Raih Emas Kejurnas Atletik 2018, Dara Asal Grobogan Bidik Kejuaraan Junior Asia di Jepang

Liviana Rizki (tengah), sprinter Jawa Tengah sukses meraih medali emas Nomor 100 Meter Putri U-20, pada Kejurnas Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Liviana Rizki, sprinter asal Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), siap membidik prestasi gemilang di Asian Junior Championship 2018, di Gifu, Jepang, 7-10 Juni mendatang. Sukses meraih medali emas di Nomor 100 Meter Putri Usia 20 Tahun (U-20), pada Kejurnas Atletik 2018, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5), menjadi modal berharganya menuju Negeri Sakura. Liviana sanggup menorehkan catatan waktu 12,32 detik. Perak didapat rekan sedaerahnya, Franselina Febiola dengan catatan waktu 12,48 detik. Sedangkan perunggu direbut Jeany Nuraini asal DKI Jakarta setelah membukukan waktu 12,49 detik. “Sebenarnya catatan waktunya hari ini masih jauh dari target, yakni 11,07 detik atau 11,08 detik. Masih banyak yang harus diperbaiki, seperti ayunan tangan masih belum sempurna,” ujarnya usai merayakan keberhasilannya meraih medali emas. Atlet jebolan SMAN 3 Salatiga, Jawa Tengah ini melanjutkan, jika pada pertandingan tersebut dirinya hanya memikirkan bisa menembus catatan waktu yang ditargetkan pelatih. “Saya nggak mikir lawan. Tapi yang saya pikirkan diri sendiri, bagaimana bisa menorehkan catatan waktu, sesuai target dan keinginan pelatih,” ujar dara asal Desa Wates, Kecamatan Kedungjati, Grobogan ini. “Pelatih mewanti-wanti saya agar dapat hasil memuaskan pada Asian Junior Championship di Jepang, pada Juni nanti. Dan saya harus fokus di Kejurnas ini, untuk jadi modal untuk meraih medali di Jepang,” tutup Liviana. (Adt)

Waspadai Cuaca Yang Labil, Pelatih Timnas U-16 : Hati-Hati Dengan Petir

Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni dari Liga Topskor U-16 Seleksi, melakukan uji coba pada Kamis (10/5) nanti. (Ham/NYSN)

Jakarta- Pekan kedua pemusatan latihan (TC), Timnas U-16 kembali kedatangan tamu, yakni tim Liga Topskor U-16 Seleksi, dalam gelaran uji coba kedua, usai melawan PS TIRA U-17, pada Kamis (3/5) lalu. Sebelumnya, agenda uji coba kedua dilakukan sebelum pemain dipulangkan, yakni pada Jumat (11/5). Namun, uji coba akhirnya dimajukan menjadi Kamis (10/5), di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur. “Tak ada persiapan khusus untuk uji coba kedua ini. Ya seperti laga sebelumnya, uji coba itu adalah ajang evaluasi untuk para pemain, setelah melakukan latihan,” ujar Fakhri Husaini, pelatih Timnas U-16, Senin (7/5). Memantau pada latihan Senin (7/5), total pemain yang tergabung mencapai 25 pemain. Satu nama lainnya yang belum sempat diumumkan saat rilis kemarin adalah Nata, dari PPLP Ragunan Jakarta. Ditemui usai latihan, Fakhri membeberkan perkembangan dan fokus latihan. “Anak-anak sangat berkembang pesat selama TC. Dan hari ini, kami fokus pada latihan metode transisi positif,” terangnya pada nysnmedia.com. Latihan ini menerapkan skema bertahan ke posisi menyerang. Proses ini menuntut pemain, mampu merancang serangan saat mendapat tekanan dari lawan. Ketika lawan menyerang, tim harus berhasil merebut bola dan membalikkan keadaan. Rutinnya intensitas durasi latihan, juga membuat staf kepelatihan Timnas U-16 wajib memperhatikan kesehatan para pemain agar tetap prima, mengingat cuaca Indonesia yang sedang memasuki fase pancaroba. “Kemarin, tiga orang pemain sempat sakit, namun kami berikan vitamin dan menjaga ketat pola makan. Kami agak khawatir, karena belakangan ini hujan turun justru menjelang sore hari, saat kami di puncak sesi latihan,” jelas Fakhri. Mantan Kapten Timnas era 90’an ini meyakini, jika ia belum membutuhkan kontrol kondisi VO2 Max anak asuhnya, karena belum ada pemain yang cidera serius. “Soal cuaca hujan, yang jadi fokus kami kondisi pemain saja, juga bahaya petir. Tapi untuk durasi, volume dan intensitas latihan, ya tidak akan berkurang,” tutup pria kelahiran Aceh 27 Juli 1965 itu. Pemusatan latihan yang diikuti 25 pemain pada tahap dua ini, berakhir pada Jumat (11/5), kemudian mereka dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing. Namun, saat bulan Ramadan, Timnas U-16 akan memproyeksikan program latihan reguler. Bentuk latihan akan disesuaikan dengan kondisi pemain, yang banyak melakukan ibadah puasa. (Dre/Ham)

Tercepat di Nomor 100 Meter U-20 Kejurnas Atletik 2018, Jawara O2SN 2016 ini Berharap Masuk Pelatnas

Sprinter Jawa Barat, M. Fachrurozi merajai Nomor 100 Meter U-20 di ajang Kejurnas Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5). (Adt/NYSN)

Jakarta- Muhammad Fachrurozi, sprinter asal Jawa Barat, menjadi tercepat di Nomor 100 Meter Usia 20 Tahun (U-20), pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Senin (7/5). Di final, ia membukukan catatan waktu 10,84 detik. Hanya selisih 0,05 detik dari sprinter asal Sumatera Barat (Sumbar) Muktar Bakti Ladia, yang meraih medali perak. Sedangkan medali perunggu menjadi milik sprinter asal Jawa Timur (Jatim) usai menorehkan catatan waktu 10,91 detik. Fachrurozi adalah lulusan SMA Pasundan 2 Bandung, Jawa Barat. Pada 2016 lalu, ia turut mengantarkan kontingen Jabar meraih juara umum pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2016, saat merebut medali emas di nomor yang sama. “Bahagia bisa memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat. Sebenarnya target saya memecahkan rekor nasional milik Suryo Agung (10,17). Tapi, memang masih sangat jauh,” ujar Fachrurozi usai pengalungan medali. “Selepas Kejurnas ini, saya akan kembali berlatih secara intensif untuk bisa mewujudkan ambisi pecah Rekornas,” lanjutnya. Selain pecah Rekornas, ia berharap bisa masuk pelatihan nasional (Pelatnas). “Pasti ingin lebih baik lagi dengan catatan yang ditargetkan pelatih. Insya Allah tahun ini bisa dipanggil Pelatnas. Semoga bisa membawa nama Indonesia di pentas internasional,” tutupnya. (Adt)

Curi Tiga Medali di Tiongkok, Menpora : Modal Bagus ke Asian Games 2018

Aries Susanti Rahayu meraih emas setelah menjadi yang tercepat dalam kejuaraan dunia panjat tebing di Chongqing, China, Minggu (6/5). (net)

Jakarta- Atlet pelatihan nasional (Pelatnas) panjat tebing Indonesia meraih tiga medali yakni emas, perak dan perunggu pada nomor speed International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup Chongqing, China, Minggu (6/5). Medali emas diraih Aries Susanti Rahayu, di nomor speed world record. Ia menggunguli Elena Timofeeva dari Rusia, dengan catatan waktu 7,51 detik, berbanding 9,01 detik di partai puncak. Medali perak dipersembahkan Aspar Jaelolo. Ia gagal meraih emas pada detik-detik terakhir. Sebab, Aspar sempat terpeleset, saat akan menyentuh puncak. Ini membuat lawannya Dmitrii Timofeev dari Rusia yang meraih emas dengan catatan waktu 5,76 detik, sedangkan Aspar 6,80 detik. Dan, medali perunggu direbut Puji Lestari di nomor speed world record perorangan putri dengan catatan waktu 8,11 detik. Ia mengalahkan Anna Tsysannova dari Rusia. Sedangkan untuk penentuan juara ketiga nomor speed perorangan putra, Darryil Boldyrev dari Ukraina menang tipis atas Jin Xin Li dari China. Darryil menorehkan waktu 5,73 detik, sedangkan Jin Xin Li 5,88 detik. Skuat Merah Putih tampil dominan pada final nomor speed world record baik perorangan putra maupun putri. Dari 14 atlet yang turut bertanding, sembilan diantaranya masuk final. Bahkan, dominasi ini juga dicuitkan pada akun twitter resmi International Federation of Sport Climbing (IFSC). Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengatakan raihan medali ini akan menjadi modal bagus untuk berlaga di Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. “Selamat dan sukses buat Aries, Puji dan Aspar serta Timnas panjat tebing atas pencapaian prestasi yang luar biasa kali ini. Pertahankan prestasi kalian karena Asian Games 2018 dan event-event bergengsi lainnya berada di depan anda,” tulis Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu dalam pesan di What’sApp. Sementara, Faisol Riza, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), menyambut gembira kemenangan atlet-atlet di Chongqing, China. Menurutnya, ini adalah momentum yang mengubah sejarah panjat tebing Indonesia. “Saya nangis, Mas. Terharu. Nggak bisa berkata-kata,” ungkapnya. Dan, torehan medali emas ini sesuai target dari tim pelatih. Sebelumnya, Caly Setiawan, Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, mengungkapkan target pada kejuaraan dunia di China adalah emas. “Kami berharap para pelatih semakin jeli dalam melihat potensi para atlet,” tegasnya. (Adt)

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, Tahun Depan Akan Ada Turnamen Yang Kedua

Turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ Berakhir, dan pada 2019 akan kembali bergulir dengan format dan penyelenggaran yang lebih meriah serta berkualitas. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Turnamen basket antar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) bertajuk ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, berakhir pada Minggu (5/5). Pada turnamen basket yang untuk pertama kalinya digelar, tim basket putra SMA Kharisma Bangsa berhasil menjadi pemenang setelah mengalahkan SMAN 13 Depok (61-41). Sedangkan tim putri SMAN 6 Depok sukses meraih kampiun usai menundukkan SMA Saint John’s Serpong (48-22). Keberhasilan SMAN 6 Depok makin lengkap setelah Fani Arimbi, dianugerahi sebagai Most Valuable Player (MVP). Sedangkan tim putra SMAN 6 dinobatkan sebagai Most Favourite Team (MFT). Sementara, Most Valuable Player (MVP) putra diberikan kepada Mikho Haidar, pemain center SMA Kharisma Bangsa. Di sela-sela turnamen juga dilaksanakan 3 Point Competition. Ibnu Fajar Setiawan (SMAN 6 Depok) berhasil merebut titel usai menyingkirkan pesaingnya. “Sebenarnya cuma iseng-iseng dan berhadiah. Di awal kayak nggak yakin juga. Tapi, pas tadi bisa memasukkan enam bola makin percaya diri. Akhirnya bisa menang,” cetus Ibnu. Sementara itu, Melvin Wahyudi, Direktur Utama PT Nasional Yunior Sportindo Media, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi kelancaran pelaksanaan turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, dari awal hingga final. “Khususnya, saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Kharisma Bangsa atas tempat dan waktu yang diberikan. Juga semua peserta, penonton yang hadir serta official, kru, dan pihak-pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Melvin saat penutupan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018. Ia juga meminta maaf bila selama pelaksanaan event ini terdapat kekurangan. “Tentu ini akan menjadi evaluasi kami, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Yang pasti, tahun depan kami akan gelar event seperti ini lagi dan akan ada turnamen NYSN kedua,” tegasnya. Sebagai media olahraga terpercaya bagi kalangan pemuda pecinta olahraga di Indonesia, Melvin menegaskan berusaha memberikan dukungan bagi atlet muda di Tanah Air agar mereka konsisten terus berprestasi demi mewujudkan cita-cita sebagai atlet profesional, dan memberikan kebanggaan tak hanya bagi keluarga, namun bangsa dan negara. “Kami berharap sekolah dan klub-klub olahraga intens berkomunikasi dengan kami terkait agenda olahraga untuk bisa diekspose di NYSNMEDIA,” tukasnya. “Selamat bagi tim yang juara dan MVP yang terpilih. Dan para peserta yang belum berhasil, luar biasa perjuangannya dan kami menghargai kontribusi kalian,” beber Melvin. Sedangkan Chandra Wiedyananta, Ketua Pelaksanan turnamen, mengaku sangat puas dengan event ini. “Para peserta, penonton, suporter, dan para orang tua menyaksikan turnamen basket antar SLTA yang untuk pertama kalinya digelar. Semua terlihat menikmati serta merasakan kemeriahan acara hingga final hari ini,” terangnya. “Kami mengharapkan seluruh tim peserta mendapatkan pengalaman berharga dan merasakan atmosfir kompetisi yang bisa menjadi modal mereka mengikuti kompetisi berikutnya. Selamat untuk semua pemenang. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk menuju ke jenjang yang lebih tinggi,” tutup Chandra. (Adt)

Menangi Duel ‘Panas’ Kontra SMAN 13 Depok, SMA Kharisma Bangsa Juara ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMA Kharisma Bangsa sukses merajai turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Wakil Tangerang Selatan ini secara meyakinkan unggul atas SMAN 13 Depok dalam partai puncak, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Minggu (5/5). SMA Kharisma Bangsa yang lebih diunggulkan ini, kerap memimpin perolehan angka di awal-awal kuarter pertama. Tak mengherankan bila Saddam Asyruna dkk mampu menutup kuarter pertama dengan skor 14-7. Mengawali kuarter kedua, SMA Kharisma Bangsa kian menggila. Mereka tak memberikan kesempatan pada lawan untuk memundi angka. Meski SMAN 13 sempat bangkit untuk memberikan perlawanan, namun hal itu belum cukup untuk membendung perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini, 32-18. Pada kuarter ketiga, pertandingan tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Saddam dkk tetap tak mengendurkan perlawanan atas wakil Kota Depok itu. Fast break yang ditunjukkan pemain SMA Kharisma Bangsa mampu dimaksimalkan untuk memundi angka demi angka. Hasilnya, kuarter ini berakhir 44-30 untuk SMA Kharisma Bangsa. Tak tinggal diam, anak asuh Rizki Dewantoro itu memberi tekanan ke daerah pertahanan SMA Kharisma Bangsa di kuarter akhir. Namun, skuat yang dimotori Mikha Haidar itu mampu mematahkan bola serangan dari Ilham Ramadhan dkk. Aksi ‘lay-up’ yang dilakukan Saddam selalu mengundang sorak suporter setia SMA Kharisma Bangsa. Bahkan, kerjasama apik yang diperlihatkan M. Rafkha Gibran, Abdurasjid Fadhil dan Aofar Hedyan mampu membuat angka SMA Kharisma Bangsa menjauh 58-40 atas SMAN 13. Disisa waktu satu menit kedua tim tetap tampil impresif. SMA Kharisma Bangsa akhirnya mampu membungkus pertandingan dengan skor 61-41. “Pastinya senang bisa menang di turnamen ini. Apalagi, pemain tidak ada yang cedera dan mereka tampil luar biasa. Fast break juga maksimal. Pokoknya enjoy the game hari ini,” ujar Ari Adiska, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. “Mungkin untuk kelas 12 ini menjadi event terakhir sebelum lulus. Jadi kemungkinan kami akan kehilangan satu center dan satu shooter yang bagus di tim. Dan, harapannya untuk yang di kelas 11 dan 10 mereka dapat berlatih lebih intensif,” lanjutnya. Sementara, Mikho Haidar, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa, berharap tahun depan SMA Kharisma Bangsa bisa lebih berprestasi di turnamen ini. Menurutnya, pertandingan ini menjadi yang terakhir baginya sebelum lulus sekolah. “Tahun depan harus lebih baik lagi prestasinya. Ini juga menjadi pertandingan terakhir untuk saya sebelum lulus dari sekolah,” urainya. “Semua pemain tampil percaya diri dan tidak egois. Kami memang satu tingkat di atas lawan. Tapi, kami tak menganggap remeh, dan berusaha hingga berhasil meraih hasil maksimal,” tuturnya. Sedangkan Rizki Dewantoro, Asisten Pelatih SMAN 13, mengaku timnya berada satu level di bawah SMA Kharisma Bangsa. Ia menambahkan bila di kuarter pertama hingga ketiga, tim-nya sempat mengimbangi lawan, namun pada kuarter terakhir tim-nya harus tertinggal jauh. “Level kami satu tingkat di bawah mereka. Tapi semua bermain lepas dan penuh perjuangan. Kami memberi kredit untuk Ilham (Ramadhan). Sedangkan untuk lawan memang semua pemainnya mereka rata serta bisa mengusai bola. Tangan mereka juga wangi (lagi tune-in),” tutup Rizki. (Adt) Road To Final SMA Kharisma Bangsa : 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMA Saint John’s (64-16) 2. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 13 Depok (57-14) 3. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 6 Depok (56-32) 4. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 3 Tangerang (48-17) 5. SMA Kharisma Bangsa vs Yadika 2 Jakarta (WO)

Bikin SMA Saint John’s Serpong Kelelahan, Hexa Queen’s Kampiun ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’

Tim basket putri SMAN 6 Depok (merah), sukses menjadi kampiun di ajang turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putri SMAN 6 Depok menjadi kampiun di ajang turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Memainkan laga final di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (6/5), tim berjuluk Hexa Queen’s itu mengalahkan SMA Saint John’s Serpong dengan skor 48-22. Di kuarter pertama, kedua tim berinisitif mencuri angka terlebih dahulu setelah wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. SMA Saint John’s memberi harapan besar usai point guard, Rica Donna sukses melakukan tembakan tiga angka, 3-0. Tembakan bebas Feony Salsabila Dadi dari SMAN 6 berhasil menipiskan skor 3-1. Berlanjut, dua angka kembali dipanen SMAN 6 melalui Dinda Tri Nurbaity yang berhasil melesakkan bola kejaring lawan. Kedudukan imbang 3-3. Lalu, aksi lay-up Elisabeth Steffi membuat SMA Saint John’s kembali memimpin 5-3. Namun, Reihani Zaida, pemain bernomor punggung 5 dari SMAN 6 mampu memanen dua angka. Kedudukan sama 5-5. Disisa tiga menit pertandingan SMAN 6 langsung melesat dan memimpin 9-5. Patrice, small forward SMA Saint John’s mencoba mengejar ketertinggalan. Skor berubah 9-8 sekaligus menutup kuarter ini. Memasuki kuarter kedua, perolehan angka SMAN 6 mulai menjauh. Berkat tembakan tiga angka dari Amelia membuat timnya unggul 14-10. Selepas itu srikandi SMAN 6 mampu mencetak 10 angka tambahan, sedangkan lawan hanya mampu memetik dua angka. Kuarter ini berakhir 24-16 untuk SMAN 6. Skuat SMAN 6 makin impresif di kuarter ketiga. Beberapa kali tembakan yang dilancarkan anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu sukses menambah angka. SMAN 6 mengunci kuarter ini dengan skor 37-20. Pada kuarter keempat, angka SMAN 6 makin tidak terkejar oleh lawan. Sisa dua menit pertandingan Reihani Zaida dkk memimpin 48-22 sekaligus menuntaskan pertandingan ini. Reffvin, juru racik SMAN 6, mengaku bersyukur dengan raihan yang dicapai tim-nya pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. “Saya secara pribadi dan mewakili SMAN 6 Depok, mengucapkan syukur dan terima kasih dengan adanya turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini,” ujar Reffvin usai laga. “Kami puas meraih kemenangan pada final ini. Di pertandingan pertama kami sempat bertemu dengan SMA Saint John’s. Pada pertandingan itu sistem berjalan dengan baik. Tapi, di final malah sistem tidak sesuai harapan,” lanjutnya. “Namun kami tetap memberikan apresiasi yang tinggi untuk semua pemain. Mereka tampil dengan semangat tinggi demi memenangkan pertandingan di final. Dan ini menjadi modal berharga untuk memacu tim terus berprestasi,” tambah saudara kembar Revin itu. Sementara, Anayda Fitrianingtyas, Kapten Tim SMAN 6, menyebut semua pemain dalam keadaan on fire di final ini. “Kami siap di pertandingan final ini. Semua pemain on fire. Atmosfir pertandingan juga sangat terasa. Semoga tim lebih kompak di turnamen basket lainnya. Apalagi bagi siswa kelas 12 mungkin ini yang terakhir,” terangnya. Sedangkan Devyna Avelyne, Kapten Tim SMA Saint John’s, mengungkapkan tim-nya bermain all out di pertandingan final kali ini. Namun, menurutnya, keberuntungan masih belum berpihak kepada timnya. “Karena kami tampil all out sejak awal, sehingga di kuarter selanjutnya tim merasa lelah. Jadi kami harus puas menjadi runner-up. Kalau bicara soal lawan. Mereka bermain lebih bagus. Selain itu, chemistry juga dapat,” urainya. “Belajar dari pertandingan final ini, tentu kami harus bisa lebih baik lagi dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya,” tutup power forward tim yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan itu. (Adt) Road To Final SMAN 6 Depok : 1. SMAN 6 Depok vs SMA Saint John’s Serpong (44-39) 2. SMAN 6 Depok vs SMA Kharisma Bangsa (52-8) 3. SMAN 6 Depok vs SMA Yadika 2 Jakarta (WO) 4. SMAN 6 Depok vs SMAN 13 Depok (WO)

Takluk dari Gol Pemain Seperti Laki-laki, Timnas Putri U-16 Tersingkir dari AFF U-16

Laga Timnas Putri U-16 (putih) vs Laos di Piala AFF U-16, Minggu (6/5), di Stadion Atletik Jakabaring 1, Palembang. (Bola.com)

Palembang- Timnas Putri U-16 akhirnya terhenti di penyisihan grup Piala AFF U-16 Girls Championship 2018. Di laga terakhir, mereka takluk dari Laos dengan skor 0-2, di Stadion Atletik Jakabaring, Palembang, Minggu (6/5). Indonesia kembali mengulang hasil negatif 2017 lalu, yang juga tak lolos penyisihan grup Piala AFF U-15. Pada laga penentuan ini, anak asuh Rully Nere gagal memperbaiki hasil di dua pertandingan sebelumnya yakni kalah dengan Thailand 1-4, dan menang melawan Kamboja 2-0. Indonesia pun terpaksa mengubur mimpi ke semifinal. Mereka hanya mendulang tiga poin dan berada di peringkat ketiga, terpaut tiga angka dari Laos, yang ada di urutan kedua klasemen akhir Grup B. Thailand akhirnya melenggang ditemani Laos, menuju fase empat besar. Pada jam pertandingan yang sama, Thailand mengalahkan Kamboja dengan skor 4-0 di Stadion Bumi Palembang. Empat gol diciptakan Yadaporn Meelun menit 25, Janista Jinantuya menit 41, Janista Jinantuya menit 55 dan Janista Jonantuya menit 76. Di partai Indonesia melawan Laos, dua gol Laos diciptakan Pe Pe menit ke-4 dan Inthida Khounsy menit ke-53. Indonesia sebenarnya tampil menyakinkan di pertandingan itu dengan berinisiatif menekan jantung pertahanan Laos sejak menit-menit awal. Serangan pertama kandas, kemudian dilanjutkan dengan skema serangan yang kedua. Rupanya, tim Laos mencari celah menerapkan skema serangan balik. Benar saja, gelandang serang Laos Pe pe, lepas dari pengawalan. Menyisir dari sektor sayap, Pe pe melepas tendangan terukur ke arah sisi kiri penjaga gawang. Gol pembuka pun berhasil tercipta setelah penjaga gawang Indonesia Sofingatun tak mampu menangkap bola. Skor berubah 1-0 untuk Laos. Hasil ini membuat Indonesia bermain lebih agresif untuk mencari peluang gol. Jika dibandingkan Laos, Indonesia relatif kesulitan mencapai area kotak penalti. Sementara sebaliknya, Laos memiliki sejumlah pemain yang piawai memberikan umpan silang ke kotak penalti. Rully lalu menarik dua pemain, yakni Agnes dan Reva, untuk mengubah irama permainan, dan memasukkan Anisa dan Sheva Imut. Namun, kokohnya benteng pertahanan lawan tetap sulit ditembus hingga turun minum. Memasuki babak kedua, permainan Timnas justru menurun. Laos bahkan mampu menguasai arena pertahanan Indonesia. Kondisi ini semakin membuat Indonesia tertekan atas serangan bergelombang Laos. Seakan tinggal menunggu waktu, pada menit ke-53, kembali gawang Indonesia bergetar oleh sepakan keras stiker Inthida Khounsy. Penjaga gawang Sofingatun sempat menangkap bola, namun sepakan yang deras itu tak mampu dibendungnya. Kurangnya performa pemain Timnas sepanjang babak kedua membuat hasil pertandingan berakhir dengan skor 2-0, untuk Laos. Usai pertandingan, Rully menyebut gol cepat Laos pada menit ke-4 membuat mental pemain jatuh. “Selain itu, banyak pemain yang sakit. Bahkan, tiga pemain kami diinfus. Pertandingan ini sangat berat buat kami,” kata dia. Timnas U-16 dihadapkan sejumlah masalah sebelum bertanding di ajang Piala AFF U-16 Girls Championship, sehingga gagal tampil maksimal. Satu pekan jelang event, terdapat 12 pemain yang harus dicoret dari 12 orang yang disiapkan, karena terganjal aturan pembatasan usia dari regulasi FIFA. Akibatnya, Indonesia terpaksa merekrut salah satu penjaga gawang, hanya berdasarkan pantauan rekaman video, ditambah kondisi pemain yang tengah melakukan ujian sekolah. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Rully sempat meragukan status pemain Laos, Pe pe, yang dinilainya menyerupai anak laki-laki. Namun, hal ini langsung dibantah pelatih Laos, Phonethip Sengmany. Ia memastikan, Pe pe adalah anak perempuan normal berusia 16 tahun yang rajin berlatih, sehingga berperforma jauh lebih baik daripada teman-temannya. (Dre/Ham) Susunan Pemain Timnas Putri U-16 Pelatih: Rully Nere Sofingatun (pg), Gwen (Rachmayanti Indah M/66), Shalika Aurelia Ramadhanti, Helsya Maeisyaroh, Firanda, Jasmine Sefia Waynie Cahyono, Safira Ika Putri Kartini (c), Agnes (Anisa Febiana/37), Azra Zifa Kayla (Portia Louise Fischer/70), Reva Octaviani (Sheva Imut Furyzcha/29) Laos U-16 Pelatih: Phonethip Sengmany Phatthalavady Sophothirath (pg), Katen Vongasavanh, Vilayphone Phengsana, Inthida Khounsy, Pe pe, Pimpha Thongsavang, Sengdeuan Phongphailath (Panatha Phothisame/68), Chaikham (Souphaphone Xaysoula/72), Phonesavanh, Saysamone Inthaphone (c), Ladee Chanthavongsa

Gunakan Sistem Tiga Seri, Menpora Buka Liga Gulat Mahasiswa Jawa Tengah 2018

Seri pertama Liga Gulat Mahasiswa Jateng 2018 dilangsungkan pada Minggu (6/5), di GOR AKPOL Semarang. (breakingnews.co.id)

Semarang- Bertempat di Hotel Neo Kota Semarang, untuk kali pertama dibuka Liga Gulat Mahasiswa Jawa Tengah Terbuka 2018. Pembukaan dilakukan Menpora Imam Nahrawi. Kompetisi ini diikuti 19 atlet putra putri, dari 12 perguruan tinggi. Ke-12 kampus itu yakni Universitas Negeri Semarang, Universitas Semarang, Universitas Sebelas Maret, Akademi Teknik Warga Solo, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Negeri Bengkulu, Universitas Negeri Padang, Universitas Muhammadiyah Padang, dan Universitas Mahendradata Bali. Ada pun kelas yang dipertandingkan ada enam. Yakni gaya bebas putra 57 kilogram, gaya bebas putra 74 kilogram, gaya greco romawi 60 kilogram, gaya greco romawi 77 kilogram, gaya bebas putri 50 kilogram, dan gaya bebas putri 57 kilogram. Apresiasi diberikan Ketua Umum Pengprov PGSI Jateng, Andreas Budi Wirohardjo kepada Menpora yang bersedia membuka acara yang akan digelar dalam tiga seri kompetisi itu. Khusus di laga seri pertama ini, atlet hanya mengumpulakan poin dan tak ada proses juara. “Kami membuat tiga seri, karena pemenangnya adalah atlet yang memiliki poin terbanyak dari ketiga seri 2018. Seri pertama atlet hanya mengumpulakan poin dan tak ada juara. Sebab Seri Kedua para atlet bertemu lagi dan belum tentu mereka yang kalah di seri pertama, akan kalah lagi,” papar Andreas. Penggunaan sistem tiga seri dan pengumpulan poin didasari agar para atlet dapat terus berlatih yang membuat mereka lebih siap bertanding. “Jadi akumulasi poin itu seri pertama dijadikan patokan, seri kedua mereka bermain lagi ketemu lagi, jadi harapan kita supaya mereka latihan terus,” terang Andreas. Seri pertama Liga Gulat Mahasiswa Jateng di laksanakan di GOR Akpol Semarang pada Minggu (6/5). Lalu seri keduanya berlangsung di Universitas Muhammadiyah Magelang pada 1-2 September 2018, dan seri ketiga di The Park Solo Baru, Solo, pada 10-11 November 2018. (art)

Dua Gol Kemenangan Timnas Putri U-16, Modal Kuat Hadapi Laos

Dua Gol Firanda (8), sukses taklukkan Kamboja U-16,, dan menjaga peluang Timnas Putri U-16 maju ke Semifinal AFF U-16 Girls Championship 2018. (net)

Palembang- Timnas Putri U-16 mencapai hasil positif, di AFF U-16 Girls Championship 2018. Skuat Rully Nere itu meraih kemenangan perdana usai menekuk Kamboja U-16 dengan skor 2-0, pada matchday kedua Grup B. Tampil di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Jumat (4/5), Indonesia langsung menyerang sejak awal laga bergulir. Taktik ini membuat mereka berhasil mencetak dua gol melalui kreasi gelandang tim Srikandi, Firanda, pada menit ke-31′ dan 71′. Meski demikian Rully menilai, masalah pertama timnya ada di lini tengah yang seret mendistribusikan bola ke penyerang. Lalu, persoalan kedua adalah banyaknya pemain yang belum fit, sehingga membuat performa tim mengalami penurunan. “Secara tim kami masih banyak kekurangan. Lini tengah kami sering menahan bola. Mereka memilih menggiring bola dibanding memberi operan ke lini depan. Itu tentunya masalah, karena aliran bola menjadi tidak lancar,” kata Rully usai laga. Selain itu, faktor labilnya cuaca masih menjadi persoalan ketiga, yang belum terselesaikan di kubu Timnas Putri U-16. Cuaca yang kurang bersahabat membuat kondisi fisik Safira Ika dkk. memburuk. “Winger kami kurang maksimal karena belum fit akibat cedera. Penyerang sayap kami pun sejujurnya belum fit 100 persen. Dan beberapa pemain juga sakit akibat cuaca yang mudah berubah dari panas terik, hingga hujan deras, sejak hari pertama,” ujar Rully. Di sisi lain, Thailand Putri U-16 makin tak terbendung. Mereka menang tipis 1-0 atas Laos Putri U-16 ketika melakoni laga di Stadion Atletik Jakabaring, Jumat kemarin. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan untuk bisa mendulang angka. Namun, Thailand yang akhirnya bisa memecah kebuntuan berkat gol dari Janista Jinantuya, pada menit ke-81. Namun, hasil-hasil ini tak memengaruhi posisi di klasemen sementara Grup B. Thailand kokoh menghuni puncak Grup B, dengan torehan enam poin. Meski mendulang tiga poin, Timnas Putri U-16 masih bertengger di urutan ketiga, terpaut selisih gol dari Laos, yang duduk di posisi kedua. Sementara, Kamboja harus mengubur mimpi ke semifinal Piala AFF U-16, lantaran tanpa angka di dasar klasemen. Di tabel peringkat grup B, posisi puncak masih dikuasai Vietnam dan dibayangi Malaysia di posisi kedua. Jika situasi tak berubah, maka di babak semifinal, Indonesia berpeluang bersua Vietnam. (Dre/Ham) Klasemen Sementara AFF U-16 GIRLS CHAMPIONSHIP 2018 GRUP A No TIM M Mn S K G P 1 Vietnam 2 1 1 0 4-0 4 2 Malaysia 2 1 1 0 5-3 4 3 Myanmar 1 0 1 0 0-0 1 4 Singapura 2 0 1 1 3-7 1 5 Filipina 1 0 0 1 0-2 0 GRUP B No TIM M Mn S K G P 1 Thailand 2 2 0 0 5-1 6 2 Laos 2 1 0 1 3-4 3 3 Indonesia 2 1 0 1 3-4 3 4 Kamboja 2 0 0 2 1-5 0 HASIL Grup B Rabu (2/5) Indonesia 1–4 Thailand Laos 3–1 Kamboja Jumat (4/5) Indonesia 2–0 Kamboja Laos 0–1 Thailand Minggu (6/5) Thailand vs Cambodia Laos vs Indonesia

Bersaing di Ajang Popda 2018, Atlet Forki Tangsel Bidik Prestasi Dua Tahun Lalu

Atlet Forki Tangsel dilepas Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengikuti POPDA IX Banten 2018. (isitmewa)

Tangerang Selatan- Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melepas atlet karate dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX Tingkat Provinsi Banten, di Kabupaten Tangerang pada 4 – 11 Mei 2018, di Kantor Wali Kota Tangsel, pada Rabu (2/5). Hadir dalam acara pelepasan itu yakni Dadang Rahayu (Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia/Forki Tangsel), R. Sukma Aji Abimanyu (Kabid Binpres Forki Tangsel), serta pelatih yakni Erick Iskandar, Marwanto JR dan Tasrikin. Para atlet karate yang dipersiapkan untuk Popda melakukan TC di Fame Hotel, Gading Serpong, dan mengikuti pertandingan di Pusdiklat Kitri Bakti Kabupaten Tangerang, Banten, pada 4 Mei 2018. “Kami berharap prestasi Popda 2018 ini, setidaknya menyamai prestasi yang diraih pada Popda sebelumnya. Pada Popda 2016, kami meraih 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu,” ujar Sukma. “Semoga mereka tetap bisa berprestasi pada ajang Popda tahun ini,” tambahnya. Airin juga berpesan kepada para atlet, agar tidak takut terhadap lawan yang akan dihadapi. “Tunjukan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, jangan gentar sama lawan. Fokus konsentrasi dan percaya diri disetiap pertandingan, agar juara umum bisa diraih,” tegasnya diikuti semangat para atlet. Sekda Tangsel, Muhamad yang ikut hadir dalam pelepasan itu menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Tangsel sangat peduli terhadap atlet berprestasi. “Bonus umroh sebagai bentuk apresiasi Pemkot Tangsel. Tentunya, ini akan menjadi motivasi bagi para atlet memberi terbaik dan menjadi juara umum Popda,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Entong Wiwi Martawijaya menjelaskan,tim Popda Tangsel mengikuti 17 cabang olahraga (cabor). “Tangsel mengirimkan 231 atlet dengan 20 pelatih, 32 asisten pelatih. Dengan mengikutkan 17 cabor dari 19 cabor yang dipertandingkan. Targetnya juara umum,” tuturnya. (Adt)

Squash Tak Pasang Target Muluk di Asian Games 2018, Sekjen PSI : Surprise Dapat Emas

Atlet squash Singapura (merah) berhadapan dengan Kalimantan Timur dalam test event Asian Games 2018, saat tampil tahun lalu. (republika.co.id)

Jakarta- Cabang olahraga squash tak membebankan target tinggi kepada atlet di ajang Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Hal itu dikatakan Sylviana Murni, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI), di Jakarta, Sabtu (5/5). “Kami sudah bisa ikut di Asian Games 2018 ini saja bersyukur dan Alhamdulillah. Dan berkaca pada SEA Games 2017 di Malaysia kami mendapatkan perak dan perunggu,” ujar mantan None Jakarta 1981 itu. “Untuk di Asian Games harapan kami, setidaknya bisa mendapatkan medali perak. Kalau dapat medali emas itu berarti surprise,” lanjut mantan Wali Kota Jakarta Pusat pada periode 2008-2010 itu. Diketahui, pada 25-29 April 2018, telah berlangsung Kejuaraan Squash Internasional Tingkat Asia Tenggara (SEA Cup Squash) 2018, di Arena Squash Graha Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat. Event yang diikuti 5 negara yakni Indonesia selaku tuan rumah, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura itu dijadikan sebagai salah satu persiapan tim Merah Putih jelang Asian Games 2018. “Event itu menjadi ajang persiapan menghadapi Asian Games 2018. Sementara untuk training center tetap berjalan sampai saat ini,” tambahnya. Sayang, dalam event itu, Timnas Indonesia gagal meraih medali. Kemampuan mereka masih dua tingkat di bawah negara Malaysia dan Filipina, yang medominasi turnamen. “Sedangkan untuk try out, kalau bisa dimaksimalkan di dalam negeri mengapa kami paksakan ke luar negeri. Tentu, kami masih harus fikirkan agar mereka juga bisa bersaing dengan negara lain,” tutup peraih gelar S3 Manajemen Pendidikan Fakultas Kependidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu. (Adt)

Ribuan Peserta Bersaing di Kejurnas Atletik 2018, PB PASI Pantau Atlet Junior Berprestasi

Beberapa atlet cabor atletik akan bertandinga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 6-12 Mei 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Usia 18 Tahun, Usia 20 Tahun, dan Senior, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 6-12 Mei 2018. Sebanyak 1.053 atlet dari 34 provinsi di Tanah Air bersaing untuk menjadi yang terbaik di ajang ini. Kategori U-18 Tahun diikuti 367 atlet (205 putra dan 162 putri). Kemudian, U-20 Tahun diikuti 282 atlet (179 putra dan 103 putri). Dan, Senior diikuti 404 atlet (284 putra dan 120 putri). Selain sebagai ajang untuk mengasah kemampuan para atlet junior. Kejurnas ini sekaligus sebagai salah satu cara PB PASI guna mencari bibit atlet atletik serta wadah penguji atlet-atlet Pelatihan Nasional (Pelatnas). Mohammad Hasan, Ketua Umum PB PASI, mengatakan semua atlet mulai dari junior hingga remaja, bisa mengikuti Kejurnas ini. Dengan Kejurnas ini, ia berharap agar atlet senior memiliki pelapis guna mengantisipasi terjadinya cedera. “Di Kejurnas ini semua boleh ikut. Baik itu junior dan remaja maupun atlet Pelatnas. Untuk atlet junior dan remaja yang nantinya berprestasi menjadi pelapis senior,” ujar pria yang akrab disapa Bob Hasan itu di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat (4/5). Ia menegaskan bila ada atlet Pelatnas tak berprestasi di Kejurnas, maka atlet itu akan diganti dengan atlet muda. “Jika ada atlet Pelatnas yang tak berprestasi, maka di TC Asian Games 2018 akan kami ganti dengan yang muda,” lanjut Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Pembangunan VII itu. Sementara, Tigor Tanjung, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PB PASI, menyebut atlet Pelatnas yang mengikuti Kejurnas akan mewakili daerah mereka masing-masing. “Atlet Pelatnas yang mengikuti Kejurnas akan tetap mewakili daerah mereka masing-masing. Sebagian dari mereka sedang training camp di Amerika Serikat, merasakan suasana pertandingan level dunia,” tutur Tigor. “Mereka memperbaiki teknik agar mengalami kemampuan peningkatan yang jauh lebih baik,” ungkapnya. (Adt)

Ratusan Atlet Bersaing di Test Event, Cabang Kurash Incar Satu Medali Emas Asian Games 2018

Sebanyak 8 negara mengikuti test event Asian Games 2018 cabang kurash di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, 5-6 Mei 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) menggelar Test Event Asian Games 2018, di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, 5-6 Mei 2018. Pada test event ini setidaknya 8 negara turut berpartisipasi yakni Indonesia selaku tuan rumah, Korea Selatan, Taiwan, India, Afghanistan, Iran, Vietnam, Palestina, dan Singapura. Sedangkan kelas yang dipertandingkan di putra adalah di kelas berat -66 kg, -90 kg, +90 kg. Dan, di putri yakni -52 kg, -63 kg, dan -78 kg. “Dari 8 negara ini, masing-masing mengirimkan 14 atlet, kecuali Singapura yang hanya mengirimkan 3 atlet. Jadi, sekitar 100 atlet yang mengikuti test event ini,” ujar Barnes Mahardika, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBKI, Sabtu (5/5). Ia melanjutkan test event ini merupakan persiapan menuju Asian Games 2018. “Ini adalah pertandingan internasional Kurash pertama di Indonesia dan kami akan berjuang keras untuk kegiatan ini sehingga bisa mencapai prestasi di Asian Games mendatang,” lanjutnya. Sebelumnya, PBKI melaksanakan Seleksi Nasional (Seleknas) pada Januari 2017, guna mencari atlet-atlet terbaik yang diproyeksikan ke Asian Games 2018, di Pusat Latihan Nasional Judo Ciloto, Jawa Barat. Dan, telah menjaring 8 atlet yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang menjalani persiapan sebelum mengikuti pertandingan Kurash di pesta olahraga akbar empat tahunan di Asia itu. Terkait peluang di Asian Games 2018, PBKI mentargetkan meraih satu medali emas. “Peluang terbesar itu ada di kelas putri. Untuk putra masih butuh lebih banyak pelatihan dan pengalaman bertanding guna bersaing dengan negara-negara Asia,” tambahnya. “Kami juga akan mengirimkan 14 atlet untuk melakukan try out ke Iran, Taiwan dan Korea selama 3 pekan, pada Juni hingga Juli 2018,” tutup Barnes. (Adt)

Pemerintah Ingin Akademisi Turut Mendorong Lahirnya UU Atlet, Beri Perlindungan Masa Pensiun

Menpora Imam Nahrawi saat menerima kunjungan Kaprodi Magister dan Doktor Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, di Kantor Kemenpora, Kamis (3/5). (Kemenpora)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta kalangan akademisi turut serta dalam mendorong lahirnya Undang-Undang Atlet. Sebab, di dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) belum mengatur secara detail yakni salah satunya tentang hak-hak atlet terutama perlindungan pasca atlet. Hal itu dikatakan Imam Nahrawi (Menpora) saat menerima civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, yang dipimpin Kaprodi Magister dan Doktor Olahraga Amung Ma’mun, di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (3/5). Menurut Amung, saat ini gairah mahasiswa peminat jurusan olahraga dengan berbagai konsentrasinya semakin meningkat. Saat ini, UPI sudah mengembangkan konsentrasi pada empat jurusan, yaitu Pendidikan Jasmani, Kepelatihan Olahraga, Ilmu Olahraga, dan Manajemen Olahraga. Mahasiswa yang mengambil jurusan-jurusan tersebut ada yang berlatar belakang atlet dan pelatih, sehingga diproyeksikan akan lahir pemangku kepentingan olahraga yang tahu teori sekaligus paham praktek lapangan. “Peminat di UPI untuk jurusan olahraga tren-nya semakin naik. Para mahasiswa yang mengambil S2 dan S3 semakin merata dari berbagai daerah dan dari kalangan atlet serta pelatih. Diharapkan kedepan tenaga keolahragaan semakin berkualitas,” ujar Amung kepada Menpora. Ada dua hal penting yang disampaikan Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu kepada para civitas akademika yang hadir. Pertama, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) olahraga menjadi kebutuhan mendesak guna mendongkrak prestasi. Sehingga spesialisasi jurusan cabang olahraga perlu mendapat perhatian kalangan kampus. “Saya terus berkeliling kampus mencari adakah spesialisasi pada pendidikan olahraga yang sudah menjurus pada salah satu cabang olahraga, contohnya jurusan sepakbola. Pemerintah akan konsentrasi pada pembangunan SDM, dan faktor spesial atau kekhususan mendapat perhatian lebih. Semoga UPI dapat mewujudkan,” tegas Imam. Kedua, UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dirasa belum cukup mengatur secara detail tentang atlet, terutama perlindungan para pahlawan olahraga ini pasca masa produktif sebagai atlet. Urgensi ini perlu dukungan semua pihak apalagi dari kalangan akademisi guna mendorong lahirnya UU Atlet. “Saya minta kalangan akedemisi mendorong lahirnya UU Atlet. Karena di UU SKN belum mengatur secara detail hak-hak atlet, terutama perlindungan pasca atlet pensiun. Semoga, setiap tesis maupun desertasi para mahasiswa, akan membedah salah satu cabor, agar jadi landasan mengambil kebijakan,” tambah pria berusia 44 tahun itu. (Adt)

Bangkit Dari Cedera Panjang, Pemuda 22 Tahun Ini Jadi Gelandang Modern Timnas Indonesia

Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla di Timnas U-23 yakni gelandang Sriwijaya FC kelahiran Bireun, Zulfiandi (16). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kini punya pemain baru yang menjadi kepercayaannya di sektor tengah permainan. Sosok anyar yang menjadi kepercaan Luis Milla yakni gelandang Sriwijaya FC, Zulfiandi. Pemuda kelahiran Bireuen, Aceh, 17 Juli 1995, menjadi pemain kepercayaan Luis Milla di jajaran skuat Garuda Muda. Pada empat laga terakhir yang dilakoni Garuda Muda, Cole, sapaannya, selalu jadi pilihan utama pelatih asal Spanyol itu untuk menjaga keseimbangan permainan. Bertugas di lini tengah, gelandang jebolan Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri ini tak tergantikan semenjak kembali berseragam timnas. Usai kembali terpanggil bergabung ke pemusatan latihan pada Februari lalu, Cole telah empat kali terpilih menjadi starter pada empat laga terakhir yang dilakoni timnas U-23. Sebelumnya, Cole, harus mundur dari sepak bola lantaran cedera lutut yang membekapnya. Tiga tahun lalu, pada Senin (15/6/2015), menjadi laga terakhir baginya bersama Timnas U-23, yang saat itu ditaklukkan Vietnam dalam perebutan medali perunggu, di ajang SEA Games 2015. Sejak saat itu, pemain berusia 22 tahun ini absen dari Timnas, hingga di level klub. Namun, setelah sembuh dari cedera, Cole bangkit dan menunjukkan pada publik bahwa talenta dan kemampuannya masih belum habis ditelan cedera. Bahkan, performa impresifnya bersama Timnas U-23 dan makin mengukuhkannya sebagai pilihan utama di lini tengah skuat Garuda Muda. Posisi gelandang jangkar ini disebut pelatih beken, Rahmad Darmawan, sebagai gelandang yang sangat unik. Ia dinilai memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Statistik Zulfiandi di Timnas U-23 Empat laga terakhir: Laga Pertama Timnas U-23 vs Timnas U-23 Singapura Timnas U-23 mengalahkan timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0 pada laga uji coba di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (21/3). Tiga gol timnas U-23 Indonesia masing-masing dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-44, Muhammad Hargianto (51′), dan Septian David Maulana (65′). Tim asuhan Luis Milla memang tampil mendominasi dengan menguasai penguasaan bola sebesar 66 persen. Zulfiandi tampil gemilang sebagai gelandang jangkar saat timnas U-23 Indonesia berhasil membungkam timnas U-23 Singapura dengan skor 3-0. Ia menjadi pemain yang menorehkan angka operan tepat terbanyak (64 kali), tekel sukses terbanyak (4 kali), dan akurasi operan tertinggi di kubu Garuda Muda yakni sebesar 88.8%. Laga Kedua Timnas U-23 vs Timnas U-23 Bahrain Kendati menelan kekalahan dari Bahrain dengan skor 0-1, timnas U-23 Indonesia sebenarnya tampil lebih mendominasi. Mereka memimpin dalam hal penguasaan bola hingga 64 persen. Jumlah operan sukses mereka bahkan mencapai 393 dari total 484 upaya alias 81 persen tepat sasaran. Sementara itu, Bahrain cuma melepaskan 182 operan sukses dari 265 percobaan atau tingkat akurasi menyentuh 68 persen. Lantas, siapa anak asuh Luis Milla yang paling sering dioper rekannya? Dia adalah gelandang bertahan Zulfiandi. Zulfiandi menjadi pemain Indonesia yang sangat dipercaya teman-temannya. Sepanjang pertandingan, pesepak bola berusia 22 tahun ini menerima 53 operan. Catatan Zulfiandi mengungguli Hansamu Yama Pranata (48), Bagas Adi Nugroho (47), Febri Hariyadi (45), dan Muhammad Hargianto (45). Laga Ketiga Timnas U-23 vs Timnas U-23 Korea Utara Zulfiandi bermain penuh saat timnas U-23 Indonesia ditahan imbang timnas U-23 Korea Utara. Pada laga kedua turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 ini, Zulfiandi juga menjadi memegang peran krusial di lini tengah skuat Garuda Muda. Bertugas sebagai gelandang, Zulfiandi mencatatkan operan sukses sebesar 32 dari 36 kali percobaan. Artinya, ia menorehkan presentase keberhasilan operan sebesar 88%. Angka akurasi operan ini sekaligus menjadi yang tertinggi di kubu Garuda Muda. Akurasi Zulfiandi lebih tinggi dari Hargianto (74%), Hansamu Yama (79%) dan Septian David Maulana (75%). Zulfiandi juga impresif secara defensif. Terbukti, ia mencatatkan tiga kali tekel sukses dari lima percobaan dan clearence sebanyak dua kali. Laga Keempat  Timnas U-23 vs Timnas U-23 Uzbekistan Uzbekistan menjadi lawan terakhir Zulfiandi dkk di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Bermain imbang dengan skor 0-0, Zulfiandi kembali tampil moncer di jantung permainan Garuda Muda. Pada laga ini, skuat besutan Luis Milla unggul tipis di wilayah penguasaan bola, yakni 52% berbanding 48%. Lagi-lagi, Zulfiandi jadi sosok penting di balik stabilitas lini tengah Garuda Muda. Peran gelandang berusia 22 tahun ini tentu saja tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Berduet dengan Hargianto, Zulfiandi mencatatkan 53 operan sukses dari 61 kali percobaan. Ia menorehkan 86% operan sukses selama 90 menit pertandingan. Presentase keberhasilan operan Zulfiandi hanya kalah dari raihan Bagas Adi Nugroho yang mencatatkan 47 operan sukses dari 51 percobaan (92%). Bahkan, rekan duetnya di lini tengah, Hargianto, hanya mencatatk 35 kali operan sukses dari 53 percobaan (66%). Performa defensif Zulfiandi juga tak kalah moncer. Ia sering membantu pertahanan dan melakukan empat kali intersep dan dua kali sapuan. Bahkan, ia menyumbangkan lima kali tekel sukses dari sembilan kali percobaaan. (art)

Hadapi Kamboja U-16, Pelatih Timnas Indonesia Berdoa Agar Tak Hujan

Timnas Putri U-16 berada di posisi terbawah klasemen Grup B Piala AFF U-16 Girls Championship 2018. (net)

Palembang- Lanjutan Piala AFF U-16 Girls Champiomship 2018, di laga kedua grup B, Indonesia akan berjumpa Kamboja di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/5). Timnas Putri U-16 lantas dalam sorotan karena gagal mendulang poin. Mereka kini terbawah di klasemen sementara Grup B, terpaut tiga angka dari Laos, yang menghuni posisi kedua atau batas akhir untuk melaju ke semifinal. Meski berlatar statistik buruk, Srikandi remaja diprediksi tak akan larut dalam keterpurukan. Mereka tentunya bertekad bangkit saat bersua Kamboja. Apalagi, dukungan langsung dari publik Tanah Air kemungkinan bakal memompa moral pasukan Rully Nere tersebut. Di atas kertas, Kamboja juga bukanlah tim dengan skuat mumpuni. Kekalahan 1-3 dari Laos menjadi alasan utamanya. Selain itu, Indonesia Putri U-16 juga sempat bermain 1-1 melawan Kamboja pada laga fase grup Piala AFF 2017 di Laos. Rully mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Kamboja. Sang pelatih menganggap laga kali ini hanyalah wadah membentuk kualitas pemain-pemain sepak bola wanita. “Saya tak memiliki persiapan khusus karena ini kan masih sepak bola anak-anak. Saya hanya menerapkan latihan ringan agar mereka bisa kembali fit di laga ini,” kata Rully. “Saya sama sekali tidak mengetahui kualitas Kamboja. Namun, saya optimistis bisa meraih hasil baik dan anak-anak bisa tampil maksimal. Dan semoga cuaca tidak buruk dalam laga nanti karena berpotensi merugikan pemain kami,” tambahnya. Kekalahan 4-1 dua hari sebelumnya, membuat Srikandi Muda Merah-Putih terperosok diperingkat akhir klasemen. Pada hari yang sama, Laos menghadapi Kamboja. Laos tampil apik dan berhasil membungkam lawannya dengan skor telak 3-1. Pada laga sore ini, merupakan laga penentuan hidup-mati Srikandi dibawah asuhan Rully Rudolf Nere. Sebab, jika Srikandi Muda kalah ataupun seri, agaknya sangat sulit untuk bisa lolos ke fase berikutnya. “Yang penting hari ini anak-anak harus bisa memenangkan pertandingan sebagai penentu kedepannya”, kata Papat Yunisal, selaku manager Timnas Indonesia Putri sekaligus ketua ASBWI (Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia), Jumat (3/5). Ia juga membeberkan, nantinya anak asuh Rully Nere bakal bermain fokus mengandalkan permainan sayap. “Persiapan kita lebih fokus bermain dari sayap, karena Kamboja bermain selalu berkumpul ditengah. Kita akan banyak main 1-2 dari lapangan tengah”, pungkasnya. (Dre)

Tak Pernah Menang dan Cetak Gol di Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 Buka Loker Untuk Striker

Septian David Maulana (29) yang menjadi eksekutor penalti, gagal memanfaatkan kesempatan mencetak gol kala menjamu Timnas Uzbekistan U-23, pada Kamis (3/5). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 finis diperingkat 3 di ajang PSSI Anniversary Cup 2018 dengan koleksi dua poin, hasil dua kali imbang dan satu kali kalah. Lawan Uzbekistan pada laga terakhir di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Kamis (3/5), skuat Garuda kembali imbang tanpa gol. Pertandingan antara Indonesia dan Uzbekistan berlangsung dengan tensi tinggi. Terutama para pemain Indonesia yang banyak mengedepankan emosi bermain kasar dibandingkan teknik tinggi. Indonesia sempat punya peluang untuk unggul pada menit ke-37. Wasit memberi hadiah penalti setelah pemain Uzbekistan handsball di kotak terlarang sendiri. Tapi, Septian David Maulana yang menjadi eksekutor penalti, gagal memanfaatkan kesempatan itu untuk mencetak gol. Hal ini menjadi catatan khusus bagi arsitek Timnas U-23, Luis Milla. Dari tiga striker murni yang mengisi pos lini depan, yakni Ilham Udin Armaiyn, Lerby Eliandry, dan Ilija Spasojevic, tak seorang pun mencetak skor. Milla pun dikabarkan kembali mencari kandidat striker menuju Asian Games 2018. Timnas U-23 mengakhiri test event Asian Games 2018 ini tanpa satu kali pun meraih kemenangan dan tak mencetak satu gol pun, paska dilaga pertama kalah 0-1 dari Bahrain dan bermain imbang tanpa gol dengan Korea Utara di laga kedua. Timnas U-23 Korea Utara menjadi juru kunci karena memiliki nilai sama dengan Tim Merah-Putih, tapi kalah selisih gol. Timnas U-23 Bahrain menjuarai PSSI Anniversary Cup 2018 usai mencetak nilai 7 dari 3 laga. Dalam laga terakhirnya, Kamis (3/5), Bahrain menggasak Timnas U-23 Korea Utara 4-1. (Pras) Susunan pemain Timnas Indonesia (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa (kiper); Putu Gede Juni Antara, Bagas Adi Nugroho, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin (belakang); Zulfiandi, Muhammad Hargianto, Febri Hariyadi, Osvaldo Ardiles Haay, Septian David Maulana (tengah); Lerby Eliandry (depan) Pelatih: Luis Milla Timnas Uzbekistan (4-4-2): Umidjon Ergashev (kiper); Khojiakbar Alijonov, Sharof Mukhitdinov, Doniyorjon Narzullaev, Ilkhomjon Alijanov, (belakang); Husniddin Gofurov, Nurillo Tukhtasinov, Islom Kenjabaev, Sukhrob Nurulloev (tengah): Azizbek Amonov, Andrey Sidorov (depan) Pelatih: Ravshan Xaydarov

Dibawah Guyuran Hujan Deras, Timnas U-16 Ditahan Imbang PS TIRA U-17

Ditengah guyuran hujan yang cukup deras, uji coba melawan PS TIRA U-17, Timnas U-16 (hijau) dipaksa bermain imbang 1-1 pada Kamis (3/5). (Ham/NYSN)

Jakarta- Jelang sepekan TC tahap ketiga Timnas U-16, agenda uji coba dilakukan. Melawan PS TIRA U-17, Timnas U-16 dipaksa bermain imbang 1-1, di lapangan Atang Sutresna, Cijantung, Kamis (3/5). Uji coba ini dihadirkan dalam rangka pemusatan latihan untuk persiapan Piala AFF U-15 di Jawa Timur dan Piala AFC U-16 September di Malaysia. Gol satu-satunya dari skuat Timnas Garuda Muda diciptakan gelandang asal Medan, David Maulana. “PS TIRA U-17 Lawan yang cukup berat. Teknik dan Taktik mungkin kami kalah, tetapi urusan mental, wajib menang. Selama di markas Kopassus, semangat pantang menyerah semoga menular ke anak-anak,” ungkap Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini, pada Kamis (3/5), usai bertanding. Pada uji coba kali ini, hujan turun begitu deras sejak sebelum pertandingan berlangsung. Akibatnya kondisi lapangan dengan kualitas seadanya, menjadi tergenang. Punggawa Merah-Putih pun sulit mengendalikan permainan, bahkan berkali-kali mendapat tekanan dari PS TIRA U-17. “Kami harus cepat adaptasi dengan situasi lapangan, sebab selama latihan belum pernah diguyur hujan deras seperti ini,” ungkap kapten Tim, Brylian Aldama, pemain yang berasal dari SSB Gelora Putra Delta. Brylian memuji permainan lawan yang mampu cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan ‘banjir’. “PS TIRA U-17, saya rasa cukup bagus, meski lapangan terhitung banjir, tapi kelihatanya mereka bisa beradaptasi. Itu sebabnya, lawan sering memberi serangan yang berbahaya ke gawang kami,” sambungnya. Pekan depan, sebelum para atlet muda dipulangkan, mereka kembali mengadakan uji coba yang didatangkan dari skuat Liga Topskor U-16 Selection, pada Jumat (11/5) pagi. (Dre/Ham)

Dijajal Pebalap Timnas, Velodrome Asian Games 2018 Mulai Bisa Digunakan

Pembangunan Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta Timur, kini telah mencapai 87 persen, dan dijadwalkan rampung pada bulan Mei mendatang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta Timur, yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September mulai diuji pebalap timnas karena pembangunannya mendekati final. “Memang benar, hari ini velodrome dicoba oleh pebalap timnas. Mereka yang pertama kali merasakan velodrome ini sebelum pebalap lain. Keren banget,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, Kamis (3/5). Pebalap timnas yang bisa dikatakan mendapat berkah untuk mencoba lintasan balap yang terbuat dari kayu untuk pertama kalinya ini adalah tiga pebalap putra yaitu Projo Waseso, Puguh Admadi, Terry Yuda, Crismonita Dwi Putri dan Elga Kharisma Novanda. Menurut dia, VIJ yang dibangun khusus untuk kejuaraan empat tahunan ini sesudah mendapatkan sertifikasi khususnya untuk panjang lintasan balap. Adapun panjang dari lintasan adalah 250,0007 meter dan untuk empat putaran sepanjang 1.000, 0028 meter. Berdasarkan sertifikasi awal yang ditandatangani per 30 April ini, VIJ direkomendasikan ke federasi balap sepeda dunia atau United Cycling Internasional (UCI), untuk dijadikan velodrome kategori satu, atau bisa menggelar world class. Harapannya sertifikasi dari UCI secepatnya keluar. “Terkait status sertifikasi dari UCI, kami belum tahu. Yang jelas prosesnya terus berjalan setelah tes ini. Mungkin sekitar dua pekan kedepan,” kata pria yang juga menjadi ketua penyelenggara Asian Paragames 2018 atau INAPGOC itu. Tes lintasan balap di VIJ melibatkan banyak pihak. Selain pebalap pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan PB ISSI, pelaksanaannya dipantau langsung oleh sang arsitek velodrome, Ralph Schuurman serta dari perwakilan UCI, Erik Weispfennig. Saat ini, kata Okto pihaknya masih akan menunggu surat resmi dari UCI. Kata dia, selama tes lintasan sudah memberikan pandangan positif terhadap velodrome tertutup pertama kali di Indonesia ini. “Tantangan terbesar adalah menjaga agar kelembaban suhu selalu 50-70 persen. Selain itu harus steril dari burung maupun tikus,” kata pria yang juga promotor tinju profesional itu. Cabang balap sepeda merupakan salah satu cabang yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia. Selain dari disiplin trek, harapan medali juga datang dari road race, BMX, cross country dan downhill. (Adt)