Pemuda 20 Tahun Sabet Gelar Juara Dunia Jet Ski 2018, Aqsa Aswar Kampiun di Thailand

Peraih emas Asian Games 2018 Aqsa Sutan Aswar, kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik, dalam kejuaraan dunia yang bertajuk The Thai Airways International Jet Ski World Cup 2018, di Jomtien Beach, Pattaya, Thailand, pada 5-9 Desember. (jpnn.com)

Jakarta- Peraih emas Asian Games 2018 Aqsa Sutan Aswar, kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik di kejuaraan dunia The Thai Airways International Jet Ski World Cup 2018, yang berlangsung di Jomtien Beach, Pattaya, Thailand, pada 5-9 Desember. Menurut Manajer tim, yang juga Ayah Aqsa, Fully Sutan Aswar, Senin (10/12) menuturkan, Aqsa yang turun di kelas Pro Am Runabout Stock, meraih nilai tertinggi setelah menyelesaikan lomba dalam 4 moto. Di motto pertama, Aqsa menyelesaikan lomba, dengan menempati urutan kedua dan memperoleh nilai 53. Sementara di motto kedua, ia memperoleh nilai 60, setelah menyentuh finis pertama. Di motto ketiga dan keempat, Aqsa berada di posisi kedua mengemas angka 106. Secara keseluruhan, pemuda kelahirah Jakarta, 31 Mei 1997 ini, meraih poin tertinggi 219 sekaligus tampil sebagai juara. Posisi runner up ditempati atlet jet ski tuan rumah Thailand, Supuk Settura, dengan nilai 209, dan pejetski tuan rumah lainnya, Teera Settura, dengan nilai 161. Nasib kurang beruntung dialami kakak Aqsa, Aero Sutan Aswar. Aero mengalami gangguan pada mesin jetski, sehingga gagal menyelesaikan lomba. “Aero gagal selesaikan lomba, karena clutch supercharged (one way gear)-nya pecah,” ujar Fully. Usai mengikuti Ajang World Cup 2018 ini, Aero dan Aqsa akan mengikuti serangkaian kegiatan seri International Jet Sport Boating Association (IJSBA) sepanjang 2019. “Kami mengagendakan beberapa event yang akan diikuti Aero dan Aqsa, pada musim lomba 2019,” jelasnya. Di antaranya Kejuaraan Dunia endurance Mark Hahn 2019 di Amerika Serikat. Kejuaraan World Championship 2019 di Jakarta, National Series USA, Kejuaraan World offshore 2019 Maroko, World Finals 2019 USA, dan World Cup 2019 Thailand. (Adt)

Atlet 17 Tahun Sabet Juara, Tim Soft Tenis Indonesia Boyong Lima Emas Di Thailand

Tim Soft Tenis Indonesia berjaya di turnamen internasional The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. (Humas PP Pesti)

Jakarta- Tim Soft Tenis Indonesia berhasil memboyong lima medali emas, tiga perak dan lima perunggu dari turnamen internasional bertajuk “The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships” di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. Selain itu, pasukan Indonesia juga bertengger di podium tertinggi kategori beregu putra turnamen yang diikuti peserta dari enam negara (Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Kamboja dan India) ini. Berdasarkan pernyataan resmi Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (Pesti), skuat Merah Putih yang akan membela Indonesia pada Asian Games 2018 itu mendulang emas melalui ayunan raket Elbert Sie, di nomor tunggal putra. Lalu, pasangan Prima Simpatiaji/Irfandy Hendrawan, dan ganda campuran Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, serta tunggal putri yunior U-18, Anadeleyda ‘Anna’ Kawengian. “Hasil ini membuat kami percaya diri jelang Asian Games 2018 di Palembang, Agustus nanti,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pesti, Martuama Saragi. Terutama hasil yang dibukukan Anna, yang terhitung atlet potensial. Siswa SMA Kristen El Fatah, Manado, Sulawesi Utara ini, juga meraih medali emas saat berlaga di Frankfurt, Jerman, di nomor ganda putri. Petenis kelahiran Manado, 28 Agustus 2001, ini bepotensi menjadi andalan Indonesia masa depan. Turnamen yang berlangsung di kawasan wisata Pattaya di Negeri Gajah Putih itu mengakhiri program uji coba pemusatan latihan nasional (pelatnas) Soft Tenis menjelang Asian Games 2018. Sejak awal tahun ini, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan telah melakoni uji coba di berbagai kejuaraan internasional. Diantaranya turnamen di Nakhon Ratchasima (Thailand), Hiroshima (Jepang) dan Frankfurt (Jerman). “Setelah ini, kami kembali menjalani training camp di Incheon, Korea Selatan, dari 17 Juni hingga 2 Juli,” tutur pelatih putra Pelatnas Soft Tenis, Ferly Montolalu. Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. PP Pesti mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Berikut raihan tim Indonesia dalam The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018, yakni : Lima medali emas (tunggal putra: Elbert Sie, ganda putra: Prima Simpatiaji/Irfandy Heendrawan, ganda campuran: Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, tunggal putri yunior: Anadeleyda Kawengian, dan beregu putra). Tiga medali perak (tunggal putra: Prima Simpatiaji, tunggal putri: Voni Darlina, beregu putri) Lima medali perunggu (tunggal putra: Irfandy Hendrawan, ganda putra: Hemat Bhakti Anugrah/Gusti Jayakusuma, ganda putri: Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina, ganda campuran: Irfandy Hendrawan/Dede Tari Kusrini, tunggal putri U-21: Anna Lontoh). (art) Tim Soft Tenis Indonesia Putra Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji, Gusti Jaya Kusuma, Elbert Sie, Hemat Bakti Anugrah Putri Dwi Rahayu Pitri, Dede Tari Kusrini, Anadeleyda Kawengian, Siti Nur Arasy, Voni Darlina