Tim Jetz Basketball KU 14 Tahun Terhenti Di Semifinal, Skuad KU 12 Tahun Tambah Pengalaman Di ‘Metro Starlight Invitational 2018’

Aksi salah satu pemain Jetz Basketball (Kuning) saat berhadapan dengan Generasi Muda Cirebon (GMC) di ajang 'Metro Starlight Invitational 2018', 25-30 Juni. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim putra Jetz Basketball Kelompok Umur (KU) 14 tahun harus terhenti langkahnya di babak semifinal turnamen basket bertajuk ‘Metro Starlight Invitational 2018’, di Indoor Gym Cahaya Bangsa Classical School, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (29/6). Anak asuh Agus Enrichia itu takluk dari tim basket Bhineka Solo, 63-70. Menurut Awi, sapaan akrab Agus Enrichia, lawan bermain pantang menyerah. Hal itu dibuktikan dengan perolehan angka lawan yang tertinggal di kuarter awal, namun mampu membalikan keadaan, dan akhirnya meraih kemenangan. Ia mengaku kurang puas terhadap performa timnya pada laga semifinal itu. Dan, endurance jadi faktor penyebab timnya menelan kekalahan atas wakil Solo itu. “Mungkin juga karena faktor endurance dari tim kami yang kurang optimal, sehingga sering kehilangan fokus dalam bermain,” ujar Awi. Usai dari gelaran ‘Metro Starlight Invitational 2018’, yang berlangsung pada 25-30 Juni ini, Awi menyebut, pihaknya bakal melakukan pembenahan pada tim. “Jelas kami akan melakukan evaluasi serta pembenahan, terutama pada kemampuan atletis pemain meliputi endurance, strength, juga pada agility pemain,” lanjutnya. Tim putra Jetz Basketball KU 14 tahun sukses melaju ke semifinal pasca tiga laga yang dihadapi dibabak penyisihan grup, tim yang bermarkas di Tangerang itu berhasil mengantongi kemenangan yakni atas Metro Starlight Bandung, Indonesia Falcons Jakarta, dan Warriors Jakarta, hingga mampu memuncaki Grup F. Sementara itu, di pertandingan KU 12, tim putra Jetz Basketball, belum mampu berbicara banyak di turnamen ini. Mereka takluk dari lawan-lawannya yakni Generasi Muda Cirebon, Metro Starlight Bandung, dan Warriors Jakarta. “Dari seluruh pertandingan, faktor kekalahannya karena undersize dari lawan-lawannya serta kurang meratanya komposisi pemain,” jelasnya. Awi menambahkan tim putra KU 12 tahun yang mengikuti turnamen basket invitational ini merupakan finalis KU 10 tahun pada event yang sama pada 2017. “Dengan komposisi pemain yang mayoritas usia 10 dan 11 tahun, sehingga partisipasi Jetz Basketball KU 12 hanya untuk menambah jam terbang serta pengalaman bertanding,” pungkas Awi. (Adt)

Atlet 17 Tahun Sabet Juara, Tim Soft Tenis Indonesia Boyong Lima Emas Di Thailand

Tim Soft Tenis Indonesia berjaya di turnamen internasional The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. (Humas PP Pesti)

Jakarta- Tim Soft Tenis Indonesia berhasil memboyong lima medali emas, tiga perak dan lima perunggu dari turnamen internasional bertajuk “The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships” di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018. Selain itu, pasukan Indonesia juga bertengger di podium tertinggi kategori beregu putra turnamen yang diikuti peserta dari enam negara (Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Kamboja dan India) ini. Berdasarkan pernyataan resmi Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (Pesti), skuat Merah Putih yang akan membela Indonesia pada Asian Games 2018 itu mendulang emas melalui ayunan raket Elbert Sie, di nomor tunggal putra. Lalu, pasangan Prima Simpatiaji/Irfandy Hendrawan, dan ganda campuran Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, serta tunggal putri yunior U-18, Anadeleyda ‘Anna’ Kawengian. “Hasil ini membuat kami percaya diri jelang Asian Games 2018 di Palembang, Agustus nanti,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pesti, Martuama Saragi. Terutama hasil yang dibukukan Anna, yang terhitung atlet potensial. Siswa SMA Kristen El Fatah, Manado, Sulawesi Utara ini, juga meraih medali emas saat berlaga di Frankfurt, Jerman, di nomor ganda putri. Petenis kelahiran Manado, 28 Agustus 2001, ini bepotensi menjadi andalan Indonesia masa depan. Turnamen yang berlangsung di kawasan wisata Pattaya di Negeri Gajah Putih itu mengakhiri program uji coba pemusatan latihan nasional (pelatnas) Soft Tenis menjelang Asian Games 2018. Sejak awal tahun ini, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan telah melakoni uji coba di berbagai kejuaraan internasional. Diantaranya turnamen di Nakhon Ratchasima (Thailand), Hiroshima (Jepang) dan Frankfurt (Jerman). “Setelah ini, kami kembali menjalani training camp di Incheon, Korea Selatan, dari 17 Juni hingga 2 Juli,” tutur pelatih putra Pelatnas Soft Tenis, Ferly Montolalu. Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. PP Pesti mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Berikut raihan tim Indonesia dalam The 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships, Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018, yakni : Lima medali emas (tunggal putra: Elbert Sie, ganda putra: Prima Simpatiaji/Irfandy Heendrawan, ganda campuran: Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri, tunggal putri yunior: Anadeleyda Kawengian, dan beregu putra). Tiga medali perak (tunggal putra: Prima Simpatiaji, tunggal putri: Voni Darlina, beregu putri) Lima medali perunggu (tunggal putra: Irfandy Hendrawan, ganda putra: Hemat Bhakti Anugrah/Gusti Jayakusuma, ganda putri: Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina, ganda campuran: Irfandy Hendrawan/Dede Tari Kusrini, tunggal putri U-21: Anna Lontoh). (art) Tim Soft Tenis Indonesia Putra Irfandi Hendrawan, Prima Simpatiaji, Gusti Jaya Kusuma, Elbert Sie, Hemat Bakti Anugrah Putri Dwi Rahayu Pitri, Dede Tari Kusrini, Anadeleyda Kawengian, Siti Nur Arasy, Voni Darlina

PTMSI Kirim 12 Atlet ke China Demi Asian Games 2018, Oegroseno : Menpora Mengakui Kami

Tim tenis meja Indonesia yang akan tampil di Asian Games 2018, saat ini melakukan Pemusatan Latihan di Jinan, China, selama 6 bulan. (net)

Jakarta- Ketua Umum PP PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), Komjen Pol Purn, Oegroseno, mengatakan tak ada pihak lain yang berhak mengambil alih kepanitiaan Asian Games. Hal ini disampaikan Oegroseno dalam pertemuan terbatas dengan media di PIM 3 Jakarta Selatan baru-baru ini. Oegroseno mengatakan hal ini untuk mencegah agar PB PTMSI yang sudah dikukuhkan KONI Pusat, mengambil langkah yang salah dengan mencoba mengutak-atik kepanitiaan termasuk ingin bongkar pasang tim tenis meja Asian Games yang sudah terbentuk sejak lama. Dia mengatakan hingga saat ini kepengurusan PP PTMSI yang ada dan syah hanyalah kepengurusan PP PTMSI pimpinannya. “Saya tanyakan langsung ke Menpora Imam Nahrawi. Apa jawaban Menpora Pak Imam Nahrawi?,” tanya Oegroseno. “Saya tetap mengakui PP PTMSI pimpinan Oegroseno,” sebut Menpora seperti ditirukan Oegroseno. Artinya semua yang berkaitan dengan PP PTMSI baik kepengurusannya, termasuk kepanitiaan Asian Games berikut persiapan tim, ada dibawah kewenangannya. Mengenai persiapan tim tenis meja Indonesia ke Asian Games, Oegroseno mengatakan tim tenis meja Asian Games Indonesia yang sekarang berada di China adalah tim terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Tim terdiri dari 12 atlet. Pemusatan latihannya dilaksanakan di Jinan, China selama 6 bulan. Jumlah pelatih dua orang, ditambah satu orang manager. Selama latihan di China, para atlet akan mengikuti ujicoba ke kejuaraan dunia Liebherr ITTF, di Halmstad Swedia pada pertengahan April. Beberapa kejuaraan ITTF pada bulan Mei 2018 di SEA Master 2018 juga masuk jadwal Timnas, kemudian event ITTF World Tour, Hang Seng Hong Kong Open dan SEA Master 2018 ITTF World Tour Platinum, serta China Open. Target Indonesia di Asian Games adalah dua medali perak. Keduanya diharapkan bisa diraih dari nomor beregu putra dan ganda campuran. Selain dua perak, Indonesia juga berharap meraih tambahan dua medali perunggu dari nmor beregu putri dan tunggal putra. “Mudah-mudahan persiapan yang matang di China dan mengikuti sejumlah turnamen internasional tim tenis meja Indonesia bakal meraih target dua medali perak dan dua medali perunggu,” harapnya. (Art)

Persiapan Matang, Gading Muda Incar Juara U-12 Turnamen Pengkot JakBar

Klub Gading Muda U-12 sedang berlatih jelang Turnamen Perbasi Pengkot Jakarta Barat. (Prast/NYSN.com)

Jakarta-Klub Basket Gading Muda memasang target juara pada Kejuaraan Basket U-12 Pengurus Kota (Pengkot) Perbasi, Jakarta Barat (Jakbar), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 3 Maret – 11 April 2018. Christian, Manajer U-12, mengatakan guna menghadapi kejuaraan ini, anak didiknya melakukan persiapan sejak Agustus 2017. Ia mengaku persiapan tahun ini jauh lebih serius dibanding tahun lalu. “Kami ikuti beberapa kompetisi untuk mencari jam terbang. Jadi untuk kejuaraan kali ini sangat siap. Dan, harapannya jauh lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu U-12 itu peringkat ke-2 .Niatnya tahun ini finalis lagi,” ujar manajer yang akrab disapa Kentung itu, Jumat (2/3). Belajar dari tahun lalu, ia mengungkapkan tim-nya terkendala pada persiapan. Sebab, terjadi transisi di sektor kepelatihan. “Saat itu pelatih harus resign, sebab ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Lalu ada pelatih baru sehingga transisi waktunya sangat pendek untuk persiapan,” sambungnya. “Tahun ini, persiapan sudah dari Agustus tahun lalu, semoga jauh lebih baik dan ikatan dengan anak-anak sudah ada. Pelatih juga tahu kapasitas tim kami seperti apa,” tambah pria bertubuh gempal itu. Terkait, peta persaingan, ia menyatakan juara tahun lalu, tim Rockstar Gym Blitz masih menjadi ancaman serius bagi tim-nya. “Rockstar Gym Blitz tetap menjadi saingan untuk tim kami. Selain itu, ada Indonesia Falcons dan Cakra Sakti,” sambungnya. Dengan waktu yang tersisa sebelum menghadapi pertandingan, Kentung menjelaskan saat ini timnya lebih menekankan kepada suasana pertandingan. “Kalau ketemu penjagaan dengan preasure yang ketat, kami harus antispasi dengan kecepatan. Kalau lawan punya postur yang besar-besar, ya kami antipasi jangan sampai mereka main lambat,” tutupnya. (adt)

Tak Butuh Persiapan Khusus, Para Pemain Golf Indonesia Open 2017 Siap Mengikuti Turnamen

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Indonesia Open 2017 akan dimulai 26 Oktober-29 Oktober 2017. Turnamen yang akan diikuti 140 pegolf dari berbagai negara ini berhadiah total 300 ribu dolar. Tiga pegolf professional, Gaganjeet Bhullar asal India, Johannes Veerman asal Amerika Serikat dan Rory HIE asal Indonesia mengutarakan persiapan mereka untuk turnamen di Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami cuaca yang tidak menentu. “Tidak ada persiapan khusus. Bagi saya memang sama panasnya cuaca di India dan di Indonesia. Bahkan di bulan Juli dan Agustus di India lebih lembab. Jadi tidak ada persiapan yang berbeda” ujar Gaganjeet Tak berbeda jauh dengan Gaganjeet, Johannes pun berpendapat yang sama bahwa ia sudah terbiasa dengan cuaca di negara tropis seperti Indonesia. “Tidak ada persiapan untuk cuaca karena saya juga pernah tinggal di Asia selama 15 tahun seperti di Malaysia, Thailand dan saya juga ada rumah di Depok yang saya kunjungi setiap musim panas. Saya cukup berpengalaman untuk mengatasi cuaca dan saya terbiasa untuk bermain di tempat tropis. Berbeda dengan Eropa yang saat ini sedang musin dingin” ucap Johannes. (put/adt)

Tim Lawan di Futsal Lebih Jago dari Tim Anda? Tebas Habis Dengan 6 Tips Ini

Saat ada turnamen futsal biasanya permainan akan lebih sengit, operan jauh lebih teratur, dan lebih berstrategi. Maka itu, sangat disayangkan apabila tim kamu tidak maksimal dalam latihan. Siapa yang tahu kamu akan mendapat lawan seperti apa di turnamen. Jika kamu mendapat lawan yang lebih jago permainannya daripada tim kamu sendiri, apa kamu yakin bisa berhasil mengalahkan mereka? Tenang-tenang…kamu bisa kok menghadapi tim lawan yang lebih baik dari tim Anda, asal dengan 6 tips berikut ini: 1. Positive Thinking Kamu perlu menciptakan suasana pemikiran yang positif saat mengetahui prestasi lawan terbilang melampaui tim kamu, dan namanya pun diserukan dengan panggilan “tim handal”. Letakkan keyakinan diri kamu dan teman-teman,  bahwa tim kamu pasti menang serta bisa menghadapi semua serangan lawan. Apabila kamu sudah drop dan berfikir secara negatif dari awal, maka itu akan mengurangi semangat dan performa kamu dan tim kamu saat bermain. 2. Semangat! Tunjukkan Skill Kamu Hiraukanlah semua perkataan hebat tentang tim lawan kamu. Fokus dan semangat menjadi hal terpenting agar semua skill futsal yang telah kamu punya tidak runtuh seketika hanya karena mereka Tim yang lebih jago. Keluarkan skill yang telah dimiliki di pertandingan, jangan sesekali lengah, keep strong! 3. Man to Man Tim yang berkualitas pasti mempunyai kemampuan yang baik dalam segi giringan bola, kemampuan individu dan serangan. Karena itu, kamu tidak boleh membiarkan tim lawan menggiring bola dalam waktu yang lama. Salah satu pemain kamu harus cekatan berhadapan disisi bola tersebut untuk merebutnya dari lawan. Kemudian, setelah direbut, tim harus mempertahankan kawalan bola itu. Jangan sampai lengah membiarkan lawan menciptakan gol! 4. Komunikasi Tim Komunikasi yang baik juga diperlukan bagi tim futsal. Ingatkan terus teman-teman tim kamu untuk tetap waspada saat pertandingan berlangsung. Salah satunya dengan sebisa mungkin mengingatkan agar menjaga daerah pertahanan yang masih terbuka luas. 5. Berikan Serangan ke Tim Lawan Jangan hanya bermain dalam kondisi mempertahankan gawang sendiri. Pastikan untuk tim Anda berani menyerang gawang lawan loh. 6. Disiplin Nomor Satu Patuhi setiap aturan pertandingan, jangan terbawa emosi dan membuat melanggar peraturan yang ada. Latih diri kamu untuk fokus pada tujuan utama tim futsal kamu. Jika kamu rajin untuk menjaga ke enam faktor diatas secara konsistem untuk kamu dan juga tim kamu, maka nantinya tim kamulah yang akan disebut sebagai tim juara! Jangan menyerah, tetap fokus dan berlatih secara disiplin. Selamat Berjuang!

Federasi Beladiri Wing Chun Indonesia Akan Gelar Tunamen Wing Chun Indonesia 2017 Di Bali Pada November mendatang

logo wing chun

Prestasi Indonesia dalam beladiri Wing Chun memang sudah tidak diragukan lagi. Indonesia sudah 2 kali meraih kemenangan dalam Kejuaraan Wing Chun Dunia, ‘Ip Man Ving Tsun Match’ yang diselenggarakan oleh Ving Tsun Athletic Association, Hong Kong. Pada tahun 2014. Dan pada tahun selanjutnya Indonesia berhasil memperoleh 2 medali emas dan 1 medali perak. Lalu Pada tahun 2016, Indonesia berhasil mengukir prestasi besar dengan meraih gelar Juara Umum, dengan perolehan medali emas terbanyak yaitu 9 medali emas, 8 medali perak dan 6 medali perunggu. Menurut rilis yang di terima oleh nysnmedia.com tanggal 22 Agustus 2017, tujuannya turnamen diantaranya untuk meneruskan prestasi penerus bangsa dalam beladiri Wing Chun, maka dibentuklah Federasi Wing Chun Indonesia yang resmi dengan akta notaris dan terdaftar di DEPKUMHAM, serta berdasarkan pada asas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain untuk menaungi seluruh komunitas/perguruan/organisasi Wing Chun di Indonesia, Federasi Wing Chun Indonesia juga dibentuk untuk meningkatkan prestasi wing chun, di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Pada bulan Oktober 2016 lalu, Federasi Wing Chun Indonesia telah berkoordinasi dengan Perguruan Tradisional Ip Man (TIM) Wing Chun untuk menyelenggarakan Turnamen Wing Chun Indonesia 2016 di Solo, Jawa Tengah dengan Provinsi Kalimantan Barat sebagai gelar Juara Umum Nasional. Tahun 2017 kali ini, kembali Federasi Wing Chun Indonesia akan menyelenggarakan Tunamen Wing Chun Indonesia 2017 yang akan diselenggarakan di Bali, pada 18 November 2017 mendatang. Turnamen Wing Chun Indonesia (TWCI) merupakan kegiatan tahunan Federasi Wing Chun Indonesia yang bertujuan sebagai ajang peningkatan prestasi atlet wing chun Indonesia serta membangun semangat nasionalisme dibidang seni beladiri, khususnya Wing Chun. Selain itu, Turnamen Wing Chun Indonesia 2017 juga sebagai sarana untuk menentukan atlit nasional yang akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Internasional 2018 yang diselenggarakan oleh organisasi wing chun dunia.(red)

Rizqul Karim Kecil Semangat Untuk Raih Juara Pertama

Menampakan progres yang kian membaik merupakan bagian dari memahami potensi bakat yang di miliki seseorang, lalu berhasil mendapatkan kebanggaan, serta di percaya bisa meningkatkan kepercayaan diri. Seperti yang di alami oleh remaja Pamulang, Muhammad Rizqul Karim, yang sering di panggil oleh teman temannya dengan sebutan Karim. Karim adalah siswa yang sekarang duduk dibangku kelas 2, dan bersekolah Yayasan Islam Al mursyidiyyah, Pondok benda, Pamulang. Dan bergelut dengan olahraga Bulu tangkis adalah pilihannya. Dia pernah menyandang gelar menjuarai turnamen OSSO (Olimpiade Sain Seni dan Olahraga) dalam turnamen bulu tangkis tunggal putra. Karim putra Palembang ini merupakan buah hati dari pasangan Asmawi Irwan Maulana dan Yuningsih, menceritakan pengalamannya sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar. “Semenjak SD pernah mendapatkan juara se kecamatan, antar sekolah di Prabumulih Palembang. Sosok ayah yang mengarahkan saya sewaktu kecil, dan hingga akhirnya melekat menjadi hobby.” Tutur Karim. Karim yang sangat menyukai minum teh manis kala berlatih amatlah berharap ingin menjadi pemain Nasional yang dapat membanggakan kedua orangtuanya. Sementara itu Gojali sebagai guru olahraga mengatakan, sudah mempunyai firasat bakat yang di miliki Karim. “Saya sudah melihat bakat yang di miliki oleh Karim, dan saya hanya tinggal menyalurkan bakat tadi ke dalam ajang kejuaraan.” Ujar Gojali kepada NYSN (24/5) Berbekal menjuarai turnamen osso antar sekolah menengah pertama Se-Tangsel Gojali terus memuji anak didiknya. “Baru saja ikut turnamen, sudah bisa menjadi juara 3, mudah mudahan tahun depan bisa jadi juara satu ya.”Harap Gojali yang di temui di area sekolah.(bgs/adt)