Pelti jadikan Piala Davis 2026 bekal pematangan petenis muda

Tim Piala Davis Indonesia

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menjadikan kekalahan dari Rumania pada Grup II Dunia Piala Davis 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus bekal pematangan para petenis muda Indonesia. “Memang kelihatan bahwa dari sisi pengalaman pertandingan kita kalah dibandingkan dengan Rumania yang jam terbangnya jauh lebih banyak. Sehingga ini akan menjadi masukan bagi Pelti untuk terus mempersiapkan diri,” kata Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu. Indonesia kalah 0-4 dari Rumania dengan mengandalkan sejumlah pemain muda, yakni Gunawan Trismuwantara, Rafalentino Ali Da Costa, Lucky Candra Kurniawan, Ethan David Zapp, dan Claudio Renardi Lumanauw. Menurut Andi, salah satu pekerjaan rumah Pelti adalah memperbanyak jam terbang para pemain melalui turnamen agar mereka semakin terbiasa menghadapi lawan di level internasional. “Tentu dengan menyiapkan turnamen-turnamen untuk tim kita, biar mendapatkan banyak pengalaman juga,” ujar Andi. Meski kalah, Andi menilai penampilan para pemain muda tetap memberikan gambaran positif untuk pengembangan tim Piala Davis Indonesia dalam jangka panjang. “Pelti sangat optimistis ke depannya. Kalau kita persiapkan dengan baik, tentu Davis Cup yang rencananya akan dimulai tahun depan, Februari kira-kira, kita akan lebih matang lagi,” kata Andi. Rafalentino juga mengakui pertandingan melawan Rumania memberikan pengalaman penting, terutama karena menjadi kesempatan pertamanya membela Indonesia pada Piala Davis. “Kami senang sekali pertama kalinya bisa membela Indonesia di ajang Piala Davis. Sayang hasilnya kurang memuaskan. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami,” ujar Rafalentino. Menurut dia, perbedaan pengalaman menjadi salah satu tantangan terbesar ketika menghadapi pemain Rumania. “Dari segi pengalaman maupun usia sangat berbeda. Kami sudah mencoba yang terbaik,” katanya. Pada pertandingan hari kedua, Rafalentino berpasangan dengan Ethan dan kalah 2-6, 1-6 dari Stefan Horia Haita/Radu David Turcanu. Sementara itu Lucky Candra Kurniawan menunjukkan perlawanan ketat terhadap Gabriel Ghetu sebelum kalah 6-7(2), 6-7(1). Indonesia akhirnya kalah 0-4 dan harus menjalani play-off Grup II Dunia Piala Davis pada 2027.

Kejurnas junior IMTC antarkan petenis muda ke persaingan internasional

Kejuaraan nasional (Kejurnas) tenis junior IMTC-PTPN IV Regional 3 dan NASSAU PTPN IV Riau menjadi ajang bagi petenis muda Indonesia untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat internasional. Direktur Penyelenggara IMTC Irawati mengatakan turnamen yang digelar Irawati Moerid Tennis Competition (IMTC) tersebut menjadi bagian dari komitmen dalam mencari dan membina bibit unggul tenis Indonesia. “Terima kasih kepada NASSAU yang terus mendukung perhelatan IMTC di berbagai daerah,” ujar Irawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu. Kejuaraan yang bekerja sama dengan PTPN IV Regional 3 itu berlangsung pada 22-30 Agustus 2026 di Lapangan Tenis PTPN V, Jalan Rambutan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 300 petenis muda dari 40 kabupaten dan kota di Indonesia ambil bagian dalam turnamen berstatus Turnamen Diakui Pelti (TDP) tersebut. Kejurnas mempertandingkan kelompok umur 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun putra dan putri untuk nomor tunggal dan ganda. Selain kategori utama, panitia juga menghadirkan nomor bola merah dan bola oranye bagi pemain usia dini yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan keluarga. Sejumlah petenis peringkat atas nasional turut tampil dan menjadikan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari proses pematangan menuju kompetisi internasional. Salah satunya Al Zauki Zio Asmara yang merupakan peringkat satu nasional KU 12 putra sekaligus anggota Timnas Indonesia KU 12. Ia dijadwalkan tampil pada Final Asia Oceania di Singapura pada September 2026. Selain itu, terdapat Ahmad Zulfan Dwi Sadewa yang merupakan pemain Timnas KU 14 putra serta Syawal Noor Kaluku yang menempati peringkat kelima nasional KU 16 putra. Dari sektor putri, Marshella Feodora Christine Limpong tercatat sebagai peringkat kelima nasional KU 14 putri dan turut bersaing dalam turnamen tersebut. Kejuaraan nasional tersebut sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi petenis usia dini hingga remaja untuk menambah jam terbang, mengasah kemampuan serta membangun sportivitas sebelum melangkah ke level persaingan yang lebih tinggi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memperkuat peran turnamen dalam pembinaan tenis junior, khususnya di wilayah Sumatra, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk berkembang menuju pentas nasional dan internasional.

Pati Tuan Rumah Sirnas Tenis Junior, 100 Atlet Muda se-Indonesia Bertanding

Sirkuit Nasional Tenis Junior

Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional Tenis Junior atau SIRNAS 2026. Ajang bergengsi tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (24/8/2026) hingga Jumat (28/8/2026). Direktur PT Eka Dharma Sukses, Rusdianto Eko Saputra, mengatakan turnamen ini diikuti sekitar 100 atlet junior dari berbagai daerah di Indonesia. “Ini untuk kelompok umur 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun. Pesertanya campuran dari seluruh Indonesia karena ini kelasnya nasional,” ujar Rusdianto. Rusdianto menyebut peserta datang dari berbagai kota. Mulai dari Surabaya, Sukoharjo, Semarang, hingga Sumatera. “Total peserta keseluruhan sekitar 100 orang. Yang paling banyak ada di kelompok umur 10, 12, dan 14,” jelasnya. Dalam kompetisi ini, setiap kelompok umur akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Para juara berhak atas piagam dan medali. “Tidak ada uang pembinaan, karena ini untuk junior. Jadi hadiahnya piagam dan medali,” katanya. Pembukaan turnamen ini turut ditinjau langsung Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Ia mengapresiasi PT Eka Dharma Sukses yang memilih Pati sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi berskala nasional. “Tentunya ini pertandingan yang luar biasa diadakan di Kabupaten Pati. Terima kasih kepada PT Eka Dharma Sukses sudah menyelenggarakan turnamen tenis junior,” kata Chandra. Rusdianto berharap SIRNAS bisa menjadi wadah pencarian bibit atlet tenis junior, khususnya dari Kabupaten Pati. “Harapan saya, memang saya asli Pati. Saya ingin mencari bibit-bibit atlet tenis junior yang dari Pati,” ujarnya. Ia juga berharap event nasional ini dapat kembali digelar di Pati pada tahun-tahun mendatang. “Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kita bisa menggelar lagi seperti ini di Pati,” tegasnya. Dengan keikutsertaan ratusan petenis muda dari berbagai wilayah, SIRNAS 2026 di Pati diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pengalaman bertanding bagi atlet-atlet junior.

Rifqi Fitriadi juarai ITF M15 Maanshan

Muhammad Rifqi Fitriadi

Petenis putra Indonesia, Muhammad Rifqi Fitriadi menjuarai turnamen ITF M15 Maanshan di China setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Kokoro Isomura dengan skor 7-5, 6-3 pada partai final, Minggu. Kemenangan tersebut mengantarkan Rifqi meraih gelar tunggal ketiganya sepanjang tahun ini, sekaligus memperpanjang tren positifnya dalam rangkaian turnamen tenis di China. “Ya pasti menguras fisik, menguras pikiran, tapi tetap keep positif terus aja,” kata Rifqi kepada ANTARA melalui pesan instan, Minggu, ketika menceritakan perjuangannya melewati rangkaian pertandingan panjang pada pekan pertama ajang ITF M115 Maanshan. Rifqi mengatakan sejak pertandingan pertama dirinya sudah harus menjalani laga tiga set. Tantangan fisik berlanjut pada babak-babak berikutnya, termasuk perempat final yang berlangsung lebih dari dua setengah jam, sebelum akhirnya dia mencapai semifinal dan final. Gelar di Maanshan menjadi lanjutan dari kebangkitan Rifqi di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, petenis berusia 27 tahun itu mengakhiri penantian hampir tiga tahun untuk kembali menjuarai turnamen tunggal ITF dengan memenangi seri kedua ITF M15 Wunning. Momentum tersebut kemudian berlanjut ketika Rifqi kembali menjadi juara tunggal pada seri berikutnya di Wunning. Keberhasilan itu sekaligus menjadi gelar tunggal keduanya pada rangkaian turnamen tersebut dan memberinya kepercayaan diri untuk terus menjaga konsistensi di musim ini. “Pengalaman di Wunning sangat penting sekali karena memang momen-momen seperti ini yang kita cari sebagai pemain tenis. Jadi biar kita bisa terus keep going di season ini,” ujar Rifqi. Menurut dia, rangkaian pertandingan di China juga penting sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain menjaga ritme pertandingan, Rifqi mengatakan pengalaman menghadapi laga panjang membantu dirinya mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Janice/Aldila tundukkan tuan rumah untuk menuju babak kedua Wimbledon

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak kedua Wimbledon setelah menundukkan pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 6-3, 6-4 pada babak pertama All England Club, London, Jumat WIB. Berita Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk mengatasi perlawanan pasangan Inggris tersebut sekaligus membalas kekalahan yang mereka alami dari lawan yang sama pada semifinal Nottingham Open beberapa pekan lalu. Pasangan Indonesia tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Setelah memenangi gim pembuka pada set pertama, Janice/Aldila tancap gas dengan merebut tiga gim beruntun untuk unggul 4-1. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali tampil dominan. Mereka mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga momentum untuk memimpin 4-2. Meski Dart/Lumsden sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, pasangan Indonesia tetap tenang dan memastikan kemenangan dengan merebut gim ke-10 sekaligus mengunci set kedua 6-4. Statistik Wimbledon menunjukkan Aldila/Janice unggul dalam hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan empat ace, dibandingkan satu ace milik pasangan tuan rumah. Ganda putri Indonesia juga tampil lebih rapi dengan hanya melakukan dua kesalahan, sementara Dart/Lumsden membukukan empat kesalahan. Efektivitas servis pertama menjadi salah satu kunci kemenangan Janice/Aldila. Mereka memasukkan 56 dari 77 servis pertama atau 73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen (50/74). Dari servis pertama tersebut, Aldila/Janice memenangi 59 persen poin (33/56), sedangkan Dart/Lumsden mencatatkan 56 persen (28/50). Saat harus memainkan servis kedua, pasangan Indonesia juga lebih unggul dengan memenangi 57 persen poin (12/21), sementara lawan hanya memperoleh 42 persen (10/24). Dalam pengembalian servis, Janice/Aldila mengoleksi 49 poin penerimaan berbanding 42 milik lawan. SumberDaya Bahasa Mereka juga lebih efektif memanfaatkan peluang break dengan mengonversi empat dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Dart/Lumsden hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan kesempatan. Meski jumlah winner kedua pasangan relatif berimbang, yakni enam milik Aldila/Janice dan lima milik Dart/Lumsden, pasangan Indonesia tampil jauh lebih konsisten dengan hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, berbanding sembilan yang dilakukan pasangan Inggris. Secara keseluruhan, Janice/Aldila memenangi 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengumpulkan 70 poin. Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Janice setelah langkahnya di nomor tunggal terhenti pada babak kedua usai kalah dari unggulan Australia Daria Kasatkina melalui pertandingan tiga set 7-6(5), 1-6, 4-6.

Piala Wamenhan jadi ajang jaring bibit petenis junior

Kejuaraan Tenis Junior IMTC Piala Wakil Menteri Pertahanan

Kejuaraan Tenis Junior Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Piala Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan bibit petenis muda potensial dari berbagai daerah. Turnamen di Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan, Cawang, Jakarta Timur, itu diikuti oleh 250 petenis junior dari 80 daerah dengan kategori usia 8 hingga 18 tahun. “Selama ini memang ada keraguan bagi para petenis setelah melewati masa junior, ia harus memutuskan apakah melanjutkan bermain tenis atau sekolah mengingat turnamen tenis junior di dalam negeri sangat kurang,” kata Direktur IMTC, Irawati Moerid dalam keterangan tertulis, Jumat. Irawati mengatakan IMTC fokus kepada pembinaan tenis usia dini melalui kompetisi berjenjang guna meningkatkan jam terbang atlet muda dan menjaga regenerasi petenis nasional. Menurut dia, semakin banyak turnamen junior digelar maka peluang menemukan atlet potensial juga semakin besar. “Kita harapkan dari usia muda ini untuk kita cari bibit-bibit yang bagus untuk kita sekolahkan khusus nantinya untuk jadi pemain tenis yang bagus,” ujar Irawati. “Ini juga selaras dengan bela negara. Bela negara itu setiap warga negara bisa melakukannya sesuai bidang masing-masing demikian juga dengan olahraga.” Tingginya antusiasme peserta membuat panitia menambah satu lapangan pertandingan di Lapangan Tenis Bea Cukai, Rawamangun, untuk mendukung kelancaran pertandingan. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berpeluang mendapatkan pembinaan lanjutan. Atlet yang dinilai memiliki potensi akan dipantau bersama Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus. “Tentunya yang punya potensi bagus sayang kalau dibiarkan, nanti akan kita sekolahkan khusus. Beberapa sudah kita kirim sekolah ke luar negeri untuk ditingkatkan,” ujar Irawati.

WTA 1000 Roma: Janice Tjen kandas pada babak pertama

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen kandas pada babak pertama Internazionali BNL D’Italia 2026 di Rome setelah kalah dari petenis Amerika Peyton Stearns, Rabu. Janice terpaksa menyerah pada babak pembuka WTA 1000 Roma setelah berjuang satu jam 25 menit di Lapangan 13 Foro Italico, dengan skor akhir 4-6, 4-6. Pada set pertama Stearns membangun keunggulan melalui dua ace. Namun, Janice dengan servis kuatnya mampu memasukkan servis pertama lebih baik dengan persentase 62,1 persen. Stearns kemudian berhasil mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk mencuri set pertama. Janice berusaha bangkit pada set kedua dengan mencatatkan lima ace, yang kemudian diperpanjang dengan memasukkan servis pertama lebih banyak, yakni 66,7 persen. Namun, Stearns yang bermain tanpa kesalahan ganda — di saat Janice mencatatkan dua kesalahan ganda — memimpin dari segi perolehan poin dalam pengembalian bola. Petenis kelahiran Cincinnati berusia 24 tahun itu juga mengkonversi dua dari lima peluang break point untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Selanjutnya pada babak kedua Italian Open 2026, Stearns, yang saat ini berada di peringkat 49 WTA, akan berhadapan dengan rekan senegaranya unggulan ke-17 Madison Keys, yang mendapat bye pada babak pertama. Sementara itu, bagi Janice kekalahan tersebut mengulang hasil pahit ketika harus terhenti pada babak pertama dalam tur Amerika pada Maret, termasuk Merida Open di Meksiko, Indian Wells, Miami, dan Charleston. Janice, yang saat ini berada di No.40 dunia, mematahkan catatan tersebut dengan berhasil melaju hingga babak kedua Madrid Open. Ia juga bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi berhasil mencapai perempat final ajang WTA 1000 Madrid tersebut. Ganda putri Indonesia itu juga tampaknya akan kembali berpasangan di Roma setelah melakukan sesi latihan bersama beberapa hari lalu.

Aldila/Janice tersingkir dari Madrid Open

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tersingkir pada babak perempat final turnamen tenis bergengsi Madrid Open. Aldila/Janice menyerah 7-5, 5-7, 8-10 kepada pasangan Jerman Laura Siegemund/Vera Zvonareva, demikian catatan turnamen WTA 1000 itu. Bermain di Park Manzanares, Janice/Aldila memimpin 2-1 pada set pertama, sampai kemudian memenangkan set ini dengan 7-5. Pada set kedua, Aldila/Janice tampil percaya diri sampai unggul 5-4, namun Siegemund/Zvonareva memberikan perlawanan hingga balik mengalahkan Aldila/Janice dengan 7-5. Pada set ketiga, kedua pasangan bermain ketat sampai kedudukan 3-3, tetapi akhirnya dimenangkan Siegemund/Zvonareva dengan 10-8 untuk mencapai semifinal Madrid Open. Pada babak 16 besar Aldila/Janice menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2.

Madrid Open 2026: Janice/Aldila ke perempat final

Janice Tjen-Aldila Sutjiadi

Ganda putri Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak perempat final turnamen tenis bergengsi WTA 1000 Madrid Open 2026. Kepastian ini didapat setelah pasangan Indonesia itu menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2. Laman WTA menyebutkan, bertanding pada 16 besar di Lapangan 5 La Caja Magica, Madrid pada Minggu malam WIB, duet Indonesia ini tampil percaya diri dan konsisten mendikte lawan sejak awal laga. Pada set pertama, Janice/Aldila memimpin cepat 2-0. Meski Bucsa/Melichar-Martinez memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan, mereka menjauh hingga 5-2. Tapi Busca/Melichar-Martinez ua gim beruntun menjadi 5-4. Namun, Janice/Aldila bangkit untuk menutup set pertama dengan 6-4. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali melesat 2-0, walau pasangan Spanyol-AS menekan balik. Tampil solid, duet Indonesia itu menjauh 3-1, kemudian 4-2, sebelum mengakhiri set ini dengan 6-2 oleh servis keras Aldila. Pada perempat final mereka akan menghadapi ganda putri Laura Siegemund/Vera Zvonareva (Jerman/Rusia), yang menyingkirkan unggulan pertama Sara Errani/Jasmine Paolini.

Madrid Open 2026: Janice terhenti di tangan unggulan

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak kedua Madrid Open 2026 setelah kalah dari unggulan ke-20 Liudmila Samsonova dengan skor 6-2, 6-1 di Lapangan 8 Caja Magica, Jumat. Janice tak mampu menghalau Samsonova yang bermain solid dalam laga pembukanya pada ajang WTA 1000 tersebut. Berbekal servis kuat, petenis asal Rusia itu menciptakan satu ace, memasukkan 82,6 persen servis pertama, lalu mencatatkan 84,2 persen poin pada servis pertama. Permainan solid Samsonova berlanjut pada set kedua. Tidak seperti set pembuka yang diwarnai dua kesalahan ganda, ia bermain tanpa catatan double fault, dan mengkonversi tiga dari empat peluang break point. Petenis berusia 27 tahun yang saat ini berada di peringkat ke-20 WTA tersebut mencatatkan 81,8 persen poin pada servis pertama, dan 80 persen untuk membukukan kemenangan. Pada babak ketiga, Samsonova menunggu pemenang laga antara unggulan ke-13 asal Ceko Linda Noskova atau petenis Kolombia Emiliana Arango. Meski mengalami kekalahan, Janice berhasil memecah kebuntuan setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen sebelumnya. Ia terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko, lalu kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Ia kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Janice masih memiliki satu nyawa lagi untuk tetap berada di Madrid. Berpasangan dengan seniornya di timnas Indonesia Aldila Sutjiadi, ganda putri peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu akan bertanding di babak 16 besar Madrid Open 2026. Janice/Aldila, yang meraih gelar WTA 250 Chennai Open di India pada November 2025, menunggu pemenang dari laga babak pertama duo Asia Jepang-Taipei Eri Hozumi/Fang-Hsien Wu atau unggulan keenam pasangan Spanyol-AS Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez.

Madrid Open 2026: Janice melenggang ke babak kedua

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melenggang ke babak kedua WTA 1000 Mutua Madrid Open 2026 setelah mengalahkan petenis Rusia Alina Charaeva pada laga pembukanya di Madrid, Spanyol, Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Janice mengalami kesulitan di awal tetapi bermain solid pada set kedua untuk menumbangkan Charaeva dengan 6-4, 6-2, demikian catatan WTA. Petenis berperingkat 39 dunia itu mencoba mendominasi pertandingan tetapi Charaeva, yang menempati peringkat 129 WTA, sengit melawan. Hal itu terlihat dari statistik pertandingan di mana WTA mencatat Janice membukukan lima ace, sementara Charaeva tiga ace. Namun, Janice lebih fokus dengan lebih sedikit mencatatkan double fault, tiga berbanding sembilan. Janice memasukkan 74 persen servis pertamanya, lalu mencatatkan 65 persen poin pada servis pertama, dan 67 persen poin pada servis kedua. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Petenis kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu juga mengkonversi lima dari delapan peluang break point. Kemenangan tersebut memecahkan kejenuhan Janice setelah kandas pada babak pertama dalam empat turnamen terakhir. Dalam persiapannya menuju “Sunshine Double,” Janice terhenti pada babak pertama WTA 500 Merida Open di Meksiko. Dia kalah pada laga pembukanya di Indian Wells dan Miami Open. Masih di Amerika, Janice kemudian mengikuti WTA 500 Charleston Open tetapi lagi-lagi belum mampu membuahkan kemenangan. Pada babak kedua Madrid Open 2026, Janice akan berhadapan dengan unggulan ke-20 Liudmila Samsonova yang mendapatkan bye pada babak pertama.

Janice/Aldila ke 16 besar Madrid Open 2026

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi sukses melangkah ke babak 16 besar Madrid Open 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan di babak 32 besar. Menghadapi pasangan Marta Kostyuk (Ukraina)/Clara Tauson (Denmark), Janice/Aldila menang dua set langsung dalam pertandingan yang digelar di lapangan tanah liat Caja Magica, Madrid pada Kamis (24/4) malam WIB. Mereka menuntaskan laga dengan skor 6-3, 7-6 (7-1), demikian laporan laman resmi WTA. Pada set pertama, Janice/Aldila tampil solid dan mampu mengontrol permainan untuk menutup set dengan kemenangan 6-3. Memasuki set kedua, perlawanan Kostyuk/Tauson meningkat hingga memaksa tie-break. Namun, pasangan Indonesia tetap dominan dan mengunci kemenangan dengan skor tie-break 7-1. Dengan hasil ini, Janice/Aldila memastikan tempat di babak delapan besar. Mereka masih menunggu calon lawan yang akan ditentukan dari pertandingan antara Eri Hozumi (Jepang)/Fang-Hsien Wu (Taiwan) melawan pasangan unggulan keenam Cristina Bucsa (Spanyol)/Nicole Melichar-Martinez (Amerika Serikat). Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/4). Sebelum tampil impresif di nomor ganda, Janice Tjen juga mencatat hasil positif di nomor tunggal. Dia berhasil melaju ke babak kedua usai kalahkan petenis Rusia, Alina Charaeva pada laga pembuka yang berlangsung di lapangan 7 Caja Magica, Rabu (22/4). Dalam pertandingan tersebut, Janice sempat mengalami kesulitan di awal laga. Namun, dia mampu bangkit dan tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua set langsung dengan skor 6-4, 6-2. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri tren negatif Janice yang sebelumnya selalu tersingkir di babak pertama dalam empat turnamen terakhir.

Piala BJK Grup I: Kalah dari Thailand, Indonesia Tetap Lolos

Timnas tenis putri Indonesia

Timnas tenis putri Indonesia menelan kekalahan 1-2 dari Thailand pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania yang berlangsung di New Delhi. Meski menelan kekalahan pada pertandingan melawan Thailand, namun Indonesia tetap berhak lolos ke playoff qualifier yang akan berlangsung pada November karena Indonesia merupakan pemuncak klasemen Grup I Asia Oceania dengan empat kemenangan dan satu kekalahan. Pada pertandingan tunggal pertama, wakil Indonesia Priska Madelyn Nugroho tampil menghadapi Thasaporn Naklo. Namun pertandingan itu hanya berlangsung selama 25 menit karena Priska harus mengundurkan diri saat ia memimpin 3-2. Tim Thailand pun memimpin 1-0. Petenis tunggal putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, tampil pada pertandingan kedua. Janice yang menghuni peringkat 41 dunia itu tidak mengalami masalah berarti saat berhadapan dengan Anchisa Chanta yang berada di peringkat 442 dunia, dan memenangi pertandingan selama 1 jam 35 menit itu dengan skor 6-2, 6-4. Skor kemudian menjadi imbang 1-1. Tim Indonesia menurunkan dua petenis muda pada pertandingan ganda, yakni pasangan Anjali Kirana Junarto/Meydiana Laviola Reinnamah untuk berhadapan dengan wakil Thailand Anchisa Chanta/Patcharin Cheapchandej. Pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 5 menit itu, Anchisa/Pathcarin berhasil menaklukkan pasangan Indonesia dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-4

Piala BJK Grup I: Indonesia Tekuk Korea Selatan

Priska Madelyn Nugroho

Timnas tenis putri Indonesia bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1, pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania di New Delhi, India, Jumat. Indonesia menurunkan petenis tunggal, Priska Madelyn Nugroho, pada pertandingan pertama yang berhadapan dengan Dayeon Back. Pada laga yang berlangsung selama 2 jam 47 menit itu, Priska takluk 5-7, 6-3, 2-6. Petenis peringkat 41 dunia putri, Janice Tjen, membuka asa Indonesia untuk bangkit pada pertandingan tunggal kedua. Janice berhasil menang dua set langsung atas Eunhye Lee dengan skor 6-2, 6-2 pada laga yang berlangsung selama 1 jam 27 menit. Pada pertandingan ketiga yang menampilkan laga ganda putri, Indonesia menurunkan pasangan Aldila Sutjiadi/Janice untuk menghadapi BoYoung Jeong/Eunhye Lee. Pasangan Indonesia Aldila/Janice tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan BoYoung/Eunhye, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit tersebut. Dengan hasil pertandingan melawan Korsel tersebut, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup I Asia Oceania, dengan empat kemenangan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Indonesia memiliki catatan sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Lawan Indonesia pada Jumat, Korsel, berada di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Korsel memiliki catatan menang-kalah yang sama dengan Indonesia yakni sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Dua tim teratas akan promosi ke babak playoff qualifier pada November, sementara dua tim terbawah akan terdegradasi ke Grup II Asia/Oceania 2027. Indonesia masih akan meladeni tim Thailand pada Sabtu (11/4).

Janice Tjen segel tiket 16 besar Indian Wells 2026

Chan Hao-ching dan Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis Chan Hao-Ching menyegel tiket babak 16 besar sektor ganda putri Indian Wells 2026. Dalam laga 32 besar yang berlangsung di Indian Wells, California, Amerika Serikat, Jumat, Janice/Chan menghajar Katarzyna Piter/Andreja Klepac lewat skor 6-4 dan 6-2. Di gim pertama, Janice/Chan tampil mendominasi dengan unggul dalam persentase serve pertama dengan mencatatkan 88 persen berbanding Katarzyna/Andreja yang mengukir 56 persen seperti statistik yang dicatatkan dalam WTA. Janice/Chan juga tampil dominan dalam persentase serve kedua dengan mengamankan probabilitas kemenangan 67 persen dibanding Katarzyna/Andreja yang mengunci 62 persen. Di set pertama, Janice/Chan meladeni permainan terbuka Kararztna/Andreja dan berhasil unggul 5-4 sebelum menutup kemenangan menjadi 6-4. Memasuki set kedua, Janice/Chan bahkan memenangkan poin sebanyak lima kali beruntun pada pertandingan kali ini dan unggul 5-1 sebelum berhasil menutup pertandingan lewat kemenangan 6-2. Di babak 16 besar, Janice/Chan akan menunggu calon lawan antara Christina Busca/Nicole Melichar atau Darija Jurak Schreib/Giuliana Olmos.

Janice Tjen takluk di babak pertama Indian Wells

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus menelan kekalahan pahit pada babak pertama WTA 1000 BNP Paribas Open 2026 di Indian Wells, California, AS, setelah berjuang selama dua jam 46 menit, Kamis WIB. Janice, yang merebut set pertama, dipaksa memainkan rubber set dan tie-break pada set penentu. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu tak mampu menghalau Jaqueline Cristian dengan skor akhir 6-4, 4-6, 6-7(8). Pada set pertama Janice unggul dari segi persentase memenangi poin servis pertama 73,3 persen dan poin servis kedua 63,6 persen, menurut statistik WTA. Ia juga unggul dari segi pengembalian bola untuk memimpin pertandingan. Cristian, yang saat ini berada di peringkat 35 dunia empat strip di atas Janice, mendominasi set kedua dengan servis kuat, mencatatkan dua ace dan 70,4 persen servis pertama. Ia juga mengkonversi keseluruhan dua peluang break point untuk menyamakan kedudukan di set kedua. Janice bangkit pada set penentu dengan memenangi tiga gim langsung, namun Cristian menahan petenis Merah Putih itu 3-3. Kedua petenis saling berkejar-kejaran poin hingga angka di papan skor menunjukkan 6-6. Skenario serupa juga terjadi di tie-break. Kedua petenis tak ingin menyerahkan kemenangan hingga kedudukan 6/6. Cristian yang mencatatkan tiga ace berhasil memenangi dua poin setelah itu untuk menyelesaikan pertandingan babak pembukanya dengan kemenangan. Sementara Cristian melaju ke babak kedua untuk bertemu petenis No.1 Australia unggulan ke-29 Maya Joint yang mendapat bye, Janice untuk pertama kalinya kandas pada babak pertama ajang WTA 1000-nya. Sebelumnya pada WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia. Di WTA 1000 Dubai, Janice berhasil mencapai babak 16 besar. Ia sukses menumbangkan Dayana Yastremska dan Leylah Fernandez dengan straight set, sebelum terhenti di tangan unggulan kedua Amanda Anisimova.

Janice Tjen terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open di Meksiko, setelah kalah dari unggulan kedua Cristina Bucsa/Jiang Xinyu, Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB. Janice/Piter memberi perlawanan kuat pada set pertama namun tak mampu menghalau Cristina Bucsa/Jiang Xinyu setelah satu jam 24 menit dengan skor akhir 5-7, 6-2. Meski Bucsa/Jiang unggul dengan persentase servis pertama yang masuk 68,4 persen, Janice/Piter mampu unggul dari poin servis pertama yang mereka menangi sebesar 68,4 persen, demikian statistik WTA. Pasangan Indonesia/Polandia itu juga unggul dari segi poin pengembalian bola pertama, namun Bucsa/Jiang unggul dari segi pengembalian bola kedua. Duo Spanyol/China itu juga mampu menghadapi poin kritis pada kedudukan 5-5, berhasil mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka. Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang mencoba mempertahankan momentum dengan mengambil alih gim pertama, yang langsung dibalas Janice/Piter pada gim kedua untuk menyamakan keadaan. Dengan servis kuat Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk 81 persen. Namun, kekuatan itu tidak cukup ketika Bucsa/Jiang jauh lebih unggul dalam pengembalian bola. Mereka memenangi tiga gim beruntun setelahnya atau kedudukan 4-1. Janice/Piter berusaha untuk merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, namun upaya itu tidak mampu menghentikan Bucsa/Jiang untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Dengan kekalahan di sektor ganda tersebut, Janice harus angkat kaki dari ajang WTA 500 itu setelah juga terhenti pada babak pertama sektor tunggal usai kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio 4-6, 3-6. Bagi Janice dan Piter hasil tersebut lebih baik dari terakhir kali mereka berpasangan ketika terhenti pada babak pertama Australian Open 2026. Janice dan Piter juga telah dua kali meraih trofi bersama yakni pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada Januari.

Janice Tjen melesat ke peringkat 36 dunia

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatatkan tonggak pencapaian baru dengan melesat ke peringkat 36 dunia, Senin, setelah “Middle East swing” berakhir pekan lalu dengan dengan Dubai Duty Free Tennis Championships, turnamen WTA 1000 kedua musim 2026. Bertanding sebagai wild card, Janice mencatatkan kemenangan Top 30 keempat dalam kariernya dalam perjalanannya menuju babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Leylah Fernandez untuk kedua kalinya setelah pada babak pertama Australian Open 2026. Petenis berusia 23 tahun itu memasuki Top 40 untuk pertama kalinya, naik 10 peringkat dari No.46 ke No.36, demikian dikutip dari WTA. Sebelumnya di WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia dengan 6-0, 6-1. Janice memulai “Middle East swing” di Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Ia mengalahkan petenis No.1 Australia yang sedang naik daun Maya Joint pada babak pertama ajang WTA 500 tersebut. Namun, Janice kandas pada babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Meski begitu, Janice berhasil mencapai semifinal di sektor ganda bersama petenis Filipina Alexandra Eala. Eala juga mencatatkan tonggak capaian baru dengan melompat 16 peringkat dari No.47 ke No.31 setelah berhasil mencapai perempat final WTA 1000 Dubai. Setelah “Middle East swing” Janice bertolak ke Meksiko untuk “Sunshine Swing” dengan mengikuti Merida Open 2026. Pada ajang WTA 500 tersebut Janice menjadi unggulan keenam dengan akan menghadapi petenis Kolombia Camila Osorio pada babak pertama yang dijadwalkan Rabu (25/2). Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2).

Janice Tjen jadi unggulan keenam Merida Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen menjadi unggulan keenam Merida Open di Meksiko, yang akan berlangsung pada 23 Februari – 1 Maret 2026. Janice Tjen sendiri akan melawan Camila Osorio dalam babak pertama turnamen WTA 500 Merida Open 2026. Duel Janice Tjen vs Ososiro akan berlangsung di Yucatan Country Club pada Rabu (25/2) pukul 23:00 waktu Indonesia. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2). Osorio mencatat pencapaian terbaik pada 2025 dengan menjuarai turnamen WTA 250 Bogota, untuk tahun kedua berturut-turut, dan ketiga kali dalam kariernya. Ia juga mencapai semifinal WTA 250 Rabat dan perempat final WTA 250 Singapura. Petenis berusia 24 tahun itu kini berada di peringkat 62 dunia, berada di bawah Janice yang menempati posisi 46 per Minggu malam ini. Bagi Janice, musim 2025 merupakan tahun terobosan setelah mencapai final WTA 250 di Sao Paulo. Ia kemudian menjuarai tur pertamanya di Chennai sehingga menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA Tour sejak Angelique Widjaja di Pattaya City 2002. Peringkat Janice meroket dari No. 411 ke peringkat tertinggi dalam kariernya, No.53. Pada 2025, Janice juga memenangi dua gelar ganda pertamanya di Guangzhou bersama Katarzyna Piter, dan Chennai bersama Aldila Sutjiadi. Ia juga menjuarai WTA 125 Jinan dan meraih enam gelar tunggal ITF pada paruh pertama tahun itu. Sebelum terbang ke Meksiko, Janice menyelesaikan Middle East Swing dengan catatan positif dengan mencapai 16 besar WTA 1000 Dubai setelah kandas pada babak 32 besar Qatar Open. Di Dha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek. Sebelumnya di Abu Dhabi, Janice yang mendapatkan wild card kandas di babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka.

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak ketiga WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships setelah tak mampu menghalau unggulan kedua Amanda Anisimova, Rabu. Janice dibuat mati langkah pada set pertama, lalu ia mencoba bangkit pada set kedua namun dipaksa menyerah oleh runner-up Wimbledon 2025 itu dengan 1-6, 3-6, demikian catatan WTA. “Saya tidak pernah bermain melawan Janice, saya melihat dia bermain dengan sangat baik sepanjang musim ini, jadi sangat senang bisa melewati ini,” ujar Anisimova usai pertandingan. Pada set pertama, Anisimova bermain solid dengan servis kuat, mencatat satu ace dan memenangi poin servis pertama 87,5 persen (14/16). Ia juga memenangi 70 persen poin pengembalian bola pada servis kedua lawan. Petenis Amerika berusia 24 tahun itu melenggang mulus untuk merebut set pertama. Namun, pada set kedua ia mendapat perlawanan kuat dari Janice yang mencatatkan 53,3 persen servis pertamanya (16/30). Anisimova berhasil lepas dari tekanan Janice pada kedudukan 3-2. Ia kemudian memenangi dua gim untuk memimpin 5-2. Namun, Janice tak ingin menyerah begitu saja. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu berhasil mengkonversi peluang break point untuk menahan 3-5 Anisimova. Sayangnya, pada gim kesembilan Janice melakukan double fault yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan. Pada kedudukan 40-30, Anisimova mengembalikan bola yang tidak dapat dijangkau Janice untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dalam satu jam 10 menit. Selanjutnya pada perempat final, Anisimova menunggu pemenang babak 16 besar antara unggulan kelima Mirra Andreeva dan Jaqueline Cristian. Sementara itu bagi Janice mencapai babak 16 besar WTA 1000 Dubai menjadi kemajuan positif setelah kandas pada babak 32 besar pada Qatar Open pekan lalu. Dalam ajang WTA 1000 Doha tersebut Janice terhenti di tangan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek 0-6, 6-3. Janice terpaksa angkat koper dari Dubai setelah juga menderita kekalahan di sektor ganda bersama Ceko Marie Bouzkova usai takluk dari unggulan kelima Gabriela Dabrowski/Luisa Stefani pada babak 16 besar, Selasa (17/8).