Garuda Muda Pastikan Tiket ke Piala Asia U-20 2027

Timnas Indonesia U-20 memastikan langkah ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di Tiongkok setelah meraih kemenangan 2-0 atas Australia pada laga terakhir Grup H babak kualifikasi. Bermain di New Laos Stadium, Minggu 6 September 2026 sore, Garuda Muda tampil disiplin dan efektif untuk mengamankan tiga poin penting sekaligus memastikan tiket ke putaran final. Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung mencoba memecah kebuntuan. Namun, duel-duel ketat lebih banyak terjadi di lini tengah sehingga peluang bersih belum banyak tercipta pada 15 menit pertama. Indonesia beberapa kali mencoba membangun serangan melalui pergerakan Zahaby Gholy dan Arkhan Kaka. Sejumlah tusukan sempat mengancam pertahanan Australia, tetapi masih mampu dimentahkan barisan belakang lawan. Peluang kembali hadir pada menit ke-27. Tendangan sudut yang dieksekusi Zahaby Gholy berhasil disambut tandukan Ibra Ohorella. Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang Australia. Satu menit berselang, Indonesia akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Umpan lambung Zahaby Gholy berhasil melepaskan Theodore Evan Leeming dari jebakan offside. Evan kemudian melakukan chip untuk melewati kiper Australia. Dalam situasi bola yang masih berada di udara, ia memenangkan duel dan menyelesaikannya dengan sundulan ke gawang. Gol tersebut membawa Indonesia unggul 1-0. Keunggulan itu bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, kepala pelatih Nova Arianto melakukan perubahan dengan memasukkan Rafi Rasyiq untuk menggantikan Arkhan Kaka. Indonesia kembali mendapatkan peluang pada menit ke-52. Theodore Evan Leeming menerima bola liar setelah sundulan pemain belakang Australia. Berdiri tanpa pengawalan, Evan melepaskan sontekan dengan kaki kiri, tetapi bola masih melebar dari sasaran. Pada menit ke-65, Aleandro Alam mengirimkan umpan terobosan yang kembali menemui Evan Leeming. Namun, Evan membutuhkan dukungan dari rekan-rekannya sehingga momentum serangan Indonesia perlahan hilang dan bola berhasil direbut pemain Australia. Di sisi lain, Australia sesekali mencoba meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Indonesia yang dipimpin I Putu Panji dan rekan-rekan membuat Australia kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-87, Nova kembali melakukan pergantian pemain. M. Isfandyar Abdillah dan Reno Salampessy masuk menggantikan Theodore Evan Leeming serta Zahaby Gholy. Saat Australia terus berusaha mencari gol, Indonesia justru berhasil menambah keunggulan melalui serangan balik pada menit 90+2. Amar Brkic sukses menuntaskan serangan Garuda Muda dengan sepakan mendatar yang tidak mampu dihentikan kiper Australia. Indonesia pun memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Tidak ada lagi gol tercipta hingga pertandingan berakhir. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan di Grup H. Dengan raihan tersebut, Timnas Indonesia U-20 resmi melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027 yang akan berlangsung di Tiongkok.

Garuda Muda Taklukkan Laos 3-0, Naik ke Puncak Grup H

Timnas Indonesia U-20 meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Laos pada pertandingan kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Bermain di Stadion Nasional Laos, Kamis 3 September 2026 malam, Garuda Muda tampil dominan dan mengamankan tiga poin penting setelah sebelumnya ditahan imbang Malaysia pada laga pembuka. Indonesia langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun skuad Garuda Muda membuahkan hasil cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Aleandro Alam mengirimkan umpan lambung terukur yang membelah lini pertahanan Laos. Fabio Azkairawan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kanan untuk membawa Indonesia unggul 1-0. Laos sempat merespons pada menit kesembilan dan berhasil mengirim bola ke gawang Indonesia. Namun, gol tersebut dianulir setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Setelah itu, Indonesia kembali mengambil kendali permainan. Pada menit ke-21, Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi sepak pojok. Zahaby Gholy yang menjadi eksekutor melepaskan bola ke arah gawang, tetapi masih mampu diamankan kiper Laos. Dua menit berselang, peluang kembali hadir. Reno Salampessy berhasil lepas dari perangkap offside dan berhadapan dengan penjaga gawang Laos. Namun, tembakan kaki kirinya masih mampu dihalau. Tekanan Indonesia terus berlanjut. Pada menit ke-27, lemparan jauh Fabio Azkairawan menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Laos. Seorang pemain bertahan Laos justru menyundul bola ke arah gawang sendiri, tetapi bola masih membentur tiang. Meski Laos sesekali mencoba melancarkan serangan, Indonesia tetap lebih dominan dalam penguasaan bola dan terus mencari celah untuk menambah keunggulan. Gol kedua akhirnya tercipta pada menit ke-39. Aleandro Alam melepaskan tembakan ke arah gawang Laos yang sempat ditepis kiper. Bola muntah kemudian jatuh ke arah Zahaby Gholy yang dengan cepat menyambarnya untuk mengubah skor menjadi 2-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Indonesia melakukan perubahan dengan memasukkan Arkhan Kaka untuk menggantikan Reno Salampessy. Kehadiran Kaka kembali memberikan ancaman bagi pertahanan Laos. Pada menit ke-52, Aleandro kembali menunjukkan perannya dalam membangun serangan. Umpan terobosannya mengarah kepada Arkhan Kaka yang berhasil mendapatkan ruang di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan oleh kiper Laos. Indonesia akhirnya menambah keunggulan pada menit ke-62 melalui gol spektakuler Zahaby Gholy. Indonesia mendapatkan tendangan bebas di area yang menguntungkan dan Gholy maju sebagai eksekutor. Dengan tendangan terukur, Gholy mengarahkan bola ke sudut kanan atas gawang Laos. Kiper Laos tidak mampu menjangkau bola dan Indonesia pun unggul 3-0. Laos mencoba meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol balasan. Namun, upaya mereka belum cukup efektif untuk menembus pertahanan Indonesia yang dikawal I Putu Panji dan rekan-rekannya. Indonesia bahkan hampir menambah gol pada menit ke-72. Sundulan Arkhan Kaka sempat ditepis oleh kiper Laos sebelum bola membentur mistar gawang. Pada sisa pertandingan, Indonesia terus memberikan tekanan melalui pergerakan Arkhan Kaka dan Rafi Rasyiq. Sejumlah peluang kembali tercipta, tetapi belum ada gol tambahan yang berhasil dihasilkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 untuk kemenangan Indonesia tetap bertahan. Hasil ini membawa Indonesia naik ke puncak klasemen sementara Grup H dengan koleksi empat poin dan selisih gol +3. Kemenangan atas Laos menjadi modal penting bagi Garuda Muda sebelum menghadapi laga penutup kontra Australia, Minggu 6 September 2026 mendatang.

Timnas U-20 Ditahan Imbang Malaysia pada Laga Pembuka

Timnas Indonesia U-20 vs Timnas Malaysia Timnas U-20

Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia setelah pertandingan pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 berakhir tanpa gol di Stadion Nasional Laos, Senin 31 Agustus 2026. Pada awal pertandingan, Malaysia tampil cukup agresif. Dalam 15 menit pertama, mereka lebih banyak menguasai permainan dan berani menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menekan pergerakan Garuda Muda. Indonesia perlahan mulai keluar dari tekanan. Peluang sempat tercipta pada menit ke-19 melalui Nazriel Alvaro, namun tembakannya masih melambung di atas gawang Malaysia. Selepas itu, pertandingan berjalan lebih alot. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati dan berusaha mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Garuda Muda berupaya meningkatkan intensitas permainan pada paruh kedua. Skuad asuhan Nova Arianto tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Malaysia, namun belum mampu mengonversi peluang menjadi gol. Peluang melalui tendangan jarak jauh sempat diciptakan Welber Jardim pada menit ke-65, tetapi sepakannya masih melebar dari sasaran. Tekanan Indonesia kemudian semakin meningkat. Rafi Rasyiq hampir membuka keunggulan setelah melepaskan tembakan yang berhasil diamankan kiper Malaysia, Faez Iqhwan. Pada menit ke-74, Indonesia kembali memiliki kesempatan saat masuk ke area pertahanan Malaysia dengan situasi yang menjanjikan. Namun, peluang tersebut belum dapat dimaksimalkan. Dua menit berselang, Rafi Rasyiq menerima umpan terobosan dari M. Isfandyar dan berhadapan langsung dengan kiper. Sayangnya, penyelesaian akhir Rafi masih mampu diblok Faez Iqhwan. Indonesia terus mencari gol hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Muhamad Ibrah juga mendapatkan kesempatan dari situasi kemelut di kotak penalti, tetapi sepakannya melambung di atas mistar. Peluang emas kembali hadir pada menit ke-79 ketika terjadi kesalahan dari lini belakang Malaysia. Irpan Abadi mencoba memanfaatkan bola yang berada di depan gawang, tetapi sundulannya masih tipis melewati mistar. Laga berakhir dengan skor 0-0. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia sama-sama mengamankan satu poin pada pertandingan pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Indonesia Tergabung di Grup A pada Kualifikasi Piala Asia U-17 2027

Tim Nasional Indonesia U17

Garuda Muda akan bersaing dengan tuan rumah Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja untuk memperebutkan tiket menuju putaran final tahun depan. Hasil tersebut seusai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar drawing Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 27 Agustus 2026. Indonesia menempati Pot 1 bersama Thailand, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, India, dan Iran. Penentuan pot dilakukan berdasarkan perolehan poin AFC dari tiga edisi terakhir turnamen. Sebanyak 35 negara peserta kemudian dibagi ke dalam tujuh grup. Masing-masing grup terdiri dari lima tim yang berasal dari lima pot berbeda. Di Grup A, Indonesia menjadi satu-satunya wakil dari Pot 1. Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja melengkapi komposisi grup. Indonesia akan menghadapi tiga negara Asia Tenggara, yakni Myanmar, Filipina, dan Kamboja. Sementara itu, Afghanistan menjadi satu-satunya lawan dari luar kawasan Asia Tenggara di Grup A. Jelang menghadapi persaingan tersebut, Timnas Indonesia U-17 tengah menjalani rangkaian persiapan. Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat skuad asuhan David Nascimento sekaligus mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Sebagai bagian dari persiapan, Indonesia sudah menjalani uji coba internasional diantaranya melawan Malaysia pada bulan Juli lalu dan Uzbekistan bulan Agustus ini. Laga uji coba internasional menjadi bagian penting dari proses pembentukan dan pematangan tim sebelum memasuki persaingan resmi. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 akan menggunakan format single round-robin. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026. Hanya juara dari masing-masing grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2027 di Uzbekistan. Tujuh juara grup tersebut akan bergabung dengan sembilan negara yang telah lebih dahulu memastikan tempat di putaran final setelah lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Kesembilan negara tersebut adalah Uzbekistan, Australia, Arab Saudi, Tajikistan, Jepang, China, Vietnam, Korea Selatan, dan Qatar.

Timnas U-17 Uji Coba Internasional Lawan Uzbekistan

Timnas Indonesia U-17

Sebanyak 24 pemain dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17 yang tengah mematangkan persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Skuad asuhan pelatih David Nascimento kembali menjalani dua pertandingan uji coba internasional, kali ini menghadapi Uzbekistan pada tanggal 24 dan 27 Agustus 2026. Dua laga uji coba tersebut akan berlangsung secara tertutup dan tidak disiarkan secara live di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Uji coba ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim sebelum mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 8-20 November 2026 mendatang. Pada bulan Juli lalu, Timnas U-17 juga menjalani dua laga uji coba internasional melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo. Saat itu, Garuda Muda imbang 1-1 di pertandingan pertama tanggal 4 Juli dan menang 3-0 pada pertandingan kedua tanggal 7 Juli. Pelatih David Nascimento membawa komposisi 24 pemain yang terdiri dari tiga penjaga gawang, sembilan pemain belakang, enam gelandang, dan enam penyerang. Pada posisi penjaga gawang terdapat Abdillah Ishak (Persija Jakarta), Muhammad Firlo Jony Prasetyo (Persis Solo), dan Syahdan Caesar El Fadhil (ASIOP). Sektor pertahanan diisi Allekay Kaisar Ramadhan dan Pradipta Arya Zidano (Asiana Soccer School), Faiz Hikmal Kurniawan (Diklat ISA), I Gede Kayana Artha Wiguna (Bali United), Muhamad Faiz Fathurahman dan Rasya Azfar Keandra (Bimba AIUEO SS), Puma Nandhito (Persija Jakarta), Ramadhan Putra Negara (Persebaya Surabaya), serta Raka Adrian Firmansyah (Asiana Soccer School). Untuk lini tengah, David memanggil Edsel Henrian Fatih dan Valdo Putra Pratama (Persija Jakarta), Haikal Kamil Ramadhan (Asiana Soccer School), I Dewa Gede Majesta Sandhiya (Bali United), serta Melki Alvando Caussy Yatipai dan Stenly Meyanu (Papua Football Academy). Sementara itu, lini depan dihuni Chico Jericho Yaranggga (ASIOP), Dhamar Try Kusuma (Asiana Soccer School), Dolvi Theofilus Bochrit Salossa dan Yance Glen Imbiri (Papua Football Academy), serta Dzaky Muhammad Azkar dan Ichiro Akbar Al Buchori (Bhayangkara Presisi). Dua pertandingan melawan Uzbekistan tidak fokus untuk mengejar hasil akhir, namun menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana pemahaman pemain terhadap game play yang dibangun, sekaligus mengevaluasi perkembangan individu di level pertandingan internasional. Menit bermain juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter permainan berbeda, para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang dibutuhkan untuk berkembang, baik dari sisi teknis, taktis maupun mental. Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 menjadi target berikutnya bagi skuad Garuda Muda. Karena itu, rangkaian uji coba internasional sejak jauh hari menjadi kesempatan untuk membangun fondasi tim sekaligus memastikan para pemain memiliki pengalaman menghadapi tekanan dan intensitas pertandingan internasional. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia U-17: Penjaga Gawang Abdillah Ishak – Persija Jakarta Muhammad Firlo Jony Prasetyo – Persis Solo Syahdan Caesar El Fadhil – ASIOP Belakang Allekay Kaisar Ramadhan – Asiana Soccer School Faiz Hikmal Kurniawan – Diklat ISA I Gede Kayana Artha Wiguna – Bali United Muhamad Faiz Fathurahman – Bimba AIUEO SS Pradipta Arya Zidano – Asiana Soccer School Puma Nandhito – Persija Jakarta Ramadhan Putra Negara – Persebaya Surabaya Rasya Azfar Keandra – Bimba AIUEO SS Raka Adrian Firmansyah – Asiana Soccer School Tengah Edsel Henrian Fatih – Persija Jakarta Haikal Kamil Ramadhan – Asiana Soccer School I Dewa Gede Majesta Sandhiya – Bali United Melki Alvando Caussy Yatipai – Papua Football Academy Stenly Meyanu – Papua Football Academy Valdo Putra Pratama – Persija Jakarta Depan Chico Jericho Yaranggga – ASIOP Dhamar Try Kusuma – Asiana Soccer School Dolvi Theofilus Bochrit Salossa – Papua Football Academy Dzaky Muhammad Azkar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar Al Buchori – Bhayangkara Presisi Yance Glen Imbiri – Papua Football Academy

Mitchell Baker, Pemain Timnas Pertama Hattrick saat Debut di Piala AFF

Mitchell Baker

Striker anyar Timnas Indonesia, Mitchell Baker mencatat rekor mencengangkan saat hattrick dalam laga debut di Piala AFF 2026. Debut Mitchell di Piala AFF 2026 terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Pemain jangkung itu langsung mencetak tiga gol. Trigol itulah yang menegaskan status Mitchell sebagai manusia pertama yang mencetak hattrick saat debut bersama Timnas Indonesia di Piala AFF. Belum ada pemain selain Mitchell yang membukukan tiga gol dalam debut di pesta bola Asia Tenggara. Mitch, sapaan akrab Mitchell Baker, tampil gemilang kala menggilas Kamboja. Tiga gol pemain berusia 19 tahun itu lahir dari tandukan brilian dan kejelian mencari ruang. Pemain berdarah Indonesia-Australia ini sekaligus menjawab kekosongan posisi nomor sembilan di tubuh tim Garuda. Pasalnya, kekhawatiran soal striker murni terus menggema. Itu karena Timnas Indonesia sudah lama tak punya pemain garang di lini depan selepas era Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Kehadiran Ole Romeny semula sempat menjadi angin segar. Namun nampaknya Ole lebih memainkan peran false nine layaknya striker modern saat ini. Lantas kedatangan Mitchell membawa warna baru bagi skuad Garuda. Juru latih John Herdman kini punya banyak opsi buat otak-atik taktik, terutama di lini depan. Ini selaras dengan visi jangka panjang Timnas Indonesia yang ingin bersaing di pentas dunia. Di Piala AFF 2026, Mitchell berpotensi jadi tumpuan untuk merengkuh trofi perdana. Pasalnya, sejak awal keikutsertaan Indonesia tahun 1996, tim Merah Putih belum pernah juara. Tahun ini jadi momentum krusial untuk merebut trofi tersebut. Harapannya, Herdman bisa memanfaatkan kualitas Mitchell yang mematikan di depan gawang lawan. Usai sempurna hadapi Kamboja, Mitchell dan kolega bersiap menatap tiga laga lanjutan Grup A. Timor Leste, Vietnam, dan Singapura sudah menanti untuk menguji kualitas Garuda.

Luke Vickery Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Luke Anthony Vickery

Luke Anthony Vickery resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, pada Kamis 16 Juli 2026. Prosesi yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas. Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh dan sejumlah staf dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dengan rampungnya proses pengambilan sumpah, Luke resmi menjadi Warga Negara Indonesia dan selanjutnya dapat melanjutkan tahapan administrasi yang diperlukan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia sesuai regulasi yang berlaku. Bergabungnya Luke menjadi bagian dari Indonesia menambah opsi bagi skuad Garuda di sektor sayap. Pemain yang lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005 itu saat ini masih berusia 20 tahun, sebuah usia yang menandai awal perjalanan karier profesionalnya sekaligus membuka peluang pengembangan jangka panjang bersama tim nasional. Luke saat ini memperkuat klub A-League Men, Macarthur FC, setelah bergabung pada September 2025. Berposisi sebagai winger kanan maupun kiri, ia dikenal memiliki kecepatan, kemampuan membawa bola dalam situasi satu lawan satu, serta fleksibilitas taktik yang memungkinkannya bermain di beberapa peran dalam lini serang. Pada musim 2025/2026, Luke tampil dalam 30 pertandingan di seluruh kompetisi bersama Macarthur FC dengan catatan tujuh gol dan tiga assist. Kontribusi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan positifnya sebagai pemain muda yang mulai mendapatkan kepercayaan tampil secara reguler di level profesional. Sebelum memperkuat Macarthur FC, Luke mengawali karier profesionalnya bersama Western United. Pada tahun 2024, ketika berusia 18 tahun, ia menembus tim utama setelah berkembang melalui akademi klub dan menandatangani kontrak profesional pertamanya. Setahun kemudian, pada 2025 di usia 19 tahun, ia mencetak gol perdana di kompetisi profesional saat menghadapi Central Coast Mariners, sekaligus menjadi sebuah momen penting dalam perjalanan kariernya. Di level internasional, Luke sebelumnya pernah membela Australia U-19 pada ASEAN U-19 Boys Championship 2024 yang berlangsung di Surabaya. Saat itu, pada usia 18 tahun, ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil mengakhiri turnamen di peringkat ketiga. Sebagai informasi, Luke memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu. Neneknya, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara, sehingga memberikan dasar hukum baginya untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Raih Dua Kemenangan Beruntun, Peringkat Timnas Indonesia Melonjak

Tim Nasional Indonesia menutup rangkaian FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil impresif setelah meraih dua kemenangan atas Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Hasil positif tersebut membawa skuad Garuda berhasil naik peringkat ke posisi 118 dunia FIFA. Tambahan poin ini juga semakin mendekatkan Indonesia ke target menembus 100 besar dunia. Pada laga pertama, Indonesia menang meyakinkan 3-0 atas Oman pada Jumat (5/6). Sementara itu, kemenangan tipis 1-0 diraih saat menghadapi Mozambik pada Selasa (9/6). Dua kemenangan ini menyumbang tambahan 12,25 poin, sehingga total poin Indonesia kini mencapai 1157,14. Jumlah tersebut membuat Indonesia hanya terpaut 0,08 poin dari Sudan yang berada di peringkat 117. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut pencapaian ini dengan rasa syukur. Namun, dia mengingatkan para pemain untuk tidak terlena dengan kenaikan peringkat tersebut. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil dua pertandingan kemarin yang mampu memperbaiki peringkat. Terima kasih juga kepada seluruh suporter yang selalu mendukung Timnas. Tapi saya ingatkan, peringkat bukan jaminan hasil akhir. Kita harus tetap membumi dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati target 100 besar dunia,” ujar Ketum Erick di Jakarta, Jumat (12/6). Sementara itu, pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku puas dengan perkembangan timnya. Juru taktik berpaspor Inggris itu menilai para pemain menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda. “Terlepas dari kenaikan peringkat dan tambahan poin, saya bangga dengan kemampuan adaptasi para pemain. Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Saat ini tim terlihat semakin berbahaya bagi lawan,” jelas Herdman. Hasil ini menjadi bekal penting bagi Timnas Indonesia yang akan menghadapi ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF pada akhir Juli nanti, sebelum kembali menjalani agenda internasional FIFA pada September mendatang.

Mathew Baker Debutan Termuda Timnas Indonesia

Mathew Baker

Bek Muda Timnas Indonesia, Mathew Baker langsung mencatatkan sejarah pada laga debut bersama skuad Garuda. Pemain keturunan Indonesia-Australia itu resmi menjadi pemain termuda dalam sejarah Timnas Indonesia senior saat tampil melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam WIB. Momen bersejarah tersebut terjadi di tengah kemenangan meyakinkan 3-0 Timnas Indonesia atas Oman. Tiga gol Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Sementara Emil Audero tampil gemilang dan terpilih sebagai Man of the Match setelah menggagalkan tendangan penalti tim tamu. Di balik kemenangan tersebut, perhatian publik juga tertuju kepada Mathew Baker yang mendapat kesempatan menjalani debut bersama tim senior. Pelatih John Herdman memasukkan Baker pada menit ke-80 untuk menggantikan Rizky Ridho. Pemain yang saat ini berkarier bersama Melbourne City itu langsung mengisi posisi bek tengah kiri dalam formasi tiga bek, berduet dengan Elkan Baggott dan Kevin Diks. Meski hanya bermain sekitar 10 menit, Mathew Baker sukses menorehkan catatan bersejarah. Saat menjalani debut, pemain kelahiran Melbourne, 13 Mei 2009, itu tercatat berusia 17 tahun 23 hari. Catatan tersebut membuat Mathew Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah menjalani debut bersama Timnas Indonesia di sektor senior. Dia mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka saat berusia 17 tahun 3 bulan 7 hari ketika dimainkan Shin Tae-yong dalam pertandingan melawan Myanmar di Piala AFF 2024. Mathew Baker juga mengalahkan Ronaldo Kwateh (17 tahun 3 bulan 8 hari), Marselino Ferdinan (17 tahun 4 bulan 18 hari), serta Asnawi Mangkualam 17 tahun 5 bulan 17 hari). Kini, rekor tersebut resmi berpindah tangan kepada Mathew Baker di era kepelatihan John Herdman, meski secara statistik belum banyak terlibat karena waktu bermain yang terbatas. Dia hanya menorehkan empat umpan sukses selama berada di lapangan. Meski kontribusinya belum terlalu menonjol dari sisi statistik, debut Mathew Baker menjadi sinyal positif bagi masa depan Timnas Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, dia berpotensi menjadi salah satu pilar penting skuad Garuda dalam beberapa tahun mendatang.

FIFA Series 2026: Ini Dia Pengganti Mauro Zijlstra Yang Cedera

Mauro Zijlstra

Jens Raven dipastikan masuk skuad Timnas Indonesia untuk lanjutan FIFA Series 2026 menggantikan Mauro Zijlstra yang mengalami cedera akibat benturan saat melawan Saint Kitts and Nevis. Pergantian ini telah disetujui oleh FIFA karena Raven tercatat dalam 41 pemain yang didaftarkan sebelumnya. Jens Raven pun langsung bergabung dalam sesi latihan tim pada Minggu 29 Maret 2026. Penyerang berusia 20 tahun yang saat ini bermain untuk Bali United tersebut dipastikan tersedia untuk pertandingan final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, yang akan digelar pada Senin 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kesempatan ini juga membuka peluang bagi Raven untuk mencatatkan debut bersama Timnas senior. Sebelumnya, Mauro Zijlstra turut berkontribusi dalam kemenangan Timnas Indonesia dengan skor 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada Jumat 27 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan mencetak gol penutup pada menit ke-74.

FIFA Series 2026: Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia Melaju ke Final

Selebrasi Pemain Timnas Indonesia

Timnas Indonesia membuka FIFA Series 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026, skuad Garuda sukses mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0. Empat gol kemenangan Indonesia masing-masing dicetak oleh Beckham Putra Nugraha (15’, 25’), Ole Romeny (53’), dan Mauro Zijlstra (74’). Sejak awal pertandingan, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Lima menit pertama, Jay Idzes dan kawan-kawan mendominasi penguasaan bola dan memaksa tim tamu bermain lebih dalam. Permainan sabar dari kaki ke kaki menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat Saint Kitts and Nevis. Peluang pertama hadir pada menit ke-8 melalui situasi sepak pojok. Dony Tri Pamungkas mengirimkan bola yang disambut sundulan Jordi Amat, namun masih melambung di atas mistar. Lima menit berselang, Beckham Putra Nugraha mengirimkan umpan terobosan dari sisi kanan yang disambar Kevin Diks dengan sepakan first time, tetapi bola hanya mengenai sisi luar jaring. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15. Umpan terobosan akurat dari Ole Romeny sukses membebaskan Beckham Putra dari jebakan offside. Dengan tenang, Beckham melakukan solo run, mengecoh kiper, dan menceploskan bola ke gawang. Kombinasi keduanya kembali membuahkan hasil di menit ke-25. Lagi-lagi melalui umpan terobosan Romeny, Beckham berhasil menuntaskannya dengan sepakan kaki kanan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Sepanjang sisa babak pertama, Indonesia terus menekan. Saint Kitts and Nevis kesulitan keluar dari tekanan dan hanya mengandalkan umpan-umpan panjang yang dengan mudah dipatahkan lini belakang Indonesia yang dikomandoi Jay Idzes. Menjelang turun minum, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas setelah Ramadhan Sananta dilanggar di area berbahaya pada menit ke-44. Kevin Diks yang maju sebagai eksekutor masih belum mampu mengarahkan bola tepat sasaran. Skor 2-0 bertahan hingga jeda. Memasuki babak kedua, tim asuhan John Herdman tetap tampil agresif. Pada menit ke-51, Dony Tri kembali membangun serangan lewat kombinasi dengan Beckham, namun upaya placing Beckham masih bisa ditepis kiper lawan. Dua menit kemudian, Indonesia menambah keunggulan. Berawal dari sepak pojok yang berujung kemelut di kotak penalti, bola jatuh di kaki Ole Romeny yang langsung melepaskan tendangan mendatar untuk mengubah skor menjadi 3-0. Herdman kemudian melakukan sejumlah rotasi pada menit ke-58 dengan memasukkan Yakob Sayuri, Sandy Walsh, Ivar Jenner, dan Joey Pelupessy, menggantikan Jay Idzes, Kevin Diks, Jordi Amat, serta Calvin Verdonk. Pergantian kembali dilakukan pada menit ke-65 dengan masuknya Justin Hubner, Ragnar Oratmangoen, dan Eliano Reijnders menggantikan Elkan Baggott, Beckham Putra, dan Ole Romeny. Sementara itu, Mauro Zijlstra masuk pada menit ke-71 menggantikan Ramadhan Sananta. Indonesia semakin menjauh pada menit ke-74. Umpan terobosan dari Joey Pelupessy membebaskan Mauro Zijlstra dari jebakan offside. Dalam situasi satu lawan satu, Mauro dengan tenang menaklukkan kiper untuk mencetak gol keempat. Saint Kitts and Nevis sempat mendapat peluang terbaiknya pada menit ke-84 ketika sepakan pemain depan mereka membentur tiang gawang yang dikawal Maarten Paes. Indonesia sendiri hampir menambah gol di menit ke-88 lewat Yakob Sayuri, namun dianulir karena offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol. Indonesia menutup laga dengan kemenangan 4-0. Hasil ini menjadi awal positif bagi John Herdman dalam pertandingan perdananya bersama Timnas Indonesia. Dengan kemenangan tersebut, Indonesia melaju ke final dan akan menghadapi Bulgaria yang sebelumnya menang 10-2 atas Kepulauan Solomon. Laga final dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 30 Maret 2026.

Elkan Baggott Kembali! Ini Skuad Final Indonesia Untuk FIFA Series 2026

Elkan Baggott Kembali Perkuat Timnas

Elkan Baggott benar-benar kembali memperkuat Timnas Indonesia. Bek berdarah Inggris-Indonesia itu telah bergabung dengan skuad Garuda, bersama dengan para pemain lain yang sudah kumpul di Jakarta jelang FIFA Series 2026. Nama Elkan Baggott jadi satu dari 24 pemain yang masuk dalam skuad final Timnas Indonesia. Dia berada di barisan pemain belakang skuad Garuda untuk FIFA Series 2026 yang akan digelar pada 27-30 Maret 2026 di Jakarta. Masuknya nama Baggott menghadirkan keriuhan di kalangan penggemar Timnas Indonesia. Sebab ia kembali bergabung dengan skuad Garuda lagi setelah terakhir pada Piala Asia 2023 yang digelar pada Januari 2024. Kebahagiaan pun bukan hanya dirasakan oleh penggemar Timnas Indonesia. Elkan Baggott tampaknya merasakan perasaan serupa. Hal itu terlihat dari unggahan media sosial Instagram resmi Garuda, di mana penggawa Ipswich Town itu sudah tiba dan datang ke hotel tempat tim menginap. Sembari mengenakan kaus putih dan tas ransel, Elkan Baggott datang dengan senyum semringah. Dia datang bersama dengan para pemain lain seperti Beckham Putra, Ivar Jenner, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Eliano Reijnders, Cahya Supriadi, dan Ramadhan Sananta. Kedatangan para pemain Timnas Indonesia tersebut disambut hangat oleh para staf pelatih Timnas Indonesia. Termasuk John Herdman sebagai pelatih kepala yang tak ragu menyapa dan menyalami pemain yang tiba. Khusus Elkan Baggott, kemunculannya mencuri perhatian. Sebab bek berpostur jangkung 196 sentimeter itu mendapat pelukan hangat dari asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto. Pelukan Nova Arianto dan Elkan Baggott ini terasa lebih dari sekadar sambutan. Pertemuan keduanya bisa dibilang reuni mengingat sang bek untuk pertama kalinya kembali dipanggil ke Timnas Indonesia setelah absen lama. Nova Arianto sendiri satu-satunya tim kepelatihan Timnas Indonesia era John Herdman, yang sebelumnya juga ada dalam struktur kepelatihan Garuda era Shin Tae-yong. Sehingga tak mengherankan jika Baggott sangat disambut oleh Nova. Kini, Elkan Baggott dan para pemain Timnas Indonesia tinggal menunggu waktu jelang FIFA Series 2026. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni dua pertandingan dalam rangkaian kompetisi mini tersebut pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pertama FIFA Series 2026 pada 27 Maret. Sementara laga kedua bakal dimainkan tiga hari kemudian, melawan antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026: Kiper: Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Emil Audero (US Cremonese) Maarten Paes (AFC Ajax) Nadeo Argawinata (Borneo FC) Bek: Dean James (Go Ahead Eagles) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Elkan Baggott (Ipswich Town) Jay Idzes (US Sassuolo) Justin Hubner (Fortuna Sittard) Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach) Nathan Tjoe-A-On (Willem II) Rizky Ridho (Persija Jakarta) Sandy Walsh (Buriram United) Tengah: Calvin Verdonk (LOSC Lille) Eliano Reijnders (Persib Bandung) Ivar Jenner (Dewa United) Joey Pelupessy (Lommel SK) Jordi Amat (Persija Jakarta) Depan: Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung) Mauro Zijlstra (Persija Jakarta) Ole Romeny (Oxford United) Ragnar Oratmangoen (FCV Dender) Ramadhan Sananta (DPMM FC) Yakob Sayuri (Malut United)

Kelme Luncurkan Jersey Terbaru Tim Nasional Indonesia

Kelme Luncurkan Jersey Terbaru Tim Nasional Indonesia

Produsen apparel olahraga, Kelme, resmi meluncurkan jersi baru timnas Indonesia di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis. Acara peluncuran itu dihadiri oleh sejumlah petinggi PSSI yakni Ketua umum Erick Thohir, Sekretaris jenderal, Yunus Nusi, anggota Komite Eksekutif, Arya Sinulingga, serta pelatih timnas Indonesia, John Herdman dan pelatih timnas U17, Kurniawan Dwi Yulianto. Pada acara itu, Kelme memperlihatkan jersi kandang, jersi tandang, jersi untuk timnas putri, jersi kiper kandang, dan jersi kiper tandang. Untuk jersi kandang, Kelme menggunakan paduan kaus merah, celana merah, dan kaus kaki merah. Sedangkan untuk jersi tandang digunakan paduan kaus putih, celana putih, dan kaus kaki putih. Untuk jersi kiper, Kelme menyediakan dua perpaduan. Perpaduan pertama untuk jersi kiper kandang adalah kaus hijau, celana hijau, dan kaus kaki putih, sedangkan untuk jersi kiper tandang adalah kaus biru, celana biru, dan kaus kaki biru. Pada kerja sama apparel kali ini, Kelme bukan hanya menyediakan jersi untuk timnas sepak bola, namun juga akan menyuplai jersi untuk timnas futsal. Hal ini berbeda dengan kerja sama sebelumnya, ketika jersi timnas sepak bola berbeda dengan jersi timnas futsal. PSSI telah mengumumkan bahwa Kelme akan menjadi sponsor apparel timnas yang baru pada akhir Januari silam. Kerja sama dengan Kelme sekaligus mengakhiri kemitraan jersi PSSI dengan Erspo yang telah menjadi sponsor apparel PSSI sejak Januari 2024.

Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Usai 2 Tahun Absen

Elkan Baggott

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi kesempatan Elkan Baggott untuk comeback. Elkan dipastikan masuk masuk daftar panggil Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026. “Iya, Elkan dipanggil ke Timnas Indonesia,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Timnas Indonesia, Sumardji, soal pemanggilan Elkan Baggott. Saat ini PSSI sebenarnya belum merilis skuad full ‘Garuda Calling’ untuk ajang FIFA Series. Namun beberapa pemain tentunya sudah masuk daftar panggil, termasuk Elkan Baggot. Untuk diketahui, bek Ipswich Town itu sudah hampir 2 tahun terpinggirkan dari Timnas Garuda. Dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert tidak pernah menggunakan jasanya. Terakhir kali Elkan dipanggil saat Timnas U-23 akan melakoni playoff Olimpiade kontra Guinea pada Mei 2024. Saat itu Elkan mangkir dari playoff Olimpiade untuk berlibur. Sejak saat itu, Shin Tae-yong tidak pernah memanggilnya lagi. Hal serupa terjadi ketika Skuad Garuda ditangani Kluivert. Adapun Timnas Indonesia akan bertanding di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada akhir Maret. Timnas Indonesia akan jumpa Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret, lalu jumpa Bulgaria/Kepulauan Solomon pada 30 Maret.

Hasil Drawing ASEAN U17 Boys Championship 2026

Hasil Drawing ASEAN U17 Boys Championship 2026

Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Hasil tersebut didapat setelah drawing resmi turnamen digelar di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Menurut agenda, turnamen kelompok usia ini akan berlangsung pada 11 hingga 23 April 2026 mendatang di Jawa Timur dan mempertemukan tim-tim muda terbaik dari kawasan Asia Tenggara. Bagi Garuda Muda, persaingan di Grup A diprediksi berlangsung kompetitif. Vietnam dan Malaysia dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola usia muda di kawasan, sementara Timor Leste juga berpotensi memberikan perlawanan dengan semangat juang tinggi. Pada ajang ini, Garuda Muda akan dipimpin oleh Kurniawan Dwi Yulianto yang dipercaya sebagai kepala pelatih Timnas Indonesia U17. Selain itu, ajang ASEAN U17 Boys Championship 2026 akan menjadi momentum penting bagi tim asuhan Kurniawan untuk menguji kemampuan para pemain di level regional sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17. Berikut hasil lengkap drawing ASEAN U-17 Boys Championship 2026: Grup A Indonesia Vietnam Malaysia Timor Leste Grup B Thailand Laos Myanmar Filipina Grup C Australia Kamboja Singapura Brunei Darussalam

28 Pemain Dipanggil Untuk Pemusatan Latihan Timnas U20 di Surabaya

Nova Arianto

Pelatih Timnas Indonesia U20, Nova Arianto memanggil 28 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Surabaya sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala AFF U19 2026 yang akan berlangsung pada 11-14 Juni mendatang, serta Kualifikasi Piala Asia U20 2027 pada 29 Agustus hingga 6 September nanti. Pemanggilan ini menjadi fase penting dalam proses pembentukan kerangka tim menuju dua agenda internasional tersebut. Surabaya dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan untuk memaksimalkan fokus, intensitas latihan, serta membangun kekompakan antarpemain yang datang dari latar belakang klub dan daerah berbeda. Dalam hal komposisi pemain yang dipanggil, terlihat perpaduan menarik antara wajah lama dan generasi yang naik kelas. Sejumlah jebolan Timnas Indonesia U17 juga mendapat kepercayaan untuk menembus skuad U-20, sebut saja Dimas Adi Prasetyo, Evandra Florasta, Fabio Azka Irawan, Algazani Dwi Sugandi, dan I Putu Panji Apriawan. Selain itu, skuad kali ini juga merupakan kombinasi para pemain muda potensial. Ada pemain yang datang dari berbagai klub profesional seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Bali United, dan terdapat juga akademi sepak bola seperti ASIOP yang menyumbang talenta. Sebagai informasi, pemusatan latihan di Surabaya ini bukan sekadar ajang seleksi, tetapi juga menjadi momentum membangun identitas permainan. Dengan jadwal kompetisi yang padat dan waktu persiapan yang relatif singkat, efektivitas TC akan sangat menentukan kesiapan tim ketika memasuki turnamen resmi. Berikut daftar 28 pemain pada pemusatan latihan Timnas U20 di Surabaya: Kiper Dafa Al Gazemi Setiawarman – Dewa United Rendi Razzaqu – Madura United Fasya Nur Fauzi – Persib Bandung Erdeva Aulia – Persis Solo Belakang I Putu Panji Apriawan – Bali United Muhammad Rafa Raditya Abdurahman – Pekanbaru FC Algazani Dwi Sugandi – Adhyaksa Farmel Ahmad Showwam Ilham – Bhayangkara Presisi Lampung FC Radityo Raharjo – Persija Jakarta Muhamad Ibra Ardiansyah Ohorella – Persija Jakarta Ergun Firlansyah Arif – Persikutim Kutai Timur Ghifari Azhari – Semen Padang Fabio Azka Irawan – Persija Jakarta Fadly Alberto Hengga – Bhayangkara Presisi Lampung FC Pahri Almuzaki – Asiop Tengah Isfandyar Abdillah – Persiba Balikpapan Kevin Muhamad Islami Pasha – Persib Bandung Evandra Florasta – Bhayangkara Presisi Lampung FC Aleandro Alam Maulana – Persebaya Surabaya Mochamad Ichsas Baihaqi – Persebaya Surabaya Nazriel Alvaro – Persib Bandung Theodore Evan Leeming – Persija Jakarta Dimas Wicaksono Putra Rahman – Persebaya Surabaya Irpan Abadi Siregar – Persija Jakarta Reno Salampesy – Persipura Jayapura Ahmad Mujadid – Persija Jakarta Depan Dika Adi Nurdiansyah – Borneo FC Dimas Adi Prasetyo – PSM Makasar

Seleksi Timnas U17 Dimulai

Tim Nasional Indonesia U17

Sebanyak 42 pemain muda dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U17 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 23-28 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Yogyakarta International School Soccer Field dan berada di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto. Agenda seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan tim menuju Piala AFF U17 yang dijadwalkan bergulir pada 11-23 April mendatang, serta Piala Asia U-17 2025 yang akan digelar pada 30 April – 17 Mei nanti di Arab Saudi. Pemanggilan ini sekaligus menandai momentum baru, untuk pertama kalinya Kurniawan Dwi Yulianto memimpin langsung kelompok usia U17, yang sebelumnya ditangani Nova Arianto. Kurniawan dikenal sebagai salah satu mantan penyerang Timnas Indonesia yang memperkuat skuad Garuda pada periode 1995-2005. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia pernah menjadi asisten Indra Sjafri di Timnas Indonesia U23. Pada peran tersebut, Kurniawan turut menjadi bagian dari tim yang meraih medali emas SEA Games 2023. Terkait komposisi pemain yang mengikuti seleksi, pemanggilan 42 pemain ini merupakan sebaran hasil pembinaan usia muda di Indonesia. Para pemain berasal dari berbagai klub dan akademi sepak bola, di antaranya Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Madura United, PPLP Papua, hingga Erlangga FA. Berikut daftar 42 pemain yang dipanggil: Kiper Syahdan Caesar – ASIOP Moh Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Vito Fauza – Persijap Jepara Belakang Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Pandu Aryo – Persik Kediri Putu Ekayana Yoga – Bali United Farik Rizqi – Madura United Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo M. Widi Fathillah – Persebaya Surabaya Marthquin Yoku – PPLP Papua M Rifaldi – Persija Jakarta M Fata Fatihul Ihsan – PSS Sleman Farrel Luckyta W – PSS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Rizki Qory Khatami – Persib Bandung Gilbert G Wangge – Persita Tangerang Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta M Daffa Prasetyo – Borneo FC M Rauf – Bhayangkara Presisi Tengah Fardan Faras Prawita – Borneo FC Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United Miraj Riski Sulaiman – Madura United M Irgi Fahrezi – Erlangga FA Alfredo Naraya N – Persebaya Surabaya Abdul Galih R – Persib Bandung Ridho – Persija Jakarta I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Rohmat Nur H – PSM Makassar M Rofiq Januar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar – Bhayangkara Presisi Faisal Ade – Malut United Depan Sean Rahman Castor – Persik Kediri Fardhan Ary – Madura United M Mierza F – Persik Kediri M Hadza M – Borneo FC Yohanes Yapagaimu – Safin Pati

John Herdman berharap menemukan pemain muda potensial di Liga 2

John Herdman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengatakan tujuannya menonton pertandingan Liga 2 Indonesia atau Championship adalah berharap dapat menemukan pemain muda potensial. Hal ini dikatakan oleh Herdman setelah ia menonton secara langsung pertandingan Championship Grup A antara Garudayaksa menghadapi Persekat Tegal di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu. “Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul. Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya,” kata Herdman. Laga itu dimenangkan oleh tuan rumah Garudayaksa dengan skor 2-1. Diawali oleh gol Alfin Kelilaw (24’), Garudayaksa memastikan kemenangannya pada menit-menit akhir melalui gol sundulan Adittia Gigis (89’), setelah tim tamu sebelumnya memaksa skor imbang sejak menit ke-78 berkat gol Hamdi Sula. Kemenangan ini membuat Garudayaksa menjaga puncak klasemen Grup A dengan 37 poin, selisih satu poin dengan Adhyaksa yang menempel di posisi kedua. Pertandingan antara Garudayaksa melawan Persekat adalah laga Liga 2 pertama yang disaksikan oleh Herdman setelah sebelumnya ia memantau beberapa laga Super League atau Liga 1. “Jadi, saya pikir di 10 tahun awal karier Anda penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi dan untuk memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa. Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus,” kata pelatih asal Inggris tersebut. Sementara itu, pemain Garudayaksa Andik Vermansah mengaku kaget melihat kedatangan Herdman. Ia mengaku, tak mungkin pelatih timnas Indonesia itu sedang memantau aksinya, mengingat usianya sudah tak muda dan juga sangat lama tak masuk panggilan tim Garuda. “’Wah, lihat siapa ini? Tidak mungkin saya,” kata pemain 34 tahun itu. Lebih lanjut, ia berharap Herdman dapat menemukan pemain muda potensial dari timnya untuk ke depan membela tim nasional. Dalam hal ini, Andik menyebut nama salah satu pencetak gol kemenangan, Alfin Kelilauw. Menurutnya, pemain berusia 19 tahun yang musim ini sudah mengemas satu gol dan tiga assist itu layak dicoba untuk bermain di tim Garuda. “Saya berharap dari tim Garudayaksa, terus terang banyak pemain-pemain muda yang berbakat. Semoga bisa dicoba begitu. Seperti contohnya, maaf, Alfin Faiz Kelilauw sangat mempunyai prospek yang sangat bagus menurut saya. Insya Allah ingin saya Alfin bisa ke timnas suatu saat nanti,” kata Andik.

Indonesia Masuk di Grup B Piala Asia U17 2026

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 akan menghadapi persaingan ketat pada Piala Asia U17 2026 setelah hasil drawing menempatkan Garuda Muda di Grup B bersama Jepang, Tiongkok, dan Qatar. Pengundian resmi itu dilakukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis 12 Februari 2026. Seperti diketahui, turnamen ini akan diikuti 16 tim yang terbagi ke dalam empat grup, dengan masing-masing grup berisi empat negara peserta dan dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei 2026 mendatang. Sebelumnya, Indonesia memastikan tempat di putaran final melalui jalur otomatis, bersama delapan negara lainnya, setelah keberhasilan melaju ke Piala Dunia U17 2025. Partisipasi ini sekaligus melanjutkan tren positif Timnas Indonesia U17 di level Asia. Pada edisi sebelumnya, I Putu Panji Apriawan dkk berhasil menembus babak perempat final Piala Asia U17 2025 dan mengamankan tiket ke Piala Dunia U17 2025 Qatar. Dengan komposisi grup yang kompetitif, Timnas Indonesia U17 diharapkan mampu memaksimalkan persiapan guna menampilkan performa terbaik di ajang kontinental tersebut. Berikut Hasil Drawing Piala Asia U17 2026: Grup A Arab Saudi Tajikistan Thailand Myanmar Grup B Jepang Indonesia Tiongkok Qatar Grup C Korea Selatan Yaman Vietnam Uni Emirat Arab Grup D Uzbekistan Australia India Korea Utara

Persiapan Piala Asia 2026, Timnas U17 Akan Uji Coba Internasional

Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia U17 akan menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda uji coba internasional ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Timnas Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026 dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Ini menjadi salah satu langkah awal bagi Garuda Muda untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi level Asia. Selanjutnya, pertandingan kedua akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Pada laga kedua ini, Tiongkok U17 akan kembali menjadi lawan Indonesia U17, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Sebagai informasi, Timnas Indonesia U17 telah dipastikan lolos otomatis ke Piala Asia U17 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Indonesia melangkah ke perempatfinal pada edisi tahun lalu, sehingga Garuda Muda tidak perlu mengikuti babak kualifikasi untuk turnamen tersebut. Nantinya, Piala Asia U17 2026 yang diikuti oleh 16 negara tersebut akan berlangsung pada 30 April hingga 17 Mei 2026 di Arab Saudi. Matchday 1 Minggu, 8 Februari 2026 Kick-off: 21.00 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang Matchday 2; Rabu, 11 Februari 2026 Kick-off: 18.30 WIB Venue: Indomilk Arena, Tangerang