas Basket U18 Putra. Kata Coach Ismael, para pemain ini lanjut ke tahap selanjutnya karena kemampuannya yang saling melengkapi. “Karakter skil mereka yang dibutuhkan untuk saling melengkapi. Mereka juga memiliki energi yang luar bisa, respons, komunikasi, dan leadership yang baik,” ungkap Ismael. “Sebenarnya ada satu lagi pemain diaspora, Jayden Christopher Newell. Hanya yang bersangkutan harus menunda berjuang bersama Indonesia karena ada persyaratan administratif yang harus dilengkapi. Dengan kemampuan yang dimiliki, kesempatan selalu terbuka untuk Jayden,” lanjutnya. Ismael menjelaskan, selama latihan para pemain mengalami progres baik. Mereka mulai saling mengerti satu sama lain. Ini menjadi sinyal baik dalam persiapan menuju FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Selanjutnya, para pemain akan diberikan materi pematangan teknis sekaligus mencari komposisi 12 pemain inti, sehingga akan lebih siap hadapi persaingan di Krabi bulan depan. “Kami akan memaksimalkan waktu yang ada untuk mematangkan persiapan. Kami akan memberikan materi-materi teknis dan persiapan mental yang dibutuhkan untuk hadapi SEABA nanti,” terang Ismael. “Mohon doa restu dari masyarakat Indonesia agar persiapan berjalan lancar dan kami lolos ke FIBA Asia Cup,” jelas Ismael. Komposisi 15 Pemain Timnas U18 Putra Indonesia: Miracle Christiano Chimaobi Nzekwue Steven Sebastian Fathy Muhammad Zhafif Efrael Yerusyalom Enrichia Ryansean Bastian Gunawan Sean Jason Nathan Kilapong Made Gandhi Wibisana Menara Gede Dio Arghya Naranatha Irman Farras Bryan Jonathan Kovith Jaya James Anak Agung Bayuntara Muhammad Fakhrizal Firdaus Hansel Orleans Hermawan Orlando Timothy

Indonesia Siap Tempur di FIBA U18 Women’s Asia Cup Filipina

Dokumentasi timnas bola basket u18 putri Indonesia

Sebanyak 12 pemain Timnas Basket U18 Putri terbang ke Filipina Senin dini hari (1/6/2026). Mereka siap tempur menghadapi rivalitas di FIBA U18 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Bacolod, pada 2-6 Juni 2026. Keberangkatan Timnas Basket U18 Putri Indonesia turut dilepas oleh DPP PERBASI melalui Ketua Badan Legal, Etik, dan Disiplin, Fritz Edward Siregar, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dalam kesempatan tersebut, DPP PERBASI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, dan official yang telah menjalani proses persiapan menuju FIBA U18 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Keberangkatan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet muda, khususnya dalam memperkuat fondasi basket putri Indonesia di tingkat regional. Fritz menyampaikan bahwa keikutsertaan Timnas Basket U18 Putri Indonesia di Filipina bukan semata-mata agenda kompetisi internasional, tetapi juga kesempatan bagi para atlet muda untuk membangun pengalaman, karakter, dan mental bertanding sebagai bagian dari masa depan basket Indonesia. Ia berpesan agar para pemain tampil percaya diri, menjaga kekompakan tim, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan semangat pantang menyerah dalam setiap pertandingan. Tim yang berjuang di Bacolod ini dipimpin oleh Coach Amin Prihantono. 12 pemain yang menjadi andalan Indonesia di ajang ini terpilih melalui proses panjang. Mulai seleksi nasional di Hoops Ancol pada 26-28 Februari 2026 yang diikuti 76 pemain. Kemudian seleksi tahap kedua diikuti 27 pemain pada 11-13 Mei 2026 yang selanjutnya mengerucut menjadi 15 nama dan kini 12 pemain. “12 pemain ini yang terpilih. Coaching staff pilih mereka karena cocok dengan permainan tempo cepat yang kami siapkan,” ungkap Pelatih Kepala Timnas Basket U18 Putri, Amin Prihantono. Berikut 12 pemain timnas bola basket u18 putri Indonesia untuk FIBA U18 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2026: Inez Angelina Welly Joanne Giovanni Richelle Evelyn Widjaja I Gusti Ayu Krisabella Fiorenza Celesta Chloe Cathleen Cung Maria Odifa Putri Hartono Chelsea Aurelia Adellyne Kustiawan Mabekou Talla Valerie Ariqa Shafa Chayyara Yemima Agatha Rahiesa Praisey Blessed

15 pemain lolos seleksi tahap kedua timnas basket U18

Dokumentasi para pemain timnas bola basket u18 Indonesia

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) mengumumkan 15 pemain lolos seleksi tahap kedua, pada 18-20 Mei, untuk timnas U18 guna menghadapi U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026. Mereka akan diperas lagi menjadi 12 pemain yang siap diberangkatkan mengikuti turnamen di Krabi, Thailand, pada 10-14 Juni itu. “Sebenarnya ada satu lagi pemain diaspora yang lolos yakni Jayden Christopher Newell, tetapi yang bersangkutan harus menunda berjuang bersama Indonesia karena ada persyaratan administratif yang harus dilengkapi,” kata pelatih Timnas U18, Ismael di Jakarta, Senin. Dari ke-15 pemain itu terdapat satu pemain diaspora, yaitu Jaya Bayuntara. Menurut dia, para pemain telah menjalani uji coba melawan tim pelatda DKI Jakarta di GOR Grogol, Jakarta, pada Jumat pekan lalu yang dimenangkan timnas dengan 80-67. Ismael menyatakan, selama latihan para pemain mengalami kemajuan besar dengan mulai saling mengerti yang menjadi pertanda bagus dalam persiapan menuju kualifikasi Asia Tenggara itu. Selanjutnya, tambah dia, para pemain akan diberi materi pematangan teknis di Gelora Bung Karno Arena, Jakarta, sekaligus mencari komposisi 12 pemain inti, sehingga lebih siap menghadapi persaingan di Krabi bulan depan. “Karakter dan kemampuan mereka dibutuhkan untuk saling melengkapi, karena mereka juga sudah memiliki energi yang luar bisa, respons, komunikasi, dan leadership yang baik,” kata Ismael. Dia meminta doa dari masyarakat Indonesia agar persiapan berjalan lancar dan timnas lolos ke Piala Asia. 15 pemain lolos seleksi tahap kedua: 1. Miracle Christiano 2. Irman Farras 3. Chimaobi Nzekwue 4. Ryansean Gunawan 5. Orlando Timothy 6. Made Gandhi Wibisana 7. Steven Sebastian 8. Hansel Orleans 9. Muhammad Fakhrizal Firdaus 10. Fathy Muhammad Zhafif 11. Efrael Yerusyalom 12. Gede Dio Arghya Naranatha 13. Sean Jason Nathan 14. Bryan Jonathan Kovith 15. Jaya James Anak Agung Bayuntara

Asia Pacific Cup Jakarta 2026 jadi wadah lahirkan pebasket muda

Asia Pacific Cup Jakarta 2026

Asia Pacific Cup (APC) Jakarta 2026 siap menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan talenta-talenta muda Indonesia, melalui turnamen internasional yang mempertemukan klub-klub terbaik dalam dan luar negeri, pada 23-26 Juli 2026 di Ancol Hoops. Pendiri Roro Jonggrang Indonesia, Joko Setyo Pramuji, mengatakan turnamen yang dibuat pihaknya tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, dan memperluas wawasan para atlet muda. “Turnamen ini bukan hanya soal berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pengalaman internasional, dan mempererat persahabatan antaratlet muda dari berbagai daerah maupun negara,” kata dia di Jakarta, Rabu. Joko menjelaskan, APC merupakan salah satu turnamen bola basket usia muda bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Ajang tersebut mempertandingkan nomor 5×5 dan 3×3 untuk kategori U12, U14, U16, dan U18 untuk putra maupun putri. Dia menjelaskan, perkembangan pebasket muda di Indonesia menunjukkan tren positif, sehingga dibutuhkan lebih banyak turnamen internasional untuk mengasah kemampuan mereka. Dia berharap APC Jakarta 2026 dapat melahirkan bibit-bibit pebasket potensial yang kelak menjadi tulang punggung bola basket nasional. Selain kesempatan menghadapi lawan dari berbagai negara, para juara di setiap kategori usia akan memperoleh tiket tampil di APC Singapore 2026, pada Oktober, dengan fasilitas pembebasan biaya registrasi. Sementara untuk pendaftaran, para peminat bisa mendaftar di laman resmi Asia Pacific Basketball Cup.

HSBC jadi ajang pembinaan dan pengembangan bola basket pelajar

High School Basketball Championship

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi), Ratana Arya menyatakan High School Basketball Championship (HSBC) 2026 menjadi wadah untuk pembinaan pengembangan bola basket pelajar SMA di Tanah Air. Menurut dia, ajang itu memberi kesempatan atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding guna memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Bola Basket Asia Pasifik U18 di Singapura, karena mempertemukan tim-tim atau sekolah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. “HSBC ini bagus karena memberikan kesempatan kepada seluruh pebasket di SMA untuk bermain dan menambah jam terbang,” kata Ratana dalam konferensi pers persiapan penyelenggaraan HSBC 2026, di Media Centre Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jakarta, Senin. Dia menjelaskan, semakin sering atlet muda tampil dalam turnamen berkualitas, maka semakin besar peluang mereka berkembang dan siap bersaing pada level internasional. Ajang itu, lanjut dia, juga bisa menjadi bagian dari pembinaan berjenjang yang mempertemukan atlet potensial dengan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif. Sekretaris Jenderal Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Bayu Rahadian menambahkan organisasinya mendukung penuh penyelenggaraan HSBC, sebagai wadah bagi pebasket muda untuk mengukir prestasi dan membawa nama Indonesia. “Bapopsi mendukung penuh penyelenggaraan HSBC karena ini kegiatan yang menjadi wadah pebasket muda membela Indonesia di ajang internasional,” ujar dia. HSBC 2026 Road to Asia Pacific akan berlangsung di MS Sport Arena BSD, Tangerang Selatan, pada 13-17 Mei, dengan melibatkan 10 tim dari delapan sekolah pada kategori putra dan putri. Tim juara putra dan putri akan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Bola Basket Asia Pasifik di Singapura, pada 22-28 Juni 2026 yang diikuti total 24 tim u-18. Total tim tersebut terbagi atas masing-masing 12 tim putra maupun putri, yang berasal dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Walikota Cup XVI 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Muda Denpasar

Walikota Cup XVI 2026

Turnamen bola basket Walikota Cup ke-16 Tahun 2026 resmi digelar pada 13–15 Maret 2026. Ajang ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet muda yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Denpasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Umum KONI Denpasar, Putu Yudi Atmika. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kejuaraan seperti Walikota Cup memiliki peran penting dalam memastikan proses pembibitan atlet bola basket berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi yang rutin digelar dapat menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ajang lahirnya talenta baru setiap tahun. “Harapan kami tentu pembibitan atlet basket terus berlanjut sehingga tidak terputus. Setiap tahun harus ada atlet muda yang muncul, baik dari usia dini maupun atlet yang siap berprestasi. Dengan adanya Walikota Cup ini kami berharap bisa ditindaklanjuti oleh cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya usai pembukaan turnamen pada Sabtu (14/3/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Denpasar dan Bali yang selama ini terus mendukung pembinaan atlet. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya mewakili Denpasar dan Bali, tetapi juga Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Ketua Umum PERBASI Bali, Gede Wahyu Surya Putra, menyebut Kota Denpasar selama ini menjadi barometer pembinaan olahraga bola basket di Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya klub pembinaan yang berkembang di Kota Denpasar dibandingkan kabupaten lainnya. “Denpasar memang menjadi barometer pembinaan bola basket di Bali. Klub pembinaan di Denpasar jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain, sehingga bagi kami di PERBASI Bali tentu lebih mudah memiliki stok atlet yang besar dari Denpasar, meskipun kabupaten lain juga turut berkontribusi,” jelasnya. Sumber

Perbasi gelar seleksi nasional Timnas U18 untuk Asia Cup 2026

Seleknas Timnas Bola Basket U18 putra dan putri

DPP Perbasi menggelar seleksi nasional (seleknas) Timnas Bola Basket U18 putra dan putri di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26-28 Februari 2026 sebagai persiapan menghadapi FIBA U18 Asia Cup SEAB Qualifiers 2026. ​Pimpinan Proyek Timnas Bola Basket U18 Putra dan Putri, Fictor Roring menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. ​“Kami mulai Seleknas untuk memilih pemain yang akan perkuat Indonesia di dua ajang itu. Kita sudah mengundang sekitar 70-an putri dan seratusan pemain putra seluruh Indonesia untuk ikuti seleksi ini,” ujar Fictor dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Seleknas ini ditujukan untuk dua agenda internasional berbeda. Timnas U18 Putri dipersiapkan untuk FIBA U18 Women’s Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Filipina pada Mei mendatang, sementara Timnas U18 Putra akan berlaga pada kualifikasi di Thailand pada Juni 2026. ​Sebanyak 181 pemain dipanggil dalam seleksi tahap pertama ini, yang terdiri atas 76 pemain putri dan 105 pemain putra. Mereka merupakan hasil pantauan Badan Tim Nasional (BTN) dan rekomendasi dari DPD Perbasi di seluruh tanah air. ​Terkait tahapan seleksi, Fictor menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 40 pemain, kemudian terpilih 20 pemain pada hari terakhir seleksi untuk menjalani pemusatan latihan (training camp) pada Mei mendatang. ​Selain pemain domestik, Perbasi juga membuka kesempatan bagi pemain yang menempuh pendidikan di luar negeri maupun pemain heritage yang memegang paspor Indonesia untuk mengikuti seleksi tahap kedua secara terpisah. ​Mengenai kriteria, Fictor Roring menegaskan bahwa tim membutuhkan pemain yang kompetitif secara fisik dan teknik. ​“Yang pasti yang terbaik yang ada. Yang paling jago, kalau kita mau bilang simpel. Jago, kuat, besar, cepat. Yang pasti untuk kepentingan Indonesia nanti,” katanya. ​Sementara itu, Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi mengapresiasi antusiasme para atlet muda dalam memperebutkan tempat di skuad Merah Putih. Ia berharap proses ini mampu melahirkan tim yang kompetitif di level Asia Tenggara maupun Asia. ​“Kiranya melalui seleknas ini kita bisa menjaga bahwa talenta Indonesia tidak kalah dengan tim dari negara di Asia maupun Asia Tenggara,” ucap Nirmala. ​Pada edisi sebelumnya, Timnas U18 Putra Indonesia berhasil lolos ke FIBA U18 Asia Cup 2024 di Yordania setelah menjadi runner up di babak kualifikasi, sementara Timnas U18 Putri berkompetisi di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024 Division A di China.

Unggul Sakti Patahkan Kutukan, Segel Gelar Juara Perdana!

SMK Unggul Sakti Jambi

Sektor putra mempertemukan dua tim terbaik musim ini, SMAN 1 Kota Jambi (Satu) dan SMK Unggul Sakti Jambi. Keduanya datang dengan rekor sempurna, belum tersentuh kekalahan, dan memikul ambisi serupa, yakni mematahkan status runner up yang sempat melekat di musim-musim sebelumnya. Laga ini bukan sekadar final. Ini adalah pembuktian. Baik bagi Satu maupun Unggul Sakti, pernah merasakan pahitnya berdiri di posisi kedua. Maka ketika keduanya dipertemukan di partai puncak, tensi pertandingan langsung terasa sejak tip off pertama. Meski pada akhirnya skor akhir menunjukkan kemenangan meyakinkan 43-29 untuk Unggul Sakti, jalannya laga tidak semudah yang terlihat di papan skor. Paruh pertama berlangsung alot. Unggul Sakti memang memimpin, tetapi tak pernah benar-benar menjauh dengan margin dua digit. Satu terus menjaga jarak, membuat pertandingan berlangsung ketat. Namun, usai jeda turun minum, arah permainan mulai berubah. Unggul Sakti bermain lebih stabil. Mereka menemukan ritme serangan yang konsisten, dan disiplin dalam bertahan untuk meredam upaya berbalik unggul dari lawan. Perlahan tapi pasti, margin dua digit tercipta. Situasi ini membuat Satu dipaksa untuk bermain lebih agresif, namun justru membuka celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Unggul Sakti. Hingga peluit buzzer berbunyi, keunggulan 14 poin tetap bertahan. Momen itu sekaligus meresmikan lahirnya juara baru di DBL Jambi. SMK Unggul Sakti Jambi akhirnya menuntaskan penantian dan mematahkan kutukan runner up yang selama ini membayangi. Kemenangan ini tidak lahir dari satu nama saja. Justru kekuatan utama Unggul Sakti terletak pada kolektivitasnya. Hampir seluruh pemain berkontribusi di laga final, menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung pada satu poros permainan. Dalam pertandingan sebesar final sekalipun, semua mengambil peran. Secara statistik, ada tiga nama yang mencatatkan dua digit kontribusi penting. Devven Fernando memimpin perolehan poin dengan 11 angka. Sementara itu, Winsen Tandersen tampil dominan di bawah ring dengan 11 rebound, disusul Marvel Hendra Pratama yang mengamankan 10 rebound. Lebih dari sekadar angka. Singgasana DBL Jambi kini resmi berganti pemilik, dan musim ini akan selalu diingat sebagai musim ketika SMK Unggul Sakti Jambi menegaskan diri sebagai raja baru.

Debut Langsung Juara, SHS Penghuni Baru Singgasana DBL Jambi

Suria Harapan School

Berstatus debutan di kategori lima lawan lima, Suria Harapan School (SHS) menutup musim dengan gelar juara usai menundukkan SMAN 1 Batang Hari dengan skor meyakinkan 51-27 pada Jumat, 13 Februari 2026. Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. SHS seperti menegaskan bahwa kehadiran mereka di DBL Jambi bukan hanya untuk meramaikan persaingan, tapi untuk langsung mengambil alih takhta. Musim lalu mereka mencicipi panggung tiga lawan tiga dan keluar sebagai kampiun. Kini, di musim debut lima lawan lima, trofi kembali mereka genggam. Final berjalan cukup alot pada awalnya. Kedua tim sama-sama disiplin menjaga wilayah pertahanan mereka. Kuarter pertama pun ditutup dengan skor 6-4 untuk keunggulan SHS, mencerminkan betapa ketatnya duel di menit-menit pembuka. Namun memasuki kuarter kedua, ritme permainan mulai berubah. SHS tampak semakin percaya diri dan menemukan tempo terbaiknya. Transisi mereka lebih rapi dan penguasaan rebound lebih solid. Sejak momen itu, margin poin perlahan melebar. SMAN 1 Batang Hari berupaya menjaga jarak agar tak terlalu jauh tertinggal, tapi tekanan yang terus diberikan oleh SHS membuat SMAN 1 Batang Hari sulit mengembangkan permainan. Dominasi itu berlanjut hingga paruh kedua. Intensitas tetap terjaga, konsistensi tak menurun. Saat buzzer akhir berbunyi, papan skor menunjukkan jarak yang cukup jauh. SHS resmi memastikan kemenangan 51-27 sekaligus menandai lahirnya juara baru di DBL Jambi sektor putri. Keberhasilan ini tidak lepas dari performa impresif para pemain kunci mereka. Clarissa tampil luar biasa dengan torehan double-double, 13 poin dan 19 rebound. Agresivitasnya di bawah ring jadi fondasi penting bagi kokohnya permainan SHS. Sementara itu, Carissa Reyna Kho menjadi motor serangan tim. Ia mencatatkan 21 poin dan 9 rebound, nyaris menyentuh double-double juga. Kontribusinya bukan hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari keberanian mengambil keputusan di momen-momen penting. Sebagai pelengkap musim yang sempurna, nama Carissa Reyna Kho resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 Jambi sektor putri. Penghargaan tersebut menjadi simbol betapa besar pengaruhnya dalam perjalanan SHS musim ini. Dua musim, dua gelar. Suria Harapan School datang sebagai pendatang baru, tetapi pulang sebagai penguasa baru. DBL Jambi kini punya ratu baru, dan namanya adalah Suria Harapan School.

DBL Academy Jadi yang Pertama Gelar Basketball Clinic di Kepulauan Seribu

Basketball Clinic Kepulauan Seribu

DBL Academy bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta baru saja menggelar Basketball Clinic Kepulauan Seribu pada Rabu, 4 Februari 2026 di SMAN 69 Jakarta. Agenda ini jadi momen spesial karena untuk pertama kalinya Basketball Clinic digelar untuk pelajar SMP dan SMA Kepulauan Seribu. Kegiatan berlangsung sejak 10.00 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta putra dan putri. Di antaranya 20 peserta dari SMAN 69 Jakarta dan 20 pesrta dari SMPN 113 Jakarta. Basketball Clinic dipimpin langsung oleh jajaran pelatih DBL Academy. Salah satunya Dimaz Muharri, Basketball Director DBL Academy, yang turun langsung membagikan soal materi fundamental basket kepada para peserta. “Hari ini pertama kali dalam sejarah basket Jakarta, Perbasi Jakarta dan Perbasi Kepulauan Seribu mengadakan Basketball Clinic di SMA Negeri 69 Jakarta, Kepulauan Seribu,” ujar Coach Dimaz. Materi yang diberikan berfokus pada dasar-dasar permainan basket. Mulai dari basic dribble, basic passing, hingga basic shooting dan layup menjadi menu utama latihan hari itu. Menurut Coach Dimaz, pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta. Usai melihat langsung kemampuan para pemain, tim pelatih sepakat untuk menekankan fundamental sebagai pondasi awal. “Kurang lebih ada 40 peserta, cowok dan cewek. Karena kita lihat semuanya masih basic, jadi hari ini kita kasih yang fundamental basket banget,” jelasnya. Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi. Anak-anak Kepulauan Seribu terlihat aktif mengikuti latihan, berani mencoba setiap materi, dan tak ragu bertanya meski sebagian besar masih baru mengenal basket. Coach Dimaz mengaku sempat terkejut melihat respons itu. Minimnya agenda basket sebelumnya justru membuat kehadiran Basketball Clinic ini terasa sangat dinantikan. “Cukup kaget sih. Cuaca lagi panas-panasnya, tapi mereka sangat excited. Mungkin karena pertama kali Basketball Clinic ke sini, jadi mereka nggak malu-malu walaupun belum bisa basket,” ungkapnya. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka peluang. DBL Academy berharap dari wilayah yang jarang tersentuh agenda basket, bisa lahir talenta potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Coach Dimaz mencontohkan kisah Muhammad Haikal Malik asal Bengkulu, yang berawal dari ajang Basketball Clinic hingga akhirnya berkesempatan mengikuti DBL Camp dan bahkan menembus DBL Indonesia All-Star. “Dia nggak ikut DBL liga, tapi ketemu di event Basketball Clinic. Dari situ, akhirnya dia ikut program DBL Play Road to DBL Camp musim lalu, dan akhirnya berangkat ke Amerika sebagai DBL All-Star,” kenangnya. Melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu, DBL Academy ingin memastikan mimpi itu tetap terbuka. Siapa tahu, dari lapangan SMAN 69 Jakarta, akan lahir nama besar basket Indonesia berikutnya.

Timnas basket 3×3 putri U17 Indonesia juara SEABA Cup 2025

Timnas 3×3 U17 Putri

Timnas basket 3×3 U17 putri Indonesia menjadi juara kompetisi usia muda SEABA U17 3×3 Cup Singapura 2025 setelah mengalahkan Thailand di laga final, Minggu. Indonesia, yang diperkuat, Kayla Imani, Kamila Islami, Joanne Giovanni, dan Kadek Winda, menaklukkan Thailand dengan skor 17-15 di final. Pertandingan ini dimainkan setelah mereka mengalahkan tuan rumah Singapura pada semifinal, dengan skor 18-17. “Indonesia Raya! Selamat timnas 3X3 Putri U17 menjadi peringkat-1 pada gelaran SEABA U17 3X3 Cup di Singapura. Jaga momentum positif ini, girls,” tertulis di laman resmi timnas basket Indonesia, dikutip Senin. Dalam turnamen yang digelar selama dua hari ini, Indonesia selalu memenangkan pertandingan. Pada hari pertama, Sabtu, tim asuhan Andrey Rido (pelatih) dan Liana Rosmari (asisten pelatih) ini meraih empat kemenangan melawan Vietnam (21-10), Singapura (21-12), Kamboja (21-4), dan Malaysia (21-13). Pada hari kedua, Minggu, mereka melengkapi kemenangan pada babak penyisihan dengan mengalahkan Thailand skor 18-13. Lima kemenangan ini membuat Indonesia melaju ke semifinal dengan status juara grup. Berbeda dengan tim putri, tim putra yang diturunkan Indonesia dalam turnamen ini hanya sanggup membawa pulang peringkat keempat. Efrael Yerusyalom, Riovaldo Leonardy, Pande Dicky, dan Cokorda Aditya menyapu bersih dengan mengalahkan enam tim di babak penyisihan, guna melaju ke semifinal dengan status peringkat pertama. Mereka mengalahkan Kamboja (12-8), Singapura (19-16), Malaysia (21-17), dan Thailand (21-18) pada Sabtu, lalu melanjutkan tren positif ini dengan mengalahkan Laos (21-14) dan Vietnam (21-18) pada Minggu. Sayangnya, performa positif ini tak berlanjut di babak semifinal. Mereka dikalahkan Thailand dengan skor 18-19, sebelum kemudian kalah dalam perebutan tempat ketiga dari Malaysia dengan skor 17-2.

FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025: Indonesia Amankan Medali Perunggu

Joanne Giovanni

Kekalahan di laga semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B kontra India menuntun Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menuju laga perebutan posisi ketiga pada Kamis, 19 September 2025. Pada laga tersebut, Indonesia kembali dipertemukan dengan Hong Kong, tim yang juga menelan kekalahan di fase semifinal, sekaligus tim yang sempat menumbangkan Indonesia di fase grup. Di mana kala itu Indonesia terkena comeback dan kalah tipis 74-71. Namun, hasil berbeda justru hadir. Indonesia sukses melakukan revans dan mengunci kemenangan meyakinkan 51-30. Kemenangan tersebut memastikan medali perunggu menjadi milik Indonesia. Meski gagal menembus final, setidaknya Timnas Putri U16 tidak pulang dengan tangan kosong. Perjalanan menuju kemenangan tidak mudah. Indonesia sempat terseok di awal laga dengan skor imbang 7-7 pada kuarter pertama. Namun, mereka berhasil bangkit di kuarter kedua. Meski Hong Kong lebih dulu membuka keran poin, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 23-13. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah lagi tertinggal. Anak asuh Marlina Herawan terus memperlebar jarak hingga akhirnya menutup pertandingan dengan selisih 21 angka. Berbeda dari pertemuan sebelumnya, Indonesia tampil jauh lebih rapi dan agresif. Mereka unggul di hampir semua aspek, mencatat 21 steal dan mengonversinya menjadi 22 poin dari turnover lawan. Meski tak ada pemain yang menonjol secara individu, kontribusi kolektif menjadi kunci kemenangan. Hanya ada satu pemain yang menorehkan dua digit, yakni Hannah Harshita dengan 12 rebound. Sementara untuk urusan poin, Hannah Harshita, I Gusti Ayu Krisabella, dan Racquell Fulgencia Hendyawan sama-sama menjadi yang terbanyak dengan sembilan angka. Indonesia telah berjuang keras sepanjang sepekan terakhir. Medali perunggu ini menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu bangkit setelah kegagalan di semifinal, sekaligus menegaskan potensi besar yang dimiliki generasi muda basket putri Tanah Air untuk bersinar di masa depan.

FIBA U16 Women’s Asia Cup: Indonesia Gagal Melaju ke Final

Chelsea Aurelia Adellye

Langkah terakhir Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia terjegal oleh India. Setelah melewati begitu banyak rintangan hingga berhasil menembus semifinal FIBA U16 Women’s Asia Cup 2025 Malaysia – Division B, perjuangan mereka harus terhenti. Pada laga perebutan tiket final, Indonesia harus mengakui keunggulan India dengan skor akhir 65-53, Kamis, 18 September 2025. Meski kalah, Indonesia sejatinya tidak selalu tertinggal. Paruh pertama laga berjalan ketat, dengan kuarter pertama berakhir imbang 11-11, dan kuarter kedua ditutup dengan skor sama kuat 24-24. Pertandingan ini benar-benar berlangsung sengit, bahkan keunggulan sempat berpindah tangan sebanyak delapan kali sepanjang laga. Hingga kuarter ketiga, margin kedua tim tak pernah lebih dari lima poin. Namun, di penghujung kuarter ketiga, India berhasil unggul tipis 44-40. Sayangnya, di kuarter keempat, Indonesia kehilangan momentum. India langsung melesat dengan 15 poin beruntun hingga pertengahan kuarter, sementara Indonesia hanya menambahkan satu poin. Di sisa waktu, Indonesia sempat memangkas jarak, namun peluang untuk membalikkan keadaan seolah sirna karena beberapa percobaan gagal dimanfaatkan dengan baik. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal meraih kesempatan untuk dipromosikan ke Divisi A. Mereka kini harus puas ke fase perebutan posisi ketiga, menghadapi tim yang juga menelan kekalahan pada laga semifinal lainnya, yakni antara Hong Kong versus Iran. Meski gagal menembus partai puncak, kerja keras skuad asuhan Marlina Herawan patut diapresiasi. Salah satunya ditunjukkan oleh Inez Angelina Welly yang bermain selama 33 menit dengan torehan 13 poin, 6 steal, dan 4 rebound. Kontribusi lain juga datang dari Kayla Alisya Adiutomo, I Gusti Ayu Krisabella, dan Joanne Giovanni, yang masing-masing menambahkan sembilan poin. Laga perebutan tempat ketiga akan digelar pada Jumat, 19 September 2025 pukul 14.30 WIB.

FIBA U16 Asia Cup 2025: Perjuangan Indonesia Usai di Fase Grup

FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia

Harapan Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia untuk melangkah ke babak knockout FIBA U16 Asia Cup 2025 Mongolia harus pupus. Hasil itu dipastikan usai menelan kekalahan atas Taipei di laga terakhir fase grup dengan skor akhir 107-102, Selasa, 2 September 2025. Sejatinya, Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa memperebutkan kursi ke babak Knockout. Dengan catatan, mereka harus menang 11 poin atau lebih atas Taipei. Sejak awal pertandingan, anak asuh Parna Abrizalt Hasiholan tampil penuh ambisi. Target menang dengan margin besar membuat mereka terus menekan. Keunggulan bahkan sempat berpindah tangan sebanyak empat kali. Meski demikian, Taipei yang digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan di Grup B berhasil memberi perlawanan sengit. Kuarter pertama menjadi bukti kerja keras Indonesia. Sempat tertinggal cukup jauh, mereka menutup 10 menit awal hanya dengan margin tiga angka saja (26-23). Sayangnya, momentum itu belum cukup. Di kuarter kedua, Indonesia kembali tertinggal dan harus puas menutup paruh pertama 60-55. Selepas jeda turun minum, tensi di lapangan kian meningkat. Layup Bryan Gilbert di pertengahan kuarter ketiga, semppat membuat skor imbang 62-62. Bahkan Indonesia sempat berbalik unggul, sebelum akhirnya menutup kuarter ketiga dengan skor sama kuat 74-74. Namun, di kuarter penentuan, Taipei lebih konsisten menjaga tempo permainan. Indonesia justru sempat tertinggal 11 angka saat waktu tersisa kurang dari tiga menit (93-104). Meski begitu, Indonesia pantang menyerah. Mereka terus memangkas jarak hingga tinggal tiga poin di sisa 13 detik (105-102). Sayang, alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia justru melakukan pelanggaran yang memberi Taipei dua tembakan gratis. Momentum pun hilang, dan laga berakhir dengan skor 107-102. Kekalahan ini melengkapi catatan pahit Indonesia di fase grup. Tiga laga yang dijalani, seluruhnya berujung kekalahan, yakni melawan Selandia Baru, Filipina, dan Taipei. Tanpa kemenangan, Indonesia harus rela menutup perjalanan di dasar klasemen Grup B. Sesuai regulasi, hanya pemuncak klasemen yang otomatis lolos, sementara peringkat dua dan tiga beradu lagi untuk tiket tersisa. Meski gagal melaju, penampilan beberapa pemain layak diapresiasi. Benjamin Piet Hernusi tampil gemilang dengan torehan 22 poin, meski sempat mengalami cedera di laga sebelumnya. Steven Sebastian mencatatkan dobel-dobel 18 poin dan 12 rebound. Sementara Gede Dio Arghya Naranatha (14 poin) dan Bryan Gilbert (11 poin) juga ikut menyumbang dua digit angka. Perjuangan Timnas U16 memang harus terhenti lebih cepat. Namun, performa mereka yang mampu mengimbangi salah satu unggulan Asia memberikan catatan positif untuk masa depan basket muda Indonesia. Sumber: DBL

Timnas Putra Indonesia Tutup ASBC 2025 dengan Kemenangan

Timnas Basket Putra - ASBC 2025 (4)

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada laga terakhirnya, mereka sukses mengalahkan Arab Saudi dengan skor telak 83-50 di GOR Manahan, Solo, Sabtu, 30 Agustus 2025 dan harus puas di peringkat kelima. Meski gagal menembus semifinal, Indonesia membuktikan diri masih punya daya saing kuat. Sejak tepis mula, anak-anak asuhan Rifki Antoloyn ini langsung memimpin tempo permainan. Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis 19-14. Di kuarter-kuarter berikutnya, mereka melaju sangat cepat. Begitu memasuki kuarter kedua, margin semakin melebar dan tidak pernah lagi turun di bawah dua digit. Arab Saudi benar-benar kesulitan keluar dari tekanan pertahanan Indonesia. Kemenangan ini juga terasa spesial karena hampir semua pemain mendapat menit bermain yang merata. Rotasi luas yang diberikan pelatih membuktikan bahwa seluruh anggota tim mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan. Dari sisi produktivitas, Kenneth Leebron Huang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai mesin poin milik Indonesia. Pemilik nomor punggung itu mencetak 18 poin. Riovaldo Renjiro Leonardy juga tampil tajam dengan sumbangan 17 poin. Di paint area, Made Gandhi Wibisana Menara justru menjadi jangkar pertahanan berkat catatan 11 rebound. Salah satu pemain, Gablin Yomarlo Tobing, membagikan kesan pribadinya seusai laga. “So far, ikut ASBC ini seru sih, Kak. Tapi kalau sesuai target sih belum ya, target awal sih harus bisa bawa medali. Ternyata belum bisa tercapai, dan masih banyak evaluasinya,” ucapnya lewat wawancara WhatsApp. Dengan hasil ini, Indonesia resmi finis di posisi kelima 9th Asian School Basketball Championships 2025. Meski belum sesuai target, performa solid di laga terakhir ASBC 2025 memberikan modal berharga untuk turnamen selanjutnya. Sementara Arab Saudi harus puas menutup kompetisi di posisi keenam. Sumber: DBL

Srikandi Indonesia Raih Medali Perunggu ASBC 2025

Timnas Putri Indonesia - ASBC 2025

Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia menutup perjalanan di 9th Asian School Basketball Championships (ASBC) 2025 dengan manis. Bermain di Bronze Match, tim besutan Syafiq Ahmad Rizaldi itu berhasil mengalahkan Hong Kong 59-39 di GOR Manahan, Solo, Sabtu 30 Agustus 2025. Indonesia sempat tertinggal di awal pertandingan. Setelah dibuka dua tembakan gratis Komang Mariani Puteri Sekar Sari, Hong Kong justru unggul lima angka. Namun, Indonesia cepat bangkit. Tiga angka Kartika Hatta Mahanani menutup kuarter pertama dengan skor 14-10, untuk Indonesia. Di kuarter kedua, Indonesia sempat menjauh hingga 12 poin (25-13). Namun, Hong Kong tidak menyerah dan memangkas margin menjadi tiga angka saja di penghujung paruh pertama (25-22). Memasuki babak kedua, Indonesia tak ingin memberi celah. Dalam 20 menit sisa pertandingan, mereka menambahkan 34 poin, sementara Hong Kong hanya menambahkan 17 poin. Peluit akhir pertandingan pun memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 59-39, sekaligus medali perunggu ASBC 2025. Secara statistik, akurasi Indonesia masih belum maksimal. Dari 68 percobaan, hanya 21 yang berbuah poin (30 persen). Eksekusi tembakan gratis dari Indonesia juga cenderung rendah. Hanya melesat 9 dari 16 kali percobaan (56 persen). Namun, keunggulan mereka tetap cukup untuk mengunci kemenangan. Putu Kezia Angelie Setiawan kembali jadi motor utama dengan 19 poin. Yang mana 12 di antaranya berasal dari tembakan tripoin. Komang Mariani Puteri tampil dominan di paint area dengan 17 rebound, ditambah 3 assist dan 2 poin. Sementara Berlian Yesi Triutari menyumbang 10 poin dan 7 rebound. Kemenangan ini menegaskan langkah Indonesia yang mampu bangkit setelah gagal di semifinal. Srikandi Merah Putih resmi menutup 9th Asian School Basketball Championships 2025 sebagai pemilik medali perunggu.