BWF WJC 2026: Luthfi/Dian Juga Juara

Ganda campuran Indonesia, Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menjuarai BWF World Junior Championships 2026. Pada babak final yang berlangsung di Kairo, Mesir, Sabtu, Luthfi/Dian mengatasi perlawanan ganda China Feng Yi Lang/Li Meng Han lewat drama rubber gim 17-15, 8-15, 16-14. “Terima kasih buat para pendukung, mahasiswa dan teman-teman yang sudah mendukung saya dari awal hingga akhir ini, saya bisa mendapatkan juara dunia junior ini bersama Dian,” kata Luthfi dikutip dari keterangan PBSI. Luthfi/Dian mengakui bahwa pertandingan kali ini memang sangat menguras stamina mengingat intensitas yang ditampilkan oleh ganda China. “Saat tertinggal di poin kritis, saya sudah sangat tegang tapi pelatih dan Luthfi terus menyemangati dan meyakinkan saya. Saya akhirnya bisa terus mencoba dan berhasil,” ujar Dian. Luthfi/Dian mempersembahkan gelar juara ini untuk sang pelatih yang mampu memberikan persiapan begitu baik meski dalam durasi waktu persiapan yang cukup singkat. “Gelar ini terutama untuk pelatih kami karena dengan persiapan hanya 2-3 minggu, kami bisa ambil gelar juara. Juga buat keluarga, buat orang tua dan masyarakat Indonesia,” ungkap Luthfi. Pemenang Kategori Perorangan (Individual) • Tunggal Putri: Zhang Yixin (China) • Ganda Putra: Chen Ping-hsuan / Lee Wei-ting (Chinese Taipei) • Ganda Putri: Genevie Lim / Low Zi Yu (Malaysia) • Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) • Ganda Campuran: Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani (Indonesia)

BWF WJC 2026: Radithya Bayu Wardhana Juara

Radithya Bayu Wardhana

Radithya Bayu Wardhana keluar sebagai juara tunggal putra BWF World Junior Championships (WJC) 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, pada partai final, Sabtu (17/10). Bertanding di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, Radithya menang melalui rubber game dengan skor akhir 15-9, 11-15, 15-8 dalam tempo 47 menit. “Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara,” tanggap Radithya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI. Pemain kelahiran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau itu, mengungkapkan, ia dapat langsung menemukan ritme permainan pada gim pertama dan segera mengantisipasi upaya Joe untuk mengejar ketertinggalan. Persaingan berlangsung lebih ketat pada gim kedua ketika kedua pemain saling mengejar poin, tetapi penurunan fokus membuat Radithya kehilangan keunggulan dan harus menyerah. Pada gim penentuan, menurtnya, ia kembali menjaga konsentrasi hingga akhirnya memastikan kemenangan dan gelar juara. “Saya sudah menyangka akan bermain rubber game karena setiap bertemu Joe, kami pasti rubber game,” ungkapnya. Radithya mengaku masih merasa seperti bermimpi setelah berhasil meraih gelar juara dunia junior. Meski bangga dengan pencapaian tersebut, ia merasa belum sepenuhnya puas karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depan, termasuk saat bergabung dengan pelatnas nanti. Ia bertekad belajar dari para senior agar dapat terus meningkatkan kemampuan dan memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia, seraya mengakui bahwa rasa tegang merupakan hal yang wajar dirasakan setiap pemain dalam pertandingan. “Memang pembawaan saya seperti itu,” tuturnya. “Gelar ini saya persembahkan buat orang tua di rumah, buat Oom saya, buat keluarga besar, dan buat klub saya,” tambah pemain asal PB Djarum tersebut. Sementara itu, Joe tetap bersyukur dapat membawa pulang medali perak dari BWF WJC 2026. Ia mengakui, Radithya tampil baik pada partai final, sehingga dirinya kesulitan keluar dari tekanan, terutama pada gim pertama. “Di gim kedua saya berhasil menaikkan percaya diri saya dan mengambil kemenangan. Di gim ketiga Radit bermain sangat agresif dan cepat jadi saya cukup lambat adaptasinya dan fokusnya hilang-hilang, hingga akhirnya kalah di gim ketiga,” paparnya. “Kembali mendapat medali perak setelah sebelumnya dapat perak juga di AJC (Asia Junior Championships) kemarin, rasanya cukup kecewa. Maunya juara. Namun, dapatnya perak, tetapi bersyukur juga bisa sampai di titik ini,” Joe, menjelaskan. Pemain asal Exist Badminton Club ini berpendapat, BWF WJC 2026 memberinya pelajaran penting mengenai pentingnya menjaga mental dan fokus, terutama dalam sistem penghitungan poin hingga 15 yang membuat perubahan skor dapat terjadi dengan cepat. Ia mencontohkan, perjuangannya pada semifinal ketika tertinggal 12-14, tetapi mampu membalikkan keadaan menjadi 16-14, sebagai pengalaman berharga untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. “Target ke depannya bisa lebih baik dari hari ini, karena semua akan terus berjalan. Mungkin ke depannya bisa jadi yang terbaik,” demikian Joe.

Tim Putra Juara, Darma Yudha Kembali Kawin Gelar di DBL Riau

Tim Putra SMA Darma Yudha Pekanbaru

SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan takhta juara sektor putra setelah menaklukkan SMA Witama Pekanbaru dalam Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau, Sabtu, 17 Oktober 2026. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Darma Yudha meraih gelar back-to-back champion dan kembali mengawinkan gelar juara sektor putra dan putri pada musim ini. Pertandingan final berlangsung sengit sejak awal. Putra Darma Yudha langsung membuka keunggulan melalui tembakan 2 poin Austin Rafael Lee. Marvint Aston kemudian menyusul dengan tembakan 2 poin. Tak ingin tertinggal, Abiel Leonardo dari Witama menyumbangkan 1 poin melalui tembakan bebas, membuat skor menjadi 4-1. Risqullah Gisyah Kazio turut menyumbangkan 2 poin untuk Witama dan memperkecil jarak menjadi 3-4. Darren Cardino langsung membalas dengan tambahan 2 poin untuk Darma Yudha, mengubah skor menjadi 6-3. Kedua tim terus berusaha menambah angka, tetapi pertahanan solid yang ditampilkan membuat keduanya kesulitan mencetak poin. Memasuki menit kelima, Marvint Aston kembali mencetak 2 poin untuk Darma Yudha, membawa timnya unggul 8-3. Justin Nathan Felani kemudian menambah 2 poin dan memperlebar jarak menjadi 11-3. Witama berusaha mengejar melalui tembakan 3 poin Griyu Karitshu Kuro Obi yang memperkecil ketertinggalan menjadi 11-6. Lionel Amadeus Chandra kemudian turut menyumbangkan 2 poin untuk Witama. Risqullah Gisyah Kazio kembali menambah 2 poin dan membuat jarak kedua tim semakin tipis, 10-11. Austin Rafael Lee merespons lewat tembakan 2 poin untuk membawa Darma Yudha unggul 13-10. Kedua tim terus saling menyerang hingga kuarter pertama ditutup dengan skor 19-15. Memasuki kuarter kedua, persaingan kembali berlangsung ketat. Austin Rafael Lee berhasil melesakkan tembakan 3 poin pada menit kedua dan memperlebar keunggulan Darma Yudha menjadi 22-15. Rain Zevana membalas untuk Witama melalui tembakan 3 poin yang mengubah skor menjadi 22-18. Willbert Valentino Wijaya kemudian menyumbangkan 3 poin untuk Witama dan memperkecil jarak menjadi 21-22. Namun, Philbert Sikdiprawiro langsung merespons melalui tembakan 3 poin untuk kembali membawa Darma Yudha menjauh dengan skor 25-21. Kedua tim terus berbalas poin sepanjang kuarter kedua. Darma Yudha mampu menjaga keunggulannya hingga waktu istirahat dengan skor 40-31, unggul 9 poin atas Witama. Austin Rafael Lee membuka kuarter ketiga dengan tembakan 2 poin yang membawa Darma Yudha unggul 42-31. Ia kembali memberikan kontribusi melalui 2 tembakan bebas yang seluruhnya berhasil dikonversi menjadi poin. Rayfan Andriano Tamsil kemudian menambah 3 poin untuk Darma Yudha, memperlebar jarak menjadi 47-31. Darma Yudha tak hanya produktif dalam menyerang, tetapi juga memperkuat pertahanan. Situasi ini membuat Witama kesulitan menambah angka. Saat waktu tersisa kurang dari 4 menit, Griyu Karitshu Kuro Obi berhasil mencetak 3 poin untuk Witama, membuat skor berubah menjadi 37-53. Menjelang akhir kuarter ketiga, Jayden Grayson Tang menyumbangkan 2 poin untuk Darma Yudha saat waktu tersisa kurang dari 40 detik. Kuarter ketiga pun berakhir dengan skor 64-37, masih dengan keunggulan Darma Yudha. Memasuki kuarter keempat, Austin Rafael Lee membuka perolehan angka melalui tembakan free throw yang menghasilkan 1 poin. Kedua tim tetap berusaha menjaga pertahanan masing-masing. Saat pertandingan memasuki menit kedua, Jayden Grayson Tang kembali menambah 1 poin bagi Darma Yudha melalui tembakan bebas, membawa skor menjadi 66-37. Putra Darma Yudha terus menambah angka sekaligus mempertahankan keunggulan. Philbert Sikdiprawiro menyumbangkan 2 poin melalui tembakannya saat waktu tersisa kurang dari 2 menit, membuat skor menjadi 76-38. Alfahrizi Ananda membalas untuk Witama dengan tambahan 2 poin sehingga kedudukan berubah menjadi 76-41. Derren Frederick Lee kemudian menyumbangkan 2 poin bagi Witama saat waktu tersisa kurang dari 40 detik. Tambahan angka tersebut menjadi bagian dari penutup pertandingan final yang mengantarkan Darma Yudha mempertahankan gelar juara. Putra SMA Darma Yudha Pekanbaru pun resmi menjadi back-to-back champion Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau. Keberhasilan ini sekaligus melengkapi pencapaian Darma Yudha yang kembali mengawinkan gelar champion sektor putra dan putri pada musim ini. Austin Rafael Lee menjadi bintang kemenangan Darma Yudha dengan torehan 29 poin, 7 rebound, dan 2 assist setelah bermain selama 32 menit. Sementara itu, dari kubu Witama, Griyu Karitshu Kuro Obi mencatatkan 11 poin, 3 rebound, dan 1 assist.

Putri Darma Yudha Pertahankan Gelar DBL Riau 2026

Tim Putri SMA Darma Yudha Pekanbaru

Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau dari sektor putri menghadirkan duel sengit antara SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha Pekanbaru, Sabtu, 17 Oktober 2026. Pertandingan dibuka dengan persaingan ketat dari kedua tim. Keduanya sempat kesulitan mencetak poin hingga akhirnya, pada menit kedua, putri Darma Yudha berhasil membuka keunggulan melalui tembakan bebas Gracella Rusli Agatha. Ia sukses memanfaatkan 2 kesempatan tembakan bebasnya dan membawa Darma Yudha unggul 2-0. Zhafirah Dinillah dari SMAN 1 Pekanbaru mencoba peruntungan lewat tembakan 3 poin, tetapi upayanya belum membuahkan angka. Kedua tim terus berusaha menambah poin. Hingga akhirnya, Gracella Rusli Agatha kembali mencetak angka melalui tembakan 2 poin yang membuat Darma Yudha semakin unggul 4-0. Rayya Aulia Alfaruqi dari SMAN 1 Pekanbaru membalas melalui tembakan 3 poin yang berhasil memperkecil jarak kedua tim menjadi 3-4. Kedua tim kemudian terus berbalas poin sepanjang kuarter pertama. Meski demikian, Darma Yudha berhasil menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 12-5. Gracella Rusli Agatha membuka kuarter kedua melalui tembakan 2 poin untuk Darma Yudha. Tambahan angka tersebut membawa timnya semakin unggul dengan skor 14-5. Rayya Aulia Alfaruqi dari SMAN 1 Pekanbaru kemudian membalas dengan 2 poin dan memperkecil jarak menjadi 14-7. Darma Yudha semakin dominan. Memasuki menit keempat, Jilian Howard mencetak 2 poin yang membuat timnya semakin sulit dikejar. SMAN 1 Pekanbaru terus berusaha memangkas ketertinggalan. Saat waktu tersisa 11 detik di kuarter kedua, Rayya Aulia Alfaruqi kembali menambah 2 poin. Ia menutup kuarter kedua dengan hasil 13-25, sementara keunggulan masih berada di tangan Darma Yudha. Rayya Aulia Alfaruqi membuka kuarter ketiga dengan tambahan 2 poin yang membawa skor SMAN 1 Pekanbaru menjadi 15-25. Putri Aisyah Ramadhani kemudian turut menyumbangkan 2 poin sehingga jarak kedua tim semakin dekat, 25-17. Darma Yudha langsung membalas melalui tembakan 2 poin Jacellie Anneliese yang membuat skor berubah menjadi 27-17. Rayya Aulia Alfaruqi kembali merespons lewat tembakan 3 poin, sehingga jarak kedua tim hanya terpaut 7 angka dengan skor 20-27. Kedua tim terus berbalas poin sepanjang kuarter ketiga. Pertandingan kemudian ditutup dengan tembakan 3 poin dari Stella Dwika Tan untuk SMAN 1 Pekanbaru. Kuarter ketiga berakhir dengan skor 27-32, dengan keunggulan masih di tangan Darma Yudha. Jilian Howard menambah 1 angka bagi Darma Yudha melalui tembakan free throw, membuat skor menjadi 33-27. Chiara Villia Lee kemudian membuka kuarter keempat dengan tembakan 2 poin untuk Darma Yudha, sehingga skor berubah menjadi 35-27. Darma Yudha semakin tak terbendung setelah Macenzie Alycia MA menyumbangkan 2 angka dan membawa timnya kembali menjauh dengan skor 37-27. Vanessa Lavenia Irene Malau membalas melalui tembakan 2 poin, mengubah skor menjadi 37-29. Rayya Aulia Alfaruqi kemudian menambah 2 poin untuk SMAN 1 Pekanbaru dan memperkecil jarak menjadi 37-31. Setelah itu, kedua tim kesulitan mencetak poin karena sama-sama mempertahankan pertahanan yang rapat dan solid. Saat waktu tersisa kurang dari 2 menit, Vanessa Lavenia Irene Malau menambah 1 poin melalui tembakan free throw. Skor tercatat menjadi 37-23. Zhafirah Dinillah turut menyumbangkan 1 poin untuk SMAN 1 Pekanbaru melalui tembakan free throw, sehingga skor berubah menjadi 37-33. Kedua tim terus berusaha mempertahankan keunggulan masing-masing. Saat waktu tersisa kurang dari 1 menit, Chiara Villia Lee berhasil menceploskan bola bernilai 2 poin dan membawa Darma Yudha unggul 39-33. Gracella Rusli Agatha kembali mencetak 2 poin saat waktu tersisa kurang dari 10 detik. Torehan tersebut sekaligus menutup kuarter keempat. Dengan hasil akhir 40-33, putri Darma Yudha berhasil mengamankan gelar mereka dan resmi menjadi ratu Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau. Gracella Rusli Agatha tampil apik dalam Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau. Ia mencatatkan 9 poin, 4 rebound, dan 3 assist setelah bermain selama 38 menit untuk Darma Yudha. Sementara itu, dari kubu SMAN 1 Pekanbaru, Rayya Aulia Alfaruqi berhasil menorehkan 19 poin, 5 rebound, dan 1 assist setelah bermain selama 37 menit.

Indonesia Women’s League 2026 Bergulir, Sepak Bola Putri Kembali Bangkit

Indonesia Women’s League

Kompetisi sepak bola putri kasta tertinggi Indonesia, Indonesia Women’s League (IWL) musim 2026/2027, resmi bergulir pada 18 Oktober 2026 setelah vakum selama tujuh tahun sejak penyelenggaraan edisi perdana Liga 1 Putri pada 2019. Kembalinya kompetisi ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola wanita nasional sekaligus membuka peluang bagi para pemain putri untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi profesional. Operator liga, I.League, menghadirkan konsep berbeda pada penyelenggaraan musim ini. Dikutip dari laman resmi I.League, IWL 2026/2027 dikemas sebagai sport festival yang tidak hanya menyuguhkan pertandingan sepak bola, tetapi juga hiburan dan aktivitas pendukung yang ramah keluarga. Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas daya tarik kompetisi, termasuk bagi masyarakat yang belum terbiasa menyaksikan pertandingan sepak bola putri. Suasana pembukaan kompetisi turut dimeriahkan penampilan grup band Kotak. Perpaduan olahraga dan hiburan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun pengalaman menonton yang lebih menarik sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola wanita di Indonesia. Pada musim 2026/2027, IWL diikuti enam klub profesional yang berbasis di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Keenam peserta tersebut adalah Persija Jakarta Women, Persita Women, Dewa United Banten FC Women, Garudayaksa FC Women, Persikad Depok Women, dan FC Bekasi City Women. Pemusatan peserta pada enam klub menjadi bagian dari tahapan awal pengembangan kompetisi secara terukur dan berkelanjutan. Berbeda dengan format kompetisi liga pada umumnya, IWL musim ini menerapkan sistem triple round-robin pada fase reguler. Melalui format tersebut, setiap klub akan bertemu tiga kali dengan masing-masing lawan. Setiap tim dijadwalkan menjalani total 15 pertandingan untuk memperebutkan posisi empat besar yang berhak melaju ke babak semifinal dan selanjutnya bersaing menuju partai final. Seluruh pertandingan digelar secara terpusat di kawasan Jakarta, dengan sejumlah venue yang disiapkan, antara lain Stadion Madya dan Lapangan Soemantri Brodjonegoro. Sistem centralized ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan, menekan beban operasional, serta membantu menjaga keberlanjutan finansial klub peserta. Untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub, penyelenggara juga menerapkan sistem player drafting, yakni mekanisme pemilihan dan pembagian pemain secara teratur ke klub peserta. Melalui sistem tersebut, talenta lokal diharapkan dapat tersebar lebih merata sehingga persaingan berlangsung kompetitif sejak fase awal. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk memberikan kesempatan bermain yang lebih seimbang kepada para pemain putri. IWL 2026/2027 juga membuka ruang bagi kehadiran pemain internasional. Setiap klub diperbolehkan mengontrak maksimal empat pemain asing atau pemain diaspora. Di sisi lain, setiap klub diwajibkan memiliki sedikitnya satu pemain berstatus Timnas Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan melalui persaingan dan pertukaran pengalaman, sekaligus menjaga keterlibatan pemain nasional dalam kompetisi. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kompetisi berlangsung mulai 18 Oktober 2026 hingga 30 Januari 2027. Fase reguler dijadwalkan berakhir pada 17 Januari 2027, sebelum empat tim terbaik melanjutkan persaingan pada babak semifinal yang digelar 23 Januari 2027. Sementara itu, pertandingan perebutan juara ketiga dan grand final dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari 2027.

Tritunggal Masih Terkuat di Jawa Tengah

Tim Putri SMA Tritunggal Semarang

Dominasi tim putri SMA Tritunggal Semarang di wilayah Jawa Tengah seolah belum ada tandingannya. Dalam laga Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java di Sahabat Arena Semarang, Tritunggal kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penguasa usai menundukkan perlawanan sengit SMA Kalam Kudus Sukoharjo dengan skor meyakinkan 68-35, Selasa, 13 Oktober 2026. Sejak peluit tip-off dibunyikan, Tritunggal langsung tampil menekan dan tidak memberikan sedikit pun celah bagi Kalam Kudus untuk mengembangkan permainan. Sekalipun sempat mendapat perlawanan ketat di awal laga, skuad asuhan Deny Sartika ini tetap tenang menutup kuarter pertama dengan keunggulan 15-9. Permainan Tritunggal semakin tak terbendung pada kuarter kedua. Tambahan dua digit 20 poin berhasil disarangkan dengan apik, sementara Kalam Kudus hanya mampu membalas 8 poin. Paruh pertama pun ditutup dengan margin jarak yang jauh yakni 35-17, yang bahkan nyaris menyentuh situasi respect the game, kondisi saat tim harus mengendurkan intensitas pertahanan karena keunggulan telah melewati margin 20 poin. Selepas turun minum, ritme permainan sepenuhnya berada di dalam genggaman Tritunggal. Keunggulan mereka konsisten berada di atas margin 20 poin hingga paruh akhir pertandingan, sekaligus memupus setiap asa Kalam Kudus untuk memperkecil margin. Skor berakhir 68-35 mengunci kemenangan mutlak bagi sang juara bertahan, SMA Tritunggal Semarang. Tak hanya mengunci gelar kelima beruntun alias quintuple, kemenangan ini juga sukses menggenapkan rekor 27 kemenangan beruntun tanpa tersentuh satu pun kekalahan sejak gelaran DBL Central Java 2022, baik di level region DBL Central Java-North hingga babak Championship. Ketangguhan Tritunggal juga tercermin dari kontribusi merata para pemain inti. Tercatat tiga pemain turut membukukan double-double, sang kapten Piwara Cleophila Alzena Prasnanto (14 poin dan 11 rebound), kemudian Khayla Putri Kinasih (13 poin dan 15 rebound), dan Putu Kalista Illena Christantia (10 poin dan 12 rebound). Selain itu, Jill Valentine Kurniawan turut mengemas 14 poin dan Nashita Malaeka Santosa kokoh di bawah ring dengan menyumbang 13 rebound.  

Semesta Juara DBL Central Java

Tim Putra SMA Semesta Bilingual Boarding School

SMA Semesta Bilingual Boarding School Kota Semarang sukses membalikkan keadaan sekaligus menuntaskan misi revans yang sempurna pada partai final sektor putra Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java. Bertempat di Sahabat Arena Semarang, Selasa, 13 Oktober 2026, Semesta berhasil membungkam sang rival mereka di final DBL Central Java-North lalu, SMA Tritunggal Semarang, dengan skor meyakinkan 59-51. Kemenangan ini terasa begitu emosional. Selain menutup penantian panjang selama tujuh musim untuk kembali merengkuh takhta tertinggi sejak terakhir kali juara pada 2017 silam, Semesta sukses membalas kekalahan telak 80-36 yang sempat mereka derita di final Central Java-North sebelumnya. Di sisi lain, Tritunggal yang belum tersentuh kekalahan sepanjang gelaran DBL Central Java 2026 justru dibuat kewalahan. Dominasi Tritunggal hanya terlihat di awal kuarter pertama saat mereka sempat memimpin margin lima poin (7-2). Setelah itu, Semesta perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan lewat skor ketat 20-20 pada akhir kuarter pertama, sebelum menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 34-31. Memasuki paruh kedua, alur pertandingan sepenuhnya berada dalam kendali Semesta. Meski Tritunggal sempat mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi dua poin saja (44-42) di awal kuarter keempat, momentum tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik. Semesta justru melaju kencang meninggalkan perolehan poin sang rival hingga peluit panjang berbunyi, memastikan kemenangan 59-51. Aksi dominan kembali ditunjukkan oleh pilar Semesta, Wal Wakow Wal Deng, yang sukses mencatatkan double-double fantastis dengan 16 poin dan 24 rebound, disusul oleh Mohammad Hafidz Afrizal yang menyumbangkan 12 poin. Gelar juara ini sekaligus menyematkan titel baru Semesta sebagai the giant slayer musim ini. Perjalanan mereka menuju tangga juara terbilang luar biasa. Sepanjang musim, mereka menumbangkan tim-tim unggulan mulai dari SMAN 11 Semarang di semifinal Central Java-North, memulangkan SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta, juara DBL Central Java 2025, di semifinal Championship, hingga akhirnya menaklukkan Tritunggal di laga puncak. Keberhasilan ini tentu tidak datang begitu saja. Kepala pelatih Semesta, Bima Wilulangit, mengungkap bahwa kunci sukses kemenangan timnya di laga final ini berawal dari evaluasi total dan kerja keras tanpa kenal lelah selama berbulan-bulan. “Waktu final pertama itu plannya sesuai karena persentase three point Tritunggal itu 40 persen, dan saya hentikan persentase three point-nya. Tapi ternyata saya kena backdoor terus, saya kena di two point-nya lebih banyak banget,” kenang Coach Bima mengulas kekalahan sebelumnya. Belajar dari kesalahan terebut, jajaran pelatih Semesta melakoni pembedahan data dan statistik secara mendalam. Menyadari bahwa kelemahan Tritunggal berada di area midrange two, Coach Bima merancang strategi bertahan dan memaksimalkan peran big man untuk menutup ruang tembak lawan. Strategi ini terbukti ampuh meredam akurasi lawan di bawah 30 persen. Di luar aspek taktik, persiapan mental dan pengorbanan luar biasa juga menjadi fondasi kuat skuad Semesta. Di tengah berbagai tekanan dan cibiran publik yang sempat meragukan kapasitas mereka, Semesta memilih untuk fokus membangun mindset positif. “Kita gak cuma latihan, maksudnya anak-anak bangun pagi, setiap setelah salat subuh mereka latihan, jadi sebelum berangkat sekolah mereka latihan, nanti sore pulang sekolah dia latihan lagi,” ujar Coach Bima.  

Timnas Putri U-17 Lolos ke Putaran Final AFC U-17 Women 2027

Timnas Putri U-17 Indonesia

Timnas Putri U-17 Indonesia memastikan tiket ke putaran final AFC U-17 Women 2027 di Tiongkok. Garuda Pertiwi lolos sebagai juara Grup B babak kualifikasi setelah tampil sempurna dengan meraih sembilan poin dari tiga pertandingan. Indonesia mengawali kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Bahrain (5/10), kemudian menundukkan Arab Saudi 3-1 pada (8/10) sebelum menutup kualifikasi dengan kemenangan telak 5-0 atas tuan rumah Singapura di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (11/10/2026) Dalam tiga pertandingan tersebut, Timnas Putri U-17 mencetak 10 gol dan hanya kebobolan satu gol. Putaran final AFC U17 putri tahun depan akan digelar di Tiongkok pada, 31 Maret hingga 17 April 2027. Berikut daftar lengkap tim lolos putaran final Piala Asia AFC Putri U17 2027: China (tuan rumah) Korea Utara (juara AFC 2026) Jepang (runner-up AFC 2026) Australia (peringkat 4 AFC 2026) Korea Selatan (juara Grup A kualifikasi) Indonesia (juara Grup B kualifikasi) China Taipei (juara Grup C kualifikasi) Vietnam (juara Grup D kualifikasi) India (juara Grup E kualifikasi) Thailand (juara Grup F kualifikasi) Myanmar (juara Grup G kualifikasi) Filipina (juara Grup H kualifikasi) Dari komposisi tim yang lolos, tercatat ada 6 wakil ASEAN. Selain Timnas Indonesia, ada Australia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Filipina. Sementara itu, dari Asia Timur, selain China, Korea Utara, dan Jepang yang sudah lebih dahulu lolos tanpa lewat kualifikasi, ada Korea Selatan dan China Taipei. Terakhir, ada 1 waki lain, yaitu India dari Asia Selatan. Catatan penting lain, total ada 13 negara yang tidak berpartisipasi di kualifikasi Piala Asia AFC U17 2027 Putri. Ini termasuk Brunei, Pakistan, Oman, Timor Leste, dan Qatar.

Cerita Atlet Termuda Indonesia di Asian Games 2026

Mikhayla Shanum Caya

Ada yang menarik dari keikutsertaan Indonesia di Asian Games 2026 beberapa waktu lalu. Di antara para atlet yang bersiap mengharumkan nama bangsa, ada sosok atlet muda dengan usia yang masih sangat belia. Dialah Mikhayla Shanum Caya. Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Mikhayla menjadi atlet termuda Indonesia yang masuk dalam kontingen untuk Asian Games 2026. Ia bertanding pada cabang olahraga skateboard nomor Park Putri. Lahir dan besar dalam lingkungan olahraga yang kental, bakat Mikhayla merupakan warisan dari sang ayah, Anthony Adam Caya, yang juga merupakan sosok atlet skateboard nasional. Dukungan penuh keluarga yang solid inilah yang menjadi fondasinya untuk menekuni papan luncur sejak dini hingga akhirnya mampu menembus level internasional. Sebelum tampil di panggung Asia, ketajaman teknik Mikhayla sudah mulai terasah di kancah domestik dan Asia Tenggara. Ia sempat mencuri perhatian saat mewakili Papua Pegunungan dalam nomor ekshibisi skateboard pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 serta menembus final SEA Games Thailand 2025. Keikutsertaan Mikhayla menjadi salah satu gambaran regenerasi atlet Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, ia akan mendapatkan pengalaman berharga dengan berkompetisi bersama atlet-atlet dari berbagai negara Asia. Bagi Mikhayla, Asian Games 2026 juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di level internasional sekaligus membawa nama Papua Pegunungan, Indonesia ke pentas Asia. Usai mengikuti Asian Games 2026, Mikhayla diharapkan dapat menikmati pengalaman bertanding dan terus berkembang sebagai atlet muda Indonesia. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan regenerasi atlet nasional.

Stece Juara DBL D.I Yogyakarta 2026 Usai Puasa 5 Tahun

SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

Setelah 5 tahun menanti, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta (Stece) akhirnya kembali menduduki takhta tertinggi dan jadi juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putri. Stece berhasil mengalahkan SMA Budi Utama Yogyakarta dengan skor akhir 61-50 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kedua tim langsung menjalani kompetisi yang intens pada awal kuarter pembuka. Sekitar 2 menit pertama mereka habiskan untuk balas membalas poin. Setelah Budi Utama mengejar ketertinggalan menjadi 6-4, Stece langsung bermain dominan dengan mencetak 12 poin. Di sisi lain, Budi Utama hanya bisa membukukan dua poin. Naima Syafira Hanif memimpin dengan total enam poin untuk Stece dalam kurun tersebut. Stece menutup kuarter pertama dengan keunggulan 11 poin (22-11). Kedudukan itu akhirnya semakin jauh hingga 15 poin ketika waktu tersisa 8 menit 34 detik pada kuarter kedua (26-11). Budi Utama tetap berusaha keras untuk menemukan tempo penyerangan yang tepat untuk mereka. Zahira Adiya Mecca akhirnya berhasil mencetak poin melalui layup-nya untuk mematahkan tren Stece itu. Kendati demikian, Stece ternyata telah mempersiapkan banyak kejutan di sisi menyerang. Mereka kembali memberikan balasan bertubi-tubi. Bahkan, mereka berhasil memipin hingga 21 poin dengan sisa waktu 4 menit 15 detik (36-15). Itu bukan berarti Budi Utama langsung menyerah. Melalui koordinasi matang Zahira, Naysia Agustina Santosa, dan Nicolle Jacqueline Imanuella Sukweiju, mereka mampu memangkas kedudukan itu secara perlahan sebelum memasuki jeda pertandingan. Sebanyak sembilan poin beruntun berhasil ditorehkan oleh Budi Utama. Pada akhir kuarter kedua, keunggulan Stece jadi hanya 14 poin (38-24). Upaya Budi Utama untuk bangkit dari keterpurukan menjadi semakin serius pada kuarter ketiga. Naysia langsung membuka penyerangan Budi Utama dengan tripoin dan layup pada semenit pertama. Kemudian, dengan sisa waktu 7 menit 50 detik, Naysia kembali menyumbang angka melalui layup. Dengan begitu, Budi Utama jadi hanya tertinggal tujuh poin dari Stece (38-31). Dengan banyak tekanan menyelimuti Stece, mereka akhirnya berhasil membendung serangan Budi Utama pada kuarter ketiga itu. Setelah serangan bertubi-tubi dari Naysia, Budi Utama hanya bisa mencetak tiga poin hingga kuarter ketiga berakhir. Di sisi lain, Stece tetap mampu mencatat poin sedikit demi sedikit. Mereka kembali unggul 12 poin atas Budi Utama (48-34). Sejak itu, setiap Budi Utama berusaha untuk mengejar ketertinggalan, Stece selalu berhasil menemukan cara untuk menghentikan mereka. Tembakan-tembakan Budi Utama bisa dibalas dengan layup dan free throw yang mampu memecah momentum. Stece membawa pulang gelar juara dengan performa tim yang solid! Ada tiga pemain Stece yang berhasil membukukan poin dobel digit. Mereka adalah Naima Syafira Hanif (18), Alicia Graceitha Putri (14), dan Nathanela Yagenta Cahya Nirwasita (10). Nathanela juga mengumpulkan 11 rebound untuk mempercantik angka statistiknya. Di sisi lain. Naysia memimpin Budi Utama dengan 19 poin, 3 rebound, 3 assist, dan 3 tripoin. Zahira juga bermain produktif dengan 12 poin, 8 rebound, dan 3 steal. Selamat atas kejuaraannya, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta!

BOSA Juara 10 Kali Beruntun DBL Yogyakarta

SMA BOPKRI 1 Yogyakarta

Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putra mempertemukan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta (BOSA) dengan SMA Olifant Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ini merupakan pertemuan ketiga antara kedua tim di partai puncak sejak 2024 lalu. Setelah melalui pertandingan yang panjang dan intens, BOSA kembali keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 60-53. Setelah saling membalas poin pada 2 menit pertama setelah tip-off (6-5 keunggulan BOSA), BOSA langsung memamerkan taring mereka yang tajam di sisi menyerang. Mereka mencetak tujuh poin beruntun untuk menjauhkan kedudukan. Olifant berulang kali mencoba untuk menghentikan serangan bertubi-tubi itu. Namun, saat itu, mereka masih belum menemukan jawaban. Dengan sisa waktu 3 menit 58 detik, giliran sang MVP Eliezer Fortunatus yang memimpin penyerangan BOSA. Sebanyak lima poin berhasil ia torehkan secara beruntun. BOSA pun menutup kuarter pertama dengan keunggulan 15 poin atas Olifant (24-9). Meski tertinggal jauh, Olifant tidak menyerah begitu saja. Mereka datang dengan strategi yang lebih efektif pada kuarter kedua. Rafka Raditya Rusnandi dan Maximilian Fraderico Nugroho mengoleksi total enam poin untuk Olifant untuk bangkit secara perlahan (24-15). Tidak berhenti sampai situ, Fraderico juga sukses memasukkan tripoinnya untuk memperkecil jarak menjadi lima poin saja (26-21). BOSA berusaha untuk menjauh lagi, tetapi Olifant tidak berhenti untuk mengejar mereka. Ketika waktu tersisa 1 menit 10 detik, mereka terus memotong kedudukan sampai skor menjadi 30-27. Memasuki jeda pertandingan, BOSA berhasil sedikit memperlebar jarak melalui free throw Demetrius Deric Buana dan tripoin Alexius Gantan Mahija (31-27). Pertandingan berjalan semakin menegangkan pada kuarter ketiga. Olifant berhasil mendekat dengan skor 34-31. Namun, mereka harus menghadapi situasi yang berat. Satu per satu pemain andalan mereka harus menepi sementara, mulai dari Geizha Davian Putra, Geoffrey Tan, hingga Mahardhika Bagdja Putra Purbadi. Meski begitu, skuad Olifant jadi semakin kompak dan termotivasi untuk mengejar ketertinggalan. Kali ini, Raphael Chistopher Marantika tampil mentereng menggantikan Geo. Setelah dua free throw-nya berhasil masuk, tembakan tripoin Raphael masuk tepat sasaran untuk membuat kedudukan jadi berjarak dua poin saja dengan sisa waktu 5 menit 5 detik (36-34). Melihat kondisi itu, Eliezer langsung bermain ganas untuk BOSA. Ia mengumpulkan total lima poin untuk mengamankan kontrol pertandingan, juga dibantu oleh Kenneth Julian Tora Kartika (44-38). Kuarter ketiga kemudian ditutup dengan tembakan Geizha yang sudah kembali lagi ke lapangan. BOSA unggul 44-40 atas Olifant saat kuarter ketiga berakhir. Atrmosfer GOR Universitas Negeri Yogyakarta semakin panas pada 10 menit terakhir. Eliezer dan Criscito Forlantino Putranto aktif menyumbang poin untuk BOSA. Dengan sisa waktu 5 menit 46 detik, BOSA masih nyaman dengan keunggulan lima poin (51-46). Bagaimanapun, momentum itu langsung hilang seketika. Sebab, setelah Rafka sukses mengeksekusi reverse layup, Raphael kembali memasukkan tripoinnya dari ujung lapangan. Olifant menyamakan skor 51-51 dengan sisa waktu 4 menit 24 detik! Dengan tekanan yang luar biasa besar, kedua tim terus bermain ngotot dan berjuang untuk menerobos pertahanan. Setelah satu free throw Deric masuk, tidak ada bola yang berhasil masuk selama sekitar 1 setengah menit. Akhirnya, mental juara BOSA berbicara banyak pada menit-menit krusial. Itu dapat terlihat dari keberanian Criscito untuk menembus benteng pertahanan Olifant. Ia berhasil memasukkan layup-nya dalam dua possession beruntun. BOSA kembali unggul lima poin atas Olifant dengan sisa waktu 1 menit 55 detik. Setelah Geizha menyumbang dua poin untuk berupaya mengimbangi permainan BOSA, Criscito lagi-lagi menerobos dan melakukan layup dengan sisa waktu 56 menit. Olifant harus mengambil timeout untuk menghentikan momentum itu. Kemenangan BOSA akhirnya dikunci oleh Deric melalui layup-nya dengan sisa waktu 39 detik. Sejak itu, Olifant sudah kehabisan cara untuk bangkit. Eliezer tampil fenomenal ketika BOSA benar-benar membutuhkannya. Ia berhasil mengumpulkan double-double 17 poin dan 10 rebound. Criscito dan Deric menyusul dengan masing-masing 14 dan 11 poin. Dari kubu Olifant, Raphael telah memberikan perjuangan terbaik dari bangku cadangan dengan 12 poin dan 7 rebound. Begitu pula dengan Rafka yang mencetak 8 poin dan 10 rebound. Terima kasih atas perjuangan yang luar biasa untuk bangkit, SMA Olifant Yogyakarta. Sampai bertemu lagi pada musim berikutnya! Selamat atas kejuaraan yang berhasil diamankan oleh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta! Bukan hanya gelar juara ke-10 secara beruntun, ini juga merupakan trofi ke-12 mereka secara keseluruhan di DBL D.I Yogyakarta.

Aldila Sutjiadi kandas di semifinal China Open 2026

Aldila Sutjiadi bersama Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi bersama pasangannya Erin Routliffe (Selandia Baru), kandas pada semifinal ganda putri China Open 2026 setelah kalah dari unggulan pertama Katerina Siniakova/Zhang Shuai dengan skor 4-6, 2-6 di Beijing, Sabtu. Dikutip dari WTA, pada pertandingan turnamen WTA 1000 tersebut, Aldila/Erin harus mengakui keunggulan Siniakova/Zhang setelah berjuang selama satu jam 14 menit. Pada set pertama, Aldila/Erin sempat menjaga persaingan dengan menyamakan kedudukan 2-2. Namun, Siniakova/Zhang mampu mengambil alih momentum dengan merebut dua gim berikutnya untuk unggul 4-2. Aldila/Erin berusaha mengejar ketertinggalan dan memperkecil selisih menjadi 3-4. Namun, pasangan unggulan pertama itu tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, Aldila/Erin sempat memimpin 1-0. Namun, Siniakova/Zhang segera bangkit dan merebut tiga gim berturut-turut untuk berbalik unggul 3-1. Aldila/Erin sempat menambah satu gim untuk mengubah kedudukan menjadi 2-3. Setelah itu, Siniakova/Zhang kembali mendominasi permainan dengan memenangi tiga gim beruntun untuk memastikan kemenangan 6-2 sekaligus mengamankan tiket ke final. Statistik pertandingan memperlihatkan Aldila/Erin kesulitan mengimbangi efektivitas permainan lawan. Pasangan Indonesia/Selandia Baru itu hanya memenangi 45 persen total poin, sementara Siniakova/Zhang menguasai 55 persen poin. Dari sektor servis, Aldila/Erin mencatatkan persentase servis pertama sebesar 62 persen atau 32 dari 52 percobaan. Mereka memenangi 66 persen poin dari servis pertama tersebut, sementara Siniakova/Zhang membukukan 81 persen keberhasilan poin dari servis pertama. Aldila/Erin juga mencatatkan delapan kesalahan sendiri, dua kali lebih banyak dibandingkan lawan yang hanya melakukan empat kesalahan. Kedua pasangan masing-masing menghasilkan dua dan satu ace, dengan keunggulan dua ace bagi pasangan Indonesia/Selandia Baru tersebut. Kekalahan itu mengakhiri langkah Aldila/Erin di China Open 2026, setelah berhasil menembus semifinal dengan menyingkirkan pasangan unggulan ketiga Hsieh Su-wei/Jelena Ostapenko melalui pertarungan tiga set, 7-6(5), 4-6, 10-7, pada babak perempat final, Jumat (9/10) malam. Aldila/Erin tiba di China Open 2026 setelah meraih gelar pada WTA 500 Singapore Open 2026 yang berlangsung akhir September, sebelum Aldila turun di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada nomor ganda campuran bersama petenis yang menjadi pelatihnya saat ini, Christopher Rungkat.

Indonesia bidik emas dari Kejuaraan Dunia Karate Junior di Polandia

Hadi Tjahjanto

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) menargetkan Indonesia meraih medali emas pada 14th Karate World Championships Cadet, Junior & U21 di Bielsko-Biała, Polandia, 14-18 Oktober 2026. Ketua Umum PB Forki, Hadi Tjahjanto meminta para karateka Indonesia membawa kepercayaan diri dari keberhasilan dalam kejuaraan Asia Tenggara sebelumnya di Veitnam untuk menghadapi persaingan di tingkat dunia. “Saya yakin dengan semangat yang sama, sekarang di Polandia kalian akan mendapatkan kemenangan dan meraih medali emas sebanyak mungkin,” kata Hadi dalam keterangan resmi saat melepas kontingen Indonesia di Jakarta, Jumat. Indonesia mengirimkan 11 karateka pada empat atlet kategori kadet, empat atlet junior, dan tiga atlet U21. Hadi mengatakan disiplin, kondisi fisik, dan mental bertanding menjadi hal yang harus dijaga para atlet selama mengikuti kejuaraan dunia itu. Menurut dia, pengalaman dari berbagai kejuaraan sebelumnya menjadi modal penting bagi karateka muda Indonesia untuk menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai negara. “Saya minta tunjukkan bahwa kalian adalah pemenang. Jangan lupa terus jaga disiplin, jaga kesehatan, pulang membawa medali emas sebanyak-banyaknya,” ujarnya. PB Forki juga memberangkatkan delegasi Guardian Girls Karate Indonesia untuk mengikuti seminar di Polandia. “Kami harapkan mendapatkan insight yang lebih banyak lagi untuk mengembangkan kegiatan Guardian Girls Karate Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dan kemampuan bela diri apabila menghadapi agresor,” kata Hadi. Ia berharap kedua delegasi menghasilkan dua manfaat sekaligus, yakni prestasi bagi karate Indonesia dan tambahan pengetahuan bagi pengembangan program Guardian Girls Karate di Indonesia.

Piala Suhandinata 2026: Indonesia Raih Perunggu

Tim bulu tangkis junior Indonesia

Tim bulu tangkis junior Indonesia terhenti pada semifinal Piala Suhandinata 2026 sekaligus memastikan medali perunggu setelah harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 0-2 (49-55 dan 42-55) di Kairo, Mesir, Jumat. Hasil tersebut membuat langkah Garuda Muda pada nomor beregu campuran BWF World Junior Championships 2026 berakhir di empat besar. Meski gagal melaju ke partai puncak, capaian semifinal telah memenuhi target awal yang ditetapkan tim Indonesia sebelum berangkat ke Mesir. Indonesia menembus empat besar setelah melewati Uni Emirat Arab pada perempat final dengan kemenangan 2-0. Garuda Muda memenangi dua set dengan skor 55-54 dan 55-31. Perjuangan para pebulu tangkis junior Indonesia di Kairo belum berakhir. Setelah nomor beregu campuran yang berlangsung pada 5-10 Oktober, mereka akan beralih fokus ke nomor perseorangan yang dijadwalkan bergulir pada 12-17 Oktober. Berikut hasil laga Indonesia vs Malaysia di semifinal Piala Suhandinata 2026: Set 1: Indonesia 49-55 Malaysia MS: Fardhan Rainanda Joe vs Tiew Wei Jie 11-6 WD: Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri 17-22 WS: Jolin Angelia vs Carine Tee 33-32 XD: Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 43-44 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan 49-55 Set 2: Indonesia 42-55 Malaysia MS: Fardhan Rainanda Joe vs Tiew Wei Jie 7-11 WD: Atresia Naufa Candani/Halifia Usni Pratiwi 11-22 WS: Jolin Angelia vs Carine Tee 28-33 XD: Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 37-44 MD: Faizal Pangestu/Anju Siahaan vs Isyraf Hafizin/Ahmad Redzuan 42-55

Ini Dia Para Peraih Beasiswa Bulutangkis 2026

Sembilan atlet bersama jajaran pelatih PB Djarum setelah pengumuman penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (10/10).

Sebanyak sembilan atlet muda dari berbagai daerah meraih Beasiswa Bulutangkis 2026 dan bergabung dengan klub PB Djarum Kudus, Jawa Tengah, setelah melewati rangkaian seleksi ketat dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 yang diikuti 2.140 peserta. “Kesembilan atlet terpilih terdiri atas lima putra dan empat putri dari kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12. Seluruh atlet tersebut merupakan pemain tunggal,” kata Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto ditemui usai pengumuman peraih beasiswa bulutangkis di GOR PB Djarum Kudus, Sabtu. Ia mengungkapkan audisi umum tahun ini digelar di tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus. Dari seluruh peserta, sebanyak 67 atlet meraih super tiket untuk mengikuti karantina tahap pertama. Jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi 46 atlet yang melanjutkan seleksi hingga akhirnya terpilih sembilan penerima beasiswa. Sigit mengatakan penilaian tidak hanya berdasarkan kemampuan teknik bermain, tetapi juga kondisi fisik, kecepatan, semangat juang, sikap, dan potensi atlet untuk berkembang. “Para atlet yang terpilih merupakan yang terbaik dan memang dibutuhkan oleh PB Djarum. Kami berharap mereka memiliki semangat dan tekad besar dalam menjalani latihan karena perjalanan menjadi pebulutangkis profesional masih panjang,” katanya. Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil agar tidak patah semangat dan terus berlatih untuk mengejar cita-cita menjadi atlet profesional. Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum Hendrawan menambahkan keberhasilan dalam satu tahap seleksi belum menjamin kesuksesan pada masa mendatang. Sebaliknya, kegagalan dalam audisi juga bukan akhir dari perjalanan seorang atlet. Ia turut mengapresiasi dukungan orang tua dan pelatih yang mendampingi para atlet sejak awal berlatih hingga mengikuti audisi. Salah satu penerima beasiswa, Errencia Clarista, atlet kategori KU-12 putri asal Makassar mengaku senang karena impiannya bergabung dengan PB Djarum sejak lima tahun lalu akhirnya terwujud. Clarisa mengatakan baru pertama kali mengikuti audisi umum di Pekanbaru dan telah mempersiapkan diri melalui latihan rutin selama tiga bulan sebelum seleksi. Ia mengidolakan mantan atlet bulutangkis nasional Liliyana Natsir dan berharap dapat mengembangkan kemampuannya melalui pembinaan di PB Djarum. Ferawati Kambodji, Ibu Clarisa juga mendukung penuh langkah putrinya untuk menekuni bulutangkis. Menurut dia, kemauan dan semangat anak menjadi alasan utama keluarga terus memberikan dukungan agar Clarisa dapat meraih prestasi pada masa mendatang. Berikut daftar sembilan penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026: Kelompok U-11 Putri Vicky Lee Alison – Kota Tegal, PB Sinar Mutiara. Alisie Elaina Sembiring – Kota Bogor, PB Champion Kudus. Kelompok KU 11 Putra Russel Junior Sumual – Kabupaten Minahasa Utara, PB Talenta. Azka Adhitama – Kabupaten Bekasi, PB Bhinneka 2. Azka Azfar Rabbani – Kabupaten Purworejo, PB Garuda Jaya. Kelompok KU 11 Putri RR Arnetta Safara Bilqish Sholeh – Kota Yogyakarta, PB Elang Yogyakarta. Kelompok KU 12 Putra Feliks Zebua – Kabupaten Bogor, Kayp1 Champion Academy. Muh. Faiz Athallah – Kota Makassar, PB Ukhuwah Makassar. Kelompok KU 12 Putri Errencia Clarista – Kota Tangerang, Jenna Gozali Badminton Club.

Asian Games 2026: Desak Made tambah satu medali emas Indonesia

Desak Made Rita Kusuma Dewi

Kontingen Indonesia menambah satu medali emas pada pada rangkaian pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hari ke-12, Rabu (30/9) waktu setempat. Satu emas didapatkan Indonesia dari cabang olahraga panjat tebing nomor speed putri yang diamankan oleh atlet Desak Made Rita Kusuma Dewi, demikian catatan Asian Games 2026. Desak Made menjadi yang tercepat dalam perebutan medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik, mengungguli atlet China Li Juan Deng yang meraih medali perak dengan catatan waktu 6,064 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Jeong Jimin dengan catatan waktu 6,18 detik. Perjalanan Desak Made menuju podium tertinggi berlangsung sejak babak perempat final. Ia berada di heat empat bersama Tamara Ulzhabayena dari Kazakhstan, Hanareum Sung dari Korea Selatan, dan Jeanette Frances Koh dari Singapura. Dalam heat tersebut, Desak Made finis di posisi pertama dengan catatan waktu 6,39 detik sehingga berhak melaju ke semifinal. Pada semifinal, Desak Made kembali tampil sebagai yang tercepat di heat dengan membukukan waktu 6,36 detik. Sebelumnya, pada babak kualifikasi nomor speed putri, Selasa (29/9), Desak Made menempati peringkat ketiga dengan catatan waktu terbaik 6,29 detik dari empat kali pemanjatan di empat jalur. Sejauh ini, Indonesia sudah mengumpulkan total 5 medali emas.

Asian Games 2026: Indonesia tambah satu emas dari panahan

Nurisa Dian Ashrifa

Torehan satu medali emas dari cabang olahraga panahan menambah perolehan medali bagi kontingen Indonesia dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, Kamis. Berdasarkan statistik penyelenggara, medali emas itu diperoleh melalui nomor compound individual putri oleh Nurisa Dian Ashrifa. Perolehan tersebut membuat Indonesia menutup rangkaian perlombaan pada Kamis di posisi ke-13 alias tetap dalam peringkat yang sama sehari sebelumnya, dengan torehan total 5 emas, 8 perak, dan 21 perunggu, dengan total sebanyak 34 medali. Selain satu emas, kontingen Merah Putih juga mendapatkan masing-masing-masing satu perak dan perunggu dari cabang olahraga esports dan menembak. Medali perak diraih tim mobile legends Indonesia setelah pada final dikalahkan Myanmar dengan skor 0-4. Sedangkan perunggu melalui nomor 25m rapid fire pistol beregu putra. Tim Indonesia menorehkan total 1.720 poin dengan 36 tembakan X (inner ten). Sementara itu emas dari Nurisa menjadi pencapaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games, sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang olahraga tersebut menuju persaingan dalam level dunia.

Asian Games 2026: Indonesia tambah tiga perak hari ini

Tim sepak takraw putra Indonesia

Kontingen Indonesia menambah tiga medali perak pada penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu. Medali perak pertama tim Merah Putih hari ini disumbangkan dari tim kuadran putra sepak takraw Indonesia. Hasil tersebut diraih Skuad Merah Putih, setelah takluk dari tim tuan rumah Jepang dengan rubber set 15-17, 15-9 dan 13-15. Perak kedua disumbangkan pasangan ganda voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi. Dalam babak final yang berlangsung di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Sabtu, Bintang/Sofyan berjuang keras menghadapi pasangan Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko. Pertandingan itu berakhir lewat drama tiga set, 1-2 (21-19, 16-21, dan 8-15) untuk Tim Indonesia. Kemudian, medali perak ketiga diraih pasangan padel putri Indonesia, Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati setelah kalah dari ganda Jepang Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto pada laga final di Nagoya City Higashi Sport Center. Selain mengamankan dua medali perak, Indonesia juga mengunci satu medali perunggu. Medali perunggu tersebut diraih setelah pasangan padel putri Indonesia Beatrice Gumulya/Novela Putria. Beatrice/Novela meraih medali perunggu Asian Games 2026 menyusul kemenangan telak atas wakil Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sport Center. Tambahan medali tersebut menambah koleksi sementara tim Merah Putih menjadi lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu dengan total 39 medali.

Asian Games 2026: Indonesia tambah tiga perunggu dari bulu tangkis dan BMX

Jasmine Azzahra Setyobudi

Kontingen Indonesia menambah koleksi tiga medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tiga medali tersebut diraih oleh tim Merah Putih dari cabang bulu tangkis dan balap sepeda BMX. Perunggu pertama diraih lewat aksi dari atlet balap sepeda BMX Racing Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi pada nomor BMX Racing putri. Jasmine menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik. Medali emas diraih pembalap Jepang Sae Hatakeyama dengan waktu 33,401 detik, sedangkan perak menjadi milik Wanyi Liao dari China dengan waktu 34,500 detik. Sementara itu dua medali perunggu lainnya bagi kontingen Indonesia didapatkan dari cabang bulu tangkis. Pada sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terhenti pada semifinal, setelah dikalahkan ganda putra asal China Liang Weikeng/Wang Chang dengan rubber game 17-21, 21-13, 9-21. Lalu di sektor tunggal putra, Alwi Farhan yang menjadi unggulan keenam harus mengakui ketangguhan tunggal putra Kunlavut Vitidsarn asal Thailand dengan dua gim langsung 13-21, 15-21. Hingga Rabu, 30 September 2026 pukul 15.00 WIB, Indonesia mengoleksi total 30 medali yang terdiri dari 3 emas, 7 perak, dan 20 perunggu. Torehan tersebut mengantarkan tim Merah Putih untuk sementara menempati peringkat ke-15 dalam klasemen perolehan medali.

Asian Games 2026: Indonesia tambah 1 emas dan 2 perak

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin

Kontingen Indonesia menambah satu medali emas dan dua perak pada rangkaian pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hari ke-11, Selasa, dengan bulu tangkis menjadi penyumbang utama, melalui nomor ganda putra dan ganda campuran. Ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mempersembahkan emas setelah menaklukkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang melalui pertandingan tiga gim 19-21, 21-13, 21-18 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari keberhasilan Indonesia menjuarai nomor beregu putra. Dari nomor ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menyumbangkan medali perak setelah kalah dari pasangan peringkat satu dunia asal China Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin 19-21, 8-21. Satu medali perak lainnya datang dari cabang surfing melalui I Made Pajar Ariyana pada nomor shortboard putra. Pajar harus mengakui keunggulan peselancar tuan rumah Kanoa Igarashi pada final di Tahara, Aichi. Pajar mengumpulkan 10,40 poin dari dua ombak terbaiknya, sedangkan Igarashi membukukan 12,87 poin untuk merebut emas. Perak Pajar juga menjadi catatan bersejarah karena surfing untuk pertama kalinya dipertandingkan pada Asian Games.