Piala Indonesia 2018 Berputar, 127 Tim Bertarung Hingga Januari 2019

PSSI menggelar drawing Piala Indonesia 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Bogor– Setelah enam tahun vakum, Piala Indonesia 2018 bergulir tahun ini. Sebelum bergulir pada 8 Mei, PSSI menggelar drawing di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5). Drawing dilakukan per zona yang seluruhnya berjumlah 16 Zona. Ajang ini diikuti 127 tim dari seluruh kasta kompetisi di tanah air. Mereka bakal saling bersaing demi memperebutkan trofi juara. Laga Persibo Bojonegoro vs Madura United bakal menjadi partai pembuka dan digelar pada sore hari. Sedangkan pada malam harinya bakal digelar duel antara PSBK Blitar menjamu Arema FC. Dalam turnamen kali ini, PSSI sama sekali tak pandang bulu. Semua tim Liga 1 harus memulai eksistensinya dari babak pertama alias 127-besar. Tak ada yang diistimewakan. Artinya kemungkinan tim dari kasta tertinggi tersingkir sejak awal, berpotensi terjadi. Untuk babak I (127 besar) dan II (64 besar) berlaku sistem satu pertandingan. Sedangkan ronde III (32 besar) hingga babak final, akan diterapkan sistem kandang-tandang. Yang menarik, tim Liga 3 bisa saja bentrok kontra wakil dari Liga 1. Sejumlah laga menarik tersaji di babak awal. Persikabo Kabupaten Bogor langsung menantang Persija Jakarta, Persik Kediri vs Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul vs PS Tira. Total ada 16 zona yang diisi oleh masing-masing 6-8 kesebelasan. Saat ini masih ada tiga slot kosong untuk tiga klub. Di Piala Indonesia edisi tahun ini, klub yang berada di liga atau kasta lebih tinggi dari lawannya, akan bermain sebagai tim tamu. Dari hasil drawing ada 16 zona yang akan digelar mulai bulan Mei sampai akhir Juli nanti. Ketua Organizing Comitte (OC) Piala Indonesia, Iwan Budianto, menjelaskan Piala Indonesia akan berlangsung dalam kurun waktu beberapa bulan terhitung dari Mei hingga akhir Januari tahun depan. Untuk babak 32 besar akan dilaksanakan periode Oktober hingga November. Sementara untuk laga semifinal atau 4 besar hingga final, akan didadakan dari Desember sampai Januari. “Babak 64 besar akan dilangsungkan pada Agustus hingga akhir September, 32 besar antara Oktober hingga akhir November, lalu babak 4 besar hingga final diadakan dari Desember sampai Januari,” ujar Iwan. Pada Piala Indonesia 2018, tim yang keluar sebagai juara akan mendapatkan hadiah sebesar Rp3 miliar rupiah, peringkat kedua Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar. (Pras) Hasil undian Piala Indonesia 2018 Zona 1 Kuala Namu vs PSMS Medan PSB Langsa vs PSDS Deli Serdang Persiraja Banda Aceh vs Aceh United PS Keluarga USU vs (Menunggu waiting list dari PSSI untuk zona satu) Zona 2 Kepri 757 Jaya vs PSPS Pekanbaru Persih Tembilahan vs Semen Padang PES Pessel vs Batang Anae FC PS Bintan vs Nabil FC Zona 3 PS Bangka Selection vs Sriwijaya FC Persimura Musi Rawas vs PS Timah Bangka PS Belitung Timur vs PS Bengkulu PS Benteng vs Persijam Jambi Zona 4 Persitangsel vs Bhayangkara FC Lampung Sakti FC vs Perserang Serang Sakai Sambayan Lampung FC vs Cilegon United Persilat Lampung Tengah vs Persita Tangerang Zona 5 Persikabo Bogor vs Persija Jakarta Villa 2000B vs Persiwa Wamena Bogor FC vs Persika Karawang Patriot Candrabhaga vs Bintang Kranggan Zona 6 PSKC Cimahi vs Persib Bandung Maung Anom FC vs Persibat Batang PSCS Cilacap vs Persibangga Purbalingga Persibas Banyumas vs PSGC Ciamis Zona 7 Persab Brebes vs PSIS Semarang Persekat Tegal vs Persik Kendal PSIP Pemalang vs PSIR Rembang Persik Pekalongan vs Persijap Jepara Zona 8 Persiba Bantul vs PS TIRA Persitema Temanggung vs PSIM Yogyakarta PSD Demak vs PSS Sleman Persibara Banjarnegara vs Gadjah Mada FC Zona 9 PSBK Blitar vs Arema FC Persinga Ngawi vs Persis Solo Madiun Putra vs Blitar United Persekam Metro vs Persega Trenggalek Zona 10 Persibo Bojonegoro vs Madura United Persegres Gresik vs Persatu Tuban Madura FC vs Persepam Madura Persekap Pasuruan vs Persu Sumenep Zona 11 Persik Kediri vs Persela Lamongan PSBI Blitar vs Persebaya Surabaya Blitar Putra vs Mojokerto Putra Persekabpas vs Persid Jember Zona 12 PS Sumbawa Barat vs Bali United PS Badung Bali bs Persigo Semeru FC Persekaba Bali vs Perse Ende PSKT Sumbawa vs Persewangi Banyuwangi Zona 13 Kota Baru FC vs Barito Putra Persibeng Bengkayang vs Martapura FC Persipon Pontianak vs Kalteng FC Perseban Banjarmasin vs (menunggu konfirmasi satu klub dari Kalimantan) Zona 14 Persikap Kapuas vs Mitra Kukar PSAD Balikpapan vs Borneo FC Deltras Sidoarjo vs Persiba Balikpapan Persida Sidoarjo vs (menunggu) Zona 15 Persidrap vs PSM Makassar Persbul Buol vs Persbit Bitung Persidago Gorontalo vs Matra Mamuju Persiter Ternate vs Celebest FC Persipal Palu vs (menunggu) Zona 16 Yahukimo FC vs Persipura Jayapura Persintan Intan Jaya vs Perseru Serui Persewar Waropen vs PSBS Biak Pelauw Putra vs Perseka Kaimana

Asian Games Goes to School Sambangi SMPN 115 Tebet, Tanamkan Nilai Olahraga ke Pelajar

Jakarta- Sebagai bagian dari upaya menyemarakkan gelaran Asian Games 2018, Agustus-September, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mengadakan kunjungan ke 18 sekolah terpilih di Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan) dalam event bertajuk ‘Asian Games Goes to School’. Tujuan event ini adalah menanamkan nilai-nilai olahraga pada para pelajar Indonesia yakni sportifitas, disiplin dan kerja keras. Pada Kamis (3/5), INASGOC mengunjungi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 115, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Dalam event itu, INASGOC menggelar kompetisi, games, serta coaching clinic yang menghadirkan dua punggawa Klub Bola Basket Pelita Jaya (PJ) Andrey Mahardika dan Gabriel Batistuta Risky, serta storytelling. Melalui kegiatan ini, INASGOC berharap dapat memberikan dampak positif bagi kaum pelajar di Tanah Air. Yurianto, Kepala Sekolah SMPN 115, mengatakan pihaknya menyambut positif event ini dan berharap pada pelaksanaan Asian Games 2018, Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain untuk menjadi yang terbaik. “Event ini menanamkan cinta olahraga kepada generasi muda terutama kalangan pelajar. Mereka juga bisa menerapkan disiplin dan kerja keras dalam meraih prestasi,” ujar Yurianto. “Harapannya tentu saja Indonesia tak hanya sukses menggelar Asian Games 2018, tapi juga sukses dalam mengukir prestasi. Sehingga dengan demikian bisa bersaing dengan negara-negara lain yang memang sudah lebih maju olahraganya dari Indonesia,” tambahnya. Sementara, Najeela Shihab, Pegiat Pendidikan, menegaskan perhelatan Asian Games 2018 memberikan dampak sangat positif bagi anak Indonesia karena bisa menjadi inspirasi dan sumber belajar tentang nilai-nilai yang penting dari olahraga. “Bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga kecerdasan intelektual berkait strategi permainan, kecerdasan sosial-emosional saat menghadapi tekanan,” tuturnya. “Tidak semua anak akan berprestasi gemilang di bidang olahraga, tapi pembiasaan hidup sehat, apresiasi terhadap kerja keras dan juga kebanggaan sebagai warga negara bisa tumbuh dari perhelatan olahraga seperti Asian Games ini,” tambah Najeela. (Adt)

Lakoni Laga Perdana AFF U-16 Girls’ Championship 2018, Timnas Putri U-16 Dicukur Thailand 1-4

Bek Timnas Putri U-16, Jasmin Sefia, mencetak gol satu-satunya meski timnya takluk dari Thailand, di laga perdana AFF U16 Grils Championship 2018. (Pras/NYSN)

Palembang- Superioritas Timnas Thailand ternyata masih di atas Indonesia. Setidaknya hal ini yang tergambar dari ajang AFF U-16 Girls’ Championship 2018. Sempat unggul lebih dahulu, Timnas Putri U-16 harus kalah telak dengan skor 1-4, Rabu (2/5), di Stadion Atletik Jakabaring I, Palembang. Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Bui Thi Thun Trang dari Vietnam, Timnas sebetulnya membuka inisiatif serangan ke kubu Thailand. Bahkan, di menit kedua, Indonesia sudah menciptakan gol dari sepakan pemain termuda Timnas, Jasmin Sefia. Bek yang masih berusia 12 tahun ini, membuka skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Srikandi Indonesia. Keunggulan Indonesia tak menyurutkan semangat timnas Thailand. Bahkan, sejak tertinggal, Thailand terus menggempur pertahanan Indonesia. Pada menit ke-22, Thailand berhasil menyamakan skor melalui tendangan pemain tengah, Janista Jinantuya. Timnas Thailand kembali menjebol gawang Indonesia di menit ke-27 lewat tendangan Crathaya Pratumkul. Skor pun berubah 2-1 untuk keunggulan Thailand dan bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Indonesia semakin terpuruk. Gelombang serangan tanpa henti dari Thailand, membuat mereka lebih banyak bertahan. Thailand pun menambah keunggulan menjadi 3-1 pada menit 67. Tak sampai disitu, Thailand kembali menambah keunggulan menjadi 4-1 lewat tendangan Suchada di menit ke-73. Skor 4-1 untuk keunggulan Thailand bertahan hingga peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan. (Dre/Ham) Susunan pemain Indonesia: Sofingatun; Gwen, Shalika Aurelia, Syafira Azzahra, Safira Ika; Heisya Maeisyaroh, Hanipa Suandi, Jasmine Sefia, Reva Octaviani, Sheva Imut; Firanda Pelatih: Rully Nere Thailand: Thichanan Sodchuen; Sawitta Boonwong, Atiya Tonwattanapaibon, Supapron Intaraprasit, Suchavadee Chompaeng; Janistya Jinantuya, Pluemjai Sontisawat, Samanya; Chattaya Pratumkul, Thanat Bungthong, Thawanrat Promthongmee Pelatih: Naruephon Kaenson Wasit: Bui Thi Thu Trang (Vietnam)

Akademi Pelatih Jr.NBA Sambangi Jabar, Gubernur Aher : Peluang Pelatih dan Guru Pelajari Standar Pelatihan NBA

Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) membuka secara resmi kegiatan Akademi Pelatih Jr.NBA di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5). (net)

Jakarta- National Basketball Association (NBA) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerjasama menghadirkan Akademi Pelatih Jr. NBA yang akan diadakan di tiga kota. Event ini bakal menjangkau lebih dari 3.000 guru olahraga dari 2.000 sekolah di Jawa Barat. Hal itu dilakukan Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), dan Jim Wong (NBA Asia Associate Vice President of Marketing Partnerships), di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5). Tujuan dari Akademi Pelatih Jr.NBA adalah semakin mengembangkan olahraga basket melalui pelatihan lapangan, penguatan dan pengkondisian tubuh, serta pendidikan basket untuk pelatih dan guru olahraga. Program serupa sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta. Sementara, Akademi Pelatih Jr.NBA akan dilaksanakan di tiga kota di Jawa Barat yakni Bandung, Cirebon dan Bekasi. “Kami sangat hargai program Akademi Pelatih Jr.NBA, sebagai kesempatan bagi pelatih dan guru olahraga di Jawa Barat mempelajari standar pelatihan NBA di bawah arahan profesional,” ujar Aher, sapaan akrab orang nomor satu di Jawa Barat itu. “Selain itu, program ini akan memberikan dampak positif serta meningkatkan kesadaran anak muda tentang pentingnya gaya hidup aktif dan sehat,” lanjutnya. Sedangkan Jim Wong menyebut kurikulum Jr.NBA menetapkan standar tentang bagaimana seharusnya basket dimainkan dan diajarkan kepada generasi muda. “Melalui Akademi Pelatih Jr.NBA, kami akan memperkenalkan permainan basket kepada ribuan guru olahraga dan membekali mereka dengan pengetahuan untuk dapat memberikan dampak pada kehidupan anak-anak didik mereka,” tuturnya. Para peserta Akademi Pelatih Jr.NBA akan menerima pembekalan guna mendorong dan memfasilitasi para muridnya, termasuk paduan pelatihan dengan kurikulum program di sekolah dan ekstrakurikuler, akses terhadap sumber online di website Jr.NBA, dan peralatan pelatihan dasar. (Adt) Berikut Jadwal Program di Tiga Kota : 1. Tanggal 2-3 Mei 2018 : GOR Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 2. Tanggal 8-9 Mei 2018 : GMC Basketball Arena, Kota Cirebon, Jawa Barat 3. Tanggal 11-12 Mei 2018 : GOR Basket Patriot Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat

Gelar Forum Marathon, PSSI Agendakan National Coaching Conference di ISEF 2018

PSSI rencananya akan menggelar National Coaching Conference pada Sabtu (5/5) di Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018. (net)

Tangerang- PSSI akan menggelar National Coaching Conference pada Sabtu (5/5) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang. Ajang tersebut merupakan salah satu program agenda dalam Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2018, bekerja sama dengan PT Expotama Sinergi. Bagi PSSI, ini pertama kalinya mengadakan pertemuan pelatih dari seluruh Indonesia dengan suatu wokrshop atau forum dengan berbagai tingkatan lisensi. Ini pun selaras dengan visi dan misi PSSI untuk terus meningkatkan kualitas para pelatih di Tanah Air. “National Coaching Conference adalah ajang bertemunya pelatih di Indonesia, dalam satu workshop penuh selama sehari, dari pagi sampai sore. Kami bicara perkembangan sepak bola Indonesia. Ajang ini akan diikut 300 pelatih, dari level lisensi D hingga yang sedang ikut Pro AFC,” kata Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, Rabu (5/5). Pria berusia 66 tahun ini menambahkan bahwa dalam acara tersebut akan dijelaskan potret dan perkembangan sepak bola Indonesia saat ini. Apalagi ia ingin semua pelatih harus mengetahui berada dimana level sepak bola kita, dan dimana harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang lebih maju dalam sepak bola. “Para pelatih ini akan bertukar pikiran, seperti kurikulum dan jenjang kepelatihan. Selain saya akan ada pelatih Luis Milla, Eduardo Perez, Mundari Karya, Emral Abus. Selain itu ada coaching clinic bersama Ponaryo Astaman dan Kurniawan Dwi Yulianto,” ungkap mantan pelatih Timnas Indonesia ini. Danur menjelaskan PSSI tengah menggenjot program kursus pelatih yang di Tanah Air. Kursus pun disebar ke beberapa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI. “Tahun 2018 ini ada 30 kursus C AFC, dua kali B AFC, dan dua kali A AFC. Selain itu, ada kursus pelatih fisik dan pelatih kiper berlisensi AFC,” ungkapnya. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya masuk. Oleh karena itu, PSSI mengajak kepada siapapun untuk hadir dalam diskusi dan workshop ini yang bertujuan untuk memajukan sepak bola Indonesia. (Dre)

ISEF 2018 Jadi Ajang Bisnis Industri Olahraga, PSSI Gencar Lakukan Promo

Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di ICE, BSD City, pada Rabu (2/5). (Ham/NYSN)

Tangerang- Indonesia Sport Expo & Forum (ISEF) 2018 resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di Indonesia Convention Exhibiton (ICE), BSD City, Tangerang, pada Rabu (2/5). ISEF digelar mulai 2 hingga 6 Mei 2018 mendatang. Dalam sambutannya, Imam Nahrawi, selaku Menpora yang mewakili Pemerintah Republik Indonesia, mendukung penuh penyelenggaraan ISEF 2018. Ia berpesan jika bisa ISEF diselenggarakan setiap bulan atau tiga bulan sekali. Menurutnya, ISEF sangat penting untuk kemajuan industri olahraga. Tak hanya itu, ISEF juga dapat memberikan wawasan atau pengetahuan kepada masyarakat terkait olahraga di Indonesia beserta pengembangannya. “Selamat atas ISEF 2018, ini tahun ketiga penyelenggaraan ISEF. Kalau bisa sebulan atau tiga bulan sekali diadakan. Olahraga membawa kesejahteraan dibangun dengan industri komersil dan pengembangan yang lain. Saya ingin semua cabor (cabang olahraga) menuju ke sana, tidak hanya PSSI,” kata Imam.(2/5). “Hubungan olahraga dan masyarakat serta industri harus di-branding dengan baik. Saya menyambut ISEF sangat penting untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peran koneksi pemerintah, cabor, dan masyarakat sendiri, untuk bersinergi mengembangkan olahraga di Indonesia,” tambahnya. PSSI pun turut berkolaborasi dalam event ini. Dalam forum ini, PSSI juga menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti pusat database, Genius Sport dan Oxigen untuk mempromosikan produk-produk mereka. ISEF dan PSSI memiliki visi yang sama khususnya dalam pembangunan dan pengembangan industri olahraga. Keduanya juga satu pendapat soal peningkatan prestasi di pentas internasional. “Kami bangga bisa mengikuti acara ini untuk pertama kalinya. Lewat momentum ini, kami ingin perkembangan sepak bola makin baik dan maju,” ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. “Di acara ini juga, PSSI ingin memberi wawasan sepak bola, baik dari kepelatihan, perwasitan, medis, hingga sesi football parenting. Ini semua kami lakukan sebagai bentuk komitmen PSSI dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang melek soal sepak bola,” katanya menambahkan. Bagi PSSI, kolaborasi mereka di ISEF bisa membantu tujuan mereka mempromosikan sepak bola Tanah Air. Pasalnya, di tahun 2018, Indonesia akan menjadi tuan rumah di berbagai ajang, Asian Games, Piala AFF, Piala AFF U-19, Piala AFF U-16, Piala AFF Wanita, futsal, dan sepak bola pantai. Dalam kesempatan ini juga, PSSI kembali menambah partner mereka. PSSI menjalin kerja sama dengan Genius Sport dan Oxygen. “Mmentum luar biasa. Kita semua mencoba sepak bola bukan sekadar panggung lapangan. Tapi kami ingin memperlihatkam semua yang berada di belakang panggungnya. Genius Sport akan membantu PSSI,” ucapnya. Sementara itu, Raditia Zahir Ahmad selaku Direktur PT Expotama Sinergi, penyelenggara ISEF, mengatakan, pihaknya mengadakan forum ini guna menunjang kesiapan Indonesia menggelar Asian Games 2018, Agustus mendatang. “Kami menyelenggarakan ISEF untuk mewujudkan perkembangan olahraga di tanah air melalui peningkatan industri, infrastruktur, dan fasilitas olahraga,” ujarnya singkat. Tahun ini, penyelenggaraan ISEF mengangkat tema ‘Be The Future of Sport Business’ yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan keolahragaan Indonesia. Perhelatan yang merupakan edisi ketiga ini juga menampilkan produk peralatan olahraga dalam negeri dengan lima kategori yaitu stadium and venue facilities, sport and textile material, sport tourism, fitness and health, serta outdoor and indoor equipment. (Ham)

Gelaran Kejurnas Drifting 2018, IMI : Ajang Pebalap Junior Tunjukan Prestasi

Sekretaris Olahraga Mobil IMI, Poedio Oetojo (kelima dari kanan), berharap event Kejurnas Drifting 2018 menjadi pembuktian junior unjuk prestasi. (Adt/NYSN)

Jakarta- Berbagai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balapan yang digelar berbagai pihak seperti Kejurnas Drifting 2018 dinilai jadi ajang bagi pebalap junior untuk dapat menunjukkan prestasi. Hal itu dikatakan Poedio Oetojo, Sekretaris Olahraga Mobil Ikatan Motor Indonesia (IMI), di Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (2/3). “IMI berharap dengan kejurnas ini bagi pebalap junior menunjukan prestasinya untuk masuk ke peringkat atas. Karena kalau kami melihat dari kejurnas-kejurnas sebelumnya juga pebalap junior sudah bisa menunjukkan skill yang baik,” tutur Poedio. “Mudah-mudahan di 2018 pebalap-pebalap junior akan memunculkan kejutan-kejutan. Ini demi kemajuan dunia balap di Tanah Air,” lanjutnya. Ditambahkan Poedio, IMI melihat bila pembibitan olahraga seperti ini memang dimulai dari junior. “Junior itu bukan dilihat dari kelas, tapi memang umur mereka berada di level junior. Dengan berlatih serta mengikuti berbagai event kejurnas dimungkinkan bagi mereka untuk mengukir prestasi,” tambah pria paruh baya itu. Menurutnya, tahun ini saja setidaknya terdapat 6 putaran event drifting, sehingga membantu pengembangan calon-calon drifter yang bagus. “Event yang digelar menjadi kesempatan besar untuk para junior belajar lebih banyak untuk bekal mereka menuju ke tahap yang lebih tinggi lagi,” tukas Poedio. (Adt)

Siapkan Dua Stadion, Asprov PSSI Jatim Siap Langsungkan Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18 2018

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Surabaya- Asprov PSSI Jawa Timur resmi ditunjuk PSSI melangsungkan dua hajatan besar pada 2018, yakni Piala AFF U-15 dan Piala AFF U-18. Meski terhitung masih beberapa bulan lagi, Asprov PSSI Jatim sudah mulai mempersiapkan diri. Asprov PSSI Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah Piala AFF U-15 yang akan dilaksanakan 29 Juli-11 Agustus 2018. Selain itu, Jatim juga menjadi satu di antara satu tuan rumah event Piala AFF U-18 yang berlangsung 2-14 Juli 2018. Untuk Piala AFF U-15, Asprov PSSI Jatim telah mempersiapkan dua stadion yang akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan. Dua venue tersebut adalah Stadion Gelora 10 November Surabaya dan Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Selain lokasi pertandingan, Jatim juga mempersiapkan akomodasi dan tempat latihan bagi para kontestan. Piala AFF U-15 ini dibagi menjadi dua grup. Indonesia selaku tuan rumah tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina. Semua laga di grup ini akan dimainkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Sementara Grup B terdiri dari Thailand, Malaysia, Laos, Brunei Darussalam, dan Singapura. Mereka akan bermain di Stadion 10 November, Surabaya. Sedangkan untuk Piala AFF U-18, Jatim harus berbagi dengan Jawa barat (Jabar). Stadion Pakansari, Bogor, akan menjadi venue pertandingan untuk grup yang berisi Timnas Indonesia. Sementara Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, yang pelaksanaannya di bawah kendali Asprov PSSI Jatim, digunakan untuk menggelar laga grup lain. “Semoga Piala AFF di Jatim tahun ini berjalan sukses. Ini adalah sumbangsih PSSI Jatim untuk Indonesia,” ucap Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh UB. Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim, Amir Burhannudin, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan semua keperluan penyelenggaraan Piala AFF U-15 maupun U-18, baik itu berupa hotel, lapangan pertandingan, lapangan untuk latihan, dan lain-lainnya, termasuk keamanan. “Untuk keamanan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama untuk Piala AFF U-15, karena Timnas U-16 akan bermain di Sidoarjo. Yang pasti, kami siapkan semua kebutuhannya,” jelas Amir. (Dre/Ham) Piala AFF U-15 2018 Venue : Stadion Gelora Delta, Sidoarjo Grup A Vietnam Myanmar Kamboja Indonesia Timor Leste Filipina Venue : Stadion 10 November, Surabaya Grup B Thailand Malaysia Laos Brunei Singapura

Manfaatkan Libur Sekolah, Skuat Garuda U-16 Kembali Jalani TC di Cijantung

Sebanyak 24 nama kembali mengikuti pemusatan latihan Timnas U-16, yang berlangsung 28 April-11 Mei, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung. (Ham/NYSN)

Jakarta- Persiapan kembali dilakukan oleh punggawa muda Timnas U-16, asuhan Fakhri Husaini. Sebanyak 24 nama mengikuti pemusatan latihan yang memanfaatkan waktu libur sekolah. TC sudah berlangsung sejak 28 April, dan akan berkahir pada 11 Mei nanti, di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Total pemain di hari ketiga ini masih 24 pemain. Tapi, kami masih menyeleksi mereka. Akan ada yang dipulangkan, dan ada yang kita panggil,” tutur Fakhri, usai latihan pagi, Selasa (1/5). Jika ada pemain yang dipulangkan, berarti ada pemain yang mengisi kekosongan. Namun, pemain yang bakal mengisi kekosongan itu bakal didapat berdasarkan rekomendasi dari Asprov (PSSI). “Indonesia sangat luas, banyak pemain berbakat. Jika ada yang pulang, kami tak sekadar ambil pemain lain secara terbuka saja. Ada nama yang sudah direkomendasikan Asprov,” jelasnya. Dari 24 pemain, 17 di antaranya merupakan pemain yang ikut andil menjarai turnamen Jenesys di Jepang, Maret lalu. Sisanya pemain baru yang dipantau dari beberapa daerah, meski juga pernah ikut di pemusatan latihan sebelumnya. Pelatnas lanjutan ini untuk persiapan timnas U-16 guna menghadapi event Piala AFF U-15, pada 29 Juli-11 Agustus, di Jawa Timur. Dan Piala Asia U-16, di Malaysia, pada 20 September-7 Oktober. Untuk ajang AFC U-16, Indonesia tergabung di Frup C bersama dengan Iran, Vietnam dan India. Menurut Fakhri, target empat besar di Piala Asia U-16 2018 sangat mungkin dicapai. Target itu menjadi kunci lolos Piala Dunia U-17 2019 di Peru. “Di kelompok usia ini, kekuatan setiap negara merata. Tentu kami akan berusaha keras untuk mencapai target itu,” pungkasnya. (Dre/Ham) Skuat Timnas U-16 KIPER 1. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 2. Ernando Ari – PPLP Jawa Tengah 3. Risky Muhammad Sudirman – SSB Villa 2000 BELAKANG 4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Putra 5. Muhammad Salman – SSB Jakarta Football Academy 6. Ahmad Rusadi – SSB Prima Palaran Utama 7. Fadilah Nur Rahman – PPLP Sumatra Barat 8. Amiruddin Bagas – Chelsea Soccer School 9. Muhammad Reza Fauzan – Patriot FC Aceh 10. Nadhif Girasta Kosasi – ASIOP APAC INTI TENGAH 11. David Maulana – PPLP Medan 12. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 13. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 14. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 15. Rendy Juliansyah – ASIOP APAC INTI 16. Amanar Abdillah – PS TIRA U-17 17. Mochammad Supriadi – SSB Rungkut 18. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 19. Muhammad Talaohu – ASAD 313 20. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga Bekasi 21. Yadi Mulyadi – ASAD 313 DEPAN 22. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School 23. Amiruddin Bagus – Chelsea Soccer School 24. Alvin Setyawan – SSB Beruang Madu Sakti

30 Peserta Kursus Lisensi D Nasional di Villa 2000 FC Tunjukkan Antusias Tinggi

Kursus pelatih lisensi D Nasional gelombang pertama 30 April-6 Mei, berlangsung di markas Villa 2000 FC, dan Blitz Tarigan bertindak (biru) sebagai pelatih. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Demi menciptakan pelatih berbakat dan berkualitas, Villa 2000 FC bekerja sama dengan PSSI, mengadakan kursus pelatih lisensi D Nasional di markas Villa 2000 FC, Pamulang, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diadakan dua gelombang, yakni gelombang pertama 30 April-6 Mei, dan gelombang kedua 8-15 Mei 2018, dengan Iwan Setiawan bertindak sebagai instruktur pelatih. Selain Iwan, Villa 2000 FC selain menjadi panitia penyelenggara, juga mengirimkan satu nama, yaitu Blitz Tarigan, yang bertugas asisten instruktur pelatih. “Total peserta ada 30 orang, dan ini sudah memenuhi kuota standar kursus pelatihan. Peserta datang dari berbagai daerah, dan dari luar Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” ungkap Blitz, usai hari pertama pelatihan, Senin (30/4). Lokasi Pamulang, sempat menjadi kendala bagi peserta yang memang jauh dari tempat tinggal. Villa 2000 FC tak menyediakan biaya tambahan untuk peserta yang jauh, tetapi merekomendasikan akomodasi penginapan. “Sejak awal, kami tak menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. Tapi, kami merekomendasikan tempat tinggal. Mereka yang jauh dari rumah, kami tempatkan di mess kami,” tukasnya. Nantinya, 30 peserta ditempa selama sepekan, dan dimulai pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB. Pada Senin (30/4) adalah menjadi hari pertama, gelombang pertama dilaksanakannya rangkaian kursus, dengan Blitz sebagai pelatih, dan Iwan sebagai pemateri utama. “Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan menciptakan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk bisa membina pemain usia dini, karena sepak bola untuk usia dini perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Iwan. Menurut mantan Pelatih Borneo FC ini, pembinaan sepak bola pada usia muda perlu mendapat perhatian serius, dan event kursus ini menjadi ajang sekaligus tempat menimba ilmu, bagi wajah baru pelatih usia dini. “Yang saya lihat, bahwa tingkat antusias dari para peserta ini sangat tinggi. Mereka bersemangat ketika materi di kelas maupun praktek di lapangan, dan itu modal yang dibutuhkan, yakni semangat mereka” tambah pria kelahiran Medan 5 Juli 1968. Meski beberapa peserta ada yang mulai dari nol dan bukan dari pemain sepak bola, bahkan tidak tahu menahu seputar dunia sepak bola, namun mereka bersemangat untuk belajar. Metode baru yang digunakan pemateri yakni Villanesia, yaitu metode yang membuat siswa atau peserta terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dan tak hanya mendengarkan atau mencatat, namun bisa langsung dipraktekkan di lapangan. “Tak sekedar belajar jadi instruktur yang berdiri di depan berbicara, tapi mereka turun langsung ke lapangan, untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan selama di kelas. Jadi keseharian mereka sudah bisa mengajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,” tutup pria 50 tahun tersebut. (Dre/Ham)

Singkirkan SMA Kharisma Bangsa, Tim Putri SMA Saint John’s Melenggang ke Final

Tim putri SMA Saint John’s Serpong (putih) akhirnya tampil di final, pasca menyudahi permainan tuan rumah, SMA Kharisma Bangsa, dengan skor 33-10, pada (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Saint John’s Serpong melangkah ke partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Melakoni laga krusial di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Senin (30/4), mereka berhasil menyingkirkan SMA Kharisma Bangsa dengan skor 33-10. Mengawali kuarter pertama, skuat SMA Kharisma Bangsa langsung menggebrak. Hasilnya, dua angka cepat diraih Alisiah Rezky dkk, 2-0. Namun, SMA Saint John’s membalas lewat tembakan tiga angka, skor berubah 2-3. Devyne Evelyne dkk mampu menjaga jarak angka dengan SMA Kharisma Bangsa hingga berhasil menutup kuarter ini dengan skor 10-3. Memasuki kuarter kedua, tim asal Serpong itu masih mendominasi pertandingan. Beberapa kali Devyne membuat pembeda di partai penentu ini. Tambahan 10 angka cukup bagi SMA Saint John’s membungkus keunggulan pada kuarter kedua, 20-3. Di kuarter ketiga, pertandingan berjalan seru. Kedua tim saling memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Namun, konsistensi yang ditunjukkan anak didik Agung Christyantho itu membuat skuat SMA Kharisma Bangsa kerepotan. Hasilnya, SMA Saint John’s mengunci kuarter ini dengan keunggulan 27-6. Pada kuarter akhir, SMA Saint John’s tak mengendorkan permainan. Para pemain juga berkontribusi untuk mencetak angka. Tambahan 5 angka sukses diraih SMA Saint John’s, beda satu angka dengan hasil yang diraih SMA Kharisma Bangsa. Kuarter inipun berakhir untuk keunggulan SMA Saint John’s, 33-10. “Gameplan sukses. Kami berhasil ke partai final bertemu dengan tim putri SMAN 6 Depok. Meski di pertandingan kali ini starting five tidak komplit, tapi kami masih bisa show-up dan memenangi laga penting ini,” terang Agung, arsitek SMA Saint John’s usai laga. “Para pemain juga mampu memperlihatkan kemampuannya. Ini dibuktikan tim dengan minimnya turn over. Menghadapi SMAN 6 Depok nanti, meski diawal pertandingan tim kami pernah mengalami kekalahan, namun di final kami akan melakukan persiapan lebih baik lagi. Perbaikan kami lebih kepada mental tanding,” lanjutnya. Sementara, walaupun timnya mampu unggul atas SMA Kharisma Bangsa, namun Devyne mengakui pertandingan tersebut berlangsung sengit. “Soalnya kedua tim tampil fight. Secara tim komunikasi diantara kami juga lancar. Selain itu, kondisi tubuh para pemain dalam kondisi fit,” tuturnya. “Meski beberapa pemain inti kami tak bermain. Tapi, saling percaya diantara sesama pemain, jadi siapapun yang dimainkan tidak masalah dan semua bisa berkontribusi untuk tim. Buktinya kami memenangkan pertandingan ini. Yang penting menjaga kondisi badan selalu fit. Semoga chemistry sesama pemain makin baik,” tutupnya. (Adt)

Tampil Militan, SMAN 3 Kota Tangerang Menang Tipis Dari SMA Saint John’s Serpong

Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang (abu-abu) bermain militan, saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, dan unggul dengan skor akhir sangat ketat 40-39. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang bermain militan saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Senin (30/4). Meski tertinggal di kuarter satu dan dua, namun anak didik Thomy Hendrawan merebut keunggulan di dua kuarter tersisa atas SMA Saint John’s. Mereka menang tipis 40-39. SMA Saint John’s langsung mengambil inisitif serangan pada kuarter pertama. Bahkan mereka mampu unggul lebih dahulu berkat tembakan tiga angka dari salah satu pemainnnya, 3-0. Tak tinggal diam, SMAN 3 mencoba mengimbangi hingga bisa menyamakan kedudukan 3-3. Di waktu lima menit tersisa, tim asal Serpong, Tangerang Selatan itu tetap memimpin hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 13-10. SMAN 3 terus berusaha mengejar dan menipiskan ketertinggalan pada kuarter kedua. Beberapa kali serangan yang mereka lancarkan sempat merepotkan barisan SMA Saint John’s. Namun, SMAN 3 harus mengakui keunggulan skuat SMA Saint John’ s yang mengunci kuarter ini dengan skor 18-16. “Lawan tampil greget di awal-awal pertandingan. Angka kami selalu tertinggal di kuarter pertama dan kedua. Tapi, di kuarter berikutnya pertandingan sangat seru. Kami mulai menemukan momentum yang bagus, meski angkanya selalu beda tipis, tapi kami bisa memenangi pertandingan ini,” ujar Prawira Setyo, center SMAN 3 usai laga. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 mampu membalikkan keadaan. Permainan Prawira dkk makin agresif. Mereka juga berhasil memaksimalkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi angka. SMAN 3 terus memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Prawira berhasil memanen dua angka setelah bola yang dilesakkan tepat masuk ke keranjang SMA Saint John’s. Kedudukan sama 18-18. SMA Saint John’s berhasil membalas lewat tembakan tiga angka dari Gunawan, 23-18. SMAN 3 makin tertinggal hingga skor 27-23. Daffa Dhaffran Hari, small forward SMAN 3 mampu membuat skor imbang 13-13. Sisa satu menit, SMA Saint John’s mencetak dua angka, 29-27. Dzulfiqar Farrel, shooting guard SMAN 3 sukses meraih tiga angka. Mereka pun memimpin 30-29. Akhirnya, SMAN 3 mampu membungkus kuarter ini dengan keunggulan 32-31. Di kuarter penentu, skuat SMA Saint John’s yang mulai kurang fokus hingga kerap gagal menuntaskan serangan dimanfaatkan oleh tim Kota Tangerang itu untuk sedikit menjauh. SMAN 3 langsung unggul 34-31. Calvin Gunawan, point guard SMA Saint John’s berhasil menyamakan kedudukan 36-36. Tembakan bebas, Prawira mampu menjaga marjin angka atas lawan, 40-36. SMA Saint John’s memangkas defisit angka dari SMAN 3, menjadi 40-39 yang sekaligus menandai berakhirnya kuarter ini. Abraham Alexander, point guard SMA Saint John’s, mengaku pada kuarter pertama dan kedua timnya masih fresh sehingga masih bisa fokus melakoni laga. “Masuk kuarter tiga dan empat kami mulai kelelahan. Dari angka kami juga tertinggal. Memang kami akui lawan memiliki fisik yang lebih baik. Pemain mereka juga mampu menciptakan kesempatan untuk menghasilkan angka demi angka. Mereka pantas untuk meraih kemenangan,” tutur Abraham. Sementara, juru ramu SMAN 3, Thomy Hendrawan, menyebut skuat yang dimiliknya mampu bermain lepas. “Lawan memiliki jam terbang lebih banyak. Mungkin itu yang membuat kuarter satu dan dua kami tertinggal. Istilahnya telat panas. Namun, disisa kuarter kami berhasil unggul. Laga ini para pemain juga tampil lebih percaya diri, terutama untuk Prawira dan Farrel. Semangat yang ditunjukkan sangat luar biasa,” tutup Thomy. (Adt)

Raih Perunggu Di Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Indonesia Sejajar China

Xiamen- Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Shanghai, China, berhasil meraih medali perunggu, lewat duet Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata. Keduanya menyabet medali perunggu di nomor recurve beregu campuran, dari rilis Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Xiamen, China pada Senin (30/4). Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2. Namun, langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal pasca ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan. Pada kejuaraan dunia ini, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia ini cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Siti Nugraheni Mauludiah. Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sementara tuan rumah China, hanya meraih satu medali perunggu, sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia dalam Shanghai 2018 Archery World Cup itu. (Adt)

Jadi Tuan Rumah AFF U-16 Girls Championship 2018, Timnas Putri U-16 Justru Tanpa Target

Timnas U-16 Putri berada di grup B bersama Thailand, Kamboja dan Laos, dalam AFF U-16 Girls Championship 2018. (pssi.org)

Palembang- Timnas Putri U-16 yang tampil di AFF U-16 Girls Championship 2018 tak dibebani target untuk menjuarai kompetisi antar negara-negara Asia Tenggara yang diikuti sembilan negara ini, karena terdapat wakil Asia di Piala Dunia Wanita 2015 dan 2019, yakni Thailand. Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita PSSI, Papat Yunisal, dalam konferensi pers di Palembang, Senin (30/4), mengatakan, meskipun bertindak sebagai tuan rumah, Tim Srikandi muda diharapkan mampu menembus semifinal. “Tim sudah disiapkan cukup matang dan berkelanjutan selama lima bulan oleh Pelatih Rully Nere. Saya optimistis dengan bermain di rumah sendiri akan membangkitkan semangat pemain,” kata Papat. Sementara Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, optimistis Timnas Putri U-16 bisa berprestasi. Ia menjelaskan bahwa ajang ini menjadi start awal rangkaian Indonesia menjadi tuan rumah berbagai ajang di tahun 2018 ini. “PSSI ingin Timnas Putri U-16 meraih hasil yang terbaik, apalagi persiapan dilakukan secara intensif dan lama. Dan AFF U-16 Girls Championship 2018 menjadi momentum dimana Indonesia menjadi tuan rumah,” kata Joko, pada Minggu (29/4). “Ini menjadi hal yang positif, karena laga perdana langsung melawan Thailand. Mereka ini akan menjadi masa depan srikandi Timnas Wanita Indonesia. PSSI kini sangat serius dan sepak bola wanita menjadi salah satu fokus perhatian,” jelas pria yang juga Wakil Presiden AFF ini. Sementara itu, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengatakan, suatu kebanggaan bagi dirinya yang bisa mendampingi Indonesia untuk ikut serta pada AFF U-16 Girls Championship. Dirinya pun memberikan apresiasi kepada PSSI terkait perhatian selama ini. “Terimakasih kepada PSSI yang selalu memberikan dukungan penuh kepada Timnas Putri U-16. Apalagi ada momentum yang yang tepat, kemarin kita baru merayakan hari ulang tahun PSSI, dan belum lama ini juga ada hari Kartini,” kata Rully. Indonesia selaku tuan rumah tergabung dalam Grup B bersama Thailand, Kamboja dan Laos. Untuk Grup A terdiri atas, Malaysia, Singapura, Vietnam, Fhilipina, dan Myanmar. Situasi ini membuat Papat yakin, peluang Indonesia untuk lolos grup sangat terbuka. “Ini keberuntungan, Timnas masuk Grup B dengan hanya empat tim, sehingga peluang makin terbuka. Setidaknya runner up di Grup,” ujar eks pesepakbola wanita era tahun 80-an ini. Salah satu pemain Timnas Putri U-16, Syafira Azzahra Ramadhanti mengaku bangga menjadi anggota Timnas Putri U-16. “Rasanya bangga, bisa masuk Timnas. Senang bisa mewakili indonesia di ajang bergengsi ini. Semoga kami menjadi juara pada ajang ini,” kata Syafira. Sedangkan, pelatih Thailand Naruephon Kaenshon mengatakan meski timnya diunggulkan tapi tetap bisa meremehkan tim lain. “Memang benar kami menjadi wakil Asia di piala dunia U-16 tapi bukan berarti kami boleh meremehkan tim lain. Apalagi saat ini terjadi perubahan komposisi pemain hampir 80 persen jika dibanding saat mengikuti Piala AFF U-15, pada 2017 di Laos,” kata dia. Menurutnya, semua tim berpeluang untuk memenangkan kompetisi ini. “Walau persiapan kami sangat minim, hanya satu bulan,” pungkasnya. AFF U-16 Girls Championship 2018 digelar di Palembang, Sumsel, 1-13 Mei 2018, menggunakan dua stadion yakni Stadion Bumi dan Stadion Atletik Jakabaring Sport City (JSC). (Dre/Ham) AFF U-16 Girls Championship 2018 Grup A Malaysia Philipina Vietnam Singapura Myanmar Grup B Indonesia Thailand Kamboja Laos

Menang WO Atas SMAN 13 Depok, Tim Putri SMAN 6 Depok Kunci Tiket Final

Tim putri SMAN 6 Depok (putih) melaju ke babak final NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menang WO atas SMAN 13 Depok, Senin (30/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMAN 6 Depok meraih hasil sempurna pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (30/4). Anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu menang walk over (WO) atas SMAN 13 Depok. Ini menjadi kemenangan keempat bagi Reihani Zaida dkk. Sebelumnya, mereka juga sukses meraih kemenangan yakni melawan SMA Saint John’s Serpong (44-390), SMA Kharisma Bangsa (52-8), dan SMA Yadika 2 Jakarta (WO). Dengan hasil itu mereka mengunci tiket final yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Reffvin, arsitek putri SMAN 6, mengatakan menghadapi pertandingan kali ini sebenarnya timnya telah mempersiapkan diri dengan baik. Namun, lanjutnya, tanpa kehadiran lawan membuat skuatnya merasa kecewa. “Tim kami sudah jauh-jauh datang pada hari ini untuk bertanding, tapi lawan tidak hadir. Ini cukup mengecewakan. Di pertandingan sebelumnya juga ada tim yang tidak hadir, sehingga kami menang WO,” tutur Reffvin. “Kami berharap mereka lebih bisa menghargai panitia turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini yang sudah mempersiapkan pertandingan kali ini,” lanjutnya. “Kemungkinan besar kami akan bertemu dengan SMA Saint John’s di final nanti. Persiapannya adalah memaksimalkan latihan serta selalu melakukan aktifitas bersama, sehingga sesama pemain bisa makin dapat chemistry-nya,” tambah saudara kembar Revin itu. Hal senada diungkapkan Reihani. Point guard SMAN 6 itu mengaku dirinya bersama tim telah mempersipkan gim ini dengan baik. “Kecewa pasti. Apalagi saya sebenarnya ada presentasi Biologi, tapi izin untuk mengikuti pertandingan hari ini. Yang pasti kami optimis menatap partai final siapapun lawan yang akan kami hadapi nantinya,” cetusnya. (Adt)

Pesilat PPLP Indonesia Borong Enam Emas di Kejuaran Dunia Junior, Thailand Sabet Juara Umum

Kontingen Pencak Silat Junior Indonesia meyabet posisi runner up pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018, di Songkhla, Thailand. (deskgram)

Jakarta- Pesilat junior Indonesia menduduki posisi runner up di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018, yang berlangsung di Songkhla, Thailand. Sebanyak enam emas, empat perak dan empat perunggu berhasil dibawa pulang, para pesilat junior itu saat bertanding sejak 23-28 April 2018. Keenam medali emas itu masing-masing dipersembahkan oleh enam pesilat yang dibina di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), yakni Khoirudin Mustaqim yang tampil di kelas C Putra asal PPLP Jawa Tengah, Hidayat L yang tampil di kelas E putra asal PPLP Sulut. Llau, Yuliana dari kelas A putri asal PPLP NTB, Kurnia Fatma kelas B putri asal PPLP Jawa Tengah, Triana Ragil kelas F putri asal PPLP Jateng, serta Fadia Salsadila dan Nadya Putri Larasati yang tampil disektor ganda putri asal PPLPD Jabar. Chef de Mission (CdM) Kontingen Merah Putih, Teguh Raharjo mengatakan, hasil ini sudah maksimal. “Target meraih emas di katagori tanding dr 11 atlet yang tampil mampu mendulang medali emas, sudah sesuai dengan prediksi,” ujar pria yang menjabat sebagai Asisten Deputi III pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora, Sabtu (28/4). “Seharusnya kita pantas mendapatkan medali emas di kategori tunggal putra dan regu putri,” tambahnya. Namun ia menyatakan bila nomor seni kategori TGR (Tunggal, Ganda dan Regu) tak terpenuhi, lantaran situasi yang tidak kondusif dalam penjurian, karena juri sangat subjektif, dan tim Indonesia tak mengirimkan wasit/juri Tuan rumah, Thailand, tampil sebagai juara umum dalam perhelatan ini setelah menyabet delapan emas. Meski demikian, kontingen Indonesia patut berbangga, salah satu atlet mampu meraih penghargaan atlet terbaik putri atas nama Yuliana kelas A putri dari PPLP NTB. (art)

Jelang Asian Games 2018, Cabor Anggar Gelar West Java International Fencing Championship 2018

PB Ikasi menggelar Kejuaraan Internasional di Sentul, Bogor, yang bertajuk West Java International Fencing Championship 2018. (bolasport.com)

Jakarta- Paska menggelar kejuaraan berskala provinsi bertajuk Sirkuit Anggar Jawa Barat, Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) kembali mengadakan kejuaraan anggar. Event ini ialah West Java International Fencing Championship 2018, di Wisma Padepokan Voli, Sentul, Bogor, pada 28-29 April. Ajang ini diadakan dalam rangka meramaikan kegiatan menjelang Asian Games 2018. Selain itu, ajang ini juga berguna mengakrabkan komunitas anggar di Indonesia, maupun Asia Pasifik. Beberapa tim dari negara Asia Pasifik berpartisipasi, seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Taiwan. “Dengan semakin bertambah dalam jumlah partisipasi negara yang hadir. Tim-Tim dari Korea Selatan, Irak, Hongkong, Japan, China adalah yang sangat diperhitungkan di Asia,” ujar Asyanti Rozana Thalib, Ketua Pelaksana Kejuaraan West Java International Fencing Championship 2018, Sabtu (28/4). Kehadiran atlet asing tentu saja menjadi nilai penting dan kesempatan besar bagi atlet Indonesia. Para atlet dapat bertemu dan mencoba langsung kelebihan atlet-atlet dari negara lain. Selama ini, hanya sebagian kecil atlet Indonesia yang sempat merasakan pertandingan di luar negeri. Untuk itu pun mereka harus mengeluarkan biaya sendiri guna menambah jam terbang dan mengasah kemampuan pada kejuaraan terbuka di negara lain. Beberapa klub dan Pengprov juga bahkan telah menyiapkan sejumlah atletnya. Secara umum West Java International Fencing Championship 2018 mempertandingkan tiga nomor, yakni Foil, Epee dan Sabre. Pembagian kategori usia yang diperlombakan meliputi kategori usia 12 tahun (U-12), usia 14 tahun (U-14), serta kelompok senior/open dan veteran kelompok umur 50 sampai dengan 59 tahun. (art)

Demi Stok Bibit Atlet, PRSI Gelar Kejuaraan Polo Air U-12 di Kampus

PB PRSI membuat terobosan dengan mengadakan pertandingan cabor Polo Air U-12 dalam LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) di UPH. (viva.co.id)

Jakarta– Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) membuat terobosan dengan mengadakan perlombaan LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) yang diikuti untuk U-12, pada Sabtu (28/4). Perlombaan U-12 tersebut ternyata cukup diminati para atlet cilik. Ini dibuktikan dengan peserta yang mengikuti ajang tersebut. Ada enam regu polo air U-12 yang diselenggarakan di Universitas Pelita Harapan (UPH). Komisi Teknik PB PRSI, Dean Baldwin mengatakan, pihaknya ingin mencetak atlet polo air sejak dini. Oleh karena itu digelar kejuaraan U-12. “Peminatnya cukup banyak dan antusias sekali. Atlet-atlet ini pun banyak dari Jawa Barat dan perlombaan U-12 ini akan terus kami gelar bersamaan dengan LISCA,” katanya Sabtu (28/4). “Nantinya, setiap regu yang memenangkan perlombaan ini sesuai dengan klasifikasi baik sekolah atau universitas akan mendapatkan piala bergilir,” lanjutnya. Perlombaan tersebut pun turut dipersiapkan agar para atlet dapat meneruskan jenjang perlombaan polo air seperti di Asian ataupun SEA Games. “Intinya kira bentuk atlet di sini agar dapat mengikuti tahapan selanjutnya baik dari LISCA ataupun jenjang perlombaan lain,” ungkapnya. Sementara itu, Aldi, salah seorang atlet yang tergabung dalam klub Tirta Sriwijaya mengatakan, ia cukup antusias kejuaraan ini dan berharap dapat mengikuti perlombaan lebih besar. “Kami latihan seminggu tiga kali, dan ingin ikut perlombaan lebih besar lagi seperti Asian atau SEA Games. Untuk cabang olahraga ini, memang sengaja dipilih karena awal saya ini memang suka renang dan mencari apa olahraga yang bisa dilakukan sembari berenang,” kata Aldi. Selain U-12, PRSI juga menggelar kejuaraan di atas usia 12 tahun. Untuk usia tersebut ada delapan regu yang mengikutinya. Pertandingan polo air yang diadakan setahun dua kali ini diikuti oleh delapan regu dengan dua regu yang berasal dari luar Jakarta yakni, Palembang dan Jawa Barat. (art)

Dominan Menekan Lawan, Timnas Indonesia U-23 Kalah Dari Bahrain U-23 Gara-gara Winger Persib Bandung ?

Winger Timnas U-23, Septian David Maulana (29) gagal memberi kontribusi usai dikalahkan 0-1 oleh Bahrain U-23, dalam PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Jumat (27/4). (Ham/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 takluk 0-1 dari Bahrain U-23 dalam PSSI Anniversary Cup 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (27/4). Gol yang bersarang ke gawang Timnas dilesakkan oleh Mohammed Marhoon pada menit ke-4. Pasukan Luis Milla gagal menyarangkan gol balasan, kendati dominan dalam menguasai bola (64%) maupun soal tekanan ke pertahanan musuh. Menurut statistik Labbola, Tim Garuda Muda sepanjang laga mampu melepaskan 18 tembakan. Indonesia bahkan unggul penguasaan bola sepanjang pertandingan sebesar 56%. Selain penguasaan bola, Indonesia memiliki catatan positif soal akurasi umpan. Presentase sebesar 81% untuk akurasi umpan dimiliki oleh Indonesia. Jumlah itu membuktikan serangan deras mampu dilakukan Febri Hariyadi cs ke pertahanan musuh, dibanding 13 percobaan yang dilesakkan kubu Bahrain. Sebanyak 18 upaya yang dilepaskan tim merah putih terdiri atas 8 tembakan akurat, 6 percobaan melenceng, dan sisanya berhasil diblok. Jumlah total 18 shots itu terbagi menjadi milik 8 pemain. Osvaldo Haay yang kerap menusuk dari lini kedua di sisi kiri pertahanan Bahrain, merupakan penembak paling banyak dengan angka 4 percobaan. Hal menarik yang patut menjadi bahan introspeksi adalah minimnya sokongan para penyerang terhadap penciptaan peluang tim. Lerby Eliandry dan pemain pengganti, Ilija Spasojevic, kesulitan mendapatkan ruang, akibat barikade rapat pertahanan musuh. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi hasil pertandingan. Namun, keputusan pemain dalam mengambil tindakan –menggiring, mengumpan, atau menendang– di menjadi yang paling krusial. Dan itu terbukti pada laga semalam. Mari sepakati bersama, pada pertandingan ini Febri bermain luar biasa. Kelincahan dan dribel-dribel ciamiknya membelalakkan mata pencinta sepak bola nasional. Bola yang menggelinding kencang dan diprediksi tidak mungkin diambil nyatanya masih bisa dia kejar. Intinya, pemain Persib Bandung itu mempertontonkan aksi-aski yang luar biasa bagusnya. Namun, sekali lagi, tidak ada gol yang dicetak berarti ada masalah yang terjadi. Dan itu berkenaan dengan pengambilan keputusan yang salah. Febri beberapa kali melakukannya. Setelah berhasil mengelabui lawan-lawannya, Febri mendapatkan ruang yang cukup terbuka. Alhasil, dia punya banyak opsi yang bisa diambil –menggiring bola lebih ke dalam, memberikan umpan silang, atau menendang bola. Nah, di sinilah letak masalahnya. Febri kerap mengambil keputusan yang salah. Ketika harus menyodorkan umpan silang membuat peluang untuk mencetak gol lebih besar, Febri malah menembak bola atau sebaliknya. Namun, kesalahan itu tidak sepenuhnya milik Febri. Pemain-pemain lain macam Osvaldo, Muhammad Hargianto, dan Lerby pun berkali-kali selalu memilih opsi yang tidak tepat. “Ketika sudah beberapa meter dekat gawang, semua keputusan ya tergantung dari para pemain. Sebab, saya tidak tahu situasi di lapangan seperti apa,” kata Luis Milla dalam jumpa pers seusai laga. “Intinya, saya harap pengambilan keputusan seperti itu bisa diperbaiki ke depan. Saya harap juga kami tak punya masalah lagi untuk mencetak gol pada laga selanjutnya,” ujar pelatih berpaspor Spanyol itu. Kekalahan dari Bahrain U-23 membuat Timnas Indonesia U-23 tercecer di dasar klasemen sementara PSSI Anniversary Cup 2018. Pada laga selanjutnya, Hansamu Yama dkk. akan menghadapi Korea Utara U-23, Senin (30/4). (Dre/Ham) Kontribusi Pemain Timnas U-23 vs Bahrain U-23 : Osvaldo Haay: 4 M. Hargianto: 3 Febri Hariyadi: 3 Septian David Maulana: 2 percobaan Hansamu Yama Pranata: 2 Evan Dimas: 2 Rezaldi Hehanussa: 1 Zulfiandi: 1

Takluk Dari Singapura, Sofbol Putra Indonesia Peringkat Keempat Piala Asia 2018

Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018, usai takluk dari Singapura 3-10. (akurat.co)

Jakarta- Timnas sofbol putra Indonesia gagal tampil di babak Grand pada Asian Men’s Softball Championship 2018 (Sofbol Piala Asia) 2018. Pada pertandingan page system bawah yang digelar di Lapangan Sofbol Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (27/4) siang, Lucky Fidel dkk dikalahkan Singapura dengan skor telak 3-10. Indonesia pun harus puas di peringkat keempat, dari hasil 5 kali menang dan 4 kalah dalam 9 penampilan. Pada pertandingan pertama, Kamis (26/4/) pagi, Timnas terpaksa harus mengakui ketangguhan Thailand dengan skor tipis 3-4. “Thailand bisa mencuri menang karena pemainnya tampil pantang menyerah. Kali ini, anak-anak tampil di bawah form dan batting tak maksimal,” kata Asisten Pelatih sofbol putra Indonesia, Leonard Djarkasih yang dihubungi usai pertandingan. Pada laga kedua yang digelar siang, Timnas mampu bermain maksimal menaklukkan India dengan skor telak 8-1. Sementara itu, Tim Sofbol Jepang yang diunggulkan meraih gelar juara tampil tak terkalahkan dalam 7 pertandingan. Dan, Tim Sofbol Filipina meraih 7 kemenangan dan sekali kalah. “Perjuangan anak-anak sudah maksimal. Posisi di peringkat empat sudah cukup bagus. Kami harus akui Singapura jauh lebih siap menghadapi pertandingan page system,” kata Djarkasih, panggilan akrab Leonardus Djarkasih. Ketua Umum Perbasasi Andika MY Monoarfa mengatakan menempati peringkat keempat, itu tak terlalu mengecewakan karena sesuai target. Menurutnya, kegagalan dikarenakan kurangnya waktu persiapan. “Mereka hanya punya 13 hari untuk berlatih,” kata Andika. Hasil Piala Asia tahun ini pun akan segera dievaluasi untuk mempersiapkan tim sofbol putra jadi lebih baik. Tim yang ada sekarang, kata Andika, bakal diterjunkan ke SEA Games 2019 di Filipina. Persiapan menuju ajang itu akan dilakukan di Piala Asia Tenggara di Thailand, pada Juli nanti. “Target jangka panjang adalah SEA Games 2019. Target kami juara. Setelah Piala Asia ini, para atlet akan istirahat, pulihkan stamina dan kembali lagi berlatih. Semoga dengan waktu lebih panjang, bisa dapat hasil terbaik di Thailand,” pungkas Andika. Perjalanan Timnas memang sempat terseok-seok di babak penyisihan. Tim Merah Putih memastikan tiket ke page system setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan skor 5-1 pada pertandingan, Jumat (27/4) pagi. Pada pertandingan terakhir, Sabtu (28/4), Singapura akan menghadapi Filipina yang ditaklukkan Jepang dengan skor 0-6. Pemenang hasil pertandingan Singapura melawan Filipina akan menghadapi tim unggulan Jepang dalam pertandingan Grand Final. Sedangkan tim yang kalah langsung berada di peringkat ketiga. (art)