Festival Sepak Bola U-12 Putra dan U-16 Putri Semarakkan HUT Kota Tangsel, Wali Kota: Temukan Bibit Unggul Sepak Bola Nasional

Festival Sepak Bola Usia (U)-12 Putra dan U-16 Putri yang diikuti 30 tim, dihelat di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada 24-25 November 2018. (Riz/NYSN)

Ciputat- Festival Sepak Bola Usia (U)-12 Putra dan U-16 Putri yang diikuti 30 tim, dihelat di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada 24-25 November 2018. Festival se-wilayah Kota Tangerang Selatan itu memperebutkan Piala Wali Kota sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang Selatan Ke-10. Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan, mengatakan Festival Sepak Bola U-12 dan U-16 menjadi wadah untuk mengembangkan potensi bibit muda di bidang olahraga. “Mudah-mudahan dengan event ini kita bisa menemukan bibit-bibit yang unggul untuk persepak bolaan Indonesia,” ujar Airin saat hadir disela-sela Festival Sepak Bola U-12 Putra dan U-16 Putri, di Stadion Mini Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (25/11). Menurut perempuan kelahiran Banjar, Jawa Barat, 28 Agustus, 42 tahun silam itu, animo peserta usia muda untuk menyemarakkan Festival Sepak Bola U-12 dan U-16 sangat luar biasa. “Kondisi ini sangat membanggakan karena anak-anak bukan hanya dididik di bidang keilmuan dengan menimba ilmu di sekolah, melainkan juga prestasi di bidang olahraga. Inilah bentuk keseimbangan. Kedepan, generasi muda Indonesia akan jauh lebih baik,” lanjut Mojang Parahyangan Bandung pada 1995 itu. Airin menambahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan akan terus mendorong semua potensi yang ada, terutama di bidang olahraga, untuk membentuk generasi muda yang sehat dan tangguh. “Yang paling penting adalah anak-anak bisa memilih apa yang menjadi mimpi dan harapan mereka sebagai bekal di masa depan sebagai atlet nasional yang membela Indonesia nantinya,” tutur alumni Fakultas Hukum Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat itu. Sementara itu, Entol Wiwi Kartawijaya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan, menyebut dengan festival sepak bola anak usia dini diharapkan terbangun pemain, tim, dan pelatih yang berkarakter. “Festival sepak bola yang merupakan kerjasama dengan Uni Papua ini tidak hanya menciptakan sportifitas, tapi juga membentuk karakter pemain yang tangguh dengan talenta yang menjadi bahan bibit untuk pesepak bola nasional,” tuturnya. Ia menambahkan pihaknya sangat mendukung upaya semua kalangan untuk menyelenggarakan kegiatan yang dapat memicu semangat anak-anak muda untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang olahraga. “Kami yakin bibit-bibit muda sangat banyak tersebar terutama di Kota Tangerang Selatan ini, dan tugas kami yakni selalu berusaha untuk memfasilitasi semangat mereka untuk terus meningkatkan skill yang dimiliki,” tukas Kartawijaya. (Adt)

Gelar Open House Bagi Calon Wali Murid, Sekolah Kharisma Bangsa Tawarkan Pendidikan Berkualitas Global

kharisma-bangsa

Ciputat- Pendidikan menjadi hal yang sangat penting. Sebab, pendidikan mampu menciptakan manusia yang berintelektual, berkualitas, dan jauh dari kebodohan. Disisi lain, setiap orang tua mengharapkan anaknya mendapatkan pendidikan terbaik dengan cara memilih institusi pendidikan yang tepat, terpercaya, dan berintegritas tinggi. Pada Sabtu (17/11), sekolah Kharisma Bangsa, yang berlokasi di Jalan Terbang Layang Nomor 21, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, menggelar Open House. Event ini dihadiri 40 peserta. Tujuannya untuk memberikan informasi secara langsung mengenai sekolah Kharisma Bangsa mengenai gambaran umum tentang sekolah Kharisma Bangsa, kurikulum, fasilitas, sistem pendidikan yang diterapkan serta informasi tentang pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2019-2020 yang telah dibuka sejak September lalu. “Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan serta memperlihatkan kepada calon orang tua murid dan masyarakat umum tentang sekolah Kharisma Bangsa serta fasilitas terbaik yang dimiliki sekolah ini,” ujar Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, pada Sabtu (17/11). Ditambahkan Imam, selain bisa membuka saluran komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa-siswi maupun calon orang tua yang ingin bergabung dengan Kharisma Bangsa, Open House ini juga bisa semakin mendekatkan diri dengan masyarakat di lingkungan sekitar sekolah. “Kami ingin para orang tua calon wali murid bisa melihat keunggulan Kharisma Bangsa, baik dari segi kegiatan dan fasilitas. Mereka juga bisa menyaksikan secara langsung bagaimana siswa-siswi yang ada di sekolah ini berinteraksi dengan tamu maupun orang yang datang dari luar. Dengan begitu, orang tua calon wali murid ini bisa mengambil kesimpulan mengenai kualitas pendidikan yang ditawarkan Kharisma Bangsa,” lanjut Imam. Dalam kesempatan itu, selain Open House, para calon wali murid juga bisa menyaksikan event Kalibrate dan Stems Expo 2018, yang dihadiri sekaligus dibuka oleh Drs. Taryono, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten. Kalibrate atau Kharisma Bangsa Logical Science and Brain Contest merupakan kompetisi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bergengsi yang diselenggarakan sekolah Kharisma Bangsa melalui Tim Olimpiade Sains Kharisma Bangsa (TOSKA), yang mengundang pelajar SMP/MTs dari sekolah-sekolah di seluruh wilayah di Indonesia. Pada 2017 menandakan pertama kalinya Kalibrate diselenggarakan, dimana kompetisi ini terdiri dari 3 babak, yakni penyisihan, semifinal, dan final. Khusus babak penyisihan diadakan secara online dan offline yang diadakan pada hari yang sama. Sedangkan babak semifinal, kompetisi berupa rally games sehingga peserta tidak hanya mengerjakan soal, tapi juga untuk mengasah skill motorik mereka. Tujuan diadakannya kompetisi ini yaitu untuk mengembangkan potensi akademik pelajar SMP dan se-derajat dalam bidang Sains maupun Matematika. Sementara itu, untuk materi yang diujikan yakni berupa bidang Matematika dan IPA yang disesuaikan dengan Silabus Olimpiade Sains Nasional 2018. Dan, kompetisi ini diikuti lebih dari 60 tim dari 35 sekolah yang berbeda di seluruh Indonesia. Kemudian setiap tim terdiri dari 3 orang. Adapun pemenang dari Kalibrate 2018, yakni SMPK Penabur 4 Jakarta (Juara 1), SMPN 115 Jakarta (Juara 2), SMP Xaverius 1 Bandar Lampung (Juara 3), SMP Al Azhar 16 Cikarang (Harapan 1), dan SMP Pribadi Depok (Harapan 2). Sedangkan Stems Expo adalah ajang tahunan sekolah Kharisma Bangsa yang menampilkan project siswa di bidang Science, Technologi, Engineering, Mathematics dan Social. Kompetisi dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu Video Challenge dan Exhibition. Untuk tahun ini, yang merupakan tahun kelima Stems Expo dipamerkan sebanyak 67 project, 39 project siswa putra dan 28 project siswa putri. Project dikerjakan selama 8 minggu penuh dan dipamerkan pada Sabtu (17/11). Semua video yang dikompetisikan di video challenge diunggah di Youtube. “Kalibrate merupakan wadah kompetisi untuk anak-anak sekolah lain di luar Kharisma Bangsa. Sedangkan Stems Expo adalah kami meminta kepada para siswa untuk mempersiapkan sebuah project yang akan ditampilkan dalam bentuk pameran. Para siswa ini masing-masing akan mendapatkan satu stand dan mereka harus menjelaskan konsep-konsep tertentu yang berhubungan dengan Science, Technologi, Engineering, dan Mathematics. Jadi ada sekitar 60-an project yang dipamerkan,” jelas Imam. Hal serupa diungkapkan Sandra Susanto, Principal of Junior High School Kharisma Bangsa. Menurutnya, kehadiran Stems Expo untuk yang kelima kalinya ini untuk memberikan kesempatan kepada para siswa dalam mengekplore kemampuan yang dimiliki di bidang Science, Technologi, Engineering, Mathematics, dan Sosial. “Dengan event ini, maka siswa akan mendapatkan pengalaman baru. Tidak hanya di kelas, berupa teori, tapi juga dalam bentuk praktek langsung. Mereka akan mendapatkan trial sebagai bentuk mengembangkan potensi yang dimilik di bidang Stems,” imbuh Sandra. Sebagai event rutin, Sandra menegaskan penyelenggaraan Stems Expo dari tahun ke tahun semakin baik. “Dari pertama kami gelar Stems Expo dimana peserta untuk siswa kelas 7 hingga 12 kami tidak wajibkan. Tapi, saat ini seluruh siswa sudah terlibat dan ditugaskan mengikuti Stems Expo, mulai dari siswa SD hingga SMA, dan pesertanya juga cukup banyak. Apalagi, ini sudah menjadi tradisi di Kharisma Bangsa,” tukas Sandra. Selain itu, juga dimeriahkan dengan Art exhibition menampilkan karya seni lukis dan kerajinan tangan dari siswa-siswi SD, SMP dan SMA Kharisma Bangsa, pemeriksaan kesehatan gratis oleh RS Citra Ananda, Fun Games (Inflatable Playground for Kids), dan bazar. (Adt)

Kembali Gelar Balapan Sirkuit Jalan Raya, BSD City Grand Prix 2018 Lombakan Sembilan kelas

BSD City Grand Prix 2018 akan melombakan sembilan kelas kejuaraan, termasuk kelas Kejuaraan Nasional, yang diselenggarakan di Sirkuit BSD, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Balapan ini menyuguhkan tantangan yang berbeda, karena ada jalur-jalur yang tidak biasa dan karakter sirkuit jalan raya seperti di Monaco. (intersport.id)

Jakarta- Promotor balap mobil nasional Tonsco Club menyatakan ada sembilan kelas kejuaraan yang akan dilombakan dalam BSD City Grand Prix 2018, yang berlangsung mulai 30 November hingga 2 Desember 2018, di Sirkuit BSD, Tangerang Selatan. “Tahun ini, BSD City Grand Prix akan melombakan sembilan kelas kejuaraan, termasuk kelas Kejuaraan Nasional, yang diselenggarakan di wilayah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Banten,” kata Ketua Tonsco Club, Lola Moenek, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/11). Sembilan kelas itu yakni Indonesian Touring Car Championship, Indonesian Touring Car Championship 1600 Max, Super Touring Car Championship Div 1, Super Touring Car Championship Div 2, Honda Jazz/Brio Speed Challenge dan Japan Super Touring Championship. Serta European Touring Car Championship 3000, European Touring Car Championship 2000 dan Mercedes Benz Club INA Race. “Kami optimistis peserta BSD City Grand Prix 2018 akan ramai sekali, bahkan lebih ramai dari penyelenggaraan 2017 lalu. Hadiah para pemenang tak jauh berbeda dari hadiah balapan di Sirkuit Sentul,” ujar Lola. Sementara itu, pimpinan Lomba BSD City Grand Prix 2018, Dani Sarwono menuturkan, Sirkuit BSD yang digunakan sudah mengedepankan aspek standar FIA dan IMI, diantaranya terdapat double guard rail, pagar wiremesh, serta pengadaan komponen penting lainnya, seperti mobil derek, mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans dan safety car. “Selain itu, puluhan staf keamanan juga dikerahkan agar lomba berjalan aman dan terkendali. Kami menjamin, jika BSD City Grand Prix 2018 akan menyajikan pengalaman, keamanan, serta kenyamanan tersendiri bagi para pebalapnya,” ungkap Dani. Untuk dapat menyaksikan BSD City Grand Prix 2018, para penonton diberikan beberapa titik atau spot, yang sudah bebas biaya masuk, diantaranya di perempatan Moenir dan di belakang Q-Big. Namun untuk mendapatkan pengalaman keseluruhan balapan, pihak penyelenggara menyediakan racing village yang di dalamnya ada berbagai wahana hiburan otomotif, tribun untuk menonton, berbagai jajanan food truck serta pertunjukan musik. Harga tiket racing village tersebut, yaitu Rp50.000 per hari. “BSD City Grand Prix 2018 akan menyuguhkan tantangan yang berbeda dari Sirkuit Sentul, karena ada variasi tersendiri, jalur-jalur yang tidak biasa dan karakter sirkuit jalan raya seperti di Monaco,” ucap Ketua Panitia BSD City Grand Prix 2018, Ananda Mikola. Lebih lanjut, Ananda menyebut jika akses menuju lokasi Sirkuit BSD juga mudah dicapai karena dikelilingi oleh beberapa pusat keramaian, diantaranya Aeon Mall, ICE BSD serta Q-Big. “Lokasinya tidak sulit untuk dijangkau, karena bisa diakses melalui tol Jakarta-Tangerang. Kami ingin menyajikan hiburan bagi masyarakat yang mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan,” pungkasnya. (Adt)

Kharisma Bangsa Harapkan Jadi Sekolah Terbaik, Basket Kini Ekstrakulikuler Unggulan

Tim basket putra Kharisma Bangsa (hitam) ketika melakukan training camp menjelang keberangkatan ke Paris, Perancis, mengikuti Paris World Games Basketball Championship 2018, Juli lalu. (istimewa)

Pamulang- Sederet prestasi berhasil diukir siswa-siswi Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, di berbagai event nasional maupun internasional. Okan Celiker, Management Advisor Kharisma Bangsa, mengatakan institusi pendidikan yang dipimpinnya itu memiliki torehan prestasi, diantaranya tim basket putra SMA Kharisma Bangsa, meraih gelar juara Divisi 2 Paris World Games Basketball Championship 2018, Paris, Perancis, Juli lalu. “Di bidang sains, pada 2018, siswa SMA Kharisma Bangsa meraih dua medali perak yakni The 59th International Mathematics Olympiad Cluj-Napoca, Rumania, dan Hong Kong International Mathematics Olympiad, Hong Kong. Selain itu, meraih medali perunggu pada The 15th International Geography Olympiad , Quebec City, Canada,” ujar Okan, di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (2/11). Selain itu, lanjut Okan, Kharisma Bangsa adalah sekolah yang menggunakan kurikulum gabungan yakni Cambridge International School dan nasional. Disisi lain, ungkap Okan, ada sekitar 10 persen alumni Kharisma Bangsa yang melanjutkan kuliah di luar negeri. “Jadi kami berusaha untuk meningkatkan jumlah 10 persen agar lebih banyak lagi siswa yang bisa kuliah ke luar negeri. Guna mendukung hal tersebut, Kharisma Bangsa memiliki satu departemen bernama college consuling. Mereka nantinya yang akan membantu siswa untuk lebih banyak yang mendaftar di luar negeri. Kedepan, kami juga ingin menjadi sekolah internasional dengan menerima lebih banyak siswa dari berbagai negara,” lanjutnya. “Kami juga memiliki program olimpiade sains yang sangat baik di sekolah. Bahkan dari tim nasional Indonesia yang berangkat ke olimpiade internasional, selalu ada siswa dari Kharisma Bangsa yang mewakili,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia berharap dapat membawa semua pengalaman yang dimiliki selama berada di Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Diakuinya, bila selama ini Kharisma Bangsa merupakan salah satu institusi pendidikan yang terbaik. “Tentu dengan pengalaman yang saya miliki selama di Amerika Serikat, saya ingin membawa Kharisma Bangsa lebih baik lagi. Semoga bisa menjadi sekolah terbaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” tegas Okan. Sementara itu, Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, menjelaskan ekstrakulikuler basket menjadi salah satu unggulan Sekolah Kharisma bangsa. “Saat ini yang paling bersinar itu basket. Karena sudah sampai level internasional prestasinya. Tapi, itu bukan berarti kami meninggalkan pembinaan ekstrakulikuler olahraga lainnya. Kami juga memiliki futsal, karate, taekwondo, badminton, bola voli, dan panahan,” ungkap Imam. Ia melanjutkan selain basket, olahraga yang memiliki peminat cukup banyak adalah futsal, dan taekwondo, untuk di tingkat Sekolah Dasar (SD) Kharisma Bangsa. “Namun prestasinya olahraga itu belum sampai ke level kompetisi yang besar. Meski demikian, kami akan tetap melakukan pembinaan semua olahraga yang ada di Kharisma Bangsa,” tukas Imam. (Adt)

Bungkam Exist Jakarta 3-0, PB Djarum Kudus Pertahankan Gelar Pembangunan Jaya Cup Junior 2018

PB Djarum Kudus akhirnya mempertahankan gelar kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior 'Pembangunan Jaya Cup 2018’, di GOR Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, usai membungkam perlawanan PB Exist Jakarta, pada Sabtu (27/10), dengan skor telak 3-0. Ini gelar kedua bagi sang juara bertahan. (pbdjarum.com)

Ciputat- PB Djarum Kudus mempertahankan gelar kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior ‘Pembangunan Jaya Cup 2018’, di GOR Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bobby Setiadi dan kolega menjadi kampiun, usai membungkam perlawanan PB Exist Jakarta, pada Sabtu (27/10), dengan skor telak 3-0. Duet campuran Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil berhasil mencuri kemenangan dari wakil PB Exist Jakarta. Mereka menghentikan perlawanan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah, dua gim langsung, dengan skor 22-20, 21-14, yang menelan waktu 50 menit. PB Djarum unggul 1-0. Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah itu kembali memundi kemenangan lewat tunggal putra, Bobby Setiabudi. Turun di partai kedua, Bobby membutuhkan waktu 41 menit menaklukan Yonatan Ramlie, straight game, dengan skor 21-19, 21-14. Usai laga, Bobby mengaku senang karena bisa menyumbangkan poin bagi klubnya. “Bersyukur harapan itu di dengar. Lagi pula ini bisa dibilang laga penentu, karena di semifinal (ketemu PB Jaya Raya), tunggal putra dan putri belum kasih poin. Jadi mainnya semangat kasih yang terbaik,” ujar pemegang juara Wali Kota Surabaya Bank Jatim Victor Open 2017 itu, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Sabtu (27/10). Bagi remaja kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Maret 2001 itu, kemenangan ini sekaligus ajang pembuktian bila dirinya bisa memberikan yang terbaik. PB Djarum Kudus mengunci kemenangan sekaligus mempertahankan gelar juara di partai ketiga, yang memainkan duet Daniel Martin/Leo Rollycarnando menuntaskan tugasnya dengan baik. Mereka meruntuhkan perlawanan Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah, dalam drama tiga gim, dengan skor 21-15, 18-21, 21-18. “Alhamdulillah, senang dan bersyukur. Di 2017, saya dan Indah (Cahya Sari Jamil) juga sebagai penentu kemenangan. Dan, di 2018 ini, saya juga bisa kasih poin penentu buat klub,” tutur Leo. “Apalagi kejuaraan ini cukup melelahkan, dari Superliga Junior langsung kesini. Capek, tapi demi klub, saya coba lebih semangat dan hasilnya positif,” tambah pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 29 Juli 2001 itu. Sementara itu, Pujiasto, Manajer Tim PB Djarum Kudus, mengungkapan kebahagiannya atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, bukanlah hal yang mudah karena lawan-lawan yang dihadapi memiliki materi pemain yang bagus. “Terima kasih untuk semua pemain atas kerja kerasnya selama pertandingan ini bergulir, khusunya semua atlet yang sudah berjuang sekuat tenaga,” tukas Pujiasto. Ini merupakan gelar kedua bagi sang juara bertahan, setelah Pembangunan Jaya Cup digelar pertama kali, pada 2016. Edisi tahun lalu, Djarum juga berhasil menghentikan Exist Jakarta di babak semifinal, dengan kedudukan akhir 3-1. (Adt)

Tekuk Mutiara Cardinal 3-1, Exist Jakarta Tantang Juara Bertahan Djarum Kudus di Final Junior Pembangunan Jaya Cup 2018

Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta, akhirnya menjadi penentu kemenangan klubnya, usai sukses mengalahkan Saifi Rizka Nurhidayah (PB Mutiara Cardinal Bandung), 21-17, 19-21, 21-17. (Adt/NYSN)

Ciputat- PB Exist Jakarta mengunci tiket final kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior ‘Pembangunan Jaya Cup 2018’. Mereka menyingkirkan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat, di semifinal, pada Jumat (26/10), dengan skor 3-1. Di pertandingan lain, PB Djarum Kudus menembus partai puncak, usai menyingkirkan tuan rumah PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor tipis 3-2. Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta yang diturunkan pada partai keempat, menjadi penentu kemenangan klubnya. Namun, sukses dara kelahiran 20 Juli 2002 itu tak mudah. Menghadapi Saifi Rizka Nurhidayah, Putri dipaksa kerja keras melakoni pertarungan melelahkan tiga gim, selama 75 menit. Mampu memetik kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-17, namun Putri justru tak berdaya di gim kedua. Ia takluk dengan skor 19-21. Pertandingan di gim ketiga pun juga berlangsung sengit. Bahkan kedua pemain kerap melakukan rally panjang. Melalui smash keras yang tak mampu dikembalikan Saifi dengan sempurna, membuat Putri berhasil menyegel kemenangan dengan skor 21-17. “Tadi, saya mainnya agak tegang. Mungkin karena kebawa pikiran, misalkan kehilangan satu poin, tapi yang ada dipikiran itu kayak hilang sampai lima poin. Jadi makin tegang kalau sampai banyak buang poin,” ujar Putri ditemui usai laga, di Gelanggang Olahraga (GOR), Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten itu. “Lawan juga memiliki kontrol serta motong bolanya bagus, jadi waktu gim ketiga, meski tegang menjelang akhir permainan, tapi saya berusaha main nekat saja,” lanjutnya. Runner-up Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 itu berjanji akan tampil maksimal, jika dirinya dipercaya bermain di partai pamungkas. “Harapannya tampil maksimal dan menyumbang poin untuk tim. Semoga klub juara di kejuaraan beregu junior ini,” tambah Putri. Kemenangan PB Exist juga disumbang Yonathan Ramlie. Tungga putra yang memainkan partai kedua itu menekuk wakil PB Mutiara Cardinal Bandung Arya Kusuma, straight game, dengan skor 21-18, 21-17, selama 45 menit. Duet Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah berhasil menambah keunggulan PB Exist. Mereka menghentikan Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani, usai memainkan laga selama 39 menit, straight game, dengan skor 21-13, 21-13. Sedangkan satu-satunya kekalahan diperoleh dari dobel campuran yang memainkan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah. Mereka takluk dari Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila, straight game, 20-22, 15-21, di partai pertama. Dan, partai kelima yang sejatinya mempertemukan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat (PB Exist) dengan Amalia Cahaya Pratiwi/Rayhan Vania Salsabila, tidak dimainkan. Sementara itu, di partai semifinal lainnya, juara bertahan PB Djarum Kudus unggul lebih dahulu lewat Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil. Dobel campuran yang turun di partai pertama itu mampu membungkam wakil tuan rumah, Ghifari Anandaffa Prihardika/Dinda Dwi Chayaning, rubber game, 19-21, 21-16, 21-16. Pertandingan ini berlangsung 80 menit. PB Jaya Raya lalu mampu menyamakan kedudukan 1-1, setelah Karono menyingkirkan Muhammad Aldo Apriyandi dalam duel berdurasi 56 menit, straight game, dengan skor 21-16, 21-16. Diakui Karono, jika kondisi fisiknya masih kurang fit, namun sudah jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. “Saya bersyukur bisa memberikan poin untuk tim. Ini sesuai target pelatih,” ujar Karono. Ia menyebut kemampuan lawan seimbang dengan dirinya. “Kami sama-sama taruna, sehingga levelnya juga sama dengan lawan,” lanjutnya. Pada partai ketiga, duet Daniel Marthin/Leo Rollycarnando memperlebar jarak atas PB Jaya Raya menjadi 2-1. Daniel/Leo menang dalam duel ketat tiga gim dari Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika, dengan skor 21-16, 22-24, 21-19. Tunggal putri PB Jaya Raya Maharani Sekar Batari menyamakan kedudukan 2-2. Ia menyudahi Nandini Putri Arumni setelah unggul rubber game, dengan skor 21-16, 15-21, 21-19, selama 65 menit. Di partai kelima sekaligus penentuan, PB Djarum Kudus berhak melangkah ke partai final, usai wakilnya Indah Cahya Sari Jamil/Lisa Ayu Kusumawati memastikan kemenangan, straight game, dengan skor 21-19, 21-11, atas Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia. Pertandingan itu berlangsung dalam 35 menit. Laga puncak antara PB Exist dan PB Djarum Kudus bakal berlangsung pada Sabtu (27/10), mulai pukul 14.00 WIB. Dan, pertandingan PB Jaya Raya dengan PB Mutiara Cardinal Bandung yang memperebutkan posisi ketiga juga berlangsung pada hari yang sama, yakni mulai pukul 10.00 WIB. (Adt)

Tekuk FIFA BC 4-1, PB Jaya Raya Hadapi PB Exist Perebutkan Juara Grup Pembangunan Jaya Cup Junior 2018

Dobel Ferdian Mahardika Ranialdy/Viorel Joan Fernando (kaos hitam) memastikan PB Jaya Raya Jakarta menang 3-0 atas FIFA BC Sidoarjo usai menaklukan Muhammad Rafi Rabbani Putera/Raveno Bagas Prayoga, 21-11, 21-8. (Adt/NYSN)

Ciputat – PB Jaya Raya Jakarta berhasil meraih kemenangan kedua pada kejuaraan beregu campuran ‘Pembangunan Jaya Cup Junior 2018’, di Gelanggang Olahraga (GOR) Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (24/10). Mereka sukses menekuk FIFA BC Sidoarjo, Jawa Timur, dengan skor 4-1, pada pertandingan siang hari. Di pertandingan pertama yang berlangsung pagi hari, PB Jaya Raya Jakarta menumbangkan PB SGS PLN Bandung, Jawa Barat, dengan skor 5-0. Menjalani laga kontra FIFA BC Sidoarjo, empat wakil PB Jaya Raya Jakarta mampu meraih kemenangan dalam tempo kurang dari 30 menit. Di partai pertama, duet campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Dhea Bunga Anjani menuntaskan laga selama 20 menit kontra Deri Yulianto/Alfina Putri Nurmalitasari. Mereka menang dua gim langsung, dengan skor 21-15, 21-10. Muhammad Febriansyah, yang turun di partai kedua meraih kemenangan atas Alfian Ridlo Rabbany, dua gim langsung, dengan skor 21-12, 21-13, dalam duel berdurasi 26 menit. Di partai ketiga, dobel Ferdian Mahardika Ranialdy/Viorel Joan Fernando mampu menyegel kemenangan usai melewati pertarungan selama 20 menit. Dika/Viorel yang memastikan PB Jaya Raya Jakarta memetik kemenangan 3-0 atas FIFA BC Sidoarjo itu mengakhiri duel mudah dengan Muhammad Rafi Rabbani Putera/Raveno Bagas Prayoga, 21-11, 21-8. “Saya baru pertama kali main tadi. Karena Dika dipertandingan sebelumnya sama Daffa (Ghifari Anandaffa Prihardika). Main lepas saja dahulu sekalian nyocokin lapangan. Meskipun latihan disini, tapi kalau suasana pertandingan berbeda,” ujar Viorel usai laga. “Intinya memberikan yang terbaik untuk PB Jaya Raya. Semoga dipertandingan berikutnya bisa main bagus dan maksimal. Dan, yang paling penting step by step dulu,” lanjut remaja kelahiran Yogyakarta, 7 Juni 2000. Di partai keempat, Maharani Sekar Batari tak mendapatkan banyak kesulitan ketika berjumpa Fadilla Ridhatul Hayati. Maharani menelan waktu 24 menit untuk mengunci kemenangan, straight game, dengan skor 21-13, 21-10. Sayang, kemenangan beruntun PB Jaya Raya harus ternoda. Duet Dhea Bunga Anjani/Dinda Dwi Cahyaning tak berdaya kontra Annisa Mubarokah/Rakhmatul Fuadah, rubber game, 11-21, 21-10, 19-21, dalam waktu 52 menit. Berikutnya, PB Jaya Raya akan menghadapi PB Exist Jakarta di pertandingan ketiga babak penyisihan group A, pada Kamis (25/10). Duel itu sekaligus menentukan siapa yang nantinya menyandang juara dan runner-up group. (Adt) Hasil Pertandingan Pembangunan Jaya Cup Junior 2018, pada Rabu (24/10): Pertandingan Pagi: 1. PB Exit Jakarta vs FIFA BC Sidoarjo: 4-1 2. PB Jaya Raya Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 3. PB Djarum Kudus vs Daihatsu Candra Wijaya: 4-1 4. PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB Victory Bogor: 5-0 Pertandingan Siang: 1. PB Djarum Kudus vs PB Victory Bogor: 3-1 2. PB Mutiara Cardinal Bandung vs Daihatsu Candra Wijaya: 3-1 3. PB Jaya Raya Jakarta vs FIFA BC Sidoarjo: 4-1 4. PB Exist Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0

Latihan Bersama Timnas Basket Putri Asian Games 2018, Klub Gading Muda Diakui Bina Pemain Muda Berbakat

Timnas putri Asian Games 2018 melakukan laga uji coba melawan Tim basket Putra Gading Muda usia 17 tahun (U-17) pekan lalu di Cirebon. (srikandicup.com)

Jakarta- Tim basket Putra usia 17 tahun (U-17) klub Gading Muda diundang melakoni latihan persahabatan, dengan Timnas basket putri pemusatan latihan (Pelatnas) Asian Games 2018, pada 1-3 Juni lalu, di GMC (Generasi Muda Cirebon) Arena, Cirebon, Jawa Barat. Pelatnas Timnas putri Asian Games 2018 telah dimulai sejak 23 April lalu. Mereka melakukan Pelatnas selama 47 hari secara intensif dan dipantau dan diseleksi secara ketat oleh tim kepelatihan. Pekan lalu, Timnas Putri melakukan turnamen segi empat melawan Tim Putra kelompok umur 17-18 tahun. Pesertanya adalah Indonesia Thunder Bandung, GMC Cirebon dan Klub Gading Muda. Jap Ricky Lesmana, pemilik Klub Gading Muda, mengaku senang anak didiknya bisa melakoni latihan persahabatan, dengan timnas basket putri yang diproyeksikan untuk ajang pesta olahraga terbesar di Asia, pada 18 Agustus – 2 September 2018. “Bagi kami, ajang ini sangat bagus. Kami memang sering diundang untuk melakukan ujicoba dengan Timnas Basket. Ini artinya, Gading Muda jadi salah satu klub yang diakui membina pemain muda berbakat,” ujar Ricky, Selasa (5/6). Gading Muda, klub basket yang berdiri sejak 2005 itu, konsisten mencetak bibit basket unggul yang memiliki karakter kuat. “Meski kami kalah dengan skor 79-67, tapi kami berikan yang terbaik. Dan timnas putri sangat bagus, karena mereka pemain pilihan. Semoga mereka memberikan yang terbaik di Asian Games,” tambah Ricky. (Adt)

Sinergi Candra Wijaya Dan Daihatsu Bangun CWIBC, Menpora : Indonesia Tak Kekurangan Bibit Atlet Unggul

Menpora Imam Nahrawi turut mengapresiasi partisipasi swasta dalam mendukung olahraga nasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya melakukan sinergi dengan salah satu perusahaan otomotif terbesar di Tanah Air, Daihatsu. Ia membangun Gelanggang Olahraga (GOR) Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Menpora Imam Nahrawi, turut memberikan apresiasi atas partisipasi swasta dalam mendukung olahraga nasional, terlebih melahirkan prestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara. “Tak ada prestasi tanpa partisipasi. Sedangkan prestasi bisa dilalui dengan pendidikan dan dorongan orang tua. Apalagi ada fasilitas yang bagus, sehingga Indonesia tak kekurangan bibit atlet unggul,” ujar Menteri asal Madura, ini saat menghadiri Launching Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), pada Senin (4/6). Selain Imam, tampak hadir Bambang Brodjonegoro (Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dan Candra Wijaya (Pemilik CWIBC), serta Prijono Sugiarto (Presiden Direktur PT Astra Internasional TBK),. Imam melanjutkan proses yang dilalui dalam mencetak bibit-bibit unggul tak hanya 5 tahun, namun hingga 10 tahun yang akan datang. “Sehingga pada 2030, diharapkan lahir atlet-atlet yang memiliki prestasi dunia, atau Candra Wijaya baru, yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” tambah ayah 7 anak itu. “Kehadiran CWIBC ini juga sebagai bentuk pemasalan di bulutangkis, agar bulutangkis tak dianggap sebagai olahraga mahal,” tutur Imam. Sementara, Candra mengungkapkan pihaknya menekankan pada pendidikan intelektual pada semua bibit-bibit muda binaannya. “Kami tekankan masalah mental juara dan karakter ke junior-junior, untuk pembinaan,” cetus peraih medali emas Olimpiade 2000, Sydney, Australia saat berpasangan dengan Tony Gunawan itu. Pria kelahiran Cirebon, 42 tahun silam itu menegaskan pemain muda harus memiliki antusias yang tinggi mengalahkan atlet senior. “Contohnya di Piala Thomas 2018, saat ganda muda China bisa bermain ‘gila’ untuk mengalahkan ganda senior Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan. Tak hanya di ganda, tapi di tunggal baik putra maupun putri, bila pemain muda Indonesia bisa seperti itu rasanya akan hebat,” imbuhnya. “Mudah-mudahan itu akan melahirkan bibit muda dengan prestasi gemilang. Inilah tugas utama kami menciptakan pemain yang militan. Bagaimana mereka memiliki mental juara dengan kerja keras dan mental yang kuat,” pungkas suami dari Caroline Indriani itu. (Adt)

Lika Liku Lisensi Kursus Pelatih di Indonesia

Lisensi D yang dimiliki seorang pelatih, merupakan bagian dari Introductory/Grassroots yang dimaksud dalam piramida AFC. (panditfootball.com)

Jakarta- Indonesia awalnya mengenali lisensi pelatih C Nasional, B Nasional, dan A Nasional. Tapi saat ini, lisensi tersebut sudah tidak berlaku lagi karena prosedur dan aturan kursus kepelatihan di setiap negara, langsung dipegang oleh konfederasi sepakbola benua masing-masing. Dilansir panditfootball.com, maka untuk Indonesia, aturan kursus kepelatihan mengacu pada aturan yang dikeluarkan konfederasi sepakbola Asia, AFC. Maka lisensi-lisensi pelatih yang berlaku Indonesia bukan lagi C Nasional, B Nasional, atau A Nasional, melainkan C AFC, B AFC, A AFC dan AFC Pro. AFC sebenarnya sudah memulai kursus-kursus kepelatihan sejak 1989. Tapi untuk tingkatan C, B, dan A, baru dimulai bertahap sejak 1994. Level AFC Pro baru mulai digelar per 2001. Semakin berkembangnya zaman, lisensi kepelatihan pun tak hanya sekadar menjadi pelatih klub sepakbola profesional, tapi memunculkan spesialiasi kepelatihan lainnya seperti pelatih kiper, pelatih fisik, dan pelatih futsal pada 2006. Bahkan pada 2008, mulai digelar kepelatihan sepakbola untuk penyandang disabilitas. Dengan perkembangan kepelatihan AFC di atas, maka AFC kini memiliki tingkatan sendiri, dalam level kepelatihan. AFC pun mengejawantahkan level kepelatihan AFC tersebut dengan “AFC Coaching Progression Pyramid”. Hal ini menjawab keraguan bagi mereka yang bercita-cita menjadi pelatih. Karena saat mencari informasi terkait proses merintis karier sebagai pelatih, maka jawaban yang tersedia yakni PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia, hanya menggelar lisensi C AFC sebagai level terendah kepelatihan. Sementara untuk persyaratan yang wajib dipenuhi dalam mengikuti kursus kepelatihan tersebut, sebagaimana yang dirilis AFC, wajib memiliki pengalaman bermain yang didukung oleh Curriculum Vitae. Termasuk adanya kursus kepelatihan lisensi D di Indonesia. Awalnya lisensi D seolah tidak ada dalam piramida AFC, dan punya risiko tak diakui. Tapi ternyata, setelah memahami, lisensi D tersebut merupakan bagian dari Introductory/Grassroots yang dimaksud dalam piramida AFC. Untuk Introductory/Grassroots ini, AFC tak mensyaratkan khusus seperti syarat mengikuti kursus C AFC, B AFC, dan seterusnya. AFC menyerahkan pada setiap anggota federasi sepakbolanya dalam mengembangkan pendidikan kepelatihan untuk akar rumput, atau usia muda di negaranya masing-masing. Lalu apakah lisensi D ini berlaku atau tidak? Ternyata ini bisa menjadi jawaban atas persyaratan C AFC di atas, terkait poin keenam yaitu mengenai “Coaching Capacity”. Apalagi penyelenggaraan kursus kepelatihan lisensi D pun memang dibawahi oleh PSSI. Kelak, nantinya PSSI yang bisa merekomendasikan pelatih yang berlisensi D tersebut pada AFC, sebagai syarat pengganti “Playing Experience”, jika ingin mengikuti kursus kepelatihan C AFC. Pada kursus kepelatihan lisensi D alias lisensi kepelatihan akar rumput (grassroots), karena diselenggarakan oleh masing-masing federasi negara, maka persyaratannya pun diatur oleh masing-masing federasi. Untuk di Indonesia, lisensi D ini biasanya bisa diselenggarakan lewat Asprov (asosiasi sepakbola tingkat provinsi) atau Askot (asosiasi sepakbola tingkat kota) daerah masing-masing. Hanya saja, jika mengikuti kursus kepelatihan lisensi D yang diselenggarakan Asprov atau Askot, terdapat salah satu persyaratan harus memiliki surat rekomendasi dari Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Persatuan Sepakbola (PS). Untuk mendapatkan ini, bagi orang awam, syarat ini berarti harus aktif setidaknya di SSB atau PS, yang terdaftar di Asprov atau Askot, baik sekedar bertugas membantu pelatih-pelatih di sana, atau hanya untuk mendapatkan rekomendasi. Kini, Villa 2000 Football Academy, bisa menyelenggarakan proses kursus kepelatihan lisensi D, tanpa harus menyerahkan surat rekomendasi dari SSB atau PS (bahkan hanya mengirimkan foto KTP saja), sehingga bagi yang tak punya pengalaman melatih pun, bisa mengikuti kursus ini. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti kursus kepelatihan di Villa 2000 lebih mahal dari yang diselenggarakan di Asprov atau Askot. Yang perlu menjadi catatan, berapapun biaya yang dikeluarkan untuk lisensi D, dijamin tak akan merugikan, karena partisipan lisensi D semua akan diloloskan. Hal ini tak seperti C AFC, B AFC, dan seterusnya, yang punya kemungkinan gagal mendapatkan lisensi. Untuk biaya mengikuti lisensi D ini, partisipan akan merogoh kocek mulai dari 3 juta sampai 4,5 juta rupiah. Materi yang dibahas pun seputar FIFA Laws of the Game dan cara melatih anak-anak usia dini, dimulai dari umur 6 tahun sampai 13 tahun. Durasi agenda pelatihan, minimal 6 hari (total minimal 30 jam pembelajaran teori dan praktik). Di hari terakhir pelatihan, walau semua calon pelatih dipastikan lulus, tetap harus mengikuti ujian teori dan ujian praktik. Saat ini, kursus kepelatihan lisensi D di Indonesia, sangat disesuaikan dengan kursus kepelatihan Lisensi C AFC, sehingga ketika mengikuti lisensi C AFC sudah familier. (art)

30 Peserta Kursus Lisensi D Nasional di Villa 2000 FC Tunjukkan Antusias Tinggi

Kursus pelatih lisensi D Nasional gelombang pertama 30 April-6 Mei, berlangsung di markas Villa 2000 FC, dan Blitz Tarigan bertindak (biru) sebagai pelatih. (Ham/NYSN)

Tangerang Selatan- Demi menciptakan pelatih berbakat dan berkualitas, Villa 2000 FC bekerja sama dengan PSSI, mengadakan kursus pelatih lisensi D Nasional di markas Villa 2000 FC, Pamulang, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diadakan dua gelombang, yakni gelombang pertama 30 April-6 Mei, dan gelombang kedua 8-15 Mei 2018, dengan Iwan Setiawan bertindak sebagai instruktur pelatih. Selain Iwan, Villa 2000 FC selain menjadi panitia penyelenggara, juga mengirimkan satu nama, yaitu Blitz Tarigan, yang bertugas asisten instruktur pelatih. “Total peserta ada 30 orang, dan ini sudah memenuhi kuota standar kursus pelatihan. Peserta datang dari berbagai daerah, dan dari luar Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” ungkap Blitz, usai hari pertama pelatihan, Senin (30/4). Lokasi Pamulang, sempat menjadi kendala bagi peserta yang memang jauh dari tempat tinggal. Villa 2000 FC tak menyediakan biaya tambahan untuk peserta yang jauh, tetapi merekomendasikan akomodasi penginapan. “Sejak awal, kami tak menyediakan akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya. Tapi, kami merekomendasikan tempat tinggal. Mereka yang jauh dari rumah, kami tempatkan di mess kami,” tukasnya. Nantinya, 30 peserta ditempa selama sepekan, dan dimulai pukul 07.30 WIB – 18.00 WIB. Pada Senin (30/4) adalah menjadi hari pertama, gelombang pertama dilaksanakannya rangkaian kursus, dengan Blitz sebagai pelatih, dan Iwan sebagai pemateri utama. “Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan menciptakan pelatih-pelatih yang berkualitas untuk bisa membina pemain usia dini, karena sepak bola untuk usia dini perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Iwan. Menurut mantan Pelatih Borneo FC ini, pembinaan sepak bola pada usia muda perlu mendapat perhatian serius, dan event kursus ini menjadi ajang sekaligus tempat menimba ilmu, bagi wajah baru pelatih usia dini. “Yang saya lihat, bahwa tingkat antusias dari para peserta ini sangat tinggi. Mereka bersemangat ketika materi di kelas maupun praktek di lapangan, dan itu modal yang dibutuhkan, yakni semangat mereka” tambah pria kelahiran Medan 5 Juli 1968. Meski beberapa peserta ada yang mulai dari nol dan bukan dari pemain sepak bola, bahkan tidak tahu menahu seputar dunia sepak bola, namun mereka bersemangat untuk belajar. Metode baru yang digunakan pemateri yakni Villanesia, yaitu metode yang membuat siswa atau peserta terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dan tak hanya mendengarkan atau mencatat, namun bisa langsung dipraktekkan di lapangan. “Tak sekedar belajar jadi instruktur yang berdiri di depan berbicara, tapi mereka turun langsung ke lapangan, untuk mengaplikasikan materi yang sudah diberikan selama di kelas. Jadi keseharian mereka sudah bisa mengajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,” tutup pria 50 tahun tersebut. (Dre/Ham)

Animo Peserta Tinggi, 24 Tim Incar Juara Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1

Kapolres Tangerang Selatan Akbp Ferdy Irawan, SIK, M.Si (tengah) membuka langsung turnamen Futsal Kapolres Cup 1, yang memperebutkan Piala bergilir Kapolres Tangerang Selatan. (contrasnews.com)

Tangerang Selatan- Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1, yang memperebutkan Piala bergilir Kapolres Tangerang Selatan, resmi berputar mulai Sabtu (7/4), hingga Minggu (8/4). Even ini adalah even pertama kali yang diselenggarakan Polres Tangerang Selatan, dan memakai MS Soccer Indoor Stadium sebagai venue pertandingan, selama dua hari. Meski baru pertama kali berputar, namun antusias peserta, khususnya dari Tangerang Selatan sangat baik. Total peserta yang berpartisipasi mencapai 45 klub, dan dibagi dalam dua kategori. “Ini yang pertama dan akan rutin diadakan. Ada 24 tim untuk kategori umum, dan 21 tim kategori executive,” ungkap AKP Alexander Yuricho, selaku ketua pelaksana Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1, pada Sabtu (7/4). Untuk katagori executive merupakan tim yang berasal dari komunitas, instansi dan juga para pewarta. Untuk umum, adalah tim futsal yang berdomisli di wilayah hukum Tangsel. Turnamen ini dibuka langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan Akbp Ferdy Irawan, SIK, M.Si, pada Sabtu (7/4). Pemenang dari kategori umum, berhak mewakili wilayah Tangerang Selatan, dalam ajang Kapolda Metro Jaya Futsal Cup, pada Juli nanti. Pemenang akan diganjar hadiah Rp. 10juta dan difasilitasi tampil di Kapolda Metro Jaya Futsal Cup. “Juara di kategori umum, akan menjadi wakil Tangsel di Kapolda Cup pada bulan Juli. Dan, jika wakil Tangsel bisa juara di Kapolda Cup, bakal tampil di Kapolri Cup,” tambahnya. (Dre) Hadiah Kategori Umum Putra  Juara 1 : Rp.10.000.000 + Piala bergilir + Medali + Mewakili Polres Tangerang Selatan di Kejuaraan Piala Kapolda Metro Jaya Cup. Juara 2 : Rp. 5.000.000 + Medali. Juara 3 : Rp. 2.500.000 + Medali Hadiah Kategori Eksekutif Putra +25 (Instansi Perusahaan dan Media)  Juara 1 : Rp. 10.000.000 + Piala Bergilir + Medali. Juara 2 : Rp. 5.000.000 + Medali. Juara 3 : Rp. 2.500.000 + Medali

Usai di Klub Golf Bogor Raya, IUGS 2018 Sambangi Gading Golf Serpong

Turnamen Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong pada 18 April. (Pras/NYSN)

Bogor- Mengikuti keberhasilan pada 2017 lalu, dengan menjadikan salah satu lapangan terbaik di dunia Royale Birkdale Golf Club, sebagai hadiah utamanya, Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018 menghadiahkan pengalaman golf ke Selandia Baru, sebagai mahar pemenang. Pada 2017, lapangan The Open 2017 Royale Birkdale, London, Inggris, menjadi hadiah bergengsi IUGS. Pemain asal Palembang Sulaiman dan Raymond asal Jakarta, menjadi pemenang di negeri Britis itu. Gelaran kali ini, salah satu lapangan terbaik di dunia yang ada di Selandia Baru, bakal diperebutkan untuk dua orang pemenang. IUGS adalah turnamen golf amatir yang bertujuan menarik pendatang berkunjung ke Indonesia lewat permainan golf. Tahun ini, ada 11 lapangan yang dijadikan venue turnamen pada tiga babak kualifikasi. Venue itu tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali-Lombok, Jawa, dan Sulawesi. Kualifikasi pertama dimulai pada Kamis (5/4) di Klub Golf Bogor Raya, Bogor, dengan 102 peserta. “Pemilihan lapangan, masing-masing diwakili dengan 2 lapangan, berdasarkan review pemain dan commitee,” jelas Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS saat konferensi pers, pada Kamis (5/4). Nantinya, masing-masing kualifikasi akan meloloskan 30 peserta, guna tampil di seri final, yang akan berlangsung di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. Proses kualifikasi bergulir dari April hingga September, dan setiap bulan akan dilakukan tiga kali turnamen di masing-masing lapangan. Setelah Bogor, turnamen selanjutnya akan hadir di Gading Raya Golf Club, Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (18/4). “Harapannya, setiap tahun pesertanya selalu bertambah. Dibanding tahun lalu yang hanya memakai empat, kini sudah menjadi 11 lapangan,” kata Eddy Pantja, Turnament Officer IUGS 2018. Turnamen dimainkan dalam dua babak kualifikasi, dan hanya butuh satu putaran. Lalu, tiap pemain harus berada di posisi 30 besar, untuk lolos ke babak final. Dua peserta terbaik di fase final akan meraih hadiah bergengsi, perjalanan untuk 2 orang ke Selandia Baru dan bermain di salah satu golf course terbaik di dunia. (Adt)

Villa Lab Andalan Akademi Klub Sepakbola Tangerang Selatan

villa lab

Jakarta- Seperti pada klub-klub olahraga lainnya, khususnya sepak bola, ideal memiliki keorganisasian dan manajemen yang baik untuk menunjang klub dan para atlet. Villa 2000 FC salah satunya, klub akademi sepak bola asal Tangerang Selatan justru selangkah lebih maju dibanding klub professional karena memiliki laboratorium klinik kesehatan, yakni Villa Lab. Saat ini, Fathia Aulia yang ditunjuk sebagai Fisioterapi untuk menangani klub Villa 2000 FC. “Villa Lab itu adalah salah satu fasilitas dari Villa 2000 FC untuk menangani kasus cedera bagi para atlet maupun siswa”, kata Fathia. Kemudian, ia juga menambahkan bahwa Villa Lab ini bukan hanya sekadar menangani pemain yang cedera saja, tetapi memberikan program dari fisioterapi itu sendiri. “Selain menangani cedera, kita juga menjalankan beberapa program, yaitu antropometri. Antropometri itu pengukuran berat dan tinggi badan pada siswa atau murid di masa pertumbuhan. Hal tersebut kita bisa mengevaluasi anak ini dalam keadaan normal, sedang, ataupun kurang. Karena masa pertumbuhan mempengaruhi segala aktivitas siswa, terutama di lapangan”, sambung perempuan lulusan dari Universitas Indonesia itu. Villa Lab beroperasi sejak Februari 2014 untuk kepentingan intern dan mulai terbuka untuk umum pada tanggal 3 Maret 2014. Status dari Villa Lab ini meskipun berada di Training Ground Villa 2000 FA namun independen dan terlepas dari Klub. Klinik ini merupakan sebuah klinik spesialis penanganan cedera sepakbola bagi semua pesepakbola usia muda, tua, amatir maupun profesioanl. Pelayanan yang dapat dilakukan adalah Tes Potensi Cedera, Program Pencegahan Cedera Sepakbola, Perawatan Cedera Sepakbola dengan Football Physiotherapy dan Rehabilitasi cedera. Untuk mendukung pelayanan tersebut, di Villa Lab menyedeiakan beberapa fasilitas: Tens, laser, Ultrasound, Exercise Area (Indoor/Outdoor-football Pitch), Tim O8 s/d Senior untuk Return to Play (Integration to Football). (Dre)

Padatnya Jadwal Ujicoba Villa 2000 Jelang Liga 3 Bergulir

Pertandingan Villa 2000 (Hitam) vs Bogor FC (Kuning). (Dre-NYSN)

Jakarta- Sebelum bergulirnya liga, klub-klub di Indonesia terus mempersiapkan klubnya. Salah satunya Villa 2000, yang musim ini mengikuti ke liga 3 Indonesia. Pada Jumat (2/3), Villa 2000 menggelar laga uji coba dengan Bogor FC di Pamulang, Tangerang Selatan. Bogor FC yang datang sebagai lawannya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-2. Meskipun menang, pelatih Villa 2000, Blitz Tarigan tetap mengkritisi permainan anak asuhnya. “Secara umum sudah bagus dan anak-anak menjalankannya secara organisasi. Tapi, pada saat duel individu, terkadang kita masih kurang beran,” ujarnya. Kesalahan-kesalahan individu juga disesali oleh salah satu pemain Villa 2000, Oktavian Nasril. “Belum puas, karena masih banyak salah, dan itu kesalahan individu. Tapi secara tim kita bagus”, ujar lelaki kelahiran tahun 1999. Selain klub Villa 2000, ungkapan yang sama juga keluar dari suara pemain Bogor FC, Dion Mepahmi. Mesikpun belum puas dengan hasil akhir, ia tetap memuji permainan Villa 2000. “Dari skor sangat belum puas, tapi secara tim sudah lumayan. Villa 2000 bermain bagus sore ini. Kami harus banyak belajar apalagi kami tim baru”, ujar Dion, usai pertandingan. Usai meladeni Bogor FC, pada Jumat (9/3), anak-anak Pamulang akan menghadapi tim Porpov Banten juga di tempat yang sama. Lalu pada Jumat (16/3), giliran tim U-18 Provinsi Banten menjadi lawan berikutnya. (Dre)

Ingin olahraga Dayung Merakyat, Prima Ajak Masyarakat Tangsel Bergabung Di Podsi

prima-olahraga-dayung

Olahraga tertua dalam olimpiade ini masih menjadi daya tarik para remaja pecinta olahraga air. Bergerak bersamaan, mendorong perahu, mengayuh terhadap air di percaya dapat melatih semua otot utama dalam tubuh. Pria bernama lengkap Prima Bara Abdurahman merupakan pelatih olahraga dayung di club dayung PODSI Tangsel. Prima telah menggeluti olahraga dayung sejak kelas 2 SMA dan mulai memiliki beberapa prestasi dalam olahraga tersebut ketika di bangku kuliah. “Saya menggeluti olahraga dayung ini sejak kelas 2 SMA dan mulai ada prestasinya di jenjang perkuliahan karena sudah mulai fokus pada cabang olahraga ini. Pertama kalinya, saya tergabung dalam klub dayung universitas negeri jakarta UNJ.” kata Prima. Prima mengatakan kepada NYSN bahwa awalnya ia merupakan atlet voli, namun postur tubuhnya kurang mendukung. “Awalnya saya dulu atlet voli, tapi karena postur saya dalam olahraga voli kurang tinggi, saya akhirnya diajak oleh salah satu guru untuk mengikuti olahraga dayung, dan ternyata olahraga ini banyak sekali tantangannya serta tidak semudah yang dilihat dan dipikirkan.” lanjutnya. Beberapa prestasi yang telah diraih Prima selama menjadi atlet dan pelatih antara lain: 1. 1 medali emas dan 1 medali perak dalam Kejurnas antar Mahasiswa 2. 1 medali emas dalam Kejurnas di makasar 3. Mendampingi atlet Banten di PON Jawa Barat kemarin bersama rekan sesama oelatih dayung Bapak Abdul Gofur dan atlet tersebut mendapat 2 medali perak dan 1 medali perunggu Awal berlatih dayung, Prima mengatakan bahwa keluarganya melarang untuk menggeluti olahraga tersebut, tetapi mimpi dan motivasi Prima dari kecil memang ingin sekali menjadi atlet. Prima juga menceritakan, bahwa selama berlatih dayung, ia memiliki sebuah pengalaman yang berharga ketika melakukan latihan dengan membutuhkan banyak waktu. “Pengalaman yang paling berharga pastinya pada saat menjadi juara, tetapi ada pengalaman paling berharga dan sangat berkesan, yaitu pada saat dalam sebuah latihan, logikanya kita lomba sekitar 1.45 sampai 2 menit dalam menempuh jarak 500 meter, tapi latihannya untuk mencapai itu butuh waktu mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Bisa dibayangkan para atlet dayung berlatih seperti itu. Setiap pagi, siang dan sore berada di danau. Dan itu hal yang paling berkesan ketika proses menjalankan latihan karena butuh perjuangan yang keras.” ujar Prima. Diakui Prima, kedua orang tua, istri dan anak-anaknya, serta guru yang pertama mengenalkan dayung padanya adalah orang-orang yang sangat berjasa dalam hidupnya dan dalam perjuangannya menuju sukses di bidang olahraga dayung. Semasa menjadi atlet dayung, Prima pernah mengalami berada dalam titik jenuhnya bahkan sempat membuatnya frustasi. “Pernah suatu ketika saya drop karena sakit dan waktu itu saya harus menyelesaikan tugas kuliah, juga harus berlatih dayung. Dan butuh proses yang lama untuk memulihkan kondisi tubuh saya. Ternyata badan saya. Saat itu saya merasa ada titik jenuh dan merasa frustasi karena memikirkan saya bisa mengejar lagi ketinggalan saya atau tidak. Disitu pula mental saya sebagai seorang atlet diuji. Pengaruh pelatih juga sangat penting pada saat atlet terpuruk untuk memotivasi kembali agar atlet bisa bersemangat.” tutur Prima. Prima juga menuturkan, untuk saat ini dirinya berkeinginan untuk memasyarakatkan olahraga dayung, khususnya di Kota Tangerang Selatan dan wilayah Provinsi Banten agar bisa menjadi barometer untuk daerah lain dalam cabang olahraga dayung. “Kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan, terutama para siswa dan siswi, jika kalian berminat mengikuti olahraga ini silahkan bergabung dengan PODSI Tangsel dan mari kita berlatih bersama dan torehkan prestasi setinggi-tingginya. Karena olahraga dayung ini adalah salah satu olahraga andalan Indonesia.” tutup Prima.(crs/adt)