Hydroplus Sirnas B Sumut 2026: PB Djarum Kembali Juara Umum

HYDROPLUS Sirkuit Nasional B Sumatra Utara 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sumatra Utara (Sumut) 2026 berakhir pada Sabtu (25/7) petang di GOR PBSI Sumut, Medan. Sebanyak 11 gelar juara diperebutkan, yang mencakup kategori Usia Dini Putra (UDPA), Usia Dini Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), Ganda Anak Putri (GAPI), Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan empat gelar juara. Sementara itu, Mutiara Cardinal Bandung menyusul dengan dua gelar. Selain kedua klub tersebut, Exist Badminton Club, Satria Surabaya, Jaya Raya Solo, dan klub-klub lainnya, turut mewarnai persaingan sepanjang turnamen yang berlangsung sejak Senin (20/7). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Jakarta pada 3-8 Agustus 2026 mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional A dan akan diikuti kelompok usia U-17, U-19, dan dewasa. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026: Lapangan 1 TAPI: Xaviera Rafa Rimarcdi (Exist Badminton Club) vs. Berliana Rahma (TAQI Arena Badminton Academy) 21-18, 21-8 TAPA: Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Haydhar Al Zakhiri (Jaya Raya Solo) 21-17, 21-18 GPC: Milan Prodeus Gultom/Dinny Octalira Zendrato (Luluk Hadiyanto Badminton Club Jaksel) vs. M Farzan Ahza Aqila/Tarisa Kirana Mahiswari (Sarwendah Badminton Club Jaktim) 21-23, 21-19, 21-19 UDPI: Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Steffi Laurentia Athalla Doda (Alamsyah Yunus Badminton Club) 21-9, 21-14 TPA: Marvel Mulyono (Champion Klaten) vs. Marcel Jhonatan (PB Djarum) 21-15, 21-10 GAPI: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia/Xaviera Rafa Rimarcdi (Satria Surabaya/Exist Badminton Club) vs. Nizma Qothrunadda Anako/Rya Alaysha Okka Putri (Jaya Raya Solo) 21-14, 21-6 GAPA: La Ode Muhammad Ahsan Kamil/Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Muhammad Rafa Shirdi/Nawaf Al Ashar (PB Djarum) 21-15, 19-21, 21-19 UDPA: Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Azka Al Fatih (Samudera Binjai) 21-11, 21-19 Lapangan 2 TPI: Mikha Ribka Kasalang (PB Djarum) vs. Syauqia Aisya Inara (PB Djarum) 21-6, 12-21, 21-9 GPI: Tiara Shaqeela Jasmine/Zhaafira Khoerunnisa (PB Djarum) vs. Alisha Artha Amara/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) 21-14, 22-20 GPA: Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Yasir Revansyah/Valdis Adlina Wiska Putra (Mutiara Cardinal Bandung) 21-15, 21-17

Antusias Tinggi, 100 Klub Bulutangkis Ikuti Sirnas B Sumut 2026

HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sumatera Utara, Anton, mengapresiasi tingginya antusiasme para pebulu tangkis muda dari berbagai daerah yang ambil bagian dalam HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sumut 2026. Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi wadah penting bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kualitas permainan di level nasional. HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026 digelar di GOR PBSI Sumut, Medan, pada 20–25 Juli 2026. Turnamen ini diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia dan menjadi salah satu agenda pembinaan nasional bagi atlet-atlet kelompok usia. Anton mengatakan, Sumatera Utara mengirimkan sekitar 175 atlet yang berasal dari berbagai klub binaan di daerah. Mereka akan bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia dalam berbagai nomor pertandingan. “Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta pada HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026. Sebanyak 100 klub dari berbagai provinsi ikut ambil bagian, sementara Sumatera Utara mengirimkan sekitar 175 atlet. Seluruh pertandingan digelar di empat lapangan GOR PBSI Sumut,” ujar Anton. Menurutnya, mayoritas wakil Sumatera Utara yang tampil di ajang tersebut merupakan atlet-atlet muda hasil pembinaan klub yang sebelumnya telah melewati proses seleksi dan evaluasi melalui Sirkuit Provinsi (Sirprov) Sumut. Sirprov, kata Anton, menjadi bagian penting dalam sistem pembinaan PBSI Sumut karena menjadi ajang untuk memantau perkembangan atlet sebelum mereka diterjunkan ke kompetisi nasional. “Sebelum tampil di Sirnas B ini, para atlet Sumut telah kami persiapkan melalui Sirprov. Ajang tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan mereka sekaligus menentukan kesiapan menghadapi persaingan di tingkat nasional,” katanya. Anton menjelaskan, HYDROPLUS Sirnas B bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding melawan pemain-pemain terbaik dari berbagai provinsi. Meski harus menghadapi lawan-lawan tangguh, Anton optimistis para pebulu tangkis Sumut mampu memberikan penampilan terbaik. Pasalnya, sebagian besar atlet yang diturunkan telah memiliki pengalaman tampil di berbagai seri Sirnas di daerah lain. “Atlet-atlet muda Sumut ini sudah mengikuti berbagai Sirnas B maupun Sirnas C, seperti di Samarinda dan Kutai Timur. Mereka juga mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan di sana,” ungkapnya. Anton menambahkan, perkembangan prestasi bulu tangkis Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Atlet-atlet muda binaan klub mulai mampu bersaing dengan pemain dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan tidak sedikit yang berhasil meraih prestasi di ajang nasional. Karena itu, Pengprov PBSI Sumut terus mendorong seluruh klub untuk memperkuat sistem pembinaan atlet usia dini. Menurutnya, target pembinaan tidak boleh berhenti pada prestasi tingkat daerah, melainkan harus mampu melahirkan atlet yang dapat bersaing di level nasional hingga menembus Pelatnas. “Itulah sebabnya kami terus berupaya menghadirkan turnamen-turnamen seperti Sirnas di Sumatera Utara. Harapannya, semakin banyak atlet kita yang meraih prestasi di tingkat nasional dan pada akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan Pelatnas,” pungkasnya.