Cikal Masuk Final Boulder, Indonesia Ukir Sejarah

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet muda panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan berhasil masuk babak final boulder U17 putra World Climbing Youth Championship Arco, Italia. Hasil ini menjadikan pertama kalinya dalam sejarah Indonesia di kompetisi internasional. Di babak semifinal, Cikal bertengger di peringkat enam dengan poin 69,5. Namun, di babak final ia hanya mengumpulkan skor 19,9 dan harus puas di peringkat ketujuh. Nomor boulder U17 dimenangkan atlet Jepang Kazuki Nakata dengan skor 99,3, disusul Taketo Saiki (74,7) dan Hayool Lee dari Korea Selatan (59,5). Pelatih Lead Panjat Tebing Indonesia Amri mengatakan hasil ini sangat menggembirakan dan menjadi sinyal bahwa Indonesia memiliki potensi di nomor boulder. “Ini sangat menggembirakan sekaligus menjadi sinyal bahwa kita memiliki potensi di nomor boulder yang selama ini dianggap tertinggal,” kata Amri dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu 25 Juli 2026. Indonesia kini mulai berbicara di semua disiplin panjat tebing, tak hanya speed tetapi juga lead dan boulder. FPTI mengirimkan dua atlet ke kompetisi 18-25 Juli 2026, yaitu Cikal dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Haddan berhasil membawa pulang medali perak di nomor speed U19 putra. Cikal turun di dua disiplin, lead U17 putra dan boulder U17 putra. Capaian Cikal merupakan hal menggembirakan mengingat ia masih atlet muda harapan Indonesia. FPTI berharap ajang ini mampu menambah pengalaman berharga dan jam terbang bagi para atlet. Kompetisi internasional ini juga ditujukan untuk menguatkan mental para atlet muda. Indonesia semakin diperhitungkan di kancah panjat tebing dunia. Prestasi ini menjadi modal berharga untuk pengembangan atlet di masa depan.

Haddan raih perak disiplin speed dalam kejuaraan remaja di Italia

World Climbing Youth Championship Arco.

Atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Haddan Malik Baqmuhyibar meraih medali perak dalam World Climbing Youth Championship Arco di Italia, Rabu. Pelatih timnas panjat tebing disiplin lead Indonesia, Amri, yang turut mendampingi perjuangan Haddan menyatakan pemanjat muda itu menjadi runner-up dalam nomor speed under 19 (U19) putra, setelah kalah melawan wakil dari China Yanze Shi. “Haddan sudah berusaha maksimal, ke depannya masih cukup waktu bagi kami tim pelatih untuk menggemblengnya,” kata dia. Amri menjelaskan dalam babak final, Haddan membukukan waktu 6,21 detik sedangkan lawannya mencatatkan 6,07 detik. Sementara medali perunggu diperebutkan atlet asal Swiss Gilles Meili dan Ruifeng Wang dari China. Gilles Meili menang dengan catatan waktu 4,90 detik sedangkan Wang terjatuh (fall) saat memanjat. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan dua atlet muda untuk berkompetisi di World Climbing Youth Championship Arco, Italia, pada 18-25 Juli 2026. Kedua atlet yang bertanding yakni Ardana Cikal Damarwulan dan Haddan Malik Baqmuhyibar. Cikal turun di dua disiplin yakni lead under 17 (U17) putra dan boulder U17 putra. Sementara, Haddan dalam nomor speed individual U19 putra. FPTI berharap dengan dikirimnya atlet muda ke ajang internasional mampu menambah pengalaman berharga bagi para atlet. Dengan mengikuti kompetisi internasional, akan mampu menambah jam terbang yang diperlukan atlet untuk berkembang dan menguatkan mental.

Pemanjat Tebing Muda Uji Coba di Malaysia Demi SEA Games 2025

Wakil Indonesia Untuk Mengikuti ASEAN Climbing Championship 2025

Lima pemanjat tebing muda Indonesia menjalani uji coba internasional dengan tampil pada ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, pada 4–6 Juli, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan atlet dari dua disiplin, Lead dan Boulder, untuk mengasah jam terbang sekaligus membentuk mental kompetitif di level Asia Tenggara. “Pengiriman timnas muda ini merupakan bagian dari program try out dan persiapan penting menjelang SEA Games 2025 di Thailand,” kata Sekretaris Umum PP FPTI, Pristiawan Buntoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. FPTI menurunkan tiga atlet putra dan dua atlet putri. Dari sektor putra ada Muhammad Ramzi Firmansyah, Mahesa Caesar, dan Ardana Cikal Damarwulan. Sementara untuk putri yaitu Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia. Menurut Pristiawan, pengiriman atlet ke Malaysia bukan hanya bagian dari pembinaan, tetapi juga sebagai ajang penilaian kesiapan teknis dan fisik mereka untuk bersaing di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara. FPTI berharap para atlet muda bisa menyerap pengalaman sebanyak mungkin dalam kejuaraan ini dan menjadikannya sebagai modal penting menghadapi ajang-ajang resmi mendatang. “Selain itu juga merupakan keseriusan kami dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia pada disiplin Lead dan Boulder. Ini juga selaras dengan target utama kami untuk lolos kualifikasi disiplin Lead di Olimpiade Los Angeles 2028,” katanya. Sumber: ANTARA