Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2026

Pau Cubarsi

Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik (Young Player Award/Golden Boy) Piala Dunia 2026. Ia menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain terbaik berusia maksimal 21 tahun. Dan bek Barcelona itu dinilai tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Mengalahkan rekan senegaranya, Lamine Yamal. Pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Pau Cubarsi tampil layaknya bek senior. Ia menjadi pilihan utama Luis de la Fuente di jantung pertahanan dan hampir tidak tergantikan sepanjang turnamen. Ketenangannya dalam membaca permainan, kemampuan memutus serangan lawan, serta kualitas distribusi bola membuat lini belakang Spanyol tampil sangat solid. Performa terbaiknya kembali terlihat pada laga final melawan Argentina. Cubarsí sukses meredam pergerakan lini depan lawan, termasuk membantu membatasi pengaruh Lionel Messi. Ia juga memaksa Enzo Fernandez melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua. Membuat Argentina bermain dengan 10 orang pada fase krusial pertandingan. Dalam ulasan pascalaga, The Guardian menyebut Cubarsí tampil tenang setelah sempat mendapat tekanan di awal laga dan mampu menjadi bagian penting dari pertahanan Spanyol yang akhirnya membawa pulang trofi juara. Penghargaan yang diraih Cubarsí bukan hanya didasarkan pada penampilannya di final. Melainkan konsistensi sepanjang Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak Juni lalu. Menjelang partai puncak, sejumlah media bahkan menyebut persaingan Pemain Muda Terbaik hanya mengerucut kepada dua pemain Spanyol: yakni Lamine Yamal dan Pau Cubarsí. Yamal lebih sering menjadi sorotan karena aksinya di lini depan. Namun, Cubarsí dinilai memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap keseimbangan permainan tim. New York Post bahkan menilai Cubarsí sebagai salah satu pemain paling konsisten di turnamen. Bek muda tersebut menjadi starter di setiap pertandingan, dan menjadi fondasi pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi. Kemampuannya membaca permainan dan tetap tenang menghadapi penyerang kelas dunia membuatnya dianggap melampaui usianya. Penilaian serupa datang dari Bavarian Football Works. Media Jerman itu memberikan julukan “Der Kaiser” kepada Cubarsí setelah final. Mereka menyoroti enam sapuan serta akurasi umpannya yang mencapai 96 persen saat menghadapi Argentina. Statistik itu menunjukkan bahwa Cubarsí bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga berperan besar saat Spanyol membangun serangan dari lini belakang. Keberhasilan meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik semakin menegaskan status Cubarsí sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di dunia. Di usianya yang masih 19 tahun, cowok kelahiran 22 Januari 2007 itu sudah menjadi pilar Barcelona. Dan kini berhasil mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, Cubarsí berpeluang menjadi pemimpin baru lini belakang La Roja dalam satu dekade mendatang.